Banyak sekali batuan besar yang mengambang bebas di luar sana dan beberapaasteroid besar datang cukup dekat dengan Bumi.
Misalnya pada tanggal 13 Januari 2004, beberapa ilmuwan berpikir bahwa asteroid yang memiliki lebar sekitar 100 kaki mungkin menabrak bumi dalam waktu 36 jam. Untungnya, mereka keliru, asteroid itu melintas pada jarak yang aman,dari lebih dari 7 juta mil (sekitar 32 kali jarak antara Bumi dan bulan).Ternyata, asteroid ini juga jauh lebih besar dari perkiraan, berukuran sekitar 1.600kaki atau sekitar 4,5 kali lapangan sepak bola.
Pada bulan Februari, asteroid besar yang lain melintas begitu dekat dengan Bumi,bahkan lebih dekat dari bulan.Sedekat beberapa satelit geosynchronous.
NASA menyatakan di situsnya: "Tidak ada yang harus di khawatirkan tentang asteroid atau komet terhadap Bumi. Ancaman dari kecelakaan mobil, penyakit, bencana alam lainnya dan berbagaimasalah lain jauh lebih tinggi daripada ancaman dari NEOs [objek dekat bumi].
Menurut NASA,hampir setiap 10.000 tahun asteroid yang lebih besar dari 300 meter bisa menghantam Bumi, , menyebabkan gelombang pasang dan bencana lokal.Setiap beberapa ratus ribu tahun, asteroid yang memiliki lebar sekitar setengah mil bisa menyebabkan bencana global yang besar, menyebarkan puing-puing yang sebagian dapat memblokir sinar matahari, menyebabkan hujan asam yang parah, dan badai api.
Berikut ini adalah lima asteroid yang pernah menghantam dan mendekati Bumi atau mungkin di masa depan akan mendekati Bumi.
1. 2012 DA14
Ukuran : 164 kaki, 50 meter
Seberapa dekat : Di dalam orbit bulan (Nyaris)
Pendekatan : 15 Februari 2013
Asteroid bernama 2012 DA14 (asteroid dinamai dari tahun mereka pertama kali ditemukan) melintas begitu dekat dengan Bumi pada 15 Februari, asteroid itu tidak hanya di dalam orbit bulan, tetapi juga melintas di dalam orbit satelit geosynchronous. Website NASA menjelaskan jika asteroid ini menabrak bumi: "Ini bisa menghancurkan lanskap berukuran kota dan jika menabrak laut akan membentuk tsunami berbahaya."
2. 2014 TC4
Para astronom di University of Texas khawatir asteroid seukuran Patung Liberty, yang pada tahun 2012 nyaris menabrak bumi, sekali lagi beada di jalur untuk menabrak planet kita ini. Lebih buruknya, para ilmuwan tidak bisa memprediksi di mana benda itu kemungkinan akan jatuh.
Asteroid 2012 TC4, yang di jalur sempit dan hampir bertabrakan dengan Bumi pada Oktober 2012, disebut telah masuk jalur menuju bumi untuk kedua kalinya. Para peneliti telah berspekulasi bahwa saat ini, benda angkasa tersebut seukuran 40 meter, hampir sama besar dengan Patung Liberty , dan sekitar dua kali ukuran meteor yang meledak di atas kota Chelyabinsk Rusia pada bulan Februari 2013 yang melukai 1.500 orang dan merusak lebih dari 7.00 bangunan. Dan para ahli mengakui mereka tidak tahu di mana asteroid kemungkinan jatuh.
3. Asteroid Chelyabinsk, Rusia
Ukuran : 55-65 meter, 17-20 meter
Seberapa dekat : Terjadi dampak
Pendekatan : 15 Februari 2013
Pada 15 Februari, sebuah asteroid yang tidak terkait dengan 2012 DA14 menembus atmosfer bumidan pecah, pecahan-pecahannya itu menghujani Chelyabinsk, Rusia. Asteroid ini melukai lebih dari1.000 orang dan menyebabkan kerusakan jutaan dolar.Ini memberi ilmuwan kesempatan untukmempelajari fenomena ini, dan penelitian lain yang dikutip oleh jurnal Nature menunjukkan sebuahperistiwa yang sama mungkin diperkirakan terjadi setiap 25 tahun.
