Senin, 08 Agustus 2016

LEDAKAN KE - 4 MENGGUNCANG CHINA: PERANG DIAM - DIAM ANTARA CINA DAN AMERIKA SERIKAT



Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

Markus 13:7




Kronologi peristiwa: 

11 Agustus 2015: China mendevaluasi Yuan 1,9%, mengirimkan gelombang kejut ke seluruh dunia dan menimbulkan dampak menghancurkan pada ekonomi AS. 
12 Agustus 2015: Tianjin dilaporkan dihantam senjata rahasia Pentagon "Rod of God", senjata kinetik rahasia berbasis luar angkasa yang dapat dijatuhkan dari orbit tinggi untuk menghantam hampir semua target darat. Senjata ini langsung menghancurkan 6 blok di pinggir kota Tianjin, mengirim pesan kepada China seperti "pesan kengerian" yang dikirimkan AS kepada Jepang ketika menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II. Korban jiwa 161 tewas, 12 hilang. 
17 Agustus 2015: Laporan dan foto-foto eksklusif helikopter-helikopter militer berkeliling di Beijing, dengan peringatan bahwa China ada di tepi batas untuk mengumumkan "keadaan darurat regional" karena semakin meningkatnya tensi peperangan dengan Amerika Serikat dan Jepang. 
22 Agustus 2015: Pagi-pagi buta waktu Amerika Serikat: Sebuah ledakan raksasa mengguncang jantung industri China, di kota Hengtai provinsi Shandong, memusnahkan pusat penyimpanan industri raksasa lainnya. Penyebab ledakan, sekali lagi, benar-benar tidak diketahui oleh otoritas setempat. Satu orang tewas, delapan luka-luka. 
22 Agustus 2015: Sore hari waktu Amerika Serikat: Sebuah ledakan raksasa menghancurkan gudang senjata militer Amerika Serikat dekat Tokyo, memusnahkannya sama sekali. 
24 Agustus 2015: Dow Jones anjlok 1089 poin dalam waktu 30 menit pertama setelah pasar dibuka. Namun berhasil memperkecil penurunan hanya menjadi 588 poin. Selama bulan Agustus 2015, China membuang "cadangan US dollarnya" sebesar US 94 milyar dollar, terbesar sepanjang sejarah. 
31 Agustus 2015: Ledakan besar mengguncang kota Dongying, provinsi Shandong China, pukul 23.30 tengah malam waktu setempat. Ini adalah ledakan ke-3. Korban jiwa : 13 orang tewas. 
3 September 2015: 5 kapal perang China memasuki perairan lepas pantai Alaska, 12 mil dari daratan, bersamaan dengan kunjungan Obama ke Alaska. 
4 September 2015: Parade militer China, memperingati 70 tahun berakhirnya pendudukan Jepang di China dan sekaligus memamerkan senjata rahasia "pembunuh kapal induk." 
7 September 2015: Ledakan besar terjadi di Lishui, provinsi Zhejian. Belum ada laporan korban jiwa. 

Ledakan besar KEDUA mengguncang jantung industri China di Shandong bersamaan eskalasi perang mata uang menuju Perang Dunia III

Ledakan besar, yang KEDUA, terjadi di provinsi Shandong China, hanya 10 hari setelah ledakan raksasa di Tianjin yang menewaskan 120 orang. Ledakan Tianjin terjadi hanya 1 hari setelah China mendevaluasi mata uangnya 1,9%, yang mengirimkan gelombang kejut finansial ke Amerika Serikat.

Ledakan Tianjin: laporan eksklusif dari oposisi China yang mengatakan mereka percaya ledakan Tianjin adalah tindakan perang yang dilakukan Pentagon, dimaksudkan sebagai "tembakan peringatan" kepada China karena melakukan "perang mata uang" terhadap Amerika Serikat.

Sejak waktu itu, China melanjutkan devaluasi mata uangnya, dan pasar saham AS terjun "berdarah-darah", dengan Dow kehilangan lebih dari 1000 poin dibanding minggu sebelumnya, kehilangan ratusan milyar dollar kapitalisasi pasar hanya dalam 1 malam. Saham Apple sajakehilangan nilai USD 158 milyar dalam 1 malam, dan pasar saham China kehilangan demikian banyak ekuitas hampir seperti kehancuran pasar tahun 1929.

Dilaporkan Natural News, pemerintahan administrasi Obama mengumumkan tahun 2011 mereka akan memberikan respon kepada serangan cyber dengan menggunakan senjata perang konvensional.

