Alkitab tidak pernah secara khusus mencantumkan masturbasi atau menyatakan apakah masturbasi berdosa atau tidak. Fakta bahwa Alkitab tidak berbicara apa-apa mengenai masturbasi tidak berarti bahwa masturbasi diperbolehkan. Alkitab bahkan mengajar kita untuk menghindari percabulan (Efesus 5:3). Saya tidak bisa melihat bagaimana masturbasi dapat lolos dari ujian ini. Kadang cara yang baik untuk menguji apakah sesuatu merupakan dosa atau tidak adalah apakah Anda akan bangga dan menceritakan apa yang Anda lakukan pada orang-orang lain. Jikalau itu adalah sesuatu yang Anda akan rasa malu saat orang lain mengetahuinya, besar kemungkinan itu adalah dosa. Cara lain yang bagus untuk mengujinya adalah melihat apakah Anda bisa dengan hati nurani yang tulus minta Tuhan memberkati dan menggunakan apa yang Anda lakukan itu bagi rencanaNya yang baik. Saya rasa masturbasi tidak memenuhi syarat sebagai sesuatu yang dapat kita "banggakan" atau yang bisa kita syukuri.
Alkitab mengajarkan kita, "Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah" (1 Korintus 10:31). Jikalau ada keraguan apakah itu menyenangkan Tuhan atau tidak, lebih baik tidak melakukannya. Soal masturbasi, jelas ada keragu-raguan. "Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa" (Roma 14:23). Saya tidak bisa melihat bagaimana menurut Alkitab masturbasi dapat dikatakan memuliakan Tuhan. Lebih dari itu, kita perlu mengingat bahwa tubuh kita, sebagaimana jiwa kita, telah ditebus dan menjadi milik Tuhan. "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (1 Korintus 6:19-20). Kebenaran agung ini seharusnya mempengaruhi apa yang kita lakukan dan bagaimana kita menggunakan tubuh kita. Jadi, berdasarkan prinsip-prinsip ini, saya dengan yakin mengatakan bahwa menurut Alkitab masturbasi adalah dosa. Saya tidak percaya bahwa masturbasi menyenangkan Tuhan, menghindari percabulan, atau lulus dari ujian bahwa tubuh kita adalah milik Tuhan.
========================== Mazmur 25:14 ==========================
Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
Masturbation - whether the Bible says it is a sin?
by Singgie Hartojo January 5
The Bible never specifically include masturbation or states whether masturbation sinful or not. The fact that the Bible does not say anything about masturbation does not mean that masturbation is allowed. The Bible even teaches us to avoid sexual immorality (Ephesians 5:3). I can not see how masturbating can pass this test. Sometimes a good way to test whether something is a sin or not is whether you will be proud and tell me what you do on other people. If it is something that you will feel embarrassed when people find out, chances are it is a sin. Another good way to test is to see if you can with a sincere conscience, ask God to bless and use what you are doing it for a good plan. I do not think masturbation qualifies as something we can "boast" or that we are grateful.
The Bible teaches us, "If you eat or if you drink, or if you do something else, do all to the glory of God" (1 Corinthians 10:31). If there is doubt whether it pleases God or not, better not do it. About masturbation, it is clear there is any doubt. "And everything that is not of faith is sin" (Romans 14:23). I can not see how the Bible says masturbation can be said to glorify God. More than that, we need to remember that our bodies, as our souls, have been redeemed and belong to God. "Or know ye not that your body is a temple of the Holy Spirit who dwells in you, the Holy Spirit which ye have of God, - and ye are not your own? For ye are bought and the price has been paid in full: Therefore honor God with your body "(1 Corinthians 6:19-20). This great truth should influence what we do and how we use our bodies. So, based on these principles, I confidently say that the Bible says masturbation is a sin. I do not believe that masturbation please God, to avoid fornication, or passed the test that our bodies belong to God.
========================================================================
DOSA kah Masturbasi dan Onani
Di pergaulan skrg bnyak ank muda yg suka bersetubuh..
Itu kan sudah pasti dosa
Tp sy bingung klo ditnya klo bgtu untk menghindari bersetubuh sblm nikah,blh
Masturbasi dan onani dnk..
Pertama-tama, saya kasih dulu refrensi ayatnya:
Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya.
(Kejadian 38:9) dan baca aja seterusnya.
Mengenai masturbasi & onani. Itu pasti melibatkan lust dan pikiran hawa nafsu dan mengingini seseorang (meskipun obyeknya hasil kreasi imajinasi sendiri)
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
(Mat 5:28)
Tuhan kita sudah menaklukan segala sesuatunya, dan Dia akan memampukan Anda untuk menaklukan hawa nafsu.
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
(2Co 10:5)
Bawalah pikiran Anda kepada Kristus supaya ditaklukkanNya.
Kalau saya boleh bersaksi, saya dulu terikat dengan kebiasaan tersebut, namun Tuhan mampu melepaskan saya. Percayalah, kebebasan sejati tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Minta kasih karunia supaya Anda dapat lepas dari keinginan-keinginan duniawi. Tuhan punya cara dan pendekatan yang lain untuk mengatasi masalah.
dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.
(John 8:32)
mengenai ayat Matius 5:28,
ayat ini kurang cocok dijadikan refernsi masalah onani karena yang dimaksud oleh Yesus adalah kalau kamu mengingini seorang Wanita yang sudah bersuami, dalam bahasa aslinya lebih jelas mengenai istilah "wanita"
Jadi ayat ini merujuk ke 10 perintah Allah, jangan mengingini milik orang lain.
(Mat 5:28)
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Jadi muda mudi yang melihat lawan jenis lalu timbul keinginan untuk menjadi kekasihnya, itu adalah hal yang wajar dan tidak berdosa.
=================================================================
Pecandu Masturbasi?
"Sekali Pecandu narkoba, selamanya pecandu, tidak ada pecandu yang sembuh yang ada adalah pecandu yang tidak memakai narkoba."
Nah, mari kita memulai diskusi tentang masturbasi dengan cara baru, mari memandang masturbasi, KECANDUAN dan PECANDU MASTURBASI dengan paradigma baru. Mari mendiskusikan topik ini dengan cara pandang yang mungkin seumur hidup, anda tidak akan pernah memimpikannya bila tidak membaca tulisan ini..
Apa persamaan antara pecandu narkoba dan pecandu masturbasi? Keduanya sama-sama kecanduan rasa NIKMAT. dr. Boyke sering bilang, "hormon endorphin 100 kali lebih dasyat dari morphin." Itu adalah hasil penelitian ilmiah.
Apa itu ENDORPHIN? Endorphin adalah hormon yang terbentuk di dalam sistem syaraf dan otak manusia, Kegunaannya adalah menangkal rasa sakit dan memunculkan rasa nikmat.
ORGASME bukan satu-satunya cara untuk membentuk hormon endorphin, namun adalah CARA TERDASYAT yang diketahui oleh umat manusia hingga saat ini. Orgasme adalah MUJIZAT yang Tuhan ciptakan bagi manusia untuk menaati perintahNya, "Beranak cuculah dan penuhi bumi." Sungguh LUAR BIASA, Tuhan memberi perintah dan memperlengkapi manusia untuk menaati perintahNya.
Setiap kali anda membaca perintah Tuhan, cobalah kenali diri sendiri untuk menemukan MUJIZAT Tuhan (potensi) dalam diri untuk menaati perintahNya tersebut. Sekali anda menemukannya, maka anda akan menemukan kenyataan bahwa tidak sulit untuk menaati printah Tuhan.
Apa itu orgasme?
Orgasme adalah enak yang paling enak yang nggak ada yang lebih enak lagi.
Ejakulasi adalah testis (pabrik sperma) menyemburkan sperma melalui penis. Ejakulasi umumnya terjadi hampir bersamaan dengan orgasme. Itu sebabnya, sebagian orang menganggap orgasme adalah ejakulasi.
Bagaimana cara mencapai orgasme? Kemampuan untuk mencapai atau mendapat orgasme sangat tergantung pada kondisi fisik, mental dan pengalaman anda. Anak-anak muda sering mengelompokkannya sebagai berikut: Pandangan hidup, pegangan hidup dan perjuangan hidup.
Pandangan hidup, artinya anda mampu mencapai orgasme dengan menghayal atau melihat gambar atau membaca cerita atau menonton film berisi adegan-adegan mesra, sex atau melihat orang bermesraan atau berhubungan sex.
Pegangan hidup, artinya anda mampu mencapai orgasme dengan cara bercumbu atau koitus (berhubungan sex).
Perjuangan hidup, artinya anda harus ke dokter untuk mengetahui apa yang terjadi, karena secara teknis tubuh anda menghadapi masalah untuk mencapai orgasme.
Masturbasi adalah usaha untuk menggapai orgasme dengan mencumbu diri sendiri sambil membayangkan adegan-adegan mesra. Masturbasi, tindakannya sama, tetapi lamunannya berbeda-beda.
Orang yang sudah pernah berhubungan sex ketika masturbasi akan berfantasi sedang berhubungan sex. Yang sudah pernah bercumbu akan membayangkan sedang bercumbu, yang sudah pernah berciuman akan membayangkan sedang berciuman. Seorang lelaki yang belum pernah melakukan hubungan sex, bercumbu, berciuman, memeluk, membelai wanita ketika melakukan masturbasi hanya akan membayangkan kulit yang mulus, paha yang tersingkap, buah dada yang tersingkap, atau buah dada yang montok, atau gambar yang pernah dilihatnya, cerita yang pernah dibacanya atau film yang pernah ditontontannya. Kalau anda pernah mengintip wanita telanjang, maka sejauh itulah lamunan anda ketika masturbasi atau ketika mimpi basah. Lamunan anda ketika masturbasi tidak akan pernah melampaui pengalaman nyata anda, begitupun dengan mimpi basah anda. Tak peduli berapa banyak tulisan yang anda baca, gambar yang anda pandang dan film porno yang telah anda tonton, tapi itulah yang akan terjadi. Ini sudah dibuktikan oleh para peneliti lho. Nah siapa yang mau sumbang saran atau membantah bahwa hal ini tidak benar?
Jajarkan sejuta laki-laki kristen dewasa tanpa istri, lalu tanya, pernah mimpi basah? Sering mimpi basah? Kalau jawabannya jarang, berarti mereka sering masturbasi, kalau jawabannya sering berarti mereka jarang masturbasi. Kalau mereka bilang mimpi basah rata-rata dua minggu sekali, itu artinya mereka nggak masturbasi, kalau mereka bilang nggak pernah mimpi basah dan nggak pernah masturbasi, maka itu tandanya mereka nggak normal atau sedang membual.
Kalau having sex itu ngetik, maka masturbasi itu tulis tangan, lalu mimpi basah itu apa dong? Kalau having sex itu "Together we work better," maka masturbasi itu "self service," lalu mimpi basah itu apa dong?
Mimpi basah adalah cara alamiah tubuh lelaki untuk mengeluarkan sperma, sama seperti mens atau haid pada wanita. Apakah mimpi basah itu dosa? Karena prosedurnya alamiah, dan terjadi selama tidur maka dianggap nggak dosa. Selama ini ada anggapan bahwa yang alamiah jauh lebih baik daripada artificial (rekayasa atau buatan). Katanya, sayur organik (tanpa pupuk kimia dan obat anti hama) lebih sehat dari sayur yang di beri pupuk unorganik.
Apakah Masturbasi dosa?
Sepuluh Perintah Allah adalah standard untuk menguji apakah masturbasi dosa atau tidak. Ada tiga Aliran klasik mengenai masturbasi pada lelaki. Pertama, masturbasi itu dosa karena melanggar perintah ke 7, “Jangan berzinah.”.Kedua, masturbasi bukan dosa, karena tidak melanggar Sepuluh Perintah Allah. Ketiga, masturbasi dosa, namun hanya dosa kecil yang dilakukan untuk menghindari dosa besar (lebih baik masturbasi daripada koitus (berhubungan sex) dengan wanita yang bukan muhrimnya).
Aliran Masturbasi Dosa, umumnya mengutip ayat Kejadian 38:9-10 dan Matius 5:27-28 sebagai dasar ajarannya. Mari kita menganalisa ayat-ayat tersebut untuk memahaminya.
Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga. Kejadian 38:9-10
And Onan knew that the seed should not be his; and it came to pass, when he went in unto his brother's wife, that he spilled it on the ground, lest that he should give seed to his brother. And the thing which he did displeased the LORD: wherefore he slew him also. Genesis 38:9-10
Apabila membaca kedua ayat tersebut dalam bahasa aslinya, bahasa Yunani, maka kita harus mengakui bahwa terjemahan ke dalam bahasa Inggris lebih "to the point" dan tidak tedeng aling-aling. Kata Yunani "BOW'" memang lebih tepat bila diterjemahkan sebagai "ia memasuki" dari pada "ia menghampiri." Dalam kasus Onan, jelas terjadi koitus (masuknya penis ke dalam vagina), namun ejakulasinya dilakukan di luar vagina. Atau dalam bahasa gaulnya dikatakan Onan "having sex" dengan Tamar, namun nembaknya di luar.
Suatu informasi tambahan, dewasa ini banyak orang yang "having sex" meniru cara Onan untuk menghindari terjadinya kehamilan. Sebuah cara yang nampak masuk akal, namun jauh dari efektir sama sekali. Menurut penelitian, setiap kali ejakulasi, seorang laki-laki rata-rata menyemburkan 150.000.000 (seratus lima puluh juta) lebih sperma, namun untuk menghamili seorang wanita hanya dibutuhkan 1 (satu) sperma. Penelitian yang sama menemukan kenyataan bahwa selama koitus, sebelum terjadi ejakulasi, kurang lebih 5% sperma sudah mengalir keluar. Silahkan anda menghitung sendiri, berapa jumlah 5% dari 150 juta. Saya sering berhadapan dengan laki-laki yang curiga bahwa anak yang dikandung oleh pacarnya bukan anaknya, karena mereka penganut onanisme, mempraktekan "SEX" ala Onan, namun pacarnya hamil.
Dalam kasus Onan, saya menarik kesimpulan bahwa Tuhan marah kepada Onan bukan karena dia memnyemburkan spermanya ke lantai, tetapi karena motivasinya ketika melakukan hal itu. Onan sirik, dengki nggak bisa melihat orang senang, daripada melihat orang lain senang, lebih baik dia rugi.
Masturbasi, mencumbu diri sendiri untuk menggapai orgasme jelas berbeda dengan kasus Onan, menyemburkan spermanya ke lantai karena sirik. Menggunakan kisah Onan untuk menghakimi para pecandu masturbasi jelas tidak tepat. Bila itu dipaksakan, maka aliran masturbasi dosa juga harus menyatakan bahwa mimpi basah adalah dosa. Karena dalam kasus masturbasi maupun mimpi basah, sperma sama-sama terbuang percuma. Menurut Kejadian 38:9-10, Masturbasi bukan dosa!
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Matius 5:27-28
Apa definisi berzinah dalam masyarakat Israel? Hubungan Sex di luar nikah adalah Zinah. Apa yang dikatakan dalam Matius 5:28? MENGINGINKANNYA. Menginginkannya untuk apa? Menginginkan berzinah dengannya. Silahkan cek ke bahasa asli Alkitab, bahasa Yunani, dijamin, terjemahan bahasa Indonesia untuk kedua ayat tersebut akurat dan pas. Dalam bahasa gaul, Matius 5:28
Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkan untuk "having sex" dengannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
MEMANDANG seorang wanita sambil MEMBAYANGKAN untuk BERHUBUNGAN SEX dengannya jelas dosa. Matius 5:27-28 menyatakannya demikian. Tolong, jangan lakukan hal itu, Tuhan akan marah. Selain BERJINAH DALAM HATI, itu juga melanggar hukum ke sepuluh dari Sepuluh Perintah Allah, Menginginkan milik orang lain.
Apakah masturbasi itu dosa? Itu tergantung pada penilaian anda masing-masing tentang definisi berzinah dan apa yang anda pikirkan ketika melakukan masturbasi. Semuanya sudah nampak gamblang kan? Silahkan masing-masing pembaca menilai sendiri. Dan hai para masturbator, silahkan menilai sendiri anda sedang berzinah atau tidak?
Birahi adalah naluri manusia. Para ilmuwan memasukan birahi sebagai naluri dasar manusia, istilah lainnya adalah naluri untuk berkembang biak guna mempertahankan keturunan. Nafsu Birahi adalah anugerah Allah bagi manusia untuk GEMAR menaati perintah Allah agar beranak cucu dan memenuhi bumi.
Saya sering mengalaminya, tidak tahu dengan anda. Seringkali, ketika di tempat-tempat umum, saya melihat seorang wanita melintas, saya merasa ada getar-getar birahi di dalam diri saya. Banyak orang bilang itu dosa, namun bagi saya itu bukan dosa, itu adalah naluri wajar seorang laki-laki sehat. Menurut saya, itu nggak apa-apa, karena begitu memalingkan muka, saya lupa wajahnya dan tidak memikirkannya lagi. Nggak tahu dengan anda, tapi saya cuek saja, menurutku itu hal biasa. Aku menghibur diri, kalau terus menatapnya lalu menginginkan "having sex" dengan dia, itu baru dosa. Jadi setiap kali bertemu dengan wanita-wanita seperti itu, aku memalingkan muka dan berjalan menjauhinya.
Apakah Masturbasi berguna?
Dari sudut pandang ilmu kedokteran masturbasi berguna, karena memungkinkan memproduksi hormon endorphin ketika membutuhkannya sekaligus mengosongkan sperma anda.
