Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat. (Pengkotbah 10:10).
Seperti sebuah kapak yang tumpul jika tidak diasah, demikian juga kehidupan kita. Efektifitas menjalani kehidupan di tentukan oleh diri kita. Semakin tajam hidup kita, semakin efektif pula diri kita. Banyak orang mengeluh, mengapa hidupnya tidak berkembang ? Mengapa keadaan kita biasa-biasa saja ? Jawabannya karena kehidupan kita tumpul. Ketumpulan tidak akan membawa kita pada terobosan baru dalam diri kita. Oleh sebab itu berhentilah sejenak, kita mau asah hidup kita. Ada beberapa yang perlu kita asah dan tajamkan dalam kehidupan ini ?
Mempertajam Penglihatan (MATA)
Mengapa mata harus dipertajam? Agar kita mampu melihat seperti YESUS melihat yaitu:
- Melihat dengan kebenaran ; Melihat dengan belas Kasihan. Melihat dengan pengampunan : melihat melampaui mata melihat.
- Mengapa mulut perlu dipertajam?
Perkataan kita mengandung KUASA untuk menghidupkan dan mematikan. " Hidup dan mati dikuasai lidah. Siapa suka mengemakannya, akan memakan buahnya" (Amsal 18:21)
Contoh : Maraknya Tawuran antar warga dan pelajar disebabkan saling ejek satu sama lain dan berakhir fatal dan banyak kasus pembunuhan terjadi karena seseorang tidak bisa menjaga lidahnya.
Allah memperlakuan kita, sesuai dengan apa yang kita katakan. " katakan kepada mereka : Demi Aku yang hidup, demikianlah firmanTUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan kulakukan kepadamu" (Bilangan 14:28).
Mempertajam Pendengaran (TELINGA)
Mengapa telinga perlu dipertajam ?
1, Kehidupan atau kematian ditentukan oleh pendengaran.
karena mendengarkan suara setan (ular) akibatnya Hawa jatuh dalam dosa, sebaliknya mendengarkan suara Tuhan membuahkan kehidupan.
Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab dia sudah pindah dari maut ke dalam hidup (Yohanes 5:24).
2, Pertumbuhan IMAN ditentukan oleh pendengaran.
" Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari firman Kristus " (Roma 10:17). Mampu mendengar apa yang tidak terdengar. Telinga yang diasah memampukan kita mendengar hal-hal yang tidak tedengar seperti Yesus mendengarkan kebutuhan orang yang kelaparan dan jiwa-jiwa yang terhilang.
Mempertajam pikiran.
Apapun yang kita simpan dalam pikiran kita, cenderung terjadi dalam hidup kita. Ketika kita terus-menerus percaya seperti apa yang kita percayai, kita akan terus-menerus bertindak yang selalu kita lakukan, kita akan terus-menerus mendapatkan apa yang selalu kita dapatkan. Jadi jika kita ingin hasil yang berbeda dalam hidup dan pekerjaan kita, UBALAH CARA BERFIKIR KITA !
Dengan kata lain kalau kita ingin berkembang dalam hal apapun kita harus Kreatif. Contoh : Kalau usaha kita sepi (kurang pelanggan), padahal dana (Modal) sudah besar tapi rugi. Pasti ada yang salah dalam mengatur keuangannya, atau kita kurang ramah terhadap pelanggan itu juga faktor penyebabnya. Jadi hal ini yang harus kita benahi dan kita rubah cara BERFIKIR kita.
Pikiran adalah sentral (Pusat) Kehidupan. Semua yang kita lakukan dan kita ucapkan dikendalian otak kita. Karena itu, pikiran kita perlu dipertajam agar tindakan kita semakin tajam dan kita berbuah lebat.
Berikut beberapa alasan mengapa pikiran perlu dipertajam.
1, Siapa kita adalah yang kita pikirkan " Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. " (Amsal 23:7).
Kehidupan kita dibentuk oleh pikiran.Orang baik karena selalu memikirkan hal-hal yang baik, sehingga menghasilkan perbuatan yang baik. Demikian juga sebaliknya, orang yang selalu memikirkan hal-hal yang jahat, perbuatannya pun akan menjadi jahat sehingga menjadi penjahat. Mengapa ada orang yang senang ? karena orang itu memikirkan hal-hal yang menyenangkan. Bayangkan, betapa bahagianya hidup ini, kalau kita isi dengan hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan sekalipun keadaan yang kita alami tidak selalu menyenangkan. Sebaliknya orang yang sedih karena hal-hal yang menyedihkan. jadi hidup kita ditentukan oleh keadaan/situasi/kondisi sekitar kita PIKIRAN KITA.
2, Kita menuai apa yang kita pikirkan. " Karena apa yan kutakutkan , itulah yang menimpa aku, dan apa kucemaskan itulah yang mendatangi aku." (Ayub 3:25).
Siapa kita dan apa kita, pada hari ini adalah hasil pikiran-pikirankita di masa lalu. Jika kita baik,positif maka kita akan menuai hal yang baik dan positif. Tetapi jika pikiran kita negatif, kita akan juga memuai hasil yang negatif. Ayub sadar bahwa yang dialami itu dihasilkan dari apa yang ia pikirkan.
Contoh yang baik dalam Alkitab adalah wanita yang 12 tahun sakit pendarahan. -karena katanya dalam hatinya (pikirannya) : " Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Wanita ini berfikir bahwa Yesus berkuasa menyembuhkannya. Yang ia pikirkan itu terjadi.
3, Pikiran adalah medan petempuran.
Kemenangan atau kelelahan dalam hidup ini, di awali dari PIKIRAN. Itulah sebabnya iblis menyerang kita melalui pikiran.
" Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdaya oleh ular itu dengan kelicikannya. (2 Korintus 11:3).
Contoh : Daud dan Goliat, 1 Samuel 17:10,11. Ketika saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan. Goliat sudah mememangkan pertempuran, sebelum peperangan itu terjadi yaitu melumpuhkan pikiran orang Israel, sehingga cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan. Allah, penguasa dari bala tentara Surgawi, ada diantara kita. Yesus yang epunya kuasa di Sorga dan di bumi, telah berjanji untuk menyertai kita selamanya, sampai akhir dunia. karena itu kita tidak perlu gentar apapun yang terjadi (Mazmur 46:1: Matius 28:18-20).
Tuhan Yesus Memberkati.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.