Senin, 13 Juni 2016

PAKAIAN KESELAMATAN DAN JUBAH KEBENARAN



Arti dari nama Natanael ialah Allah telah memberi. Saat Yesus melihatnya, Ia berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Natanael adalah suatu gambaran kehidupan Kristen yang telah mengalami pembaruan, sebab ciri khas dari anak–anak Allah adalah murni/sejati, tidak ada kepalsuan atau kemunafikan. Karena itulah setiap orang yang mengalami pembaharuan harus membuang segala dusta dan berkata yang benar (Efesus 4:21-25). Jika masih ada dusta, berarti belum menjadi anak-anak Allah melainkan anak-anak iblis, yang adalah bapa pembohong. Dan di akhir zaman kita akan menghadapi berbagai kepalsuan dengan munculnya nabi–nabi palsu dengan pengajaran-pengajaran palsu. Mereka adalah orang–orang Kristen yang tidak mengalami pembaharuan dan terbiasa berdusta.

Perkataan Tuhan Yesus tentang Natanael sebagai seorang Israel sejati merupakan kerinduan Tuhan akan sidang mempelai perempuan-Nya, yang memiliki terang dari matahari, bulan, dan bintang, yang berarti sama sekali tidak ada kegelapan atau kepalsuan sebab mempelai Tuhan adalah terang dunia.

Di dalam Yesaya 62:1–5 dikatakan tentang Sion dan Yerusalem, yang adalah bayangan dari mempelai perempuan Tuhan, bahwa kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh, sehingga bangsa-bangsa akan melihat kebenarannya dan semua raja akan melihat kemuliaannya, serta mendapatkan nama baru dari Tuhan sendiri. Suatu kehidupan yang mengalami kelahiran baru akan memakai pakaian keselamatan dan jubah kebenaran (pasal 61:10). Ini merupakan pakaian dari mempelai perempuan Tuhan, bagaikan kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih (Wahyu 19:7-8), sama seperti pakaian dari Tuhan Yesus, yang menunggang kuda putih (ayat 14-15).

Pada kita sendiri tidak ada kebenaran dan keselamatan melainkan dosa, yang upahnya adalah maut. Pakaian keselamatan dan jubah kebenaran Tuhan berikan kepada kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya (Roma 5:8-10, 12-15). Dan karena Yesus telah berkorban untuk keselamatan semua orang (1 Timotius 2:3-6), maka kita yang telah beroleh keselamatan jangan hanya memikirkan keselamatan diri sendiri melainkan turut menyelamatkan mereka yang masih ragu-ragu dan dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa dengan jalan merampas mereka dari api neraka (Yudas :22-23). Dapat disimpulkan bahwa keselamatan oleh korban Tuhan Yesus merebut kita dari api neraka.

Yohanes 17:17-19 mengatakan, bahwa Firman Tuhan adalah kebenaran. Tidak ada kebenaran yang kuat selain dari Firman (Efesus 1:13-14; Kolose 1:3-6). Mengenakan pakaian kebenaran berarti kita mau menerima kebenaran Firman Tuhan. Tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran (1 Yohanes 2:21) dan barangsiapa berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar (pasal 3:7). Oleh kekuatan Firman kita akan dibenarkan.

Terdapat nasihat dalam 2 Tesalonika 3:13-15 supaya kita yang telah menerima berkat Firman tidak jemu-jemu berbuat baik terhadap mereka yang tidak mau mendengarkan Firman pengajaran. Janganlah kita menganggapnya sebagai musuh melainkan tegorlah dia sebagai saudara. Biarlah kebenaran Firman Tuhan yang nantinya akan merebut mereka dari kesesatan.

Cara dari Mempelai Pria untuk menyelamatkan kita adalah dengan telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya di kayu salib (Efesus 5:25, 23). Pakaian keselamatan Dia kenakan pada kita berupa pembelaan dan pemeliharaan (ayat 28-29). Pada ayat 26-27 terdapat jubah kebenaran yang Dia berikan kepada kita, yaitu dengan menguduskan, memandikan kita dengan air dan Firman melalui Pengajaran Mempelai Alkitabiah, supaya kita menjadi suatu kehidupan yang kudus dan tidak bercela di hadapan-Nya.

