Revelation of the Current State of the Church
Richard Antwi Philippa Kuranchie
Dalam dua bahasa/bilingual
Pewahyuan Tentang Keadaan Gereja Sekarang -- Richard Antwi Philippa Kuranchie
31 Desember 2014 • oleh Building Divine Kingdom of Lord Jesus Christ • Penginjilan.
Pastor P.P. Kuranchie (Also the English translator for Brother Richard): Praise the Lord. Brethren, we are grateful to God Almighty this day to that the Lord has made it possible for us to share with you something extraordinary that happened just recently. In fact, it was a very amazing thing that the Lord did. We were not expecting, but He did it in His own way. What do I mean by that? The Lord on the 15th day of June 2014, took our brother Richard and Philippa together while they were in one room, He took them away for a visitation. It was so wonderful and that is what we want to share with you this day how it all happened. So that we will know that the God we are serving that He is a wonderful God. H aleluyah! Allelujah!
Pendeta P.P. Kuranchie (Juga penerjemah bahasa Inggris untuk saudara Richard): Puji Tuhan. Saudara-saudara, kami bersyukur kepada Allah hari ini bahwa Tuhan telah memungkinkan bagi kami berbagi dengan anda sesuatu yang luar biasa yang terjadi baru-baru ini. Bahkan, itu adalah hal yang sangat luar biasa yang Tuhan lakukan. Kami tidak menyangka , tapi Dia melakukannya dengan cara-Nya sendiri. Maksud saya, pada tanggal 15 Juni 2014, Tuhan membawa saudara kita Richard dan Philippa bersama-samasaat mereka berada dalam satu ruangan, Ia membawa mereka pergi untuk suatukunjungan . Begitu indah dan itulah yang ingin kami bagikan dengan anda hari inibagaimana semua itu telah terjadi. Sehingga kami tahu bahwa Tuhan yang kami layani,Dia adalah Allah yang luar biasa. Haleluya!allelujah!
Sister Mary Kuranchie: Praise the Lord. We give glory to God for the wonderful thing He has being doing in our mist. As daddy rightly said, last Sunday that is15th of June 2014, while at church brother Richard was not feeling fine so daddy asked me to take him. When we went the Holy Spirit prompted me to call Philippa (inaudible) so I came and called her and we started praying for Brother Richard. While praying Philippa told me it was Heaven visitation, the Lord is about to do something and that the Lord is very sad concerning what is going on in the Church today. So we prayed and took him to where he was laid. Immediately when we entered the room, he went away. He slept, I saw his eyes open but his eyes were not blinking so I knew he was gone because we have been going through all these things for a long time now. So I was praying with Philippa and all of a sudden, I saw that she too was coming down, so I assisted her. Brother Richard was on the bed and Philippa was on the floor. I saw that she too was not breathing and I realized that they were all gone. So I was thinking about the whole thing, what should I do? The Lord spoke to me through our dear brother that “Mary? Why are you looking at them? Go to church. They are not here. I am taking them on a visitation and I’m bringing them back. Go in peace and go and worship Me”. Hallelujah! It was very wonderful and superb scene and we give glory to God for what He is doing. Amen.
Ibu Mary Kuranchie: Puji Tuhan. Kami memberikan kemuliaan kepada Tuhan untuk hal indah yang Dia sedang lakukan di tengah kami.
Benar apa yang tadi bapak Pendeta katakan , pada hari Minggu 15th Juni 2014, di gereja pada hari itu saudara Richard merasa tidak enak badan, sehingga bapak meminta saya untuk membawanya keluar. Ketika kami pergi Roh Kudus mendorong saya untuk memanggil saudari Philippa (tak terdengar) jadi saya datang dan memanggil dia dan kami mulai berdoa untuk saudara Richard. Sementara, berdoa Philippa bilang itu adalah kunjungan dari Sorga, Tuhan akan melakukan sesuatu dan bahwa Tuhan sangat sedih mengenai apa yang terjadi di dalam Gereja saat ini. Jadi kami berdoa dan membawa saudara Richard ke tempat tadi di mana ia dibaringkan. Segera ketika kami memasuki ruangan, dia pergi. Dia tidur, saya melihat matanya terbuka tapi matanya tidak berkedip jadi saya tahu dia pergi karena kami pernah mengalami hal-hal seperti hal ini untuk waktu yang lama . Jadi saya berdoa dengan Philippa dan tiba-tiba, saya melihat bahwa dia juga sama seperti saudara Richard, jadi saya membantu dia. Saudara Richard berada di tempat tidur dan Philippa berada di lantai. Saya melihat bahwa dia juga tidak bernapas dan saya menyadari bahwa mereka semua pergi. Jadi saya berpikir tentang seluruh hal itu, apa yang harus saya lakukan? Tuhan berbicara kepada saya melalui saudaraku seiman : "Mary? Mengapa kamu melihat mereka? Pergilah ke gereja. Mereka tidak di sini. Aku mengambil mereka untuk kunjungan dan Aku akan membawa mereka kembali. Pergilah dengan selamat dan pergi dan sembahlah AKu ". Haleluya! Itu sangat indah dan merupakan kejadian yang luar biasa dan kami memberikan kemuliaan kepada Allah untuk apa yang Dia lakukan. Amin.
Brother Richard Antwi: Sunday on the 15th of June it was Father’s Day and I was at home early morning washing some clothing with a view that around six…I started around six thinking by seven I should finish washing and then be ready by church later by 8:30 because I’m supposed to be at church on time.
While washing, I started having a headache, a severe one of course. It was (inaudible) about two of the clothing to wash so I just left them and went inside to lie down a little on my bed and I told the Lord, “Please Father, You know that today is Your day that I have to go and serve You. Please, if there is anything, have mercy upon me”. After praying that prayer for a while, I saw that the pain subsided a little, but it did not go completely, but it subsided. Quickly, I took water, had my bath and then I came, I started coming to church.
Brethren while preparing myself at home, I had a phone call and it was brother Peter (inaudible) that we worship with in Heaven Seeker’s here. He was waiting for me around the (inaudible) there, so I told him I’m coming. Quickly, I prepared myself and joined him and I told him what I was going through at home, that was the headache. It was a severe one that I have not experienced for some time now and we joined a car and came to church. As I said early on, it subsided a little when I prayed to the Lord to have mercy on me to come to church and serve you, but immediately, when we came to the church compound, the pain started severely like it was in the morning, early in the morning. Therefore, when I entered the church everything that was going on, I was not part of it, in fact I was not feeling it. I was going through severe pains. I told my pastor that, “Please pastor, I want to go and relax a little at the back of the church”? But the pastor said, “No, that it is good for you, get inside the house itself and then relax there”.
Saudara Richard Antwi: Minggu pada tanggal 15 Juni itu adalah Hari Ayah dan pagi itu saya di rumah mencuci beberapa pakaian dengan maksud bahwa sekitar jam enam ... saya mulai sekitar jam enam karena jam tujuh saya harus sudah selesai mencuci dan kemudian siap ke gereja jam 08:30 karena saya harus berada di gereja tepat waktu.
Sementara mencuci, saya mulai mengalami sakit kepala, sangat sakit. Itu (tak terdengar) sekitar baru dua pakaian yang dicuci, jadi saya tinggalkan saja dan masuk ke dalam untuk berbaring sebentar di tempat tidur saya dan saya berdoa kepada Tuhan, "Tolong Bapa, , Engkau tahu bahwa hari ini adalah hari Tuhan jadi saya harus pergi dan melayani-Mu. Tolong , jika ada sesuatu, kasihanilah sayau ". Setelah berdoa untuk sementara waktu, kemudian saya rasakan rasa sakit berkurang sedikit , tetap masih sakit, cuma agak berkurang. Segera saya mengambil air, mandi lalu pergi ke gereja.