Di artikel sebelumnya sudah diberitakan laporan analis senjata menjelaskan bagaimana senjata luar angkasa Pentagon "Rod of God" dapat mengirimkan ledakan setara 4 ton TNT ke hampir semua target darat di China (dan seluruh dunia).

Foto berikut menunjukkan "rudal kecil" presisi tinggi yang diproduksi Raytheon dan ditembakkan dari jarak 33 km untuk menghantam target dengan akurasi yang mengagumkan.




Dengan terjadinya ledakan besar kedua di jantung produksi China, kita dapat yakin ini bukan kecelakaan industri acak. Ini jelas-jelas tindakan perang atau tindakan sabotase internal yang ditujukan menciptakan kekacauan di China saat bersamaan dengan perang mata uang yang terjadi di seluruh dunia yang mempertaruhkan segalanya.

Berikut foto-foto dari ledakan besar kedua di Shandong, China


 

Terjadi DUA ledakan dalam tiap kejadian

Ini bukan hanya kebetulan. Dari dua kejadian ledakan – Tianjin dan Shandong – ada 2 ledakan yang terjadi.





Pertama, ledakan kecil menyalakan api, kemudian api akan menyambar gudang penyimpanan besar, menyebabkan ledakan kimia yang jauh lebih besar.

Di Tianjin, ledakan pertama diperkirakan setara 3 ton TNT, dengan ledakan (kimia) kedua setara 21 ton TNT.

Ledakan Shandong belum diperkirakan berapa besar kekuatan TNT-nya, namun artikel USA Today menyatakan, "Gumpalan asap besar dan kobaran api dapat dilihat dari foto yang diunggah pemerintah, yang mengatakan 150 pemadam kebakaran sedang berjuang memadamkan api."

Spekulasi menyusul meningkatnya serangan diam-diam di Rusia, China dan US

Banyak orang berspekulasi serangan-serangan ini bagian dari meningkatnya perang cyber, perang mata uang, perang senjata kinetik yang menuju Perang Dunia III.



Sekarang dalam waktu 1 bulan, 4 ledakan dahsyat telah terjadi di Rusia dan China, satu ledakan di China begitu besar sehingga pemerintah China harus mengupayakan hujan buatan untuk memadamkan apinya. Hari ini, suatu retakan pipa bawah laut di Moscow menyebabkan kebakaran hebat yang menghasilkan gumpalan asap ratusan meter di udara.

Api raksasa menyembur di Sungai Moskow sebelah tenggara Moskow, tak jauh dari lokasi penyulingan minyak, hari Selasa, menciptakan kolom asap raksasa yang dapat dilihat dari Lapangan Merah, yang berjarak 15 kilometer jauhnya.


Serangan balasan China? Ledakan dahsyat terjadi di gudang amunisi militer AS dekat Tokyo; alat sabotase ditemukan di lokasi

Bagi yang masih belum percaya negara-negara terbesar di dunia sedang menjalankan perang rahasia global yang melibatkan senjata kinetik, mata uang dan perang cyber, tambahkan peristiwa ini dalam daftar Anda untuk dipertimbangkan. Kurang dari 1 hari setelah ledakan besar lainmenghancurkan sebagian daerah Shandong, China, sebuah ledakan terjadi di gudang amunisi militer Amerika Serikat dekat Tokyo, menghancurkan total seluruh kompleks. Ini semua hanya terjadi 10 hari setelah ledakan dahsyat mengguncang Tianjin China, yang diperkirakan banyak orang dilakukan Pentagon sebagai balasan karena China mendevaluasi mata uangnya yang diumumkan sehari sebelumnya.

Segera setelah peristiwa ini terjadi, Natural News secara eksklusif melaporkan berita bahwa China dan AS terlibat perang diam-diam. Sekarang, peristiwa demi peristiwa mulai mengerucut, dengan cepat menjadi semakin jelas bagi semua orang bahwa ledakan-ledakan ini bukan kebetulan. Semuanya, dalam faktanya, adalah tindakan perang dengan sengaja antara China dan Amerika Serikat.

Artikel penting yang perlu dibaca mengenai semuanya ini ditulis Dave Hodge: Rencana China menginvasi Amerika.

Red List News juga melakukan liputan fantastis dalam mempublikasikan video wawancara mengenai topik ini dengan orang-orang seperti Steve Quayle, dan team dari All News Pipeline telah membunyikan bel peringatan hari demi hari.


China membalas dengan sabotase dan perang mata uang

Ledakan terakhir ini adalah tidakan balasan yang dilakukan China terhadap dua "musuh besarnya" : Jepang dan Amerika Serikat:

"The Wall Street Journal" melaporkan juru bicara kepolisian di Perfecture Kanagawa mengatakan dua pipa besi ditemukan ditanam di tanah dengan kabel listrik dalam kamp tersebut." (Sumber)

"…markas ini digunakan sebagai tempat tinggal keluarga militer" dilaporkan The Mirror UK.




