animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Minggu, 10 Juli 2016

PASTOR YONG DOO KIM - DI BAPTIS DENGAN API DASYAT BUKU, (1 - 3) / BAPTIZED BY BLAZING FIRE BOOK (1 - 3)



DI BAPTIS DENGAN API DASYAT BUKU - 1



Ini hanya ringkasan sekilas dari buku “Blazing By Fire”. Banyak peristiwa, kunjungan, hal-hal yang lebih detail, dan pengelihatan yang tidak di masukan dalam rangkuman ini. Untuk bacaan selengkapnya, silahkan membeli bukunya diAmazon.com

Dalam kurun waktu 30 hari dengan doa semalam suntuk terus menerus di Gereja Tuhan (The Lord’s Church) di Korea Selatan, pendeta Yong Doo Kim dan jemaatnya mengalami kebangkitan rohani yang mengubah hidup mereka secara total. Dengan mengangkat tangan mereka dan berdoa semalam suntuk, mata rohani jemaat ini dibukakan dan pada saat yang sama mereka mengalami kesembuhan ilahi, pengelihatan, peperangan rohani yang dahsyat, dan pertemuan dengan Tuhan Yesus Kristus secara langsung yang mengubah hidup mereka. Setelah mata rohani mereka di bukakan, mereka bisa melihat peperangan rohani yang terjadi selama mereka berdoa. Mereka di perlihatkan bagaimana taktik iblis yang berusaha menganggu, menakuti, dan menipu jemaat Tuhan selama mereka berdoa. Selama peperangan rohani dengan iblis, iblis bermanifestasi dengan memakai rupa/wujud naga, raja setan, malaikat-malaikat palsu, yesus yang palsu, iblis yang meminta simpati, roh setan yang menyamar sebagai wanita-wanita cantik dan sebagainya. Mereka ini juga di angkat ke Surga dan neraka berkali-kali oleh Tuhan Yesus. Di seri ini ada total 5 buku, tapi ini hanyalah rangkuman dari buku pertama.


Dari Tuhan Yesus kepada pendeta Kim:

“Dari sekarang, pengalaman apapun yang kamu dan jemaatmu alami, kamu harus mencatat apa yang kamu lihat dan dengar secara akurat. Melalui peristiwa ini, Aku ingin agar semua gereja-gereja di Korea dan seluruh dunia untuk bangun. Oleh karena tujuan inilah, kamu di lahirkan di dunia. Pada saat sekarang ini, gereja-gereja di Korea dan kehidupan jemaat luar dan dalam sangat bertentangan dengan apa yang Aku rencanakan dalam hidup mereka. Pempimpin-pemimpin dan jemaat-jemaat gereja menyembah Aku hanya sebagai formalitas belaka dan hanya mengetahui Aku hanya sebatas teori tertulis”


Pendeta Kim:

Jemaat kami percaya dalam kuasa di dalam bahasa Roh, jadi kami bisa berdoa dengan lebih lama, lebih sungguh-sungguh, dan lebih dalam. Berdoa di dalam Roh juga membuat kami lebih berkonsentrasi dan dari situ keluarlah kemampuan2 yang membuka mata rohani kami. Proses untuk membuka mata rohani kami bukan saja melelahkan, tapi juga harus melewati banyak rintangan. Maka dari itu, jika kamu secara ceroboh berdoa atau kurang persiapan, kamu akan membayar harga yang hilang. Sekarang kami juga di persiapkan untuk melawan serangan iblis dengan pujian, mengisi hati kami dengan Firman Tuhan, dan mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Anak buah setan datang sendirian. Ketika satu gagal, dua setan akan datang, kemudian mereka akan menyerang secara berkelompok/keroyokan dengan 10, 30, 50, 100, bahkan jumlah yang lebih dari itu. Kelompok ini secara berulang kali menyebar dan bergabung kembali untuk menyerang tergantung situasi pada saat itu. Kemudian, ketika satu roh jahat di usir dengan doa, roh jahat tersebut bergerak ke sasaran lain dengan menggoda, menusuk, mencobai, dan kadang-kadang dengan bisikan-bisikan dengan suara yang manis. Ketika identitas mereka akhirnya terbuka/terkuak, mereka langsung kabur. Antek-antek setan muncul kepada kami di dalam bentuk yang berbeda-beda. Kadang-kadang mereka datang dan menggoda kami dengan menyerupai seoarang bintang lawak, seorang anak kecil yang lugu, yesus yang palsu atau menyamar sebagai malaikat terang (2 Korintus 11:14). Bahkan mereka sempat membuat kami bingung dengan menyamar sempurna sebagai anak perempuan kami. Kami melawan mereka dan menang, tapi juga pernah mengalami kekalahan melawan roh-roh jahat. Ketika kami kalah, daging kami mengalami sakit yang luar biasa.Sakitnya sangat luar biasa dan kami sempat terguling di tanah beberapa kali. Ketika kami mengalami ketakutan untuk mengatasi banyak sekali setan-setan, Tuhan mengerahkan malaikat Michael dan malaikat-malaikat lainnya untuk membantu kami. Tuhan kami meyankinkan kami bahwa kami tidak sendirian ketika kami memanggil malaikat-malaikat Tuhan untuk membantu kami setelah kita jatuh terlelah dan kecapaian setelah peperangan rohani tersebut.

Yesus mengingatkan kepada kami untuk memperlengkapi diri kami dengan doa setiap hari (Markus 9:29). Sangatlah penting untuk mempunyai doa yang teratur. Yesus juga menjelaskan mengenai pentingnya berdoa dengan persetujuan dengan dua atau tiga saksi (Matius 18:19). Roh-roh jahat tidak meninggalkan secara kami secara baik-baik, tetapi mereka meninggalkan berkas-berkas luka dan penderitaan berlanjut terus.

Motto/slogan kami selama tahun 2005 adalah “Kebangkitan Rohani Melalui Doa” dan kami mulai berdoa rally/marathon semenjak 2 Januari. Doa rally ini berjalan selama 30 hari. Pada saat itu ada total 10 anggota yang ikut dalam doa rally ini. Pada hari pertama, setelah kebaktian hari minggu sore, kami mengadakan persekutuan doa. Pada hari kedua (3 Januari), kami mengalami kehadiran Roh Kudus yang luar biasa. Kesatuan doa di antara jemaat dan juga doa pribadi meledak luar biasa berjalan sampai jam 7:30 pagi di ke-esokan harinya. Setelah persekutuan doa selesai, kami berkumpul di dalam lingkaran untuk mendengar kesaksian dan pengalaman bertemu dengan Yesus. Waktu persekutuan doa kami menjadi tambah lama. Persekutuan doa kami hari rabu mulai jam 7:30 malam tapi hapir selesai jam 8 pagi hari berikutnya. Hari Kamis mulai jam 9:00 malam dan selesai Jumat jam 10 pagi.

Secara total, Tuhan mengubah pemikiran kami. Semakin banyak kami berdoa, Tuhan makin banyak mengubah kami dengan hal-hal yang luar biasa. Meskipun persekutuan doa kami melewati waktu malam, tidak ada yang komplain (bersungut-sungut). Malahan, mereka makin lapar dengan makanan rohani. Tuhan Yesus datang mengunjungi kami sewaktu kami berdoa. Kami melihat Tuhan Yesus melalui mata rohani kami, tetapi pada saat-saat tertentu, kami melihat Dia secara jelas dengan mata jasmani kami.

Seperti anak-anak kecil yang mengalami Yesus, kami di bebaskan dari ketidakpatuhan dan di ubah menjadi hamba-hamba yang taat dan setia kepadaNya. Dua anggota dari kami, menangis dengan berlutut dan meminta pengampunan karena banyak kali mereka kali bersikap salah kepada saya (pendeta Yong Doo Kim). Di dalam cuaca dingin (temperatur di bawah nol), mereka pergi keluar untuk mengabarkan injil di kala mereka harus menghangatkan telapak tangan mereka dengan uap mulut mereka. Mereka keluar jam 4 sore dan kembali sampai jam 8:30 malam dengan tangan dan kaki yang beku. Mereka tahu bahwa mereka harus disiplin karena merka melihat harta mereka di simpan di Surga. Seorang anak kecil berumur 5 tahun yang bernama Meena, berdoa di dalam Roh dengan kedua tangan terangkat selama 2 – 3 jam. Jemaat kami mengalami karunia-karunia Roh dalam bernubuat, membedakan Roh, berbicara dalam bahasa Roh, pengetahuan, hikmat, dan iman dari Surga.

Tidak ada isi yang di salahgunakan di dalam buku ini, hanya pengalaman-pengalaman pribadi dari anggota-anggota yang ikut serta dalam doa rally.

Anggota-anggota yang berdoa adalah: Pastor Kim, [Kang, Hyun-ja] [Kim, Joseph] [Kim, Joo-Eun] [Sister Baek, Bong-Nyo] [Lee, Haak-Sung] [Lee, Yoo-Kyung] [Meena] [Oh, Jong-Suk] [Deaconess Shin, Sung-Kyung] [Oh, Jung-Min]



==== Hari ke 1 ====


<Tidak di terjemahkan dari bahasa korea ke bahasa english di internet. http://www.spiritlessons.com/Documents/Babtize_by_Blazing_Fire/index.htm >



==== Hari ke 2 ====


Pastor Kim:

Dengan intervensi dari Roh Kudus secara khusus, kami berasa seperti di dalam api ketika kami berdoa. Walaupun persekutuan doa selesai jam 7 pagi di keesokan harinya, kami merasa tidak cukup.


Lee, Yoo-Kyung:

Saya sangat rindu dan dengan sepenuh kekuatan saya memanggil Tuhan, “Yesus, Yesus, aku cinta kepadaMu. Tolonglah agar saya bisa melihat Engkau. Tunjukkanlah diriMu kepadaku.” Saya berteriak dan berdoa secara sungguh-sungguh di dalam bahasa Roh. Setelah satu jam, tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang muncul dan seseorang berdiri di dalam cahaya tersebut. Saya membuka mata saya dan kaget tetapi saya tidak melihat sesuatu. Ketika saya menutup mata saya, saya bisa melihat secara jelas, jadi saya tetap menutup mata saya. Yesus berdiri di depan saya memakai jubah yang sangat terang “Yoo-Kyung, Aku mengasihimu.” Yesus mengatakan hal ini kemudian makin mendekat kepada saya dan duduk di depan saya. Saya rasa saya tidak pernah melihat seorang-pun yang rupawan selain Yesus. Rambut Yesus bewarna emas dan Dia mempunyai mata yang besar dan indah. Yesus dengan lembut mengelus rambut saya dan berkata “Yoo-Kyung, Aku mengasihimu.” Saya mulai menangis dan hati saya hancur. Lanjut Tuhan Yesus berkata, “Aku ingin menunjukkan Surga kepadamu.” Seketika, kami dalam perjalanan ke Surga dan ada sebuah cahaya yang sangat terang sampai saya tidak bisa membuka mata saya. Saya pikir, “Ini pasti Surga.” Ketika kami sampai di Surga, malaikat bersayap yang jumlahnya tidak bisa di hitung menyambut kami dan Yesus memperkenalkan saya ke banyak malaikat. Kemudian Yesus bertanya kepada saya, “Yoo-Kyung, apakah kamu senang mengunjungi Surga?” “Ya Yesus, sangat, sangat senang.” Kemudian Yesus berkata, “Berdoalah secara sungguh-sungguh, patuhlah kepada pendeta Kim, dan ikutilah ibadah-ibadah gereja dan Aku akan membawa kamu ke Surga lebih banyak lagi. Setialah melakukan apa yang Aku katakan.”

Setelah persekutuan doa selesai, saya membagikan kesaksian saya bertemu dengan Yesus dan mengunjungi Surga.


Baek, Bong-Nyo:

Setiap dari kami berdoa dan berlutut dengan beralaskan tatakan yang empuk. Di sebelah saya, istri dari pendeta Kim menari dengan di penuhi oleh Roh Kudus. Tarian istri dari pendeta Kim sangat lancar, seperti air mengalir. Wajahnya bersinar dan menari secara indah sebagaiman Roh Kudus memimpin dia. Saya melanjutkan berdoa di dalam bahasa Roh. Tiba-tiba, cahaya bewarna emas yang terang benderang datang dan Yesus berdiri memakai jubah putih yang berkilau-kilaukan. “Bong Nyo, Aku mengasihimu.” Saya tidak bisa mejelaskan sukacita dengan kata-kata ketika bertemu dengan Tuhan. Saya menanyakan banyak pertanyaan kepadaNya dan Yesus menjawab semuanya.


Lee, Haak-Sung:

Saya berkonsentasi dalam bahasa Roh dan tanpa sepengetahuan saya, doa saya di penuhi dengan kuasa dan suara saya semakin keras. Tubuh saya menjadi panas seperti di penuhi api dan saya harus mencopot lapisan pakaian bagian luar. Kemudian, baju saya mulai basah di penuhi keringat. Seumur hidup saya, saya tidak pernah mengalami api Roh Kudus turun ke atas saya seperti saat ini. Saya sangat bersuka cita dan senang untuk berdoa. Jadi, saya berdoa dengan berlutut sampai kaki saya menjadi mati rasa.


Istri pendeta, Kang, Hyun-Ja:

Saya sudah tidak lama meluangkan waktu untuk berdoa secara cukup, sehingga saya merasakan keinginan penuh untuk berdoa. Ketika berdoa dan jikalau situasi sekitar kami di lain dari biasanya secara roh, Tuhan menangani pendeta dan setiap anggota dengan penuh kuasa. Saya ingin sekali menerima tarian yang di penuhi Roh Kudus seperti yang di alami oleh Ibu Choo Thomas. Kemudian, untuk pertama kalinya, saya bisa menari tarian Roh Kudus tanpa malu-malu. Untuk seketika, saya menyembunyikan karunia ini tetapi saya tidak bisa lagi menyembunyikannya karena pimpinan dari Roh Kudus. Tubuh saya di penuhi oleh api sebagaimana tangan-tangan saya bergerak secara bebas sesuai dengan musik.


==== Hari ke 3 ====

<Tidak di terjemahkan dari bahasa korea ke bahasa english di internet. http://www.spiritlessons.com/Documents/Babtize_by_Blazing_Fire/index.htm >



==== Hari ke 4 ====

Lee, Yoo-Kyung:


Ketika saya berdoa dengan sepenuh kekuatan saya, tiba-tiba saya melihat setan yang kelihatannya seperti muncul dari film. Menggunakan jubah yang putih dan rambut yang panjang, setan tersebut datang ke arah saya sambil menari dan berbicara dengan suara yang menakutkan, “Hahahahhaa hehehehe.” Saya tidak bisa bergerak dan di penuhi rasa takut. “Kamu iblis jahat dan terkutuk. Aku perintahkan kamu pergi dari saya di dalam nama Yesus.” Tetapi iblis tersebut semakin mendekat ke arah saya dan sambil menangis, “Hehehehe…kenapa saya harus pergi? Saya disini bukan saja untuk mencegah kamu berdoa tapi saya juga akan membuat kamu sakit”. Kemudian pendeta Kim menaruh tangannya di atas kepala saya dan berdoa, dan berteriak, “Kamu setan yang kotor. Aku perintahkan kamu di dalam nama Yesus Kristus untuk pergi.” Seketika setan itu kabur. Kemudian Pendeta Kim mengatakan kepada semua anggota,”Kita harus yakin ketika berdoa.”

Saya melanjutkan berdoa dan berteriak, “Yesus tolong saya. Tolong saya” saya memanggil Yesus untuk sementara waktu dan kemudian Yesus muncul di di dalam sinar yang terang. Dia berkata kepada saya “Yoo-Kyung, jangan khawatir. Saya akan melindungi kamu. Setan apapun yang berusaha menyerang kamu, jangan takut dan jangan khawatir. Panggil Saya dengan segenap kekuatanmu dan Aku akan datang dan menghalau setan-setan pergi. Jadi jangan khawatir dan jadilah kuat.”



==== Hari ke 5 ====


Catatan penulis: Pesta perkawinan antara Baek, Bong-Nyo dan Yesus melambangkan hubungan antara Juruselamat dan orang-orang berdosa yang telah Dia selamatkan Yesus ingin menunjukkan hal ini kepada anggota yang baru saja lahir baru, Baek, Bong-Nyo.

Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantinNya telah siap sedia. (Wahyu 19:7) 

Setelah kebaktian, saya mulai dengan sungguh-sungguh berdoa di dalam Roh dan Tuhan Yesus muncul kepada saya dan berkata, “Bong-Nyo, mari kita ke Surga” Yesus memang tangan saya dan menuntun saya. Kemudian saya berdiri di depan tahta Bapa di Surga. Yesus menjelaskan kenapa saya di bawa ke Surga: “Bong-Nyo, suatu hari Saya harap untuk mempunyai perkawinan yang indah di Surga dengan kamu hari ini dan inilah kenapa kita disini.” Dengan segera, malaikat-malaikat mempersiapkan saya gaun dan memakaikan saya banyak perhiasan. Saya tidak pernah melihat gaun emas yang di sediakan buat saya. Saya di penuhi dengan sukacita. Banyak malaikat dan orang di Surga yang mengucapkan selamat untuk perkawinan kami dan saya tidak pernah melupakan peristiwa ini. Kemudian, di Tahta Bapa seperti sedikit bergerak. Setiap kali Tahta Bapa bergerak, karena Bapa sangat senang , muncul 5 warna yang sangat cerah bersinar. Setelah acara tersebut, saya berkeliling di Surga sambil memegang tangan Tuhan. Saya berada di dalam sukacita yang luar biasa.


Lee, Haak-Sung:

Dengan tekad yang penuh, saya mulai berdoa di dalam Roh dan tiba-tiba salib yang berada di belakang mimbar, bercahaya dengan sangat terang dan sebuah pintu yang bundar muncul. Tidak lama kemudian, Yesus muncul. “Haak Sung, Aku mengasihimu” Saya tidak bisa mengutarakan sukacita yang menyelimuti saya. “Haak Sung, ada satu tempat yang aku harus pergi bersama dengan kamu. Mari kita pergi.” Kemudian Yesus memegang tangan saya dan tubuh saya mengapung di udara seperti layaknya seringan sehelai bulu. Kemudian, ketika kami tiba di tempat tujuan, ada bau yang sangat aneh dan sangat kotor. Saya sangat susah bernapas karena baunya yang sangat menyengat di sekitar saya. “Yesus, Yesus yang saya kasihi, kita sekarang ada di mana? Saya tidak bisa melihat dengan jelas apa yang di depan saya.” Saya berteriak dan kemudian Yesus menjawab, “Haak Sung, janganlah takut. Ini neraka. Aku akan melindungi kamu, jadi jangan khawatir, tapi lihatlah secara seksama.”

Api menghangatkan gerbang-gerbang neraka sampai gerbang tersebut bewarna merah terang dan sebelon saya melewati gerbang-gerbang tersebut, sekeliling kami panasnya luar biasa sampai saya rasanya tidak tahan. Saya harus minggir dari api yang membara dan panas yang luar biasa. Saya bertanya , “Yesus bagaimana caranya kita untuk masuk ke api ini? Saya rasa saya tidak mampu.” Kami masuk ke sebuah tempat di mana sangat gelap dan saya tidak bisa melihat sesuatu. Kemudian, Yesus menyentuh kedua belah mata saya dan saya bisa melihat secara jelas. Disana ada sesorang nenek yang keliatannya sangat sedih dan duduk dengan tidak bergerak dan memaki baju tradisional Korea yang bewarna putih. Yesus berkata, “Haak Sung, lihat lebih dekat” Jadi saya mendekat ke nenek tersebut. Nenek tersebut adalah nenek kandung saya yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Ketika ibu saya meninggalkan rumah, saya di besarkan oleh nenek kandung saya. Nenek saya mencintai kami. Hidup saya waktu itu tidak benar sehingga menyebabkan nenek saya di neraka. Dengan kaget saya berteriak kepada nenek saya, “Nenek…ini saya, Haak Sung. Bagaimana orang yang ramah dan baik bisa masuk ke sini? Ayo, cepat keluar dari sini.” Nenek saya cepat mengenali saya dan kaget, dan dia bertanya, “Haak Sung, kenapa kamu ada disini? Bagaimana kamu bisa sampai disini?” Saya menjawab “Yesus membawa saya ke sini. Nenek ayo cepat dan keluar dari sini.” Nenek saya menangis dan berteriak, “Haak-Sung, sebisa mungkin saya ingin keluar, kamu nggak bisa melakukan apa yang kamu mau. Kamu jangan masuk ke sini. Tinggalkan tempat ini secepatnya.”

Dengan menangis, saya memohon kepada Yesus, “Yesus, tolong nenek saya, agar dia bisa keluar dari sini. Sewaktu nenek saya hidup di bumi, hidupnya sengsara” Kemudian seekor ular besar tiba-tiba manucul di bawah kaki nenek saya tersebut dan mulai mengikat dan melilit tubuh nenek saya dari bawah ke atas. Saya berteriak dengan keras “Ahhhh” Nenek saya berteriak dengan takut “Tolong saya…Tolong” tetapi tidak ada gunanya. “Yesus, Yesus yang saya kasihi, saya yang melakukan banyak hal yang jahat”. Saya menangis. “Tolong lalukan sesuatu…tolong Yesus” Yesus tidak mengatakan sepatah katapun tetapi hatinya hancur ketika Dia melihat saya menangis dan menangis dan memohon, tetapi tidak ada gunanya. Malah di tengah-tengah kepanikan, nenek saya menanyakan keadaan keluarga dan khawatir tentang mereka, “Haak-Sung, bagaimana kabar kakak-kakak perempuan kamu? Bagaimana kabar ibu kamu?” Saya menjawab, “Semua baik-baik” Ketika saya menjawab dia, ular tersebut melilit tubuh nenek saya lebih kencang lagi. Nenek saya berteriak kesakitan semakin kencang dan kencang. Yesus memegang tangan saya, menuntun tangan saya dan berkata, “Haak Sung, sekarang waktunya untuk kita pergi.” Saya meninggalkan nenek saya yang sedang menangis dan kami keluar dari neraka. Yesus berkata, “Di neraka, semua indera kamu lebih sensitif dan peka di bandingkan di bumi…Haak Sung, jangan menangis. Kamu melihat semuanya itu secara jelas, jadi pergilah dan layani Tuhan dengan setia. Apakah kamu mengerti hal ini?”

Kemudian Yesus memanggil saya, “Haak Sung, neraka sangat mengerikan, betulkah? Saya ingin menunjukkan Surga kepadamu.” Dengan waktu yang sangat singkat, kami berada di Surga. Sekumpulan malaikat dan orang-orang yang datang ke Surga sebelum saya, datang dan menyambut saya. Malaikat-malaikat berkumpul dengan Yesus dan bergandengan tangan untuk menari bersama. Situasi Surga sangat berbeda dengan situasi di neraka. Situasi di Surga seperti nyata dan luar biasa. Ketika di Surga, saya meminta kepada Yesus, “Yesus, anak dari pendeta Kim, yang bernama Joseph, kakinya di penuhi oleh bisul-bisul yang menyakitkan, dan dia susah berjalan.Tolong sembuhkan dia. Juga, ibu saya juga menderita sakit punggung. Tolong ibu saya supaya tidak sakit. Tolong juga untuk kakak Oh, Jung-Suk yang sekarang ini tinggal di kantor gereja. Tolong agar dia mendapatkan pekerjaan secepatnya. Dan terkahir, tolong kami supaya ada kebangkitan rohani di gereja kami.” Yesus dengan senang menjawab, “Iya, baiklah” Yesus melihat saya dan berkata, “Haak-Sung, cukuplah untuk hari ini. Mari kita pergi.” Ketika Yesus memegang tangan saya, kami terbang melewati angkasa dan kembali ke gereja.

Saya melanjutkan doa saya secara sungguh-sungguh. Saya tidak bisa berhenti memikirkan nenek saya yang sedang menderita di neraka, dan saya menangis dengan hebatnya. Saya sangat stress dan kesakitan dan saya menendang dan berteriak, “Tuhan, apa yang harus saya lakukan? Nenek saya meninggal karena saya. Sakit di dalam hati saya sangat luar biasa. Nenekku…Nenekku yang malang.” Saya menangis sampai lemas. Kemudian saya menangis lagi. Saya memanggil Tuhan.Saya jarang menangis tetapi saya tidak bisa percaya bahwa air mata saya terus mengalir selama 2 jam, 3 jam, dan kemudian 4 jam. Sesi doa pertama kali selesai tetapi saya tidak bisa menahan sedih saya. Saya membagikan kesaksian saya mengunjungi Surga dan neraka kepada anggota-anggota yang lain. Kemudian pada jam 5 pagi, kami memulai sesi ke 2 doa kami sampai selesai 5 jam kemudian. Ketika pendeta memberikan kotbah, Yesus muncul, dan kemudian kotbah pendeta menjadi tambah berkuasa. Malaikat-malaikat datang dari Surga, berbaris di samping podium dan beberapa dari mereka membawa mangkuk dengan tiang. Mereka menangkap setiap doa-doa kami dan mereka bernyanyi, “Amen. Amen” Setelah persekutuan doa kami selesai, saya tidak bisa berhenti menangis akan keadaan nenek saya yang berada di neraka.

Ketika persekutuan doa selesai, saya tidak bisa berhenti menangisi nenek saya yang berada di neraka.



==== Hari ke 6 ===

Baek, Bong-Nyo:


4 jam telah berlalu semenjak pendeta memulai kotbahnya. Tidak ada kami yang merasa ngantuk.Seorang anak kecil berumur 5 thn yang bernama Meena juga mendengarkan kotbah secara serius. Ketika saya memusatkan mata saya ke pendeta, Yesus datang dengan beberapa malaikat. Yesus membawa dan menuntun juga 9 domba dengan Dia. Saya sadar bahwa jumlah domba yang Yesus bawa itu sama dengan jumlah anggota yang ikut dalam persekutuan doa ini (pendoa syafaat). “Kamu adalah domba-dombaKu..Aku selalu memperhatikanmu jadi jangan khawatir.”

Kotbah dari pendeta Kim berapi-api dan dia berbicara dengan api Suci. Yesus sangat terlibat di dalam kotbah pendeta Kim dan berteriak dengan kagum, “Baik kerjamu, pendeta Kim. Kerjamu bagus.” Yesus berjalan di samping pendeta Kim dengan senyum yang bersinar terus-menerus. Ketika pendeta bergerak ke kiri, Yesus juga bergerak ke kiri; ketika pendeta bergerak ke kanan, Yesus juga bergerak ke kanan. Kemudian 10 malaikat muncul. Satu malaikat berdiri dan memegang buku yang terbuka sambil mencatat sesuatu dengan terburu-buru. Malaikat-malaikat yang lain mengelilingi pendeta membawa mangkuk-mangkuk dan mengumpulkan kotbah-kotbahnya. Ketika satu mangkuk terisi penuh, malaikat yang lain datang membawa mangkuk yang lain dan hal ini berlangsung terus sebagaimana mereka membawa mangkuk tersebut ke Surga. Yesus bersuka cita dan malaikat-malaikat pun juga bersuka-cita.

Setelah kebaktian selesai, tibalah saatnya untuk berdoa secara serempak. Ketika kami berdoa, kesembilan dari kami keliatan seperti berperang. Ketika kami menangis kepada Tuhan dengan pertobatan, air-mata dan keringat-pun keluarlah.

Ketika Yesus mendekat, Dia memanggil nama saya. Tuhan kemudian berbicara dengan membandingkan beberapa gereja, “Bong-Nyo, banyak gereja-gereja yang sedang tertidur dan banyak salib-salib dari gereja mereka yang menyala setiap malam tetapi anggota-anggota dari The Lord’s Church (Gereja Tuhan dalam bahasa Indonesianya) yang berdoa secara sungguh-sungguh. Saya sangat senang sekarang.” Kemudian malaikat-malaikat turun dengan berkelompok tiga. Satu, dua, tiga, empat, lima, saya menghitung untuk sementara tetapi saya tidak bisa melihat akhir dari kejadian tersebut sehingga saya berhenti. Mereka tetap turun tidak berhenti-hentinya dan berdiri di depan mimbar dimana sembilan dari kami berdoa. Mereka mengambil doa-doa kami di dalam mangkuk emas dan membawa mereka ke atas dan kembali. Malaikat-malaikat membawa doa-doa kembali ke Tuhan. Tetapi kemudian, anggota-anggota dari The Lord’s church menyembah semalam suntuk dan berdoa. Malaikat-malaikat Tuhan berterima kasih kepada kami dengan memberikan mereka banyak sekali pekerjaan.

Yesus berkata,”Dengan ketekunan kamu memanggil nama Tuhan, menyembah siang dan malam, Bapa di Surga, Aku, dan Roh Kudus semuanya terkagum dengan ketekunan kamu. Sangatlah jarang untuk menemukan sebuah gereja seperti gereja kamu di bumi ini.” Bapa di Surga menanyakan kepada kami, “Apa yang bisa Saya berikan kepadaMu?” Kemudian Bapa bertanya kepada Yesus, “AnakKu, menurutMu, apakah yang harus Aku lakukan?” Yesus menjawab, “Bapa, kerjakanlah sesuai dengan kehendakMu.” Roh Kudus mengurapi kami dengan api Roh Kudus, minyak, dan karunia-karunia Surgawi. Bapa berkata, “Untuk istri pendeta, Kang Hyun-Ja, saya secara khusus ingin mengurapi dia dengan api dahsyat Roh Kudus dan kemampuan untuk menyembuhkan orang sakit, dan saya ingin dia menari tarian Roh dengan berani.”

Ketika istri pendeta mulai menari di dalam Roh, semua orang di tempat itu melihatnya dengan kagum. Wajahnya menjadi warna merah selagi dia menari di dalam pimpinan Roh.

Secara tiba-tiba, Tuhan mendorong saya di suatu tempat di mana saya seperti terbenam di dalam air dan tubuh saya dan kaki saya bergerak menurut kehendak mereka sendiri. Tak lama kemudian, saya mendengar suara Tuhan yang berkata, “Saya akan membaptis kamu dengan api Roh” Saya merasa seperti saya di lempar di dalam minyak dan tubuh saya berasa seperti bola api.

Kemudian, Yesus mulai berkata mengenai gereja di Korea. Dengan kemarahan, Dia berkata, “Apa gunanya jikalau gereja itu besar dengan salib yang bersinar? Saya memilih pemimpin-pemimpin gereja untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang hilang, tapi mereka kurang berdoa dan itu menghancurkan hatiKu.”

Kemudian, saya menari dengan tarian Kudus dan berdoa di dalam bahasa Roh. Kemudian Yesus memegang tangan saya dan berkata, “Bong-Nyo, mari pergi ke Surga bersamaKu.” Setelah Yesus memegang tangan saya, tiba-tiba saya memakai jubah bewarna putih dan saya terbang ke udara bersama Yesus. Ketika saya terbang makin tinggi, bumi semakin kecil dan kecil. Jagat raya sangatlah indah. Kami terbang untuk beberapa saat dan ketika kami mencapai galaksi. Ketika kami melewati galaksi, situasi menjadi gelap dan kemudian saya melihat dua jalan. Kami pergi ke jalan yang di sebelah kanan dan saya bertanya, “Tuhan, kemana tujuan di jalan yang sebelah kiri?” Yesus menjawab bahwa jalan kiri tersebut menuju neraka. Keliatannya kami berada di sebuah jalan dan kemudian sebuah cahaya datang dengan sangat kuatnya sampai saya tidak bisa membuka mata saya.

Surga di penuhi oleh bintang-bintang. Orang-orang dibumi kadangkali berkata tentang Surga, tetapi apa yang saya lihat tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata di bumi. “Bagaimana bisa? Bagaimana hal ini bisa terjadi?” Saya berkata. Manusia tidak bisa membanyangkan secara penuh bagaimana wujud Surga tersebut. Banyak malaikat yang menyambut dan menyalami saya. Yesus berkata, “Kamu telah mengambil keputusan dan memberikan dirimu sepenuhnya untuk mengikuti ibadah di gereja, jadi saya ingin menunjukkan rumahmu di Surga. Marilah ikuti Aku.” Saya melihat banyak malaikat membangun sesuatu. Yesus berkata kepada saya, “Inilah rumahmu.” Saya melihat, tetapi tidak ada rumah. Saya hanya melihat fondasi yang dalam dan malaikat-malaikat menggunakan emas untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Yesus berkata, “Dalam beberapa hari, rumahmu akan tambah naik. Jangan kecewa tetapi berdoalah senantiasa dan hidup dengan setia. Kamu dulunya menyembah iblis dan kamu telah membawa banyak orang ke hal-hal yang tidak benar. Tetapi kamu telah membuat tekad untuk percaya kepadaKu dan pergi ke gereja dengan setia.” Yesus berkata, “Aku mempunyai suatu tempat dimana Aku ingin menunjukkan kepadamu. Ikutilah Aku.” Yesus membawa saya ke suatu tempat. “Bong-Nyo yang Aku kasihi, Aku ingin menunjukkan kepadamu rumah harta dan rumah dari orang yang telah mengabarkan Injil kepadamu, yaitu pendetamu, pendeta Kim, Yong-Doo dan istrinya, Kang, Hyun-Ja. Lihatlah dengan seksama. Di bumi, gedung 1000 tingkat itu sebanding dengan gedung satu tingkat di Surga dan segala sesuatu yang ada di Surga itu tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata manusia yang terbatas.”

Di depan mata saya, saya melihat sebuah gedung yang sangat besar dan memancarkan cahaya yang sangat kuat sampai saya tidak bisa mengangkat kepala saya. “Ini rumah pendeta Kim, Yong-Doo.” Yesus mengangkat tangan kananNya dan kemudian saya bisa melihat secara jelas rumah pendeta Kim, Yong-Doo yang sangat indah di Surga. Kemudian Tuhan berkata, “Sekarang, mari kita lihat rumah harta dari pendeta Kim” Dari rumah pendeta Kim sampai ke rumah hartanya, jaraknya sekitar 3 atau 4 perhentian bis. Rumah harta dari pendeta Kim di jaga dengan sangat ketat oleh beratus-ratus maaikat sehingga kami tidak bisa masuk ke dalam. Ketika Yesus muncul, malaikat-malaikat penjaga menurunkan sayap mereka ke bawah, berdiri dan berlutut di depan Yesus. Setiap rumah harta di Surga memerlukan izin dari Yesus untuk masuk ke dalam. Sinar-sinar berwarna berkilauan memancar dari dalam rumah harta keluar dan gambaran itu mengagumkan. “Wow, pendeta Kim pasti akan sangat senang” saya berkata. Di dalam ruamh harta tersebut banyak sekali malaikat-malaikat yang sibuk dengan mengumpulkan bahan-bahan/materi-materi dari kepunyaan pendeta Kim yang datang dari bumi. Harta dari pendeta Kim terus menumpuk. Saya bertanya kepada Yesus, “Kenapa rumah pendeta Kim begitu besar dan kenapa dia mempunyai banyak harta?” Tuhan menjawab saya, “Pendeta Kim, Yong-Doo memulai perjalanan imannya pada saat dini dan dia selalu berdoa dan selalu melayani saya dengan setia” Yesus berkata,”Inilah semua waktu yang kita punya pada hari ini. Jadi kita akan melihat hal-hal yang lain di lain waktu kamu datang ke sini.” Yesus membawa saya kembali ke gereja. Yesus berkata satu hal sebelum Dia pergi meninggalkan saya,”Ketika Aku mati di kayu salib, banyak yang percaya bahwa Aku tidak akan hidup lagi. Mereka [banyak orang] berhenti percaya kepadaKu, berhenti datang ke gereja, dan sekarang melakukan banyak hal-hal yang duniawi.”



==== Hari ke 7 ====

Kim, Joo-Eun:


Saya berdoa di dalam roh sekitar 1 jam dan kemudian cahaya yang sangat terang muncul. Yesus memakai jubah yang putih dan muncul di depan saya. Yesus mempunyai rambut yang bewarna cokat dan memakai garment yang putih, dan mirip bentuknya seperti toga. Yesus memanggil nama saya, “Joo-Eun, Joo-Eun yang Kukasihi, Aku mengasihimu.” Selagi Yesus berkata demikian, Dia semakin mendekat ke arah saya. Saya sangat kaget dan berkata “Apakah engkau benar-benar Yesus? Wow, Yesus, Saya mengasihiMu. Kamu luar biasa.” Saya di penuhi dengan sukacita karena saya tidak tahu harus melakukan apa. Yesus duduk didepan saya dan berkata bahwa Dia mengasihi saya. Saya dengan gembira berkata, “Yesus, saya mengasihiMu.” Dan Dia berkata,”Ya, Aku mengasihimu dengan sangat.” Yesus berkata kepada saya, “Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan Aku akan menyatakan diriKu kepadamu. Aku akan membawa kamu ke Surga dan menunjukkan Surga kepadamu. Jadi, berdoalah sungguh-sungguh.” Dan kemudian Yesus menghilang.

Ketika saya tidak melihat Yesus, saya mulai berdoa di dalam bahasa Roh dengan segala kekuatan saya. Tiba-tiba, saya melihat sebuah benda yang aneh muncul di depan saya dan menuju ke arah saya. Benda tersebut mempunyai 2 mata yang sedikit robek dan sebelah kanan matanya mempunyai tanda X. Iblis ini di penuhi dengan luka-luka. Saya berteriak, “Di dalam nama Yesus, enyahlah dari saya.” Iblis tersebut menghilang. Saya melanjutkan berdoa dan seketika ada iblis lain yang muncul dengan mata yang lebih sempit dari mata kucing. Iblis ini mempunyai sayap-sayap menyerupai kelelawar dan gigi tajam yang keluar yang keliatannya sangat mengerikan. Setan ini datang ke arah saya untuk menakuti saya tetapi saya mengalahkan setan tersebut di dalam nama Yesus.

Kemudian, ada setan lain yang muncul tapi kali ini saya sepertinya pernah melihatnya dan saya berpikir dimana saya pernah melihat setan ini sebelumnya. Saya menyadari bahwa setan ini mirip dengan karakter yang saya lihat di permainan komputer (game) yang bernama Starcraft. Iblis wanita ini lari menuju saya. Dia berusaha merendahkan saya dengan melihat saya ke bawah. Tidak seperti iblis-iblis yang langsung pergi ketika saya menyebut nama Yesus, iblis wanita ini tidak pergi secara gampang. Malah setelah saya berkali-kali berteriak, iblis ini tidak perduli dan saya menjadi tambah takut. Saya pergi ke sebelah pendeta Kim di sebelah altar dan melanjutkan berdoa. Pendeta Kim memegang dan mengangkat tangan saya, berdoa bersama dengan saya, dan dengan demikian iblis wanita itu pergi.



=====Hari ke 8======

Pendeta Kim, Yong-Doo


Ini sudah satu minggu setelah kami bertekad untuk memulai doa rally. Peperangan rohani kami semakin kencang dan secara fisik kami di uji terus-menerus setiap hari. Satu persatu, mata rohani dari tim doa kami di bukakan dan kami di penuhi dengan Roh. Kuasa-kuasa iblis melakukan serangan gencar. Banyak dari situasi-situasi pribadi tim doa kami yang di tujukan untuk menguji kemarahan kami. Pada hari pertama, satu dari 4 ban mobil saya, di sobek. Di hari kemudian, ban depan mengalami sobek yang besar. Saya benar-benar frustasi dengan situasi ini. Bagaimanapun juga, saya tidak komplain/bersungut-sungut kepada Tuhan tetapi saya berteriak “Haleluya” dengan hati bersyukur. Hari kemudian, ada truk yang membawa kabur mobil saya. Hal ini benar-benar hampir membuat saya sangat jengkel, tetapi istri saya dan jemaat-jemaat saya mengingatkan saya, “Pak pendeta, kamu harus bertahan melewati semuanya ini.” Kemudian, seseorang memecahkan lampu depan mobil, dan sehari kemudian, seseorang membuat lecet sisi mobil dengan benda yang tajam.

Kebaktian di gereja maju dengan pimpinan dari Roh Kudus. Sebelumnya di judul buletin gereja tertulis, “Jam yang di penuhi oleh Roh Kudus” tetapi akhirnya di gantikan dengan, “Kebaktian dengan pimpinan Roh Kudus yang nyata” Formalitas tata-cara penyembahan, doa, kotbah, dan persembahan di hilangankan dan kami bergantung sepenuhnya dengan Roh Kudus untuk mempimpin penyembahan, doa, kotbah, dan proklamasi. Kotbah bisa berjalan setelah jadwal semenjak tidak ada desakan untuk menyelesaikannya sesuai dengan batas waktu.

Setiap pendoa syafaat melihat kehadian Yesus selama doa semalam suntuk, jadi mereka tidak merasa capek walaupun kebaktian/persekutuan doa ini berjalan terus sampai pagi keesokan harinya. Kami selalu waspada dan tidak ada waktu untuk tidak bersiaga semenjak iblis selalu menyerang tanpa henti-hentinya.


Kim, Joo-Eun:

Saya sedang berdoa dengan bahasa Roh kemudian Yesus datang mendekati saya dan berkata, “Joo-Eun, Aku mengasihimu. Joo-Eun, berdoalah dengan seungguh-sungguh dan Aku akan membawa tanganmu dan membawa kamu ke Surga. Berdoalah tapa berhenti. Aku akan menunjukkan Surga kepadamu. Apakah kamu mengerti?”

Kemudian, malam itu, iblis muncul secara berkelompok. Satu iblis muncul sambil mengepakkan sayap-sayapnya seperti kelelawar dengan dua tanduk kecil di kepala dan mata seperti mata kucing. Iblis ini terbang ke arah saya dengan mulutnya yang terbuka dengan lendir yang kental keluar dari mulutnya. Matanya berwarna merah darah. Saya berteriak, “Di dalam nama Yesus, aku perintahkan iblis yang jorok dan kotor: pergi dari saya.” Kemudian, iblis ini menghilang. Tidak lama kemudian, satu iblis muncul lagi dengan kepala bewarna biru dengan mata-mata yang kecil mendatangi saya.Saya takut dan bulu kuduk saya berdiri di sekujur tubuh saya. Saya berteriak, “Di dalam nama Yesus, enyah dari saya.” Tetapi setan ini tidak berkutik. Malahkan, setan ini terus menatapi saya. Saya berteriak dan merasa takut sampai ketika salah satu anggota pendoa syafaat kami, Baek Bong-Nyo yang duduk di sebelah saya, bergabung dengan saya berteriak, “Di dalam nama Yesus, pergi dari kami.” Kemudian iblis tersebut pergi.

Saya melanjutkan berdoa ketika sebuah naga merah besar terbang menuju arah saya. Matanya bewarna hijau. Naga ini mempunyai tanduk yang panjang dan tajam. Dari hidungnya keluar asap. Naga ini terbang ke arah saya seakan-akan ingin menerkam saya hidup-hidup. Saya tidak berkutik. Saya berdiri di tanah, berdoa dengan sungguh-sungguh di dalam Roh di dalam nama Yesus, kemudian setan ini pergi. Hal ini membuat perasaan saya sangat senang. Saya tidak menyadari kuasa dan pengaruh dari nama Yesus sebelum pengalaman ini. Kemudian, ada iblis yang sangat keji, berkepala seperti tengkorak ketawa secara cekikan di depan muka saya sepertinya dia ini menghujat saya. Kemudian saya berdoa di dalam Roh memakai nama Yesus untuk mengusir setan ini. Saya berpikir mengenai Yesus di gantung di kayu salib selama saya berdoa dan Yesus muncul dan memberikan semangat kepada saya dan berkata, “Joo-Eun, sedikit lagi, berdoalah lebih lagi.”



==== Hari ke 9 =====

Lee Haak-Sung:


Iblis semakin kuat menyerang kami. Naga merah yang Joo-Eun katakan sebelumnya muncul di depan saya. Besarnya naga itu membuat saya takut. Naga itu mempunyai mata yang bewarna hijau dan asap keluar dari hidungnya. Naga itu mempunya gigi sangat tajam mirip tanduk. Cakarnya ke arah keluar dan ekornya sangat panjang. Bagaimanapun, saya berdoa dengan berani dan naga itu menghilang. Tidak lama kemudian, iblis wanita datang dengan berteriak, “Hee-hee-hee!” Mulut iblis wanita tersebut penuh dengan gigi-gigi seperti serigala. Kemudian, saya juga mulai mendengar pasukan seperti marching ban dengan sepatu but militer, dengan sepatu-sepatu mereka, mereka membuat suara berisik di belakang saya. Tidak lama kemudian banyak bayangan-bayangan hitam mengelilingi saya. Suara dari iblis dan suara-suara ketukan dari sepatu-sepatu mereka membuat saya takut. Jadi saya berteriak, “Tuhan tolong saya. Tolong saya.” Saya memanggil Tuhan dan kemudian Yesus muncul dengan cahaya yang terang. Setan-setan tersebut menghilang sewaktu Yesus muncul. Yesus memegang tangan saya dan saya menyanyi dan menari dengan Dia.

Kemudian, Yesus memanggil nama saya, “Haak Sung yang Kukasihi, apakah kamu mau mengunjungi Surga?” Tidak lama setelah Yesus memegang tangan saya, saya tiba-tiba memakai jubah putih. Saya terbang ke udara dan terbang menuju malaikat-malaikat Surga yang menunggu kami. Saya tidak bisa mengangkat kepala saya dengan benar karena terangnya sinar di Surga. Saya berpikir saya sedang bermimpi, tetapi Surga itu lebih nyata daripada bumi. Semua di surga di lapisi dengan emas. Semua tempat di Surga sepertinya memancarkan sinar. Banyak malaikat-malaikat dan orang-orang Suci yang lalu lalang dengan sibuk dan malaikat-malaikat menyambut saya dengan sukacita. Saya berkata, “Yesus saya ingin tahu kalau ada rumah buat saya disini.” Kemudian Yesus mengirimkan 2 malaikat untuk menuntun saya ke rumah saya. Rumah saya tidak besar tetapi dinding-dindingnya terbuat dari batu bata emas. Saya melihat taman bunga yang besar yang di penuhi oleh bunga yang bermacam-macam. Saya mempunyai keinginan untuk meloncat dan berguling di taman. Sewaktu saya mencium aroma wangi dari bunga-bunga tersebut, saya di penuhi dengan sukacita, dan meloncat-loncat layaknya seperti anak kecil.


Lee, Yoo-Kyung:

Saya sedang berdoa di dalam Roh ketika satu setan mendatangi saya. Setan itu mempunyai luka jahitan yang dalam yang menyerupai tanda X di mata kanan. Di mata kirinya, ada tanda warna hitam seperti binatang rakun. Setan itu seperti setan laki-laki dan saya berteriak, “Di dalam nama Yesus, enyah dari saya.” Kemudian ada setan yang mempunyai sayap-sayap seperti kelelawar mendatangi saya dan berkata, “Memangnya saya salah apa sampai kamu harus menggangu saya? Hey, saya tidak akan datang lagi ke kamu kalau kamu mempersilahkan saya masuk ke dalam dirimu dan keluar lagi hanya sekali saja.” Saya menjawab setan tersebut, “Kamu – Kamu setan menjijikan. Di dalam nama Yesus, enyahlah dari hadapanku!” Setelah itu, setan itu pergi. Setelah itu saya melawan 3 atau 4 setan yang berbeda dan kemudian saya mencium sesuatu yang wangi di sekeliling saya. Yesus datang dan memanggil nama saya, “Yoo-Kyung yang Aku kasihi berikanlah tanganmu.” Kemudian saya menjulurkan tangan-tangan saya kepada Yesus dan Yesus memegang kedua tangan saya dengan kedua tanganNya. Saya berkata, “Yesus, bahu saya sakit sekali.” Yesus kemudian menaruh tanganNya ke atas bahu saya dan sakit saya hilang.

Yesus memberikan nama julukan untuk semua pendoa syaafat. Hal itu lucu sekali. Yesus memanggil saya, “Muka bintik” karena saya mempunyai banyak bintik di muka saya. Joo-eun di berikan nama julukan, “bintik coklat” karena mukanya mempunyai banyak bintik coklat.

Kemudian, Yesus menghibur saya, “Yoo-Kyung yang Kukasihi, kamu sering menangis semenjak kamu bertemu dengan nenek kamu di neraka.” Tuhan mengingatkan saya, “Yoo-Kyung, ketika aku membawa kamu ke neraka, kamu tidak boleh mengulurkan tanganmu ke siapapun, termasuk ke nenek kamu. Kamu tidak boleh memegang tangan siapapun di neraka.”

Kemudian Yesus membawa saya pergi ke neraka, saya melihat ayah saya yang sudah meninggal dan juga kakak laki-laki saya yang berumur 26 tahun. Kakak laki-laki saya bunuh diri dengan minum racun. Mereka semuanya telanjang. Mata mereka memandang mata saya. Kakak laki-laki saya berkata, “Kakak-ku, Bong-Nyoo, kamu kok bisa datang ke sini? Disini bukan tempat buat kamu. Tolong kakak, berdoa kepada Yesus. Cepat dan mohon Yesus untuk membawa saya keluar dari sini. Tolong saya bawa ke Surga. Sekarang!” Sewaktu kakak laki-laki saya berdoa dan memohon, dia di lemparkan ke kuali yang penuh dengan air mendidih. Saya bisa mendengar suara air mendidih.

Ketika saya masih kecil, ayah saya tidak memperdulikan saya, dan kebencian dia kepada saya semakin besar tahun makin tahun. Di neraka, ayah saya berkata, “Bong-Nyo, ketika saya masih hidup di dunia, saya melakukan hal-hal yang tidak bermoral dan saya menyesali semuanya sekarang. Saya pikir itulah kenapa saya disini sekarang. Saya mohon maaf dengan sangat.” Saya bertanya kepada Yesus, “Kenapa ayah saya ada disini?” Yesus menjawab, “Ayah kamu telah berdosa besar. Dia bukan saja tidak percaya kepadaKu tetapi dia juga berjudi tanpa lewat satu hari-pun. Ketika ibumu sedang dalam keadaan hamil dengan adik kamu di kandungannya, hampir 1 bulan sebelon bayinya lahir, ayahmu membunuh adikmu dengan cara memukul perut ibumu. Bayi tersebut mengalami trauma di kandungan dan akhirnya meninggal di kandungan. Ayahmu juga memaksa kamu untuk mengubur satu bayi yang masih hidup di gunung. Apakah kamu lupa akan hal ini? Setelah melakukan banyak dosa besar, dia tidak pernah meminta pengampunan. Jadi itu adalah benar untuk dia ada di neraka.” Yesus mengatakan hal ini dengan nada yang marah.

Saya melihat wajah lain yang saya kenal dan wajah itu adalah ibu mertua dari kakak perempuan saya. Dia memohon dengan sangat kalau saya kembali ke bumi, dia ingin mantu perempuan-nya dan semua famili untuk percaya Yesus Kristus, berdoa dengan sungguh-sungguh, melihat neraka supaya mereka semuanya bisa pergi ke Surga. Dia berkata, “Saya tadinya tidak tahu bahwa neraka itu ada atau betapa panas dan mengenaskan di neraka. Saya tadinya memegang jabatan penatua di gereja tetapi saya tidak pernah melayani di gereja. Saya terlalu banyak berhala di dalam dunia dan berhala tersebut mengacaukan saya. Itulah kenapa saya ada disini. Saya sangat menyesali semuanya itu.” Dia berteriak. Kemudian dia di lempar ke dalam air mendidih. Saya sangat takut dan sedih dan tidak kuasa lagi menahan diri saya. Wajah saya di penuhi oleh air mata dan bau asap di neraka membuat saya susah bernafas. Yesus juga menangis. Yesus mempunyai satu pelajaran penting buat saya, “Kamu hanya punya satu kesempatan untuk ke Surga yaitu waktu kamu masih hidup di dunia.” Aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya menonton keluarga saya yang tersiksa. Api neraka tersebut tidak bisa di bandingkan dengan api di bumi.


Lee, Yoo-Kyung:

Setelah berdoa sampai 7:30 pagi, saya pulang ke rumah berharap untuk tidur. Kemudian saya merasakan ada sesuatu di dalam ruangan tetapi saya tidak melihat apapun. Kemudian saya menutup mata lagi dan yesus (perhatikan y huruf kecil bukan Y besar) duduk di samping saya. Kemudian saya di liputi rasa takut yang luar biasa dan bulu kuduk saya merinding di sekujur tubuh saya. Saya berdoa di dalam bahasa Roh dengan berani. Kemudian, orang yang saya pikir yesus berubah menjadi setan bewarna hitam dan mempunyai mata biru gelap. Setan tersebut menggulingkan bola matanya ke belakang dan dengan tangan terangkat seperti mengucapkan doa bapa kami. Kemudian setan tersebut berkata, “Semua setan berdiri” Dengan nada gertak saya berkata, “Kamu iblis, di dalam nama Yesus, pergi kamu.” Setan itu langsung menghilang.



== Hari ke 10 ====

Kim, Joo-Eun


Ketika saya berdoa dengan sungguh-sungguh di dalam Roh, naga merah muncul di depan saya. Naga tersebut beranjak dan melompat ke arah saya. Naga tersebut mempunyai mata seperti buaya dengan cakar yang tebal dan tajam. Dia berusaha menakuti saya dengan mengarahkan cakarnya ke arah saya. Asap yang menjijikan keluar dari lubang hidungnya. “Setan, engkau makhluk licik, pergi dari saya di dalam nama Yesus.” Saya berteriak seperti perempuan gila. Naga tersebut kemudian mengarah ke arah Haak-Sung. Haak-Sung menyadari hal ini. Doa Haak-Sung menjadi tambah intensif dan kencang. Dia berteriak seperti saya, “Setan, pergi dariku di dalam nama Yesus.” Kemudian, naga itu pergi ke arah saya lagi dan berubah menjadi naga hitam. Dengan ketawa licik, iblis itu berkata, “Jangan berdoa. Kenapa kamu berusaha membuka matanmu sewaktu kamu berdoa? Kalau memang demikian, tetap buka mata kamu. Kenapa kamu harus berdoa dengan menutup mata? Buka matamu. Kenapa kamu berdoa dengan kencang hari ini?” Setan tersebut berusaha menghancurkan konsentrasi saya di dalam doa. Saya berteriak kembali, “Setan licik, pergi daripadaku di dalam nama Yesus” Tetapi iblis ini tidak mau pergi secara mudah. Kemudian saya harus menekankan nama Yesus lebih lagi, Dengan menekankan nama Yesus, naga itu kembali menatap saya dengan tajam, menggertakan giginya dan kemudian pergi.

Kemudian, ada setan lain yang melihat saya dan mulai maju ke arah saya. Saya menyadari bahwa setan itu adalah roh setan perempuan yang sering berada di film horror dan TV di Korea. Saya mulai takut. Saya tahu jikalau saya menunjukkan rasa takut, maka hal itu akan memberikan keyakinan kepada roh jahat yang berusaha menyerang saya. Dengan segenap kekuatan saya, saya berusaha untuk tidak menunjukkan rasa gentar saya sebagaimana saya melawan setan-setan tersebut dengan doa. Tujuan dari roh ini adalah untuk menakuti-nakuti orang. Darah menetes dari ujung mulutnya dan rambutnya sepertinya terikat dan tidak terawat. Setan tersebut membuat suara-suara yang tidak suci dan ketawa kecikikan dengan licik. Dengan segenap kekuatan saya, saya berteriak, “Pergi dariku di dalam nama Yesus” Kemudian setan tersebut pergi.

Kemudian tuhan (perhatikan t kecil bukan T besar) datang kepada saya. Kali ini saya merasakan ada sesuatu yang aneh. Saya merasakan tidak nyaman dan merasa takut. Saya ingat pendeta saya berkata untuk hati-hati karena iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang. Saya di beritahu kalau saya tidak bisa membedakan, saya harus berdoa di dalam Roh atau menguji malaikat/roh tersebut dengan Firman Tuhan. Saya berusaha untuk mencoba yesus ini (perhatikan y kecil dan bukan Y besar) dengan berdoa di dalam Roh. Pada saat saya berdoa di dalam Roh, saya melihat wajah roh tersebut menjadi kacau dan menjadi hitam. Setan berusaha datang kepada saya dengan menyamar sebagai Yesus. Mata setan tersebut berpindah ke segala arah dan tidak mau meninggalkan saya sebagaimana setan itu berusaha mengacaukan doa saya.


Baek, Bong-Nyo:

Hari ini saya sedang bedoa di dalam Roh dan Yesus datang kepada saya. Saya menangis, “Tuhan, Tuhan”. Yesus berkata, “Berhentilah menangis. Aku datang untuk membawa kamu ke Surga. Mari pergi bersamaKu.” Saya melihat rasa simpatik di wajah Tuhan ketika Dia memegang tangan saya. Ketika saya mengunjungi Surga, saya selalu terkagum-kagum dengan misteri dimana Surga itu tidak terbatas dan kekal. Saya kagum dengan pemandangan-pemandangan yang menakjubkan. Saya merasa untuk melihat dan menikmati surga hal itu akan memakan waktu yang tidak ada batasnya. Yesus menyuruh saya untuk pergi dan mengamati gereja di Surga. Setelah kami datang, saya terperangah dan kami datang ke satu gedung yang besar dan menakjubkan. Saya berteriak, “Wow!” Saya begitu girangnya. Gedungnya besar sekali. Saya rasa gedung itu bisa mencapai langit di Surga.

Kemudian, Yesus berkata, “Bong-Nyo, mari kita pergi ke puncak tertinggi di Surga.” Ketika kami mencapai puncak tertinggi di Surga, kami bisa melihat banyak tempat di Surga. Saya bisa melihat banyak sekali malaikat. Saya bisa melihat taman yang sangat luas dengan banyak variasi bunga-bunga. Mustahil untuk saya untuk bisa menghitung bermacam bagai tanaman dan bunga. Saya bisa melihat laut yang tidak ada ujungnya dan laut tersebut bersih dan bening seperti kristal. Banyak juga kapal-kapal yang bagus dan mengapung di air.

Tetapi ketika saya balik ke bumi, saya sekali lagi mengingat keluarga dan kakak saya di neraka. Saya menangis sampai berjam-jam dan saya tidak tahu harus berbuat apa. Tidak lama kemudian, sekelompok 15 malaikat datang kepada saya. “Tuhan menyuruh kami untuk pergi ke bumi dan menghibur Baek, Bong-Nyo. Inilah kenapa kami disini.” Mereka mengelilingi saya dan mulai mengibur saya dengan kata-kata yang menyejukkan. Setelah saya di hibur, saya bisa tenang dan air mata saya di hapus.

Kemudian, saya menlanjutkan untuk berdoa, kemudian saya melihat Surga terbuka dan Bapa di Surga duduk di tahtaNya. Bapa berkata dan berkata kepada saya untuk berhenti menangis. Roh Kudus datang dan berbisik kepada saya, “Aku akan memberikan kamu dan Kang, Hyun-Ja karunia menyembuhkan dan api Roh Kudus. Bagaimanapun kamu harus mencari karunia-karunia ini dengan sungguh-sungguh.” Yesus berdiri disebelah Bapa di Surga, Yesus berkata, “Bong-Nyo, ketika kamu menjadi lemah selama berdoa, Aku akan mengurapi engkau dengan kuasa Roh Kudus.”

Dengan nada kesal, Yesus mengatakan bahwa gereja-gereja dan pendeta-pendeta menyembah Dia dengan sia-sia. Mereka mengikuti tradisi dan pekerjaan manusia. Banyak sekali kebaktian yang pendek dan kotbah yang tidak berarti. Panjangnya waktu pujian dan penyembahan menjadi tidak bisa di terima. Mereka lebih khawatir kapan semuanya itu akan berakhir. Waktu kotbah di persingkat. Yesus menyatakan kekecewaanNya. Secara umum, lamanya kebaktian adalah 1 jam. Kemudian banyak sekali kebaktian menjadi kurang dari 1 jam. Mereka terlalu terburu-buru untuk selesai. Yesus ingin sekali ingin melakukan pekerjaan melewati pendeta-pendeta, tetapi pendeta-pendeta tersebut berkotbah dengan kemampuan mereka sendiri dan bukan di dalam Roh. Mereka lebih khawatir dengan mengatur waktu daripada berkotbah di dalam Roh. Dengan pendeknya waktu penyembahan dan kebaktian, banyak pendeta-pendeta yang menggunakan waktu bebasnya untuk hal-hal pribadi seperti makan-makan, jalan-jalan dengan jemaat dan membuang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna. Beberapa pendeta malah di kacaukan dan terbuai dengan jemaat-jemaat wanita yang cantik. Anggota-anggota jemaat yang lebih kaya dalam keuangan di berikan waktu lebih dan perhatian di bandingkan dengan jemaat yang tidak punya uang.

Tipe pendeta-pendeta ini tidak memberikan waktu untuk berdoa untuk kemuliaan Tuhan tetapi mereka berdoa tidak dengan sungguh-sungguh, dimana hal tersebut membuat Tuhan Yesus heran dan kecewa. Kotbah-kotbah mereka tidak di pimpin oleh Roh Kudus. Kotbah-kotbah di sampaikan berdasarkan kekuatan dan pengetahuan dan kedangingan dari pendeta-pendeta tersebut. Kotbah yang bukan berasal dari Roh Kudus, menyebabkan kotbah yang pendek dan tidak berisi. Pendeta-pendeta tersebut memilih untuk tidak di pimpin oleh Roh Kudus tetapi dari keinginan jemaat. Yesus ingin sekali memberikan pengurapan yang kuat dan menggunakan pendeta-pendeta tersebut untuk kemulian Tuhan. Pendeta-pendeta malahkan menggunakan pikiran manusiawi ketimbang Roh Kudus. Banyak pendeta yang tidak bisa merasakan hati dan kehendak-kehendak Tuhan. Tuhan sangat sedih. Ketika membangun atau membesarkan gedung gereja, banyak pendeta-pendeta yang menggunakan hal tersebut untuk kesombongan dan prestasi mereka. Di dalam hati mereka, gedung gereja adalah monumen untuk mereka sendiri. Tipe pendeta-pendeta ini menggunakan sedikit waktunya di dalam doa dan hidupnya selalu disibukkan dengan materi-materi duniawi.

Ketika Tuhan mengatakan semuanya ini kepada saya, saya melihat ekspresi muka yang sangat sedih di wajahNya. Banyak pendeta-pendeta yang bisa menyombongkan gedung-gedung mereka yang hebat, Surga menganggap hal itu sebagai hal yang tidak penting. Jalan Tuhan lebih besar dari jalan bumi. Apa yang orang pikir sesuatu yang penting di bumi mungkin hal itu adalah hal yang tidak ada artinya di Surga. Tuhan berkata kepada saya, “Tidak semua pendeta jahat. Bagaimanapun, ketidakpatuhan mereka mesti di disiplinkan. Kalau mereka tidak bertobat, Aku akan melempar mereka ke neraka. Di neraka, mereka akan di siksa. Dalam waktu singkat, Aku akan membawa kamu ke sana, di mana kamu akan menyaksikan sendiri keadaan mereka.”

Kemudian, saya meminta tolong kepada Tuhan untuk mengerti sesuatu. Beberapa orang percaya yang sudah menjadi kristen berpuluh-puluh tahun, menyatakan kepada saya bahwa ketika seseorang meninggal dunia, orang tersebut baru akan masuk Surga atau neraka. Mereka mengatakan bahwa orang-orang yang masih hidup di dunia, tidak bisa mengunjungi Surga atau neraka. Menurut mereka hal itu tidak masuk akal. Mereka berkata bahwa gereja saya punya masalah dengan pengajan dan kepercayaan. Mereka membuat komentar yang tidak enak mengenai persekutuan doa kami dan mencemooh lama-nya persekutuan doa kami. Mereka malahan mengklaim bahwa bahwa pendeta Kim dan gereja yang dia pimpin adalah sekte sesat. Jadi saya berdoa, “Tuhan, tolong, apakah memang-nya gereja kami adalah sekte sesat? Apa yang akan terjadi dengan keluarga saya?” Tuhan berkata, “Sekte sesat? Orang-orang mengkritik dan menghakimi orang lain karena perbedaan-perbedaan, denominasi-denominasi, dan pengajaran-pengajaran. Mereka sedang melakukan dosa. Bagaimanapun, saya sangat senang dengan gereja kamu. Kamu dan anggota jemaat berdoa tanpa henti-henti melewati larut malam. Siapapun yang menganiaya kamu dan memanggil kamu sekte sesat akan tahu bahwa Aku hidup dan Akulah Tuhan. Kamu akan menerima karunia untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir iblis. Kamu juga kaan hidup mengikuti Roh Kudus.” Yesus melanjutkan, “orang-orang yang menghakimi dan mengkritik satu sama lain akan menerima penghakiman yang mengerikan. Jangan biarkan mereka membuat kamu kacau. Saya sangat tergerak dengan doa-doamu. Jangan khawatir. Aku akan melindungi kamu dan gerejamu. KeinginanKu adalah untuk menyatakan diriKu kepada orang-orang percaya dan memberikan karunia-karunia Roh, mereka tidak mencariKu. Banyak dari mereka yang tidak berdoa sesuai dengan kehendakKu.” Saya bertanya lagi kepadaNya, “Yesus, gereja kami akan menjadi apa nantinya?” Yesus berkata, “Kamu di berkati bahwa kamu akan menerima kepenuhan Roh Kudus dan akan menerima karunia berbahasa lidah segera mungkin. Api Roh Kudus akan di terima dan di rasakan di jemaat gereja ini.”

Selama kebaktian yang cukup panjang, pendeta Kim berkotbah dengan kuasa dan pengurapan Roh Kudus. Beberapa berpikir bahwa kami akan mengantuk selama kebaktian yang panjang. Bagaimanapun, kotbah yang berapi-api, pujian, nyanyian dan penyembahan yang penuh kuasa semua di lakukan dengan kessungguhan hati dan kami penuh dengan tenaga dan bisa melanjutkan semalam suntuk sampai keesokan harinya. Satu hari, pendeta kami berkotbah dengan berani sampai mukanya berubah menjadi warna merah. Dalam kotbahnya yang penuh urapan, saya melihat pengelihatan tahta Tuhan. Bapa di Surga mengurapi dia dengan minyak. Kelihatannya Roh Kudus sedang mengurapi pendeta Kim dengan api. Saya bisa melihat Bapa di Surga terus-menerus mengurapi pendeta kim dengan api dan minyak. Kotbahnya menjadi lebih berkuasa dan memberikan arti. Pendeta kim memberi contoh seperti tempat penggilingan gandum. Penggilingan gandum memisahkan gandum dari kulit luar. Saya melihat Yesus ketawa. Tuhan menyuruh satu malaikat untuk sungguh-sungguh mencatat semua kejadian selama kebaktian. Malaikat ini mematuhi Tuhan. Saya bertanya kepada Yesus mengenai satu gereja yang mempunyai banyak cabang di dunia termasuk di korea. Beberapa dari orang berkata bahwa jemaat mereka besar karena sejarah dan tradisi mereka. “Apakah mereka orang-orang percaya seperti kami?” Saya bertanya kepada Yesus. Yesus menjawab, “Jika mereka percaya kepadaKu, tentu saja mereka akan di selamatkan. Tetapi gereja tersebut merendahkan Firman Tuhan dengan mencampuri-nya dengan unsur-unsur duniawi.”

Selagi saya berdiskusi dengan Tuhan mengenai gereja tersebut, saya di tunjukkan satu raja setan. Setan ini kelihatannya sangat khawatir, bingung, dan takut dengan rencananya terhadap gereja tersebut. Yesus berkata, “Banyak dari umatKu yang sangat tidak perduli dengan setan dan anak buah mereka. UmatKu hidup dengan setia dalam hidupnya tanpa memberikan pertimbangan mengenai musuh mereka. Bagaimanapun, iblis akan berusaha untuk mengacaukan kerjamu. Jadilah kuat.”

Kemudian, ketika saya berdoa di sebelah pendeta, seekor naga besar bewarna merah muncul. Naga ini muncul lewat pintu depan. Naga ini tinggi seperti tinggi langit. Naga ini kelihatannya marah. Naga ini tetap mengoyang-goyangkan hidungnya. Naga ini berkata, “Saya berusaha untuk masuk ke tubuh kamu. Beraninya kamu menantang saya. Saya raja neraka. Semua di neraka patuh pada saya dengan gentar. Kamu kira kamu ini siapa? Kamu tidak ada apa-apanya. Kamu tidak punya hak untuk menyatakan identitas saya yang sebenarnya. Aha. Aku sekarang tahu kamu ini siapa. Satu dari anak buah saya baru saja memberikan info ttg kamu kepada saya. Saya sudah menyuruh anak buah saya ini untuk menipu dan membawa banyak orang ke neraka. Bagaimanapun, anak buah ini datang ke saya dengan tangan hampa. Ketika saya tanya kepadanya, kenapa dia gagal, dia bilang, ‘rajaku, kamu harus lihat sendiri kenapa itu susah. Saya pikir pertama kali bahwa saya bisa bawa orang untuk bunuh diri. Tetapi doa-doa orang Kristen itu sangat berkuasa.’ ‘Apa yang kamu katakan?’ saya remehkan perkataannya. Saya harus melihat dengan mata sendiri pernyataannya. Ternyata memang benar. Hampir tidak mungkin untuk melawan doa-doa orang Kristen.” Meskipun naga itu menakuti dan mencemooh kami, kami aman karena perlindungan dari Yesus. Setan ini mengucapkan hal-hal yang kotor dan berkata, “Saya telah di buat susah.” Yesus membalas kepada naga ini, “Dimana kamu pikir sekarang ini? Jangan kasar. Kalau kamu menyentuh satu orang saja dari The Lord’s Church, kamu akan di hukum dan BapaKu akan menghajar kamu.” Naga ini sangat stress dan kemudian naga ini menghilang. Yesus berkata, “Naga tersebut berusaha menipu kamu dengan mengatakan sebagai raja neraka. Ini adalah perwujudan dari setan tersebut. Dia berusaha mengirimkan anak buah-anak buahnya ke bumi untuk melakukan rencananya. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan tanpa henti. Selalu waspada dan jangan khawatir karena Tuhan Tritunggal akan selalu melindungi kamu.”


Pendeta Kim, Yong-Doo:

Hari ini hari Selasa dan di luar sangat dingin dengan angin dingin 15 derajat di bawah nol. Meskipun cuaca sangat dingin di luar, 4 anggota kami keluar untuk penginjilan. Tetapi sebelum mereka mulai penginjilan, mereka dengan tekun mempersiapkan diri mereka dengan doa dan kuasa Roh Kudus. Tuhan mengurapi mereka dengan api Roh Kudus. 4 orang tersebut membicarakan rencana untuk memberitakan Injil dengan lebih sukses dan efektif. Mereka tahu kalau mereka melakukan pekerjaan Tuhan tanpa mengenal lelah, mereka akan mendapatkan pahala yang besar. Mereka semua kembali dengan telat tetapi dengan sukacita. Kata mereka, “Pak pendeta, kami tidak pernah menyadari bahwa memberitakan Injil itu benar hal yang menyenangkan dan kami nikmati.”



==== Hari ke 11 ======

Kim, Joo-Eun:


Selagi aku berdoa bersungguh-sungguh, sebuah cahaya terang muncul di depan saya. Di depan langit tersebut, Yesus berdiri, “Joo-Eun, Aku mengasihimu. Berdoalah tanpa berhenti, berdoalah sungguh-sungguh, berdoalah dengan segenap hatimu. Jangan berhenti.” Saya merasakan kehangatan dan bisa melihat Yesus lebih jelas. Kemudian, saya tahu kenapa Yesus menyuruh untuk mengangkat kedua tangan saya lebih tinggi lagi. Saya bisa melihat Yesus lebih jelas. Saya berkata kepadaNya, “Wow, saya bisa melihatMu lebih jelas lagi, Tuhan. Aku suka hal itu, Yesus. Terima Kasih.” Saya mempunyai perasaan yang enak. Saya berhenti berdoa sementara ketika roh iblis muncul. Roh ini lebih hitam dari kegelapan. Saya mengusir roh iblis tersebut di dalam nama Yesus dan saya melanjutkan berdoa di dalam Roh.


Lee, Yoo-Kyung:

Ketika saya berdoa di dalam Roh, roh iblis dengan bulu mata yang panjang muncul dan roh tersebut menangis memohon saya untuk mendengarkan dia, “Rasanya dingin, saya kedinginan, adakah cara untuk membuat saya hangat? Tolong?” Saya berkata kepada roh iblis tersebut, “Engkau roh menjijikan. Di dalam nama Yesus, enyahlah dari aku.”


Baek Bong-Nyo:

Hari ini, Yesus membawa saya ke Surga. Tidak ada yang bisa menjelaskan pemandangan di Surga dengan kata-kata manusia. Kami berada di depan tahta Bapa. Kemahsyuran dan kemuliaan bapa di Surga sangat luar biasa, saya tidak bisa mengangkat kepala saya. Saya berlutut di hadapan Bapa. Apa yang di dalam Bapa itu tidak bisa di jelaskan. Kemuliaannya melebihi kebesaran. Saya berusaha untuk mengangkat kepala saya untuk melihat sedikit Bapa, tetapi sinar terang yang jernih menghalangi saya untuk melihat Dia. Bapa adalah terang. Pemikiran yang sempit tidak bisa mengerti kemuliaanNya. Besarnya Bapa di Surga kelihatan seperti Dia meliputi tinggi dan dalamnya Surga. TahtaNya muncul seperti meliputi ujung Surga dari timur ke barat. Kelihatannya ada sekumpulan awan-awan yang melayang-layang di atas tahta Bapa. Cahaya yang terang benderang lebih terang dari matahari turun ke bawah. Saya seperti sebuah debu di depan Bapa.

Kemudian, ketika saya meninggalkan Surga, seorang malaikat menuntun saya kembali ke bumi. Tetapi ketika kami dalam perjalanan ke bumi, sekumpulan roh-roh jahat mengejar kami. Roh-roh jahat ini sangat jelek rupanya dan menakutkan. Meskipun malaikat yang menuntun saya terbang dengan cepat, Roh-roh jahat tersebut juga terbang dengan kecepatan yang sama. Satu dari mereka mirip seekor naga, yang satunya mirip ular, yang satunya mempunyai kepala kodok dan satunya lagi mempunyai kepala seperti manusia. Sementara mereka mengejar kami, mereka tertawa. Saya berkata kepada malaikat penuntun, “Apakah kita bisa pergi lebih cepat?” Roh-roh jahat tersebut sudah di depan kita dan menutup jalan ke gereja. Roh-roh jahat lainnya di belakang kami dan siap menyerang kami. Malaikat ini berteriak, “Tuhan, tolong datang sekarang.” Ketika malaikat tersebut berteriak minta tolong, Yesus muncul di depan kami. Dengan suaraNya yang penuh kuasa, Dia menghardik semua roh-roh jahat, “Beraninya kamu berusaha untuk menyerang anakKu. Pergi sekarang juga!” Dalam satu detik, semua roh jahat menghilang.



==== Hari ke 12 =====

Baek, Bong-Nyo:


30 menit setelah saya berdoa di dalam Roh, saya melihat 5 malaikat melayang ke arah saya. Saya mengambil keputusan untuk menguji apakah mereka benar malaikat Tuhan dan bukan roh jahat. Saya melanjutkan di dalam bahasa Roh. Saya melihat senyum yang bersahabat di muka mereka. Malaikat-malaikat tersebut menyatakan diri mereka sebagai teman ketika saya melanjutkan doa di dalam bahasa Roh. Saya berpikir bahwa doa saya yang sungguh-sungguh akan menyakinkan bahwa malaikat-malaikat ini adalah teman. Kemudian, dengan singkat, jubah mereka yang bewarna putih berubah menjadi warna hitam, dan sayap-sayap malaikat mereka menghilang. Mereka bergerak, tubuh mereka meliuk-liuk dan berputar. Saya melanjutkan untuk berdoa di dalam Roh dan mereka mulai jatuh ke tanah. Benar, karunia Roh untuk berbahasa lidah / berbahasa Roh sangat besar dan berkuasa. Kemudian, mereka menyerupai monster-monster seperti yang ada di dalam film-film di TV. Mereka menyerupai mahkluk-makhluk yang sangat menyeramkan. Saya mengusir mereka satu persatu di dalam nama Yesus. Mereka satu mereka pergi. Ketika saya mengusir mereka, sebuah yesus (perhatikan y huruf kecil dan bukan huruf besar) datang dan berkata, “Bong-Nyo, akulah tuhanmu. Percayalah kepadaku.” Bagaimanapun, suaranya sangat menyeramkan dan perilakunya sangat aneh. Biasanya kalau Yesus yang asli datang kepada saya, Yesus datang dengan ramah, tenang, dan membawa damai. Tetapi yang ini membuat saya takut dan merasa tidak nyaman. Saya merasakan rambut-rambut di kepala saya mulai berdiri. Dengan keyakinan, saya berteriak, “Di dalam nama Yesus, enyahlah daripadaku.” Sebuah yesus tersebut berubah menjadi binatang yang aneh sekali bentuknya. Binatang tersebut menyerang saya tetapi dengan beberapa teriakan, akhirnya binatang itu pergi.

Kemudian, ada satu roh iblis lagi yang muncul. Roh ini sangat menarik. Saya berpikir, “Bagaimana bisa roh iblis wanita ini keliatan sangat cantik?” Roh iblis wanita ini lebih cantik daripada wanita apapun di dalam dunia. Bentuk-nya langsing dengan penampilan menarik, memakai busana kerja. Dia berjalan seperti model peragawati dan menuju ke arah saya dengan pelan-pelan. Roh ini berlutut dan menyalami saya, “Bagaimana kamu selama ini menghadiri The Lord’s Church?” Saya cuek dengan pertanyaan dia dan melanjutkan di dalam bahasa Roh. Roh ini berlutut di sebelah saya. Walaupun roh iblis ini kelihatan sangat elegan dan menarik, tubuh saya merinding. Kemudian setengah wajah dari roh iblis ini berubah menjadi sangat mengerikan. Roh iblis ini berteriak, “Silahkan dan lanjutkan berdoa. Hal itu tidak mudah. Aku tidak akan mundur.” Roh iblis ini tidak mau mundur. Kemudian saya merasakan Tuhan datang, dan Tuhan berkata, “Bong-Nyo, jangan berhenti berdoa. Berdoa dengan sungguh-sungguh. Saya akan menghardik roh jahat.”Kemudian roh iblis ini pergi ke udara dan berubah lagi menjadi seorang wanita cantik. Kali ini roh iblis ini memakai gaun pengantin. Kelihatannya sangat indah. Roh iblis ini terbang ke arah saya dan melirik matanya yang besar ke arah saya. Tuhan berbisik ke telinga saya dan berkata, “Lanjutkan berdoa dan perhatikan bagaimana wanita cantik ini akan berubah kembali menjadi roh yang jelek.” Saya melanjutkan berdoa dengan sungguh-sungguh seperti yang Tuhan suruh. Kemudian roh iblis ini berubah menjadi roh yang jelek dan dengan sekali hardikan, roh ini pergi. Kemudian, Yesus memperlihatkan saya suatu tempat di neraka yang di kenal sebagai daerah lampu merah. Disana, saya melihat sebuah gunung yang besar yang di penuhi dengan tubuh-tubuh dari jiwa-jiwa yang terhilang. Tubuh-tubuh mereka di penuhi dengan kutu-kutuh putih dan tangan-tangan mereka di ikat. Tetapi orang-orang tidak berusaha untuk menghilangkan kutu-kutu tersebut. Kutu-kutu ini menembus kulit mereka, hidung, mulut dan telinga. Orang-orang ini kemudian berubah menjadi figur yang jelek, dan kemudian menjadi tulang. Orang-orang ini berada dalam kondisi yang sangat menyakitkan. Saya berkata, “Tuhan, kenapa orang-orang ini di siksa sedemikan dahsyatnya?” Yesus berkata, “Wanita-wanita di tempat ini dulunya menjual tubuh mereka selama di dunia. Laki-laki di tempat ini dulunya melakukan perzinahan/percabulan dengan wanita-wanita ini.” Keadaan di tempat itu sangat panas dan saya pun merasa tidak nyaman dan ingin meninggalkan tempat itu.

Hari ini, banyak sekali serangan-serangan dari setan-setan, roh-roh jahat dan naga-naga, tetapi dengan kuasa Yesus, setiap dari mereka pergi. Kemudian datang satu gerombolan roh jahat yang tidak mempunyai tubuh, tetapi bentuk mereka aneh sepertinya membentuk sebuah mata. Mereka tetap berteriak, “Jangan berdoa! Kami akan membuat engkau kacau.” Mereka terus menerus berteriak hal ini. Karena ketakutan, saya berteriak, “Di dalam nama Yesus, enyahlah daripadaku.”Tetapi mereka tetap disana dan mereka memulai membuat suara yang aneh. Kemudian Yesus datang dan berkata, “Joo-Eun, jangan mendengar kepada sesuatu kecuali dari Aku.” Yesus menutup kuping saya dengan kedua tanganNya dan berkata, “Joo-Eun, kami bisa berkata kepadaKu.” Roh-roh iblis tercerai-berai di dalam kehadiran Tuhan.



=== Hari ke 13 ===

Kim, Joo-Eun:


Hari ini, hari yang banyak serangan dari roh-roh jahat. Ketika saya berdoa, saya di bawa ke suatu tempat yang gelap yang saya tahu itu adalah neraka. Saya memperhatikan banyak sekali roh-roh jahat yang sedang berkumpul mengelilingi satu makhluk yang besar. Makhluk besar ini kelihatannya sangat marah dan pusing. Makhluk ini berteriak dan berjalan ke segala arah sepertinya bingung dan banyak pikiran. Makhluk ini sepertinya adalah pimpinan dari roh-roh jahat yang tidak bisa di hitung jumlahnya. Roh-roh jahat menunggu perintah dari makhluk ini. Setelah mendapatkan perintah, roh-roh jahat yang jumlahnya tidak bisa di hitung terbang ke udara dan muncul di gereja kami. Mereka datang dengan sangat cepat, kurang dari satu detik. Semua roh jahat menyerang jemaat, termasuk Meena yang berumur 5 thn. Tetapi sewaktu dia berteriak di dalam doanya, “babaya”, roh jahat yang berada di sebelahnya, jatuh. Serangan ini di tujukan kepada mereka yang sedang berdoa di dalam Roh. Roh jahat jatuh satu persatu. Satu setan memberi perintah, “Dengarkan kamu semuanya. Serang pendeta Kim. Jikalau pempimpin gagal, makanya semuanya akan gagal dengan gampang. Kamu semua bodoh, tunggu apa lagi? Serang pendeta Kim dengan sekuat tenaga.” Tiba-tiba jumlah roh-roh jahat yang di luar dan di dalam gereja muncul dan menyerang pendeta Kim. Tetapi yang akan terjadi setelah itu, adalah sangat mengejutkan dan banyak roh-roh jahat yang jatuh pada saat mereka berdiri. Roh-roh jahat banyak yang terluka dan mundur. Mereka takut dengan apa yang terjadi dalam waktu yang singkat.

Sekali lagi, kekuatan iblis di kerahkan untuk menyerang, tetapi mereka semua di kalahkan ke segala arah. Serangan terjadi terus tetapi hasilnya tetap sama. Mereka tidak bisa menyentuh pendeta Kim. Ketika roh-roh jahat menyadari bahwa serangan-serangan mereka sia-sia, mereka menjadi takut dan menghindari pendeta Kim. Mereka hanya melayang-layang di sekitar pendeta Kim dan tidak berani mendekati pendeta Kim. Ketika saya melihat pendeta Kim, dia keliatannya tidak menyadari akan apa yang telah terjadi. Dia berdoa dengan sungguh-sungguh di dalam Roh dengan berlutut dan mengangkat kedua tangannya. Ketika roh-roh jahat mengelilingi pendeta Kim, pendeta Kim berdoa di dalam Roh dengan suara yang sangat kencang. Kemudian, roh-roh jahat yang ketakutan tersebut terlempar ke dinding dan hancur berkeping-keping. Mereka semua menangis ketakutan. Ketika saya melihat roh-roh jahat tersebut pergi, saya merasa menang dan ketawa dengan penuh kemenangan. Kemudian saya melihat satu iblis berteriak dengan marah, “Pendeta Kim, jangan berdoa. Kamu pikir kami bisa kabur dengan mudah? Aku akan membunuhmu. Aku bersumpah.” Kemudian roh iblis tersebut menggertakkan giginya. Kemudian roh jahat itu berteriak lagi tapi kali ini di tujukan ke iblis-iblis lainnya, “Kamu bodoh. Dengan segala kekuatanmu kamu tidak bisa menghabisi satu pendeta? Ayo serang lagi!” Kemudian satu roh berkata, “Oh, pendeta itu bikin pusing kita. Ahh..aku pikir aku jadi gila. Tinggalkan pendeta Kim sendirian dan mari kita serang jemaat. Ayo! “ Serangan-serangan mulai di tujukan ke jemaat tetapi ketika menyerang jemaaat, mereka tidak mengerahkan semua kekuatan mereka. Mereka menyerang dengan 1 sampai 3 roh jahat untuk satu jemaat, tidak dengan sengenap kekuatan mereka.

Roh-roh jahat berpencar ke segala arah dan kali ini mereka mengambil keputusan untuk menyerang setiap orang di jemaat. Banyak sekali roh-roh jahat dan mereka semua mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Sangat tidak mungkin untuk menjelaskan mereka semua. Bagaimanapun, sekencang apapun serangan mereka, serangan mereka semua gagal. Doa-doa jemaat di dalam Roh memberikan kekuatan dan kuasa untuk melawan balik roh-roh jahat tersebut. Ketika mereka menyerang, mereka terplanting ke belakang. Raja dari roh-roh jahat itu berteriak, “Jemaat the Lord’s Church, berhenti berdoa. Kenapa kamu terus berdoa? Roh-roh jahat, kamu pada ngapain? Apakah kamu tidak bisa menghentikan jemaat-jemaat ini?” Semua roh-roh jahat tercerai-berai. Tidak perduli berapa banyaknya roh jahat disana, karena doa-doa dari jemaat-jemaat yang berani menghancurkan semua roh jahat.

Kemudian, satu roh jahat berusaha menyerang saya. Roh itu berkata, “Berhenti berdoa. Aku akan mengacaukan kamu sehingga kamu tidak berdoa. Aku akan mengutuk kamu dengan penyakit-penyakit. Ha ha ha ha.” Setan itu ketawa kecicikan. Kami mengalahkan mereka semua di dalam nama Yesus.