Ketika mempersiapkan diri di rumah, saya menerima panggilan telepon dari adalah saudara Petrus (tak terdengar) sama-sama dari “Heaven Seekers” di sini. Dia sedang menunggu untuk saya (tak terdengar) di sana, jadi saya katakan saya akan datang. Cepat-cepat saya mempersiapkan diri dan bergabung dengannya dan saya ceritakan kepadanya sakit kepala yang saya alami di rumah. Itu adalah salah satu yang paling parah yang pernah saya alami kemudian kami naik mobil dan ke gereja. Seperti yang saya katakan di awal, Cuma mereda sedikit ketika saya berdoa kepada Tuhan untuk kasihanilah saya supaya bisa ke gereja dan melayani-Mu, tapi segera, ketika kami datang ke komplek gereja, rasa sakit mulai parah seperti di pagi hari tadi , pagi-pagi sekali. Karena itu, ketika saya memasuki gereja saya benar-benar tidak bisa menikmati suasana di gereja, tidak merasakan apa-apa, karena merasakan sangat sakit . Saya mengatakan kepada bapak pendeta , "Tolong pak pendeta, saya ingin pergi dan beristirahat sedikit di belakang gereja"? Tapi bapak pendeta berkata, "Tidak, sebaiknya masuk ke dalam rumah dan kemudian istirahat di sana".
[Sekarang Pendeta P.P. Kuranchie berbicara untuk dirinya sendiri:] Sayamengatakan bahwa saudara-saudara, saya mengatakan bahwa karenapengalaman ini sudah pernah kami alami sebelumnya karena Philippa [yang yang juga bersaksi adalah putri Pendeta PP Kuranchie] dan [ia menunjuk padaRichard] yang mengalami hal seperti ini, pernah juga dialami oleh saya sendiri , jadi saya mengerti hal-hal seperti ini ... itulah sebabnya saya memintanya untuk tidak pergi dan duduk di belakang , tapi meminta dia masuk ke dalam rumah dan agar beristirahat saja di sana. Dan agar dia menghubungi ibu Marydan pergi dengan ibu Mary. Dia melakukan itu dan ibu membuka pintu baginya untuk masuk ke dalam ruang utama. Ketika ia masuk ke dalam aula, rasa sakitmasih parah sehingga mama, Ibu Mary Kuranchie, harus memanggil Philippauntuk bergabung.
[Pastor P.P. Kuranchie now speaks again for Richard:] So that they came to pray for me.
While they were praying for me as the pains continued, I couldn’t hear anything; I couldn’t even hear their prayers. I saw them, I could see them praying because I could see their mouths moving up and down that they were praying; surrounded me and praying for me, but I could hear a voice from afar the Heavens and the voice was so calm that I knew it was the voice of the Lord. It was the voice from Heaven; I knew that is was that. The voice was calling me from afar so whatever praying that they were saying for me; in fact, I didn’t hear, but I could see them that they were praying for me. When it got to a point and mommy saw that things got real rough, she said, “Let me take you to one of the bedrooms so that you will go and relax rather there that you will go and sleep there”. They took me. I remember them holding me, I remember mommy and Philippa holding me to take me to the room, but after the time we went to the room and what happened there, I did not see anything again. I just couldn’t see how we got to the room and what happened there after.
[Pastor P.P. Kuranchie sekarang berbicara lagi untuk Richard:] Sehingga mereka datang untuk berdoa bagi saya. Sementara mereka berdoa untuk saya, rasa nyeri terus terasa, saya tidak bisa mendengar apa-apa; saya bahkan tidak bisa mendengar doa-doa mereka. Saya melihat mereka, saya bisa melihat mereka berdoa karena saya bisa melihat mulut mereka bergerak naik dan turun ,mereka berdoa; mengelilingi saya dan berdoa untuk saya, tapi saya bisa mendengar suara dari jauh dari langit dan suara itu begitu tenang saya tahu itu adalah suara Tuhan. Itu suara dari Surga; Saya tahu bahwa itulah suara-Nya. Suara itu memanggil saya dari jauh sehingga doa apa pun yang mereka katakan untuk saya, tidak terdengar , tapi saya bisa melihat mereka mereka berdoa untuk saya. Sampai ketika ibu melihat keadaan tidak bertambah lebih baik lagi, dia berkata, "Mari saya membawa kamu ke salah satu kamar tidur sehingga kamu beristirahat dan tidur di sana". Mereka membawa saya. Saya ingat mereka memegang saya, saya ingat ibu dan Philippa memegang saya untuk membawa saya ke kamar, tapi setelah waktu kami pergi ke kamar dan apa yang terjadi di sana, saya tidak melihat apa-apa lagi. Saya tidak bisa melihat bagaimana kami sampai ke kamar dan apa yang terjadi di sana.
What happened next is when they took me to the room as I told you I did not see it, but what I saw was that my spirit left the body and I saw my body lying there. When my spirit came out of my body I saw Jesus standing by the door of the room then I went and embraced the Lord. Immediately, I embraced the Lord. What I saw was that I just turned and saw that the Lord stretched forth His hand and He called Philippa’s spirit to come. Philippa’s spirit came, the spirit of Philippa also came, and embraced the Lord. Our bodies were lying in the room. Momma was standing there not knowing what to do, she was just standing there looking here and there and we were seeing her. In fact, I even tried to even touch her and even talk to her, but I couldn’t hold or touch her.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah ketika mereka membawa saya ke kamarseperti yang saya katakan saya tidak melihat itu, tapi apa yang saya lihat adalah bahwa roh saya meninggalkan tubuh dan saya melihat tubuh sayaterbaring di sana. Ketika roh saya keluar dari tubuh saya, saya melihat Tuhan Yesus berdiri di pintu kamar, saya pergi dan memeluk Tuhan. Segera, sayamemeluk Tuhan. Apa yang saya lihat adalah saya hanya berbalik dan melihat Tuhan mengulurkan tangan-Nya dan Dia juga memanggil roh Philippa untuk datang. Roh Philippa datang, dan memeluk Tuhan. Tubuh kami terbaring di dalam ruangan. Ibu Mary sedang berdiri di sana tidak tahu apa yang harus dilakukan, dia hanya berdiri di sana mencari di sini dan di sana dan kami melihat dia. Bahkan, saya mencoba menyentuhnya dan berbicara dengannya,tapi saya tidak bisa memegang atau menyentuhnya.
The Lord then held our hands, that is Philippa and my very self and we came out of the house or the room. When we came out, every—the outside was so dark, but the church which is just beside the house was looking so bright, a golden house, very nice, but the other place, you know, looked so dark. Then the Lord came inside the church and then He started embracing the people. He embraced everyone inside of the church thereafter—in fact, I could see all the members. I saw the members of our church when the Lord was embracing them and thereafter, the Lord held our hands again and we started moving towards where the darkness was. Though it was very dark, but the darkness could not cover us because we were moving with the Lord Jesus.
Kemudian Tuhan memegang tangan kami berdua, Philippa dan saya dan kamikeluar dari rumah atau ruangan. Ketika kami keluar, di luar sangat gelap ,gereja yang di samping rumah itu tampak begitu cerah, sebuah rumah emas,sangat bagus, tapi tempat lain, anda tahu, tampak begitu gelap. Kemudian Tuhan datang dalam gereja dan kemudian Dia mulai merangkul orang-orang yang ada di dalamnya. Dia memeluk semua orang di dalam gereja , saya bisa melihat semua anggota gereja. Saya melihat para anggota gereja kami ketikaTuhan memeluk mereka, setelah itu, Tuhan memegang tangan kami lagi dan kami mulai bergerak menuju di mana kegelapan itu. Meskipun itu sangat gelap,tapi kegelapan tidak bisa menutupi kami karena kami bergerak bersama Tuhan Yesus.
