Bait Suci ke 3 dibangun kembali
Wahyu 11:1 - 2
11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
Bait Suci Ketiga, juga dikenal sebagai Bait Suci Yehezkiel, adalah gagasan dan keinginan keagamaan pada Agama Yahudi yang berakar dalam Alkitab Ibrani. Bait Ketiga disebutkan dalam banyak doa-doa Yudaisme untuk pengembalian dan pembangunan kembali Bait Allah di Yerusalem, tempat dahulunya berdiri Bait Pertama dan Bait Kedua, yang dihancurkan oleh orang-orang Babilonia kuno dan Romawi.
Sumber: id.wikipedia.org
Saat ini aktivitas di Israel meningkat terkait rencana pembangunan bait Allah ke 3. Beberapa grup dan organisasi seperti ”The Temple Mount Faithful” terus meningkatkan kerja mereka untuk membangun kembali bait suci Allah ke 3. Bahkan bangsa Yahudi telah mempersiapkan tata cara pengorbanan seperti pada bait suci lama (1 dan 2). Beberapa group lain berusaha membangun Bait Allah ketiga dengan jalan damai dan kompromi sedangkan yang lain berusaha untuk menghancurkan “Dome Of The Rock”
Dr. Asher Kaufman telah meniliti di lokasi bait suci dan mempelajari Dokumen selama bertahun-tahun. Dia mengatakan bahwa lokasi asli bait suci adalah 322 feet ke utara dari “dome Of the Rock”. Jika anda melihat, disana ada sebuah batu datar dalam banguan yang kecil yang disebut “dome of the spirit” atau juga “dome of the tablets”. Dr. Kaufman percaya bahwa inilah tempat yang maha suci dan kudus dari bait Allah pada masa Salomo. Mengkuti illustrasi dan gambaran lokasi bait suci sekarang, Dengan “Dome Of The Rock” dan bait Allah ke 3 akan dibangun disebelahnya.
Ilustrasi berikut menunjukan area sekitar bait suci Yerusalem. Anda dapat melihat bahwa area yang terbuka dari kubah emas “Dome Of The Rock” ke sebelah utara, ada jarak diantara bangunan Islam ini untuk membangun bait suci Allah yang ketiga. Garis biru pada gambar disamping menunjukan bahwa tembok akan dibangun untuk memisahkan antara bait suci Allah dengan “Dome Of The Rock” seperti yang dikatakan (Wahyu 11:2) dan itu bukan area di luar bait suci yang telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain
Gambar berikut menunjukkan Bait suci, dengan bangunan Islam “Dome Of the Rock” dengan illustrasi bangunan baru bait Allah sudah dibangun dan mungkin terlihat seperti ini. Dengan jalan masuk menuju bait suci adalah pintu gerbang sebelah timur.
Semua tembok yang mengeliling Yerusalem adalah tembok yang tinggi, kecuali tembok disebelah timur. Hal ini di maksud supaya, yang mengorbankan sapi atau hewan korban dapat melihatnya dari bukit Zaitun melewati pintu gerbang sebelah timur selama hari penebusan [Mishnah, Middot 2:4]
Apakah Israel akan mengadakan suatu kesepakatan dengan bangsa Arab untuk membangun Bait Suci ke 3 tersebut? Apakah bangsa Arab akan mengizinkannya? Atau akan terjadi perang yang sangat dahsyat?
Mari kita pantau terus, karena hal ini adalah salah satu tanda akhir zaman yang sangat penting.
Lembu/Sapi Merah
Sapi Merah (Red Heifer) dibutuhkan untuk pemurniaan segala macam perkakas didalam Bait Allah yang baru nanti di Yerusalem. Baru-baru ini telah ditemukan.jika sapi Merah telah benar-benar berwarna merah, maka siap digunakan untuk menyucikan bait Allah. Menurut sumber Yahudi, Tidak ada sapi yang benar-benar berwarna merah yang sudah lahir di Israel sejak Yerusalem jatuh tahun 70 M. Salah seorang aktivis Yahudi mengatakan “Kami telah menunggu 2000 tahun untuk tanda dari Tuhan, dan sekarang telah terbukti dengan lahirnya sapi merah. ”Kelahiran sapi Merah dilihat sebagai tanda kedatangan Mesias dan melanjutkan kembali Upacara Korban di bumi di bait Allah ke 3, ketika dia datang kembali.
Sapi Merah telah lahir di Israel, yang hanya terjadi satu kelahiran untuk setiap generasi. Ini adalah Mujizat. Sangat langka, Itu sudah cukup sebab abu lembu merah ini dengan air murni sudah cukup untuk penahbisan atau pemurnian. Sejauh ini jumlah sapi atau lembu merah yang lahir adalah sembilan. 10 lembu merah diperkirakan lahir pada akhir Bait Allah ke 3 selesai dibangun.
Sumber: penuai.wordpress.com
Bilangan 19:2, 3, 5, 9
19:2 "Inilah ketetapan hukum yang diperintahkan TUHAN dengan berfirman: Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu seekor lembu betina merahyang tidak bercela, yang tidak ada cacatnya dan yang belum pernah kena kuk.