Dari sudut pandang ilmu psikologi masturbasi berguna karena membuat anda orgasme dan orgasme selain mendatangkan kenikmatan juga menghasilkan hormon endorphin yang membantu anda melepaskan diri dari stress. Sebagian psikolog bahkan menyatakan, bahwa masturbasi adalah rekreasi paling murah di dunia.
Kapan Seseorang disebut Pecandu Masturbasi?
Di dalam dunia narkoba, dikenal adanya pecandu dan penyalah guna narkoba. Penyalah guna narkoba adalah mereka yang memakai narkoba, namun belum kecanduan. Bagaimana dengan dunia masturbasi? Kapan seseorang dikelompokkan sebagai pecandu masturbasi dan kapan disebut hilang kendali?
Kenapa anda melakukan masturbasi?
Anda bermesraan dengan seorang wanita, atau memandang atau tiba-tiba teringat pada seorang wanita cantik dan sexi atau membaca sebuah buku atau melihat gambar wanita sexi atau menonton film sex lalu nafsu birahi anda terpicu sehingga tidak mampu mengendalikannya dan terpaksa melampiaskannya dengan masturbasi.
Apabila anda melakukan masturbasi dengan modus operandi tersebut di atas, maka anda bukan seorang pecandu masturbasi, anda hanya seorang lelaki yang kehilangan kendali atas nafsu birahi.
Anda ingin melakukan masturbasi, lalu mulai merangsang diri sendiri baik dengan membaca buku, melihat gambar, menonton film maupun membayangkan seorang wanita yang dikenal, setelah nafsu birahi terpicu anda lalu melampiaskannya dengan melakukan masturbasi.
Apabila anda melakukan masturbasi dengan modus operandi tersebut di atas, maka anda adalah seorang pecandu masturbasi. Kecanduan masturbasi tidak ditentukan oleh berapa kali seseorang melakukan masturbasi dalam sehari, dalam seminggu, dalam sebulan, tetapi ditentukan oleh motivasi dan modus operandinya ketika melakukan masturbasi. Kecanduan masturbasi tidak disebabkan oleh nafsu birahi yang berlebihan (hyper sex) dan ketidak mampuan mengendalikan nafsu birahi, tetapi karena KETIDAK MAMPUAN untuk MENCINTAI DIRI SENDIRI TANPA SYARAT.
Para pecandu masturbasi adalah orang-orang yang rendah diri, orang-orang minder, orang-orang yang merasa dirinya dikucilkan dari pergaulan, orang-orang yang sangat haus akan kasih sayang, orang-orang yang merasa gagal, orang-orang yang mengasihani diri sendiri, orang-orang yang putus asa. Meminjam puisi Chairil Anwar, para pecandu masturbasi menganggap diri mereka adalah binatang jalang dari kumpulannya terbuang yang akan menaklukan dunia di bawah telapak kakinya suatu hari nanti. Masturbasi adalah cara mereka untuk menghibur diri, cara untuk melarikan diri dari dunia nyata, cara mereka untuk pura-pura menjadi superman. Ketika melakukan masturbasi, di dalam lamunannya, mereka adalah seorang yang sukses, wanita-wanita datang menaklukkan diri dan memohon-mohon cinta mereka. Di dalam lamunannya, wanita-wanita itulah yang mencumbu mereka, wanita-wanita itulah yang memohon mereka untuk mencumbu mereka, wanita-wanita itulah yang tidak tahan dengan cumbuan mereka.
Kapan seorang pecandu masturbasi melakukan masturbasi?
Pada mulanya, seorang pecandu melakukan masturbasi ketika merasa ditolak, ketika kehilangan nyali untuk mendekati wanita cantik, ketika frustasi, ketika merasa gagal, ketika merasa gelisah, ketika merasa terancam, ketika gelisah, ketika merasa jenuh, akhirnya, mereka akan melakukan masturbasi setiap kali berada sendirian.
Apa Dampak Kecanduan Masturbasi?
Riset membuktikan bahwa wanita dan laki-laki yang melakukan masturbasi dalam jangka panjang rawan untuk menjadi lesbian dan homosek, serta menderita kelainan sex. Banyak pecandu masturbasi yang setelah menikah memiliki prilaku sex yang menyimpang dan tidak merasa puas lagi dengan hubungan sex yang wajar dengan suami atau istrinya.
Beberapa orang teman wanita yang saya kenal di internet bercerita tentang prilaku suaminya yang sangat menyakitkan. Setiap kali selesai bersetubuh, suaminya lalu melakukan masturbasi secara diam-diam. Beberapa teman wanita yang lain, bercerita, bahwa walaupun sudah menikah, mereka tetap melakukan masturbasi karena hal itu jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan bersetubuh dengan suami. Teman-teman laki-laki yang bercerita tentang kesulitan mereka untuk berhenti masturbasi walalupun telah memiliki istri jauh lebih banyak.
Kenapa anda ketagihan masturbasi?
Karena semakin sering anda masturbasi, maka kualitas endorphin yang dihasilkan semakin buruk. Kasusnya sama dengan kasus orang kecanduan narkoba. Bahasa kerennya, The law of diminishing return, tingkat kepuasan yang selalu berkurang, bahasa gaulnya, "Makin sering masturbasi, rasa nikmatnya makin berkurang." Semakin sering anda masturbasi, maka tingkat kepuasannya akan semakin berkurang, hingga suatu saat nanti anda akan sampai pada situasi: "Tanpa masturbasi rasanya seperti di neraka, namun setelah masturbasi, rasanya biasa saja."
"Sekali Pecandu masturbasi, selamanya pecandu, tidak ada pecandu yang sembuh yang ada adalah pecandu yang tidak masturbasi."
Percayalah, Tidak ada pecandu masturbasi yang sembuh, yang ada adalah pecandu yang tidak melakukan.Sekali anda kecancduan masturbasi, maka keinginan melakukan masturbasi itu akan terus hidup bersama anda hingga maut memanggil. Namun, bila anda berniat untuk menjadi pecandu yang tidak melakukan masturbasi lagi, maka silahkan anda membaca terus.
Bagaimana mengatasi kecanduan masturbasi?
Setiap pecandu masturbasi, apakah mereka yang masih bujang ataupun mereka yang telah menikah akan merasa bersalah, minimal merasa tidak nyaman setiap kali selesai masturbasi, namun tidak mampu menghentikan kecanduan itu.
Semua jurus-jurus di bawah ini sudah sering saya ajarkan, artinya sudah sering diuji coba keampuhannya, namun, sayangnya, walaupun orang-orang yang setelah mempelajarinya, mengaku telah mempraktekkannya dan mengaku mereka bisa mengurangi bahkan membebaskan diri dari ketagihan masturbasi, namun siapa yang bisa membuktikannya? Jadi saya cuman bisa bilang, semua jurus ini terbukti ampuh pada hai hai, dan semoga ampuh juga buat yang lainnya.
1. Masturbasi Bukan Dosa
Masturbasi bukan dosa! Kalau anda adalah seorang mastubator, pecandu masturbasi, maka itu hanya menjelaskan satu hal, anda benar-benar seorang lelaki normal yang memiliki badan yang sehat dengan nafsu birahi yang sehat dan kemampuan imajinasi yang baik. Apabila anda hendak menghentikan kecanduan masturbasi, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan, apa yang menyebabkan anda kecanduan.
Apabila anda melakukan masturbasi karena ketidak mampuan mengendalikan nafsu biarahi, maka berlatih menguasai kecanduan masturbasi berarti berlatih untuk menjadi seorang suami yang setia. Setiap kali anda berhasil mengendalikan keinginan untuk masturbasi, maka itu setara dengan sekali anda menolak kesempatan untuk selingkuh ketika anda menikah nanti. Setiap kali anda gagal mengendalikan keinginan masturbasi, maka itu setara dengan sekali anda berselingkuh ketika menikah nanti. Gagal mengendalikan keinginan masturbasi bukan dosa, sebab keinginan masturbasi hanya sebuah latihan bagi anda untuk mengendalikan nafsu birahi, pertarungan sesungguhnya baru akan anda hadapi ketika menikah nanti.
Birahi bukan dosa, itu hanya tanda bahwa anda sudah dewasa dan sehat. Birahi adalah pertanda bahwa anda siap menjadi seorang suami, seorang ayah.
Bila anda belum menikah namun sudah pernah melakukan hubungan sex, maka masturbasilah untuk membantu anda menghindari melakukan hubungan sex. Hubungan sex dengan wanita selain istri anda, itu berzinah, itu dosa, tak peduli wanita itu adalah pacar anda.
Bila anda belum menikah namun biasa berhubungan sex dengan pacar anda, maka pertimbangkan masak-masak, apakah anda mencintai dia, apakah anda ingin memiliki istri seperti dia, bila jawabannya tidak, maka tinggalkan dia, tak peduli dia orang Kristen seperti anda. Kalau anda tidak yakin untuk mengawininya, maka itu berarti dia bukan pasangan sepadan bagi anda. Percayalah, kalau anda mengawininya, maka anda akan menderita dalam perkawinan anda dan dia akan menderita 2 kali lipat penderitaan anda. Lebih baik menjadi pengecut daripada mengawininya lalu membuat diri sendiri dan dia menderita seumur hidup. Kalau anda yakin untuk menjadikannya istri, maka menikahlah dan hadapi semua kesulitan yang timbul kemudian. Kalau keluarga anda atau keluarga dia tidak setuju, maka kawin larilah, itu jauh lebih baik daripada hidup dalam perjinahan. Kalau anda tidak berani mengawininya sekarang, maka percayalah, anda tidak akan berani mengawininya di masa yang akan datang. Kecuali anda berdua sepakat untuk menghentikan kebiasaan berhubungan sex, maka putuskan dia dan puaskanlah birahi anda dengan bermastrubasi. Lebih baik berzinah dalam pikiran daripada berzinah secara fisik.
Bila anda melakukan hubungan sex dengan wanita selain istri anda, maka berhati-hatilah. Kemungkinan besar anda akan tertular penyakit kelamin, bahkan HIV, tak peduli wanita itu bukan pelacur, kemungkinan itu tetap sangat besar. Bila anda tetap selingkuh atau melakukan masturbasi walau telah beristri, maka itulah tanda bahwa istri anda kurang bisa memuaskan anda. Carilah konsultan perkawinan profesional, ceritakan masalah anda.
Apabila anda menganggap diri sendiri orang paling malang di dunia dan tidak memiliki talenta sedikitpun untuk menjadi orang sukses lalu menjadikan masturbasi sebagai cara untuk melepaskan diri dari frustasi, maka yang perlu anda lakukakan adalah belajar untuk mencintai diri sendiri tanpa syarat, bacalah tulisan saya yang berjudul, "ADIDAS = Anak Desa Ingin Dasyat" lalu membca tulisan saya yang berjudul "I Love My Self" sebelum membaca tulisan saya yang berjudul "BEBAL". Setelah membaca ketiga tulisan tersebut, maka anda harus belajar untuk mencintai diri tanpa syarat lalu mengubah diri anda selangkah demi selangkah.
2. Ini Yang Pertama
Riset membuktikan bahwa setelah melakukan masturbasi, maka sang mastubator akan merasa tidak nyaman, tak peduli apa agama anda, bahkan bila anda seorang atheis sekalipun. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang berhubungan sex dengan pacar dan mereka yang telah beristri namun selingkuh. Ini hanya membuktikan bahwa semua itu, masturbasi, berhubungan sex dengan pacar, selingkuh melanggar kodrat manusia laki-laki.
Riset yang sama juga membuktikan bahwa setiap kali mastubator tergoda untuk melakukan masturbasi, maka ia meyakinkan dirinya bahwa itulah "masturbasi terakhirnya."
Anda berjanji pada diri sendiri, "INI YANG TERAKHIR," lalu masturbasi. Setelah berkali-kali ggal denganc cara tersebut, kenapa anda tidak mengubah taktik? Kenapa tidak mengatakan kepada diri sendiri, "INI YANG PERTAMA, saya ingin masturbasi namun tidak malakukannya?" Kalau anda gagal dengan jurus ini yang terakhir, mungkin anda akan berhasil dengan jurus ini yang pertama. Ha ha ha ...
3. Kenali siklus birahi anda
Testis adalah pabrik sperma yang selama 24 jam memproduksi sperma tanpa henti. Ketahuilah, semakin banyak cadangan sperma anda, maka semakin mudah birahi anda terpicu. Ini hal yang normal. Ketika sperma anda mencapai batas optimal, maka secara alamiah anda akan mimpi basah. Jangan pernah merasa berdosa bila anda mimpi basah, itu normal. Ketika anda terbangun karena mimpi basah, nikmatilah sensasinya tanpa merasa bersalah. Itu normal, itu pengalaman indah, itu anugerah Tuhan.
Bila anda mengenal siklus birahi anda, maka akan lebih mudah untuk mengendalikan nafsu birahi anda dan kecanduan anda akan masturbasi. Bila anda mengenali siklus birahi anda, maka anda akan tahu kapan nafsu birahi anda akan mudah terpicu.
4. Bergaullah dengan sebanyak mungkin wanita
Saya dibesarkan dalam keluarga miskin, anak sulung dengan 6 orang adik di mana selisih umur kami rata-rata 1 tahun. Ungkapan cinta kasih baik berupa kata-kata maupun sentuhan apalagi pelukan adalah barang haram dalam keluarga kami. Ketika mulai tumbuh dewasa, lingkungan mengajarkan kepada saya, bahwa sentuhan fisik antara wanita dan lelaki hanya memiliki satu arti, "sex," pergaulan antara lelaki dan perempuan hanya memiliki satu tujuan yaitu "sex".
Saya tidak berani mendekati wanita cantik, sebab yakin mereka pasti menolakku. Ketika wanita jelek mendekatiku, aku menjauh dengan perasaan jijik, sebab menyangka mereka mendekatiku dengan satu tujuan, "sex".
Bersenggolan dengan wanita, menyentuh tangan wanita, melihat buah dada yang tersingkap, paha indah yang teringkap, tubuh yang sexi hanya berarti sex bagiku, setiap kali hal itu terjadi, nafsu birahiku terpicu dan masturbasilah jalan yang kutempuh untuk pelepasannya. Ketika merasa tertarik dengan wanita cantik dan sexi, aku tidak berusaha mendekatinya, sebab yakin dia pasti akan menolakku, melalui lamunan sambil masturbasi, aku dapat menaklukkannya dan membuatnya memohon-mohon untuk menjadi kekasihku.
Para pengkotbah mengajarkan bahwa masturbasi adalah dosa, bahkan sebelum menyatakan diri sebagai orang Kristen pun aku tahu prilaku itu salah. Mengetahui prilaku itu salah, bahkan berusaha menentang prilaku itu hanya membuatku hidup dalam derita rasa bersalah, namun sama sekali tidak membuatku berubah.
Percayalah, wanita adalah anugerah terindah Tuhan bagi laki-laki. Bergaullah dengan para wanita. Menyentuh wanita bukan dosa, membelai wanita bukan dosa, menggandeng wanita bukan dosa, memeluk wanita bukan dosa, memandang dan mengagumi buah dada wanita yang tersingkap bukan dosa, mengagumi paha wanita yang indah bukan dosa, mengagumi tubuh wanita yang sexi bukan dosa, mengagumi kecantikan wanita bukan dosa.
Bila anda bersenggolan dengan wanita, menyentuh tangan wanita, membelai wanita, menggandeng wanita, memeluk wanita, melihat buah dada yang tersingkap, paha indah yang teringkap, tubuh yang sexi dan anda birahi, itu hanya membuktikan bahwa anda adalah laki-laki normal yang jarang bersenggolan dengan wanita, menyentuh tangan wanita, membelai wanita, menggandeng wanita, memeluk wanita, melihat buah dada yang tersingkap, paha indah yang tersingkap, tubuh yang sexi.
Bila anda adalah laki-laki demikian, maka saya berani taruhan mentraktir anda makan sepuasnya di mana saja di Jakarta ini; Anda memiliki keluarga yang payah, keluarga tanpa ungkapan kasih sayang yang sehat, keluarga tanpa komunikasi yang sehat, keluarga tanpa ikatan cinta kasih yang sehat, keluarga yang kaku. Anda pasti belum pernah memeluk ayah anda, ibu anda, saudara perempuan anda untuk menyatakan betapa anda menyayangi mereka.
Dalam program di otak anda, bersenggolan dengan wanita, menyentuh tangan wanita, membelai wanita, menggandeng wanita, memeluk wanita, melihat buah dada yang tersingkap, paha indah yang tersingkap, tubuh yang sexi berarti SEX, itu sebabnya ketika menghadapi semua itu birahi anda terpicu. Kasian dech lu! Tapi jangan kuatir, anda tidak sendirian, dunia ini penuh dengan orang-orang demikian! Anda masih punya kesempatan untuk mengubah program tersebut.
Bergaulah dengan kaum wanita dan berlatilah, maka suatu saat nanti anda akan menemukan, bahwa bersenggolan dengan teman wanita, menyentuh tangan teman wanita, membelai teman wanita, menggandeng teman wanita, memeluk teman wanita, mencium pipi atau dahi teman wanita hanya ungkapan cinta kasih, tanpa birahi. Melihat buah dada teman wanita yang tersingkap, paha indah teman wanita yang tersingkap, anda hanya mengagumi betapa indahnya semua itu tanpa birahi.