The Lord then took us into a church, in fact, we moved from one church to another. Brethren, I want to remind you that what I’m saying, I did not see it alone. Whatever I saw, Philippa saw it and whatever Philippa saw, I also saw it and therefore, at a certain point, she will also share what she saw for you to hear. The Lord took us to a very big church; on that Sunday it was the type of worshipping and the church was full of people, but the whole place, the church, the whole place, that church was darkening* [*= may not be proper translation due to the speaker’s accent]. The people within that church were also within that same darkness on the platform. Those sitting on the platform, wearing coats with tie or suits with tie, brethren, to them they were in suit, they were having their suits, their ties on, they are dressed well. But, when the Lord opened our eyes we saw that they were all naked. Some were pastors, some were church elders sitting at the platform and they were all naked. There was no light anywhere in the church, it was pure darkness.
Kemudian Tuhan membawa kami ke gereja-gereja, kami dibawa pindah dari satu gereja ke yang lain. Saudara-saudara, saya ingin mengingatkan anda bahwa apa yang saya katakan, saya tidak melihatnya sendiri. Apa pun yang saya lihat, Philippa juga melihatnya dan apapun Philippa lihat, saya juga melihat hal itu dan oleh karena itu, dia akan juga berbagi apa yang dilihatnya bagi anda untuk didengar. Tuhan membawa kami ke sebuah gereja yang sangat besar; pada hari Minggu itu ada penyembahan dan gereja dipenuhi orang, tetapi seluruh tempat, gereja, seluruh tempat, gereja itu gelap * [* = mungkin tidak terjemahan yang tepat karena aksen pembicara]. Orang-orang di dalam gereja yang juga dalam kegelapan yang sama di atas panggung. Mereka yang duduk di atas panggung , mengenakan jas dengan dasi, bagi mereka itu serasi, dengan dasi, mereka berpakaian dengan baik. Tapi, ketika Tuhan membuka mata kami, kami melihat bahwa mereka semua telanjang. Beberapa orang adalah pendeta, beberapa orang adalah para penatua duduk di panggung mereka semua telanjang. Tidak ada cahaya sama sekali di gereja itu. Benar-benar gelap.
saudara-saudara, biarlah Tuhan berbelas kasih kepada kami. Bahkan ketika kami masuk ke kapel itu dengan semua kegelapan yang menutupi tempat itu, orang-orang di dalamnya , para jemaat , saya harus mengatakan, mereka pikir mereka juga berpakaian seperti para pendeta dan para penatua yang juga berpikir mereka berpakaian dengan baik . Tapi kami begitu terkejut, ketika Tuhan membuka mata kami , mereka pikir mereka berpakaian dengan baik, tapi kami melihat bahwa beberapa telah menggunakan tanda dan mereka telah menggunakan arang pada alis mata mereka dan kemudian juga arang di mulut mereka , mereka telah menghias wajah mereka dengan arang .[eye / lip liner]. Beberapa orang telah mengecat wajah mereka dengan toilet, mereka berpikir bahwa mereka telah berhias . Untuk mereka secara fisik mereka menggunakan make up. Mereka menghias wajah mereka dengan make up dan mereka pikir bahwa mereka tampil cantik tetapi tidak mengetahui bahwa mereka telah menggunakan toilet di mulut mereka dan arang pada mulut dan wajah mereka. Mereka menggunakan ini untuk menyembah Tuhan dan itu adalah hal yang kotor di hadapan Tuhan. Tuhan berkata, "Lihatlah apa yang mereka lakukan? Hal-hal ini yang Aku benci, tetapi mereka mengatakan bahwa mereka menyembah-Ku "? Semoga Tuhan berbelas kasihan kepada kita.
I forgot the part of the first church before we went to the second church, the Lord said that the Pastor’s there were naked because they know the truth in the scripture, but they are not teaching the people and that made them to be naked before Him, but to them, they are covered in certain dress very well. Then the Lord took us to another church, a very big church too and it was also covered with darkness in and out. When we entered, the people there were praising the Lord to them. They were praising the Lord they were happy. They didn’t know that they were in chains so as they thought that they were dancing to praise the Lord, they were rather in chains and they were hopping. Hopping from one point to the other, because they were in chains, but they didn’t know they thought that they were dancing to praise the Lord.
Aku lupa bagian dari gereja pertama sebelum kami pergi ke gereja kedua,Tuhan berkata bahwa Pendeta-pendeta disana telanjang karena mereka tahukebenaran di Alkitab, tetapi mereka tidak mengajarkannya kepada jemaat dan itulah membuat mereka tampil telanjang di hadapan-Nya , tetapi bagi mereka,mereka berpakaian yang sangat baik. Kemudian Tuhan membawa kami kegereja lain, gereja yang sangat besar juga dan itu juga ditutupi dengankegelapan baik di dalam dan di luar. Ketika kami masuk, orang-orang di sanatampak, menurut mereka mereka sedang memuji Tuhan. Mereka memuji Tuhan , mereka senang. Mereka tidak tahu bahwa mereka sedang dirantaisementara mereka berpikir bahwa mereka sedang menari untuk memuji Tuhan, tetapi sebenarnya mereka lagi dirantai dan mereka melompat.Melompat dari satu tempat ke tempat yang lain, karena mereka dalam keadaan di rantai, tetapi mereka tidak tahu. mereka berpikir mereka menariuntuk memuji Tuhan.
The Lord opened our eyes and I saw that the pastors, in fact, the pastors, those in that church who were at the platform, they were apostles, elders, deacons—the officers I should say, the leadership of the church, they were all naked. They saw themselves that they were having trousers on and the rest, but in the sight of God, they were still naked, men and women. They were groping the in darkness. The members were all in fact, those wearing miniskirts and what not, it was like the dresses of a mad person hanging on them, very wretched and torn. They were so wretched like the mad…and they had their dresses [that] looked like that of a mad person that the mad people that we see on the streets.
Tuhan membuka mata kami dan saya melihat pendeta-pendeta, ternyata kenyataannya, para pendeta, mereka di gereja yang berada di panggung,mereka rasul, penatua, diaken-petugas saya harus mengatakan, pimpinangereja, mereka semua telanjang. Mereka melihat diri mereka sendiri bahwa mereka sedang memakai celana panjang dan lainnya, tetapi dalam pandangan Allah, mereka masih telanjang, para pria dan para wanita. Mereka meraba-raba dalam kegelapan. Para anggota jemaat semua kenyataannya, merekayang memakai rok mini dan atau bukan ,di hadapan Tuhan terlihat sepertiberpakain orang gila , sangat kotor dan robek-robek. Mereka begitu burukseperti orang gila ... dan gaun mereka [yang] tampak seperti itu seperti gaunorang gila yang kita lihat di jalanan.
The Lord again showed me the hairdo of certain people in that church, to them they were having dreadlocks. They say that it is “the natural way”, but the Lord made me to see that what they were having on their head were you know like the maggots, the big maggots in special pits/lanterns and that was what the Lord showed me. They were plenty on their head, but they thought they were having dreadlocks which they have done and are pleased with it not knowing they were carrying maggots from the pit/lantern.
Tuhan lagi-lagi menunjukkan model rambut orang-orang tertentu di gereja itu,mereka memiliki rambut gimbal. Mereka mengatakan bahwa itu adalah "cara alami", tetapi Tuhan memperlihatkan kepada saya apa yang mereka memilikidi kepala mereka anda tahu seperti belatung, belatung besar di lubang khusus/ lentera dan itu adalah apa yang Tuhan tunjukkan. Banyak belatung di kepalamereka, tetapi mereka senang dengan model rambut gimbal , tidak tahumereka membawa belatung-belatung dari lubang / lentera.
