Rabu, 08 Juni 2016

Apa Yang Membuat Islam Sulit Menerima Yesus ?



Yang membuat Alkitab menjadi sulit diterima Islam adalah, karena dalam pribadi Yesus ada 2 hal ini

Peradaban Yang Tinggi + Kerendahan Hati


Peradaban Yesus bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan zaman Yahudi waktu itu, peradaban Yesus lebih cocok dibawa kezaman moderen, dengan peradaban yang tinggi, dan halus.

Karena itulah Yesus sering tidak berbicara dengan nada Harafiah, seperti mana orang dangkal biasanya. Seorang Filsuf barat moderen mengatakan 'Budaya Non Harafiah dan Humor adalah peradaban tertinggi dari jaman moderen, anda harus berjuang untuk mencapainya'.

Misalnya Yohanes 14 : 6, semua orang tau maksud Yesus disana adalah, barangsiapa yang ingin masuk kesorga harus melalui dia. Tapi dia mengganti kata Sorga, menjadi Bapa.

Sehingga kata-kata kiasan ini menjadi persoalan bagi kaum bar-bar yang dangkal.

Misalnya yang lain, Lukas 6 : 22, Yesus mengganti kata sorga, menjadi Pangkuan Bapa Abraham

Misalnya yang lain mengenai 'Penyembahan dengan penuh gairah pada Allah', diganti dengan kata 'Pondok Daud'. Sehingga hal-hal ini juga dipersoalkan kaum dangkal.

Lalu misalnya Matius 13 : 41 'Yesus juga mengganti kata AKU, menjadi objek orang ketiga, dengan memakai kata 'Anak Manusia''. 

Sehingga hal ini menjadi luput dari perhatian kaum dangkal, mengenai kekuasaan Yesus sebagai Tuhan.

Pada suatu kali Yesus berkata kepada murid-muridnya, "Kita akan pergi ke Yudea, sebab saudara kita Lazarus sedang TIDUR, dan Aku akan pergi MEMBANGUNKAN nya."

Murid-murid bertanya, "Tuhan kalau dia tidur, dia akan bangun sendiri".

Disini kita lihat betapa tidak seimbangnya peradaban Yesus, dengan murid-muridNya. Sebab mereka sangat dangkal sekali (kira-kira sama seperti saudara kita islam), akhirnya Yesuspun harus berbicara dengan bahasa Harafiah (dangkal), "Lazarus sudah mati, dan Aku akan membangkitkannya".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.