animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Senin, 18 April 2016

Planet X: Catatan Sejarah Kemusnahan Bumi

Planet X: Catatan Sejarah Kemusnahan Bumi


Immanuel Velikovsky
Seorang psikiater Rusia-Yahudi dan peneliti independen, yang sangat dikenal sebagai pengarang sejumlah buku kontroversial yang menafsirkan peristiwa-peristiwa sejarah zaman dahulu, khususnya dalam bukunya "World in Collision."

Albert Einstein telah bekerjasama dengan Velikovsky selama 2 tahun terakhir hidupnya, dan sedang merencanakan program penelitian untuk membuktikan teori-teorinya.

Einstein yang ketika meninggal didapati buku Velikovsky "World in Collision" masih terbuka di meja belajarnya, mengatakan kepada para kritikusnya "Jiwa yang besar selalu mendapat tentangan hebat dari orang-orang berpikiran sedang-sedang saja."

"Semua yang besar dan sangat menginspirasi diciptakan oleh individu yang bekerja dalam kebebasan" – Albert Einstein.

Interpretasi kata "matahari" dalam beberapa peristiwa adalah sebuah kesalahan. Dalam dunia purba, kata "matahari" dapat berarti "benda angkasa bercahaya", yang memberikan kepada kita empat pilihan: Matahari, Bulan, bintang atau planet. Yang dengan data-data yang tersedia, kita temukan bahwa ini adalah sebuah planet, yang lebih dikenal dengan nama Planet X (nama lainnya: Planet 7X, Nibiru, Hercolubus, Wormwood, Destroyer, Apsintus, Phaeton, Typhon, Frightener, Red Dragon, dsb.). Beberapa tulisan kuno menunjukkan bahwa benda ini terbit di sebelah Barat, dan terbenam di sebelah Timur, yang digambarkan dalam banyak manuskrip kuno sebagai "Matahari Barat".

60 Poin Referensi Historis


1. Suku asli Borneo Utara (Malaysia-Inggris), bahkan hari ini, menyatakan bahwa langit sebelumnya rendah, dan enam 'matahari' telah musnah, dan dunia yang sekarang ini diterangi oleh matahari ketujuh.

2. Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur (Kitab Yasher)? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.
Yosua 10:12-13

3. Kutipan di Alkitab dari Kitab Yashar ini sangat singkat dan memberikan kesan bahwa fenomena matahari dan bulan tidak bergerak ini bersifat lokal, yang hanya terlihat di Palestina antara lembah Ayalon dan Gibeon. Tapi sifat kosmis dari peristiwa ini digambarkan dalam ucapan syukur yang berasal dari Yosua, "Matahari dan bulan diam tak bergerak di langit."
Dan ketika mereka sedang memukul, hari telah menjelang petang. Yosua berkata di hadapan seluruh umat, "Matahari, tetaplah diam di atas Gibeon, dan engkau bulan di lembah Ayalon," hingga bangsa itu membalaskan dirinya atas musuh-musuhnya.
Dan Tuhan mendengarkan seruan Yosua. Matahari tetap diam di tengah-tengah angkasa, dan itu diam selama tiga puluh enam jam, dan bulan juga diam berdiri dan berlambat-lambat turun sepanjang hari.
Tidak ada hari seperti hari itu, sebelum itu atau sesudahnya, bahwa Tuhan mendengarkan seruan seorang manusia, karena Tuhan berperang bagi Israel.
Yashar 88:63-65

Matahari dan bulan tetap diam di langit, dan Engkau berdiri dalam murka-Mu terhadap para penindas kami dan memerintahkan penghakiman-Mu atas mereka.
Yashar 89:8

4. Di dalam sejarah Mexico disebutkan bahwa dunia kehilangan terang, dan matahari tidak muncul kembali selama 4 malam.

5. Sahagun, seorang terpelajar dari Spanyol yang datang ke Amerika satu generasi setelah Columbus dan mengumpulkan tradisi-tradisi suku asli, menuliskan bahwa pada waktu terjadi suatu bencana kosmis, matahari hanya terbit sebentar di atas horizon dan tetap berada di situ tanpa bergerak, bulan juga tidak bergerak.

6. Dalam manuskrip-manuskip Avila dan Molina, yang berisi kumpulan tradisi-tradisi suku Indian dari Dunia Baru, diceritakan bahwa matahari tidak muncul selama 5 hari, suatu tabrakan kosmis bintang-bintang (hujan asteroid) mendahului malapetaka ini. Orang-orang dan binatang berusaha menyelamatkan diri ke gua-gua di pegunungan. Hampir mustahil mereka mencapainya, ketika air lautan, keluar dari batas-batasnya menyusul guncangan yang dahsyat, memulai naiknya pantai Pasifik. Namun seiring naiknya air lautan, yang memenuhi lembah-lembah dan dataran-dataran di sekitarnya, pegunungan Ancasmarca juga ikut naik, seperti kapal di atas ombak. Selama lima hari bencana ini berlangsung, matahari tidak menampakkan wajahnya dan bumi berada dalam kegelapan.