4. 2004 AS1
Ukuran : 1.600 meter, 500 meter
Seberapa dekat : 7,4 juta kilometer, 12 juta kilometer, meskipun diperkirakan berada di jalurlangsung tabrakan dengan Bumi (Nyaris)
Pendekatan : Januari 2004
Pada 13 Januari 2004, para astronom membunyikan alarm setelah beberapa ahli memperkirakanasteroid besar mungkin menabrak bumi dalam waktu 36 jam.Di antara berbagai prediksi banyak ahli juga mengatakan bahwa asteroid ini akan melintas dengan aman dekat Bumi tapi beberapa ilmuwan khawatir kemungkinan tabrakan akan terjadi.Ternyata asteroid itu melintas 7,4 juta mil jauhnya dari Bumi.
5. 2004 FH
Ukuran : 100 kaki, 30 meter
Seberapa dekat : 26.500 mil, atau sekitar 3,4 kali diameter Bumi (Nyaris)
Pendekatan : 18 Maret 2004
Menurut NASA, setiap dua tahun atau lebih, asteroid seukuran 2004 FH akan melintasi Bumi.Tapi ketika mereka melintas,mereka jarang terdeteksi.
6. 2004 MN4
Seberapa dekat : kemungkinan akan bertabrakan dengan Bumi 1:60
Pendekatan : 13 April 2029
Pada tahun 2005, Paul Chodas, Steve Chesley, dan Don Yeomans di NASA’s Near Earth Object Program office menghitung peluang 1 : 60 bahwa asteroid 2004 MN4 akan menabrak bumi pada 13 April 2029.
Chodas mengatakan asteroid ini cukup besar untuk menembus atmosfer bumi," dan bisa menimbulkan tsunami atau menghancurkan wilayah seukuran Texas.
Tanggal prediksi jatuhnya adalah hari Jumat tanggal 13 (Friday 13th.)
7. 2014 AA
Ukuran : 1-5 meter
Seberapa dekat : Terjadi dampak
Pendekatan : 2 Januari 2014
Para astronom mengatakan bahwa asteroid yang sangat kecil memasuki atmosfer bumi pada tanggal 2 Januari 2014 yang kurang lebih sehari setelah penemuannya..Asteroid ini diberi labelobjek 2014 AA, karena itu adalah asteroid pertama yang ditemukan tahun ini.
Minor Planet Center mengumumkan bahwa asteroid itu menghantam atmosfer bumi sekitar pukul 05:00 UTC pada tanggal 2 Januari. Itu sekitar tengah malam, dini hari pada tanggal 2 Januari di Timur AS.Asteroid ini berukuran sekitar 1-5 meter diperkirakan telah terbakar di atas Samudera Atlantik, mungkin di lepas pantai Afrika Barat.
8. 1950 DA
Skenario kiamat muncul dan tenggelam, tak terhitung banyaknya. Dari ramalan Suku Maya, planet yang konon bernama Nibiru, perang nuklir, asteroid raksasa yang menabrak Bumi. Sejauh ini tak terbukti.
Tapi ada satu prediksi akhir dunia yang masih membebani pikiran para astronom lebih dari setengah abad.
Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) selama ini terus mengawasi asteroid yang diberi nama 1950 DA. Yang diperkirakan berpotensi menabrak planet manusia pada 16 Maret 2880.
Asteroid tersebut memiliki diameter dua per tiga mil, atau sekitar 1 kilometer lebih. Ia bergerak dengan kecepatan 15 km per detik. Ia diperkirakan bisa jatuh di Samudera Atlantik dengan kecepatan 38 ribu mil per jam atau 61 ribu kilometer per jam.
Seperti dimuat Daily Mail, 11 Oktober 2013, jika sampai membentur Bumi, daya ledak 1950 DA setara dengan 44.800 megaton TNT.
Meski kemungkinan tabrakan relatif kecil, hanya 0,3 persen, namun kalau sampai terjadi, risikonya 50 persen lebih besar dari dampak tabrakan asteroid lain.
Selama sejarah panjang keberadaan Bumi, asteroid dengan ukuran seperti itu sudah beberapa kali menabrak Bumi. Misalnya asteroid yang mengakibatkan kepunahan massal di era Cretaceous/Tertiary (KT) yang membuat dinosaurus punah.
Ditemukan 23 Februari 1950
Asteroid 1950 DA ditemukan pada 23 Februari 1950. Kala itu, ia teramati selama 17 hari sebelum akhirnya menghilang selama setengah abad.