19:3 Dan haruslah kamu memberikannya kepada imam Eleazar, maka lembu itu harus dibawa ke luar tempat perkemahan, lalu disembelih di depan imam.
19:5 Sesudah itu haruslah lembu itu dibakar habis di depan mata imam; kulitnya, dagingnya dan darahnya haruslah dibakar habis bersama-sama dengan kotorannya.
19:9 Maka seorang yang tahir haruslah mengumpulkan abu lembu itu dan menaruhnya pada suatu tempat yang tahir di luar tempat perkemahan, supaya semuanya itu tinggal tersimpan bagi umat Israel untuk membuat air pentahiran; itulah penghapus dosa.
Semenjak dinubuatkan bahwa nantinya akan ada tempat pengorbanan, maka banyak orang yang kemudian bertanya-tanya tentang ada tidaknya kemungkinan akan di dirikannya BAIT rumah Tuhan yang besar di Yerusalem. Sementara yang lainnya mengatakan bahwa kemungkinan akan terdapat sebuah altar yang akan didirikan seperti apa yang dulu pernah didirikan ketika orang Yahudi kembali dari perbudakan di Babilon (Ezra 3:2). Oleh karenanya marilah kita terus memperhatikan tentang hal-hal tersebut di dalam berita dunia [karena perihal tempat pengorbanan ini adalah sangat penting di dalam nubuatan akhir zaman]. Nubuatan dengan jelas menunjukkan bahwa orang Yahudi akan sekali lagi mempersembahkan korban di Yerusalem. Walaupun memanglah perihal apakah di Yerusalem akan didirikan sebuah bait atau sebuah altar sederhana belumlah jelas namun hal ini bukanlah berarti bahwa tempat pengorbanan tidak akan pernah didirikan. Ingatlah orang-orang Yahudi di dalam peristiwa Peperangan Enam Hari, mereka dengan secara tiba-tiba dapat melakukan suatu tindakan dengan cepat dan tanpa diduga [sehingga hal itu pulalah yang dapat terjadi di dalam hari-hari mendatang berhubungan dengan tempat korban]. Orang-orang Yahudi dapat bertindak dengan cepat jika mereka memang dipojokkan pada suatu kondisi tertentu.
Sumber: indolcg.org
18. Dua Saksi Allah
Wahyu 11:3 - 4
11:3 Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
11:4 Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.
Ada dua penafsiran mengenai hal tersebut diatas:
Penafsiran Pertama:
Beberapa penafsir Alkitab mengidentifikasikan kedua saksi itu adalah Henokh (karena tidak mati, Kej 5:24) dan Elia (juga tidak maengalami kematian, 2 Raj 2:11-12) atau Musa. Tetapi, untuk hal ini ada 3 alasan penting yang mengindikasikan mereka adalah Musa dan Elia.
Musa dan Elia adalah 2 orang yang berpengaruh dalam sejarah bangsa Yahudi. Musa memperkenalkan Hukum Tuhan yang tertulis kepada Israel. Elia figur pemimpin profetik. Ketika orang Yahudi menyebut “Musa dan Elia”, itu berarti “Hukum dan Para Nabi”
Musa dan Elia bersama Yesus dan ketiga murid di atas gunung ketika Yesus berubah rupa di depan mereka (Mat 17).
Kedua saksi punya kuasa untuk membunuh dengan api dari mulut mereka terhadap orang yang mau menyakiti mereka. “Langit ditutup, sehingga hujan tidak turun”, “mengubah air jadi darah”, “menimpakan bumi dengan berbagai wabah, kapan saja mereka menginginkan” (Wahyu 11:5,6). Ini adalah seluruh mujizat yang dilakukan Musa dan Elia. Elia terkenal memanggil api turun dari langit, peristiwa yang terkenal dalam 1 Raj 18:36-38 ketika pertandingan Elia dan para nabi Baal. Elia juga dihubungkan secara ilahi penyebab musim kering dan penghakiman dengan api. Musa tentu saja, berhubungan dengan 10 Tulah yang menimpa Mesir sebelum Peristiwa Keluarnya bangsa Israel.
Dua Saksi dalam Wahyu 11 akan memainkan peran penting dalam penuaian jiwa besar-besaran selama 42 bulan pertama dari masa Tribulasi. Mereka akan mengajarkan jutaan orang Yahudi di Tanah Kudus hal-hal teologia dan rohani yang memimpin mereka kepada Injil Kristus.
Pekerjaan supranatural dipercayakan kepada dua saksi yang menjadi kesaksian akan eksistensi dan kuasa Allah yang Hidup. Antikristus tidak akan punya kuasa terhadap mereka sampai waktunya tiba.
Kita mungkin berharap dua saksi ini menentang dan akhirnya mengalahakan Antikristus, seperti Musa lakukan terhadap Firaun dan Elia terhadap Ahab dan Izebel. Namun itu bukan tujuan mereka.