7. Menurut cerita kosmologi Lapland … Tuhan yang marah berkata, 'Aku akan membalikkan dunia, Aku akan membuat sungai-sungai mengalir ke atas. Aku akan menjadikan lautan mengumpul menjadi tembok yang tinggi dan akan Aku timpakan atas anak-anak bumimu yang jahat, yang akan menghancurkan mereka dan semua kehidupan … (Jubmel) dengan satu pergolakan dahsyat, menjadikan semua daratan bumi jungkir balik.'

8. Orang-orang Finlandia menceritakan dalam Kalevala (puisi epik) mereka, bahwa penyangga-penyangga langit runtuh dan sebuah percikan api menyalakan Matahari baru dan Bulan baru.

9. Tradisi Cashina, orang-orang suku asli di barat Brazil, menceritakan seperti ini: 'kilat menyambar-nyambar dan guntur mengguntur dengan mengerikan dan semuanya ketakutan. Kemudian langit meledak dan puing-puing (hujan asteroid) jatuh dan membinasakan segala sesuatu dan membunuh setiap orang. Langit dan bumi berpindah tempat. Tidak ada satu pun yang bernyawa tersisa di atas bumi.'

10. Menurut legenda dari Dunia Baru, permukaan daratan berubah dalam sebuah bencana, lembah-lembah yang baru terbentuk, punggung-punggung pegunungan terkoyak, teluk-teluk yang baru terpotong, bukit-bukit purba dijungkir-balikkan dan yang baru bermunculan. Sedikit yang selamat dari dunia yang hancur, diselimuti kegelapan, 'matahari tidak ada lagi.'

11. China: Pada zaman keajaiban-keajaiban, dikatakan bahwa terjadilah matahari selama sepuluh hari tidak terbenam, hutan-hutan terbakar, dan sejumlah besar serangga-serangga menjijikkan bermunculan. 'Pada zaman Kaisar Yaou (Yahou) matahari tidak terbenam selama sepuluh hari penuh dan seluruh daratan banjir.'

12. Karena itu Kaisar Yaou (Yahou) memerintahkan Hi dan Ho, dengan melihat langit yang sangat luas, untuk menghitung dan menggambarkan pergerakan dan kemunculan Matahari, Bulan, bintang-bintang, dan rasi-rasi bintang. Dan untuk menyampaikan penjelasan tentang musim-musim kepada rakyat.

13. Herodotus (484-425 SM), sejarawan Yunan,: 'Tidak ada pergantian terbit dan terbenamnya matahari terjadi dalam periode Sothis (bintang Sirius).

14. Pomponius Mela, seorang pengarang Latin abad pertama, menulis, 'Orang-orang Mesir membanggakan diri mereka sendiri karena menjadi kaum yang paling kuno di dunia. Dalam sejarah resmi mereka … salah satunya dapat dibaca, sejak mereka ada, lintasan bintang-bintang telah berganti arah sebanyak empat kali, dan matahari telah terbenam dua kali di bagian langit dimana matahari terbit sekarang ini.'

15. Wasiat Papyrus Harris (Mesir kuno) berbicara mengenai bencana kosmis api (hujan asteroid) dan air (air bah) ketika 'selatan menjadi utara, dan bumi dijungkirbalikkan.'

16. Dalam Papyrus Ipuwer (Mesir kuno) juga dikatakan hal yang sama bahwa 'daratan dibalikkan seperti roda tukang periuk,' dan 'Bumi dijungkirbalikkan.'


Papirus Ipuwer sangat menarik. Isinya mendeskripsikan bencana-bencana di Mesir yang sangat mirip kata per kata dengan Kitab Keluaran. Manuskrip ini sendiri ditemukan di Memphis, Mesir, dan diperkirakan berasal dari abad ke-13 sebelum Masehi, atau sekitar 1 abad lebih setelah peristiwa bencana-bencana/tulah-tulah yang mengawali peristiwa eksodus bangsa Israel dari Mesir:
  • Bencana darah yang disebutkan di Keluaran 7:14-25.
Ipuwer 2:3 Wabah sampar ada di seluruh negeri, darah ada dimana-mana.
Ipuwer 2:9 Sungai (Nil) menjadi darah. Manusia jumlahnya menyusut... dan kehausan akan air.

  • Bencana wabah ternak Mesir seperti disebutkan di Keluaran 9:1-7.
Ipuwer 5:5 Semua binatang, menangis. Ternak-ternak mengerang.