Garis depan peperangan: Perang cyber, perang mata uang dan perang senjata kinetik

Apa yang kita saksikan disini adalah peningkatan yang berbahaya aktivitas perang diam-diam antara China dan Amerika Serikat yang melibatkan 3 garis depan peperangan: 
Perang cyber (meretas catatan personel militer AS, mengambil alih kontrol sistem infrastruktur, dsb.) 
Perang mata uang. Perang ini sudah dijalankan sepenuhnya, dan kita bisa berharap untuk melihat usaha lanjutan manipulasi mata uang dari China yang didesain untuk menyebabkan pembantaian ekonomi besar-besaran diseluruh Amerika. 
Sabotase dan perang senjata kinetik. Ini apa yang barusan kita lihat di markas militer AS di dekat Tokyo. Coba perhatikan semakin banyaknya serangan sabotase, ledakan dan serangan kinetik "kebetulan" yang akan terjadi sampai akhir 2015. 

Amerika sedang berperang dengan China, dan eskalasi perang ini sekarang telah menjadi buktinya. Perhatikan naik turunnya ekuitas dan mata uang secara liar di pasar saham AS minggu-minggu mendatang, dan ketahuilah China ada di belakang kekuatan pengguncang ekonomi yang dialami AS.

Perang rahasia China dengan Amerika memanas: kapal perang China mendekati Alaska, ledakan industri lainnya, dan China mempertontonkan rudal jelajah yang membuat kapal induk AS kelihatan usang

Perang rahasia antara China dan Amerika sebenarnya telah dimulai. Diawali dari perang mata uang dan perang surat hutang, meningkat menjadi bencana ledakan Tianjin yang dilakukan Pentagon AS dalam sebuah serangan balasan "senjata kinetik," demikian dikatakan para sumber.

Tidak lama setelah ledakan Tianjin, ledakan kedua mengguncang provinsi Shandong, China, membuat komentator "teori kebetulan" terdiam, karena tiba-tiba rangkaian ledakan muncul dan tidak bisa dijelaskan hanya sebagai kebetulan belaka.

Beberapa hari kemudian, sebuah ledakan besar menghancurkan gudang amunisi Amerika Serikat di Jepang, dan bukti-bukti menunjukkan upaya sabotase. Sebagai catatan: Pemerintah China "benci" kepada Jepang, dan ini terjadi bersamaan dengan perayaan 70 tahun kekejaman pendudukan Jepang yang dikenal sangat brutal kepada rakyat China.

Sekarang, seperti dilaporkan The Daily Sheeple, ledakan besar KETIGA mengguncang infrastruktur industri China… kali ini juga terjadi di provinsi Shandong.

Pertama kali saya melihat berita ini, saya pikir seseorang kebingungan mengenai fakta di provinsi Shandong, salah menduga telah terjadi dua ledakan disana. Namun ternyata memang benar-benar terjadi 2 ledakan hanya di Shandong saja (+1 di Tianjin), menurut Mirror (UK) yang melaporkan: "Ledakan hari ini juga adalah yang KEDUA yang terjadi di Shandong, setelah ledakan pertama melukai 8 orang yang terjadi minggu lalu."

(Perlu diingat, China sangat mensensor semua berita mengenai ledakan tersebut, dan pemerintah China juga menekan negara lain untuk mensensor ataupun tidak membesar-besarkan berita ini. Ada upaya global untuk menekan berita ini, bahkan China telah menangkap lebih dari 15.000 blogger dan wartawan yang disebut "penjahat internet" karena meliput dan melaporkan peristiwa yang benar yang tidak ingin diberitakan pemerintah).

Untuk detail tentang ledakan terakhir, Anda perlu bisa membaca dari website-website berbahasa China seperti yang diambil dari halamanNTDTV.com yang menjelaskan ledakan terakhir dengan sangat detail bahkan menunjukkan video yang tidak dapat ditemukan ditempat lain.

Berikut video dari ledakan pertama di Tianjin. Ini bisa membuat kepala Anda pening. (Peringatan: Ada banyak kata-kata kotor dalam video ini, karena alasan yang jelas.) Perhatikan baik-baik dalam kejadian ini ada 2 ledakan: pertama ledakan setara 3 ton TNT, diikuti ledakan dahsyat kedua setara 21 ton TNT.