Lalu, sebuah obyek yang ditemukan pada 31 Desember 2000 ternyata adalah 1950 DA yang telah lama raib. Penampakan di malam tahun baru itu tepat 200 tahun setelah penemuan asteroid pertama, Ceres.
Lantas diketahui, asteroid 1950 DA memiliki lintasan dekat dengan Bumi pada 16 Maret 2880. Potensi trabrakan tak boleh dikesampingkan.
Apalagi, pengamatan optik menunjukkan asteroid itu berotasi setiap 2,1 jam, berputar tercepat kedua yang pernah diamati untuk batu angkasa seukuran itu.
Meski demikian, para ilmuwan mengklaim, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tak usah panik.
Sebab, manusia masih punya waktu panjang untuk mengalihkan orbit asteroid itu. Dengan metode sederhana dengan melapisi permukaannya dengan kapur putih, misalnya. Cara itu akan mereflektifitas asteroid dan memungkinkan sinar matahari berperan mendorongnya dari jalur menuju Bumi.
Para ilmuwan planet juga makin maju menemukan cara memperkecil risiko tabrakan asteroid.
Mengamati pergerakan batu angkasa adalah sebuah keharusan. Sebab, ada sekitar 1.400 asteroid yang bisa melintas dekat Bumi, bukan tak mungkin mereka lolos dari pembakaran atmosfer dan menghujam planet ini.
Asteroid yang dikategorikan berpotensi mengancam adalah yang berukuran besar, setidaknya 140 meter dan melintas lebih dekat dari 75 juta kilometer.
NASA kini mengembangkan sensor asteroid yang bisa meningkatkan kemampuan pelacakan. Instrumen sensor itu disebut Near Earth Object Camera (NEOCam). Setelah diluncurkan, teleskop yang berbasis di angkasa itu akan diposisikan di lokasi sekitar empat kali jarak antara Bumi dan bulan.
Dari ketinggian itulah, NEOCam menjadi alat manusia untuk mengobservasi obyek dekat Bumi. Tanpa halangan awan dan cahaya matahari. Lebih akurat.
Komitmen NASA mengawasi benda-benda yang berpotensi membahayakan Bumi dan segala kehidupan di dalamnya terlihat saat Pemerintah Amerika Serikat 'shutdown' mulai Selasa 1 Oktober 2013 pukul 00.01 waktu setempat.
Meski banyak karyawan NASA dirumahkan, badan antariksa itu tak berhenti mengawasi asteroid. "Sistem deteksi masih terus berjalan," kata Tim Spahr, Direktur Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, beberapa waktu lalu.
9. 99942 Apophis
Bulan lalu, Badan Antariksa Amerika Serikat NASA memastikan Bumi akan aman dari benturan asteroid selebar 300 meter, yang memiliki nama Apophis, pada tahun 2036 nanti.
Hasil observasi menunjukkan, batu besar itu tak sampai menabrak Bumi, hanya melintas dalam jarak relatif dekat. Ilmuwan memastikan, jarak asteroid itu dari Bumi masih dalam kategori aman, yakni sekitar 36.000 kilometer dari Bumi.
Kabar baik itu tidak berlangsung lama, dua minggu lalu astronom Rusia Andrey Oreshko dan Timur Kryachko, menemukan asteroid besar lain yang diramlkan akan menabrak Bumi.
Asteroid yang diberi nama 2012 YQ1 itu diperkirakan akan berbenturan dengan Bumi sekitar tahun 2106 mendatang.
Dua astronom Rusia itu mengaku telah melihat asteroid baru yang sebelumnya tidak tercatat di dalam lensa remote control, yang terdapat pada Teleskop Elena di Gurun Atamaca, di Chili.
Sebelumnya, teleskop Elena telah menemukan selusin asteroid lain di luar angkasa, namun kedua astronom itu sangat gelisah dengan penemuan barunya.
Meski begitu, Oreshko dan Kryachko tetap mempelajari asteroid 2012 YQ1. Dengan penuh rasa cemas, kedua astronom itu mempelajari ukuran dan lintasan asteroid itu.
Hasilnya sangat mengejutkan. Asteroid berukuran 230 meter dan memiliki periode orbit 1040 hari itu sangat mungkin akan mendarat di Bumi.