From there the Lord took us to another church, a very big church again and there in this church, I saw that they were coming with the same or the darkness was all over. When we entered this church, I saw them using [the] rosary in worshipping and the Lord told me, “Any church that uses rosary is not His Church”. He does not like such a church and in fact, while they were using it, immediately I saw a demon that came up. The Lord made me to understand that that is the demon that they are worshipping. Any church that uses that rosary and even those that uses other things, other forms of worship like they have rings, when you go, they give you ring to put on, they are all demonic churches. They are not for Him.
Dari sana Tuhan membawa kami ke gereja lain, sebuah gereja yang sangat besar dan lagi-lagi di gereja ini, saya melihat bahwa mereka datang dan sama juga atau seluruhnya dalam kegelapan. Ketika kami memasuki gereja ini, sayamelihat mereka menggunakan rosario dalam penyembahan mereka dan Tuhan mengatakan kepada saya, "Setiap gereja yang menggunakan rosariobukanlah Gereja-Nya". Tuhan tidak menyukai gereja seperti itu , sementaramereka menggunakan rosario, segera saya melihat setan muncul. Tuhanmembuat saya mengerti bahwa itu adalah setan yang mereka sembah. Setiapgereja yang menggunakan rosario atau menggunakan hal-hal lain, bentuk-bentuk penyembahan yang memakai cincin, ketika anda ke sana , mereka memberikan cincin untuk dipakai, mereka semua gereja setan. Mereka bukan bagi-Nya.
The Lord then took us to another church and in this church brethren, although there was darkness all over the churches including this church, but in this particular church, we could see some few lights, little, little, lights within this church. The Lord told me, “In this church, they are the church that do not wear jewelry, they do not use hair attachment, they don’t dress with these miniskirts and trousers [jeans/pants] that these women put on, all these things, they don’t put it on”. But when we entered we saw some you know flashes of light in that room and the Lord told me, “This is my church, but those little, little lights that you are seeing, they are real children of mine because they are the people who go out to share my world with others. That is why they are having light, but many people in that same church are not having light. The reason is that they share my world with others and that is why they belong to me”.
Kemudian Tuhan membawa kami ke gereja lain dan dalam hal ini saudara-saudara di gereja itu, meskipun ada kegelapan di seluruh gereja termasukgereja ini, tapi di gereja ini , kami melihat beberapa beberapa lampu, sedikit,sedikit, lampu di dalam gereja ini. Tuhan mengatakan kepada saya, "Di gereja ini, mereka adalah gereja yang tidak memakai perhiasan, mereka tidak menggunakan hiasan rambut, mereka tidak berpakaian dengan rok mini dan celana panjang [jins / celana panjang] bahwa para wanita tidak berbusana yang seperti itu. ketika kami masuk kami melihat beberapa, anda tahu kilatan cahaya di ruangan itu dan Tuhan mengatakan kepada saya, "Ini adalah gereja-Ku, tapi mereka sedikit, lampu kecil yang kamu lihat, mereka adalah anak-anakyang sebenarnya karena mereka adalah orang-orang yang pergi berbagi Firman-Ku dengan orang lain. Itu sebabnya mereka memiliki cahaya, tetapi banyak orang di gereja yang sama tidak memiliki cahaya. Karena mereka berbagi Firman Tuhan dengan orang lain, dan itulah sebabnya mereka milik-Ku ".
The Lord told Philippa and I that He is not happy at all for the world that He came to die and suffer for. He came to and suffer for us but instead the world, the people of this world has covered themselves with darkness. They have pulled darkness to cover themselves and that is why He is not happy at all at what is going on in this world. At this point, I will like my sister Philippa to share what she has seen and maybe at the end I will come to run it off. So Philippa will also share what she saw what us.
Tuhan mengatakan kepada Philippa dan saya bahwa Dia tidak bahagia sama sekali bagi dunia di mana Dia datang untuk mati dan menderita. Dia datang dan menderita bagi kita tetapi sebaliknya dunia, orang-orang dari dunia initelah menutupi diri dengan kegelapan. Mereka telah menarik gelap untuk menutupi diri mereka sendiri dan itulah sebabnya Dia tidak senang sama sekaliapa yang sedang terjadi di dunia ini. Sampai di sini, saudara saya Philippaakan berbagi apa yang telah ia lihat dan saya akan nanti tambahkan lagi.
Sister Philippa Kuranchie: Praise the Lord. On the 15th of June 2014, the Lord Jesus did something miraculous in over life that I, myself, cannot comprehend it at all. We were at church on that Sunday and I saw that when Brother Richard came to church that he didn’t look that well at all; he looked sick. I saw that he was going with my mother into the house and in that time, my mother called me that we should go and pray for him. When we entered into the house, I saw that indeed, he wasn’t feeling fine at all, he was crying and complaining about the headache. So we decided to pray for him and as we were praying, the Lord Jesus told me that He is not happy with this world at all and because of that, He is going to reveal something to Brother Richard. So my mother and I held him up and we took him into the room. So when we sent Him, we laid him on the bed and we began to pray for him again and all that I heard was “the cry of Hell, the cry of Hell”.
Saudari Philippa Kuranchie: Puji Tuhan. Pada tanggal 15 Juni 2014, Tuhan Yesus melakukan sesuatu yang ajaib atas kehidupan yang saya , saya tidak bisa memahaminya sama sekali. Kami berada di gereja pada hari Minggu dan saya lihat Saudara Richard datang ke gereja, ia tampak sakit. Saya lihat ia berjalan dengan ibu saya ke rumah , dan kemudian ibu menelepon sayasupaya sama-sama berdoa untuk saudara Richard. Ketika kami masuk ke dalam rumah, saya memang, ia terlihat tidak enak badan , ia menangis danmengeluh tentang sakit kepala. Jadi kami memutuskan untuk berdoa baginyadan ketika kami sedang berdoa , Tuhan Yesus mengatakan kepada sayabahwa Dia tidak senang dengan dunia ini sama sekali dan karena itu, Dia akanmengungkapkan sesuatu kepada saudara Richard. Jadi ibu saya dan sayamengangkatnya dan membawanya ke ruangan dan membaringkannya di tempat tidur dan kami mulai berdoa untuk dia lagi dan semua dapat saya dengar adalah "jeritan neraka, jeritan neraka".
It continued on and on until I saw a bright light pointed on me and I felt my body hitting the ground, when I fell on the ground I felt my spirit getting out of my body and when my spirit got out of my body, I saw that the Lord Jesus was there with Brother Richard so I went and embraced the Lord. After I embraced the Lord, the Lord Jesus took us and brought us to this church that is Heaven Seeker’s Ministry. I saw that the entire place was changed and there was light in the entire room. After that the Lord Jesus Christ took us and He showed us a globe, the world in the form of a globe and it was filled with darkness. I saw Satan himself holding the world and turning it whatever way that it went.
Hal ini berlangsung terus menerus sampai saya melihat cahaya terangmenunjuk pada saya dan saya merasa tubuh saya terjatuh ke tanah, ketika saya terjatuh dan roh saya keluar dari tubuh saya dan ketika roh saya keluar dari tubuh saya, saya melihat bahwa Tuhan Yesus ada di sana dengansaudara Richard jadi saya pergi dan memeluk Tuhan. Setelah saya memelukTuhan, Tuhan Yesus membawa kami dan membawa kami ke gereja “ Heaven Seeker’s”. Saya melihat bahwa seluruh tempat itu berubah dan ada cahaya diseluruh ruangan. Setelah itu Tuhan Yesus Kristus membawa kami dan Iamenunjukkan kepada kami sebuah bola dunia , dunia dalam bentuk bola duniadan penuh dengan kegelapan. Aku melihat Iblis sendiri memegang dunia danmemutarnya sesuai arah yang ia inginkan, itulah arahnya.
