
Prophetic Prayer Conference 2015. Suzette Hattingh mengajak seluruh jemaat untuk menggunakan otoritas yang telah Tuhan berikan melalui setiap doa yang dipanjatkan. Hal itu dikatakan Suzette dalam penutupan Prophetic Prayer Conference di GBI Glow Fellowship Center, Jakarta,(3/7).
Prophetic Prayer Conference yang diselenggarakan oleh Wanita Bethel Indonesia (WBI) BPH GBI ini dimulai dari tanggal 2-3 Juli 2015. Dua hari berturut-turut para peserta dibekali dengan pengetahun tentang doa melalui seminar dari pagi hingga sore hari dan dilanjutkan dengan KKR pada malam hari.
Pada malam KKR (3/7), seluruh jemaat yang didominasi oleh kaum perempuan menyanyikan lagu-lagu pujian yang sungguh-sungguh didalam roh dan kebenaran. Dilanjutkan pemutaran video bertajuk "Video in the City" mengenai pelayanan Suzette Hattingh, antara lain, di Papua yang telah memberikan dampak bagi masyarakat Papua. Juga, video itu menayangkan tentang pelayanannya di beberapa negara seperti di Inggris, Swedia, Brazil dan Findlandia.
Suzette mengajak umat Tuhan untuk tidak jemu-jemu berdoa bagi bangsa dan negara. Sebagai rujukan, dia mengutip Kitab Mazmur 2:8: “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.”Ia mengingatkan banyak hal tentang doa. Diantaranya, hal terpenting dari doa yang dipanjatkan adalah bukan seberapa lama dia berdoa. Namun seberapa jauh meyakini bahwa Tuhan segera menjawab doa kita.
Suzette menegaskan banyak jemaat salah kaprah ketika dirinya mendoakan seseorang dan mereka anggap dirinya adalah sumber pengurapan. "Sumber pengurapan itu dari Tuhan bukan dari saya," tegas dia.Demikian halnya, Suzette menjelaskan manakala mendoakan jemaat banyak yang ditemukan rebah dan ada juga yang tidak. Namun dia menegaskan tidak selamanya jemaat yang rebah itu langsung diubahkan Tuhan.
Suzette berharap kepada peserta Prayer Conference yang telah banyak mendapatkan pengetahuan tentang doa agar mempraktekkan dan membagikan pengetahuan tersebut kepada gereja masing-masing. Ia kemudian mengutip Kitab Yesaya 62:10: “Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa!”.
Dalam ayat ini, menurut Suzette, Tuhan memberikan perintah kepada umat-NYA untuk berjalan melalui pintu gerbang untuk mempersiapkan jalan bagi umat dengan membuat dimensi baru, yakni Tuhan ingin umat-Nya bergerak dengan menembus alam rohani. Dan tegakkanlah panji-panji itu berarti kita tegakkan melalui doa-doa.
Suzette mengakui sudah cukup banyak kelompok doa yang berlangsung di Jakarta, baik di Pemerintahan maupun tempat strategis lain. Namun, menurut dia, perlu ditinjau kembali pola-pola yang dilakukan kelompok doa selama ini. “Jika memang ada dimensi baru, maka perlu ada perubahan perihal berdoa tersebut dalam rangka merebut alam rohani kota anda,” imbuh dia.Bila ingin membawa Indonesia kepada dimensi yang baru, lanjut dia, maka maka perlu ada peninjauan kembali.
Dibutuhkan terobosan-terobosan. Dan cepat atau lambat jemaat akan menuju dan masuk ke dimensi baru yang penuh tantangan. “Gereja pun harus mampu meruntuhkan benteng yang lama dan berani menerobos zona nyaman. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan maka gereja akan mengalami penurunan,” urai dia. Dia mencontohkan seorang hamba Tuhan bernama Pastor Reinhard Bonke yang dalam pelayanannya selalu berupaya terus menerobos dimensi baru.
Bonke berupaya terus terbang lebih tinggi bagaikan burung Rajawali. Bonke selalu berdoa dan mengimani serta bertindak bahwa jemaat gerejanya akan bertambah terus mulai dari 20 ribu jiwa hingga mencapai 50 ribu jiwa. Juga, dia mencontohkan Nabi Ayub yang mengajarkan agar setiap doa yang dipanjatkan mengalir sebagai tindakan nyata.
Menurut Suzette, gereja-gereja di Indonesia harus berdiri bersama-sama untuk menampung banjirnya berkat Tuhan. “Jika ingin gerakan gereja Indonesia yang baru maka perlu diruntuhkan terlebih dulu denominasi gereja dan mau bergandengan tangan antar denominasi untuk berdoa bersama dengan kerendahan hati,” tandas dia.[VR].















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.