  • Bencana hujan batu meteor dan api seperti disebutkan dalam Keluaran 9:22-26.
Ipuwer 9:23 Api menjalar di seluruh dataran. Ada hujan batu, dan api bercampur dengan hujan batu-batu.
Ipuwer 2:10 Sungguh, pintu-pintu gerbang, pilar-pilar, dan dinding-dinding terbakar dengan api.

  • Bencana belalang-belalang seperti disebutkan di Keluaran 10:1-20 (kemungkinan kiasan).
Ipuwer 6:1 Tidak ada buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan dapat ditemukan.
Oh, sekiranya bumi berhenti dari suara gaduh, dan suara hingar-bingar tidak ada lagi.
Ipuwer 4:14 Pohon-pohon hancur dan dahan-dahannya patah.

  • Bencana kegelapan seperti disebutkan di Keluaran 10:21-29.
Ipuwer 9:11 Seluruh negeri tiada cahaya.

  • Bencana kematian anak-anak sulung di Keluaran 12.
Ipuwer 2:13 Mereka yang menguburkan saudaranya di tanah ada di mana-mana.
Ipuwer 3:14 Erangan ada di seluruh negeri, bercampur dengan ratapan.
Ipuwer 4:3 Sungguh, anak-anak pangeran dihempaskan ke dinding-dinding.
Ipuwer 6:12 Sungguh, anak-anak pangeran dicampakkan ke jalan-jalan.

  • Pembebasan budak-budak dan penjarahan Mesir seperti di Keluaran 12:31-36.
Ipuwer 1: Penjarah ada dimana-mana, dan hamba-hamba mengambil apa yang mereka temukan.
Ipuwer 2: Sungguh, orang-orang miskin telah menjadi kaya.
Ipuwer 3: Emas, perak dan perhiasan-perhiasan dikenakan di leher budak-budak perempuan.
Ipuwer 5: Budak-budak (yang kini telah bebas) ada di seluruh negeri.
Ipuwer 10: Gudang penyimpanan raja kini telah menjadi milik umum.

17. Dalam Papyrus Ermitage (Leningrad, 1116b recto) juga, berisi referensi mengenai suatu bencana yang menjadikan 'daratan berjungkir balik; terjadi apa yang tidak (belum) pernah terjadi.' Diperkirakan pada waktu itu dalam millenium kedua, orang-orang tidak menyadari rotasi harian bumi, dan mempercayai bahwa langit dan benda-benda penerangnya mengitari bumi. Karena itu ungkapan 'bumi berjungkir balik,' tidak merujuk kepada rotasi harian bola bumi. Tidak juga penggambaran dalam Papyrus Leiden dan Leningrad menimbulkan keraguan mengenai penjelasan kalimat ini, khususnya jika kita mempertimbangkan teks pada Papyrus Harris – jungkir baliknya bumi dibarengi dengan pergantian kutub selatan dengan kutub utara.

18. Harakhte adalah nama yang diberikan orang-orang Mesir kepada 'Matahari barat.' Karena tidak ada matahari lain di langit, diperkirakan "Harakhte" artinya matahari pada saat terbenam. Tapi mengapa matahari pada saat terbenam dianggap sebagai dewa yang berbeda dengan matahari terbit? Identitas dari matahari terbit dan matahari terbenam dapat dilihat oleh semua orang. Teks pada prasasti itu tidak menimbulkan keraguan sama sekali: 'Harakhte, dia yang terbit dari barat.'

19. Teks yang ditemukan dalam piramida mengatakan bahwa benda-benda penerang 'berhenti menyala di sebelah barat, dan yang baru, bersinar di sebelah timur.' Setelah terjadinya pembalikan arah, kapan pun itu terjadi, kata 'barat' dan 'timur' tidak lagi dipakai, dan perlu untuk memperjelas maksud dengan menambahkan kata-kata: 'barat adalah tempat terbenamnya matahari.' Ini bukan penjelasan kata yang tidak berguna, seperti yang dipikir oleh para penerjemah teks di piramida.

20. Di dalam makam Senmut, arsitek Ratu Hatshepsut (Mesir), panel dinding atapnya menunjukkan kubah langit dengan 'orientasi yang terbalik' atau menghadap ke 'langit sebelah selatan'. Akhir dari Kerajaan Tengah mendahului zaman Ratu Hatshepsut kira-kira beberapa abad. Panel dinding atap dengan gambar astronomis yang menunjukkan orientasi terbalik pasti merupakan skema peta yang sangat dihargai, menjadikannya kuno beberapa abad sebelumnya. Karakteristik dari dinding atap Senmut adalah orientasi astronomis tak terbantahkan dari langit selatan.


