Badai besar yang mengarah ke Washington D.C., dinamai 'Joaquin,' artinya "diangkat oleh Yahweh."
Johathan Cahn, pengarang buku best seller New York Times "The Harbinger" dan "The Mystery of the Shemitah," mengatakan, pengibaran bendera ini merupakan peristiwa simbolis yang signifikan dalam sejarah.
"Ini menjadi pertanda bahwa PBB akan segera mengakui Palestina," kata Cahn.
Dan ini terjadi hampir sebulan setelah Paus Fransiskus dan Vatican mengakui negara Palestina.
"Palestina adalah nama yang diberikan kepada tanah Israel oleh orang-orang Romawi, yang bermaksud untuk menghapuskan hubungan antara orang-orang Yahudi dengan Tanah Perjanjian. Secara harafiah artinya "Tanah orang Filistin," kata Cahn.
Dengan kata lain, nama "Palestina" diberikan kepada daerah tersebut sebagai suatu penghinaan kepada orang-orang Yahudi karena Filistin adalah musuh bebuyutan Israel sejak masa lampau dalam sejarah Kitab Suci.
Pada saat yang sama bendera dikibarkan, Mahmoud Abbas, presiden Otoritas Palestina, mengatakan kepada dunia bahwa Kesepakatan Perjanjian Perdamaian Oslo sekarang sudah mati dan bangsa Palestina tidak lagi terikat dengan kesepatakan tersebut.
"Seluruh kesepakatan keamanan dengan Israel sekarang telah batal. Dia memanggil orang-orang Palestina untuk melawan Israel," kata Cahn. "Semua hal ini akan mengarah kepada konflik dan kemungkinan perang.
William Koenig, pengarang buku tahun 2004, "Eye to Eye: Facing the Consequences of Dividing Israel," yang mendokumentasikan meningkatnya jumlah angin badai "penghakiman" setiap kali Amerika Serikat berpaling ke kepada anti-Israel atau kebijakan pro-Palestina.
Koenig menemukan, lebih dari sekedar kebetulan bahwa sebuah depresi tekanan tropis telah terbentuk di Samudera Atlantik pada hari Minggu malam, pada saat seluruh dunia mengamati gerhana bulan super blood-moon pada perayaan hari raya Pondok Daun di Israel.
Sekarang ini badai Kategori 4 – dan diperkirakan akan sampai ke daratan di daerah antara Washington, D.C., dan New York pada hari Senin pagi.
Bendera Palestina dikibarkan di markas PBB pada 30 September.
"Angin topan ini berubah menjadi Badai Joaquin selagi Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sedang bersiap menjadi tuan rumah pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang upaya perdamaian Israel-Palestina, selagi hal ini mengemuka di sidang umum PBB setelah pengibaran bendera Palestina dan pidato pimpinan Palestina Mahmoud Abbas kepada Sidang Umum PBB menyerukan berdirinya negara Palestina," kata Koenig.
Ada sebuah arti didalam nama "Joaquin," katanya.
"Joaquin didalam bahasa asli Ibrani, secara literal berarti 'diangkat oleh Yahweh' atau 'didirikan oleh Yahweh,'" kata Koenig.
Jehoiakim (Yoyakim) adalah raja terakhir Yehuda dalam Perjanjian Lama.
Koenig mengatakan, dalam penelitian untuk bukunya, dia menemukan bahwa "pada saat Amerika Serikat atau negara lain memberikan tekanan kepada Israel untuk membagi-bagi tanah perjanjian, yang diberikan Elohim Yahweh kepada Abraham dan keturunannya, akan terjadi angin topan atau badai yang mencatat rekor dan/atau peristiwa-peristiwa yang berhubungan."
Beberapa contoh kasus: The Perfect Storm, peristiwa teror di World Trade Center dan Pentagon pada 11 September 2001, Badai Katrina dan 85 peristiwa lainnya yang mencatat rekor sejak konvensi "tanah untuk perdamaian" pada Konferensi Madrid akhir Oktober 1991.
Temukan bagaimana siklus 7 tahun Alkitabiah mempengaruhi Amerika dan dunia dalam dokumentasi buku Jonathan Cahn "The Mystery of the Shemitah."