5. Jangan manjakan pikiran anda dengan pikiran porno
Jangan nonton film porno kalau film porno memicu birahi anda dan membangkitkan keinginan anda untuk masturbasi. Jangan lihat gambar wanita cantik dan sexi dalam bikini atau telanjang bila itu membuat anda birahi dan memicu keinginan anda untuk masturbasi. Jangan baca novel yang menceritakan kisah kisah yang membuat anda birahi.
Nah,
para mastubator, selamat membina diri. Saya tidak merasa bangga dengan diri saya maupun pengalaman saya, namun saya menceritakan kisah hidup saya untuk menunjukkan kepada anda bahwa saya memahami benar-benar apa yang saya tulis.
Saya bersetubuh dengan pacar saya 6 bulan sebelum kami menikah, saat itu saya masih tidak dapat mengendalikan diri, tetapi karena kami masing-masing telah berjanji akan segera menikah. Kami memutuskan untuk mempercepat pernikahan, karena setelah persetubuhan yang pertama kali itu, maka mengendalikan diri untuk tidak bersetubuh lagi benar-benar merupakan perjuangan yang amat sangat sulit. Bila tidak segera menikah, maka kami yakin hanya masalah waktu kami akan bersetubuh lagi dan hidup dalam perzinahan.
Setelah gagal dengan pernikahan kami, saya memutuskan untuk menceraikan istri saya dan menjalani hidup sesuka saya. Pada saat itu saya sempat berhubungan sex dengan beberapa orang wanita, ada yang dilakukan atas dasar cinta kasmaran, ada yang karena cinta birahi, ada juga karena cinta kecanduan dan ada yang karena mengisi waktu luang. Karena kehendak Tuhanlah, saya lalu kembali kepada istri saya dan kami memulai kehidupan pernikahan dengan paradigma baru.
Dengan rendah hati harus saya akui, orgasme terhebat saya alami ketika bersetubuh dangan istri saya setelah kami menikah. Ketika selingkuh, saya melakukan sex dengan tubuh saya, namun ketika bersetubuh dengan istri, saya melakukannya dengan segenap jiwa raga. Wajar bila orgasmenya luar biasa.
Kalau saya diberi kesempatan untuk mengulangi jalan hidup saya, maka saya akan menunda bersetubuh dengan pacar saya hingga saya menikah dan tidak selingkuh karena bersetubuh dengan istri sah saya jauh lebih indah dari hubungan sex ketika masih pacaran dan ketika selingkuh.
Jujur, saya menyesal bersetubuh dengan pacar dan selingkuh bukan karena takut dosa, tetapi karena saya tahu bahwa sebenarnya, pertama, kalau kami mau menahan diri, maka kami akan mengalami sebuah pengalaman yang luar biasa di malam pertama, kedua, sebenarnya saya tidak perlu selingkuh karena sex dengan selingkuhan tidak seindah persetubuhan yang indah dengan istri sah saya.
Tulisan-tulisan berikut ini akan membantu anda untuk mengenal diri sendiri dan merasa percaya diri:
Tulisan ini akan membantu anda untuk Mencintai diri tanpa syarat. Silahkan klik di sini
Tulisan ini akan membantu anda untuk mengenal apa itu cinta sejati. Silahkan klik di sini
Tulisan ini akan membantu anda untuk mengerti Jenis-jenis Cinta? Silahkan klik di sini
Tulisan ini akan membantu anda untuk berjiwa besar. Silahkan klik di sini
Namun bila anda benar-benar penasaran, Apakah Masturbasi itu Dosa atau tidak, silahkan klik di sini
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
========================================================================
Masturbasi dalam Berbagai Tinjauan
Onani atau masturbasi merupakan salah satu kegiatan seksual seseorang yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Umumnya onani merupakan aktivitas yang sangat privasi. Sehingga orang terkadang sangat merahasiakan aktivitasnya tersebut, atau bahkan dianggap sebagai aib jika diketahui oleh orang lain. Saat ini, Menurut penelitian, Pemuda & Pemudi yang berumur antara 13 – 20 tahun merupakan usia yang paling mendominasi dalam melakukan onani. Dan yang paling banyak melakukan onani adalah orang yang belum menikah, menjanda, duda dll. dibandingkan dengan wanita, pria lebih mendominasi untuk melakukan onani. Namun diantara semua itu, faktor terbesar seseorang melakukan onani adalah karena kecanduan film porno (?). Dari segi kesehatan, onani tidak menimbulkan dampak yang buruk asalkan tidak terlalu sering. karena onani hanya mengeluarkan apa yang berlebihan pada tubuh, kehilangan benih tidaklah merugikan tubuh karena kelenjar benih akan segera mengisi kekosongan. Pada abad pertengahan, muncul buku tentang bahaya onani di Eropa. Diantaranya, onani dapat menimbulkan kemandulan, dan lutut kopong. Secara ilmiah, belum ada bukti yang bisa dipertanggungjwabkan perihal pendapat tersebut. Karena sperma selalu berproduksi sampai tiba masa menopause dan sperma diproduksi oleh testis, bukan lutut. Selain itu, muncul mitos lain yang mengatakan bahwa onani dapat menyebabkan nafas sesak, kepala pusing, jantung berdebar, cepat marah,dll. Namun pada umumnya, hal tersebut hanyalah sugesti setelah membaca info yang demikian. Walau tidak memberi dampak secara medis, masturbasi dapat memberi dampak pada kondisi psikologi seseorang, antara lain berpengaruh pada keintiman dan kelanggengan pernikahan. Dari penelitian yang dilakukan para ahli disimpulkan bahwa pria yang bermasturbasi akan terus melakukannya sekalipun telah menikah. Mereka bermasturbasi karena ketagihan. Selain itu dampak di atas, dampak psikologis yang lain adalah timbulnya rasa berdosa. Karena dalam tinjauan agama, onani termasuk perbuatan yang tidak diperbolehkan. Meskipun pada dasarnya masih terjadi perbedaan pendapat diantara ahli agama, apakah onani dosa atau tidak. Karena tidak ada ayat yang benar-benar yang secara eksplisit mengatakan bahwa onani itu dosa. Selama ini para ahli agama masih menyamakan Onani dengan zina. Berikut ini adalah onani dari tinjauan agama Islam dan Kristen. Onani dalam Kristen Yang melarang Matius 5 5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Roma 13 13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. I Korintus 6 6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. I Korintus 6 6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! I Korintus 6 6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. I Tesalonika 4 4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, Yang masih mentolerir Untuk mendapat jawaban yang ‘Alkitabiah’, tentunya kita hanya dapat berdasarkan pada Alkitab, bukan pada perkataan atau analisa si ‘A’, ‘B’, atau tokoh terhormat lainnya. Berdasarkan prinsip ini, ada beberapa fakta dari Firman Tuhan yang perlu dipertimbangkan dalam hal masturbasi: Seks diciptakan oleh Tuhan dengan tujuan yang baik dan untuk dinikmati oleh sepasang suami istri (Kejadian 1:27,31 dan Kejadian 2:24) Alkitab tidak memiliki tulisan langsung mengenai hal masturbasi. Akibatnya, Alkitab tidak mendukung ataupun melarang hal ini. Marilah kita berhati-hati dalam melarang hal-hal yang Alkitab pun tidak menyebutnya. Pengajaran langsung dari Yesus sendiri: “jika ada orang yang memandang perempuan dengan pikiran penuh hawa nafsu, orang itu sudah berbuat zina dengan perempuan itu dalam pikirannya” Matius 5:28 “"Segala sesuatu diperbolehkan” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain” 1 Korintus 10:23-24 Kesimpulan, bukan masturbasi itu sendiri yang menyebabkan dosa, tetapi mengapa seseorang melakukannya: Jika seseorang melakukannya karena nafsu birahi yang dibangkitkan dari orang lain yang bukan istri (atau suaminya), melalui gambar-gambar maupun hanya imajinasi, menurut Matius 5:28, ini merupakan perbuatan dosa Jika seseorang melakukannya dengan tujuan mengontrol hawa nafsu, baik sebagai seorang bujang (atau perawan), ataupun karena si suami atau si istri yang sedang berpergian dalam jangka waktu yang lama, ini menjadi masalah ‘kebebasan orang percaya’ (Roma 14, 1 Korintus 10:23-33) Dalam Islam Yang Melarang Kadang-kadang naluri seksual anak muda bergejolak, lalu dia mengeluarkan sperma dengan tangannya untuk mengendorkan saraf dan menenangkan gejolaknya. Perbuatan ini dikenal dengan istilah “onani”. Mayoritas ulama mengharamkannya. Imam Malik berdalil dengan firman Allah: “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barangsiapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (al-Mu’minun: 5-7) Sedang orang yang melakukan onani, sesungguhnya dia telah melampiaskan syahwatya dengan “cara di balik itu” Yang Mentolerir Akan tetapi Imam Imam Ahmad bin Hanbal menganggap bahwa sperma adalah kelebihan sesuatu dari tubuh, karena itu boleh mengeluarkannya sebagaimana halnya memotong daging yang labih. Pendapat ini juga dikuatkan oleh Ibnu Hazm. Tetapi para fuqaha Hanabilah mensyaratkan bolehnya onani ini dengan dua hal: Pertama, karena takut berbuat zina Kedua, karena tidak mampu menikah. Kita dapat mengambil pendapat Imam Ahmad ketida syahwat sedang bergejolak dan dikhawatirkan akan terjatuh ke dalam perbuatan zina, seperti seorang pemuda yang sedang menuntut ilmu atau bekerja di negeri asing yang jauh dari tanah airnya, sedangkan hal-hal yang dapat merangsang syahwat banyak terdapat di depannya, dan dia khawatir akan berbuat zina. Maka tidaklah terlarang dia melakukan onani ini untuk memadamkan gejolah syahwatnya, dengan catatan tidak berlebih-lebihan dan tidak menjadikannya sebagai kebiasaan. Yang seharusnya dilakukan Sikap yang lebih utama ialah mengikuti petunjuk Rasulullah saw terhadap pemuda Muslim yang belum mampu menikah agar banyak berpuasa. Karena puasa dapat mendidik kehendaknya mengajari kesabaran, menguatkan mental taqwa dan merasa diawasi oleh Allah. Beliau bersbda: “Wahai segenap kaum muda! Barangsiapa di antara kalian sudah mempunyai kemampuan maka hendaklah dia menikah, karena menikah lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia perpuasa, karena puasa merupakan perisai baginya.” (HR. Bukhari Muslim). Pendapat saya Terserah anda apakah setuju dengan onani atau tidak. Karena intinya, dari sudut pandang apapun, dampak onani tidak begitu buruk, kecuali rasa bersalah setelah melakukannya. Jika anda Ingin melepaskan kebiasaan onani, pelajarilah hukum onani dalam agama anda. Karena pada dasarnya hasil ijtihad ulama menunjukkan bahwa Onani merupakan tidakan yang tidak baik. Terlebih jika perbuatan tersebut diketahui oleh orang lain. Banyak hal positif yang bisa dilakukan selain masturbasi. Untuk anda yang suka melakukannya, hati-hati saja. Jangan sampai harga diri anda jatuh setelah orang lain mengetahui perbuatan anda.
========================================================================
Apakah orang Kristen boleh melakukan onani/masturbasi?
- Dalam bermasturbasi, kamu tidak mungkin tidak membayangkan orang lain, ya tidak? Melakukan dosa dalam pikiran berarti melakukan dosa.
- Membuang2 benih yang Tuhan maksudkan untuk kehidupan baru (anak).
- Masturbasi membuat kamu menginginkan lebih dan lebih lagi. Akibatnya bisa kecanduan pornografi, kecanduan masturbasi, sampai dengan free sex. Sifatnya memperbudak, sedangkan orang yang sudah ditebus oleh Kristus seharusnya tidak diperbudak oleh nafsu.
Roma 13:13-14
"Jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya."
I Korintus 6:19
"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu"
II Korintus 6:16
"Kita inilah Rumah Allah yang hidup"
Matius 5
5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Matius 15
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
Roma 13
13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
I Korintus 6
6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
I Korintus 6
6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
I Korintus 6
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
Efesus 5
5:3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
Kolose 3
3:5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
I Tesalonika 4
4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
=======================================================================
TIPS MENGHENTIKAN ONANI
Terlepas dari sikap kita masing-masing terhadap onani dan alasan yang mendasarinya, tentunya kita setuju bahwa "segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik". Nah, Jika di antara kita ada yang rajin beronani ria dan ingin mengendalikannya (dengan alasan apapun), berikut ini ada sejumlah hal yang bisa dilirik sebagai langkah-langkah untuk mengurangi (kalau bisa, menghilangkan) kebiasaan onani. Tertarik? Coba kita lihat :
Niat, tujuan, target dan strategi serta waktu evaluasi kemajuan mesti ditetapkan sejak awal. Juga, siapkan hadiah dan hukuman sebagai imbalan. Contohnya, sewalah film kesukaan. Jika berhasil memenuhi target, tontonlah; Jika gagal, kembalikan saja;
Punya diary? Nggak ada salahnya untuk melihat catatan kegiatan "O" itu, misalnya berapa kali sehari / seminggu, pada jam berapa saja dilakukan, kejadian apa yang mengiringinya, dimana dan pada suasana apa saja onani dilakukan. Ngapain pakai lihat catatan segala? Untuk bikin kalender pencapaian target, tentunya;
Susunlah sebuah daftar berjudul "Aktivitas yang Kusukai". Kemudian tuliskan "Onani" (dan aktivitas lain yang berkaitan dengan seks) pada nomor satu, kemudian aktivitas nomor dua, tiga, dan seterusnya. Syaratnya, haruslah aktivitas yang bisa kita lakukan, menyenangkan, dan positif;
Biasanya onani dilakukan di pagi hari dan menjelang tidur pada malam hari. Nah, silakan beronani kecuali di waktu-waktu tersebut;
Jika langkah 4) berhasil, coba langkah selanjutnya: Biasanya onani dilakukan pada saat kita menghadapi suatu masalah, dan kita butuh "rekreasi" sejenak untuk melupakannya. Nah, pilihlah sebuah aktivitas dari daftar untuk dilakukan pada saat kita ingin beronani saat menghadapi masalah;
Onani juga sering dilakukan pada saat tidak ada orang di sekitar kita untuk diajak komunikasi. Nah, usahakan untuk selalu berada di tengah-tengah orang lain;
Onani juga biasanya dilakukan setelah melihat sesuatu yang syuuur. Nah, kurangi konsumsi menu "sjurasic" itu kalau memang pingin mengurangi onani. Cara lain, pakailah karet gelang di tangan. Jika lewat sebuah "pemandangan yang indah", kita bisa menjepret lengan kita untuk mengalihkan perhatian;
Onani juga menjadi pilihan pada waktu tidak bisa tidur atau terjaga di tengah waktu tidur. Nah, kita bisa pilih: Berusaha kembali tidur atau tetap bangun. Jika pingin tidur lagi, pilih aktivitas yang menimbulkan kantuk. Jika ingin tetap terjaga, lakukan aktivitas yang disukai dan menuntut konsentrasi (misalnya, main game) atau lebih baik mandi keramas. Bagi yang muslim bisa dilanjutkan dengan shalat tahajud;
Olahraga bisa meningkatkan vitalitas, sehingga dorongan seksual juga meningkat. Tapi, olahraga juga menghabiskan tenaga yang sedianya digunakan untuk onani. Jadi, tetaplah berolahraga dan hindarilah hal-hal yang mendorong untuk onani;
Onani sering jadi kelanjutan dari ngelamun jorok. Nah, selain teknik karet gelang di atas, selalu sibukkan dirimu dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Misalnya, jika PR untuk hari ini sudah dikerjakan, lanjutkan dengan PR untuk besok, atau koreksi lagi untuk meningkatkan kualitas PR-mu;
Cobalah untuk menantang dorongan onani. Jika biasanya kita "menyerah" setelah 1 minggu, lain kali coba untuk durasi dua minggu. Ada beberapa "senjata" yang bisa kita gunakan untuk melawan dorongan onani, misalnya meditasi, doa, wacana diri, dll;
Setelah periode waktu tertentu (misalnya satu bulan), evaluasi keberhasilan program. Temukan dan perbaiki kegagalan program.
Nah, selamat mencoba dan semoga berhasil.
Onani itu istilah untuk cowo.
Masturbasi itu istilah untuk cewe.
Karena ini untuk cowo, (inget lho buat cowo)
Bagi yang sering onani, cairan maninya bisa agak encer karena terus diproduksi dengan cepat untuk mengganti yang sudah dikeluarkan.
Kalo agak encer, maka bisa saja kualitas spermanya menurun karena kurang mendapat pasokan makanan yang baik.
Trus, bisa juga ia mengalami ejakulasi dini.
Dalam onani, si pria cenderung cepat mencapai orgasme.
Artinya, dalam waktu relatif singkat (krg dr 5 menit), cairan maninya sudah keluar.
Padahal, dalam hubungan seks normal dengan wanita, wanita cenderung lama mencapai orgasme.
Dikhawatirkan, si pria terlalu cepat orgasme dan mencapai ejakulasi sedangkan si wanita bahkan belum keringetan!
Jadinya kurang puaslah.
Berikutnya,
Karena sering onani, maka sensasi dari onani tersebut dikhawatirkan akan lebih menarik baginya daripada hubungan dengan isteri.
Ibarat orang udah seneng futsal, bisa jadi kagok kalo maen sepakbola lapangan.
Yang terakhir,
Faktor psikologis yaitu rasa bersalah karena onani relatif disebut dosa pada beragam agama.
