Ketika dunia melihat tindakan barbar ISIS, ada kecenderungan untuk berbicara tentang perang atau keputusasaan dan kekalahan. Walaupun kejahatan ini terjadi, beberapa orang Kristen mengatakan Allah sedang bekerja di daerah di mana kegelapan sepertinya berkuasa.
Sementara ISIS menaklukkan bagian Iraq utara dan menganiaya orang Kristen minoritas, Injil sebenarnya mulai tersebar.
Perjumpaan Supernatural
Fabian memimpin sebuah rumah doa di Kurdistan. Dia berkata dia menjumpai sejumlah orang yang mengalami perjumpaan supernatural dengan Yesus.
"Orang-orang di jalan-jalan ini dan di kamp-kamp pengungsi ini, berasal dari tempat-tempat yang diduduki ISIS, bahkan orang-orang dari sini juga berjumpa dengan Yesus dalam mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan," kata Fabian.
Perjumpaan ilahi ini tidak terbatas kepada daerah yang dikuasai ISIS saja. Ini fenomena yang terjadi di seluruh Timur Tengah.
CBN News bertemu dengan beberapa orang Iran yang mengunjungi Kurdistan yang ingin membagikan kisah-kisah mereka. Kami menyembunyikan identitas mereka demi keamanan mereka.
"Tiba-tiba, suatu malam ketika aku berada di tempat tidur, aku bermimpi dan Terang itu berbicara seperti aku berbicara kepadamu sekarang ini," kata seorang wanita yang dipanggil "Abby" kepada CBN News. "Terang itu berbicara kepadaku dan memanggil namaku secara lisan dan berkata, 'Datanglah kepada-Ku. Aku akan menyelamatkan kamu dan membebaskan kamu.'"
Keputusan itu akhirnya segera diambil oleh "Abby" dan ibunya.
"Tahun ini, kira-kira tujuh bulan lalu, kami membuat keputusan untuk mengikuti Yesus dengan segenap hati kami," sambungnya.
"Ketika kami datang ke sini, mereka memberi kami penjelasan tentang kehidupan Kristus dan Kerajaan Allah menurut Kitab Injil," katanya. "Di sini kami menyadari mimpi yang aku mimpikan adalah Yesus. Dia memanggil kami untuk memberikan kami keselamatan dan memberi kami perhentian, memberi kami hidup."
CBN News bertanya bahaya-bahaya apa saja yang dihadapi Abby di Iran.
"Jika orang-orang tahu tentang imanku, aku akan ditolak oleh orang-orang," katanya. "Ini semacam penganiayaan sosial. Jika pemerintah tahu tentang imanku, aku akan langsung dihukum mati atau digantung di jalanan."
Dilahirkan Kembali
Seorang wanita lainnya, kami sebut namanya "Barbara," mulai membaca Perjanjian Baru.
"Ketika aku pertama kali mulai membaca Injil, suatu kuasa keluar dari Alkitab itu ke dalam hatiku," katanya. "Itu seperti sebuah batu kecil di tengah lautan, ya, lautan… suatu kuasa datang ke dalam hidupku dan aku merasakan bahwa aku bukanlah pribadi yang sama lagi."
"Aku segera dilahirkan kembali dan keluar dari sesuatu yang benar-benar mati, sangat buruk dan sesuatu yang terjadi kepadaku benar-benar berbeda," katanya.
Lalu datanglah mimpinya.
"Pada suatu malam ketika aku pergi ke tempat tidurku aku melihat, aku melihat Yesus," lanjutnya. "Dia sedang berbicara mengenai aku di Surga – mengenai Kerajaan Allah. Ketika aku melihat Yesus, Dia menunjuk ke arahku. Lalu Dia berkata kepadaku bahwa aku harus membaca Injil supaya menguatkan imanku dan dapat membagikan imanku dengan teman-temanku."
"Aku tidak melihat secara jelas wajah-Nya, tapi aku melihat bentuk-Nya, engkau tahu," dia mengingatnya kembali. "Dia adalah seorang Raja dan kerajaan-Nya – atau kekuasaan kerajaan-Nya – ada atas seluruh alam semesta dan setiap orang bersujud menyembah kepada-Nya. Dia sedang berbicara tentang kerajaan-Nya dan aku adalah salah satu dari mereka yang berdiri di hadapan-Nya."
CBN News bertanya kepada Barbara bagaimana perasaannya sekarang.
"Aku merasa memiliki harta kekayaan yang amat sangat besar. Sebanyak yang aku berikan, lebih banyak lagi yang datang," katanya.
