Rabu, 02 Maret 2016

PARA PENYESAT PALSU - TUDUHAN MUSLIM TERHDAP ALKITAB



Tuduhan Muslim, “Alkitab bukan Firman Tuhan!”


Tuduhan Muslim
“Alkitab tak lagi dapat disebut sebagai firman Tuhan: ia telah dirubah dan dipalsukan oleh orang Yahudi dan Kristen (tahrif).”

Dari sudut pandang Muslim, Quran berisi segala sesuatu yang telah ditulis dalam wahyu Tuhan sebelumnya.[1] Umat Muslim menerima pandangan ini, bahwa tulisan-tulisan sebelumnya telah dipalsukan, dan hanya Quran satu-satunya yang berisi firman Tuhan sejati. Quran banyak menyebut topik-topik Alkitab, tetapi kebanyakan dipresentasikan dalam bentuk yang lebih pendek, kacau balau, salah dipahami dan sangat dangkal.

Oleh karena Quran berkontradiksi dengan banyak pernyataan-pernyataan Alkitab, umat Muslim berasumsi bahwa Alkitab telah dipalsukan. Mereka mendeklarasikan hal ini tanpa melakukan sebuah investigasi kritis dan menyeluruh terhadap Quran. Sebenarnya posisi mereka berkontradiksi dengan pernyataan-pernyataan Quran mengenai Alkitab.[2]
Ini artinya, tidak setiap hal yang dikatakan oleh orang Muslim sejalan dengan Quran. Tabel dibawah ini mengilustrasikan hal berikut:

Ajaran Quran
Apa yang dipercaya orang Muslim hari ini
Apa yang dipercaya oleh orang Kristen
Mengenai asal usul Alkitab
Alkitab berasal dari Allah (Sura 5:47)
Kitab-kitab suci dalam Alkitab berasal dari wahyu Allah yang disampaikan kepada umat manusia melalui para nabi.
Orang-orang yang dipilih Tuhan telah menuliskan Alkitab dibawah bimbingan Roh Kudus (2 Petrus 1:21; 2 Timotius 3:16)
Mengenai otoritas Alkitab
Alkitab adalah tuntunan dan terang dari Allah (Sura 5:46; 10:94; 32:23)
Alkitab bukan lagi firman Allah karena telah dipalsukan oleh orang Yahudi dan Kristen
Alkitab adalah firman Tuhan yang tertulis, yang menunjukkan pada kita jalan keselamatan (Yohanes 20:31)


Ayat |Arab
Indonesia
Penjelasan
Sura As Sajdah 32:23


Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu ragu akan ajarannya dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.
Quran berbicara secara positif mengenai kitab-kitab Perjanjian Lama yang ada di Alkitab. Ia tidak mengatakan bahwa Taurat itu telah dirubah, sebagaimana yang diklaim oleh orang Muslim
Sura Yunus 10:94

Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.
Ayat ini sesungguhnya mengatakan bahwa setiap Muslim yang ragu-ragu akan setiap wahyu dari Allah, maka mereka harus bertanya pada orang-orang yang telah menerima Kitab-Kitab sebelumnya, yaitu orang Yahudi dan Kristen!



Tabel berikut memberi penjelasan mengenai dua ayat yang menantang dalam Quran: [3]
Otoritas Alkitab tak pernah dipertanyakan dibagian Quran manapun, sebaliknya diberikan penekanan yang positif. Dalam Sura 3:3 sebagai contoh, Injil dan Taurat (hukum Musa) digambarkan sebagai “sebuah tuntunan bagi umat manusia”. Lebih jauh lagi, Quran juga menyatakan (Sura 6:34; 10:64) bahwa tak seorangpun dapat merubah firman Allah. Karena itu pertanyaannya adalah: Mengapa orang-orang Muslim hari ini berpegang pada pandangan yang berbeda dan yang berkontradiksi dengan Quran mereka sendiri?
Untuk membuktikan klaim mereka bahwa Alkitab telah dipalsukan, maka Muslim perlu ditantang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1) Kapan dan mengapa Alkitab dipalsukan?
2) Siapa yang memalsukan Alkitab?
3) Bagaimana reaksi orang-orang percaya lainnya, yang tidak berpartisipasi dalam pemalsuan itu?
4) Bagaimana seseorang tahu bahwa “Alkitab yang asli” pernah ada, kecuali ada sejumlah bukti atas tuduhan ini?