Onani itu istilah dari Alkitab,
Yaitu Onan, anak ke-2 dari Yehuda yang membuang spermanya agar tidak membangkitkan keturunan bagi almarhum kakaknya (Er).
Tindakan membuang sperma agar tidak membangkitkan keturunan bagi kakaknya itu adalah jahat di mata Tuhan sehingga Tuhan membinasakan Onan.
Onani bagi orang yang belum menikah biasanya dibarengi dengan pikiran seksual yang dalam definisi Alkitab sudah dikategorikan perzinahan.
Tapi setau saya pandangan beberapa hamba Tuhan juga masih berbeda dalam menyikapi onani.
Nah, bahasan ini buat cowo khan...
================================================================
"Masturbasi - apakah itu dosa menurut Alkitab?"
Jawaban: Alkitab tidak pernah secara eksplisit menyebutkan masturbasi atau menyatakan apakah atau tidak masturbasi adalah dosa. Alkitab yang paling sering menunjuk dalam hal masturbasi adalah kisah Onan dalam Kejadian 38: 9-10. Beberapa menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa "menumpahkan benih" di tanah adalah dosa.Namun, itu tidak tepat apa bagian itu katakan. Allah mengutuk Onan bukan untuk "menumpahkan benihnya" tetapi karena Onan menolak untuk memenuhi kewajibannya untuk memberikan ahli waris bagi saudaranya itu. Bagian ini bukan tentang masturbasi, melainkan tentang memenuhi tugas keluarga. Sebuah bagian kedua kadang-kadang digunakan sebagai bukti untuk masturbasi yang menjadi dosa adalah Matius 5: 27-30.Yesus berbicara menentang memiliki pikiran penuh nafsu dan kemudian berkata, "Jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, potonglah dan buanglah itu." Meskipun ada persamaan antara bagian ini dan masturbasi, tidak mungkin bahwa masturbasi adalah apa yang Yesus menyinggung .
Sementara Alkitab tidak secara eksplisit menyatakan bahwa masturbasi adalah dosa, tidak ada pertanyaan apakah tindakan yang mengarah pada masturbasi adalah dosa.Masturbasi hampir selalu merupakan hasil dari pikiran penuh nafsu, rangsangan seksual, dan / atau gambar-gambar porno. Ini adalah masalah ini yang perlu ditangani. Jika dosa nafsu, pikiran tidak bermoral, dan pornografi ditinggalkan dan mengatasi, masturbasi akan menjadi non-isu. Banyak orang berjuang dengan perasaan bersalah tentang masturbasi, walaupun pada kenyataannya, hal-hal yang menyebabkan tindakan tersebut jauh lebih sesuai dengan pertobatan.
Ada beberapa prinsip Alkitab yang dapat diterapkan untuk masalah masturbasi. Efesus 5: 3 menyatakan, "Di antara Anda tidak boleh ada bahkan sedikit percabulan, atau apapun kenajisan." Sulit untuk melihat bagaimana masturbasi dapat lulus bahwa tes tertentu.Alkitab mengajarkan kita, "Jadi apakah Anda makan atau minum atau apa pun yang Anda lakukan, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah" (1 Korintus 10:31). Jika Anda tidak bisa memberikan kemuliaan bagi Allah sesuatu, Anda tidak harus melakukannya.Jika seseorang tidak sepenuhnya yakin bahwa suatu kegiatan yang menyenangkan Allah, maka itu adalah dosa: "Segala sesuatu yang tidak berasal dari iman, adalah dosa" (Roma 14:23). Selanjutnya, kita perlu ingat bahwa tubuh kita telah ditebus dan menjadi milik Tuhan. "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, yang kamu peroleh dari Allah? Kamu bukan milik kamu sendiri; Anda telah dibeli dengan harga. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu "(1 Korintus 6: 19-20).Kebenaran agung ini harus memiliki bantalan nyata pada apa yang kita lakukan dengan tubuh kita. Mengingat prinsip-prinsip ini, kesimpulan bahwa masturbasi adalah dosa adalah Alkitab. Jelas, masturbasi tidak memuliakan Allah; tidak menghindari munculnya amoralitas, juga tidak lolos uji memiliki kepemilikan Allah atas tubuh kita.
=====================================================================
Hukum Masturbasi Dalam Agama Kristen. Sebagaimana dilansir dari laman Vemale, bahwasanya, menurut carm.org, kitab Injil sama sekali tidak membahas masturbasi dan bagaimana hukum melakukannya.
Inilah yang membuat banyak dari umat Kristen yang bertanya-tanya apakah melakukan masturbasi adalah dosa di hadapan Tuhan. Yang jelas, para pendeta sepakat untuk menyebut bahwa masturbasi bukanlah sesuatu yang alami.
Meskipun tidak dideklarasikan dengan gamblang bahwa masturbasi adalah perbuatan dosa dalam kitab Injil, umat Kristen tidak boleh lantas menganggapnya sah-sah saja.
Apapun yang tidak ditulis Tuhan dalam kitabnya berarti manusia harus berhati-hati terhadapnya atau sebaiknya menghindarinya.
Seks, seperti yang dikatakan dalam kitab Injil, ditujukan sebagai cara untuk meneruskan keturunan, kenikmatan yang bersifat fisik dan sarana keharmonisan pasangan suami istri.
Seks seyogyanya diwujudkan dalam sebuah rumah tangga yang sah di mata Tuhan untuk menciptakan mahligai perkawinan yang penuh berkat, dan dilakukan dalam kemurnian dan kemuliaan.
Nah, disinilah pandangan tentang masturbasi yang dianggap tidak natural karena menentang ketentuan Tuhan yang menjelaskan bahwa seks harus terjadi antar suami-istri.
Jika masturbasi dilakukan gara-gara pornografi atau atas dasar fantasi-fantasi yang tidak ditujukan kepada istri atau suami, maka hal tersebut bisa dikategorikan sebagai dosa, karena sejatinya umat harus tetap suci baik lahir maupun batin dan pikirannya kepada Tuhan.
Dengan adanya fantasi seksual yang tidak pada tempatnya maka seseorang yang melakukan masturbasi sudah melakukan dosa. Namun, jika seseorang yang sudah bersuami atau beristri tapi mengalami halangan untuk bercinta sesuai ketentuan Tuhan, para pendeta belum menyepakati apakah masturbasi dalam kasus ini adalah dosa atau bukan.
========================================================================
CARA MENINGGALKAN DOSA SEXUAL ( ONANI DAN PORNOGRAPHY )
Mungkin dari beberapa dari anda yang membaca ini sedang melakukan dosa sexual..atau setidaknya pernah melakukan dosa sexual.Atau anda sering melakukan dosa sexual..anda tau,tapi tidak bisa meninggalkannya??
Trus,apa solusinya??
Saudaraku seiman,anda perlu tahu dosa dan kebajikan tidak bisa bersatu..gelap dan terang tidak akan bersatu..Selamanya!!Konsep ini perlu dipahami,karena mungkin dari beberapa anda,mungkin ada yang menganggap enteng dosa..''Ah..yang penting saya masih ke gereja dan membaca firman Tuhan.."..Tidak bisa saudaraku..walaupun anda pergi ke gereja dan membaca Firman Tuhan,rohani anda akan kering..Anda tidak akan merasakan 'damai sejahtera' sebagagai dampak dari aktivitas kerohanian anda.
Sumbernya saja kan beda..dosa berasal dari Iblis..sedangkan kebajikan berasal dari Tuhan..
Trus gimana??
Ada sebuah kisah nyata yang pernah saya baca..Ada seorang yang rajin melayani..rajin pergi ke gereja..dan jika tumpang tangan dan berdo'a sering terjadi mukjizat..Tapi ketika dia sendiri..dia membuka situs-situs porno dan (maaf) melakukan onani..Lo,kok bisa???Ya,bisa lah..Banyak juga pendeta-pendeta yang berzinah dengan jemaatnya??Pernah dengar khan???Lo,kok bisa???Ya,bisa...Iblis ada dimana-mana..termasuk di rumah Tuhan..
Trus gimana??
Ya,nggak tau..hehe...
Nggak kok,mungkin langkah-langkah berikut bisa membantu anda untuk lepas dari dosa sexual.
1.Perdekat diri dengan Tuhan
So pasti,caranya adalah dengan membaca Firman Tuhan..Jangan beri kesempatan Iblis untuk menggoda hatimu untuk kembali melakukan dosa itu kembali.Kalau perlu hafalkan beberapa ayat Firman Tuhan.Selain itu dekatilah orang yang lebih dewasa rohaninya dari anda.
2.Hindari kesempatan atau kondisi anda dalam keadaan sendiri
Ini terutama untuk anda yang melakukan dosa sexual ( onani )..Dalam keadaan sendiri anda lebih mudah untuk melakukan onani dan melihat pornografi kembali.
3.Menyangkal diri
Di awal-awal pertobatan anda,sebaiknya anda menyangkal diri untuk tidak menonton televisi atau internet.Berhentilah dahulu berlangganan internet jika anda memakai modem or hotspot.Atau jangan pergi ke warnet..jika biasa anda pergi ke warnet untuk mengakses internet.Di jalan,anda juga harus menjaga pandangan anda untuk tidak melihat paha atau dada perempuan yang terbuka..jaman sekarang,khan perempuan bajunya serba terbuka.jaga mata anda.Ingat..mata adalah jendela hati..Terus berikan hukuman ( punishment ) jika anda melanggarnya..seperti mencambuk atau mencubit diri anda sendiri..Hal ini perlu dilakukan supaya kita bisa berdisiplin dalam melakukannya.
4.Pakailah cabai
Jika anda sudah tidak tahan lagi melawan nafsu birahi anda..Ambillah cabai,oleskan di tangan dan kemaluan anda.Hal ini perlu dilakukan supaya anda tau bahwa jasad anda adalah sementara.Dan rasa sakit anda akan menyadarkan anda dari desakan nafsu birahi yang dihembuskan oleh iblis.Karena anda hidup di dunia yang fana ini..dimana anda masih dipengaruhi oleh hormon..yang sebenarnya digunakan untuk berkembangbiak.Tapi digunakan oleh iblis untuk anda salah gunakan.
5.Berdo'a
Jangan lupa berdo'a.Karena do'a sangat besar kuasanya.Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan..Tapi ingat do'anya harus detail,lo..contoh:"Tuhan Yesus..hambamu ini terjebak dalam dosa sexual..Tolong Tuhan..bebaskan hambamu ini..jangan biarkan hambamu ini dikuasi oleh iblis..Dalam nama Yesus..Amin"
6.Mengampuni
Lo,kok mengampuni??Apa hubungannya??Ya,misalnya anda terjebak melakukan onani dan pornografi karena keturunan..Karena anda melihat Bapak anda melakukannya ketika anda masih kecil..Ampuni dia..ampuni karena telah mencontohkan hal yang buruk bagi anda..sehingga anda terjebak dalam dosa sexual..
Selamat mencoba..semoga bermanfaat...:)
=======================================================================
BERDOSAKAH MELAKUKAN ONANI ?
Bro, terimakasih sudah bertanya. baik, definisi ONANI dari saya.
Onani/Masturbasi adalah suatu tindakan secara sadar yang dilakukan oleh manusia dengan cara menyentuh, menggosok dan meraba bagian tubuh sendiri yang peka sehingga menimbulkan rasa menyenangkan untuk mendapat kepuasan seksual (orgasme) baik tanpa menggunakan alat maupun menggunakan alat. Biasanya masturbasi dilakukan pada bagian tubuh yang sensitif, namun tidak sama pada masing-masing orang, misalnya: putting payudara, paha bagian dalam, alat kelamin (pada perempuan terletak pada klistoris dan sekitar vagina: sedangkan pada laki-laki terletak pada sekitar kepala dan leher penis). Misalnya laki-laki melakukan onani dengan meraba penisnya, remaja perempuan menyentuh klistorisnya hingga dapat menimbulkan perasaan yang sangat menyenangkan atau bisa timbul ejakulasi pada remaja laki-laki.
onani justru tidak berpengaruh sama sekali dengan kesehatan kita. Secara psikis, onani bahkan dapat meredakan ketegangan seksual tanpa harus melakukan kontak seksual. Saat ini, onani/masturbasi adalah salah satu cara yang di gunakan untuk mengatasi ejakulasi dini. Onani sebenarnya sama seperti melakukan hubungan seksual, bedanya onani di lakukan sendiri, sedangkan hubungan seksual dilakukan dengan pasangan.
ada yang melakukan ini dalam hayalannya, atau biasanya sambil nonton bokep. hehe... biasanya orang yang begini, lihat wanita sexy.. pasti ngeres nya nggak main,
saya juga pernah melakukan itu saat masih bandelnya, saya pernah Free Sex sama pacar-pacar saya. Puji TUHAN sekarang saya sudah diubah TUHAN menjadi lebih baik...
kamu hebat, masih takut dengan dosa. kalau saya saat itu nggak takut lagi dengan dosa, saya tidak percaya lagi kepada TUHAN. saya punya kekuatan dari IBLIS,
tenang saja, sekarang nggak ada lagi. yang ada Kuasa Roh Kudus.
seorang bertanya :
"Saya seorang pelajar (selama ini) saya terjerat oleh kebiasaan onani atau masturbasi. Saya di ombang-ambing oleh dorongan hawa nafsu sampai berlebih- lebihan melakukannya. Akibatnya saya meninggalkan ibadah dalam waktu yang lama. Saat ini, saya berusaha sekuat tenaga (untuk menghentikannya). Hanya saja, saya seringkali gagal.
Terkadaang melakukan di malam hari, pada saat tidur saya melakukannya. Lantas, apa hukum onani ?? perlu diketahui, saya melakukan onani biasanya setelah menonton televisi atau video. "
Alkitab tidak pernah secara khusus mencantumkan masturbasi atau menyatakan apakah masturbasi berdosa atau tidak. Fakta bahwa Alkitab tidak berbicara apa-apa mengenai masturbasi tidak berarti bahwa masturbasi diperbolehkan. Alkitab bahkan mengajar kita untuk menghindari percabulan (Efesus 5:3). Saya tidak bisa melihat bagaimana masturbasi dapat lolos dari ujian ini. Kadang cara yang baik untuk menguji apakah sesuatu merupakan dosa atau tidak adalah apakah Anda akan bangga dan menceritakan apa yang Anda lakukan pada orang-orang lain. Jikalau itu adalah sesuatu yang Anda akan rasa malu saat orang lain mengetahuinya, besar kemungkinan itu adalah dosa. Cara lain yang bagus untuk mengujinya adalah melihat apakah Anda bisa dengan hati nurani yang tulus minta Tuhan memberkati dan menggunakan apa yang Anda lakukan itu bagi rencanaNya yang baik. Saya rasa masturbasi tidak memenuhi syarat sebagai sesuatu yang dapat kita “banggakan” atau yang bisa kita syukuri.
Alkitab mengajarkan kita, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31). Jikalau ada keraguan apakah itu menyenangkan Tuhan atau tidak, lebih baik tidak melakukannya. Soal masturbasi, jelas ada keragu-raguan. “Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Roma 14:23). Saya tidak bisa melihat bagaimana menurut Alkitab masturbasi dapat dikatakan memuliakan Tuhan. Lebih dari itu, kita perlu mengingat bahwa tubuh kita, sebagaimana jiwa kita, telah ditebus dan menjadi milik Tuhan. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20). Kebenaran agung ini seharusnya mempengaruhi apa yang kita lakukan dan bagaimana kita menggunakan tubuh kita. Jadi, berdasarkan prinsip-prinsip ini, saya dengan yakin mengatakan bahwa menurut Alkitab masturbasi adalah dosa. Saya tidak percaya bahwa masturbasi menyenangkan Tuhan, menghindari percabulan, atau lulus dari ujian bahwa tubuh kita adalah milik Tuhan.
Untuk mendapat jawaban yang ‘Alkitabiah’, tentunya kita hanya dapat berdasarkan pada Alkitab, bukan pada perkataan atau analisa si ‘A’, ‘B’, atau tokoh terhormat lainnya, termasuk presiden (dan termasuk saya sendiri tentunya)!!! Berdasarkan prinsip ini, ada beberapa fakta dari Firman Tuhan yang perlu dipertimbangkan dalam hal masturbasi:
Seks diciptakan oleh Tuhan dengan tujuan yang baik dan untuk dinikmati oleh sepasang suami istri (Kejadian 1:27,31 dan Kejadian 2:24)
Alkitab tidak memiliki tulisan langsung mengenai hal masturbasi. Akibatnya, Alkitab tidak mendukung ataupun melarang hal ini. Marilah kita berhati-hati dalam melarang hal-hal yang Alkitab pun tidak menyebutnya.