Kemudian, ketika saya melanjutkan doa dalam bahasa Roh, saya di bawa ke neraka. Saya melihat satu setan menusukkan satu senjata yang tajam ke dalam sebuah kotak berbentuk persegi panjang. Dengan bahasa-bahasa yang kotor, setan ini berteriak, “Kamu pikir kamu ini pendeta? Hidup apa yang kamu punya selama di dunia? Saya senang karena kamu ada bersama dengan saya disini.” Setan ini melanjutkan menusukkan ke dalam kotak itu selagi dia mengutuk. Suara kesakitan yang keras keluar dari kotak tersebut bersamaan dengan darah yang keluar. Saya memperhatikan di atas kotak tersebut di penuhi dengan kanvas dengan sebuah salib besar. Kotak-kotak tersebut di jajarkan dengan rapi dan jumlahnya tidak terhitung jumlahnya. Saya tidak bisa melihat ujung dari jajaran kotak tersebut. Saya sadar bahwa semuanya itu adalah peti mati. Setan-setan menusukkan tombak mereka yang tajam ke dalam peti mati tersebut tanpa belas kasihan. Saya bertanya kepada Tuhan, “Yesus, kenapa banyak peti mati yang berisi pendeta-pendeta disini?” Yesus berkata, “Pendeta-pendeta ini tidak mengabarkan InjilKu. Mereka mengabarkan injil yang lain dan semua pengikut mereka ikut tersesat. Disinilah keadaan mereka yang terakhir, tempat di neraka.” Yesus berkata, “Pendeta-pendeta yang tersesat, akan di hakimi lebih besar.” Kemudian, saya melihat orang-orang lain di siksa, mereka berteriak di dalam panci penggorengan. “Panas…Ah…Tolong!” Panci besar tersebut bernyala merah dan ketika minyak menyentuh tubuh mereka, daging mereka terkupas dan hanya tulang-tulang yang tersisa. Mereka melompat-lompat dengan ketakutan. Kemudian daging mereka tumbuh kembali dan semua kejadian ini berulang kembali lagi tanpa akhir. Saya bernyata Yesus apa yang telah mereka perbuat. Yesus berkata, “Ketika mereka di bumi, mereka melakukan perselingkukan/percabulan dengan berkhianat kepada pasangan mereka. Mereka melakukan perselingkukan/percabulan diam-diam dan karena dosa mereka, mereka sekarang ini di siksa.”

Kemudian, Yesus menunjukkan saya tempat lain di neraka dengan lubang yang sangat besar. Tempat itu di penuhi oleh banyak sekali orang dan di penuhi dengan api. Api merah menyala muncul sepertinya api tersebut mempunyai kehidupan. Orang-orang berlari-lari di dalam lubang tersebut, berteriak karena panasnya api. Yesus berkata, “Orang-orang ini adalah orang-orang yang mempercayai agama yang salah atau mereka yang menolak Injil.” Kemudian, saya di bawa kembali ke gereja.



==== Hari ke 14 ========

Kim, Joo-Eun:


Saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan tidak lama kemudian, roh jahat yang menyamar sebagai seorang wanita muda dengan pakaian putih muncul. Dari mulut setan itu, keluar darah menetes. “Jangan berdoa. Saya akan mengalahkan kamu.” Saya membalas, “Kamu setan menjijikan, di dalam nama Yesus, enyah dariku.” Setan itu pergi. Kemudian seekor naga merah dengan mata iblis datang ke arah saya dengan marah. Banyak roh-roh jahat yang mulai muncul. Ketika saya berdoa dengan sungguh-sungguh, saya merasakan perwujudan roh-roh iblis. Anehnya, pada saat yang sama, saya merasakan roh saya mendekati ke Surga. Roh-roh jahat berusaha menghalangi saya memasuki Surga dengan menakuti-nakuti saya jadi saya berdoa dengan sungguh-sungguh dengan mata saya tertutup. Saya berusaha untuk mengusir mereka semua tetapi naga merah tersebut melawan. Saya harus terus-menerus mengusir naga itu sampai akhirnya naga itu pergi.

Tuhan datang dang Dia kagum dengan saya, orang muda seperti saya mengusir roh-roh jahat. Yesus memanggil nama saya dengan nama panggilan dan nama asli, “Joo-Eun, si bintik-bintik, imanmu telah bertambah dengan luar biasa, jadi berdoalah dengan sungguh-sungguh dengan mata tertutup.”

Saya berkonsentrasi selagi berdoa dan kemudian saya merasakan kegelapan meliputi saya, angin dingin mulai meniupi saya. Saya melihat sebuah pintu terbuka dari suatu jarak. Kemudian, cahaya terang muncul. Saya hampir membuka mata saya ketika cahaya tersebut semakin terang, tetapi saya sadar bahwa saya tidak bisa membuka mata saya. Ketakutan mulai meliputi saya dan Yesus muncul. Dia mulai menjelaskan, “Joo-Eun, ketika kamu berdoa di dalam Roh, rohmu di bawa mendekati Surga dengan pimpinan malaikat-malaikat. Bagaimanapun, roh-roh jahat muncul untuk menakuti-nakuti kamu sehingga kamu membuka matamu. Tetapi Aku harus mengambil alih dan memerintahkan roh-roh jahat untuk pergi. Sayalah yang berusaha menghalangi kamu untuk membuka matamu. Joo-Eun, Aku rasa kamu perlu untuk berdoa lebih lagi. Aku pikir kamu tidak akan pergi ke Surga hari ini.” Aku sangat kecewa. Yesus kemudian menghibur saya dan memberikan kata-kata penguatan, “Joo-Eun, jangan khawatir. Aku berjanji bahwa Aku akan membawa kamu ke Surga dan mengajak kamu berkeliling.”


Lee, Haak-Sung:

Yesus mengunjungi saya dan mulai menunjukkan saya neraka. Di neraka, saya datang ke suatu tempat di mana satu makhluk iblis sedang duduk di kursi. Dari bentuk tubuh dan perilakunya, kelihatannya makhluk ini sepertinya penguasa di daerah tersebut. Sebuah lubang perangkap berada di depan kaki dari makhluk tersebut. Orang-orang sedang berdiri lubang perangkap tersebut. Ketika makhluk ini menghentakkan kakinya, lubang perangkap tersebut terbuka ke arah bawah dan menyebabkan orang-orang yang berdiri diatasnya jatuh ke lava api. Ketika orang-orang jatuh ke lava api yang mendidih, mereka secara langsung terbakar dan berteriak dengan kesakitan. Saya bertanya kepada Yesus tentang orang-orang ini dan Yesus berkata, “Orang-orang ini adalah peramal-peramal, pelanggan dari peramal-peramal tersebut, ahli nujum, dukun, dan orang-orang yang bunuh diri.” Ketika Yesus berkata tentang orang yang bunuh diri, paman saya, yang melakukan bunuh diri dengan makan banyak pil, terlintas di depan mata saya. Paman saya di tarik ke lubang perangkap dan di buat berdiri di atas lubang perangkap. Makhluk tersebut menarik kakinya ke atas seakan-akan akan menghentakkan kakinya dan melepaskan lubang perangkap tesebut. Saya memohon belas kasihan kepada Tuhan, “Yesus, tolong, paman saya dalam bahaya. Dia akan jatuh ke lava api. Tolong dia! Tuhan, paman saya selalu baik kepada saya. Paman, ayo datang ke arah saya cepat.” Dengan ekspresi sedih, Yesus berkata, “Haak-Sung, sudah telat. Tidak ada lagi yang bisa di kerjakan.” Tidak lama kemudian, makhluk tersebut menghentakkan kakiknya, dan lubang perangkap terbuka, dan paman saya dengan orang-orang lain jatuh ke dalam lava api. Mereka semua berteriak. Di antara-antara orang-orang tersebut adalah biksu-biksu dari agama buddha, orang-orang kristen yang murtad, dan banyak orang yang pergi ke gereja dengan tujuan dan motivasi yang lain daripada untuk Yesus.

Di bagian lain di neraka, Yesus berkata kepada saya, “Haak-Sung, lihatlah secara seksama” Di sana banyak sekali orang-orang yang di kerumuni oleh ular-ular besar dan kecil. Ular-ular besar dan kecil tersebut mengikat orang-orang. Ular-ular yang besar mengikat sekitar kepala orang-orang tersebut, sedangkan ular-ular yang kecil itu mengikat bagian tubuh orang-orang tersebut. Ular-ular yang kecil tanpa henti-hentinya menggigit orang-orang tersebut. Orang-orang berteriak kesakitan. Saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, dosa apakah yang orang-orang ini lakukan?” Yesus berkata,”Mereka tidak mempunyai iman yang benar di dalam Aku. Mereka tidak pernah percaya kepadaKu dengan hati yang benar. Meskipun mereka klaim percaya kepadaKu, pekerjaan mereka tidak sesuai dengan iman mereka. Mereka tidak stabil dan suka mengambil keputusan dengan tiba-tiba. Kelakuan mereka yang tidak masuk akal mempengaruhi absensi gereja. Mereka tidak pernah lahir baru. Kebanyakan dari mereka mati di dalam kecelakaan dan mereka tidak pernah sepenuhnya bertobat. Haak-Sung, malah kamu mempunyai kepribadian yang tidak stabil. Tetapi bagaimanapun, perjalanan Kristen kamu stabil.”

Di bagian neraka yang lain, saya memperhatikan seorang wanita yang berteriak dengan sangat kencang. “Ini tidak adil! Saya tidak berhak mendapatkan penghukuman ini. Hidup saya di bumi menderita. Saya tidak bisa tahan lagi. Inilah kenapa saya bunuh diri. Bagaimanapun, sakit di neraka tidak bisa saya tanggung lebih dari hidup di bumi. Kenapa kamu mengirimkan aku ke neraka? Ini tidak adil. Saya tidak pernah mendengar kenyataan tentang neraka. Ini tidak adil buat saya disini.” Dia mengulangi perkataan itu terus menerus. Satu roh jahat tertawa dan membalas wanita tersebut, “Aku menipu kamu sampai kamu bunuh diri. Kamu tidak tahu kebenaran. Kamu malah pergi gereja tapi tidak pernah mendengar tentang Surga atau neraka. Aku malah kagum dengan kamu belajar sekarang. Meskipun kamu pergi ke gereja, kamu masih bunuh diri. Maka dari itu, hal itu adil buat kamu disini. Saya lebih pintar dari kamu dan berhasil menipu kamu. Saya punya jiwamu sekarang. Saya akan menunjukkan kamu banyak pelajaran-pelajaran selama-lamanya.” Makhluk ini kemudian menghajar wanita itu tanpa ampun. Teriakan wanita itu dan permintaan belas kasihan tidak di gubris.

Yesus membawa saya ke gereja dan saya melanjutkan doa di dalam Roh. Yesus berkata kepada saya, “Haak-Sung, doa-doamu dari yang kamu panjatkan dari malam sampai pagi hari lebih berhikmat dan berkuasa daripada doa-doamu di siang hari. Maka dari itu, cobalah berdoa lebih di malam hari di bandingkan di siang hari.” Yesus berkata saya untuk melihat lebih dekat ke arahNya. Saya melihat Tuhan memakai mahkota duri di kepalanya dan saya melihat lubang-lubang di tangan-tanganNya dan kakiNya. Darah mengalir dari setiap luka. Saya tetap bertobat dan menangis sebagaimana saya melihat penderitaan Tuhan. Setelah saya selesai berdoa, Tuhan membawa saya ke Surga dan menghapus air mata saya. Saya bisa melihat laut di Surga dimana sangat jernih.


Lee, Yoo-Kyung:

Biasanya roh jahat menganggu saya ketika saya mulai berdoa. Tetapi Tuhan kali ini bertemu dengan saya. Dia tidak saja hanya datang, tapi Dia membawa saya ke Surga. Yesus berkata, “Kamu merasa baik hari ini, benarkah?” Saya menjawabNya, “Ya Tuhan, saya merasa baik karena saya tidak melihat roh-roh jahat hari ini.” Di Surga, Tuhan membawa saya ke satu tempat yang sangat tinggi dan memperlihatkan saya bumi. Bumi kelihatan sangat kecil dari kejauhan. Saya mengamati bumi berputar. Saya meminta kepada Tuhan, “Yesus, saya ingin tinggal di Surga. Saya tidak mau kembali ke bumi.” Yesus berkata, “Sekarang belum waktunya. Kamu harus melayani Aku dan melakukan pekerjaanKu dengan setia. Pada waktu yang di tentukan, kamu akan datang ke sini.” Bersama dengan Tuhan, saya menikmati waktu-waktu di Surga. Kami bercanda dan banyak sekali tertawa. Kami sangat menikmati waktu bersama dan saya menyukainya dengan sangat. Kemudian, Tuhan dan saya kembali ke gereja.


Baek, Bong-Nyo:

Saya berdoa,”Tuhan, kenapa kamu tidak menepati janjiMu untuk memberkati kami secara keuangan? Lihatlah kami, Ketika kami berdoa, kami berdoa dengan kedinginan karena kami tidak sanggup untuk mendapatkan panas. Ketika kami berdoa, kami mengigil dan kami secara terus-menerus harus menggosok kedua tangan kami untuk membuat hangat. Aku tidak mengerti kenapa Engkau tidak memberkati kami. Kami tidak punya apapun untuk di makan kecuali nasi dan kimchee (sayur orang Korea). Keluarga pendeta kami tidak mempunyai uang dan keluarga kami tidak mempunyai uang. Kami sedang dalam kesusahan. Ketika kami berdoa semalam suntuk, kami pegal-pegal dan bengkak dengan duduk posisi seperti itu. Tubuh kami sakit-sakitan dan pegal-pegal. Kami tidak mempunyai fisik yang kuat karena kekurangan makan. Kenapa Engkau membiarkan kami seperti ini terus menerus? Tuhan, aku tidak bisa tahan lagi.” Saya beceloteh dan berkeluh-kesah tanpa berpikir lebih dahulu. Tetapi Tuhan mendengarkan setiap perkataan saya. Tuhan sangat sabar dengan saya. Kemudian, dengan ramah Tuhan berkata kepada saya, “Saya tidak keberatan mendengarkan keluhanmu.Kamu tidak perlu khawatir tentang apapun.” Dia kemudian menunjukkan saya neraka. Yesus berkata, “Mari kita pergi. Lihatlah peristiwa ini.”

Saya melihat binatang buas yang besar setinggi gunung. Binatang itu menyerupai buaya atau naga dan ibu saya ada di sebelah binatang itu. Binatang itu menggunakan lidahnya untuk mengikat korban-korbannya dan kemudian menelan setiap orang. Saya menangis dan menangis. “Bong-Nyo, ketika kamu menangis, Aku merasakan sakitmu. Ketika hatimu berduka, hatiKu juga berduka. Ketika kamu sedih, Aku juga sedih. Ketika ibumu masih hidup di dunia, Aku bisa menolongmu. Namun, semuanya itu sudah telat. Jikalau engkau mau untuk berkeluh-kesah dan marah, kamu bisa melakukan semuanya itu. Aku disini untuk mendengarkan keluh kesahmu. Aku tahu kamu sangat stress. Aku ingin untuk kamu untuk menghilangkan semuanya.”

Kemudian, saya melihat ayah dari pendeta kami di neraka. Makhluk iblis akan melempar dia ke satu cawan yang besar di mana ada bir yang busuk yang mendidih di dalamnya. Saya bertanya kepada Tuhan, kenapa dia ada disana. Yesus menjawab, “Dia melakukan banyak dosa dan menganiaya kepada istrinya. Dia suka mabuk-mabukan. Minuman keras adalah berhalanya. Kecanduan minuman keras mempengaruhi pekerjaanya dan dia tidak mengindahkan anak-anaknya. Anak-anaknya hidupnya susah. Sebagai akibanya, dia akan merasakan dan di siksa di dalam bir busuk selama-lamanya.” Ayah dari pendeta kami mulai berteriak, “Oh, saya telah melakukan banyak hal yang jahat. Saya harap istri saya telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Dia bisa masuk ke Surga. Ketika saya di bumi, saya berjudi dan mabuk sepanjang hari. Saya tidak pernah mengurus keluarga. Saya tidak perduli dengan kebutuhan dasar mereka. Istri saya bekerja sepanjang hari untuk memberi makan anak-anak kami. Saya bertanggung-jawab dengan hidup istri saya yang susah. Saya sekarang sedang membayar harga dari dosa-dosa yang pernah saya lakukan. Saya berhak di kutuk. Tolong, ketika kamu pergi ke dunia, tolong beritahu anak saya yang paling kecil untuk tetap pergi ke gereja. Beritahu dia untuk setia kepada Tuhan dan percaya.” Dia juga meminta saya untuk memberitahukan anak-anaknya untuk menghadiri gereja dengan tidak sia-sia. Mereka harus menjaga hari Minggu, hari yang kudus, dan bertobat dengan kesungguhan hati, dan berjalan bersama Tuhan dengan setia sebagai seorang kristen. Dia melanjutkan, “Saya di neraka dan di siksa. Di neraka adalah tempat terakhir dan di siksa selama-lamanya. Saya tidak punya harapan lagi. Tolong injili kakak laki-lakimu, kakak perempuanmu, dan saudara-saudara supaya mereka semua punya kesempatan untuk pergi ke Surga.”

Bersama dengan Yesus, saya melanjutkan perjalanan di neraka. Kami pergi ke satu tempat di mana saya melihat banyak sekali orang memenuhi langit-langit di neraka. Banyak sekali etnis (suku/ras) dan semuanya di gantung di kayu salib. Salib-salib tersebut terbuat dari kayu dan mereka semua di salib seperti Yesus. Saya bertanya kepada Yesus dosa apa yang mereka perbuat dan Yesus menjawab dengan nada marah. “Orang-orang ini adalah orang-orang yang pergi gereja secara teratur. Mereka malah membawa Alkitab mereka ke gereja. Tetapi mereka menyembah dan berdoa dengan sia-sia. Mereka hanyalah kedok. Mereka semua munafik. Di luar gereja, mereka pemabuk, perokok. Mereka tidak menjaga hari Sabat. Setelah kebaktian gereja selesai, mereka pergi melakukan hal-hal duniawi seperti memanjat gunung dsb. Beberapa dari mereka adalah lintah darat. Mereka meminjamkan uang mereka dan meminta bunga yang sangat tingi. Mereka menjadi kaya karena bunga yang sangat tinggi tersebut. Banyak keluarga yang tidak bisa membayar bunga tersebut dan menjadi bangkrut/pailit. Banyak keluarga yang hancur karena kesulitan keuangan. Hati dan perbuatan mereka sangat duniawi malahkan mereka klaim perkataan mereka adalah iman. Jikalau mereka berjalan di dalam iman dengan segenap hati dan kekuatan mereka, mereka bisa masuk Surga. Mereka tidak bisa lahir baru karena mereka tidak setia. Mereka tidak lahir baru dengan air atau Roh Kudus. Mereka mengikuti tradisi daripada mengikuti Tuhan. Aktivitas dunia mereka lebih penting daripada Tuhan. Perbuatan mereka tidak menunjukkan iman yang setia. Mereka melayani dengan setengah hati.” Tidak lama kemudian, orang-orang yang tegantung tersebut di penuhi oleh serangga baik besar dan kecil, memakan habis daging mereka. Hal itu adalah penyiksaan atas penyiksaan. Mereka juga di pakaikan duri di sekitar leher mereka. Yesus berkata bahwa proses ini akan berulang terus-menerus selama-lamanya. Tuhan sangat tegas dan jelas mengenai peringatanNya. Dia kemudian berkata untuk melihat orang-orang yang percaya dengan sia-sia.

Saya sangat gemetar tidak bisa di kontrol karena takut. Kemudian Tuhan berkata dengan lembut kepada saya, “Bong-Nyo, kamu takut. Ini sudah cukup buat hari ini. Mari kita pergi. Bong-Nyo, kamu telah menyaksikan sendiri keluargamu di siksa. Hal ini terlalu besar untuk kamu hadapi. Kamu telah menangis banyak. Aku berharap untuk bisa menghibur kamu. Ketika kita mencapai Surga dan masuk ke gereja, Aku ingin kamu berdoa dan melihat penyembahan.”Gereja Tuhan di Surga itu sangat bersinar dengan sinar kemuliaan. Sinar memancar meliputi langit-langit di Surga. Hal itu sangat luar biasa dengan banyak sekali malaikat-malaikat dan orang orang kudus.



=== Hari ke 15 =====

Kim, Joo-Eun


Ketika saya berdoa dengan tanpa henti, sebuah pengelihatan muncul di depan saya. Di pengelihatan itu, saya melihat seorang laki-laki sedang menonton TV di rumahnya. Ketika dia sedang menonton TV, sebuah roh jahat yang menjijikan keluar dari TV dan masuk ke dalam badan orang tersebut. Orang tersebut tidak menyadari efek rohani dari menonton TV. Kemudian pengelihatan saya berpindah ke kafe internet. Kafe internet ini di penuhi oleh orang-orang melihat internet atau bermain game 24 jam sehari. Tempat itu di penuhi oleh orang-orang yang bermain game. Satu orang laki-laki menaruh perhatian penuh dengan game. Dia kelihatannya sudah bermain game berjam-jam. Matanya merah. Kemudian, sebuah roh jahat dalam bentuk tengkorak keluar dari TV komputer dan masuk ke dalam badan orang tersebut. Setelah roh jahat tersebut masuk ke dalam tubuh orang tersebut, orang tersebut makin kecanduan dan bermain game makin seru. Setelah melihat hal ini, saya mengambil keputusan untuk lebih berhati-hati dengan apa yang saya lihat dan kerjakan di internet.

Kemudian saya melihat sebuah roh jahat dalam bentuk bulan ½ penuh. Dengan suara yang penuh kemarahan, roh itu berkata, “Biarlah aku pergi ke kafe internet.” Di dalam pengelihatan, saya melihat roh jahat ini pergi menuju ke internet kafe. Roh jahat ini masuk ke dalam tubuh seseorang yang kecanduan bermain game. Roh ini berkata, “Karena kamu meluangkan banyak waktu dengan game-game, aku akan memasuki ke dalam tubuhmu.” Kemudian roh ini masuk ke dalam tubuh orang tersebut. Banyak roh-roh jahat yang membuat kecanduan menganggu orang di kafe internet. Bahkan banyak orang-orang kudus yang terjerumus dalam perangkap ini. Mereka meluangkan waktu sedikit untuk berdoa dan lebih banyak di depan komputer. Mereka adalah jemaat-jemaat gereja yang telah jatuh dalam kecanduan internet dan TV. Sebagai akibatnya, absensi gereja mereka dan kehidupan rohani mereka terganggu. Roh-roh jahat ini sangat bertangggung jawab untuk menggoda orang-orang. Orang-orang ini menjadi buta dan tidak menyadari bahwa roh-roh jahat ini bertanggung jawab atas kecanduan dan perbuatan mereka. Saya juga melihat sebuah pengelihatan roh-roh jahat keluar dari TV dan masuk ke dalam tubuh orang-orang.

Kemudian pada malam itu, ketika saya melanjutkan berdoa, banyak roh-roh jahat yang berusaha menyerang saya. Satu roh jahat muncul kepada saya dalam rupa singa. Hal itu sangat mengerikan dan saya mulai gemetar. Roh itu berkata kepada saya, “Aku akan membawa kamu ke terowongan di neraka.” Aku berteriak, “Apa yang kamu katakan? Kamu roh menjijikan, di dalam nama Yesus, pergi.” Kemudian roh jahat itu pergi. Tanpa henti, roh jahat yang lain muncul. Aku berkata kepada diriku sendiri, “Kenapa banyak sekali roh-roh jahat yang muncul hari ini?” Anehnya, kali ini roh jahat yang muncul, perilakunya aneh, seperti bebek. Aku nggak bisa berhenti ketawa. Roh jahat tersebut berteriak dengan marahnya, “Kenapa kamu mentertawakan aku. Jangan ketawa.” Setelah saya mengusir roh jahat itu dengan kencang, roh itu pergi. Kemudian roh jahat dalam rupa seorang wanita muda berbaju putih muncul. Wanita ini mempunyai taring seperti drakula dan darah menetes di mulutnya. Wanita ini berusaha mengacaukan doa saya. Jadi saya meminta pertolongan Yesus dan wanita ini pergi dengan wajah kesal.


Lee, Haak-Sung:

Hari ini banyak roh-roh jahat yang menyerang saya. Yang pertama keliatan seperti kodok yang keliatannya tidak menyenangkan. Saya berhasil mengusir roh itu di dalam nama Yesus. Roh jahat yang kedua mempunyai rupa seorang wajah manusia yang mengerikan dimana satu sisinya terbakar banyak. Saya memanggil nama Yesus dan Yesus muncul. Sewaktu Yesus mendatangi saya, roh jahat tersebut pergi. Tetapi saya memperhatikan Yesus sedang mengeluarkan darah. Yesus berdiri dengan diam dan berdarah di depan saya. Saya tidak bisa membayangkan berapa banyak jumlah darah yang keluar dari tubuh Yesus. Darah mengucur dari semua sisi di kepalaNya. Saya menangis tanpa henti. Tuhan mengulurkan tanganNya ke arah saya dan menunjukkan pergelangan tanganNya. Saya melihat lubang-lubang di mana bekas paku-paku telah menembus pergelangan tanganNya dan dari situ keluar darah mengucur. Tuhan berkata, “Haak-Sung, kamu melakukan pekerjaan baik dengan menginjili hari ini. Kamu juga melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan membersihkan gereja.” Yesus sangat bangga dengan usaha saya dan melanjutkan memuji saya, “Haak-Sung, sewatu kamu menginjili, kamu memimpin dan menjaga kakak laki-laki dan kakak perempuanmu. Udara sangat dingin, tapi kamu melewati rintangan itu. Kamu melakukan pekerjaan yang baik. Aku sangat bangga denganmu.” Yesus kemudian memeluk saya.

Setelah Yesus pergi, 4 roh jahat menyerang saya pada saat bersamaan. Satu dari mereka berkata, “Jangan berdoa. Berhenti. Kamu tidak bisa berdoa.” Roh jahat yang lain bergerak dengan cepatnya dari satu sisi ke sisi lain supaya membingungkan dan mengacaukan saya. Saya berkonsentrasi dengan sekuat tenaga saya supaya tidak kehilangan fokus dan saya berteriak dengan segenap hati saya. Akhirnya, semua roh jahat pergi.

Kemudian, Yesus membawa saya ke neraka. Saya di tunjukkan suatu tempat di mana banyak orang-orang berteriak kesakitan di dalam cawan hitam yang besar dan panas. Di luar cawan tersebut, banyak sekali roh-roh jahat yang tidak terhitung banyaknya, berjalan dan melayang-layang di segala arah. Yesus berkata, “Haak-Sung, jangan takut. Roh-roh jahat yang ada disini tidak bisa menganggu kamu asalkan Aku ada disini untuk melindungi kamu. Ini tempat di namakan Penyiksaan Cawan Mendidih. Ini tempat untuk pemabuk dan kecanduan merokok.” Sewaktu orang-orang memasuki air mendidih, daging mereka terkelupas. Anehnya, ada api di dalam air mendidih. Setelah itu, Yesus membawa saya kembali ke gereja.


Lee, Yoo-Kyung:

Satu persatu, banyak roh jahat berusaha untuk mengacaukan dan menganggu saya. Saya mengusir mereka semua. Kemudian Yesus muncul memakai jubah yang terang.. Kata Yesus, “Yoo-Kyung, mari kita pergi ke Surga.” Sesampai kami di Surga, malaikat-malaikat menyambut kami dan Yesus membawa saya ke suatu ruangan yang penuh dengan buku-buku. Yesus ingin saya menjelajah dan membaca koleksi buku-buku yang banyak dengan banyak sekali topik-topik. Mereka semua terbuat dari emas, dan di susun rapi di dalam rak-rak buku.


Akan di lanjutkan di buku ke 2…..

Hari ini, kamu mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk mengubah hidup kekekalanmu. Tuhan Yesus masih tersedia untukmu sekarang dan Firman Tuhan berkata ketika kita masih hidup, kita masih mempunyai harapan. Hari ini kamu mempunyai hidup di bumi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Ini bisa jadi kesempatan terakhir.

Jikalau kamu belum menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hidupmu, saya ajak kamu berdoa sebagai berikut:

Tuhan Yesus, saya percaya Engkau adalah Anak Tuhan dan Engkau mati untuk semua dosa saya. Mari masuklah ke hati saya, jadilah Tuhan dan Penyelamat untuk hidup saya dan ampunilah semua dosa saya. Engkau mempunyai kuasa dalam setiap bagian dalam hidup saya dari saat ini. Tuhan Yesus, penuhilah saya dengan RohMu yang Kudus dan pakailah saya untuk kemuliaan bagi namaMu. Saya mau melayaniMu dan mengasihiMu dengan segenap hati saya seumur hidup saya. Terima kasih Bapa, sekarang saya adalah anakMu. Di dalam nama Yesus. Amin.

Setelah kamu berdoa di atas, bacalah Alkitab (Firman Tuhan), berdoa senantiasa, pergilah ke gereja untuk mendengarkan Firman Tuhan dan bersekutulah dengan saudara seiman. Hidupmu tidak akan sama lagi dan kamu mempunyai hidup yang penuh damai dan sukacita dibumi dan kamu akan hidup selama-lamanya dengan Tuhan Yesus di surga. Tuhan memberkatimu.



                                                           Lihat video bagian ke 1 di sini




http://www.youtube.com/watch?v=RG_gTT5TBEE




****************************************************************



Yong-Doo Kim BUKU 2



(Some details have been left out, but very little has been taken out, everything is available in the Full UNABRIDGED version of Book 2, no important or relevant information was taken out of the Abridgement)

Tuhan berkata dengan jelas. "Saat-saat ini gereja-gereja dan jemaat, kehidupan mereka didalam dan diluar berada dalam konflik seperti yang Aku tujukan untuk mereka. Para pemimpin pastoral dan anggota gereja menyembahKu secara formal dan mengenalKu hanya sebatas teori yang tertulis. Apakah yang akan Aku lakukan? Dengan hasrat yang menyala-nyala untuk datang dan bertemu denganKu.”

Tuhan kita ingin menunjukkan kenyataan dari peperangan rohani kita dengan roh-roh jahat, membuka mata rohani kita langsung kepada pertunjukkan surga, neraka, malaikat dan setan.



==== DAY 16 ====

Lee, Yoo-Kyung: * Perdebatan menyebabkan rumahmu di surga ambruk


Di surga, saya bertanya kepada Yesus, "Yesus, saya diceritakan bahwa kami memiliki rumah di surga . Saya ingin melihat rumah saya." Kemudian Dia menuntun saya ke rumah saya. Kami berjalan beberapa waktu ketika saya melihat rumah yang bersinar emas. Yesus berkata, "Ini adalah rumahmu" dan pada waktu itu, saya diliputi kekaguman. Para malaikat sibuk kesana sini membangun rumah saya.

Rumah saya terbuat dari emas dan sinarnya menyilaukan mata. Ketika saya bertanya tentang bagaimana tingkat-tingkat rumah saya, Dia menjawab bahwa ke-5 tingkat itu sudah hampir selesai dan beberapa kolom lagi dibangun untuk menyusun lantai-lantai lebih tinggi. Saya juga melihat rumah saudara Haak-Sung dan ke-7 tingkatnya baru saja selesai.

Ketika saya meminta untuk melihat rumah Joseph dan Joo-Eun, Yesus tampak cemas. "Apa yang harus Ku kerjakan? Apa yang dapat diselesaikan?" Saya bertanya kepada Yesus apakah ada sesuatu yang salah. Dia menjelaskan bahwa keduanya mempunyai 3 dan 4 tingkat yang hampir selesai, tetapai ketika mereka bertengkar rumah-rumah mereka ambruk. Yesus mengajarkan bahwa jika seseorang mementingkan diri sendiri, sukar argumentasi atau mengutuk rumah mereka di surga, maka rumah itu akan hancur. Ini adalah benar untuk anak-anak dan dewasa. Yesus mengatakan kepada saya bahwa baik Yoseph maupun Joo-Eun supaya tidak pernah bertengkar dan mencoba mengkompromikan ketidak setujuan ketika itu terjadi.

Yesus menunjukkan wajah yang sangat sedih, terutama saat melihat rumah yang hancur. Dia tidak dapat menyembunyikan kesedihanNya. "Oh,apa yang harus kami lakukan? Mengapakah Joseph dan Joo Eun begitu sering bertengkar? Yoo-Kyung, tolong katakan kepada Joseph dan Joo-Eun untuk berhenti bertengkar. Mereka keduanya mulai mencolek satu sama lain dan kemudian berakhir pada pertengkaran dan selagi mereka bermain bola, itupun berakhir dengan pertengkaran. Rumah ini dibangun dengan banyak kesulitan oleh para malaikat dengan perintah dariKu, bagaimana kami membangunnya kembali?"

Saya sering bertengkar dengan kakak saya, Haak-Sung,dan sekarang saya sadar bahwa saya harus berhati-hati dengan pertengkaran-pertengkaran kami.

Yesus memakaikan saya jubah emas bersayap dan berkata, "SayangKu Yoo-Kyung, engkau begitu banyak bersaksi dan Aku sangat mencintaimu karena itu." Dengan cepat saya meresponinya, "Tuhan,Aku akan pergi keluar untuk membagi dan bersaksi besok." Yesus menjawab, "Benar? Bertekunlah dan jagalah itu. Aku membangun rumahmu dengan cepat."


Lee, Haak-Sung: * Semakin dalam hubungan kami dengan dunia roh, semakin misterius jadinya

Kira-kira 10 menit kami berdoa, 3 iblis muncul. Yang pertama adalah laki-laki tanpa kepala. Kemudian iblis wanita mengenakan gaun dengan suara angin kencang, dia mencoba mencakar saya dengan kuku-kukunya yang tajam. Yang terakhir adalah ular yang sangat besar dengan kepala di kedua sisinya, setiap kepala berlomba menjadi yang pertama. Saya menjerit, "Yesus, selamatkan saya. Tolong saya!" dan dengan cepat Dia datang dan mengusir semuanya pergi.

Kemudian Yesus mengelilingi kami selagi kami berdoa dan menyentuh kami satu demi satu. Yesus terutama menyentuh kepala Pendeta Kim dan punggungnya, kaki Yoseph dan punggung Joo Eun. Yesus kembali pada saya dan berkata, "Yoseph, menceritakan satu dari keinginanmu kepadaKu." Saya menjawab, "Yesus, tolong bantu saudara Oh, Jong-Suk untuk tetap pada pekerjaannya dan dengan rajin datang ke gereja." Yesus setuju dan menyemangati saya, "Haak-Sung,hari ini sangat dingin, tetapi engkau masih juga pergi keluar untuk menyaksikan dan membagikan Injil hari ini…dan itu membuatKu sangat bahagia."

Setelah Yesus meninggalkan kami, iblis perempuan yang memakai gaun mendekati saya, dia tampak seperti anak sekolahan. Saya tidak memperhatikan dia dan terus berdoa dalam roh. Dia memaksa mukanya didepan saya dan menggosok lubang hidung saya dengan sebuah bulu, selagi saya berdoa. Saya perintahkan dia untuk pergi.

Ada banyak roh jahat yang berbeda dan banyak hal aneh terjadi sejak saya mulai berdoa dengan tekun. Semakin saya berdoa lebih dalam, semakin banyak hal yang saya temuui yang tidak ada di dunia nyata.


Kim, Yong-Doo: * Penghukuman karena membuka rahasia

Kemarin, pendetatetangga kami dan istrinya datang untuk minum teh. Mereka meminta untuk dapat bergabung dalam persekutuan doa kami. Saya mencoba menghindari pembicaraan itu tanpa kentara tetapi dia mengulang kembali dan saya tidak ingin kelihatan tidak menghormati dan akhirnya saya mengatakan ya. Tahu dari hati saya, seharusnya saya TIDAK melakukannya. Kesedihan mendalam memenuhi hati saya, karena saya ingat Yesus memerintahkan kami untuk tidak membagikan persekutuan doa kami kepada siapapun juga jemaat sampai buku itu dipublikasikan. Mereka tidak mempunyai tanda-tanda apa yang sebenarnya terjadi, selama persekutuan doa kami, kami berjuang hidup dan mati dengan roh-roh jahat.

Yesus meminta saya untuk teguh dan menolak keinginan isteri gembala untuk bergabung dalam reli doa. Saya gagal dan dalam hati saya yang paling dalam, saya takut apa yang akan terjadi karena ketidaktaatan saya. Pertemuan doa Minggu malam berakhir aneh karena kehadiran istri pendeta yang tidak diinginkan. Dini hari jam 2, saya menyelesaikan bagian pertama dari persekutuan doa dan saya ingin memulangkan dia, tetapi dia duduk seakan-akan dia ingin mengatakan sesuatu. Saya memastikan bahwa tidak seorangpun dari tim doa akan membuka apapun, tetapi saya dan isteri saya entah bagaimana mengakhirinya dengan memberikan semua detil rahasia.

Saya membuka bahwa kami sudah mengunjungi surga dan neraka dan banyak orang menerima karunia penglihatan roh, profetik, membedakan roh jahat dan roh surgawi, berbicara dalam bahasa roh, iman, hikmat dan pengetahuan. Saya membuka rahasia bahwa saya sedang dalam proses menulis kejadian-kejadian ini dalam sebuah buku yang akan dipublikasikan, jadi saya mendorong dia untuk kembali ke gerejanya sendiri dan berdoa dengan tekun.

Tuhan membuka mata rohani saya malam Minggu ini dalam reli doa, dan Dia juga memverifikasikan ini dengan anggota-anggota lain yang visi rohaninya terbuka. Tetapi Tuhan marah pada kemampuan saya untuk tidak bisa menjaga rahasiaNya. Pikiran saya yang sederhana berkata tidak apa-apa untuk membuka beberapa rahasia, tetapi saya membuat kesalahan yang sangat besar. Karena alasan ini, rancangan untuk membuka mata rohani saya diambil kembali.

Yesus dilingkupi kesedihan. Selama doa, sister Baek, Bong-Nyo menjerit ‘Bagaimana bisa kami mengatakan, ini hal yang besar?’ dan dia menangis sesenggukkan. Kerena saya tidak bisa menjaga rahasaia, saya menjadi manusia yang jahat dan saya tidak tahan dengan rasa bersalah. Bagaimana perasaan Samson, ketika dia membuka rahasianya menjadi seorang Nazir, dia mengkhianati hubungannya dengan Tuhan.


Sister Baek, Bong-Nyo: * Teguran Tuhan secara pribadi kepada Pastor Kim

"SayangKu Bong-Nyo! Mengapa engkau menangis seperti itu? Pendeta gerejamu pendeta Kim, Yong-Doo sudah membuat kesalahan besar, tetapi mengapa engkau menangis?" dan Dia mengatakan dengan suara keras. "Pendeta Kim harus bertobat sungguh-sungguh. Kejadian-kejadian yang dialami gerejamu harus ditulis dalam buku dan harus dirahasiakan dari dunia, dan sampai saat itu harus tetap menjadi rahasia. Tetapi, mengapa dia membuka rahasia ini dan berdosa melawanKu?" Tuhan kecewa.

"Rahasia ini membuka identitas sebenarnya iblis, karena itu, akan ada banyak pencobaan sepanjang jalan. Engkau tidak punya alasan untuk menangis, dan biarkan Pendeta Kim tahu apa yang Aku katakan kepadamu." Kemarahan Yesus yang menakutkan diteruskan. "Pendeta Kim membukakan banyak detil rahasia kepada isteri pendeta tetangga dan Aku tidak tahu mengapa dia melakukan hal yang berdosa ini. Pelanggaran Pendeta Kim ini sangat besar, jadi janganlah menangis." 

Yesus memberikan detil-detil penjelasan. "Cara jemaat berdoa dalam kesatuan dan semua kejadian yang kau alami akan mengguncangkan seluruh dunia. Karenanya, iblis tidak ingin identiasnya disingkapkan ke dunia dan mereka mencobanya untuk terus menerus menjaganya tetap tersembunyi. Ketakutan akan pengalaman jemaat yang nyata akan dibukakan. Jika kebenaran-kebenaran ini tetnang keberadaan dan identitas dibukakan sebelum buku itu selesai, serangan iblis akan semakin intensif. Dan engkau harus banyak menahannya. Sampai semua isi dari pengalaman doamu dibukukan, ini tetap menjadi rahasia. Aku akan memberikanmu kesempatan lagi, jadi bangunlah. Pendeta Kim harus konsentrasi berdoa dan berdoa dan menulis buku. Juga setiap orang dengan karunia bernubuat harus menyita dari berdoa untuk orang lain."

Yesus memarahi para pendeta dan isteri mereka dengan keras karena kurang focus. Dengan tegas Yesus mengatakan bahwa gereja-gereja dibangun atas namaNya harus mampu menemukan solusi-solusi dari setiap masalah tidak perduli sebesar apapun itu, dari dalam diri mereka sendiri.

"Ketika ada masalah di gereja, pendeta dan isterinya harus bersatu dalam doa dan pasti ada jawaban dari Tuhan. Kurangnya ketekunan, dan mencari orang-orang yang mempunyai karunia bernubuat kesana kemari untuk berdoa bagi mereka. Banyak darimu yang seperti itu dan itu membuatKu sedih. Saat para isteri gembala mendampingi dan berdoa dengan para pendeta dan berlutut di altar gereja, Tuhan akan menjawab doa-doa mereka. Juga, jika engkau berdoa dan meletakkan semua kekhawatiranmu didepan Tuhan, maka nantikanlah, karena itulah iman yang benar."

Selama pelayanan sore, bagaimanapun Pendeta Kim memimpin pujian dan betapapun berkuasanya khotbahnya, Yesus berdiri diam disamping mimbar dengan wajah gusar. Pendeta Kim menyampaikan khotbah dengan keringat dingin yang mengucur di wajahnya, tetapi itu sepertinya tidak memadamkan kemarahan Yesus. Pendeta tampak terasing dan menyedihkan bagi saya. Saya berdoa dengan tulus meminta Yesus, tetapi dengan tegas Dia menjawab, "Satu-satunya cara adalah Pendeta Kim memohon pengampunan dari kedalaman hati " dan Bapa kita di surga akan melihat dan memutuskan.

Yesus memerintahkan, "Jika engkau pernah membukakan lagi rahasia-rahasia ini kepada umum, semua karunia rohmua akan diambil." Pendeta Kim terutama harus menghindari hubungan dengan keluarga besarnya dan teman-teman dekatnya dan mengasingkan diri dari dunia luar. Yesus meminta bapak pendeta konsentrasi pada doa dan menuliskan semua yang Tuhan tunjukkan, jadia dengan cepat dia dapat menerbitkan buku itu.

Sekali lagi saya meminta Yesus. "Yesus! Isteri pendeta gereja tetangga yang datang ke rumah Pendeta Kim, bagaimana jika dia kembali pada Minggu sore untuk berbicara dan berdoa? Pendeta kami lembut hatinya dan tidak dapat mengatakan tidak." Tuhan menjawab dengan berapi-api, "Apakah Aku tukang sihir? Mengapa engkau selalau memintaKu, seperti Aku seorang peramal?" Untuk para pendeta dan isteri mereka, "Engkau harus focus pada doa, mencari dan menjerit padaKu, sampai Aku menjawabmu. Aku tidak tahu mengapa engkau pergi dari sini ke sana mencari jawaban!" Dia sangat tidak bahagia karena hal ini.



==== DAY 17 ====

Diakones Shin, Sung-Kyung:


Sejak hari Minggu, saya berdoa bahasa roh selama 3 hari, ketika tiba-tiba tubuh saya terasa panas terbakar dan saya mulai berdoa lebih kuat dalam bahasa roh. Kemudian sinar terang menyinari saya dan saya menangis, dengan doa pengakuan. Air mata, hidung dan keringat menutupi awajah saya, selagi daftar panjang dosa-dosa yang saya akui bermunculan di pikiran.

Saya tidak pernah menjaga kekudusan hari Minggu untuk menyembah Tuhan, menyepelekan sebutan saya sebagai diakones di gereja dan seringkali menyulitkan bapak pendeta. Dia mencurahkan semangat dan menegur, tetapi itu hanya masuk lewat telinga satu dan keluar dari telinga yang lain. Penampilan luar saya adalah “diakones” yang layak, tetapi hati saya tidak mempunyai hubungan dengan Tuhan. Inilah alasan utama saya mengapa saya ingin menghadiri doa berjaga-jaga dan saya ditetapkan untuk berubah.


Kim, Yong-Doo: * Pertobatan Pastor Kim

Waktu untuk saya menerima karunia roh ditunda, karena saya tidak mentaati perintah Tuhan untuk menjaga rahasiaNya. Saya membagikan rahasia ini dengan teman dekat saya dan ini benar-benar membuat Yesus marah. Secara manusia, ini bukanlah hal yang besar dan ini setiap kesalahan yang bisa dibuat setiap orang, tetapi pemikiran Tuhan benar-benar berbeda dari kita. Saat kita menjelajah lebih dalam kedalam dunia roh, Tuhan ingin kita menjadi lebih sentisif secara roh dan sampai buku ini selesai, Dia memerintahkan kami harus mengasingkan diri dari dunia luar. Selama tiga hari saya bertobat, bertobat siang dan malam, tetapi murka Tuhan sepertinya tidak surut. Yesus memerintahkan saya untuk berhenti menulis buku. Kemungkinan karunia roh yang dimiliki anak perempuan saya, Joo-Eun, nubuatan dan karunia roh lainnya akan diambil demikian juga yang dimiliki para anggota yang lain, memenuhi hati saya. Itu seperti sebuah kutukan.

Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan. ‘Bagaimana saya menggembalakan gereja ini? Mungkin saya sedang dimurkai Tuhan?’ Pikiran memalukan ini memenuhi hati saya. Tetapi, saya tidak dapat hanya duduk dan menyerah sekarang. Saya menangis, menyesal, memohon, menjerti dan berdoa dengan berbagai cara yang dapat saya pikirkan dan saya terus menangis terguguk. Ketika saya menyampaikan kotbah malam, saya tidak dapat melihat yang didepan saya, karena mata saya yang bengkak. Kotbah 405 jam yang biasanya saya sampaikan dengan mudah menjadi sulit dan saya tidak dapat memberikan kotbah saya malam itu. Lampu-lampu dimatikan dan dengan nyanyian pertobatan kami semua berdoa bertobat dari dosa-dosa kami.

"Tuhan, berikan kami kesempatan sekali lagi!" saya menggunakan setiap ayat Alkitab yang diaplikasikan kepada saya dan kasus saya. Setiap anggota tim doa menjerit dan berdoa untuk mati bersama-sama saya. Oh, saya benar-benar tersentuh dan bersyukur kepada seluruh jemaat saya! Tuhan berbelas kasih kepada anggota jemaat yang muda dan miskin ini.

Ketika Tuhan mendengar doa kami yang menyentuh, Dia memutuskan untuk memberikan saya kesempatan lain. Dengan jelas Tuhan menyatakan bahwa mulai detik itu segala sesuatu yang harus dijaga kerahasiaannya, sampai buku ini selesai. Tidak seorangpun yang tahu hal ini. Bahkan kepada setiap jemaat, Tuhan tidak ingin setiap detil dikatakan, tetapi hanya porsi yang sedikit. Setiap pembicaraan akan hal ini harus disetujui oleh gembala dan dibatasi sampai minimal.


*Transformasi di tangan saya

Selagi berdoa selama 30 menit dengan tangan saya terbuka tinggi, baik lengan maupun tangan saya bergerak dalam beberapa bentuk. Mulanya telapak tangan saya bergerak kearah luar, kemudian setelah terus menerus berdoa dalam bahasa roh telapak tangan kiri saya juga bergerak.

Setelah berdoa selama beberapa waktu tangan kanan saya bergerak dan kemudian ketika saya berdoa lagi, tangan kiri saya bergerak. Kecepatan dan perasaan akan pergerakan itu sangat lambat. Saya pikir ini adalah kecepatan terjadinya kebangkitan roh, saya tidak bertahan sampai 1 jam. Untuk anggota yang lain, bahwa setelah doa singkat Yesus menyatakan diriNya kepada mereka dan mereka dapat melihat roh-roh jahat. Saya adalah gembala, tetapi Dia berhubungan dengan saya secara sulit. Memakan waktu hampir 20-30 ,menit sebelum saya melihat tanda-tanda perbedaan dan pada tahap ini saya cemas kehilangan kehendak saya.

Saya berdoa selama 2-3 jam dan seperti biasa tangan-tangan saya berulang kali bergerak tetap ketika tiba-tiba saya merasakan kejutan listrik keras di kepala saya. Saya pikir, ‘Ini adalah permulaan dari awal dunia roh” dan saya dipenuhi keingin tahuan. Saya berdoa lebih kuat, selagi kejutan listrik itu melanda seluruh badan saya terus menerus.


* Serangan roh-roh jahat yang sangat banyak

Seperti biasanya saya berdoa dengan tangan terangkat tinggi, selama 4 jam, ketika tiba-tiba sebuah tubuh tidak berbentuk datang dan memuntir pergelangan saya. Dia menusuk leher saya dengan alat yang tajam dan punggung kanan saya terasa seperti sedang diiris-iris dengan pisau yang tajam. Saya menjerit dan terjatuh, saat tubuh saya menjadi lumpuh. Saya berjuang tetapi tidak ada gunanya.

Iblis-iblis itu mengejek saya dan berkata, "Beraninya kamu untuk memiliki kebangkitan rohani? Jika engkau menerima kebangkitan ini, bagaimana pikirmu kami akan bertahan? Bahkan sampai sekarangpun kami dihukum sangat keras karena doa kalian! Kami tidak memiliki kesempatan sejak engkau secara rutin memuji, berkhotbah dan berdoa, tetapi ini tampaknya waktunya sudah tiba bagimu. Engkau benar-benar tidak melihat tanda bodoh dan membantu mereka untuk menerima karunia dan penglihatan roh, jadi engkau akan membayar untuk apa yang kau lakukan!!" Kemudian roh jahat yang sangat banyak masuk kedalam tubuh saya.

Saya menahan nafas. Roh-roh jahat itu bergerak tidak karuan dalam tubuh saya dan menyebabkan sakit yang amat. Saya mencoba untuk menghentikan semua pergerakan, tetapi rasa sakit it uterus dan seluruh tubuh saya menjadi mati rasa. Setiap otot, saraf, sendi dan tulang terasa sangat sakit. Semakin keras saya menjerit, semakin terasa nyeri tanda-tanda gigitan.

"Tuhan! Saya mohon ampun. Selamatkan saya. Tolong selamatkan saya! Saya tidak dapat menahan rasa sakit ini." Jemaat yang berdoa terkejut dan segera lari ke mimbar. Mereka semua ketakutan. Mereka tidak apa yang harus dilakukan, jadi mereka melihat saya mencari tanda. Saya menjerit, "Kau roh-roh jahat najis, dalam nama Yesus orang Nasareth pergi dariku!" tetapi roh-roh jahat itu tidak mau pergi. Pada banyak kesempatan ketika saya menyebut nama Yesus, setan-setan itu langsung pergi tetpai kali ini tidak tidak perduli betapa keras teriakan saya, mereka acuh saja.

Seketika, selagi perhatian saya terpecah dan lemah, serombongan besar roh jahat masuk dalam tubuh saya. Mereka mulai mencekik, menggerakan ke bawah dan dan belakang leher saya dan mereka terus menerus menghantam saya dengan kampak selagi mengoyak-oyak lengan saya. Akhirnya mereka membuat saya tidak bisa berbicara. Saya hanya dapat bernafas dan bahkan itupun menimbulkan rasa sakit dan nyeri di sekujur tubuh. Saya kumpulkan semua kekuatan saya dan mendorong seluruh jemaat untuk melingkari saya dan berdoa seakan-akan hidup mereka tergantung pada itu. "Tuhan! Tuhan! Selamatkan saya!" kata-kata ini begitu saja keluar dari mulut saya.


* Doa jemaat yang berkuasa

Anak domba kecil kami menjerit. Itu adalah kesempatan emas untuk meletakkan 17 hari pelatihan. Saya bertanya kepada para anggota yang mempunyai penglihatan rohani untuk cepat mengindetifikasikan jenis roh jahat yang ada didalam saya dan mereka mengatakan bahwa mereka tidak melihat apapun juga. Selama waktu ini, pergelangan tangan kanan saya dipuntir dan mati rasa.

Saya mendorong jemaat untuk memanggil Yesus menolong kami mengidentifikasi roh-roh jahat itu. Kami berdoa selama waktu yang lama dan dengan karunia penglihatan roh itu mereka mulai membagi apa yang mereka lihat. (Efesus 1:18’19) Kerumunan roh jahat yang ada didalam saya datang ke gereja Tuhan dengan tugas khusus dari kepala roh jahat di neraka. Ketidaktampakaan dan kemampuan untuk mentransformasi kedalam berbagai bentuk membuat kami kesulitan melihat mereka tanpa doa yang intensif. Yesus berkata, "Anak-anak dombaKu yang berharga, karena doa dan jeritan tulus kalian untuk gembala kalian, Aku akan mengijinkan kalian melihat roh-roh jahat."

Kira-kira ada 30 roh jahat dan untuk waktu yang paling lama mereka menunggu mencari kesempatan untuk menyerang. Saat gembala dan isterinya mengunjungi saya, roh-roh jahat itu melihat kesempatan dan mereka bersembunyi didalam mereka. Raja roh jahat di neraka memerintahkan dengan suara nyaring, "Saat engkau masuk Gereja Tuhan, kamu harus secara khusus berhati-hati lebih dari gereja yang lain. Ada banyak anggota yang mempunyai karunia penglihatan dan banyak pengikut yang lemah sudah mereka usir, karena identitas sejati mereka tampak. Sekarang engkau harus menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Pendeta Kim. Orang bodoh itu sumber dari masalah-masalah ini. Jika kita dapat merobohkan dia, segala sesuatu akan dengan mudah diatasi, jadi pergilah dan buatlah ini terjadi."

Isteri pendeta tetangga kami tidak memiliki jenis iman yang akan menarik roh jahat padanya, ataupun dia mengikuti roh jahat. Dari apa yang saya tahu, dia adalah prajurit doa yang tekun berdoa. Roh–roh jahat berusaha keras menyembunyikan identitas mereka dan mencari kendaaraan untuk ditumpangi. Ketika mereka tahu isteri pendeta ingin berkunjung, mereka mengikuti dia dan menggunakan keinginan manusia yang memaksa sebagai dayak tarik.

"Yesus! Tunjukkan identitas roh jahat. Yesus! Tolong nyatakan mereka pada kami," kami semua berdoa. Kemudian seseoprang berteriak, "Wow! Saya melihat mereka. Saya dapat melihat!" Ada sekitar 15 roh jahat, yang tampak seperti pancake miju-miju dengan banyak mata dan mereka bergulung-gulung. Sisanya adalah roh jahat dengan berbagai bentuk dan ukuran. Ada kelabang luar biasa besar, ulat, roh jahat dengan banyangan gelap, roh jahat perempuan dan seekor singa. Saya meminta dengan sangat jemaat untuk mengelilingi saya dan berdoa dalam bahasa roh, menyentuh setiap bagian yang sakit di tubuh saya. Mereka mulai bekerja keras dan mulai berdoa.

Seseorang berteriak, "Pak! Roh-roh jahat itu berubah! Mereka tidak terserak-serak tetapi bersatu!" Saya menanggapi, "Benarkah? Berdoalah dengan kuat dan penuh otoritas usirlah mereka pergi!" jadi jemaat berteriak dalam satu suara, "Dalam nama Yesus keluar dari tubuh gembala kami! Kembalilah ke neraka!" Joo-Eun berteriak, "Roh-roh jahat ini duduk didalammu dengan lengan yang terkunci. Oh, tidak! Apa yang kami lakukan?" Saya berteriak dengan nyaring, "Teruslah berdoa tanpa henti. Jika kalian berhenti kita dalam masalah besar." Mereka semua berdoa dengan sungguh-sungguh. (Efesus 6:10-11) "Akhirnya, hendaklah kamu kuat didalam Tuhan, didalam kekuatan kuasaNya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis ".

Sister Baek menjerit "Pak Pendeta, roh-roh jahat itu berubah kembali." Tanya saya, "Bagaimana penampilannya sekarang?" dan dia menanggapi,"Oh! Sangat mengerikan! Bulu kuduk saya merinding! Kali ini berubah menjadi kelabang hitam. Kelabang ini menggigit lehermu dengan 2 taring tajam dan dengan duri yang ditusukkan dalam tubuhmu. Apa yang harus kami lakukan? Kelabang itu melekat di punggungmu!" Tiba-tiba saya merasakan sakit yang tak tertahankan dan naik, menyebabkan nyeri kesakitan kemudian saya roboh kedepan.

Saya menjerit lagi. "Tuhan tolong saya!" dan tidak peduli betapa kerasnya saya memanggil Dia tidak akan datang. Jadi saya mendorong jemaat, "Cepat temukan Yesus, Sekarang! Cepatlah!” dan mereka bersatu memanggil , "Tuhan, dimanakah Engkau? Tolong cepatlah dan bantulah pendeta kami!” Dengan panggilan yang nyaring ini Yesus menampakkan diri didepan kami.

Saya sangat marah, karena saya merasa Yesus sangat lama. Saya berpikir, ‘Dimanakah Yesus berada sehingga Dia begitu lama?’ kemudian Yesus menjawab saya, "Aku akan menolongmu dan jadi jangan kuatir." Jemaat melihat Yesus memasuki tubuh saya melalui penglihatan rohani dan berkata Dia akan mengusir roh-roh jahat keluar. Roh-roh jahat kembali bersatu dan berubah menjadi sesuatu seperti karet.

Yesus menarik mereka keluar. Ketika Dia menarik keluar di satu sisi di sisi yang lain akan melekat dan melar. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menarik semua roh jahat yang melekat. Saya percaya Yesus mempunyai rencana untuk melaith iman kita. (Yak 4:7) "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu! ".

Dalam Alkitab saat Yesus berbicara, roh-roh jahat gemetar ketakutan dan menyerah padaNya. Pasti ada alasan mengapa Yesus membutuhkan waktu yang lama. Yesus ingin menguji jemaat dan unutk kami mengalami usaha bersatu dalam mengusir roh-roh jahat keluar. Reli doa mulai tengah malam dan terus sampai 7 pagi. Tubuh saya masih merasakan sakit dan jemaat terus berdoa.

Saat jemaat mengelilingi saya dalam doa, perut saya dipenuhi gas. Tubuh saya sakit dan perut saya sangat sakit sampai saya tidak mampu lagi bertahan. Ada bau yang sangat tidak enak keluar dari saya, yang mengganggu jemaat. Saya sangat malu, seperti sesuatu busuk yang keluar.

Seseorang berkata, "Tolong kendalikan dirimu" dan karena itu setiap orang tertawa terbahak-bahak. Saya berkata, "Ini bukanlah waktu untuk tertawa, jadi cepatlah kembali dan teruslah berdoa kepada Tuhan " jadi mereka kembali."Joo-Eun, apakah Tuhan sudah mengambil setan-setan dariku? Cepat dan lihatlah." Tiba-tiba 3 jemaat melaporkan bahwa Yesus menarik roh – roh jahat itu satu demi satu dan mengikat mereka. Tersisa 2 roh jahat yang tidak begitu saja menyerah. Yesus akhirnya menawan dan mengikat semua roh jahat yang menyiksa saya. Dia berjanji untuk melemparkan mereka kedalam jurang api.

Kemudian Yesus berkata,"Wow! Anak-anak domba kecil dari Gereja Tuhan bukanlah sesuatu yang dapat diperhitungkan! Jeritan dan doamu untuk Pendeta Kim dan saat engkau cemas, berdoa dan tinggal bersamanya selagi dikendalikan, sangat menggerakkanKu. Tunggulah beberapa saat lagi. Aku akan membuka karunia penglihatan Pendeta Kim dan dia akan dapat melihat secara rinci baik surga maupun neraka. Kemudian dia akan merekan dan membaginya kepada seluruh dunia. Banyak jiwa terhilang akan membaca buku ini , diselamatkan dan kembali kepadaKu. "

Ketika saya kembali kerumah dan berbaring, tanda-tanda bekas gigitan dan garukan sangat sakit. Sangat nyeri saat saya bernafas ataupun berbaring, dan saya akan menjerit. Istri saya, Yosep dan Joo-Eun mulai reli doa.

Selagi Joo-Eun berdoa dia mendengar Yesus berkata, "Ketika roh-roh jahat meninggalkanmu, mereka tidak akan meninggalkan begitu saja, tetapi akan meninggalkan bekas gigitan dan cakaran yang menyakitkan yang harus kau tanggung selama beberapa hari. Karena isterimu menerima karunia kesembuhan, hendaklah dia meletakkan tangannya diatas lukamu dan berdoa!’ Segera saja isteri saya meletakkan kedua tangannya di atas luka-luka saya, tetapi itu tidak langsung sembuh. Saya terguling kelantai kesakitan dan berseru kepada Tuhan"Tuhan, isteri saya mempunyai karunia kesembuhan, tetapi mengapa saya masih menderita kesakitan?" Kemudian Tuhan menjelaskan bahwa kuasa kesembuhannya lemah, tetapi meyakinkan saya bahwa saya akan membaik. Karena saya tidak sabar dan tidak bisa menunggu, saya lari ke dokter terdekat untuk terapi tetapi nyerinya meningkat sehingga saya menghentikan pengobatan. Isteri saya berkata, "Dalam 20 tahun pernikahan kita, aku tidak pernah melihatmu dalam kesakitan dan penderitaan seperti ini."


Sister Baek, Bong-Nyo: * Rumah kami di Surga

Selagi berdoa untuk gembala saya, Tuhan menunjukkan rumah Pendeta di Surga (John 14:2-3) Rumah pendeta Kim naik dari 360 tingkat sampai 370 tingkat dan rumah isterinya naik dari 270 tingkat ke 280 tingkat. Rumah Yosep 4 tingkat dan tingkat ke5 hampir selesai. Rumah Joo-Eun 12 tingkat dan tingkat ke-13 sedang dikerjakan. Saya bertanya kepada Yesus, "Tuhan, rumah Joseph dan Joo-Eun’s dibangun satu tingkat pada waktu yang sama, tetapi rumah pendeta dan istrinya dibangun 10 tingkat pada waktu yang sama, mengapakah?" "Bukan hanya karena pendeta mempersiapkan khotbah dan memberkati jemaat tetapi dia tekun berdoa untukmu. Doa pendeta sangat berkuasa dibandingkan denganmu. Penggembalaan pendeta bagi jemaatnyalah yang memampukan rumah itu dibangun lebih cepat. Juga, karena isteri pendeta, Kang Hyun-Ja, mempersiapkan makanan untuk jemaat siang dan malam. Tidak hanya itu, selama seminggu dia memberi makan dan pakaian kepada keluargamu setiap hari, jadi tentu saya upahnya di surga besar. Joo-Eun mempunyai kecenderungan berteriak dan berdebat, situasi paling kecilpun akan membuat dia gusar. Dia mungkin akan menjadi angkuh, jadi tetaplah membuat dia rendah hati dan Yosep sangat tak ramah sehingga seringkali dia terlihat marah. Bahkan ketika Aku melihatnya, ekspresi wajahnya tidaklah bersahabat dan Aku ingin mengubah hal itu. Ketika pendetamu menyebutkan di khotbah, bahwa Yosep memerlukan perbaikan diri, dia tidak senang dengan saran itu. Aku ingin Yosep menerima kritik membangun ini dengan iman dan ketaatan, maka upahnya akan membantu pembangunan rumahnya."

Rumah Haak-Sung tingginya 10 tingkat dan kolom tingkat ke11 sedang dibangun, dan rumah Yoo-Kyung 7 tingkat. Yesus mengatakan kepada saya, karena rahasia gereja kami dibukakan oleh gembala dan isterinya, maka 50 tingkat rumah gembala dan 30 tingkat rumah isterinya akan hancur.


* Selamat Mempelai Baek Bong-Nyo

Ketika saya pergi ke persekutuan malam, Pendeta Kim terlihat lemah, seperti dia sudah berdoa dan menangis untuk beberapa saat. Matanya bengkak dan dia berjuang untuk melihat dengan jelas. Saya membujuk Tuhan. "Tuhan, pendeta kami begitu menderita karena penyiksaan roh jahat hari ini. Brikan dia kekuatan." Dengan lembut Yesus datang dan menghibur saya, "Setiap orang memiliki banyak anggota keluarga yang menghibur mereka, tetapi Baek Bong-Nyo tersayang, engkau tidak memiliki seorangpun dan apapun juga. Aku akan menghiburmu. " Dia melanjutkan, "Engkau mencintaiKu diatas segalanya dan inilah mengapa Aku sangat menghargaimu!"

Beberapa saat kemudian 2 malaikat tampan turun dari sorga. Mereka tinggi dan sangat tampan. Salah satunya yang saya tahu adalah Malaikat Tertinggi Michael dan yang satunya mengenalkan diri kepada saya, "Sister Baek, Bong-Nyo, Saya adalah Gabriel dan saya berdiri di depan Tuhan. Tuhan memerintahkan saya untuk menjemputmu, jadi marilah." Saya menjawab, "Oh ya, terimakasih," Mereka mulai membawa saya melintasi atmosfer ketika tiba-tiba sejumlah besar roh jahat memblokade kami.

Wajah para roh jahat itu berbeda-beda. Saya melihat kepala naga, ular-ular besar dan beberapa roh binatang, semua siap menyerang kami. Mereka mulai berkumpul bersama-sama dengan kekuatan roh jahat lain dan kekuatan mereka cepat bertambah, tetapi Gabriel dan Michael sama sekali tidak merasa terancam. Mereka malah tampak tenang. Ketika mereka mengangkat tangan roh-roh jahat itu dengan cepat lenyap (Wahyu 12:7-9)

Setelah roh jahat itu lenyap, kami tiba di sorga dan Yesus menyambut saya berdiri di kejauhan. Dia berseru, "Aku cinta kamu love sayangKu Baek Bong-Nyo. Aku cinta kamu." Yesus dan saya menunggangi awan-awan berkeliling Sorga. Ada banyak gunung di sorga dan semuanya emas. Ketika saya melihat langit di sorga, pikiran untuk pulang lenyap dari ingatan saya.


Lee, Haak-Sung: * Yesus menangis bersama Pendeta Kim

Penginjilan kami mulai jam 4 sore sampai jam 7 malam. Setelah itu, kami langsung ke gereja untuk berdoa dan saya melihat pastor kami berdoa dan menangis di lututnya dengan tangan terentang keatas. Saya melihat Yesus berdiri disamping pendeta. Yesus mengenakan mahkota duru dan menangis saat Dia memandang pendeta kami. Kepala Yesus berdarah luarbiasa dan DarahNya menetes ke jubahNya. Dia basah kuyup oleh darah. Yesus memeluk Pendeta Kim dan terus menangis. Semua lampu di ruangan mati, tetapi didekat mimbar, sinar terang keluar dari Yesus. Latar belakang sebuah lagi tentang penderitaan Tuhan berjudul ‘The three nails" dimainkan terus menerus.

Malam kemudian Yesus menceritakan kepada saya, "Tidak perduli betapapun dingin, yang paling baik adalah berdoa dengan pakaian ringan, berlutut dan dengan lenganmu terentang keatas. Ketika kamu kedinginan,Aku akan mengirimmu api, jadi jangan kuatir. Jika kau berpakaian berat, kau akan jatuh tertidur saat kau berdoa. Apakah kau mengerti?”




Kim, Joo-Eun: * Pertobatan yang sesuai

Selagi berdoa dalam bahasa roh, tiga kepala naga tersembunyi melompat didepan saya. Dia maju mundur menakutkan saya, tetapi saya mengusirnya dengan berkata, "Dalam nama Yesus Kristus, kau roh jahat najis! Pergi dariku! Pergi dariku!” Saya berdoa dalam bahasa roh ketika Yesus muncul didepan saya. Yesus diam, tanpa berkata apapun Dia berdiri didepan saya menangis. Saya bertanya banyak pertanyaan tetapi Dia hanya meneteskan airmata. Hari ini didepan kebaktian malam dengna penuh airmata pastor mengaku, "Saya benar-benar berduka, karena saya menyebabkan Tuhan menderita. Tuhan saya sudah sangat berdosa melawanmu." Kami semua berkonsentrasi memuji dan bertobat dalam kesatuan. Yesus dan pastor juga kami semua sama-sama menjerit. (1 Yoh 5:4)



==== DAY 18 ==== (1 Pet 5:6-10)

Lee, Haak-Sung: * Secara fisik menyerang roh-roh jahat!


Di khotbah malam pendeta menceritakan, "Ketika roh-roh jahat muncul, jangan takut tetapi berperanglah dengan berani muka dengan muka! Roh-roh jahat najis itu bukanlah apa-apa, jadi jangan takut…Ketika engkau masul lebih dalam kea lam roh dan berdoa dengan berani kau akan menemukan sesuatu. Ketika kau lakukan, tangkaplah itu dan robek-robeklah, kemudian musnahkanlah!” Saya berpikir sendiri, "Bagaimana kita melakukan hal itu untuk menakut-nakuti roh jahat? Dia pasti berlebihan.” Tetapi pastor mengulangi dengan pasti, "Kita dapat melakukan hal ini. Kita sudah diserang dan banyak menderita. Jadi sekarang waktu kita untuk membalas dan menyerang mereka." Kemudian secara visual dia mengajar kami bagaimana secara fisik menyerang mereka.

"Dapatkah kami benar-benar menangkap roh jahat?" Sejauh ini, kami dapat menggunakan nama Yesus sebagai senjata, tetapi sekarang kami diceritakan bahwa kami dapat melawan roh jahat secara fisik pertarungan tangan dengan tangan.

Kemudian, selagi kami berdoa dalam bahasa roh, 2 roh jahat sebelumnya muncul. Yang satu adalah roh jahat bundar dan yang lain bermuka banyak. Dia memegang bulu burung merak dan seperti sebelumnya dia menggunakan ujung lembut bulu itu untuk menggelitik hidung kami. Kemudian saya teringat kotbah pastor (Yak 4:7). Saya menggunakan tangan fisik saya untuk mengambil bulu itu dari setan. "Oh,bagaimana ini terjadi? Bulu itu sekarang ada di tangan saya!" Hal itu sungguh ajaib.

Kemudian saya mulai menyentil setan itu tanpa ampun dengan ujung bulu yang tajam. Roh jahat itu berteriak, "Ouch!" Dengan cepat saya menyerang dia, menusuknya tanpa ampun. Dia melompat lompat berteriak, "Ouch! Selamatkan saya!" Caira hijau terus keluar dari lukanya. Pasti itu darahnya. Roh jahat lain melihat hal ini, dia terkejut dan lari ketakutan.

Pendeta Kim terus berdoa, menahan tanda-tanda nyeri yang ditinggalkan roh jahat ditubuhnya. Yesus mendekati dia dan terus menyentuh luka-lukanya dengan tanganNya. Yesus mendatangi saya dan berkata, "Haak-Sung! Jangan biarkan tangan-tanganmu turun sekalipun ini sulit. Doa dengan tangan keatas memiliki kuasa lebih besar."


Kim, Joo-Eun:

Hari ini ada banyak roh-roh jahat ganjil muncul didepan saya. Saya berteriak dengan keras, "Kamu roh-roh jahat dalam nama Yesus pergi dariku" dan mereka lenyap. Saya sedang berdoa ketika tibat-tiba roh jahat jantan yang kuat berjalan menuju saya dengan bergumam, "Hey! Berhenti berdoa. Kau banyak berdoa untuk anak sekecil kamu!" "Hey, kamu iblis kotor! Dalam nama Yesus, pergi dariku!" iblis itu kemudian lenyap.

Saat saya terus berdoa, roh jahat dengan wujud wanita cantik muncul. Iblis ini sungguh anggun dan cantik sehingga saya tidak bisa bayangkan kalau dia adalah iblis. (2 Cor 11:14-15) Bahkan saat dia berbicara dengan sopan. "Tolong jangan berdoa. Mengapa kamu berdoa?" Saya mengacuhkan dia dan dia menjadi marah "Hey, mengapa kamu berdoa? Ketika kamu berdoa, apakau kau melihat sesuatu yang khusus?” Kemudian dia berteriak, "Berhenti berdoa!" Saya berseru, "Dalam nama Yesus, pergi dariku " dan kemudian dia terbelah dua dari kepala sampai ke bawah. Saya mengangkat bahu dengan jijik, "Ewe, begitu menjijikkan!" Saat tubuhnya terbelah dua, terbukalah bahwa roh jahat bengis ada didalamnya. Saya masih tidak bisa melupakan kenyataan bagaimana penampilan yang sempurna sangat berbeda dengan yang ada didalamnya.

Kemudian, saya melihat roh jahat muncul berwujud anak kecil laki-laki menggunakan bandana merah. Dia mempunyai kemampuan untuk memainkan tipuan dengan matanya. Saya mencoba mengusirnya dalam nama Yesus, tetapi roh jahat itu bandel dan tidak mudah untuk diusir. Saya tetap berdoa sampai roh jahat itu pergi.


*Dibaptis dengan Api Membara

Saya sadar betapa banyak roh-roh jahat aneka jenisnya. Saya menyaksikan mereka mengganggu jemaat lain, mereka terus datang dan pergi berpindah dengan sibuk menyampaikan kebingungan. Selagi berdoa saya heran apa yang dilakukan Pendeta Kim, jadi saya melihatnya, selain melain dia saya melihat sebuah bola api membara ditempatnya. Terkejut, saya membuka mata untuk mengkonfirmasi apa yang saya lihat dan saya melihat pastor duduk di tempat duduknya seperti biasa. Ketika saya menutup mata lagi, saya melihat bola api membara yang besar. Roh-roh jahat berdiri disamping pendeta kami tanpa mampu menyerang dia, jadi mereka kembali menyerang anggota yang lainnya.

Tiba-tiba roh jahat berambut panjang muncul dan menggigit lengan kiri saya dengan taring drakulanya. Saya mencoba mengusirnya, tetapi tidak bisa. Saya tidak bisa berpikir jelas karena nyeri yang menyengat. Kemudian roh jahat lain menyerang saya. "Tuhan, tolong saya. Tolonglah saya!" Saya berpindah mendekat di sebelah istri pastor dan terus berdoa dengan tangan keatas. Sekitar 100 roh jahat datang mengganggu saya. Saya menyerang dengan berteriak, "Kamu roh-roh jahat najis, mengapa kau hidup seperti ini? Mengapa kamu menggangguku?” Kemudian salah satu berlari menuju saya dengan taring-taringnya yang tajam berteriak,"Kami ingin mengirimmu ke neraka." Saya meresponi, "Apa? Neraka? Kamu gembira! Hey, Roh-roh jahat najis pergi dariku. Dalam nama Yesus pergi dariku." Seketika itu juga, setiap dari mereka pergi. Saya sadar bahwa jika saya ingin mengunjungi sorga, saya perlu bertarung hebat dengan kekuatan iblis jahat.


* Pendeta-pendeta yang tidak meneruskan tugas kependetaan mereka

Saya terus berdoa dalam waktu yang lama, ketika Yesus muncul memanggil nama kecil saya, "Sesame! SesameKu sayang, kau sangat baik dalam mengusir roh-roh iblis! " Saya menjawab, "Yesus, Saya teringat sesuatu yang ingin ditanyakan ayah saya! Ada pendeta-pendeta yang berhenti meneruskan panggilan kependetaan mereka dan kembali mengerjakan tugas-tugas duniawi. Apa yang terjadi dengan mereka?" Dengan enggan Yesus menjawab, "Kau terlalu muda untuk dijelaskan hal ini, tetapi dengarkan dengan baik dan katakana kepada ayahmu tepat yang Aku katakana kepadamu." Dia meneruskan."Para pendeta yang mundur dari kependetaan karena kesulitan, akan dihakimi dengan keras oleh BapaKu di Sorga. Bapa Sorgawi akan memarahi mereka dengan keras pada hari penghakiman. “Kamu, dan pastor, mengapa kamu berhenti menjadi pendeta? Aku berikan kepadamu kemampuan melakukan tugas-tugas kependetaan, tetapi mengapa kamu membuat keputusan berhenti tanpa ijinKu? Kamu membuat kesalahan besar. Kamu harus bertobat sungguh-sungguh!’dan inilah yang akan Dia katakana. Kemudian di sisa hidupnya didunia, dia harus ikut dan sungguh-sungguh berjalan bersamaKu. ‘Ada juga orang-orang yang gagal untuk menguduskan hari Tuhan dan melakukan apa yang mereka mau. Mereka membuka usahanya dan mereka tidak lahir baru dalam kuasa Roh Kudus. Jangan ada transaksi bisnis apapun di hari Minggu bagaimanapun. Banyak orang menyatakan keselamatan mereka dengan mulut, tetapi mereka salah. Jika mereka benar-benar diselamatkan, hidup mereka akan menunjukkannya! Bapa Sorgawi mengawasi kalian semua. Untuk Bapa setiap jiwa sangat berharga dan ketika jiwa-jiwa ini masuk sorga Dia akan sangat terluka. Dia sudah mencurahkan begitu banyak air mata untuk begitu sering!’


* Orang-orang yang mengusir para pendeta (Yak 3:16)

Kemudian saya bertanya lagi, "Yesus! Seringkali di TV, saya menyaksikan gereja-gereja yang bertengkar dengan pendetanya dan itu sangat memalukan saya. Mengapa jemaat dan pendeta bertengkar? Dalam hal ini, Engkau berpihak pada siapa?”

Yesus berkata, "Kau begitu muda namun kau menanyakan hal-hal ini?" jadi saya meresponi, "Tuhan, saya adalah anak perempuan seorang pendeta. Itu menyedihkan saya melihat seorang pendeta diusir dari gerejanya!” Yesus menjawab, "Para pendeta seringkali membuat kesalahan dan ini menimbulkan masalah. Lebih penting lagi, ketika jemaat marah dan mengusir pendetanya, mereka menanggung dosa yang sangat besar. Sekalipun seseorang melakukan ini di masa lalu mereka, namun jika mereka sungguh-sungguh bertobat dan mengikuti Tuhan, mereka masih dapat masuk Sorga. Mereka jangan pernah lagi mengulangi kesalahan yang sama.!" (Fil 2:3)

Saya terus bertanya, "Yesus! Kami semua berdoa bersama-sama, tetapi Engkau hanya membawa sister Baek dan keluarganya untuk mengunjungi sorga dan neraka? Kami adalah keluarga pendeta, betul? Keluarga saya tampaknya memiliki iman yang lebih besar, tetapi mengapa Engkau hanya mencintai Haak-Sung, Yoo-Kyung and sister Baek, Bong-Nyo?" Yesus meledak tertawa dan menjawab, "Joo-Eun sayang, itu tidak betul. Mereka memiliki hidup yang sangat keras. Lihatlah! Haak-Sung dan Yoo-Kyung keduanya ditantang secara psikologis benar? Juga, sister Baek, Bong-Nyo harus tidur karena menderita sakit punggung. Mereka makan hanya sedikit dan tinggal di ruang bawah tanah, tetapi mereka berdoa dengan tekun kepada Tuhan. Aku khususnya mencintai mereka karena diluar keterbatasan mereka, mereka masih tekun berdoa! Mereka memerlukan perlindunganKu! Kamu memiliki banyak anggota keluarga, tetapi mereka tidak punya seorang ayah atau seorang suami sekalipun. Inilah mengapa mereka memerlukan perhatian khususKu!" (Kel 33:19).

"Yesus! Pendeta kami mencatat semua pengalaman roh kami dalam sebuah buku, tetapi ketika buku itu selesai, apakah Engkau akan mengambil semua karunia roh kami?” Tuhan menjawab, "Joo-Eun,karunia bernubuat adalah karunia yang sangat penting yang tidak mudah diberikan atau diambil lagi! Karunia nubuatan hanya akan diambil ketika Bapa Sorgawi memintanya lagi dan biarkan sendiri jika Dia mengatakan untuk dibiarkan sendiri."


Lee, Yoo-Kyung: * Roh-roh jahat takut akan imanmu

Hari ini, saya diserang oleh roh jahat mengerikan yang memperlihatkan berbagai bentuk. Jadi setelahnya yang mengatakan kepada Yesus "Yesus, roh-roh jahat ini sungguh mengerikan!" dan Dia menjawab "Yoo-Kyung, kamu dapat mengalahkan roh-roh jahat ini. Mereka takut pada imanmu, jadi jangan kuatir! Para malaikat selalu disini untuk melindungimu!"


Sister Baek, Bong-Nyo: * Identitas roh jahat tanpa bentuk yang menyerang Pendeta Kim

Saya berdoa bahasa roh dengan kuat tetapi saya tidak dapat melihat apapun. Segala sesuatu gelap pekat. Saya berusaha keras masuk ke alam roh jadi saya berdoa dengan keras. Kemudian saya melihat ada banyak obyek bundar, berguling guling. Saya pikir mungkin mereka adalah tipe sama yang menyerang Pendeta kami. Saya ingin membalasnya, jadi saya berkonsentrasi. Kemudian mereka berguling-guling memutari saya. Saya berdoa kepada Yesus dan Dia berkata, "Lihatlah mereka dengan seksama." Mereka tampak seperti kue dadar. Ada 20 bergulingan di gereja, mencari kesempatan. Yesus berkata, "Itu adalah roh-roh jahat menyedihkan yang menggigit dan memutar lengan Pendeta Kim kemarin! Aku bawa mereka semua dan melemparkannya ke lubang berapi di neraka, tetapi mereka sudah kembali untuk menyerang hambaKu. Bong-Nyo! Engkau harus lebih berhati-hati!"

Saya diberi informasi bahwa raja iblis sudah memberikan perintah rahasia "Ada seorang jemaat Gereja Tuhan dengan karunia penglihatan roh bernama ‘Baek, Bong-Nyo’dan dia dapat mengenali siapa kita. Fokus untuk menyerang wanita itu!" Jika bukan Tuhan yang menyingkapkan roh-roh jahat itu pada saya, akan sangat sulit untuk melihat mereka sekalipun dengan karunia penglihatan roh. Tuhan mengatakan jika saya berdoa lebih dalam, saya akan mampu melihat roh-roh jahat itu tak berbentuk. Jadi ketika saya berdoa dengan kuat, identitas roh jahat itu disingkapkan dan mereka lenyap.


* Malaikat Tertinggi Michael and Gabriel

Kemudian dua malaikat luarbiasa datang menjemput saya ke Sorga. Mereka adalah Michael and Gabriel. Mereka tidak bisa dibandingkan dengan malaikat-malaikat lainnya "Yesus terkasih memerintahkan untuk menjemput sister Baek, Bong-Nyo, jadi kami datang secara personal." Saya terpesona dengan Tuhan yang begitu memperlakukan seseorang yang tidak penting seperti saya! Saya tidak tahu bagaimana bereaksi. Saya hanya dapat bersukacita dan segera mengikuti mereka.

Di sorga, Yesus menunjukkan Taman Eden yang mengagumkan. Dalam pembicaraan kami, Yesus mengatakan, "Bong-Nyo! Sangatlah sulit mengusir roh-roh jahat dalam diri Pendeta Kim kemarin, kamu pasti kelelahan? Roh-roh jahat didalam pendeta sungguh seperti kutu yang melekat dan tidak mudah dilepaskan! Hama-hama itu menyamarkan identitas mereka dan merubah wujud mereka seperti karet. Selama kekacauan itu Pendeta Kim menarik tubuhnya yang sakit untuk mengantar sister Shin Sung-Kyung pulang, anak domba itu mengikuti dia karena dia memiliki hati untuk melindungi pastornya. Saat Aku melihat ini, Aku tergerak dan Aku putuskan bergabung dengan mereka!" Dia melanjutkan, "Roh jahat terakhir yang melekat didalam tubuh Pendeta Kim memastikan diri untuk menyiksanya selama bisa. Jadi Aku gunakan kekuatan untuk menariknya keluar.

Didalam gerejamu, diantara para anak domba hanya engkau yang dapat melihat neraka, jadi apa yang harus Aku lakukan? Aku tahu ini sulit bagimu, tetapi Aku menghargai jika kamu bisa lebih bersabar. Sekarang juga Pendeta Kim Yong-Doo harus menulis dan merekamnya, jadi tidak ada pilihan. Bagian dari neraka yang kau lihat belum seluruhnya, tetapi hanya sebagian kecil. Ini adalah hasrat Bapa Sorgawi menyelamatkan banyak jiwa melalui pekerjaan ini. Ini menghancurkan hatiKu untuk terus menerus membawamu ke neraka. Mulai sekarang, Aku akan tunjukkan hanya sedikit, jadi perhatikanlah dan laporkan dengan tepat apa yang kau lihat kepada Pendeta Kim!”Saya berkata, "Yesus! Jika Engkau memaksa, tetapi tolong jangan perlihatan ibu dan adikku laki-laki. Saya tidak bisa menahan rasa sakit jika melihat mereka!" tetapi Yesus menajwab, "Tidak mungkin! Kamu harus melihat dengan seksana sehingga engkau dapat menyaksikan kebenaran!" Setelah selesai Tuhan menggandeng tangan saya dan menuntun saya ke neraka.


* Kembali ke neraka

Dia neraka, sangatlah menakutkan. Ingatan kita tidak bisa membayangkan seperti apa buruknya, dimana segala kejahatan dikunci. Ini adalah tempat terkutuk dengan hanya penderitaan, erangan dan jeritan. Tuhan dan saya berada di jalan yang sempit disetiap sisinya terlihat pemandangan jiwa-jiwa yang menderita kesakitan. Yesus memperingatkan, "Hati-hati!" saat kami tiba di suatu tempat dimana setiap sisi jalan menjadi jurang yang sangat dalam. Mengawasi sesaat dan turun. Kemudian saya melihat tengkorak-tengkorak ditumpuk setinggi langit, di kedua sisi jurang.

Tengkorak-tengkorak itu tidak mati, tetapi perlahan-lahan bergerak dan menjerit. Menusuk ke telinga saya. Tengkorak-tengkorak itu kacau, beberapa jatuh. Mereka akan memanjat satu sama lain. Mereka mengeluh dan berteriak satu sama lain, "Oh ini sangat melelahkan! Kau bajingan, pindah! Kau harus pergi?”

Saya bertanya kepada Yesus "Tolong Tuhan! Ini sangat menjijikkan. Bau busuk disegala tempat! Saya ingin keluar dari sini. Bagaima mereka bisa ada banyak jiwa. Tengkorak-tengkorak ini, jenis manusia apa mereka?" Yesus mengatakan bahwa ada berbagai macam tipe orang disini, "Disiini adalah para pencuri yang menyalakan api dan mati terbakar selagi mencuri dan mereka yang mati terbakar selagi tidur di hotel, mereka yang menggoda laki-laki dan mati dalam api, mereka yang mampu bekerja dengan tubuhnya tetapi meminta-minta, mereka yang tenggelam selagi tamasya, mereka yang membunuh orang tua mereka, mereka yang naik gunung dan mati dalam kecelakaan dan banyak lainnya dari semua kehidupan disini."

Ada banyak tengkorak yang tidak bisa saya hitung. Di satu sisi, saya mendengar seseorang berkata, "Kamu, bajingan! Disini gaduh! Tempat penuh itu membunuhku!" Tengkorak-tengkorak dibawah berkata, "Kamu bajingan yang diatas! Kau menghancurkanku! Berhenti menghancurkanku!" Tengkorak-tengkorak di dasar memiliki banyak luka dikepalanya.

Saat kami berjalan lagi, bau busuk bangkai semakin kuat. "Tuhan, bau apa ini? Ini seperti bau busuk daging?” Tuhan menjawab, "Ya,kamu benar! Perhatikanlah!" Saya mengamati cairan yang keluar dari bangkai, menyebar seperti lautan. "Tuhan! Disini tidak ada tengkorak ataupun tulang. Saya tidak melihat seorangpun disini tetapi mengapa baunya begitu menyengat." Kata Yesus, "Daging dan tulangnya sudah membusuk."


* Kaktus seperti tanaman

Saat kami meneruskan, kami sampai pada suatu tanah datar yang kering. Ada kaktus besar seperti tanaman, tetapi tidak ada duri-duri yang tampak. Didepannya adalah banyak serangga kecil-ekcil dan sesiati yang bergerak di tanaman ini. Yesus meminta saya mendekat dan saat saya melihat kaktus itu, saya melihat adik laki-laki saya dengan banyak orang yang telanjang. Mereka semua terjerat dan melekat di kaktus. Setiap orang ditutupi dengan serangga kecil-kecil yang memakan daging mereka, selagi orang-orang menjerit kesakitan.

