PESAN ALLAH BAPA SETELAH PEMBAKARAN GEREJA DI SINGKIL ACEH
http://mobile.1080.plus/?nQF493ZRvBc.video
http://vidiki.webcam/w.php?v=Dq6I8rrf5ng
Pembongkaran Gereja Di Aceh Singkil
Pesan/Nubuatan Tuhan Malam ini.
Doa Pujian & Penyembahan Bersama istri tgl. 13 Oktober 2015 Jam 22.30
( Kesaksian : sebelum kami berdoa, kami Melihat berita pembakaran Gereja di Singkil, Aceh kami sangat sedih dan hanya bisa berdoa dan membawakan dalam doa dan Tuhan berbicara mengenai Aceh,Singkil, serta Indonesia )
Berikut Pesan Nubuat TUHAN bagi Aceh dan Indonesia sehubungan dengan pembakaran Gereja Tuhan di Sinkil Aceh :
Anak-anakKu,
semua tidak ada yang tersembunyi dihadapanKu. Segala kekejian yang dilakukan orang-orang fasik akan mendapatkan balasannya !
Ingat itu, AKU beritahukan kepada kalian bahwa Terkutuklah orang-orang yang tidak mau menyembahKu!
AKU ini ALLAH Bapa yang menciptakan kalian ! Jangan sampai AKU membalas kegeraman terhadap apa yang telah kalian lakukan kepada orang-orang Kudusku ! Kasihanilah diri kalian yang hampa yang akan masuk dalam kekekalan yang berbau api belerang (neraka) yang iblis meneriakan segala sesuatu didalamnya ! Jangan sampai iblis mengerjain kalian didalamnya (neraka)! Kasihanilah jiwa kalian!
Buat orang-orang Kudusku.Tetaplah berdoa, Tetaplah naikan pujian dan penyembahan ,Karena setiap Pujian akan meluputkan kalian dari setiap masalah-masalah yang sangat besar yang akan segera terjadi !
Tetapi kita yang sudah dianiaya dan orang-orang akan melihat kita. Karena AKU Sudah memberitahukan kepada kalian dan mengaruniakan kepada kalian. Kalian harus membalasnya dengan kasih kepada mereka yang menganiaya, Karena pembalasan adalah hakKu, anak-anakKu.
Berdoa buat jiwa-jiwa mereka. jangan membenci mereka , Berkati mereka, sebab mereka lagi dikuasai roh-roh jahat yang mau mengintimidasi orang-orang kudusKu !
Dengar anakKu, segala keadaan dalam zaman ini kalian akan melewati dan melihat orang-orang yang tidak senang karena kalian mengikuti AKU.Jangan kaget anakKu karena itu Sudah dituliskan di kitab kehidupan yang adalah FirmanKu !
Untuk itu kalian anakKu, kalian adalah orang-orang kudusKu , kalian harus mendoakan orang-orang yang mau mengikuti FirmanKu !
Untuk itu, segala yang akan AKU lakukan AKU yang bertindak sendiri! Agar segala sesuatu tidak dilimpahkan kepada kalian juga ! Ingat itu anak-anakKu.
Mengenai Bangsa Indonesia :
Untuk negeri Indonesia, Biarlah DOA orang-orang KudusKu naik dihadapanKu ! Karena Negeri ini sangat - sangat malang.Tanpa orang-orang kudusKu berdoa , AKU sudah luluhlantahkan negeri ini bagaikan Sodom & Gomora !
Tetapi AKU mendengarkan, setiap doa anak-anakKu, seperti yang sudah tertulis di FirmanKu. Bahwa orang-orang kudusKu meminta maka AKU akan mendengarkan Untuk itu anakKu, masih banyak orang di negeri ini yang ingin mendengarkan kabar sukacita, yaitu Injil Keselamatan bahwa AKU ALLAH, mereka bisa sampai ke Surga kepadaKu lewat PutraKU yang sudah dikorbankan. Karena AKU adalah Tuhan ALLAH Bapa. Sampaikanlah kepada Mereka!