Bahwa Alkitab itu dapat dipercaya, dikonfirmasi oleh empat kebenaran mendasar berikut:
1)    Nubuatan yang digenapi: Ada banyak yang dapat ditemukan dalam Alkitab. Seringkali tentang peristiwa-peristiwa yang diramalkan beberapa ratus tahun sebelumnya. Tak ada kritik yang dapat menyangkali hal ini. Hal ini unik di sepanjang sejarah, dan tak pernah muncul di agama-agama yang lain dengan begitu terang seperti yang ditemukan di Alkitab. Contoh-contoh nubuatan dan penggenapannya bisa dilihat dalam tabel berikut:[4]


Peristiwa tentang Yesus (dan kapan diramalkan)
Nubuatan
Penggenapan
Tempat kelahiran dan pre-eksistensi Mesias (700 BC)
Mikha 5:2
Lukas 2:4-7
Kelahiran dari perawan (700 BC)
Yesaya 7:14
Matius 1:18-23
KeilahianNya (700 BC)
Yesaya 9:6
Matius 1:23
KetibaanNya di Yerusalem dengan menunggang seekor keledai (480 BC)
Zakharia 9:9
Matius 21:1-9
Ia akan datang untuk menyelamatkan dan menyembuhkan (700 BC)
Yesaya 53:3-6
Matius 1:21
Lukas 18:40-43 ; 19:10
Nama dari Mesias (700 BC)
Yesaya 49:1-8
Matius 1:21
Penderitaan dan penyalibanNya
Yesaya 53
Mazmur 22:1-18
Matius 27:33-50;
Yohanes 18:36-19:37
PenguburanNya
Yesaya 53:9
Matius 27:60
KebangkitanNya
Mazmur 16:8-11
Kisah Para Rasul 2:25-32
KenaikanNya ke surga
Mazmur 110:1
Kisah Para Rasul 1:6-11
Ibrani 1:13


2) Para saksi mata: Peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam Alkitab terjadi di hadapan umum/ publik; seluruh Israel adalah saksinya. Berulangkali para rasul menyerukan untuk mengontak para saksi mata untuk mengkonfirmasikan kebenaran (Lukas 1:2; Kisah 2:22-24; 5:30-32; 26:25-26; dsb.):
… sebagaimana mereka yang dari semula telah menjadi saksi mata dan pengawal firman telah menyampaikannya kepada kita, (Lukas 1:2).


3) Arkeologi: Sejumlah penemuan arkeologi mengkoraborasi kredibilitas Alkitab, dan mengkonfirmasi kebenaran dan akurasi sejarah.[5] Ketika diperbandingkan dengan kitab-kitab religius lainnya, Alkitab itu unik sebagai kitab tertua, telah diuji oleh tempat, orang, gelar-gelar, dan peristiwa-peristiwa yang disebut di dalamnya. Alkitab juga telah teruji lewat format bahasa dan literatur yang dipakai untuk menyusunnya. Penemuan-penemuan arkeologi sangat membantu dalam menghilangkan keragu-raguan mengenai apakah kandungan sejarah Alkitab itu layak dipercaya.

Ketika kebenaran Kitab Suci ditantang oleh kaum skeptikal, arkeologi dapat dipakai untuk mendemonstrasikan bahwa orang-orang, tempat dan peristiwa-peristiwa yang dicatat di Alkitab adalah nyata. Ada banyak keterangan penting sehubungan dengan penemuan-penemuan arkeologi; salah satu contoh adalah yang dicatat tepat setelah tahun 1967:
Setelah jatuhnya Tembok Barat dan Bait Suci ketika terjadi Perang Enam Hari, para arkeolog melakukan ekskavasi-ekskavasi (penggalian) yang lebih ekstensif dalam batas-batas kota modern Yerusalem.
Satu hal penting yang diperoleh di Barat Daya Kota Tua Yerusalem: dua gulungan kecil terbuat dari perak yang unik sebab berisi teks-teks Alkitab yang lebih tua dari Naskah-Naskah Laut Mati, telah ditemukan. Kedua benda ini berisi Berkat Imam yang berasal dari Kitab Bilangan; salah satunya berisi kutipan yang ditemukan pada ayat-ayat paralel dari kitab Keluaran (20:6) dan Ulangan (5:10 dan 7:9). Ayat-ayat yang sama muncul lagi kemudian di Daniel (9:4) dan Nehemia (1:5).


