animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Rabu, 23 Maret 2016

BAGAIMANA HIDUP SESUAI DENGAN APA YANG TUHAN MAU?



Dalam dunia yang semakin sibuk ini, banyak orang mengatur kehidupannya hanya berdasarkan efisiensi dan efektivitas, hampir semua orang ingin memperoleh uang yang lebih banyak, usaha yang lebih maju, hidup lebih bahagia. Namun terkadang kita sebagai orang percaya juga turut dalam arus dunia yang menyeret kita dengan cepat dalam pola-polanya, sehingga kita lupa untuk hidup tepat atau sesuai dengan apa yang Tuhan mau.

Untuk mempercepat laju ekonominya, Perancis pernah menerapkan sistem kerja 9 hari dan libur 1 hari. Mereka mulai mengklaim diri paling efektif dan paling maju ekonominya, tapi ternyata itu hanya bertahan selama beberapa tahun saja. Kemudian terlihat bahwa perekonomiannya justru melorot drastis karena para pekerja menjadi lelah dan jenuh, kondisi keluarga menjadi berantakan dan tingkat depresi meningkat. Cara manusia selalu memiliki sisi kegagalan yang seringkali tidak dapat diperhitungkan sebelumnya.

Ketika kita masuk dalam kepenuhan panggilan Allah atas hidup kita maka segala sesuatu akan memiliki makna dan signifikansi yang baru. – Charles Stanley-

Sebagai orang percaya yang sudah ditebus oleh Kristus dan masuk dalam rencana Allah, pasti ada hal yang menjadi signifikan (amat penting) dan berbeda dari pola pola dunia. Perkara-perkara rohani menjadi amat penting bagi orang percaya, sedangkan itu tidak penting bagi orang dunia. Hidup kudus menjadi signifikan dan penting bagi orang percaya. Mengasihi Tuhan dan mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang menjadi sangat penting sedangkan bagi dunia hal-hal tersebut tidak dianggap penting. Demikian juga bagi orang percaya, rencana Allah menjadi lebih amat terpenting daripada agenda-agenda pribadi kita. Ketepatan dengan hati dan cara Tuhan juga menjadi lebih penting dibandingkan kecepatan yang kita mau.

Banyak orang percaya mengurung Tuhan dalam rencana-rencana pribadinya, tanpa pernah mau melibatkan diri dalam rencana-Nya Tuhan, apalagi bertindak seturut hati dan caraNya. Ketika Petrus bertemu Yesus, itu bukan berarti hanya hasil tangkapan ikan yang lebih banyak atau menjadi nelayan yang lebih canggih. Melainkan Yesus melibatkan petrus untuk menjadi penjala manusia.

Ketepatan dengan hati dan cara Tuhan dimulai dari perubahan paradigma kita. Bagaimana hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau? dimulai dari perubahan pembaharuan budi kita yang disamakan dengan hati dan caraNya Tuhan. Apakah kita memandang Tuhan dan pekerjaanNya sebagai sesuatu yang amat penting. Apakah kita memiliki mata rohani yang mampu memandang Allah dan karyaNya melampaui semua kondisi kita, melampaui sekedar sistem-sistem yang kita buat dalam perencanaan kita.

Dalam perjalanan bangsa Israel dalam Keluaran 17-18, dikisahkan bahwa Tuhan memimpin dalam erjalanan mereka di padang gurun ke suatu titik perhentian yang bernama Rafidim. Rafidim adalah tempat perhentian ke-10 bangsa Israel di padang gurun. Saat ini diperkirakan wilayah rafidim adalah di Wadi Refayid di barat daya Sinai. Sebuah tempat di padang gurun yang berbukit-bukit dan kering.

Rafidim berasal dari kata Rephidim yang artinya tempat-tempat beristirahat atau padang rumput tempat beristirahat. Di Rafidim ada tiga peristiwa yang secara rohani kita lihat sebagai kesempatan Musa dan orang Israel untuk melihat cara kerja Allah dan mengubah paradigma mereka. 
Allah mengeluarkan air dari gunung batu (tsyur= rock mountain) disaat bangsa Israel menghadapi kondisi yang kering dan tidak ada air untuk diminum. Allah sanggup mengubah keadaan yang mustahil menjadi mungkin. 
Allah memberikan kemenangan kepada orang Israel atas Amalek dengan cara yang amat ajaib. Jika Musa mengangkat tangannya, maka kuat dan menanglah Israel, jika Musa menurunkan tangannya, maka lebih kuatlah Amalek. 
Yitro menganjurkan Musa untuk mendelegasikan kepemimpinannya dan mulai melihat orang-orang di antara bangsa Israel yang bisa menjadi rekan sekerja dalam kepemimpinan. Musa akan menjadi sangat lelah dalam kepemimpinannya jika ia tidak melihat panggilan Allah dalam diri para pengikutnya juga. Maka hikmat Allah melalui Yitro mengubah cara kepimpinan Musa menjadi lebih efektif sesuai cara-Nya. 