Agar segala kengerian karena dosa-dosa mereka tidak dilimpahkan ke negeri ini !
Damaiku bersamamu anakKu, Hallelujah!
----------------------------------------------------------------------------------------
Firman Tuhan :
Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka. (Ulangan 32:35)
Firman-Nya kepadaku: "Masuklah dan lihatlah perbuatan-perbuatan kekejian yang jahat, yang mereka lakukan di sini." (Yehezkiel 8:9)
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (Roma 12:17)
Mungkin permohonan mereka sampai di hadapan TUHAN dan mereka masing-masing bertobat dari tingkah langkahnya yang jahat itu, sebab besar murka dan kehangatan amarah yang diancamkan TUHAN kepada bangsa ini." (Yeremia 36:7)
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
Puji Tuhan , teman2 yang Sudah membacanya Tuhan Sudah menjawab tentang Pembakaran Gereja, kita berdiam dan mendoakan, sisanya urusan Tuhan. Tetap saling mendoakan dan benar-benar berdoa buat Indonesia agar diberi belas kasihan, dan menyampaikan kabar sukacita kepada yang terhilang,..
Tuhan Yesus memberkati
======================================================================
Well, silahkan cek kebenaran berita ini pada link di atas bahwa pada Selasa, 13 Oktober 2015, pukul 17.05 WIB, Aceh Singkil dilanda gempa:
Kita tahu bersama bahwa kerusuhan Aceh Singkil di mana sejumlah massa Aceh mengamuk dan membakar gereja itu terjadi pada hari yang sama, yaitu pada Selasa, 13 Oktober 2015 pada pukul 11.00 WIB. Bukti kronologinya bisa dilihat di sini:
Selasa (13/10) pagi tadi, sekitar pukul 8.00 WIB, warga berkumpul di Kecamatan Simpang Kanan. Kemudian dua jam berselang, sekitar pukul 10.00 WIB, kelompok tersebut bergerak ke Tugu Simpang Kanan. "Kemudian dihadang, ada pasukan TNI dan Polri, sehingga mereka menuju ke rumah ibadah GHKI Desa Sukamakmur, Kecamatan Gunung Meriah," kata Badrodin. Dia mengatakan, Polri telah mengamankan 21 gereja yang dipermasalahkan. Namun, karena lokasi yang tersebar, Polri hanya bisa menempatkan 20 orang di satu objek. Sementara itu, jelas Badrodin, massa yang bergerak jumlahnya mencapai 500 orang. Karena itu, pembakaran rumah ibadah pun tak terhindarkan setelah massa bergerak pada 11.00 WIB. "Setelah membakar gereja massa bergerak ke desa tadi. Di situ terjadi bentrok massa yang telah membakar dengan yang menjaga. Dari situ terjadi korban," ujar Badrodin.
Sumber Berita:
Dari sini kita bisa ambil kesimpulan yang sangat nyata bahwa kerusuhan di Aceh terjadi pada pukul 11.00 WIB siang di mana terjadi pembakaran gereja. Namun pada sore harinya, pukul 17.05 WIB, terjadi gempa di daerah Aceh Singkil. Kebetulan?
Saya rasa ini bukan kebetulan. Ini adalah peringatan dari Tuhan kepada masyarakat beringas di Aceh bahwa jika mereka tidak bertobat, maka akan ada bencana besar yang menghantam daerah mereka. Ini adalah peringatan keras dari Tuhan kita, Yesus Kristus kepada Aceh bahwa sangat mudah bagi Beliau untuk mengirimkan lagi tsunami bagi Aceh yang akan menelan korban jiwa yang sangat banyak sekali dari Aceh.
Baca link ini mengenai Tsunami Aceh:
Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi...
Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:
“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:
“Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.
Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.
Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:
“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “Sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.
Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!