Ketika mereka menyelesaikan kesaksian mereka, binatang yang keluar dari jurang maut akan membuat perang melawan mereka, mengalahkan mereka dan membunuh mereka. Dan mayat mereka akan dipertontonkan di jalan pada kota besar yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, dimana Yesus disalibkan. Dan mereka yang tinggal di bumi akan bergembira menyaksikannya, berpesta, dan saling memberikan hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi. (Wahyu 11:7-8,10)
Untuk alasan yang hanya diketahui oleh Allah, Allah akan membiarkan Antikristus untuk mengalahkan dan membunuh dua saksi sampai mereka “menyelesaikan kesaksian/tugas mereka”. Sebelum waktu itu, mereka tidak mungkin terbunuh, setiap orang yang mengancam mereka akan dibunuh dengan api yang keluar dari mulut mereka.
Setelah matinya dua saksi, orang yang tidak diselamatkan yang begitu membenci mereka akan menolak mereka untuk dikuburkan, malah membiarkan sisa-sisa mayat mereka membusuk di jalan-jalan Yerusalem. Kemudian mereka akan “bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah” dalam merayakan kematian dua saksi (Wahyu 11:9)
Yohanes menubuatkan bahwa “Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya” Bagaimana seluruh dunia melihat mayat mereka? Bahkan baru-baru ini “sebelum 15 tahun tahun lalu” kelihatan mustahil untuk menggenapi nubuat ini, namun hari ini kemajuan teknologi dapat menyiarkan berita secara global. Arti nubuat ini tidak perlu terlalu ditekankan.
Ketika mereka yang tak ditebus " orang-orang, suku bangsa, bahasa, dan negara-negara" menatap mayat yang membusuk dari dua saksi, tidak diragukan mereka akan berpikir, " Ha! Lihat itu, kamu pengacau yang menyedihkan!" Tetapi mereka terlalu cepat gembira. Yohanes menubuatkan bahwa selagi dunia sedang menyaksikan, Tuhan akan lakukan suatu keajaiban yang luar biasa .
Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka. Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga. (Wahyu 11:11-13)
Selain itu, kebangkitan dua saksi akan merupakan suatu tanda yang penuh kasih demi Allah Yang Maha Kuasa untuk membuat kuasa dan keberadaan nya dikenal di seluruh bumi. Jutaan orang yang ditegur oleh yang 144.000 Para saksi Yahudi dan yang dihukum oleh Roh Kudus akan melihat demonstrasi ini dari kuasa ilahi dan bereaksi terhadap Juru Selamat. Masyarakat Yerusalem akan mempunyai lebih banyak alasan untuk menjawab, karena Yohanes menceritakan kepada kita bahwa dari suatu gempa bumi yang perkasa yang akan merobohkan sepersepuluh dari kota masa lampau dan membunuh 7.000 orang.
Bahkan dalam Wahyu, setelah penghakiman ilahi menimpa bumi, kita membaca bahwa orang-orang menolak untuk bertobat dan bahkan menghujat Tuhan (Wahyu 16:9, 11). Tetapi bukan waktu ini. Yohanes menunjukkan bahwa " orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Allah yang di sorga." Arti dari ayat ini adalah pusat kisah ini, dan sampai masa terakhir. Tuhan mendatangkan wabah dan penghakiman Tribulasi/kesengsaraan menyebabkan masyarakat dunia bertobat dan berbalik kepada-Nya. Allah menceritakan kepada kita berulang kali dalam perkataanNya bahwa Dia ”tidak berkenan kepada kematian orang fasik" tetapi sebagai gantinya menginginkan bahwa mereka berbalik dari dosa mereka dan Percaya kepada Dia (Yehezkiel 33:11).
Left Behind: Kebangkitan dua saksi akan mengingatkan mereka yang tertinggal untuk merenungi diri mereka, meninggalkan pencarian kalut mereka untuk kesenangan dan pemenuhan diri, dan berbalik pada Kristus untuk keselamatan.
Diambil dari The Authorized Left Behind Handbook by Tim LaHaye, Jerry B. Jenkins, and Sandi L. Swanson. Tyndale House Publishers, 2005.
Jadi Dua Saksi yang dimaksud dalam kitab Wahyu kemungkinan besar menunjuk pada “Musa dan Elia”
Sumber: In-Christ.Net -- PESONA ALKITAB, PBMR ANDI, Dede Wijaya, Cetakan ketiga, 2007
Penafsiran Kedua:
Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, kitabWahyu bukan sebuah misteri, tetapi adalah satu penyelesaian dari Tuhan. Sebagai akibatnya, kita tidak dapat melihat kitab tersebut dengan doktrin kita yang diletakkan didalamnya, tetapi berharap untuk belajar apa yang Tuhan mungkin telah sediakan bagi kita dalam kitab tersebut. Dua orang saksi seperti yang dicatat dalam Wahyu 11:3-7 adalah contoh yang baik dari mengapa. Banyak orang percaya bahwa dua orang saksi ini adalah sebuah pasangan dari orang orang kudus yang ada dalam Kitab Perjanjian Lama, seperti Henokh atau Musa dan Elia, tetapi mungkin mereka adalah sesuatu yang lain secara keseluruhan :
Wahyu 11 : 3 “... Dan Aku akan memberi tugas kepada dua Saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.”