Dengan adanya pakaian keselamatan dan jubah kebenaran, kita tidak akan disebut "yang ditinggalkan suami" ataupun "yang sunyi", melainkan "yang bersuami" dan "yang berkenan kepada-Ku" (Yesaya 62:4) karena Kristus adalah Suami bagi orang yang telah mengalami kelahiran baru. Amin. szk

-----------------------------------------------------------------------------------------


Mendengar & Mengerti & Memandang & Menanggap
Ucapan Yesus Yang Sulit, 56: 

Pakaian Pesta 


* Matius 22:1-14, Perumpamaan tentang perjamuan kawin 
22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
22:7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
22:8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
22:9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
22:10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." 
Lihat juga Lukas 14:16-24

Dalam Injil Matius, kisah orang yang tidak mengenakan pakaian pesta dihubungkan dengan perumpamaan tentang perjamuan kawin. Memakai pakaian yang patut dalam suatu acara adalah untuk menghormati dirinya, kalau tidak itu merupakan penghinaan bagi yang berencana. Apakah makna pakaian pesta itu? 

* Matius 22:12
LAI TB, Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
KJV, And he saith unto him, Friend, how camest thou in hither not having a wedding garment? And he was speechless.
TR, και λεγει αυτω εταιρε πως εισηλθες ωδε μη εχων ενδυμα γαμου ο δε εφιμωθη
Translit interlinear, kai {lalu} legei {ia berkata} autô {kepadanya} etaire {hai kawan} pôs {bagaimana mungkin} eisêlthes {engkau telah masuk, verb - second aorist active indicative - second person singular} hôde {ke sini} mê {tidak/ tanpa} ekhôn {memakai} enduma {jubah/ pakaian} gamou {pesta/ upacara pernikahan} ho {ia} de {tetapi} ephimôthê {tidak mengatakan apa2}

Dengan menimbang bahwa orang yang tidak mengenakan pakaian pesta itu diusir dan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap (bahasa metaforis untuk "neraka", Matius 22:13), yaitu kematian kekal. Maka pakaian pesta adalah merujuk kepada syarat bagi kehidupan kekal, yaitu:

1. Percaya/ Beriman: 
Yohanes 1:12; 3:16,18,36; Kisah 16:31; Roma 3:22,28; 4:1-25; 5:1; Galatia 2:16; 3:1-29; Efesus 2:8-9; 1 Yohanes 5:13; 

2. Pertobatan: 
Lukas 24:47Kisah 2:38; 3:19; 5:31; 11:18; 17:30; 26:20; 2 Timotius 2:25; Ibrani 6:6 2 Petrus 3:9)

Lihat Artikel:


Pemahaman "pakaian pesta" dapat kita rujuk dalam Perjanjian Lama, yang merujuk kedua hal di atas "pakaian keselamatan"(yaitu: Percaya/beriman) dan "jubah kebenaran" (yaitu: pertobatan), baca ayat sbb:

* Yesaya 61:10 
LAI TB, Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
KJV, I will greatly rejoice in the LORD, my soul shall be joyful in my God; for he hath clothed me with the garments of salvation, he hath covered me with the robe of righteousness, as a bridegroom decketh himself with ornaments, and as a bride adorneth herself with her jewels.
Hebrew, 
שֹׂושׂ אָשִׂישׂ בַּֽיהוָה תָּגֵל נַפְשִׁי בֵּֽאלֹהַי כִּי הִלְבִּישַׁנִי בִּגְדֵי־יֶשַׁע מְעִיל צְדָקָה יְעָטָנִי כֶּֽחָתָן יְכַהֵן פְּאֵר וְכַכַּלָּה תַּעְדֶּה כֵלֶֽיהָ׃ 
Translit interlinear, SHO'OS {aku akan bersuka cita, Verb Qal Infinitive Absolute} 'ASIS {aku bersukacita, Verb Qal Imperfect 1st Com. Sing. (sungguh)} BAYEHOVAH {dibaca: Ba'Adonay; di dalam YHVH} TAGEL {dia akan bersuka cita} NAF'SHI {jiwaku} BELOHAI {di dalam Allahku} KI {karena} HIL'BISHANI {Ia mengenakanku} BIG'DEI-YESHA {dengan pakaian-keselamatan}MEIL TSEDAQAH {jubah kebenaran} YE'ATANI {Dia menyelubungi aku} KEKHATAN {seperti pengantin laki-laki} YEKHAHEN {memakai surban (seperti imam)} PE'ER {dengan perhiasan2} VEKHAKALAH {dan seperti pengantin perempuan} TADEH {yang berhias} KHELEIHA {dengan perhiasan2nya}