Tuhan kita memang adalah Maha Kasih dan Maha Pengampun, tetapi Dia sama sekali tidak melepaskan orang yang bersalah dari hukumannya
(Keluaran 34:6 [LAI TB] Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
34:7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.")
Tuhan yang kita sembah itu memang benar bahwa Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang, tetapi jangan salah, Dia itu juga berkata bahwa Dia tidak akan melepaskan orang-orang yang bersalah dari hukuman mereka. Dia tidak segan menimpakan hukuman orang tua kepada anak-anak mereka.
Dia juga adalah Allah Pembalas yang tidak segan-segan membalaskan perbuatan orang-orang fasik yang berusaha menindas umat-Nya
(Mazmur 94:1 [LAI TB] Ya Allah pembalas, ya TUHAN, ya Allah pembalas, tampillah!
94:2 Bangunlah, ya Hakim bumi, balaslah kepada orang-orang congkak apa yang mereka lakukan!
94:3 Berapa lama lagi orang-orang fasik, ya TUHAN, berapa lama lagi orang-orang fasik beria-ria?
94:4 Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar dan semua orang yang melakukan kejahatan itu menyombong.
94:5 Umat-Mu, ya TUHAN, mereka remukkan, dan milik-Mu sendiri mereka tindas;
94:6 janda dan orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh;
94:7 dan mereka berkata: "TUHAN tidak melihatnya, dan Allah Yakub tidak mengindahkannya."
94:8 Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?
94:9 Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang?
94:10 Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum? Dia yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia?
94:11 TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.)
Tepat sekali, Tuhan yang kita sembah adalah Allah Pembalas yang akan bertindak dengan segera jika Dia melihat orang-orang fasik menindas umat-Nya.
Oleh karena itu, kita sebagai umat Kristen tidak perlu terprovokasi atau pun berusaha untuk menjadi pahlawan apalagi sampai mengangkat pedang untuk membela Tuhan kita. Kita tidak diajarkan demikian untuk membalas yang jahat dengan yang jahat. Kita dilarang untuk melakukan pembalasan karena pembalasan itu adalah hak dari Tuhan kita. Dialah yang akan melakukan pembalasan kepada mereka yang menganiaya umat-Nya. Biarkan Tuhan saja yang melakukan pembalasan karena memang Dia-lah yang empunya pembalasan.
(Ibrani 10:30 [LAI TB] Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."
10:31 Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.)
Tepat sekali, kita umat Kristen cukup diam saja, sebab Dia sendiri yang akan turun tangan untuk melakukan pembalasan. Dia bukan Allah yang lemah sehingga harus dibela, tetapi Dia sendiri yang akan turun tangan untuk melawan mereka yang menentang Dia dan tidak suka dengan Dia
(Keluaran 14:14 [LAI TB] TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.")
(Nahum 1:2 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.
1:3 TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.)
(Nahum 1:7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya
1:8 dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir. Ia menghabisi sama sekali orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap.
1:9 Apakah maksudmu menentang TUHAN? Ia akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali!)
Jadi, kita cukup diam saja, biar Tuhan saja yang berperkara dengan mereka langsung. Mereka pasti tidak akan selamat kalau Tuhan sudah memutuskan akan menulahi mereka.
Namun, alangkah baiknya kita sebagai orang-orang Kristen mendoakan orang-orang Aceh tersebut dan memohon kepada Tuhan agar Tuhan berbelas kasih dan mengampuni mereka sehingga Tuhan tidak menulahi mereka dan menghajar mereka dengan bencana-bencana yang dashyat.