Pengajaran langsung dari Yesus sendiri: “jika ada orang yang memandang perempuan dengan pikiran penuh hawa nafsu, orang itu sudah berbuat zina dengan perempuan itu dalam pikirannya” Matius 5:28
“”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain” 1 Korintus 10:23-24
Kesimpulan, bukan masturbasi itu sendiri yang menyebabkan dosa, tetapi mengapa seseorang melakukannya:
Jika seseorang melakukannya karena nafsu birahi yang dibangkitkan dari orang lain yang bukan istri (atau suaminya), melalui gambar-gambar maupun hanya imajinasi, menurut Matius 5:28, ini merupakan perbuatan dosa
Jika seseorang melakukannya dengan tujuan mengontrol hawa nafsu, baik sebagai seorang bujang (atau perawan), ataupun karena si suami atau si istri yang sedang berpergian dalam jangka waktu yang lama, ini menjadi masalah ‘kebebasan orang percaya’ (Roma 14, 1 Korintus 10:23-33)
Menurut Dr. James Dobson, psikolog dan penafsir Alkitab yang berpengalaman mengatakan “Masalah Mastrubasi adalah masalah yang masih penuh perdebatan. Sayang sekali saya tidak dapat berbicara atas nama Tuhan secara langsung dalam pokok masalah ini, karena Alkitab sama sekali membisu mengenai perbuatan ini. Maka menurut saya mastrubasi tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Inilah bagian yang wajar dari masa pubertas yang tak melibatkan seorang lain pun. Ini tidak menimbulkan penyakit, tidak menghasilkan bayi dan Yesus tidak menyebutkan dalam Alkitab. Saya tidak mengajurkan anda untuk bermastrubasi, dan juga anda tidak memerlukannya. Tetapi kalau anda telah melakukan beliau harap anda tidak akan bergumul dengan perasaan bersalah karena tindakan tersebut.
mengenai onani dalam Matius 5:28 “Tetapi aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia dalam hatinya”.
Sebagaimana yang disebutkan di atas tentu saja saya setuju bahwa onani yang diiringi fantasi semacam itu merupakan pelanggaran atas Matius 5:28. Lebih lanjut lagi itu juga merupakan pelanggaran Hukum ke-10 “Jangan mengingini ... apapun yang dipunyai seseamamu” (Kel 20:17). Hebert juga sangat setuju bahwa banyak onani disertai fantasi adalah jahat. Selanjutnya Herbert menegaskan bahwa onani dapat dilakukan tanpa fantasi dan hawa nafsu. Tuhan telah menciptakan kita sesuai dengan gambar-Nya dan memberi atau menolak pikiran-pikiran yang jahat. Seseorang benar-benar menjadi kristen ketika dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Bila hidupnya diarahkan oleh prinsip-prinsip Kristus dan dia dipimpin oleh Roh Kudus, maka dia dapat melatih diri sendiri untuk menolak pikiran-pikiran yang jahat. Menurut Jerry White sebagai berikut, masturbasi seharusnya tidak menjadi bagian dari kehidupan seorang Kristen. Ayat-ayat dalam 1 Korintus 6:18-20, Galatia 5:19 dan 1 Tesalonika 4:3-7 dalam Alkitab berbicara tentang masalah penggunaan tubuh kita secara tepat dalam seks. Paulus berkata, “ Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup dalam pengudusan dan penghormatan, bukan dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah (1 Tes. 4:3-5). Dalam penjelasan Jerry White di atas dapat dilihat bahwa dalam pandangan Kristen, masturbasi sama sekali tidak dapat dibenarkan. Masturbasi dipandang sebagai sebuah penyimpangan dari ketetapan untuk menguduskan diri. Masturbasi selalu didasarkan pada hasrat seksual yang tinggi. Dalam pandangan Alkitabiah, masturbasi merupakan tindakan cabul atau percabulan. Pernyataan di atas memang masih menjadi perdebatan yang diperbincangkan. Akan tetapi pada dasarnya tindakan masturbasi merupakan akibat dari hawa nafsu dan berahi yang tidak pada tempatnya. Sama halnya dengan yang dikatakan oleh Jerry White, walaupun kita boleh, jadi tidak akan menyelesaikan semua pendapat yang menentang pernyataan bahwa masturbasi adalah dosa, namun kita tidak dapat mengingkari bahwa hal tersebut diakibatkan oleh hawa nafsu dan birahi yang tidak pada tempatnya. Tetapi di dalam kebebasan yang kita miliki berdasar kasih karunia Allah, kita boleh memilih melakukan apa yang kudus dan benar dalam pandangan Allah. Robert Borrong dalam tulisan memberikan solusi agar tidak melakukan tindakan mastrubasi yang tidak pada tempatnya yang dikemukakan oleh Jerry White yakni bahwa nafsu seks disalurkan dengan cara lain misalnya kegiatan olahraga atau kegiatan persahatan yang sehat yang meredam birahi yang bergejolak. Dengan cara ini hawa nafsu dapat dikendalikan dan dikuasai.
Jadi, saya juga sebagai Hamba. itu BERDOSA.
========================================================================
Masturbasi Itu Dosa?
Amat disayangkan bahwa topik seksualitas tidak terlalu banyak didiskusikan (bisa dibilang hampir tidak pernah) di kalangan kristen, karena hal ini dianggap tabu, untuk suami-istri saja atau banyak alasan lainnya. Masalahnya, di dalam pengalaman saya, apalagi di kalangan muda-mudi, mereka sangatlah ingin mengetahui apa pandangan Alkitab di dalam hal ini. Contohnya saja, salah satu kegiatan tambahan di sekolah saya (pada jaman dahulu kala ;) ), pendalaman alkitab, jarang sekali yang meminatinya, tetapi, ketika topik seksualitas muncul, kelas ini langsung penuh! Pesertanya pun sangat aktif dalam berdiskusi dan bertanya.
Mengapa topik ini begitu menarik perhatian? Apakah memang ini hanyalah bagian dari naluri manusia yang sudah dari sananya? Atau dari evolusi? Sudah saya paparkan ditulisan yang sebelumnya asal muasal seksualitas ini menurut Alkitab. Tetapi, di artikel ini, ada satu hal spesifik yang ingin saya lebih bahas lebih lanjut: masturbasi.
“Apakah masturbasi itu dosa?” merupakan mayoritas pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta pendalaman alkitab pada waktu itu. Tentunya, pertanyaan ini ditulis di secarik kertas, dan dikumpulkan, lalu hanya pertanyaan yang paling banyak sajalah yang dibahas waktu itu. Tidak ada yang punya nyali untuk mempertanyakan hal ini secara langsung pada waktu itu. Terus terang saja, saya sama sekali tidak ingat apa yang saya pelajari dari diskusi ini (sudah terlalu lama ;) ), tetapi topik ini selalu hangat, bahkan sampai sekarang!
Untuk mendapat jawaban yang ‘Alkitabiah’, tentunya kita hanya dapat berdasarkan pada Alkitab, bukan pada perkataan atau analisa si ‘A’, ‘B’, atau tokoh terhormat lainnya, termasuk presiden (dan termasuk saya sendiri tentunya)!!! Berdasarkan prinsip ini, ada beberapa fakta dari Firman Tuhan yang perlu dipertimbangkan dalam hal masturbasi:
Seks diciptakan oleh Tuhan dengan tujuan yang baik dan untuk dinikmati oleh sepasang suami istri (Kejadian 1:27,31 dan Kejadian 2:24)
Alkitab tidak memiliki tulisan langsung mengenai hal masturbasi. Akibatnya, Alkitab tidak mendukung ataupun melarang hal ini. Marilah kita berhati-hati dalam melarang hal-hal yang Alkitab pun tidak menyebutnya.
Pengajaran langsung dari Yesus sendiri: “jika ada orang yang memandang perempuan dengan pikiran penuh hawa nafsu, orang itu sudah berbuat zina dengan perempuan itu dalam pikirannya” Matius 5:28
“”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain” 1 Korintus 10:23-24
Kesimpulan, bukan masturbasi itu sendiri yang menyebabkan dosa, tetapi mengapaseseorang melakukannya:
Jika seseorang melakukannya karena nafsu birahi yang dibangkitkan dari orang lain yang bukan istri (atau suaminya), melalui gambar-gambar maupun hanya imajinasi, menurut Matius 5:28, ini merupakan perbuatan dosa
Jika seseorang melakukannya dengan tujuan mengontrol hawa nafsu, baik sebagai seorang bujang (atau perawan), ataupun karena si suami atau si istri yang sedang berpergian dalam jangka waktu yang lama, ini menjadi masalah ‘kebebasan orang percaya’ (Roma 14, 1 Korintus 10:23-33)
Tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk mengundang sesama pengikut Yesus, untuk tidak membebani sesama dengan perintah-perintah atau larangan yang bahkan tidak pernah disebut di dalam Alkitab. Pada saat yang sama, kita sebagai pengikut Yesus, tidak mencari alasan ‘saya boleh kok melakukan hal ini karena ini itu‘, melainkan mencari kepentingan orang lain terlebih dahulu.
========================================================================
Masturbasi oleh Sy Rogers
Masturbasi suatu kata yang membawa ingatan kita pada bayangan gelap tentang rasa bersalah dan ketidakpastian. Bagi banyak orang, membahas tentang masturbasi tidaklah menyenangkan dan mereka lebih suka tidak membicarakannya. Tetapi sebagai makhluk seksual, 'masalah' ini akan selalu kita hadapi.
Masturbasi adalah pengalaman umum bagi banyak orang. Walaupun demikian hanya sedikit yang berani mengakuinya. Alasan-alasan melakukan masturbasi memang berbeda-beda, namun pengalaman ini biasanya dilakukan untuk melepaskan ketegangan seksual. Hal ini dilakukan khususnya oleh 1) kaum muda-mudi ketika dorongan-dorongan seksual kuat, 2) mereka yang sudah menikah tetapi persetubuhan yang wajar tidak dapat dilakukan, 3) mereka yang berada dalam penjara atau lembaga-lembaga lainnya di mana homoseksualitas merupakan pilihan satu-satunya.
Masturbasi sering ditemukan di antara orang-orang Kristen yang baru percaya dan juga di antara yang sudah lama percaya. Tidak semua yang bergumul dengan masturbasi berasal dari latar belakang kehidupan yang bermoral rendah. Cukup banyak orang Kristen yang setia juga bergumul dengan perilaku ini. Singkatnya, masturbasi umum dilakukan ketika persetubuhan yang wajar tidak mungkin dilakukan untuk suatu jangka waktu tertentu. Pada kasus ekstrem, masturbasi rutin atau masturbasi kompulsif adalah gejala pergumulan emosi yang seringkali berkaitan dengan identitas diri dan harga diri dari orang yang melakukannya.
Diam
Masturbasi bukan masalah yang dibicarakan dalam percakapan sehari-hari. Walaupun demikian, kita benar-benar memerlukan pandangan Alkitab mengenai aktivitas seksual yang soliter (menyendiri) ini. Anehnya, tidak seperti masalah tingkah laku seksual lainnya, Alkitab membisu terhadap masturbasi. Setiap orang Kristen pasti akan heran mengapa Allah yang memberikan kepada kita lebih dari 30 hukum khusus mengenai tingkah laku seksual, tetapi Dia tidak berkata sepatah kata pun mengenai masalah masturbasi!
Ayat-ayat Alkitab seperti I Korintus 6:9, “orang cabul, ...orang berzina, ...orang pemburit, …”, Kejadian 38:9-10, "... Onan membiarkan maninya terbuang...", dan I Korintus 6:13, "...tubuh bukanlah untuk percabulan... ", sering dipakai untuk mencela tindakan seks ini. Tetapi setelah mempelajari ayat-ayat tersebut secara kontekstual (saksama), terbukti bahwa yang dibicarakan dalam ayat-ayat tersebut bukanlah masalah masturbasi. Beberapa orang mengatakan bahwa percabulan (imoralitas seksual) mencakup masturbasi, dan mungkin memang demikian. Tetapi kesimpulan ini ditarik dengan menganggap bahwa ayat-ayat tersebut mencakup masturbasi padahal masturbasi tidak tertulis secara harfiah dalam Alkitab.
Dosa?
Haruskah kita berkata bahwa masturbasi adalah dosa padahal Alkitab tidak berkata apa-apa tentang hal itu? Dalam pengalaman saya, saya selalu menganggap masturbasi seperti halnya merokok. Merokok tidak tertulis secara harfiah sebagai dosa, tetapi kita semua tahu bahwa merokok dapat mengakibatkan tubuh kita menjadi rusak... dan Allah berfirman bahwa jika kita dengan sengaja merusak tubuh kita maka kita berdosa. Bukankah Dia yang menciptakan tubuh kita? Saya rasa ada hubungan antara masturbasi dengan dosa, karena itu saya berpikir, "Mengapa mengambil resiko yang dapat merusak hubungan saya dengan Allah?"
Kesucian
Allah tidak membiarkan kita hidup tanpa peraturan-peraturan moral. Yang penting di sini pada dasarnya adalah masalah kesucian moral. Alkitab berkata bahwa hati manusia adalah sumber dari segala perilaku kejahatan, termasuk dosa seksual… Kita tahu bahwa seseorang dapat bernafsu berahi dalam hatinya dan jatuh ke dalam dosa, walaupun dia tidak melakukan tindakan seksual tersebut secara perbuatan (nyata).
Karena tindakan masturbasi bergantung pada khayalan-khayalan seksual, maka terdapat resiko yang sangat besar bagi kita untuk jatuh ke dalam dosa di dalam hati. Yesus berkata "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya." (Matius 5:28) Hal ini karena nafsu berahi seringkali berasal dari khayalan-khayalan seksual. Dan kita diperintahkan untuk lari dari nafsu berahi yang demikian.
Malu
Karena adanya ketidakpastian yang menyertai tindakan seks ini maka rasa bersalah, malu dan kekosongan jiwa hampir selalu timbul setelah seseorang melakukan tindakan seks ini. Perasaan-perasaan seperti menyalahkan diri sendiri, memandang rendah diri sendiri dan minder sebagai akibat dari masturbasi, merampas sukacita dan damai sejahtera yang kita miliki bersama Allah. Terlepas dari apakah masturbasi benar-benar merupakan dosa atau tidak, pada akhirnya hampir setiap pelakunya merasa sedemikian bersalah seperti halnya ketika dia berbuat dosa. Ada pula orang-orang yang berpandangan bahwa perasaan bersalah ini berasal dari keberatan-keberatan etika yang ada dalam masyarakat. Karena itu menurut mereka masturbasi seharusnya didukung dan bukannya dicela.
Bersalah?
Jika kita melakukan masturbasi, maka kita akan merasa sangat bersalah. Kita harus menyelidiki mengapa kita merasa demikian. Rasa bersalah yang sejati, yaitu keyakinan berdosa yang ditegaskan di dalam hati nurani kita oleh Roh Kudus, sangatlah baik karena dengan demikian kita menjadi sadar akan dosa kita dan kita terdorong untuk kembali kepada jalanNya. Keyakinan dalam diri kita ini mendorong kita datang kepada Allah untuk mendapatkan pengampunan dan penyucianNya, sehingga persekutuan kita denganNya dipulihkan. Akibatnya, sukacita dan damai sejahtera kembali kita miliki.
Perasaan bersalah yang palsu, atau perasaan yang menyalahkan diri sendiri, berasal dari Iblis. Iblis ingin agar kita tertekan oleh perasaan-perasaan demikian sehingga kita kehilangan segala harapan dan nyali lalu kita menjadi putus asa. Orang yang melakukan masturbasi menjadi mangsa yang empuk bagi Iblis. Saya percaya bahwa sebagian orang yang melakukan masturbasi mempunyai kecenderungan ingin ‘merasakan’ perasaan bersalah ini. Jelaslah bahwa satu-satunya jalan yang pasti untuk menghindari perasaan yang menyalahkan diri sendiri ialah dengan menghindari masturbasi! Berhenti bermasturbasi adalah tujuan akhir yang harus dicapai.
Keinginan untuk memuaskan dorongan seksual merupakan hal yang alami. Ini merupakan pemberian Allah. Kita semua diciptakan dengan potensi seksual. Namun selaku orang Kristen, kita tahu bahwa seks harus dijaga dan dinikmati hanya dalam pernikahan yang sah. Sebelum menikah, kita harus menghadapi keinginan-keinginan seksual kita dalam bentuk yang tidak berdosa. Allah sanggup menyalurkan cara yang tidak berdosa. Allah sanggup menyalurkan kekuatan ini pada arah yang positif dan bertanggung jawab demi kebaikan kita dan kemulian-Nya.
Pengarahan ini dimungkinkan ketika kita mulai belajar menjadi dewasa di dalam Kristus, yaitu ketika kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Roh Kudus agar Dia membentuk kehidupan kita. Pendewasaan, termasuk perkembangan tanggung jawab terhadap masalah-masalah seks, mungkin tidaklah terjadi dalam sekejap. Tetapi kita bersyukur kepada Tuhan karena anugerah-Nya yang melindungi kita selama proses pendewasaan diri kita. Anugerah-Nya ini, bukanlah semacam izin untuk berbuat dosa, tetapi sesungguhnya menjaga kita sampai kita menjadi sempurna dalam setiap segi kehidupan. Anugerah-Nya memberi kesempatan kepada kita dan mendorong kita untuk bertumbuh.
LANGKAH – LANGKAH
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk melepaskan diri dari ikatan masturbasi: Membangun hubungan dengan orang lain. Kita lebih rapuh terhadap masturbasi waktu kita menyendiri.
Carilah kelompok support dan akuntabilitas. Saudara tidak bisa bertumbuh sendirian.
Dekatkan diri Anda kepada Allah! Tak ada cara hidup sukses sebagai orang Kristen selain dengan hidup bergantung sepenuhnya kepada Allah. Mintalah Roh Kudus untuk mendorong Anda agar Anda dapat hidup dalam persekutuan yang taat dan penuh kasih denganNya. Izinkanlah Dia membongkar ketidaksucian yang masih ada pada diri Anda. Camkanlah: Dia selalu mengasihi Anda!