4)  Sejarah: Sejarawan pada masa itu, seperti Tacitus atau Josephus,[6]yang kebanyakan bukan orang Kristen, juga telah mengkonfirmasi kisah-kisah yang dicatat di Alkitab. Karena itu kita tak memiliki alasan untuk meragukan Alkitab, sebab peristiwa-peristiwa yang disampaikan benar-benar terjadi. Sebagai contoh, Josephus menulis pada tahun 93 AD:[7]
Dan disekitar waktu ini, Yesus, seorang yang bijak, jika dibenarkan untuk menyebutnya seorang manusia, karena Ia telah melakukan banyak hal yang menakjubkan, seorang guru dari para pria yang menerima kebenaran dengan gembira. Ia telah menarik kepadaNya banyak orang Yahudi dan non-Yahudi. Ia adalah Kristus (= Mesias). Dan ketika Pilatus sebagaimana yang disarankan oleh para pemimpin kita, telah menyalibkanNya, maka mereka yang sebelumnya mengasihiNya tidak menyangkaliNya; oleh karena Ia hidup kembali pada hari ke-3 dan menampakkan diriNya kepada mereka; sebagaimana yang telah dinubuatkan oleh nabi-nabi Tuhan serta melalui ribuan hal-hal menakjubkan lainnya tentang diriNya. Dan suku Kristen yang diberi nama berdasarkan namaNya, mereka masih tetap eksis hingga sekarang (Antiquities of the Jews, Book 18, Ch 3:3 dalam The Works of Flavius Josephustranslated oleh William Whiston, Milner and Sowerby, London, p392).

[1] Kitab-kitab ini didaftarkan di bagian 1.5.1
[2] Meskipun demikian, Quran tak pernah menyebut kata “Alkitab”. Sebaliknya ia hanya merujuk pada bagian-bagian Alkitab seperti kitab Taurat dan Injil.
[3] Ayat-ayat lebih jauh dari Quran yang mengkonfirmasi otoritas Alkitab secara positif: Sura 2:136; 3:3; 4:136; 5:68; 10:37.
[4] Nehls (1985) dan www.answering-islam.org
[5] Bandingkan, sebagai contoh situs seperti www.christiananswers.netmemperlihatkan melalui banyak ekskavasi-ekskavasi, sebagai bukti yang solid akan kebenaran Alkitab yang terpercaya.
[6] Cornelius Tacitus (54–117 AD) adalah sejarawan terbesar Kekaisaran Roma. Josephus (Awal 100 AD) yang kemudian dikenal dalam kapasitasnya sebagai seorang warga negara Roma, yaitu dengan nama Flavius Josephus, adalah sejarawan abad pertama Yahudi, dan apologet untuk keimaman dan keturunan bangsawan. Dialah yang mencatat kehancuran Yerusalem pada tahun 70 AD. Karyanya memberi sebuah wawasan penting mengenai Yudaisme abad pertama.
[7] Untuk bukti-bukti ilmiah lebih lanjut atas kebenaran Alkitab, lihat Stoner (1969)

=================================================================

Tuduhan Muslim: “Orang Kristen memiliki Alkitab dengan teks-teks yang saling berkontradiksi!”


Mengenai tuduhan bahwa Alkitab sudah dirubah, harusnya dinyatakan berdasarkan kategori bahwa naskah-naskah yang disebut diatas berasal dari masa sebelum Muhammad. Tidak mungkin untuk memasukkan perubahan-perubahan ke dalam Alkitab setelah masa itu, oleh karena Alkitab yang kita miliki hari ini tidak menyimpang dari naskah-naskah yang ada di atas. Quran sendiri dengan jelas menyatakan bahwa Alkitab pada masa Muhammad dipercaya sebagai wahyu ilahi dan tak ada seorang manusia pun yang dapat merubahnya.