Bahkan dengan jeritan kesakitan saya masih mendengar suara adik saya dengan jelas. "Kakak! Kakak Bong Nyo sayang! Mengapa engkau kesini lagi? Oh! Ini tidak tertahankan! Sangat menyakitkan!" Setiap orang menjerit kesakitan saat berbagai jenis serangga menggigit dan merobek daging mereka dan menariknya dari tubuh mereka. Saya tidak melihat kulit sedikitpun karena begitu banyak serangga yang menutupinya.


* Keluarga saya didalam lubang belatung

Saya melihat kesebelah kiri dan melihat jurang besar, yang berisi sejumlah orang tak terhitung. Semuanya itu telanjang dan ditutupi dengan belatung. Sangat sulit untuk mengenali apakah mereka manusia ataukah belatung (Mark 9:48) Saya pikir saya akan pingsan lagi, saat saya menatap mata ibu saya, dia sedang menunggu untuk dilemparkan ke jurang ini.

Ibu saya berteriak, "Anakku, Bong-Nyo! Saya dengar engkau tidak baik-baik saja, tetapi mengapa engkau kesini lagi?" kemudian dia menangis. "Ibu, Aku tidak mau datang ke neraka, tetapi Tuhan terus membawa saya kembali. Apa yang dapat saya lakukan?” dan ibu saya mulai meminta pada Tuhan. "Tuhan! Mengapa Engkau ijinkan anak saya melihat saya menderita di neraka, padahal Engkau tahu bagaimana hal ini melukai dia??" dan kami menangis bersama-sama.

"Bu! Sekalipun saya lihat engkau menderita tetapi saya tidak dapat melakukan apapun untuk menolongmu. Maafkan!" dan ibu saya membujuk. "Tolong, Bong-Nyo! Jangan pernah kembali lagi ke neraka! Aku sudah mati dan kesini untuk menderita, tetapi kau harus terus mengikuti Tuhan sampai akhir! Jangan berakhir disini sepertiku, tetapi pastikanlah engkau masuk sorga!"

Saya memohon Yesus untuk meminta tolong, tetapi Dia tidak dapat melakukan apapun. Ketika saya menangis lebih keras, roh-roh jahat melempar ibu saya kejurang tanpa ampun. Belatung-belatung itu dengan cepat merayapi kakinya dan masuk dalam daging dan tulangnya. Dia menjerit kesakitan dan meloncat kesana kemari, seperti yang lainnya. Jeritannya kemudian tertutup dengan jeritan orang lain.

Kemudian saya mulai mendengar adik saya di sebelah kanan. Dia menjerit "Kak! Serangga-serangga ini memakani tubuh saya hidup-hidup. Oh saya kesakitan! Kakak! Tolong! Mohonkan pada Yesus untuk menolong saya. Sekarang juga!" Serangga-serangga itu menusuk adiknya dan racunnya menyebar keseluruh tubuh, membuatnya menjadi hitam. Adik saya mati bunuh diri, tetapi saya tidak tahu seperti ini hukumannya. Saya meminta Yesus, tetapi lagi Dia mengatakan sudah terlambat. Bahkan saya menjerit ke Bapa di Sorga, tetapi Dia juga berkata tidak. Dengan cepat tubuh adik saya menjadi tengkorak hitam, tetapi dia masih bisa menjerit. "Kak! Cepat tinggalkan tempat ini. Jangan pernah datang ke tempat ini. Apa kamu mengerti?”

Tuhan mengatakan tentang beberapa orang yang ada disini. "Ada laki-laki yang tinggal dengan 2 wanita dan 3 orang wanita, pergi dari satu laki-laki ke laki-laki lain, pergi dari 1 wanita ke wanita lain, bertukar pasangan dan tidur berkeliling, ada orang yang bunuh diri, ada orang-orang yang pergi ke gereja tetapi melakukan perjinahan, ada mereka yang mati diatas gunung, ada yang mati karena digigit anjing dan banyak yang lainnya lagi."

Meneruskan perjalanan dengan Yesus, saya melihat seperti pisau potong jerami yang sangat besar dan menakutkan. Satu roh jahat yang besar memegang pemotong itu dan bersiap-siap memotong-motong orang. Yesus berkata, "Roh jahat itu adalah 10 roh yang paling besar di neraka." Ada banyak kepala keluar dari seluruh tubuhnya. Dia mulai mengirisi orang-orang yang antri dan jeritan mengerikan terdengar di seluruh langit-langit neraka.

Roh-roh jahat menikmati penyiksaan itu. Mereka mulai memotong-motong ayah pendeta kami, "Ouch! Tolong selamatkan saya! Saya menyesal! Tolong hentikan! Ampuni saya!” Hal itu sangat buruk, di Bumi orang akan pingsan atau mati, tetapi di neraka tidak ada kematian atau pingsan, hanya jeritan kesakitan. Semua indra disini hidup.

Ayah pendeta kami menangis, "Sengsaralah saya! Saya mati karena sakit dan say pikir saat saya mati segala sesuatu akan bebas. Saya pikir saya akan istirahat dengan dama tanpa pekerjaan ini! Tetapi tidak demikian! Bukan ini!” dan dia menggelengkan kepalanya dan gemetaran. Setelah memotong kaki, setan itu berteriak, "Sekarang aku akan mulai dengan tubuhmu?" dan terus memotong dia berkeping-keping. Sebuah pemandangan yang menyedihkan, setiap detilnya jelas dan itu bukanlah mimpi. Roh jahat itu tahu kalau Yesus dan saya melihat, tetapi dai tidak menghiraukan kami dan terus melakukan pekerjaan itu.

Dia membelah kepalanya menjadi dua dan melemparkan sisanya ke panci besar yang panas, mnyak mendidih. Orang-orang itu mencair dan yang tertinggal hanyalah tulang-tulang namun jeritan kesakitan mereka tidak berubah. Roh-roh jahat berlarian dengan gembira, tertawa-tawa, seperti sedang pesta. "Sekali lagi kami dapat mengisi diri kami sendiri! Kami punya banyak makanan!..Hari ini adalah hari baik, karena begitu banyak orang baru masuk neraka. KArena itu kami berpesta dan menggoreng mereka?”

Orang-orang didalam panci menjerit, "Hey bajingan jahat! Keluarkan aku dari sini! Kamu membakarku hidup-hidup! Keluarkan sekarang!..Aku tidak dapat melihat apapun. Panas! Aku sekarat!” Mereka juga mengutuk dan saya tidak ingin mengulanginya.

Setelah itu, Yesus membawa saya ke tempat dimana 2 anak perempuan Lot berada (Kej 19:31-38) di jurang membara, menjerit putus asa. Yesus sangat berduka dan menderita sehingga Dia memutuskan segera pergi. Tuhan berkata, "Bong-Nyo! HatiKu sakit karena 2 anak perempuan ini dan Aku tahu sakitmu ketika kamu melihat keluargamu ada di neraka. Tetapi, Aku ingin engkau memikirkan dengan tenang apa yang kau lihat di neraka.." Yesus membagikan bahwa setiap kali Dia membawa saya ke neraka HatiNya begitu sakit tetapi Dia menyembunyikannya dari saya. Yesus berkata, "Mari kita tinggalkan neraka sekarang juga!" dan Dia kembali bersama saya ke gereja.



==== DAY 19 ==== (Ibr 10:35-39

Shin Sung-Kyung: * Diakones Shin Sung-Kyung menari tarian roh


Saya sedang berdoa dalam bahasa roh dan tubuh saya seperti dibakar dengan bola api. Saat itu diluar -10 dan kami mematikan semua pemanas, jadi didalam gereja dingin. Tetapi Roh Kudus atas kami, sehingga suhu dingin tidak mengganggu kami dan Tuhan mengubah tubuh kami menjadi api membara. Kami harus melepas pakaian dingin kami yang tebal dan hanya memakai pakaian lengan pendek yang tipis.

Saya dihantam dengan api doa, seperti sinar matahari, kami basah dengan keringat seakan dari panas matahari. Biasanya saya akan menggigil, tidak mampu melewati waktu doa. Saya merasa doa-dosa saya semakin dalam dan dalam lagi. Setelah sekitar 1 jam, tangan saya mulai bergerak tak keruan. Gerakan itu bervariasi dan sangat lembut.

Sampai sekarang saya hanya mampu mengawasi isteri pendetadan dan Sister Baek Bong-Nyo menari tarian roh dan saya begitu menginginkan untuk menerima karunia ini. "Tuhan! Tolong saya untuk menari tarian roh! Saya ingin karunia ini. Tuhan saya sungguh-sungguh merindukannya! Tolong saya untuk mengalami seperti apa tarian roh itut!" dan saya meminta dan memohon.

Selama hidup kekristenan saya, saya tidak pernah mengalami atau dipenuhi dengan Roh. Saya sangat berdosa dan selalu malu didepan Tuhan. Akhir-akhir ini saya mengalami kuasa Roh Kudus selama minggu doa daripada kebaktian Minggu. Kebaktian Minggu hanya 2 jam yang diperuntukkan kepada Tuhan dengna pujian, doa, khotbah juga pengumuman dan saya ingin terlebih lagi.


Lee, Yoo-Kyung: * Memasuki Tahta Tuhan kita (Wahyu 4:2-4)

Begitu saya mulai doa, tiga setan bertanduk muncul. Saya berseru "setan! Roh jahat! Didalan nama Yesus pergi!" dan mereka pergi. Kemudian saya berteriak, "Bapa! Saya merindukanMu!" dan Yesus datang memanggil "SayangKu Yoo-Kyung! Apakah kau memanggil Bapamu?" Dengan berani saya menjawab "Ya!" Tuhan bertanya “Apakah kau memanggil Bapamu?" saya menjawab "Ya,saya menginginkannya.” Kemudian Dia mengatakan "Panggilah dengan keras!" jadi saya berteriak tanpa berhenti "Bapa! Bapa!"

Kemudian Yesus membawa saya ke Sorga. Saya senang menunggai awan di sepanjang Sorga, menyanyikan lagu pujian untuk Yesus dan bermain air di pantai. Yesus bertanya, "Yoo-Kyung! Ingatlah janji yang kau buat kemarin? Apa kau masih ingat?" saya menjawab "Ya, Yesus! Engkau berjanji menunjukkan Allah Bapa?" Yesus dengan setia memegang janjiNya dan membawa saya bertemua dengan BapaNya. Bap akita lebih besar dari yang dapat kita bayangkan, menyentuh langit sorga dan bersinar lebhi dari matahari. Dia duduk diatas tahta yang luarbiasa besarnya.

Saya dipenuhi dengan begitu banyak sukacita bernyanyi didepan Tuhan. Say abernyanyi ‘Berkatilah Tuhan, jiwaku’ dan Allah Bapa mendengar nyanyian saya. Dia menari dengan sukacita dan kemanapun Dia bergerak, sinar berwarna-warni keluar. Didepan Allah Bapa ada sebuah buku, lebih besar dari gunung dan Dia melihat padanya.

Tangan Tuhan yang besar terentang dan dengan lembut mengusap kepala saya. Besarnya TanganNya tidak bisa dikatakan. Bagian atas tubuh Allah Bapa dipenuhi dengan kabut, seperti awan. Yesus meminta saya terus menyanyi. Tuhan bersukacita karena pujian saya dengan bertepuk tangan dan memgang tangan-tangan saya menggoyangkannya kedepan dan ke belakang. Saya begitu bahagia sehingga saya menggoyangkan lengan saya ke sekitarnya. Kemudian Yesus memperingatkan ksaya, "Di hadapan Allah Bapa jangan bergoyang diluar kontrol!" Dia mengajarkan saya untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi dengan kepala menunduk. Kemudian, Yesus membawa saya kembali ke Gereja.


Lee, Haak-Sung: * Seranglah roh jahat dengan tanganmu

Pendeta kami masih menderita kesakitan karena serangan roh jahat yang lalu. Dia mengatakan bahwa kami mampu menangkap roh-roh jahat itu dengan tangan kami mala mini dan meminta kami untuk bersiap-siap menghadapi mereka. Bersama-sama kami berkata “Amin!”. Ini adalah waktu doa sehingga saya berdoa dengan tekun dalam bahasa roh ketika Yesus dengan lembut mendekati.

Dia duduk didepan isteri pendeta dan mendengarkan doanya untuk waktu yang lama dan kemudian Dia berpindah ke dekat Pendeta dan berbicara kepadanya. "Pendeta Kim! Dimanakah yang sakit?" dan kemudian Pendeta menunjuk ke area yang digigit dan dicakar roh jahat. Yesus berkonsentrasi pada leher pastor dan punggungnya dan kemudian mengusap area-area itu.

Setelah Yesus pergi, saya terus berdoa dalam bahasa roh ketika 5 roh jahat menyerang saya sekaligus. Saya teringat pesan pendeta untuk menghadapi tangan dengan tangan. Setelah saya menggapai keluar, saya membuka kedua tangan saya dan menangkap sesuatu. Ketika saya melihat dengan mata roh, ada roh jahat perempuan yang memaki gaun putih. Kakinya erat dalam pegangan saya dan dia tidak bisa apa-apa (Mark 3:15). Saya memutar-mutar dia seperti baling-baling helikopter, sungguh ajaib. Saya terus memutarnya dan melemparkannya ke sudut. Lehernya patah dan dia menjerit "Ouch! Kamu membunuhku!" Saya teringat pesan pendeta. "Saat kau lihat roh-roh jahat, tanpa ampun hancurkan mereka! Tariklah matanya keluar dan injaklah mereka!" Saya menghantam mereka dengan genggaman tangan dan menendang mereka. Mereka berteriak , "Oh manusia! Ahh! Selamatkan kami!" dan kemudian melarikan diri. Mengagumkan dan saya tidak lagi takut. Sekalipun sejumlah besar setan menyerang, saya siap bertempur dengan mereka.

Kadang-kadang selama khotbah, saya melihat malaikat-malaikat mencurahkan beberapa jenis minyak keatas kepala pastor dan khotbahnya menjadi lebih berkuasa. Saat khotbah itu menyingkapkan identitas beberapa roh jahat, mereka akan bersembunyi di satu sudut dan gemetar dengan ekspresi ketakutan.

Kemudian saya memutar –mutarkan roh jahat lain dan melemparkannya sejauh mungkin. Dan setelah itu, satu roh jahat yang dikatakan Joo-Eun pada saya, mendekat dengan mata yang berputar-putrar. Saya menunggu dia mendekat. Secepat dia mencoba mencampuri doa saya, tanpa ampun saya menarik matanyakeluar dan menjatuhkannya di lantai. Tanpa mata, roh jahat itu merangkak di lantai dan mencari-cari, "Oh tidak! Mataku! Dimana mataku? Tolong aku menemukannya!" Kebetulan mereka menemukannya, tetapi ketika mereka mencoba untuk memasukkan mata kembali, ada banyak kotoran sehingga mereka salah meletakkan dan kemudian melarikan diri.

Kemudian satu setan laki-laki mengenakan baju dalam sobek perlahan-lahan mendekat seakan-akan mencari tanda dari saya. Saya pikir akan menggulingkannya seperti bola bowling. Ketika cukup dekat, saya merentangkan tangan dan meletakkan 2 jari kematanya dan satu jari ke lubang hidungnya. Saya melemparnya seperti bola bowling dan dengan sekejap dia tergelincir dan menghilang.

Sekali lagi satu roh jahat dengan rambut panjang mengenakan gaun muncul. Saya merinding, karena dia terlihat berdarah dari mata dan bibirnya. Saya berlari mendekatinya, menangkapnya, menampar wajahnya dan menerkamnya. Saya merasa menang! "Berhenti kemari! Kamu mengganggu! Kamu roh-roh jahat!" Setelah terus menerus dipukul, roh jahat itu lari. Ini ajaib, saya bersenang-senang menampar wajah roh-roh jahat bodoh itu!

Saya kembali berdoa dalam bahasa roh ketika roh jahat laki-laki kuat dan tegap mengenakan topeng logam mendekat. Hanya satu mata yang tampak melalui topeng itu dan mata itu penuh dengan belatung. Saya tidak ingin menyentuhnya, sehingga saya berteriak "Didalam nama Yesus, pergi dariku!" Tetapi dia bertahan dan kemudian mulai menari dengan gerakan memutar. Entah bagaimana dia mengulangi lagi muncul dan menghilang selagi menari. Jadi saya menunggu sampai roh jahat itu muncul kembali dan menangkapnya, memutar-mutarnya, kemudian saya melemparkannya ke belakang gereja dan sekejap saja dia menghilang. Pada saat itu Yesus datang dan memberikan saua sorakan, "Haa-Sung sayangKu, akhirnya kau menaikkan standart menyiksa roh-roh jahat ini! Aku bangga padamu, sangat bangga!"


Kim, Joo-Eun:

Saya sedang menyanyi ‘Glory, glory, hallelujah’ dan tubuh saya panas. Saat itu dingin membeku tetapi saya berkeringat banyak. Roh jahat sama yang diperangi Haak-Sung dan salah memasukkan bola matanya mengeluh, "Oh man, Aku menderita karena bajingan, Haak-Sung. Dia melakukan ini!" Saya meresponi "Luar biasa! Sangat menyegarkan mendengarnya!" Dia mulai menangis dan berkata "Hentikan! Tolong hentikan !" jadi saya berteriak "Kamu roh jahat najis! Dalam nama Yesus, pergi dariku!" dan dia melarikan diri.

Kemudian sesuatu mulai melekat di baju saya, tetapi saya tidak dapat melihat apapun. Saya merasa tarikan kuat di rambut saya dan centilan di sebelah saya. Saya melihat benda asing yang bergulingan. Roh jahat itu sangat marah kepada saya dan menjawab, "Benarkah? Baik, muaklah padaku! Tolong! Aku sedang mencoba membawamu ke neraka? Mengapa kau banyak berdoa anak kecil?...Berhenti doa. Apakah kau mendapatkann sesuatu untuk dimakan saat kau berdoa? MEngapa engkau berdoa? " Dengan cepat saya meresponi, "Hey! Saat aku berdoa mujizat terjadi dan aku mengakumulasi upah! Kamu roh jahat! Pergi dariku!" Kemudian dia bergulingan pergi.

Sesaat kemudian, saya terkejut dengan munculnya ular besar berkepala 2. Saya ketakutan dan gemetaran karena dia lebih besar dari anaconda dan mulai mendekati saya. Saya menjerit, "Yesus! Tolong saya! Tolong buat ular mengerikan ini pergi!" Yesus muncul dan menangkap ular itu. Dia memutarkannya dengan kencang dan melemparkannya jauh. Saya berterima kasih dan Tuhan berkata "Sesame sayangKu! Kapanpun kau memanggil namaKu, Aku akan selalu disini dan menolongmu, jadi jangan kuatir. Yang harus kamu lakukan hanya tekun berdoa."


* Doa yang dapat membawamu ke Sorga

Hari ini saya melihat 2 malaikat cantik turun dengan perlahan. Mereka lebih tinggi dari manusia dan dengan hormat berkata, "Salam, sister Joo-Eun!" Di tangan mereka ada pakaian indah bersinar dengan sayap-sayap dibelakangnya. "Sister Joo-Eun! Pakaian ini sangat indah, bukan?"

Saya menjawab, "Saya ingin mencobanya sekarang juga," jadi dengan lembut mereka memakaikannya kepada saya. Para malaikat itu berdiri di sebelah saya dan memegang lengan saya. Saya dipenuhi dengan kekuatan dan melayang ke sorga. Dengan cepat kami melewati atmosfer dan Bumi menjadi jauh. Kami terbang ke suatu tempat dimana bintag-bintang Galaksi Bima Saktitersebar, sungguh luar biasa indah. Kedua lengan saya kendur dan saya melihat sayap-sayap di pakaian saya berkibar-kibar. Untuk beberapa alasan kami tidak dapat pergi lebih jauh. Saya pikir, "Saya ingin pergi ke semua tempat yang menuju sorga, tetapi apa yang terjadi disini?" Malaikat-malaikat itu menjelaskan kepada saya, "Alasannya adalah engkau belum berdoa dengan kuat, jadi kita hanya dapat sejauh ini." Saya kecewa dan kamu mulai kembali ke Bumi.

Bumi terlihat sangat indah dari luar angkasa, tetapi saya tidak bisa mempercayai bahwa bumi hanyalah sebuah planet yang kecil! Hari ini saya dipenuhi denga kesemapatan-kesempatan yang hilang tetapi saya belajar pentingnya doa. Demi mencapai semua jalan ke sorga dengan doa, saya mengumpulkan kekuatan untuk berdoa.


Sister Baek, Bong-Nyo: * Berjalan-jalan bersama Yesus

Selagi berdoa, Yesus membawa saya ke neraka. Dengan cepat pilar sangat besar tampak dan samar-samar saya melihat benda yang bergerak. Ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat ada ribuan orang melekat padanya. Mereka semuanya telanjang dan terikat dengan kuat bahkan sama sekali tidak bisa bergerak. Serangga-serangga putih memakan daging mereka dan orang-orang itu menjerit kesakitan. Setelah semua dagingnya terlepas dan hanya tertinggal kerangka, kemudian daging mereka kembali lagi dan kejadian ngeri terulang lagi.

Saya bertanya kepada Tuhan apa dosa-dosa orang itu dan Dia menjawab, "Mereka adalah orang yang sembrono mengikuti kebaktian pagi untuk sesaat saja dan dengan cepat mereka mencari alasan untuk meninggalkan kebaktian dan menikmati kenikmatan dunia, tetapi kemudian berakhir mati dalam kecelakaan. Ada juga mereka yang mengikuti kebaktian, tetapi dalam tempat tertutup mereka mabuk dan beberapa kali mengunjungi bar dan gereja sebagai formalitas, tanpa pernah mengalami Tuhan!"

Saya tidak dapat tahan melihat kejadian mengerikan ini, jadi say ameminta Yesus untuk pergi. " Baiklah. Marilah kita berhenti dan pergi ke sorga sekarang!", Dia memegang tangan saya dan kami terbang melalui langit dan tiba di Taman Eden. Yesus dan saya bergandengan tangan di taman dan kami memiliki kencan yang luarbiasa. Melihat saya begitu bahagia, Yesus berbisik "Bong-Nyo sayangKu! Kesehatanmu tidak begitu baik? Sangat keras sekarang, tetapi kau harus bertahan!" Kata-kataNya selalu menghibur dan membuat saya menangis. (2 Cor 1:5).


Pendeta Kim, Yong-Doo: * Seperti kejutan listrik

Saya masih berada dalam kesakitan karena serangan roh jahat hari yang lalu, tetapi Tuhan memampukan saya untuk memberikan khotbah dan menyanyikan pujian dengan nyeri yang dapat saya tahan. Dengan seluruh kekuatan, saya berdoa dengan tangan keatas, ketika saya mulai merasakan kejutan listrik melalui kedua tangan saya. Yang berikutnya lebih kuat dan terus mengalir melewati setiap sudut dan celah dalam tubuh saya.

Tuhan mencurahkan minyak pengurapannya atas saya, tetapi luka fisik saya tidak berhenti. Berdoa dengan tangan terentang keatas sangat sulit. Ada waktu terasa luka nyeri menusuk seakan-akan ditusuk dengan jarum kemudian saya akan menurunkan tangan saya. Saat nyeri itu berkurang, saya kembali mengangkat tangan berdoa dan ini terjadi terus menerus.

Saya memastikan utnuk berdoa dengan tangan terangkat ketika tiba-tiba telapak tangan kiri saya bergerak keluar. Kemudian selama 1 jam, tangan kiri saya benar-benar berbalik dari terbuka kedalam menjadi terbuka keluar. Hampir selama 3 jam telapak tangan kanan saya bergerak perlahan dari dalam keluar. Saya terjebak dalam posisi ini selama beberapa waktu. Kedua lengan dan tangan saya lumpuh dan saya berdoa dalam keadaan seperti itu selama lebih dari 4 jam, sebuah siksaan.


* Bertobat dari setiap dosa

Saya tidak tahu jika pekerjaan ini benar-benar dari Tuhan sehingga saya berteriak, "Setan, pergi dariku! Tinggalkan aku!" Yesus tidak mengatakan apapun, kecuali Dia terus mencurahkan sukacita, damai sejahtera dan api Roh Kudus masuk dalam tubuh saya yang gemetaran. Saya mulai teringat dosa-dosa di masa lalu sayas sehingga saya mulai bertobat. Saya bertobat dari hidup saya yang tidak berharga sebagai seorang pastor dan kecanduan gila saya untuk bermain olahraga. Dosa itu menjauhkan saya dari melayani Tuhan. Saya mencoba bertobat dari setiap dosa. Dengan kedua lengan dan tangan bertautan, saya terus berdoa dengan segala sesuatunya sampai saya roboh kesakitan.

"TEtapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pad ahari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.” (Rom 2:5)

Saya benar-benar menyukai olahraga dan saat saya bermain, saya benar-benar terlibat, melupakan Tuhan. Ini mendukakan Dia. Kecanduan saya melingkupi banyak bidang olahraga, dari bowling, sepak bola dan terutama badminton. Saya sungguh-sungguh ingin sehat, jadi saya membuang waktu begitu banyak dengan berolahraga, saya sering pergi ke lapangan badminton di dekat sumber air mineral. Disana saya melepaskan semua tekanan. Bermain olahraga tidaklah salah, tetapi banyak hal memnuhi pikiran kita. Semakain dalam saya mengalami alam roh, semakin saya menyadari bahwa kesukaan saya pada olahraga menjadikan kecanduan. Hambatan-hambatan itu terus bertumpuk dan melukai pertumbuhan roh saya. Saya terus menangis dan bertobat akan segala sesuatunya.

Sekali waktu, semua anggota jemaat saya pergi untuk menghadiri gereja lain dan tinggal satu orang laki-laki tua. Gereja sama sekali tidak bertumbuh. Untunglah seorang pendeta dari Seoul yang saya kenal, menawari saya posisi sebagai pendeta kepala di gereja dengan beberapa ratus jemaat. Saya pikir "Ya, ini bagus!" dan mulai menerima tawaran itu. Hari sebelum keberangkatan, saat saya berdoa, Yesus muncul memegang cambuk sangat panjang yang melebar dari atas di langit sampai ke bawah di bumi. Yesus memerintahkan saya untuk berlutut dan membungkuk, jadi saya taat. Saat itu, Yesus mengambil cambuk panjang dan mencambuk saya dengan sangat kuat! Itu tidak melukai saya dan saya merasakan kasih Tuhan atas saya. Tetapi wajahNya dipenuhi dengan kesedihan dan airmata mengalir di wajahNya. Yesus bertanya, "HambaKu yang terkasih! Apa yang ingin kau lakukan ketika jemaatnya bertumbuh dalam jumlah? Pendetar Kim Yong-doo! Pendeta Kim, persembahan apa yang akan kau berikan untuk perlindungan?" Saya tidak bisa menjawab. Saya tahu bahwa jawabannya akan membukakan kebenaran dari hati saya yang malu.

Ketika para pendeta berkumpul, setiap orang berbicara tentang ‘Pertumbuhan Gereja yang cepat’, ‘Berapa orang’, ‘Berapa tahun membangun gereja’, dan ‘Rekan pendeta mana yang menjadi terdepan?’ Saya tahu bahwa ini adalah jawaban yang sama yang dapat saya berikan. Dengan berlutut dan kepala tertunduk didepan Tuhan, saya tidak dapat berdiri dan saya begitu malu. Saya tidak dapat berbuat apapun, jadi saya hanya menangis. Dengan lembut Yesus mengusap punggung saya dan menenangkan saya dengan kehangatanNya. "HambaKu terkasih! Apakah Aku pernah menginginkan persembahan dana bangunan? Apakah Aku menginginkan jumlah jemaatmu bertambah? Jangan simpan ini didalam hatimu, tetapi Aku ingin engkau mengikuti apa yang Aku inginkan! Aku ingin engkau mencari dan menemukan domba-dombaKu yang hilang dan berapapun jumlahnya, apakah itu satu ataukan seratus, Aku ingin engkau merawatnya. Setialah dalam perkara kecil. Jangan terganggu dengan hal-hal lebih besar disekitarmu, tetapi tekunlah berdoa dan nantikanlah dalam waktuKu. Akhirnya jangan putus asa!"


Isteri Pendeta Kang, Hyun-Ja: * Doa dengan remuk hati

Hari ini, tangan saya juga dipuntir, seperti tangan Pendeta. Yesus menjelaskan kepada kami, melalui karunia nubuatan Joo-Eun. Untuk pendeta dan isterinya akan lebih sulit untuk membukakan mata penglihatan roh, sebuah proses yang menyakitkan. Ada banyak tipe doa, tetapi doa yang paling berkuasa akan mempercepat proses itu adalah airmata remuk jiwa.

Dibandingkan dengan yang lain, saya tidak sering menangis. Mungkin karena kepribadian saya yang keras,tetapi seberapa keras saya berdoa dan memanggil Tuhan, saya tidak bisa menangis sekalipun saya mencoba dengan keras. Saya meminta Pendeta membantu dan dia berkata bahwa saya kekurangan roh remuk jiwa dan mendorong saya meminta Tuhan untuk memiliki hati yang menyesal. "Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya " (Psalm 34:18).

Jadi sepanjang sore saya berdoa dengan remuk jiwa dan hati yang menyesal dan Tuhan mencurahkan kepada saya sekantong tas berlimpah penuh dengan airmata penyesalan. Roh Kudus membungkus saya dengan airmata, ingus dan keringat. Saya sesengguhkan. Melalui Joo-Eun, Tuhan mengatakan bahwa Dia menerima airmata saya.

Dengan semua pekerjaan yang kami lakukan, musuh selalu mencari kesempatan menyerang kami, jadi kami tidak pernah membiarkan penjaga kami lengah. Sejak identitas roh-roh jahat disingkapkan kepada anggota yang muda yang m emiliki karunia penglihatan roh, mereka harus bersenjata selama doa. Kami tidak tahu mengapa Yesus memilih kami untuk berperang dalam hidup dan mata, sedangkan kami begitu lemah. Yesus mengatakan, "Kalian domba kecil di Gereja Tuhan! Kalian dapat mempertahankan iman kalian hanya melalui berperang dengan roh-roh jahat! Percayalah padaKu! Peganglah tanganKu dan pergilah! Aku akan selalu bersama kalian, jadi jangan kuatir!" 




==== DAY 20 ==== (Acts 1:8

* Kim, Joo-Eun menyerang roh-roh jahat!


Pendeta mengatakan supaya kami tidak takut pada roh jahat, tetapi menyerang mereka dengan berteriak, "Langkahi mereka dan lukai mereka! Tariklah mata mereka keluar, hancurkan. Tangkap dan goncang-goncangkanlah." Sangat menyenangkan dan itu memberikan saya energy. Karena saya mudah takut, pastor mengatakan supaya tidak menampakkan rasa takut, atau roh-roh jahat akan menyerang lebih lagi. Jadi saya harus kuat.

Roh jahat pertama yang saya lihat adalah salah satu yang saya paling takuti. Itu adalah roh jahat perempuan, mengenakan gaun putih, bulu kuduk saya berdiri saat dia menjerit mengerikan. Saya gugup, tetapi saya mengumpulkan semua kekuatan, menjambak rambutnya dan menggoncangkannya. (Mark 9:23) dia menjerit, "Ouch! Biarkan aku pergi! Kamu melukaiku! Lepaskan tanganmu! Sekarang! Ini melukaiku!" Tanpa ampun saya menggoncang sampai saya menarik keluar rambutnya. Dia menjerit, "Rambutku! Rambutku!" dan menghilang.

Kemudian roh jahat laki-laki dengan kepala besar mencoba menakuti saya. Dia mendekati dengan mulut terbuka lebar. Jadi saya menyobek mulutnya, menarik keluar matanya dan menginjak-injak mereka. Dia menjerit, "Ouch! Mataku! Mulutku! Dimana mereka? Temukan mereka! Menyakitkan!" Tak karuan dia mencari di lantai tetapi tidak menemukannya jadi dia menghilang.

Setelah itu satu roh jahat dengan mata bulan sabit, saya merobek tubuh berkeping-keping dan berseru kepadanya. Dia mengumpulkan bagian badan yang robek dan lari dengan berkata "Aku akan kembali kepadamu. Kau akan lihat!"


* Pertemuan roh-roh jahat & Permohonan doa untuk senjata sorgawi

Kemudian, selagi saya berdoa, saya mendengar sekelompok roh jahat berbicara di sudut. Saya melihat sekitar 30 roh jahat duduk melingkar dan rapat. Roh Jahat dengna posisi tertinggi berkata, "Apakah kita akan meninggalkan Gereja Tuhan seperti ini? Cepat dan ganggulah doa mereka. Lakukan sesuatu! Kamu idiot-idiot! " Roh jahat lain berkata "Kau lihat gadis jelek Joo-Eun? Gadis itu dipanggil Sesame atau sesuatu! Tidakkah ini memalukan dikalahkan seseorang seperti dia?" Yang lain berkata, "Bagaimana denganku?Mulutku dirobek lebar! Mengeluarkan banyak darah!" Yang lainnya lagi berkata, "Hey! Yang kau miliki belum sebera[a! Aku kehilangan semua rambutku dan sekarang benar-benar botak! Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Dengan cepat saya berdoa kepada Tuhan. "Tuhan! Berikan saya kapak!" Tiba-tiba ada kapak disebelah saya. Ketika roh jahat tengkorak menyerang saya, saya mengambil kapak dan memukul tengkorak itu dengan kapak sampai hancur.


Lee, Yoo-Kyung: * Yoo-Kyung menyerang roh-roh jahat!

Hari ini, ketika saya mulai berdoa roh jahat perempuan dengan gaun putih muncul. Dia memiliki taring seperti drakula dan darah di mulutnya. Karena dia tidak lari pada teriakan saya, saya memutuskan menjambak rambutnya dan memulirnya, memutar-mutarnya. "Ouch! Lepaskan rambutku! Lepaskan sekarang juga! Tolong!" dia menjerit. Saya merasa gembira , “Kamu roh jahat najis! Aku sudah takut padamu sampai sekarang! Sekarang waktunya kamu mendapatkan yang pantas!" saya memutarnya terus menerus, menarik semua rambutnya dan dia menjerit, "Saat kamu mati, pasti aku menarikmu ke neraka!" Kemudian dia pergi.

Kemudian roh jahat laki-laki botak mendekat, jadi saya meraihnya dan menekan kepalanya. "Ouch! Aku sekarat disini! Hentikan menekan kepalaku!". Saya sangat bergembira. Saya menekannya dengan kuat, kemudian saya menonjok roh jahat itu dengan kekuatan penuh dan dia jatuh kesudut. Saya melanjutkan doa ketika Yesus muncul dan berkata, "Yoo-Kyung sayangKu, imanmu bertumbuh banyak! Sekarang engkau dapat melukai roh-roh jahat dengan tonjokanmu!" dan Dia tersenyum. Saya berkata, "Yesus! Saya ingin pergi ke sorga!" tetapi Dia malah membawa saya mengunjungi neraka.

Kami tiba disuatu tempat dimana ada pancti logam besar, panas membara. "Yoo-Kyung! Lihatlah dengan seksama dalam kekacauan ini dan lihatlah siapa yang disana!" jadi saya melihat dengan teliti dan melihat nenek saya didalamnya, dengan seorang laki-laki, keduanya meloncat-loncat dan menjerit, "Ouch! Tolong, disini panas!".

Ketika nenek melihat saya, dia berkata, "Yoo-Kyung! Aku tidak dapat bertahan akan api yang menyakitkan ini lebih lama lagi! Tolonglah nenekmu! Cepat dan minta Tuhan untuk menolongku keluar dari sini!" Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dia berlarian kesana kemari dan pakaian putihnya terbakar. Nenek saya berteriak "Yoo-Kyung! Aku senang kau disini! Tolong, aku minta keluarkan aku dari sini! Aku tidak tahan api ini lagi!" Saya tergoda mengeluarkan dia dengan merentangkan tangan, tetapi Tuhan  dengan tegas mengingatkan saya untuk tidak melakukannya.

"Yesus! Hati saya hancur melihatnya terluka. Apa yang dapat saya lakukan?" Yesus memeluk saya kuat-kuat dan menghapus airmata saya. Dan kami mulai pergi. Tetapi tiba-tiba, roh jahat menakutkan muncul didepan kami. Yesus berseru, "Jika kamu mengganggu Joo-Eun atau Yoo-Kyung Aku akan segera melemparkanmu ke jurang api di neraka!" Dia lemas tertunduk dan lari. Yesus menuntun tangan saya dan membimbing kembali ke gereja dan Dia kembali ke Sorga.


Lee, Haak-Sung: * Roh jahat dengan topeng Besi

Selagi saya berdoa, roh jahat laki-laki berotot dengan topeng besi mengayunkan pedang besarnya ke saya. Tetapi saya tidak takut, saya mengambil pedang itu dan mengayunkannya ke kepala roh jahat. Saya dapat mendengar hantaman dikepalanya. Saya dapat mendengar suara besi menghantam besi. Kemudian saya melepaskan topengnya dan melihat belatung-belatung menjijikkan diseluruh wajahnya.

Kemudian roh jahat lain muncul dengan asap mengalir darinya. Sesaat kemudian asap itu berubah menjadi manusia dan saya dapa tmelihat orang-orang terjebak didalam asap, memohon pertolongan. Secara intuisi saya tahu bahwa roh jahat ini menelan orang-orang yang mulai berdoa dalam bahasa roh memanggil Yesus. "Yesus! Tolong saya! Roh jahat mencoba menelan saya! Cepat dan tolong saya!" dan saat saya memanggil Tuhan, Tuhan segera muncul dan menghancurkan roh-roh jahat itu.

Sesaat kemudian roh jahat dengan tanduk dimana-mana datang membawa papan tulis besar. "Berhenti berdoa! Berhenti!" Saya mengacuhkannya dan terus berdoa dalam bahasa roh. Kemudian dia mulai mencakari papan tulis. Saya tidak tahan dengan suara gaduhnya jadi saya tutup telinga saya dan berteriak, "Setan! Dalam nama Yesus pergi!" Dia semakin bergembira dan terus mencakari papan tulis terlebhi lagi. "Hey ini menyenangkan!" Saya menjerit pada Yesus, "Yesus! Tolong saya! Setan ini menyiksa saya!" Yesus muncul dalam terang dan roh-roh jahat itu melarikan diri tanpa melihat kebelakang.



==== DAY 21 ====

Kim, Joo-Eun:


Saya sedang menyala-nyala berdoa dalam bahasa roh ketika 3 naga menakutkan muncul. Naga pertama memiliki aneka pola dan bentuk lingkaran disekujur tubuh merahnya, naga kedua mempunya garis-garis merah dan biru vertical yang bercampur dan ini membuat saya merasa kacau dan naga ketika memiliki garus-garis biru dan kuning horizontal campur. Mereka datang seakan-akan ingin menelan saya utuh, tetapi dengan tegas saya berseru, "Dalam nama Yesus, pergi!" selama 3 kali dan mereka lari.

Saya dapat melihat roh-roh jahat duduk melingkar dan rapat. Pemimpinya berkata kepada roh jahat botak "Kamu! Kali ini kamu yang pergi dan mencoba!" Dengan cepat roh jahat itu mendekati saya, tetapi sama seperti sebelumnya, saya menangkap kepalanya dan menggoncang-goncangkannya. Kemudian saya mencabut matanya keluar dan dia lari. Kemudian roh jahat dengan tangan gunting datang, dia menggaruk-garuki papan tulis. Saya tidak tahan dengan suaranya jadi saya menghancurkan jari logamnya dan mencakar wajahnya. "Hey! Kembalikan jari-jariku! Mengapa kamu mengambil tanganku?...Kamu anak kecil jangan mengacaukan aku! Bagaimana bisa imanmu menjadi kuat?", dan dengan itu roh jahat pergi.

Saya melanjutkan berdoa dengna lebih kuat, ketika ular besar merauap menuju saya dengan marah. Timbangannya berubah-ubah menjadi aneka warna dan dia menggerak-gerakkan ekornya didepan saya. Saya meraih ular itu dan melemparkannya ke dinding. (Mark 16:17,18)

Dengan cepat roh jahat yang terbungkus perban. Mengingatkan saya pada kartun setan Cina ‘Kang-She’. Dia berkata, "Lihat anak kecil! Ini sangat menyenangkan!" dan dia mulai membuka perbannya. Dibawah perban itu ada banyak serangga tak terhitung, kaki seribu dan kelangan merayap di sekujur tubuhnya.Menjijikkan, saya memanggil Yesus dan Dia muncul, menangkap roh jahat itu dan melemparkannya. "Yesus! Terimakasih banyak!" Dia tersenyum dan dengan lembut mengusap kepala saya. "Sesame sayangKu, imanmu bertumbuh banyak! Tekunlah berdoa! " Hari ini Yesus mengenakan pakaian emas khusus dengan hati merah didadaNya yang memancarkan aneka sinar terang.

Setelah Yesus pergi, roh jahat berwujud nenek tua muncul. Dia mengenakan pakaian hitan dan memegang kapak panjang. "Jangan berdoa! Lakukan itu lain waktu! Kamu tidak perlu berdoa hari ini kan? Mengapa engkau tetap berdoa hari ini? Lakukan besok saja! Yesus akan menemuimu kapanpun kau ingin berdoa besok!" Dia mengulanginya lebih keras lagi, jadi saya berteriak "Hey kamu perempuan tua, dalam nama Yesus pergilah," dan dia menghilang.


Lee, Yoo-Kyung:

Selagi berdoa, satu roh jahat mendekati saya, "Kamu! Hey kamu! Tidakkah kamu berhutang maaf? " Saya tidak percaya apa yang saya dengar, jadi saya menangkapnya dan menampar wajahnya. Tetapi kemudian dia menampar saya kembali. "Beraninya kamu menampar wajah saya? Selesaikan ini! Aku akan membunuhmu!" Saya terbakar kemarahan jadi saya mencabut matanya keluar dan melemparkannya. Pipi saya menjadi bengkat dan saya tidak dapat mengatasi kenyataan bahwa sedikit gangguan membuat saya ditampar roh jahat.

Sesaat kemudian roh jahat perempuan berpakaian putih muncul, dia menangis. "Ini tidak adil! Bajingan itu, Haak-Sung menggigitku dan anak kecil ini, Joo-Eun menampariku." Saya menunggu dia mendekat dan mencabut matanya keluar dengan jari. Dia melompat kesana kemari kesakitan dan kemudian pergi. Roh jahat perempuan lain berkata, "Hey! Kamu pikir bisa lari dari memperlakukanku seperti ini?" Jadi, menjambak rambutnya, saya memutar-mutarnya dan melemparkannya jauh. Saya meminta Yesus "Yesus! Berikan saya kapak!" Dengan kapak yang diberikan Yesus, saya memenggal kepalanya dan memecahkannya. Tanpa kepala, roh jahat itu mendatangi saya dan berteriak, "Hey kamu! Tidakkah kamu bersimpati denganku sama sekali?" Kemudian dia berjalan berkeliling mencari kepalanya, "Dimanakah kepalaku? Dimanakah wajahku?"

Saya ingin melihat Yesus jadi saya memanggilNya dengan nyaring, "Ayah! Ayah!" Dia menyambut saya dengan senyum lebar, “Sesame sayangKu! Engkau baik! Yoo-Kyung Ku mampu mengalahkan roh jahat sendirian!" Dia juga menjawab, "Yoo-Kyung, saat Pastor Kim memanggilmu ‘sesame’ selama khotbah, jawablah dengan nyaring. Konfirmasi dengan keras juga iman! Apakah kau mengerti?” Saya menjawab "Ya Tuhan. Amin!"

Para malaikat muncul dan berkata "Sister Yoo-Kyung! Kau telah mengalah roh-roh jahat, engkau mengagumkan. Tetaplah seperti itu! Dan ketika roh-roh jahat menyerang lagi kalahkanlah mereka dengan berani sama seperti sebelumnya!" Mereka semua bersukacita. Kemudian Yesus membawa saya ke sorga. Saya selalu senang dan menikmati kunjungan ke sorga. Ketika sampai disana, Yae-Ji dan saya mulai menari didepan Tuhan. Kami juga meminta, "Tuhan, tolong curahkan airmata pertobatan kepada Diakones Shin Sung-Kyung dan Yoseph! Mereka ingin berdoa dengan airmata penyelasan, tetapi mereka tidak bisa menangis!" Tetapi Tuhan menjawab, "Aku hanya dapat memberikan airmata ketika orang sungguh-sungguh berdoa bertobat dari dalam hatinya!"

Kemudian kami diantar kembali ke Gereja. Yesus menyentuh pipi saya, tempat saya ditampar dan berkata, "Yoo-Kyung Sayang! Kuatkanlah! Apakah kau mengerti?" Dia menghilang dengan melambaikan tangan.


Lee, Haak-Sung: * Iblis gergaji listrik

Selagi saya berdoa dalam bahasa roh, 3 roh jahat menyerang saya sekaligus. Yang satu berwajah manusia tetapi bertubuh naga. Yang lain adalah tengkoral dan yang terakhir memakai topeng logam. Mengejutkan, dia membawa gergaji dengan suara gaduh dan mencoba memotong tangan saya. Saya harus benar-benar konsentrasi, jika sesaat saja saya lengah, saya akan dipotong-potong. Saya tidak akan kalah, jadi saya mengelak dan melarikan diri dari serangan. Selama peperangan saya merebut gergaji itu dan memotong-motong tangan roh jahat. Dia menjerit dan 2 roh jahat yang lain melarikan diri diri.

Sesaat kemudian roh jahat lain mendekati saya. Saya membujuknya mendekat, "Hey! Mari kesini, aku akan mengajarimu sesuatu yang menyenangkan! Jalan ini! Cepatlah!” tetapi roh jahat itu terlihat curiga dan menolak datang. "Hey! Aku benar-benar mempunyai sesuatu yang menyenangkan disini untukmu!Kesinilah dan lihatlah!" kata saya, tetapi dia masih tidak percaya. Kemudian dia bertanya, "Kamu janji tidak menghukumku kan?" Saya meresponi, "Mengapa aku menghukummu?" Kemudian dia mendekat dengan kegirangan dan ketika dia sudah dekat, saya meraih tangannya dan mulai memutar-mutar di udara dan melemparkannya ke dinding.

Sesaat kemudian saya mendengar suara kaki berbaris yang ramai mengerubungi saya. Pastilah ratusan kaki yang berbaris bersama. Saya melihat sekelompok besar roh jahat berbaris mendatangi saya, semua mengenakan seragam militer. Saya tahu setan-setan yang akan menyerang saya itu lebih keras dari sebelumnya. Tetapi dengan menyebut nama Yesus, semuanya lari.


Kim, Yong-Doo: * Kedua lengan dipuntir seperti pretzel

Saya menangis kepada Tuhan dengan tangan terangkat ke atas selama 30 menit, ketika tangan-tangan saya mulai memutar lagi dan lagi. Dankemudian tangan kiri saya mulai bergerak dari dalam keluar, diikuti tangan kanan saya. Tiba-tiba, kedua tangan saya mulai dipuntir seperti pretzel dan terjebak dalam posisi itu. Itu menyiksa, posisi sulit yang berat ditanggungkan. Kemudian tangan-tangan saya berputar dengan arah sebaliknya dari keluar kedalam dengan jarak waktu satu detik. Pertama tangan kiri, kemudian tangan kanan diputar kedalam dan saya dalam posisi itu selama 30 menit. Karena kemajuannya sangat lambat, saya menjadi tidak sabar dan marah.

Saya mengeluh, "Tuhan! Mengapa Engkau membuat saya begitu tersiksa? ... Jika Engkau akan membalik saya, lakukan cepat, tetapi tampaknya Engkau bermain-main… Apa yang Kau lakukan dengan saya? Saya tidak sabar, jadi apa tidak enak Engkau memberikan saja kepada saya apa yang saya inginkan sekaligus?" Saya mulai menyerang Tuhan dengan keluhan-keluhan saya, "Tuhan! Jika Engkau hanya memukul saya dengan api kudusMu dan membuat mata rohani tidakkan itu menguntungkan untuk kita? Siapakah yang dapat menerima karunia roh jika Engkau membuatnya sulit untuk menerimanya?"

Tidak perduli bagaimana saya membujuk dan mendesak meminta karunia roh, jika Tuhan memutuskan tidak memberikan karunia itu, jadilah demikian. Saya menjerit dengan semua kekuatan saya, tetapi Tuhan terus mengulang memuntir-muntir lengan saya melalui pekerjaan Roh Kudus. Dia melakukannya berulang-ulang. Saya pikir, "Karunia apa yang Dia coba untuk berikan pada saya? Jenis karunia apakah ini?" Saya begitu terganggu dan saya benar-benar menginginkan api membara datang seperti badai. Tetapi Tuhan tidak membagikan perasaan buru-buru, tetapi Dia membuat saya frustasi saat Dia meneruskan pekerjaan itu dengan lebih lambat.

Empat jam kemudian tangan saya yang dipuntir-puntir berhenti dan tangan-tangan saya mulai bergerak dari depan ke belakang. Saya mencoba melemaskan tangan-tangan saya, tetapi ritme getarannya terus berlanjut. Sebenarnya itu mentertawakan. Secara profetik saya diberitahu bahwa saya sedang dalam proses menerima karunia kesembuhan dan kuasa mujizat.


Sister Baek Bong-Nyo: * Tur lain ke Neraka

Saya menikmati tarian roh dan berdoa dalam bahasa roh ketika 10 malaikat turun dari sorga. Mereka datang untuk membawa saya ke Yesus. Setelah saya dibawa ke Yesus, Dia berkata, "Bong-Nyo sayangKu! Seperti kau tahu bahwa Pastor Kim sedang menulis buku tentang sorga dan neraka. Aku ingin membawa Pastor Kim bersamaKu ke neraka dan menunjukkan apa yang dia perlu catat, tetapi mata rohaninya belum dibuka jadi Aku tidak punya pilihan kecuali membawamu! Supaya dapat mencatat kejadian-kedian dineraka dengan tepat, engkau satu-satunya yang dapat Aku bawa, jadi Aku minta kamu menahannya lebih lama! Marilah kita pergi dan mengunjungi neraka bersama-sama!"

Jadi kami menuruni jalan di neraka. Bau busuk daging membuat perut saya mual dan ada kegelapan tak berbatas, jadi saya memegang tangan Tuhan dengan erat. Di neraka hanya ada penderitaan kekal. Kami tiba di tempat dimana orang-orang menjerit mint apertolongan di jurang api. Api itu sangat panas. Jumlah orang tak terhitung, semuanya telanjang, meloncat dan menjerit didalam sebuah drum besar. Saya melihat ayah saya lagi, dia mulai menangis sesenggukan "Bong-Nyo! Apa yang kau lakukan disini? Aku tidak bisa menahan sakit hati ini setiap kali melihatmu! Maafkan aku untuk apa yang sudah aku lakukan padamu! Aku kira karena aku disini membayar apa yang sudah aku lakukan." Saya tidak dapat mengatakan apapun kecuali menangis tak henti. Nyeri kesakitan di neraka tidak bisa dibayangkan, lebih besar dari siksaan yang saya terima dari ayah saya di bumi. Apa yang saya alami di bumi bukanlah apa-apa.

Iblis raksasa menikmati memotong-motong orang dengan pemotong jerami, bahkan dia menyanyi-nyanyi. Dia menarik ayah saya dna mulai memotong-motongnya, seperti cara kita membuat mie di rumah, "Ahhhh! Tolong selamatkan saya! Saya minta! Tolong bunuh saya saja!" Jeritan kesakitan ayah saya dan teriakannya membuat saya pingsan. Tanpa Tuhan disisi saya, saya akan pingsan berulang kali. Tidak ada akhir bagi penderitaan di neraka, engkau dikutuk dengan penyesalan kekal. Tidak ada lagi harapan. Satu-satunya cara menghindari neraka adalah dengan menerima Yesus sebagai Juru selamat dan hidup dengan setia.

Kami bergerak kembali, meninggalkan ayah saya dibelakang. Setelah beberapa waktu, saya melihat sebuah pohon didepan saya. Saat saya mendekat, saya melihat ibu saya, adik saya, kakak ipar dan keponakan saya semuanya telanjang, tergantung dengan kepala dibawah, diikat pergelangan kakinya dipohon, terayun-auyn. Disampingnya ada setan yang berdiri lebih tinggi dari gunung. Saya mengawasi ibu saya dan dia melihat saya. Anggota keluarga saya yang lain juga melihat dan menjerit kepada saya. "Bong-Nyo! Mengapa engkau disini jika engkau tidak bisa menolong kami? Mengapa engkau datang lagi? Senangkah kau melihatku kesakitan seperti ini?"

Yesus mengatakan bahwa roh jahat khusus itu adalah roh jahat paling besar kedua di neraka! Dia menikmati memukili tubuh dan menguliti daging. Kemudian tanpa ampun dia melemparkan orang-orang kedalam api. Saya ingin merobek dan menghancurkannya.

Dia memerintahkan untuk meletakkan semangkok penuh serangga hitam dibawah keluarga saya. Serangga-serangga ini terbuat dari belatung dengan gigi tajam dan mata yang bersinar terang. Mereka merayap naik ke keluarga saya dan memakani tubuh mereka. Mereka masuk ke sekujur tubuh bahkan kedalam mata dan lubang hidung. Saya mendengar mereka berteriak, "Ahhhh! Tolong selamatkan saya! Bong-Nyo!" , "Kak! Kakak!", "Ouch! Adik Ipar! Tolong selamatkan saya!",

"Bibi! Tolong selamatkan saya! Tolong selamatkan saya!" Dengan cepat semua daging mereka terlepas dan serangga-serangga itu semakin dalam masuk ke tulang mereka. Hati saya hancur mengetahui bahwa ini akan terus berlanjut untuk selamanya. Sekuat apa saya membujuk Yesus untuk menolong, Dia hanya dapat mengatakan, "Aku tidak dapat melakukannya! Sudah terlambat!"

Setelah itu Yesus membawa saya ke gunung yang sangat besar. Saya melihat orang-orang berdiri berkeliling dengan putus asa, mereka terlihat kelelahan dan bengkak. Disebelah mereka ada roh jahat menakutkan yang mulai mengejek saya,

"Aku sering melihatmu! Mengapa kamu kesini lagi?" Saya mulai mengutuki dia. "Hey! Kamu bajingan! Aku harap aku dapat mengirismu seperti kamu iris keluargaku dan melemparkanmu ke jurang api! Aku akan menangkapmu!" Roh jahat itu mengejek semakin keras, "Kamu menangis karena takut padaku, itu membuatku bahagia! Apa yang akan kamu lakukan?" Saya berkata, "Yesus! Saya ingin membunuh setan itu! Saya benci setan itu!..Tuhan! Mengapa Engkau hanya berdiri tanpa melakukan apapun? Tunjukkan sesuatu pada mereka!" Kemudian Yesus memegang tangannya keatas dan memutarnya. Dengan cepat tubuh roh jahat itu lumpuh, tidak bisa bergerak, seperti pilar batu. Dengan cepat orang-orang ditutupi oleh berbagai serangga yang memakan daging mereka. Jeritan orang-orang menggema di langit neraka.


* Bertemu dengan Presiden Korea pertama

Kami melanjutkan perjalanan dan Yesus berkata, "Jiwa-jiwa yang akan kau temui adalah yang kau kenal, jadi perhatikanlah!" Kemudian saya melihat Presiden Korea pertama. Ular putih besar meliliti tubuhnya dan beberapa ular beraneka warna melilit diatasnya. Dia berkata, "Ahhh! Berhenti menyiksaku! Tolong! Hentikan! Selamatkan saya, tolong!" Tetapi di tengah-tengah penderitaannya dia mulai berbicara kepada saya. "Siapakah kamu? Mengapa kamu disini? Aku dulu adalah Presiden Korea, dengan semua kebanggaan tetapi sekarang aku menderita di neraka. Banyak pastor mencoba menarikku ke gereka, tetapi aku tidak mempedulikan mereka. Aku tidak mempedulikan apa yang mereka katakan tentang neraka dan tidak pernah membayangkan kalau tempat seperti itu ada…Anakku masih tidak mengenal Yesus dan aku sangat kuatir! Anakku perlu memerina Yesus selagi masih hidup dan menerima keselaamat sehingga dia dapat hidup di sorga. Aku harap aku dapat pergi sekarang juga dan mengatakan kepada anakku tentang kebenaran ini tetapi aku tidak bisa, jadi apa yang aku lakukan sekarang? Ahhh Hatiku sangat sakit!" Dia membujuk Yesus, tetapi Yesus hanya mendengarkan tanpa berkata sepatah katapun.



==== DAY 22 ==== (1 Peter 1:6-9) * Roh jahat yang bermain piano

Lee Yoo Kyung:


Saat saya berdoa, roh jahat berwajah dibelakang dengan empat mata duduk di kursi piano. Kemudian dia mulai berkeliling dan mencoba bermain piano. Saya berteriak, "Hey! Roh jahat najis! Mengapa kamu memainkan piano adikku Joo Eun? Piano itu dia gunakan untuk pelayanan kebaktian." Dia berteriak dan menyuruh saya tutup mulut jadi saya menjadi sangat marah. "Apa? Kamu tidak menghargaiku? Kamu mati!" Saya berlari mendekati dan menangkapnya. Kemudian saya memutar lehernya dan menghantam kepalanya ke lantai.

Kemudian 3 roh jahat lain muncul. Satu dalam bentuk tengkorak dengan satu mata di dahi, terbang dengan sayapnya seperti kelelawar. Kemudian mendarat di kursi piano dan mulai menyanyi sambil memainkan piano. Suara music itu keluar dari ritme. Nada-nadanya terdengar seperti suara mengerikan. "Hey! Piano itu milik Joo-Eun, mengapa kamu menyenthnya? Aku tidak dapat focus pada doaku!" Saya berteraik. Saya dapat mendengarkan mereka berbincang-bincang. “Baiklah! Dia katakan dia tidak bisa berkonsentrasi, marilah kita bermain sebanyak mungkin!" Kemudian mereka semua memukul-mukul tuts piano.

Saya cemas piano itu akan hancur. "Jelasnya, kamu tidak akan dapat berlari!" Saya berlari kearah mereka dan menangkap mereka satu demi satu. Saya mengayunkan yang satu ke kejauhan dan menendang yang lain menjauh. Dengan hidung yang berdarah, kepala yang luka, mereka menjerit dan berlari.

Saya mulai berdoa sekali lagi ketika iblis berpakaian putih muncul dengan mulut berdarah. Dia terlihat sedikit lambat tanpa mata apapun, jadi saya mengejeknya. Setan itu berkata, "Haak Sung mencentik dan mengeluarkan mata saya. Inilah mengapa saya seperti ini! Tetapai bagaimana bisa engkau mentertawakanku seperti?” Dia mencoba bertarung dengan saya.

Dengan teriak saya berkata. "Nenekku menderita karenamu! Mengapa dia ditarik ke neraka?” Setan itu menggoda dan membuat saya jengkel. “Dia milik neraka, dia pantas! Dia masih akan mengalami banyak lagi siksaan!"

Dengan marah, saya mencakar wajah setan itu dengan segala kekuatan saya. Wajahnya mulai berdarah karena cakaran saya. Iblis itu melarikan diri dan saya mengejarnya ke seluruh sudut ruangan. Secepatnya, dia melarikan diri selamanya.

Sekali lagi saya berdoa dan diganggu setan lain. Saya terganggu dan berharap tidak mengkonfrontasinya. Saya menggunakan seluruh otoritas saya. "’Darah’ Yesus’ “Menggangguku, kata iblis, "darah? Darah siapa? Darah Yesus? Oh, darahmu?"

"Baiklah iblis! Jika kamu ingin bertarung, mari kita bertarung!" saya berteriak. Mereka bertarung berkelompok untuk alasan yang aneh, saat saya menonjok mereka, mereka semua jatuh bersama-sama. Saat saya menghantam perut mereka, mata mereka copot. Ketika saya meninju hidung mereka, hidung itu mulai berdarah. Saat saya mencengkeram kaki mereka dan mengayunkannya, kaki-kaki mereka melar seperti karet.

Tanpa peduli kalah, iblis itu terus muncul dan mengganggu saya. Mereka mencoba menghalangi saya berdoa. Saya berkata sendiri, ‘mari kita berperang dan menentukan siapa yang akan menang.’ Saya mencentil lubang hidungnya dan menjambak rambutnya mengayunkan pada setiap setan yang mendekat. Saya menggunakan tangan dan kaki sebagai senjata. Sangat aneh, saat saya mengalahkan mereka, jumlah mereka semakin bertambah. Mendekati akhir, ada banyak setan tak terhitung muncul. Mereka datang sekaligus. Sangat mendesak, saya berteriak, "tolong saya! Cepat! Roh Kudus! Tolong saya!" Hanya dalam waktu singkat, Tuhan muncul. Tuhan mengusir semua setan dan menghibur saya. "Nona bintik aku tahu bahwa kau sudah banyak melalui hal ini”/

Ketika awal mulai saya menghadiri gereja lain, banyak orang yang berkata saya tidak cerdas. Selain mengajari saya berdoa dan menginjil, mereka hanya menyediakan makanan untuk saya. Mereka mencoba menuntun saya dengan hal-hal materii. Karenanya, saya pikir semua yang harus saya lakukan adalah membawa Alkitab saya untuk melayani. Dengna bimbingan Pendeta dari Gereja Tuhan, saya mulai berdoa bahasa roh. Saat saya terus berdoa dalam bahasa roh, saya mampu meraih tingkat doa yang lebih dalam. Sekarang, saya mampu melihat semua setan dan berperang dengan mereka. Kapanpun saya merasakan saya kalah atau lelah karena perang, semua yang harus saya cari dan panggil adalah nama Tuhan, Yesus. Dia selalu melindungi saya. Awalnya, serangan banyak setan menakutkan saya, tetapi sekarang saya sama sekali tidak takut karena Yesus bersama saya. Dan nyatanya, kemenangan melawan setan menjadi hal yang menyenangkan dan mengejutkan.


Kim Joo Eun: * Iblis kepala botak muncul

Hari ini, iblis lain yang berwujud gadis muda muncul dengna mulut terbuka lebar. Saya melepaskan kemarahan saya dengan menyerangnya, menampar wajahnya dengan keras sampai bengkak pipinya. Saya berseru, "Kamu sudah menampar pipi Sister Yoo Kyung benar? Kamu akan mendapatkan hukuman yang lebih lagi! Aku akan memukulmu lagi!" Dia menangis "Ampun, aku tidak akan pernah memukul Yoo Kyung lagi! Benar! Sungguh!" Saya menjawab, "Yah betul! Memang kamu pembohong dari awalnya!" Saya menarik rambutnya dan melemparkannya ke arah piano. Kemudian saya melihat setan tengkorak dengan rambut putih panjang dan mata oranye. Jadi saya menarik matanya keluar dan dia melompat-lompat histeris melarikan diri.


* Gereja-gereja yang menang

Saat saya terus berdoa, saya membau aroma seperti bunga di udara. Tuhan mendekat jadi saya bertanya kepadaNya, "apakah ini bau manis dariMu Tuhan?" Tuhan menjawab, "ya benar, Muka bintik! Apakah kau suka baunya?" Saya menjawab , "ya, Tuhan. Baunya sangat menyenangkan!" Yesus mengatakan kepada saya, "Kamu berdoa dengan tekun hari ini. Karenanya Aku akan menunjukkan sesuatu yang istimewa. PErhatikanlah kondisi gerejamu dan gereja-gereja di Korea!" Kemudian Tuhan mengangkat TanganNya dan memberikan saya visi.

Saya ditunjukkan bumi dari jauh, dengan 2 iblis di setiap sisinya. Mereka memainkan tali ayunan di sekliling bumi. Dari dekat saya melihat bahwa tali itu sebenarnya adalah ular panjang. Saat iblis-iblis itu mengayun, saya dapat melihat banyak gereja Korea melompat-lopat saat tali itu mengenai mereka. Saat memuncak, gereja-gereja itu lompat dan lompat , mencoba tidak terselitp dan jatuh, Awalnya banyak gereka yang tidak jatuh tetapi saat ayunan itu terus, mereka terselip dan jatuh. Bahkan saya melihat gereja kami melompat, tetapi kami tidak terselip pada tubuh ular itu.

Yesus menjelaskan bahwa setiap ayunan setan itu adalah pencobaan, ujian untuk menang. Jika suatu gereja tidak terjebak dan jatuh, berarti gereja itu menang. Gereja Tuhan memiliki jumlah jemaat yang paling sedikit. Gereja-gereja lain lebih banyak jumlah jemaatnya tetapi mereka sering terjebak dan jatuh. Kata Yesus, "sekarang, gereja Tuhan menang. Teruslah bertahan dan melompati setiap pencobaan berbeda yang jatuh atasmu. Hari ini, engkau sudah berdoa untuk waktu yang lama tanpa mengantuk. Karenanya,Aku perlihatkan hal ini. Tekunlah berdoa."


Lee Haak Sung: * iblis berwujud salah satu tokoh hiburan

Saat saya sedang berdoa, satu iblis mendekat. Saya begitu marah melihat nenek saya di neraka, sehingga saya melepaskan kemarahan saya kepada setan ini. Saya menarik matanya keluar dan melemparkannya jauh-jauh. Selama peperangan ini, saya mulai berpikir tentang pedang dan kemudian sebuah pedang muncul di tangan saya. Jadi saya tebas lengannya. Kapanpun saya berpikir untuk menggunakan tipe senjata berbeda, tiba-tiba senjata itu sudah ada di tangan saya atau di sebelah saya. Tuhan memberikan saya senjata-sejanta ini sesuai permintaan. Saya sudah perang untuk waktu yang lama dan memiliki banyak pengalaman tanpa menyadarinya. Saya juga meraih keyakinan diri dan keberanian.

Sekali lagi, satu iblis berwujud gadis muda dengan pakaian putih mendekat. Dia sangat mirip dengan tokoh horror di drama televisi. Saya sungguh heran bagaimana setan yang nyata tampak begitu sama dengan iblis-iblis yang diciptakan oleh industry hiburan! Yang satu ini sama seperti seri horror terkenal di Korea yang akan menarik jiwa-jiwa ke neraka setelah mati. Dalam sebuah visi, saya melihat seorang laki-laki tua terbaring dilantari berdarah dibawah altar. Iblis yang sama menggigit lengannya sendiri berlari mendekat laki-laki tua itu. Menyerang laki-laki itu, si iblis menggunakan taring drakulanya untuk menghisap darah. Sekali darahnya mengering, dia mulai memangsanya.


* Sengatan duri setan

Kemudian setan lain muncul dengan tubuh penuh dengan duri, seperti landak. Saya mengayunkan genggaman saya padanya tetapi ketika saya menyentuh setan itu, saya merasakan sakit luarbiasasa karena tonjokan saya mengenai durinya. Bahkan setelah reli doa, tangan saya masih sakit, merah dan bengkak dengan bekas duri. Saya heran bahwa mereka dapat meninggalkan bekas luka fisik di tubuh dan menghasilkan nyeri fisik.


Pendeta Kim Yong Doo: * Gerakan Tangan dan Getaran

Saat saya bertekun dalam bahasa roh, tangan-tangan saya tiba-tiba mulai bergerak keatas dan kebawah. Kemudian kedua telapak tangan saya bergerak dan bergetar bersama-sama dan semakin keras. Saya teringat pernah menyaksikan seorang pastor yang melayani kesembuhan, tangan-tangannya juga bergetar. Selama hal ini berlangsung, banyak mujizat-mujizat akan bermanifestasi. Saya menyimpulkan bahwa saya pasti juga dalam proses pembangunan karunia penyembuhan. Lengan dan tangan saya dengan bebas bergerak kea rah yang berbeda sesuai arah Roh Kudus. Saya membuka mata saya dan mencoba menahan gerakan itu, tetapi Roh Kudus menuntun saya, mengesampingkan keinginan dan pikiran saya. Keingininan dan pikiran saya juga insidentil.


Sister, Baek Bong-Nyo: * Tuhan menguji iman saya

Selagi berdoa, Yesus datang dan berkata, "Bong-Nyo! Hari ini, Aku akan mengujimu untuk melihat seberapa besar imanmu tumbuh! Apakah kau siap?" Dengan yakin saya menjawab, "Ya, Tuhan! Saya siap!" Kemudian Dia menghilang dan para malaikat datang, memakaikan saya pakaian bersayap. Menariknya, para malaikat itu juga dengan cepat lenyap.

Biasanya, Yesus dan para malaikat akan menuntun saya ke sorga atau neraka, tetapi tidak kali ini. Saya mulai menjerit kepada Tuhan dengan hati sungguh-sungguh dan kemudian jiwa saya terbang ke sorga mengenakan pakaian bersayap. Tidak perduli betapa sungguh say aberdoa, saya terbang dengan lambat. Saya sangat frustasi, tetapi saya tidak menyerah dan terus berdoa. Kemudian saya kelelahan, benar-benar kelelahan. Saya tidak dapat melihat apapun, hanya kegelapan yang pekat.

Saya teringat Tuhan berkata bahwa Dia ingin menguji iman saya, jadi saya terus berdoa. Sialnya, setiap halangan yang dapat kamu pikirkan tertumpuk didepanmu dan saya menemukan diri saya sendiri kembali ke tempat awal mula.

[Maaf, tidak ada revisi.....]

Sampai sekarang kapanpun saya berdoa di gereja, Tuhan akan datang dan memperlihatkan segala sesuatu, jadi saya menjadi sombong tanpa menyadarinya. Saya teringat pertanyaan yang saya tanyakan kepada para malaikat ketika mereka memakaikan pakaian bersayap kepada saya beberapa waktu yang lalu. Saya bertanya dimanakah Yesus dan mereja menjawab, "Sekarang ini Dia sedang menunggumu untuk menjumpainya di Gugusan Bintang Bima Sakti. “ Sialnya sekarang saya tertunda karena saya bergerak sangat lambat dan iman saya sendiri tidak memampukan saya untuk terbang tinggi!

Dengan sungguh-sungguh saya berdoa untuk waktu yang lama, tapi saya masih tidak bisa melihat apapun. Berbagai pikiran muncul di otak dan saya mulai bertobat. Tanpa pertolongan Tesus, saya tidak dapat melakukan apapun! Saya merasa seperti terus tenggelam dan ketika pikiran itu terus, tiba-tiba saya menyadari bahwa saya berada di neraka terkuncil dalam sel yang gelap!

Dalam kegelapan dimana yang tampak hanya setan-setan yang berkerumun. Iblis-iblis tak terhitung jumlahnya memedang erat kaki saya dan tidak melepaskannya. Mereka menyumpal saya, menarik tangan, kaki dan tubuh saya, sehingga saya tidak bisa bergerak. Saya mulai berdoa dalam bahasa roh ketika tiba-tiba kutukan keluar dair mulut saya tanpa sengaja.

"Hei! Kamu iblis-iblis najis! Mengapa kami menggangguku? Lepaskan aku!” saya tidak bisa berhenti mengutuk dan semua kata kotor yang pernah saya gunakan di masa lalu sebelum saya bertemu Yesus keluar. Tetapi, tidak perduli betapa saya mengutuki iblis-iblis itu, mereka tidak berhenti menyiksa saya. Saya memanggil Yesus. "Yesus! Tolong saya!"

Berapa lama sudah? Saya terus memanggil Tuhan dan berdoa dengan tekun dalam bahasa roh dan tanpa saya sadari saya dapat keluar dari neraka. Saya terbang lebih tinggi ke sorga dan lebih tinggi lagi. Saya berdoa selagi saya terbang dan ketika di atmosfer setan yang kuat dan berkuasa mulai mengejar saya. Saya dapat melihat parade iblis tak terhitung jumlahnya dibelakangnya. Saya pikir saya aman sekarang tetapi saya lari dari neraka hanya untuk menghadapi dan berperang dengan setan-setan yang paling kuat. Saya berada dalam masalah.

Saya masih tidak bisa melihat satupun malaikat atau Yesus. 'saya harus menghadapi pasukan setan ini sendirian!' Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan menghadapi scenario seperti ini. Saya tidak pernah tahu bahwa pada pasukan setan di atmosger yang bertujuan untuk mengganggu doa-doa orang Kristen dari bumi mencapai sorga. Seperti seorang anak yang gembira digandeng orangtuanya, Yesus selalu menggandeng tangan saya dan membimbing saya naik dan turun ke sorga dan neraga. Saya begitu naïf dan berpikir segala sesuatu itu mudah dan berdoa tanpa perduli.

Setan itu meletakkan halangan-halangan pada setiap progress yang saya buat untuk mengganggu saya bergerak maju. Saya menangis dengan doa tulis dan dengan airmata dan keringan yang tercurah seperti hujan di sekujur tubuh saya. Pada saat itu saya berseru "Hei! Lihatlah kemari! Doa lain dari bumi sedang naik!" Dan setan yang lain menjawab, "Hei! Doa itu tidak memiliki kuasa dan otoritas!" Seakan-akan memetik apel dan memakannya, setan-setan itu mengambil dan memakan doa-doa yang naik dari bumi.

Saya tahu bahwa doa tanpa kuasa tidak berguna. Doa yang dilakukan dengan mengantuk, tidak perhatian, dipenuhi keinginan manusia, doa-doa yang mementingkan diri sendiri, doa akan keinginan fisik, doa bermuka 2 dan mengejutkan saya mampu membedakan semua doa-doa yang berbeda yang naik dari bumi. Doa-doa ini adalah buah-buah kesenangan setan dan dengan cepat semua dimakan.

Sekarang saya sadar bahwa hanya doa yang dipenuhi dengan keputusasaan hidup dan mata dan mereka yang berdoa dengan hati tulus dan dungguh akan menembus langit dan menuju ke sorga. Saya belajar sedikit mengapa Pastor berteriak keras dan menjerit dalam keputusasaan ketika dia berdoa. Saya sering bersimpangan dengan pikiran pastor, 'Tidak banyak orang disini, tetapi mengapa dia menjerit keras? Apakah dia harus berteriak begitu keras?' Jujur saya, ada banyak waktu saya memaksa diri saya berdoa sekalipun saya terganggu dengan teriakan dan jeritan pastor. Setelah pemahaman ini saya mulai bertobat dan dengan pasti tahu alasan mengapa kita harus berdoa seperti itu.

Berapa lama saya berdoa? Saya kelelahan dan tidak memiliki kekuatatan lagi. Hanya kemudian saya melihat dari kejauhan banyak bintang yang saya lihat dari Gugusan Bima Sakti begitu bersinar terang! Saat itu saya mengumpulkan setiap kekuatan yang tersisa didalam dan berdoa dalam bahasa roh. Saya tiba di Gugusan Bima Sakti kelelahan dan disana kekasih saya Yesus menyambut dengan sukacita.

Melihat saya, Yesus tersenyum cerah dan berkata, "Bony-Nyo! Kau melakukan luarbiasa! Aku bangga padamu!" Saya sedikit marah, jadi saya bertanya pada Yesus. "Tuhan! Bagaimana Engkau bisa melakukan hal ini pada saya? Engkau dapat menerangkan tetapi bagaimana Engkau bisa meninggalkan saya tanpa peringatan?" Yesus hanya tertawa. Setelah sedikit bercakap-cakap dengan Tuhan, Dia kembali menghilang, kemudian tiba-tiba segala sesuatu didepan saya menjadi gelap pekat dan saya sedang bediri di pinggir jurang neraka.

Tuhan meninggalkan saya sekali lagi untuk menguji iman saya. Iblis berwujud lumba-lumba mencoba menyerang dan menggigit saya dengan mulut terbuka lebar dan menunjukkan giigi-giginya yang tajam. Saya bergerak seakan-akan akan merobeknya dan berseru, "Ayo datanglah dan tangkaplah jika bisa!" Setan itu kemudian lenyap.

Ada jalan sempit didepan saya jadi saya mulai berjalan dijalan kecil itu. Saya berjalan selama beberapa waktu ketika saya melihat sesuatu mendekat. Saat dekat saya dapat melihat identitasnya. Dia adalah setan menjijikkan dengan kepala, tapi tanpa mata ataupun hidung. Dari kiri sampai telinga akan wajahnya terpotong dan dari atas sampai ke gigi bawah tajam seperti gigi hiu.

Saat saya bertemu wajah dengan iblis ini, saya katakana, "hei! Aku bertarung dan mengalakan setan-setan lebih besar darimu. Kamu bukanlah apa-apa! Didalamku adalah api yang diberikan oleh Allah Tritunggal. Kamu akan terbakar dan menjadi abu saat kamu menyentuh tubuhku! Aku tantang kamu mendekat dan bertarung denganku!" Setan ini ketakutan dan lari. Saya berjalan dijalan kecil tak berujung sendirian, tetapi saya tidak ingin menunjukkan rasa takut jadi saya harus tenang.

Saya terus berjalan menyusuri jalan kecik ketika saya melihat ada daun besar didepan. Seperti hidup. Daun itu terbuka dan tertutup berulang-ulang dan mencoba menelan saya. Tetapi saya berteriak “Baiklah! Aku datang kesini khususnya untuk membunuhmu! Mari kita lihat siapa yang bertahan hidup!" Saya berbalik menyerang dan setan itu lenyap.

Saya terus maju ketika saya sadar bahwa ada kerumunan iblis seperti serangga di kedua sisi jalan mencoba meraih saya. Saya dengar teriakan menakutkan setan-setan yang membuat kuduk saya berdiri. Saya dengar banyak jeritan berbeda tetapi saya tidak menghiraukan mereka dan berjalan dan berdoa dalam bahasa roh dengan keras. Saya berteriak lebih keras lagi. "Allah Tritunggal! Berikan saya kekuatan! Berikan saya kekuatan dan kuasa fisik dan rohani!" Saya berdoa sungguh-sungguh dan segera api Roh Kudus menyala didalam saya.

Berapa jauh saya berjalan? Saya pikir akhirnya saya melihat batas jalan dikejauhan, tibat-iba sinar terang muncul didepan saya dan ada Yesus berdiri disana. Saya terpesona. "Ya! Akhirnya saya selamat! Tuhan! Tuhan!” dan saya berlari memelukNya. Tuhan memeluk saya erat dan berkata, "Bong-Nyo sayangKu! Kau sudah mengalami begitu banyak untuk sampai kesini! Duduklah disebelahKu dan Aku akan memberikanmu perhentian!" saya tinggal dalam pelukan Tuhan dan menutup mata saya beristirahat.

Apa yang terjadi lagi? Ketika saya membuka mata Tuhan tidak ada dimanapun dan bagaimana saya bisa berada dalam sel gelap di neraka lagi? Tidak perduli betapa keras teriakan saya kepada Tuhan hanya ada kekosongan. Saya memanggil dan memanggil Tuhan, tetapi Dia tidak ada. Saya tidak percaya bahwa Dia menipu saya. Yesus berkata dengan jelas, "Bong-Nyo! Kamu melakukan dengan baik. Kamu hampir selesai jadi bersabarlah dan istirahatlah disini!" Setelah Dia mengatakan hal itu dan ketika saya merasakan aman Dia benar-benar menguji saya kembali.

Kemarahan saya belum hilang ketika saya sadar bahwa saya dikunci di kurungan besi seperti kebun binatang. Ada banyak iblis tak terhitung dengan berbagai wujud mengelilingi kurungan saya memandang seperti mencoba bertanya; setan perempuan, naga, militer, singa, iblis dengan berbagai kepala bimatang dan saya melihat banyak perbedaan. Mereka memandang saya dan tertawa. Ada ratusan dan ribuan setan mengenakan baju militer dan helm tengkorak.

Iblis-iblis itu mengawasi saya selagi saya terkurung. Saya berteriak, "Hei kamu bajingan! Siapakah kamu? Darimana asalmu?” dan mereka menjawab “Kami datang setelah menjelajah dari sini kesana! Bagaimana denganmu,, mengapa kamu disini?” Saya menjelaskan bahwa Yesus membawa saya ke neraka, tetapi Dia meninggalkan saya dan itulah alasan mengapa saya sendirian disini. Setelah mendengar itu mereka mengejek saya, "Hei! Tuhanmu tidak akan kembali! Ini akhir untukmu!”

Saya mulai berdoa dalam bahasa roh dengan keras. Tiba-tiba mata iblis yang mengenakan helm tengkorak menjadi merah. Mereka memandang saya dengan marah. Kuasa bahasa roh memberatkan setan-setan itu dan saya melihat mereka berubah, jadi saya berdoa semakin keras. "Allah Tritunggal! Ubahlah saya menjadi nyala apiMu!” Semua iblis menyerang kurungan besi dan ingin menghancurkannya. Tetapi nyala api Roh Kudus didalam saya membakar mereka dan mengubahnya menjadi abu. Palang-palang besi kurungan tidak rusak tetapi tetap tidak tersentuh.

Sekali lagi jeritan berbagai binatang dan suara-suara siblis menggema dan saya merasa seakan-akan sudah berada disini dalam waktu yang lama. Tidak perduli betapa saya menjerit dan menendang dan menjerit, tidak ada jalan keluar dari kurungan di neraka ini. Secara berangsur-angsur jiwa saya mulai menderita kelelahan dan penantian akan Tuhan berubah dari seruan tulus menjadi hati yang terbakar. Tetapi, saya tidak dapat berhenti berdoa.

"Tuhan! Saya perlu kekuatan! Berikan saya kekuatan! Juga, berikan saya karunia kesembuhan dan penuhi saya dengan api sehingga saya dapat melelehkan kurungan besi untuk lari dari sini!" Saya membuka mata tetapi masih juga terkurung di kurungan besi. Tidak ada mimpi atau harapan di kurungan neraka. Tidak perduli betapa saya memanggil Tuhan, saya masih terjebak dalam kurungan. Oh! Apakah ini berarti saya harus selamanya menderita di neraka? Saya tidak memiliki cukup kekuatan sekalipun hanya mengangkat satu jari dan saya roboh di sudut. Saya merasa seperti terperangkap di kurungan selama 4 bulan.

Sesaat kemudian saya kembali menjerit. "Tuhan! Tolong saya! Dimanakah Engkau!" tetapi saya tidak dapat melihat bayangan Tuhan sekalipun. Setan-setan it uterus menarik dan menyiksa tubuh saya dan saya bertarung dengan mereka selama 15 hari. Didalam kurungan saya dapat dengna jelas merasakan hari-hari berlanjut seperti biasanya.

"Tuhan! Tolong saya! Keluarkan saya! Tolong saya lolos dari tempat ini!" Saya sedang berdoa ketika tiba-tiba saya mendengar suara tawa. Tawa itu benar-benar berbeda dari tawa setan. Suara itu lembut, menghibur, manis dan dengan spontan saya berteriak, "Wow! Ini suara Tuhan!" Tuhan muncul ditengah-tengah terang cemerlang dan menyalakan terang dikegelapan kurungan. Sekitar saya menjadi terang.

Yesus mulai tertawa bahkan lebih keras, "Bong-Nyo sayang! Bagaimana pengalamanmu di neraka?" Saya bertanya, "Oh Tuhan! Bagaimana Engkau bisa melakukan ini pada saya? Apakah Engkau mengatur saya untuk menderita? Mengapa Engkau melakukan ini?" Saya benar-benar tertekan saat saya mencurahkan keluhan saya dan Tuhan menjawab, “Maafkan. Aku ingin mengujimu secara pribadi seberapa besar imanmu menjadi dewasa!" saya tidak bisa berkata apapun juga.

Ketika saya mempertanyakan keberadaan Tuhan, Dia membalas bahwa Dia sedang berada di bumi mengunjungi berbagai gereja untuk memelihara dan memperhatikan pengikutNya. Saya mengakut kepada Tuhan perasaan terdalam saya dan meminta pengampunanNya. "Tuhan! Saya menjadi pahit dan marah kepadaMu selagi saya terperangkap dalam kurungan di neraka! Ampuni saya!" Tiba-tiba nada suara berubah saat emosi saya menyala dengan keluhan dan penyesalan. "Tuhan! Saya terperangkan dalam kurungan selama 4 bulan” dan saya mulai menangis.

Tuhan terus tertawa semakin keras dan saat saya melihat Dia saya berteriak, “Mengapa Engkau begitu bahagia melihat saya sedih dan sengsara? Saya begitu menderita di neraka, tetapi mengapa Engkau terus mentertawakan saya seakan-akan itu hal yang lucu? Apakah lucu untukMu melihat saya menderita?” Dengan lembut Dia menjawab, “Bong-Nyo! Itu hanya 2 bulan sejak kau mulai masuk gereja, tetpai imanmu begitu dewasa! Aku bangga padamu!" Kemudian Dia menepuk bahu saya.

Yesus mengambil pakaian bekas luka berperang di neraka dan memerintahkan para malaikat untuk memberikan saya pakaian yang bersih dan bersinar dengan sayap. Kemudian Dia berkata, “Engkau sudah begitu banyak menanggung, marilah kita pergi ke sorga!" dan Dia menuntun tangan saya dan mulai terbang ke sorga. Hari ini adlaah hari yang paling berat yang pernah saya alami seumur hidup saya.

Membutuhkan 3 tahun bagi jiwa saya untuk pergi dari bumi ke Bima Sakti, saya menghabiskan 4,5 bulan di neraka dan total 3,5 tahun yang saya lalui dengan cepat. Iblis-iblis di udara dan neraka semuanya keras dan kuat. Saya tidak akan bertahan satu atau dua menit dalam peperangan tanpa perlindungan Tuhan. Ketika saya tiba di sorga banyak malaikat tersenyum dan menghibur saya. "Sister! Engkau sudah melakukan dengan baik” Kata-kata para malaikat itu mengangkat jiwa saya yang lelah. Kapanpun saya berada di sorga semua pengalaman keras di neraka terlupakan.

Saya tidak begitu banyak tahu karena saya masih 2 bulan ke gereja dan dari yang saya lihat di film dan kotbah, saya sedikit tahu tentang Musa yang membelah lautan. Saya meminta Yesus jika saya boleh bertemu Musa sekalipun hanya sekali, kemudian Yesus menuntun saya ke pantai berpasir emas. Para malaikat dengan lembut membawa saya turun ke pantai. Setelah Yesus memanggil Musa, dia mendekat dan dengan penuh penghargaan menyambut saya, "Selamat datang ke sorga!" Musa sangat tinggi dan tampan.


* Menyaksikan mujizat Musa di sorga

Yesus mengenalkan saya ke Musa. Saya berkata, "Tuan Musa! Saya tidak begitu mengenalmu, tetapi hanya sedikit yang saya tahu karena saya mendengar kotbah pastor saya." Dia membalas, "Benarkah? Sister, aku senang kamu disini!" Saya meneruskan "Ketika engkau di bumi apakah engkau tidak membelah lautan dan menunjukkan banyak mujizat?" Dengan rendah hati Musa menjawab, "Aku tidak melakukan apapun juga, tetapi Tuhanlah yang memberikan kekuatan dan yang harus aku lakukan hanyalah taat." Saya membalas, "Saya masih menghadiri ke gereja selama 2 bulan, tetapi saat saya mendengar engkau, saya ingin bertemu. Tetapi, biasanya Tuhan membawa saya ke neraka, jadi menemuimu tidaklah mungkin. Saya harap dapat menyaksikan beberapa mujizatmu, dapatkah engkau menunjukkannya?”

