Rabu, 08 Juni 2016

Lagi, Islam Membakar Gereja di Aceh




Yohanes 16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

Telah terjadi Pembakaran Gereja di Aceh Singkil pada tanggal 13-10-15. Massa datang dengan membawa Bambu Runcing dan Senjata tajam. dan Gereja di Desa Suka Makmur, Gunug Meriahpun dibakar. Satu orang meninggal dunia, dan lainnya luka-luka.

Islam menginginkan agar Gereja-gereja itu di bongkar, karena tidak memiliki surat izin. Sebuah alasan klasik yang menjadi modus umat islam untuk memuaskan nafsunya. Sebab jika alasannya adalah masalah izin, maka akan timbul 2 persoalan:

1. Bagaimana mereka mendapat izin, sementara islam memandang Kristen adalah bagaikan "Serigala memandang Domba". Jadi tidak akan mungkin dapat.

2. Jika memang Aturan sesuai SKB 2 & 3 Menteri ini ditegakkan, maka seluruh Mesjid di Indonesia ini harus dibakar. Karena tidak satupun mereka yang punya IMB apalagi sampai minta izin. Mereka membangunnya begitu saja, sekalipun itu didaerah Mayoritas Kristen.

Dan berikut adalah Persekongkolan Pemda Aceh dengan Ulama setempat, seperti yang di infokan Seorang Sumber Terpercaya, namun merahasiakan namanya:



Mohon Dukung Doa :

Per saat ini tgl 13/10/15. jm 11.00, ribuan masyarakat di Aceh Singkil sdg melakukan pembongkaran gereja. Dua gereja sdh dibakar. Sedang kan pembongkaran & pembakaran gereja berikutnya trs berlangsung .

MOHON DUKUNG DLM DOA 
Berikut nama sepuluh gereja yg sdh sepakat dibongkar yakni:
1).GKPPD Desa Sukamakmur, Kec. Gunung Meriah,
2).GKPPD Pertabas,
3).GKPPD Kuta Tinggi,
4).GKPPD Tutuhan,5).
GKPPD Dangguran,Kec. Simpang Kanan,6).
GKPPD Mandumpang,7).
GKPPD Siompin,8).
GMII Siompin, Kec. Suro, 9).GKPPD Situbuhtubuh, Kec. Danau Paris, 10).
Gereja Katolik Lae Balno, Danau Paris. (*)
Sepuluh gereja di Aceh Singkil, sepakat dibongkar dlm kurun 2 pekan ke depan.
Hal itu disepakati dlm rapat antara Bupati Aceh Singkil, Safriadi, Muspida, ulama, ormas islam serta tokoh masyarakat, Senin (12/10/ 2015) di ruang pertemuan ktr Setdakab setempat di Pulau Sarok, Singkil.
Kesepakatan lain, disebutkan pembongkaran gereja dimulai tgl 19 Oktober sampai dua pekan kedepan. 
BAGIKAN INFO INI KEPADA SAUDARA2 KITA AGAR BISA DUKUNG DALAM DOA,GBU ALL




Menurut saya sudah saatnya Kristen merapatkan barisan. Sebab Serigala hanya takut pada Penjaga. Tanpa Penjaga maka Domba adalah Mangsa. 

Jika saya adalah Ketua PGI, saya akan membuat sebuah Garda Minoritas. Saya akan meminta seluruh Gereja, mulai dari Timur - sampai Barat, untuk menyediakan Dana & Pemuda. Lalu Kekuatan ini akan di Mobilisasi kedaerah-daerah Konflik. Menjaga Gereja dibarisan terdepan, sampai Polisi benar-benar menjalankan fungsinya dengan bertanggungjawab penuh.






Lalu berikutnya, saya akan membentuk Team Advokat. Dimana Tim Advokat ini berfungsi untuk Menekan Pemerintah & Aparat, untuk tidak bermain-main, dan Menegakkan Hukum dengan serius.





PGI itu bukan Domba. Jika PGI adalah Domba, maka PGI tidak perlu ada.

PGI harus dipimpin Singa..!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.