Bagian tengah dari panel ini ditempati rasi Orion – Sirius, dimana Orion muncul di barat Sirius, bukannya di timur. 'Orientasi panel selatan sedemikian rupa sehingga seseorang di dalam makam yang melihatnya harus mendongakkan kepalanya ke atas dan menghadap utara, bukan ke selatan.' 'Dengan pembalikan orientasi panel selatan, Orion, konstelasi yang paling jelas di langit selatan, kelihatan bergerak ke timur, yang merupakan arah yang salah.'

21. Arti sebenarnya dari 'orientasi tidak masuk akal dari panel selatan' dan 'posisi terbalik dari Orion' nampaknya seperti ini: panel selatan menunjukkan langit di Mesir pada saat sebelum kubah langit berbalik posisi utara dan selatan, timur dan barat. Panel utara menunjukkan langit Mesir pada saat malam hari dalam tahun-tahun masa hidup Senmut.


22. Plato menulis dalam dialognya, The Statesman (Politicus), 'Maksudku perubahan dalam terbitnya dan terbenamnya matahari dan benda-benda langit lainnya, bagaimana pada zaman itu mereka biasa terbenam di bagian dimana mereka sekarang terbit, dan mereka biasanya terbit dimana mereka sekarang terbenam…'

23. Menurut fragmen pendek dari drama historis oleh Sophocles (Atreus), matahari terbit dari timur hanya sejak lintasannya dibalik. 'Zeus … mengubah lintasan matahari, menjadikannya terbit dari timur dan bukan dari barat.'

24. Seneca (4 SM-65 M), filsuf Romawi, tahu lebih banyak daripada rekan sezamannya yang lebih tua, Strabo. Dalam dramanya, Thyestes, dia menggambarkan dengan jelas apa yang terjadi ketika matahari bergerak mundur pada suatu pagi, yang mengungkapkan pemahaman lebih jelas mengenai terjadinya suatu fenomena alam. Ketika matahari berbalik arahnya dan menghapus hari dalam Olympus tengah (siang hari), dan matahari terbenam memandang Aurora, dan orang-orang yang ditimpa ketakutan bertanya, 'Apakah kami semua umat manusia telah dianggap layak bahwa langit, kutub-kutubnya dibalik, dan mengguncangkan kita, pada masa kita akhir zaman tiba?'

25. Caius Julis Solinus, seorang pengarang Latin abad ke-3 pada masa kini, menulis tentang orang-orang yang hidup di perbatasan selatan Mesir, 'Penduduk negeri ini berkata bahwa mereka menerimanya dari leluhur mereka bahwa matahari yang sekarang ini terbenam di tempat dimana sebelumnya dia terbit.'

26. Di kota Ugarit (Ras Shamra) Syria ditemukan puisi yang dipersembahkan kepada dewi planet Anat, yang 'membantai penduduk Timur Tengah,' dan yang 'mempertukarkan 'dua fajar' dan posisi bintang-bintang.'

27. Pembalikan timur dan barat, jika dikombinasikan dengan pembalikan utara dan selatan, akan mengubah konstelasi bintang-bintang di utara menjadi konstelasi di selatan, dan menunjukkan mereka dalam susunan yang terbalik, seperti skema langit selatan di panel atap makam Senmut. Bintang-bintang di sebelah utara akan menjadi bintang-bintang di sebelah selatan. Ini nampaknya merupakan apa yang digambarkan oleh orang-orang Mexico sebagai 'menghalau empat ratus bintang-bintang selatan.'

28. Orang-orang Eskimo di Greenland mengatakan kepada para misionaris bahwa pada zaman purbakala bumi berbalik dan orang-orang yang hidup kemudian menjadi berlawanan letaknya.

29. Dalam Traktat Sanhedrin dari Talmud dikatakan, 'Tujuh hari sebelum Air Bah, Yang Maha Kudus mengubah tatanan purba dan matahari terbit dari barat dan terbenam di timur.'

30. Hai Gaon, seorang rabbi, theolog dan ilmuwan yang berpengaruh yang hidup antara 939-1038 M, dalam tulisannya merujuk kepada perubahan kosmis dimana matahari terbit dari barat dan terbenam di timur.

31. Dalam Voluspa (Puisi Edda) dari orang-orang Islandia, kita membaca:
'Tidak diketahui di mana dia (matahari) seharusnya rumahnya berada,
Bulan tidak tahu di mana dia sebelumnya,
Bintang-bintang tidak tahu di mana tempat mereka berada.'
Lalu dewa-dewa menetapkan aturan diantara benda-benda langit.

32. Orang-orang Aztec menceritakan, 'Matahari tidak muncul selama bertahun-tahun … [Para tetua] mulai mengamati di dalam kegelapan ke segala arah untuk menantikan pemandangan yang diharapkan, dan bertaruh dari bagian langit yang mana [matahari] akan pertama kali muncul … namun ketika matahari terbit, mereka semuanya terbukti salah, karena tidak satu pun dari mereka melihat ke timur.'