Yesus mengijinkan Musa untuk membangun gunung yang sangat besar dengan pasir emasnya. Dalam sekejap mata, ada 2 puncak gunung. Saya menantangnya untuk membangun rumah dengan 600 tingkat dan dia hanya mengangkat tangannya ke udara, memutarnya sekali, kemudian apartemen 680 lantai muncul didepan saya. Mulut saya melongo dan tidak dapat menutupnya. Dia membuatkan saya tangga emas dari bumi ke sorga. Musa masih mempertunjukkan beberapa mujizat lagi yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kata saya, “Tuan Musa! Maafkan ketidakdewasaan iman saya. Maafkan dan saya malu mengujimu begitu banyak dan bertanya banyak pertanyaan” dan dia menjawab, “Jangan cemaskan apapun dan jika kau masih memiliki pertanyaan-pertanyaan, ungkapkan saja jangan segan.”

Saya meminta untuk melihat membelah lautan seperti yang tertulis dalam Alkitab, dan melihat hal ini merupakan pengalaman yang mengejutkan dan benar-benar spektakuler. Yesus mengawasi dengan diam disebelah saya. “Yesus! Moses! Saya orang baru percaya dan tidak begitu banyak tahu, jadi saya pikir saya terlalu banyak meminta.

olong maafkan saya! Maaf. Saat saya kembali ke gereja saya akan mencatat dan membaginya dengan pastor saya apa yang saya lihat sehingga dia dapat membiarkan seisi dunia tahu!” Yesus dan Musa mengungkapkan sukacita dan emosi yang dalam. Yesus berkata kepada Musa, “Musa, sister Baek Bong-Nyo harus kembali ke bumi jadi ucapkan selamat tinggal kepadanya!" Dengan hormat Musa menundukkan kepalanya dan berkata, “Selamat tinggal sister!”

Yesus menjelaskan, "Sekalipun di Sorga, Musa selalu sibuk. Dia bertualang diseluruh sorga dengan begitu banyak hal yang diperhatikan!” Saya tidak akan pernah melupakan pertemuan dengan Musa bersama Yesus di sorga. Kemudian, Yesus menuntun saya kembali ke gereja dan saya berdoa dalam bahasa roh.




==== DAY 23 ==== (1 Yoh 3:7-10

Pastor Kim Yong Doo: * Ny Kang, Hyun Ja tertangkap dan diserang roh jahat


Sekitar pk 11:00 isteri saya, Yosep, Joo Eun dan saya berdiri didepan sebuah restoran diseberang gedung Cooperative Agricultural Association. Saat isteri saya melangkah kedepan, dia ditabrak dan jatuh ketanah. Dengan keras dia menghantam aspal jalan sekitar 5 meter seakan-akan sedang meluncur diatas es. Hal itu terjadi begitu cepat, dan kami tidak mempunyai kesempatan untuk meraih dia. Dia menjerit kesakitan dankami semua lari untuk membantu dia bangun. Telapak tangannya pecah, jari-jemarinya patah dan tangannya dipenuhi darah.

Kami meneliti disekitar jalan untuk melihat sesuatu yang menyebabkan dia jatuh. Jalan itu sangat bersih, rata dan bagus. Tidak ada bukti fisik yang menyebabkannya.

Kemudiaan, Joo Eun mempertanyakan hal itu kepada Yesus. Tuhan menjelaskan karena kegiatan rutin kami sehari-hari pergi ke gereja, berdoa dan pulang, kami tidak memiliki waktu luang. Karena tidak ada waktu luang, roh jahat tidak mempunyai peluang untuk menemukan saat kau lemah. Hari ini , untuk pertama kalinya setelah waktu yang lama, keluarga saya melangkah keluar dari rutinitas rohani kami untuk meluangkan sedikit waktu. Kemudian diluar rutinitas, satu roh jahat menabraknya dan membuatnya jatuh.

Yesus menyentuh telapak tangan isteri saya yang terluka. Saya mulai menghibur dia. "Isteriku sayang, bersyukurlah kepada Tuhan! Kita harus bertobat karena membiarkan penjaga kita kendor dan bersyukur kepada Tuhan. Dia akan menyediakan kasih karunia yang lebih besar, karenanya, marilah kita beratahan dan menang sampai akhir.." Saat saya menyemangati dia, dia berlutut dan bersyukur pada Tuhan dengan telapan tangan yang terluka terangkat keatas.

Karena begitu banyak roh jahat yang menghambat dan menyerang kami, saya diyakinkan untuk selalu waspada dan berjaga-jaga. Saat kami menurunkan penjaga kami, roh jahat akan menyerang. Jika kami melewatkan satu hari doa tanpa henti, pikiran kami akan kendor dan menjadi subyek penyerangan. Roh-roh jahat sangat ingin menanti saat kami lemah, karenanya kami harus selalu bersenjata.

Reli doa kami tinggal satu minggu lagi dan serangan-serangan semakin gencar. Kami semua sedang berada dalam keadaan terbuka mata rohani, satu demi satu. Musuh sangat takut akan hal ini dan serangan mereka melemah. Saat doa kami semakin kuat, iman kami bertumbuh. Karena itu roh-roh jahat yang lebih kuat berangkat dan pertarungan kami semakin sengit dan tanpa henti.

Kemudian, saya memeriksa kutil di kaki Yosep yang menyakitkan. Kami berdoa sungguh-sungguh untuk kesembuhan. Saya terkejut dengan apa yang saya lihat. Kutil itu didalam kulit dan sekarang terbuka akar hitamnya di permukaan kami. Dengan mata rohani, saya dapat melihat Yesus sedang membasuh DarahNya setiap hari ke telapak kaki Yosep. Saya berkata, "wow! Ini luarbiasa! Yosep, kamu harus pergi ke dokter kulit dan berikan kesaksianmu.”

Kemudian, isteri saya mulai batuk-batuk keras. Yosep, Joo Eun dan saya meletakkan tangan kami di lehernya dan berdoa sungguh-sungguh. Kemudian roh jahat dalam wujud gadis muda berambut panjang mengenakan baju putih disingkapkan kepada kami. Dia yang bertanggungjawab saat isteri saya jatuh dan sekarang dia menyerang leher isteri saya, menyebabkan sakit, batuk-batuk dan berlendir.

Saya meletakkan tangan saya dilehernya dan mengangkat tangan yang satu saat berdoa. Sesaat kemudian, roh jahat itu berteriak, "Pendeta Kim! Jauhkan tanganmu! Jauhkan tanganmu cepat! Hentikan doamu! Oh! Ini sangat panas, aku akan jadi gila!" Dia menjerit dan menghilang.

Yesus muncul dan berkata, "anak-anakKu! Roh jahat sudah pergi, tetapi dia meninggalkan bekas luka, engkau harus menahannya. Jika engkau berdoa terus menerus, engkau akan cepat sembuh. Jangan kuatir!”


Kim Joo Eun:

"Yesus! Seberapa besar rumah dan gudang kami di Sorga?” Yesus menjawab, “Mengapa engkau tidak berdoa dan melihat sendiri di sorga. Aku tidak dapat menunjukkannya saat ini, tetapi dengan iman dan ketekunan, hasrat untuk mengetahui jawaban sampai mata rohanimu dibukakan. Sekali hal itu terjadi, naiklah ke sorga dan carilah jawabannya dengan detil.”

"Yesus! Seberapa jauh doa ayah?” Tuhan menjawab, “saat Pendeta Kim berdoa, Roh Kudus bermanifestasi, karenanya tangan pendeta akan bergerak dan membuat beberapa gerakan. Ini berarti bahwa karunia kesembuhan akan turun pada dia. Karena Pendeta Kim baru mengalaminya, dia terus membuka mata saat berdoa, karena dia adalah orang baru. Karenanya, doanya tidak sampai ke tahta, tetapi tinggal di galaksi Bima Sakti. Jika dia terus berdoa dan tidak kuatir akan tangannya yang bergerak, dia akan dibukakan secara rohani dan mampu mengunjungi sorga.”

Selanjutnya Tuhan menyebutkan pertobatan kakak Yosep yang lemah dan karenanya tidak ada airmata. Tuhan menyuruhnya bertobat sungguh-sungguh dan tulus. Bagaimanapun, Tuhan senang menerima semua airmata pertobatan ibu saya dan doa-doa nya. Doanya melewati atmosfer, ruang angkasa dan galaksi.

Kata saya, "Yesus! Nenek saya seorang diakones tetapi tampaknya dia minum-minuman keras.” Jawab Tuhan, “Adar oh alkoholik didalam nenekmu. Kapanpun Pastor Kim memiliki waktu berdoa, dia harus berdoa untuknya. Dia juga harus menutunnya ke keselamatan dan iman.”


Pastor Kim: (Yak 4:4-5) * Para Pendeta dan Jemaat Gereja yang berzinah

Pendengaran saya sakit setiap kali para pelayan menjadi headline di surat kabar dan rahasia-rahasia yang dibukakan di TV. Saya akan mematikan TV atau menyobek surat kabar itu takut keluarga saya mengetahuinya. SEbagai seorang pelayan, saya sangat malu dan dipermalukan. Saya bingung apa yang harus dilakukan. Saya merasakan seakan-akan sayalah yang diungkapkan karena saya juga seorang pelayan. Saya tidak ingin mendiskutiskan atau mengungkapkan rahasia kotor tersembuyni mereka. Tetapi, Tuhan mendesak saya untuk mencatat semua detilnya dalam buku.

Yesus memerintahkan supaya kita jangan berzinah. Diantara banyak orang tak terhitung yang masuk neraka, banyak dari mereka yang merupakan pezinah. Tuhan mengingatkan kami, "Apakah jemaatmu tidak memberikan kesaksian tentang para pezinah di neraka? Zinah adalah dosa yang sangat sulit untuk bertobat." Tuhan membenci umatNya yang melakukan perzinahan rohani tetapi juga Dia merendahkan orang uang melakukan perzinahan fisik terlebihlagi.

Banyak pelayan dan anggota gereja menipu diri mereka dengan berpikir bahwa jika mereka mengakuji dosa-dos amereka menggunakan nama Yesus, mereka pasti diampuni. Sebagai hasilnya, mereka terus melakukan dosa yagn sama, bertobat lagi dan berpikir bahwa mereka dibungkus dengna kasih karunia. Mereka menginjak-injak kasih karunia dan tidak segan melakukan dosa perzinahan lagi dan lagi. Tuhan marah akan penipuan mereka.(Wahyu 2:21-23) Sebelum seseorang datang pada Yesus, mereka mengeluarkan kejahatan. Yesus sangat marah jika orang menerima Dia sebagai Tuhan, tetapi terus mengulangi dosa tanpa segan. Tuhan berseru dengan marah, "Sangatlah sulit mengampuni para pelayan yang berzinah rahasia. Jika mereka tidak sungguh-sungguh bertobat, mereka akan berakhir di neraka!"

Dengan penuh rasa kasihan saya membujuk Tuhan, "Tuhan! Mereka hanyalah manusia, mereka daging karenanya mereka masih dapat jatuh, benarkah? Jika seseorang mati, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk bertobat. TEtapi selagi mereka hidup, apakah mereka tidak diampuni kalau mereka bertobat? Ada banyak ayat dalam Alkitab yang menyatakan bajwa Engkau akan mengampuni, jika seseorang bertobat." Jawab Tuhan, "para pelayan tahu ayat-ayat itu dengan baik dan masih juga berziah, mereka akan dihakimi dengan keras. Sangatlah sulit bagi mereka untuk diampuni!" kata Tuhan dengan keras.

Saya terus membujuk Tuhan untuk berbelas kasih dan menolak untuk mundur. Saya membujuk seperti yang dilakukan Abraham. "Tuhan! Meski Engkau benar, jika Engkau kirim mereka ke neraka untuk dosa masa lalu mereka tanpa pengampunan, itu tidaklah adil. Diantara kelompok itu, mungkin ada beberapa yang membawa banyak jiwa kepadaMu. Mungkin ada beberapa pelayan yang membimbing gereja dengan cara menyenangkan. Apakah mereka ini tidak ada dalam kelomok pezinah?" Tuhan dengan menakutkan menjawab saya, "Sebagai seorang Pastor, kamu tahu ayatmu?" Yesus menolong saya mengingat Fil 2:12, "tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar."

Sekalipun Tuhan sudah menjawab saya dengan keras, saya terus berdebat denganNya. "Tuhanku sayang! Para pelayan itu sudah mengorbankan seluruh hidupnya untukMu. Mereka menghabiskan waktunya dibumi untuk melayaniMu. Tidakkah Engkau pikir akan memberikan mereka kesempatan untuk bertobat? Jika saya menyatakan bahwa pastor-pastor itu akan masuk neraka, siapa yang akan percaya pada saya?”

Sesaat ada kesunyian. Kemudian dengan tenang dan tegas Tuhan berbicara. "Allah Bapa setuju denganKu. Jika para pelayan yang berzinah bertobat dengan sungguh-sungguh dan takut, mereka akan diampuni. Tetapi jika mereka berbalik kepad akejahatan dan kembali melakukan dosa yang sama setelah pertobatan, mereka mengejek Tuhan! Tidak perduli apakah mereka sudah menuntun orang sedikit atau pelayanan besar atau memimpin pelayanan kuat atau lemah, mereka sudah berdosa dosa yang paling dibenci Tuhan. Kamu harus mengingat hal ini."

Kemudian dalam sebuah visi, Tuhan menunjukkan seorang pendeta yang jatuh cinta dengan gadis muda di gerejanya. Mereka sering melakukan hubungan intim. Affair mereka tercium sang isteri. Dia sangat kaget dan tertekan. Isteri ini mencoba membujuk suaminya untuk bertobat, tetapi dia tidak mau mendengar. Isteri ini tidak dapat lagi menahan rasa sakit dan kagetnya, dia menjadi sangat tertekan. Kemudian, dia bunuh diri, sebuah pilihan yang diambil untuk orang yang tidak percaya. Sekarang dia berada di neraka dan disiksa.

Tuhan berkata, "Kapanpun Aku melihat anak perempuan ini, hatiKu hancur. Bagaimana Aku tidak mengirim pendeta itu ke neraka? Pendeta itu masih berada dalam pelayanan. Pertobatannya tidak murni. Bahkans ekarangpun, dia hidup dalam kebohongan dan menipu diri sendiri. Cara berpikirnya jahat. Tidak seorangpun yang dapa tmenipuKu. Tidak seorangpun yang dapat menutupi kebenaran dengan kebohongan!”


* Nama ternoda dalam Buku Kehidupan

Suatu kali ada seorang diakones di gereja kami. Ketika dia hidup setia, dia menerima banyak karunia dari Roh Kudus. Tetapi semua karunia itu diambil. Setelah itu, dia mulai minum dan merokok. Terlebih lagi, dia berbicara setiap hari dengan seorang laki-laki via telepon dan menemuinya secara sembunyi-sembunyi. Saya terus mencoba membujuknya untuk tidak berkencan dengan laki-laki itu. Bahkan saya berteriak kepadanya, tetapi dia terus menemui laki-laki itu. Tuhan sabar pada setiap orang. Jika orang tidak bertobat, dia akan menjadi subyek kemarahanNya. Tuhan menunjukkan kepada saya dalam sebuah visi bahwa Dia sudah menghapus nama diakones itu dari buku kehidupan. Ketika kami tahu, kamu semua gemetar ketakutan.

Ketika Tuhan memberikan kita kesempatan, kita harus mengambilnya, apapun itu. Kata Yesus, "Orang kudus itu mengejek Tuhan dan mengganggu Roh Kudus. Karenanya, jika dia tidak berkabung dan sungguh-sungguh bertobat, dia tidak akan masuk sorga. Jika penghakiman atas jemaat keras, terlebih lagi Aku akan menghakimi par apenderta yang berzonah? Para pelayan itu harus bertobat mati-matian. Akhir-akhir ini banyak pelayan yang mengejek Tuhan dengan berkata, ‘ini adalah hari-hari kasih karunia dan Injil membebaskan kita, bertobatlah dan akan diampuni tanpa syarat!’ Ini adalah hari-hari yang harus ditakuti lebih dari hari-hari dalam Perjanjian Lama." Tuhan mengingatkan kita bahwa hari itu sudah datang ketika kita semua harus bertanggungjawab atas semua perbuatan kita.

Saat saya menulis bab ini, saya mengalami beberapa jam kecemasan dan perselisihan. Kata YEsus, "Jika demikian, adakaah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya." (Roma 3:31). Kenyataannya, kita hidup setiap hari didalam kasih karunia Tuhan. Meski hidup didalam kasih karuniaNya tidak berate dosa-dosa kita lenyap begitu saja. Kita menghina kasih karunia Tuhan jika kita tidak bertobat. Pertobatan setiap hari adalah yang paling cepat dan paling singkat menuju belas kasih dan perasaan Tuhan.


* Orang yang melawan Pendeta (Otoritas Rohani)

Mungkin seakan-akan saya menulis ini dengan perspektif seorang pendeta karena saya sendiri adalah seorang Pendeta. Tetapi saya tidak memiliki satupun keinginan dalam hati saya untuk membela sikap pendet alain. Saya mencatat dan menulis karena saya diperintahkan. Saya tidak ingin menulisnya dengan maksud ganda.

Kemudian Tuhan berkata, "Aku mengajar para hambaKu." Terlebih lagi Tuhan berkata bahwa Dia tidak akan menggunakan jemaat gereja untuk mendisiplinkan pendetanya. Yesus akan lebih menghakimi dan mendisplinkan mereka dengan dosa-dosa rahasianya.

Tuhan memberikan 1 Samuel 4:11-22. Tuhan juga berkata bahwa Dia tidak akan menerima atau mentolerir perbuatan jemaat yang berkonspirasi melawan dan mengeluarkan pendetanya. Dia akan sangat menghukum orang-orang itu seperti yang Dia lakukan pada Korah, Datan dan Abiram dalam Bil. 16:26-35.

Sekali lagi saya membujuk Tuhan, "Yesus! Jemaat gereja seringkali membentuh kelompok yang tidak perduli dan maksud mereka untuk memperbaiki gereja. Jika itu kasusnya, mengapa mereka dihakimi." Yesus menjawab, "jika ini menimpa gereja, seseorang tidak bisa memutuskan dengan cara manusia. Hal itu tidak akan pernah diterima."

Tuhan menambahkan bahwa jika seorang kudus mengkompromikan otoritas rohani dengan melawan pendetanya di masa lalu atau sekarang, dia harus bertobat dengan rasa takut. SEbaliknya, mereka berbahaya masuk neraka. Dan karenanya, dia harus hidup setia, benar dan waspada.

Para pendeta yang mengijinkan jemaatnya untuk mengkompromikan otoritas rohani harus sungguh-sungguh bertobat lebih dair jemaatnya. Tuhan menekankan bahwa Dia akan campur tangan untuk penyelesaian masalah mereka.


(Wahyu 2:1) * Tuhan mengunjungi gereja-gereja di seluruh dunia

Saya terus bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, seseorang mengatakan bahwa Engkau dapat menampakkan diri pada semua gereja di dunia pada saat bersamaan, benarkan?” Jawab Tuhan. "Karena Aku adalah Roh, Aku tidak diganggu dengan dunia fisik. Aku dapat muncul di segala tempat pada saat yang sama, di gereja manapun ataupun konser-konser gereja. Aku tidak berada pada gereja yang khusus sekali waktu. Aku mengawasi semua gereja di seluruh dunia. Roh itu satu dan sama. Roh tidak pernah lelah atau letih. Di gereja manapun, jika seseorang berdoa, Aku segera mendengar doa mereka. Aku mampu mendengar semua dan ada di samping anakKu pada saat yang sama. Jika seseorang tekun berdoa, maka mata rohaninya bisa terbuka dan beberapa waktu Aku dapat menunjukkan dia sorga dan neraka. Pastor Kim, kau dan isterimu terus menerus meminta supaya mata rohanimu dibuka. Kalian juga membuat diri kalian menyenangkan didepanKu. Seringkali, engkau menangus dan menginginkannya, Aku sedang mempertimbangkan hak istimewa untuk melihat sorga dan neraka. Tekunlah berdoa. Pada awalnya, Allah Bapa tidak mengijinkan kalian dibukakan mata rohaninya. Namun karena kalian sangat menginginkannya dan menyembah setiap harinya, dari awal malam sampai besok paginya, Allah Bapa sangat terkesan. Jeritanmu luarbiasa. Allah Bapa berkata, ‘Aku tidak pernah melihat orang-orang kudus seperti mereka.’ Dengan perkataan itu, Allah Bapa menyatakan bahwa Dia akan membuka mata rohani kalian.”

ADa dua jenis kebangkitan rohani. Yang pertama adalah mata rohani yang dibuka dan yang lain adalah tanpa membuka mata rohani. Paling banyak kebangkitan di gereja adalah kebangkitan roh tanpa kemampuan untuk melihat alam roh. Hampir semua gereja memiliki kebangkitan rohani ini. Tipe kebangkitan rohani adalah Roh Kudus memberikan kesan, kepastian dan kata-kata kepada orang-orang kudus saat dibutuhkan.

Ketika mata rohani seseorang dibuka, mereka mampu berbincang-bincang dengan Yesus. Di Korea, disamping Gereja Tuhan, ada sejumlah kecil orang kudus yang mempunyai kemampuan ini. Orang-oran gkudus ini mampu berbincang-bincang dengan Yesus saat mereka mencari dan memanggilNya. Yesus berkata bahwa umat di Gereja Tuhan yang terbuka mata rohaninya mempunyai kesempatan untuk sering berbincang-bincang dengan Tuhan.


Kim Joo Eun: (1 John 5:1-5) * Bertarung dengan roh-roh jahat yang berbeda

Saat saya bertekun memuji Tuhan dalam doa penyembahan, roh jaht berwujud gadis muda bergerak didepan saya. Engan mata fisik yang terbuka, saya ingin maju dan menjambak rambutnya dan tanpa ampun memutar-mutarnya. Dia terus menjerit dan saya lemparkan dia kesudut ruangan. Kemudian roh jahat dalam bentuk bayangan mendekati saya. Awalnya, saya tidak memperhatikan, tetapi dengan pertolongan Tuhan, saya mampu menangkapnya, memutarnya dan menginjaknya dengan kaki saya.

Ketika roh jahat lain mendekat, saya lari dan menangkap kakinya, memuntir lehernya, menggigit dan menginja-injaknya dengan kaki. Darahnya membasahi lantai. Tanpa henti, roh jahat lain muncul jadi saya meninju perutnya. Dia menjerit dan terduduk di lantai.. "Ouch! Perutku!" Saya menjambak segumpal rambutnya dan memberikannya ke Sister Yoo Kyung. Kata saya, "Sister, jambaklah erat disini!" Katanya, "baiklah, saya mampu melihatnya" KEmudian dia mengayunkannya jauh-jauh.

Tampaknya seakan-akan kami sedang diserang dengan seluruh kekuatan hari ini. Biasanya, mereka muncul ketika kami mulai berdoa bersama, tetapi sekarang mereka muncul, mengubah strategi dan mencoba menghalangi kami sejak awal kebaktian. Untuk beberapa alasan, kami mengalami banyak roh jahat dalam wujud gadis muda hari ini. KEtika salah satu dari mereka muncul lagi, saya menangkapnya dan menampar kedua pipinya dan kemudian mencakar wajahnya. Dia berteriak-teriak "Ouch! Sakit!" dan mencakar balik. Itu mengejutkan saya. Saya dapat jelas melihat dimana tanda kuku jarinya di punggung saya. Bahkan saya menunjukkan ke Pastor dan jemaat lain untuk mengkonfirmasi dengan mata fisik mereka.

Lee Yoo Kyung: Saat saya memuji Tuhan selama penyembahan, roh jahat dengan dua warna di wajahnya mendekat. Satu sisi wajahnya putih dan yang lain hitam. KEmudian orh jahat lain berwajah biru muncul. Dengan cepat saya menangkap 2 roh jahat ini dan mulai mengayun-ayunkan mereka tanpa ampun. Saya lemparkan roh jahat bermuka 2 warna jauh-jauh. Roh jahat berwajah biru tidak dapat menahan ayunan dan dengan marah dia mencakar punggung tangan saya. Setelah itu dia menekan dan menggigitnya. Saya menjerit kesakitan. Saya menjadi sangat marah dan melemparnya sejauh mungkin. Saat saya melihat tempat gigitan roh jahat itu, saya melihat kulitnya yang terkelupas. Jari saya mulai membengkak. Jemaat lain menyaksikan tanda fisik itu dan sangat terkejut. Bekas dan luka yang ditinggalkan roh jahat itu sangat menyakitkan. Saya mulai lemas saat saya mencoba menahannya.


Lee Haak Sung: *Yosep digigit ular

Yoo Kyung, Joo Eun dan saya memiliki mata rohani dan kami mampu melihat kegiatan roh jahat dan setan. Namun, Yosep tampaknya sedikit tertekan karena dia tidak memiliki kemampuan seperti kami. Yosep menyatakan bahwa kapanpun dia berdoa, dia rasakan badannya yang panas seperti api karena pekerjaan Roh Kudus. Dia selalu duduk disebelah saya saat kebaktian. Sebagai hasilnya, kapanpun saya berdoa, saya membuat permintaan khusus untuk dia.

Saat saya memuji dan menyembah Tuhan dengan Yoseph, roh jahat berbentuk ular muncul dan melingkar disekitar kami. Dia meraih Yosep dan meliliti kakinya. “Yoseph! Seekor ular meliliti tubuhmu.” Dia menjawab, “apa! Saya tidak melihat apapun.” Saya putuskan untuk menangkap leher ular itu dan memberikannya ke Yoseph. Saya berteriak kegirangan, “Pegang erat dan ayunkanlah ke tanah!” Yosep tampak kebingungan karena dia tidak melihat apa yang say alihat. Dia berkata, “Brother Haak Sung! Saya tidak dapat melihat apapun!" Saya mengulangi lagi, "Yoseph, ayunkalah itu ke tanah!” Dia memegang ular itu dan mulai mengayunkannya.

Setiap orang yang mungkin melihat kejadian ini akan berasumsi bahwa Yosep hanya mengayunkan tangannya di udara seakan-akan memegang sesuatu. Namun, jika kita memiliki mata roh, kita akan menyaksikan Yosep yang memegang leher ular dan mengayunkannya. Tidak ada cara apapun untuk menerangkan kejadian di alam fisik tanpa mata rohani.

Karena Yosep tidak bisa melihat ular. Dia mengayunkan tangannya kendor ke udara. Sebagai hasilnya, ular itu mampu mengendorkan diri dan mulai melilit di tangan Yoseph. Ular itu kemudian menggigitnya. Sekali ular itu menggigitnya, saya dapat melihat ekspresi wajah Yoseph. Sekarang dia menyadari kalau itu nyata. Setelah itu, muncul bekas gigitan ular di punggung tangannya. Ada bekas gigitan 2 taring. Tangannya mulai berdarah dan Pastor menyadari apa yang sedang terjadi, meminta kami ke altar dan membawa ular itu.

Dengan mengangkat tangan, Pastor berseru. "Didalam nama Yesus!" Hasilnya, dengan satu perintah saja, perut ular itu terbelah dua dan kepalanya meledak. Saya melihat hal ini dengan melongo.

Hari ini, kami menghabiskan banyak waktu dengan bertarung dengan roh jahat. Kami bertarung dan bertahand an menyerang. Kami menghabiskan banyak energy mengejar dan mengeluar roh-roh jahat serta mengalahkannya. Ketika kami mampu memegang mereka dan memberikannya kepada Pastor, roh-roh jahat dilemahkan Pastor. Pastor dikarunia Nyala Api Kudus dan dengan perintahnya, Api Kudus keluar dari tubuhnya dan membakar roh-roh jahat menjadi abu dan lenyap.


* Berburu iblis

Saat kami semua melihat roh jahat, kami menangkap mereka dan membawa mereka semua ke altar dimana Pastor diman. Dia menghancurkan mereka dengan Nyala Api Kudus. Itu sangat melelahkan dan muncul seakana-akan kami diserang dengan kekuatan penuh. Ada banyak roh jahat sampai kami tidak bisa menghitungknya. Tidak perduli betapa banyak kami mengalahkan, kelompok roh-roh jahat terus berdatangan. Dari altar, Yesus mengawasi setuju saat kami berperang. Dia berdiri didepan salib. Ditengah-tengah kebaktian, kami menghabiskan waktu mengejar dan bertarung dengan roh-roh jahat. Kami membuat kekacauan dan tidak mampu menyelesaikan kebaktian. Kami semua beraksi bersama-sama memburu roh-roh jahat.

Selama pertarungan, Yoseph terluka di 3 tempat, 2 dari gigitan ulat dan yanglain dari cakaran roh gadis muda. Semua luka itu berdarah. Saya dapat jelas melihat cakaran dan bekas gigitan yang ada di kedua punggung tangannya. Kami mencoba memain-mainkan luka Yosep, jadi dia tidak akan merasa jadi korban. KAmi semua mendorong dan mengatakan kepada dia bahwa itu adalah tanda mata kehormatan dari pertarungan.


Kang Hyun Ja:

Di pertengahan kebaktian,Haak Sung, YooKyung, Joo Eun, dan Yosep berteriak. "Pendeta! Mrs. Kang Hyung Ja! Ada banyak setan menyerang berkelompok-kelompok. Apa yang harus kami lakukan?” Pendeta memerintahkan, “Jangan kuatir! Kita memiliki Allah Tritunggal di sisi kita. Kalian semua pasti bisa mengalahkan mereka.” Anak-anak berteriak kegirangan. “Wow! Bagus! Setan-setan najis! Kalian semua mati hari ini!” Kemudian mereka semua lari ke seluruh ruangan bertarung dengan setan-setan itu.

Dengan mata fisik, kami hanya mampu melihat anak-anak beralrian dengan tangan terayun di udara. Tetapi dengan mata roh, kami mampu melihat apa yang sedang terjadi. Dalam saat kelemahan, saya berpikir, ‘Bagaimana kalau orang dari gereja lain melihat apa yang sedang terjadi? Bagaimana dengan tamu-tamu atau jemaat baru kami?’ Namun, itu tidak penting bagi saya sekarang ini. Selagi anak-anak berlarian mengejar setan-setan, saya tekun berdoa dalam bahasa roh dan menari dalam Roh. Kemudian tiba-tiba, saya merasakan tangan kanan saya penuh dengan kekuatan dan saya rasakan saya sedang mengukur sesuatu. Tangan saya bergerak memutar. Seperti putaran angin, gerakan memutar itu mulai meningkat dengan cepat dan berkuasa. ‘Apa? Apa yang sedang terjadi?’

Saya tidak sempat berpikir apa yang sedang terjadi. Tangan dan lengan saya memutar dengan cepat dan semakin cepat dengan tenaga yang lebih lagi. Tidak berhenti. Saya tidak dapat hanya duduk disana dan membiarkan itu terjadi. Saya bangun dan mulai berlari berkeliling. Tetapi tangan saya masih terus bergerak memutar. Saya memandang ke Sister Baek Bong Nyu, dia juga melakukan hal yang sama. Tiba-tiba, tangan saya dengan cepat menghantam sudut kursi. Dari sudut pandang kedagingan, saya tidak mengerti apa yang sedang saya lakukan.

Saya meminta anak-anak yang terbuka mata rohaninya. “Joo Eun, lihat tangan ibu. Mengapa tangan ini bergerak memutar? Mengapa tidak berhenti?” Dengan ekspresi kaget, dia menjawab, “Bu! Kau memegang satu setan ditanganmu! Teruskan mengayun setan itu sampai dapat dijatuhkan!” Sekalipun saya tidak bisa mengendalikan situasi ini dengan pikiran saya, saya mencoba mengayunnya dengan kuat. Kata Pendeta, “Ny. Kang Hyun Ja! Marilah ke altar dan teruslah mengayun." Saya berjalan menuju altar dan Pendeta berseru, "Api Kudus!" Tangan saya secara alami berhenti dan setan itu dikalahkan. Dia dibakar Api Kudus menjadi abu.

Hal itu amat sangat luarbiasa dan kejadian yang sangat besar. Saat saya memperhatikan, semua setan itu dikalahkan. Sekali lagi saya menyadari betapa berkuasa dan besar jika kemampuan rohani ada pada kita.


Kim Joo Eun: * Ketika iblis-iblis itu menyentuh tubuh Pastor, mereka hancur menjadi debu

Setelah kebaktian malam, saat saya berdoa dalam bahasa roh, satu setan mendekati saya. Saya mengalahkannya dalam otoritas nama Yesus. Namun, banyak lagi kelompok iblis muncul, semuanya berwujud dalam gadis muda berpakaian putih. Saya kagum dengan begitu banyaknya, tak terhitung. Mereka berbaris berkelompok 4-5 dan berjajar menurut pangkatnya. Sekalipun mereka tampak sebagai gadis muda, wajah mereka tidak sama tetapi unik. Saya dikelilingi dan saya meraih satu iblis yang dekat dengan saya, memukul dan mencakarnya. Sekalipun mereka mencoba lari, saya dapat dengan mudah menangkap mereka dan mengayunnya seperti boneka kain. Kemudian saya bawa mereka ke Pendeta yang memiliki nyala api. Mereka membencinya dan sangat ketakutan. Saat saya bawa mereka ke Pendeta, mereka akan terbakar, hanya dengan menyentuh tubuhnya. Mereka akan menjerit dan berubah menjadi debu. Pendeta bahkan tidak tahu hal ini terjadi, dia hanya terus berdoa.

Selama pertempuran, saya menjadi sangat jengkel dan berpikir, ‘Hari ini, saya sangat ingin berdoa dan meminta Tuhan untuk mengunjungi sorga. Tetapi iblis-iblis ini mengganggu dan saya tidak bisa focus dan membuat permintaan. Saya tidak bisa mengunjungi sorga hari ini. Sangat kacau! Baiklah, jika saya tidak bisa mengunjungi sorga hari ini, saya akan melepaskan kemarahan saya kepada iblis-iblis!’ Saya mengalahkan mereka semua yang mendekat.

Secara roh, hari ini sangat sulit dengan bertemu ratusan roh jahat.Lama sesudah itu, Yesus muncul dan menuju altar tempat Pendeta berdoa. Pendeta belum benar-benar pulih dari luka yang disebabkan roh jahat beberapa hari yang lalu. Dia terus memimpin ibadah dan penyembahan, mengesampingkan sakitnya. Bahkan dalam doa, dia kesakitan dan sangat lemah. Yesus berdiri di sebelahnya dan dengan penuh perhatian mengusap kepalanya, punggung dan badannya dengan tanganNya, terutama ditempat-tempat yang terluka. Kapanpun Tuhan lihat Pendeta, Dia menjadi sangat lucu. Yesus senang berada bersama Pendeta. Bahkan Yesus menyanyikan lagu "Sekalipun terluka, kau masih tekun berdoa! Kau melakukan sangat baik! Bagus!" Tuhan sangat senang.

Saat saya melihat hal ini, sesaat saya tidak berjaga-jaga dan setan tak tampak memutar lengan kanan dan tangan saya. Dari ujung jari-jemari saya, energy dingin iblis dengan perlahan menyebar ke lengan saya. Spontan saya menekan lengan kanan saya untuk menghentikan energy dingin yang menyebar. Saya berteriak, "Aku perintahkan dalam nama Yesus, pergi dariku iblis kotor! Pergi!” Energi dingin setan itu mulai berkurang. Dan saat saya berdoa, saya menghantam-hantamkan tangan dan lengan kanan saya sampai kembali normal.


* Yoo Kyung gila-gilaan mengejar iblis-iblis

Iblis berwajah hitam dan 5 badan mendekat. Saya menangkap dan mengayunkannya dalam nama Yesus. Iblis lain berwujud laki-laki berpakaian putih muncul. Iblis ini sangat tinggi seakan-akan menyentuh langit. Saya mengayunkan dua iblis ini dan mulai berdoa dalam bahasa roh. Saat berdoa, iblis dengan tanduk tajam dikepalanya mengejek saya dengan duduk diatas piano. Iblis ini memiliki ekor panjang dan tampak menjijikkan. Saya mampu menangkap setan ini dan dia sangat terkejut. Dia mencoba lari dengan mengepakkan sayapnya yang seperti sayap kelelawar. Tetapi saya mampu menariknya ketanah dan menginjak-injaknya. Saya membantainya tanpa ampun.

Saat saya memukul setan ini, Tuhan mendekat. "Oh! You Kyung, kau melakukan pekerjaan yang baik. Kamu mengalahkan setan. Aku berencana membawamu ke sorga dan menunjukkanmu sekitarnya ttapi engkau sibuk bertempur dengan setan. Bagaimana pikirmu?" Saya menjawab, "Yesus! Saya dapat pergi nanti. Saya harus mengalahkan semua setan sekarang!" Kata Tuhan, "baiklah, kalahkanlah setan-setan dan itu dan menanglah." Tuhan berdiri dan mengawasi saya. Setan-setan itu lebih ketakutan dan mencoba lari saat mereka melihat Yesus.

Yesus berjalan ke altar tempat Pendeta berdoa. Dia menyisir dan menepuk kepala Pendeta, terutama dibagian botak. Kemudian Tuhan pergi Yosep dan dengan lembut menyentuh kaki dan badannya. Yesus menyentuh tempat-tempat yang sakit. Saya tidak begitu senang melihat Yesus meninggalkan saya. Dengankeras saya berteriak, "Abba, Abba!"

Setelah Yesus pergi, satu iblis muncul di altar dan menuju arah saya. Saya jengkel dengan omongan kasarnya. Saya mencoba tidak menghiraukannya tetapi dia terus menggoda dan berbica kata-kata melecehkan. Emosi saya sedang diuji. Saya menjadi sangat marah. Saya menangkap dan mengayunkannya. Iblis itu mengeluh, "Aku pusing! Aku sangat pusing! Lepaskan aku!”

Saya melihat iblis yang memiliki mata didalam matanya. Kedua mata yang terdalam mengawasi saya dengan tajam, dia sangat mengerikan. Dengan suara keras, saya berkata, , "beraninya kamu mengawasiku!" Saya menyentil mata iblis itu dengan jari saya. Karena dia memiliki beberapa mata didalam mata, jadi saya menyentilnya beberapa kali. "Ah! Mataku, mataku!" Iblis itu menjerit-jerit tetapi saya tidak lepaskan dia, saya terus mengayunkannya diudara berputar-putar. Dia berteriak, "biarkan aku sendiri! Biarkan aku sendiri! Jika kamu tidak melepaskanku, aku akan menggigitmu!" Karena dia mengancam, saya semakin mengayunkannya dengan cepat. Kemudian iblis itu menggigit tangan saya dengan seluruh kekuatannya.

Sekali dia berhasil menggigit saya, pegangan saya kendor dan saya melemparnya jauh. Yesus mendekat dan memuji saya. "Oh, Yoo Kyung Ku, engkau mengalahkan iblis-iblis dengan baik dan engkau sangat pandai!" Dengan lembut Dia memegang tangan saya dan terus mendorong saya. "Yoo Kyung! Aku melihat iblis lain mendekatimu. Kalahkanlah dia!" Tuhan berdiri dan melihat saya berperang dengan iblis.

Iblis berwujud kerangka muncul dan berteriak, "pergilah ke neraka bersamaku!" Saya menggelengkan kepala, "Tidak! Tidak!" Saya menangkapnya dan menghantamkannya ke lantai dengan kuat. Iblis itu menjerit dan menghilang. Yesus berdiri disebelah saya, bertepuk tangan dan berkata, "wow! Yoo Kyung Ku melakukan pekerjaan besar!Imanmu benar-benar bertumbuh besar!” Dia tinggal beberapa saat dengan saya dan Dia terus memuji dan memberikan semangat.

Yesus kembali ke sorga. Saya berdoa dalam bahasa roh sedikit lama. Saya pikir saya sudah berperang dan menang atas 50 setan hari ini.


*Transformasi Haak Sung oleh Urapan Roh Kudus

Jumlah iblis itu terus meningkat. Mereka menyerang kami berkelompok. Saya menarik mata mereka keluar, merobek mata mereka, memukul dan mengayun-ayunkan diudara. Karena saya hanya memiliki 2 tangan, saya tidak mampu bertahan menyerang mereka. Mereka terlalu banyak. Kekuatan saya melemah dan pikir, ‘seandainya saja saya memiliki Pedang Kudus, saya pasti dapat mengalahkan mereka ….’ Di pertengahan pertempuran, saya sering memikirkan hal ini. Saya harus lebih banyak berdoa untuk menerika kuasa Tuhan. Saya juga harus tekun membaca dan mempelajari FirmanNya. Jika saya melakukan semua ini, saya mampu menerima pedang dari Roh Kudus.

Saat bertarung dengan iblis hari ini, saya menyadari banyak hal. Semakin banyak saya mengalahkan mereka, semakin banyak lagi mereka muncul dan menyerang saya . Saya tidak tahu dimana mereka bersembunyi. Tidak hanya iblis-iblis baru yang muncul tetapi juga mereka yang dikalahkan baik oleh Joseph, Joo Eun, dan Yoo Kyung. Mereka sudah mengganggu kami selama waktu-waktu ibadah dan selama waktu doa. Kami benar-benar terpesona dengan jumlah iblis yang menyerang kami selama waktu doa.

Mereka seperti burung bangkai, melingkari korbannya. Jika waktunya berpesta,. Burung-burung itu akan memangsa korbannya. Serangan setan sama dengan ini, sekaligus dan yang tidak kelihatan akan muncul entah darimana. Yang selama ini bersembunyi menunggu waktu yang tepat. Saya juga mampu melihat Setan di neraka. Dia berteriak memberikan komando kepada bawahannya saat mereka bersama-sama menyerang. Hari ini, ada gelombang iblis menyerang atap dan tembok gereka. Ada begitu banyak dari mereka yang tidak tampak kecuali roh-roh jahat.

Saya berseru kepada Tuhan untuk meminta Api Kudus. "Allah Tritunggal! Tolong berikan saya Api Kudus! Api yang membakar roh-roh jahat itu!” Kemudian Tuhan memberikan saya bola api. Bola api itu dengan cepat masuk ke dada saya. Begitu Api Kudus ditempatkan dalam tubuh saya, roh-roh jahat itu mulai menghindar. SEbelum api itu masuk dalam tubuh saya, saya begitu cepat lelah tetapi setelah nayala api masuk, kekuatan saya diisi kembali. Saya mampu memburu dan mengalahkan roh-roh jahat. SEtelah saya mengalahkans emua roh jahat, saya mengucap syukur kepada Tuhan. Saya sangat bersyukur untuk segala sesuatunya. Kemudian saya teringat hal-hari dimana saya menghancurkan hati Pendeta dan dengan pikiran ini, airmata mulai mengalir dipipi saya.

Selama ibadah, Pendeta menyebut "Sam" dan dengan cepat saya menjawab dengan Amin. Pendetalah memimpin ibadah yang berkuasa. Saya melihat jiwa dan roh saya dengan cepat bertumbuh dan berubah. Saya benar-benar orang yang berbeda sekarang dibandingkan 2 bulan yang lalu. Terlebih lagi, saya bangkit rohani dan mampu bernubuat, membedakan roh, berdoa bahasa roh, meraih pengetahuan, meraih hikmat dan memiliki iman yang lebih kuat. Ketika saya berbincang-bincang dengan Yesus, saya sering melihat tahta Bapa.

Sekalipun Roh Kudus adalah Roh, bagaimanapun saya mampu melihatNya dengan mata roh. Saya senang ke gereja, menyenangkan dan menarik hati. Saya senang dengan ibadah semalam-malaman. Sangat sulit bagi saya mengungkapkan sukacita yang saya alami ketika saya diinjili dan berdoa. Saya begitu senang. Ibadah itu mulai malam sampai pagi, biasanya sekitar jam 6 atau jam 7. Kami juga bersama-sama makan bola-bola nasi. Setelah kami makan pagi, kami akan terus berdoa sedikit lama sampai matahari mulai bersinar terang. Sekali reli doa itu selesai, Pendeta sekali lagi akan menyuruh kami pulan. Yesus akan menyertai kami pulang. Halleluya!


Sister Baek Bong Nyu: *Penyiksaan Salib menunggu di neraka

Saat saya bertekun berdoa, Yesus muncul. Dengan cepat saya merasakan bahwa Dia akan membawa saya ke neraka lagi. Tampak seakan-akan Tuhan sedikit enggan untuk menghentikan perjalanan saya ini. Sebelum Tuhan bertanya, saya bertanya lebih dulu. "Yesus, mengapa engkau ragu-ragu? Saya tahu bahwa Engkau akan membawa saya ke neraka lagi, benar?" Tuhan memberikan saya ekspresi yang aneh. Namun, saya tidak dapat tidak mentaati Tuhan. "Yesus! Jika Engkau ingin menunjukkan keluarga saya dalam penyiksaan, saya akan mengikutiMu sampai ujung neraka. Saya hanya tidak ingin melihat orang tua saya disiksa." Tuhan memegang tangan saya dan tidak mengatakan sepatah katapun.

Seperti biasanya, sekali Tuhan memegang tangan saya, kami sudah berada di neraka. Kami mulai berjalan di jalan kecil. Dalam waktu singkat, bau bangkai mayat mulai memenuhi udara. Kami sampai di lapangan lebar terbuka. Ada banyak salib berjajar tanpa akhir. Semua salib itu ditanam dalam-dalam di tanah. Sudah banyak orang yang tergantung disalib-salib itu dan masih banyak lagi yang baru tiba dan menunggu dalam antrian untuk disalib. Ibu saya juga berada dalam rombongan yang menanti untuk dipaku. Dia berdidi dibawah salib kosong.

Makhluk besar mengerikan menjaga salib-salib itu. Ketika ibu saya berbalik, makhluk itu mengikat ibu saya ke salib dan bersiap-siap memakunya. Makhluk itu menoleh dan saat menoleh dia berkata kepada ibu saya, "Katakan pada putrimu untuk tidak pergi kegereka dan berhenti mempercayai Yesus saat ini juga. Sebaliknya, kamu akan benar-benar mati hari ini!" Ibu saya terlihat sangat ketakutan. Mahkluk itu melihat kearah saya dan berteriak,"Jika kamu berkata bahwa kamu berhenti mempercayai Yesus, Aku akan meluangkan ibumu dan tidak menyiksanya. Katakan! Katakan kamu berhenti untuk percaya!" Dia mencoba tawar menawar dengan saya. "Katakan sekarang! Bersumpahlah! Cepat!” Mkahluk itu menuntut. Situasi sangat tegang dan menyakitkan syarat. Mahkluk itu berbadan manusia tetapi berkepala kuda. Sangat mengerikan, saya tidak melihat langsung kematanya.

Makhluk berkepala kuda itu menarik pedang besar dan memerintahkan bawahannya. Bawahannya dengan cepat mematuhi dan bergerak. Makhluk itu kemudian menekan ibu saya."Cepat! Katakan pada putrimu! Sekarang! Neraka kacau karena putrimu. Gereja dimana putrimu hadir dan berdoa sepanjang malam. Kami terganggu. Manusia-manusia sebetelunya harus masuk ke neraka tetapi malah ke gereja dan kami sangat frustasi. CEpat! Perintahkan kepada putrimu sekarang! Pendetanya sedang menulis buku yang mengungkapkan identitas kami dan menyingkapkan neraka. Kami harus menghentikan dia. SEkarang, cepat perintahkan putrimu!"

Air mata ibu terus mengalir saat melihat saya. KArena Yesus berdiri di sebelah saya, ibu tidak bisa berkata apapun. Dia hanya menundukkan kepada dan terus menangis. Mahkluk itu berlari tidak sabar dan kemarahannya meledak. Ibu saya ditelanjangi dan digantung di salib. Mereka menggantungnya dengan erat dengan tali. DAlam waktu singkat adik dan keponakan saya juga ditarik dan ditelanjangi. Mereka juga disalib. Tanpa ragu, makhluk iblis itu mulai memaku mereka semua ke salib. Memaku saja tidak cukup, dia mulai mengiris-iris daging mereka. Daging mereka diiris-iris seperti fillet ikan.

Daging mereka diiris dari atas kepala sampai ke ujung jari kaki. Badan mereka dipotong dan diris-iris menurut tulang-tulang mereka. Daging keluarga saya dilemparkan ke panic minyak mendidih. Panci itu pans dengan nyala api yang sangat besar. Ibu, adik dan keponakan saya hanya memiliki mata dan telinga yang tertinggal pada kerangka mereka. Lainnya diiris-iris. Dengan wujud menyedihkan, mereka masih mampu berteriak. "Bong Nyu! Cepatlah pergi! Kami sudah katakana untuk tidak lagi kemari. Mengapa engkau terus datang? Apakah kamu tidak sedih melihat kami disiksa? Tolong jangan kembali!”

Saya berteriak balik, "ibu! Ibuku yang malang! Setelah 3 kali kunjungan lagi, saya tidak akan dapat kesini lagi sekalipun saya sangat menginginkannya. Kata Yesus setelah kunjungan yang ketiga kali, Dia tidak akan membawa saya lagi kesini. Hati saya hancur saat melihatmu disiksa! Makhluk itu menginterupsi dan berteriak sekali lagi dengan suara seperti guntur. "aku akan memintamu untuk terakhir kalinya! Ini adalah waktu yang terakhir! Katakan kepada putrimu untuk tidak mempercayai Yesus.

Cepat! Paksa dia untuk berhenti berdoa dan ke gereja! Cepat!" Saat makhluk itu mengomel, saya berdiri berbicara atas nama ibu saya. "Kamu, iblis! Jika kamu mau ngomong, katakan ke saya. Mengapa kamu terus menakut-nakuti ibu saya! Jika aku dapat memegangmu, kamu mati!" Saat saya membalas mahkluk itu, dengan cepat dia berlari menuju ibu saya seperti peluru. Dia menguliti ibu saya, mengiris telinganya dan merobek matanya. Ibu menjerit kesakitan. “Tolong saya ! Tolong!” Saya tidak tahan melihat ibu saya kesakitan. Tidak ada kata-kata yang dapat menyatakan kejadian menyedihkan ini! Adik dan keponakan saya mengalami hal yang sama. Iblis itu melemparkan bagian tubuh yang tersisa ke minyak mendidih. Dari panci mendidih, saya dapat mendengar jeritan kesakitan keluarga saya.

Iblis itu tidak puas. Kali ini, dia memenuhi panci itu dengan serang dan menempatkannya tempat dibawah keluarga saya. Serangga-serangga itu dengan cepat melekat ke badan keluarga saya, menggigit dan menguyah, masuk ke tulang-tulang mereka. Keluarga saya berteriak dan menjerit. Tampaknya ibu seaya mengalami kesakitan yang lebih besar.

Ibu berteriak, "Iblis! Aku sudah mati! Mengapa kamu terus menyiksa orang yang mati? Iblis! Ambil serangga-serangga ini! Hentikan kesakitan ini! Tolong!" Sekalipun saya tahu ini tidak mungkin, saya masih meminta kepada Tuhan, "Yesus! Kapankah akhir dari siksaan mereka" saya meratap. Saat Yesus mengungkapkan perasaannya, Dia merasakan belas kasih. "Sekali kamu masuk neraka, seseorang tidak akan bisa melarikan diri atau memiliki kesempatan lain lagi dan dia akan terus disiksa berulang-ulang dan selamanya."

Saya membujuk Yesus, menangis. "Yesus! Ibu saya akan selamanya kesakitan di neraka. Bagaimana say abisa hidup bahagia di sorga? Saya tidak tahan lagi menyaksikan penderitaan ibu saya. Tolong ijinkan say amenggantikan tempat ibu saya sehingga dia dapat diselamatkan!" Tetapi Yesus dengan cepat memanggil para malaikatNya.

Saya hampir pingsan di neraka. Dengan perintah Tuhan, Malaikat Pemimpin Micahel dan beberapa malaikat lain datang dan membantu saya kembali ke Gereja Tuhan. Bahkan Yesus memanggil Musa dan memintanya untuk menghibur saya. Yesus dan Musa juga hancur hati. Mereka memeluk saya erat dan mengusap airmata saya dan menghibur saya. Saat Mereka melihat air mata saya yang terus mengalir, mereka berduka bersama saya.




==== DAY 24 ====

Kim Joseph: (2 Timothy 3:1-5)


Saat berdoa dalam bahasa roh, saya meledak dengan airmata pertobatan. Saya sudah lama menunggu kesungguhan pertobatan saya dalam airmata.Tubuh saya menjadi seperti bola api, jadi ketika roh iblis berwujud ular muncul, saya menangkapnya dan mengayunkan di udara.


Lee Yoo Kyung:

Saat bertekun berdoa, roh iblis menjijikkan muncul dan terbang keatas saya. Dengan sayap kelelawar, dikepak-kepakkan didepan saya. Dia bermata katak, berhidung merah dan berlidah panjang. Saya terganggu dengan desisannya, jadi saya menangkap dan merobek sayap-sayapnya dan kemudian melemparkannya ke udara. Darah merah mengucur dari tempat yang terluka.

Pada waktu yang sama, ular gelap jelek mendekat. Yang paling saya takuti adalah ular, mereka adalah.makhluk menjijikkan. Saat dia mendekat, saya tidak mampu melakukan apapun kecuali berteriak, "Tuhan! Saya sangat takut! Ada ular disini!" Dengan cepat Yesus muncul, menangkap ular dan melemparkannya ke kejauhan.

Tuhan berkata, ""Yoo Kyung, kamu tidak apa-apa? Jangan takut!...marilah kita pergi ke sorga." Saya memegang tanganNya dan kami pergi ke sorga. Yesus meminta saya menyanyikan lagu-lagu pujian selama penerbangan kami melintasi galaksi. Kami memuji 'Praise Oh! My soul!' beberapa kali. Setelah mengunjungi sorga, kami kembali ke Gereja Tuhan dan meneruskan doa.

Kemudian Yesus mendekati Pendeta Kim, mendengarkan dengan seksama doa-doanya. Yesus mendengarkan cukup lama dan Dia menyentuh tempat-tempat dimana Pendeta merasakan sakit. Sakitnya itu sekujur punggung tempat dia digigit roh jahat. Kemudian Yesus mendekati Yoseph dan berseru, "bertobat! Lagi, lagi, lagi! Rataplah! Hanya dengan menjerit pintu sorga akan terbuka!" Hari ini Yosep begitu banyak meratap, dia mengalami air mata pertobatan.

Yesus kembali kepada saya dan beberapa malaikat muncul. Tuhan dengan tegas mengatakan, "Yoo Kyung, jangan sakit, teruslah sehat. Semangatlah!" Para malaikat itu bahkan berseru, "Yoo Kyung orang kudus! Jangan sakit!" Dengan ekspresi pasti, Tuhan dan saya mengepalkan tangan dan berkata, "Semangatlah!" Kemudian kami mengucapkan selamat tinggal.


Lee Haak Sung: *Lapisan perlindungan yang disediakan para malaikat


Saat berdoa, banyak malaikat turun melewati pintu salib. Para malaikat itu mengelilingi saya dan meletakkan lapisan pelindung. Saya bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mengatakan bahwa mereka sedang mengelilingi saya dengan lapisan pelindung. Saat para malaikat itu menutupi saya dengan lapisan pelindung, nyala api kudus membakar saya. Saya melihat iblis yang berdiri diluar lapisan pelindung. Iblis itu memegang pisau dan mengingatkan saya akan Chucky di film horror.

Dia mendekati salah satu malaikat yang sedang membuat lapisan pelindung. Iblis itu menusukkan pisaunya ke malaikat tetapi pisau itu meleleh dan tangannya terbakar. Kemudian saya melihat iblis lain mendekat. Dia tampak seperti pohon tua. Dengan pelan, dia mendekati saya dan mengulurkan tangannya menyentuh lapisan pelindung itu. Saat dia menyentuhnya, dia terbakar dan nyala api menghanguskan seluruh pohon. Pohon itu lari menjerit.

Para malaikat itu juga meletakkan lapisan pelindung disekitar diakones Shin yang sedang berdoa. Jumlah malaikat itu ada 200. Mereka semua berkerja meletakkan lapisan pelindung disekitar para jemaat gereja. Kemudian tampak iblis berwujud manusia kerbau diluar lapisan pelindung saya. Dia mendekat. Iblis itu mencoba memasuk lapisan pelindung teapi lapisan itu menjadi sangat panas seperti nyala api. Mereka menyerah. Kemudian iblis itu menuju diakones Shin. Untungnya, dia juga ditutupi dengan lapisan pelindung dan api. Iblis itu tidak mampu memasuki lapisan pelindung. Kemudian dia menuju ibu saya. Saat dia mendekat, dia terbakar dan lenyap.

Tiba-tiba, terang cemerlang turun dari sorga. Saya melihat malaikat yang luar biasa tinggi menuju gereja mengendarai kuda putih. Pemandangan itu membuat saya menahan nafas, jantung saya berdetak kencang. Kemudian malaikat itu menuju saya dan memperkenalkan diri. "Hallo! Aku adalah Malaikat Tertinggi Michael." Sinar terang malaikat lain mengikuti di belakang Michael. Dia adalah Malaikat Tertinggi Gabriel. Gabriel memegang panji besar dengan tiangnya. Mereka menjelaskan bahwa ketika Malaikat Tertinggi Michael mengalahkan iblis, Malaikat Tertinggi Gabriel akan mengayunkan panji kemenangan dibelakang Michael.

Kedua Malaikat Tertinggi Michael dan Gabriel mempunyai tinggi yang sama. Mereka berdiri dengan diam saat melihat pastor berdoa. Saya menyaksikan pemandangan yang luarbiasa, ternganga keheranan. Sangat sulit untuk mengenali jika saya bermimpi ataukah melihat sesuatu yang nyata.


Kim Joo Eun: * Banyak iblis berlarian berkelompok tetapi iman kami semakin kuat

Terakhir kali saya berdoa, iblis berwujud bulan sabit muncul mengguling-guling menuju saya. Hari ini, iblis dalam wujud bulan sabit dengan mata berputar mendekati saya. Ketika iblis itu mendekat, saya mencabut matanya keluar dan melemparkannya. Saya memutar jari saya masuk kedalam rongga mata. Iblis itu meledak dengan darah yang berceceran disegala arah. Setelah itu, iblis berwujud gadis muda muncul dan memutar-mutar kepalanya seperti gasing. Saya menjambak rambutnya, menggoncangkannya beberapa kali dan melemparkannya jauh-jauh. Yesus mendekat dan memuji tindakan saya. "Muka bintik! Kerja bagus!"

Yesus melanjutkan, "Muka bintik, kamu sangat cantik hari ini! Siapa yang mengepang rambutmu?” Saya menjawab “Diakones Shin, Tuhan!” Tuhan memuji, “Benarkah? Dia melakukan pekerjaan yang baik!" karena Diakones Shin belum dibangunkan rohaninya, maka dia tidak tahu kalau Yesus ada di dekatnya. Banyak malaikat menyertaiNya. Saya selalu melihat malaikat-malaikat menyertai Yesus, tetapi kali ini ada lebih banyak lagi malaikat. Diantara malaikat-malaikat, beberapa diletakkan berpasang-pasangan duduk disebelah jemaat yang berdoa. Mereka menggunakan tangan mereka untuk membungkus bejana emas yang terbuka atasnya dan memenuhi bejana-bejanan itu dengan doa orang-orang kudus.

Sekali lagi, sekelompok iblis muncul di sudut ruangan dan mendekati kami. Saat mendekat, Sister Kyoo Yung menangkap iblis-iblis itu, mengayunkan mereka dan melemparkannya jauh-jauh. Saya juga menangkap beberapa iblis, mengayunkan mereka dan melemparkannya jauh-jauh. Brother Haak Sung dan Brother Joseph juga bertarung dengan iblis dengan menangkap, mengayunkan dan melemparkan mereka. Kami semua mengulangi taktik ini terus menerus.

Saya mampu mendengar suara tabrakan iblis saat mereka menghantam tembok dan tanah. Sangat gaduh. Karena reli doa hampir berakhir, kami melihat bahwa ada banyak lagi serangan terhadap kami. Namu, setiap serangan itu membuat iman kami semakin kuat dan kuat.


Sister Baek Bong Nyu: * Pendeta Kim membuat Yesus tertawa

Saya menyaksikan dan mengalami banyak hal rohani. Dengan keistimewaan ini, saya juga harus menahan banyak kesakitan. Yesus mengejutka saya dengan membawa saya ke taman bunga di sorga. Dia mengijinkan saya menyegarkan diri dengan menyediakan kenikmatan di taman. Saya dapat menghabiskan waktu sebanyak mungkin di taman. Di taman, saya berguling-guling, melompat dan bermain seperti anak kecil dengan malaikat. Bunga-bunga di taman sangat luarbiasa dan indah tak terbayangkan. Bau haurmnya sangat berharga sehingga saya tidak akan pernah menukarnya dengan seluruh dunia. Karena badan saya lemah dan lelah, saya beristirahat dan berbaring setelah kembali ke Gereja Tuhan. Selama ibadah pagi, saat pastor berkhotbah sambil berjalan kesana kemari di altar, Tuhan, Yesus mengikuti dibelakangnya.

Pendeta kami sangat lucu, hanya memikirkannya saja saya tersenyum dan tertawa. Karena keingintahuan saya, saya mengajukan pertanyaan. "Pastor, apakah engkau selucu ini sebelum saya mulai masuk ke gereja?" Jawab Pastor, "gereja kami relative baru, tidak ada insiden yang saya pikir dapat membuat saya bahagia…Terlebih lagi, saya tidak memikirkan apapun yang lucu selama perjalanan kami, Saya selalu remuk hati. Saya merasa berat dan menyedihkan.” Jadi Tanya saya, "lalu bagaimana engkau menjadi berubah seperti ini?” Jawab pendeta, "Saya tidak tahu! Saya berubah selama reli doa! Saya tidak apa yang sedang terjadi. Jika engkau menanyakan bagaimana saya seperti ini dan siapa atau apa yang mempengaruhi saya? Saya akan katakana bahwa Tuhanlah yang menciptkan lingkungan penuh sukacita.”

Pendeta kami mempunyai talenta khusus meniru semua jenis orang. Nyatanya, tidak hanya orang, tapi dia juga bisa menirukan semua jenis hal yang berbeda termasuk binatang dan obyek mati. Yesus menirukan pendeta dan tertawa keras. Selama khotbah,

dua malaikat mencatat setiap perkataan pendeta. Para malaikat duduk disebelah salib di altar menulis di buku yang sangat besar. Par amalaikat itu seharusnya menulis setiap perkataan pendeta, tetapi sekali waktu mereka akan mengintip pada gerak tubuh pendeta. Para malaikat itu akan tertawa keras sehingga mereka akan melewatkan beberapa kata. Ketika para malaikat itu melewatkan bebercapa kata, Tuhan akan mengomeli mereka, “Jangan lihat pendeta, hanya teruslah mencatat!"

Kapanpun Yesus tersenyum atau tertawa, semua malaikat akan turut dalam kebahagiaanNya. Namun saat Yesus berduka, para malaikat menjadi diam. Selama khotbah, pendeta memberikan saya pertanyaan. "Sister! Dimanakah Yesus sekarang?" Saya menjawab, "Dia ada tepat dibelakangmu!" Muka pendeta menjadi aneh dan berkata, "Oh, apa yang harus saya lakukan? Saya kentut dan berbau sangat tidak enak. Sangat sulit bagi siapapun untuk menahannya. Saya mohon ampun pada Tuhan karena Dia ada dibelakang saya, maka Dia akan mencium aroma gas itu. Apa yang harus saya lakukan?” Tuhan berbicara dan tertawa. "Karena Aku adalah roh, maka itu tidak relevan. Tidak apa-apa.” Dia menepuk kepala dan punggung pendeta.

Pendeta Kim Yong Doo: Selama doa jemaat merasa kelelahan secara fisik. Tetapi mereka tidak mundur, terus berdoa dengan gigi gemerutukan. Ketika Tuhan melihat kami berdoa seperti ini, Dia sangat terkesan. Dia bekerja dan bermanifestasi. Saya sangat kesakitan. Sakit yang disebabkan serangan keras iblis. Tipe-tipe luka yang jarang disembuhkan. Sakit tanpa henti ini menyiksa saya. Menjadi sangat sulit untuk berdoa dengan tangan keatas dalam waktu yang lama. Namun sekalipun kesakitan, Roh Kudus akan menggerakkan tangan dan lengan saya dengan cara berbeda-beda. Pergerakan lengan dan tangan saya sangat indah.

Kedua tangan saya bergerak tetap. Kemudian bergerak sebaliknya. Tiba-tiba tangan saya mulai bergetar. Saya merasakan kepanasan. Kemudian saya melihat Yesus dengan jubah putih berjalan dari sisi ke sisi lain didepan saya. Wajah saya seperti terkena hembusan angin panas. Saya merasakan kuat kehadiranNya. Menyedihkan, mata rohani saya belum terbuka. Sepertinya Tuhan mengamati situasi dan reaksi kami. Dia sedang mengevaluasi kami.




==== DAY 25 ==== (Matthew 16:13-19)

Kim Joo Eun: *Muka bintik makan kue dari sorga


Selagi berdoa, saya bertarung dan mengalahkan iblis. Saat berdoa, mulut saya dipenuhi dengan sesuatu. Saya mulai mengunyahnya. Saya dapat mendengar bunyi kunyahan mulut saya. Saya tidak tahu apa yang saya kunyah atau makan. Saat mengecap makanan yang tidak saya kenal, saya berkata kepada diri saya sendiri. "Wow! Apakah ini? Sangat lezat! Bagaimana bisa sesuatu bisa sangat lezat seperti ini?" Saat saya ngomong sendiri, Tuhan muncul. Dia memanggil nama saya dan mulai berbicara.

"Muka bintik, apakah kamu mau mencoba ini?" Dengan rasa ingin tahu, saya memintanya, "Yesus, apakah ini?" Jawab Tuhan, “ini adalah crackers lezat yang Aku bawa khusus untukmu dari sorga. Katakan ah, bukalah mulutmu!" Saya membuka mulut dan Tuhan meletakkan sepotong cracker di mulut.

Begitu menyentuh mulut saya, cracker itu meleleh. Ada banyak cracker lezat di dunia tetapi yang Tuhan berikan ini dapat meniupkan ingatan saya. Cracker itu putih dan bundar, berukuran segigigtan dan sempurnan untuk saya memakannya sekaligus.

Saya berteriak dengan kagum, "wow! Yesus! Cracker ini sangat lezat! Dapatkah Engkau memberikannya sekali lagi?" Kata Tuhan, “tidak, kamu harus berhenti makan sekarang.” Dengan terkejut saya menjawab, “apakah itu?” Kata tuhan, “inilah makanan yang dimakan orang kudus di sorga. Aku tahu engkau akan menyukainya dan saat kamu mengunjungi sorga, Aku akan memberikannya lebih banyak lagi. Jadi tekunlah berdoa.” Dalam air mata saya meminta Tuhan, “Yesus, tolong bawa saya ke sorga!" Namun, Yesus sudah kembali ke sorga sebelum saya menyelesaikan permohonan saya. Saya hanya dapat melihat dan merasakan bekas keberangkatanNya. Saya merasakan hawa segar hangat seperti sinar cemerlang.

Ya, cracker sorgawi yang diberikan Yesus hanya tinggal kenangan. Saya tidak akan pernah melupakan rasanya yang luarbiasa. Mala mini adalah malam yang sangat diberkati, malam dimana saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Dari jauh, saya dengar Yesus berbicara dengan lembut, “Muka Bintik, secepatnya, Aku akan bawa engkau ke sorga, jadi jangan sedih. Selamat tinggal.” Kemudian Dia benar-benar pergi.

SEtelah mendapatkan kembali kekuatan saya, saya mulai berdoa. SElagi berdoa, saya melihat iblis menuju kearah saya. Rombongan tengkorak dan tulang dari segala arah mulai mengerubungi saya. Saya mulai tertawa atas penampilan mereka. Iblis – iblis itu meledak kemarahannya. Saya berteriak, "kalian semua adalah tulang belulang, kalian tampak sangat lucu. Dalam nama Yesus, aku perintahkan kamu pergi sekarang!” Mereka lenyap.

Setelah berjam-jam berdoa sungguh-sungguh, sekelompok malaikat turun dari sorga dan memenuhi bejana emas mereka dengan doa-doa kami. Saat satu malaikat naik dengan bejana penuh, maka malaikat yang lain akan turun dengan bejana kosong untuk dipenuhi lagi. Para malikat it uterus menerus melakukan proses ini. Mereka bergerak cepat. Bejana itu tidak hanya penuh dengan doa-doa tetapi juga termasuk airmata dan intonasi suara kami. Itu semuanya dikirim ke sorga.


Lee Yoo Kyung: *Merobek pakaian iblis

Saat saya berdoa, saya melihat iblis berwujud gadis muda berpakaian putih. Dengan cepat saya menjambak rambutnya, mengayunnya di udara sampai seluruh rambutnya rontok. Bahkan saya merobeknya, kemudian dia berganti wujud laki-laki telanjang. Saya dapat melihat seluruh figurnya dan dia mulai buang air besar dan mengencingi saya.

Saya sangat marah, saya cekik lehernya, "Iblis najis! Mengapa kamu mengencingiku?" Saya menampar wajahnya, "ampun! Tolong ampuni saya! Saya janji tidak akan pernah kemari lagi. " Saya terus menampar dan memukulinya, kemudian saya lemparkan dia kea rah Brother Haak Sung yang badannya seperti nyala api. Iblis itu hancur menjadi debu saat menabrak Brother Haak Sung.

Saat terus berdoa, iblis kedua muncul. Iblis ini memiliki 2 mat abesar di wajahnya. Sebagian wajahnya perempuan dan sebagian lagi adalah wajah laki-laki. Iblis ini mengingatkan saya akan beberapa film horror. Ketika dia berbicara, ada 2 nada suara. Suara laki-laki dan suara perempuan. Seperti biasanya saya akan menjambak rambutnya, mencabut semua rambutnya dan merobek pakaiannya. Iblis itu berdiri telanjang.

Iblis itu berkata, "mengapa kamu menelanjangiku? Siapakah yang menelanjangiku?” Dengan yakin saya menjawab, “Aku. Aku yang melakukannya! Mengapa kamu bertanya? Kamu merasa diperkosa?” Iblis itu menangis dan membujuk, “tolong pakaikan kembali bajuku. Tolong cepat! Aku kedinginan. Tolong berikan aku pakaian!"

Iblis itu berdiri dan memperhatikan, saya menghancurkan pakaiannya dengan merobek-robeknya menjadi potongan kecil. Iblis it uterus mengeluh, "Siapa yang dapat menelanjangiku? Mengapa kamu menghancurkan pakaianku?" Iblis it uterus mengganggu saya. Saya jengkel dan berkata, "kamu ngomong tidak masuk akal. Kamu mati!" Saya lemparkan dia kelantai dan mulai memukulinya. Dia menangis, "oh, tolong aku! Ini menyakitkan! Aku tahu aku dapat mengalahkanmu ttapi aku tidak mengerti mengapa kamu mampu menguasaiku. Aku takut!"Saya tidak ingin lagi mendengarkan keluahan iblis. Kemudian saya menghancurkan kaki-kakinya dan melemparkan jauh-jauh dan mendarat di sudut ruangan dan pecah. Sekali peperangan dimenangkan, Tuhan meuncul dan mendekat.


*Yoo Kyung makan buah-buah sorgawi

Yesus mengenakan jubah bersinar saat Dia mendekati saya. Saat dekat, saya melihat Dia memegang sesuatu yang bundar. Kata Yesus, "Yoo Kyung! Cobalah ini, ini adalah buah dari sorga. Aku membawa ini sebagai upah karena engkau tekun berdoa. Terlebih lagi, kemampuanmu untuk mengalahkan iblis meningkat drastis. Buah ini sangat lezat. Cepat, cobalah!" Tuhan berbicara kepada saya dengan penuh perhatian dan saya sangat bahagia menanggapinya. Saya merasakan luarbiasa. "Tuhan, terima kasih banyak!" PErtama kali menggigit, saya berteriak kekaguman. Kemudian dengan cepat saya memakannya.

Kata Tuhan, "Yoo Kyung, marilah kita mengunjungi sorga." Tiba-tiba, saya mengenakan gaun bersayap. Kami masuk melewati sebuah pintu menuju langit. Saat kami terbang melintasi angkasa, kami tiba di sorga.

Saat tiba di sorga, saya bertemu Yeh Jee. Yeh Jee dan saya menari didepan Tuhan untuk waktu yang lama. Saya melihat ada piano emas didekat kami. Piano itu sangat besar. Saya memandangnya beberapa waktu, sangat menarik hati.

Selagi menari, saya melihat Allah Bapa bergoyang-goyang di tahtaNya. Dari tahta, Allah Bapa menunjukkan terang yang bersinar luarbiasa. Tuhan adalah terang. Saya tidak mampu melihatNya. Ada beberapa malaikat dan mereka terus menulis sesuatu kedalam buku yang ada di depan tahta. Allah Bapa sangat amat luarbiasa besar. Seseorang tidak bisa membayangkan ukuranNya. Bahkan jiwa seseorang memandang ke Allah Bapa, akan sangat mustahil karena terangnya. Terang itu sangat kuat untuk ditembus. Jubah Bapa sangat panjang dan mencapai ke pergelangan kakiNya. Saya hanya mampu melihat kakiNya.

Allah Bapa berbicara kepada saya dengan suara bergema, "Yoo Kyung, tidakkah luarbiasa disini? Jika kamu terus bertekun berdoa, Aku akan sering membawamu kesini. Karenanya, teruslah berdoa tanpa henti. Saya membungkuk dan menjawab, “Ya Tuan, Amin." Setelah itu, tanganNya yang besar muncul dari sinar dan menepuk kepala saya. Kemudian Yesus berkata, "Yoo Kyung, lihatlah Aku!" Ketika saya berbalik melihat Yesus, saya menjadi sangat sedih dan hati saya hancur. Hampir robek. Pada kedua pergelangan tanganNya, saya melihat tanda luka sangat besar karena dipaku. Saya juga melihat tanda di kakiNya. Tuhan meneruskan, “Saat Aku menumpahkan semua darahKu, Aku sudah mati bagimu. Pikirkanlah Aku selalu!”

Saya terus menerus meminta Tuhan menunjukkan rumah saya di sorga. “Saya ingin melihat rumahs aya di sorga!” Tuhan mengijinkan. “Baiklah, Aku akan tunjukkan rumahmu.” Rumah itu berlantai 12. Para malaikat sibuk membangun rumah saya. Saya meloncat-loncat seperti kelinci merasakan sukacita dan kemenangan. Saya mulai bernyanyi penuh sukacita. "Oh, Praise my soul." Saat saya menyanyi dan memuji, Tuhan berkata, "Yoo Kyung sayang, Aku ingin mengadakan perjamuan kawin denganmu.”

Yeh Jee mengikuti saya kemanapun saya pergi. “Sister! Yesus sangat penuh kasih! Dia memberikanku banyak makanan dan Dia juga memberikanku begitu banyak cinta. Saya begitu bahagia disini! Sisterm mari kita berjalan-jalan ke taman bunga. Tolong? Kemudian Yeh Jee dan saya pergi ke taman bunda dan menikmatinya. Kami berguling-guling diantara bunga. Kami menghabiskan banyak waktu di taman. Kemudian Tuhan berkata, “Yoo Kyung! Inilah waktu bagimu pergi. Ucapkan selamat tinggal pada Yeh Jee.” Kemudian Sister Yeh Jee berkata, “Sister, sehat terus dan kunjungi aku lagi." Kami berpelukan dan saya pergi.


Lee Haak Sung: *Setelah dibungkus dengan darah Yesus, iblis tidak berani mendekat

SElagi berdoa, Roh Kudus terus meletakkan api dalam tubuh saya. Tubuh saya menjadi seperti bola api, panasnya tak tertanggungkan. Banyak tipe iblis berbeda yang mulai menyerang saya, tetapi ketika mereka menyentuh tubuh saya, mereka akan hangus dan menjadi abu. Semuanya meleleh.

Ketika seekor ular melingkari saya, saya menangkapnya dan menghancurkan kepalanya. Kemudian saya membentuknya menjadi tongkat kayu dan membakarnya. Iblis dengan rambut pendek, berbaju putih mencoba menyerang saya, tetapi saya menangkap dan membakarnya. Kemudian iblis lain mulai mendekati, tetapi mereka akan lari begitu Api Kudus menyala dari tubuh saya. Akhirnya saya mengerti mengapa iblis tidak bisa mendekati pendeta. Kapanpun dia berdoa, tubuhnya akan menjadi bola api, jadi mereka menghindarinya. Sangatlah menghibut melihat mereka menghindar dari pendeta.

Piano elektrik kami mulai menyanyikan lagu yang disebut 'Baptize by the Holy Spirit.' Jadi saya mulai menari dalam Roh dengan irama dan ritme. Saya juga bertarung dan mengalahkan iblis dalam tarian saya. Sangat menggembirakan. Yesus sangat senang dan Dia memuji saya, "PEkerjaan bagus boneka SamKu!" Kata-kata semangat dari Tuhan membuat saya merasa fantastis.

Kemudian piano elektrik memainkan 'Three nails' dan dengan cepat saya menangis bertobat. Saya mulai melihat Yesus saat Dia menghapus airmata dan menghibur saya dengan kata-kata hangat. Kemudian Dia mulai berjalan di antara jemaat gereja yang sedang berdoa dan menyentuh kepala mereka. Ketika sampai di Pendeta, Tuhan menyentuh kepalanya beberapa kali.

Dengan suara nyaring, Yesus memerintahkan malaikat-malaikat,"Malaikat! Bungkus dan tutup pintu masuk Gereja Tuhan dengan darahKu. Jangan biarkan iblis berparade di sepanjang gedung ini. Bungkus dan tutup dengan darahKu di udaranya." Para malaikat dengan cepat muncul dan melaksanakan perintah Tuhan dengan kecepatan luarbiasa. Awalnya, mereka meletakkan lapisan pelindung di pintu masuk dan atap. Di pintu masuk, pintu dan 2 pilar menerima lapisan pelindung. Diatas lapusan pelindung, par amalaikat mulai membungkus dan menutupnya dengan darah Tuhan. Sekali darah tu melindungi kami, saya melihat iblis bingung dan berkelahi satu sama lain mencoba masuk ke gereja. Dengan darah yang melindungi kami, tidak perduli berapa banyak iblis itu disana, tidak seorangpun dapat memasuki gereja. Jadi saya mampu menyelesaikan doa dalam damai sejahtera.


Sister Baek Bong Nyu: * Dengan perlindungan Tuhan, saya tidak merasakan sakit selama penyiksaan di neraka

Selagi berdoa, Tuhan menampakkan diri dengan 2 malaikatnya. Mereka mengantar saya ke galaksi. Ketika tiba di tujuan, Tuhan memerintahkan para malaikat untuk pulang ke sorga. Kemudian Yesus berkata” Bong Nyu, marilah kita mengunjungi neraka.” Secepat Dia memegang tangan saya, kami sudah berada di neraka.

Kami mulai berjalan melewati jalan kecil dan sempit. Jalan itu begitu sempit sehingga saya merasa seperti berjalan di atas pematang sawah. Disetiap sisinya, say atidak dapat melihat dasarnya. Saya melihat dibawah jurang tak berakhir. Jika hilang keseimbangan, saya akan terjatuh. Saya dapat mendengar gema jeritan dan ratapan dari bawah. Orang-orang menjerit kesakitan. Bau di udara sangat menyengat dan tidak tertahankan. Saya dapat membau bangkai mayat dan daging terbakar. Asap gelap naik dan terus menerus naik. Sangat sulit bagi saya untuk tetap seimbang. Saya tidak dapat menceritakan jalan apa yang didepan saya lagi.

Saya pernah mengalami dipisahkan dari Tuhan ketika kami di neraka. Saya memahami bahwa itu dapat terjadi lagi. Saya memutuskan untuk memegang tanganNya erat dengan sekuat tenaga. Kami terus berjalan kedepan. Jalan sempit itu menjadi semakin sempit. Karena mencoba tetap seimbang dari jalan yang sangat semput, saya harus melepaskan pegangan ke tangan Tuhan. Tuhan akan terus berjalan maju dan saya mengikuti dibelakangNya sambil memegang keliman jubahNya. Dari kedua sisi jalan, saya terus mendengar jeritan minta tolong. “Tolong saya! Selamatkan saya! Panas!Tolong selamatkan saya!” Terdengar seperti jutaan suara menggema dari bawah. Jeritan itu begitu keras dan banyak sekali, saya merasa seperti jeritan itu tepat di telinga saya.

Saya mulai merasakan seakan-akan seseorang sedang mengikuti saya dari belakang. Sayajuga merasakan seseorang yang memegang keliman baju saya. Kemudian saya merasakan orang-orang ada disekitar saya. Seketika saya menjadi gugup dan ketakutan. Saya memberanikan diri dan mencoba menaikkan semangat saya sendiri. “Hanya pandang Tuhan saja! Pikirkan Tuhan saja! Teruslah berjalan maju!” saya berpikir sendiri, hal yang paling menakutkan akan terjadi. Tuhan menghilang. Neraka itu gelap dan sangatlah tidak mungkin melihat segala sesuatu. Namun, saya mampu melihat sedikit terang, tetapi hanya satu detik.

Ketika saya melihat terang untuk sesaat, saya sadar bahwa itu adalah Tuhan sebelum Dia menghilang. Saya tidak lagi dapat melihatNya dimanapun juga. ‘Oh! Apa yang harus saya lakukan? Bagaimana bisa saya kehilangan Yesus di neraka? Tuhan itu kejam. Dimanakah Dia? Mengapa Dia meninggalkan saya sendirian? Saya merasa sangat putus asa.’ “Yesus! Dimanakah Engkau? Tolong kembalilah! Tolong saya! Saya takut! Tuhan!” Tidak perduli betapa saya memanggilNya, Tuhan tidak ada dimanapun. Sekalipun saya ingin terus berjalan maju, saya tidak mampu menembus kegelapan.

Saya berdiri kaku dan tidak mampu melangkah. Saya tidak mempunyai rencana dan saya merasa tersesat. Kemudian tiba-tiba, saya merasakan sesuatu menggeliat-geliat disekitar kaki saya. Saya mencoba melihat apa yang mengganggu kaki saya. Saya melihat lebih dekat tetapi tidak bisa melihat dengan jelas, sangat kabur. Ketika saya melihatnya, saya hampir pingsan kaget. Ada 4 ular hitam melilit di kedua kaki saya dan merayap naik. Ketika bersama Yesus, kejadian-kejadian ini tidak pernah terjadi. TEtapi ketika saya kehilangan Tuhan, ular-ular ini meliliti saya.

Dengan cepat saya mengumpulkan akal sehat saya dan berseru” beraninya kami melilitiku?” Selagi berteriak pada ular-ular itu, saya menangkap tubuhnya dan melemparkannya jauh-jauh. Saya mulai bergerak maju lewat kegelapan. Saya bergerak perlahan seakan-akan saya meraba-raba dengan tangan dan kaki. KArena begitu perlahannya gerakan saya, ular-ular itu mampu menangkap saya kembali. Sekali mereka menangkap saya, mereka mulai meliliti tubuh saya. Sekali lagi saya memegang mereka dan melamparkannya jauh-jauh. Saya terus maju dan lagi-lagu ditangkap ular-ular. Saya lempar mereka kembali. Hal ini seakan-akan mimpi buruk yang terulang. Hal ganjilnya adalah ular-ular itu tidak menggigit saya. Terlebih lagi, mereka tidaklah sangat besar atau panjang. Mereka berukuran medium dengan warna berbeda-beda.

Setelah bertarung dengan ular untuk beberapa waktu, saya mampu bergerak maju. Akhirnya saya mencapai suatu tempat, namun tempat itu penuh dengan tulang dan tengkorak. Tulang dan tengkorak itu ditumpuk tinggi seperti gunung. Mereka hidup dan bergerak. Tiba-tiba, saya merasakans eseorang meraih keliman baju saya. Saya berbalik melihat siapa atau apa yang meraih baju saya. Saya melihat tengkorak menggigit baju saya dan dia bertahan saat saya mencoba menjatuhkannya. Dia mulai berbicara kepada saya.

"Tolong bawa saya juga! Tolong!" Saat itu, saya teringat orang tua saya, adik, keponakan dan kakak ipar yang berada dalam penyiksaan. Saat teringat mereka, saya menjadi gusar dan mulai meledakkan kata-kata bodoh tanpa menyadarinya.

"Bahkan aku sendiri tidak bisa memperhatikan dirikus endiri sekarang, beraninya kamu mencengkeream bajuku! Aku sedang sibuk mencari jalan keluar dan terburu-buru! Buset! Pergi dari jalanku! Lepaskan bajuku!” Saat saya berteriak, saya menginjak-injak tengkorak dan menyebarkannya menjadi banyak kepingan. Kali ini, tulang sebuah tangan menjangkau dan mencengkeram baju saya. Saya mgnibaskannya tetapi dia bertahan. Ada banyak tulang dan tengkorak yang harus dihadapi. Saya tidak mampu mengalahkan mereka semua. Dengan keras saya berteriak, “Kalian tulang-tulang kotor! Tubuhku adalah nyala Api Kudus dan Allah Tritunggal hidup didalamku. Saat kalian menyentuhku, kalian akan terbakar dan menjadi debu dan abu! Jika kalian berani menyentuh, sentuhlah!” Tulang belulang dan tengkorak itu tidak lagi mendekat. Yang melekat dibaju saya hancur menjadi abu. Sekali tulang belulang itu berhenti mengganggu saya, saya mampu bergerak maju tanpa halangan.

Ketika Yesus menyertai saya di neraka, sangatlah mudah untuk bergerak. Tuhan adalah terang jadi Dia menyediakan terang. Berjalan tanpa Dia sekarang adalah sangat sulit dan membingungkan. Jalan yang meraba-raba sangatlah melelahkan. Saya menggunakan semua kekuatan mental untuk menembus kegelapan. Kelelahan tanpa pikir saya duduk. Sayap-sayap yang melekat pada baju saya rusak parah, sekarang saya tidak akan mampu lagi terbang.

Sekali lagi saya mengumpulkan pikiran dan kekuatan. Saya merangkak maju. Saya hampir tertidur, merasakan sangat lelah. Saya mengantuk sesaat dan ketika membuka mata, saya sudah berada didalam kurungan. Kurungan itu sangat berjejal dan hanya cukup untuk satu ruang. Sangatlah gelap dan saya tidak dapat melihat apapun. Ketika saya pikir sudah tidak memburuk, beberapa mahkluk mulai menarik tubuh dan rambut saya. Dia membuat suara meratap. Kemarahan saya meledak dan kata-kata bodoh keluar dari mulut saya. Saya mencoba untuk menemukan jalan keluar tetapi tidak ada harapan. Usaha saya sia-sia saja. Semakin saya bertahan, saya merasakan semakin banyak tanga dari segala arah menarik dan menggoncangkan tubuh saya. Tangan makluk entah apa mengganggu saya. Saya tidak mampu mengalahkan gangguan jadi saya menjadi semakin kasar.

"Aku akan memecahkan pergelangan tanganmu! Apakah kamu akan tetap memegang tanganmu? Jika kamu hidup dengan benar, engkau tidak akan berakhir disini. Kalian absurd!

Aku disini untuk mengalahkan raja neraka, Setan yang memerintah tempat ini. Setan, seseorang yang menipu dan membohongi banyak orang. Dia sudah menuntun mereka semua ke neraka! Aku akan mengalahkan raja iblis bagaimanapun juga! Dalam tubuhku, aku memiliki Nyala Api Kudus dengan Allah Tritunggal. Jika kamu menyentuhku, kalian semua mati! Terlebih lagi, aku dibungkus dengan darah Yesus, jadi siapapun yang menyentuh atau meraihku akan terbakar menjadi abu dan debu.” Setelah memperingatkan mereka, saya melangkah kebelakang ketakutan. Dalam sesaat saja, iblis berpangkat ke3 paling tinggi muncul. Saya pikir saya dapat menghadapinya. Dia memiliki 50 kepala dan kaki. Iblis ini menangkap kaki saya dan merobek baju saya. Saya telanjang.

