Rabu, 01 Juni 2016

Hubungan Israel dan Palestina kembali memanas!

Bentrokan Israel Palestina

Hubungan Israel dan Palestina kembali memanas!


Konflik Israel-Palestina
Konflik Israel-Palestina
Hari ini adalah hari ke-3 dimana pihak berwenang Israel memasuki kompleks suci Masjid Al-Aqsa. Tercatat di hari ke-3 ini ada 17 warga Palestina yang luka-luka. Peristiwa ini merupakan buntut dari kejadian pada tanggal 13 September, dimana orang-orang Yahudi ingin merayakan Tahun Baru Mereka.
Polisi memasuki puncak gugus Masjidil Aqsa untuk memastikan bahwa pemuda Muslim yang berkumpul di sana tidak mengganggu warga Yahudi atau wisatawan. Namun, warga Muslim khawatir Israel akan berusaha mengubah aturan yang berlaku di Masjidil Aqsa dengan kelompok Yahudi sayap kanan yang mendorong untuk mendapatkan akses lebih banyak dan bahkan upaya oleh beberapa organisasi untuk mendirikan sebuah bait suci baru. Kelompok Yahudi ultra-nasionalis sejak lama memang telah mendesak pemerintah Israel membuka wilayah itu bagi umat Yahudi untuk beribadah.
Konflik Israel-Palestina
Konflik Israel-Palestina
Tindakan Polisi Isarel tersebut sontak membangkitkan kemarahan umat Muslim, yang menganggap orang-orang Yahudi dilarang memasuki tempat tersebut. Dikabarkan bahwa warga Palestina yang berada di dalam Masjid Al-Aqsa melemparkan batu dan bom molotov ke arah pasukan Israel. Mereka juga memasang barikade guna mencegah agar polisi keamanan Israel masuk ke dalam masjid. Akibat serangan dari diantara kedua pihak ini, jendela di masjid itu hancur berantakan, pintu rusak dan karpet terbakar di 12 titik. Tentara Israel mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan balasan dari membalas lemparan batu dan kembang api dari para pemuda Palestina dari dalam masjid. Bahkan, ditemukan bom pipa di dalam masjid Al-Aqsa.
Seperti yang kita ketahui Israel merebut Yerusalem Timur, daerah di mana Masjidil Aqsa berada, dalam Perang Enam Hari pada 1967 dan kemudian mengambil alih wilayah itu dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat dunia. Ironisnya, kemenangan ini tidak pernah diakui oleh dunia.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya berkomitmen menjaga status quo Al-Aqsa namun tidak akan menoleransi kekerasan. “Tugas dan hak kami untuk melawan para pelanggar hukum untuk memberikan kebebasan beribadah di situs suci ini. Kami akan menindak tegas para pelempar batu, kembang api dan bom pipa,” kata Netanyahu.
Ketegangan meningkat sejak pekan lalu setelah Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon melarang dua kelompok Muslim, Murabitat dan Murabitun, memasuki Masjid Al-Aqsa. Langkah itu diambil untuk membela keamanan negara dan menjaga ketertiban masyarakat.
Disamping itu, seorang warga Israel tewas setelah mobilnya dilempari batu saat melintasi wilayah tersebut. Ia kehilangan kendali dan akhirnya tewas pada Senin (14/9) pagi. Tidak diketahui secara pasti penyebab pelemparan batu ini. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung menggelar rapat darurat untuk mempertimbangkan hukuman yang lebih berat bagi pelaku pelemparan baru, yang menjadi simbol perlawanan warga Palestina terhadap pendudukan Israel.

Kecaman Bangsa Arab

Tidak tanggung-tanggung juru bicara Hamas, Mushir Masri menegaskan bahwa “Pesan kami dari Gaza untuk musuh adalah bahwa Masjid Al-Aqsa adalah garis batasnya dan siapa pun yang berusaha melintasinya berarti tengah bermain dengan api,”!
Tindakan Israel juga menuai kecaman dari pemerintahan Mahmoud Abbas. “Kami mengecam keras serangan dari militer dan polisi penjajah di Masjid Al-Aqsa dan agresi terhadap jemaah di sana,” ujar pernyataan kantor kepresidenan Palestina.
Selain itu menteri-menteri luar negeri negara Arab yang tengah berkumpul di Kairo, Mesir juga ikut mengancam. Mereka memperingatkan Israel untuk tidak memicu kemarahan umat Muslim seluruh dunia dengan coba mengubah status quo Al-Aqsa. Para pemimpin Arab telah bersumpah mereka akan melawan agresi Israel di Al-Aqsa. “Kami akan melawan agresi pendudukan atau agresi Israel di Masjid Al-Aqsa,” ujar Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir.
Raja Yordania
Raja Yordania
Raja Yordania, Abdullah II juga memperingatkan Israel. “Jika terjadi provokasi lagi di Yerusalem, pastinya akan membawa dampak pada hubungan antara Yordania dan Israel. Ia mengaku bahwa Yordania memiliki hak untuk menjaga kelestarian Masjid Al Aqsa, masjid bersejarah umat Islam. Berita lain menyebutkan bahwa kecaman ini bisa berbuntut pada kesepakatan damai Israel-Yordaia tahun 1994.
Pemerintah Amerika Serikat dan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyatakan prihatin dengan kekerasan yang terjadi di Masjid al-Aqsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.