Kamis, 05 Januari 2017

PBB MEMUTUSKAN BUKIT BAIT SUCI DAN TEMBOK RATAPAN ADALAH MILIK MUSLIM, MENGUTUK ISRAEL ATAS TERJADINYA KEKERASAN





Draft resolusi ini diajukan oleh Algeria, Mesir, Lebanon, Morocco, Oman, Qatar, dan Sudan.

24 negara yang memberikan voting suara mendukung resolusi tersebut adalah Algeria, Bangladesh, Brazil, Chad, China, Republik Dominica, Mesir, Iran, Lebanon, Malaysia, Morocco, Mauritius, Mexico, Mozambique, Nicaragua, Nigeria, Oman, Pakistan, Qatar, Russia, Senegal, Afrika Selatan, Sudan dan Vietnam.

26 negara yang abstain dari voting adalah Albania, Argentina, Cameroon, El Salvador, Perancis, Ghana, Yunani, Guinea, Haiti, India, Italia, Pantai Gading, Jepang, Kenya, Nepal, Paraguay, Saint Vincent dan Nevis, Slovenia, Korea Selatan, Spanyol, Sri Lanka, Swedia, Togo, Trinidad dan Tobago, Uganda dan Ukraina.

Suara yang menentang adalah Estonia, Jerman, Lithuania, Netherlands, Inggris dan Amerika Serikat.


Serbia dan Turkmenistan absen dalam voting tersebut.

Hari Kamis, Duta Besar Israel untuk Vatican, Oren David, menghubungi Antoine Camilleri, Sekretaris Vatican untuk Hubungan dengan Negara-negara, meminta bantuan Vatican untuk Israel, menyatakan bahwa resolusi tersebut juga membahayakan hubungan Kekristenan terhadap situs-situs di Tanah Suci tersebut. Vatican hanya memiliki status pengamat di PBB, sama halnya seperti Otoritas Palestina, dan tidak dapat memberikan suaranya. Respon Vatican belum diketahui.

Resolusi ini akan dibawa ke dewan eksekutif UNESCO untuk mendapatkan persetujuan resmi minggu depan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bereaksi keras terhadap voting tersebut.

“Panggung sandiwara konyol terus berlanjut dengan UNESCO dan hari ini organisasi tersebut telah membuat keputusan paling aneh dengan mengatakan bahwa bangsa Israel tidak punya hubungan dengan Bukit Bait Suci dan Tembok Barat (Tembok Ratapan).”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.