Saya berteriak dengan sangat keras seperti guntur. "Kamu sudah memerintahkan untuk merobek bajuku dari raja-raja iblis. Lepaskan semua jika kamu berani! Tidak perduli berapa banyak kami merobek bajuku, aku tidak akan mengejapkan mata. Aku tidak takut padamu! Iblis! Aku punya Allah Tritunggal didalam ku dan Nyala Api Kudus. Kamu tidak bisa menakutiku. Aku tidak takut padamu! Betapapun keras kamu mencoba menakutiku, aku tidak akan bergerak. Aku memiliki satu hal melawanmu! Hatiku hancur melihat kenyataan bahwa orang tuaku disiksa di neraka. Raja iblis harus bertanggungjawab atas sakit yang harus ditanggung orangtuaku. Aku akan menemukannya dan akan membalas dendam. Kamu terlalu lelah menantangku, pergi dariku bodoh! Bawalah raja iblis! Cepat! Pergi!

Iblis itu balik berteriak marah. "Aku adalah yang harus kamu temui hari ini. Saudaraku, Setan, memerintahkanku untuk merobek bajumu dan mencabut bola matamu. Aku sudah memerintahkan mengirismu daging dari tulangmu. Dia juga memerintahkan untuk membiarkan serangga masuk dan makan dagingmu. Kamu akan merasakan kematian hari ini! hahahaha"

Saya menjawab ancamannya. "Apa? Kamu iblis tak berharga! Lakukan semaumu! Karena Tuhan hidup didalamku, aku tidak akan merasakan sakit sekalipun kamu mampu mengirisi dagingku dan mencabut mataku keluar! Lebih baik kamu berhati-hati karena aku memiliki Nyala Api Kudus didalamku! Aku mengenalimu. Kamu sering datang ke gereja kami dan begitu sering mengganggu kami, Kamu sudah menghambat pendeta dari menulis buku, enar? Baik, lakukan semaumu!” Iblis itu memperlihat pisaunya yang berwarna gelap kebiruan. Terlihat sangat tajam. Dia mulai mengirisi daging saya seperti sushi. Saya tidak mengerjapkan mata ataupun merasakan sakit. “Oh, ini menyegarkan! Sangat enak! Irislah semua dagingku sesukamu! Aku tidak kuatir karena Allah Tritunggal melindungiku. Irislah lagi beberapa daging!” Saya terganggu dengan keyakinan iblis ini. Saya tidak merasakan sakit apapun juga, nyatanya saya merasakan segar. Saya dapat katakana bahwa Tuhan Maha Kuasa melindungi saya dan KuasaNya ada pada saya.

Ketika mata saya dicabut, saya tidak merasakan sakit apapun. Saya merasa seakan-akan seseorang menggaruk saya yang gatal. Saya merasakan segar. Saya berdiri tanpa daging, hanya kerangka. Iblis 50 kepala ini membawa seember penuh belatung dan menumpahkannya atas saya. Belatung itu mulai masuk tulang belulang saya dan mulai memakani sumsum saya. Mereka juga makan irisan daging saya.

Saat belatung-belatung itu masuk tulang belulang saya, saya tidak merasakan sakit karena berada dibwah perlindungan khusus Tuhan. Saya tekun ebrdoa dalam bahasa roh. Saat bdoa, saya melihat pemandangan yang mengerikan. Ribuan belatung disekujur kerangka saya. Mereka tidak berpengaruh tetapi yang mempengaruhi saya adalah siksaan ibu saya di neraka. Saya mulai hancur. Saya pendosa tidak berharga yang sekarang menjadi kerangka kering. Sekali lagi saya bersyukur kepada Tuhan karena Dia melindungi saya sekalipun iblis mencoba menyakiti dan menyiksa saya. Saya sama sekali tidak merasa sakit. Saat damai sejahtera berlangsung singkat. Sekali lagi saya menjadi sangat marah teringat keluarga saya berada dalam penyiksaan. Saya sangat membenci iblis.


* Mengkonfrontasi Setan, raja neraka

Kapanpun saya berpikir tentang orangtua saya, saya merasa seakan-akan darah dalam tubuh saya dipompa keluar. Saya hanya ingin menemukan Setan dan membalas siksa keluarga saya. Setanlah yang memerintahkan iblis-iblis menyiksa keluarga saya. Tetapi karena saya tidak bis amenemukan dia, saya sangat tertekan. Saya berteriak keseluruh penjuru menggunakan bahasa kasar untuk mendapatkan perhatiannya. Saya tidak bisa melihat wujudnya tetapi akhirnya saya mampu melihat matanya.

Ketika saya melihat Setan, raja neraka, kemarahan saya meledak. Biasanya, reaksi alami orang adalah gemetar ketakutan ketika melihat iblis, roh jahat atau mendengar suara Setan. Tetapi sejak saya berperang dengan iblis selama doa, saya menjadi kebal dari takut. Ketika melihatnya, saya sama sekali tidak bergerak bahkan tidak berkedip. Saya menantang dan berteriak kepada raja neraka.

"Hei, apakah kamu anjing, Setan? Raja neraka? Kamu @#%@#@!" Saya berbicara bahasa kasar padanya. Saya tidak berhenti tetapi terus berbicara menggunakan bahasa melecehkan doa. “KAmulah yang menyalibkan orangtuaku disalib di neraka, menyiksa mereka dan melemparkan mereka kedalam api. Kamu adalah yang menggoreng orangtuaku dengan melemparkan mereka dalam panci minyak mendidih, benarkan? Kamu perintahkan iblis-iblis di neraka untuk menarik banyak orang masuk neraka, benar? Kamu memalukan! Apakah kamu percaya diri dengan badanmu yang besar? Aku sudah menempuh semua jalan untuk menemuimu disini! Sekarang aku tidak akan meninggalkanmu dalam damai! Aku akan tinggalkan tempat ini ketika aku sudah membalikkan neraka. Tidakkah kamu memiliki yang lebih baik daripada menyiksa orang? Kamu bertanggungjawab untuk menciptaan kecelakaan dan ketidakberuntungan orang sehingga mereka mati dan masuk ke neraka. Kamu bertanggungjawab menarik banyak orang ke neraka! Kamu tidak lebih baik dari anjing!”


* Penampilan Setan

Inilah awal mula saya benar-benar mampu menyaksikan wujud Setan, raja neraka. Penampilan Setan diluar bayangan saya. Ketika pertama kali melihatnya, saya tahu dia menirukan seseorang. Dia meniru Allah Bapa. Ukuran Setan sangat besar. Saat saya mengangkat kepala, saya tidak mampu melihat wujud semuanya. Tingginya mencapai langit-langit neraka. Lebar badannnya sejauh kanan dan kiri neraka. Tahta Setan amat sangat besar dan diluar bayangan saya.

Setan memilik sayap dipunggungnya. Seperti sayap-sayap kelelawar dan bergerak perlahan. Saya melihat Setan untuk beberapa lama dengan menyender kebelakang. Tetapi leher saya mulai sakit, jadi saya berbaring didepannya. Ketika berbaring, saya mampu melihat seluruh figurnya. Sangat nyaman melihat Setan dalam sikap ini dan saya dapat melihat lebih baik. Saat berbaring didepannya, Setan tidak mengatakan sepatah katapun tetapi hanya mengawasi saya. Saya ingin mengganggunya jadi saya berbicara melecehkan dia.

"Iblis! Ada apa dengan wujud jelekmu? Aku tidak mengerti bagaimana kamu bisa berfungsi sebagai raja karena kamu terlihat sangat jelek. Lihatlah matamu! Matamu itu miring kekepalamu. Lihat padaku! Aku sangat nyaman berbaring disini.” Saya terus berbicara melecehkan dia tetapi tidak apa-apa, dia tidak bergerak seincipun bahkan sekejap mata.

Setan dapat merubah diri atau menyamar dalam bentuk apapun tetapi dia terus bertahan didepan saya, besar dan lebar. Dia terlihat sangat menjijikkan. Wajahnya terlihat seperti katak, merupakan puncak dari keburukan. Dia tampak seperti katak besar. Badannya sama seperti manusia, Rambutnya disekujur tubuh dan dia sangat gemuk. Tampaknya dia tidak ingin bergerak. Raja iblis ini tidak gemetar jadi saya menjerit dan berteriak kepadanya.

"Hei! Aku lebih besar dan lebih tinggi darimu! Kamu! Aku melayani Allah Tritunggal! Dia melindungiku! Aku menantangmu!” Akhirnya, Setan berbicara. “Kamu anak kecil, beraninya kamu datang kesini dan bermain-main bodoh!” Saya menyerang dia menunggu saat-saat ini. “Kamu tidak pernah melihatku sebelumnya! Beraninya kami berbicara tidak menghargai saya!” Saya mengganggunya sehingga matanya terbuka sangat lebar. Dari 2 matanya,bola mata berwarna merah hampir keluar.

Setan tertawa dan berkata, "Hei! Tidakkah lehermu sakit? Saya berteriak, “Mengapakah leherku sakit? Aku datang untuk menyerang dan mengalahkanmu! Leherku baik-baik saja. @#%$#! Kamu figure jelek bodoh. Kamu sangat gemuk bahkan tidak bica berbaring atau berdiri! Kamu percaya bahwa kamu itu sesuatu? Tubuhmu jelek dan seperti katak. Tubuhmu bahkan tidak proporsional. Jangan bodoh! Mari!”

Di luar, saya berteriak didalam, saya berdoa dalam bahasa roh dan meminta Allah Tritunggal untuk mengaruniakan kekuatan. Saya minta Api Kudus dari Roh Kudus. Saya memintanNya untuk memanaskan saya. Saat saya melecehkan Setan, dia terus menghina dan mendengus. Saya tidak menyerah. Saya terus membuat dia jengkel “Setan! Ayo makan dan telan aku! Jika kamu makan aku, aku dapat turun ke perutmu dan menyiksamu ribuan kali lebih banyak dari yang kamu lakukan pada orangtuaku. Aku dapat memotong-motongmu dari dalam! Aku akan mencabut lidahmu dan melemparkanmu kea pi neraka. Cepat! Turunlah!” Setan menanggapi, “Mengapa aku harus turun? Kamu yang naik keatas!” Saya menjadi sangat gila dan emosi saya meledak. Sekalipun saya tidak dapat melihat Yesus, saya mulai berdoa padaNya.


* Sister Baek, Bong Nyu menyerang Setan

"Yesus! Saya tidak dapat melihatMu sekarang tetapi saya percaya Engkau selalu ada bersama saya! Yesus! Saya ingin memukul Setan. Tapi dia terlalu tinggi dan besar bagi saya. Saya tidak mampu memukulnya! Tolong berikan saya tangga sehingga saya dapat naik ke puncak kepalanya dan menyerangnya!” Ketika saya berdoa, Tuhan mengubah saya kembali kedalam bentuk normal. Sekalipun tidak dapat melihat, saya mendengar Tuhan memerintah Malaikat Tertinggi Michael. Dengan perintah Tuhan, Malaikat Tertinggi Michael segera membawa tangga besar dan tinggi dari sorga. Tangga itu sangat besar sampai mencapai langit-langit neraka.

Dengan pertolongan Malaikat Tertinggi Michael, kami menempatkan tangga dipunggung Setan dan mulai menaiki tangga itu. Tangga itu sangat tinggi dan berbahaya. Saya tidak dapa tmelihat puncaknya tanpa bantuan Malaikat Tertinggi Michael. SAngat aneh Setan tidak menggerakkan ototnya sedikitpun saat kami naik tangga. Ketika mencapai puncaknya, saya melompat dari tangga dan mendarat dibahunya. Kemudian saya merobek kulitnya dengan kuku jari saya. Tetapi itu tidak ada reaksinya. Kulit punggung Setan itu keras seperti batu karang atau batu. Betapa sulit saya mencoba merobek kulitnya menggunakan jari saya, semuanya sia-sia. Saya berteriak dengan seluruh kekuatan saya dan terus mencakarnya. Saat berdoa dalam bahasa roh, saya berteriak, "Allah Tritunggal! Tolong berikan saya kekuatan! Berikan saya kuasa!” Kemudian saya terus mencakar dan akhirnya saya bisa membuat tanda cakaran.

Saay berkonsentrasi mencakar dan merobek, tetapi kulit Setan sangat tebal dan saya hanya mampu merobeknya sedikit. Saya pikir, ‘Mengapa ini sangat sulit?’ Dia sangat gemuk! Pasti dia sudah mencabut banyak orang!

Saat itu, hikmat atas saya dan saya menjerit kepada Roh Kudus. “Roh Kudus! Tolong berikan saya Pedang Kudus! Tolong berikanlah sekarang!” Saat saya menjerit, pedang besar emas berwarna warni turun. Ketika sudahd ekat, saya menjangkaunya dan menusuk punggung Setan. Saya terus menusuknya berulang-ulang, kemudian secara random menusuk di seluruh punggungnya dengan segenap kekuatan saya. Saat saya mengiris punggungnya, potongan-potongan kulitnya jatuh ke tanah.

Selanjutnya, saya naik ke atas kepala Setan dan tanpa ampun menusuk satu matanya. Setan memiliki mata didalam mata dan saya terus menusuknya tanpa akhir, berulang-ulang. Seperti proses yang tak pernah berakhir. Saya kembali ke punggungnya sekali lagi dan menghancurkan sayap-sayapnya. Raja iblis tidak bergerak dan tidak berpengaruh sampai saya menghancurkan sayap-sayapnya. Dia terlompat dari tahtanya dan menjerit kuat. Saya berteriak kepada raja iblis, “IBlis! Bukalah mulutmu! Aku akan masuk ke perutmu dan mengakhirimu! Aku akan memotong ususmu dan membakarnya!”

Hanya ketika saya akan menyerang Setan lagi, sebuah sinar terang tercurah dari atas. Tuhan menampakkan diri. Yesus memanggil nama saya dan berkata, “Bong Nyu, kau sudah melakukan hal luarbisa! Sekarang turunlah. Sudah cukup untuk hari ini. Mari kita pergi sekaran.” Saya bertahan, “Tuhan! Saya tidak ingin pergi! Saya ingin melepaskan kemarahan yang masih membakar saya. Saya memerlukan sedikit waktu. Bagaimana dengan orangtua saya? Mereka disiksa iblis. Saya tidak dapat pergi sekaran! Jika saya pergi sekarang, keluarga saya akan disiksa brutal lagi. Bagaimana saya pergi jika mengetahui hal ini? Saya tidak mungkin pergi sekarang!”

Kata Tuhan, “Bong Nyu! Apa yang kau lakukan hari ini sudah lebih dari cukup, ini bagus! Jika ini orang lain, maka dia akan gemetaran dan kaku ketakutan. Mereka sudah ditakuti Setan dan dia tidak akan mampu berhadapan dengannya. Tetapi karena engkau sudah berdoa dan meminta dalam keyakinan diri, Aku ada didalammu untuk membantu menyerang raja iblis. Aku yakin engkau sudah cukup melepaskannya. Marilah kita pergi! Bong Nyu, Aku sudah banyak membawa orang, tak terhitung untuk menyaksikan neraka tetapi tidak ada satupun yang berani untuk menyerang merobek dagingnya dan menusuk matanya! Engkau orang kudus yang tidak biasa! Sekarang sudah cukup. Marilah kita pergi! Raja neraka sudah terluka. !" Kemudian Tuhan dan saya pergi ke sorga dengan penjemputan dari Malaikat Tertinggi Michael.


* Sister Baek, Bong Nyu membasuh diri di mata air di sorga

Sekali di sorga, hati saya masih berat saat terpikir bahwa Setan akan melepaskan kemarahannya dan membalas dendam pada keluarga saya. Saay pikir, ‘Saya harus bertarung sampai akhit dan melemparkan iblis kea pi neraka. Baru kemudian saya akan puas.’ Kapanpun saya mengunjungi sorga, dimana-mana sangat indah. Sorga dan neraka sangat amat berlawanan. Tuhan membawakan saya sebuah menara tinggi, berdiri tinggi dan terbuat dari emas. Didalam menara itu mengalir air Kristal yang jernih. Dia membawa saya kedalam menara dan merawat saya. Dia terus memeluk dan membelai saya karena saya muram. Wajah saya mengekspresikannya, saya sedih. “Bong Nyu, Aku tahu kamu kesaktian, disiksa dan ketakutan jika kamu ke neraka. Tetapi tidakkah luarbiasa jika engkau berada di sorga?” Jawab saya, “Ya Tuhan!”

Tuhan melanjutkan, "Bong Nyu, engkau pasti kehabisan tenaga hari ini karena bertarung dengan raja iblis! Pergi dan basuhlah badanmu dengan bantuan Malaikat Tertinggi Michael dan Gabriel. Ketika engkau menusuk dan merobek badan Setan, cairan tubuhnya melekat pada tubuhmu. Jika engkau turun kebumi dengan kondisi eni, engkau akan membengkak dan mati karena racun! Dua malaikat ini akan membasuk racun dari tubuhmu dan membersihkanmu.” Selagi saya mandi, malaikat-malaiakt lain menunggu diluar menyiapkan jubah putih yang sangat lembut. Jubah itu mempunyai sayap.

Dengan bantuan malaikat-malaikat, saya membasuh tubuh saya di mata air Kristal yang sangat jernih. Air itu naik sampai ke pinggang Malaikat Tertinggi. Namun, air itu mencapai leher saya. Saya juga berenang didalam mata air itu. Saya pergi ke ruang ganti yang ada disebelahnya dan mengenakan jubah. PAda malaikat membantu saya kea wan. Saya sangat letih. Di langit-langit sorga ada sebuah lubang kecil. Awan-awan itu terbuat dari sana dan terus keluar dari sana. Benar-benar mengagumkan dan luarbiasa.


* Terowongan Nyala Api Kudus

Kemudian Yesus membawa saya ke sebuah ruangan berterowongan panjang dimana merupakan tempat Nyala Api Kudus. Dia menunjukkan dari kejauhan. Kami tidak masuk ke terowongan itu. Sekalipun dari jauh, saya dapat merasakan panasnya. Sangat panas. Saya tidak mampu mendekat. Terowongan itu seperti tiada akhir, sangat panjang. Terowongan itu adalah area terbatas untuk jiwa-jiwa. Saya bertanya kepada Tuhan, “Dapatkah Engkau meletakkan saya di terowongan dan mengeluarkan saya dengan cepat?” Kemudian Tuhan menjelaskan.

"Jika seseorang memasuki terowongan itu, dia harus menyusurinya sampai ujung. Terowongan api ini sangat panas, merupakan tempat yang menakutkan. Seseorang tidak akan pernah kembali ke jalan dia masuk! Sekalipun Aku ingin engkau memasuki terowongan itu, namun kekuatan tubuh sudah lelah dan engkau tidak akan bisa menahannya saat ini. Terowongan ini adlaah tempat dimana seseorang dibaptis dengan nyala api. Tidak seorangpun yang bertahan dalam kondisi normal. Seseorang harus kuat fisiknya dan kuat menahan panas dan nyala api.

Sekali seseorang melewati terowongan ini dan dibaptis dengan Api Kudus, dia akan bermanifestasi dalam pekerjaan api yang penuh kuasa sebagai pekerjaan Tuhan. Terowongan ini sangat berkuasa. Seseorang tidak boleh memiliki hati yang lemah. Sebaliknya, dia akan menjadi subyek dari kegagalan hati. Karenanya, engkau harus berdoa lebih lagi dan merawat dirimu sendiri sampai pulih. Kemudian Aku akan ijinkan engkau memasukinya. Karena Pastor, Yong Doo yang menulis buku, Aku akan menempatkan dia di terowongan api pertama kali dan membaptisnya dengan nyala api. Tetapi dia juga kelelahan sekarang dan Aku akan menempatkannya saat dia benar-benar pulih. ORang berikutnya adalah Kang, Hyun Ja, yang kudus. Engkau akan menjadi orang ketiga. Pendeta harus masuk mengalaminya lebih dulu. Engkau dan Kang, Hyun Ja Kudus akan masuk dalam waktu bersamaan. Jangan egois tetapi bersabarlah sampai waktunya tiba.Semua jemaat kelelahan berdoa. Para malaikat dan Aku adalah roh dan kami tidak lelah. Kami bukanlah sibyek dari hati dan malam yang berurutan. TEtapi tubuh disikmu adalah alam fisik dan subyek dari keterbatasan. Roh/jiwamu keluar dari tubuhmu untuk mengalami semuanya ini. Tetapi sekali roh/jiwamu bersatu dengan tubuhmu, engkau akan mengalami kelelahan yang tertanggungkan.

Tuhan mengatakan bawha jika saya melewatu terowongan Nyala Api Kudus, saya akan diberikan kekuatan dan kuasa baru dari api. Dengan informasi baru ini, saya meminta kepada Tuhan. Saya meminta untuk ditempatkan di terowongan. TEtapi Tuhan berkata bahwa saya perlu ijin Bapa. Dia berkata bahwa ini belum waktu saya.

Karena penasaran, saya bertanya lagi kepada Tuhan. "Tuhan! Engkau katakan terowongan ini sangat panjang dan seperti tidak ada akhir. Seberapa panjangnya?” Tuhan menjelaskan bahwa dalam alam bumi, itu seperti jarak dari kota Inchon ke kota Seoul. Saat orang masuk, orang harus masuk dan melewatinya sendirian. Saat orang masuk, dia tidak bisa kembali ke jalan masuk tadi. Mereka harus bergerak maju. Tuhan memerintahkan para malaikatnya untuk mengantar saya kembali ke gereja. Saya sangat kelelahan. Kemudian Tuhan pergi mengurus urusan lainnya .

Tampaknya sekitar 500 malaikat mengantarkan saya kembali ke gereja. Saya turun di gereja dengan mereka semua. Saat para malaikat itu mengantar saya, mereka menghibur saya dengan kata-kata penuh semangat. "Bong Nyu orang Kudus! Sekalipun engkau tidak selesai dengan SEtan, namun engkau sudah memotong, merobek dan menusuknya dengan Pedang. Kau melakukan hal yang luarbiasa! Sekarang, atasilah kesedihanmu dan bergiranglah!” Kemudian kami mengucapkan selamat tinggal dan tersenyum satu sama lain.




==== DAY 26 ==== (Mark 9:23-24)


Lee Haak Sung- Saat mulai berdoa, iblis dengan wujud kaki delapan muncul. Dia maju menyerang saya. Seperti bunglon, iblis ini berubah-ubah warnanya. Dia berubah dari hijau, ke abu-abu, ke merah dan seterusnya. Ketika dia maju, saya mengulurkan tangan untuk berhadapan. Saya mencoba mencabut matanya dengan jati tetapi iblis ini menghindar dan saya menusuk lubang hidung iblis ini.

Iblis ini berubah bentuk menjadi dinosaurus. Dia memiliki satu mata dengan benjolan disekujur tubuhnya. Benjolan-benjolan itu seperti tanduk mini. Dia memiliki ekor yang menantang, sangat panjang dan kuat. Saya percaya jika itu diayunkan kearah saya, seketika saya mati. Dia terlihat sangat menakutkan. Saya berteriak dan menjulurkan tangan saya, “Api Kudus!” Kemudian dari tangan saya keluar bola api dan saya melemparkannya ke arah dinosaurus, dan dia jatuh. Dari tanah, dinosaurus itu mengerang dan menunjukkan gigi-giginya yang seperti buaya dan tiba-tiba apa yang terlihat seperti lintah – lintah merayap keluar dari tubuhnya.


*Lee Haak Sung makan anggur sorgawi

Yesus menampakkan diri dan meminta kepada saya, "Haak Sung, mailah kita ke sorga." Saya menjawab dengan bertanya, "Yesus, dapatkan diakones Shin pergi bersama kita?” Tuhan menjawab bahwa Dia hanya mengijinkan satu orang untuk mengunjungi sorga setiap kalinya. Saya meminta, “lalu dapatkah Engkau membawa diakones Shin lebih dulu?” Tuhan menolak permintaan saya. “Doa diakones Shin belum cukup kuat. Karenanya, Aku belum bisa membawanya.” Dan hasilnya , Tuhan dan saya mengunjungi sorga.

Ketika tiba di sorga, Tuhan menjawab, "karena anakKu Haak Sung sedang berada di sorga, Aku ingin memberikanmu sesuatu yang lezat.” Tuhan membawa beberapa buah yang terlihat seperti anggur. Saya menerima buah-buah itu dan memakannya. Rasanya sangat luarbiasa! Sangatlah mustahil untuk dibandingkan dengan buah-buah dari bumi.

Tuhan membawa saya ke tahta Bapa. Sangatlah mustahil membayangkan Allah Bapa. Dia sangat Maha Kuasa dan Luarbiasa. Dia tampak seperti sedang duduk dalam beberapa jenis kursi. Karena sinar terang menyilaukan dari atas, saya tidak mampu mengangkat kepala saya. Saat menguntungkan, saya pikir saya melihat Allah Bapa. Dia ditutupi dengan awan-awan tebal atau seperti kabut. Namun, saya mampu melihat kaki Bapa jelas. Allah Bapa mempunyai sebuah meja didepanNya dimana terletak beberapa buku besar. Sinar emas terang keluar dari buku-buku itu. Saat berdidi didepan Allah Bapa, sekelompak malaikat membawa saya ke lautan Kristal sorga. Saya berenang dalam waktu lama dan kemudian kembali ke Gereja Tuhan.


*Seluruh tubuh Yesus tertutup dengan darah

Setelah kembali ke gereja, saya segera mulai berdoa. Dalam doa saya, peristiwa penderitaan Yesus muncul didepan saya. Dalam peristiwa itu, Yesus berjalan memikul salib. Saat Dia berjalan, Dia diacmbuk dengan cemeti. Peristiwa itu sngat nyata. Tuhan terus berjalan naik keatas bukut dengan memanggul salib di punggungNya. Menaiki bukit dengan membawa salib membutuhkan banyak kekuatan, tetapi Tuhan sangat lemah. Saya melihatNya jatuh beberapa kali.

Prajurit dengan helm bulu mencambuk Yesus yang sudah jatuh ketanah. Saya merentangkan tangan untuk meraih cemeti itu dan menghentikannya tetapi itu sia-sia. Saya tidak bisa menjangkaunya, tangan saya menembus cemeti itu. Mereka menempatkan Yesus di salib dan mulai memaku paku –paku besar kedalam kaki dan tangannya. Sekali mereka memakuNya, darah tidak berhenti mengalir. Tanda luka mahkota duru masuk kedalam kepalaNya. Seluruh tubuNya tertutup dengan darah.

Yesus ditusuk, disakiti dan mati lebih menghebohkan dari yang kita dapat bayangkan atau kita lihat di film. Peristiwa penderitaan Yesus sangat tidak tertanggungkan sekalipun hanya melihatnya. Saya menangis tersedu-sedu. Kemudian Tuhan mendekat dan menghibur saya. Dia mengusap airmata saya. “Haak Sung, jangan menangis.” Setelah Yesus pergi, gerombolan iblis mendekat. Saya bertarung dan mengalahkan iblis-iblis ini dan menyelesaikan doa-doa saya.


Kim Joo Eun: *Iblis yang penuh dengan serangga dan kelabang

Selama doa, semua jenis iblis yang aneh dan tidak biasa muncul. Salah satu iblis itu memiliki tahi lalat hitan disudut setiap matanya dan kemudian dia berwujud laki-laki dengan baju putih. Matanya seperti mata katak dan menatap tajam kearah saya. Dahinya penuh dengan keriput. Mengingatkan saya pada cacing-cacing krisalis. Wajahnya pucat seperti larva dan kelabang-kelabang kecil keluar dari tubuh dan wajahnya. Gerombolan serangga merayap diwajahnya.

Saya ingin menangkapnya, tetapi penampilannya yang menjijikkan dan mengerikan mencegah saya. Saya hanya mencekik tenggorokan dan menggoncangkannya. Namun, saat saya menggoncangkannya, saya hampir pingsan. “Serangga-serangga itu melekat di tangan saya!” Saya menjerit kuat, saya lemparkan iblis itu ke Sister Baek Bong Nyu. KEmudian iblis itu berubah menjadi abu saat sampai pada Sister Baek Bong Nyu, karena dia dibungkus dengan Api Kudus.

Setelah itu, seekor ular besar mulai merayap dan melingkar didekat saya. Penampilannya yang menjijikkan memaksa saya untuk menangkap ekornya dan kemudian mengayunkannya ke udara beberapa kali, kemudian melemparkannya kearah Mrs. Kang Hyun Ja. Dia sedang menari dalam roh. Saat ular itu menuju kearah Mrs. Kang Hyun Ja, dia membuka mulut mau menggigit. Tetapi saat dia membuka mulut, sebuah nyala api keluar dan Mrs. Kang Hyun Ja dan menuju ke mulut ular itu. Dengan cepat dia menghindar dan berpindah ke Sister Baek Bong Nyu. Untungnya, sister Baek Bong Nyu juga memiliki nyala Api Kudus. Kemudian ular itu mengubah arah dan menyerang Brother Haak Sung. Dia mencapai Brother Haak Sung dan melilit di badannya.

Kemudian tiba-tiba, kejadian tidak diharapkan terjadi. Ular itu berbicara, “Ini diluar kekuatanmu! Haak Sung, anak nakal, kapan kamu menjadi kuat? Sangat sulit bagiku untuk melilitimu.” Saat dia mengeluh, dia merayap kea rah sister Yoo Kyung. TEtapi sister Yoo Kyung memukul kepala ular dan mencoba memenggalnya. Kemudian ular itu merayap kearah saya. Sekali lagi kembali kesaya. Saya berteriak, “Kamu iblis menjijikkan! Mengapa kamu terus mengganggu jemaat?” Saya menggunakan tangan saya seakan-akan sebuah pedang dan memenggalnya. Ular itu terpotong dengan menjerit. Pengalaman ini luarbiasa.

Saya menguliti dan mencincangnya, seperti sayuran. Saya tempatkan didalam batang kayu dan mulai memanggangnya. Ular iblis menjerit saat menghilang, “Tubuhku, tubuhku.” Say ajuga memanggang mata ulat dengan menusuknya ke ujung batanga kayu. Hal aneh terjadi yaitu saat saya membutuhkan pisau, pisau itu muncul didekat saya. Saat saya membutuhkan api, api itu juga ada disebelah saya. Nyatanya, apapun yang saya pikirkan atau inginkan, Tuhan berikan.

Setelah itu, saya kembali focus berdoa. Selama doa saya, iblis berwujud gadis muda kembali muncul. Kali ini, rambutnya ikal, matanya lebih bersinar dan dia terbang melewati kami. Saya sangat terkejut sehingga saya memanggil Tuhan. "Yesus! Iblis itu datang kembali! Tuhan ! Tolong saya!” Ketika saya berteriak, gadis muda itu balik berteriak. “Oh, tutup mulutmu! Kamu rebut! Betina tidak sopan!” Saya membalasnya, “apa? Aku tidak sopan? Kamu katakan aku tidak sopan? Kamu betina!” Saya meledak dengan kata-kata bodoh.

Iblis itu menjawab, “Oh! Lihat anak nakal ini. Kamu menggunakan kata bodoh lebh dari aku.” Dia berkacak pinggang dan berpose. “Hei! Kamu serius? Bagaimana kalau kamu bersikap seperti ini?” Iblis itu terkejut dengan perbuatan saya. Saya berlari menuju dia dan menjambak rambutnya. Saya memutar-mutarnya menuju piano.

Dengan marah saya berkata, "Apa? Mengapa tidak? Saya dapat bersikap lebih dari kamu" Setelah mengalahkan iblis dan Yesus muncul berjubah putih. “Muka bintih, bagaimana keadaanmu?” Saya menjawab, “Yesus! Mengapa Engkau bara datang sekarang? Tidakkah Kau tahu kalau aku merindukanMu?” Kata Tuhan, “Baiklah muka bintih! Maafkan Aku. Apakah Aku sedikit terlambat? Sekarang, Aku disini, marilah kita berjalan-jalan.” Yesus menepuk tubuh saya dan kepala dan mengusapnya, rambutnya saya bergerak perlahan. Rasa sentuhanNya luar biasa.

Karena Saya begitu mengasihi Yesus, saya membenamkan kepala saya dilututNya. Dia akan mengusap kepala saya dan wajah saya di lututNya. Saat mengusap, saya bergumam, “Yesus! lututMu begitu lembut dan nyaman! Bagaimana jubahMu terasa begitu sangat halus dan lembut? Sangat enak disentuh.” Jawab Tuhan, “Benarkah? Ketika engkau masuh sorga, engkau akan mengenakan jenis jubah ini sebanyak kau mau.”


*Joo Eun makan buah-buahan sorga

Hari ini, Yesus tidak berkunjung dengan tangan kosong. Dia membawakan saya beberapa buah-buahan. Saat memberikannya kepada saya , Dia berkata, “Muka Bintih, cobalah ini.” “Yesus, apakah ini?” tanaya saya. Jawab Tuhan, “ini adalah buah-buahan dari sorga yang dimakan orang-orang kudus. Cobnalah ini, buah ini sangat lezat.” Saya menggigitnya sedikit. “Wow! Yesus! Jenis buah apa yang dapat begitu enak ini? Sangat luarbiasa.”

Buah-buah sorgawi berukuran seperti aple di bumi. Warnanya putih dan terasa asam. Saat buah itu masuk kemulut saya, buah itu langsung meleleh, Sangat enak sehingga tidak bisa dibandingkan dengan buah-buahan di bumi. Karena saya sudah merasakan buah dari sorga, buah-buahan di bumi sangat tidka bisa dibandingkan.

Tuhan tersenyum saat Dia mengawasi saya makan. Segera saya makan buah itu. Tanya Yesus, “Muka bintik, tidakkah ini sangat enak?” Dengan kegirangan, saya menjawab, “Tuhan! Mengapa buah-buahan dan crackers di sorga begitu lezat? Sangat tidak mungkin dibandingkan dengan yang ada di bumi.” Tanya Tuhan, “Benarkah? Apakah kau mau Aku membawakanmu buah sorgawi setiap hari?” Dengan cepat saya menjawab, “Ya! Tolong bawakan setiap hari! Dapatkah Engkau juga membawakannya untuk setiap jemaat?”


*Kunjungan Joo Eun ke neraka


Tuhan tiba-tiba muncul dan membawa saya ke neraka tanpa kata-kata. Ketika sampai di neraka, kami berdiri di tengah kegelapan dimana ada kursi besar. Kursi itu ditutupi dan dihiasi dengan tengkorak dan mahkluk berambut panjang duduk diatasnya. Dia adalah tengkorak yang terlihat sangat mengerikan, serangga kecil-kecil bergerak di wajahnya. Ketika melihat lebih seksama, serangga-serangga itu seperti ulat dan belatung yang bergerak dari wajahnya, ke tubuhnya dan ke kursi.

Saya berteriak, "Tuhan, ini menjijikkan!", dan Yesus memberikan saya sebuah kapak. Saya pegang kapak itu dan berjalan menuju makluk kerangka itu. Setelah cukup dekat, saya hantam kerangka itu. Dia dan seluruh serangga itu terbakar. Saya kira Tuhan ingin saya menghancurkan mahkluk itu. Tuhan menyoraki saya dan menguatkan. "Muka bintik, karena imanmu bertumbuh kuat, sekarang engkau mampu mengalahkan iblis-iblis. Milikilah selalu iman dan jadilah percaya diri." Tiba-tiba, saya sudah berada di dalam gereja.

Selagi saya berdoa, iblis berkaki dua muncul. Ketika mendekat, terdengar desisand ari lidahnya yang panjang. Saya meraih lidah itu dan melemparkannya ke sudut ruang. Saat dia menabrak dinding, dia berteriak kesakitan. "Ouch! sakit!" Setelah pulih, dia melompat kembali dan menunju kearah brother Joseph. 

Dia mulai menjilati wajah Yoseph dengan lidahnya yang menjijikkan. "Oh! Lezatnya! Sangat enak!!" Saya tidak tahu apakah Brother Joseph menyadari apa yang sedang terjadi. Yoseph terus berdoa dengan tekun, ketika tiba-tiba dia berteriak, "Darah Yesus! Darah Yesus!" Dia belum dibukakan rohaninya jadi sangat sulit baginya untuk mengetahui ketika iblis mengganggunya. Saat dia menyebut darah Tuhan, darah itu mulai mengalir dari mulutnya. Darah itu cepat meleleh kedalam lidah iblis dan mengubahnya menjadi pucat kebiruan dan dia ketakutan. Dengan melarikan diri, dia berteriak, "Darah apakah itu?"


Lee Yoo Kyung: *Yoo Kyung berperang dengan segala jenis iblis

Di tengah-tengah doa, satu iblis dengan wujud kadal muncul dan mendesis. Saya ketakutan dan dengan cepat mencekik lehernya, dan melemparkannya ke Brother Haak Sung. Haak Sung menangkapnya dan melemparkannya jauh, tetapi dia pulih dan kembali kepada saya. Jadi saya meraihnya kembali dan melemparkannya jauh-jauh sambil berteriak "Roh iblis! Dalam nama Yesus Kristus, pergi! " Kemudian dia menghilang.

Tetaapi setelah kadal itu pergi, roh iblis berwujud gadis muda muncul. Separo wajahnya berwana putih dan separohnya lagi hitam. Dia mencoba mengganggu saya dengan mencakar-cakar papan tulis dengan kukunya. Saya berteriak, , "Aku tidak ingin mendengar suara itu! Roh iblis, dalam nama Yesus, pergi!" Namun, dia tidak pergi dan semakin mengganggu saya. Saya begitu jengkel sehingga berlari menuju dia dan menjambak rambutnya, kemudian melemparkan dia ke tanah. Begitu menghantam tanah, dia menghilang.

Dalam doa, saya mulai menangis ketika teringat Yesus. TEtapi hari ini, Dia tidak cepat datang dan roh iblis gadis kecil muncul, mengejek saya. "Hey! Apakah kamu menangis? Mengapa kamu menangis? Apakah kamu menangis karena YEsus tidak datang? Kamu menjadi begitu muram." Dia terus menjengkelkan saya, "apa kamu mau bertarung denganku?" Dia balik berteriak, "ayo. Majulah dulu," dankemudian dia mengubah menjadi laki-laki gemuk pendek berambut cepak.

Dengan keras saya berteriak, "Darah Yesus! Darah Yesus" dia menttertawai saya, "apa? Darah Yesus? Majulah, darah!" Saya menjadi begitu marah sehingga saya memanggil Allah Tritunggal berulang-ulang. Iblis itu berkata, "Siapakah Tritunggal? Dimanakah Tritunggal? Jangan memanggil namanya, itu membuatku takut!" Dengan suara lebih keras, saya berteriak, “Allah Tritunggal! Tolong saya!" Roh itu balik berteriak, "Aku katakan itu menakutkanku. Jangan memanggil namanya! Mengapa kamu terus memanggil Tuhan?" Dengan cepat wajahnya menceng. Entah darimana sebuah bola api muncul dan menghantam ekornya. Dia berlarikan kedepand an belakang dengan berteriak dan dengan cepat yang menanggap kakinya, melemparkannya jauh.

Sesaat kemudian, roh iblis sangat besar bermata satu muncul. Ribuan cacing bergerak di daerah bekas luka. Ketika mendekat, dia berkata berulang-ulang, "Aku harus menarikmu ke neraka!" Sebuah kenyataan yang menyedihkan bahwa dia tidak bisa membawa saya kesana. Saya berteriak "Allah Tritunggal! Tolong saya!" dan dia melarikan diri ketempat Pendeta berdoa.

Saat dekat, Pendeta berteriak, "yang ini berdoa setiap hari! Mengapa kamu begitu banyak berdoa?" Kemudian dia beralih ke isteri pendeta dan berkata, "Yang ini juga selalu berdoa! Hei! Berhenti berdoa! Tidak baik. Sama sekali tidak menyenangkan!" Kemudian dia kembali kepada saya dan menginterupsi, "Hei, berdoa itu hal yang buruk! Jangan berdoa!" Saya meledak, "akulah yang berdoa! Mengapa kamu terus mengganggu doaku?" Roh iblis itu tertawa dan mengejek. "Jenis doa apa? Apakah kau sebut itu doa? Marilah kita bermain!" Saya berlari menuju kearahnya. Dengan menyentuh wajahnya, saya berteriak, "Darah Yesus! Darah Yesus!" Roh iblis mulai membujuk dan mengeluh. "Panas! Lepaskan aku! Lepaskanlah! Tolong lepaskan aku!" Saya melemparkan roh iblis itu jauh-jauh.

Kemudian roh iblis lain muncul, dia memiliki tanduk besar dengan mata dan telinga yang besar. Saya robek telinganya dan mencabut matanya keluar. Kemudian saya potong tanduknya dan menangkap kakinya. Namun, dia kembali muncul dan melekat pada saya. Saya begitu jengkel sehingga mulai berbicara menghina. Tiba-tiba saya rasakan seseorang menarik baju saya. Saya pikir itu Yesus dan dengan sukacita saya membalikkan badan. Tetapi itu bukan Yesus, dia orh iblis dalam bentuk bayangan gelap. Bayangan gelap itu meraih baju saya dan melekat erat. Saya berteriak, "dalam nama Yesus, pergi!" tetapi iblis itu menggoda saya, "Aku tidak akan pergi! Tidak akan pergi!" Saya berteriak, "Allah Tritungal! Api Kudus!" Sebuah bola api muncul dan menyelimuti tubuh mereka dan semuanya lenyap.

Ketika persekutuan itu hampir berakhir, Tuhan menampakkan diri. Dia berjalan menuju pendeta dan mendengarkan doanya. Tuhan menepuk punggung dan tubuhnya, khususnya di tempat-tempat yang sakit. Kemudian Yesus berjalan ke setiap jemaat yang masih berdoa dan menepuk mereka juga.


*Sister Baek Bong Nyu bertemu Setan Raja neraka sekali lagi

Selagi berdoa, saya merasakan kegelapan kuat menyelimuti. Namun, saya terus berdoa dalam bahasa roh. Selama waktu itu, saya pikir doa saya berada dalam tahap yang dalam. Saya mulai melihat terang dicurahkan. Sinar itu bergerak melingkar, sesuatu yang seperti spiral. Dari sinar spiral itu, par amalaikat mulai turun. Saat para malaikat itu maju, mereka berkata bahwa Tuhan sudah memerintahkan mereka untuk menjemput orang kudus Baek Bong Nyu dari Gereja Tuhan. Saya ditempatni par amalaikat saat kami terbang menuju tujuan kami. Kami melintasi ruang angkasa dan kemudian melewati Galaksi Bima Sakti. Saya bertemu Yesus saat kami melewati Bima Sakti. Ketika kami melihat satu sama lain, kami sangat bersukacita. Kemudian Yesus menangkap tangan saya dan berkata, "Bong Nyu! Marilah kita ke neraka!” Tuhan menuntun jalan ke neraka.

Begitu tiba di neraka, kami sudah berada ditempat ibu saya. Saya tidak tahu apakah dia sadar kalau saya datang ataukah tidak. Sekali dia menyadarinya,wajhanya berubah pucat kebiruan dan berteriak. “Oh Bong Nyu! Mengapa engkau datang lagi? Tinggalkan cepat tempat ini!” Saya menjawab, “ibu, aku disini karena aku kuatir padamu! Aku prihatin kalau Setan akan membalas dendam kepadamu karena akulah yagn melukai matanya dahulu. Aku juga melukai punggung dan merobek sayap-sayapnya. Inilah mengapa akud atang lagi bersama Yesus." Setelah menjelaskan alasan kepada ibu saya, dia membujuj. “Tolong jangan menjengkelkan Setan, pergilah sekarang!” Saat kami berbincang-bincang, tiba-tiba saya mendengar suara menggelegar Setan. Suaranya yang mengerikan menggema.

Setena berteriak seakan-akan dia sudah menunggu saat ini. “Aku sangat menantikan waktu bertemu kami. Aku tahu kalau kamu akan kembali lagi! Hari ini, aku akan mengijinkanmu mengawasi hal yang sangat istimewa. Kamu boleh menyaksikan penyiksaan atas anggot akeluargamu." Tuhan dan saya berdiri didepan setan yang duduk di kursi sangat besar. Seluruh anggota keluarga saya sudah berdiri antri menanti hukuman. Saat mereka berdiri disana, hati saya membeku. Sungguh waktu yang menegangkan, saya gugup tidak tahu apa yang menanti. Otak saya mulai melemah.

Sekalipun ditengah ketidakpastian dan terror, ibu saya masih mampu berkata-kata menghibur. “Bong Nyu! Kami ada di neraka, kami sudah berhenti berharap sejak lama. Sekarang ini tidak ada pengharapan. Jangan kuatir lagi. Jika kamu punya sesuatu untuk dikatakan pada Setan, katakana sekarang dan katakana semuanya." Dari dekat saya mengamati tempat luka dimana saya menyerangnya. Matanya yang terluka ditutupi bahan hitam, itu adalah mata yang saya rusakkan. Ketika melihat mata yang lainnya, itu menyinarkan kemarahan yang sangat. Kemarahannya begitu kuat sehingga api akan terbang darinya menyala didepan saya. Dia menyatakan kepuasannya bertemu say alagi. Dia pasti membalas dendam. Kemudian akal sehat saya pulih dan saya memberanikan diri untuk berperang.

Dengan kuat saya berkata, "Setan! Aku punya Allah Tritunggal didalamku. Terlebih lagi, Aku punya Api Kudus didalamku. Aku akan memenggal kepalamu dan melemparkannya kea pi neraka untuk memenuhi kepuasanku. Aku sangat tidak senang saat ini!" Ketika mendengarnya, Setan menjawab. "Oke! Bagus! Aku mengharapkan kamu kembali. Aku tahu kamu akan datang. Semuanya untuk tujuanku!"


*Setan berwujud dewa-dewa yang disembah Sister Baek Bong Nyu ketika dia masih menjadi penyihir

Saya samasekali tidak takut. Dengan suara mengguntur saya menantangnya. "Monster iblis! Singkapkan identitasmu! Mengapa kamu menyiksa begitu banyak orang. Kamu laki-laki atau perempuan? Kamu mahkluk buruk! Makhluk menjijikkan! Mengapa kamu tidak membuka identitasmu? Kalau aku sudah pulih dari sakitku, aku akan mengajarimu sebuah pelajaran! Tetapi Tuhan sudah memintaku untuk tidak menyerangmu. Aku tidak punya pilihan tetapi hanya berkata-kata kepadamu dalam sikap menghina. Aku menjanjikanmu satu hal, saat aku benar-benar pulih, aku akan memenggal kepalamu! Aku akan membolak balikkan neraka. Kamu mengubah dirimu menjadi apa? Bukakan identitasmu!”

Selagi berteriak, wajahny tiba-tiba berubah menjadi putih dan berwujud roh. Dia mengubah menjadi ahli sihir, roh gunung. Orang-orang Korea menyembah roh-roh gunung sebagai dewa kudus.

Saya mengenali wajah ahli sihir itu, sangat familier. Dalam wujud ahli sihir gunung, dengan lembut dia memanggil nama saya. "Bong Nyu! Di thaun-tahun yang lau, kamu sudah menyembah dan melayaniku dengan penuh hormat. Tetapi sekarang, kamu menantang dan menyerangku? Bahkan kamu berbicara menghina." Kemudian dia menginjak-injak tongkatnya ke tanah seakan-akan dia disalah perlakukan. Saya pikir wajahnya sangat familier dan saat itu, saya teringat dengan jelas. Dia berubah menjadi ahli sihir gunung yang saya temui waktu lalu. Ketika saya menyembah dan melayani dewa-dewa lain, saya ingin mendapatkan kekuatan dari mereka. Saya mencari kekuatan daari dewa-dewa pangkat lebih tinggi. Saya terbiasa memanjat gunung dan mengunjungi semua gunung terkenal di Korea. Setan mengubah dirinya menjadi ahli sihir gunung yang kuat yang pernah saya temui.

Setan terus berbicara dengan suara berat dan licik. Saya merasakan gemetaran disuaranya tetapi saya tahu itu adalah tipuan dan karenanya saya mulai berbicara menghina. "Kamu bilis najis! Kapan aku menyembah tas usang sepertimu?” Setan bertanya kembali, “Bagaimana bisa kamu tidak mengenaliku? Lihat wujudku! Kamu pernah melayaniku dengan hormat, bukan?” Saya terus bertahan bahwa saya tidak tahu dia. “Laki-laki tua! Aku tidak pernah menyembah atau melayanimu, pergi dariku cepat! Jika kamu tidak pergi, Aku akan mengubahmu menjadi abu dengan kuasa Allah Tritunggal, Api Kudus dan darah Tuhan yang ada padaku! Jadi pergilah sekarang!” Tetapi dia terus bertahan sampai akhir. "Tetapi aku masih menjadi orang tua yang kamu layani!"

Saya menjadi lebih temperamental. "Jika aku mengenalmu sekarang, aku mati! Lebih baik kamu pergi sekarang!” Ahli sihir pegunungan tua itu lenyap dan kembali bentuk menjadi Setan. Saya ingin dia bukakan identiasnya dan dengan histeris saya berteriak. "Sangat tidak berharga untuk menyombongkan diri tentang ukuranmu yang sangat besar. Sekalipun tinggimu mencari ujungneraka, aku tidak takut! Singkapkan identitasmu! Karena Allah Tritunggal didalamku, kamu tidak perlu ditakutkan! Cepatlah! Singkapkan identitasmu yang benar!" saya tidak mengharapkan dia mengubah bentuk menjadi mahkluk lain, tetapi dia mengubah menjadi wanita berambut panjang yang sangat tinggi dan mengenakan baju hitam.

Wanita itu juga dewas yang pernah saya temui dan saya layani. Di mas alalu, dengan segenap hati saya mencari kekuatan lebih tinggi dari gunung-gunung yang terkenal. Akhirnya saya bertemu dengannya setelah saya bertekun. Saya berteriak dengan keras, "akhirnya kamu membuka dirimu sendiri! PErkataanku benar! Mengapa kamu muncul terlambat, wajah jelek. Aku sudah mengkonfirmaismu. Kamu dapat pergi sekarang, lenyaplah sekarang sebelum aku mencabut matamu!" Wanit aitu lenyap dan Setan muncul.

Jesus menangkap tangan saya dan menuntun. "Bong Nyu! Sudah cukup hari ini. Marilah kit apergi!” Saat digandeng Tuhan, saya melihat pada Setan dan berteriak histeris. "Kamu iblis! Karena Tuhan membawaku kembali, aku tidak bisa melukaimu. Tetapi lebih baik kamu bersiap-siap untuk lain waktu. Aku akan memenggal kepalamu dan melemparkannya kea pi neraka! Selama aku hidu, aku akan menghancurkanmu! Tunggu saja!”

Yesus membawa saya ke sorga untuk menghibur dan menyenangkan saya. Kami tidak di sebuah gunung dimana terang luarbiasa memancar. Gunung-gunung itu ada di sebelah kiri dan kanan saya dan semuanya bersinar terang. Semuanya putih dan bersinar dengan warna keemasan. Terang itu menyilaukan.

Di tengah-tengah dua gunung itu ada lobang-lobang bundar. Lobang-lobang itu memproduksi awan putih dan kabut dan naik keatas. Kemudian saya melihat danau Kristal dimana air mengalir. Dari aliran danau itu, Yesus memanggil dan memerintahkan 5 malaikatnya.

"Karena Orang Kudus Baek Bong sedang lemah, mandikanlah dia disini dankemudian antarlah dengan selamat ke gereja Tuhan.”

Setelah Yesus member perintah, par amalaikat itu dengan cepat memandikan saya. Kemudian mereka mengantar saya kembali ke gereja. Tiba di gereja, saya mulai berdoa. Ketika saya berpikir tentang apa yang akan dialami orang tua saya, saya tidak bisa tahan dengan pikiran luka dan siksaan Setan. Saya juga menderita luka dan tubuh saya lemah dan sakit. Saya memberingkan diri di kursi gereja dan harus berbaring untuk berdia. Saya menyelesaikan doa dengan berbaring.


==== DAY 27 ==== (Mark 11:22-25

*Roh iblis memasuki telingan Diakoneas Shin Sung Kyung


Saat saya berdoa dalam bahasa roh selama berjam-jam, saya mulai merasakan luka yang menusuk ditelinga saya. Seperti seseorang atau sesuatu sedang menusuknya berulang kali dengan benda tajam. Saya mencoba tidak menghiraukan dan terus

berdoa, tetapi sakit itu menjadit ak tertahankan. Saya meminta Brother Haak Sung yang berdoa dibelakang saya. "Haak sung, telingaku sangat sakit. Tolong lihatlah? Aku tidak bisa melihat apa yang menyebabkannya." Haak Sung berteriak, "Diakones Shin, Oh, sorga yang baik! Roh iblis kecil masuk ke telingamu dan menusuknya dengan benda tajam! Apa yang harus kami lakukan?”

Saya berdoa supaya iblis itu dilenyapkan tetpai dia tidak mau pergi. Bahkan Haak Sung berdoa buat saya tetapi luka tusukan it uterus. Karena kemampuan kami untuk mengusir setan tidak efektif, kami lari ke altar dan mencari pendeta. Pendeta sedang ebdoa tetapi saya menginterupsinya dan meminta, "Pendeta, saya kesakitan. Telinga saya sakit! Tolong usir iblis dari saya!" Pendeta berteriak, "Setan! Aku perintahkan kamu pergi dalam nama Yesus Kristus! Pergi!” Seketika iblis itu pergi dan lenyap. Sejak waktu itu, saya mampu terus berdoa dengan mudah. Terlebih lagi, tubuh saya menjadi panas karena Api Roh Kudus.


Kim Joo Eun: *Meminta dengan sangat supaya menang lotere

Setelah semua iblis lenyap, Yesus tiba dengan para malaikatNya. Para malaikat itu membawa bejana emas dengan pegangan disetiap sisinya. Kemudian dengan sopan mereka duduk disebelah jemaat yang berdoa. Para malaikat itu meletakkan semua isi doa kedalam bejana emas. Dalam waktu singkat, Yesus mendekat dan berkata. “Muka bintik, lihat padaku!” Tuhan mengenakan mahkota duri saat Dia berdiri disebelah saya.

Kemudian Yesus meletakkan sesuatu dimulut saya. "Muka bintik, rasakanlah itu." Rasanya seperti buah strawberry. Buah itu manis dan asam. Sangat lezat dan fantastis. Saya memakannya semua.

"Yesus! Terimakasih banyak." Saat saya bersyukur kepada Tuhan, Dia terlihat sangat bahagia. Karena Tuhan berada dalam suasana hati baik, saya memutuskan untuk meminta sesuatu. “Yesus! Kami setiap hari berjuang secara financial. Kami semuanya miskin. Tolong bantu kami memenangkan tiket lotere!” Tuhan diam sesaat dankemudian tertawa terbahak-bahak. Kemudian Dia melihat pada saya dan tersenyum. Saya memutuskan untuk meminta tambahan. “Yesus, saya anak paling kecil di kelas. Dapatkah Engkau membuat saya lebih tinggi? “Dia tidak menjawab permintaan saya tentang tiket lotere tetapi dia memberikan permintaan saya untuk menambah tinggi badan. KataNya, “Baiklah.”


*Joo Eun menyerang raja neraka yaitu Setan

Yesus meminta saya, "Muka Bintik, marilah kita mengunjungi neraka." Tanpa menunggu jawaba, Dia membawa saya ke neraka. Begitu tiba, saya melihat bahwa kami berdiri didepan raja iblis, yaitu setan. Dia sangat mengerikan. Ukuranya luarbiasa besar, sampai mencapai ujung akhir neraka. Kursinya juga luarbias abesar. Saya bergidik saat harus menyaksikan tempat mengejutkan dan menyeramkan. Saya hampir kehilangannya dan hampir kencing dicelana. Saya buang semua ketakutan dan menyadari bahwa Yesus ada disebelah saya. Yesus akan melindungi saya dan say amulai emrasakan nyaman dan tenang. Emosi panic dan ketakutan lenyap.

Saya teringat kesaksian Sister Baek Bong Nyu tentang penyerangan ke setan dan dimana tempat lemahnya. Saya merasa yakin mengetahui dimana saya dapat melukainya. Ketika saya melihat mata Setan, saya dapat melihat bahwa satu matanya sudah pernah ditusuk sebelumnya dan didorong kedalam. Saya tidak dapa tmelihat bola matanya. Matanya yang terluka adalah hasil pembantaian Sister Baek Bong Nyu. Dengan jelas saya dapat melihat efeknya. Ketika terus mengamati setan, sayamulai merasakan sakit di leher saya. Leher saya menegang saat saya terus mendongak. Setan juga bangun dari kursinya, berdiri dan kemudian duduk. Dia terus mengulang-ulang tindakannya ini. Saya memperhatikan bahwa dia menggeretakkan giginya berulang-ulang dan sayap-sayapnya terbelah dan rusak.

"Oh, suatu penghinaan! Aku begitu terganggu! Apakah kamu mencoba mengatakan sekalipun Aku sudah mengirimkan pasukan iblis ke gereja Tuhan, jemaat sudha mengalahkan mereka? Apa itu kamu? Kamu bodoh! Mengapa kamu mengalahkan setiap hari? Apakah kamu benar-bena rsubyekku? Yang mana harus aku kirim kali ini?" Ketika Setan berteriak marah, tiba-tiba saya menjadi bingung dan menyerangnya.

"Tutup Mulut! Iblis! Apa yang kamu rencanakan bagi Gereja Tuhan?” Akhirnya dia memandang saya dengan suara mengerikan berkata, “Kamu pikir, siapakah kamu? Beraninya kamu menantangku?” Karena tahu bahwa Yesus ada disebelah saya, saya dengan yakin terus membalas Setan, “Tutup mulut! Iblis! Kamu bukan apa-apa! Kamu anak nakal gila!” Saya terus berteriak menghinanya. SEtan menjadi lebih marah dan tergoncang. Namun, dia kemudian tersenyum dan melihat seakan-akan saya bergurau. “Kamu, siapakah kamu? Anak kecil nakal? Darimanakah asalmu?”

Saya tidak tahu darimana saya mendapat keyakinan untuk menyerang tetapi saya berjalan kearah Setan dan memutari ke punggungnya. Saya menyepak kaki dan menginjaknya, tetapi dia tidak bergerak. Disamping itu, dia mulai memprovokasi dan menggoda saya. "Oh, geli!" Jadi saya berteriak, “Tuhan! Berikan saya kekuatan!” Saya mulai memanjat kakinya dan sampai ke pundaknya. Kulit Setan tebal seperti baju baja.

Saat menaiki pundak Setan, saya menjerit. "Tuhan! Berikan saya kekuatan! Tolong berikan saya pedang Roh Kudus!" Kemudian Tuhan memberikan saya pedang Roh Kudus. Ketika pedang itu ada ditangan saya, saya juga memperhatikan bawha lengan dan tangan saya diperkuat. Otot-otot dan urat saya menjadi tebal dan dapat ditahan. Berulang-ulang saya menusuk punggung Setan tanpa ampun. Setan terganggu dan terbakar kemarahannya. "Kamu menusukku! Oh! Menyakitkan! Hentikan itu!”

Dengan suara resonansi Setan berteriak, "Aku akan membunuhmu! Tidak ada damai dalam Gereja Tuhan!” Yesus bersorak dan memberikan saya semangat, “Muka bintik, kamu melakukan dengan baik. Teruskanlahh itu!” Yesus menanggapi tindakan saya. Jelas terlihat Setan sudah tertekan karena luka dan bekas luka yang ditimbulkan Sister Baek Bong Nyu sebelumnya. Luka sebelumnya hampir sembuh. Kesembronoan Setan menguntungkan saya, saya membantainya di bekas Lukas sebelumnya. Setan menjerit tersiksa.

Kemudian saya turun dari punggungnya dan berbaring dilantai didepan raja iblis. Saya mulai membuat jengkel Setan seperti yang dilakukan Sister Baek Bong Nyu . "Wow! Aku dapat melihat dengan lebih baik. Sangat menyenangkan melihatmu seperti ini." Setan menjadi semakin terganggu dan tertekan, dia mulai melepaskan kemarahannya pada subyek-subyeknya. Dia berteriak, "Kamu anak kecil nakal! Apa yang kamu lihat? Jangan berdiri saja disana, seranglah cepat. Sekrang!” Kemudian Tuhan berkata dengan intonasi keras, "Siapa yang akan kau serang? Beraninya kami menyerang tanpa ijinKu?” Yesus membalas dan semua roh iblis menundukkan kepala dan berdiri dengan diam. Mereka tidak berani menggerakkan satu urat pun. Semuanya tegang.

Dengan sukacita saya mengganggu Setan terlebih lagi. Dia menjerit melalui hatinya seakan meledak dalam kesakitan. Karena Yesus ada disebelah saya, Setan tidak meiliki harapan. Kemudian saya kembali memanjat punggung Setan dan meraih kepalanya. Saya mencabut semua rambutnya dan membuatnya botak.

Dengan pedang Roh Kudus, saya mulai merobek sayap-sayapnya yang sudah rusak. Didepan Yesus, raja iblis bukanlah apa-apa. Saya gentar dan memutuskan mengganggunya lagi dan saya berbaring didepannya sekali lagi. Yesus tertawa berulang-ulang melihat ini sebagai hiburan, "Muka bintrik, ini lucu. Haruskah Aku berbaring disebelahmu juga?” Saya bangun dan mencegah Tuhan. “Tidah, Tuhan. Engka yang paling Kudus. Bagaimana mungkin Engkau ebrbaring didepan mahkluk jelek seperti Setan ini! Tidak ! Tidak masuk akal." Setan mengeluarkan darah sangat banyak dari lukanya. Warnya aneh dan ganjil, saya tidka bisa menjelaskannya. Setan bergerak tidak nyaman dan memantul-mantulkan dari kursinya berulang-ulang dengan kemarahan besar dan seperti biasanya, dia menggeretakkan giginya. Sekarang, saya tidak tahu bagaimana saya memiliki keberanian untuk membuat jengkel iblis, hanya dengan memikirkannya saja, saya terheran heran. Saya terus membuat jengkel Setan. Kata Yesus, “Muka bintik! Cukup sudah. Mari kita pergi sekarang. Setan sudah cukup mendapatkan. Mungkin dia sudah belajar suatu pelajaran. Ini terlmbat. Kita harus pegi.” Tuhan memegang tangan saya dan mengantar saya kembali ke gereja. Kemudian Yesus kembali ke sorga.


Lee Yoo Kyung: *Memenggal kepala iblis dengan Pedang Kudus

Saat berdoa, Yesus tiba. Kemarin luasa, Brother Haak Sung mengatakan bahwa dia mendapatkan kenikmatan dengan makan buah dari sorga. Buah-buahan itu seperti anggur. Tuhan membawakan saya buah yang sama. “Muka bintik, cobalah buah ini dan Aku senang mendengar engkau menyanyi.” Buah-buah sorgawi itu sangat lexat sehingga saya tidak mau berhenti. Biasanya saya menikmati makanan dan biasanya makan makanan dengan jumlah besar. Namun, Yesus hanya membawa sedikit buah-buahn.

Setelah selesai, saya mulai bernyanyi, 'Praise Oh my soul, Baptize with the Holy Spirit' dan 'Up and Fight against the devil.' Saat saya bernyanyi, Yesus berjalan mendekati diakones Shin dan Yoseph. Ketika Yesus meninggalkan saya, roh iblis langsung muncul dari sudut ruangan dan dengan perlahan mendekat. “Yesus! Bapa!Bapa!” Dalam panic, saya memanggil Tuhan dan dengan cepat Dia menampakkan diri.

"Mengapa engkau memanggilKu?" Saya menjawab, "Tuhan! Roh iblis itu muncul dari sudut itu!” Ketika saya menunjuk kea rah iblis, mereka dengan cepat menghilang. Saya meminta kepada Tuhan, “YEsus! Dapatkah saya membawa Joo Eun mengunjungi sorga?” Tuhan menjawab, “Tidak. Aku hanya mengijinkan satu orang setiap kalinya.” Yesus terus berbicara. “Yoo Kyung, ketika iblis muncul lagi, jangan takut karena engkau mempunyai otoritas untuk mengusirnya dalam namaKu. Mereka tidak memiliki pilihan kecuali lari. Lakukan dengan imanmu!” Kata saya, “Amin!”

Ketika Yesus pergi, iblis lain muncul. Ketika saya berteriak, “Darah Yesus!” iblis lari. Saat dia lari, dia bersumpah kepada saya, "bajingna it uterus menakutiku dengan menyebut darah Yesus. Shit!” Kemudian iblis lain muncul. Kali ini dia memanjat pundak saya dan mulai memberati kepala dan pundak saya. Saya sulit berdoa. Saya menjerit kuat. ""Allah Tritunggal! Tolong saya!" Iblis itu balik berteriak, "Aku akan membuatmu sakit dan akan membawamu ke neraka!" Saat itu juga, Yesus muncul dan mengusir pergi iblis.

Para malaikat turun juga dan mereka sangat memperhatikan saya. Mereka bertanya apakah saya baik-baik saja. Yesus memuji saya, "Bagus! Yoo Kyung sayangKu, sekarang engkau tahu bagaimana mengusir iblis. Ini luarbiasa!” Tuhan pergi sekali lagi dan iblis yang berbeda muncul. Kali ini mencoba untuk mengganggu Pendeta. “Kamu selalu berdoa! SEtiap hari! Apa yang kamu dapat saat berdoa? Makanan? Makanan? Berhentilah berdoa! Marilah kita bermain bersama!” Pendeta tidak terganggu dengan godaan itu, dia hanya menghiraukan iblis dan terus berdoa. Kemudian iblis mendekati saya dan mencoba menghentikan dosa aya. Saya berteriak kepada Tuhan, “Tuhan! Tolong berikan saya pedang Roh Kudus!” Kemudian saya menyadari bahwa pedang sudah ada ditangan saya. Saya mengayunkan dan memenggal kepala iblis kemudian bagian badannya yang lain. Dia berteriak, “Tbuhku! Lenganku! Kakiku! Dan kemudian menghilang.


Sister Baek Bong Nyu: * Serangan iblis berkekuatan penuh

Selama pertengahan khotbah, tubuh saya terasa sakit dan saya merasakan sakit menusuk bergerak di sekujur tubuh, sepertinya sakit itu hidup. Bapak Pendeta berhenti berkotbah dan segera lari ke altar dan berteriak kepada Joo eun dan seluruh jemaat yang sudah dibangkitkan rohnya, jika mereka tahu apa yang sedang terjadi pada saya. Joo Eun berkata bahwa saya tidak waspada

untuk sesaat dan memberikan kesempatan iblis-iblis itu masuk. Iblis pertama masuk, dia membuka pintu untuk terus menerus memasuki tubuh saya. Kemarin, ketika saya mengunjungi neraka, saya mencabut mata Setan dan melukai punggung dan sayapnya. Setan menjadi sangat marah dan memerintahkan iblis untuk menyerang saya dengan kekuatan penuh. Joo Eun menjelaskan semuanya ini.

"Iblis! Roh jahat! Serang dengan kekuatan penuh! Marilah kita berbaris ke Gereja Tuhan dan menyerang Baek Bong Nyu! " Beberapa dosin roh jahat masuk tubuh saya dan membuat benjolan dengan bersatu. Dari sana, mereka mulai menyebar ke seluruh tubuh. Mereka terus bersatu menjadi benjolan saat menyebar. Beberapa dari mereka seperti tanduk setan, yang lain berwujud ular, mempunyai bayangan warna berwarna warni dengan mata bersinar dan gigi serta kuku yang tajam dan berpakaian putih. Mereka terus menciptakan rasa sakit dan menyebar ke seluruh tubuh. SEtiap bagian tubuh saya sangat sakit luarbiasa dan mereka juga memutar semua persendian saya. Sekarang saya mengerti bagaimana bapak pendeta mengalami siksaan ini. Saya mencoba berdoa dan bertahan dari serangan sampai akhir tetapi saya jatuh terjerembab. Tim doa terus berdoa sampai jam 5 pagi. Mereka terus berdoa mengusir semua iblis dari saya. Setelah siksaan itu, mereka semua kelelahan dan sangat letih.

Jam 5 pagi, kami masih mampu berdoa. Saya merasa beruntung memiliki beberapa jam untuk berdoa. Iblis-iblis terus menyiksa tubuh saya dan saya ditinggalkan kesakitan. Kemudian saya bertanya kepada Tuhan tentang tubuh saya yang sakit. Kapanpun roh jahat diusir keluar dari seseorang, bekas yang tertinggal adalah konsekuensi fisiknya. Saya melihat mengapa bapak Pendeta masih mengeluh tentang sakit di pundak dan punggungnya. Saya pikir ada sekitar 30 iblis yang masuk tubuh saya.


Lee, Haak Sung: *Lee, Haak Sung menyerang Setan

Selagi berdoa dalam bahasa roh, Yesus tiba dan memanggil saya. "Sam Dol, marilah kit akunjungi neraka." Seketika saya memegang tangan Tuhan, kami sudah terbang kearah neraka dan tiba di tahta setan. Raja iblis itu masih duduk. Dia sangat tinggi dan besar, tingginya mencapai langit-langit neraka. Dia memiliki bawahan yang tak terhitung. Saya mengamati bahwa gunungan alat siksaan berada di samping masing-masing iblis itu. Peralatan penyiksaan itu melingkari tanduk iblis.

Diantara peralatan siksa itu, saya melihat peralatan pertanian juga: garuk, kait baja dan sabit gandum. Ada banyak senapan dan pusau juga sejumlah peralatan lain yang terbuat dari besi baja. Saya terkejut melihat nenek, paman, sepupu dan bibi saya berdiri didepan tahta Setan.

Disamping para keluarga saya ada pohon-pohon bersilang. Para iblis bawahan sangat sibuk menyiapkan keluarga saya untuk digantung di pohon itu. Mereka ketakutan dan wajahnya pucat kebiruan dan histeris. Ketika mereka menyadari bahwa saya ada disana, mereka berteriak. Saat mereka berteriak kepada saya, mereka melirik wajah Setan untuk melihat reaksinya. "Haak Sung! Mengapa engkau kesini lagi? Pergilah! Cepat! Pergi! Tempat ini bukan tempat untuk dikunjungi. Pergi! Cepat, pergilah!" Iblis-iblis berteriak pada keluarga saya. "Kalian semua, apa yang kalian omongkan? Diam!!" Dalam ketakutan, mereka berdiri dan tergoncang.

Tiba-tiba, Setan mulai menyiksa sepupu saya. Saya pikir dia sengaja untuk mencoba menyiksa saya dan melihat reaksi saya. Setan, menggunakan kukunya yang panjang untuk merobek daging dari punggung sepupu saya. Sepupu saya berteriak kesakitan dan terjatuh. Namun, itu tidak memuaskan kemarahan Setan, dia mulai merobek daging kepalanya dan menghancurkan tengkoraknya berkeping-keping. Kepala sepupu saya menjadi debu saat dia berteriak kesakitan. "Selamatkan saya! Tolong! Ahh!" Saya kehilangan kesabaran dan berlari menuju Setan, menendang kakinya tapi dia tidak bergerak. Saya tidak punya harapan, tidak ada cara lain yang dapat saya lakukan karena besarnya ukurannya. Setan sangat kuat dan besar. Saya tidak efektif.

Yesus mengawasi dan mengamati bagaimana saya mengendalikan situasi ini. Saya teringat cerita Joo Eun tentang menyerang Setan. Dia memanjat tubuhnya dan melukainya. Saya merasa harus melakukan sesuatu, saya tidak bisa hanya melihat tanpa berpengharapan. Saya mulai memanjat tubuh Setan dengan menjambak rambut dibadannya. Saya juga menggunakan kuku-kuku saya untuk menusuk tubuhnya dna memanjatnya. Segera saya mencapapi puncak tubuhnya. Karena ukuranya, ketika saya melihat kebawah, saya merasa berada diatas bukit yang tinggi. Saya mulai menggoncang. Ketakutan merayap dalam diri saya dari ketinggian yang luarbiasa.

Sekalipun saya ingin merusakkan Setan, saya tidak bisa karena tidak memiliki senjata. Karenanya, saya berdoa dengan terbuka. "Tuhan! Tolong berikan saya pedang Roh Kudus!” Secepat doa saya, sebuah pedang dari emas pelan-pelan turun dari sorga diatas. Dengan cepat saya meraihnya dna mulai menyerang tempat-tempat dimana sudah terluka oleh jemaat gereja yang lain.

Sebelumnya, saya tidak bisa menyebabkan sakit pada Setan, sekarang saya mampu merusakkannya. "Ahh! Ini menyakitkan! Siapa yang menggangguku? Mengapa kamu terus datang ketempat ini? Beraninya kamu manusia kecil menantangku! Tunggu saja dan aku akan balas dendam!"

Saya terus menusuk di tempat bekas luka tusukan dengan seluruh kekuatan saya. Kemudian mencabut matanya yang terluka dan mulai mengayunkan pada sayap-sayapnya. Sayap-sayap itu sudah rusak dan saya harus berusaha memotongnya. Sekarang, dia tidak akan pernah mampu menggunakan sayap-sayapnya lagi.

Setan melompat dari tempat duduknya dan mulai panik. "Ahh! Apa yang kamu lakukan padaku? Jika ini bukan kamu, ini yang lainnya! Ahhh! Aku kesakitan! Aku akan membalas dendam padamu! Aku tidak akan berhenti sampai balas dendam! Aku tidak akan biarkan kamu lepas dari ini!" Setan menggeretakkan gigi-giginya dan menyala marah. Saya mendorong iblis itu ke jurang yang penuh api. Saat iblis itu jatuh kedalam api, dia menjerit keras kesakitan dan dengan cepat memanjat keluar.

Iblis bawahanya menjadi sangat marah dan berjalan menuju sepupu saya. Mahkluk iblis itu menggunakan pisau mengiris-iris dagingnya dan meletakkannya ke mangkok besar. Sepupu saya tinggal tulang belulangnya saja. Saat saya melihat sepupu saya, saya berteriak dan menangis, say apikir, 'Apakah, sepupu saya menderita karena saya sudah menyerang dan menyiksa Setan?’ kata Yesus, “sam Do, sudah cukup. Mari kita pergi.” Kemudian kami meninggalkan neraka.


Pendeta Kim Yong Doo: *Tunggu waktu Tuhan

Tangan saya terus bergerak dalam banyak gerakan berbeda. Saya kagum dan ingin tahu bagaimana aneka gerakan itu begitu natural. Dengan apapun yang Roh Kudus pimpin, saya tidak memikirkannya dengan otak. Selalu menjadi keterkejutan yang menyenangkan dan beberapa kali saya terkagum-kagum.

Kapanpun saya mulai berdoa, saya bertanya kepada diri sendiri ‘Jenis gerakan apa yang dibuat tangan-tangan saya hari ini?’ Dengan satu cara, saya ingin memegang tangan dan lengan saya bersama-sama dan tidak membiarkannya bergerak. Saya hanya ingin konsentrasi pada doa-doa saya. Ketika saya berada dibawah pengawasan Roh Kudus, suara, lengan dan tangan saya dipimpin oleh KuasaNya dan karenanya saya tidak bisa bertahan.

Terlebih lagi, jika saya bertahan, saya akan merasa seperti menjauhakan dan menolakNya. Karenanya saya harus mentaati Dia. Saya ingin menyelesaikan segalanya secepat mungkin tetapi tampaknya Tuhan bekerja sangat lambat seakan-akan Dia tidak sedang terburu-buru. Seakan-akan Roh Yehova sedang bergerak lembut diatas permukaan air.

Karena Tuhan tidak berada dalam keadaan buru-buru, sayalah yang merasa tersiksa dengan kecepatnnya. Karena saya tidak sabar dan mencari hasil yang cepat dan kuat, mungkin saya tidak mengikuti aturan Tuhan. Saya hidup di dunia yang tiba-tiba berubah. Tanpa perubahan membuat say aberpikir bahwa saya ketinggalan. Saya percaya saya sudah terbiasa dengan gaya hidup modern, karena itulah yang terjadi didalam gereja, khususnya, pengalaman pribadi saya dibawah pimpinan Roh Kudus membuat saya merasa bahwa kemajuannya sangat lambat. Jika saya ingin tinggal dalam kehendak Tuhan, saya harus membuang semua kebiasaan pengalaman pribadi sebelumnya sebagai seorang pendeta.

Tuhan terus meminta saya. Dia ingin saya menjawab jika saya ingin memimpin pelayanan menurut kehendakNya atau memimpin pelayanan menurut pengertian saya sendiri. Dasar dari pengertian saya adalah pendidikan, disiplin dan filosofi yang saya pelajari selama bertahun-tahun. Apakah pelayanan menurut kehendakNya? Apakah pelayanan selama ini sia-sia saja? Apa yang saya lakukan ketika saya melayani? Satu hal yang sangat jelas. Tuhan tidak mengenali pelayanan saya sebelumnya yang saya lakukan dengan begitu percaya diri dan dengan sumpsi bahwa saya sesuai dengan kehendakNya. Saat menyadari bahwa pelayanan yang saya kerjakan tidak dikenal Tuhan, seluruh tubuh saya bergoncang hormat. Tuhan menunjukkan dan mendiagnosa kondisi saya. Bahkan sekalipun saya berada dalam penulis buku pertama, Tuhan memerintahkan untuk menuliskan semua pengalaman jemaat. Yang paling penting, Tuhan meminta saya untuk benar-benat patuh saat saya menulis buku. Kepatuhan dan kesabaran saya akan menghasilkan buku yang otentik.

Ketika saya mendoakan kebangkitan roh, saya merasakan bahwa saya hampir dekat ke sorga. Namun, roh-robh iblis mencoba menghalangi saya. Iblis gelap menyerang saya dengan kekuatan lebih besar. Nyatanya, mereka menggunakan taktik gorilla. Saat doa saya semakin dalam dan saya ditarik dekat ke sorga, roh-roh iblis yang saya kalahkan sebelumnya mulai menyerang jemaat lainnya. Rencana mereka adalah menyerang jemaat gereja dan secara fisik mengganggu mereka supaya doa saya tergganggu. Gangguan itu akan mencegah saya mendapatkan kebangkitan roh. Roh-roh jahat mencoba untuk memblokade dan mematahkan doa-doa saya.

Mereka yang sudah bangkit rohnya melihat Setan dan berkata, "Ketika mata roh Pendeta Kim dibukakan, kita selsari! Serang dengan kekuatan penuh!” Dengan pertolongan Tuhan, serangan Setan menjadi tidak efektif. Mereka membentuk kelompok dan menyerang kedua kalinya. Kali ini, rencana mereka adalah menjatuhkan jemaat ke tanah supaya Pendeta menggunakan waktunya untuk mengusir iblis-iblis dari setiap jemaat setiap kalinya.

Sekali lagi, Sister Baek Bong Nyu dikalahkan oleh roh-roh jahat dan beberapa kelompok itu memasuki tubuhnya. Dia diserang tengah malam dan perang kami berakhir sampai jam 5 pagi. Hasil dari serangan sebelumnya adalah tubuh saya sudah menjadi subyek yang terus menerus dan luka yang meningkat. Variasi sakit dan nyeri di tubuh saya membuat saya berbaring sepanjang hari.


*Perang antara malaikat penjaga dan roh-roh jahat

Kami berperang dan mengusir roh-roh jahat hampir sepanjang malam. Kami memiliki waktu doa dari jam 5 pagi sampai jam 9.30 pagi. Perang dengan musuh kami hampir menghabiskan waktu doa kami. Saya diantar oleh jemaat saya setelah doa. Ketika tiba di rumah, sudah jam 9 pagi. Ketika masuk rumah, anak perempuan yang berteriak terkejut, "Ayah! Pendeta! Para malaikat dan roh-roh jahat sedang berperang di kamar tidur utama!" Dengan terkejut, saya menjawab, "Apa? Marilah kita pergi dan membantu para malaikat dengan doa-doa kita!" Isteri saya dan Yosep juga turut bergabung saat kami mulai doa kedua kami di rumah.

Ketika Yosep dan Joo Equn berdoa, mereka menyaksikan peristiwa itu dengan mata roh. Mereka menyatakan bahwa roh-roh kegelapan itu datang berkelompok. Sekalipun mata roh Yosep belum dibuka sepenuhnya, dia mampu berperang dan memburu roh-roh itu dengan bantuan Joo Eun. “Roh-roh jahat tidak akan pernah membiarkan kita istirahat!" Saya terus berdoa dalam bahsa roh tetapi saya sadar bahwa saya dibatasi dengan kemampuan saya memburu mereka semua.

Kami semua kelelahan dan jengkel karena serangan mereka yang terus menerus. Kami menggunakan Api Kudus dan mengalahkan roh-roh jahat itu. Semuanya musnah dan terbakar. Dengan selesainya pertempuran, akhirnya kami memiliki kesempatan untuk makan pagi. Namun, itu sudah waktunya makan siang. Kata Joo Eun, “Yah, 4 malaikat itu melindungi kita!” Saya menanyakan padanya, “Joo Eun, apakah kau pikir kamu dapat berbincang-bincang dengan malaikat?” Dia menjawab, “Yah! Kami sudah berbincang-bincang.” Jadi saya meminta Joo eun untuk mengatakan kepada para malaikat itu bahwa mereka melakukan luarbiasa hari ini. Joo Eun mulai bertanya kepada para malaikat itu tentang mereka. Kemudian Tuhan menampakkan diri dan percakapan kami terus.


Kim Joo Eun: *Sayap para malaikat dan artinya

"Yesus! Ada 4 malaikat didalam rumah saya. Siapakah mereka? Mengapa mereka disini?”

Jesus: "Mereka adalah 4 malaikat penjaga yang akan melindungi keluargamu. Mereka dikirim oleh Allah Bapa dan melindungi setiap kalian.”

Kim Joo Eun: "Tapi Yesus, bagaimana bisa para malaikat ini melindung, ibu, kakak dan saya hanya memiliki satu sayap dan tidak dua? Mengapakah malaikat penjaga pendeta mempunyai dua sayap?”

Jesus: "Pendeta menghabiskan banyak waktu berdoa untuk jemaat gereja. Terlebih lagi, Pendeta mempunyai tingkat pelayan tertinggi bagi Tuhan. Para pendeta harus bekerja dengan rajin bagi Tuhan. Hasilnya, mereka dilindungi oleh malaikat dengan tingkatan yang lebih tinggi. Para malaikat dengan dua sayap melebih rangking lebih tinggi dan lebih berkuasa dari yang bersayap satu. Para pendeta yang memimpin pelayanan mereka dengan kemampuan besar dilindungi oleh para malaikat yang bersayap tiga. Mereka ini malaikat dengan rangking lebih tinggi dan lebih berkuasa lagi.

Kim Joo Eun: "Yesus, ketika masuk rumah beberapa menit yang lalu, saya menyaksikan pertarungan antara roh jahat dengan malaikat. Bagaimana reaksi malaikat itu ketika ibu dan ayah bertengkar? Atau ketika saya dan kakak bertengkar? Nyatanya, kami sering bertengkar.”

Para Malaikat: (Ketika mereka mendengarkan perbincangan kami, mereka mulai turut campur). Orang Kudus Joo Eun, jangan bertengkar atau berdebat. Kapanpun orang kudus berdebar atau bertengkar satu sama lain, upah mereka langsung menurun dramatis. Tolong jangan bertengkar lagi. Tolong!”

Kim Joo Eun: Tuhan, beberapa kali kami merasakan beban berat dalam tubuh selagi tidur. Mengapa ini terjadi? Apakah itu selama kami tidur?”


*Kelumpuhan dalam tidur

Jesus: "Itu biasanya terjadi ketika roh iblis menghimpit tubuh orang. Itu terjadi ketika malaikat penjaga dikalahkan. Namun, ini tidak bisa terjadi kalau para malaikat mengalahkan iblis. Sekali waktu, ada roh jahat dengan pangkat lebih tinggi mencoba masuk ke tubuh orang dan mungkin mengalahkan malaikat penjaganya. Ketika orang menerimaKu sebaai Tuhan dan Juru Selamat dan percaya dengans egenap hatin mereka, malaikat penjaga ini langsung dikirim. Malaikat penjaga ini dikirim untuk melindungi orang itu sepanjang hidupnya. Orang-orang yang percaya memiliki malaikat penjaga yang melindungi mereka. Sedangkan orang-orang yang tidak percaya mempunyai roh-roh jahat yang mengganggu mereka. Sepanjang tahun, orang-orang tidak percaya dihimpit atau mungkin dilepaskan selama tidur mereka. Semuanya tergantung dari kondisi roh-roh jahat itu. Anak-anakKu menjadi tidak mudah diserang kalau mereka berdosa beberapa kali dan ketika iman mereka melemah. Mereka menjadi mudah diserang saat tidur. Ketika roh jahat berpangkat lebih tinggi lebih berkuasa dari malaikat penjaga, orang yang menjadi sasaran itu akan dihimpit badannya. Secara umum, seseorang tidak mampu melihat pertarungan antara malaikat dan iblis. Namun, hidupmu aman karena malaikat penjagamu mampu mengalahkan iblis. Ingatlah selalu hal itu!"

Kim Joo Eun: "Yesus, apa yang terjadi pada para malaikat penjaga ketika orang mundur atau kembali ke dunia? Ada banyak orang seperti itu.

Jesus: "Ketika seseorang setia namun akhirnya mundur, para malaikat itu kembali ke sorga dan harus berdiri didepan Tuhan. Mereka harus berdiri didepan Tuhan untuk dimarahi. Malaikat penjaga itu akan dilepaska kembali ke tugas aslinya. Jika orang yang mundur itu bertobat, para malaikat penjaga itu dikirim kembali dan akan melindungi seperti sebelumnya. Para malaikat penjaga itu disana untuk melindungi dan membantu tetapi ini biasanya tergantung pilihan manusia. Posisi tingat malaikat akan naik tergantung pekerjaan-pekerjaan manusia.

Kim Joo Eun: "Berapa banyak pasang sayap yang dapat dipunyai malaikat?”

Jesus: " Maksimalnya tiga. Terlebih , ada beberapa malaikat yang tidak memiliki sayap. Jumlah sayap dan ukurannya memancarkan posisi dan tingkatannya. Sayap-sayap mereka dapat tumbuh dari badan mereka. Dalam hal-hal khusus, Aku tempat sayap-sayap itu sendiri pada malaikat.

Kim Joo Eun: "Yesus, saat saya berbicara dengan mereka, mereka tampak sangat bahagia!"

Jesus: "Benar. Mereka senang mendengarkan pembicaraan roh kita. Dan mereka akan cepat sedih ketika mendengar pembicaraan tentang dunia."

Kim Joo Eun: "Yesus, saya melihat 4 malaikat yang menari saat kita membicarakan mereka. Wowo! Seperti tarian Roh Kudus ibu saya. Malaikat! Pendeta sedang mencatat dan menggambarkan penampilanmu dan pembicaraan. Bapak pendekat akan menuliskan sebuah buku.

Para malaikat: " Wow! Benarkah? Cerita kami akan dituliskan dalam buku?”

Kim Joo Eun: "Ya, tentu saja!"

