Gelombang Panas Lucifer Panggang Eropa, 10 Negara Berstatus Siaga
Minggu, 6 Agustus 2017 - 01:12 WIB
BRUSSELS - Sepuluh negara bagian selatan dan tengah Eropa telah mengumumkan peringatan siaga setelah gelombang panas 'Lucifer' menyebabkan suhu meroket di atas 40C. Cuaca panas yang melanda Eropa juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
"Italia, Swiss, Hongaria, Polandia, Rumania, Bosnia-Herzegovina, Montenegro, Kroasia, Slovenia, dan Serbia berada dalam status siaga," kata jaringan prakiraan Meteoalarm Eropa disitir dari Russia Today, Minggu (6/8/2017).
Sementara Yunani, Spanyol, Bulgaria, Prancis, Macedonia, Slowakia, dan Moldova telah mengeluarkan peringatan oranye untuk menekankan potensi kondisi cuaca yang memburuk.
Reuters melaporkan sedikitnya dua orang tewas akibat panas, satu di Rumania dan satu lagi di Polandia. Selain itu masih banyak lagi yang dibawa ke rumah sakit karena terkena sinar matahari.
"Dalam dua jam peralihan kerja saya hari ini, saya melihat empat orang pingsan di jalan dan mengeluh kelelahan karena panas," kata sipir lalu lintas di Beograd.
Pihak berwenang di Serbia, Bosnia, Macedonia, dan Kroasia menyarankan orang untuk tinggal di dalam rumah untuk menghindari panas, dengan suhu diperkirakan akan bertahan sekitar 40C minggu depan.
Rekor suhu tertinggi yang menghantam Kroasia mencapai 42C, memecahkan rekor sebelumnya 40C pada tahun 2015 lalu.
Sumber:
https://international.sindonews.com/…/gelombang-panas-lucif…
***************
GELOMBANG PANAS LUCIFER MENGAMUK MELANDA NEGARA - NEGARA EROPA, SUHU MENCAPAI 44 DERAJAT CELCIUS
Metrotvnews.com, Roma: Kawasan Benua Eropa kini sedang 'memanas'. Hal ini diakibatkan munculnya gelombang panas terparah yang dijuluki 'Lucifer'.
Gelombang panas terparah ini muncul lagi setelah lebih dari satu dekade terakhir dan melanda Eropa dengan suhu mencapai 44 derajat Celcius.
Dikutip New York Times, Senin 7 Agustus 2017, Italia dan kawasan Balkan adalah dua daerah yang paling terkena dampak gelombang Lucifer.
Pemerintah Italia pun mengimbau penduduknya tetap berada di dalam ruangan dan meminum air dalam jumlah banyak.
Di Sardinia, pulau teritori Italia di Laut Mediterania, temperatur mencapai 44 derajat celsius. Di Roma, suhu mencapai 43 derajat Celcius, sedangkan warga di Sisilia mengalami suhu 42 C.
Pemerintah Italia mengimbau penduduk tetap di dalam ruangan dan minum air dalam jumlah banyak
Setidaknya, lima orang telah dinyatakan tewas akibat gelombang panas ini. Sejumlah orang juga telah dibawa ke rumah sakit.
Gelombang Lucifer juga mengakibatkan kebakaran hutan di Albania. Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk memadamkan api. Bahkan, Pemerintah Albania telah meminta bantuan darurat Uni Eropa untuk mencegah kebakaran hutan dekat Tirana.
Diperkirakan, gelombang panas Lucifer masih akan menghantui Eropa dalam beberapa hari mendatang. Pemerintah negara-negara Eropa mengimbau penduduk, dan terutama turis untuk mendinginkan tubuh di pancuran umum dan mengenakan payung ketika sedang berada di luar ruangan.
Sumber:
*************************************
RIBUAN ORANG DI UNGSIKAN AKIBAT KEBAKARAN HUTAN DI MONTANA AMERIKA SERIKAT
Minggu, 20 Agustus 2017 7:47 WIB
Los Angeles - Ribuan warga di Montana Barat diungsikan sementara karena kebakaran hutan yang diberi nama "Lolo Peak fire" mengancam dua permukiman utama di daerah tersebut, kata InciWeb Montana pada Sabtu siang (19/8).
