Anda mungkin berpikir kejatuhan simultan semua pasar saham terbesar di seluruh dunia akan menjadi berita yang sangat besar. Namun kenyataannya, media-media utama menganggapnya tidak penting.
Lebih dari 60 hari ini, kita telah menyaksikan penurunan yang sangat signifikan pasar saham sejak 2008, namun banyak orang masih berpikir ini hanyalah gejolak sementara dan pasar yang menggairahkan akan berlanjut kembali. Semoga mereka benar.
Saat Dow Jones jatuh 777 poin pada 29 September 2008, semua orang panik, dan memang seharusnya. Tapi kejatuhan pasar saham tidak hanya terbatas pada satu hari. Sejak puncak pasar saham awal tahun ini, Dow Jones merosot hampir 3 kali lipat dari kejatuhan 777 poin tahun 2008 dahulu.
Selama 60 hari terakhir, kita telah melihat kejatuhan pasar saham harian terbesar ke-8 dan ke-10 dalam basis poin didalam sejarah Amerika. Anda mungkin berpikir ini cukup untuk menyadarkan orang-orang, tapi kebanyakan orang Amerika masih tidak tampak sangat kaget. Dan tentu saja apa yang terjadi pada saham Amerika sejauh ini cukup ringan dibandingkan dengan apa yang telah terjadi di seluruh dunia.
Sekarang ini, kekayaan pasar saham sedang disapu bersih di seluruh bumi ini, dan tidak ada ekonomi global terbesar yang luput dari semua ini. Berikut ini ringkasan dari apa yang telah kita lihat dalam beberapa hari terakhir:
Amerika Serikat - Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 2.000 poin sejak puncak pasar saham. Bulan Agustus lalu kita melihat saham turun lebih dari 500 poin pada perdagangan harian berturut-turut untuk pertama kalinya, dan belum pernah ada gejolak seperti ini di pasar Amerika sejak musim gugur 2008.
China - Shanghai Composite Index merosot hampir 40 persen sejak mencapai puncaknya pada awal tahun ini. Ekonomi Cina terus melambat, dan kami baru mengetahui bahwa indeks manufaktur China telah mencapai titik terendah dalam 78 bulan.
Jepang - Nikkei mengalami pergerakan yang sangat tajam baru-baru ini, dan sekarang turun lebih dari 3000 poin dari puncaknya di tahun 2015. Perekonomian Jepang dan sistem keuangan Jepang dua-duanya tidak berpengharapan pada saat ini, dan tidak perlu guncangan besar untuk mendorong Jepang mengalami keruntuhan keuangan.
Jerman - Hampir seperempat dari nilai saham Jerman telah lenyap, dan kejatuhan ini terancam jauh lebih buruk lagi. Skandal emisi pabrik Volkswagen menjadi berita utama di seluruh dunia, dan jangan lupa menyaksikan masalah besar di bank terbesar di Jerman.
United Kingdom - saham Inggris turun sekitar 16 persen dari puncaknya, dan ekonomi Inggris sedang berada dalam guncangan.
Perancis - saham Perancis telah turun hampir 18 persen, dan telah menjadi sangat jelas bahwa Perancis ada di jalan yang sama persis seperti Yunani yang sudah jatuh.
Brazil - Brasil adalah pusat krisis keuangan di Amerika Selatan tahun 2015. Saham di Brasil telah merosot lebih dari 12.000 poin sejak puncaknya, dan bangsa ini telah resmi memasuki resesi baru.
Italia - Perhatikan Italia. Saham Italia sudah turun 15 persen. Perhatikan ekonomi Italia yang akan menjadi berita utama yang sangat besar di bulan-bulan ke depan.
India - Saham di India sekarang telah turun hampir 4.000 poin, dan analis sangat prihatin dengan negara pengekspor utama ini bersamaan dengan perdagangan global yang terus menyusut.
Rusia - Meskipun harga minyak sudah jatuh, Rusia sebenarnya melakukan lebih baik dari hampir semua negara dalam daftar ini. Saham Rusia telah jatuh sekitar 10 persen sejauh ini, dan jika harga minyak tetap rendah, sistem keuangan Rusia akan terus menderita.
Apa yang kita saksikan sekarang ini adalah kelanjutan dari siklus kemerosotan keuangan yang terjadi setiap 7 tahun. Berikut ini adalah ringkasan bagaimana siklus ini telah terjadi selama 50 tahun terakhir:
Ini dimulai pada tahun 1966 dengan kejatuhan 20 persen pasar saham.
Tujuh tahun kemudian, pasar kehilangan 45 persen lagi (1973-1974).
Tujuh tahun kemudian adalah awal dari "resesi berat" (1980).
Tujuh tahun kemudian adalah kejatuhan Black Monday tahun 1987.
Tujuh tahun kemudian adalah kejatuhan pasar obligasi tahun 1994.
Tujuh tahun kemudian adalah peristiwa 9/11 dan runtuhnya 'penggelembungan pasar' teknologi 2001.
Tujuh tahun kemudian adalah runtuhnya keuangan global 2008.
2015: Apa selanjutnya?
Banyak orang yang mengharapkan sesuatu yang "besar" terjadi pada 14 September, dan kecewa ketika tidak ada yang terjadi.
Tetapi kenyataannya adalah bahwa hal itu bukan tentang melihat suatu hari tertentu. Selama 60 hari terakhir, kita telah melihat hal-hal yang luar biasa terjadi di seluruh dunia ini, namun beberapa orang bahkan tidak memperhatikan karena prakiraan mereka bagaimana peristiwa ini akan berlangsung ternyata tidak terjadi.