The Lord Jesus gave us a chance to look deep, deep into that globe and I saw that there were so many great churches. The pastors that were heading those churches were also found in that darkness. I saw that inside those churches there was total darkness over there too and the people that were inside those churches the members, we saw that they were dressed like mad people, they weren’t looking nice at all. I also saw the devil vomiting on the people inside of those churches. When we saw that we also saw that the people inside those churches were in chains, including the officers, the pastors, the members, they were all in chains and whenever they pray and ask the Lord for to come and remove them then when the Lord remove those chains then they’ll find a way to go back for it.
Tuhan Yesus memberi kami kesempatan untuk melihat lebih dalam lagi, dalamke dalam dunia itu dan saya melihat bahwa ada begitu banyak gereja yang besar. Para pendeta yang sedang menuju gereja yang juga ditemukan dalam kegelapan itu. Saya melihat bahwa di dalam gereja-gereja mereka adakegelapan total di sana juga dan orang-orang yang berada di dalam gereja,kami melihat bahwa mereka berpakaian seperti orang gila, mereka tidakterlihat bagus sama sekali. Saya juga melihat setan muntah pada orang di dalam gereja tersebut. Ketika kami lihat orang di dalam gereja berada dirantai, termasuk para pelayan , para pendeta, para anggota, mereka semuaterbelenggu oleh rantai dan setiap kali mereka berdoa dan meminta Tuhanuntuk datang dan melepaskan mereka dari belenggu dan kemudian ketika Tuhan melepaskan belenggu mereka, tetapi mereka akan menemukan carauntuk kembali dirantai kembali.
About ninety-eight persons of the that we visited there was no light and about two person, the light that were found inside of them, you will be able to count them with your fingertips because they were very few. So brethren, my advice to you or whatever church that you find yourself in, please be very careful because it’s not every pastor that can be able to lead you to Christ, most of them have sold their souls to the devil. After the Lord showed us this, He took us to the top of the stars and the Lord Jesus told us when He tells the stars to disappear, they disappear. I saw that indeed they disappeared and if He tells the star to reappear, indeed they will reappear. We saw that they reappeared so He asked us, Why is it that the people on this earth worship the stars, the moon, the sun and they do not worship Him? the one who can be able to command it, the one who created it, why they do not worship Him instead?
Ada sembilan puluh delapan orang yang kami kunjungi tidak ada cahaya danhanya ada dua orang yang memiliki cahaya dalam diri mereka, anda akan dapat menghitungnya dengan jari anda karena mereka sangat sedikit. Jadisaudara-saudara, saran saya kepada anda di manapun anda bergereja harap berhati-hati karena tidak setiap pendeta dapat membawa anda kepada Kristus,sebagian besar dari mereka telah menjual jiwa mereka kepada setan. Setelah Tuhan menunjukkan kepada kami, Dia membawa kami ke bintang - bintang dan Tuhan Yesus mengatakan kepada kami ketika Dia mengatakan bintang-bintang menghilang, mereka menghilang. Saya melihat bahwa memang mereka menghilang dan jika Dia mengatakan bintang untuk muncul kembali,memang mereka akan muncul kembali. Kami melihat bahwa mereka muncul kembali sehingga Ia mengatakan kepada kami, Mengapa orang-orang di muka bumi ini menyembah bintang, bulan, matahari dan mereka tidak menyembah-Nya? Mengapa mereka tidak menyembah yang bisa memerintahkan, yang menciptakan semuanya. Mengapa mereka tidak menyembah Sang Pencipta tetapi menyembah ciptaan? Mengapa mereka tidak menyembah-Nya ?
Then I asked the Lord Jesus, “Please Father, why is it that I heard the cry of Hell before coming here”? The Lord Jesus told me, “That those are the cries of those who are on this earth that one of their feet to is set in Hell; one foot is on this earth, one is in Hell. They are crying and waiting that Brother Richard and I will share our testimony so that they will be saved. I know that this does not apply to us alone, you have also heard the truth, so please go out and preach it to people, because they are all waiting to hear these good news.
Kemudian saya bertanya kepada Tuhan Yesus, "Tolong Bapa, mengapa bahwasaya mendengar teriakan dari neraka sebelum datang ke sini"? Tuhan Yesusmengatakan kepada saya, "Itu mereka adalah teriakan orang-orang yang ada di bumi ini salah satu kaki mereka ada di neraka; satu kaki lagi ada di bumi ini .Mereka menangis dan menunggu saudara Richard dan saya berbagikesaksian sehingga mereka diselamatkan. Saya tahu bahwa ini tidak berlaku untuk kami sendiri, anda juga yang telah mendengar kebenaran, jadi silakanpergi dan memberitakan kepada orang, karena mereka semua menunggu untuk mendengar kabar baik ini
After that the Lord Jesus took us to a place where we saw the queen of the coast and there was snakes surrounding her. They snakes were very big and they had thorns on them and she held an apple inside of her hand. The Lord Jesus told both of us that the apple that she had inside of her hand, was the church. I saw her biting out of it which means now that the devil is in total control of the church. [Pastor P.P. Kuranchie sighs May God have Mercy.]
Setelah itu Tuhan Yesus membawa kami ke tempat di mana kita melihat ratu pantai dan ada ular di sekelilingnya. Ular-ular itu sangat besar dan mereka memiliki duri pada mereka dan ia memegang apeldalam tangannya. Tuhan Yesus mengatakan kepada kami berduabahwa apel yang ada dalam tangannya, adalah gereja. Saya melihat dia menggigit apel itu yang berarti sekarang iblis memegang kendali sepenuhnya atas gereja . [Pendeta P.P. Kuranchie mendesah, Semoga Allah memberikan belas kasihan)
May God have mercy on us. From there the Lord Jesus took both of us again and showed us the world as a globe. We saw that like a thick carpet, a heavy one was on top of the earth and the carpet had rust and all those things on it. The Lord Jesus explained to us that that is how the devil is using sin to stop our prayers. The Lord Jesus said, “When you pray and it’s able to penetrate through that rocky carpet then Heaven will be able to hear your prayer”. But He said to us that these prayers are not coming at all. It is because sin has covered on top of people’s prayers and that’s why prayers are no longer passing.
Semoga Tuhan mengasihani kita. Dari sana Tuhan Yesus membawa kami berdua lagi dan menunjukkan kepada kami dunia sebagai bola dunia. Kamimelihat bahwa seperti karpet tebal, karpet yang berat berada di atas bumi dan karpetnya berkarat. Tuhan Yesus menjelaskan kepada kami bahwa itu adalah setan menggunakan dosa untuk menghentikan doa-doa kita. Tuhan Yesusberkata, "Ketika kamu berdoa dan mampu menembus karpet batu itu makasorga akan dapat mendengar doa kamu". Tapi Dia mengatakan kepada kamibahwa doa ini tidak datang sama sekali. Hal ini karena dosa telah menutup doa orang-orang dan itulah mengapa doa tidak lagi bisa menembusnya.
The Lord Jesus then said to us that we should intensify our prayers and He also made us to understand that it doesn’t matter if we have heard this truth, it doesn’t matter the number of times you’ve visited heaven and hell, if you do not intensify your prayers, anything that you do will be meaningless and fruitless to Him, the Most High God. So we ought to pray every moment of our life even when you are going to bed and when you are sleeping, let your mind be focused on God. Let prayer, prayer, prayer be what you eat. Without prayer you cannot sleep, without prayer you cannot do anything, let prayer become part of and (inaudible) of you even to be closer to you than the dress you are wearing.