33. Legenda suku Maya juga menceritakan bahwa 'tidak diketahui dari sebelah mana matahari yang baru akan muncul.' Mereka memandang ke semua arah, namun mereka tidak dapat mengatakan dari sebelah mana matahari akan terbit. Beberapa di antaranya berpikir itu mungkin akan terjadi di utara dan pandangan mereka diarahkan ke sana. Yang lain berpikir itu akan terjadi di selatan. Bahkan, tebakan mereka mencakup semua arah karena fajar menyinari semua arah. Beberapa orang, akhirnya, memusatkan perhatian mereka ke sebelah timur, dan tetap yakin bahwa matahari akan muncul dari sana. Pendapat mereka ternyata terbukti benar.

34. Di Kepulauan Andaman, para penduduk asli takut bahwa bencana alam akan menyebabkan dunia jungkir balik.

35. Di Greeland, juga orang-orang Eskimo takut bahwa bumi akan berjungkir balik.

36. "Di Menin (Flander, Belgia) para petani berkata, ketika melihat komet, 'Langit akan runtuh. Bumi akan berjungkir balik!'

37. Dalam papyrus Mesir yang dikenal sebagai Papyrus Anastasi IV terdapat keluhan tentang kegelapan dan ketidakhadiran sinar Matahari. Juga dikatakan, 'Musim salju datang sebagai [menggantikan] musim panas, bulan-bulan dibalikkan dan jam-jam kacau-balau.'

38. 'Nafas surga sudah tidak harmoni … Empat musim tidak muncul pada waktu yang seharusnya,' terdapat dalam tulisan Teks Taoisme.

39. Dalam catatan sejarah Se-Ma Ts'ien, seperti dalam sejarah Shu King dikatakan bahwa Kaisar Yahou mengirimkan para astronom ke Lembah Ketidakpastian dan ke Tempat Tinggal Kesuraman untuk mengamati pergerakan yang baru dari Matahari dan Bulan dan konjungsi titik orbit, juga untuk menyelidiki dan mengumumkan kepada rakyat tentang urutan musim-musim.

40. Juga disebutkan bahwa Kaisar Yahou memperkenalkan perubahan kalender: dia membuat musim-musim disesuaikan dengan pengamatan. Dia juga melakukannya dengan bulan-bulan, dan dia 'mengoreksi hari-hari.'

41. "Para astronom dan geolog yang sangat memberikan perhatian pada semua ini … harus menilai penyebab yang dapat mempengaruhi dampak kekacauan terhadap hari dan yang menyelubungi bumi dengan kegelapan," demikian tulisan seorang pendeta yang menghabiskan tahun-tahunnya di Mexico dan di perpustakaan-perpustakaan Dunia Purba yang menyimpan manuskrip-manuskrip kuno dari suku Maya dan tulisan awal Indian dan pengarang Spanyol mengenai hal tersebut.

42. Kalender harus diatur yang baru. Angka-angka astronomis dari tahun dan hari tidak dapat sama lagi sebelum dan setelah pergolakan kosmis yang karenanya bulan-bulan dibalikkan dan 'jam-jam menjadi tidak teratur,' seperti dikutip Papyrus Anastasi IV.

43. Faktanya, lima belas abad hingga delapan abad sebelum masa kini (masehi), tahun astonomikal berjumlah 360 hari. Itu tidak terjadi sebelum abad kelima belas, tidak juga sesudah abad kedelapan, tahun dengan panjang seperti ini.

44. Dalam Manuskrip Quiche, juga diceritakan bahwa 'hanya ada sedikit cahaya di permukaan bumi … wajah matahari dan bulan diselubungi dengan kabut.'

45. Dalam Papyrus Ermitage di Leningrad ada ratapan mengenai malapetaka dahsyat, ketika langit dan bumi berjungkir balik. "Aku tunjukkan padamu daratan berjungkir balik. Terjadi apa yang tidak pernah terjadi." Setelah bencana ini, kegelapan menutupi bumi. "Matahari diselubungi dan tidak bersinar di hadapan mata manusia. Tidak ada yang dapat hidup ketika Matahari diselubungi kabut. …Tidak ada yang mengetahui bahwa siang hari telah tiba. Bayangan tidak dapat dibedakan. Tidak menyilaukan untuk dilihat ketika dia [matahari] dipandang. Dia ada di langit seperti Bulan."

46. Dalam Papyrus Anastasi IV tahun-tahun kesengsaraan digambarkan dan dikatakan "Matahari, terjadilah bahwa dia tidak terbit."