Perjanjian Oslo yang disepakati Abbas adalah serangkaian kesepakatan damai antara Israel dan Palestina yang ditandatangani pada awal 1990. Kesepakatan ini berfungsi sebagai dasar kerjasama diantara musuh bebuyutan ini dengan tujuan utama menciptakan solusi dua negara.
Perjanjian ini, dinegosiasikan dalam pertemuan rahasia di London dan Norwegia, pertama ditandatangani 13 September 1993, disebut "penyelesaian damai yang komprehensif" dalam 5 tahun.
Joel Richardson, guru besar Alkitab internasional, sutradara film dan pengarang buku best seller, "The Islamic Antichrist," dan juga "Mideast Beast" dan "When A Jew Rules the World," mengatakan dia tidak terkejut dengan langkah Abbas maupun pengibaran bendera Palestina di markas PBB.
"Kita mesti paham bahwa PBB telah berkembang menjadi sangat dipengaruhi mayoritas pro-Palestina, ekstrimis Islam yang didanai lobi anti Yahudi selama puluhan tahun sekarang ini," kata Richardson, yang berkelana di Timur Tengah untuk membuat film dokumenter "End Times Eye Witness," yang didalamnya dia mewawancarai pimpinan-pimpinan agama Yahudi, Kristen dan Islam dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai harapan mereka untuk hari-hari terakhir.
"Kesaksian nabi-nabi alkitab sangat jelas dan konsisten bahwa pada hari-hari terakhir semua bangsa, yaitu PBB, tidak hanya secara bersama-sama mendukung bangsa Filistin akhir zaman, bahkan akan datang melawan Israel dalam front militer gabungan," kata Richardson. "Waktu kesusahan bagi Yakub semakin dekat. Sekarang ini waktunya untuk berdiri bersama orang-orang Yahudi melawan kebencian dan propaganda penyesatan yang sudah naik sampai ke tingkatan banjir untuk menenggelamkan dia."
Juga perlu diperhatikan bahwa berita Rabu dari bangsa Palestina ini datang bersamaan dengan dimulainya "tahun profetik Yobel," kata Cahn.
"Ini adalah siklus 49/50 tahun yang ditentukan dengan timing 7 Tahun Sabat yang muncul berdekatan dengan misteri Shemitah (Tahun Sabat)," katanya. "Dalam 2 siklus terakhir, itu telah membawa peperangan, peperangan di Timur Tengah, peperangan yang melibatkan tanah Israel, dan berakhir dengan restorasi profetik akhir zaman (berdirinya negara Israel 1948 dan Israel merebut Yerusalem 1967). Tidak hanya itu akan terus terjadi, tapi sejak 23 September 2015, kita telah memasuki periode ini. Jika peristiwa kali ini mengikuti 2 pola siklus sebelumnya, maka kita bisa berharap terjadinya tahun yang penting berkenaan dengan Israel dan Timur Tengah – dan kemungkinan konflik yang berfokus di Yerusalem, bahkan mungkin di Bait Suci."
"Yang menarik, semakin kita mendekati permulaan tahun Profetik Yobel, konflik di kompleks Bait Suci mulai terjadi. Dan itu terjadi hanya beberapa jam sebelum Tahun Baru Yahudi, Hari Raya Peniupan Sangkakala. Dengan kata lain, itu terjadi pada 29 Elul atau 13 September 2015, hari penghapusan hutang – tahun Sabat."
Mzm 135:7 Dia menyebabkan uap air membubung dari ujung bumi, Dia membuat kilat untuk hujan, Dia mengembuskan angin dari perbendaharaan-Nya.
Minggu terakhir sejak 23 September 2015 ini banyak peristiwa penting terjadi yang berhubungan dengan hal-hal akhir zaman. Rusia memulai serangan udara di Syria, Iran mengirimkan pasukan daratnya, Paus mengumumkan dia datang "atas namanya sendiri." Peristiwa-peristiwa yang sangat menarik, yang tidak terlihat ujungnya, disambung dengan topik terkini, Badai Joaquin.
Gubernur Virginia, Maryland, New Jersey dan North Carolina mengumumkan keadaan darurat.
Badai Joaquin sekarang dinyatakan sangat berbahaya sebagai Badai Kategori 4: menghancurkan Bahama, banjir bandang diperkirakan terjadi di sepanjang pantai timur Amerika Serikat
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.