Kemudian Tuhan Yesus berkata kepada kami bahwa kami harus meningkatkan doa-doa kami dan Dia juga membuat kami memahami bahwa tidak masalahjika kita telah mendengar kebenaran ini, tidak peduli berapa kali anda telah mengunjungi sorga dan neraka, jika Anda tidak mengintensifkan doa-doa anda,apa pun yang anda lakukan akan menjadi tidak berarti dan sia-sia untuk-Nya,Allah Yang Mahatinggi. Jadi kita harus berdoa setiap saat dalam hidup kitabahkan ketika anda akan tidur dan ketika anda tidur, biarkan pikiran andaterfokus pada Tuhan. Biarkan doa, doa, doa apa yang anda makan. Tanpa doaanda tidak bisa tidur, tanpa doa anda tidak bisa melakukan apa-apa, biarkandoa menjadi bagian dari dan (tak terdengar) dari anda bahkan menjadi lebih dekat dengan anda daripada gaun yang anda kenakan.
After that the Lord told Brother Richard and I that the people who enter into beauty pageants, anyone who enter into that contest the devil invokes some evil spirits into those people and the people that win and collect that crown, He said that the mark of the beast is in them. Furthermore, the Lord Jesus told us that these certain things that we watch on TV, certain dresses that we wear, certain food that we eat, certain music that we listen to has resulted to giving people a harden heart and some of them even also give the mark of the beast.
Setelah itu berfirmanlah TUHAN kepada saudara Richard dan saya bahwaorang-orang yang masuk ke dalam kontes kecantikan, siapa saja yang ikut ke dalam kontes kecantikan, iblis memanggil beberapa roh jahat memasuki orang-orang itu dan bagi yang menang dan mendapat mahkota, Dia mengatakan bahwa , tanda dari binatang ada di dalamnya. Selanjutnya, Tuhan Yesus mengatakan kepada kami bahwa hal-hal tertentu yang kita tonton di TV,gaun tertentu yang kita pakai, makanan tertentu yang kita makan, musiktertentu yang kita dengar telah berdampak kepada manusia sehingga hati manusia menjadi keras dan beberapa dari mereka bahkan juga memberikantanda binatang itu.
Once more, the Lord Jesus showed us a globe and the Lord Jesus divided the globe into three parts. On one-third of the globe that the Lord divided, we show that those people had received the mark of the beast already, knowingly and unknowingly. The other one-third, the Lord Jesus showed to us that those people had not taken the mark of the beast, but yet, still they did not believe in Him and lived in sin. The final one-third of the globe, the Lord Jesus showed us, the Lord divided it into four parts and in one of those parts, the people were, like the Lord Jesus would call it the Pharisees, the hypocrites, they would go and say one thing about Jesus then go and follow another one. In the second part, the Lord Jesus explained to us that those were the people who knew this truth that we are all hearing, that they know about our Lord Jesus Christ, but they are not preaching it to others and all of these people too are in darkness. In the third part, the Lord Jesus told Brother Richard and me that those people, one of their legs were in Heaven and one was in Hell. How could this be? The Lord Jesus said, they would go and sin, come and ask for forgiveness, live a holy life for some time then they’ll go back to sin. It would continue like that so those people too are in total darkness. May God help us. In the final part, the Lord Jesus divided it into two. In the upper part, the Lord Jesus told us that those people, they worship Him, they think that they are worshipping Him, but they worship Him through statues through idols like the Roman Catholics who think that they are worshiping God but they are worshipping the statue of Mary. In the little part that was left, the Lord Jesus divided it again. Those at the upper part again, the Lord Jesus revealed to us that they were worshipping Him alright, but still had their jewelry, they still use these make ups and some of them perm their hair, added attachments and all those ungodly dresses and worldly adornments were still on them. In the final part, was where light was; in the final part was those who were holy and pure in their hearts and outside too. They were holy in their speech and in their dress and in everything that they did.
Sekali lagi, Tuhan Yesus menunjukkan kepada kami dunia dan Tuhan Yesus membagi dunia menjadi tiga bagian. sepertiga dari dunia telah menerima tanda binatang , sadar atau tidak sadar. Yang sepertiga lagi, Tuhan Yesus tunjukkan kepada kami ,orang-orang belum mengambil tanda binatang, tapi tetap saja mereka tidak percaya kepada-Nya dan hidup dalam dosa. Yang terakhir, sisanya yang sepertiga dari dunia, Tuhan Yesus menunjukkan kepada kami, masih dibagi menjadi empat bagian : yang pertama adalah Tuhan Yesus menyebutnya orang-orang Farisi, orang-orang munafik, mereka akan pergi dan mengatakan tentang Yesus tetapi kemudian pergi dan mengikuti yang lain. Pada bagian kedua, Tuhan Yesus menjelaskan kepada kami bahwa mereka adalah orang-orang yang tahu kebenaran ini tetapi mereka tidak memberitakan kepada orang lain dan semua orang-orang ini juga adalah dalam kegelapan. Pada bagian ketiga, Tuhan Yesus mengatakan kepada Saudara Richard dan saya bahwa salah satu kaki mereka di Surga dan satu berada di neraka. Bagaimana ini bisa? Tuhan Yesus berkata, mereka akan pergi dan berbuat dosa, datang dan meminta maaf, hidup suci untuk beberapa waktu kemudian mereka akan kembali berdosa lagi. Ini akan terus berlangsung seperti itu sehingga orang-orang itu benar-benar berada dalam kegelapan total. Semoga Allah membantu kita. Pada bagian akhir, Tuhan Yesus dibagi menjadi dua. Di bagian atas, Tuhan Yesus mengatakan kepada kami bahwa orang-orang, mereka menyembah-Nya, mereka berpikir bahwa mereka menyembah-Nya, tetapi mereka menyembah-Nya melalui patung-patung berhala seperti Katolik Roma yang berpikir bahwa mereka menyembah Allah tetapi mereka menyembah patung Maria. Di bagian kecil yang tersisa, Tuhan Yesus dibagi lagi. Mereka di bagian atas lagi, Tuhan Yesus mengungkapkan kepada kami mereka adalah orang-orang yang sudah menyembah Dia dengan baik, tetapi masih memakai perhiasan , mereka masih bermake up dan beberapa dari mereka perm( mengeriting ) rambut mereka, menambahkan asesoris di rambut dan dan bergaun secara duniawi dan juga hiasan duniawi masih ada pada mereka. Pada bagian akhir, adalah di mana cahaya itu; di bagian akhir adalah orang-orang yang suci dan murni di dalam hati mereka dan di luar juga. Mereka suci dalam bertutur kata mereka dan dalam pakaian mereka dan segala sesuatu yang mereka lakukan.
My question to you, are [you] part of those few? Are You? Upon all that Jesus has done for you, are you still part of the darkness or are you a part of the light? As long as you have breath, there is still a chance for you to repent. There are people suffering in Hell wishing that they had the chance that you are having right now, but you are just misusing it and just saying why are people worshipping God in this way? You are just being like the people who know the truth, but don’t want to follow it. Please give your life to Jesus one more time because He died and suffered on that cross for you. He has something great in store for you as long as you live a holy and righteous life.
Pertanyaan saya kepada anda, adalah apakah anda merupakan bagian dari mereka yang sedikit itu? Setelah semua yang telah Yesus lakukan bagi anda,apakah anda masih merupakan bagian dari kegelapan atau anda bagian daricahaya? Selama anda memiliki napas, masih ada kesempatan bagi anda untukbertobat. Orang-orang yang menderita di neraka berharap bahwa merekamemiliki kesempatan seperti yang anda alami sekarang, tapi anda hanyamenyalahgunakan dan hanya mengatakan mengapa orang menyembah Allahdengan cara ini? anda hanya menjadi seperti orang-orang yang mengetahui kebenaran, tetapi tidak ingin mengikutinya. Tolong beri hidup anda kepada Yesus sekali lagi karena Dia mati dan menderita di salib untuk anda. Dia memiliki sesuatu yang besar tersimpan untuk anda selama anda hidup kudus dan benar.