Tuduhan Muslim
“Orang Kristen memiliki Alkitab yang bervariasi dan yang di beberapa tempat mengandung isi yang berbeda. Tuhan pastilah bukan penulis dari Alkitab-Alkitab yang bervariasi itu.”

Argumen ini didasarkan pada asumsi bahwa ada teks-teks Alkitab yang bervariasi. Tentu saja umat Muslim tak pernah menginvestigasi klaim ini. Apa yang sesungguhnya mereka maksudkan adalah bahwa ada perbedaan-perbedaan terjemahan yang juga diaplikasikan pada Quran. Mereka harus belajar bahwa terjemahan-terjemahan yang bervariasi adalah untuk menolong orang-orang dari latar belakang intelektual dan periode yang berbeda. Oleh karena bahasa itu dinamis dan berubah dari generasi ke generasi, maka terjemahan membutuhkan perbaikan. Meskipun demikian, Alkitab secara keseluruhan diterjemahkan dari bahasa aslinya yaitu dari teks-teks Ibrani dan Yunani! Adalah sulit bagi kebanyakan Muslim untuk memahami bahwa adalah mungkin untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa yang beragam tanpa merubah isinya.

Mengenai Quran – dalam konteks ajaran Islam tentang pewahyuan, Muslim menganut pandangan bahwa firman Allah haruslah verbatim (disampaikan langsung). Teori ini tidak realistis, karena kesalahan minor dapat terjadi tatkala sebuah teks disampaikan secara oral, kemudian ditulis dan dikopi secara manual selama berabad-abad. Ini adalah sebuah asumsi dengan kekuatan argumentatif kecil. Orang Muslim berasumsi bahwa Quran itu “sempurna” tanpa melihat secara kritis teks dan transmisinya. Namun demikian, mustahil Quran itu “sempurna” dan homogen sebagaimana yang ada dalam pemikiran Muslim. Sebagai kontras, dapat dikatakan bahwa tak ada buku lain yang diinvestigasi sedemikian seksama, diuji sedemikian kritis sebagaimana Alkitab – namun Alkitab telah lulus ujian!

Orang Kristen tak perlu risau oleh karena dari semua buku, Alkitab memiliki bukti-bukti dan otentitas yang paling baik. Tak ada buku kuno lainnya yang memiliki begitu banyak naskah-naskah kuno selain Alkitab. Diantara lebih dari 5000 naskah-naskah kuno atau yang mengacu pada situasi sebagaimana telah disebut sebelumnya, kita menemukan ada tiga manuskrip mayor yang ditulis sebelum Islam. Hal ini memperlihatkan pada kita bahwa Alkitab yang kita miliki hari ini sama dengan yang dipakai oleh orang-orang Yahudi dan Kristen kuno:[1]

1)  Codex Alexandrinus ditulis di abad ke-5 AD. Ia berisi seluruh bagian Alkitab, dengan perkecualian beberapa halaman Perjanjian Baru yang hilang.[2] Semua teks dari naskah ini berisi Alkitab yang ada dan yang kita kenal hari ini. Naskah ini disimpan di Museum British di London.

        Codex Alexandrinus

2) Codex Sinaiticus ditulis pada akhir abad ke-4 AD. Ia berisi seluruh Perjanjian Lama dan bagian-bagian Perjanjian Baru. Naskah ini disimpan di perpustakaan St. Petersburg, Rusia, kemudian dijual dan sekarang berada di Museum British di London.


         Codex Sinaitikus

3) Codex Vaticanus barangkali merupakan naskah tertua yang berisi seluruh bagian Alkitab. Ia ditulis di abad ke-4 M, dan hari ini disimpan di Perpustakaan Vatikan di kota Roma. Bagian terakhir Perjanjian Baru ditulis oleh tangan yang berbeda dari yang pertama.[3]

      Codex Vaticanus

Mengenai tuduhan bahwa Alkitab sudah dirubah, harusnya dinyatakan berdasarkan kategori bahwa naskah-naskah yang disebut diatas berasal dari masa sebelum Muhammad. Tidak mungkin untuk memasukkan perubahan-perubahan ke dalam Alkitab setelah masa itu, oleh karena Alkitab yang kita miliki hari ini tidak menyimpang dari naskah-naskah yang ada di atas. Quran sendiri dengan jelas menyatakan bahwa Alkitab pada masa Muhammad dipercaya sebagai wahyu ilahi dan tak ada seorang manusia pun yang dapat merubahnya. Karena itu, harus diasumsikan bahwa orang Muslim yang berargumen bahwa Alkitab telah dipalsukan sesungguhnya telah mengabaikan fakta-fakta ini.
Tabel berikut memberi perbandingan menarik sebagai penghormatan terhadap wahyu dan buku yang diberikan oleh Tuhan kepada umat manusia:

Subyek
Kekristenan
Islam
Sempurna, Wahyu akhir dari Pencipta
Yesus = pribadi yang hidup
Quran = sebuah buku
Ditulis sebagai bimbingan kepada umat manusia
Alkitab = firman Tuhan yang tertulis
Quran dan Hadis = firman Allah

Jadi perbedaannya adalah dalam Kekristenan “Firman itu telah menjadi daging dan hidup diantara kita…” (namanya YESUS, Yohanes 1:14); sementara dalam Islam “Firman Allah” menjadi sebuah kitab, bernama Quran. Dalam Kekristenan, wahyu akhir yang sempurna adalah Yesus, satu sosok pribadi yang hidup, sementara dalam Islam ia adalah sebuah buku, yaitu Quran. Dengan demikian, dalam mendiskusikan wahyu akhir yang sempurna antara Kristen dan Islam, orang perlu membandingkan Yesus dengan Quran.

Pertanyaan-pertanyaan yang dapat anda ajukan kepada sahabat Muslim anda, sbb:

·      Bagaimana Quran dapat menjadi sebuah teks tertulis sebagaimana ia eksis hari ini? 
·      Mengapa orang Muslim hari ini mengklaim bahwa Alkitab telah dipalsukan, sementara pada sisi lain Quran sendiri mengkonfirmasi otoritas Alkitab?
·      Bukti apa yang dimiliki umat Muslim mengenai tuduhan bahwa Alkitab sudah dipalsukan?
·      Pada waktu kapan dalam sejarah, Muslim mengklaim Alkitab telah dirubah?
·      Mengapa Muslim tidak mengikuti nasehat Quran dalam Sura 10:94 – yaitu jika mereka memiliki keraguan tentang pewahyuan, maka mereka harus bertanya kepada orang Yahudi dan Kristen?
·      Meskipun Quran memberi kredibilitas kepada kitab suci Yahudi dan Kristen, mengapa umat Muslim tidak mencari jawaban-jawaban spiritual dari Alkitab?
·      Muslim mengklaim tak ada satupun yang sempurna dan kudus selain Allah! Jika demikian, berdasarkan apa, sebuah buku seperti Quran yang ada di bumi, dianggap sempurna?

[1] Ada lebih banyak lagi naskah-naskah yang membuktikan integritas dan homogenitas Alkitab, misalnya teks Masoretik dalam bahasa Ibrani, Naskah-Naskah Laut Mati, Septuaginta, Vulgata Latin (bandingkan Gilchrist 1999:20-23).
[2] Teks-teks yang hilang dari Codex Alexandrinus adalah Matius 1:1-25; Matius 6; Yohanes 6:50-8:52; 2 Korintus 4:13-12: 6.
[3] Dari Ibrani 9:14 hingga bagian akhir kitab Wahyu
===========================================================

Tuduhan Muslim: “Alkitab bukan wahyu Allah!”



Penolakan Muslim
“Alkitab bukan wahyu Allah yang sejati. Hanya Quran saja yang mereka percayai sebagai wahyu Allah yang terakhir dan yang terbaik.”

Pertama-tama, adalah penting untuk memahami perbedaan-perbedaan dalam doktrin pewahyuan:

Kekristenan
Islam
Tuhan menyatakan diriNya melalui ciptaanNya, dalam sejarah, dan secara khusus melalui umat pilihan, Israel.
Tuhan menyatakan natur dan namaNya (Keluaran 20). Dalam Yesus Kristus, Ia telah datang ke dalam dunia untuk membawa pendamaian dan menarik manusia datang kepadaNya.

Yesus adalah firman Tuhan yang terakhir dan yang terutama (Yohanes 1:1-14; Ibrani 1).