Kita naikkan doa syafaat kita bagi Aceh dan meminta kepada Tuhan untuk mengampuni mereka sehingga Tuhan tidak mengirimkan murka-Nya yang menyala-nyala itu kepada masyarakat Aceh seperti tsunami 2004 lalu. Mari kita layangkan doa kepada masyarakat Aceh agar mereka tidak dimurkai Tuhan dan diampuni oleh Tuhan. Saya percaya peringatan ini barulah gempa kecil. Maksud saya, gempa 3,6 ini sebenarnya hanyalah peringatan kecil saja agar rakyat Aceh itu sadar bahwa mereka telah berbuat jahat. Karena itu, sebelum datang yang lebih besar, mari kita mendoakan mereka sehingga murka Tuhan bisa surut dari mereka
Menurut BMKG Aceh yang dicatat oleh situs berita
http://www.acehterkini.com/2015/10/aceh-singkil-dilanda-gempa-dan-debu.html, lokasi gempa ada di 2.14 LU - 97.83 BT.
Kalau kita cek di google, maka lokasinya ada di sini:
Dekat sekali ya ternyata lokasi gempanya dengan daerah Aceh Singkil? Jika lokasinya sedekat itu, maka 3.7 SR pun akan cukup terasa. Cukup kuat untuk jadi peringatan. Well, silahkan nilai sendiri apakah kebetulan atau tidak kejadian ini.
Untuk Umat Muslim yang Sedang Membaca Tulisan Ini:
Mungkin di dalam benak sodara akan terngiang-ngiang seperti ini bahwa “Isa itu bukan Tuhan” sehingga sodara tidak akan percaya dengan kesaksian ini. Namun izinkan saya memberitahu beberapa hal kepada sodara bahwa Isa itu adalah “Kalimat Allah كلمة الله”
(Ali Imran 3:39 "Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): 'Sesungguhnya, Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan Kalimat dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang shaleh'.")
Arab: فَنَادَتْهُ الْمَلائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَى مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ
Transliterasi: Fanaadathul malaa-ikatu wahuwa qaa-imun yushallii fiil mihraabi annallaha yubasy-syiruka biyahya mushaddiqan bikalimatin minallahi wasai-yidan wahashuuran wanabii-yan minash-shaalihiin(a)
(Ali Imran 3:45 "(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimat dari-Nya, namanya Al-Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),")
Arab: إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
Transliterasi: Idz qaalatil malaa-ikatu yaa maryamu innallaha yubasy-syiruki bikalimatin minhuusmuhul masiihu 'iisaabnu maryama wajiihan fiiddunyaa wal-aakhirati waminal muqarrabiin(a)
“Isa adalah Kalimat Allah dan Roh-Nya”
Arab: عِيسَى كَلِمَةِ اللَّهِ وَرُوحِهِ
Transliterasi: Isa kalimatullahi waruuhi
(Hadits Sahih Muslim 1:380)
Jadi coba silahkan sodara baca baik-baik, apakah ada di dalam Al-Quran maupun Hadits, seorang manusia atau nabi yang digelari dengan gelar “Kalimat Allah كلمة الله”? Tidak ada! Tidak ada satu pun manusia atau nabi mana pun yang digelari dengan gelar “Kalimat Allah كلمة الله” atau “Kalimat” yang berasal dari Allah sendiri.
“Kalimat Allah كلمة الله” itu berarti Isa itu berasal dari Allah itu sendiri. Isa itu satu Zat dengan Allah. Isa tidak diciptakan, karena Isa itu keluar dari Allah sendiri dan satu Zat dengan Allah itu sendiri. Itulah sebabnya Isa itu disebut sebagai “Kalimat Allah كلمة الله”. Dia tidak diciptakan, itu artinya Isa adalah kekal dan bukan ciptaan. Dia juga bukan manusia. Kenapa? Karena Dia adalah “Kalimat Allah كلمة الله”. Itu sebabnya Dia bukan manusia, tetapi benar-benar “Kalimat Allah كلمة الله”.
