
Bulan April 2016, sebuah "pertemuan rahasia" yang melibatkan lebih dari 100 eksekutif dari sebagian institusi-institusi keuangan terbesar di dunia diadakan di kota New York.
Dalam "pertemuan rahasia" ini, sebuah perusahaan bernama "Chain" mengungkapkan sebuah teknologi yang mengubah US Dollar menjadi "aset digital murni." Dilaporkan, ada perwakilan-perwakilan dari Nasdaq, Citigroup, Visa, Fidelity, Fiserv dan Pfizer dalam ruangan tersebut, dan Chain juga mengklaim bekerjasama dengan Capital One, State Street dan First Data. Teknologi "revolusioner" ini bertujuan untuk mengubah total cara kita mempergunakan uang, dan itu akan menjadi sebuah langkah besar menuju masyarakat tanpa uang tunai secara fisik (cashless society). Namun jika sistem pembayaran digital ini sesuatu yang akan berdampak baik untuk masyarakat, mengapa itu diungkapkan dalam pertemuan rahasia para bankir Wallstreet? Apakah ada hal-hal lain yang sedang terjadi yang tidak boleh diketahui publik?
Tidak akan ada yang tahu tentang pertemuan rahasia ini jika bukan karena sebuah laporan di Bloomberg, yang menuliskan artikel berjudul "Inside the Secret Meeting Where Wall Street Tested Digital Cash" (Isi Pertemuan Rahasia dimana Wallstreet Menguji-coba Pembayaran Digital):
Pada Senin terakhir bulan April, lebih dari 100 eksekutif dari beberapa institusi keuangan terbesar dunia berkumpul untuk sebuah pertemuan private di kantor Nasdaq Inc, Times Square. Mereka tidak hadir di situ hanya untuk mengobrol tentang 'blockchain', teknologi baru yang diprediksi sebagian orang akan mentransformasi keuangan, namun untuk membangun dan bereksperimen dengan software.
Pada malam harinya, mereka telah melihat sesuatu yang revolusioner: US Dollar ditransformasi menjadi aset-aset digital murni, dapat digunakan untuk mengeksekusi dan menyelesaikan sebuah transaksi dengan seketika. Ini adalah janji blockchain, dimana sistem yang tidak praktis dan rawan kesalahan yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk memindahkan uang dari satu kota ke kota lain atau antar negara di dunia digantikan dengan sistem yang punya kepastian instan.
Ini digambarkan oleh Bloomberg, dan nampaknya ada alasan sangat bagus mengapa pertemuan ini dilakukan secara rahasia, karena banyak orang yang secara umum akan gelisah dengan langkah raksasa menuju komunitas cashless (tanpa uang tunai) ini. Bloomberg menambahkan:
Meskipun uang tunai di rekening bank bergerak secara elektronik sepanjang waktu sekarang ini, ada perbedaan antara sistem itu dengan apa yang disebut uang digital. Pembayaran elektronik sebenarnya hanyalah pesan-pesan bahwa uang tunai perlu dipindahkan dari satu rekening ke rekening lainnya, dan inilah yang membutuhkan waktu dalam proses-proses pembayaran. Bagi customer, memindahkan uang antar rekening bisa membutuhkan waktu berhari-hari sementara bank menunggu konfirmasi. Dollar digital, nampaknya, sudah dimasukkan terlebih dulu ke dalam sebuah sistem seperti blockchain. Dari situ, mereka dapat memindahkannya dengan segera sebagai suatu aset.
"Bukannya catatan atau pesan untuk memindahkan, tetapi ini benar-benar aset yang sebenarnya," kata Ludwin. "Pembayaran dan penutupan menjadi hal yang sama."
Kenapa ini menjadi mengkhawatirkan adalah karena kita sedang melihat langkah-langkah besar menuju sistem tanpa uang tunai di seluruh planet. Di Swedia, 95% seluruh transaksi retail sudah cashless, dan ratusan mesin-mesin ATM sudah dan sedang disingkirkan. Di Denmark, pegawai-pegawai pemerintah memiliki tujuan negara final untuk "memusnahkan uang tunai" sebelum tahun 2030. Dan di Norwegia, bank terbesar di negara itu secara umum menyerukan penghapusan total semua uang tunai.
Negara-negara lain di Eropa sudah melarang transaksi tunai terhadap sejumlah nominal tertentu. Beberapa contoh antara lain:
Transaksi tunai lebih dari 2.500 euro sudah dilarang di Spanyol, dan Perancis dan Italia telah melarang transaksi tunai lebih dari 1.000 euro.
