Mempelajari Firman Allah
Inilah renungan mingguan anda kali ini:
Mempelajari Firman Allah: Yesaya mencatat bahwa Allah berkenan dan mencari orang-orang yang "takut akan firmanNya" (Yesaya 66:2). Yesus mengajarkan bahwa kita harus hidup berdasarkan "setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4). Ia juga memperingatkan mereka yang mengesampingkan perintah Allah dan mengajarkan "perintah manusia" (Markus 7:5-13). Inilah mengapa rasul Paulus menekankan bahwa kita harus dengan rajin mempelajari Kitab Suci sehingga kita dapat dengan benar membedakan (dengan baik memahami dan mengajarkan) firman kebenaran dan menghindari kebingungan yang disebarkan oleh pengajar palsu dan ide-ide yang palsu (2 Timotius 2:15). Di dunia dimana banyak orang yang memiliki berbagai macam ide yang berbeda tentang apa yang harus dipercaya, kita butuh untuk mengetahui apa yang sungguh-sungguh dikatakan oleh Allah sehingga kita terhindar dari kebingungan. Yesus dengan jelas berkata, "Jika engkau berada di dalam firmanKu, maka engkau adalah muridKu. Dan engkau akan mengenal kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakanmu." (Yohanes 8:31-32).
Selamat berjumpa di renungan mingguan yang berikutnya.
All the best,
Mencari Bimbingan Allah
Di dalam Alkitab kita diberitahukan, "Carilah Tuhan selama Ia berkenan untuk ditemui" (Yesaya 55:6). Kita juga diberitahukan bahwa Allah akan melihat mereka yang rendah hati dan yang mau diajar dan yang "gentar akan firmanKu" (Yesaya 66:2). Raja Daud, seorang manusia yang berkenan di hati Allah, menjadi suatu model sikap yang dicari oleh Allah ketika Ia menuliskan, "Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati...Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Psalm 119:33, 105). Yesus menekankan hal yang sama ketika Ia memberikan instruksi kepada para muridNya untuk "hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Matius 4:4). Yesus juga mengajarkan, "Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." (Matius 5:6).
All the best,
Mencintai Hukum Allah
Apakah Anda Mencintai Hukum Allah?
Kita hidup di dalam suatu masa di mana banyak umat Kristen yang mempercayai bahwa hukum Allah adalah suatu beban. Lebih jauh mereka menganggap bahwa hukum Allah tersebut sudahlah kuno dan tidak diperlukan lagi. Mereka lupa bahwa hukum-hukum tersebut diberikan oleh Allah kepada bangsa Israel agar mereka dapat menjadi terang dunia (Ulangan 4:1-10). Demikian juga orang sering lupa bahwa Daud adalah orang yang menyenangi hukum Allah. (Mazmur 119:16, 97, 127). Daud bahkan pernah meminta kepada Allah untuk menyingkapkan matanya sehingga ia dapat memandang keajaiban Taurat Allah. (Mazmur 119:18). Banyak umat Kristen Wasiat Baru juga mengabaikan kata-kata rasul Paulus, yang berkata bahwa hukum-hukum Allah adalah "kudus, baik, dan benar" Ia juga mengatakan, "Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah" (Roma 7:12,22). Apa yang orang modern gagal untuk memahami tentang hukum Allah adalah bahwa hukum tersebut sesungguhnya adalah sebagian dari nubuatan akhir zaman tentang pemberontakan yang dilakukan oleh orang Israel modern. Dikatakan bahwa di akhir zaman mereka akan "memberontak" melawan hukum Allah (Hosea 8:1). Allah memperingatkan umat Israel akhir zaman, "Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku, itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing." (Hosea 8:12). Banyak umat Kristen akan terkejut ketika Yesus kembali dan menempatkan Daud di atas takhta untuk memerintah bangsa Israel di dalam kerajaan Allah (Hosea 3:5). Daud (dan orang kudus yang dibangkitkan) akan mengajarkan hukum-hukum Allah kepada seluruh dunia (Yesaya 2:2-4). Hal tersebut adalah masa depan yang menarik bagi mereka yang mencintai hukum-hukum Allah!
All the best,















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.