Rabu, 01 Juni 2016

Pengumuman Pembangunan Bait Suci oleh Temple Institute!

Third Temple & Dome Of The Rock
Third Temple & Dome Of The Rock

Pengumuman Pembangunan Bait Suci oleh Temple Institute!

Rabbi Sanhedrin akan mengirim Pengumuman mengejutkan pada 12 Juli. Apakah ini ada kaitannya dengan Pembangunan Bait Suci?
The Temple Institute adalah sebuah lembaga yang dikhususkan untuk membangun kembali Bait Suci  Ketiga. Mereka  telah mengumumkan bahwa pada tanggal 12 Juli mereka akan menginformasikan “berita menarik tentang masa depan.”
Temple Institute
Temple Institute
Jika Anda adalah seorang Kristen yang mempelajari nubuatan Alkitab maka Anda adalah salah satu dari banyak yang menduga bahwa ini merupakan sebuah pengumuman mengenai pembangunan bait itu.
Alkitab memberitahu bahwa di masa depan sebuah bait ketiga akan dibangun. Hal ini ditemukan dalam Matius 24:15 yang menyatakan,
“Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel — para pembaca hendaklah memperhatikannya –
Kata, “tempat kudus” yang digunakan dalam Alkitab ini, adalah referensi Bait Suci baru yang akan dibangun kembali di Yerusalem dalam waktu dekat. (Dalam bahasa teks asli Yunani kata tempat kudus ditulis secara terpisah. Kata kudus sendiri berasal dari kataἅγιος : hagios, yang berarti juga saint :orang kudus. Dari sinilah muncul tafsiran bait itu bukan bait fisik, tetapi gereja).
Hari ini Temple Institute mengumumkan telah mempersiapkan peralatan Bait Suci seperti baju dada Imam, mahkota imam, shofar, alat musik, bejana, mizrak, dan banyak lagi. Beberapa bagian yang paling penting juga telah diselesaikan, seperti  Menorah, mezbah korban bakaran, mezbah Roti Sajian, dan Tabut Perjanjian yang terkenal.
Rabbi Sanhedrin mengumumkan bahwa organisasi mereka telah mendeklarasikan hal ini sebagai bentuk perlawanan atas pidato Paus di Palestina. Mungkinkah pengumuman mereka ini adalah sinyal orang-orang Yahudi marah dengan Paus? Seperti yang kita ketahui bahwa pada tanggal 13 Mei 2105, Vatikan mengakui Palestina sebagai Negara berdaulat secara de facto.
Mahmoud Abbas & Pope
Mahmoud Abbas & Pope
Paus Fransiskus pun bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas hari Sabtu (16/5), untuk menandatangani perjanjian pertamanya dengan negara Timur Tengah tersebut. Paus dan presiden Palestina itu membicarakan proses perdamaian dengan Israel dan kemungkinan dimulainya kembali negosiasi langsung Israel-Palestina untuk menemukan solusi yang adil dan kekal bagi keduanya itu.
Kabar mengenai perjanjian itu membuat Israel marah besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.