Imam Al-Ghazali, salah satu tokoh Muslim yang terkenal, menulis seperti ini mengenai “Kalimat Allah كلمة الله” :
“Bahawasanya Allah SWT itu Berkata-kata, menyuruh, menegah, menjanjikan balasan kebaikan dan balasan kejahatan. Dia Berkata-kata dengan Kalam-Nya yang Qadim lagi Azali dan Dia sentiasa Berkata-kata dan selama-lamanya berkata-kata dengan Kalam-Nya yang Qadim. Sesungguhnya Kalam Allah SWT itu tidak menyamai kalam segala makhluk kerana Kalam Allah SWT itu tiada berhuruf, tiada bersuara dan tidak berkafiat walau dengan apa jua cara sekalipun.”
Arab: الكــــلام :وأنه تعالى آمر ناه متوعد بكلام أزلي قديم قائم بذاته لا يشبه كلام الخلق فليس بصوت يحدث من انسلال هواء او اصطكاك أجرام ولا بحرف ينقطع باطباق شفة أو تحريك لسان
Transliterasi: alklam :w'annah taealaa amir nahi maweid biklam 'azli qadim qayim badhatih la yushbih kalam alkhalq falays bisawt yahduth min ainsilal hawa' 'aw aistikak 'ajram wala biharf yanqatie biaitbaq shift 'aw tahrik lisan
(Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Al-Kalam)
Jadi menurut Imam Al-Ghazali, “Kalimat Allah كلمة الله” itu adalah sesuatu yang istimewa di mana Allah SWT berkata-kata melalui “Kalimat-Nya yang Qadim (Kekal)” tersebut. Artinya apa? Artinya “Kalimat Allah كلمة الله” itu adalah sesuatu yang kekal, tidak diciptakan dan bukan ciptaan.
Lantas kalau begitu, mengapa justru malah Isa yang diberikan gelar yang sangat luar biasa tersebut, yaitu gelar “Kalimat Allah كلمة الله”? Hal itu karena memang Isa adalah “Kalimat Allah كلمة الله” tersebut. Dia kekal dan tidak diciptakan. Justru malah Dia yang menciptakan. Mengapa? Karena Dia adalah “Kalimat Allah كلمة الله” dan Allah SWT menciptakan dunia dengan “Kalimat-Nya”. Itu artinya jika Isa adalah “Kalimat Allah كلمة الله”, maka Isa lah yang disebut sebagai instrumen Allah SWT dalam menciptakan dunia dan segala isinya. Artinya Isa adalah pencipta itu sendiri karena satu Zat dan Hakekat dengan Allah SWT itu sendiri.
Nah, kami pengikut Isa Almasih (Kristen) itu menyembah Isa sebagai “Kalimat Allah كلمة الله” sebagaimana yang tertuang di dalam Injil Yohanes (Injil Yahya)
(Yahya 1:1 [TERJEMAHAN BEBAS] Pada mulanya adalah Kalimat, Kalimat itu bersama-sama dengan Allah SWT, dan Kalimat itu adalah Allah
1:2 Dia (Sang Kalimat) bersama-sama dengan Allah SWT pada mulanya
1:3 Segala sesuatu ada di dalam-Nya (Sang Kalimat) dan tanpa Dia (Sang Kalimat), tidak ada sesuatu yang dijadikan dari yang telah ada.
Arab: فِي الْبَدْءِ كَانَ الْكَلِمَةُ، وَالْكَلِمَةُ كَانَ عِنْدَ اللهِ، وَكَانَ الْكَلِمَةُ اللهَ.
هذَا كَانَ فِي الْبَدْءِ عِنْدَ اللهِ.
كُلُّ شَيْءٍ بِهِ كَانَ، وَبِغَيْرِهِ لَمْ يَكُنْ شَيْءٌ مِمَّا كَانَ.