Tamu yang tidak memakai "pakaian pesta" di pesta kerajaan itu jelas melambangkan orang berdosa yang membenarkan diri sendiri. Dia ingin menyatakan bahwa dia tidak membutuhkan kematian yang berkorban dan darah yang menebuskan dari Yesus Kristus untuk dapat masuk ke dalam surga. Dia tidak mendengarkan perkataan Tuhan Yesus, "Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6), sehingga ketika datang ke hadapan Allah, dia dilemparkan. Sungguh mustahil berada di hadapan Allah tanpa pakaian pelindung yang ditawarkan oleh Yesus Kristus, yaitu "pakaian keselamatan" dan "jubah kebenaran" (Yesaya 61:10). Maka, kepada yang tidak layak di dalam pesta karena ia tidak mengenakan "Pakaian Keselamatan". Maka, konsekwensinya adalah:

* Matius 22:13
LAI TB, Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
KJV, Then said the king to the servants, Bind him hand and foot, and take him away, and cast him into outer darkness; there shall be weeping and gnashing of teeth.
TR, τοτε ειπεν ο βασιλευς τοις διακονοις δησαντες αυτου ποδας και χειρας αρατε αυτον και εκβαλετε εις το σκοτος το εξωτερον εκει εσται ο κλαυθμος και ο βρυγμος των οδοντων
Translit interlinear, tote {kemudian} eipen {berkata} ho basileus {raja itu} tois diakonois {kepada hamba-hamba} dêsantes {ikatlah} autou {-nya} podas {kaki2} kai {dan} kheiras {tangan2} arate {kalian membawa keluar} auton {dia} kai {dan} ekbalete {buanglah keluar} eis {ke dalam} to skotos {kegelapan} to exôteron {yang paling (gelap)} ekei {di sana} estai {akan ada} ho klauthmos {ratapan} kai {dan} ho brugmos {kertakan} tôn odontôn {gigi2}

Orang yang tidak mengenakan pakaian pesta adalah orang yang mengaku siap bagi Kerajaan Allah tetapi sesungguhnya tidak demikian. Didalam perumpamaan ini, kegelapan melukiskan kegelapan malam di luar istana yang terang benderang, kegelapan dan kertak gigi jelas menunjuk kepada penyiksaan di Gehenna (neraka, lihat Matius 13:42; 25:30,46).

Kitab Wahyu khususnya berbicara tentang orang-orang benar yang mengenakan pakaian putih dan lenan halus yang cemerlang dan bersih. Allah menyediakan dan memberikan pakaian kepada umat-Nya yang melambangkan kebenaran-Nya. 

* Wahyu 3:4, 7:9, 14
3:4 LAI TB, Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
KJV, Thou hast a few names even in Sardis which have not defiled their garments; and they shall walk with me in white: for they are worthy.
TR, εχεις ολιγα ονοματα και εν σαρδεσιν α ουκ εμολυναν τα ιματια αυτων και περιπατησουσιν μετ εμου εν λευκοις οτι αξιοι εισιν
Translit, ekheis oliga onomata kai en sardesin ha ouk emolunan ta himatia autôn kai peripatêsousin met emou en leukoishoti axioi eisin