Jesus: Para malaikat itu sangat senak dan terus menari lagi dengan impresif. Mereka ingin terus berbicara tetapi Tuhan mengintervensi) “Muka bintik! Seharusnya kamu berbincang-bioncang denganKu. Mengapa kamu mencoba berbicara dengan para malaikat itu?”

Angels:(Saat Tuhan berbicara, mereka menundukkan kepala dan dengan sopan mundur kebelakang).

Kim Joo Eun: Yesus, apa yang terjadi ketika seseorang mati? Berapa banyak malaikat yang datang dan menjemput orang itu?"

Jesus: "Untuk orang-orang yang percaya, para malaikat mereka dan satu malaikat lainnya akan mengantar orang itu ke sorga. Sedangkan jika orang yang tidak percaya mati, sebuah mahkluk dari neraka akan tiba untuk menjemputnya ke neraka."

Kim Joo Eun: Yesus, saya ingin mengunjungi rumah saya di sorga."

Jesus:" Kamu harus datang dan mengunjungi rumahmu di sorga! Namun, jika kamu ingin melihatnya, kamu harus tekun berdoa. Jangan puas dengan doamu. Inilah mengapa Aku tidak mudah mengijinkanmu mengunjungi sorga. Jika Aku mewujudkan keinginanmu, mungkin engkau akan menjadi malas dan puas dengan doa-doamu."

Kim Joo Eun: "Yesus, Maafkan jika saya begitu banyak bertanya. Saya sangat ingin tahu apakah para malaikat menangis. Ketika kami pergi ke sorga, apakah anggota keluarga kami bisa melihat satu sama lain? Apakah orang-orang kudus berdebat dan bertengkar di sorga?”

Jesus: "Muka bintik, Mengapa engkau begitu ingin tahu akan banyak hal? SEtelah Aku memberikanmu karunia nubuat, engkau sekarang terus mendesakKu bagaimanapun. Hahaha. Baiklah, ayo tanyakan lebih banyak pertanyaan, satu demi satu. Para malaikat dapat mengekspresikan kesediahan mereka dengan ekspresi wajah. Mereka tidak mampu menangis atau berurai air mata. Hanya Malaikat Tertinggi Michael dan Gabriel dan Aku yang mampu menangis dengan air mata. Anggota keluarga sangat bersukacita bertemu dan melihat satu sama lain di sorga. Namun, mereka tidak bisa bertemu sepanjang waktu, hanya kejadian-kejadian khusus. Tetapi mereka dapat bertemu pada saat kebaktian di gereja sorga. Sorga adalah tempat tanpa cela dan noda. Itu adalah tempat yang sempurna! Allah Bapa menyediakan dan mengatur segala sesuatunya sendiri. Inilah mengapa sorga adalah tempat yang sempurna. Tidak ada alsan untuk berdebat atau bertengkar. Tidak sama sekali. Hal itu terjadi karena manusia adalah mahkluk berdosa. Sifat dosa dapat mencemaskan dan menguatirkan. Itu adalah 2 alasan utama mengapa orang berdebat dan bertengkar. Para malaikat tidak pernah bertengkar. Tidak pernah terjadi. Jika pernah terjadi, mereka akan diusir dari sorga tanpa kesempatan atau pertobatan. Tanpa ampun mereka akan diusir ke neraka. Jiwa-jiwa yang selamat tidak berdebat atau bertengkar. Sangatlah tidak mungkin di sorga. Jika pernah terjadi, mereka akan diusir ke neraka karena mereka dibawah kasih karunia Tuhan. Mereka akan hidup bahagia dan bersukacita.


==== DAY 28 ==== (Ibr 4:12-16)

Pendeta Kim Yong Doo: *Serangan iblis dengan kekuatan penuh


Hari-hari berlalu selama 30 hari reli doa, peperangan dengan iblis semakin meningkat. Kapanpun domba-domba kecil berdoa dibawah cuaca sulit, hati saya merasakan belas kasih atas mereka dan tidak bisa menolong hanya menangis saya. Kami lelah fisik dan roh dari penyerangan roh-roh jahat.

Peperangan terjadi maju dan mundur. Beberapa kali kami jatuh dan beberapa kali iblis yang terjatuh. Rutinitas ini terjadi berulang-ulang.

Sekalipun peperangan meningkat, kami tidak pernah berhenti menangis kepada Tuhan selama pepeangan. Dengan sungguh-sungguh kami menjerit kepada Tuhan. Kami berkumpul jam 9 malam. Sebelum kebaktian, kami bernyanyi dan memuji Tuhan. Saat menyembah, sister Baek Bong Nyu diserang. Dialah yang pertama kali menghadapi iblis. Selama serangan itu, dia terjatuh. Dan roh-roh iblis itu mulai memasuki tubuh Sister Baek Bong Nyu. Mereka tidak tampak, saya tidak bisa melihat wujud atau figurnya dengan mata saya. Serangan itu tiba-tiba dan kami tidak bersiap-siap untuk menghadapi iblis.

Sebagai manusia, saya merasa skeptic akan panggilan menjadi Pendeta. Saya pikir, “Saya harus berjalan dalam kegelapan roh. Mengapa saya tidak bisa mencegah serangan roh itu? Mengapa saya menghapi kenyataan ini?” Para jemaat jatuh, berguling-guling di lantai dan menjerit kesakitan. Saya merasa tidak punya harapan dan membantu mereka. Tiba-tiba, isteri saya tidak bisa bergerak, kaki-kakinya lumpuh. Anak laki-laki say aYosep diserang dan mulai mengalami migraine hebat. Anak perempuan saya, Joo Eun, mejadi korban dengan lengannya yang patah. Yoo Kyung dan Haak Sung terjatuh dilantai menjadi korban iblis.

Jika saya mengusir iblis itu dari satu orang, maka mereka akan pindah ke orang lainnya lagi. Anggota kami menjadi tersiksa. Sebagai Pendeta, saya merasa tidak mampu. Saya merasa saya tidak terlalu rohani. Saya tidak mampu memuaskan dahaga roh para jemaat. Sampai saat ini, saya tidak menyadari betapa saya tidak mampu sebagai Pendeta. PEperangan hari ini jelas menunjukkan kelemahan rohani saya. Saya merasa buruk dan tertekan.

Selama tiga hari, kami berperang melawan iblis. Hasilnya, saya tidak mampu tidur lelap. Tidak perduli dimanapun saya berada baik di gereja ataupun di rumah. Roh-roh itu tidak membiarkan saya istirahat. Peperangan dari tadi malam sangat melelahkan kami dan peperangan itu berlanjut sampai pukul 8 pagi dan itu adalah hari Minggu. Sekalipun saya diperlengkapi iman dan kemampuan rohani, saya tidak efektif.

Kareanaya, saya tidak mempunyai pilihan kecuali mencari pertolongan Tuhan. Saya meminta Tuhan tetapi Dia menuntut bahwa saya harus bertarung dengan iman saya sampai akhir. Semakin dekatnya kebaktian hari Minggu, say amenjadi tidak sabar dan mendesak Tuhan. “Yesus! Tolong saya! Saya memintaMu! Tolong turut campur atau kirimkan Malaikat Tertinggi Michael untuk menolong. Tolong cepat! Tidak perduli siapa yang akan membantu kami." Saat saya meminta, Yosep, Joo Eun dan Haak Sung turut serta memanggil bantuan. Kami semua menangis. Tubuh kami basah kuyup oleh keringat. Segera setelahnya, banyak malaikat datang dari sorga dan mereka berdiri didepan kami.


*Bantuan dari Malaikat Tertinggi Michael

Tampaknya seakan-akan beberapa ratus atau beberapa ribu malaikat tiba. Mereka terus berdatangan dan berkumpul mengitari kami. Kami melingkari mereka. Para malaikat mulai melindungi dan menutupi kami dengan lapisan sinar. Roh-roh jahat mencoba menyerang. Dalam waktu singkat, saya melihat sinar luarbiasa turun dari sorga. Malaikat Tertinggi Michael mendekati kami. Dia menunggangi kuda putih, seekor kuda bersayap, dan mengayunkan pedang yang bersinar. Saat dia datang dan sekali tebasan, dia memenggal beberapa iblis.

Iblis yang tersisa menjadi bingung dan mulai berserakan didepan Malaikat Tertinggi Michael. Michael berkuda dekat dan mengitari para anggota gereja dan dia menyerang roh-roh jahat dan memenggal mereka. Saat mereka dipenggal, asap gelap keluar dari tubuh mereka dan kemudian mereka lenyap.

Para malaikat menebarkan sayap-sayap mereka untuk membentuk taktik pertahanan melindungi kami. Michael terus berkuda dan menyerang iblis dengan pedangnya. Iblis-iblis itu menjerit dan lari kebingungan. Merupakan kekacauan bagi mereka. Kemudian Yesus menampakkan diri dan mengawasi keadaan ini.


Lee Haak Sung: *Membakar iblis dengan Api Kudus

Beberapa kelompok iblis masuk tubuh ibu saya. Doa kami dipersingkat saat kami dibantu dan mengusir iblis keluar darinya. Sekalipun situasinya seperti kacau dan ibu saya tersiksa, bapka Pendeta tetap tenang dan terus memimpin ibadah dengan efektif. Kata-kata Pendeta digabung dan dikuatkan dengan kuasa Tuhan. Hasilnya, ketika persekutuan kami mulai, kehadiran Roh Kduus begitu berkuasa.

Hari ini sangat dingin lebih dari biasanya. Hasilnya, situasi hati saya tidak bagus dan kepala saya penuh dengan pikiran pesimis. Namun saat saya mulai berdia, api kuasa Roh Kudus memenuhi hati saya. Api itu bergerak melingkat. Saya menyaksian banyak malaikat tiba dari sorga. Mereka masuk melewati pintu salib di altar. Roh-roh jahat yang masih ada didalam tubuh ibu saya dan menyiksanya. Rasa sakitnya akan membuat ibu saya terguling-guling di lantai. Ibu saya tidak berpengharapan, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat siksaan itu berhenti. Dia terus menerus menangis dan menjerit. Semua anggota gereja menghadapi perang mengusir iblis itu. Peperangan itu berlangsung sampai pagi. Syukur, dengan pertolongan Malaikat Tertinggi Michael, kami mengalahkan roh-roh jahat dan mampu menyelesaikan ibadah hari itu.

Ketika Malaikat Tertinggi Michael dan Yesus kembali ke sorga, kami mampu berdoa secara pribadi. Saat berdoa dalam bahasa roh, saya melihat sekelompok bayangan gelap merayap dari sudut ruangan. Dalam waktu singkat, iblis berwujud dinosaurus muncul dan mulai mengejar saya, dengan kepalanya terbelah sampai saya dapat melihat benda merah bergerak didalam kepalanya. Ketika melihat itu, seperti jiwa saya meninggalkan tubuh. Dalam saat lemah, saya diserang iblis. Saya sangat terkejut dan memanggil Tuhan. "Yesus! Tolong saya! Mari cepat dan selamatkan saya!" Seketika Tuhan datang dan meraih ekor dinosaurus serta melemparkannya. Iblis itu lari menjerit.

SEtelah itu, sekelompok bayangan gelap menarik rompi saya. Saya mencoba melepaskannya tetapi saya tidak mampu dan doa saya terganggu. Ketika saya sadar bahwa saya bisa mengalahkan mereka dengan kekuatan saya sendiri, saya meneriakan kuasa Roh Kudus. Saya mulai berteriak, “Api Kudus! Api Kudus!” Tiba-tiba nyala api ditarik keluar dari tubuh saya dan melenyapkan iblis-iblis itu.

Saat mulai berdoa dalam bahasa roh, saya mulai mendengar sebuah lagu. " ". Saya menari dan bedoa dalam irama lagu. Saya melihat ada iblis bertopeng besi mendekat. Saya terus berdoa dan tangan-tangan saya terus bergerak seirama lagu. Roh bertopeng besi itu semakin dekat dan saya melepaskan topengnya. Saat saya melepaskannya, ribuan serangga muncul. Saya menghancurkannya dengan Api Kudus. Setelah itu Tuhan tiba dan memberikan saya sebuah permen dari sorga. Permen itu sangat manis dan lezat. Namun saya memakannya dengan cepat dan mulai batuk.


Lee Yoo Kyung: *Yoo Kyung sekali lagi menyaksikan keluarganya disiksa di neraka

Saat Yesus menggandeng tangan saya, Dia meminta, "Yoo Kyung, apakah kau mau mengunjungi sorga?" Mendengar pertanyaan itu, seketika hati saya dipenuhi sukacita. Kami terbang melintasi udara. Kami melewati ruang angkasa dan galaksi bima sakti dan kami terus terbang. Kami terbang melewati terowongan gelap dan menuju ke jalan yang sebelah kiri. Jalan kiri itu menuju neraka. Sorga adalah jalan kecil yang berada disebelah kanan.

Yesus tahu kalau Dia meminta saya untuk mengunjungi neraka, saya akan menolak. Saya pikir pertanyaanNya retoris.

Saya senang mengunjungi sorga. Kapanpun saya memiliki kesempatan mengunjungi sorgam saya sangat menikmatinya. Seandainya saya dapat terus tinggal disana sampai selamanya. Tetapi neraka sungguh mengerikan dan tempat yang menakutkan. Tempat yang tidak ingin saya kunjungi ataupun pikirkan. Ketika Tuhan meminta saya jika saya ingin mengunjungi sorga, saya merasa terjebak. Kapanpun saya mengunjungi neraka, saya tidak bisa tidur. Tubuh saya bereaksi dan membangkitkan sisa kesakitan di neraka.

Saat sedang berpikir, saya melihat keluarga saya ditarik-tarik. Mereka dipaksa berdiri berbaris dimana mahkluk iblis besar menunggu. Mahkluk itu begitu besar sampai tingginya menyentuh puncak neraka. Ada banyak pohon berbentuk salib berdiri didepannya.

Iblis-iblis lainnya bersiap-siap untuk menyalibkan keluarga saya. Mahkluk besar muncul menjadi raja. Setiap kali dia memberi perintah, bawahan dan keluarga saya gemetar ketakutan. Ukuran iblis yang sangat besar itu dengan suaranya yang menggelegar dan wujudnya menakutkan saya. Saya menangis.

Dengan ketakutan, tangis saya meledak. Dengan ekspresi perduli, nenek saya menghapus airmata saya. Saya tidak pernah diijinkan memegang tangan siapapun di neraka, tetapi kali ini, nenek saya diijinkan mendekat dan mengusap airmata saya. Saat dia mengusapnya, saya merasakan tangannya yang dingin seperti es. “Yoo Kyung! Mengapa kamu kesini lagi? Ini bukan tempat baik yang dikunjungi. Pergilah sekarang!” Saat dia berbicara, dia menangis bersama saya.

Yesus menarik saya mendekat kesisiNya dan memberikan satu buah berwana merah. Dia meminta saya memakannya dan berhenti menangis. Tuhan membawakannya dari sorga. Saat makan buah-buah sroga, nenek menatap saya. Kata Tuhan, “Yoo Kyung, bagaimana rasanya setelah disentuh nenekmu?” Saya menjawab, “Tuhan, tangan nenek sangat dingin, sepertinya dia kedinginan dan gemetaran."

Ketika nenek saya menangis, dia menundukkan kepalanya didepan Tuhan dan berkata, “Yesus sayangku! Terimakasih sudah membawa cucu saya, Yoo Kyung.” Paman saya yang berdiri disebelah nenek bertanya, “Yoo Kyung, dimanakah ibumu?” Jawab saya, “Ibu kesakitan. Dia tidak bisa berdoa, dia harus berbaring di gereja.” Tanya paman, “Benarkah? Aku harap dia sehat dan baik-baik saja…” Dia mencemaskan ibu saya. Kemudian saya melihat kakek dan sepupu saya berdiri disebelahnya. Saya tidak tahu jenis penyiksaan apa yang dialami kakek sebelum dia ketempat ini tetapi kulit tubuh dan wajahnya terobek.

Dengan wajah terganggu, paman dan sepupu saya menyatakan keprihatinannya. “Yoo Kyung, apa tujuanmu datang kesini? Keluarlah dari tempat ini sekarang!” Ketika nenek menangis, sekali lagi dia berbicara. “Yoo Kyung, aku juga ingin meninggalkan tempat ini. Karena engkau bersama Yesus, tolong minta Tuhan membawa saya keluar dari tempat ini. Neraka adalah tempat penyiksaan dan sakit yang tak tertahankan. Merupakan tempat yang menakutkan. Tolong saya keluar dari tempat ini.”

Saat melihat nenek menangis dan membujuk, saya meminta Tuhan. “Yesus, tolong keluarkan dia dari tempat ini! Saya merasa sedih!” saya menjerit kepada Allah Bapa. “Allah Tritunggal. Tolong!” Jawab Yesus, “Yoo Kyung, sudah terlambat. Marilah kita pergi sekarang, hari ini sudah cukup”. Dia meraih tangan saya dan sesaat saja, saya mendengar jeritan sangat keras sepupu saya. “Yoo Kyung! Tolong saya! Tolong! Selamatkan saya!” Saat dia berteriak, ular berwarna merah biru dan kuning meliliti kaki-kakinya. Ular-ulat itu merayap sampai ke kepalanya.

Sepupu saya terus menjerit dan berteriak, “Yoo Kyung! Ketika kembali ke bumi, injili semua keluarga kita dan katakan mereka untuk percaya Yesus. Katakan kepada mereka untuk rajin ke gereka! Katakan untuk tidak datang ketempat ini apapun juga! Apakah kamu mengerti?” Saat dia berteriak, iblis dengan tanduk tajam berlari kearahnya dan berkata, “Apa yang kamu katakana?” Dia terlihat sangat gusar. Iblis itu kemudian menusuk dada nenek dengan tanduknya. Kemudian nenek terjatuh ke tanah dan menjerit.

Dengan histeris saya berteriak, "nenek, nenek! Iblis, aku tidak akan lepaskan kamu karena hal ini! Jangan sentuh nenekku!" Saat saya berteriak, saya sadar bahwa saya sudah berada di gereja dan sedang berdoa. Yesus menepuk kepala saya, berbicara dan menghibur saat saya menangis dan berdoa.


Sister Baek Bong Nyu: *Malaikat Tertinggi Michael menunggangi kuda putih

Selama persekutuan, beberapa iblis berbaris dan masuk ke tubuh saya. Mereka melumpuhkan tangan kiri saya. Saya tidak membedakan penampilan mereka. Mereka terus masuk kedalam tubuh saya. Saya kesakitan luarbiasa dan berguling-guling dilantai. Bapak Pendeta dan IbuKang Hyun Ja melihat gangguan ini dan menghentikan doa mereka membantu saya. Jemaat lainnya juga menolong. Mereka semua mulai mengusir iblis keluar dari tubuh saya dan itu sulit. Cukup lama kami berperang.

Perang melawan iblis terus berlanjut sampai malam. Mereka bertahan didalam tubuh saya dan tidak mudah diusir keluar. Pendeta dan isterinya mengusir semua iblis satu demi satu. Mereka berdoa sepanjang malam dan ada banyak iblis didalam tubuh saya. Iblis-iblis itu menyiksa saya sepanjang malam. Tubuh saya memutar kesegala jurusan. Kelompok kami bisa mengusir semua iblis keluar pada dini hari. Ketika masuk ke tubuh saya, saya tidak mampu melihat bentuk atau wujudnya, namun saat diusir keluar satu demi satu, saya dapat melihat bentuknya dengan jelas.

Saya melihat banyak jenis ular berbeda-beda, besar dan kecil. Saya juga melihat serangga-serangga yang terlihat seperti sangat aneh dan menjijikkan. Ada lagi iblis yang berwujud seperti gadis muda dan yang lainnya bertanduk. Semuanya itu diusir satu demi satu. Setelah bebas, saya merasa bebas dan merdeka. Tubuh saya sakit dan sulit untuk bergerak. Saya harus berdoa sambil berbaring. Kemudian Tuhan datang dengan sekelompok malaikat. Roh Kudus turun juga dan memberikan saya api kudus. Sebuah bola masuk dalam hati saya.

Ketika bola api itu masuk dalam hati, tubuh saya menjadi sangat panas sampai tak tertanggungkan. Saya gemetar dari kedinginan tetapi setelah menerima Api Kudus, saya menjadi sangat panas. Tiba-tiba say ameledak dan berdoa dalam bahasa roh dengan kuat saat panas api menyala. Kata Yesus, "Bong Nyu, Aku tahu harimu sulit. Karenanya, aku tidak ingin membawamu ke neraka hari ini. Engkau masih berdoa juga sekalipun tubuhmu sakit. Marilah kita pergi. Aku ingin meringankan sakitmu.” Kemudian Tuhan memegang tangan saya saat kami terbang ke sorga.

Tuhan membawa saya ke sorga. Kami mengunjungi lautan, gunung yang putih seperti salju dan terus menunjukkan sekeliling. “TAnganmu sedingin es. Kamu pasti kesakitan. Ini pekerjaan iblis!” Tuhan memegang tangan saya dan sesaat kemudian saya melihat asap hitam berwujud ular keluar dari tangan saya. Asap itu lenyap. Setelah tangan Tuhan yang hangat menyentuh, tangan saya menjadi hangat. Kata Tuhan dengan lembut, “Bong Nyu, tubuh fisikmu sangat lemah dan lelah. Berbaringlah dan beristirahatlah disini. Hari ini kau melakukan pekerjaan dengan bagus.”

Setelah beristirahat lama di sorga, saya merasa pulih. Saya berjalan-jalan dengan para malaikat dan itu waktu yang indah. Saya kembali ke gereja dan melihat Malaikat Tertinggi Michael sedang memburu iblis. Dia mengendarai kuda putih dan berkuda diantara jemaat-jemaat yang berdoa. Karena Pendeta sudah mengusir keluar semua iblis dari dalam tubuh saya, dia tidak memiliki kesempatan untuk berdoa sepanjang malam. Karenaya, dia bersiap-siap untuk berdoa di pagi hari. Saya melihat sekitar 50 iblis mengelilingi Pendeta. Mereka menunggu kesempatan utnuk menyerang bapak pendeta. Malaikat Tertinggi Michael mendekat ke Pendeta dan berteriak, "Kalian semua iblis najis! Beraninya kamu datang dan bergabung disini." Kemudian dia mengayunkan pedangnya yang bersinar yang tampak seperti sinar emas. Malaikat Tertinggi Michael mengayungkan pedangnya dan memenggal iblis-iblis yang ada didekat Pendeta. Semuanya menjadi abu. Saya melihat asap keluar dari abu saat iblis lari dari neraka.  Kejadian itu sangat jelas. Saat saya membandingkan Joo Eun dengan remaja lain, saya melihat sangat cemerlang, ekspresif dan selalu bersukacita.

Keluarga bapak pendeta mengalami kesulitan keuangan. Sekalipun mereka hidup dalam kemiskinan, anak-anaknya didisiplinkan dan diasuh dengan baik. Mereka tidak pernah mengeluh akan situasi ini. Jemaat kami adalah mereka yang tertolak dari gereja lain. Mereka tinggal disini dan menjadi stabil dengan iman mereka.

Yesus kembali ke gereja dan membangunkan Joo Eun yang tertidur selama doa panjang. Saat mengamati Tuhan, saya berurai airmata saat saya melihat Joo Eun tidak menanggapi. Saya merasa kasihan pada Joo Eun, dia sangat lelah. Kata Tuhan, “Joo Eun! Muka bintik. Ini Aku Tuhan. Aku datang untuk membawamu ke sorga. Bangun Joo Eun. SayangKu Joo Eun! Aku datang untuk menunjukkan banyak tempat di sorga. Joo Eun! Angkatlah kepalamu.” Tuhan mencoba membujuknya.

Joo Eun pasti sangat lelah, sampai dia tidak menanggapi Tuhan. Tuhan menghela nafas, “MAafkan. Karena doamu yang tekun, Aku ingin menunjukkanmu sekeliling sorga hari ini. Maaf.” Dengan lembut dia mengusap punggungnya dan pergi.

Sekelompok iblis diusir oleh Malaikat Tertinggi Micahel kembali memasuki Ny. Kang Hyun Ja. Mereka berjumlah 50 dan bergabung mengelilinginya. Mereka menunggu kesempatan untuk masuk. Untukngnya, Malaikat Tertinggi Michael mendekat dan berterika. “Tidakkah kamu belajr?” Michael mengayunkan pedangnya sekali dan kepala mereka semua putus. Mereka lenyap menjadi abu.

Ketika Bapak Pendeta, isterinya dan diakones Shin terus berdoa, sekelompok malaikat muncul dan membungkus mereka dengan sayap sebagai perisai pelindung. Malaikat Tertinggi Michael terus berperang melawan iblis-iblis dan melenyapkan mereka dengan pedang emasnya.


==== DAY 29 ==== (2 Corinthians: 6:1-2) *Keinginan Yosep


Tinggal satu hari reli doa berakhir dan roh saya belum bangkit. Saya merasa berat dan terganggu. Airmata mulai mengalir turun. Sebelumnya, ketika kelompok kami sudah selesai berdoa, saya akan mendengarkan kesaksian-kesaksian mereka tentang kebangkitan roh, saya merasa iri. Tuhan masih diam dan saya tidak mendengar apapun dari Tuhan, Joo eun dan jemaat lain menjelaskan alasan mengapa saya tidak mengalami kebangkitan. Mereka menjelaskan bahwa saya sedang dipanggil untuk menjadi pendeta untuk melayani. Karenanya, saya harus berdoa sampai Tuhan puas. Saya tidak tahu mengapa para pendeta harus berdoa lebih lama dan lebih kuat. Ayah saya, Pendeta Kim juga belum terbuka rohnya. Saya pikir mungkin hatinya putus asa. Namun, Pendeta tidak mengungkapkan kekecewaannya tetapi menghibur saya dengan kata-kata semangat. “Mari kita berdoa dan bersabar.”

Selama doa saya, saya meledak dalam tangis pertobatan. Saya menjerit sesaat, "Tuhan! Tolong bukakan mata roh saya! Tunjukkanlah sesuatu, Tolong?” Saat berbahasa roh, saya melihat sinar biru keluar dari kegelapan. Kemudian lenyap. Saya berdoa dan berharap melihat sinar biru itu lagi. Hati saya sangat menginginkannya. Namun, saya tidak melihat sinar biru itu lagi, sayang kecewa tetapi tidak marah.


Diakones Shin Sung Kyung: *Transformasi Diakones Shin, Sung Kyung and Jung Min

Walau saya sudah bertobat dengan airmata cukup lama, saya masih belum melihat visi apapun. Saat teringat malam kami berdoa, saya melihatnya sebagai mujizat. Tanpa pertolongan Tuhan, itu mustahil. Komitmen doa saya adalah hasil dari kasih karunia Tuhan. Saat saya mendengarkan kesaksian-kesaksian anggota yang lain tentang kebangkitan roh dan pengalaman mereka mengunjungi sorga dan neraka, saya merasa malu dan mempertanyakan iman saya. Iman saya hanya tampaknya. Saya mencoba menjaganya dari yang lain. Baru-baru ini saya mengakui dosa-dosanya dalam air mata pertobatan.

Suami saya mengawasi anak laki-laki kami, Jung Min. Sikapnya benar-benar berubah. Jug Min sudah mengunjungi neraka sebelum saya. Anak saya ini memandang saya dan berkata, “Bu, kau harus mengunjungi neraka dan mengalaminya.” Say aharus menghibur diri saya sendiri ketika saya terkejut dengan kata-katanya.

Anak laki-laki saya Jung Min adalah anak tunggal dan siap masuk sekolah dasar. Dia kecanduan game di internet dan menonton kartun. Namun, setelah mengalami nyala api Roh Kudus, dia lahir baru dan menerima karunia roh. Dia tidak melihat televisi dan bermain game hampir selama satu bulan. Sekarang dia mendedikasikan dirinya untuk berdoa, dia dapat mudah berdoa selama 3 jam dengan tangan terangkat ke udara. Ambisinya sekarang adalah menjadi pendeta. Dia membaca dan mempelajari Alkitab setiap hari. Saya berharap untuk melihat bagaimana dia berubah.


Lee Haak Sung: *Tuhan menderita di kayu salib

Selagi berdoa, 3 iblis muncul bersamaan. Salah sautnya telrihat sangat kuat. Roh yang kuat itu mempunyai tubuh yang berotot dan sangat besar, juga memiliki 3 kepala. Roh itu berlarian disamping saya untuk mengganggu dan membingungkan saya. Saya berlari mengejarnya dan meraih kakinya. Saat saya dapat menangkapnya, saya memutarnya. Tiba-tiba api Roh Kudus keluar dari tangan saya dan masuk kedalam iblis itu. Seketika dia menjadi abu. Kemudian saya melihat benda hitan bersembunyi di belakang diakones Shin. Saya melawan benda itu sama seperti melawan roh berotot. Kemudian, iblis lain berwujud dinosaurus muncul. Tengkoraknya terbelah. Tanpa ampun, saya menangkap dan mengayunkannya beberapa kali. Dia hancur berkeping-keping. Dari tubuh yang hancur, banyak serangga najis, dan menjijikkan merayap keluar dan menjadi ribuan. Saya berteriak keras, “Api Roh Kudus!” Api keluar dari tubuh saya. Bola api itu menghancurkan dan membakar iblis-iblis dan ribuan serangga.

Setelah mengalahkan iblis, Tuhan menampakkan diri. Saat melihatNya, airmata saya tercurah. Saya membujuk Yesus. “Tolong bawa Yoseph dan Joo Eun ke sorga.” Jawab Yesus, “Baiklah.” Dia menyebut nama saya dan berkata, "Sam dol! Marilah kita ke sorga bersama-sama." Saya memegang tangan Tuhan dan kami tiba di taman bunga. Kami mendapatkan waktu yang menyenangkan.

Saat berjalan-jalan di taman bunga, Tuhan berkata, “Haak Sung! Kita harus mengunjungi tempat lain. Mari kita pergi sekarang. “ Saya heran kemana kami pergi. Kemudian saya sadar bahwa kami berada di gereja Tuhan. Dalam visi, saya melihat tuhan berjalan di bukut yang rendah dan kemudian Dia pergi. Tiba-tiba, Tuhan muncul didepan mata saya. Dia berjalan memikul salib. Orang-orang memukuliNya. Luka dan potongan tubuhNya mengeluarkan banyak darah. Mereka mengolok-olok Tuhan.

Dia memakai mahkota duri. Aliran darah mengalir ke wajah dari duri-duri yang ditancapkan kekepalanya. Saya melihat kejadian dimana Yesus menderita saat paku tajam panjang dipalu ke tangan dan kakiNya. Kemudian Dia mati. Saya menjerit keras saat menyaksikan penderitaan Yesus. Saya melihat mahkota duri, paku yang dipalu, air dan darah yang tercurah. Kemudian Tuhan muncul. Kali ini, Dia mengusap airmata saya dan dengan lembut berkata, “Haak Sung, jangan menangis.” Saya tidak pernah melupakan apa yang saya lihat dalam visi.


Lee Yoo Kyung: *Memakan buah-buah sorgawi sekaligus

Hari ini bukan hari yang biasa. Yesus sudah menunggu kami di gereja sebelum kami berdoa. Dia berdiri dibawah salib yang tergantung di gereja. Ketika saya mulai berdoa, saya sibuk memanggil Allah Bapa. Tuhan datang didepan saya dan seketika memegang tangan saya. Dia menggandeng saya dan kami terbang ke sorga. Ketika sampai di sorga, saya mulai menyanyi dan Yesus melihat. Saya menyanyi 3 lagu, 'Praise, Oh my soul, Up and fight against the devil, and Baptize with the Holy Spirit.' Saya menyanyikannya berulang-ulang. Dengan lembut Tuhan bertepuk tangan dan berkata, "nona bertahi lalat sayangKu bernyanyi sangat baik. Sangat menyenangkan.” Dia memuji saya.

Saya berkata kepada Tuhan,"Tuhan, saya sakit tenggorokan dan batuk.” Jawab Tuhan, “Benarkah? Tidak diijinkan kamu sakit. Kamu demam? Aku akan menyembuhkanmu, jangan cemas.” Dia menggoncangkan tanganNya keseluruh tubuh saya dan memeluk saya. Saat itu juga saya merasakan kehangatan, kebaikan dan kelembutan. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Kata saya lagi, “Tuhan, hidung saya buntu.” JawabNya, “Aku juga akan menyembuhkannya.” Kemudian Tuhan membawakan saya buah-buah sorgawi. Buah-buah itu tampak sama dengan yang di bumi, baik ukuran, bentuk dan warnanya. Buah-buah yang dibawa Tuhan tampak seperti plum, pear, apel dan anggur. Namun satupun tidak bisa dibandingkan rasanya. Buah-buah sorga itu amat sangat lezat.

Digigit sepotong, buah itu langsung meleleh. Sebuah perasaan yang mengagumkan. Kata Yesus, “Yoo Kyung! Makanlah sebanyak yang kau mau dan sembuhlah.” Tiba-tiba Yeh-Jee mendekat dan berkata, "sister, saya dengar engkau demam. Jangan sakit, engkau harus sehat sepanjang waktu."

Saat Tuhan dan saya kembali ke gereja Tuhan, kami terbang melintasi galaksi. Dari kejauhan, kami melihat awan hitan bergerak. Kata saya ke Tuhan. “Yesus, saya tidak teringat melihat awan hitam itu. Mengapa mereka tiba-tiba ada disana? Sangat gelap dan saya ketakutan.” Tuhan menghibuat saya. “Itu bukan awan. Mereka adalah iblis–iblis najis yang menyamar menjadi awan. Mereka adalah iblis penipu. Jangan cemas, Aku akan melindungimu." Kemudian kami tiba di gereja.

Tuhan bertanya, "Yoo Kyung, apakah kamu demam?" Jawab saya, "Ya Tuhan, saya demam." Tuhan mengguncangkan tubuh saya. Ketika Dia mengguncang tubuh saya, tubuh saya menjadi panas. Saya merasakan seperti nyala api. Kami mengucapkan selamat tinggal dan melambaikan tangan satu sama lain. Penjagaan saya lemah dan iblis mengambil kesempatan saat itu, masuk ke tubuh saya. Saya tersiksa lagi sepanjang malam. Tetapi setelah Pendeta mendoakan, saya pulih.


*Sister Baek, Bong Nyu menghadapi Setan untuk ketiga kalinya

Saat menjerit kepada Tuhan dalam airmata pertobatan, Sister Joo Eun sedang duduk dan berdoa disebelah saya meledak tangisnya dan mulai bertobat. Dalam sesaat saya mengikutinya. Saat berdoa, saya melihat malaikat-malaikat turun dari sorga dan mereka semua dibungkus dengan lapisan tebal sinar terang. Lapisan sinar pelindung itu begitu cemerlang sehingga saya tidak bisa menatapnya langsung. Tetapi sekelompok iblis muncul dan menyerang kami. Mereka menonton dan menunggu kesempatan untuk memasuki pelindung itu.

Para malaikat harus datang untuk membawa saya, seperti yang sudah diperintahkan Tuhan. “Tuhan sudah menunggu di dunia galaksi. Cepatlah, kita harus pergi sekarang karena Dia sedang menunggumu." Mereka mendesak saya. Stelah keluar dari lapisan sinar pelindung, para malaikat dan saya terbang ke udara. Iblis-iblis itu mengejar kami dan berusaha menyerang. Kami bertarung hebat saat terbang.

Akhirnya, kami bisa mencapai galaksi tetapi Tuhan tidak ada disana. Kegelisahan saya meningkat saat saya memahaminya. Kami terbang melewati terowongan. Kapanpun Tuhan tidak ada disekitar saya, jantung saya berpacu keras. Tiba-tiba, Tuhan muncul entah darimana dan memegang tangan saya. Kemudian Dia menghibur hati saya yang gelisah. “Bong Nyu, apakah kau lama menunggu? Marilah kita pergi dan mengunjungi neraka. Jangan takut, Aku akan melindungimu."

Tuhan menyertai saya keneraka. Tanpa diharapkan, raja iblis berdiri didepan saya. Awalnya, saya tidak tahu jenis iblis apa itu, saya tidak memiliki kesempatan mengenali identitasnya. Namun, saya mengenalinya ketika dia mulai berbicara.

"Kamu, Kamu datang kesini lagi! Kamu sudah melukai mataku dan melukai punggungku. Kamu sudah menghancurkan sayap-sayapku. Apakah kamu pikir kamu dapat terus hidup tanpa merasa bersalah? Tubuhku kesakitan karena bekas luka yang kamu tinggalkan di punggungku. Aku sudah rindu dan menunggumu kembali kesini. Akhirnya, kamu ada disini!” Dia berteriak seakan-akan neraka bergoncang. Raja iblis memerintahkan pada bawahannya. “Bawa anggota keluarganya kesini!” Kemudian saya melihat anggota keluarga saya ditarisk. Mereka ditempatkan didepan raja iblis dan mahkluk-makhluk bawahannya menakut-nakuti. Mereka gemetar ketakutan dan wajahnya pucat, memandang saya tanpa pengharapan. Tuhan berdiri melihat dalam diam.

Ketika kakak saya berteriak, dia berkata, "Sister Bong Nyu! Aku ingin melihat anak perempuanku yang lahir setelah aku mati!” SEtelah itu ibu saya berbicara. “Anakku Bong Nyu! Aku sangat merindukan anak perempuannya. Setelah anaknya lahir, aku mati.” Kata-kata mereka sulit dipahami karena mereka dalam penyiksaan. Bagaimana mereka dapat merindukan anak mereka di tempat ini? Sakit mereka luarbiasa, bagaimana mungkin mereka merasakan emosi yang lainnya?

Karena keingintahuan mereka besar, saya harus memberikan update. Anak perempuan kakak saya adalah keponakan saya dan dia sekarang sudah lebih dari 20 tahun. Saya katakana bahwa dia bukan orang Kristen. Namun, saya menjanjikannya bahwa saya akan menginjili dia dan membawanya ke Gereja Tuhan.


*Setan membalas dendam pada keluarga saya

Ketika raja iblis mendengar pembicaraan kami, dia menjadi sangat marah, terutama mendengar kata menginjili. “Apa! Menginjili siapa? Apa yang kamu omongkan? Kamu tidak tahu luka apa yang menimpaku karenamu! Aku sudah menunggu saat ini! Aku akan membuat keluargamu lebih menderita. Mulai siksaan!” Dia memerintahkan. Dengan perintah itu, makluk bawahannya menjawab, “Ya, tuan ! Raha Setan!” Makhluk iblis itu kemudian berjalan menuju ibu, keponakan dan kakak saya.

Ibu saya berpakaian putih, sedangkan kakak dan keponakan saya berpakaian hitam. Mahkluk itu membaringkan keluarga saya di tanah bersisian. Dia mulai menusuk tubuh ibu saya dan dimulai dari kaki. Paku itu sangat tajam, panjang dan tebal. “Ahhh! Bong Nyu! Selamatkan saya! Tolong selamatkan saya!” Dia dicabik-cabik dan darah mengucur dari seluruh badannya. Jeritan dan ratapan terdengar diseluruh tempat. Gendang telinga saya seperti akan meledak mendengarnya.

Kejadian di neraka ini bukanlah khayalan saya dan tidak nyata. Neraka adalah tempat yang nyata. Apapun yang saya saksikan, kejadian-kejadian itu terjadi didepan saya. Kejadian dan suara-suara siksaan itu nyata. Bagaimana saya dapat menciptakan sebuah khayalan penuh kesedihan seperti ini! KEsabaran saya berakhir dan saya berteriak seperti orang dila. “Tuhan! Tolong lakukan sesuatu! Tolong! Cepatlah! Saya tidak tahan melihatnya lagi! Tolong! Mengapa Engkau tidak menghukum bajingan yang sekarang menyiksa ibu saya?” Saya menangis histeris.

"Ibu! Ibuku malang! Dia disiksa seperti ini karena saya menjengkelkan Setan. Ini kesalahan saya. Apa yang harus saya lakukan! Ibu! Tolong maafkan saya! Ini kesalahan saya!” Setan memerintahkan bawahannya untuk terus menusuk tubuh ibu saya. Mahkluk itu menusuk perut, dada, leher dan kepalanya, dan tanpa ampun. Beberapa kali ibu saya pingsan dari waktu ke waktu dan menjerit. Darah dan potongan daging berceceran dimana-mana. Dia tidak lagi terlihat seperti manusia.

Kakan dan keponakan saya menderita menyaksikan siksaan ibu. Mereka gemetaran dan tergoncang-goncang. Setelah selesari dengan ibu saya, mahkluk-makluk itu lari menuju kakak dan keponakan saya dan mulai menusuk tubuh mereka dengan paku sama seperti yang dilakukan pada ibu. "Ah! Bong Nyu! Selamatakan saya! Tolong saya!” “Bibi, Tolong saya! Bibi! Tolong minta Tuhan, cepatlah!” Mahkluk iblis it uterus menusuk tanpa ampun. Jeritan terdengar dari kakak dan keponakan saya menggema dilangit-langit neraka.

Setan dengan keras berteriak, "Lihatlah, Bagaimana perasaanmu? Tidakkah ini menyenangkan? Karena engkau memberikanku luka, aku akan membiarkan kamu mengalami luka melalui penyiksaan keluargamu. Aku akan mengijinkanmu melihatnya!” Saya tidak menghiraukan Setan. Saya melihat kearah ibu dan beteriak, “Ibu! Ibuku malang! Ketika aku mengunjungi neraka waktu lalu, engkau berada dalam api neraka. Ketika aku melihatmu dalam api, hatiku sangat sakit. Aku mencoba membalas dendam dengan menyerang raja iblis. Namun, aksi balas dendamku hanya menghasilkan siksaan yang lebih besar bagimu, maafkan. Ibu, maafkan aku! Apa yang harus aku lakukan?” Saya menangis dan menangis. Saya menjadi marah dan mulai mengutuk raja iblis.

"Setan! Kamu iblis! Allah Tritunggal ada didalamku! Aku anak perempuan Tuhan! Aku akan hancurkan tempat ini, aku janji! Jika aku tidak bisa, Tuhanku yang membalaskannya. Kamu akan dihancurkan dan dilemparkan ke danau api. Aku akan menunggumu dengan sabar saat itu. Kamu bilis jahat najis! Setan najis! Kamu pikir siapa dirimu? Beraninya kamu mencobai manusia di bumi, membuat mereka berdosa dan menuntun mereka ke neraka. Bajingan! Kamu dikutuk! Setan! Dan semua bawahanmu akan dikutuk Allah Bapa!”

Tuhan melihat saya semakin gusar sehingga dengan cepat Dia menggandeng tangan saya. Saya berada dineraka tetapi seketika itu ada sinar terang didepan mata saya. Saya sudah berada di sorga. Setelah melalui kegelapan neraka, sinar terang sorga membuat pikiran saya kosong. Perubahan tiba-tiba itu membingungkan saya.

Dengan lembut Yesus menjelaskan, “Bong Nyi, sekalipun Aku ingin menolongmu, itu mustahil. Sekali seseorang masuk neraka, dia tidak akan pernah meninggalkannya. Sangatlah tidak mungkin bagiKu mengubahnya. Engkau hanya dapat diselamatkan selama engkau hidup. Sekali seseorang mati, tidak ada kesempatan untuk bertobat. Sudah selesai. Yang dapat Aku lakukan hanyalah menangis bersamamu atau membawamu ke sorga. Keluargamu ada di neraka, Aku tidak mampu melakukan apapun, itu diluar jangkauanKu. Tidak seorangpun pernah dapat menolong mereka." Tuhan sangat menyesal akan situasi itu.

Sekalipun saya ada di sorga pikiran kalau keluarga saya di neraka membuat saya menangis. Saya tidak bisa berpikir apapun kecuali pikiran mereka disiksa di neraka. Saya pernah mengalami sakit tak tertanggungkan, tidak ada hiburan untuk hati saya yang hancur. Tuhan menerbangkan saya ke tempat paling tinggi di langit sorga. Saya melihat awan unik yang membentuk jembatan. Selagi Tuhan dan dan say aberjalan melewati awan, Dia menggandeng tangan saya. Namun, pikiran saya masih tertuju pada keluarga saya yang disiksa.

Saya terus menangis seperti anak kecil. Saya malu menangis didepan Tuhan. “Tuhan, ampuni saya. Saya belajar untuk tidak menangis di sorga. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak bisa mengendalikannya…” Kemudian Tuhan memanggil 3 malaikat. “Baek Bong Nyu orang kudus sekarang akan kembali ke Gereja Tuhan. Engkau harus mengawasi dan menjaganya." Para malaikat itu dan saya kembali ke bumi. Kapanpun saya pulang dari neraka, seluruh tubuh say akesakitan, punggung saya akan terasa sangat sakit. Saya berdoa dan meminta Tuhan, “Tuhan, punggung saya sangat sakit, sulit untuk berdoa sambil berlutut.” Bolehkan saya berbaring di kursi gereka dan berdoa?” Tuhan menjawab dengan ramah, “baik.” Allah Bapa juga menjawabnya. “Tidak apa-apa berdoa dengan berbaring.”

Saat berbaring di kursi, saya berdoa. Yesus kembali dan membawa saya ke pegunungan di sorga. Di gunung-gunung sorgawi, saya melihat pilar-pilar batu bersinar terang cemerlang. Saya mendekat ke pilar-pilar yang seperti Kristal, transparan. Pilar-pilar itu merefleksikan sinar ke segala arah. Pilar-pilar di gunung itu sangat indah dan tidak ada kata-kata untuk mengungkapkannya. Sebuah pemandangan yang fantastis dan luarbiasa. Tuhan tahu saya tertekan jadi Dia membawa saya menunjukkan seluruh tempat-tempat indah. Dia menghibur dan menyemangati saya, Dia membuat setiap usaha membahagiakan saya. “Bng Nyu! Berhentilah menangislah!” dan saya berhenti menangis.


* Menawarkan untuk pergi ke neraka

Setelah kembali ke gereja, saya mulai berdoa tapi kemudian jatuh tertidur. Selama saya tidur, malaikat penjaga saya dengan 3 malaikat lainnya mengawasi dan melindungi. Setelah terbangun, say abertanya kepad amereka dimanakah Tuhan berada. Tuhan ada bersama saya sebelum saya jatuh tertidur. Para malaikat itu menjawab, “Jangan cemas, Tuhan akan segera kembali.” Tepat setelah mereka selesai menjawab, Tuhan muncul. Saya meminta kepada Tuhan, “Tuhan, Reli doa 30 hari ini akan segera berakhir besok. Saya tidak akan memiliki kesempatan lagi mengungjungi neraka. Saya ingin mengunjungi neraka untuk terakhir kalinya.”

Kata Tuhan, "Apakah kamu sungguh-sungguh? Engkau belum lagi pulih dari kunjunganmu sebelumnya, dan engkau masih shock. Bong Nyu, mengapa engkau memutuskan kembali? Mengapa engkau ingin mengunjungi neraka lagi?” Tuhan tercengan.

Saya balik menjawab, “Dari reli doa ini, saya belajar banyak hal. Selama pertengahan kotbah, Pendeta mengatakan banyak hal aneh. Saya kira tujuannya untuk memberikan semangat dan menguatkan iman kami. Saya mengulang perkataan Pendeta kepada Tuhan. Kemudian Tuhan tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Oh! Aku sudah dengar kata-kata itu.” Kata say alagi, “Saya sudah belajar satu hal penting, yaitu hanya dengan iman. Terlebih lagi, saya sudah belajar untuk tekun berdoa tanpa permintaan, kecuali kebangkitan roh. Mungkin anggota tim yang lain berpikir seperti saya.”

Kata Yesus, "Bong Nyu, Aku mengerti maksudmu, tapi jika engkau mengunjungi neraka sekali lagi, engkau mungkin akan melihat orangtuamu lagi. Secara emosional engkau akan terluka lagi. Hatiku sakit karena tahu Aku tidak dapat menolongmu. Mengapa engkau terus meminta untuk mengunjungi neraka sekali lagi?" Dengan mendesak saya menjawab, “Tuhan, Pendeta kami menulis buku yang mengungkapkan kebenaran dan identitas iblis dan neraka. Karenanya, jika saya mengunjungi neraka sekali lagi, saya dapat menyaksikan dan mengalaminya dengan lebih detik, sehingga kamu dapat mencatatnya dengan akurat. Kamu harus menggambarkan jelas neraka dan iblis-iblis.” Saat saya mengatakan ketetapan saya, Yesus terlihat terkesan. Saya berlutut saya seperti sedang berdoa. Kemudian Tuhan berkata, “Tidak apa-apa berdoa dengan berbaring.” Karena hal itu saya meminta Haak Sung membawakan saya bantal. Saat berbaring saya mulai berdoa.

Tuhan membawa saya kembali ke neraka dan Dia meninggalkan saya sendirian. Saya mulai berjalan melewati kegelapan. Jalan itu begitu sempit jadi saya harus berhati-hati. Saya mengenali jalan kecil itu dan saya mampu menemukannya jalan dan bergerak maju. Saya terus berkjalan maju tetapi saya tidak melihat atau merasakan apapun juga. Tanpa saya tahu, tiba-tiba saya sudah terperangkap dalam sebuah sel. Saya mencoba keluar tetapi saya tidak melihat apapun, dan saya tidak bisa bergerak.


*Mengalami siksaan tetapi tanpa kesakitan

Setelah beberapa saat, beberapa iblis muncul dan menelanjangi saya. Saya terperangkap dalam sel atau ruangan kecil. Saya merasakan benda aneh melekat di tanah dan benda-benda itu mulai merayapi kaki dan tubuh saya. Saat melekat di tubuh saya, saya merasakan seperti seseorang sedang menyapu saya dengan lem yang sangat kuat ke sekujur tubuh saya. Seketika saya bereaksi dan ebrteriak ke iblis-iblis itu. “Kamu mahkluk iblis! Allah Tritunggal melindungiku! Dengarkan semua mahkluk iblis neraka! Tidak tersisa banyak waktu lagi sampai Tuhan menghancurkan neraka! HAnya tunggulah hari yang menakutkan itu!”

Selagi berteriak, benda-benda melekat it uterus naik ke dada, leher dan mulut saya. Seakan-akan mencoba melekat di mulut saya dan merekatkannya. Saya berteriak lebih keras, “Mahkluk iblis, aku mengutukmu! Kamu akan dihancurkan segera!" Saat berteriak, seluruh tubuh saya tergoncang.

Segera setelah itu, makluk aneh mulai keluar dari dalam benda-benda itu. Mahkluk kecil-kecil saat bergerak. Ketika melihatnya, saya tergoncang. Mereka itu kelabang hitam dan merayap ke seluruh tubuh saya. Ada banyak sekali kelabang. Mereka mulai berpencar dan masuk kedalam kulit saya. Untungnya, saya dilindungi Tuhan, sehingga saya tidak merasakan sakit lagi. Karenanya, saya tertawa dan mengejek mereka.

Raja iblis jengkel dengan sikap saya. Saya sama sekali tidak merasakan sakit. Sang Raja memberikan tanda dan ular tak terhitung banyaknya muncul dan melilit tubuh saya. Mereka terus merayap dan melilit tubuh saya, mereka terus menggigit saya. Percaya dalam iman, saya berteriak, "Ya, terasa enak. Mari gigit aku lagi! Kalian melepaskan gatal-gatalku.” Saya tertawa dan mengejek makhluk-mahkluk dan serangga, sekelompok ular kobra yang berdiri tegak dan terus mengigit saya.

Berapa kalipun mereka menggigit dan mencengkeram, saya tidak kesakitan. Tiba-tiba ruangan saya dipenuhi dengan ular. Saya berdoa kepada Tuhan. "Tuhan, tolong saya! Dimanakah engkau? Tolong datanglah cepat!” saya terus memanggil namaNya tetapi sia-sia, Dia tidak muncul.

Saya tidak tahu berapa lama saya berdoa bahasa roh, tetapi masih sebentar saya dapat melihat Tuhan ditengah-tengah sinar terang. Dengan cepat saya memanggilNya. “Tuhan, Tuhan!” Saya sangat senang melihatNya. Ketika Yesus melambaikan tanganNya, ruangan dan neraka menghilang. Kemudian saya mengenakan jubah putih bersinar dan bersayap. Tidak perduli dimana saya berada, jika Yesus tidak ada bersama saya, saya akan seperti di neraka.

Saya merasa seperti di neraka selama setengah tahun. NEraka itu sangat tak terbayangkan, sebuah tempat yang penuh luka dan siksaan. Satu hari di neraka seperti seribu tahun mungkin 10 tahun. Saya tidak ingin memikirkan neraka, bahkan untuk sesaatpun juga. Itu adalah rumah keputusasaan yang kekal, jeritan yang kekal dan ratapan kekal. Saat Yesus membawa saya ke gereja, Dia menyentuh tubuh saya ditempat saya merasakan sakit. Kemudian Dia menghibur saya dengan kata-kata penghiburan. "Bong Nyu, Orang kudus Bong Nyu. Kalian semua adalah domba-domba kecilKu. Kalian semua sudah berdoa selama 30 hari. Tetap pelajarilah Firman Tuhan dan hadiri gereja dengan antusias. Katakan kepada Pendetamu untuk menulis dan merekam semua pengalamanmu.


Pendeta Kim Yong Doo: *The pastor cast out the devils

Sekali lagi, kemarin sekelompok iblis masuk Sister Baek Bong Nyu. Peperangan mengusir iblis keluar membutuhkan semalaman. Hari itu hari Minggu dan saya diserang oleh iblis-iblis. Dalam waktu lemah, saya diserang secara fisik.

Selama kebaktian malam lain, Sister Baek Bong Nyu sekali lagi diserang dan iblis-iblis memasuki tubuhnya. PAsukan iblis lain mengganggu dan menyakitinya. Untungnya, iblis-iblis itu tidak masuk ke kepalanya. Namun, karena sakit tak tertahankan yang meningkat setiap menitnya, dia terjatuh dilantai kesakitan. Ketika ini terjadi, kami meninggalkan gereja dengan tidak mudah. Besok kamu sudah menyelesaikan 30 hari reli doa bahkan jika kami diserang lagi. Iblis-iblis itu tekun menyerang dan tidak menyerah. Sejujurnya saya menjadi sakit dan lelah atas serangan mereka.

Perang dan mengusir keluar iblis melelahkan kami secara roh dan fisik. Selutuh tim doa kelelahan. NAmun, Tuhan menguatkan kami. “Saya akan bertarung samapi mati sekalipun itu harus dibayar dengan nyawa!” Satu demi satu, saya mengusir keluar iblis-iblis itu. Tiba-tiba isteri Pendeta terjatuh. Selagi dia dan pendeta mengusir iblis, bilis menyerang dan masuk ketubuhnya. Dia tidak bertahan karena kelemahannya baik fisik maupun roh.

Iblis-iblis itu akan mengubah serangan ke isteri pendeta dan Sister Baek bong Nyu. Sepertinya mereka sengaja menipu kami. Mereka mengejek kami dan perang terus berlanjut sampai dini hari dan iblis-iblis itu tetap bertahan, namun kemudian Tuhan turut campur. Dia mengusir iblis pergi. Saat Tuhan mengawasi peperangan kami, Dia mempertanyakan kemampuan iman kami dan iman untuk mengusir roh-roh jahat. Kami perintahkan roh-roh jahat itu sebagai satu iman. Dia terus mengamati dan mengawasi.

Bahkan bagi saya kami seperti sekelompok orang gila. Orang luar mungkin akan menganggap kami terganggu jiwanya. Saya tidak mengerti bagaimana kami berakhir seperti iini. Saya tidak bermimpi. Ini nyata dan saya tidak tahu berapa lama hal ini berlangsung. Pikiran saya lemah dan penuh keraguan. TEtapi saya tahu jika saya menghakimi situasi roh ini dengan kesimpulan fisik. Saya akan sangat berdosa didepan Tuhan. Karenanya, saya mengumpulkan diri saya sendiri dan memfokuskan pikiran saya. SAay terus mengusir iblis keluar dalam nama Tuhan. Mengusir iblis keluar membutuhkan bantuan Tuhan. Saya terbiasa percaya bahwa mengusir iblis hanya dengan kata-kata sederhana yang diajarkan Alkitab, namun melalui relli doa dan mengalami peperangan yang sengit, saya harus bertobat didepan Tuhan. Saya teledor saat mengusir iblis. Seperti biasanya, kami bertarung dengan roh jahat semalaman sampai pagi. Saat berakhir, kami mampu berdoa secara pribadi. Seperti biasanya, Tuhan memberikan saya gerakan tangan untuk menyembuhkan. Tanpa kekuatan saya, tangan saya akan bergerak kea rah yang berbeda. Ini adalah gerakan-gerekan untuk menyembuhkan.

Lima belas hari yang lalu, saya diserang keras oleh roh-roh jahat, didigti dan tandanya tertinggal dikulit saya. Saya sangat kesakitan. Tanda gigitan itu tidak sembuh dan sakitnya terus menerus meningkat. Sekarang saya mengerti logika dibelakang serangan itu. Roh-roh jahat itu tahu tentang buku yang saya tulis. Saya menulisnya dengan tangan kanan. Serangan itu terutama di bagian kanan tubuh saya. Iblis-iblis itu mencoba menghambat penyelesaian buku.

Sebelum serangan itu, saya mampu bebas berkhotbah, menyembah dan berdoa sebanyak mungkin. Tetapi sekarang, setiap kali saya berbicara atau bergerak, saya sangat kesakitan/ Karenanya saya tidak mampu bergerak bebas. Semuanya ini hasil keteledoran saya. Tuhan memerintahkan saya untuk tetap menyaksikan dan mengalami secara rahasia sampai buku ini diterbitkan. Namun, saya tidak patuh. Keteledoran saya membawa hasil yagn mengerikan. Dan hasilnya, sekarang saya lebih berhati-hati. Saya lebih berhati-hati ketika ketemu orang. Sampai buku ini diselesaikan dan diterbitkan, saya menghindari menyebuatkan bagian apapun dari pengalaman kami ke orang lain. Nyatanya, saya mencoba menghindari percakapan singkat atau lama dengan keluarga saya. Saya harus membayar harga untuk ketidakpatuhan saya. Saya sadar betapa menakutkannya jika tidak mematuhi tuhan melalui siksaan fisik. Saya bertobat setiap hari dan saya berharap akan segera disembuhkan.


==== DAY 30 ==== (Thessalonians 5:14-23)

Diakones Shin Sung Kyung: *Mulai mengalami pengalaman roh


"Yesus! Tolong berikan saya kuasa dengan Engkau Roh Kudus, sehingga saya juga dapat menari seperti Ny. Kang Hyun Ja dan Sister Baek Bong Nyu! Saya mohon! Saya sangat menginginkannya!” Saat saya berdoa sungguh-sungguh, saya merasakan kedua tangan saya panas, sangat panas seperti menyentuh bola api. Saya mengalaminya waktu lalu tetapi hanya sesaat saja. Namun, hari ini, seluruh tubuh saya menjadi panas dan tangan saya terangkat tinggi dengan sendirinya. Saya merasa seperti seseorang yang tidak tampak sedang memegang tangan saya keatas dan menentukan apakah terangkat ataukah turun. Benar-benar fenomenal. Tangan danlengan saya bergerak kesegala arah dengan gerakan yang berbeda. Hati saya berlimpah-limpah sukacita. Saya menangis bertobat, airmata itu turun mengalir di wajah saya. Saya emrasakan doa-doa saya secara roh semakin dalam. Saya terbang melintasi langit malam dan saya terpesona dengan malam yang mengagumkan itu.


Kim, Joo Eun: *Empat malaikat penjaga

Selama reli doa, Yesus memberikan saya karunia kudus dan karunia nubuat. Itu adalah hadiah Tuhan bagi saya. Saya mencintai Yesus teramat sangat. Kapanpun saya menutup mata dan menyebut namaNya, Dia akan muncul. Dia akan memanggil nama saya, “Muka Bintik.” Mungkin Dia mengatakan, “Muka bintik, apa yang kau perlukan? Apakah kau punya pertanyaan?” Kemudian Dia akan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan lembut dan ramah.

Namun, seringkali iblis-iblis najis itu menyamar menjadi Tuhan. Mereka juga saya saya sering memanggil Tuhan dan bertanya. Awalnya, saya tidak bisa membedakan antara Tuhan dan iblis. Beberapa kali saya ditipu. Ttapi sekarang, saya akan menguji roh yang akan muncul itu. Dengan mengujinya, saya dapat membedakan antara Tuhan dan iblis. Iblis tidak bisa menumpahkan darah mereka. Iblis juga tidak bisa memikul salib. Mereka semua penipu. Setiap kali muncul mereka menipu. Tuhan memberikan saya hikmat untuk membedakan roh jahat. Dengan cepat saya dapat mengidentifikasi mereka sekarang.

Ketika saya menanyakan hal mengenai keinginan jasmani, keserakahan atau hal-hal yang menguji, Tuhan akan membalikkan punggungNya dan diam. KArena saya bukan akan muda yang dewasa, Tuhan akan memberikan jawaban yang saya mengerti. Saya sangat bersyukur akan kebaikan Tuhan. Tuhan sangat sensitive dengan hati yang begitu indah. Dia adalah segala sesuatu dan Dia adalah Maha Kuasa, Dia tahu kedalaman hati kita. Beberapa kali Yesus akan membuka informasi mengenasi ayah dan ibu melalui saya. Saya tidak bisa membedakan bagaimana perasaan orang tua saya karena itu ada didalam hati mereka. Namun, Yesus akan memberikan sebuah pesan hanya jika mereka tahu karena itu ada didalam hati mereka. Ketika saya menyampaikan pesan itu, mereka akan terkejut. Pesan dari Tuhan akan menuntun mereka untuk menyerah dan bertobat.

Saya juga dapat berbincang-bincang dengan malaikat-malaikat penjaga keluarga kami. Ada 4 malaikat karena kami berjumlah 4 orang. Ketika saya mencoba berbincang-bincang dengan mereka, Tuhan akan turut camput. Dia akan mengatakan, “Muka bintik, Akulah Tuhanmu! Jika engkau ingin berbincang-bincang dan mendiskusikan pertanyaan, engkau harus memanggil namaKu dan mendiskusikan apapun denganKu. Mengapa engkau terus berbincang-boncang dengan malaikat?” Saat Tuhan merasa cemburu, saya menjadi penuh sukacita karena Dia menghasratkan saya.

Saya mampu mengahdiri seluruh reli doa kali ini karena saya sedang libur musim dingin. Ketika hadir, saya berdoa sungguh-sungguh. Bahkan saya berhenti les piano dan aktifitas lain sehingga saya dapat berdoa. Hasilnya, Yesus sangat memberkati saya. Sebaliknya, saya memahami sekolah saya. Saya tahu sebentar lagi sekolah dimulai dan kesempatan saya berdoa akan dibatasi. Sudah 9 bulan sejak saya menonton tv dan menggunakan computer. Awalnya, sangat sulit untuk berhenti, namun sekarang, saya benar-benar menikmati persekutuan dengan Tuhan. Sekaranglah waktunya saya menggunakan waktu yang saya habiskan menonton tv dan bermain computer untuk berdoa dan mempelajari Alkitab. Saya berikan semua kemuliaan bagi Tuhan.


*Tentang sayap-sayap malaikat

Setelah berdoa, saya pulang ke rumah dan melihat malaikat penjaga keluarga saya menunggu. Malaikat penjaga pendeta memiliki 2 pasang sayap, tetapi sekarang itu 3 pasang sayap. Saya bertanya kepada Tuhan, "Yesus! Engkau pernah mengatakan bahwa banyak malaikat penjaga gereja-gereja super besar memiliki 3 pasang sayap. Mengapa malaikat penjaga pendeta kami bersayap 3 pasang juga, sedangkan gereja kami sangat kecil? Baru kemarin malaikat itu bersayap 2 pasang dan sekarang memiliki 3 pasang sayap??" Jawab Tuhan, "Banyak pendeta yang sungguh-sungguh berdoa dengan segenap kekuatan mereka tetapi itu pada awal mereka pelayanan. Namun, ketika gereja mulai bertumbuh, mereka tidak berdoa seperti sebelumnya. Aku kecewa dan sedih. Tetapi Pendeta Kim seringkali berdoa sungguh-sungguh. Dia juga memimpin pelayanan menurut kehendak Tuhan. Karenanya, Aku memberikan malaikat penjaga ini satu pasang sayap lagi." Malaikat penjaga ibu saya hanya bersayap 1 pasang.


Kim, Joseph: *Mata roh terbuka separoh

Karena ini adalah hari terakhir 30 hari reli doa, saya bersiap-siap berdoa sungguh-sungguh, dengan segenap kesungguhkan dan hati saya. Saya memegang tangan kanan Brother Haak Sung, jari jemari kami bertautan. Tangan kiri saya terangkat ke udara dan saya berdoa bahsa roh. Dengan mata tertutup saya rasakan seakan-akan seseorang memegang tangan kiri saya dan jari jemari kami bertautan. Arus listrik mengalir dari tangan kiri ke sluruh tubuh saya. Dengan terkejut, saya mencoba membayangkannya. Saya merasa seseorang menyentuh dengan sangat kuat seperti seseorang menggandeng tangan saya. Akhirnya, saya bertanya kepada Brother Haak Sung. "Brother Haak Sung! Saya merasa seseroang memegang tangan kiri saya. Apakah kau tahu siapakah itu? Dapatkah engkau melihatnya? Tolong beritahu saya." Dia menjawab, "Brother Joseph, Yesuslah yang menggandeng tanganmu saat ini dan Dia terbang menuju sorga. Jangan buka matamu dan teruslah berdoa!"

Saat saya terus berdoa, saya merasa seakan-akan saya terbaling melintasi angkasa gelap. Tiba-tiba sinar kebiruan muncul kearah saya dan melewati saya secepat kilat. Kemudian sinar biru lain melewati saya, sebuah sinar biru yang besar. Saya terus terbang dan menjumpai bintang-bintang tak terhitung jumlahnya. Saya berteriak, “"Wow! Pemandangan yang menakjubkan! Ini sangat indah!!" Dengan semakin dalamnya doa saya, saya terus melihat banyak bintang melewati saya dengan cepat. Bintang-bintang galaksi itu sangat indah. Saya merasa seperti seorang astronot yang menembus luarangkasa. Saya pikir, 'Mungkin, saya bermimpi.' Saya memutuskan mencubit diri saya sendiri. Ya, tubuh jasmani saya masih berdoa di gereja, saat saya menyentuh tubuh jasmani saya, saya juga berada dalam alam roh pada saat yang sama.

Tubuh fisik saya berdoa dalam bahasa roh, namun saya terbang cepat secara roh. Tiba-tiba sebuah benda seperti mata uang terlihat. Benda bulat itu sebagian tertutup dengan material ihtam. Dia berubah menjadi bulan purnama, tetapi yang saya saksikan adalah eclips. Eclips itu menciptakan bulan sabit. Bulan disinari dengan sinar emas yang sangat terang sehingga mata saya tidak bisa menembusnya. Saya tidak pernah mengalami terang seperti ini. Sinar itu berayun seperti pendulum, terayun ke belakang dan depan sampai 120 derajat. Saat sinar itu terayin, warna-warna pelangi muncul.

Seketika saya berpikir, 'Wow! Mungkin tempat itu adalah pintu surga 12 mutiara!” saya pikir hari ini saya akan masuk ke sorga. Hati saya sangat mengharapkan, saya mulai berdoa lebih sungguh-sungguh tetapi untuk beberapa alasan saya tidak bisa maju. Tidak perduli betapa keras doa saya, saya tidak bergerak maju. Saya tidak terbang seperti kecepatan sebelumnya. Saya diam setelah menyaksikan pelangi dan warna warni sinar, tampaknya seakan-akan waktunya berhenti.

Saya merasa sangat dekat. Sangat frutasi, betapa memalukan! Saya tidak bisa maju, jadi saya kembali ke belakang. Hati saya hancur dan terasa kosong. Sayaharap memiliki pengalaman lain ketika saya melewati pendulum itu. Saat reli doa berakhir itu sudah jam 7 pagi.


Page 278 *Joseph menjadi target iblis

Setelah menyelesaikan reli doa kami, Brother Haak Sung dan saya berbincang-bincang. Pendeta dan diakones Shin mengantar Jung Min pulang ke rumah. Brother Haak sung dan saya mendiskusikan pengalaman selama doa. Tiba-tiba benda hita muncul dan bergerak dengan cepat mengelilingi saya. Benda terbang it uterus melaku seperti tornado.

Saat itu, kegelapan menyelimuti saya dan saya merasakan pusing. Saya mencoba waspada dan memegang sesuatu. TEtapi saya kehilangan kestabilan dan jatuh ke lantai baja. Saya mendarat dengan kepala menghantam lantai. Saya pingsan. Sister Baek Bong Nyu dan ibu saya berlari kea rah saya. Mereka terkejut dan memahami situasi ini. Kemudian saya tahu melalui para jemaat yang sudah terbuka rohnya tentang apa yang terjadi. Semua penjelasan mereka sama.

Sekalipun saya sudah bangun rohnya, namun roh saya masih belum dewasa. Jika saya berdoa lebih lama lagi, saya akan dapat mengunjungi sorga dan neraka dan menerima karunia nubuat. IBlis-iblis itu sadar akan kenyataan itu, saya menjadi pusat serangan mereka. Tujuan mereka adalah untuk mencegah saya benar-benar bangkit rohnya. Mereka campur tangan dan menyerang dengan segala cara. Para anggota gereja yang menyaksikan kejatuhan saya menyatakan bahwa mereka melihat iblis yang menyamar menjadi malaikat. Iblis itu mengitari saya dan dengan cepat menjatuhkan saya kelantai. Setelah itu, mereka juga melihat iblis lain dengan 2 lainnya masuk ke kepala saya dan menyebabkan pusing.

Para jemaat itu membantu saya berdiri. Saya mengalami migren. Semua yang saya ingat adalah penjelasan yang saya terima. Para jemaat yang bangkit rohnya berkumpul disekeliling saya dan mulai mengusir iblis. Tetapi sakit kepala saya semakin parah.

Setiap orang menantikan pendeta. Sebelumnya saya pernah sakit kepala tetapi itu dapat ditahan tetapi kali ini iblislah yang ada di belakang sakit kepala saya dan sangat menyakitkan. Saya merasa akan gila. Sakit itu menggila sampai saya menjerit. Saat menjerit kesakitan, pendeta datang. Pendeta melihat saya dilantai meminta pertolongan. Dia bertanya apa yang terjadi. Saat diberitahui, pendeta dengan marah berteriak, "iblis-iblis terkutuk, dalam nama Yesus, aku ikat danb pergi!” Ketika pendeta berteriak, iblis-iblis itu menjerit melarikan diri. SEtelah itu saya mampu bernafas dan duduk. Sakit kepala itu mulai pergi.


Sister Baek Bong Nyu: *Pendeta yang terkenal di sorga

Setelah menyelesaikan doa semalam malaman, pendeta berkhotbah pad dini hari. Saat dia berkhotbah, Tuhan berbicara dibelakangnya. Selama pertengahan kotbha, Tuhan berkata. “Bong Nyu! 30 hari reli doa sangat menyenangkanKu!” Tuhan berkata berulang-ulang bahwa Dia tertawa dan tersenyum selagi di sorga ketika Dia memikirkan kami.

Tuhan mengatakan saat Dia tertawa atau tersenyum, para malaikat dan orang-orang kudus sadar alasan mengapa Dia begitu bahagia. Para malaikat dan orang kudus itu sangat ingin mendengar kabar-kabar terbaru. ORang-orang kudus menekan Yesus untuk menceritakan kepada mereka mengapa Dia berada dalam good mood seperti itu.

Tuhan berkata bahwa Pendeta Kim Yong Doa dari Gereja Atuhan menjadi popular di sorga. Saat Peneta dibukakan rohnya, dia akan mampu mengunjungi sorga bersama Tuhan. Saya tidak bisa menunggu hari itu. Pendeta memimpin sebuah gereja kecil yang miskin di bumi tetapi Tuhan melihat nilainya. Karenanya saya sangat bersyukur.

Pendeta menganggap semua keluarga saya adalah keluarganya. Dia memperlakukan kami dengan hormat dan bermartabat. Pendeta memberikan dirinya kepada kami tanpa mengharapkan apapun sebagai imbalannnya. Ketika saya mengunjungi neraka dan berperang dengan Setan, Tuhan meningkatkan upah saya. Upah pendeta rumah masa depannya meningkat atau dibuat lebih besar. Sekarang rumahnya lebih besar daripada rumah saya. Ketika saya mengunjungi sorga dan memiliki kesempatan melihat rumah masa depan saya, saya juga melihat rumah Pendeta yang bertingkat 514.

Pertengkaran Ny. Kang, Hyun Ja dan Joo Eun menyebabkan rumah mereka menurun ukurannya. Rumah Ny. Kong Hyun Ja bertingkat 318 dan sebelumnya 319 lantai. Rumah Joo eun 31 lantai namun setelah pertengkaran itu menjadi 28 lantai. Rumah Yoseph 22lantai dan rumah Haak Sung 28 lantai. Karena Yoo Kyung sering bertengkar dengan Haak Sung, rumahnya turun dari 20 lantai menjadi 17 lantai. Diakones Shin Sung Kyung rumahnya 6 lantai dan dia kekuarangan bahan bangunan karena dia kurang melakukan pekerjaan baik. Setiap orang memiliki gudang untuk kelanjutan pembangunan rumah tetpai jumlah bahannya itu tergantung pekerjaan baik seseorang. Diakones shin Sung Kyung berhenti membangun. Rumah saya berlantai 70. Rumah Brother Lee Haak Hee 300 lantai, namun satu hal tidak say amengerti. Karenanya saya bertanya kepada Tuhan, "Yesus, brother Lee Haak Hee hanya mengikuti ibadah hari minggu. Bagaimana bisa rumahnya begitu tinggi?” Jawab Tuhan, “Engkau tahu kalau dia sudah berumur lebih dari 70 tahun namun tidak pernah melewatkan ibadah minggu sekalipun. Sekalipun itu bersalju, hujan atau badai, dia tidak pernah melewatkan ibadah minggu. Dia menaiki sepeda motor dari jarak jauh, dari kota Haak Dong ke Suk Nam dong. Terlebih lagi, ketika dia memiliki tambahan uang, dia akan mempersembahkannya ke gereja. Itulah alasan-alasan mengapa dia memiliki banyak lantai.”

Saya adalah jemaat baru dan saya tidak banyak tahu tentang Brother Lee Haak Hee. Saya tidak tahu banyak berapa persembahannya ke gereja tetapi setelah Pendeta menjelaskan karakter Brother Lee Haak Hee, sekarang saya lebih tahu lagi. Seperti yang dikatakan pendeta, Brother Lee Haak Hee sudah lebih dari 70 thaun dan secara fisik dia terbatas. Dengan umurnya, dia mengalami masalah-masalah kesehatan. Dia bermasalah pada kaki dan tidak nyaman berjalan. Namun mengesampingkans emua keterbatasan itu, dengan setia dia menghadiri gereka dan memegang posisi sebagai terima tamu.

Anak muda lainnya datang dan pergi dari gereja kami. Alasan mereka pergi bermacam-macam. Beberapa mengatakan bahwa tidak ada kebangunan, beberapa lagi pergi karena cobaan-cobaan dan beberapa lagi pergi dengan berbagai macam alasan. Namun Brother Lee Haak Hee hanyalah satu-satunya yang tinggal sekalipun mengalami coba atau ujian. Dia selalu membantu dan menyokong pendeta. Bahkan sampai hari ini, saya sering melihatnya menghadiri gereja tak perduli cuaca di luar. Dia menggunakan semua usahanya untuk menghadiri gereja tanpa kelambanan dan dia tidak pernah datang terlambat.

Tuhan kemudian memberitahukan bahwa penyembahan gereja kami menyenangkan dan memuaskan. Sangatlah jarang bagi gereja dimanapun diseluruh bumi yang menyenangkan Tuhan. Kemudian Dia memuji kebaktian gereja kami. Tuhan

mengatakan bahwa ada banyak pendeta yang memimpin pelayanan berdasarkan hasrat dan visi mereka sendiri. Dan hanya sedikit pendeta yang memimpin pelayanan berdasarkan perintah Alkitan. Karenanya saya harus bertanya tentang pendeta kami kepada Tuhan. Tuhan mengatakan bahwa pendeta kami mencoba melakukan sesuai perintah Tuhan dan kehendak Tuhan. Ketika say amengatakan ini kepada pendeta saya, bagaimana Dia mengenalnya, bapak pendeta sangat bersyukur.

Tuhan mengatakan kepada kami bahwa Dia tidak berpikir untuk membuka mata roh kami. Tetapi doa setia setiap hari dan peperangan roh dengan roh jahat sebagai prajurit doa, yang menarik perhatian Tuhan ketika Tuhan menyadari kami berdoa dan berperang sepanjang malam. Awalnya Tuhan berpikir bahwa kami akan diberikan setelah beberapa usaha, namun setelah Dia melihat kami berdoa tanpa henti. Dia sangat terkesan dan memutuskan membuka mata roh kami. Dia meulai membuka mata roh kami satu demi satu.

Tuhan merawat tubuh jasamani kami yang lemah karena panjangnya doa tanpa henti. Saat kami menyelesaikan reli doa, pendeta berkata, “Dari saat ini, kita hanya menyelenggarakan doa semalam-malaman pada hari Rabu, Jumat dan Minggu. Di hari lain, kita hanya mengadakan ibadah doa pagi. Ketika pendeta membacakan agendanya, Tuhan bertepuk tangan dan berkata, “Rencana yang baik! Aku juga menyetujui rencanaNya! Bagaimana engkau tahu apa yang Aku pikirkan seperti yang kau rencanakan?” Tuhan sangat senang. Kami menyanyi dan menyembah, “Praise oh my soul”. Kami bersyukur pada Tuhan dalam doa dan pulang kerumah.


Mrs. Kang Hyun Ja: *Kejadian mencengangkan ketika dibaptis Api

Penutupan 30 hari relia doa membuat saya merasa tidak puas dan saya sangat enggan untuk mengakhirinya karena roh say abelum bangkit. Karenanya, saya membuat permintaan pada pendeta untuk memperpanjang dan meneruskan sampai beberapa hari lagi. Namun, Tuhan memerintahkan saya untuk mentaati keputusan pendeta. Nyatanya Tuhan sudah mengatakan kepada kami bahwa Dia sudah mendiagnosa setiap jemaat. Saya sangat lega mendapati bahwa paling tidak kami masih bisa bersekutu 3 x seminggu. Saya mengharapkan untuk menerima kebangunan roh pada persekutuan kami selanjutnya.

Saya sudah ihidup sebagai isteri pendeta selama lebih dari 10 tahun. Selama pelayanan kami, saya menyebabkan banyak kesulitan yang harus dilalui pendeta. Karenanya saya harus benar-benar bertobat.

Sejak awal hubungan kami, Pendeta dan saya mempunyai perbedaan – perbedaan dalam iman. Sekalipun masih muda, pendeta memiliki iman yang tang tergoncangkan. Kapanpun kami menghadapi masalah, dia berdoa dan percaya pada Tuhan dan dia sangat tergantung dengan Tuhan. Dibandingkan iman kami, iman saya masih diliputi keraguan dan itu tampak pada doa-doa saya.

Sekalipun pendeta benar-benar menyerah kepada Tuhan, tampak pada saya pendeta kekurangan kemampuan finansia untuk menyokong keluarganya sendiri. Namun, tahun demi tahun berlalu dan doa-doa saya semakin kuat, saya menyadari bahwa dengan mengalami Tuhan, kasih Tuhan dan menghargai suami saya sebagai pelayan yang setia. Kasih Tuhan terhadap suami saya sangat dalam. Saya tidak pernah berdoa cukup lama yang menyenangkan Tuhan. Juli tahun kemarin, saya mulai berdoa dengan lebih berdisiplin. Saat saya menghabiskan lebih banyak waktu untuk berdoa pada Tuhan, tahun 2005 mulai bersinar.

Bagaimana dengan pelayanan? Apa peran isteri pendeta? Apa fungsi saya? Saya terbiasa untuk pergi berdoa ke rumah-rumah doa di Korea untuk menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan saya. Tetapi pencarian saya sia-sia saja. Pendeta dan saya menginjil dari satu tempat ke tempat lain. Kami berdoa sepanjang malam terus menerus, setiap malam. KEmudian saya menjadi lemah dan penyakit saya semakin parah. Kesehatan saya menurun. Saya menderita radang paru-paru dan berjuang dengan penyakit ini dalam waktu yang lama. Saya harus terus berobat. Namun ketika saya bertemu Yesus, secara dramatis penyakit saya disembuhkan. SEkarang, saya benar-benar sehat.

Karena ketidak efektifan dan lemahnya pelayanan, kami tidak menemukan keefektifan yang berarti untuk gereja yang bertumbuh. Ritual dan rutinitas gereja kami tetap. Suatu haru, Tuhan memberikan kami kesempatan khusus. Saya berdoa selama berjam-jam tetapi tampaknya tidak berbuah-buah. Doa saya tidak efektif dan tidak dijawab. Tampaknya pelayanan kami tidak efektif dan pekerjaan kami sia-sia. Tahun 2005, PEndeta memutuskan untuk keluar dari kestagnanan. Pendeta memutuskan untuk mengubah status quo. Kebaktian kami dimulai dengan penyembahan kemudian doa pertobatan. Dan kemudian dilanjutkan khotbah yang penuh kuasa dari Pendeta. Dia biasanya berkhotbah hanya satu jam tetapi sekarang khotbahnya berlangsung 2 – 3jam. Sekalipun kebaktian berlangsung 2 – 3 jam, jemaat masih menginginkan yang lebih lagi. Jemaat yang mengikuti 30 reli doa masih merasa tidak puas dan ingin yang lebih lagi. Saat penyembahan kami berlangsung lebih lama, kelaparan mereka semakin bertambah. Ketika mereka menghadiri reli doa, mereka menyembah, berdoa dan mendengarkan khotbah sebanyak yang mereka suka. Waktu tidaklah menjadi factor lagi. Penyembahan berlangsung selama 3 s-4 jam. Khotbahnya berlangsung 3-4 jam. Doa tiap hari sampai lima jam. Khotbah pendeta diberikan kuasa oleh Roh Kudus. Kotbahnya hidup dengan Firman Tuhan. Khotbah yang berkuasa menembus sampai kedalam hati dan roh jemaat. Tuhan Yesus mengatakan bahwa saya akan melakukan pelayanan kesembuhan melalui tarian Kudus saya.

Ketika saya diberitahu hal itu, saya menjadi ingin tahu dan bertanya kepada Tuhan secara khusus tentang pelayanan kesembuhan. Tuhan menjawab pertanyaan saya melalui Sister Baek, Bong Nyu. Dengan ramah Tuhan menjelaskan melalui contoh-contoh. Ada tingkatan-tingkatan roh tertentu yang menunjukkan penyembuhan-penyembuhan melalui pelayanan tarian Kudus.

Contohnya, jika saya seorang yunior di sekolah menengah, saya tidak akan mampu untuk memahami. Namun, jika sebelumnya saya seorang mahasiswa tingkat dua atau yunior, saya akan memenuhi syarat untuk menunjukkan tarian pelayanan penyembuhan Kudus. Sister Baek Bong Nyu barulah di tingkat awal di sekolah menengah. Tetapi jika kami mencapai tingkat awal di sekolah menengah atas, kami mampu menaikkan posisi lebih tinggi dan kemudian kami dapat dengan perlahan mulai menunjukkannya. Menari tarian Roh Kudus bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari atau dilatih. Seseorang tidak bisa menciptakannya sendiri. Ini adalah sesuatu yang hanya dapat diselesaikan melalui kasih karunia Tuhan.


Pastor Kim Yong Doo: *Menyeberangi jembatan tanpa jalan kembali kebelakang

Seringkali Tuhan memperingatkan kita bahwa, "Para prajurit doa di Gereja Tuhan sudah mengalami kesadaran roh yang mendalam. Engkau tidak akan pernah hidup dalam hidup kekristenan yang normal lagi. Engkau harus menyeberangi jembatan dan tidak akan pernah kembali ke belakang lagi!"

Saya sangat bersyukur akan campur tangan Tuhan yang khusus ini. Saya sangat prihatin akan bagaimana saya akan menuntun gereja saya yang lemah ini menjadi sesuaidengan kehendak Tuhan. Kepercayaan diri saya sangat rendah dan ketakutan saya sangat besar. Saya menyaksikan jemaat-jemaat yang mengalahkan iblis-iblis. Saya harus menyadari bahwa saya tidak mempunyai dasar pemikiran dan sangat terbatas. Dengan pikaran dan pengetahuan yang terbatas, saya tidak siap untuk berperang dalam dunia roh. Ketika saya menyadari ini, saya tergoncang karena malu.

Banyak pendeta Korea menggunakan metode pengajaran dan pelayanan mereka sendiri. Nyatanya, mereka mencampuradukkan dengan filosofi mereka. Bentuk eksternal dari kekudusan digambarakan dan organisasi keagamaannya umum. Tidak ada lagi hadirat Tuhan dalam kebaktian-kebaktian. Saya merasa bersalah sendiri karena saya juga termasuk dalam organisasi keagamaan itu. Kapanpun saya mendengar “sesuai dengan kehendak Tuhan”, hati saya penuh dengan penghormatan. Saya terhormat karena Tuhan sudah mengevaluasi dan mengkonfirmasi dengana akurat kondisi dari banyak pendeta Korea dan jemaat mereka.

Tuhan menununjukkan realitas gereja akhir-akhir ini. Saya bukanlah orang yang berada dalam posisi untuk mendiskusikan atau menghakimi masalah-masalah. Karena itu, saya menantikan Tuhan untuk campur tangan masalah tersebut. Saya hanya memegang hal-hal yang berada dalam hati saya sendiri. Tuhan sudah memecahkan masalah dan menetapkan masalah-masalah imum yang tidak bisa saya pecahkan. Masalah-masalah ini adalah yang dihadapi para pendeta hari-hari ini dan meningkat menjadi tantangan yang sulit dipecahkan. Tuhan menyelesaikan semua masalah mereka dan memberkan pemecahan masalah dengan sempurna. Kami dipilih untuk hidup seutuhnya bagi Tuhan. Para pendeta dan jemaatnya akan dihakimi sesuai dengan pekerjaan dan perbuatan mereka. Hidup mereka akan dievaluasi, usaha-usaha mereka akan dievaluasi, pikiran-pikiran mereka akan dievaluasi. Tidak masalah apakah para orang kudus berasal dari gereja besar atau gereja kecil, mereka akan berdiri didepan Tuhan. Semua perbuatan kita akan dihakimi pada hari itu.

Sebelumnya, saya biasa mengikuti seminar-seminar atau membaca iklan pengumuman gereja-gereja dan bagaimana mereka menyombongkan diri tentang gereja-gereja yang baru mereka bangun, saya menjadi iri dan cemburu. Gereja-gereja baru ini dibangun dalam waktu singkat dan mempunyai banyak jemaat. Beberapa dari gereja baru ini bertumbuh sangat cepat dan menyebutkan mereka memiliki kebangunan rohani. Saya dapat jelas melihat tujuan dan maksud mereka. Saya merasakan rendah diri dari semua keberhasilan mereka. Saya sangat tertekan seakan-akan saya gagal. Namun, bagaimanapun, saya tidak mengijinkan aspek-aspek ini menjadi beban bagi saya.