Sejak prinsip hari-tahun ( 1 hari = 1 tahun ) memenuhi sejarah kita sampai begitu jauh, sepertinya kedua orang saksi tersebut akan bersaksi selama 1260 tahun. Tidak ada seorangpun di abad manapun yang dapat hidup selama 1260 tahun jadi hal ini bukanlah mengenai dua individu. Kita membutuhkan petunjuk lain :
Wahyu 11 : 4 “ Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri dihadapan Tuhan semesta alam. “
Hmm.... Pohon zaitun dan kaki dian. Apa yang dapat diartikan dari kedua lambang tersebut ? Jika tidak, kedua saksi Tuhan adalah pasangan dari pohon zaitu yang telah sangat tua dan satu pasang dari barang yang sangat kuno, kaki dian yang meneteskan minyak, jadi suka atau tidak, kita sedang berhadapan dengan bahasa lambang atau kiasan. Jadi mari kita lihat lebih lanjut apakah kita dapat menemukan definisi secara alkitabiah untuk pohon zaitun dan kaki dian.
Untuk menjelaskan lambang-lambang tersebut labih lanjut, kita mungkin perlu menerapkan salah satu dari peraturan dalam hermenutik ( Hermenutiks adalah sebuah ilmu menterjemahkan, khususnya yang berhubungan Firman-Firman, yang merupakan cabang dari teologi yang berhubungan dengan penjelasan atau penafsiran alkitabiah ). Sekarang, hermenuitik adalah bukan suatu disiplin seperti kita sedang bermain sebuah permainan yang dipakai untuk memenuhi doktrin-doktrin kita.
Hermenuitik adalah bagaimana cara menterjemahkan suatu kata yang diucapkan atau yang ditulis dalam dokumen. Hermenutiks memiliki penjelasan yang sangat baik, peraturan pengujian waktu [time-tested rules ]. Diantaranya peraturan “
Firman-firman atau ayat-ayat yang berdekatan atau berhubungan [ scriptural adjency ] “.Peraturan ini menetapkan : ketika anda membaca sesuatu yangtidak anda mengerti, yang pertama pelajari kesuluruhan dari teks, kemudian bab atau pasal, kemudian kitab dimana bab atau pasal tersebut berada, kemudian bagian Alkitab ( Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru dimana kitab tersebut berada, dan terakhir yang berhubungan dengan ayat tersebut di seluruh Alkitab.
Dan ini adalah satu peraturan yang kedengarannya sangat masuk akal. Dengan kata lain....
Kita tidak perlu melihat ke Perjanjian Lama untuk mendefinikan dari lambing-lambang yang ada dalam Perjanjian Baru kalau dalam Perjanjian Baru sendiri memiliki definisi yang sempurna untuknya! ( Kaki dian dan pohon zaitun juga digunakan secara lambang dalam Zakaria 4, tetapi definisi lambang yang kita maksudkan dalam pasal diatas untuk kita adalah diluar dari jaman Zakaria [ Pemimpin Bangsa Yahudi ( Kaki dian dan pohon zaitun juga digunakan secara lambang dalam Zakaria 4, tetapi definisi lambang yang kita maksudkan dalam pasal diatas untuk kita adalah diluar dari jaman Zakaria [Pemimpin Bangsa YahudiZerubabel adalah salah satu dari mereka ]. Jadi, apakah berdasarkan definisi dari Zakaria 4, Zerubabel dan “ kedua orang yang diurapi “ adalah kedua saksi dalam Wahyu 11 ? Seperti sangat tidak mungkin, sejak dia wafat 2500 tahun yang lalu. Kita melihat tidak ada petunjuk dalam akhir jaman yang mengarah pada personifikasi dari Zerubabel dalam Perjanjian Baru, dan lebih jauh lagi Kitab Wahyu tidak menyebut kedua saksi dalam jaman atau era Kristen sebagai “yang diurapi”. Bagaimanapun juga, sejak “kedua orang yang diurapi “ dalam Zakaria tidak dengan jelas diidentifikasikan, ada kemungkinan mereka adalah petunjuk yang diberikan dalam Kitab Perjanjian Lama mengenai dua saksi dalam Wahyu 11 ).
Dalam kutipan Wahyu 11:4 diatas, kedua saksi dalam era atau jaman Kristen digambarkan sebagai pohon zaitun dan kaki dian. Untuk menemukan definisi yang benar dan tepat untuk kedua lambang tersebut, kita harus menemukan kontekstual yang mendekati yang dapat menjelaskan lambang tersebut. Cari dan lihatlah, tepat dalam Kitab Wahyu kita dapat menemukan definisi kaki dian :
Wahyu 1:20 “ Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kau lihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu : ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu adalah ketujuh jemaat.”