7:9 LAI TB, Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
KJV, After this I beheld, and, lo, a great multitude, which no man could number, of all nations, and kindreds, and people, and tongues, stood before the throne, and before the Lamb, clothed with white robes, and palms in their hands;
TR, μετα ταυτα ειδον και ιδου οχλος πολυς ον αριθμησαι αυτον ουδεις ηδυνατο εκ παντος εθνους και φυλων και λαων και γλωσσων εστωτες ενωπιον του θρονου και ενωπιον του αρνιου περιβεβλημενοι στολας λευκας και φοινικες εν ταις χερσιν αυτων
Translit, meta tauta eidon kai idou okhlos polus on arithmêsai auton oudeis êdunato ek pantos ethnous kai phulôn kai laôn kai glôssôn estôtes enôpion tou thronou kai enôpion tou arniou peribeblêmenoi stolas leukas kai phoinikes en tais khersub autôn

7:14 LAI TB, Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
KJV, And I said unto him, Sir, thou knowest. And he said to me, These are they which came out of great tribulation, and have washed their robes, and made them white in the blood of the Lamb.
TR, και ειρηκα αυτω κυριε συ οιδας και ειπεν μοι ουτοι εισιν οι ερχομενοι εκ της θλιψεως της μεγαλης και επλυναν τας στολας αυτων και ελευκαναν στολας αυτων εν τω αιματι του αρνιου
Translit, kai eirêka autô kurie su oidas kai eipen moi houtoi eisin hoi erkhomenoi ek tês thlipseôs tês megalês kai eplunan tas stolas autôn kai eleukanan stolas autôn en tô haimati tou arniou

Allah memberi mereka "pakaian kebenaran" yang berwarna putih yang melambangkan bahwa si pemakai telah diampuni, dosa-dosanya telah ditutupi, dan dia adalah anggota rumah Allah melalui Kristus. Inilah pakaian pesta bagi kita, dan itu adalah lambang pengampunan yang sangat penting bagi keselamatan kita!

Ketika Bapa menyambut pulang anaknya yang telah hilang, dia mengenakan jubah yang terbaik bagi anaknya, dengan berbuat demikian ia menyatakan bahwa anaknya telah diampuni (Lukas 15:22). Sama seperti raja di dalam perumpamaan ini menginginkan semua tamunya untuk mengenakan pakaian pesta yang telah tersedia, yaitu "pakaian keselamatan" dan "jubah kebenaran" demikian juga Allah menginginkan orang-orang berdosa untuk datang ke pesta Anak-Nya dan mengenakan pakaianputih yang melambangkan pertobatan, pengampunan, dan kebenaran.

Amin.

-----------------------------------------------------------------------------------------

Pakaian [lambang]


(1) LAMBANG karakter, kondisi atau perilaku seseorang. Misalnya pakaian pesta kawin dalam Mat 22:11 meLAMBANGkan kebenaran Kristus yang membuat pendosa menjadi berkenan di hadapan Allah. Mzm 69:12; 73:6; 109:19; Pkh 9:8; Yes 52:1; 59:6, 17; 61:10; 63:1; Dan 7:9; Za 3:3-4; Mal 2:16; Mat 22:11, 12; Yud 23; Why 1:13; 3:4; 16:15.
(2) SIMILE sesuatu yang mudah rusak dan hancur, seperti pakaian yang dimakan ngengat dan cepat lapuk. Mzm 102:27; Yes 50:9; 51:6, 8; Yak 5:2.
(3) LAMBANG jabatan khusus, misalnya jabatan imam besar atau raja. 1 Raj 22:10, 30; Est 6:8; 8:15.


-----------------------------------------------------------------------------------------