"Engkau tahu Iran adalah wilayah yang sangat berbahaya. Jika engkau tidak berpikir seperti mayoritas lainnya, engkau akan dianggap pemberontak," katanya. "Jadi itu artinya engkau akan memilih nasibmu atau kematianmu dengan tanganmu sendiri."
Keputusan yang mengubah hidup
"Claire" memperoleh iman melalui Kitab Suci dan seorang teman.
"Ketika aku sedang membaca Alkitab, aku tidak dapat bertanya kepada yang lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai ayat yang aku baca, tapi kemudian aku pergi ke universitas," katanya.
"Selama studi di universitas, aku bertemu dengan seorang gadis Armenia. Aku bertanya kepadanya begitu banyak pertanyaan mengenai kekristenan: Bagaimana mereka hidup? Bagaimana mereka menyembah? – Banyak hal mengenai kehidupan Kristen," katanya menjelaskan.
"Dia menjawab pertanyaan-pertanyaanku dan perkenalan itu menyebabkan aku membuat keputusanku sendiri," katanya.
Keputusan itu mengubah hidupnya.
"Engkau tahu, Kristus yang setia membawa bagiku banyak berkat," kata Claire. "Aku tidak bisa menggambarkan Yesus yang setia dengan kata-kata. Tapi hal-hal yang tidak dapat aku ucapkan dengan kata-kata terjadi kepadaku."
"Kapan pun aku berdoa dan aku mengangkat perasaan dalam hatiku kepada Allah, aku benar-benar percaya dan aku merasa tangan Allah menjamah hatiku dan menggetarkan hatiku," katanya.
Mahkota Raja
Seorang pria yang kami panggil "Dennis" juga mendapatkan mimpi.
"Dalam mimpi itu, aku masih ingat tanda-tanda di wajah-Nya dan Dia memakai sebuah mahkota, sebuah mahkota Raja di kepala-Nya," katanya sambil mengingat kembali. "Terang yang sangat kuat keluar dari setiap bagian tubuh-Nya dan banyak orang yang bersujud menyembah di hadapan-Nya."
"Aku masih hidup dalam ingatan mimpi itu. Itu masih hidup di dalamku dan itu ada bersamaku setiap hari," katanya. "Aku ingat dalam pikiranku rasa yang aku lihat di Surga. Dia menunjukkan kepadaku banyak hal berbeda sejak aku percaya dalam Yesus. Tapi mimpi itu menjadi titik balik dalam hidupku."
CBN News menanyakan apakah ada lainnya yang datang kepada Yesus di dalam Iran.
"Ya, banyak orang datang kepada Kristus melalui mimpi. Engkau tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus menampakkan diri kepada mereka. Aku mengalaminya dengan mata kepalaku sendiri bahwa setiap orang sedang mencari sebuah tempat tinggal; mencari kebenaran," kata Dennis.
"Engkau tahu pengalaman yang dilalui orang-orang Iran sekarang ini sangatlah sulit. Satu-satunya yang dapat mengubah keadaan itu adalah Kristus sendiri," katanya.
"Jadi, tolong doakan dan mintalah yang lain-lainnya untuk berdoa bagi orang-orang Iran supaya mengalami kuasa Kebangkitan," katanya.
Gereja dengan pertumbuhan paling pesat
Para mullah Iran berusaha memadamkan kekristenan di Republik Islam mereka. Meskipun usaha-usaha itu, para misionaris berkata Iran adalah salah satu yang memiliki gereja-gereja dengan pertumbuhan paling pesat di dunia.
Sementara politik dan para ekstrimis menyusun kekuatan di Timur Tengah, Fabian dan lainnya berkata Roh Kudus sedang bekerja pada tingkat yang jauh lebih tinggi untuk mengubahkan jiwa-jiwa.
"Tuaian sudah sangat matang dan orang-orang itu sangat putus asa. Mereka sudah kehilangan segalanya. Mereka ada dalam kesakitan. Mereka butuh pertolongan dan mereka siap mendengarkan dan orang-orang perlu tahu itu," kata Fabian.
"Memang iya, ada banyak orang jahat yang ingin membunuh dan menghancurkan, tapi jauh lebih banyak orang yang putus asa untuk mendapatkan jawaban dalam kehidupan," kata Fabian.
"Dan kami, sebagai garam dan terang, kami perlu berada di sini untuk waktu yang seperti ini," katanya. "Untuk menjadi suara-Nya dan menjadi tangan-Nya dan membawa Injil Kerajaan kepada jiwa-jiwa mereka."
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.