Tepat dalam Wahyu 1, kaki dian didefinisikan sebagai gereja. Sekarang jika kaki dian adalah Gereja dalam Wahyu 1, kemudian adalah apa ? Kaki dian adalah tetap gereja dalam Wahyu 11. Satu satunya cara apabila yang dimaksud kaki dian adalah bukan gereja jika Tuhan sendiri mengubah maksud simbolis dari kata-kata yang dimaksud diantara Wahyu 1:20 dan Wahyu 11:4 dengan penjelasan pada bagian lain. Tidak ada perubahan definisi yang ditemukan di kitab Wahyu [ atau di bagian lain dalam Firman untuk masalah tersebut ].
Sehingga kaki dian yang dimaksud dalam Wahyu 11:4 adalah gereja. Interpretasi tersebut adalah bukan sesuatu yang dihasilkan oleh teolog yang cerdas dengan imajinasi yang berlebihan. Kaki dian adalah gereja karena Alkitab sendiri yang mendefinisikannya dengan maksud tersebut.Jadi, jika ketujuh kaki dian dalam wahyu 1 adalah ketujuh jemaat atau gereja, apa yang akan anda harapkan dari arti dua kaki dian dalam Wahyu 11 ? mengapa, dua gereja tentu saja. Tetapi jika kedua saksi hanya dua gereja, gereja mana yang dimaksud ?
Kemungkinan setiap denominasi di seluruh dunia akan menyukai untuk dipercayai sebagai salah satu dari kedua saksi [ dengan sisanya adalah orang-orang Kristen yang telah sesat, tentu saja ], tetapi gereja Tuhan dalam Era Kristen adalah jauh lebih luas dari pembatasan-pembatasan sektarian yang dibuat manusia, dan lambang pohon Zaitun dengan positif mengindentifikasikan siapakah salah satunya.
Dengan masih memakai prinsip dari ayat-ayat firman yang berdekatan, kita pertama mencoba untu suatu definisi dari pohon zaitun dalam Kitab Wahyu dan kemudian sisanya dalam Perjanjian Baru. Empat kali dalam Perjanjian Lama dan dua kali dalam Perjanjian Baru, Israel didefinisikan sebagai pohon zaitun.
Ayat-ayat dalam Perjanjian Lama dapat menjelaskan hal tersebut, tetapi kita masih tidak perlu penjelasan Perjanjian Lama untuk menjelaskan lambang dalam Perjanjian Baru, apabila dalam perjanjian Baru sendiri memiliki penjelasan yang dimaksud dengan sangat tepat :
Roma 11 : 17 “ Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan [ Bangsa Yahudi ] dan kamu [ bangsa-bangsa lain sebagai gereja ] sebagai tunas liar telah dicangkokkan diantaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah.”
Roma 11:24 “ Sebab jika kamu [ bangsa-bangsa lain sebagai gereja ] telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati [ Bangsa Yahudi ], terlebih lagi mereka ini [ Bangsa Yahudi ], yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.”
Wahyu adalah Kitab dalam Perjanjian Baru, dan sebuah definisi dari Perjanjian Baru untuk pohon Zaitun muncul dalam Roma 11 ( Yeremia 11:16 –” pohon Zaitun yang rimbun, elok dipandang mata, pernah Tuhan menamai engkau. Tetapi dengan bunyi keributan yang hebat Ia menyalakan api pada daun-daunnya, sehingga ranting-rantingnya terbakar. “ Yesaya 17:6 – “ Dari padanya akan tertinggal sisa-sisa untuk pemetik susulan seperti pada waktu orang menjolok buah zaitun, tertinggal satu dua di sebelah pucuknya dan beberapa didahan-dahanya, demikianlah Firman Tuhan, Sesembahan Israel.” Yesaya 24:13 – “ Sebab beginilah akan terjadi diatas bumi, ditengah bangsabangsa, yaitu seperti pada waktu orang menjolok buah zaitun, seperti pada waktu pemetikan susulan, apabila panen buah anggur sudah berakhir.” Hosea 14:7 – “ Rantingrantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.” ). Sesuai dengan seluruh pasal, Gereja yang terdiri dari orang-orang bangsa- bangsa lain adalah salah satu pohon zaitun, dan yang satunya adalah orang-orang dari Bangsa yahudi. Jadi hasilnya .....
Satu saksi adalah orang-orang Bangsa Yahudi dan yang satunya lagi adalah Gereja yang terdiri dari bangsa-bangsa lain.
Sumber: Kutipan dari buku karya E H S
19. Pengangkatan orang-orang Kudus
1 Tesalonika 4:16 - 17
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa.
Matius 24:30 - 31
24:30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
Ada banyak perdebatan mengenai waktu pengangkatan tersebut, yaitu:
Pengangkatan sebelum masa penganiayaan
Pengangkatan ditengah-tengah masa penganiayaan
Pengangkatan sesudah masa penganiayaan
Mungkin sebaiknya kita tidak usah terlalu memperdebatkan waktunya, tapi kita sebaiknya memikirkan hal pengangkatannya. Apakah kita siap dan sudah layak untuk mengalami pengangkatan tersebut? Karena ada ayat-ayat alkitab yang memperingatkan sangat keras mengenai hal tersebut, yaitu:
Matius 7:21; 24:40 - 41
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;
24:41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
Menurut alkitab yang harus kita lakukan adalah:
Matius 24:42 - 44
24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
Perlengkapan rohani yang diperlukan untuk berjaga-jaga tersebut adalah:
Efesus 6:13 - 18
6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus
20. Perang Harmagedon
Wahyu 16:12 - 14, 16
16:12 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.