Perjalanan bangsa Israel adalah perjalanan yang dituntun oleh Allah dari tempat perhentian ke tempat perhentian (Keluaran 17:1). Sebab itu ketika Allah memimpin mereka ke suatu tempat atau kondisi, pasti ada rencana Tuhan (Kel 17: 3-16). Sebagai orang kristen kita juga harus percaya, bahwa jika Tuhan menuntun kita pada suatu situasi atau titik kehidupan tertentu, maka pasti ada rencana Tuhan disana. Dengan mempercayai Allah, kita bisa melakukan tindakan yang tepat. Yakinlah bahwa rencana Tuhan pasti sempurna bagi kita sekalipun harus melalui berbagai hal yang membuat kita tidak nyaman, itu bagian proses ilahi.

Keluaran 17:1

Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. 

Keluaran 17: 3-16

Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?” 

Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: “Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!” 

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. 

Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. 

Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” 

Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. 

Musa berkata kepada Yosua: “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.” 

Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. 

Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. 

Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. 

Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. 

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.” 

Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: “Tuhanlah panji-panjiku!” 

Ia berkata: “Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun.” 

Agar kita tepat dengan Tuhan dan sesuai dengan apa yang Tuhan mau maka kita harus memiliki indera rohani yang semakin peka: 
Mata Rohani yang bisa memandang perbuatan Tuhan 
hati yang percaya tanpa goyah, kuat dan teguh 
Pikiran yang takluk kepada hukum-hukum Kerajaan Allah 
Mulut yang selalu mengucap syukur dalam setiap keadaan, tidak bersungut-sungut dan  Tindakan yang taat sepenuhnya tanpa kompromi 

Peperangan Israel melawan Amalek sesungguhnya adalah peperangan rohani yang berdampak kepada kehidupan nyata. bagi orang percaya, perkara rohani adalah realita yang sesungguhnya. Cermati dan pahami agar kita memperoleh hasil nyata dari tiga pelajaran utama kisah ini :

1. Berperanglah dalam peperangan yang benar. Arahkan pandangan kita ke arah yang tepat. Peperangan rohani yang tidak terlihat seringkali membuat kita hanya fokus pada perkara-perkara duaniawi. Akhirnya kita terjebak, tawar hati, lelah bahkan kecewa. yang kita perhitungkan hanya kekuatan diri sendiri dan kekuatan lawan, bukan kekuatan Allah.

Keluaran 17 : 2-3, 7-9

Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: “Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.” Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?” 

Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?” 

Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” 

Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. 

Musa berkata kepada Yosua: “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.” 

Bangsa Israel harus belajar melihat Allah dan caraNya bertindak saat kondisi tidak ada air atau ketika orang Amalek menyerang. Napoleon Bonaparte dikenal sebagai Jenderal perang yang tidak pernah terkalahkan, namun pada peperangan di Waterloo, mereka kalah telak karena arah yang salah dalam menyerang. Ketika pasukannya lelah dan salah arah, mereka jadi mudah dikalahkan.Orang percaya yang tidak mengerti peperangan rohani, akan jadi lelah, salah arah, dan mudah dikalahkan oleh dunia dan kita sering salahkan Tuhan padahal itu salah kita sendiri. peperangan rohanipun terkadang bisa melelahkan. Tuhan sudah memperhitungkan sejak awal bahwa tangan Musa akan penat, maka Ia juga menentukan Harun dan Hur untuk menopang Musa di atas sana. Hari-hari ini, para pemimpin rohani harus berdoa secara korporat dalam kerendahan hati dan unity. Jika ada covering dari doa para pemimpin rohani, maka jemaat pun akan semakin kuat dalam peperangan kehidupannya baik di keluarga, marketplace dan dimanapun berada. Perang pemimpin rohani adalah melindungi dan mengangkat jemaat dalam doa. Jemaat hendaknya tunduk dan taat agar covering dalam doa dari pemimpin rohani menjadi tudung rohani yang mampu melindungi kehidupan kita dan keluarga. Jika tidak, tudung doa menjadi tidak efektif dalam kehidupan kita. Bagaimana doa mereka melindungi kita sedangkan kita sendiri tidak mau dilindungi oleh karena kita tidak rela untuk tunduk dan taat.