Ini tidak berarti bahwa pelayanan saya terlihat pasif atau tanpa hati yang berkobar. Seringkali pendeta dan para orang kudus memulai langkah iman mereka dengan motivasi murni dan kegirangan. Namun, ketika waktu berjalan dan hari berganti, mereka tidak menyadari bahwa mereka menjadi teman bagi dunia. Mereka mulai berjalan dengan dunia. Tuhan menjadi sangat marah dan murka. Dia akan menghakimi. (Yak 4:4)

Setiap orang hidup menurut nilai dan standar mereka sendiri. Pikiran dan kesimpulan mereka berbeda. Banyak anggota gereja yang mengatakan kepada saya bahwa orang-orang disekitar mereka menyatakan tentang pemujaan gereja kami.

Ijinkan saya mengutip pernyataan tipikal mereka. "Gereja apakah itu yang mempunyai orang baru percaya berbicara bahasa roh? Jenis apakah gereja yang bernubuat, berperang melawan iblis dan mendapatkan pewahyuan akan surga dan neraka? Seseorang hanya dapat pergi ke surga dan neraka setelah mereka mati. Mungkin ada kesempatan seseorang dapat mengunjungi surga dan neraka dalam mimpi. Tetapi hanya satu atau dua kali saja. Namun, pergi ke sorga dan neraka setiap hari itu tidak mungkin. Tidak masuk akal!” Kemudian mereka mencoba untuk menari jemaat-jemaat gereja ke gereja mereka.

Dengan berani saya mengatakan. "Mereka benar. Kami pergi ke sorga atau neraka setelah mati. Tetapi dengan Kuasa Tuhan kami dimampukan untuk mengalami sorga dan neraka selagi kami masih hidup." Saya sendiri dibingungkan dan diganggu keluarga besar saya dan menuduh kami mistis, tetapi kami tidak perduli apa yang mereka katakan. Sorga dan Tuhan kami adalah misteri sangat besar. Sekalipun relia doa kami sudah berakhir, kami terus berdoa tanpa henti. Pengalaman ilahi kami adalah untuk dicatat dalam buku ini. Jika saya mencatat setiap peristiwa, sejumlah informasi dan literatur hanya akan menjadi satu buku. Kareka itulah, saya akan merekam pengalaman-pengalaman lain dalam buku berikutnya. Tuhan masih terus melanjutkan kunjungan-kunjuganNya dan pekerjaan-pekerjaanNya setelah reli doa. Tuhan campur tangan dalam setiap kehidupan kami sehari-hari. Haak Sung dan Yoo Kyung menjadi sangat pandai dan bijak melalui pengalaman-pengalaman mereka.

Tuhan mengatakan kepada saya bahwa Dia akan memberikan saya kesempatan untuk menuliskan buku lebih lagi tentang sorga dan neraka. Dalam buku pertama kami, kami kekurangan kertas dan tidak dapat mencatat beberapa kejadian-kejadian luarbiasa tetapi Tuhan menunda peristiwa-peristiwa yang tidak tercatat itu dalam buku berikutnya. Buku berikutnya akan berisi hal-hal yang mengejutkan dan luarbiasa, karenanya saya harus berhati-hati.



*********************************************************************************


KESAKSIAN KIM YONG DOO - DIBAPTIS DENGAN API YANG DASYAT BUKU 3 / BAPTIZED BY BLAZING FIRE,BOOK 3


Dibaptis Dengan Api yang dasyat oleh Kim Yong Doo/Baptize by Blazing Fire BOOK 3


Chapter 1:

Melewati 12 pintu mutiara 


February 9, 2005 (Wednesday): “Accomplishing blessings in the New Year” 


Sermon scriptures:

Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya-TUHAN ialah nama-Nya; Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan memberitahukan kepadamu hal-hal yang tidak kau ketahui..” (Yeremia 33:2-3)



1. Tuhan dan Hubungan kita

Ketika Tuhan berbicara, FirmanNya mempunyai muka dan belakang. Sama seperti telapak tangan dan punggung tangan juga seperti kepala dan ekor di mata uang, ada dua arti dari FirmanNya. Mereka yang menerima Firman Tuhan dengan iman akan menerima janji keselamatan dan diberkati dengan hidup kekal. Tetapi, jika engkau tidak percaya dan tidak mematuhiNya, engkau akan menghadapi banyak ujian dan cobaan. Sama seperti orang-orang Israel yang seringkali melupakan Tuhan dan ketika mereka menolak undanganNya untuk menjadi bangsa yang terpilih, mereka melalui banyak perang dan ditawan sebagai tawanan perang.  Hidup mereka dipenuhi penderitaan dan mereka mengalami penderitaan yang menghancurkan. Karenanya, orang-orang percaya harus mempunyai hubungan intim dengan Tuhan terlebih di waktu kesukaran dan kemalangan. Juga, dalam perjalanan kita dengan Kristus, kita harus sepenuh hati dengan kepastian dan sikap positif untuk membawa sukacita bagi Tuhan kita. Allah Bapa kita tidak pernah memarahi kelemahan anak-anakNya. Seakan-akan bermain dengan gasing, semakin gasing diputar, putarannya semakin benar dan stabil. Demikian juga, penting sekali kita harus tahu jika hubungan dengan Tuhan adalah keselamatan dan hidup kekal atau kutuk dan penghakiman.


2. Tuhan menggenapi dan menyelesaikan PekerjaanNya

Tuhan adalah pembuat rencana dan desain dari rancangan ilahi. Dia perduli tentang kita manusia dan selalu berpikir dan bekerja untuk kebaikan kita. Karenanya, Alkitab menggambarkan Tuhan kita sebagai penjunan yang membuat berbagai macam bejana dari tanah liat kita (Yes 45:9). Sebelum menciptakan bejana tanah liat, penjunan merangkai dan membentuk tanah liat dengan tangan telanjang dan sang penjunan tidak pernah membuat segala sesuatu tanpa persiapan. 

Seorang penjunan sangat tekun dan berfokus pada proyeknya sampai benar-benar selesai. Kemudian ketika proyek itu berubah menjadi mahakarya, semuanya sampai dipenuhi dengan kekaguman dan kegembiraan.“yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang, Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini” (Yes 45:7). Kita adalah maha karya berharga yang sudah Tuhan ciptakan secara pribadi. Berbagai penampilan wajah dan kepribadian kita berbeda dan kita dikirim ke dunia ini dengan keunikan masing-masing. 

Tidak satupun orang yang berani meniru ciptaan seperti ini dan kita adalah jiwa-jiwa yang sangat berharga di dunia ini. Konsekuensinya, salah kalau kit menempatkan diri di bawah tetapi juga salah jika kita mengangkat diri kita sendiri diatas pencipta kita dan menjadi sombong. Kita harus selalu bersyukur dan memberi kemuliaan bagi Tuhan.


3. Menjeritlah kepada Tuhan dan Berdoa

Dapat kita katakan bahwa aspek yang paling penting dalam kehidupan kita adalah pertukaran kata diantara orang-orang. Komunikasi adalah langkah penting untuk memahami pikiran terdalam dari orang lain. Tuhan mengatakan jika kita ingin mengenal pikiran-pikiranNya, Dia mendorong kita untuk membuka mulut, menjerit dan berdoa. Kemudian Dia berjanji untuk membagikan rahasia yang tidak diketahui orang lain. Perjanjian lama dan baru dipenuhi dengan jeritan orang-orang dan doa dan Tuhan menjawab doa orang-orang yang sungguh hati itu. 

Baik sebagai kelompok, keluarga maupun pribadi, ketika kita berdoa dengan keras dan menjerit kepada Tuhan, kita akan selalu menerima jawaban yang pantas saat itu. Tuhan mengambil kesempatan untuk mengintervensi secara pribadi ketika kitabersungguh-sungguh menjeri kepadaNya. Alkitab menyatakan bahwa ketika kita berseru kepada Tuhan, Dia akan menjawab, “Ini Aku” (Yes 58:9) dan Tuhan tidak pernah jauh, tetapi selalu dekat.Yeremiah, sebagai seorang nabi, menghabiskan hidupnya dengan berseru untuk bangsa dan negaranya. 

Tetapi, jika bukan Yeremia yang berdoa kepada Tuhan, Tuhan akan memilih orang lain untuk menempati tempat Yeremia. Ketika kita mempelajari para nabi dan pekerjaannya di Alkitab, kita melihat bahwa mereka hidup eksklusif sebagai pelayan-pelayan Tuhan.

Tuhan selalu mencari orang yang cocok dalam bingkai waktu dimana kita hidup. Ketika Dia menemukan pelayan yang benar, Dia akan memberikan kuasa dan Roh Kudus akan dicurahkan minyak urapan secara pribadi. Bagaimana setiap kita dipakai tergantung dengan wadah rohani mereka, tetapi kit aharus bersyukur ahwa kita dipanggil Tuhan untuk dipakai, karenanya, kita harus setia pada panggilan itu. Dalam hidup ini kita dapat dipakai Tuhan untuk waktu yang singkat atau hidup kita sepenuhnya sampai mati. Jika kita ingin dipakai untuk waktu yang lama, kita harus hidup seturut dengan rencanaNya tanpa ada perubahan. 

Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah, yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dair hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” (2 Tim 2:20-21). 


4. Aku akan menyatakan Rahasia-rahasiaKu

“Sungguh Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusanNya kepada hamba-hambaNya, para nabi. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?” (Amos 3:7-8)

Allah Bapa kita akan menyatakan rahasia-rahasiaNya kepada mereka yang dengan tekun mencari dan mengetok pintu. Rahasia-rahasia Tuhan dapat diambil mereka yang dengan setia dan tekun mencari, yang menggerakkan keingintahuan kami dan pada saat yang sama memotivasi kami. Iman sejalan degnan firman, doa dan dengan tekun menghasratkan hadirat Tuhan adalah saat rahasia itu akan dinyatakan kepadamu.Kebenaran ini pasti menunjukkan kasih karunia Tuhan kita yang besar.

Ada banyak interpretasi dari apa arti rahasia yang dinyatakan, tetapi melenceng dari arti aslinya. Ada juga ―melewati ujian melalui doa kesedihan yang dalam,‖ menginterpretasikan misteri, yang ―akan dinyatakan dengan banyak informasi,‖ dan itulah artinya.

Sebenarnya Tuhan menunjukkan saya banyak kejadian yang belum terjadi. “Tetapi FirmanNya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilanganKu dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN didepanmu: Aku akan member kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” (Kel.33:19).

Allah Bapa tidak begitu saja memberikan sejumlah besar rahasia-rahasia spiritual, tetapi melalui aneka macam besar dan kecil ujian dan pencobaan dinyatakan. Tuhan memeriksa kesiapan kita untuk mengalami setiap hari dalam hidup rohani dan jasmani kita. Apa yang lebih menyakitkan da n sulit adalah kenyataan bahwa Tuhan memperingatkan kita waktu yang akan datang dan kita benar-benar tidak mempunyai tanda-tanda akan kapan, dimana dan dengan metode apa ujian berkembang. 

Inilah mengapa kita tidak dapat bebas dari ketegangan dan kita harus selalu berdoa tanpa henti. Sejak tampilnya Yohanes Pembabtis hingga sekarang, kerajaan Sorga diserang dan orang yang menyerangnya mencoba menguasainya” (Mat 11:12).

Tuhan sedang mencari jiwa-jiwa yang akan mendekati kerajaan sorga dan membuka pintu rahasia-rahasia rohani. Kemudian di waktu akhir Dia akan menggunakan mereka sebagai pekerja-pekerja untuk menuai tuaian gandum-gandum. Karena pekerjaan ini harus ditahan sampai Tuhan menyetujui kesiapan kita dan mencari lebih dalam dan berdoa terus menerus, tanpa akhir, merendahkan diri dan iman yang penuh kuasa.

Cara Tuhan menghadapi gereja kita tidak sama dengan gereja-gereja lain. Alasannya karena ini ada hubungannya dengan jaman akhir; akan ada pandangan-pandangan pernyataan kuat dan mereka yang tidak pasti. 

Saat kita kembali melihat pengalaman mengejutkan bangsa kita dimasa lalu, hal ini seperti mayoritas opini yang negative. Inilah mengapa subyek yang berhubungan harus hati-hati dan serius. Hari ini, kita buta rohani dan terlebih lagi semakin kita maju, dunia ini semakin tidak pasti. Inilah mengapa Tuhan membaptis kita dengan Roh Kudus dan api –menyertakan kuasa Tuhan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan api. (Mat 3:11) .

Kita mengalami baptisan api dahsyat Roh Kudus setiap hati. Tidak masalah dimana lokasi kita, kuasa Tuhan atas kita saat dua orang atau lebih berkumpul bersamasama. Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.” (1 Yoh 5:14) dan inilah janjiNya. Kita pasti akan diperbarui setiap hari melalui doa. Halleluya!*


Menurut Malaikat-malaikat Penjaga

Dalam Alkitab tidak disebutkan malaikat-malaikat ―penjaga. Disamping itu, Rasul Petrus dengan singkat menyebutkan malaikat ini dalam Kis 12:15 . Konsep dari malaikat-malaikat penjaga ini seringkali membangkitkan keingintahuan kita akan Alkitab. “Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.(1 Kor 2:13).

Kami sebagai orang-orang Kristen ingin tahu apakah malaikat-malaikat penjaga itu benar-benar ada. Secara umum, orang-orang dengan karunia roh yang berbeda yang melangkah masuk dalam alam rohani mengetahui kebenaran, dan kita membagikan pengalaman nyata dengan dunia. Kejadian2 rohani hanya dapat dikenali secara rohani dan Yesus memerintahkan kita menginformasikan orang2 Kristen yang tidak sadar secara rohani akan kepastian dan dengan tepat merekam apa yg dinyatakan.

Kim, Joo-Eun: * Kim, Joo-Eun Bertemu Malaikat Penjaga

Satu minggu setelah Tahun Baru saya pergi kerumah kakek. Dengan penuh sukacita kakek nenek menyambut saya dengan sukacita. 

Pendeta yang juga ayah saya berkata, ―Joo-Eun, sekarang ini kakek nenekmu akan berdoa dalam doa pertobatan, jadi lihatlah dengan seksama melalui mata rohani, dan kemudian dia mulai bersiapsiap berdoa. Ayah saya meminta kakek nenek untuk berlutut dan mengulangi doa yang diucapkannya.

Keduanya mengulangi, ―Bapa kami di sorga, saya adalah orang berdosa. Saya tidak mengenalmu dan hidup sampai saat ini menyembah berhala kami. Ampunilah dosadosa kami! Mulai sekarang saya akan menerima dan menyembah anakMu Yesus Kristus sebagai juru selamat saya,‖ dan ketika mereka berdoa, Tuhan mengirimkan 2

malaikat turun dari sorga yang berdiri disamping kakek nenek saya. 

Dua malaikat itu adalah malaikat penjaga kakek nenek saya yang akan melindungi mereka sampai akhir.Secepat malaikat itu turun dari sorga, mereka menghormat dengan membungkukkan kepalanya didepan Yesus, dan dengan mengangkat satu tangan yang terlihat seperti sedang berjanji. Pemandangan ini terlihat gagah berani namun rendah hati. Yesus berbicara kepada mereka dengan suara yang agung dan mulia. ―Engkau sudah dipercaya dengan tugas melindungi saudara Kang, Soo-Yong dan saudari Haam, Oak Boon sampai mereka meninggalkan bumi. Apakah kau mengerti? Secepat perintah diberikan, para malaikat itu menundukkan kepalanya dan berlutut dan dengan hormat menjawab, ―YA Tuhan saya yang Kudus! Kami akan melakukan seperti yang Kau katakan.

Tetapi yang aneh saat mereka menjawab, sayap –sayap para malaikat itu lenyap, jadi saya bertanya kepada Yesus. ―Yesus! Saat para malaikat itu turun dari sorga mereka memiliki sayap, tetapi mengapa tiba-tiba sayap mereka lenyap? Yesus menjelaskan, ―AnakKu kekasih sesame, tidakkah engkau memiliki pikiran yang ingin tahu? Sayap-sayap para malaikat itu tidaklah menghilang.

* Sayap-sayap malaikat dan Bulunya

―Sayap-sayap dan bulu malaikat mempunyai kedekatan dengan iman orang percaya. Saat orang percaya itu hidupnya dicurahkan dan setia padaKu, sayap-sayap malaikat itu akan bertumbuh dan kemudian akan menjadi sayap yang besar. 

Juga, bulu-bulu pada sayap itu akan bertumbuh dengan indahnya. ―Oh saya mengerti, Tuhan! Terima kasih sudah menjelaskan kepada saya. Ketika saya memperlihatkan ucapan syukur saya kepada Yesus, Dia tersenyum dan sangat senang.

Yesus menceritakan bahwa di sorga ibu dan nenek saya bersama kami sekarang merayakan kakek nenek saya yang menerima keselamatan dan Tuhan berjanji untuk

membawa ibu dari nenek saya ke ibadah di Gereja Tuhan.

Ketika saya menyampaikan informasi kepada bapak pendeta, dia sangat gembira dan berkata, ―Joo-Eun! Ini adalah hal yang sensitive, jadi kita harus berhati-hati membicarakannya. 

Ini dapat memunculkan kritikan besar dari banyak gereja disekitar bangsa kita.Begitu pendeta selesai berbicara, Yesus berdiri disamping saya dan berkata, ―Apakah ada sesuatu yang tidak bisa Aku lakukan? Pendeta Kim jangan mencemaskan dirimu! Aku sudah mengundang banyak jiwa dari sorga untuk bergabung dalam ibadah di Gereja Tuhan dan ini karena ibadahmu terfokus padaKu dan hidup secara rohani. 

Di masa mendatang Aku berencana untuk mengambil banyak dari hambaKu yang terkenal di Alkitab secara pribadi untuk menyaksikan khotbah di Gereja Tuhan dan jemaat yang mempunyai karunia penglihatan rohani akan jelas melihat dan berbicara dengan mereka.

Dipenuhi dengan kegirangan saya melihat kepada Yesus, berseru, ―Wow! Yesus! Tidakkah itu berarti bahwa iman pada leluhur kita, Abraham, Musa dan Elia akan menghadiri ibadah gereja kita?‖ Yesus menjawab, ―Ya, ya. Tentu saja, ya! Sekarang ini mereka inginmengunjungi Gereja Tuhan.

Ketika tiba di rumah saya membagikan hal ini kepada Yosep dan dengan cepat dia meresponi, ―Wow! Saya kan bertemua dan berbicara dengan anak-anak perempuan Ayub terlebih dahulu. Ketika mendengar itu saya cemburu. Sekali lagi Yesus memberikan firmanNya untuk mengingatkan ayah saya untuk mencatat dengan tepat apa yang terjadi hari ini.

* Proses Menerima Yesus

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9-10).

Yesus menjelaskan, ―Sesame! Supaya seseorang diselamatkan, mereka harus percaya dan menerimaKu masuk dalam hati mereka, tetapi yang sangat penting adalah memiliki hati dan pikiran yang tulus. Banyak orang yang menerimaKu tetapi berakhir di neraka, karena selama doa pengakuan mereka hanya berdoa tanpa ketulusan!

Yesus juga berkata, ―Banyak orang mengaku bahwa mereka menerima dan memproklamirkan Aku dalam hati mereka dan dengan mulut percaya mereka diselamatkan, karena mereka sudah percaya kepadaKu untuk waktu yang lama, tetapi lamanya waktu tidaklah menentukan keselamatanmu. 

Ini adalah proses menghasilkan buah-buah dalam karaktermu yang menuntunmu lebih dekat meraih keselamatan. Banyak orang percaya secara buta pengajaran-pengajaran tidak benar yang menyatakan dengan mulut mereka menjamin keselamatan mereka – dan dibawah ilusi bahwa mereka akan pergi ke sorga. Keselamatan harus disadari melalui takut dan gentar dan setiap orang harus bertumbuh dalam iman yang sungguh-sungguh. Hati Yesus patah dan frustasi karena begitu banyak jiwa yang berakhir di neraka karena mereka percaya dengan tidak menentu.

Saya bertanya kepada Yesus, ―Yesus! Apa yang saya lakukan? Dapatkan saya menerima keselamatan? Yesus dipenuhi dengan kasih karunia meresponi. ―Ya, tentu saja. Mengapa SesameKu tidak bisa menerima keselamatan? Tetapi, engkau harus tekun taat dan hidup setia. Apakah kau mengerti? Saya berjanji dan berkata, ―Ya, Tuhan! Saya akan hidup seperti yang Kau katakan.

“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu ku tidak hadir” (Fil 2:12).

“karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.” (1 Pet 1:9).

Kim, Joseph: Akhirnya Yosep bertemu dengan Iblis Perempuan

Saya berkonsentrasi meminta Tuhan karunia penglihatan roh dan saya berapi-api berdoa dalam bahasa roh ketika 3 kaki didepan saya ada seseorang mengenakan pakaian putih duduk memunggungi saya. 

Selama berdoa saya berpikir Siapakah orang ini yang duduk memunggungi saya? Orang itu tidak seperti laki-laki karena rambut lurusnya diikat panjang dan sedikit berguncang. Saya menjadi benar-benar ingin tahu dan ketakutan saya mulai muncul.Saya yakin bahwa itu adalah iblis, tetapi tanpa bergerak, dia duduk memunggungi saya. Ketakutan saya bertambah. 

Tiba-tiba waktu itu terdengar teriakan, ―Ahhhh! kepala iblis itu berpaling dan melihat saya dan jantung saya berhenti berdetak. Kepala iblis perempuan itu memutar dengan mulut terbuka dengan darah yang tercurah dari taring-taringnya dari atas sampai ke bawah mulutnya. Pinggir mata roh jahat itu berdarah saat dia menyipitkan matanya dan mengawasi saya, berkata. ―Aku akan mengirimmu ke neraka!‖ Ketika saya mendengar ini saya ketakutan dan tidak tahu apa yang saya lakukan, jadi saya mulai berdoa perang. ―Hey, kau roh jahat najis! dalam nama Yesus pergi dari saya! Tinggalkan saya! Tetapi Iblis ini tidak mudah diusir. 

Dia menyerang saya dengan kuku-kukunya yang tajam mencakar saya. Seringkali saya mengingat ayat-ayat Alkitab supaya selalu siap untuk serangan iblis, jadi saya berseru, , “Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu” (Yak 4:7). 

Bahkan dengan ayat ini iblis ini tetap tidak mau pergi karena dia sangat jahat. Saya mulai berkata dengan keras Mark 16:17 dengan penuh otoritas. “Tanda-tanda ini akan menyertai orang2 yang percaya;mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang barubagi mereka.” Pada waktu itu pertamakalinya iblis pergi dari saya.

Saya terus berdoa setelah kejadian ini dan iblis-iblis perempuan tidak terhitung jumlahnya terus menerus mendekati saya. Sampai sekarang, sebelum saya menerima karunia penglihatan roh ini, saya sering menangis dan cemas bahwa saya tidak akan pernah menerima karunia ini. 

Ketika pertama kalinya saya mendengar betapa cepat saudari Baek, Bong-Nyo, Haak-Sung dan Joo-Eun menerima karunia penglihatan roh mereka dan perang secara roh dengan iblis, saya tidak pernah mimpi bahwa saya akan mengalaminya sendiri. seperti yang dapat kita lihat dengan mata dan berbicara, iblis-iblis itu sangat jelas dan dapat dilihat dengan mata. Kita dapat melihat mereka dg seluruh indra kita. Roh jahat tanpa mata dan beberapa kali hanya bola mata yang bergulingan didepan saya, sedangkan roh jahat biru dengan mata kucing dan banyak roh jahat perempuan terus menyerah saya, tetapi saya mencungkil mata mereka dan melemparkan sejauh mungkin.

Kemudian tiba-tiba sunyi dan saya tidak dapat melihat apapun, jadi saya terus berdoa dalam bahasa roh. Babi hutan raksasa dengan taring-taring yang tajam dari kedua sisinya terdengar sangat keras, ―Honk! Uap panas keluar dari hidung dan mulut babi hutan itu dan menghantam saya, bau menjijikkan membuat saya pusing. Tanpa peringatan, saya benar-benar tidak siap, babi itu mencoba menabrakkan kepalanya kepada saya, jadi Haak-Sung yang berdoa disebelah saya berteriak, ―Yosep, perhatikan – ini bahaya! 

Berlindunglah dan bergeraklah!‖ dan dengan peringatan itu, dia mengkonfrontasi dan berdiri muka dengan muka dengan babi. 

Saudara HaaSung mencekik leher babi dan mendorongnya ke tanah, kemudian babi itu mengerang ―Honk! kemudian menghilang.Saya mendesah, ―Whew! untuk melepaskan ketegangan dan mulai berdoa dalam roh secara terus menerus. Saat ini saya melihat batu besar, ada lubang gelap dimanamana. 

Saya mulai melihat sesuatu yang tampak seperti serigala-serigala, dan satu demi satu mereka mengaum, menjerit ―Aooooo! Aooooo! Aoooo!‖.

Kemudian ada angsa menabrak. Pada saat yang sama, tanpa sadar, seekor anaconda merayap disebelah saya dan mulai membelit dan mencekik saya – yang terjadi dalam sekejap mata.

Ketika kesulitan untuk bernafas, pada waktu itu saya berpikir hanya masalah waktu saya akan mati, jadi saya menendang dan melawan, tetapi tidak ada energy tertinggal untuk menjerit. Saya mengumpulkan semua kekuatan saya: ―Tuhan, Tuhan! Kuatkan saya! Berikan saya kekuatan‖ dan dengan cepat saya dipenuhi kekuatan luarbiasa. Saya mencengkeram anaconda dengan tangan dan melemparkannya jauh.Akhirnya, setelah mengalahkan serangan dari roh jahat, saya merasa seakan-akan doa saya tiba-tiba mendapatkan sayap-sayap dan terbang dengan kecepatan yang tidak bisa dipercaya ke sorga. 

Saya merasa berbeda. Atmosfer disekeliling bumi bersinar kuning kemerahan dan sangat indah.

Kim, Joo-Eun:*Roh Jahat berupa Babi hutan buas

Roh jahat berupa babi hutan muncul didepan saudara saya, Yosep, mulai menekan saya dan dia menunjukkan warna abu-abu. Saya ketakutan sehingga saya membuka mata saya dan babi hutan itu lenyap. Saya menutup mata lagi dan terus berdoa. Didepan saya ada hutan yang paling dalam dan saya berjalan sendirian. 

Kemudian babi hutan yang saya lihat sebelumnya muncul kembali secara tiba-tiba, mengejar saya dengan cepat dan mencoba menjatuhkan saya. 

Saya berlari tak keruan dari babi hutan yang mengejar saya itu, saat saya melihat didepan ada jalan lebar dan saya lari ke tengah-tengah jalan dan disana saya melihat Yesus berdiri.

Saya berseru kepada Yesus, ―Yesus, Yesus! Tolong selamatkan saya. Babi hutan liar menyerang saya!‖ dan saya lari ke pelukan Tuhan. Tuhan menghibur saya danberkata,Joo-Eun sayang, jangan cemas. Yesus kemudian menangkap babi hutan itu, mencabut semua bulunya, menjatuhkannya dan babi hutan menjerit kesakitan. Kemudian Yesus melemparkan babi hutan itu jauh dari saya.

* Rumah saya di Sorga

Saya berkata, ―Yesus sayang! Saya ingin melihat rumah saya di sorga. Saya ingin sekali melihatnya. Tolong ijinkan saya sekali saja! dan saya merayu Tuhan. Seketika itu, pemandangan berbeda dibuka didepan mata saya dengan pemandangan yang tidak bisa dipercaya dimana sinar terang luarbiasa terpancar, jadi saya tidak bisa membiarkan mata saya tetap terbuka. Rumah besar di kejauhan dibungkus dengan berbagai bayangan sinar pink cemerlang. 

Saya pikir Saya menyukai warna pink….wow! Saya tidak tahu siapa pemilik rumah ini, tetapi saya sangat cemburu, sangat sangat cemburu.‘ Yesus menggandeng tangan saya dan menuntun mendekat ke rumah itu dan berkata bahwa kami akan menemukan siapa pemilik rumah itu, jadi saya mengikuti Dia. 

Saya sungguh bahagia sampai mau pingsan.Rumah itu tidak lain adalah rumah saya, dan ada sebuah tanda di samping tertulis Rumah Sesame‘ – panggilan saya. Dari kejauhan rumah itu kelihatan berwarna pink, tetapi ketika saya mendekat ternyata ada banyak campuran warna cemerlang. 

Rumah saya di sorga sungguh luarbiasa, besar dan tinggi, ketika saya berdiri di depannya saya seperti debu. Lebarnya sangat lebar. Yesus sudah tahu kalau warna favorit saya adalah pink dan Dia menyiapkan rumah saya dengan warna pink cemerlang. 

Didepan pintu masuk berdiri dua malaikat tinggi memegang pedang dan ketika mereka melihat saya, dengan hormat mereka membungkuk, ―Selamat datang, saudariJoo-Eun!

Saya tidak masuk rumah itu, hanya menikmati tampak luarnya.Ada banyak permata dan berlian yang tidak pernah saya lihat sebelumnya terganjal di pintu masuk dan dinding dan ketika sinarnya berkilauan saya tidak bisa berpikir jernih. 

Beberapa area di rumah dibentuk seperti mainan lego dan semakin tinggi rumah itu, semakin mekar seperti bunga morning glory. Saya tidak tahu mengapa, tetapi mungkin karena itu rumah saya dan semua rumah lain tampak lebih kecil dari rumah saya. Saya mengucap syukur kepada Yesus, lagi dan lagi. ―Yesus, Yesus sayangku! Terimakasih banyak. Ini luarbiasa dan indah!

Kemudian Yesus menjawab, ―Sama-sama Joo-Eun! Lain kali Aku akan mengajak ke dalam rumahmu, jadi berdoalah dengan tekun. Juga, Yesus berjanji bahwa jika saya melakukan sesuatu dengan iman, apapun itu, Dia akan membangun rumah saya lebih besar dan lebih tinggi.

Lee, Haak-Sung:* 

Doa yang membumbung tinggi sampai ke sorga Selagi saya berdoa, Yesus mendatangi saya dan Dia melewati antara semua doa pribadi dan tersenyum, bergumam dibawah nafasNya. ―Aku ingin melihat doa siapa yang membubung tinggi sampai ke sorga, dan secepat Dia mengatakannya, setiap kami mulai berdoa, mencoba memenuhi dengan api dahsyat Roh Kudus. 

Saya merasakan seperti kami sedang menembakkan pistol doa.

Yesus berkata dengan lantang, ―Lihat. Betul, baiklah! 

Seperti yang diharapkan, Pastor Kim melakukan dengan sangat baik! Ya, ya, kau melakukan dengan baik. Lebih keras, lebih berapi-api, lebih sungguh-sungguh! Oh ya, kau melakukan dengan baik. Luarbiasa… Sister Kang, Hyun-Ja, dan apakah mempelaiKu harus berdoa nyaring? Ya, betul!

Kemudian Yesus berkonsentrasi mendengarkan Yosep, Joo-Eun, saya, Yoo-Kyung, ibu saya dan Diakones Shin. Yesus maju dan mundur diantara kami untuk memeriksa setinggi apa doa kami menjelajah. 

Secara visual saya dapat melihat bahwa doa kami seperti sebuah pertandingan dan ditunjukkan seperti grafik.

===== February 10, 2005 (Thursday) =====

Sermon Passage: Sebab didalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17).

Kim, Joo-Eun:* Joo-Eun melihat Pintu masuk Neraka

Saya sedang berdoa dengan kencang ketika bayangan Yesus yang bersinar mendekati saya. Yesus memegang tangan saya dan berkata, ―SesameKu! Engkau harus datang denganKu, jadi ikutilah Aku. Saya menjawab, ―Ya, Yesus. 

Secepat saya memegang tangan Tuhan, tiba-tiba saya sedang berjalan disepanjang terowongan gelap dan panjang dan saya melihat tiba-tiba saya ada di neraka. Seperti biasanya, jalan di neraka selalu gelap dan membuat saya merinding. 

Kami berjalan sesaat dan saat kami berjalan, di sebelah kiri jalan saya melihat ada panah besar jelas didepan saya. Awalnya seperti panah yang menunjuk kepada arah tertentu, tetapi kemudian saya menyadari bahwa tidak ada jalan lain kearah yang dituju.

Ketika kami berjalan semakin dalam, tanda bersih tertulis, Pintu masuk Neraka‘ tertangkap mata saya dan saat itu tubuh saya mengerut. Tuhan membaca pikiran saya dan berkata, ―Joo-Eun, jangan cemas, Aku akan melindungimu dan Dia meyakinkan saya.

Semakin berjalan masuk, jalannya merah membara dan saya tidak tahan dengan panasnya yang menyengat. Tampaknya segala sesuatu dibuat panas dari panas yang luar biasa. saya bertahan selama mungkin, tetapi kemudian saya menjadi semakin ketakutan dan ngeri, jadi saya menjerit, ―Yesus, Yesus! sangat panas dan saya takut

Tuhan menenangkan saya dan mengingatkan supaya tidak kuatir.

Akhirnya, ketika pintu neraka terbuka dengan api panas yang menyengat, jeritan banyak orang yang tidak terhitung dapat terdengar. Banyak jalan kecil yang melebar, terbagi dan berhubungan dengan banyak jalan lain dan di kedua sisisnya adalah jalan berjurang tanpa dasar. 

Nyala api baik kecil maupun besar tampak hidup dan naik ke jurang. Di sebelah kiri ada banyak penggorengan raksasa yang panas dengan pegangan dikedua sisinya. Saya sudah lihat banyak orang dimasak hidup-hidup sebelumnya, tetapi sekali ini luarbiasa perbedaan ukurannya. 

Penggorengan itu sepuluh kali lebih besar dari lapangan atletik.

Wajan itu dipenuhi dengan tubuh-tubuh telanjang dan ada banyak asap rokok. 

Iblis-iblis mulai menuangkan minyak ke tubuh-tubuh itu yang mulai menjerit dan lari tak keruan mencoba menghindari minyak itu. 

Dibawah kaki mereka, wajan terlihat merah menyala karena api dan diatasnya setan-setan menggodok mereka dan mencurahkan minyak panas diatas mereka. Orang-orang tampak seperti lap kotor, tetapi daging mereka terkuliti saat mereka menggertakkan gigi.

Di sisi lain, ada dinding gunung dan setiap dinding ditutupi dengan lubang-lubang tak terhitung. Lubang ini berhubungan dengan dasar neraka dan didalam lubang gelap terdengar suara jeritan orang-orang terus menerus. Baunya sangat menyengat jadi saya berkata, ―Yesus! Perut saya sakit dan ini tidak tertahankan, Tuhan menjawab, ―Tentu saja, Joo-Eun! Aku yakinkan kau tidak bisa membau apapun. Kemudian Dia menyentuh hidung saya, mengijinkan saya hanya untuk melihat dan merasakan sesuatu disekitar saya.

Disamping wajan panas itu, saya dapat melihat banyak aneka macam roh jahat mengelilinginya. Mereka berwujud wanita tua, berambut pendek, tengkorak berambut putih, bermacam-macam spesies ular, iblis berkepala binatang, mereka dengan sayap kelelawar yang terbang, masih ada banyak yang lain yang tak terhitung. Setiap iblis ini membawa senjata mematikan.

Ada juga banyak roh jahat dengan pandangan asing memegang pisau besar. Saat orang-orang yang kesakitan menunjukkan penolakan dengan berteriak dan mencoba memanjat, roh-roh jahat ini mempunyai tugas menusuk mereka berulang-ulang dengan pisau besar, menghancurkan tubuh mereka dan melemparkan kembali kedalam api.

* Sate Manusia di Neraka seperti Sate Ayam

Yesus menuntun saya ke tempat lain dimana saya hampir pingsan melihatnya. Sepulang sekolah, saya sering membeli tusuk daging, telur masak dan sate ayam yang saya makan ditoko itu. Tettapi saat saya melihat gambar yang serupa sate ayam di neraka, saya merinding ketakutan. Pemandangan itu sangat menakutkan yang membuat saya tidak memperhatikan bahwa Yesus berdiri disebelah saya.

Seorang laki-laki, kemudian perempuan, kemudian laki-laki lain dan disusun teratur sampai tinggi dan sama sekali tidak berserakan, mungkin karena roh jahat raksasa memegang mereka dari sisinya. Semua orang itu telanjang dan ditumpuk dalam banyak ketinggian. Beberapa ketinggian 130 kaki, 328 kaki dan ada juga 492 kaki.

Teror pada orang-orang itu tampak nyata dan sepertinya tidak ada jalan bertahan dari apa yang terjadi. Saat tumpukan manusia itu siap, roh-roh jahat mengambil tusukan yang panjang dan tajam seperti alat, yang lebih panjang dari tumpukan manusia dan menusuknya lewat dada. Sekejap saja tusuak itu masuk melalui dada orang terakhir di dasar tumpukan manusia. Saat itu jeritan menyedihkan terdengar seperti merobek langit: ―Ahhh! Tolong bantu saya! Tolong, tolong! Berhenti!

Roh-roh jahat raksasa itu mengatur dan mengambil tusukan lain yang panjang dan kali ini, menusuk area abdomen bawah dan kemudian menusuk sate manusia sekaligus. Orang-orang menjerit, meminta belas kasihan. Roh jahat lain mendekat, meringis, memegang tusuk daging panjang dan mulai menusuk mencentil orangorang. ―Selamatkan saya! Tolong, jangan lakukan ini! Berhenti, berhenti saja! 

Kau iblis terkutuk!‖dan orang-orang itu mulai mengutuk—tetapi tidak ada gunanya. DArah mulai tercurah keluar dari manusia. Tampak seperti ketika ibu saya memasak kentang manis.Dia akan menggunakan sumpit logam untuk mencungkil melihat apakah benar-benar sudah masak.

Yang membingungkan adalah sekalipun orang-orang berjuang dengan segala tenaga, menendang dan menjerit, mereka tidak terjatuh. Iblis-iblis itu besar seperti raksasa hampir setinggi langit dan rambut mereka keriting, alis mata dan bulu mata melingkar seperti cacing yang menjijikkan. ―Ya! Ini menakutkan, oh, mengerikan! Begitu saja saya ekspresikan kejijikan saya. Iblis-iblis itu terus berteriak dan tertawa keras, ―Wow! Ini luar biasa, luar biasa dan mereka berteriak terus dan terus.

Tusukan daging yang panjang ditusukkan ke tumpukan orang dengan pegangan yang besar dan setan-setan lain mendatangi dan mengangkat orang-orang itu ke api yang membara. Kemudian mereka meletakkan mereka ke nyala api dan memutarnya. Waktu itu orang-orang dalam tusukan menjerit dan mereka dipanggang hidup hidup dalam api. Manusia ini merasakan baik kesakitan karena tusukan daging maupun karena dipanggang hidup-hidup.

Saya bertanya kepada Yesus: ―Yesus, bagaimana bisa mereka merasakan sakit yang luar biasa ini? dan kemudian Tuhan menjawab, ―Joo-Eun! Tidak perduli penghukuman menyakitkan disini di neraka, semua indra mereka hidup – seperti mereka yang ada di bumi. Marilah mendengarkan apa yang dikatakan iblis-iblis itu.

Setan-setan itu mengambil tusukan dari api dan berkata, ―Sepertinya lezat. 

Yang manakah yang harus aku makan dulu orang-orang bodoh ini, yang pertama, sesuai urutan atau dari tengah? Panggangan manusia itu tidak mati, mereka hanya hangus dan masih hidup tapi benar-benar kelelahan.Setiap iblis mengambil setiap tusuk, ―Oh, tidak mengapa. Aku akan makan mereka sesuai urutan! dan kemudian mulai merobek daging seperti daging barbeque, mereka patahkan tulang rawan dan tulang-tulang mereka. 

Suara retakan setiap saat setan itu menghancurkan tulang-tulang manusia dan masuk ke mulutnya. Orangorang menjerit kesakitan dan secepat itu lenyap dari mulut setan itu.

Orang berikutnya di tusukkan menunggu, ketakutan dan mulai menendang dan menjerit tetapi tidak ada gunanya. Semuanya hangus menghitam dan dalam terror. Satu demi satu saya menyaksikan manusia dimakan hidup-hidup oleh iblis-iblis dan saya dipenuhi dengan kesedihan dan airmata mengalir turun. ―Yesus, Yesus! saya

menyesali orang-orang ini. Apa yang dapat saya perbuat? Saya tidak tahan melihat mereka lagi dan saya terisak. Mereka yang hangus dalam api dan dimakan roh-roh jahat mulai regenerasi kembali daging dan tulangnya. Kemudian mereka dituntun ke kelompok dan beberapa secara individu oleh bermacam-macam setan dipindahkan ke tempat lain di neraka. roh-roh jahat itu tidak mengatakan kemana mereka dibawa, tetapi ketika penderitaan seseorang berakhir, tanpa pertimbangan mereka semua dipindahkan kembali ke tempat lain. 

Orang-orang berteriak, ―Kemanah kau membawa kami sekarang?  Tolong, tinggalkan kami sendiri. Punya belas kasihan kan kamu,? dan ketika mereka bertanya, roh roh jahat menjawab, Tutup mulutmu bodoh!  Tidak dapatkan engkau hanya diam dan ikut? dan mereka mulai menusuki orang-orang itu dengan arit kebiru-biruan dan mencabik mereka. Kemudian Yesus menuntun saya ke tempat lain.

* Tumpukan besar Alat Penyiksaan

―Yesus! Kemanakah Engkau membawa saya sekarang? Ketika saya bertanya kepada Tuhan, Dia menjawab dan saya mengetahui ketika sampai tempat itu dan sekali lagi dibawa ke tempat raja iblis, Setan. Setan sedang duduk di atas tahtanya. Tetapi ada yang ganjil karena di meja besar yang diatur didepan setan ada banyak alat penyiksaan dan senjata yang menakutkan tajam dan menakutkan di tumpuk. Kemudian parade orang tanpa akhir datang. 

Mereka sejumlah besar manusia, saya tidak mengerti sebanyak apa mereka.Dengan melihat dari dekat perlengkapan diatas meja, ada banyak peralatan yang saya kenali karena saya dapat melihatnya setiap hari di bumi. Ada sabit-sabit kebiruan, kapak, beraneka macam bentuk dan ukuran pisau, kail yang lebih besar dari manusia, cambuk, garpu, pisau cukur yang tajam, cangkul, obeng-obeng, gurdi, bor-bor. tombak, senjata api dan banyak alat lainnya yang digunakan untuk memukul dan menusuk. Wajah dari orang-orang itu memucat melihat apa yang didepan mereka.

Selagi Yesus dan saya mengamati raja roh jahat, Setan, di lubang besar, Yesus berkata ―Marilah kita pergi sedikit jauh‖ dan kemudian Dia menarik tangan saya. Satu sisi saya ketakutan tetapi saya merasa aman karena Yesus ada disebelah saya. Belum begitu lama kami berjalan ke tempat raja roh jahat berada dan disekitar setan dan para pengikutnya, kami mulai melihat banyak jiwa secara dekat.

* Joo-Eun Menghadapi Setan lagi

Di neraka, setan mengutuk semua jiwa-jiwa sambil bersiap-siap menyiksa mereka. Mata kami bertemu. Ketika mata kami bertemu, dia menatap saya ketakutan dan tiba tiba berteriak keras. ―Kamu! Mengapa kamu disini lagi? Pergi sekarang! Mengapa, mengapa lagi? Huh, mengapa kamu tetap kesini! Apakah kau mencoba mencungkil mataku keluar dan merobek sayap-sayapku seperti waktu yang lalu? Hey, tidak ada sayap kali ini. Aku tidak membuatnya. Hey kamu babi! Hey kamu anak bangsat! Mengapa kamu selalu mengganggu ku? ada banyak sumpah serapah yang keluar ditujukan pada saya. Raja iblis dengan kemarahan yang dalam tertuju kepada saya, tetapi dia menggunakan pengawalnya untuk melawan saya karena dia takut saya akan menggunakan otoritas Yesus. Setan tidak melihat saya sebagai anak muda, dia terus mengutuk saya tanpa henti seperti pertengkaran orang dewasa. 

Selama itu dia melihat ekspresi Yesus, dia mulai berbicara lagi tanpa mengutuk, karena dia takut Yesus yang berdiri disebelah saya dan dia berteriak dari dalam dadanya ―Ahhhh, manusia, ahhhh, manusia! Saat itu Yesus memandang dia dengan tajam dan Setan menjadi tunduk dan menunddukkan kepalanya, terjatuh, tidak bisa bicara dan tertelungkup.

Saya tidak ingin kehilangan kesempatan dan saya berteriak kepada raja iblis ―Hey! Kamu setan terkutuk! Kamu mau aku? Terkutuklah kamu! Ketika saya meresponi tanpa takut Yesus tertawa meledak. Seperti sebelumnya, saya ingin menunggangi setan dan merobek-robeknya, tetapi Yesus membujuk saya, ―Joo-Eun! Cukup. Dia meneruskan ―Sayangku Sesame! Jika kamu terus memprovokasi iblis-iblis najis itu, mereka akan berpura-pura dan menyerangmu dan menyebabkanmu kesakitan, jadi kali ini biarkan pergi. setelah raja roh jahat terus mengutuki saya dan saya tidak pernah dikutuk sebanyak itu sebelumnya. Saya sangat marah dan mulai membalas mengutuk dia, tetapi kemudian saya sadar saya tidak ingin memenuhi mulut saya dengan kekotoran, jadi saya berhenti. 

Kemudian saya membujuk Yesus: ―Yesus! Setan kotor itu mengutuki saya begitu banyak. Saya marah dan itu membunuh saya dari dalam. Dan kemudian Yesus memerintah dengan keras, ―Kamu pikir kamu itu siapa mengutuki orang sekarang? Kamu hanyalah roh jahat kotor dan kamu berani mengutuki anakKu, Joo-Eun? setan dengan suara gemetar dan berjanji, ―Ya, tentu saja. Aku tidak akan melakukannya lagi. Maaf. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi. Hati saya mulai besar dan saya mulai menyerang Setan dengan memborbadirnya dengan penghinaan.  Setan memandang saya tanpa bisa apa-apa, tetapi pandangannya menyatakan bahwa dia akan membalas saya kemudian hari. Kemudian dengan suara kecil dia berkata, ―Kamu mati. aku akan mendapatkanmu kemudian! Sambil menangkap ekspresi Yesus, saya memprovokasi Setan dengan berkata, ―Kamu gila? Ha-ha!‖ dan saya terus menganggunya. Roh jahat itu hampir meledak kemarahannya. 

Saya berkata kepada Yesus, ―Yesus! Saya pikir saya ingin pergi sekarang, karena saya tidak ingin melihat wajah najisnya lagi! Dengan jengkel raja roh jahat berkata, ―Buset, apa yang kamu katakan?

Yesus berkata kepada saya, ―Joo-Eun, neraka adalah tempat dimana kau menderita untuk selamanya. Juga semua jiwa ada di neraka karena mereka menolakKu di bumi –dan ini adalah dosa tak terampunkan. Aku ingin mengampuni mereka, tetapi mereka sudah menebus kesempatan itu.  Mereka adalah pendosa, karenanya mereka harus bertahan dan menderita apapun penghukumannya adalah kekal. Di neraka beberapa penghukuman ditujukan untuk pribadi dan untuk beberapa yang lain tidak tetapi setiap dari mereka akan menderita berbagai malapetaka dan hidup kekal didalam kutuk.‖ Setelah itu Yesus membawa saya ke tempat lain, jadi saya mengikuti Yesus.

* Ruangan dengan Serangan Beracun

Yesus dan saya memasuki ruangan yang dipenuhi dengan serangga merayap dan mematikan ketika tiba-tiba saya sadar bahwa saya sendirian. ―Tuhan, Tuhan! Dimana Engkau? dan tidak perduli betapapun saya memanggil, Tuhan tidak ada disana. Sekarang saya mengerti bagaimana perasaan saudari Baek, Bong-Nyo. Skenario yang mengejutkan, menjijikkan dan membuat merinding harus saya hadapi. 

Saya terjebak dalam ruangan kecil dan gelap, udara lembab masuk lubang hidung saya. Beberapa saat kemudian beberapa serangga aneh mengerumuni saya dan saya tidak sadar darimana mereka datang, mereka tampak seperti ulat pinus, larva, cacing, kelabang dan banyak spesies lain yang saya tidak tahu mulai merayapi saya. 

Saya berpikir saya akan pingsan dan saya berseru dengan putus asa, ―Tuhan, dimanakah Engkau? Hei kamu serangga menjijikkan!! Api Roh Kudus! Dengan Api Roh Kudus bakar mereka! dan saya mulai mengambili serangga dari tubuh saya.  Api Roh Kudus mulai keluar dari tubuh saya dan sekejap saja membakar serangga-serangga yang merayapi tubuh saya.Tetapi serangga-serangga dilantai terus merayapi tubuh saya. ―Yesus, Yesus! Selamatkan saya! Dimanakah Engkau? dan saya berseru-seru memanggil Yesus, tetapi Dia tidak tampak dimanapun. ―Oh, Yesus! Mengapa Engkau membawa saya ke tempat ini? saya menangis dan menjerit. Akhirnya Yesus muncul dan menuntun tangan saya kembali ke gereja. 

Yesus bertanya bagaimana keadaan saya dan saya menjawab bahwa saya tidak ingin kembali ke ruangan itu lagi. Setelah itu Tuhan meresponi, ―Engkau akan baik-baik saja! Engkau adalah anak kecil dengan iman yang kuat, karenanya engkau dapat menahan segala sesuatu. Aku akan menggunakan engkau luar biasa. Tuhan berjanji

untuk membawa saya ke neraka lebih sering lagi, karena ini adalah cara yang terbaik untuk membuka karunia penglihatan roh dan menjadi pasti dalam keperbedaan dan melalui kunjungan ke neraka, hal-hal akan menjadi lebih jelas

===== February 11, 2005 (Friday) =====

Sermon scripture: “Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.  Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia..” (1 Yoh 2:14-16)

Pendeta Kim, Yong-Doo: *Pasukan iblis Militer masuk ke Saudari Baek, Bong-Nyo

Selama doa sepanjang malam, untuk sesaat saudari Baek, Bong-Nyo terlihat kosong dan saat itu roh-roh jahat masuk kedalam dia seperti serombongan lebah. Setelah memuji selama 3 jam dan berkhotbah, saya ke toilet dan ketika kembali saya dapat melihat roh-roh jahat terus masuk kedalam tubuh saudari Baek, Bong-Nyo.

Dia berguling-guling di lantai menderita kesakitan parah dan saya tidak tahan melihatnya. Saya mengumpulkan tim untuk doa darurat dan kami mulai berdoa seolah-olah hidup kami tergantung padanya.Mengapa? Saya mempunyai pikiran mengapa roh-roh jahat memasuki saudari Baek, Bong-Nyo, tetapi saya tidak tahu dengan pasti alasan-alasannya. Itu dimulai malam ini. Kami berperang cukup hebat mengusir roh-roh jahat keluar dari tubuhnya sampai pagi hari. Sekalipun dengan kemampuan roh yang penuh kuasa, juga kekuatan jasmani, saya mulai merasa lelah dan anggota yang lainpun keluar cukup banyak energi dan satu demi satu jatuh kelelahan.

Seperti yang Dia lakukan sebelumnya, Yesus berdiri tanpa berkata apapun dan mengawasi kami dalam diam. Bagi kami, kami tergesa dan sangat membutuhkan pertolongan Nya dan solusi-solusinya, tetapi Yesus yang mengendalikan. Dia meyakinkan bahwa kami bertahan dalam setiap langkah mulai dari awal.  Ketika saya melihat melalui mata roh, konfirmasi bahwa ini hanyalah proses.

Sepanjang malam kami menjerit dan terus berperang melawan roh-roh jahat mengejar dan dikejar. Kami berada dalam keadaan menyerang dan mundur dan selagi kami berperang dan bertahan, Yesus mengawasi. Yesus sedang memberikan kami iman dan Dia ingin kami melakukan pekerjaan kami sendiri dengan iman. Tetapi, ketika kami mencapai batas, Dia masuk dan campur tangan. Hanya menyimpulkan, Yesus sedang menguji keterbatasan kami. 

Kemudian saya menemukan bahwa Yesus juga sedang mengijinkan 2 malaikat mengusir keluar roh-roh jahat sampai waktu yang ditentukan.Ketika menghadapi roh-roh jahat, apa yang digunakan Pastor Kim dan jemaat Gereja Tuhan untuk menyerang dan bertahan dan juga saat kekuatan fisik dan rohani kelelahan, apa yang terjadi jika kau berperang sampai akhir dalam iman, tanpa menyerah…? Tuhan sangat mengharapkan kita, karenanya, kita harus mencoba berusaha keras memenuhi harapan Tuhan sepanjang waktu.Khususnya dalam peperangan roh, satu-satunya rencana untuk menyerang dan menang dapat diraih melalui doa dan percaya pada Yesus. Tidak ada jalan lain. Sebagai tambahan, kemanusiaan kita, pikiran untuk istirahat atau mundur dari medan perang jangan sampai masuk. Saat kita memikirkannya, maka anggota keluarga gereja Tuhan semua akan terlibat dalam doa dan terlihat gila.

Untuk membebaskan roh jahat yang memasuki tubuh saudari Baek, Bong-Nyo membutuhkan waktu sepanjang malam, dan kami hampir bisa mengusir mereka keluar satu demi satu. Saya harus berteriak, ―Di dalam nama Yesus!‖ dan ―Api Roh Kudus!‖ ribuan kali. Kekuatan roh jahat bertahan sampai akhir, sekalipun mereka dibakar api Roh Kudus tetapi pada akhirnya tinggal abunya saja.

Jadi saya pikir, mereka semua sudah dibakar api dan kembali menjadi abu, jadi selesai sudah,‖ sesuatu yang benar-benar tidak diharapkan dan tidak dapat dimengerti terjadi. Abu itu kembali hidup dan berubah menjadi roh jahat yang berbeda. Kami tidak berhasil mengusir abu sejauh mungkin dan berfokus pada kemenangan, situasi berubah menjadi memburuk.

Ini terjadi berulang kali. Sekalipun kekuatan roh jahat didalam sudah dibakar menjadi abu oleh api Roh Kudus, kami harus menarik keluar semua abunya sebagai jaminan. Suara – suara roh jahat yang diusir keluar sama seperti suara dalam film ―The Exorcist‖, jadi saya merekam suaranya itu sebagai bukti.

* Tuhan menggunting roh-roh jahat dengan Gunting Besar

Sejumlah kekuatan jahat yang memasuki saudari Baek, Bong-Nyo melewati segala sesuatu yang dapat saya bayangkan. Sesuatu yang tidak bisa dipikirkan. Kami terjatuh di lantai benar-benar kelelahan dan saya sedikit terganggu oleh Yesus. Roh-roh jahat menyebar dalam tubuh sister Baek seperti bola karet. ―Yesus! Maukah Engkau menolong kami! Kami tidak dapat melakukannya lebih lama lagi! Jenis apakah roh jahat ini, begitu kuat, bandel dan melekat sehingga kami tidak bisa melepasnya? Oh Tuhan, tolong keluarkan kami dari situasi ini! Bagaimanapun jam berapa sekarang? Saya mengeluh pada Yesus, mendesak Tuhan menolong kami dan selama beberapa waktu Yesus akhirnya campur tangan – karena saya kira saya tampak membutuhkan pertolongan. Yesus memegang gunting sangat tajam di satu tangan dan dengan gunting itu Dia mulai mengguntingi roh-roh jahat yang membungkus tubuh Saudari Baek seperti karet tanpa ampun. 

Waktu itu, roh-roh jahat menjerti, meminta ampun dan berubah menjadi abu dan kemudian mereka menjadi asap dan kemudian lenyap.

Dengan ekspresi keras, Yesus memarahi kami. ―Kalian harus menyelesaikan peperangan dengan imanmu sampai akhir, tetapi mengapa imanmu melemah? Ketika kau berdoa dalam iman, tidak ada satupun yang tidak dapat kau lakukan. Mengapa engkau takut pada roh2 jahat? Kami mengumpulkan tubuh dan pikiran kami bersama2 untuk kembali berkelompok dan dengan sungguh2 bertobat didepan Yesus. Kemudian setelah Yesus menerima semua doa-doa kami, Dia membuat permintaan, ―Marilah kita menari dan merayakan sukacita bersamaKu,‖ jadi kami bangun dari tempat kami dan menari dengan sepenuh hati kami.

Kemudian Yesus mengubah atmosfer dan menenangkan kami dan Dia berbicara sepenuh perasaan dengan suara hangat. ―Untuk domba-domba yang mengasihi Gereja

Tuhan: mulai sekarang juga ketika roh-roh jahat dan kekuatan iblis memasuki tubuhmu, jangan takut! Kalahkan mereka dengan kuasa dan otoritas karena tidak ada yang mustahil didalam iman, jadilah kuat dan berani!‖ Yesus menghasratkan kami untuk mencapai kejayaan dan bertahan berperang dalam iman-tidak perduli seberapa sulitnya—tanpa mengekspresikan kesedihan atau kekalahan. 

Disamping itu, Dia ingin kita bersukacita dan menang.

Allah Tritunggal secara pribadi sudah menciptakan kita dan Dia memperlengkapi kita dengan keunikan dan kepenuhan. Mengesampingkan keadaan, seorang anak kecil tanpa pertahan atau malu reputasi mereka atau penampilan luar mereka; sebaliknya kami sebagai jemaat menari dan bergembira selama kebaktian. Yesus mengingingkan kita murni seperti anak kecil.

Banyak orang beriman sekarang ini menyadari keadaan ini, tetapi kenyataannya sikap mereka selama kebaktian sangat berbeda dari jenis pelayanan yang Yesus inginkan. Ada banyak area-area dimana kita harus murni seperti anak kecil tetapi juga matang seperti orang dewasa. 

“Lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Sorga” (Mat 18:3). Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu“(1 Kor 13:11).

Tuhan bukanlah seseorang yang langsung menjawab doa-doa kita saat kita inginkan, tidak perduli kapan atau apa itu. Bahkan ketika roh-roh jahat masuk dalam tubuh kami tanpa peringatan, Yesus tidaklah segera menyelesaikan masalah: disamping itu, Dia melatih kami untuk berperang melawan roh-roh jahat dengan iman kami.

Tuhan ijinkan beberapa situasi yang akan member pertumbuhan iman kami kepada kedewasaan.

Saudari Baek, Bong-Nyo: *Roh Singa Neraka

Setiba saya di gereja roh-roh jahat membebani tubuh saya selagi pikiran saya terganggu. Saat Pendeta Kim ke toilet dan kembali setelah khotbah, sekejap mata saja roh jahat masuk melalui lengan dan kaki saya. 

Tanpa sadar, saya biarkan penjagaan saya jatuh dan terganggu, dan hasilnya ada kesalahan yang serius. Saya berteriak kepada diri saya sendiri, ―Oh, tidak Tuhan! Sekali lagi, pendeta dan jemaat tidak akan bisa berdoa karena saya. 

Apa yang harus saya perbuat?

Pendeta Kim menggunakan semua kekuatannya untuk mengusir keluar roh-roh jahat dari saya dan itu bukan hanya 1-2 hari saja, tetapi dia mengusir roh-roh jahat setiap hari. Saya merasakan buruk dan saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan penghargaan saya untuk dia. Saya tidak pernah membayangkan bagaimana sulitnya proses membuka penglihatan roh dan sangat mengerikan berhubungan dengan campur tangan dan serangan oleh roh-roh jahat. 

Saat saya menerima satu, dua dan karuniakarunia roh lebih lagi, saya menjadi pucat, penuh dengan keterkejutan. Roh-roh jahat yang diusir satu demi satu oleh Pastor melihat saya dengan mengejek. Roh-roh jahat najis itu menyebar ke seluruh tubuh kemudian lumpuh bersama-sama menjadi kesatuan besar yang menyebabkan nyeri fisik dan mengulangi proses lagi.Saya tidak lagi dapat mentolerir nyeri di punggung saya dan segera berguling-guling di lantai gereja. 

Saya dapat melihat dengan jelas roh-roh jahat didalam saya dan bajingan-bajingan itu tertawa-tawa dan kembali mengulangi perubahan ke berbagai wujud. Di tengah-tengah kegilaan, satu wajah asing terlihat seperti singa dari neraka, menggunakan mantel tradisional Korea warna hitan dan topi bundar Korea (dari bamboo atau rambut kuda), muncul didepan saya. saya ketakutan dan benjolanbenjolan muncul di seluruh tubuh saya.Roh jahat najis ini memandang saya dengan wajahnya yang sepucat kertas dan mulai berbicara. Di tangannya ada foto saya dan dengan suara kuat dan mengancam berkata, ―Kamu! Aku akan menarikmu ke neraka mala mini, jadi disinilah aku. Aku akan menyelesaikan ini denganmu mala mini, jadi menyerahlah. Pengganggu ini mau membawa saya ke neraka dan berdiri disisi saya dan tidak perduli betapa besar saya berdoa, saya tidak dapat melepaskan diri darinya. Waktu itu saya berpikir, ―Oh! Singa dari neraka ini datang untuk mereka yang berada dalam ranjang kematian dan tidak percaya pada Yesus Kristus. Saya tidak mengerti apa yang dipikirkan orang kenyataan yang ada di alam roh.Sebaliknya, saya dengan kuasa Roh Kudus yang diberikan saya oleh Yesus berseru, ―Hei, roh-roh jahat najis! 

Aku perintahkan kau dalam nama Allah Tritunggal untuk jatuh ke neraka tempat kamu berasal! dan saya menarik roh-roh jahat melalui tenggorakan dan melemparkannya sejauh mungkin dari saya.

===== February 14, 2005 (Monday) =====

Sermon Scripture: “Sungguh Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusanNya kepada hamba-hambaNya, para nabi. Singa telah mengaum,

siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?‖ (Amos 3:7-8)

Joseph Kim: *YosepAkhirnya Menerima Karunia Penglihatan Roh

Saya baru mulai berdoa di gereja saat saya melihat bintang-bintang di langit malam dan alam semesta didepan mata saya dan ditengah-tengah luas tanpa batas, terbuka ruang angkasa. Alam roh yang saya dengar sekarang jelas terlihat bagi saya dan saya dapat melihat bahwa saya masih berlutut dan berdoa dalam bahasa roh tanpa terjatuh.

tubuh jasmani saya yang berdoa juga merasakan alam roh dan jiwa saya jelas mengalami setiap sensasi saat saya mulai menghisap dunia roh. Bahkan selagi saya memasuki alam roh, ketika melihat ke belakang, dgn jelas sy melihat jemaat gereja sdg berdoa.

*Malaikat-malaikat dan Sayap mereka

Untuk pertama kali selama hidup saya melihat para malaikat dengan jelas dan ini sangat mengejutkan dan nyata. Tubuh Pendeta berdiri di belakang altar berdoa dalam bahasa roh dan di sebelah kirinya seorang malaikat dengan 3 sayap berdiri tegas. Sayap-sayap itu berbentuk segitiga dan panjang. 

Saya juga melihat malaiakt-malaikat lain suram.Malaikat yang berdiri disebelah kanan pendeta memegang bejana emas dan dengan bejana itu dia mengumpulkan doa-doa Pendeta seperti mengumpulkan hujan yang jatuh. “Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sbuah pedupaan emas. 

Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama2 dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas dihadapan tahta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama2 dg doa org2 kudus itu dari tangan malaikat ke hadapan Allah” (Wahyu 8:3-4) .

* Galaksi Bintang

Saya melihat ke belakang dan pergi semakin jauh dan semakin dalam masuk ke ruang angkasa seakan-akan saya pergi dengan mesin waktu. Saat saya pergi semakin dalam saya merasakan kecepatan. 

Bintang-bintang yang tak terhitung di galaksi bintang yang saya lewati di kiri dan kanan saya dengan suara ―swoosh! dan dengan suara swoosh yang keras, banyak bintang mulai bergerak, memberikan ilusi bintang-bintang itu melingkari saya. 

Saya pikir hanya ada langit gelap dan bintang-bintang di galaksi, tetapi ketika saya pergi agak jauh, warna langit berubah menjadi biru kepurcatan dan kemudian menjadi berkelip-kelip, bersinar, warna-warna pelangi yang cemerlang. 

Sinar dari pelangi sangat luar biasa, seperti sebuah fantasi.

===== February 2, 2005 (Tuesday) =====

Ayat khotbah: ―Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkan kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk member minum umat pilihanKu; umat yang telah Kubentuk bagiKu akan memberitakan kemasyuranKu. (Yes 43:19-21) .


Joseph Kim: * Masuk Melalui 12 Pintu Gerbang Mutiara

Pendeta menyarankan untuk kami berdoa dulu. Kami memutuskan untuk khotbah setelah doa, karena itu hanya untuk keluarga kami, dia akan melakukan hal-hal yang agak mudah dan bebas dari struktur. Saya setuju dan berseru kegirangan, ―Ya, saya ingin itu. MArilah kita mulai dengan doa. 

Kemarin, doa saya diinterupsi dan saya tidak puas. Saya mulai berdoa dengan kepastian untuk masuk ke sorga lagi.Hanya Pendeta yang berdoa dibelakang mimbar, selagi ibu, Joe-Eun dan saya berlutut dibawah mimbar, berkonsentrasi. Setelah saya berseru-seru dengan doa yang sungguh-sungguh, sama seperti kemarin, penglihatan roh saya dibuka dan dari kejauhan saya melihat sorga bersinar terang. 

Semakin saya mendekat, jantung saya berdetak keras dan saya penuh dengan kegirangan. Saya tidak tahu mengapa hati dan tubuh saya gemetar tak karuan.

Akhirnya, saya berdiri didepan pintu gerbang surga 12 mutiara. Itu adalah sebuah pintu yang sangat besar, bundar dan di setiap sisinya ada malaikat-malaikat tinggi menjaga pintu. malaikat-malaikat itu member salam seperti mereka tahu apa yang saya katakan, ―Selamat datang, saudara! Saudara, kau butuh tiket masuk untuk melewati ini. Saya ingin melihat tiketmu terlebih dulu!‖ dan saat itu tanpa saya ketahui bagaimana, di tangan saya ada sebuah kartu kecil dan saya sangat terkejut.


* Tiket Masuk ke Surga dan gambarannya

Saya tidak tahu kapan, siapa atau bagaimana kartu indah ini mewakili tiket masuk ke sorga, tetapi bagaimanapun tiket itu ada di tangan saya. Dengan bangga saya menunjukkan kartu itu ke malaikat-malaikat penjaga.

Tampak luar tiket masuk itu dihiasi dengan emas, berlian dan permata-permata. Ditengah-tengahnya ada salib dengan darah merah dan itu melekat seakan-akan baru ternoda beberapa saat yang lalu. Dikanan bawah ada tempat kosong, tercetak symbol Alfa dan Omega dalam bahasa Hellenistic dan nama saya tertulis dalam bahasa sorga. Juga, di ruang kosong diatas salib ada gambar 2 malaikat, yang berhadapan muka dan dibalik kartu ditutupi dengan emas dan kata-kata ―Yesus Kristus‖ yang jelas tertulis.

Yesus menjelaskan biasanya tiket ke sorga itu tidak tampak dan hanya saat engkau mencapai pintu gerbang sorga tiket itu akan muncul ditanganmu. Melalui kasih karunia Yesus saya mampu mengalami pandangan unik didepan pintu gerbang sorga. Yesus berkata, ―Sayangku, Piggy! 

Kita akan masuk melalui pintu-pintu gerbang dan kau tidak akan melewatkan apapun juga, tetapi sekarang juga perhatikan sesuatu istimewa yg aku bukakan didepan matamu.‖ Jadi, Yesus dan saya berdiri didepan pintu gerbang sorga, menunggu.

Disana berdiri seorang jiwa dimana hati saya berbelas kasih karena dia terlihat menyedihkan. Saya ingin meraih dan menolongnya, tetapi Yesus berkata, ―Tunggu, dan lihatlah saka, jadi saya tidak berbuat apapun hanya mengawasi saja. 

Pribadi ini terlihat benar-benar kelelahan dan hampir tidak bisa mengatakan apa-apa karena kehabisan nafas. ―Oh astaga, akhirnya saya mencapai pintu gerbang sorga. Wow, saya baik-baik saja sekarang.

Setelah dia menyelesaikan kata-katanya, malaikat luarbiasa yang menjaga 12 pintu gerbang sorga mutiara memandang tajam dan berteriak. ―Hei, kamu! Siapakah kamu dan beraninya kamu berdiri di depan pintu gerbang sorga? Lebih baik kau pergi sekarang juga! Sikap malaikat itu tegas dan penuh dengan ketegasan tetapi juga menakutkan.

Pribadi ini mengenakan pakaian gelap dan mulai berbicara: ―Tolong, tuan malaikat! Apakah ini pintu gerbang sorga? Kau tidak mengerti betapa sulitnya mencapai sini, jadi tolonglah! Saya harus masuk melalui pintu gerbang. 

Mohon belas kasihmu atas saya dan malaikat itu meresponi. ―Begitukah? 

Lalu manakah tiket masukmu! ―Ha? Tiket masuk apa? Apa yang harus saya lakukan karena saya tidak memilikinya? Lalu jawab malaikat itu, ―Sudah saya kira! Beraninya kau datang kesini tanpa tiket masuk dan bersikap sembrono! Pergilah dari hadapanku!

Dengan kata-kata itu, malaikat menyentil pribadi itu dengan jari jemarinya seakan-akan bermain kelereng. Dengan jeritan, pribadi itu terbang dengan sangat cepat lebih dari rudal dan jatuh ke neraka. Pribadi itu jatuh tepat ke tengah-tengah lobang berapi neraka dan terdengar jeritan minta belas kasih.

Saat saya memperhatikan hal itu, Yesus mengatakan: ―Yosep! apakah kau mengerti sekarang? Engkau tidak dapat masuk melalui pintu gerbang sorga jika engkau tidak memiliki tiket. Engkau juga harus hidup dengan berjaga-jaga dan setia. Apakah kau mengerti? Saya menjawab, :Ya, Yesus! Saya mengerti. Ekspresi malaikatmalaikat ini kembali dari penuh terror ke kelembutan dan kehangatan dan mereka menundukkan kepalanya.Yesus berkata, ―Baiklah, marilah masuk ke pintu gerbang. Ini sudah agak terlambat,

jadi saya berjalan didepan Yesus. Seakan-akan pintu gerbang bundar itu memutar,

ketika tiba-tiba saya sar bahwa saya sudah berada didalam dunia yang bersinar.

Mata dan mulut saya terbuka lebar terkagum-kagum dan saya sampai tidak bisa menutup mulut saya. ―Wow! Ini luarbiasa! Wow! Tiba-tiba saya berdiri didepan raksasa…seseorang.*Yospe Melihat Tahta Allah

Raksasa….raksasa? mengenakan pakaian yang lebih putih dari salju. 

Dia duduk diatas tahta. Ada pelangi disekeliling dan bersinar dan tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang saya lihat. Area diatas peti diselimuti dengan kabut seperti mendung. Saat saya mencoba mengangkat wajah, otomatis wajah saya menununduk dan kemuliaan, keagungan dan terang memberati saya.Saya pikir, ‗Inilah Yehova Allah,‘ dan saya mengangkat wajah untuk melihat. Bentuk Tuhan seperti kita manusia dan saat duduk tingginya mencapai langit. 

Dia sangat amat besar dan tampak tidak dapat diduga.

“Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah tahkta terdiri di sorga, dan di tahkta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di tahkta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi tahkta itu gilang gemilang bagaikan zamrud rupanya.” (Wahyu 4:2-3)

Sinar sangat terang tercurah dari wajah Allah Bapa dan kepala saya otomatis tertunduk lagi. Dengan suara kuat seperti guntur Tuhan berbicara, ―Oh, Yosep, anakKu kecil sudah datang. Kau sudah melalui banyak hal untuk mencapai sini. Aku akan memberikanmu kemampuan-kemampuan luarbiasa, jadi teruslah berdoa dengan tekun!‖ Setelah mendengar suara Allah Bapa, tubuh saya membeku seperti baru kesetrum listrik dan saya sama sekali tidak bisa bergerak.

Setelah itu, saya mengikuti Yesus berkeliling sorga, mengunjungi banyak tempat seperti Taman Eden. Itu adalah tempat yang mengagumkan. Adalah banyak kolomkolom dengan permata yang tidak dikenal dan saya lihat sebelumnya dan sinar yang menimpa membuatnya lebih cemerlang. Saya dapat melihat Malaikat Pemimpin Michael mengendarai kuda putih di kejauhan.


*Yosep Menerima Sebuah Gulungan

Hari itu saya mulai dengan doa terlebih dahulu dan kemudian pendeta mengikuti dengan pujian dan renungan. Selagi saya menyembah, saya dapat melihat dengan jelas tahkta Allah. Saya dapat melihatnya dengan mata tertutup dan terbuka. Saya melihat sebuah gulungan besar dan Allah Bapa memegannya dengan tanganNya yang 9perkasa. Tiba-tiba sisi lain gulungan itu mulai terbuka, berputas dan berputar sampai mencapai tempat saya menyembah. Saya merentangkan kedua tangan saya dan dengan hormat menerima gulungan itu. 

Besar dan beratnya membuatnya jatuh.

Saat saya mengamati gulungan itu, saya tidak bisa mengenali ataupun mengerti karena tertulis dalam bahasa asing, bahasa sorga dan bagi saya terlihat seperti huruf hieroglif atau cuneiform. Pikiran saya tertuju pada gulungan yang penuh dengan tulisan sorgawi besar dan kecil. 

Gulungan itu tidak berakhir tetapi terhubung dari sorga dan saat itu Allah Bapa berbicara jelas di telinga saya. ―Yosep! Engkau akan menjadi pendeta besar dan inilah karuniaKu untukmu! Saya meloncat-loncat dari tempat saya duduk.

Allah Bapa terus berjanji dalam suara yang dalam dan jelas mencurahkan kuasa dan kekuatan dan banyak kemampuan untuk saya. Ayah saya juga seorang pendeta dan melihat kepada saya dengan iri. Untuk beberapa lama saya bertahan dalam kesulitan karena saya tidak menerima karunia penglihatan roh. Ketika jemaat lain menerima karunia penglihatan roh juga berbagai-bagai karunia roh, saya sendirian dan merasakan hati saya sakit, tetapi akhirnya mimpi menerima karunia membangunkan penglihatan roh saya menjadi kenyataan. 

Saya tidak tahu bagaimana menyatakan syukur saya kepada Allah Tri Tunggal. Saya berdoa dalam bahasa roh dan segera saya dibawa ke tahkta Allah Bapa. Saya merasakan tidak lebih dari sebutir debu dihadapan Allah.

Selagi saya berada didepan tahkta Allah Bapa, saya melihat dengan jelas 4 binatang: satu adalah singa, lembu, binatang berwajah manusia, dan seekor rajawali dengan sayapnya yang terentang—seperti yang disebutkan dalam Wahyu 4:7. Ada 6 sayap yang melekat dan mata yang tidak terhitung banyaknya didepan dan dibelakang dan dari dekat seperti saya sedang mengawasi apa yang terjadi di bumi tempat kita tinggal. Saat malaikat-malaikat membuka buku kehidupan didepan tahkta Allah Bapa,

Tuhan membuka halaman satu demi satu mencari sesuatu.


*Sebuah Botol Berisi Airmata

Sesaat kemudian tangan Tuhan yang luarbiasa menemukan dan mengkonfirmasi apa yang menjadi pikiranNya dalam buku kehidupan. Jadi, setelah Dia menemukannya, Dia menunjuk saya dan berkata, ―Joseph Kim! dan memerintahkan, ―Bawa kemari botol berisi airmata Yosep dan botol berisi airmata sister Shin, Sung-Kyung.“Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, airmataku Kau taruh kedalam kirbatMu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?” (Maz 56:8).

Secepat perintah diberikan dengan sekejap mata, seorang malaikat membawa botol-botol, beberapa besar dan ebberapa kecil. Saya tidak tahu alasan mengapa Tuhan meminta botol diakones Shin dan botol airmata saya, tetapi akhir-akhir ini dia sering menangis saat berdoa, jadi saya pikir Tuhan ingin membuktikan dengan mata saya.

Setelah melihat botol-botol itu, saya mampu menikmati melihat banyak pemandangan rumah di sorga, tetapi engkau hanya akan terkagum-kagum dengan ukuran yang luarbiasa besar dan rancangannya. Seperti bambu tumbuh setelah hujan turun, rumah-rumah itu tumbuh dimana-mana dan berbagai variasi bentuk dan ukuran. Tuhan memberikan sebuah mahkota di kepala saya dan mahkota itu bersinar terang dan pas di kepala saya. Setelah menerima mahkota ini, sukacita mengalir didalam saya dan terus.

Chapter 2:


Duri Beracun Roh Kudus


===== February 17, 2005 (Kamis) =====


Ayat Renungan: ―Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” (Mark 4:28-29) .

Kim, Joo-Eun: * Tertidur didalam Pelukan Yesus

Selagi saya berdoa, Yesus datang dan berdiri didepan saya. ―Yesus, Yesus! Akhirnya saya lulus dari sekolah dasar hari ini. Yesus, sebagai hadiah kelulusan, tolong bawa saya mengunjungi sorga, dan Tuhan menjawab: ―Benarkah? Ketika kamu berdoa dengan tekun saya pasti membawamu ke sorga. Jadi berdoalah tanpa henti. Saya mulai memanggil Tuhan dalam doa dan Dia memberikan sorakan dengan berkata, ―SesameKu, kau sudah berdoa keras hari ini. Kamu melakukan dengan baik!

Saya mulai menyesali semua dosa-dosa saya dan saya menjerti kepadaNya sampai saya benar-benar kelelahan. Saat itu Yesus duduk didepan saya dan ebrkata, ―Sesame! Apakah kau lelah? Marilah kepadaKu dan kemudian Dia memeluk saya. Dia meletakkan kepala saya dilututNya dan berkata ―sesame! Karena kau begitu lelah hari ini, mari kita tunda kunjunganmu ke sorga, tapi istirahatlah dalam pelukanKu dan Dia mulai menepuk-menepuk punggung saya. Saya bertanya, ―Yesus! Jika saya tertidur

selagi berdoa, roh-roh jahat akan menyerang saya. Apakah saya akan baik-baik saja? Tuhan menjawab, ―Aku akan melindungimu, jadi jangan kuatir. Sekarang, SesameKu sayang, tidurlah. Tidurlah…

Saya lelap tertidur dalam kehangatan pelukan Yesus.Joseph Kim: * Iblis dari Film “Hantu di SMA”

Ketika music memainkan lagu pujian ―Receive the Holy Spirit, tubuh saya menjadi bola apu dan ketika music perlahan-lahan lambat menjadi lagu mellow, doa saya melemah. Saya merasa saya sedang berdiri di jalan gelap di sekolah seperti dalam film ―The Ghost of a High School. Tiba-tiba, dari kejauhan, satu iblis bergaun putih berdiri diam dengan rambut panjangnya yang melambai-lambai terkena angin. Melihat itu, rasa dingin menjalar di tubuh saya dan mulai menekan saya dengan gerakan zig zag dengan suara nyaring: ―Bang, bang, bang, dan bang, dan kemudian dia menekan saya kebawah. 

Wajah iblis wanita itu ditutupi dengan rambut panjang dan saya benar-benar ketakutan dan berpikir akan pingsan, tetapi saya mencoba dengan keras menyembunyikan ketakutan itu dari wajah saja. Iblis itu menggosokkan wajahnya ke puncak hidung saya dan dia membuka mulutnya seperti Drakula dengan taringnya yang tajam dan mata serta mulutnya berdarah. Dia mengintimidasi saya.

Saya berteriak keras, ―Dalam nama Yesus pergi dariku! Kamu bilis najis! dan setelah itu iblis itu menciut dan lenyap.

Saya terus berdoa dalam bahasa roh ketika tahta Tuhan mulai tampak didepan mata saya dan sepertinya Tuhan sedang menyiapkan untuk memberikan saya sesuatu.

Saya pikir, ‗Apakah yang akan Dia berikan kali ini? dan saya dipenuhi keingintahuan, jadi saya semakin sungguh-sungguh berdoa.


* Gulungan besar turun dari Sorga

Saya dapat melihat gulungan-gulungan tak terhitung banyaknya disusun dalam tumpukan besar dan tinggi setinggi gunung didepan tahta Tuhan, dan diantaranya ada gulungan paling besar yang tergulung-gulung turun ketempat saya berada. Ketebalan gulungan itu sekitar 3 kaki dan lebarnya 6 kaki dan terlihat sangat besar dan berat. Saya tidak tahu bagaimana cara menangkap gulungan yang menuju kearah saya dengan kecepatan luarbiasa. 

Empat binatang didepan tahta Tuhan mengamati dengan seksama akan apa yang terjadi.Akhirnya, saya merentangkan tangan untuk menerima gulungan besar ini tetapi tidak perduli betapi besarnya itu, saya hampir jatuh kebelakang karena beratnya. Gulungan itu berwarna putih, bersinar keemasan dan masuk kedalam tubuh saya. Tulisan yang ada diatasnya hampir sama dengan bahasa ibrani. 

Selagi saya memuji dan mendengarkan khotbah, gulungan-gulungan banyak tak terhitung dengan berbagai ukuran terus turun. Kemudian gulungan-gulungan itu menindih bertumpuk menjadi tumpukan besar, jadi saya tidak tahu apa yang dilakukan kali ini. 

Gulungan-gulungan itu masuk kedalam kepala, dada, mulut juga tangan-tangan saya. ―wow! Oh! Apa yang sedang terjadi?‖ dan saya berkata nyaring tanpa menyadarinya. ―Pendeta! Pendeta! Ada banyak gulungan-gulungan tak terhitung jumlahnya turun dari tahta Tuhan masuk ke tubuh saya sekarang juga!‖

Ketika mendengar suara saya, bapak pendeta mendekati saya dan seperti keingintahuan seorang anak kecil, dia berkata, ―Benarkah Hei! 

Jangan menerimanya semua untuk dirimu sendiri—bagilah denganku. Kemudian dia berdidi didepan saya dan mulai menerima gulungan-gulungan yang dimaksudkan untuk saya. 

Tetapi anehnya, gulungan-gulungan itu menolak dan mereka masuk kedalam tubuh saya. Saya berkata ―Pendeta! Tidak perduli engkau berdiri didepan saya..gulungan-gulungan ini diberikan Tuhan kepada saya, dan saya tertawa, tetapi pendeta kecewa.


Saat itu Yesus berkata, ―Pendeta sudah menerimanya semua.

Lee, Yoo-Kyung: * Nenek dipenjara dalam botol gelas di neraka

Hanya pendeta dan keluarganya yang ada digereja bersekutu dan berdoa sendiri, tetapi saya memiliki keinginan kuat untuk pergi dan berdoa. Jadi saya pergi ke gereja untuk menyembah dan selagi saya berdoa, Yesus mendekati saya dan tiba-tiba membawa saya ke neraka.

Yesus menuntun saya ke sebuah tempat dimana terdapat banyak botol gelas dan didalamnya ada banyak orang yang berlari kesana kemari. Saya dapat mendengar mereka menjerit meminta pertolongan. 

Dibawah botol itu nyala api panas dan dengan cepat botol itu berubah berwana merah dan orang-orang didalamnya tampak gila.

Saya mendengar suara yang saya kenal diantara mereka, dan itu seperti suara nenek dan saya pikir saya akan pingsan. ―Yoo-Kyung? Yoo-Kyung sayang! Sangat panas disini! Oh aku kepanasan disini! Tolong selamatkan aku. 

Tidakkah kau mau membantu nenekmu dari tempat ini? Cepatlah minta tolong pada Yesus, cepat!‖ Nenek berteriak dari dalam botol. Saya melihat kepadanya dan menjawab ―Nenek, nek! Apa yang dapat saya lakukan? Oh hatiku! Kamu iblis-iblis najis! Mengapa kamu menyiksa nenekku dengan api? Nenek! saya membujuk Yesus: ―Yesus! Tolong selamatkan nenek saya, tolong?‖ dan kataNya: ―Yoo Kyung! Ini berbahaya, jangan mendekati botol itu. Jangan terlalu dekat. Ini sangat berbahaya, bahkan untukmu sekalipun! Yesus memegang tangan saya sangat erat sehingga sata tidak dapat berjalan mendekat botol itu.

Betapapun saya memohon, Yesus tidak melakukan apa yang saya minta, jadi saya mulai berteriak kepada Tuhan. ―Allah Bapa! Oh, Allah Bapaku! Tolong selamatkan nenek, tolong!‖ tetapi Allah Bapa tidak mengatakan sepatah katapun. 

Nenek saya mulai berlari tidak karuan ketika botol itu semakin panas dan dengan cepat kakinya meleleh kedasa botol. perlahan nenek saya menghitam karena dia sekarat. Suaranya tenggelam dalam kegelapan. Tiba-tiba dia berteriak keras karena panasnya yang meningkat dan kemudian dia jatuh lagi. Nenek saya berlari memutar sampai kaki-kakinya meleleh dan dia terlihat sangat gila.

Didalam botol itu ada roh jahat bertanduk menjaga dan berkata, ―Hahahaha! Hari ini kami punya daging lezat untuk dimakan sekali lagi. Aku sangat bahagia.. Hahahhaha!‖ dan dia terus tertawa. Roh jahat yang sama menanduk orang-orang yang berbaris masuk kedalam botol dan mereka terjatuh dan menjerit keras.

Roh jahat itu mulai menjilati darah yang terpercik di tubuhnya, ―Lezat, sangat lezat!‖ dan terus menjilati darah itu. 

Roh-roh jahat itu mulai memotong dan menghisap darahnya dan ketika darah itu habis, mereka akan mengiris2 lebih banyak luka, sehingga darah tercurah lebih banyak dan sekali lagi mereka menghisapnya. 

Sebuah pemandangan yang mengerikan dan saya tidak ingin melihatnya, tetapi saya tidak dapat bersembunyi darinya. Saya terus menerus menangis karena nenek saya. Saya diliputi kesedihan, jadi Yesus mencoba menghibur saya dan berkata, ―Shsss, sekarang, disana,disana! dan Dia mencoba menenangkan saya selama 4 kali. . ―YooKyung! 

Mari sekarang, berhentilah menangis. Berhentilah menangis! Roh2 jahat berdiri didepan botol dan dan menari kegirangan didepan org2 yg menderita. 

Kata Yesus, ―Yoo-Kyung! Marilah kita ke sorga sekarang, dan saya mengikuti Yesus ke sorga dan meninggalkan gambaran mengerikan tentang penderitaaan dan jeritan kesakitan nenek saya. Ketika tiba di sorga, sy makan semua buah yg berbeda2 yg diberikan Yesus sp perut sy kenyang dan kemudian kembali ke gereja.


===== February 18, 2005 (Friday) =====

Sermon Scripture: ―Kiranya TUHAN menjawab engkau pada waktu kesesakan! Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau! Kiranya dikirimkanNya bantuan kepadamu dari tempat kudus dan disokongNya engkau daru Sion; Kiranya diingatNya segala korban persembahanmu dan disukaiNya korban bakaranmu; Sela‖ (Maz 20:1-3) .

Joseph Kim: * Turunnya Perlengkapan Senjata Tuhan

Saat penyembahan dimulai, saya mulai memuji ketika tiba-tiba mata roh saya dibuka dan awalnya saya melihat samar-sama thata Tuhan, tetapi dengan cepat menjadi jernih seperti Kristal. Saya mendengar suara Allah Bapa , ―Engkau akan menjadi hambaKu dan melakukan pekerjaanKu, karenanya Aku akan memampukanmu untuk melihat selalu dengan jelas alam roh dengan matamu. Jangan sombong, tetapi rendah hatilah sampai akhir.