16:13 Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.
16:14 Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.
16:16 Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebutHarmagedon.
Zakharia 12:2
12:2 "Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung.
Kitab Wahyu 16 memberitahu kita bahwa puncak dari pertikaian dalam sejarah umat manusia akan terjadi di lokasi Harmageddon, Tell Meggido, Israel. Itulah peperangan yang paling mengerikan dan yang paling menghancurkan peradaban dan pemerintahan manusia diseluruh dunia. Penderitaan yang menyeramkan akan dialami manusia yang berdiam di bumi dan berjuta-juta orang akan mati. Meggido akan menjadi tempat dimana para raja bumi (pemimpin-pemimpin dunia) dengan seluruh kekuatannya akan berkumpul dan saling berperang menjelang hari "Tuhan Mahakuasa". Nama Harmageddon sendiri diambil dari nama suatu lokasi strategis yang luas diperbukitan Meggido didekat Gunung Karmel dan lembah Yisril, Israel. Tetapi apakah peperangan global yang terakhir akan terjadi di Megiddo? Sebagian orang dikalangan pengamat nubuat Kitab Suci mempertanyakan apakah Harmageddon itu mempunyai pengertian harfiah atau sekedar kiasan. Tetapi sayangnya mereka yang menyatakan Harmageddon sebagai kiasan tidak mampu menunjukkan korelasi pendapat mereka dengan firman Tuhan yang bersifat pararel. Sehingga kita semua seharusnya sepakat bahwa letak Harmageddon yang strategis memang cocok dengan penggambaran umum di dalam pengertian harfiah dengan begitu banyak peneguhan nubuat Kitab Suci. Memang peperangan itu sendiri akan melibatkan seluruh dunia, tetapi titik penentu atau sumbunya berada di Harmagedon.
Diperkirakan oleh banyak pengamat militer bahwa fasilitas militer Israel di Megiddo adalah fasilitas militer rahasia yang paling canggih yang pernah ada dimuka bumi ini. Mungkinkah bangsa Israel menyadari bahwa mereka akan mengambil bagian penting dari nubuatan akhir zaman di Harmagedon. Atau para politisi Israel merasa perlu membangun fasilitas militer sebesar itu untuk mengantisipasi serangan bangsa Arab dan Rusia ketika mereka membangun Bait Suci Ketiga di Bukit Bait Tuhan yang dikuasai orang Muslim? Yang pasti bangsa ini sedang menggenapi nubuatan-nubuatan Kitab Suci tentang akhir zaman, disadari atau tidak. Persiapan terakhir menjelang Harmagedon sedang dilakukan dan melibatkan seluruh kekuatan mesin perang dunia. Satu tanda besar telah hadir di dalam generasi terakhir ini: HARI TUHAN SUDAH DEKAT !!!. (Red)
Sumber: cherubimsonline.com
21. Peristiwa yang sangat tidak berkenan di hadapan Allah
Markus 13:14
13:14 "Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya -- para pembaca hendaklah memperhatikannya -- maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan
Ketika kota Yerusalem diserang dan dikalahkan oleh kekuatan asing maka kekuatan tersebut akan memulai apa yang di dalam Alkitab dikatakan "peristiwa menjijikkan yang menghancurkan, atau suatu perbuatan/peristiwa yang sangat tidak berkenan di hadapan Allah. Sebenarnya peristiwa semacam apakah ini? Yesus Kristus menggambarkan peristiwa yang sangat tidak berkenan di hati Allah ini di dalam Matius 24:15-20. Dimulai pada ayat 15, "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji [peristiwa najis yang menghancurkan yang dipenuhi kecemaran] berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel -- para pembaca hendaklah memperhatikannya -- maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan." Orang-orang di Yudea [pada saat ini mengarah kepada orang di negara Israel modern], ketika mereka melihat peristiwa yang najis serta menghancurkan ini maka mereka diperintahkan untuk melakukan pelarian diri ke gunung-gunung.
Nubuatan memprediksikan bahwa Yerusalem sekali lagi akan dikelilingi oleh pasukan bersenjata (Zakharia 12:2), dan patung berhala akan dididirikan di suatu tempat suci. Yesus memperingatkan mereka yang beriman untuk melarikan diri dengan cepat ketika hal yang mengerikan ini terjadi. "Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya." (Matius 24:17-18 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Dengan kata lain, anda harus segera menyingkir, menyelamatkan diri ketika anda melihat hal ini terjadi karena jika anda menunggu, maka akanlah terlambat bagi kita untuk melarikan diri. "Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat [umat Allah akan merayakan Sabat]" (ayat 19-20).
