Senin, 14 November 2016

PESAN TERSEMBUNYI DARI PILPRES AS UNTUK ORANG - ORANG YAHUDI





Pesan tersembunyi dari Pilpres AS untuk orang-orang Yahudi!

Kemenangan Trum disambut baik kalangan Yahudi, karena menganggap bahwa kemenangan itu tak lepas dari suara Yahudi Amerika yang mendukungnya.

Terlebih Trump dalam kampanyenya berjanji akan memperbaiki hubungan compang-camping dengan Israel, merobek-robek kesepakatan nuklir Iran, dan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Trump juga menegaskan kembali prioritas GOP nominee untuk aliansi AS-Israel, dukungan Israel di PBB dan dukungan perjanjian damai secara langsung tanpa syarat bagi Israel-Palestina.

Meski membawa era baru bagi hubungan AS-Israel, pilpres AS ternyata memiliki pesan tersembunyi khusus bagi orang-orang Yahudi yang telah terdiaspora di negara-negara lain. Pemilihan biasanya diadakan hari Selasa pertama di bulan November, tetapi tahun ini ditunda sepekan, dimana bertepatan dengan tiga peristiwa yang signifikan untuk orang-orang Yahudi, yaitu Hari Aliyah Nasional di Israel, pembacaan bagian Taurat mingguan yang berkaitan dengan Abraham meninggalkan tanah airnya untuk Israel, dan peringatan ke-78 dari Kristallnacht.

Oleh sebab itu, tahun-tahun ini menjadi peringatan bagi orang Yahudi untuk kembali ke Israel, ungkap Rabbi Yitzchak Batzri, seorang pengikut Kabbalah.

Rabbi Yosef Berger, rabi dari Makam Raja Daud di Gunung Sion, sepakat bahwa peristiwa politik baru-baru ini adalah tanda bahwa orang-orang Yahudi di Amerika harus pindah ke Israel, seperti yang ia lihat dalam komentar kuno pembacaan Taurat minggu ini.

“Dalam perintah Allah kepada Abraham untuk meninggalkan tanah airnya dan datang ke Israel adalah pesan tersembunyi untuk orang-orang Yahudi, yaitu mereka harus pulang ke rumah mereka” kata Rabbi Berger.

Rabbi Berger mengutip Baal Haturim, seorang komentator Alkitab abad ke-13 dari Cologne. Baal Haturim menjelaskan bahwa kata pertama dari ayat ini, ‘Lech’ (perintah ‘go’:pergi) ditulis dua kali sebagai referensi untuk dua diaspora: Mesir dan Babilonia. Dia menjelaskan bahwa Allah menunjukkan orang-orang buangan masa depan untuk Abraham secara detail melalui visi kenabian.




Ia juga menggunakan perhitungan gematria, dimana pesannya sama bagi orang Yahudi bahwa tahun ini merupakan tahun untuk kembali ke tanah mereka.”Pintu pulang dari pengasingan cepat menutup”, jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.