
Penulis : Paul Maku GoruKamis, 14 Juli 2016 - 13:37:14 WIB
JAKARTA, TABLOIDPODIUM.COM - Ratusan umat kristiani telah dibantai di Sudan Selatan. Seperti dilaporkan Veronica Reffinger dari ChristianHeadlines.com., Rabu (13/7/2016), ratusan umat kristiani telah dibunuh secara massal dengan cara yang sangat brutal, termasuk dibakar hidup-hidup, mati lemas, ditembak dan digantung. Bahkan anak-anak maupun penyandang cacat tak luput dari tindak kekerasan tersebut. Pemerkosaan pun meluas di mana-mana.
"Ini sungguh merupakan sebuah pembantaian massal meskipun jumlah korban belum diketahui,” kata sebuah sumber dari kalangan gereja Fides News Agency.
“Masalah kemanusiaan merupakan persoalan yang sangat mendesak, mulai dari kekurangan air minum.Ribuan orang telah mengungsi di gereja-gereja dan banyak pihak yang telah menawarkan bantuannya meskipun dihadang seribu kesulitan. Palang Merah Internasional telah berhasil mengirim tim mereka di dua rumah sakit utama.”
Banyak orang telah melarikan diri ke gereja yang berfungsi sebagai salah satu dari beberapa tempat berlindung di tengah-tengah perang sipil. Kelompok kemanusiaan bekerja untuk mendapatkan bantuan untuk korban kekerasan. Perkiraan yang tepat dari korban yang tewas belum dirilis, tapi setidaknya 300 orang telah dilaporkan tewas.
"Skala dan jenis kekerasan seksual - terutama oleh pasukan SPLA pemerintah dan milisi yang berafiliasi –meliputi pembakaran, pembantaian warga sipil dan menghancurkan properti dan mata pencaharian," kataKomisaris Tinggi HAM PBB Zeid Ra'ad Al Hussein.
Terkait kerusuhan tersebut, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Sudan Selatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.