Bagaimana kita dapat mengetahui yang mana malaikat Allah? Apa karakteristik dari malaikat ilahi, yang berlawanan dengan roh-roh jahat?
Pertama-tama, para malaikat diutus oleh Allah yang Mahakuasa. Mereka membawa pesan kesembuhan dan kelepasan. Mereka tidak berbicara atas nama mereka sendiri, tetapi selalu berada di bawah otoritas Allah. Mereka kudus secara sempurna, dan selalu taat kepada Firman Allah. Seluruh perilaku mereka sepadan dengan perintah dan prinsib-prinsib kitab suci.
Malaikat tidak pernah memaksa diri mereka dan pelayanan mereka kepada anda, tetapi roh-roh jahat memaksa anda. Seorang malikat dapat datang dengan kuasa kesembuhan, tetapi anda yang harus memilih untuk membuka pintu hatimu kepadanya.
Dalam sepuluh tahun terakhir malaikat telah menjadi topic hangat buku-buku, program televisi, dan bahkan film. Sangnya banyak informasi yang kita temukan dari sumber-sumber tersebut tidak benar. Manusia tidak akan menjadi malaikat setelah mereka mati. Manusia dan malaikat adalah dua makhluk yang berbeda. Manusia tidak dapat menjadi malaikat, dan malaikat tidak dapat menjadi manusia! Tidak ada malaikat yang dapat membuat sayapnya sendiri!” tidak satupun di surge yang dihasilkan dari usaha pribadi, baik atau buruk.
Sebuah film menunjukan salah satu archangels, seorang malaikat pemimpin dari Allah, yang turun ke bumi, dimana ia diizinkan untuk merokok, mengucapkan kutuk, mabuk dan mengejar wanita. Tidak satupun malaikat yang pernah bermipi untuk berperilaku seperti itu. Meskipun hal itu digambarkan sebagai suatu kisah cinta yang lembut tentang pengorbanan bagi orang lain, hal mengenai karakter, sifat dasar, dan perilaku, malaikat tersebut adalah salah.
=================================================
Malaikat penjaga kita
Meskipun demikian, benar bahwa masing-masing kita diberikan seorang malaikat untuk menjadi penjaga kita. Masing-masing kita setidaknya memiliki seorang malaikat, dan selama masa-masa sulit dalam hidup kita, Allah mungkin menugaskan lebih banyak malaikat kepada kita. Matius 18:10 menyatakan hal ini kepada kita:
“Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.”
Dr. Roy Hicks, dalam bukunya Malaikat Penjaga: Bagaimana mengakfifkan Pelayanan Malaikat dalam Hidup Anda, menceritakan kisah seorang penginjil di Panama. Utusan injil ini bergabung dengan utusan injil lainnya untuk melakukan perjalanan jauh di pedesaan, dimana kabar baik belum diberitakan; mereka tahu bahwa akan terjadi penganiayaan yang serius. Namun, kedua orang ini cukup berhasil dalam pelayanan penjaunkauan dan mereka dapat merintis sebuah gereja dari kebaktian mereka yang diadakan.
Ketika mereka kembali ke tahun berikutnya untuk memberi dukungan kepada jemaat yang masih baru, para utusan injil ini bertemu dengan seorang Kristen baru yang menunjuk ke sebuah rumah di kejauhan, sambil menanyakan apakah mereka ingat bahawa mereka pernah tidur di sana tahun lalu. Ketika para utusan injil ini menjawab bahwa mereka ingat, orang percaya baru ini menjelaskan bahwa pada waktu itu, ia dan beberapa orang lainnya telah berencana untuk membunuh kedua orang ini sewaktu mereka tidur. Tidakan mereka dapat dicegah oleh kehadiran dua orang penjaga rumah yang bertubuh sangat besar.
Kedua penginjil ini bersyukur kepada Allah atas penjagaan malaikat yang diutus-Nya untuk melindungi mereka.
Kita sering berpikir tentang malaikat penjaga sebagai penjaga anak-anak kecil – memang benar – tetapi ada juga malaikat penjaga bagi setiap orang percaya. “Anak-anak” yang disebutkan dalam matius 18 bukan hanya anak-anak kecil, tetapi juga orang-orang Kristen dari segala usia, yang adalah anak-anak Allah. “anak-anak kecil”-Nya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.