Diperkirakan asteroid 2012 YQ1 akan sampai ke Bumi pada bulan Januari tahun 2106 nanti. Kemungkinan analisis kedua astronom itu salah sangat rendah, mengingat Teleskop Elena merupakan salah satu teleskop termutakhir yang digunakan saat ini.
"Jika lintasan asteroid itu tidak diubah, maka akan jadi bencana besar bagi Bumi," kata Kryachko, dilansir Spacedaily, 13 Februari 2013.
"Pada Januari 2106, asteroid itu akan melewati lubang kunci gravitasi, yang jaraknya setengah jarak bulan ke Bumi. Jarak itu cukup dekat dengan gravitasi bumi, sehingga sangat memungkinkan akan tertarik oleh gravitasi dan menghantam planet ini," jelasnya.
Dia memperkirakan, kekuatan ledakan asteroid itu akan sama dengan 25.000 kali ledakan bom atom. Tentu ini akan menjadi bencana global mengingat dampak dari ledakan nuklir puluhan ribu kali lipat akan sangat luas.
"Ukuran asteroid 2012 YQ1 setara dengan asteroid Apophis yang diperkirakan menghamtam bumi pada tahun 2036. Sementara menurut NASA, dari 17 asteroid yang ditemukan di luar angkasa, asteroid 2012 YQ1 adalah yang paling berbahaya," tutur Kryachko.
Sementara menurut Oreshko, teknologi memainkan peranan penting dalam mengeksplorasi ruang angkasa. Namun, tetap harus didukung dengan keterbukaan pemikiran.
"Jujur saja, penemuan ini mengganggu malam hari saya dan Kryachko. Jika tidak ada Teleskop Elena, mungkin keberadaan asteroid 2012 YQ1 tidak diketahui selama satu dekade," kata Oreshko.
Asteroid 2012 YQ1 adalah benda angkasa ke 556.678 yang ditemukan manusia. Asteroid pertama yang pernah ditemukan oleh manusia adalah pada dua abad lalu, asteroid yang diberi nama Ceres itu ditemukan oleh astronom Itali, Giuseppe Piazzi.
10. 101955 Bennu
diperkirakan (hitungan NASA) akan menabrak bumi sekitar tahun 2175-2196. kami mendapatkan informasi bahwa pada 2016, NASA akan meluncurkan OSIRIS-Rex yang akan menyurvei asteroid Bennu dan membawa sampel asteroid tersebut sebelum meledakkan / membelokkan asteroid tersebut.
Skenario pengeboman akan sia-sia jika asteroid bergerak dengan kecepatan 300 Km per detik.
NASA menyiapkan beberapa sekenario, salah satunya membom asteroid dengan mempersiapkan pesawat antariksa Hypervelocity Asteroid Intercept Vehicle (HAIV). Opsi ini merupakan ide dari Brent Barbee, insinyur dinamika penerbangan Goddard Space Flight Center NASA dan Bong Wie, direktur pendiri Asteroid Deflection Research Center, Iowa State University, AS.
Pada skenario ini, pesawat antariksa pengebom akan mendekati asteroid target dalam kurang dari dua jam. Pada pesawat terdiri dari dua bagian. Bagian depan akan mendeteksi target asteroid dan mengidentifikasi titik ledakan.
11. 3200 Phaethon
diameter: 5 km
data untuk asteroid ini belum diketahui.
12. TC25 2015
Sebuah asteroid kembali melintas dekat Bumi 13 Oktober 2015. Asteroid itu bernama 2015 TC25.
Saat melintas, asteroid ini berjarak sepertiga jarak dari pusat bumi ke bulan atau sekitar 68.069 mil (104.718 km) atau 0,3 LD (lunar distance).
Dari kecerahannya, asteroid ini berukuran sekitar 20 kaki (7 meter). Asteroid 2015 TC25 ditemukanpada 11 Oktober, hanya dua hari sebelum pendekatan terdekatnya dengan Bumi.
Saat ini, ada sekitar 1.618 NEO (Near Earth Objek atau objek dekat Bumi) yang telah diklasifikasikansebagai Potentially Hazardous Asteroids (PHAs) atau Asteroid yang Berpotensi Berbahaya.
Asteroid yang berpotensi berbahaya adalah batuan ruang angkasa yang lebih besar dari 100m yang dapat mendekat ke Bumi dari jarak 0,05 AU. Tak satu pun dari PHA yang diketahui berada pada jalur tabrakan dengan planet kita, meskipun para astronom menemukan asteroid yang baru setiap saat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.