Sekarang, telah terjadi EMPAT ledakan yang terjadi antara China dan Amerika Serikat, semuanya hanya dalam kurun waktu beberapa minggu. Kesadaran bahwa sesuatu diluar kebetulan sedang terjadi sekarang hampir tidak terhindarkan. Jelas-jelas, seseorang secara strategis dan diam-diam telah mensabotase infrastruktur industri China… dan ini semua terjadi pada saat China mempercepat penjualan surat hutang cadangan US dollarnya sementara mendevaluasi mata uangnya sendiri (yang keduanya dianggap tindakan perang ekonomi oleh Amerika Serikat).

Lima kapal AL China terlihat beroperasi di lepas pantai Alaska – Wall Street Journal

Setelah semua ledakan-ledakan yang disebutkan di atas, Wall Street Journal melaporkan bahwa kapal Angkatan Laut China sedang terlihat di lepas pantai Alaska. Ini bersamaan dengan kunjungan Obama ke Alaska dalam rangka mempromosikan agenda "perubahan iklim global."



Lima kapal Angkatan Laut China saat ini beroperasi di Laut Bering di lepas pantai Alaska, pejabat Pentagon mengatakan hari Rabu, menandai pertama kalinya militer AS melihat mereka di daerah ini. Pasukan AS telah melacak pergerakan ini dalam beberapa hari terakhir dari tiga kapal perang China...

Perhatikan dengan seksama, menurut WSJ, ini adalah "kapal perang China." Kehadiran mereka yang begitu dekat dengan daratan Amerika Serikat menunjukkan peningkatan sikap perang diantara kedua negara. (Jangan lupa bahwa beberapa bulan yang lalu, pesawat pembom nuklir Rusia juga terlihat melakukan "praktek pergerakan" menuju Alaska. Saat ini kapal selam terbesar didunia milik Rusia, Dmitri Donskoy, dengan kode NATO – Typhoon, telah bergerak menuju laut Mediterania. Kapal selam ini membawa 200 rudal nuklir, setiap rudal terdiri dari 6-10 kepala nuklir, dengan daya jelajah 10.000 km).

China mengungkap rudal Mach 10 "pembunuh kapal induk"

China telah mengungkapkan rudal Mach 10 (10 kali kecepatan suara) yang dapat menghancurkan kapal induk Amerika Serikat, dan menjadikan semuanya "kuno" dalam perang modern ini.


Sebuah senjata yang demikian rahasia di China yang tidak diungkap selama bertahun-tahun akan dipertunjukkan pertama kalinya dalam parade militer pada hari Kamis, dikatakan ahli pertahanan China.

Disebut rudal "pembunuh kapal induk" yang mengancam dan mengubah peta kekuatan di Pasifik barat dikatakan akan bergerak melalui pusat kota Beijing bersama dengan 12.000 prajurit dan 500 tank dan kendaraan tempur China lainnya, dalam perayaan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II.

Seperti rudal antar benua, DF-21D meluncur ke orbit, namun saat masuk kembali ke atmosfer, ia dapat bermanuver menuju target, menjadikannya secara teori dapat mendaratkan hulu ledak di atas atau di dekat kapal yang sedang bergerak.

Beberapa analis mengatakan rudal tersebut mengancam kapal induk - yang menjadi dasar kekuatan strategi Angkatan Laut AS saat ini - menjadikannya tempat sampah, seperti kapal induk yang hancur waktu serangan Jepang di Pearl Harbor tahun 1941.

Berikut publikasi berita dari analis persenjataan tanggal 23 Agustus 2015:

Senjata 'batang' densitas tinggi yang didesain dengan material khusus dan dijatuhkan dari orbit tinggi jelas-jelas akan mencapai target dengan kecepatan lebih tinggi dari 1 km/detik, tapi kita belum tahu seberapa tinggi kecepatannya. Secara konservatif, kita estimasikan 4 kali kecepatan peluru artileri, atau 4 km/detik. Jika Anda ingin tahu, ini mendekati Mach 12.

Setelah batang mencapai atmosfer, perubahan kecil yang kontrol dari muka bumi bisa dengan mudah mengarahkan batang dalam radius 2 meter dari setiap sasaran, menggunakan teknologi yang sama persis dengan yang sudah ada di rudal akurat di bumi (kontrol gerakan kecil dekat ekor).

Rudal Dongfeng (artinya "Angin Timur", diucapkan seperti "Dong Fong") juga diluncurkan ke orbit, menjelajah di atmosfer dengan kecepatan Mach 10, dan dipandu secara akurat untuk menghantam target darat dalam jangkauannya.