Dan ini hanyalah awal. Kita bahkan belum sampai pada krisis besar derivatif yang akan terjadi. Semua hal ini akan membutuhkan waktu untuk sepenuhnya terbuka.
Banyak orang yang menulis tentang "keruntuhan ekonomi" berbicara mengenai hal tersebut seperti ini merupakan suatu jenis "peristiwa" yang akan terjadi dalam sehari atau seminggu dan kemudian kita akan pulih kembali.
Itu tidak akan terjadi seperti itu.
Anda harus siap bertahan untuk krisis yang sangat, sangat panjang. Penderitaan yang akan datang di luar apa yang dapat kita bayangkan.
Bahkan sekarang kita dapat melihat tanda-tanda awal itu. Misalnya, walikota Los Angeles mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah tunawisma di kotanya telah menjadi begitu buruk dan sekarang sudah "darurat":
Pada hari Selasa, para pejabat Los Angeles mengumumkan masalah tunawisma kota telah menjadi darurat, dan mengusulkan penempatan US $ 100 juta untuk membantu penampungan populasi miskin yang sangat besar dan berkembang.
Walikota LA Eric Garcetti juga mengeluarkan perintah pada Senin malam kepada pemerintah kota untuk mengucurkan dana US $ 13 juta untuk membantu merumahkan sekitar 26.000 orang yang hidup berkeliaran di jalan-jalan kota.
Menurut Los Angeles Homeless Services Authority, jumlah tenda dan orang-orang yang tinggal di kendaraan telah meningkat 85 persen selama dua tahun terakhir saja.
Dan dalam beberapa tahun terakhir kita telah melihat kemiskinan benar-benar meningkat di seluruh negara. "Antrian roti" zaman Depresi Besar telah diganti dengan kupon makan, dan ada kemungkinan 'shutdown' pemerintah pada bulan Oktober bisa "menangguhkan atau menunda pembayaran kupon makanan":
Sebuah 'shutdown' pemerintah 1 Oktober bisa menangguhkan atau menunda pembayaran kupon makanan untuk sebagian dari 46 juta orang Amerika yang menerima bantuan makanan.
Departemen Pertanian mengatakan Selasa bahwa pihaknya akan menghentikan pemberian manfaat pada awal Oktober jika Kongres tidak meluluskan undang-undang untuk menjaga instansi pemerintah tetap buka.
"Jika Kongres tidak bertindak untuk mencegah penyimpangan dalam alokasi, maka USDA tidak akan memiliki dana yang diperlukan untuk manfaat SNAP pada bulan Oktober dan akan terpaksa untuk menghentikan pemberian manfaat dalam beberapa hari pertama bulan Oktober," kata Catherine Cochran, juru bicara USDA. "Jika itu terjadi, para keluarga tidak akan dapat menggunakan manfaat ini di toko-toko grosir untuk membeli makanan bagi keluarga mereka yang membutuhkan."
Di Amerika sendiri, ada puluhan juta orang yang tidak bisa bertahan hidup tanpa bantuan pemerintah federal, dan banyak orang yang jatuh dari kelas menengah setiap harinya.
Ekonomi Amerika sudah berantakan, dan sekarang krisis keuangan besar lain telah dimulai. Kapan kerumunan orang-orang "tidak ada apa-apa yang terjadi" ini akhirnya bangun? Mudah-mudahan itu terjadi sebelum mereka duduk mengemis di jalan untuk memberi makan keluarga mereka.
Siklus 7 Tahunan Pasar Saham
Sebagai tambahan dari siklus 7 tahunan ini, ada elemen tambahan yang menjadikan siklus ini semakin luar biasa. Siklus 7 tahunan ini berjejer 7 - siklus 49 tahunan bagi tanah untuk diistirahatkan dan Yobel – penghapusan hutang seperti yang diperintahkan Allah kepada bangsa Israel untuk dilaksanakan.
Tahun Yobel adalah tahun pada akhir siklus 7 Shemitah, yaitu Tahun Sabat. Ini hal khusus yang berdampak pada kepemilikan dan pengelolaan tanah di Israel. Yobel terutama berhubungan dengan tanah, properti dan hak milik. Menurut Imamat, budak dan tawanan akan dibebaskan, hutang akan dihapuskan, dan kemurahan Allah akan terwujud.
Jika siklus ini berlaku lagi pada tahun 2015, investor bisa melihat salah satu pasar terburuk yang pernah mereka lihat – lebih buruk dari Depresi Besar dan runtuhnya keuangan tahun 2008.
Tetapi bahkan jika Anda tidak percaya sama sekali tentang runtuhnya keuangan 2015, itu memberikan kesempatan yang sangat baik untuk mempersiapkan portofolio investasi Anda untuk volatilitas yang lebih besar.
Lagipula, pasar saham telah mengalami peningkatan selama 7 tahun berturut-turut sekarang ini, dan pada satu titik, kita sepertinya akan melihat pembalikan, bahkan mungkin salah satu yang sangat buruk.
Arahkan Hatimu Kepada Allah
Saat menghadapi krisis, reaksi normal seringkali takut dan khawatir. Namun, Kitab Suci mengajar kita, "Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah" (Mazmur 55:22). Lakukan ini setiap kali Anda merasa takut atau khawatir.
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Matius 6:31-34
Sumber
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.