Syarat Jubah Putih


Renungan Harian dari Roh Nubuat tanggal 11 Maret (MARANATHA THE LORD IS COMING - Ellen G. White) : 11 Maret – Jubah Putih Dipersyaratkan Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Matius 22:11, 12. Dengan pakaian pesta dalam perumpamaan tersebut dimaksudkan adalah tabiat yang suci tanpa noda yang akan dimiliki oleh para pengikut yang benar milik Kristus. Kepada gereja “dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Wahyu 19:8. Kain lenan halus itu, menurut Alkitab, adalah “perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.” Efesus 5:27. Adalah kebenaran milik Kristus, tabiatNya yang tidak bercela, yang melalui iman diberikan kepada semua orang yang menerima Dia sebagai Juruselamatnya. 78.1 Jubah putih tanpa dosa dikenakan oleh orang tua kita yang mula-mula ketika mereka ditempatkan oleh Allah di Taman Eden yang suci…… Tetapi ketika dosa masuk, mereka mengakhiri hubungan mereka dengan Allah, dan terang yang telah melingkupi mereka pun dipisahkan….. Tak ada yang orang bisa rancang untuk menggantikan hilangnya jubah sucinya…. Hanya perlindungan yang Kristus sendiri sediakan dapat membuat kita bertemu untuk datang dalam hadirat Allah. Perlindungan ini, jubah dari kebenaranNya sendiri, akan dikenakan Kristus atas setiap jiwa yang bertobat dan percaya….. Pakaian ini, ditenun pada mesin tenun surga, tak satupun benangnya merupakan rancangan manusia. Kristus dalam kemanusiaanNya menjalin sebuah tabiat yang sempurna, dan tabiat ini Dia tawarkan untuk dibagikan kepada kita. “Semua kebenaran kita adalah seperti kain kotor.” Yesaya 64:6. Segala sesuatu yang kita bisa perbuat adalah dinajiskan oleh dosa. Tetapi Anak Allah “telah dinyatakan untuk menghapus dosa-dosa kita; dan di dalam Dia tidak ada dosa.” 1 Yohanes 3:5…. 78.2 Melalui kepatuhanNya yang sempurna Dia telah membuat menjadi mungkin bagi setiap orang untuk mematuhi perintah-perintah Allah. Ketika kita menyerahkan diri kita sendiri kepada Kristus, hati dipersatukan dengan hatiNya, kehendak disatukan dalam kehendakNya, pikiran menjadi satu dengan pikiranNya, pikiran-pikiran dibawa kepadaNya; kita mengalami hidupNya. Inilah artinya dikenakan dengan jubah kebenaranNya. Lalu ketika Tuhan mengawasi kita Dia melihat, bukan pakaian dari daun ara, bukan ketelanjangan dan cacat dosa, tetapi jubah kebenaranNya sendiri, yang adalah kepatuhan sempurna kepada hukum Yehova. 78.3 March 11 - White Raiment Required When the king came in to see the guests, he saw there a man which had not on a wedding garment: and he saith unto him, Friend, how camest thou in hither not having a wedding garment? Matt. 22:11, 12. By the wedding garment in the parable is represented the pure, spotless character which Christ's true followers will possess. To the church it is given "that she should be arrayed in fine linen, clean and white," "not having spot, or wrinkle, or any such thing." Rev. 19:8. The fine linen, says the Scripture, "is the righteousness of saints." Eph. 5:27. It is the righteousness of Christ, His own unblemished character, that through faith is imparted to all who receive Him as their personal Saviour. 78.1 The white robe of innocence was worn by our first parents when they were placed by God in holy Eden. . . . But when sin entered, they severed their connection with God, and the light that had encircled them departed. . . . Nothing can man devise to supply the place of his lost robe of innocence. . . . Only the covering which Christ Himself has provided can make us meet to appear in God's presence. This covering, the robe of His own righteousness, Christ will put upon every repenting, believing soul. . . . This robe, woven in the loom of heaven, has in it not one thread of human devising. Christ in His humanity wrought out a perfect character, and this character He offers to impart to us. "All our righteousnesses are as filthy rags." Isa. 64:6. Everything that we of ourselves can do is defiled by sin. But the Son of God "was manifested to take away our sins; and in him is no sin." 1 John 3:5. . . . 78.2 By His perfect obedience He has made it possible for every human being to obey God's commandments. When we submit ourselves to Christ, the heart is united with His heart, the will is merged in His will, the mind becomes one with His mind, the thoughts are brought into captivity to Him; we live His life. This is what it means to be clothed with the garment of His righteousness. Then as the Lord looks upon us He sees, not the fig-leaf garment, not the nakedness and deformity of sin, but His own robe of righteousness, which is perfect obedience to the law of Jehovah. 78.3

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/kamuh/syarat-jubah-putih_552a8e83f17e61901ed623ab


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.