47. Dalam Kalevala, epik orang Finlandia yang berasal dari zaman yang sangat lampau, pada waktu Matahari dan Bulan menghilang dari langit, dan bayangan yang menakutkan menutupi bumi, digambarkan dengan kata-kata seperti ini:
'Bahkan burung-burung menjadi sakit dan musnah,
Laki-laki dan perempuan, pingsan dan kelaparan, binasa dalam dingin dan kegelapan,
Karena ketiadaan sinar matahari… karena ketiadaan cahaya bulan…
Namun orang-orang bijaksana dari Negeri Utara tidak dapat mengetahui fajar pagi,
Karena bulan tidak bercahaya pada waktunya, juga tidak muncul matahari di tengah hari,
dari tempat mereka di kubah langit.'

48. Orang Yunani seperti juga orang Caria dan orang-orang lain di tepi pantai Laut Aegea menceritakan tentang suatu waktu ketika Matahari dihalau dari jalurnya dan menghilang selama seharian…

49. Gangguan pergerakan Matahari diikuti oleh periode sepanjang satu hari, ketika Matahari tidak muncul sama sekali. Ovid, penyair Romawi, mengatakan, 'Jika kita hendak mempercayai laporan ini, satu hari penuh tanpa matahari. Namun dunia yang terbakar memancarkan terang' (hujan asteroid).

50. Plato, filsuf Yunani, mencatat kisah yang didengar dua generasi sebelum Solon, penguasa yang bijaksana dari Athena. '… Kisahnya, seperti dikatakan, menyerupai sebuah legenda, namun kebenarannya adalah terjadi pergeseran benda-benda di langit yang bergerak mengelilingi bumi, dan kehancuran yang terjadi di bumi oleh api yang dahsyat (hujan asteroid), yang berulang dalam interval yang panjang.'

51. "Thyestes dan saudaranya Atreus adalah … Penguasa tiran Argive. Hidup pada abad kedelapan, mereka pasti menyaksikan bencana kosmis pada zaman nabi Yesaya. Tradisi Yunani menegaskan bahwa suatu bencana kosmis terjadi pada zaman para penguasa tiran ini. Matahari berubah jalurnya dan malam hari tiba sebelum waktunya."

52. Seneca menggambarkan perubahan posisi dari masing-masing konstelasi – Aries, Taurus, Gemini, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Capricorn, Beruang Besar. Rasi Biduk, yang tidak pernah turun ke lautan, akan tercebur masuk ke dalam ombak lautan.


53. Seorang komentator yang keheranan akan gambaran posisi Beruang Besar, menuliskan sebagai berikut, 'Tidak ada alasan mitologis mengapa rasi Biduk, yang juga dikenal sebagai Beruang Besar harus turun ke lautan.' Namun Seneca menggambarkan dengan tepat hal yang aneh ini, 'Beruang Besar – yang satu dari bintang-bintangnya – tidak pernah terbenam di bawah horizon, dan sekaligus merupakan bintang kutub yang ada di antara bintang-bintang pada zaman itu, berakhir pada zaman penguasa tiran Argive.' Seneca juga mengatakan secara jelas bahwa kutub-kutub terkoyakkan dalam bencana ini.


54. Dalam dongeng orang Indian Ute Selatan, kelinci adalah binatang yang berhubungan dengan gangguan pergerakan Matahari. Ada contoh lainnya dalam cerita orang Indian mengenai Matahari yang terganggu pada jalur peredarannya yang mengakibatkan kebakaran besar dunia. Sebelum bencana ini terjadi, 'Matahari bergerak mengelilingi bumi dekat dengan tanah.' Tujuan serangan kepada matahari adalah untuk membuat Matahari bersinar lebih lama, karena hari-hari berlangsung terlalu singkat. Setelah bencana itu, hari-hari menjadi lebih lama.

55. Menurut Seneca, rasi Beruang Besar merupakan konstelasi kutub. Setelah terjadinya pergolakan kosmis yang menggeser langit, sebuah bintang dari rasi Beruang Kecil menjadi bintang kutub. Tabel astronomi Hindu yang disusun oleh para Brahmana dalam paruh pertama millenium sebelum zaman ini menunjukkan deviasi seragam dari posisi yang diprediksi dari bintang-bintang pada saat observasi. Para sarjana modern kagum akan hal ini, dalam pendapat mereka ini kesalahan yang tidak dapat dipahami. Menurut metode geometris yang digunakan oleh para astonom Hindu dan metode perhitungan detailnya, suatu kesalahan dalam pengamatan, bahkan dalam pecahan satu derajat akan sulit untuk diperhitungkan. Dalam Jaiminiya-Upanisad-Brahmana tertulis bahwa pusat langit, atau titik perputaran dimana langit berputar, adalah Beruang Besar. Ini pernyataan yang sama yang kita temui dalam Thyestes dari Seneca.