Right now as I am speaking, the Lord Jesus is revealing Heaven to me. Heaven is a beautiful place that the Lord Jesus has prepared for you and I. After the Lord Jesus showed us this, He gave us a new beautiful body. Our hair color changed, our skin color changed, everything became Heavenly. We saw that we were sitting on a horse that was flying with the Lord Jesus. Brother Richard was sitting on one and I was sitting on one and the Lord Jesus was sitting in the middle as fire took us with full speed. Now, I’ll like to hand the mic to Brother Richard so that he’ll explain what we seen.
Sekarang saya katakan , Tuhan Yesus mengungkapkan Sorga bagi saya.Sorga adalah tempat yang indah yang Tuhan Yesus telah persiapkan untukanda dan saya. Setelah Tuhan Yesus menunjukkan kepada kami, Dia memberi kami tubuh baru yang indah . Warna rambut kami berubah, warna kulit kamiberubah, segalanya menjadi Surgawi. Kami melihat bahwa kami duduk di atas kuda terbang dengan Tuhan Yesus. Saudara Richard duduk di salah satu dan saya sedang duduk di salah satu dan Tuhan Yesus sedang duduk di tengah-tengah laksana api dan membawa kami dengan kecepatan penuh. Sekarang,saya akan ingin menyerahkan mic ke saudara Richard sehingga ia akan menjelaskan apa yang kami lihat.
Brother Richard Antwi: Praise the Lord. Brethren, all that I want to say is that we are grateful to God Almighty that He took us to this, you know, He gave us this revelation and today we are sharing with you. I want you to know that in reality, Heaven is there. Heaven is real and Hell is real. Those who walk in the light, they will make it to Heaven and those who walk in darkness, brethren, they will go to Hell. I do advise you in the Lord, that you will accept Jesus as your Lord and Savior and walk in righteousness and uprightness so that you will walk in the light and make it to heaven because Heaven is a wonderful place. Hallelujah!
Saudara Richard Antwi: Puji Tuhan. Saudara-saudara, semua yang ingin saya katakan adalah bahwa kita bersyukur kepada Allah yang Mahakuasa Dia membawa kami , Dia memberi kami wahyu ini dan hari ini kami berbagi dengan anda. Saya ingin anda tahu bahwa dalam kenyataannya, Sorga ada. Sorga adalah nyata dan neraka adalah nyata. Mereka yang berjalan dalam terang, mereka akan ke Sorga dan orang-orang yang berjalan dalam kegelapan, saudara-saudara, mereka akan pergi ke neraka. Saya menyarankan anda di dalam Tuhan, agar anda akan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan berjalan dalam kebenaran dan kejujuran sehingga anda akan berjalan dalam terang dan masuk sorga karena sorga adalah tempat yang indah. Haleluyah.
The Lord made us to understand that those who are committing or doing the works of darkness, they are on the path of destruction to Hell, but if they change their life and then they turn to the Lord then they will be on the path of light that leads to Heaven.
Tuhan membuat kita memahami bahwa mereka yang melakukan ataumelakukan karya kegelapan, mereka berada di jalan kehancuran ke Neraka,tetapi jika mereka mengubah hidup mereka dan kemudian mereka berpalingkepada Tuhan maka mereka akan berada di jalan terang yang mengarah ke Sorga.
Brethren, what happened, I believe, we were transported the Heaven, Philippa has spoken about it about going with the flying horses, and what I saw was that the Lord changed our bodies as she said. Our fingernails turned to like glasses and in fact, we had our Heaven garments on; so nice, that in fact, it is beyond description and we were wearing our crowns. I saw that Philippa’s crown was very big; in fact, it was bigger than mine, mine was smaller than hers. I think God that at least the Lord has made me to have this crown as well. The Lord took us to Heaven to a place where we were surrounded by angels and there was a big table at that place where He took us in Heaven and we were surrounded by angels.
Saudara-saudara, apa yang terjadi, saya percaya, kami dibawa keSorga, Philippa telah berbicara tentang hal itu tentang pergi dengankuda terbang, dan apa yang saya lihat adalah bahwa Tuhanmengubah tubuh kami seperti yang dikatakannya. kuku kami berubahseperti gelas dan, kami memakai gaun Sorga ; begitu indah, yangbenar-benar diluar gambaran kami dan kami memakai mahkota kami.Saya melihat bahwa mahkota Philippa sangat besar; lebih besardaripada punya saya, saya punya lebih kecil dari miliknya. Saya berpikir setidaknya Tuhan telah membuat saya memiliki mahkota ini juga. Tuhan membawa kami ke Sorga ke tempat di mana kami dikelilingi oleh malaikat dan ada meja besar di Sorga dan kami dikelilingi oleh para malaikat.
Praise the Lord. The Lord organized a special party for us up there; it was a wonderful one for the two of us. We were served with Heavenly manna, the best food up there, Heavenly manna. We sat on very special chairs, chairs that are living chairs, I should say. They are living chairs; they are not dead like this one. They are really understand your body language. In fact, immediately, you want to turn to
the left, the chair understands and then it will turn itself. It was a wonderful scene. I pray that you will be part of it one day.
Puji Tuhan. Tuhan mengadakan pesta khusus bagi kami di sana; itu adalahsalah satu yang indah bagi kami berdua. Kami dilayani dengan manna sorgawi,makanan terbaik di sana, manna sorgawi. Kami duduk di kursi yang sangat khusus, saya harus katakan kursi-kursi di sana kursi hidup. Mereka kursi yang hidup; mereka tidak mati seperti yang ini. Mereka benar-benar memahamibahasa tubuh anda. Bahkan, segera, jika anda ingin beralih ke
kiri, kursi mengerti dan kemudian akan otomatis. Itu adegan yang indah. Saya berdoa agar satu hari kelak anda akan menjadi bagiannya.
[Pastor P.P. Kuranchie speaks for himself:] I pray that I will also be part of it, that our chairs will be turning us. All..if I say I am going that way, before I realize the chair will take me that way. Praise God!
Brother Richard Antwi: Brethren after the celebration up there, we were brought down to the earth. While we were coming on the horses with the Lord, Himself, we saw the globe that it was dark everywhere. In fact, it was a Sunday, the day of the Lord that the Lord cherish so much, but unfortunately, because of ours sins, we were all worshipping, it was a worshipping time, Sunday worshipping time, it wasn’t church, it was worshipping time, so all churches were worshipping at that time on Sunday, but there was total darkness. Why? Because, the Lord said, “because of sin”. Meanwhile, the Lord said on Sunday such as this, as that, the whole place was supposed to brighten up, because we were worshipping the Great King, but here, we were in thick darkness. The horse went through the darkness and we came to the exact order that He took us from, that is Heaven Seekers Ministry.
[Pendeta P.P. Kuranchie berbicara untuk dirinya sendiri:] saya berdoa bahwa saya juga akan menjadi bagian dari itu, bahwa kursi kami akan mengubah kita. Semua ..jika saya katakan saya akan seperti itu, sebelum saya menyadari kursi akan membawa saya seperti itu. Puji Tuhan!