Kembangkanlah pengendalian diri! Disiplin dan pengendalian diri merupakan dua buah bukti dari pengaruh-pengaruh dari pekerjaan Roh Kudus. Penguasaan diri juga sangat penting dalam setiap segi kehidupan kita! Ingatlah, Anda adalah milik Yesus dan tubuh Anda bukanlah milik Anda lagi. Tolaklah godaan dan katakanlah “tidak” kepada pikiran-pikiran yang kotor. Kejarlah kebaikan dan larilah dari segala yang jahat! Jika Anda tergoda lagi, ceritakanlah hal itu kepada Allah, dan juga kepada seorang sahabat Kristen atau pembimbing rohani. Pengakuan yang bijaksana mengenai kesalahan dan kelemahan kita seringkali memberikan kepada kita keberanian dan kekuatan ketika kita berada dalam kesulitan.
Jagalah pikiran Anda! Jagalah ke mana pikiran Anda mengembara dan tolaklah apa yang tidak baik bagi mata Anda. Hindarilah semua hal (musik, buku, majalah, poster, film dsb.) yang dapat merangsang dan mengotori pikiran Anda serta membawa dan menjerumuskan Anda ke dalam godaan.
Perbaharuilah pikiran Anda! Apa yang Anda masukkan ke dalam pikiran Anda? Berilah waktu untuk membaca dan menghafalkan ayat-ayat Alkitab. Selidiki dan renungkan prinsip-prinsip dari Allah di dalamnya. Ingatlah, Firman Allah tidak pernah habis, karena itu milikilah sebanyak-banyaknya.
Tetapkanlah target-target! Ditambah dengan langkah-langkah di atas, tetapkanlah target-target bagi Anda. Kurangi keseringan bermasturbasi tahap demi tahap. Jadilah orang yang berpendirian teguh! Carilah pembimbing! Jika masalah Anda adalah masturbasi kompulsif maka sebaiknya Anda mencari pembimbing Kristen yang dapat Anda percayai. Janganlah Anda merasa malu untuk mengungkapkan masalah ini kepadanya. Anda mengungkapkan hal ini demi memperoleh pemecahannya dan tindakan ini merupakan usaha yang baik. Janganlah izinkan gengsi dan ketakutan menghalangi Anda serta membuat Anda mundur dalam mencari pemecahan masalah ini.
Akhirnya, jika Anda bermasturbasi lagi, jangan biarkan diri Anda menjadi tawanan dari perasaan menyalahkan diri sendiri. Ingatlah selalu, bahwa Allah mengasihi Anda. Dia tidak menyelamatkan Anda agar kemudian Dia dapat menolak Anda hanya karena Anda bermasturbasi lagi. Mintalah kepada Allah agar Dia mengampuni Anda dan membersihkan Anda. Lupakanlah apa yang sudah terjadi dan pandanglah terus ke depan, kepada Allah, dan percayalah kepadaNya, bahwa “la yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus" Filipi 1:6.
========================================================================
Dampak Penyimpangan seksual bagi Keluarga Kristen
Penulis: Arthur Aritonang (Mahasiswa STT Cipanas)
1. Pendahuluan.
Dalam pembahasan kali ini penulis paper akan membahas mengenai penyimpangan seksual dampaknya bagi keluarga Kristen. Penyimpangan seks berarti digolongkan bentuk ketidak normalan/ hubungan yang tidak sehat dari arti dan fungsi sesungguhnya dari seks itu sendiri. Apa saja bentuk penyimpangan seks itu? Bentuk dari penyimpangan seks ialah percabulan, pelacuran/portitusi, mastrubasi, sodomi, inces, homoseksual, dan lesbian. Untuk itulah penulis paper akan membahas lebih spesifik mengenai mastrubasi/onani.
1.1 Pengertian Onani/Mastrubasi.
Onani/Masturbasi[1] adalah suatu tindakan secara sadar yang dilakukan oleh manusia dengan cara menyentuh, menggosok dan meraba bagian tubuh sendiri yang peka sehingga menimbulkan rasa menyenangkan untuk mendapat kepuasan seksual (orgasme) baik tanpa menggunakan alat maupun menggunakan alat. Biasanya masturbasi dilakukan pada bagian tubuh yang sensitif, namun tidak sama pada masing-masing orang, misalnya: putting payudara, paha bagian dalam, alat kelamin (pada perempuan terletak pada klistoris dan sekitar vagina: sedangkan pada laki-laki terletak pada sekitar kepala dan leher penis). Misalnya laki-laki melakukan onani dengan meraba penisnya, remaja perempuan menyentuh klistorisnya hingga dapat menimbulkan perasaan yang sangat menyenangkan atau bisa timbul ejakulasi pada remaja laki-laki.[2]
1.2 Contoh Kasus.
Masturbasi adalah salah satu contoh perilaku seks remaja yang sering menjadi perbincangan hangat di kalangan remaja, terbukti dari tahun ke tahun, angka perilaku masturbasi di kalangan remaja semakin meningkat saja. Penelitian PILAR PKBI Jateng, sebuah LSM peduli remaja di kota Semarang tahun 2002 melakukan penelitian di kalangan mahasiswa, mencatat lebih dari 60% remaja menyalurkan dorongan seksnya dengan cara masturbasi atau onani. Bahkan dr. Boyke dalam salah satu seminar pernah menyampaikan, 80% remaja pernah melakukan onani minimal sekali, sehingga hal ini menunjukkan masih banyak remaja sudah tahu, melakukan, namun belum memahami dampak dan risiko dari masturbasi atau onani.
Masturbasi adalah sebuah perilaku seks yang dilakukan dengan cara merangsang alat kelamin (sendiri) untuk mendapatkan kepuasan seks. Belakangan ini ternyata masturbasi (onani) tidak hanya menjadi tren di kalangan remaja pria saja, tapi wanita pun juga melakukan, terbukti dari beberapa klien wanita yang sempat datang di klinik mengaku kalau pernah melakukan masturbasi. Bahkan tidak jarang pasangan suami istri yang (tentu) sudah banyak menikmati hubungan dengan pasangan pun pernah melakukan masturbasi sepanjang pernikahannya. Apalagi masturbasi bisa dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dalam suasana apapun, tanpa harus menggunakan orang lain sebagai patner.[3]
2. Analisa Masalah.
Pada usia remaja memasuki masa usia 19 ke atas merupakan fase, kematengan fungsi seksul hal itu memang wajar terjadi, itu merupakan pertumbuhan yang normal dari biologis pada pria tersebut, tentunya pada fase tersebut seorang pemuda mencari penyaluran dari dorongan seksual, karena umumnya mereka mengetahui jikalu melakukan hubungan seksual tanpa pernikahan tidak baik karena melanggar hukum dan agama, mereka mencari alternatif dengan melakukan onani, yang adalah merangsang diri sendiri menggunakan tangan. Yang mendorong remaja dan pemuda tersebut melakukan onani antara lain karena mereka telah mengenal lawan jenis dan menjadi pecandu film porno akibat dari perkembangan teknologi yang semakin berkembang, melihat perempuan cantik, yang memiliki bentuk tubuh yang menarik, libido si pria yang memiliki pacar sehingga takut terjeremus dari perzinahan pasif akhirnya melakukan onani, Laki-laki selalu menyendiri tidak ada kerjaan, sehingga memunculkan pikiran yang tidak sehat (kotor) yang membuat terjadinya dorongan untuk melakukan onani. Seorang yang sudah terbiasa melakukan onani akan membuat orang tersebut menjadi seorang pecandu, bahkan bisa melakukan onano sehari 2-3 dalam sehari.
3. Di tinjau dari sudut Alkitab, Para Ahli, dsb?
Apakah Onani boleh dilakukan dan apa dampaknya?
3.1 Ditinjau dari Sisi Imu Kedokteran (Ilmu Kesehatan).
Dari sisi Medis masturbasi tidak dapat menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan, termasuk sperma. Jadi, tidak ada gangguan kuantitas dan kualitas sperma yang disebabkan melakukan masturbasi. Memang, masturbasi yang dilakukan secara tergesa-gesa agar cepat mencapai ejakulasi dikhawatirkan dapat melatarbelakangi terjadinya ejakulasi dini pada pria. Sementara itu, kalau Anda terlalu sering melakukannya, tentu saja Anda akan merasa payah karena masturbasi. Sama seperti hubungan seksual, onani juga memerlukan energi.[4] Dr. Boyke, seorang pakar di bidang seks, onani justru tidak berpengaruh sama sekali dengan kesehatan kita. Secara psikis, onani bahkan dapat meredakan ketegangan seksual tanpa harus melakukan kontak seksual. Saat ini, onani/masturbasi adalah salah satu cara yang di gunakan untuk mengatasi ejakulasi dini. Onani sebenarnya sama seperti melakukan hubungan seksual, bedanya onani di lakukan sendiri, sedangkan hubungan seksual dilakukan dengan pasangan.[5]
3.2 Ditinjau dari Psikologi.
Menurut Dr. James Dobson, psikolog Kristen yang berpengalaman mengatakan “Masalah Mastrubasi adalah masalah yang masih penuh perdebatan. Sayang sekali saya tidak dapat berbicara atas nama Tuhan secara langsung dalam pokok masalah ini, karena Alkitab sama sekali membisu mengenai perbuatan ini. Maka menurut saya mastrubasi tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Inilah bagian yang wajar dari masa pubertas yang tak melibatkan seorang lain pun. Ini tidak menimbulkan penyakit, tidak menghasilkan bayi dan Yesus tidak menyebutkan dalam Alkitab. Saya tidak mengajurkan anda untuk bermastrubasi, dan juga anda tidak memerlukannya. Tetapi kalau anda telah melakukan beliau harap anda tidak akan bergumul dengan perasaan bersalah karena tindakan tersebut.[6] Menurut Hurlock mengatakan bahwa sekarang, ketika mereka (remaja) secara seksual sudah matang, laki-laki maupun perempuan mulai mengembangkan sikap yang baru pada lawan jenisnya, dan selain mengembangkan minat terhadap lawan jenis juga mengembangkan minat pada pelbagai kegiatan yang melibatkan laki-laki dan perempuan. Minat yang baru ini, yang mulai berkembang bila kematangan seksual telah tercapai, bersifat romantis dan disertai dengan keinginan yang kuat untuk memperoleh dukungan dari lawan.[7] Selanjutnya Hurlock menyatakan, minat dan perilaku seks yang berkisar di sekitar heteroseksual mempunyai dua unsur yang terpisah. Pertama, perkembangan pola perilaku yang melibatkan anggota kedua kelompok seks, dan kedua, perkembangan sikap sehubungan dengan hubungan kedua kelompok seks. Perbedaan dengan kegiatan heteroseksual remaja di masa lampau terletak dalam dua hal: pertama, tahap-tahap perilaku heteroseks saat ini lebih campur-aduk dibandingkan dengan tahap di masa lampau, dan kedua, perilaku seksual sekarang lebih bebas.[8] Berdasarkan pernyataan Hurlock di atas, maka dapat dilihat bahwa pada masa remaja, seks merupakan bagian dari perkembangan secara fisik (biologis). Dengan demikian dapat dipastikan bahwa dalam masa remaja, masturbasi merupakan bagian dari perkembangan biologis yang dialami oleh para remaja. Dalam ilmu psikologi, kecenderungan remaja untuk masturbasi dilihat sebagai tindakan untuk mendapatkan kenikmatan atau kesenangan seksual.
3.3 Ditinjau dari Alkitab.
Pandangan Alkitab mengenai onani dalam Matius 5:28 “Tetapi aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia dalam hatinya”. Sebagaimana yang disebutkan di atas tentu saja saya setuju bahwa onani yang diiringi fantasi semacam itu merupakan pelanggaran atas Matius 5:28. Lebih lanjut lagiitu juga merupakan pelanggaran Hukum ke-10 “Jangan mengingini ... apapun yang dipunyai seseamamu” (Kel 20:17). Hebert juga sangat setuju bahwa banyak onani disertai fantasi adalah jahat.[9] Selanjutnya Herbert menegaskan bahwa onani dapat dilakukan tanpa fantsi dan hawa nafsu. Tuhan telah menciptakan kita sesuai dengan gambar-Nya dan memberi atau menolak pikiran-pikiran yang jahat. Seseorang benar-benar menjadi kristen ketika dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Bila hidupnya diarahkan oleh prinsip-prinsip Kristus dan dia dipimpin oleh Roh Kudus, maka dia dapat melatih diri sendiri untuk menolak pikiran-pikiran yang jahat.[10] Menurut Jerry White sebagai berikut, masturbasi seharusnya tidak menjadi bagian dari kehidupan seorang Kristen. Ayat-ayat dalam 1 Korintus 6:18-20, Galatia 5:19 dan 1 Tesalonika 4:3-7 dalam Alkitab berbicara tentang masalah penggunaan tubuh kita secara tepat dalam seks. Paulus berkata, “ Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup dalam pengudusan dan penghormatan, bukan dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah (1 Tes. 4:3-5).[11] Dalam penjelasan Jerry White di atas dapat dilihat bahwa dalam pandangan Kristen, masturbasi sama sekali tidak dapat dibenarkan. Masturbasi dipandang sebagai sebuah penyimpangan dari ketetapan untuk menguduskan diri. Masturbasi selalu didasarkan pada hasrat seksual yang tinggi. Dalam pandangan Alkitabiah, masturbasi merupakan tindakan cabul atau percabulan. Pernyataan di atas memang masih menjadi perdebatan yang diperbincangkan. Akan tetapi pada dasarnya tindakan masturbasi merupakan akibat dari hawa nafsu dan berahi yang tidak pada tempatnya. Sama halnya dengan yang dikatakan oleh Jerry White, walaupun kita boleh, jadi tidak akan menyelesaikan semua pendapat yang menentang pernyataan bahwa masturbasi adalah dosa, namun kita tidak dapat mengingkari bahwa hal tersebut diakibatkan oleh hawa nafsu dan birahi yang tidak pada tempatnya. Tetapi di dalam kebebasan yang kita miliki berdasar kasih karunia Allah, kita boleh memilih melakukan apa yang kudus dan benar dalam pandangan Allah.[12] Robert Borrong dalam tulisan memberikan solusi agar tidak melakukan tindakan mastrubasi yang tidak pada tempatnya yang dikemukakan oleh Jerry White yakni bahwa nafsu seks disalurkan dengan cara lain misalnya kegiatan olahraga atau kegiatan persahatan yang sehat yang meredam birahi yang bergejolak. Dengan cara ini hawa nafsu dapat dikendalikan dan dikuasai.[13]
4. Dampak secara umum dari perilaku mastrubasi/onani:
a. menjadi suatu kebiasaan dan bahkan menjadi sesuatu kebutuhan, dari manusia itu sendiri, jikalau tidak melakukan mastrubasi/onani merasa tidak nyaman.
b. menguras energi yang mengakibatkan tubuh menjadi lemah/payah.
5. Kesimpulan dan Posisi Penulis.
Penulis, setuju dengan dilakukanya onani oleh anak remaja (diwajarkan disebabkan masa kematengan fungsi seksual), dewasa dan para suami sejauh tindakan tersebut tidak menjadi kebiasaan. Karena jikalau seorang suami yang jauh dari pada istrinya, tentunya suami yang baik tidak akan berhubungan seksul dengan peremupan lain kecuali dengan istrinya, sehingga baik itu suami, dewasa, dan remaja boleh melakukan onani, sebagai penyaluran alternatif untuk membuang air mani (sperma). Tetapi harus juga dipahami suami, dewasa, dan remaja tersebut tidak lah boleh berfantasi memikirkan perempuan lain yang ada dipikirannya karena jika hal tersebut dilakukan hal tersebut digolongankan perzinahan pasif, kecuali suaminya jika sudah memiliki pasangan hidup yakni istrinya yang dipikirkan oleh suaminya. Onani tersebut baik dilakukan jikalau tidak dileputi dengan rasa berdosa atau bersalah. Karena banyak orang merasa ketika sesudah melukakan onani dikarenakan pandangan lain yang mengatakan air mani (sprema) haruslah dibuang ke dalam vagina perempuan yang ada lah istrinya, alasan lainnya karena berzinah dalam hati, ketika melakukan onani. Jadi onani itu boleh dilakukan asal tidak berfantasi/ berzinah dalam hati. Dampak bagi Keluarga Kristen ialah ketika seorang pria yang menjadi terbiasa dengan aktivitas onani, maka dalam sebuah hubungan suami-istri dalam hubungan bercintanya, pria tersebut cenderung, tidak menikmati hubungan seksual dengan istri tersebut, suami dan istri sama-sama tidak mengalami kepuasaan dalam hubungan seksualnya dan hal tersebut akan berdampak kurang baik bagi keutuhan rumah tangga tersebut. Tentunya dalam sebuah keluarga Kristen, seks merupakan salah satu faktor yang mendorong keharmonisan sebuah keluarga selain dari pada komunikasi, saling mengasihi, dan kedekatan suami-istri dengan Allah yang harmonis. Sekali lagi ditegaskan jikalau dalam kehidupan seks pasangan tersebut kurang mendapatkan kepuasaan, tentunya akan menjadi kurang harmonisnya bagi keluarga tersebut. Untuk itulah Onani boleh dilakukan sejauh tidak menjadi kebiasaan.
DAFTAR PUSTAKA
Borrong, Robert P.
Etika Seksual Kontemporer. Bandung: Ink Media. 2006.
Hurlock, Elizabeth B.
Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga. 2000.
Miles, Herbert J.
Seks Sebelum pernikahan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1983.
Scheuneman D.
Romantika Kehidupan Orang Muda. Malang: YPPII dan Gandum Mas. 1989.
White, Jerry.