56. Hari ketika bayangan terpendek siang hari terjadi pada titik balik matahari musim panas (summer solstice), sedangkan bayangan terpanjang siang hari terjadi pada titik balik matahari musim dingin (winter solstice). Metode penentuan musim dengan mengukur panjang bayangan dilakukan di China kuno, demikian juga di negara-negara lainnya. 'Kami memiliki catatan orang China tentang bayangan terpanjang dan bayangan terpendek pada siang hari. Catatan ini berasal dari tahun -1100. Namun, catatan bayangan terpanjang dan terpendek ini tidak mewakili panjang yang sebenarnya pada masa kini.' Catatan diagram China kuno mengenai durasi hari terpanjang tidak mewakili lokasi latitude geografis pengamatan mereka, dan karenanya, angka-angka ini sepertinya ditulis oleh mereka yang berada di Babylonia, yang dipinjam oleh orang China, sebuah dugaan yang agak aneh.

57. [Kugler] "Lamanya hari terpanjang di dalam suatu tahun tergantung dari latitude, atau jarak dari kutub, dan itu berbeda-beda untuk setiap lokasi. Gnomon atau bayangan jam matahari dapat dibuat dengan ketepatan yang sangat akurat. Tablet astronomi Babylonia dari abad kedelapan SM menyediakan data yang akurat. Menurut tabel itu, hari terpanjang di Babylon lamanya 14 jam 24 menit, sedangkan hasil penentuan modern 14 jam 10 menit 54 detik.
Perbedaan diantara kedua angka ini terlalu besar untuk dianggap sebagai pecahan, yang menjadikan matahari masih terlihat di horizon setelah itu terbenam. Sekaligus, lebih lamanya panjang hari ini menunjukkan posisi latitude 34 derajat 57 menit, dan mengarah kepada lokasi 21 derajat lebih jauh ke utara. Ini pendapat kami menjawab teka-teki aneh ini [vor einem merkwurdgien Ratsel].
Pihak lain mencoba untuk memutuskan: entahkan tablet System II tidak berasal dari Babylon (meskipun merujuk kepada Babylon) atau kota ini sebenarnya berada lebih jauh ke utara, kira-kira 35 derajat dari garis khatulistiwa. [Kugler, Die Babylonische Mondrechnung: Zwei Systeme der Chaldäer über den Lauf des Mondes und der Sonne (1900), halaman 80].

58. Claudius Ptolemy, yang dalam bukunya Almagest, membuat perhitungan mengenai Babylon kuno dan Babylon yang sezaman dengannya, sampai pada dua kesimpulan yang berbeda mengenai lamanya hari terpanjang di kota itu, yang oleh karenanya ada perbedaan lokasi latitude. Salah satunya perhitungannya secara praktis sama nilainya dengan masa kini, dan perhitungan lainnya menunjukkan angka yang sama dengan tabel Babylon kuno, 14 jam 24 menit.
Arzachel, sarjana Arab abad pertengahan, menghitung dari manuskrip kuno, bahwa pada zaman yang lebih kuno Babylon terletak pada latitude 35 derajat 0 menit dari khatulistiwa, sedangkan pada waktu yang terkemudian, bergeser pada posisi lebih ke selatan. Johannes Kepler menarik perhatian kepada perhitungan Arzachel dan kepada fakta bahwa antara Babylon kuno dan Babylon modern terjadi perbedaan latitude.

59. Sekaligus Ptolemy, seperti halnya Arzachel, menghitung bahwa pada zaman lampau, Babylon berada pada latitude 35. Para sarjana modern sampai pada kesimpulan yang sama dengan dasar perhitungan Babylon kuno. Karena itu, dipastikan: tabel kita [System II dan I], yang disebutkan para astronom juga, menunjuk kepada tempat kira-kira 35 latitude utara. Mungkinkah mereka keliru antara 2-21 derajat? Ini hampir tidak mungkin terjadi [Kugler, halaman 81].

60. Beberapa dari pengarang kuno mengetahui bahwa bumi berubah posisinya dan bergeser mengarah ke selatan. Tidak semua dari mereka, sepertinya, yang menyadari penyebab sesungguhnya dari gangguan ini. Diogenes Laertius mengulang pengajaran Leucippus, 'Bumi condong ke arah selatan karena daerah utara semakin padat dan kaku karena salju dan cuaca dingin yang terus berlangsung.' Pendapat yang sama ini dikemukakan juga oleh Plutarch, yang mengutip pengajaran Democritus, 'Daerah utara beriklim buruk, tapi daerah selatan bagus iklimnya. Karena itu selatan menjadi berkembang biak, menjadi banyak, dan karena kelebihan beban itu melampaui kekuatan dan bergeser condong semuanya ke situ.' Empedocles, dikutip oleh Plutarch, yang mengajarkan bahwa utara bergeser dari posisi awalnya, dimana daerah utara naik ke atas dan daerah selatan turun. Anaxagoras mengajarkan bahwa kutub mengalami pembalikan dan bahwa bumi menjadi condong ke arah selatan.