Transliterasi: Fi lbadi kaana lkalimatu waalkalimati kaana inda llahi, wa kaana lkalimatu llahu
hadha kaana fi lbadi inda llahi
kullu sayi bihi kaana wabigayrihi lam yakun sayun mimma kaana
Jadi sudah jelas, kami orang-orang Kristen (pengikut Isa Almasih) menyembah Allah SWT (Bapa yang Mahakuasa), dan juga “Kalimat Allah كلمة الله”, yaitu Isa Almasih yang merupakan satu Zat dan Hakekat dengan Allah SWT dan juga Ruhul Kudus yang notabenenya adalah Roh Allah SWT. Inilah yang disebut dengan Tritunggal dalam keyakinan umat Kristen.
Jadi apa hubungannya dengan kesaksian di atas? Hubungannya jelas sangat nyata. Jika Isa adalah “Kalimat Allah كلمة الله” yang begitu berkuasa, maka sangat mudah sekali bagi Isa Almasih untuk menghukum bagi mereka yang menindas umat-Nya. Dia adalah “Kalimat Allah كلمة الله” yang berkuasa yang menciptakan langit dan bumi. Bukankah terlalu mudah bagi Isa Almasih untuk menghukum mereka yang tidak senang dengan Dia dengan berbagai macam bencana, tsunami, gempa, dll? Tepat sekali. Itulah sebabnya, gempa Aceh Singkil itu bukan kebetulan dan tsunami Aceh 2004 itu yang terjadi pada saat Natal itu juga bukan kebetulan. Siapakah yang berani menantang “Kalimat Allah كلمة الله” dan tetap hidup?
Jadi mengapa kita masih mengeraskan hati kita untuk mempercayai dan beriman kepada Isa Almasih? Bukankah dalam keyakinan Muslim sendiri, Isa-lah yang terkemuka di bumi dan di akhirat dan Dia jugalah yang akan datang pada hari Kiamat? Mengapa Isa bisa sampai yang terkemuka di bumi dan di akhirat dan Dia juga yang justru datang pada hari Kiamat? Karena Dia adalah “Kalimat Allah كلمة الله” yang berkuasa. Itu sebabnya Dia dijuluki sebagai yang terkemuka di bumi dan di akhirat dan juga Hakim yang Adil pada hari Kiamat.
Jadi kalau kita terus menerus mau melawan Isa, Sang Kalimat Allah, apa kita tidak takut pada Dia ketika Dia datang nanti dan menghakimi kita? Jadi apakah sodara masih ragu untuk beriman kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat sodara?
Siapakah yang berani menantang “Kalimat Allah كلمة الله” dan tetap hidup?
Salam Kasih. Tuhan Yesus/ Isa Almasih memberkati
=====================================================================
“Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh”
Renungan dan Kesaksian : “Rahasia Besar di Balik Tsunami Aceh”
Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi...
Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:
“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:
“Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.
Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.
Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:
“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya.Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.
Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!
Immanuel
seperti kata firman Tuhan dalam..,
Lukas 10:16
Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."
Yohanes 12:48
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
Roma 1:18
Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
Roma 12:19
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
Wahyu 6:16
Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
Dan..,
Roma 5:9
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
========================================================================
Rahasia Besar Dibalik Tsunami Aceh 2004

Cerita ini adalah kisah nyata dan rahasia di balik terjadinya tsunami Aceh dengan kesaksian 400 orang umat Kristen bahwa kisah ini sungguh terjadi...
Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya. Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern.
Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain. Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan.
Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dahsyat itu? Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di zaman itu.
Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.
“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru - Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah di sini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya di sini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu”
Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang Kristen itu untuk tidak merayakan Natal. Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata:
“Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”
Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata:
“Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”
Tetapi orang-orang Kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya di sini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”
Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatalan di sana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar. Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal.
Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu.
Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu TUHAN YESUS datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata:
“Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal di sana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”
Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “Sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu. Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatalan ke hutan.
Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.
Sekarang, pendeta gereja yang selamat itu telah pergi ke mana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.
Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya. Itulah sebabnya saya tulis dulu di buku harian ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.
Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. Jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi.
Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman
Itulah sebabnya catatan harian itu saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!
Haleluyah!!
Immanuel




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.