Kejujuran Moral dan Hati Nurani. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2004.
[1]Dari cerita yang ditemukan Istilah Onani sendiri, berasal dari kata Onan, kisah ini diceritakan dalam Perjanjian Lama (Injil) salah seorang anak dari Judas, bahwa Onan disuruh oleh ayahnya (Judas) untukcerita yang ditemukan Istilah Onani sendiri, berasal dari kata Onan, kisah ini diceritakan dalam Perjanjian Lama (Injil) salah seorang anak dari Judas, bahwa Onan disuruh oleh ayahnya (Judas) untuk bersetubuh dengan istri kakaknya, namun Onan tidak bisa melakukannya sehingga saat mencapai puncaknya, dia membuang spermanya (mani) di luar dari situlah timbul istilah bila seseorang mengeluarkan mani diluar vagina disebut Onani.
[2] http://oyayo.blogspot.com/2011/01/makalah-tentang-menstruasi-dan-onani.html, diakses: Senin, 11-03-2013 Pukul 20:25
[3] http://dokteriwan.blogspot.com/2007/03/remaja-pasutri-dan-masturbasi-1-dewasa.html, diakses: Senin, 11-03-2013 Pukul, 19:45
[4] http://www.kompas.com/kesehatan/news/0409/29/114011.htm diakses: Senin, 11-03-2013 Pukul: 11:16
[5]http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2010/02/25/melakukan-onani-itu-tidak-berbahaya-81444.html, diakses: Senin, 11-03-2013, Pukul 19.36
[6] D. Scheuneman, Romantika Kehidupan Orang Muda, Malang: YPPII dan Gandum Mas, 1989. hal.35-36.
[7] Elizabeth B Hurlock, Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga, 2000, hal. 227.
[8] Elizabeth B Hurlock, hal. 240.
[9] Herbert J. Miles, “Seks Sebelum pernikahan.” Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1983. hal. 151.
[10] Herbert J. Miles, hal. 152.
[11] Jerry White, Kejujuran Moral dan Hati Nurani, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004, hal. 184.
[12] Jerry White, Kejujuran Moral dan Hati Nurani hal. 184.
[13] Dr. Robert Borrong, Etika Seksual Kontemporer, Bandung: INK Media, 2006, hal. 35.
========================================================================
Pertanyaan: Masturbasi – apakah menurut Alkitab itu adalah dosa?
Jawaban: Alkitab tidak pernah secara khusus menyatakan apakah masturbasi berdosa atau tidak. Bahwa Alkitab tidak berbicara apa-apa mengenai masturbasi, tidak berarti bahwa masturbasi diperbolehkan.
Alkitab mengajar kita untuk menghindari percabulan (Efesus 5:3). Saya tidak bisa melihat bagaimana masturbasi tidak bisa dianggap termasuk dalam kategori ini. Kadang cara yang baik menguji apakah sesuatu dosa atau tidak adalah: apakah Saudara bangga dan menceritakan apa yang Saudara lakukan pada orang lain.
Jika itu membuat Saudara malu saat orang lain mengetahuinya, besar kemungkinan itu adalah dosa.
Cara lain yang bagus untuk mengujinya adalah melihat apakah Saudara bisa dengan hati nurani yang tulus minta Allah memberkati dan menggunakan apa yang Saudara lakukan itu bagi rencanaNya yang baik. Saya rasa masturbasi tidak memenuhi syarat sebagai sesuatu yang dapat kita “banggakan” atau yang bisa kita syukuri.
Alkitab mengajarkan kita, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31).
Jika ada keraguan apakah sesuatu itu menyenangkan Allah atau tidak, lebih baik tidak melakukannya.
Soal masturbasi ini, jelas ada keragu-raguan. “Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Roma 14:23).
Saya tidak bisa melihat bagaimana Alkitab bisa memandang masturbasi sebagai kegiatan yang memuliakan Allah. Lebih dari itu, kita perlu mengingat bahwa tubuh kita, sebagaimana jiwa kita, telah ditebus dan menjadi milik Tuhan. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20).
Kebenaran agung ini seharusnya mempengaruhi apa yang kita lakukan dan bagaimana kita menggunakan tubuh kita. Jadi, berdasarkan prinsip-prinsip ini, saya dengan yakin mengatakan Alkitab memandang masturbasi sebagai dosa.
Saya tidak percaya bahwa masturbasi bisa menyenangkan Allah, tidak dianggap sebagai percabulan, atau terlihat sebagai usaha menghargai tubuh kita sebagai milik Allah.
========================================================================
Masturbasi dan Oral Sex
oleh: Romo William P. Saunders *
The Washington Times memuat artikel yang memberitakan bahwa Presiden Clinton dan Monica Lewinsky melakukan phone sex dan oral sex. Diberitakan pula bahwa ia telah meneliti Kitab Suci dan menyimpulkan bahwa oral sex bukan merupakan tindak perzinahan. Bukankah phone sex, oral sex dan masturbasi itu dosa?
~ seorang pembaca yang muak di Centreville
Straight Answers menerima beberapa pertanyaan serupa dari pembaca mengenai petualangan cinta Presiden Clinton seperti diberitakan di media massa. Adalah di luar maksud artikel ini untuk mengomentari perilaku seperti yang dituduhan kepada Presiden, tetapi marilah kita membahasnya dari sudut pandang moral.
Sebelum membahas perilaku seperti disebutkan dalam pertanyaan di atas, pertama-tama haruslah kita memiliki pemahaman yang jelas mengenai ajaran Gereja Katolik mengenai ungkapan cinta kasih secara seksual. Gereja Katolik tak henti-hentinya mengajarkan bahwa hubungan seksual antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan adalah baik dan sakral, sepanjang keduanya terikat dalam perkawinan. Ajaran ini berdasarkan pada kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian, “Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej 1:27). Sebab itu, setiap orang memiliki martabat yang tak dapat diganggu gugat. Dalam ayat selanjutnya, Kitab Suci mencatat, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: `Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu'” (Kej 1:28). Sebelum laki-laki dan perempuan itu hidup bersama sebagai suami isteri, dan sebelum mereka mengungkapkan cinta kasih suami isteri, pertama-tama mereka diberkati oleh Tuhan.
Hanya dalam perkawinan kita dapat memperoleh berkat Tuhan atas tindakan cinta kasih secara seksual, atau lebih tepat dikatakan sebagai cinta kasih suami isteri. Ungkapan cinta kasih secara fisik dalam perkawinan ini merupakan tanda sakral akan ikatan suami isteri dalam persekutuan hidup dan cinta kasih yang saling mereka bagi bersama dalam persatuan dengan Tuhan. Cinta kasih suami isteri ini memberi makna pada janji perkawinan yang secara sukarela mereka ikrarkan satu sama lain dan dengan demikian mencerminkan cinta kasih yang setia, permanen, eksklusif dan saling memberi diri seperti yang telah mereka ikrarkan satu dengan yang lainnya, dan dengan Tuhan.
Pemahaman ini dipertegas dengan tanggapan Yesus Sendiri atas pertanyaan kaum Farisi mengenai perceraian, “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Mat 19:4-6). Melalui Sakramen Perkawinan, Tuhan memberkati pasangan yang dipersatukan dalam ikatan kudus ini dan dengan murah hati melimpahkan rahmat atas mereka sehingga mereka dapat memikul tanggung jawab perkawinan bersama dan saling setia selamanya.
Di samping itu, cinta kasih suami isteri yang mempersatukan mereka sebagai “satu daging” memungkinkan mereka untuk ikut ambil bagian dalam karya kasih penciptaan Allah: seorang anak mungkin terlahir dari cinta kasih mereka. Lalu, lagi, Tuhan mencurahkan rahmat berlimpah ke atas mereka agar pasangan suami isteri ini dapat menunaikan tugas kewajiban sebagai ayah dan ibu. Sebab itu, sesuai rancangan Allah, cinta kasih secara seksual diperuntukkan hanya bagi mereka yang ada dalam ikatan perkawinan dengan senantiasa setia memelihara tujuan perkawinan, yaitu kesatuan penuh cinta dan pembiakan. Segala tindakan yang menyimpang dari rancangan ini pada hakekatnya jahat. Inilah ajaran tegas Kitab Suci dan ajaran konsisten Gereja kita.
Pelanggaran terhadap ikatan cinta kasih perkawinan, baik secara fisik maupun batin, baik dilakukan seorang diri maupun bersama yang lain, merupakan perzinahan. Patut diingat Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Mat 5:27-28). Tuhan kita mengangkat cinta kasih perkawinan yang setia, permanen, eksklusif dan saling memberi diri, ke tingkat kekudusan yang lebih tinggi.
Dengan dasar pemahaman di atas, sekarang marilah kita membahas masalah yang dipertanyakan: phone sex, oral sex dan masturbasi. Saya kurang mengerti apa sebenarnya “phone sex”, yang jelas ia merupakan bagian dari nafsu berahi. Nafsu berahi secara sederhana dapat didefinisikan sebagai hasrat yang berkobar akan kenikmatan seksual. Kenikmatan semacam itu dianggap tak teratur apabila dicari demi kepentingan sendiri, terlepas dari hakekat tujuan perkawinan. Orang dapat menganggap “phone sex” sebagai suatu bentuk pornografi di mana aktivitas yang baik bagi perkawinan ditinggalkan dan dipergunakan untuk membangkitkan hasrat seksual pribadi. Dengan demikian, orang menarik dari dari dunia nyata dan tenggelam dalam dunia khayalan. Perilaku yang demikian dikejar demi kenikmatan diri sendiri yang egois. Pada dasarnya, “phone sex” atau segala bentuk pornografi lainnya mencemarkan kebajikan perkawinan dan dengan demikian mengakibatkan dosa berat.
Mempergunakan dan mencari kenikmatan dari alat-alat perangsang pornografi berhubungan dengan perilaku masturbasi, yaitu “rangsangan alat-alat kelamin yang disengaja dengan tujuan membangkitkan kenikmatan seksual” (Katekismus Gereja Katolik, No 2352). Gereja secara konsisten mengajarkan bahwa masturbasi pada hakekatnya merupakan satu tindakan yang sangat bertentangan dengan ketertiban. Bahkan dalam Kitab Kejadian, kita dapat membaca kutukan atas perilaku masturbasi dalam kisah Onan yang “membiarkan maninya terbuang,” suatu tindakan yang membangkitkan murka Allah (Kej 38:8-10); dari kisah ini muncul istilah “onani”, yang sama artinya dengan masturbasi. (Istilah “onani” dikhususkan jika subyeknya adalah laki-laki). Masturbasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan seorang diri, yang timbul karena orang menenggelamkan diri ke dalam dunia fantasi, yang dilakukan demi kenikmatan sendiri yang egois. Masturbasi mencemarkan cinta kasih yang saling memberikan diri antara suami isteri.
Secara obyektif, masturbasi merupakan dosa berat. Namun demikian, Katekismus Gereja Katolik mengingatkan, “Supaya membentuk satu penilaian yang matang mengenai tanggung jawab moral dari mereka yang bersalah dalam hal ini, dan untuk menyusun bimbingan rohani supaya menanggapinya, orang harus memperhatikan ketidakmatangan afektif, kekuatan kebiasaan yang sudah mendarah daging, suasana takut dan faktor-faktor psikis atau kemasyarakatan yang lain, yang dapat mengurangkan kesalahan moral atau malahan menghilangkannya sama sekali” (No. 2352).
Yang terakhir, oral sex menyangkut ejakulasi seorang laki-laki ke dalam mulut seorang laki-laki lain atau seorang perempuan. Dikenal pula sodomi yang menyangkut ejakulasi seorang laki-laki ke dalam anus seorang laki-laki lain atau seorang perempuan. Suatu teks klasik kuno, Buku Pedoman Teologi Moral mencatat, “Sodomi adalah dosa yang berteriak ke surga menuntut balas dendam.” Di sini kita melihat dengan jelas pencemaran terhadap cinta kasih perkawinan, dan juga suatu tindakan yang pada hakekatnya jahat, yang mengakibatkan dosa berat.
Setiap tindakan di atas melanggar Perintah Keenam dari Sepuluh Perintah Allah, “Jangan berzinah.” Kita harus ingat bahwa setiap kita dipanggil untuk hidup murni. Seperti dijabarkan dalam Katekismus, “Kemurnian berarti integrasi seksualitas yang membahagiakan di dalam pribadi dan selanjutnya kesatuan batin manusia dalam keberadaannya secara jasmani dan rohani” (No 2337). Kemurnian memampukan kita untuk menghormati martabat seksualitas manusiawi kita dan menghormati kekudusan cinta kasih perkawinan. Kemurnian mendorong kita untuk memandang setiap orang sebagai suatu pribadi, bukan sebagai suatu tubuh belaka, dan menghormati hakekat martabat mereka. Dalam kemurnian, orang berjuang untuk menguasai perasaan dan hasrat, menghargai kesucian cinta kasih suami isteri, dan berani bertanggung jawab atas perbuatannya.
Tentu saja kita membutuhkan rahmat Tuhan dan bimbingan Roh Kudus agar dapat hidup murni, teristimewa dalam abad dengan segudang pencoba
=====================================================================
Apakah Masturbasi itu Berdosa?
Daftar Isi:
- Pengantar : Pergumulan para Pria
- Cakrawala (Artikel 1): Masturbasi
(Artikel 2): Masturbasi: Masalah Klasik Pria
- Bimbingan Alkitabiah : Perspektif Alkitab: Masturbasi
- Tips : Menghilangkan Kebiasaan Masturbasi
- Stop Press : (1) Server SABDA.org Hidup Kembali
(2) Mohon Maaf atas Keterlambatan
Penerbitan Publikasi YLSA
- Info : (1) VCD Kristen
(2) Info Parenting Education LK3
- Surat : Terima Kasih untuk Edisi Penyakit Terminal
*REDAKSI -*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*- REDAKSI*
-*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-
Bagi para pria, khususnya yang masih muda, topik Masturbasi ini
sering menjadi salah satu pergumulan yang cukup berat. Tidak dapat
dipungkiri, seiring dengan datangnya masa pubertas, maka alat-alat
reproduksi pun semakin matang. Bagi yang sudah menikah, sedikit
banyak kebutuhan yang satu ini sudah bisa diatasi. Namun, bagi yang
masih lajang, mungkin perlu perjuangan keras untuk mengatasinya.
Tidak sedikit para pemuda yang memiliki kebiasaan masturbasi untuk
mengatasi gejolak emosi dan mental yang sedang terjadi dalam tubuh
dan hidupnya. Namun, akibat dari kebiasaan ini justru semakin
memperburuk citranya terhadap diri sendiri. Apa pandangan iman
Kristen tentang masturbasi? Apa yang harus dilakukan untuk
mengatasinya?
Pada e-Konsel Edisi 085/2005 ini Anda akan mendapatkan jawabannya.
Dan bagi Anda yang saat ini sedang bergumul dengan masalah
masturbasi kami harap pembahasan topik ini bisa memberikan masukan
bagi Anda. Selamat membaca dan selamat menyimak! (Ra)
Redaksi
*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*
(Artikel 1)
-*- MASTURBASI -*-
Di gereja sekarang ini terdapat berbagai pandangan yang sangat
berbeda tentang masturbasi (onani). Ada di antara mereka yang selalu
berpendapat bahwa masturbasi itu dosa, dan ada mereka yang
mengatakan bahwa masturbasi itu merupakan karunia Allah, suatu
pemberian yang bijaksana bagi orang muda.
Salah satu alasan mengapa pendapat-pendapat itu begitu berlainan
adalah karena di dalam Alkitab tidak ada petunjuk yang jelas dan
tegas mengenai masturbasi. Beberapa generasi lalu, Kejadian 38:8-11
dan 1Korintus 6:9,10 dipakai untuk mengutuk masturbasi. Nats yang
pertama bercerita tentang Onani (Red.: nama orang) yang tidak mau
menaati hukum Ibrani Kuno yang menuntut seorang laki-laki untuk
mendapatkan anak dengan janda saudara lelakinya. Nats yang kedua
menyebut "pemburit" yang di dalam versi King James diterjemahkan
sebagai "orang yang menyalahgunakan tubuh mereka sendiri", yang
sekarang diterjemahkan dengan tepat sebagai "kaum homoseksual". Baik
kata "onani" maupun kata "penyalahgunaan tubuh sendiri" dahulu
dipakai untuk menunjuk perbuatan masturbasi, tetapi tidak satu pun
dari ayat itu yang benar-benar berbicara tentang perbuatan tersebut.
Beberapa orang mengemukakan bahwa masturbasi bukan perbuatan yang
salah karena Alkitab tidak mengatakan apa-apa tentang perbuatan itu.
Menggunakan alasan seperti itu bisa berbahaya. Banyak godaan yang
kita hadapi dewasa ini tidak pernah disebutkan di dalam Alkitab.
Walaupun demikian, kita mengetahui bahwa masturbasi sudah ada sejak
zaman dahulu dan umum diketahui. Perbuatan ini paling awal disebut
di dalam Egyptian Book of The Dead, sekitar 1500 SM. Kita mengetahui
bahwa Alkitab menyebut hampir tiap kegiatan seksual lainnya --
percabulan, perzinahan, homoseksualitas, hubungan seks dengan
binatang. Perbuatan-perbuatan itu disebut dengan gamblang. Karena
masturbasi merupakan tindakan seksual yang begitu umum sejak dahulu
kala, saya kira kita mempunyai hak untuk bertanya mengapa masturbasi
tidak disebutkan di dalam Alkitab jika itu adalah perbuatan yang
berdosa.