Tuhan menyatakan diriNya sendiri di dalam Yesus. Alkitab adalah bukti pewahyuan diri Tuhan yang telah Ia inspirasikan. Tuhan memilih para penulis yang, melalui inspirasi Roh Kudus, telah menuliskan firmanNya dalam Alkitab (2 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:16-21).

Orang-orang ini telah menulis Kitab Suci dalam gaya bahasa mereka sendiri. Oleh karena itu Alkitab memiliki penulis ganda, yaitu Tuhan melalui kuasa Roh KudusNya dan sejumlah orang yang telah Ia pilih. Karena itu, meskipun manusia yang menuliskan Alkitab, namun Tuhan sendiri yang mengontrol dan menjamin bahwa yang diwahyukan itu adalah kebenaran.


Allah tidak pernah menyingkapkan diriNya sendiri, melainkan hanya kehendakNya. Ia telah mengirim para nabi kepada berbagai bangsa di waktu-waktu yang berbeda. Disamping sejumlah kecil orang Arab, beberapa nama dari Alkitab disebutkan dalam Quran seperti: Nuh, Abraham, Musa, Daud, Salomo, Zakhariah, Yunus dan Yesus (Isa).

Muslim mengklaim bahwa Muhammad adalah nabi terakhir dan kepadanya telah diberikan Quran sebagian demi sebagian (dengan cara mencicil) lewat malaikat Jibril. Muslim mengatakan bahwa Quran yang asli, yaitu dalam bahasa Arab, telah disimpan di langit/surga ke-7 dan dianggap sebagai “Ibu Kitab” (Lauf Mahfuz). Ia berisi perintah-perintah Allah bagi semua tindakan-tindakan umat manusia. Dikatakan bahwa kepada Muhammad firman Tuhan telah diwahyukan secara langsung tanpa ada satu ayatpun yang dirubah.

Ini berarti bahwa tak ada elemen-elemen manusiawi yang hadir dalam Quran dan karena itulah Quran diklaim sebagai firman Allah yang murni.

Meskipun umat Muslim menyatakan bahwa Allah sendiri yang berbicara kepada umat manusia secara langsung, tetapi ada bukti tak terbantahkan dalam Sura pertama dimana bagian-bagian Quran ternyata ditulis dengan menggunakan bentuk orang ke-3 (Quran Sura Al Fatihah 1:5 “Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kamimeminta pertolongan.”

Orang Kristen percaya bahwa Alkitab adalah firman Tuhan yang diinspirasikan dan merupakan satu-satunya pesan yang jelas terhadap umat manusia mengenai penghapusan dosa, penebusan dan kepastian akan keselamatan.

Muslim meyakini bahwa kitab yang ditulis, Quran, adalah firman Allah dalam bentuknya yang sepenuhnya sempurna. Hasil karya manusia manapun tak akan pernah sempurna. Karena itu, klaim Islam yang mengatakan Quran yang ada hari ini, disampaikan kata demi kata melalui mulut (Jibril) dan ditulis 23 tahun setelah kematian Muhammad oleh seorang penulis, dan diyakini sebagai salinan sempurna dari Quran yang asli yang ada di sisi Allah, adalah sebuah klaim yang sulit untuk dipertahankan.[1]

Sebagai kontras dengan klaim Islam diatas, orang Kristen percaya bahwa firman Tuhan telah menjadi manusia di dalam Yesus Kristus[2], Putra Tuhan yang sempurna dalam pengertian ilahiah. Jadi, umat Muslim memiliki sebuah kitab sebagai wahyu yang terutama, sementara dilain pihak umat Kristen menerima wahyu ilahi yang bersifat pribadi. Karena itu pertanyaannya adalah: Wahyu yang manakah dari Tuhan yang dianggap lebih bernilai, sebuah kitab atau satu sosok pribadi?

[1] Muslim mengklaim bahwa tak ada yang sempurna dan kudus kecuali Allah! Jika demikian, bagaimana sebuah buku seperti Quran yang ada di bumi ini dianggap sempurna?
[2] Lihat Yohanes 1:14. Yang menyatakan bahwa Yesus sendiri adalah wahyu Tuhan, sementara firman Tuhan yang telah datang kepada manusia dalam wujud manusia bertentangan dengan pendapat Islami tentang bagaimana Allah telah menyingkapkan diriNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.