Sesungguhnya terdapat suatu kejadian sejarah yang sama dengan kejadian peristiwa penghancuran Yerusalem dan pendirian patung berhala di Bait di Yerusalem pada masa akhir zaman ini. Pada masa yang telah lalu yaitu pada zaman Antiokus Epipanes yaitu 160 tahun sebelum kedatangan Kristus yang pertama, babi-babi dipersembahkan sebagai persembahan oleh orang-orang Yunani Seleucid di altar Allah di Yerusalem. Sebuah patung Zeus sebagai dewa utama orang Yunani telah didirikan. Sesungguhnya suatu kejadian yang sama akan terjadi sekali lagi. Ingatlah bahwa memang kita pada saat ini hidup pada zaman yang tenang tetapi bukan berarti sesuatu yang buruk tidak dapat datang di dalam kehidupan kita. Keadaan memanglah tenang sebelum peristiwa yang buruk dan menakutkan itu terjadi. Sekarang pikirkanlah jika anda adalah seorang Yahudi yang tinggal di Jerman di tahun 1935, dapatkan anda memprediksikan bahwa suatu hal yang menakutkan sesungguhnya akan datang di dalam kehidupan anda? akankah anda mengetahui bahwa hal yang menakutkan sesungguhnya akan datang dengan secara tiba-tiba dan menimpa kaum anda? Akankah anda memiliki tindakan yang tepat untuk menyelamatkan diri anda dan keluarga anda di dalam menghadapi peristiwa itu? Oleh karenanya, anda memang sudah seharusnya perlu untuk mengawasi hal-hal yang sedang terjadi di dunia ini! Sadarilah bahwa harga yang harus dibayar oleh sikap yang menolak, lesu/malas untuk memperhatikan dan mendengarkan atau sikap yang berlambat-lambat untuk bertindak adalah sangat mahal!
Suatu hal yang penting haruslah dapat kita pahami secara mendalam tentang Matius 24:15. Ayat ini sungguh melibatkan suatu perihal bahwa di Yerusalem nantinya akan terdapat sekali lagi kegiatan pengorbanan binatang di altar Bait Allah Yerusalem yang diperuntukkan bagi Allah Abraham, Ishak dan Israel! Bacaan Alkitab yang lain menegaskan hal ini adalah, "Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari" (Daniel 12:11). [Jadi jika dikatakan bahwa "sejak dihentikan korban sehari-hari" maka hal ini menyatakan bahwa kegiatan persembahan korban sehari-hari ini haruslah dimulai terlebih dahulu sebelum dapat dihentikan seperti apa yang dengan jelas dinyatakan oleh ayat Daniel 12:11]
Semenjak dinubuatkan bahwa nantinya akan ada tempat pengorbanan, maka banyak orang yang kemudian bertanya-tanya tentang ada tidaknya kemungkinan akan di dirikannya BAIT rumah Tuhan yang besar di Yerusalem. Sementara yang lainnya mengatakan bahwa kemungkinan akan terdapat sebuah altar yang akan didirikan seperti apa yang dulu pernah didirikan ketika orang Yahudi kembali dari perbudakan di Babilon (Ezra 3:2). Oleh karenanya marilah kita terus memperhatikan tentang hal-hal tersebut di dalam berita dunia [karena perihal tempat pengorbanan ini adalah sangat penting di dalam nubuatan akhir zaman]. Nubuatan dengan jelas menunjukkan bahwa orang Yahudi akan sekali lagi mempersembahkan korban di Yerusalem. Walaupun memanglah perihal apakah di Yerusalem akan didirikan sebuah bait atau sebuah altar sederhana belumlah jelas namun hal ini bukanlah berarti bahwa tempat pengorbanan tidak akan pernah didirikan. Ingatlah orang-orang Yahudi di dalam peristiwa Peperangan Enam Hari, mereka dengan secara tiba-tiba dapat melakukan suatu tindakan dengan cepat dan tanpa diduga [sehingga hal itu pulalah yang dapat terjadi di dalam hari-hari mendatang berhubungan dengan tempat korban]. Orang-orang Yahudi dapat bertindak dengan cepat jika mereka memang dipojokkan pada suatu kondisi tertentu.
Penghianatan pertama, saatnya membinasakan Babel
Setelah mendapatkan Yerusalem, langkah berikutnya yang akan Antikris lakukan adalah menuju Roma...Ada "pekerjaan" yang harus diselesaikan disana.
Salah satu sifat utama Iblis adalah MENGHIANATI para pengikutnya, termasuk kepada mereka yang telah setia dan telah berkorban baginya. Dan penghianatan terbesar akan terjadi di kota Roma dimana antikris akan membenci Babel Besar yang telah membantunya mencapai semua tujuannya atas dunia ini. "Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api." (Wahyu 17:16).
Itu berarti Uni Eropa (sepuluh tanduk) dan Antikris (binatang) mendatangi Roma dengan banyak pasukan, membongkar segala rahasia jahat mereka (menelanjangi), merampas segala sesuatu yang dimilikinya (BIS), membunuh orang-orangnya (memakan dagingnya) dan terakhir membakar pusat keagamaan mereka yang megah.
