
Konflik bersenjata yang telah berlangsung selama 5 tahun di Suriah tampaknya akan segera berakhir setelah AS dan Rusia selangkah lagi akan menyepakati gencatan senjata. | (Istimewa)
JENEWA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry mengatakan, AS dan Rusia sudah sangat dekat dengan kesepakatan yang bisa mengakhiri pertempuran di Suriah. Namun ia menegaskan bahwa solusi politik adalah satu-satunya hal yang dapat mengakhiri perang saudara yang telah berkecamuk selama lima tahun itu.
"Hari ini saya bisa mengatakan kami mencapai kejelasan tentang jalan di masa depan," kata Kerry di Jenewa, dimana ia dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah bernegosiasi terkait cara untuk mencapai gencatan senjata seperti dikutip dari NBC, Sabtu (27/8/2016).
Kerry memperingatkan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Gencatan senjata yang diumumkan pada bulan Februari lalu, ambruk di tengah ketidakmampuan masyarakat internasional menangani pelanggaran.
"Seperti yang kita semua telah lihat sekarang, pelanggaran akhirnya menjadi norma bukan pengecualian," kata Kerry. Kerry mengatakan rezim Suriah Bashar al-Assad telah melakukan pemboman udara dilanjutkan dengan bom barel dan gas kolin.
Kerry mengungkapkan masih ada masalah kecil yang harus diselesaikan pada kesepakatan dan masih banyak diskusi yang harus dilakukan terkait bagaimana membuat tongkat gencatan senjata.
"Kami sudah sangat dekat. Tapi seperti yang saya katakan kepada Anda dalam konteks lain sebelumnya, kami tidak akan terburu-buru untuk sepakat sampai memenuhi sepenuhnya kebutuhan rakyat Suriah dan kemampuan masyarakat internasional untuk mengatasinya dengan cara yang dapat menunjukkan hasil yang nyata," kata Kerry.
sindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.