Sedikit demi sedikit, uang tunai sedang dimusnahkan, dan apa yang kita lihat sejauh ini barulah permulaannya. 417 milyar transaksi cashless dilakukan pada tahun 2014, jumlah akhir yang diperkirakan untuk tahun 2015 diproyeksikan lebih tinggi.
Dorongan global ke arah masyarakat cashless akan menjadi semakin intensif, karena bank-bank dan pemerintah-pemerintah cenderung menyukai sistem seperti ini.
Bank-bank benar-benar menyukai konsep masyarakat cashless karena itu akan memaksa setiap orang menjadi nasabah mereka. Tidak akan ada lagi uang tunai yang disembunyikan di bawah bantal atau brankas di rumah atau membayar semua tagihan-tagihan dengan uang kertas. Di dalam sistem cashless, semua orang akan tergantung kepada bank-bank, dan mereka akan mendapatkan sangat banyak uang kapan pun seseorang menggesek kartu-kartunya atau "chip-chip" mereka discanning.
Pemerintah-pemerintah melihat sangat banyak keuntungan dalam masyarakat cashless. Mereka mengatakan kepada kita bahwa mereka akan dapat melacak pengedar-pengedar obat bius, penggelapan pajak, teroris dan pencucian uang, tapi kebenarannya adalah itu akan memungkinkan mereka mengawasi, melacak, memonitor dan mengendalikan secara virtual seluruh transaksi-transaksi finansial semua orang di muka Bumi. Kehidupan semua orang akan menjadi buku yang terbuka bagi pemerintah (dunia), dan privasi keuangan akan menjadi hal-hal yang tidak akan ada lagi.
Sebagai tambahan, potensi terjadinya tirani akan menjadi hal-hal yang tidak bisa terhindarkan.
Dimana pemerintah akan menjadi penjaga pintu bagi siapa yang diijinkan menggunakan sistem cashless dan siapa yang tidak. Mereka dapat menuntut semua orang untuk tunduk kepada berbagai macam peraturan identifikasi pemerintah sebelum diijinkan beroperasi di dalam sistem, dan masuk akal juga bahwa sebuah sumpah kesetiaan akan diminta.
Tentu saja jika Anda tidak mau tunduk dengan tuntutan-tuntutan mereka, Anda tidak akan dapat membeli, atau menjual, atau membua rekening bank atau mendapatkan pekerjaan dan gaji tanpa akses kepada sistem cashless.
Semoga orang-orang mengerti ke mana semua ini akan bergerak. Uang kertas merupakan komponen penting kemerdekaan manusia, dan jika itu disingkirkan dari masyarakat, akan membuka pintu terhadap segala jenis penyalahgunaan.
Bahkan sekarang, pembayaran tunai secara perlahan-lahan mulai dikriminalisasi di Amerika. Contohnya, jika uang tunai digunakan untuk membayar kamar hotel yang dianggap oleh otoritas federal sebagai "aktivitas mencurigakan," itu harus dilaporkan kepada pemerintah. Tentu saja, sekarang ini belumlah melawan hukum untuk membayar tagihan hotel dengan uang tunai, tetapi menurut pemerintah, itu sesuatu yang dilakukan oleh "para teroris," jadi itu perlu diawasi dengan ketat.
Tidak dibutuhkan banyak imajinasi untuk melihat ke mana semuanya ini akan berujung. Dan bagi Anda yang memahami waktu seperti apa sekarang ini, ini merupakan indikasi jelas bahwa kita sedang bergerak menuju bagian akhir dari permainan.
Dan kepadanya telah ditetapkan untuk memberikan roh kepada ikon binatang buas itu, supaya ikon binatang buas itu pun dapat berbicara, dan dia (nabi palsu) membuat sebanyak orang yang tidak menyembah ikon binatang buas itu, agar mereka dapat dibunuh.
Dan dia (nabi palsu) membuat semua orang, kecil dan besar, juga kaya dan miskin, bahkan merdeka dan hamba, supaya dia memberikan kepada mereka sebuah tanda pada tangan kanan mereka atau pada dahi mereka.
Dan supaya setiap orang tidak dapat membeli atau menjual, kecuali dia yang mempunyai tanda atau nama binatang itu atau bilangan namanya.
Inilah hikmat itu: Siapa yang memiliki pengertian, biarlah dia menghitung bilangan binatang buas itu, karena itu adalah bilangan seorang manusia dan bilangannya adalah enam ratus enam puluh enam.
Wahyu 13:16-18 (ILT)
Referensi:















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.