Senin, 08 Agustus 2016

2 RABBI ISRAEL MEMPREDIKSI PERANAN ORANG KRISTEN DAN MUSLIM SEBELUM KEDATANGAN MESSIAS





Pada hari Rabu siang, 12 Nisan 5776 (20 April 2016), dua rabbi terbesar generasi Israel masa kini bertemu dan mendiskusikan betapa dekatnya Messias sekarang ini, dan bagaimana Kristen dan Muslim mempunyai peranan penting yang di jalankan dalam proses itu.

Rabbi Moshe Sternbuch, Wakil Presiden Mahkamah Rabbinical dan Pimpinan Edah haChareidis di Yerusalem, melakukan kunjungan langka kepada Rabbi Chaim Kanievsky di rumahnya di Bnei Barak. Mereka adalah dua orang figur guru Torah terpenting yang masih hidup masa kini. Perbincangan dua orang besar ini mempunyai signifikansi yang besar dan website berbahasa Ibrani, Kikar Shabbat mencatat dialog di antara kedua orang rabbi ini.




Rabbi Moshe Sternbuch

Sesudah sambutan hangat, kedua rabbi ini membicarakan masalah yang dihadapi orang Yahudi dalam generasi ini. Rabbi Kanievsky mengatakan bahwa kesusahan-kesusahan akan datang. "Ini adalah hari-hari sebelum kedatangan Messias," katanya.

Rabbi Sternbuch menyepakatinya. "Dalam Hari-hari Terakhir, mereka yang takut akan Elohim akan putus asa dan tangan-tangan mereka akan menjadi lemah dalam menjalankan peperangan Elohim melawan para pendosa, dan tidak akan ada yang dapat diharapkan kecuali Elohim," katanya menambahkan, "Kita harus 'mendatangkan' Messias."

Rabbi Kanievsky menjawab bahwa Messias akan datang dalam waktu yang sangat dekat. Dia mengutip Talmud (Megillah 17b) katanya, "Dalam tahun sesudah shmittah, Anak Daud akan datang."

Rabbi Kanievsky menyinggung prediksi yang dia buat awal tahun kemarin berdasarkan Talmud. Tahun shmittah (shabbat) tiba satu kali setiap tujuh tahun dan berakhir tahun ini pada hari raya Rosh Hashanah. Tahun dimana Rabbi Kanievsky memprediksi kedatangan Messias, menurut Talmud, akan berakhir pada Rosh Hashana yang akan datang, bulan September.

"Tahun sesudah Shemitta belum selesai," tambahnya.

Rabbi Sternbuch menjawab dengan mengutip Yeremia 8:2, yang berbunyi, "Sudah lewat musim menuai, sudah berakhir musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan juga!" – yang artinya bahwa menurut Talmud, Messias sudah seharusnya datang jika Ia benar-benar datang dalam tahun ini.

Rabbi Kanievsky bersikeras bahwa Messias akan benar-benar datang dalam tahun ini. Dia membuka lembaran Talmud (Ketubot 112b) yang berisi prediksi itu dan mulai membacakannya dengan nyaring kepada Rabbi Sternbuch.

Rabbi Sternbuch mempertimbangkan ini dan menjawab dari sumber yang berbeda.

"Kita punya manuskrip tulisan tangan otentik kuno dari Rambam (Rabbi Moshe ben Maimon atau Maimonides, seorang guru besar Torah kelahiran Spanyol dari abad ke-12), dimana dia berkata bahwa sebelum kedatangan Messias, orang Kristen dan Ishmael akan datang ke Israel," katanya menunjukkan.

Manuskrip yang disebutkan rabbi ini merupakan versi terbaru dari Mishnah Torah Rambam, yang baru-baru ini dipublikasikan dengan mengembalikan bagian-bagian yang disensor oleh otoritas Kristen abad pertengahan.

Interpretasi Rabbi Sternbuch terhadap Rambam nampaknya sedang terjadi hari-hari ini. Terbentuknya Negara Israel merupakan suatu penggenapan mujizat dari perjanjian Yahweh dengan Abraham, mengembalikan tanah Israel kepada bangsa Yahudi, dan itu juga menguntungkan Kekristenan, menciptakan ruang kemerdekaan iman di suatu wilayah di dunia ini yang tidak memberikan toleransi kepada pluralisme. Kira-kira tiga juta orang Kristen datang ke Israel tiap tahun untuk mengunjungi situs-situs suci mereka dalam suatu cara yang tidak bisa didapatkan di wilayah-wilayah yang berada di bawah kekuasaan Muslim, dan negara Yahudi merupakan tempat tinggal bagi sejumlah besar populasi Kristen juga.

Pastor Gabriel Naddaf

Gabriel Naddaf, seorang pendeta Israel dari Gereja Yunani Orthodox, mengatakan dalam wawancara dengan Algemeiner bahwa "Negara Yahudi adalah satu-satunya negara di Timur Tengah dimana orang Kristen dapat menjalankan iman mereka bebas dari penindasan," dia mengatakan, "Komunitas Kristen di Israel telah bertambah empat kali lipat sejak kemerdekaan Israel tahun 1948, dari 34 ribu menjadi 158 ribu pada tahun 2012."

Meskipun tidak sebanyak atau mendapatkan keuntungan seperti hubungannya dengan Kristen, bangsa Arab juga bertambah banyak di Tanah Israel sementara waktu kedatangan Messias semakin mendekat. Sebelum diberikannya Mandat dari Inggris, tanah Palestina, merupakan suatu wilayah yang terabaikan di salah satu sudut Kerajaan Ottoman, dengan hanya 700.000 orang penduduk yang tinggal di negeri itu. Sementara populasi orang Yahudi bertambah di antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II, populasi penduduk Arab juga meningkat 120 persen.

Rabbi Kanievsky melanjutkan pembacaan Talmud, yang menggambarkan aspek lain dari hari-hari yang mendahului kedatangan Messias.




Rabbi Chaim Kanievsky

"Dalam hari-hari mendatang, semua pepohonan yang tidak menghasilkan buah di Israel akan menghasilkan buahnya." Rabbi Kanievsky menjelaskan, "Ketika Messias datang, semua orang akan bertobat, dan orang-orang yang 'tidak menghasilkan buah' akan menghasilkan buah dan belajar Torah."

Rabbi Kanievsky nampaknya berkata bahwa pada zaman Messias, semua orang akan belajar Torah. Banyak pergerakan dalam Kekristenan mulai mencari kembali akar mereka di dalam Torah dan Yudaisme. Hebrew Roots dan Bnai Yosef merupakan pergerakan-pergerakan yang mendorong orang-orang menjalankan Mitzvot dan mempelajari Torah.


Referensi:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.