Referensi dari Ayat-ayat Kitab Suci


Lihatlah, YAHWEH menjadikan bumi kosong (Ibrani: bâqaq, depopulasi), dan menjadikannya musnah (Ibrani: bâlaq, memusnahkan), dan menjungkirbalikkannya, dan menyerakkan penghuninya.
Yesaya 24:1

Bumi hancur lebur, bumi terbelah-belah, bumi berguncang hebat. Bumi bergulung kesana kemari seperti orang mabuk, dan berguncang-guncang seperti gubuk; dan pelanggarannya berat atasnya, dan dia akan jatuh, dan tidak akan bangkit lagi.
Yesaya 24:19-20

Mereka datang dari negeri yang jauh, dari ujung langit, YAHWEH dan senjata kegeraman-Nya, untuk menghancurkan seluruh bumi.
Yesaya 13:5

Oleh karena itu Aku akan mengguncangkan langit, dan bumi berguncang keluar dari tempatnya, dalam amarah YAHWEH Tsebaot (the LORD of hosts), dan pada hari (Ibrani: yôm – hari) murka-Nya yang menyala-nyala.
Yesaya 13:13

“Aku akan memusnahkan segala sesuatu dari atas muka bumi,” firman YAHWEH. “Aku akan memusnahkan manusia dan binatang. Aku akan memusnahkan burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan membuat orang-orang fasik tersandung jatuh dan Aku akan melenyapkan manusia dari atas bumi,” firman YAHWEH. Sudah dekat hari YAHWEH yang besar itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Suara hari YAHWEH adalah pahit, orang perkasa pun akan menangis dengan suara keras. Hari itu adalah hari kemurkaan, yaitu hari kesukaran yang penuh bahaya dan penderitaan yang berat, suatu hari keruntuhan dan penghancuran, suatu hari kegelapan dan kesuraman, hari mendung dan berkabut. Hari sangkakala dan pekik perang terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara-menara yang tinggi.
Zefanya 1:1-2,14-16

Dan segera sesudah kesukaran hari-hari itu, matahari akan dijadikan gelap dan bulan tidak akan memberi cahayanya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan diguncangkan.
Matius 24:29

dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
Markus 13:25 

Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
Lukas 21:25

Dan bintang-bintang langit berjatuhan ke bumi seperti pohon ara menggugurkan buah mentahnya karena diguncang oleh angin kencang. Dan langit terkoyak (Yunani: apochōrizō - rend apart, terkoyak) seperti gulungan kitab yang digulung (Yunani: heilissō - digulung), dan semua gunung dan pulau bergeser dari tempatnya.
Wahyu 6:13-14

Dan terjadilah gemuruh dan guntur dan kilat, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat sebagaimana yang belum pernah terjadi sejak manusia ada di muka bumi, suatu gempa bumi yang sangat hebat dan dahsyat. Dan setiap pulau hilang lenyap, dan gunung-gunung tidak ada lagi.
Wahyu 16:18,20

Kitab Henokh dan Kitab Yasher menuliskan apa yang terjadi sebelum Air Bah datang


Dan pada hari-hari itu Nuh melihat bahwa bumi bergeser menjadi miring, dan bahwa kehancurannya sudah dekat. Dan dia segera angkat kaki dari sana, dan pergi ke ujung bumi, dan memanggil kakeknya Henokh; dan Nuh berseru dengan suara getir, “Dengarkan aku! Dengarkan aku! Dengarkan aku!” tiga kali. Dan dia berkata kepadanya, “Katakan kepadaku apa yang terjadi pada bumi, mengapa bumi ini begitu menderita dan terguncang? Mungkin aku akan binasa bersamanya!” Dan setelah itu ada keguncangan besar di bumi, dan terdengar suara dari surga, dan aku jatuh tersungkur.
Henokh 65:1-4

Pada hari itu, Tuhan membuat seluruh bumi berguncang, dan matahari tidak bersinar, dasar-dasar bumi mengamuk, dan seluruh bumi berguncang dahsyat, dan kilat menyambar-nyambar, dan guntur bergemuruh, dan seluruh mata air di bumi pecah, seperti demikian ini tidak pernah diketahui penduduk bumi sebelumnya. Allah melakukan perbuatan perkasa, untuk menggentarkan anak-anak manusia, supaya tidak ada lagi kejahatan di bumi.
Yashar 6:11

Baca juga:
Planet X: Sejarah Atlantis, Banjir Besar, Eksodus, dan Naga Merah

Referensi
World in Collision, Immanuel Velikovsky
Alkitab
Gill Broussard – Planet 7X

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?