Babel Besar memang diperalat oleh Antikris, cepat atau lambat penghianatan pasti terjadi, sebab Antikris harus menyingkirkan semua agama di dunia ini untuk membuka jalan bagi berdirinya agama yang akan ia buat, agama ini akan menjadi satu-satunya kepercayaan yang ada di dunia dengan Antikris sebagai pemimpinnya bahkan sebagai tuhan-nya, ia akan memusatkan agamanya itu di Yerusalem, tepatnya di Bait Allah orang Yahudi . . .
Penghianatan kedua, saatnya menghancurkan bangsa Israel
Waktunya sudah dekat, Antikris menyadari tinggal sedikit waktu lagi Tuhan Yesus akan datang, tinggal 3,5 tahun lagi (sebab kejadian ini akan terjadi di pertengahan masa 7 tahun kesusahan besar), Antikris harus segera menuju Yerusalem dan menyatakan diri sebagai Allah di Bait Allah. Dengan amarah yang masih meledak-ledak pasca penghancuran Roma, Antikris segera memasuki Yerusalem dan menuju Bait Allah, membunuh semua orang yang akan menghalanginya (mengingat Bait Allah adalah tempat kudus, orang Yahudi pasti akan berusaha melarang siapapun masuk ke Bait Allah), namun keadaan sudah berbeda, Antikris yang sebelumnya dianggap sebagai Mesias dan pembawa damai sekaligus pelindung oleh orang Yahudi kini sangat berbeda, ia sudah dirasuki Iblis/Naga (Wahyu 13:2) kini ia sangat bengis.
Tuhan Yesus sudah mengingatkan kepada orang-orang Yahudi tentang apa yang akan terjadi itu : "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus,...maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan... Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi." (Mat 24:15-22)
Untuk mengerti mengapa penganiayaan seperti itu dapat terjadi pada orang-orang Israel, kita harus melihat terlebih dahulu penjelasan ini. . .
Iblis/Naga dilemparkan ke bumi
Pada masa kesengsaraan besar, peperangan ternyata tidak hanya terjadi di dunia ini, tetapi terjadi juga di Sorga. Dengan keyakinan penuh, Iblis dan malaikat-malaikatnya berangkat menuju Sorga dan berusaha mati-matian untuk mengalahkan Allah dan malaikat-malaikat-Nya. Namun belum juga mencapai Sorga, Iblis/Naga beserta para malaikatnya harus berhadapan dengan Mikhael dan malaikat-malaikatnya, naga itu tidak dapat menembus pertahanan Sorga itu, dan akhirnya Naga itu dikalahkan lalu dilempar-kan ke bumi (Why 12:7-9). Maka terjadilah sukacita yang besar di Sorga oleh karena kemenangan itu dan oleh karena kekalahan Iblis si ular naga yang selalu mendakwa umat manusia (Wahyu 12:10-12). Pada saat yang sama, hal itu merupakan kabar paling buruk bagi dunia/bumi sebab kejatuhan naga itu mengakibatkan "celaka" besar atas mereka yang ada di bumi (Wahyu 12:13).
Kejatuhan Iblis ini akan menjadi awal dari pertengahan masa kesengsaraan besar, yang sangat mengerikan terutama bagi orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen (tertinggal). Sebab inilah puncak amarah Iblis terhadap Israel ("perempuan" dalam Wahyu 12:14) dan kekristenan sejati ("keturunan lain" dalam Wahyu 12:17).
Penganiayaan yang terjadi sangatlah mengerikan, seperti Mat 24:21-22 : "Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat."
Penganiayaan yang terjadi bukan hanya meliputi penganiayaan fisik yang mengakibatkan penderitaan atau kematian, sebab Iblis tahu jika orang-orang Kristen teraniaya maka mereka akan semakin kuat dan berharap kepada Tuhan. Sehingga Iblis telah menyiapkan taktik-taktik untuk membinasakan orang2 Kristen sampai pada akhirnya tidak ada satupun dari mereka yang selamat namun membuat mereka murtad. Iblis telah menyiapkan Nabi-nabi palsunya dan tanda 666, sehingga barangsiapa yang tidak menerima tanda itu tidak bisa menjual atau membeli.
Daniel 12:12 - 13
12:12 Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari.
12:13 Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman."
Dengan kata lain, Daniel tidak akan melihat sendiri pemenuhan nubuatan yang ia tuliskan sesuai dengan wahyu Allah yang ia terima. [Di dalam kitabnya], Daniel dikatakan akan hidup dan meninggal tanpa memahami nubuatan yang ia tuliskan berdasarkan wahyu yang ia terima. Tetapi pada saat ini kita dapat membaca kata-kata Daniel dan memahaminya yaitu jika kita mulai berjalan dengan Allah dan mempelajari hal-hal ini secara sungguh-sungguh.
Sumber: indolcg.org ; the-world-will-end.blogspot.com
1 Korintus 13:9 - 13
13:9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
13:10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
13:11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
2 Petrus 3
3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
3:4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
3:5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
3:6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.
3:7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Matius 24:35
24:35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.