"MASHIACH YEHOSHUA SUDAH DI AMBANG PINTU KEDATANGANNYA" Rabbi Moshe Sternbuch, hakim ketua dari Edah HaChareidis di Yerusalem, cicit dari Vilna Gaon, pada bulan Desember 2015 kemarin mengatakan, “Kita telah menerima pengajaran langsung, diturunkan dari generasi ke generasi, dari Vilna Gaon, bahwa ketika Russia pergi dan menaklukkan Istanbul, ibukota Turki, ini merupakan waktunya untuk segera mengenakan pakaian-pakaian Shabbatmu dan mengharapkan Messias.”
Nubuatan Vilna Gaon diperkuat oleh nubuat senada, yang berasal dari orang Rabbi Yahudi terkenal bernama Ba’al Shem Tov, pendiri Yudaisme Hasidic. Seperti Vilna Gaon, Ba’al Shem Tov hidup pada abad ke-18.
“Ketika kamu melihat kuda Russia berada di Konstantinopel (sekarang Istanbul), kota di Turki, kamu harus tahu bahwa Moshiach (Messiah) akan segera datang.”
Menurut Kloisenberger Rebbe, sebagai tambahan kehadiran militer Rusia di kota Istanbul, Turki, tanda lain yang disebutkan Ba’al Shem Tov mengenai kedatangan segera Messiah adalah, “Russia akan datang, mereka akan datang dan bersama-sama dengan anak-anak Ishmael.” Yaitu, ketika Russia menggabungkan kekuatannya dengan keturunan spiritual Ishmael, yang hari ini diidentifikasi sebagai keturunan Muslim, itu tanda lain kedatangan Messias.
Rabbi Moshe Sternbuch membahas ajaran profetik ini, mempertanyakan kenapa Turki akan memusuhi Russia, walaupun Russia jauh lebih unggul secara militer.
“Kita melihat dalam peristiwa-peristiwa ini penggenapan ajaran para Rabbi-rabbi Besar kita, bahwa ketika Moshiach akan datang, Elohim membuat kerajaan-kerajaan saling bermusuhan satu sama lain dan mereka mulai berperang bertentangan dengan keinginan mereka sendiri,” jelas Rabbi Sternbuch.
Versi asli dari nubuat yang ditulis Rabbi Ostropoli mencatat bahwa Israel akan mengalami banyak proses. Pada awalnya, Israel akan berada di bawah kekuasaan Turki, sesudah itu akan berada di bawah kekuasaan Inggris, dan, pada akhirnya, Israel akan berada di bawah kekuasaan Russia.
Kekaisaran Ottoman memerintah di Israel pada saat Rabbi Ostropoli menulis bukunya. Namun Mandat Inggris atas Tanah Palestina baru digenapi hampir 300 tahun sesudah ia menubuatkan bahwa Inggris akan memerintah atas Israel. Russia tidak pernah menguasai Israel, namun tentara Russia tidak pernah berada begitu dekat dengan Yerusalem seperti halnya hari-hari ini.
Dalam pandangan profetik tradisional, Russia diasosiasikan dengan Magog, yang bersama-sama dengan sekutu-sekutunya (Persia, Kush, Put, Gomer, Meshek, Tubal, Bet-togarma) akan menyerang Israel pada Hari-hari Akhir.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.