2. Selalu hidup berdasarkan Firman Tuhan. Yohanes 1:1 berkata : pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Jika kita memulai hari dengan membaca dan meenungkan Firman, itu berarti kita memulai dengan Allah. Jika Allah beserta kita, maka tidak ada yang mustahil. Bangsa Israel berjalan sesuai dengan titah Tuhan.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

Keluaran 17:1

Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. 

Musa selalu bertanya pada Tuhan dalam situasi yang sulit untuk diputuskan (Kel 17:4) dan Allah menjawab melalui firmanNya ( Kel 17:5, 14). Firman Tuhan membuat kita tepat. Dalam keadaan sulit maupun mudah, utamakanlah untuk selalu bertanya pada Tuhan. Kita berada dalam dunia yang super sibuk, orang merenungkan firman Tuhan dan berdoapun seringkali dalam keadaan terburu-buru. Ambilah waktu untuk menikmati Sabat dengan Tuhan, untuk merenungkan filosofi hidup dan cara hidup kita, sudah tepatkah semua dengan kehendak Tuhan. Sun tzu, seorang ahli perang Tiongkok memiliki strategi: Gunakan waktu istirahat untuk relaksasi dan merenung, sementara menunggu musuh menjadi lelah. Ketika dunia berlelah-lelah dalam kesia-siaan, akankah kita juga ikut menjadi sibuk tanpa terarah bagi Tuhan? atau kita gunakan dengan baik untuk mencari kehendak Tuhan? tahun 2015 ini adalah tahun Yobel (6776). Itu yang dinamakan sebagai Sabat Ganda.

Keluaran 17:4

Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: “Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!” 

Keluaran 17:5

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. 

Keluaran 17:14

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.” 

Tahun Yobel sebelumnya (5727) terjadi kemenangan Israel dalam perang 6 hari. Setiap musim bagi orang Israel harus dimaknai dengan tepat, karena setiap musim adalah masa penentuan secara rohani bagi setiap orang atau bagi suatu bangsa. Hati yang mengikuti Tuhan dalam ketepatan-Nya ini perlu kita contoh. Mari sediakan waktu senantiasa untuk merenungkan Firman Tuhan dan selalu bertanya pada Tuhan, lebih intim dengan Tuhan melalui waktu-waktu teduh dan doa kita.

3. Hiduplah semata-mata untuk kemuliaan namaNya. Pengejaran bagi kepentingan diri sendiri membawa kita pada frustasi yang semakin dalam. Namun hidup bagi kemuliaan Tuhan mendatangkan rasa tentram dan kepuasan yang sejati. Kita diciptakan dan ditebus oleh Kristus bukan hanya untuk masuk surga, apalagi hanya untuk menjadi konsumen semata di dalam gereja. Kita ditebus untuk menggenapi destiny atau tujuan sejati yang Tuhan sudah tetapkan atas kita, yaitu untuk memuliakan namaNya dan untuk memberitakan InjilNya agar semakin banyak orang mengenal Kristus melalui kehidupan kita. Tepat dan sesuai dengan hati dan cara Tuhan berarti tepat dalam mengarahkan kehidupan untuk kemuliaan Tuhan. Tempat di mana bangsa Israel menang dinamakan sebagai Yahwe Nissi atau Tuhanlah panji-panjiku.

Keluaran 17 : 14-16

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit.” 

Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: “Tuhanlah panji-panjiku!” 

Ia berkata: “Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun.” 

Dalam setiap kemenangan hidup kita, itu bukan karena kita, melainkan karena Tuhan berperang bagi kita. Hidup yang kita hidupi sekarang ini bukan karena kemenangan kita, tapi karena kristus sudah menang dan menebus kita. Waktu yang tersisa sedikit lagi, sudahkah kita memberitakan Injil melalui kehidupan kita? Itulah yang tepat untuk dilakukan oleh setiap Kristen, memberitakan kristus yang telah bangkit!

Rafidim secara rohani berarti sebuah tempat di mana kita belajar untuk tenang dan percaya serta mengikuti cara dan kehendak Tuhan. Sekalipun yang kita hadapi adalah padang gurun, tapi jika kita tepat dengan Tuhan, itu adalah tempat istirahat buat kita. Di titik itu, paradigma kita diubah agar memandang tepat seperti cara Allah memandang. Terobosan dimulai dengan hati yang tepat dengan Kristus. mari miliki kepekaan rohani yang lebih lagi, berperang dalam peperangan yang tepat, hidup berdasarkan Firman Tuhan dan beritakanlah Kristus yang telah menang. Kehidupan seperti itulah yang tepat dan penting bagi orang percaya.

Amsal 8:17

Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?