Bapa sorgawi kita mempunyai sesuatu di tanganNya yang perkasa dan itu adalah mahkota emas dengan berbagai permata yang menghiasinya- kemudian ditaruh tuhan diatas kepala saya. 

Saat mahkota itu menyentuh kepala saya, saya merasakan arus listrik dan karena mahkota itu sangat terang cemerlang, saya tidak dapat melihatnya dengan jelas.

Sinar sangat terang keluar dari tahta Tuhan ketika pedang Roh Kudus bersinar keemasan mulai turun perlahan dan saya berpikir, Oh! 

Ini pasti pedang Roh yang pernah saya dengar.‘ Saya teringat membaca Efesus 6 beberapa waktu lalu dan ingin menerima pedang Roh, jadi saya berdoa bersungguh-sungguh untuk menerimanya. Dan sekarang pedang Roh itu turun menuju saya! Pemandangan yang saya bayangkan terjadi didepan mata saya.

Jika ini mungkin, saya ingin memiliki perlengkapan senjataTuhan. “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblisl” (Ef 6:11) . Pedang Roh bersinar keemasan terus turun menuju saya dan tiba-tiba suatu pikiran muncul supaya saya menelan pedang itu, jadi saya membuka mulut lebar-lebar. 

Pedang itu masuk melewati mulut saya dan tinggal dalam perut. Namun, saya tidak sakit atau tertusuk.Sesuatu yang lain mulai turun dan sebuah perisai luarbiasa yang tampak seperti terbuat dari emas dan bersinar terang juga masuk dalam tubuh saya. Beberapa pedang

lain juga turun dari atas yang saya telan sekali lagi. Saya juga melihat ketopong yang saya lihat dalam perang di sejarah. Saya pikir , ‗Oh! Ini pasti ketopongkeselamatan. Ketopong keselamatan masuk dalam tubuh saya. Mengikuti hal ini, perisai iman yang bersinar warna-warni juga turun-begitu banyak sinar keemasan terpancar. Perisai ini juga masuk dalam tubuh saya. 

Kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera seperti kasut bot dari emas, demikian juga dengan baju zirah keadilan dan berikatpinggangkan kebenaran kebenaran terbuat dari emas. Sesaat kemudian sebuah benda hidup berlari dan mengejar saya dan saya menyadari bahwa itu adalah kuda putih yang sangat besar. Tanpa takut atau segan, seketika saya menunggangi kuda putih itu dan kuda itu mulai terbang ke angkasa. 

Saya merasakan kegirangan total dan saya tidak dapat menggambarkannya dalam kata-kata. Selagi saya masih terbang diatas kuada, sesuatu terus turun dari tahta Tuhan kepada saya.

Saya melihat karung emas yang didalamnya penuh dengan makanan dan minuman. Juga, sesosok karakter China pelan-pelan turun dan saya meraih serta mendekapnya erat.“Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat” (Ef 6:16) . Seperti yang saya sebutkan, saya sedang disiapkan untuk masa depan, perang besar dengan roh-roh jahat. 

Ada banyak panji-panji kemenangan yang turun dari sorga masuk kedalam tubuh saya, adajuga peta dunia. 

Terompet menunjukkan Injil kabar baik terbuat dari emas juga masuk dalam tubuh saya. Selanjutnya untuk menyerang roh-roh jahat semua jenis senjata perang mulai turun dari sorga, pedang dan tombak berbagai ukuran, panah dan anak panah, kampak, pedang bermata dua, palu besi, tongkat komando jendral, piagam penghargaan, tombak bermata 3, gunting, senapan angin, peralatan kejut listrik, panah dan anak panah, kipas angin tangan, rajawali-rajawali, teropong, roket, meriam, lemparan api, pesawat terbang, kapal perang, bintang-bintang, kuris, pelangi, sendok, sumpit, kelereng dan masih banyak yang lainnya lagi –terus menerus turun dari sorga.

Saya ingin tahu dan mengkonfrimasi alasan dengan Bapa Sorgawi mengapa saya diberikan senjata-senjatan ini, seingga saya bertanya sekali lagi: ―Bapa Sorgawi! Mengapa Engkau memberikan saya begitu banyak senjata-senjata yang berbeda?‖11Jawab Tuhan, ―Engkau akan pergi keseluruh dunia untuk menyelamatkan banyak jiwa. 

Inilah alasan mengapa Aku memberikanmu senjata-senjata ini. 

Juga dalam waktu singkat, engkau akan bertarung melawan raja roh jahat, Setan dan saat engkau bertarung, engkau akan membutuhkan senjata-senjata ini dan Aku akan memmberikanmu senjata yang lebih berkuasa. 

Engkau akan menerima nyala api Roh Kudus dan arus listrik. Tetapi, jika engkau sombong dan jahat, Aku akan menarik semua kemampuan yang sudah Aku berikan padamu. 

Dan engkau akan kehilangan karunia-karuniamu, jadi tetaplah rendah hati sampai akhir dan jangan sombong! Apa kamu mengerti?‖ Saya menunduk dengan hormat didepan Allah Bapa dan menjawab, ―Ya Tuhan‖. Sebagai tambahan, Tuhan menjanjikan nuntuk mencurahkan semua karunia2 sorgawi yang akan saya perlukan dalam pelayanan saya di masa depan sebagai seorang pendeta.

Setelah itu 12 malaikat turun dari sorga membawa kereta yang ditarik kuda putih dan mereka menyatakan bahwa hadiah khusus untuk dibawa langsung dari Tuhan dan kemudian karunia itu juga masuk dalam tubuh saya. Karunia2 ini melambangkan Firman Tuhan lebhi dari karunia2 lain yang saya terima dan banyak lagi, berbagai ukuran dari pedang Roh khusus masuk ke tubuh saya kali ini.

Juga sebuah karpet tergulung bersinar kemerahan turun didepan saya, kemudian terbuka lebar dan didalamnya ada berton-ton permata yang mulai dicurahkan pada saya. Saya meraa seperti tokoh utama buku cerita. 

Ada kotak permata berharga yang menarik mata saya, ketika saya membukanya, sinar menyilakukan keluar dan saya pikir saya akan pingsan. 

Semua hal ini jelas bagi saya dan saya merasa mengkhayal karena apa yang saya lihat sangat indah sampai saya akan hilang kesadaran. 
Sister Baek, Bong-Nyo: Peringatan Yesus akan Penderitaan yang akan kita tahan di Neraka

Kata Yesus, ―Untuk mengubah Pendeta Kim, sebelum lainnya, Aku akan membawa dia keneraka dan memenjarakan dia selama 3,5 tahun dan dia akan mengalami neraka itu sendiri. ― Pendeta Kim menjawab terkejut: ―Tidak Tuhan, tolong jangan!‖ Engkau tahu kalau aku adalah pengecut didalam hati! Tidak seperti gambaran luar saya, saya lembut, lembut didalam dan mudah ditakuti!‖ Hanya kemudian Yesus meledak tertawa, berkata, ―Engkau lebih kuat dari yang kau pikir dan engkau tahu itu.Pendeta Kim dan keluarganya seringkali menghibur. 

Dia tidak pernah memperlihatkan betapa lelahnya ia, dan ketika saya menyaksikan kebahagiaan yang mengalir,saya menjadi iri kepadanya untuk beberapa waktu.

Akhir-akhir ini saya memperhatikan bahwa Yesus menjadi tamu terus menerus di rumah pendeta. Ketika saya bertanya kepada Tuhan tentang hal ini, Dia seringkali mengatakan bahwa Dia sedang berada di rumah pendeta dan saya hanya dapat mendengarNya berbicara.


Isteri Pendeta, Kang, Hyun-Ja: * Permohonan Pendeta Kim

Yesus berkata kepada Pendeta Kim, ―Engkau adalah seorang pendeta, tetapi engkau juga bertanggung jawab menulis buku untuk dibaca dunia, karenanya engkau secara pribadi harus mengalami neraka itu sendiri. 

Ini akan mengijinkanmu untuk memperhatikan dan menyadari hal-hal yang harus kau koreksi, dari sekarang bersiapsiaplah. Engkau secara khusus mengunjungi tempat dimana para hambaKu yang jatuh berada dan engkau akan sangat menderita di berbagai tempat di neraka, mulai dari dasarnya.

Dengan perkataan itu, Pendeta Kim gemetar ketakutan.

Yesus mengijinkan kami untuk menyadari dan mengetahui mengapa Dia menunda Pendeta Kim dan menunda karunia-karunia penglihatan rohani saya dan itu kami kami berdosa membuka rahasia.

Pendeta Kim berbicara dengan nada membela, ―Yesus! Tidak tolong. Mengapa saya harus menderita lagi karena kenyataan saya adalah seorang pendeta? Itu tidak adil. Yesus, jika Engkau benar memperlakukan saya seperti ini, saya akan berhenti menulis buku. Saya tidak ingin pergi ke neraka! 

Kemudian Yesus menjawab dengan kata-kata tegas, ―Pendeta Kim! Kuatlah. Mengapa engkau begitu ketakutan? dan Yesus meyakinkan dia.Yoseph dan Joo-Eun mendengarkan disebelah saya dan menanggapi. ―Ayah! 

Apakah engkau benar-benar seorang pendeta? Mengapa engkau katakan hal-hal yang melemahkan seperti ini? Benar…. Ketika anak-anak saya memberikan opini mereka, kebanggaan seorang pendeta terluka dan wajahnya terlihat tidak bahagia. Yesus mengekspresikan perhatian dan kasih dan menghiburnya. ―Pendeta Kim! Aku akan memberikanmu kekuatan, jadi jangan mencemaskan dirimu! Aku akan mengurangi rasa sakit yang harus kau tanggung.

Untuk sesaat kau tidak akan melihat dan merasa hanya akan merasa tersengat, dan Dia meyakinkan bahwa pendeta dan saya akan mengalami sensasi yang sama. Kami berdua sangat lega dan menghela nafas lega.


* Sifat Kemanusiaan Yesue

Yesus yang kami alami menunjukkan begitu banyak sifat manusianya lebih dari yang kami harapkan, menunjukkan kehangatan walaupun Dia Roh, Dia sangat sentimental. Bahkan ketika kami tidak memegang teguh Alkitab dan pergi memberitakannya, dan setiap kali kami menghadapi kesulitan dan menderita kelelahan, Dia merasakan kasih perhatiannya atas kami dan dengan limpahnya menghibur kami. 

Sebagai Anak Allah, Dia memerintah atas semua ciptaan dengan otoritas, tetapi setiap kata yang Dia ucapkan meleleh kedalam hati kami. 

Bahkan tidak seorangpun yang tidak akan tidak digerakkan oleh kasihNya yang dapat dirasakan jauh di kedalaman hati. Yesus memiliki emosi yang sangat peka dan kemanusiaanNya mengalir keluar. Kami seringkali cenderung melihat Yesus hanya sebagai hakim dan mengenalNya sebagai Allah yang Kudus. 

Ini tidak berarti saya mendorongmu menganggap Allah Kudus kita dengan sembrono dan ringan. Bagi sebagian besar kami, orang Kristen biasa atau gereja tidak tahu bahwa Yesus memiliki rasa humor yang tinggi. Juga, saat kita bingung dan menangis, Dia akan

menangis dan berduka bersama kita dan ketika kita bahagia Dia bersukacita bersama kita. Dia kudus, tetapi saya ingin menyatakan bahwa Tuhan kita sangat cemburu jika kita menggantikan Dia dengan terlalu asyik dengna hal-hal dunia.

Karena itulah, keluarga kami setiap hati dan terutamanya berhati-hati sehingga kami tidak mengecewakan atau melukai Allah Tritunggal kita. Ketika kita berbicara,

kami pastikan bahwa kami tidka meninggalkan topic pembicaraan tentang Bapa Sorgawi, Yesus ataupun Roh Kudus – melihat keputusan kami—selalu ada disamping kami dan mengijinkan kami untuk melihat Mereka dan Mereka mencurahkan semua api dan energy keatas badan kami. 

Sebagai tambahan, setelah kami menerima karunia roh kami mulai mengalami banyak hal yang mengejutkan, mengagetkan dan tidak terbayangkan setiap harinya.


*Humor Yesus

Keluarga kami sedang duduk melingkar dan berbicara tentang sorga dan juga opini kami tentang Yesus dan Roh Kudus, ketika kami menyadari bahwa ruangan kami dipenuhi dengan Yesus, Roh Kudus dan para malaikatNya yang menikmati pembicaraan kami.

Yesus khususnya tampak dalam mood bercanda dengan suami saya, Pendeta Kim dan mulai berbicara, ―Pendeta Kim! Engkau adalah seorang pendeta dan memiliki iman besar, , karenanya engkau harus menanggung sakit yang luarbiasa sehingga penglihatan rohmu akan cepat dibuka – jadi bagaimana pikirmu sekarang? 

Apakah engkau siap untuk pergi sekarang juga?‖ Yesus meminta Joo-Eun menyampaikan pertanyaan ini kepadanya.Kali ini, suami saya meloncat kaget dan berteriak, ―Oh, Tuhan! Engkau mulai lagi? 

Mengapa Engkau terus menakuti saya?‖ dan kami semua tertawa melihat responnya. 

Bahkan apa yang diminta Yesus terlihat seperti lelucon, sedangkan ada kebenaran yang tersembunyi dibalik apa yang Dia katakana. 

Yesus menjelaskan bahwa ada perbedaan besar hanya dengan mengunjungi neraka dan benar-benar mengalami neraka dan satu satunya cara untuk menulis buku tanpa mengkompromikan adalah merasakan sakit dan secara pribadi mengalami realitas penderitaan. 

Ini adalah satu-satunya cara untuk menulis isi buku dengan otentik dan kemudian Pendeta Kim akan siap diperlengkapi kuasa untuk masa yang akan datang. 

Setelah penjelasan ini, pendeta mulai ketakutan. Tuhan melanjutkan dan kali ini ditujukan kepada saya, ―Karena engkau adalah isteri pendeta dan berada di dalam perahu yang sama, maka bukan hal yang tidak masuk akal jika engkau juga bersamasama dengannya mengalami neraka?‖ Saya sangat terkejut dan berteriak, ―Yesus! Saya adalah orang yang sangat mudah ditakuti. Saya sangat takut akan neraka. Saya 12hamba yang lemah dan saya tidak akan dapat bertahan 1 atau 2 detikpun,‖ dan kemudian Yesus meledak tertawa, berkata  ―Oh tidak, tidak – Aku tidak pikir demikian!

Engkau sangat kuat.‖ Dengan cepat Pendeta Kim berada disamping saya dan tertawa kegirangan setuju akan Tuhan yang menggoda saya. ―Hahahaha! Tuhan Engkau sangat benar. Kang, Hyun-Ja lebih tangguh dari yang tampak. 

Lihat saja pada lengannya. Tidahkkah dia terlihat kalau dia bisa membahayakan iblis-iblis itu?‖Saya mencoba menggunakan kata-kata kekanakan dan simpati dan membujuk, ―Oh Yesus! Ini tidak benar. Karena saya begitu ketakutan, saya hanya ingin melihat saja,

bolehkah?!‖ Jawab Yesus, ―Okay, okay, seperti maumum! Aku akan ijinkan engkau hanya melihatnya saja. Saya berteriak penuh sukacita.Pendeta duduk disebelah saya dan dengan matanya yang kecil memandang saja tajam dan berkata, ―Hey, dimana loyalitasmu? Selagi suamimu tersayang menderita di neraka, semua tahun-tahun penuh kasih dan loyalitas seharusnya engkau berkata, ―Sayang! 

Aku akan ada disampingmu, jadi jangan cemas! Kita akan hidup dan mata bersaa,‘ tetapi apa? Kau begitu bahagia karena tidak akan menderita kesakitan di neraka? ..apa yang dapat saya katakana, dan dia tertawa.

―Pendeta Kim! Jangan kuatir. Yesus bersama denganmu dan melindungimu, semoga sukses di neraka! dan setelah saya mengatakan ini, Yesus meledak tertawa terbahak-bahak, ―Hahahaha! Anak-anak berkata-kata bersama, ―Ayah! 

Engkau dalam masalah besar! dan mulai tertawa.Tiba-tiba, tampak jelas kalau pendeta sangat kuatir akan apa yang akan dia alami dan tanggung di neraka. Yesus melangkah satu langkah kedepan dan berkata,Dari sekarang, Pendeta Kmi harus mempersiapkan ingatannya dan masuk doa lebih dalam lagi.

Tanya Pendeta: ―Yesus! Ketika saya dipenjara di neraka dan menderita kesakitan, apakah upah saya di sorga menjadi lebih besar? 

Yesus menjelaskan alasan-alasan penderitaan bukanlah untuk upah, tetapi untuk menuliskan pengalaman di buku dengan benar. 

Peperangan fisik pendeta yang harus ditanggung selagi bertarung dengan iblis-iblis adalah porsi iman yang harus dia selesaikan. Ketika ini sudah selesai, maka dia akan menerima upahnya.

Yesus mendorong semangat Pendeta Kim untuk penderitaan fisik yang harus dia tanggung di neraka dan Dia menunjukkan rumah pendeta Joo-Eun di sorga. 

Joo-Eun melaporkan bahwa rumah Pendeta Kim sudah berlantai 900 dan rumah saya 700 lantai dan banyak malaikat tak terhitung sedang sibuk membangun rumah.



Untuk membaca lebih lanjut buku ke 3 ini, silahkan download ebooknya di sini






*********************************************************************************


PASTOR YONG DOO KIM - BAPTIZED BY BLAZING FIRE BOOK 1-2     



Pastor Yong-Doo Kim about Baptize by Blazing Fire




 
Baptize by Blazing Fire #1


by Pastor Yong-Doo Kim
This is a short sample of the book. Numerous events, encounters, details and visions were not included in this summary version. For the complete version please purchase the book at Amazon.com

During 30 days of continual midnight prayer at a small Korean Church, the congregation experienced a unbelievable revival. With their hands raised up, and praying all night long, the congregation had their spiritual eyes opened as they experienced visions, healings, intense spiritual warfare, and transforming encounters with Jesus. With their spiritual eyes opened, they could actually see the demonic battles taking place during their prayer time. They were shown how devils/demons try to distract us, scare us, and deceive us while we are praying. Every demonic trick in the book was used against them to stop them from praying. They encountered and fought against numerous dragons, demon kings, false angels, false christs, demons seeking sympathy, vampires, evil spirits disguised as beautiful women, etc. They were shown demonic strategies used against Christians, and powerful new spiritual weapons useful in defeating the enemy. They were also taken to Heaven and hell many times by Jesus. It was revealed that mid-night warfare intercession, (along with the gift of speaking in tongues), was the most intense, difficult & fruitful time to pray.
I'm convinced that this style of unified mid-night intercession advances the Kingdom of God & brings revival faster than any other. There are 5 books in the series, this is only book #1. Illustrations were added, and not a part of the original book

Translators Needed ! ! ! Contact co-author Pastor Michal Parker amisbuso @ sbcglobal.net Website:http://www.baptizingfire.com
Pastor Kim schedule here & here. Also the Korean Website www.bullsere.kr/

PDF DOC MP3 [13 CD Tracks ZIP + Label] 


Chinese Simplified2a2b345 Traditional2a2b345 URDU
Arabic#1 Arabic#2 [Portuguese #1 PDF, #1.b PDF, #2 PDFGerman
[Indonesian:Book#1Book 2Book 3], [French#1 #2 #3 #4 #5 [Tagalog#1#2#3]
Japanese [#1#2#3#4#5Slovak#1 #2 Amharic#1#2Punjabi
[Romanian #1, #2#3Malaysian #1 #2 Malagasy#1 [Icelandic #1 #2#3#4]

(These e-books have been translated from Korean, but Proof Checkering, Revisions and Polishing has NOT yet been finished.)


BOOK #1 (Abridged)


From Jesus to Pastor Kim:

"From now on, whatever experiences you and your congregation members see, you must document precisely what you see and hear. Through this, I desire all the churches in Korea and all over the world to wake up. This is the reason you were brought into this world... At this present time the Korean churches and the congregation's interior and exterior faithful livelihood is in conflict with what I intended for them, The pastoral leaders and church members worship Me in formality and know Me merely in a written theory."


Pastor Kim:

Our congregation believes in the power of speaking in tongues, so we were able to pray longer, more earnestly, and much deeper. Praying in tongues also helped us concentrate, and with it came incredible abilities that opened up our spiritual sight. The process of unlocking the spiritual sight of an individual is not only arduous, but one must overcome many obstacles. Therefore, if you are carelessly absentminded and inadequately equipped, you will pay dearly. Now we, too, are thoroughly prepared to counterattack by carefully preparing ourselves with praise, filling our hearts with the words of Jesus, and seeking earnestly by crying out to the Lord.

satan's subordinates come singly. Then when one fails, two more approach; then they attack in groups of ten, thirty, fifty, one hundred, and even greater numbers. The groups repeatedly scatter and reunite to attack according to the situation. Then when one is chased away by a prayer, the evil spirit moves on to the next target with teasing, poking, tempting, and sometimes with whispers of sweet-talk. Finally, when their identity is exposed, they quickly run away. satan's subordinates appeared before us in various appearances. Sometimes they would try to lure us by impersonating a famous entertainer, an innocent little child, a false jesus, or by masquerading as a beautiful angel of light (2 Cor. 11:14) They even threw us into confusion when appearing flawlessly disguised as my own daughter. We fought and won, but also lost, many battles against the evil spirits. With our losses came agonizing pain in our flesh. The pain was so intense we rolled and tumbled on the ground many times. When we were faced with frightfully unmanageable demons, our Lord mobilized the Archangel Michael and the Heavenly angels to assist us. Our loving Lord assures us that we are not alone when we call on the Heavenly angels to support us after we collapse from exhaustion following the battle. 

Jesus reminded us to equip ourselves with daily prayer (Mark 9:29). It is necessary to have regular prayer. Jesus described the importance of praying in agreement with two or more witnesses (Matthew 18:19). The evil forces do not leave gently. Instead, they leave scars, and the suffering continues.

Our 2005 motto was "Be revived through prayer," and we began our prayer rally on January 2. It ran for thirty days. There were ten members total. On the first day, after Sunday evening service, we had a prayer service. On the second day (Jan. 3) we experienced the fiery presence of the Holy Spirit. The unity prayers as well as the individual prayers exploded uncontrollably and continued until 7:30am the next morning. After prayer service ended, we gathered in a circle to hear the testimonies and exactly what is was like to meet Jesus. The duration of our prayer services became longer and longer. Wednesday evening service started at 7:30pm, but barely finished by 8:00am the next morning. Thursday, 9pm-10am.

God totally reversed our thinking. The more we prayed, the more the Lord impacted us with amazing things. Even though our service lasted through the night, no one complained. Instead, they longed for more spiritual food. The Lord came to visit us while we prayed. We saw Him through our spiritual eyes, but at times we saw Him clearly with our physical eyes. 

As the children experienced Jesus, they were freed from disobedience and transformed into submissive, faithful servants. Two of our members, after seeing Heaven and hell, cried on their knees and asked for forgiveness for the times they mistreated me. In sub-zero weather they went out to share the gospel while they blew warm breath into the palms of their hands. They headed out at 4pm and did not return until 8:30pm, with their hands and feet frozen cold. They knew they had to be diligent because they saw their treasure being stored up in Heaven. Meena, the 5 year old girl, prays in tongues with her arms held high for 2 to 3 hours! Our congregation received divine gifts of prophesy, spiritual distinction, speaking in tongues, knowledge, wisdom and divine faith. 

There are no falsified contents in this book, only the personal experiences of member involved with the prayer rally.

The member of Lord's Church: [Pastor Kim] [Kang, Hyun-ja] [Kim, Joseph] [Kim, Joo-Eun] [Sister Baek, Bong-Nyo] [Lee, Haak-Sung] [Lee, Yoo-Kyung] [Meena] [Oh, Jong-Suk] [Deaconess Shin, Sung-Kyung] [Oh, Jung-Min]


==== DAY 1 ====

====================================================

==== DAY 2 ====


Pastor Kim: 

With the Holy Spirit's special intervention, it was as if we were on fire as we prayed. Even though it ended after 7am the next morning, we felt we did not have enough. 


Lee, Yoo-Kyung:

I deeply yearned and with all my might called out to the Lord, "Jesus, Jesus I love You. Let me see You. Appear to me." I shouted and prayed diligently in tongues. About an hour had passed when suddenly a bright light shone, and someone was standing inside the light. I opened my eyes and was filled with shock, but did not see anything. When I closed my eyes again, I could see clearly, so I kept my eyes closed. Jesus stood before me wearing a brightly glowing garment. "Yoo-Kyung, I love you" Jesus said these words, then drew closer to me and sat in front of me. I don't think I ever saw anyone as beautiful as Him. Jesus' hair was golden and He had beautiful, big eyes. Jesus gently stroked my hair and said, "Yoo-Kyung, I love you" I began to cry and my heart melted. "I want to show you what Heaven is like," Soon we were on the way, there was a light shining so bright that I could not open my eyes. I thought, "This must be Heaven." When we arrived, countless angels with wings welcomed us, and Jesus took me around, introducing me to many angels. Later Jesus asked me, "Yoo-Kyung, are you happy to be visiting Heaven?" "Yes, Jesus, Very, very happy." Jesus said, "Pray diligently, obey Pastor Kim, and attend church services well, then I will take you to visit Heaven more often, so be zealous."

After it was over I shared my testimony of meeting Jesus and visiting Heaven.


Baek, Bong-Nyo:

Each of us was kneeling down on a cushion to pray. Next to me was the pastor's wife, who was dancing, filled with the Holy Spirit. Her dance was smooth, like flowing water. She was glowing and dancing beautifully as the Holy Spirit led her.

I continued praying in tongues. Suddenly a glorious golden light shone, and there stood Jesus dressed in a shining white garment. "Bong-Nyo. I love you." Words could not describe the overflowing joy of meeting the Lord. I had many questions for Him, and He answered them promptly.


Lee, Haak-Sung:

I concentrated on praying in tongues, without my knowledge, my prayer was filled with authority as my voice became powerful. My body was burning up like fire, and I had to take my outer garments off. Later, my shirt was drenched in sweat. I had never in my life experienced this blazing fire of the Holy Spirit coming over me. I was joyful and happy to pray. So, I prayed on bended knee, and with painful paralysis, my legs went numb.


Pastor's wife, Kang, Hyun-ja:

I hadn't prayed a decent prayer for a long time, so I was feeling the urge. While praying, if an unusual spiritual environment arose, the Lord dealt with the pastor and each member individually with fiery authority. The spiritual dance that Mrs. Choo Thomas was anointed with, I yearned to receive. And later, for the first time I was able to dance the holy dance without hesitation. For a while I hid this gift, but I can no longer run away from the guiding forces of the Holy Spirit. My body was anointed as with fire as my hands freely moved to the music.


==== DAY 3 ====


==== DAY 4 ====


Lee, Yoo-Kyung: 

I was praying with all my might and with a sudden burst of energy, I saw a devil that looked as though it came out of a movie. Wearing a white garment and with long hair, it came toward me dancing and speaking in a dreary voice, "Hahahahaha Hehehehehe." I was paralyzed with fear. "You wicked and cursed devil. I command you in the name of Jesus to flee from me." But the devil approached closer to me crying "Hehehehe, Why should I flee? Not only am I here to hinder you from praying, but I will give you physical ailment." Then Pastor Kim laid his hand on my head and prayed, shouting, "You filthy devil. I command you in the name of Jesus Christ to flee." The devil was gone. The pastor told us, "We must be confident when we pray."

I resumed praying, calling out "Jesus, help me. Help me." I was calling out to Him for quite some time when Jesus appeared in the bright light. He spoke to me, "Yoo-Kyung, do not worry. I will protect you...No matter what kind of demons attack you, do not be afraid and do not worry. With all your strength call out to me and I will come and cast the demons away. So, don't be afraid and be strong." 


==== DAY 5 ====

Author's Note: The marriage between Sister Baek, Bong-Nyo and Jesus symbolizes the relationship between the Savior and the sinners He saved. He wanted to show this to the new convert, Sister Baek.
Baek, Bong-Nyo:

After service I started diligently praying in tongues when the Lord appeared to me and said, "Bong-Nyo, let's go to Heaven." He held my hand and guided me. Soon I was standing at the foot of our Heavenly Father's holy throne. Jesus explained passionately the reason why I was brought to Heaven: "Bong-Nyo, I wish to have a beautiful wedding in Heaven with you today, and that's why we are here." Soon, the angels started preparing my gown and adorned me with many jewels. I have never seen anything like the golden gown prepared for me. I was filled with joy. Many angels and citizens of Heaven congratulated our matrimony, and I shall never forget this scene. Right then the holy throne of our Heavenly Father seemed to sway ever so slightly back and forth. Each time His holy throne moved, because God was so pleased, five brilliant colors radiated out. After the ceremony, I traveled holding the Lord's hand all over Heaven. I was at the peak of my happiness.


Lee, Haak-Sung:

With a firm determination, I started praying in tongues, when suddenly the cross hanging behind the podium radiated with bright light, and a round door appeared. A little later, Jesus appeared. "Haak-Sung. I love you." I could not contain the happiness that overwhelmed me. "Haak-Sung, there is some place you have to go with Me, so let's go." As soon as Jesus took my hand, my body floated in the air as light as a feather. When we arrived at our destination, there was a strange stench, and it was very dirty. I could hardly breathe due to the offensive smell all around me. "Jesus, my beloved Jesus. Where are we? I can't see too well in front of me," I shouted, but Jesus said, "Haak-Sung, don't be frightened. This is hell. I will protect you, so do not worry. But look closely."

The fire heated the gates of hell bright red, and even before entering it was unbearably hot. I had to turn away from the scorching fire and the intense heat. I asked, "Jesus, how can we step into this pit of fire? I don't think I can do this." We went to a place that was pitch dark, and I could not see a thing. Then, as soon as Jesus touched my eyes, I could see very clearly. There was an old lady with a look of despair sitting motionless and wearing a white traditional Korean dress. Jesus instructed, "Haak-Sung, look closer," so I walked closer to the old lady. It was my maternal grandmother, who had passed away a few years earlier. When my mother left home, my maternal grandmother raised me. My grandmother loved us. I was not right that my grandmother was in hell. With astonishment I shouted out to her, "Grandma, it's me, Haak-Sung. How can a gentle and kind person end up here? Hurry, come out of there." My grandmother quickly recognized me, and surprised, she asked, "Haak-Sung, why are you here? How did you come here?" I replied, "Jesus brought me here. Grandma, hurry and come out of there." My grandmother cried and shouted, "Haak-Sung, as much as I want to get out, you can't do what you want here. You must not end up here. Leave immediately." In tears I pleaded with Jesus, "Jesus, please help my grandmother come out. My grandmother lived a sad life." 



In an instant, a large snake appeared below my grandmother's leg and started coiling and winding up her body. I screamed loudly, "Ahh." My grandmother fearfully shouted, "Save me, please," but there was no use. "Jesus, my beloved Jesus, I am the one who's done so much evil," I cried. "Please do something, please." Jesus did not say a word, but His heart was breaking as He watched. I cried and cried as I begged, but there was no use. Even in the midst of the craziness, she asked about the welfare of the family and worried about them. "Haak-Sung, how are your sisters? What about your mother?" I replied, "Everyone is doing well," and as I was answering her, the snake wrapped around her tighter. My grandmother's agonizing screams grew louder and louder. Jesus took my hand and guided me, saying, "Haak-Sung, it's time to go now." I left the cries of my grandmother behind me and came out of hell. Jesus said, "In hell, compared to the physical world, all your senses are more certainly and clearly alive...Haa-Sung, don't cry. You saw it clearly, so go and serve the Lord faithfully. Do you understand?"

Later on Jesus called to me, "Haak-Sung. Hell was gruesome, right? I want to show you Heaven today." In a short time, we were in Heaven. Groups of angels and many people who arrived in Heaven before me came out to welcome me. The surrounding angels and Jesus joined hands to joyfully dance together. Everything about Heaven was a complete contrast to the scenes of hell. In Heaven, what I saw looked novel, amazing, and unbelievable. While in Heaven I made a request to Jesus. "Jesus, pastor's son, Joseph--his foot is covered with painful warts and he can hardly walk. Please heal him. And my mom is suffering with back pain. Help her not to be in pain. Help brother Oh, Jong-Suk, who is living in the church office, to quickly find a job. And lastly, help us to have a revival at our church." Jesus happily replied, "Yes, all right." Jesus looked at me and said, "Haak-Sung, that's enough for today. Let's go." When Jesus held my hand, we flew though the sky, arriving back at church.

I resumed praying diligently. I could not stop thinking about my maternal grandmother who is suffering in hell, and I burst into tears. I was in so much distress and pain, I cried out kicking and screaming, "Lord, what am I going to do? My grandmother died because of me. This pains my heart so bad. Grandmother. My poor grandmother." I cried until exhaustion. Then I started again. I called out to the Lord. I rarely cry, but I could not believe the tears that flowed for 2 hours, 3 hours, and then 4 hours. The first prayer session finished, but still I could not contain my sorrow. I shared my testimony of visiting Heaven and hell with others. Then at 5 am in the morning we started our second prayer service, which ended 5 hours later. While pastor was giving his sermon, Jesus appeared, and then pastor's sermon became more powerful. Angels came down from Heaven, lining up beside the podium, and some carried a bowl with a support. They captured every one of our prayers. And they sang, "Amen. Amen." 

Even after all the services ended, I could not stop agonizing over my grandmother, who was in hell. 


==== DAY 6 ====


Baek, Bong-Nyo: 


4 hours had passed since pastor started his sermon. Not one of us even blinked our eyes. The five year old Meena was also listening intently to the sermon. As I fixed my eyes on the pastor, Jesus appeared with a bunch of angels. Jesus guided nine sheep with Him. I realized the number of the sheep Jesus brought and the number of the prayer warriors were the same! "You are all My sheep. I am always watching over you, so do not worry."

Pastor Kim's sermon was burning up, and he spoke with the holy fire. Jesus was deeply involved in pastor's sermon, and shouted with glee, "Great job, Pastor Kim. You are doing great." Jesus walked alongside pastor with a constant, beaming smile. When pastor moved to his left, Jesus moved left; when he moved to the right, Jesus also moved right. Then ten angels appeared. One stood with an open book recording something in a hurry. Other angels surrounded the pastor carrying their bowls, collecting the sermon. When one bowl was full, the next angel came with another bowl, and this continued as they carried it up to Heaven. Jesus rejoiced, and the angels also rejoiced. 

After the sermon, it was finally time to pray in unison. As we prayed, the nine members of the prayer team all looked like we were fighting a battle. As we cried out to the Lord with repentance, the tears and sweat came pouring forth.

Then Jesus drew near, calling my name. The Lord spoke by comparing various churches, "Bong-Nyo, many churches sleep and have their red crosses lit up during weeknights, but the members of The Lord's Church pray so diligently. I am so delightfully happy now." Then angels descended in groups of three. One, two, three, four, five; I counted for a while, but I could not see the end of their procession, so I stopped. They continued down endlessly and stood in front of the altar where the nine of us prayed. They collected our prayers in the golden bowls and took them up to heaven and then returned. The angels took our prayers to God. But lately, with the members of The Lord's Church worshiping all night long and throwing ourselves into prayer, the angels thanked us for giving them so much to do.

Jesus said, "With your diligent calling out to the Lord and worshiping day and night, the Heavenly Father, Myself, and the Holy Spirit have marveled at your dedication. It is rare to find a church such as yours on Earth." The Heavenly Father asked us, "What can I give you?" Then the Father asked Jesus, "My Son, what do You think I should do?" Jesus replied, "Father, do as You will." The Holy Spirit anointed us with the holy fire, oil, and Heavenly gifts. The Father said, "For pastor's wife, Kang, Hyun-Ja, I especially want to anoint her with the blazing fire of the Holy Spirit and ability to heal the sick, and I want her to dance the spiritual dance with boldness."

When pastor's wife started spiritually dancing, everyone watched in awe. Her face started to turn red as she danced under the Holy Spirit's guidance.

God abruptly pushed me into a place that seemed as if I were under water, as if my body and feet moved with a mind of their own. A little later I heard the Lord's voice say, "I will baptize you with the blazing fire." I felt as if I had been thrown into oil, and my body instantly felt like a fireball.


Later, Jesus started talking about the churches in Korea. With an angry tone He spoke, "What good is a church if it's only big and hollow with its cross lighting up? I chose the pastoral leaders to save the lost souls, but they lack prayer, and it's breaking My heart."

Later, I was dancing the holy dance and praying in tongues when Jesus held my hand, saying, "Bong-Nyo, come with me to Heaven," As soon as I held Jesus' hand, I was suddenly wearing a white garment, and I was flying with Jesus into the air. As I got higher, the Earth became smaller and smaller. The universe was so beautiful. We flew for a while, and then we reached the galaxy. When we passed the galaxy, it became dark again, and I saw two roads. We went through the road on the right, so I asked, "Lord. Where does the left road lead to?" He told me that it led to hell. It seemed we were on the road for a while, when suddenly a light appeared that was so intense I could not open my eyes. 

Heaven was filled with stars. People on Earth often say the word paradise, but what I saw cannot be described with earthly words. "How can it be? How can this possibly be?" I asked. Humans cannot fully imagine what Heaven is like. Many angels greeted and welcomed me. Jesus said, "You've decided and committed yourself to diligently attending the church, so I want to show you your house in Heaven. Follow me." I saw many angels constructing something. Jesus told me, "This is your house." I looked, but there was no house. I only saw a deep foundation. The angels were using gold to conduct their work. Jesus said, "In a few days your house will be going up. Don't be discouraged, but pray diligently and live faithfully. You worshiped the devil and you have led many people into delusion. But, you made a determination to believe in Me and diligently attend the church." Jesus said, "I have a place I want to show you, so follow Me," and He led me to another place. "My beloved Bong-Nyo, I will show you the treasure storehouse and house of the people responsible for evangelizing to you, your church pastor, Kim, Yong-Doo, and his wife, Kang, Hyun-Ja. Watch carefully. The Earth's one thousand-story building is comparable to a one-story building in Heaven, and everything in Heaven is indescribable with the limited human vocabulary." 

Before my eyes there was an enormously large building, and the radiating light was so intense I could not lift my head. "This is Pastor Kim, Yong-Doo's house." Jesus lifted His right hand up and suddenly I could see clearly, Pastor's beautiful new house in Heaven. Then the Lord, said, "Now, let's see Pastor Kim's treasure storehouse." The distance from the house to the storehouse was roughly three to four bus stops, in comparison. Pastor's treasure storehouse was heavily guarded with hundreds of angels, so we could not enter. When Jesus appeared, the guarding angels suspended their wings downward and stood upright and bowed before Him. Every treasure storehouse in Heaven required Jesus' permission to enter. The radiant colors pouring out from the storehouse was an image to be marveled at. "Wow, Pastor Kim will be so happy," I said. Inside the treasure storehouse there were countless angels busy with amassing all of Pastor's materials coming up from the earth. The Pastor's treasure keeps on accumulating. I asked Jesus, "Why is Pastor Kim's house so big and why has he so much treasure?" The Lord answered me, "Pastor Kim, Yong-Doo started his faithful walk early on, and he always prayed and served Me diligently." Jesus said, "That's all the time we have today, so let's see more next time you're here." He brought me back to church. Jesus said one last thing before He left me: "When I died on the cross, many believed that I would not live again. They [many people] stopped believing me, stopped going to church, and now are doing other, worldly things."


==== DAY 7 ====


Kim, Joo-Eun: 

I prayed in tongues for about an hour, when suddenly a bright light shone. Then Jesus, wearing a white garment, appeared before my eyes. Jesus had brown hair and was wearing a white, shimmering, toga-like garment. He called my name. "Joo-Eun, my beloved Joo-Eun, I love you." Jesus drew closer as He spoke to me. I was surprised and said, "Are you really Jesus? Wow, Jesus, I really love You. You are wonderful." I was filled with excitement because I did not know what to do. Jesus sat in front of me saying that He loved me. I ecstatically said, "Jesus, I really love You," and He replied, "Yes, I love you very much as well." Jesus told me, "Pray diligently, and I will reveal Myself to you. I will take you to Heaven and show you around. So, pray diligently," and He disappeared.

When I did not see Jesus, I began to pray in tongues with all my might. Suddenly, in front of me a strange object appeared, it was running toward me. Both corners of its eyes wore slightly torn, and the right eye had an X shape to it. This devil was covered with scars. I shouted, "In the name of Jesus, depart from me." The devil disappeared. I continued praying, when something with eyes narrower than a cat's appeared before me. It had wings like a bat, and sharp teeth protruding gruesomely out. It rushed toward me to scare me, but I defeated it in the name of Jesus. 



Then, a somewhat familiar demon appeared, and I wondered where I had seen this one before. I realized it was the character I saw from the computer game Starcraft. This female demon ran to me. She tried to look intimidating by staring me down. Unlike other evil spirits who quickly fled when I mentioned the name of Jesus, this female demon did not go away so easily. Even after I repeatedly shouted, it did not budge, and I was getting really scared. I rushed to Pastor Kim's side next to the pulpit and continued praying. Pastor took my hand and raised it up, praying with me, and only then did the devil leave. 


==== DAY 8 ====


Pastor Kim, Yong-Doo: 

It had been about a week since we started the determination prayer rally. Our spiritual battle intensified, and our physical trials continued daily. One by one, each of the prayer warrior's spiritual sight opened up and they were filled with the Spirit. Demonic forces then made an aggressive offensive movement. Many personal situations arose, testing our anger threshold. On the first day, one of my car tires had a terrible slash. The next day the front tire had another big tear. I was so frustrated with the situation. Nevertheless, I did not complain to God, but instead I shouted "Hallelujah" with a thankful heart. The next day a tow truck took my car away. This really was close to pushing me over the edge, but my wife and my congregation members reminded me, "Pastor, you have to persevere through this." Later, someone had broken the car's break lights, and then the day after that, someone scraped the side of the car with a sharp object.

The Church service progressed the way the Holy Spirit led. Until then the title in the church bulletin read, "The Holy Spirit-filled climatic hour," but it was replaced with, "A real Holy Spirit-led service." The worship, prayer, sermon, and offering formalities were removed, and we relied on the guidance of the Holy Spirit to lead worship, prayer, the sermon and the proclamation. The sermon can run behind schedule since there is no pressure to finish within a timeframe.

Each prayer warrior sees Jesus' presence during our all-night prayer vigils, so they do not feel tired, even though the service goes on until the next morning. We are always alert, and there is no time to let down our guard since the devil attacks without ceasing. 


Kim, Joo-Eun: 

I was praying in tongues when Jesus approached me saying, "Joo-Eun, I love you." He continued, "Joo-Eun, pray diligently, and I will take your hand and lead you to Heaven. Pray without ceasing. I will show you Heaven. Do you understand?"

Later on that night, the devils appeared in groups. One appeared flapping its wings like a bat, with two small horns on its head and eyes like a cat. The devil flew toward me with its mouth wide open, with sticky slime oozing from its mouth. The eyes were bloodshot. I shouted, "In the name of Jesus, I command you filthy and dirty devil: flee from me." With that, it disappeared. A little while later, a blue-faced devil with small eyes approached me. I was scared and had goose bumps all over my body, I screamed out, "In the name of Jesus, flee from me." But this devil did not budge. Instead, it continued to glare at me. I screamed out loud and was filled with fear when Sister Baek, Bong-Nyo, who was sitting beside me, joined in shouting, "In the name of Jesus, flee from us!" Only then did it flee. 


I resumed praying when an enormous red dragon started flying toward me. Its eyes were green. Long, sharp horns protruded from its head. There was smoke in its nostrils. It lunged toward me as if it were about to swallow me alive. I did not budge. I stood my ground, praying diligently in tongues in the name of Jesus, and suddenly it fled. It was a most gratifying feeling. I did not realize the power and the magnitude of Jesus' name before this experience. 

The next time, a hideous, terribly wicked, and skull-faced demon giggled in front of my face as though it were mocking me. Once again I prayed in tongues using the name of Jesus to chase away the demon. 

Later, as I was thinking about Jesus hanging on the cross, and He appeared, encouraging me and saying, "Joo-Eun, just a bit more, pray just a while longer."


==== DAY 9 ====


Lee, Haak-Sung: 

The devil's concentrated attacks began. The red dragon Joo-Eun told me about appeared before me. Its enormous size scared me. It had green eyes, and black smoke spewed out from its nostrils. Its teeth were sharp like horns, its claws pointed out and the tail was frightfully long. Nevertheless, I prayed boldly, and it vanished. A little while later a female devil appeared screaming, "Hee-hee-hee!" Her mouth was full of teeth like a wolf's. Also, I began hearing an army marching in combat boots, stomping loudly behind me. And soon there were dark shadows that surrounded me. The devil's noise and the military boot stomps scared me, so I started crying, "Lord, help me. Please help me!" I was calling out to the Lord when Jesus appeared in a brilliant light. The evil spirits vanished as soon as Jesus appeared. Jesus held my hand, and I sang and danced with Him. 

Later, Jesus called to me, "My dear Haak-Sung, do you want to visit Heaven?" As soon as He took my hand, my body was dressed in a white gown. I floated in the air, and we flew toward the Heavenly angels who awaited us. I could not hold my head up properly in the presence of such brilliance. Heaven could only be described as a place filled with starts. I thought I was dreaming, but Heaven was more real than the earthly world. All of Heaven was covered with gold. There was no place from which light did not emanate. Many angels and Saints moved about busily, and angels greeted me joyfully. I said, "Jesus, I want to know if there's a house for me here." Then Jesus sent two angels to accompany me to where my house was. My house was not big, but the walls were made of golden bricks. I saw an enormous flower garden, that was full of various flowers. I had a sudden urge to jump in and roll around the garden. As I smelled the sweet aroma of the flowers, I was filled with joy and jumped up and down like a child.


Lee, Yoo-Kyung: 

I was praying in tongues when a devil approached me. There was a stitched up X shaped scar on its right eye and the left eye looked like a raccoon's black eye patch. It looked like a male devil, and I yelled out, "In the name of Jesus, flee from me." Later a demon which had bat wings approached me. "What wrong did I ever do to you that you have to annoy me like this?" It pleaded, "Hey, I will never come again if you let me go inside you and come out just once." I replied, "You--you filthy devil. In the name of Jesus, get out of my sight!" With that, it vanished. After that I fought off three or four more different demons. And then suddenly I sensed a sweet-smelling aroma around me. Jesus came and called my name. "My dear Yoo-Kyung, give me your hand." So I extended my hands, and Jesus held my hands with His warm and gentle hands. I said, "Jesus, my shoulder is hurting badly," and as Jesus laid His hands upon my shoulders the pain subsided. 

Jesus gave each of the prayer warriors a nickname. It was great fun. Jesus called me "Speckle face" because I have many dots on my face. Joo-Eun's name is "Sesame" or "Freckles" because she is covered with freckles.

Later, Jesus consoled me because of all the pain I went through seeing family members in hell, "My dear Yoo-Kyung, you cried so much after meeting your grandmother in hell." The Lord reminded me, "Yoo-Kyung, when I take you to visit hell, you must not lend your hand to anyone, even if it is your beloved grandmother. You must never hold anyone's hand in that place."

Later Jesus again took me to visit hell. This time I saw my deceased father and my 26 year old younger brother. He committed suicide by ingesting poison. They were both naked. Their eyes met mine. "My older sister, Bong-Nyo, how did you come here? This is not a place for you. Big sis, pray to the Lord. Hurry and plead with Him to get me out. Help me to get to Heaven. Now!" With his cry and plea, my brother was thrown into a pot of boiling liquid. I could hear it boiling.

Since I was a young child, my father despised me, and that hatred magnified over the years. My earthy father said, "Bong-Nyo, when I was living I did so many despicable things that I regret so much now. I guess that's why I am here now. I am sincerely sorry." I asked Jesus, "Lord, why did my father come here?" He replied, "Your father has sinned greatly. He did not believe in Me, but he also gambled without missing a day. When your mother was pregnant with your sibling and had merely one more month before the baby was to be born healthy and naturally, your father took that precious life in the womb by punching your mother in her stomach. The baby suffered trauma in the womb and died. Your father also forced you to bury a baby who was still alive up on a mountain. Don't you already know of this? After committing such a wicked sin, he never confessed or asked for forgiveness. It is right that he belongs here in hell," Jesus' tone was filled with anger. 

I saw another face I knew, and it was my little sister's mother-in-law. She earnestly requested that when I returned to Earth, she wanted her daughter-in-law and her family to believe in Jesus Christ, pray diligently, and see hell, so that they would all go to Heaven. She said, "I really didn't know there was a hell, or how hot and miserable it is here. I once held a title of deacon at the church, but I never served at church. I had too many idols in the world, and it corrupted me. That is why I am here. I regret it so very much," she shouted. Then, she was thrown into the hot liquid the same way. I was so scared and sad, I could not take it any longer. My face was covered with tears, and the burning odor made my breathing difficult. 

Lee, Yoo-Kyung:

After praying until 7:30am, I came home hoping to get some sleep, when I felt a presence in the room. I opened my eyes, but I did not see anything. When I closed my eyes again, Jesus was sitting beside me. A sudden fear came over me, and my body was covered with goose bumps. I prayed boldly in tongues. Suddenly, the person I thought was Jesus transformed into a dark demon, and it had dark blue eyes. The demon rolled its eyes, and with its hands raised it tried to recite the Lord's Prayer. Then it shouted, "All demons arise!" I was terrified. With a commanding shout I said, "You devil, in the name of Jesus, flee from me." The demon instantly vanished. Jesus also continued shedding His tears. The Lord had an important lesson for me: "You have only once chance at Heaven, and that's while you're still physically alive." I couldn't do anything but watch them suffer. The fire in hell cannot be compared to the fire in our physical world. 


==== DAY 10 ====


Kim, Joo-Eun: 

While I was intensively praying in tongues, a red drag appeared before me. It suddenly dashed and leapt at me. The dragon had the eyes of a menacing crocodile with very thick and sharp claws, and he attempted to terrify me by thrusting his claws at me. Disgusting and repulsive smoke emitted from its nostrils. "Satan, you hideous being, flee from me in the name of Jesus." I was shouting like a mad woman. The dragon then headed toward Brother Haak-Sung. Haak-Sung became startled. His praying in tongues became more intense and loud. He shouted as I did, "Satan, flee from me in the name of Jesus." Soon, the dragon approached me, and transformed into a black dragon. With a wicked laugh, the dragon began to speak, "Do not pray. Why do you so effortlessly open your eyes when you pray? If that is the case, then open your eyes. Why must you close your eyes during prayer? Open your eyes this instant. Why are you praying so intensely today?" It tried to break my concentration in prayers. I shouted again, "Hideous Satan, flee from me in the name of Jesus." However, the dragon did not leave so easily. Therefore, I had to emphasize Jesus' name more emphatically. With shouts of Jesus' name, the dragon once again turned to me with evil, piercing eyes, ground his teeth and fled.



Soon another spirit glared at me, and began to advance toward me. I realized it was a famous female spirit seen in many Korean Horror movies and on TV. I became frightened, but I knew if I showed any fear, it would her confidence to attack me. With all my strength, I attempted to not express any fear, as I fought the ghost with prayers. The purpose of this figure is to frighten people to death. Blood dripped down from the ends of her mouth, and her hair was tangled and unkempt. She made an unholy sound, a hideous giggle. With all my strength, I shouted, "Flee from me in the name of Jesus", and it disappeared.

Later the lord jesus appeared before me. However, this time I sensed there was something wrong. I sensed uneasiness, and I felt frightened. I remember my pastor telling me to be cautious, since the devil can appear as an angel of light. I was told if I am not able to discern, I should either pray in tongues or test the angel by stating Scripture. I attempted to test this jesus by praying in tongues. The moment I prayed in tongues, what appeared as the lord's face began to disfigure and turn black. The devil had come to me disguised as jesus. The devil's eyes rolled in all directions and would not leave my presence as he tried to distract my prayers. 





Sister Baek, Bong-Nyo: 

Today as I was praying in tongues, the Lord Jesus came to me. I cried, "Lord, Lord." Jesus spoke and said, "Stop crying. I came to take you to Heaven. Come with me." There was sympathy in the Lord's face as He held my hand. Whenever I visit Heaven I am overwhelmed at all the mysteries, which are unlimited and eternal. I am awed at the wonderful sights. I feel that it would take forever to view and experience all of Heaven. Jesus told me to go and observe the church in Heaven. As soon as we arrived there, my jaw dropped as I saw an enormously impressive building. I shouted, "Wow!" I was in a state of ecstasy. It was so large, it appeared as though it could reach the sky in Heaven. 

Later, as we were touring Heaven, Jesus said, "Bong-Nyo, let us go visit the highest peak of Heaven." When we reached the top, I could see many different areas of Heaven. I saw many angels and an enormous garden with many different kinds of flowers. It was impossible for me to count all the different kinds of plants and flowers I saw. I could see the endless ocean, clear as crystal. There were many beautiful ships floating on the water.

Later on, when I was back on Earth, even though I had just visited Heaven, I was again reminded of my parents and brother in hell. I cried for many hours, and I did not know what to do. Soon, a group of fifteen angels appeared to me. "The Lord commanded us to go to the Earth and comfort Sister Baek, Bong-Nyo. This is why we are here." They circled around me and began to minister to me with warm comforting words. Soon I was able to calm down, and my tears were wiped away.

Later, as I continued to pray, suddenly I saw Heaven open, and Father God was sitting on His Heavenly throne. He spoke and told me to stop crying. The Holy Spirit came and whispered to me, "I will give you and Sister Kang, Hyun-Ja a gift of healing and the fire of the Holy Spirit. However, you must earnestly seek them." As Jesus was standing next to the Father, He said to me, "Bong-Nyo, when you become weary and weak during prayers, I shall anoint you with the power of the Holy Spirit."


After a little time, Jesus started speaking in a harsh voice, Jesus stated that the churches and pastors are worshiping Him in vain. They follow tradition and works of men. Many of the services are short and void in message. The length in worship and praise time has become unacceptable. They are more concerned with when it will be over. The preaching time has been shortened. Jesus was expressing His distress. Generally, services are about an hour in length; however, many services have become less than one hour. They are in a hurry to finish. Jesus would like to manifest in the preachers' bodies, but the pastors preach in the flesh and not in the spirit. They are more concerned about time management than preaching in the Spirit. With less worship and service time, many preachers are utilizing the free time for personal use, such as dining, taking trips with the congregation, and wasting time on other trivial matters. Some pastors are distracted and deluded by attractive sisters, and give great attention to their beauty. Moreover, some pastors do no treat the congregation with equal respect. The wealthier members are given more time and respect than those without money. These types of pastors are not spending enough time in prayer for the glory of God, but they are praying trivially, which is frustrating and dismaying to our Lord. The messages are not led by the Holy Spirit. The messages are provided by the strength of the Pastors' knowledge and their flesh. Messages not from the Spirit will result in short, vain preaching. Preachers elect not to be led by the Holy Spirit, but by the will of the congregation. Jesus desires to powerfully anoint and utilize pastors for God's glory. However, the preachers have, by their own will, given up seeking the Lord's anointing. Now their carnal mind rules over their spirit. Many preachers cannot feel God's heart and desires. God is deeply saddened. When expanding or building a church, some preachers do it for the sake of their own glory and pride. In their hearts, the building is a monument to themselves. These types of pastors spend very little time in prayer and are preoccupied with the materialism of the world. 

As the Lord told me about these things, I saw the expression of grief on His face. Although many preachers can boast about their spectacular buildings, Heaven considers it trivial. Heaven's way is higher than Earth's; what one perceives as important on Earth may be incidental in Heaven. Jesus told me, "Not all pastors are wicked; however, the disobedient ones must be disciplined. If they do not repent, I will throw them in hell. In hell they will be tormented, and in a short time, I shall take you there, where you will witness those who have gone before them."

Later on that day, I needed help from the Lord to understand something. Some believers, who have been Christians for decades, told me that when a person dies, he or she enters either Heaven or hell. They claimed that a person could not visit Heaven or hell while they were still alive. They said it was nonsense. They said my church had issues on doctrine and beliefs. They would make sarcastic remarks about our prayer meetings and ridicule the lengthy hours. They further claimed that Pastor Kim and the church might be a cult. So I prayed, "Please Lord, what if our church is really a cult? What will happen to my family?" The Lord said, "What is a cult? People are criticizing and judging one another because of their differences, denominations and doctrines. They are committing sin. However, I am very pleased with your church. You and your church members pray without ceasing throughout the night. Those who have persecuted you and called you a cult will know I live and am the Lord. You have received the gift of healing the sick and are able to cast out demons. You also live by following the Holy Spirit." Jesus continued, "People who judge and criticize one another will receive terrible judgment. Do not let them lead you astray. I am deeply moved by your prayers. Do not worry. I will protect you and your church. Although it is My wish to reveal Myself to all My people and grant them spiritual gifts, they do not seek Me. Many are not praying according to My will." I asked him, "Jesus, what will become of our church?" Jesus said, "You are fortunate to be filled with the Holy Spirit and to receive the gift of tongues so soon. The holy fire will be felt and received by the congregation."

During long services, Pastor Kim powerfully preaches through the strength of the Holy Spirit's anointing. Some might assume that we would dose off during long services; however, the assertive preaching, praising, singing, and fired-up worship are all done with so much compassion that we are full of energy and can continue all night through the next day. One day, our pastor preached with such assertiveness that his face turned red. During the sermon, which was powerful and passionate, I saw a vision of God's glorious throne. Father God was pouring down anointing oil. It appeared that the Holy Spirit was anointing the pastor with fire. I could see Father God continuously pouring down fire and anointing oil onto the pastor. The preaching became very powerful and delightful. I saw the Lord Jesus laughing with joy. The Lord told an angel to diligently record the events of the service. The angel acknowledged and obeyed. 

I asked Jesus about another worldwide church, that had many branches, even in Korea. Some say their numbers are great due to their history and tradition. "Are they believers like us?", I asked Jesus. Jesus answered, "If they believe in Me, of course they will be saved. But that church degrades the Word of God by wedding it with the world." 

As we were discussing this particular church, in a vision, I was shown a king of demons. This evil demon looked worried, nervous and appeared apprehensive of his plan, with that particular church. Jesus said, "Many of God's people are very ignorant of the devil and the evil spirits. My people faithfully live their lives without giving much consideration to the enemy; however, the devil will attempt to hinder your work. Be of good courage."


Later on, when I was praying beside the pastor, an enormous red dragon appeared. The beast entered through the front door. It seemed to be as high as the sky. The expression of the beast was pure anger. It kept wiggling its nose. The dragon spoke, "I am trying to enter your body. How dare you challenge me! I am the king of hell! All in hell obey me with fear. Who do you think you are? You are nobody. You have no right to reveal my identity. Aha. I now know who you are. One of my subordinates has just informed me of you. I had previously ordered this subordinate to deceive and lead many people to hell. However, he came back unsuccessful. When I asked him why he had failed, he said, 'My king, you must see for yourself why it is so difficult. I thought I could easily lead people to suicide. However, the prayers of Christians are very powerful.' 'What are you stating?' I scolded the subordinate. I had to verify the subordinates' claim. It was true, it was nearly impossible to fight the prayers." Although the dragon frightened and scolded us, we were safe because Jesus protected us. The dragon shouted vulgar profanity and said, "I have been hindered." The Jesus replied to the beast, "Where do you think you are? Do not be rude and violent. If you touch one person from The Lord's Church, you will be punished and my Father will strike you." The beast was distressed, and he then suddenly vanished. Jesus said, "That dragon in hell attempted to deceive you as the king of evil spirits. This is the first manifestation of that particular beast. He had always sent his subordinates to the Earth to do his bidding. Pray diligently and without ceasing. Always be cautious, and do not worry, because the triune God will always protect you."


Pastor Kim, Yong-Doo: 

It was Tuesday, and outside was freezing, with a 15 below zero wind chill. Despite the weather conditions, four of the members went out to evangelize. But before they did this they would diligently prepare themselves with prayer and the power of the Holy Spirit. The Lord would anoint them with holy fire. The four discussed a game plan to evangelize more successfully and effectively. They knew a great reward awaited them for tirelessly doing the Lord's work. They all returned late, and were filled with Joy. "Pastor, we never realized that evangelizing would be so fun and enjoyable," they said. 


==== DAY 11 ====


Kim, Joo-Eun: 



As I earnestly prayed, a bright light appeared before me, in front of that light stood Jesus. "Joo-Eun, I love you. Pray without ceasing, pray diligently, pray with all your heart. Do not stop." I sensed warmness and I was able to see Jesus more clearly. Then I knew why Jesus told me to raise my hands higher. I was able to see Jesus more vividly when I did. I told Him, "Wow, I can see You more clearly, Lord. I love it, Jesus. Thank You." I was feeling good so I stopped praying for a moment to enjoy my jubilation. Just then an evil spirit appeared. It was blacker than darkness. I drove it away in Jesus name, and I continued to pray in tongues. 


Lee, Yoo-Kyung: 

As I was praying in tongues, an evil spirit with long eyelashes showed up. It was crying and it begged me to listen to what it had to say. "It is very cold. I am so cold. Is there any way you can make me warm? Please?" I replied, "You filthy evil spirit. In the name of Jesus depart from me."

Sister 




Baek, Bong-Nyo: 

Today, Jesus took me to Heaven. One cannot possibly express the sight of Heaven with human words. We were in front of the Father's throne. The Father's majesty and glory were so great, I could not lift my head. I bowed before Him. The essence of the Father is indescribable. His majesty is beyond great. I attempted to lift my head to get a glimpse of the Father, but the pure brightness of the light prevented me from seeing Him. Father God is light. A finite mind cannot comprehend or imagine His glory. The magnitude of Father God appeared as though He covers the height and depth of Heaven. His throne appeared as though it covers the ends of Heaven from east to west. There seemed to be a formation of clouds hovering over His throne. A luminous light brighter than the sun showered down. I felt like a speck of dust as I stood before God. 

Later, as I was leaving heaven, an angel escorted me back to Earth. But as we were going back to Earth, a hoard of evil spirits chased us. The evil spirits were very ugly and frightening. Although the angel escorting me flew very fast, the evil spirits were just as fast. One was a dragon, another was a snake, another had a frog's head, and another had the head of a human. It was laughing as it chased us. I said to the angel, "Can we go any faster?" The evil spirits were already ahead of us and blocking our way back to church. Other evil spirits were behind us and prepared to attack. The angel shouted, "Lord, please come now." As soon as the angel shouted, the Lord appeared in front of us. With a mighty and powerful voice He rebuked the evil spirits: "How dare you try to attack My child. Be gone, now!" Within a second, the evil spirits disappeared.


==== DAY 12 ====


Sister Baek, Bong-Nyo: 



I was praying in tongues, and thirty minutes into praying I saw five angels flying toward me. I decide to test the angels to determine if they were angels and not evil spirits. I continued to pray in tongues. I saw friendly smiles on their faces and the angels presented themselves as friends as I continued in my diligent prayer in tongues. I assumed that my diligent praying would confirm the angels as friends. However, within a short time, their white gowns turned black, and their angelic wings vanished. As they moved, their bodies would squirm and twist. I continued to vigorously pray in tongues, and they began to fall on the floor. Truly, the spiritual gift of praying in tongues is powerful and great. Soon they resembled the monsters that I saw in the movies. There were several heinous looking creatures, so appalling. I cast them all out one by one in the name of Jesus Christ. They all fled. As I cast out the evil spirits, a jesus came and said, "Bong-Nyo, I am your Lord, Trust Me!" However, his voice was eerie and His behavior was bizarre. Whenever Jesus came to me before it was gentle, quiet and peaceful. But now I was agitated and fearful. I felt the hairs on my head had begun to rise. With confidence, I shouted, "In the name of Jesus, depart from me." It transformed into a strange hideous animal. It attacked me, but with several shouts it fled. 


Then another spirit appeared. It was very attractive. I thought, "How could such a woman look so beautiful?" The evil spirit was more beautiful than any woman in the world. Slender with a beautiful figure, wearing a two-piece business suit. She walked as natural as a model and gently approached me. She bowed to greet me and said, "How long have you been attending The Lord's Church?" I ignored the question and continued to pray in tongues. She knelt down next to me, and although she appeared very elegant and exquisite, my body had the goose bumps. Soon her face split in half, and she turned into a horrible nightmare. The evil spirit shouted, "Go ahead to pray, it won't be easy. I will not withdraw." The evil spirit would not leave. I heard the Lord say, "Bong-Nyo, do not stop praying. Pray zealously. I will rebuke and hinder the evil spirit." Suddenly, the evil spirit flew up into the air and transformed back into a beautiful lady. This time she was wearing a beautiful wedding gown. She looked gorgeous. The woman flew down to me, blinking her big round eyes. The Lord whispered into my ear and said, "Continue to pray and observer how the beautiful woman will transform back into an ugly spirit." I continued to pray zealously as the Lord commanded. Soon it turned back into an ugly spirit, and with a rebuke it fled.

Later on, Jesus showed me a place in hell known as the red light district. I saw a huge mountain, covered with bodies. The people's bodies were covered with small white bugs, and their hands were bound up. But the people did not make any effort to remove the bugs. These bugs were penetrating their skin, nostrils, mouth and ears. With the bugs eating away at their bodies, the people soon turned into ugly figures, and then skeletons. They were in unspeakable pain. I said, "Lord, why are these people in such brutal torture?" Jesus said, "The women in this place are those who sold their bodies. The men are the ones who committed adulatory with these women." It was so hot, and I was in agony, wanting to leave. 


Kim, Joo-Eun: 

Today there were numerous attacks from demons, evil spirits and dragons, but by the power of Jesus each one fled. Then came a pack of spirits that did not have bodies, in fact they were strangely all shaped as an eye. They kept shouting, "Do not Pray! We are going to distract you." Over and over they repeated it. Being frightened, I shouted, "In the name of Jesus, depart from me." But they were still present, and they began to make a weird noise. Soon the Lord returned and said, "Joo-Eun, do not look or listen to anything except from Me." He covered my ears with His hands and said, "Joe-Eun, you can speak with Me." The evil spirits scattered at His presence. 


==== DAY 13 ====


Kim, Joo-Eun: 

Today there was an all out attack by evil spirits. While I was praying, I was transported to a dark place, that I knew was hell. I noticed many evil spirits that were surrounding a large evil creature. This large creature seemed to be agitated and fretful. It screamed and paced in all directions, as it appeared confused and restless. This large creature appeared to be the leader of the other evil spirits, which were countless in number. Those spirits were awaiting orders from the larger creature. After a command was given, the countless evil spirits flew into the air and appeared at our church. Their speed was instant; less than a second. All the evil spirits attacked the congregation including Meena, the five year old. But when she shouted sternly in her prayer language, "Babaya," an evil spirit next to her fell back. The attack was all at once against those of us who were praying in tongues. The evil spirits all fell one by one. A demon shouted a command, "Listen, all of you. Attack Pastor Kim. If the leadership falls, the rest will easily fall. You idiots, what are you waiting for? Attack Pastor Kim with full force."

Suddenly, a large amount of evil spirits appeared and attacked pastor Kim. But what happened next was very surprising, many of the attacking evil spirits just fell down. The evil spirits were injured and defeated. They were all frightened from what had happened so suddenly. Once again, that evil force attempted to attack, but they were defeated in all directions. The attacks continued, but the result ended up the same. They could not touch the pastor. When that evil spirits realized that their attacks were useless, they all became frightened and avoided him. They only hovered around him and would not dare to go closer to the pastor. As I looked at the pastor, he was not even aware of what had happened. He was fervently praying in tongues on his knees with his hands raised high. As the evil spirits hovered around the pastor, he prayed in tongues with a thunderous voice. Then the frightened evil spirits were thrown toward the wall and broke into pieces. They all cried out in terror. When I saw the evil spirits fleeing, I felt triumphant and laughed victoriously. Then I saw the devil shouting in anger, "Pastor Kim, do not pray. Do you think we will let you get away like this? I'll kill you, I swear it." Then it gnashed its teeth and shouted at the demons, "You idiots. With all your strength you cannot even handle one pastor? Hurry and attack!" Then the devil shouted, "Oh, that pastor is so much of a headache. Ahh, I think I am going insane. Just leave pastor Kim alone and let us attack the congregation. Hurry." The spirits began to attack the congregation, but when they attacked the congregation, they did not attack them with full strength. They attacked with only a few evil spirits per person, not with full force. The evil spirits spread out in all directions and this time decided to attack every person in the congregation. There were all kinds of evil spirits and they all came in different forms and shapes. It is impossible to describe all of them. However, no matter how fiercely they attacked, the evil spirits failed to succeed. The congregation's prayer in tongues provided the strength and power to repel the evil spirits. As they attacked, they also fell back. The king of the evil spirits shouted, "People of the Lord's Church, stopped praying. Why do you continue to pray? Evil spirits, what are you doing? Can't anyone stop them?" The evil spirits all ran about in pandemonium. It did not matter how many evil spirits there were, because the prayers by the brave congregation defeated them all.

Later that night, another evil spirit tried to attack me. It said, "Stop praying. I will distract and disturb you so that you cannot pray. I will curse you with sickness. Ha ha ha ha," it laughed wickedly. But that evil spirit was defeated using the name of Jesus.

Even later that night, as I continued to pray in tongues, I was taken down to hell. I was in a place where there was some devil jabbing a long, sharp spear into rectangular shaped boxes. With foul language, it shouted, "You think you are a pastor? What kind of life did you live? I am ecstatic that you are here with me." The evil spirit continued to jab the boxes as it cursed. Loud, painful screens came from the boxes, as blood flowed out. I noticed the tops of the boxes were covered with canvass, with a large cross portrayed on it. The boxes were lined up in an orderly fashion, and they stretched endlessly. I could not see where they ended. I realized that they were coffins. Evil spirits were jabbing their long, sharp spears into the holes unmercifully. I asked the Lord, "Jesus, why are the caskets of former pastors here?" Jesus replied, "These pastors did not preach My gospel. They preached another gospel, and those who followed became depraved. This is their end result, a place in hell." Jesus said, "Depraved pastors will be judged greater."


In another part of hell, I saw other people in torment, they were in a burning large frying pan, screaming, "Hot. Ahh, help!" The large pan was glowing red, and when the oil touched their bodies, their flesh would disintegrate and only their bones would remain. They kept jumping around chaotically. Then their flesh would return, and the whole cycle started again, endlessly. I asked Jesus what they had done. Jesus said, "When they were in the world, they committed adultery against their spouses. They committed their acts in secret. And for their sin, they are in torment."

Later, Jesus showed me a different place in hell, where there was a very large pit. It was full of people. Multitudes were being consumed by fire. The red-hot fire appeared as thou it had a life of its own. People were running inside the pit, screaming from the intense heat. Jesus explained, "These are the people who believed in a false religion or those who rejected the gospel."


==== DAY 14 ====


Kim, Joo-Eun: 

I was fervently praying, and after a little while an evil spirit disguised as a young woman with a white dress appeared. She had blood dripping from her mouth. "Don't pray. I am going to defeat you." I replied, "You filthy evil spirit, in the name of Jesus, depart from me," and she departed. 

Then a very angry red dragon approached me, and many other evil spirits began to appear. As I prayed more fervently, I sensed stronger evil spirits manifesting. Strangely, at this same time, I felt my spirit approaching closer to Heaven. The evil spirits were attempting to block me from entering Heaven by frightening me, so I zealously prayed in tongues with my eyes closed. I tried to cast them all out, but the red-faced dragon resisted. I needed to continually rebuke it until it finally departed. 

The Lord came, and He looked very impressed with me, a youngster like myself casting out evil spirits. Jesus called me by my nickname and my real name, "Joo-Eun, Freckles, your faith has increased dramatically, so continue to pray zealously with your eyes closed."

I concentrated as I prayed and suddenly I felt darkness overwhelm me, a cool breeze started blowing against me. I saw a door open from a distance. Suddenly, a bright light appeared. I almost opened my eyes as the piercing light became strong, but I realized I was not able to open my eyes. Fear began to overwhelm me and then Jesus appeared. He began to explain, "Joo-Eun, while you were praying in tongues, your spirit was drawing near Heaven with the escort of angels. However, the evil spirits appeared to frighten you so that you would open your eyes. But I intervened and commanded the evil spirits to depart. It was I who prevented you from opening your eyes. Joo-Eun, I think you need to pray a little more. I do not think you will go to Heaven today." I was greatly disappointed. Jesus then comforted me with encouraging words, "Joo-Eun, do not worry. I promise you that I will take you to Heaven and show you around."

Lee, Haak-Sung: 



Jesus visited me and began to show me hell. In hell, I came to a place with a large evil creature sitting on a chair. Its posture and demeanor suggested it was a king in this domain. A large trapdoor was located on the floor in front of the creature. People were standing on top of the trapdoor. When the creature stomped his foot, the trapdoor would open, dropping the people into volcanic lava. As the people fell into the boiling lava, they instantly caught fire and screamed in pain. I asked Jesus about these people and Jesus replied, "These people were fortune-tellers, the customers of fortune-tellers, sorcerers, witches, and people who committed suicide." When the Lord spoke of suicide victims, my uncle, who committed suicide by overdosing on pills, came into my sight. He was dragged to the trapdoor and made to stand. The creature lifted its leg up to stomp and release the trapdoor. I begged the Lord for mercy, "Please, Jesus, my uncle is in danger of falling into the lava. Please help him! Lord, my uncle was always nice to me. Uncle, come to my side quickly." With a sad expression, the Lord said, "Haak-Sung, it is too late. There is nothing that can be done." Soon the creature stomped his foot, the trapdoors opened, and my uncle, along with others fell down into the lava. They all screamed. 

Among the people in that domain of torment-those who did not know God-many were buddhist monks, some were backslidden Christians, and there were some who attended church for reasons other than for Jesus.

In another place of hell, Jesus said to me, "Haak-Sung, watch closely." There were many people surrounded by large and small snakes. They were all mingled tightly together. The large snakes coiled around the heads of the people while the small snakes coiled around the peoples' bodies. The small snakes would continuously strike and bite. The people hollered out in pain. I asked the Lord, "Lord, what kind of sin did these people commit?" Jesus replied, "They never had true faith in Me. They never believed in Me with a true heart. Even when they claimed to believe in Me, their works were not consistent. They were capricious. Their capricious behavior affected their church attendance. They were never truly born again. Most of them all died in accidents, and they were not able to repent completely. Haak-Sung, even you have a capricious personality. However, your Christian walk is stable."

In another part of hell, I noticed one woman crying out very loudly, "This is unfair! I do not deserve this type of punishment. My life on Earth was miserable. I could not bear it anymore. That is why I committed suicide. However, the pain in hell is more unbearable than life on Earth. Why did you send me to hell? It is not fair. I had never heard about the realities of hell. It is unfair for me to be here." She repeated it over and over. One of the evil creatures laughed and replied, "I completely deceived you into committing suicide. You did not know the truth. You even attended church but never heard about Heaven or hell. I was even apprehensive of your learning of this place. Although you attended church, you still killed yourself. Therefore, it is fair for you to be here. I outsmarted and deceived you. I won your soul. I will show you many lessons for all eternity." The creature began to beat the woman mercilessly. Her screams and pleas for mercy would go unanswered. 


Jesus took me back to the church, and I continued to pray in tongues. He told me, "Haak-Sung, your prayers that last from night until early in the morning are much more competent and powerful than your prayers during the day. Therefore, try to pray more at night rather than during the day."

He told me to look closer at Him. I saw the Lord wearing a crown of thorns on His head, and I saw the holes in His hands and His feet. There was blood flowing from each wound. I kept repenting and crying as I watched the Lord's suffering. 

After I finished praying, the Lord took me to Heaven and wiped away my tears. I got to see Heaven's ocean, which was crystal clear. 


Lee, Yoo-Kyung: 

Usually evil spirits harass me when I start my prayers. But today, the Lord met me. He not only appeared, but He took me to Heaven. Jesus said, "You feel good today, don't you?" I replied, "Yes, Lord I feel great because I did not see evil spirits today."

In Heaven, the Lord took me to a very high place and showed me the Earth. The Earth appeared very small from such a high distance. I observed the Earth spinning. I asked the Lord, "Jesus, I want to live in Heaven. I do not want to go back to the Earth." Jesus replied, "It is not your time now. You first have to serve Me and zealously do My work. At an appointed time, you will come here." The Lord and I spent quality time in Heaven. We made jokes and laughed a lot. We had a good time, and I enjoyed it very much. Later, the Lord and I returned to church.


Sister Baek, Bong-Nyo: 

I prayed, "Lord, why haven't You kept Your promise to financially bless us? You broke Your promise. Look at us. When we pray, we pray in the cold because we cannot afford heat. While we pray, we shiver, and we constantly have to rub our hands together to keep warm. I do not understand why You have not blessed us. We have nothing to eat except rice and kimchee...The pastor's family does not have money and my family does not have money. We are struggling...When we pray all night long, we are stiff and swollen from sitting in that position. Our bodies ache in pain and stiffness. We do not have strong physical bodies because of the lack of proper food. Why do You let us continue like that? Lord, I cannot bear it anymore." I was babbling and complaining without first thinking. But the Lord was kindly listening and hearing every word. The Lord was truly patient with me. With warm words, the Lord began to gently speak, "I do not mind your complaints. We do not need to worry about anything."

Then He started to show me Hell. "Let us move on. Now, look at this scene," Jesus said. I then saw a large beast, as large as a mountain. It resembled an alligator or a dragon, and my mother was next to it. It would use its tongue to coil its victims, and then chew and swallow each person. I wept and wept. "Bong-Nyo, when you cry, I feel your pain. When your heart grieves, My heart grieves as well. When you are sad, I am sad. If your mother were still alive, I could have helped you. However, it is too late. If you want to complain and be angry, you may do so. I will be here to listen to your hurt. I know you are distressed. I desire for you to vent it all out,"


Later, I saw our pastor's father in hell. An evil creature was about to throw him into some type of large pot, that had dark, rotten liquor boiling inside. I asked the Lord, why he was here. Jesus replied, "He sinned very much and was abusive to his wife. He loved to drink. Alcohol was his idol. His alcoholism affected his work, and he neglected his children. His children had a difficult life. As a result, he will taste and be tormented in this rotten liquor forever." The pastor's father began to shout, "Oh, I have done many terrible things. I wished my wife had accepted Jesus Christ as her Savior and Lord. She could then enter Heaven. When I was on Earth I gambled and drank all day. I never took care of my family. I did not take care of their basic necessities. My wife labored all day to feed our children. I am responsible for her difficult life. The sins I had committed are being paid back. I deserved to be cursed. Please, when you go back to the world, tell my youngest son to continue to attend church. Tell him to be faithful to the Lord and believe." He also asked me to tell his sons not to attend church in vain. They should keep the Sundays holy, repent sincerely, and walk with the Lord faithfully as a Christian. He continued, "I am in hell and tormented. Hell is the final end, an endless torment. It is hopeless. Please evangelize to your brothers, sisters, and relatives so that they may have a chance to go to Heaven."


Jesus and I continued to travel through hell. We came to a place where I noticed a great multitude of people filling the sky of hell. They were of many different ethnicities, and all nailed on crosses. The crosses were wood, and they were crucified just as Jesus was. I asked Jesus what sin they had committed, and He answered in an angry tone, "These are people who attended church regularly. They even took their Bibles to church. But they worshiped and prayed in vain. They were imposters. They were hypocrites. Outside church, they were drunkards and smokers. They did not keep the Sabbath. After church services, they would also enjoy leisure activities, such as mountain climbing and so forth. Some of these people were loan sharks. They would lend money and charge very high interest rates. They became wealthy charging high interest rates. Many families were not able to keep up with their interest rates and became bankrupt. Families were broken up due to financial stress. Their heart and actions were worldly, even though their words claimed faith. If they would have walked in faith with all their heart and strength, they would have entered Heaven. They could not be born again due to their unfaithfulness. They were not born again, either with water or the Holy Spirit. They followed tradition rather than God. Their worldly activities were more important and took precedence over God. Their deeds did not reflect true faith. They served with halfhearted faith." Soon all the people nailed to the crosses were covered with insects, big and small, gnawing away at their flesh. It was a torment of torments. They were also made to wear thorny stems of ivy around their necks. Jesus told me that this procedure will be repeated over and over for eternity. The Lord was very adamant and clear about His warning. He then said for me to look at the people who believed in vain. 

I was shaking uncontrollably from fear, the Lord gently spoke to me, "Bong-Nyo, you are frightened. It is enough for today, let us go. Bong-Nyo, you have witnessed your family in torment. It has been a great deal to handle. You have cried very much. I wish to comfort and cheer you up. When we reach Heaven and enter the church, I want you to pray and watch the worship." God's church in Heaven is gloriously shining with bright light. The light beams covered all of Heaven's sky. It was truly awesome, with multitudes of angels and saints. 


==== DAY 15 ====


Kim, Joo-Eun: 


While I was fervently praying, a vision appeared before me. It was a man watching TV in his home. As he was watching TV, a grotesque evil spirit came forth from the TV and entered his body. The man never realized the spiritual effect of watching TV. Then my vision switched over to an Internet cafe. Filled with people surfing the internet or playing games 24 hours a day. The place was packed with many gamers. One man was giving all his attention to his game. He must have been playing for hours, his eyes were red and bloodshot. Suddenly, an evil spirit in the form of a skeleton came from the computer screen and entered the man's body. With the evil spirit in him, he became more addicted and played feverously. After observing this, I decided to be more cautious with what I watch and do on the Internet. 

Then I noticed an evil spirit in the shape of a half-moon. With an agitated voice, it said, "Let me go to the Internet cafe." And in a vision, I saw this evil spirit heading toward the Internet cafe. The evil spirit came to a man addicted to a game, it said, "Since you are so consumed with the games, I will enter your body." It then entered the man's body. Many evil spirits of addiction harassed the people in the Internet cafe. Even some saints fell into this trap. They spent less time in prayer and more time with computers. They were dedicated church folks who had fallen into the addiction of the internet and TV. As a result, their church attendance and spiritual life were compromised. The evil spirits were responsible for enticing the people. These people became blind and did not realize that evil spirits were responsible for their addictions and actions. I also saw a vision of evil spirits coming out of TVs into victims' bodies. 

Later than night, as I continued to pray, numerous evil spirits kept trying to fight me. One spirit appeared before me in the form of a lion. It was very frightening, and I began to shake. It said, "I will take you down to the chambers of hell." I shouted, "What are you talking about? You filthy evil spirit, in the name of Jesus Christ, depart." It then departed. Without any rest, another evil spirit appeared. I said to myself, "Why are there so many evil spirits appearing today?" Strangely, this evil spirit walked in an amusing manner, like a duck. I couldn't help but laugh. The evil spirit angrily shouted, "Why are you laughing at me. Do not laugh." After a strong rebuke, it departed. 

Then an evil spirit, in the form of a young woman in a white dress appeared. She had fangs like Dracula's, with blood drizzling down her mouth. She was trying to distract me from praying, so I called on Jesus for help, and she departed with a bitter expression on its face.


Lee, Haak-Sung: 

Today several evil spirits attacked me. The first one looked like a bullfrog, it had an unpleasant appearance. I was able to cast it out in Jesus' name. The second evil spirit had the grotesque appearance of a human face, with one side severely burned. I called on Jesus and the Lord appeared. As Jesus approached me, the evil spirit fled. But I noticed Jesus was bleeding. He stood in silence and bled in front of me. I could not imagine the amount of blood that the Lord was losing. The blood came out from all sides of His head. It appeared endless. I sobbed profusely. The Lord laid His hands out toward me to show me His wrists. I saw the holes where the nails had pierced him and from which His blood was streaming out. The Lord said, "Haak-Sung, you did a good job of evangelizing today. You also do a very good job in cleaning the church." He appeared very proud of my efforts and continued to compliment me, "My Haak-Sung, as you evangelized, you led and took care of the little brothers and sisters. The weather was very cold, but you overcame those obstacles. You did a good job. I am very proud of you." He then gave me a hug. 

Once Jesus left, four spirits attacked me all at once. One of them said, "Do not pray. Stop. You cannot pray." Another spirit moved rapidly side to side, in an attempt to confuse and distract me. I concentrated with all my strength not to lose focus, and I shouted with my heart. As a result, all the evil spirits fled. 

Later Jesus took me to hell. I was shown a place where multitudes of people were screaming and shouting in pain, inside an enormous heated black pot. Outside of the pot, there were countless evil spirits walking and flying in all directions. Jesus said, "Haak-Sung, do not be afraid. The numerous evil spirits cannot harm you as long as I am here to protect you. This is a place called the torment of the boiling pot. It is a place for alcoholics and people addicted to smoking." As the people entered the boiling liquid, their flesh disintegrated. Strangely, there was fire inside the boiling liquid. After showing me this, Jesus took me back to the church.

Lee, Yoo-Kyung: 

One by one, numerous evil spirits tried to distract and harass me. I rebuked them all. Later, Jesus appeared wearing a bright, shining garment. "Yoo-Kyung, let us go to Heaven." As we arrived in Heaven, the angels greeted us and Jesus took me to a room filled with many books. He wanted me to explore and read the enormous collection of books, on many different subjects. They were all made of gold, and elegantly stored on shelves.


To be continued in Book #2...

Confirming Testimony of Pastor Michael Park, AMI Mission Church USA, (714) 537-3397, Email: amisbuso ([@]) sbcglobal.net

As a pastor, I have read many books about spiritual warfare. I use these to preach, to teach and to apply to my daily life and on mission trips in different countries. When I first heard about the book Baptize by Blazing Fire, I thought it would be just another one of 'those' books with a different title. However, after reading the book I realized my old concept of spiritual warfare was totally wrong and that I had a blindfold over my spiritual eyes. I have read all five books of Pastor Kim's Baptize by Blazing Fire Series. There are many spiritual warfare books sold in Christian bookstores around the world. Most of the authors rely on their own experiences while applying biblical theory. It is appropriate to use biblical principles to fight against demonic spirits and the dark forces of evil. However, Baptize by Blazing Fire is different. The Lord Jesus appeared to this small church personally and opened the spiritual eyes of each member of the church. When their spiritual eyes were opened, they could see Jesus and demons. The Lord taught them how to fight against and resist the devil and his evil spirits while being able to actually see them. It was fascinating to know how easy it is to fight against the devil once your spiritual eyes are opened. There are so many demonic spirits around to cause sickness, evil thinking, family brokenness, church divisions, and so much more. My reading prompted me to visit The Lord's Church in Korea, which I was able to do recently. I received a warm welcome from Pastor Kim, Yong-Doo and his congregation. My doubts about things written in the book evaporated like steam as I talked with Pastor Kim, others who were visiting, and the young people there. What amazed me is that the church is packed with prayer warriors starting at 9:30pm until 5:00 am. daily, 365 days a year. They are engaged in intercessory prayer. Every night there is powerful worship, spiritual dance, sermons, the impartation of anointing fire, and much prayer. I have witnessed that Pastor Kim is taken to hell by the Lord at early dawn every day. The Lord Jesus wants him to experience the suffering and torment of hell because the Lord wants him to tell the world that hell is real. He was also taken to Heaven many times. The Lord grieves that today's churches do not believe in hell or, at best, take it lightly. This amazing book is a must-read for all Christians. Baptize by Blazing Fire will encourage you to overcome the spiritual battle as well as give you a wonderful foretaste of Heaven. My Church intends to translate Pastor Kim's series of books into English. This will benefit many Christians in the World and give them the opportunity to translate them into their own languages.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?