Saudara Richard Antwi: Saudara-saudara setelah perayaan di sana, kami dibawa turun ke bumi. Sementara kami datang dengan kuda bersama Tuhan, kami melihat dunia yang gelap di mana-mana. Bahkan, itu adalah hari Minggu, hari Tuhan bahwa Tuhan begitu bersukacita akan hari itu, tapi sayangnya, karena dosa-dosa kita, kita semua menyembah, itu waktu beribadah, Minggu waktu menyembah, itu bukan gereja, itu adalah waktu menyembah , jadi semua gereja menyembah pada waktu pada hari Minggu, tapi ada kegelapan total. Mengapa? Karena, Tuhan berkata, "karena dosa". Sementara itu, Tuhan mengatakan pada hari Minggu seperti ini, seperti itu, seluruh tempat seharusnya terang , karena kita menyembah Raja Besar, tapi di sini, kami berada di kegelapan tebal. Kuda melewati kegelapan dan kami datang ke tempat di mana sebelumnya kami dibawa yaitu Pelayanan “ Heaven Seekers”.
When we got there, in fact, we walked on a golden floor and the (inaudible) was so beautiful that you need to see it. I pray that you’ll have the eyes to see it. In fact, when we entered that place was brighten with Lord and the Lord was the one leading. The Lord with His dress, I don’t know what they would call it, is it a cape? Overflowing cape or what? What do they call it? Something like overflowing down on the golden floor and we were arranged in such a way that Philippa was the one following the Lord and I was the one following Philippa. Philippa was just at the edge of the Lord’s garment, the one that was on the floor. Philippa did not step on the Lord’s garment, but she was just at the edge there. Philippa’s veil, the one that was also on the floor, I was also just at the edge without stepping and mine also was on this same floor, this same golden floor. We all walked majestically. We were walking orderly. We were moving at the same time, at the same pace if it was the right leg we all with the Lord, move our right leg and then if the left, we all moved the left. In fact, it was a wonderful scene.
Ketika kami tiba di sana, pada kenyataannya, kami berjalan di lantai emas dan (tak terdengar) begitu indah bahwa anda perlu untuk melihatnya. Saya berdoa agar anda akan memiliki mata untuk melihatnya. Bahkan, ketika kami memasuki tempat itu, tempat itu menjadi cerah karena terang Tuhan dan Tuhanlah yang memimpin. Tuhan dengan gaun-Nya, saya tidak tahu apa mereka menyebutnya, itu jubah? Jubahnya menutupi lantai emas dan Philippa mengikuti Tuhan dan saya dibelakang Philippa. Philippa disisi jubah Tuhan, yang berada di lantai. Philippa tidak menginjak jubah Tuhan, tapi dia hanya di tepi sana. Tudung Philippa juga di lantai, saya juga hanya di tepi tanpa melangkah dan saya juga berada di lantai yang sama, lantai emas yang sama. Kami semua berjalan dengan anggun. Kami juga berjalan dengan tertib. Kami bergerak pada saat yang sama, pada kecepatan yang sama jika itu adalah kaki kanan kita semua dengan Tuhan, memindahkan kaki kanan dan kemudian jika kiri, kita semua pindah kiri. Bahkan, itu adalah kejadian yang indah.
May the Lord God Almighty help us to be part of this wonderful a scene that we are all yet to experience together in Jesus name.
What happened was that when we entered, we set off that is Heavens Seeker’s Ministry, when we entered the house, because the church is just by the house, we were walking majestically as I said early on the golden streets so I thought we were still in Heaven. The Lord came with us and we encircled the church, the church members were all looking alike, very beautiful glorious. The Lord moved around the church three times with us, the main church and we went to the children’s session. When we went to the children’s session as the Lord did before we went into Heaven by embracing all the adult members, the Lord then went to the children’s session, embraced all the children as well. When that was going on, I, all of a sudden, saw a diamond gate and my sister Philippa entered into that diamond gate and I did not see her again.
Semoga Tuhan Allah yang Mahakuasa membantu kita untuk menjadi bagian dari pemandangan indah ini walaupun belum semua mengalami bersama-sama di dalam nama Yesus.
Apa yang terjadi adalah ketika kami masuk, kami berangkat dari “Heaven Seekers Ministry” , ketika kita memasuki rumah, karena gereja adalah hanya dekat dengan rumah, kami berjalan anggun seperti yang saya katakan di awaljalan-jalan emas jadi saya pikir kami masih di sorga. Tuhan datang bersama dengan kami dan kami mengelilingi gereja, anggota gereja semua tampak mirip , sangat indah mulia. Tuhan bergerak di sekitar gereja tiga kali dengan kami, gereja utama dan kami pergi ke sesi anak-anak. Ketika kami pergi kesesi anak-anak seperti yang Tuhan lakukan sebelum kami pergi ke sorga Dia merangkul semua anggota dewasa, Tuhan kemudian pergi ke sesi anak-anak,memeluk semua anak-anak juga. Ketika itu sedang terjadi, saya, tiba-tiba,melihat gerbang berlian dan saudari saya Philippa masuk ke dalam gerbangberlian dan saya tidak melihatnya lagi.
The Lord was there speaking also, He was still speaking with me. He told me, “You should go and let all people on this earth hear of this word. I am not happy about what is going on in the world and in the church in particular. I am not happy at all and therefore, they should change their lifestyles”. As the Lord was talking to me that we should go and then spread what we have seen, I saw that same diamond gate. Then I also entered that diamond gate when I entered the diamond gate, I entered it and I entered a room. In fact, when I saw the room, I didn’t know where I was. I was just standing around, where am I?
Tuhan ada di sana juga berbicara, Dia masih berbicara dengan saya. Dia mengatakan kepada saya, "Kamu harus pergi agar semua orang di muka bumi ini mendengar kata ini. Aku tidak senang dengan apa yang terjadi didunia dan di gereja pada khususnya. Aku tidak senang sama sekali dan oleh karena itu, mereka harus mengubah gaya hidup mereka ". Pada waktu Tuhansedang berbicara kepada saya bahwa kita harus pergi dan kemudian memberitakan apa yang telah kami lihat, saya melihat gerbang berlian yang sama. Kemudian saya juga masuk gerbang berlian ketika saya memasukigerbang berlian, saya masuk dan saya memasuki sebuah ruangan. ketika saya melihat ruang ruangan itu, saya tidak tahu di mana saya berada. Saya hanyaberdiri , di mana saya?
This place I was walking around on a golden carpet, but where am I? When I turned I saw momma, Mary Kuranchie, standing there and you know, she spoke with me and I realized we were back to the earth. In fact initially, I was not happy at all because where we went and the experience that we went through, what can you say? We have been tasked, you know, to spread these good news.
Brethren the Lord is not happy with the world and the church at large. If only we would repent and serve the Lord, I know that we will be able to make it with the Lord. Don’t forget that the Lord said, His time to come for His children is very, very short so if you have any decision, this is the time. Decide now before it’s too late. May the Lord bless you and may the Lord have mercy upon us. Amen.
Tempat ini dimana saya sedang berjalan-jalan di atas karpet emas, tapi di mana saya ? Ketika saya berbalik saya melihat ibu , Mary Kuranchie, berdiri di sana dan anda tahu, dia berbicara dengan saya dan saya menyadari kami kembali ke bumi. Mulanya , saya tidak senang sama sekali karena di mana kami pergi dan pengalaman yang kami lalui, apa yang bisa anda katakan?Kami telah diberi tugas, anda tahu, untuk menyebarkan kabar baik ini.
Saudara-saudara, Tuhan tidak senang dengan dunia dan gereja pada umumnya. Kalau saja kita bertobat dan melayani Tuhan, saya tahu bahwa kitaakan mampu melakukannya bila bersama Tuhan. Jangan lupa bahwa Tuhan berkata, waktu-Nya untuk datang untuk anak-anak-Nya adalah sangat, sangatsingkat jadi jika anda memiliki keputusan apapun, saat inilah waktunya.Putuskan sekarang sebelum terlambat. Semoga Tuhan memberkati anda dansemoga Tuhan mengasihani kita.
Amin.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.