Shalom teman-teman…
apakah tujuan hidup kita yang istilah kerennya “Destiny”, yang tentunya bukan hanya tujuan yang kita buat sendiri tapi tujuan yang Tuhan tentukan buat kita.
Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” – Yeremia 1:4-5
“Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.” – Mazmur 139:16
seperti Yeremia dan Daud yang telah dipanggil sebelum masuk ke rahim ibu mereka, begitu juga setiap kita sebelum kita dilahirkan. Namun demikian, berdasarkan kehendak bebas, Tuhan mengijinkan setiap orang memilih untuk hidup di dalam panggilan itu atau tidak.
Akhir – akhir ini banyak anak Tuhan yang masih bingung dan tidak ada pandangan atas tujuan hidupnya maupun masa depannya. Yang sebenernya tidak rumit, tergantung kitanya mau mengikut Tuhan atau tidak. Banyak orang bilang “aku tidak punya masa depan”, “masa depanku suram”, “kalo tidak ada si dia aku tidak bisa hidup” ( nhah yang satu ini biasanya kalo seseorang ditinggal pacarnya alias putus cinta ).
Itu semua adalah kata – kata pesimis yang keluar dari orang yang putus asa – bener mengenal Tuhan bahkan sama sekali tidak mau percaya Tuhan seakan – akan Tuhan itu tidak ada, dan itu SALAH BESAR! sebenarnya Tuhan itu telah menentukan tujuan apa yang mau Tuhan kasih dalam hidup kita. Sebelum kita dilahirkan Tuhan sudah menulis nama kita dalam buku kehidupanNya dan pada saat kita dikandungan ibu kita Dia pun sudah menenun kita sedemikian rupa agar kita diciptakan serupa dengan Dia. inilah salah satu panggilan Tuhan yang pertama dalam hidup kita, panggilan untuk hadir didunia yang Tuhan telah menciptakan kita. Tapi tidak semua hal yang ada didunia ini berkenan di hati Tuhan. Ingat, di Matius 22 : 14 dikatakan, “ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih “. Tuhan tidak mengharuskan kita menerima panggilanNya, jadi kita bebas memilih. Dengan catatan kita harus siap menerima semua konsekuensi kalo kita tidak mau menerima panggilan Tuhan. Tapi sebenernya Tuhan ingin sekali anak – anakNya mau menanggapi semua panggilanNya.
Banyak orang yang jatuh, tidak berhasil dalam salah satu atau lebih aspek kehidupan. Itu dikarenakan mereka tidak mau menanggapi panggilan Tuhan didalam hidupnya. Banyak kog tujuan kita hidup, bisa jadi direktur, dokter, perawat, mekanik, pilot, hakim, polisi, pemadam kebakaran, anggota dpr atupun jadi presiden. Tinggal milih aja kan?? Kenapa dibikin susah? Itu contoh tujuan dunia kita. Tapi 1 tujuan yang paling penting saat kita hadir di dunia ini ya Tuhan. Dia lah prioritas utama kita.tidak ada prioritas lain yang bisa menggantikan prioritas kita terhadap Tuhan. walaupun ada mungkin hanya segelintir orang yang sudah diperhamba oleh barang dunia.
“Taruhlah Aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.” – Kidung Agung 8:6-7
Jelas sekali bahwa di kidung agung dikatakan bahwa Dia adalah tujuan hidup/destiny kita. YA! Yesus adalah destiny kita! Jadi siapkah kalian meresponi panggilan yang sudah Tuhan berikan pada kalian?
Be passion with Jesus and be strong with Him.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.