Berdasarkan fakta bahwa teknologi ini diakui secara terbuka ada di China, adakah orang yang berpikir Pentagon tidak punya senjata yang sama atau melebihi kemampuan ini? Lebih lanjut, adakah orang pintar yang percaya rangkaian ledakan di industri ini hanya kebetulan? Tentu saja tidak. Amerika Serikat dan China sudah masuk tahap awal perang. Hanya saja belum diumumkan. Baik China maupun Amerika Serikat memiliki dan menggunakan sistem senjata canggih yang detail operasionalnya belum diketahui publik. Perang di tahun 2015 tidak sama seperti perang di tahun 1942. Faktanya, benar-benar sangat berbeda sehingga kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa semuanya sudah terjadi.

Ledakan ke-4 Mengguncang China: Perang Diam-diam antara China dan Amerika Serikat

Satu ledakan mungkin bisa dibilang kecelakaan, tapi ini empat ledakan berturut-turut: Ledakan keempat mengguncang China dalam rangkaian serangan tersembunyi terhadap industri China.

Ledakan ke-4 di kompleks industri mengguncang China, kali ini di provinsi Zhejiang.

Ketika ledakan Tianjin terjadi setelah China melakukan devaluasi mata uangnya (perang mata uang), diperoleh informasi dari oposisi di China bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan balasan "senjata kinetik" terhadap China karena serangan cyber dan tindakan perang mata uangnya. Namun pihak resmi menyatakan peristiwa Tianjin hanyalah "kejadian kebetulan" dan tidak akan terjadi lagi.

Lalu ledakan balasan menghancurkan gudang senjata militer Amerika Serikat di Tokyo. Perangkat sabotase ditemukan di tempat kejadian, dan semuanya membuktikan ledakan itu tindakan sabotase yang disengaja.

Segera setelah itu, ledakan besar lain mengguncang provinsi Shandong China, diikuti oleh ledakan ketiga di daerah industri itu juga pada waktu yang bersamaan dengan kapal-kapal perang China terlihat di lepas pantai Alaska. Tiba-tiba, komentator "teori kebetulan" diam-diam mulai menyelinap pergi, berharap tidak ada yang ingat bagaimana mereka mengatakan bahwa ledakan itu hanyalah kebetulan acak dan tidak akan berlanjut.

Namun jika diperhatikan, semua hal ini semakin meningkat, tindakan devaluasi mata uang, serangan cyber, tindakan hacking strategis, ledakan-ledakan yang tidak bisa dijelaskan. Ini bukan kejadian acak. Ini semua bagian dari peperangan terhadap China yang sudah dimulai.

Sebelumnya, China telah "membuang" cadangan dollarnya secara masif selama bulan Agustus 2015 sebesar USD 94 milyar untuk menstabilkan mata uang Yuan. Cadangan devisa China saat ini ada pada titik terendah sejak September 2013, sebesar USD 3.557 trilyun. Tindakan ini sangat dikhawatirkan oleh Amerika Serikat akan mengguncang pasar mata uang dan menjatuhkan nilai dollarnya.

Sekarang, ledakan keempat di China memastikan pola ini. Reuter melaporkan:

Sebuah ledakan mengguncang pabrik kimia di provinsi Zhejiang, China, demikian dikatakan media pemerintah hari Senin, meskipun belum ada laporan korban jiwa , menyusul ledakan besar Tianjin yang menewaskan 160 orang bulan lalu. Ledakan ini menimbulkan kobaran api dan asap tebal yang membumbung dari pabrik di kota Lishui tepat sebelum tengah malam, demikian dikatakan radio pemerintah lewat akun resminya di Weibo.






Media utama mencoba menjelaskan bahwa ledakan sabotase seperti ini benar-benar normal, biasa terjadi di China

Mengherankan, pada saat media utama melaporkan ledakan-ledakan ini, namun mereka mengklaim ledakan industri seperti ini terjadi tiap hari di China... "Ledakan pabrik kimia relatif umum terjadi di China," demikian dijelaskan Reuter, "Setidaknya 5 orang tewas dalam satu ledakan di provinsi Shandong minggu lalu." Tentu saja, semuanya ini menjadi biasa sekarang, karena aktivitas perang tersembunyi yang semakin meningkat.

Semua penyangkalan media ini sama seperti klaim bahwa pasar saham Amerika tidak mengalami keruntuhan. Sebelumnya diberitakan, 24 Agustus 2015, Dow Jones anjlok 1089 poin hanya dalam waktu 30 menit pertama sejak pasar dibuka. Ini pertama kalinya terjadi dalam sejarah, walaupun akhirnya bisa memperkecil jadi 588 poin pada penutupan.


Sumber




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.