Dari pandangan medis dan ilmu pengetahuan, kita sekarang mengetahui
bahwa masturbasi tidak berbahaya secara mental ataupun fisik. Tidak
ada alasan-alasan moral yang melawan masturbasi berkenaan dengan
kesehatan jasmani, seperti alasan-alasan yang menentang rokok
didasarkan atas bahaya kanker, emfisema (sejenis penyakit paru-
paru), dan penyakit jantung.
Karena tidak ada petunjuk langsung dari Alkitab, dan karena tidak
ada alasan-alasan moral tentang bahayanya bagi kesehatan jasmani,
maka kita harus memakai prinsip-prinsip Kristiani lain untuk
menentukan apakah masturbasi itu benar atau salah. Saya pribadi
menyimpulkan bahwa masturbasi itu sendiri tidak baik dan juga tidak
jahat. Untuk menentukan salah dan tidaknya, pertanyaan-pertanyaan
lain harus diajukan.
1. Apakah kehidupan pikiran bersih?
--------------------------------
Dalam Matius 5:27,28 Yesus berkata, "Kamu telah mendengar firman:
Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan
dia di dalam hatinya." Perzinahan dan percabulan mental adalah
salah, dan pasti merupakan penghalang bagi pertumbuhan rohani.
Berkhayal tentang perbuatan yang dianggap dursila bila dilakukan
adalah salah.
Tetapi ini bukan berarti bahwa semua khayalan adalah salah. Saya
mengenal beberapa pasangan suami-istri, yang bila berjauhan,
melakukan masturbasi dan memikirkan satu sama lain. Hal ini
dilakukan dalam lingkungan hidup perkawinan dan tidak dapat
digolongkan sebagai perzinahan mental.
Perlu ditambahkan lagi bahwa tidak semua masturbasi disertai
khayalan. Penyelidikan menunjukkan bahwa kira-kira seperempat
orang laki-laki dan setengah orang perempuan tidak berkhayal pada
waktu mereka melakukan masturbasi. Bagi mereka, masturbasi hanya
merupakan pelepasan fisik dari ketegangan seksual.
Sudah jelas, orang tidak mungkin mempunyai pikiran yang bersih
sementara menggunakan pornografi untuk merangsang khayalan yang
membirahikan mengenai perbuatan-perbuatan haram. Namun ada orang
yang bisa melakukan masturbasi tanpa membayangkan sesuatu yang
najis.
2. Apakah kehidupan sosial dan kekeluargaan sehat?
-----------------------------------------------
Ada orang yang memakai masturbasi sebagai pelarian dari kehidupan
sosial. Jika masturbasi menjadi pengganti hubungan kita dengan
sesama, jika dipakai sebagai upaya untuk melarikan diri dari
tekanan kesepian, frustrasi dan depresi, maka perbuatan itu
merugikan kita dan menghalang-halangi pertumbuhan rohani.
Setelah bertahun-tahun memberikan konseling, saya akhirnya
membedakan antara masturbasi sebagai upaya sementara untuk
melepaskan nafsu seksual yang normal dan masturbasi sebagai
kebiasaan yang terus-menerus dilakukan oleh karena goncangan
emosional yang mendalam. Kadang-kadang, masturbasi merupakan
bagian yang tak dapat dielakkan dalam proses pertumbuhan yang
normal, khususnya bagi para remaja laki-laki. Sebaliknya,
masturbasi yang terus-menerus, disebabkan oleh problema yang
serius: ketidakmampuan untuk berhubungan dengan orang lain,
khususnya dengan lawan jenisnya; depresi dan rasa dendam yang
mendalam. Dalam situasi seperti ini, masturbasi merupakan gejala
dari persoalan yang lebih mendalam.
Orangtua, pendeta, dan para konselor Kristen harus belajar untuk
mengetahui perbedaan antarbermacam-macam jenis masturbasi. Bagi
kebanyakan orang Kristen, masturbasi merupakan dalih untuk rasa
bersalah mereka, padahal masalah yang sebenarnya bukanlah
masturbasi itu.
Jika seseorang kuatir tentang masturbasi, bagaimana ia dapat
mengatasinya?
Biasanya, untuk menyerang secara langsung perbuatan ini dari segi
rohani adalah sia-sia. Hal ini tidak memperkecil persoalan tetapi
justru memperburuknya. Membangkitkan perasaan gelisah tentang
masturbasi, justru merangsang perbuatan itu. Sebenarnya, serangan
secara langsung itu sering menciptakan lingkaran ke bawah: orang
yang bersangkutan itu berusaha berdoa dan membaca Alkitab serta
berjanji akan berhenti, tetapi ia tak mampu menepati janjinya lalu
merasa tidak enak sekali, dan mengulangi pendekatan ini lagi.
Berdoa bisa menolong -- atau bisa merusak. Doa yang merusak adalah
negatif. Doa-doa itu mengatakan kepada Allah betapa buruknya kita,
sehingga doa itu malah menciptakan rasa bersalah, keresahan, dan
depresi yang lebih hebat. Doa yang menolong mengucapkan perkataan
yang meyakinkan kasih Allah yang menerima kita apa adanya. Doa itu
akan menunjuk kepada kesetiaan-Nya walaupun kita gagal. "Terima
kasih, ya Tuhan, karena Engkau mengasihiku, menyembuhkanku, dan
menolongku dalam semua persoalanku." Berdoa dengan positif menolong
untuk mematahkan lingkaran keputusasaan dan rasa bersalah.
Tak seorang pun yang dapat memastikan, apakah masturbasi yang
menimbulkan rasa bersalah, atau rasa bersalah itu yang mendorong
untuk melakukan masturbasi. Apa pun masalahnya, menyerang keadaan
itu secara langsung akan membuatnya semakin buruk. Jauh lebih baik
untuk mengalihkan pikiran mereka dari rasa bersalah dan kecemasan
mereka dengan menerangkan bahwa salah dan benarnya perbuatan itu
bergantung pada faktor-faktor lain.
Jadi, bagaimana seseorang harus menghadapi masturbasi? Hadapi secara
tidak langsung. Perhatikan kehidupan sosial, jalin hubungan dengan
orang lain. Bergaullah, jangan berkhayal. Adakan kegiatan di luar
rumah dengan orang lain. Carilah teman, khususnya dari lawan jenis --
orang-orang sesungguhnya dapat Anda senangi tanpa berkhayal secara
seksual tentang mereka.
Jikalau seseorang melakukan hal ini, kadang-kadang kebiasaan yang
terus-menerus menguasai dirinya itu dapat dihentikan hanya dalam
beberapa minggu atau bulan. Masturbasi tidak lagi menjadi pusat
perhatian eksistensi orang itu, melainkan menjadi cara yang kadang-
kadang digunakan untuk mengurangi ketegangan seksual. Bahkan,
akhirnya orang itu mungkin meninggalkannya sama sekali.
Sukacita yang sejati yang terdapat dalam persahabatan dan pergaulan
melalui hubungan kencan yang sehat bisa memenuhi kebutuhan yang
dahulu dipenuhi oleh suatu cara yang tidak memuaskan. Orang itu
tidak perlu lagi melakukan masturbasi. Ia telah tumbuh, menjadi
dewasa, dan meninggalkan sifat kekanak-kanakannya.
-*- Sumber diedit dari: -*-
Judul Buku : Pola Hidup Kristen
Judul Artikel : Masturbasi
Penulis : David A. Seamands
Penerbit : Kerjasama antara Penerbit Gandum Mas, Yayasan Kalam
Hidup dan YAKIN
Halaman : 823 - 827
*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*
(Artikel 2)
-*- MASTURBASI: MASALAH KLASIK PRIA -*-
"Pria melihat seks di mana-mana dan di dalam segala hal. Di rok
mini, celana jeans ketat, keramahan, dan bahkan senyuman. Pria
memiliki kemampuan mengubah hampir segala hal ke dalam obsesi yang
dapat memuaskan dorongan-dorongan erotis. Tapi di sisi lain, ada
semacam memori di dalam pikiran pria yang mengatakan bahwa ia harus
mengendalikan hormonnya. Jadi, tidak mengherankan jika pria suka
bingung dengan seksualitas diri mereka," kata Dr. Archibald D. Hart,
dekan Graduate School of Psychology di Fuller Theological Seminary
di California, yang juga penulis buku "The Sexual Man".
Dan khusus bagi pria lajang, umumnya akan mengalami masalah dengan
urusan onani (masturbasi). Di mata medis, efek jelek bermasturbasi
lebih pada kerisauan batin pada diri pelaku sendiri. Orang yang
rajin beronani menjadi "sakit" bukan lantaran onani mengakibatkan
dengkul menjadi kopong, melainkan karena kegundahan akibat ia merasa
yakin dirinya sedang dipelototi Tuhan.
Secara medis, tidak ada alasan yang bisa mendasari larangan untuk
beronani, tapi sebaliknya, tidak ada dasar medis juga yang
menganjurkan agar orang berbondong-bondong melakukan masturbasi.
Sperma yang tidak tersalurkan tidak bakal menjadi batu atau berubah
menjadi jimat. Tanpa perlu diperintah lagi, sperma ini dengan
sendirinya akan diserap oleh tubuh, tanpa menyisakan efek buruk.
Jadi, masalahnya cuma pada bagaimana setiap pria lajang bisa cerdas
mengendalikan diri. Saya rasa itu lebih pada soal muatan niat saja.
Selama pria lajang tidak rela terbawa terus oleh preokupasi seks
dari waktu-waktu luangnya, ia tidak bakal mudah terhanyut oleh
dorongan hormon testosteron yang membuat gairah seksnya meningkat.
Pengaruhnya pada Keintiman Pernikahan
-------------------------------------
Walau tidak memberi dampak secara medis, masturbasi dapat memberi
dampak pada keintiman dan kelanggengan pernikahan. Dari penelitian
yang dilakukannya, Dr. Archibald mengatakan bahwa pria yang
bermasturbasi akan terus melakukannya sekalipun telah menikah.
Mereka bermasturbasi karena ketagihan. Kecanduan ini terbentuk sejak
masa remaja, biasanya dalam konteks disalahkan atau tabu yang kuat.
Obsesi ini menjadi tidak sehat untuk pernikahan karena para suami
akhirnya merasa bahwa hubungan seks kurang memuaskan. Penggunaan
fantasi membawanya kepada pelukan orang lain atau kepada film porno
favoritnya. Ia tidak memprioritaskan hubungan seks dan keintiman
yang semestinya dengan pasangannya. Padahal, hanya keintimanlah yang
dapat membangun ikatan seksual yang lebih baik antara suami dan
istri.
-*- Sumber diambil dari: -*-
Judul Majalah: GetLIFE!, Edisi #04
Judul Artikel: Masturbasi: Masalah Klasik Pria
Penulis : dr. Handrawan Nadesul
Penerbit : Yayasan Pelita Indonesia, Bandung, 2004
Halaman : 61
*BIMBINGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*-* ALKITABIAH*
-*- PERSPEKTIF ALKITABIAH: MASTURBASI -*-
Meskipun masih banyak orang yang memperdebatkan apakah masturbasi
itu berdosa atau tidak, namun beberapa ayat berikut ini kami
harapkan mampu menjadi landasan bagi Anda untuk menjawab kontroversi
ini. Berikut ini ayat-ayat tersebut:
Fantasi seksuil dalam perzinahan : Matius 5:27-28
Jangan membawa diri dalam pencobaan: Yakobus 4:7-8
Tuhan menghendaki pertobatan kita : 1Yohanes 1:7b
Belajar memikirkan hal-hal yang baik dan berkenan kepada Tuhan:
Filipi 4:8; Roma 12:1-2; Kolose 3:2.
-*- Sumber diambil dari: -*-
Judul Buku : Buku Panduan Pelayanan Konseling Melalui Telepon
Penulis : Pdt. Dr. Yakub B. Susabda; Dr. Esther Susabda;
Ir. Asriningrum Utami; Dra. Iis Achsa, S.Th.;
Lanny Pranata, B.A.; Dra. Lily Yuliana
Penerbit : People Helpers Ministry Indonesia, Jakarta, 1998
Halaman : 42
*TIPS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TIPS*
-*- MENGHILANGKAN KEBIASAAN MASTURBASI -*-
Suatu kebiasaan ialah sesuatu yang dilakukan berulang-ulang tanpa
mempertanyakan ataupun meragukannya. Untuk menghilangkan kebiasaan
melakukan masturbasi, seseorang harus membuat usaha terencana untuk
menolaknya atau memutuskan kebiasaan yang mendorong dan bersifat
spontan tersebut.
PERTAMA, Anda harus mempunyai kemauan untuk mengubahnya. Niat yang
tulus untuk mengubah kebiasaan berdosa ini harus diucapkan kepada
Allah dalam doa. Katakanlah kepada Allah bahwa Anda benar-benar
ingin menghentikan kebiasaan ini, bahwa Anda merasa tidak mampu
mengendalikannya, dan bahwa Anda tidak sanggup menghilangkan
kebiasaan ini tanpa pertolongan-Nya. Mintalah pertolongan-Nya,
dengan penuh keyakinan dan kepercayaan. Katakanlah kepada-Nya bahwa
Anda mengharapkan-Nya untuk memberi kekuatan dan disiplin diri yang
Anda perlukan. Mungkin Anda perlu mendoakan hal ini beberapa kali.
KEDUA, mulailah mempelajari dan mengingat kembali mengenai kebiasaan
masturbasi Anda. Pelajarilah polanya. Berapa kali hal itu terjadi?
Di mana dan kapan Anda melakukannya? Bagaimanakah perasaan Anda
secara fisik ataupun emosional pada saat melakukannya? Sebagai
contoh, seseorang mendapati bahwa ia selalu melakukan masturbasi
pada larut malam, di tempat tidurnya ketika ia merasa sangat lelah.
Orang yang lain mendapati bahwa hal itu terjadi bila ia merasa
kosong dan agak depresi.
KETIGA, pelajarilah penggunaan metode berikut untuk memutuskan atau
menghentikan kebiasaan masturbasi. Metode ini terdiri atas lima hal
yang harus Anda lakukan, yaitu:
1. Situasi yang Berbahaya
----------------------
Keadaan atau situasi berbahaya yang bagaimanakah yang Anda
alami ketika melakukan masturbasi? Misalnya, apakah Anda
melakukannya setiap kali Anda berada di tempat tidur, atau
pada pagi hari ketika Anda sedang mandi, bila Anda merasa
bosan dan gelisah? Saat-saat ini merupakan saat berbahaya bagi
Anda. Dengan mewaspadai saat atau keadaan berbahaya ini serta
mengubahnya bila itu dapat Anda lakukan, maka seharusnya Anda
mulai dapat mengurangi kebiasaan masturbasi Anda.
2. Tindakan atau Perbuatan
-----------------------
Perbuatan apakah yang Anda lakukan untuk merangsang diri,
apakah dengan mata, tangan, atau tubuh Anda? Anda harus
mengambil keputusan untuk memperhatikan hal ini serta
menghentikannya.
3. Ayat Alkitab
------------
Gunakanlah ayat-ayat tertentu dalam Alkitab yang telah Anda
hafalkan untuk memperkuat keputusan Anda dan mintalah
pertolongan Allah bila Anda tergoda untuk melakukan
masturbasi. Carilah ayat-ayat berikut dan cobalah
menghafalkannya: Mazmur 37:5, 46:2;
Yesaya 26:3;
Matius 4:4, 7:10;
Roma 8:28;
Filipi 4:13,19.
4. Minat atau Niat
---------------
Ucapkanlah kata-kata berikut ini dengan tegas dalam diri Anda,
"Saya tidak berminat melakukan masturbasi karena ..."
- Saya tidak mau berbuat dosa.
- Saya tidak menyukai citra diri saya ini.
- Saya adalah manusia baru dalam Kristus.
- Hal itu tidak berguna bagi harga diri saya.
- Hal itu membuat saya merasa sebagai orang yang munafik
atau curang.
- Saya memiliki pengendalian diri untuk menghilangkan
kebiasaan ini.
5. Pola Pikir
----------
Dengan penuh kesadaran, ubahlah pola pikir Anda. Kebiasaan
melakukan masturbasi selalu dirangsang oleh pikiran-pikiran
yang bersifat erostis dan seksual. Bila pikiran-pikiran
semacam itu timbul, sangat penting bagi Anda untuk "menawan
segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus," (2Korintus 10:5b). Cara yang efektif untuk melakukan hal ini ialah
mengatakan dengan tegas, "Berhenti!" Kemudian mulailah
mengalihkan diri Anda dengan kegiatan atau pikiran lain.
[Dalam bahasa Inggris, kelima hal tersebut dapat disingkat sebagai
HABIT --> H: Hazardous Situation (Situasi yang Berbahaya),
A: Action (Tindakan atau Perbuatan),
B: Bible Verses (Ayat-ayat Alkitab),
I: Intentions (Minat atau Niat),
T: Thought (Pola Pikir).
Dalam bahasa Inggris sendiri, kata "habit" berarti kebiasaan.]
Bila dengan penuh kesadaran Anda berusaha melaksanakan kelima hal
tersebut, Anda akan mampu mengurangi kebiasaan masturbasi. Allah
pasti akan menguatkan dan memberkati usaha-usaha Anda ini. Ingatlah,
"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa
yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1Samuel 16:7)
-*- Sumber diedit dari: -*-
Judul Buku: Tidak Lagi Homo
Penulis : Dr. William Consiglio
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1998
Halaman : 102 - 104
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.