Menurut peta baru mengenai situasi yang diunggah tepat setelah pukul 12.00 waktu setempat oleh InciWeb, sistem managemen informasi daring antar-lembaga mengenai semua resiko kecelakaan yang disajikan oleh United States Forest Service, "Lolo Peak fire" melahap lahan sebanyak 36,4 kilometer persegi lagi dalam satu malam sehingga seluruh daerah yang terbakar menjadi 112,9 kilometer persegi.
Kebakaran itu, yang pertama kali dilaporkan pada 15 Juli, sejauh ini hanya menghanguskan satu mil kawasan Lolo dan Florence, dua permukiman terbesar yang berada di persimpangan US Highway 12 dan 93, dengan lebih dari 4.000 warga.
Gambar yang disiarkan di laman Facebook oleh warga setempat memperlihatkan asap dari kebakaran tersebut seperti letusan gunung berapi yang mengubah langit jadi orange pada siang hari, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad siang.
Sementara itu, kobran api di sepanjang dapat dilihat pada malam hari dari Missoula, kota yang berjarak 11,2 kilometer di sebelah timur-laut dari Lolo.
Greg Scheytt, pensiunan managemen pengecer yang berusia 74 tahun dan tinggal di Permukiman Lolo, mengatakan di dalam satu klip video yang diposting oleh harian lokal Big Fall Tribune bahwa semua warga yang tinggal di sana sangat prihatin.
"Sama sekali tak ada kendali bagi kebakaran hutan, jadi ini sangat menegangkan syaraf buat saya dan barangkali buat ribuan orang yang telah diungsikan," katanya. "(Ini) saat yang sangat berbahaya buat kami semua."
US Highway 12 ditutup pada Sabtu pagi untuk menciptakan saluran cepat buat lebih dari 650 petugas pemadam dan perlengkapan profesional mereka ke lokasi. Mereka akan diperkuat oleh awak pemadam lain sampai dari Negara Bagian Alaska.
InciWeb juga mengungkapkan 155 prajurit dari Montana National Guard telah dikerahkan pada Sabtu pagi untuk membantu menjaga pos pemeriksaan dan berpatroli di daerah yang dikosongkan guna memberi rasa lega kepada awak penegak hukum setempat.
Sebanyak 18,8 juta dolar AS telah dikeluarkan untuk memerangi si jago merah, demikian laporan media setempat KPAX 8.com, tapi tak sejengkal pun kebakaran bisa dijinakkan.
Selain itu, akibat angin kencang yang diperkirakan mendorong api lebih ke utara dan timur, pejabat tersebut khawatir makin banyak warga harus diungsikan jika kebakaran itu melintasi US Highway 93.
Sumber:
http://www.antarasumbar.com/…/ribuan-orang-diungsikan-akiba…
****************************************
THIS IS HOW MUCH OF THE WORLD IS CURRENTLY ON FIRE , THE 2017 FIRE SEASON IS A GLOBAL PHENOMENON
august 5, 2017
You may have missed the memo (we get it, there’s been a lot going on) but the world is currently on fire. Massive blazes burn in the United States, Canada, Russia, South America, and across Europe. To give you a sense of the scale of the inferno, we’ve included maps of the wildfires, as well as images from some of the fiery scenes. Here is the lowdown.
United States
Here in the United States the Forest Service is reporting that 2017 is shaping up to be a worse than average fire year based on acres of federal, private and state land burned. So far, 5.6 million acres of land has burned this year, or 1.8 million acres more than the ten year average of 3.8 million acres burned by this time. Some states like Nevada are saying that 2017 is the worst fire season in 15 years, while Montana has already used up much of its firefighting budget, even as much of the state remains in drought conditions according to the US Drought Monitor. The state may have to tap into reserve and federal funding, but that isn’t the only cost. Brent M. Witham, a 29-year-old firefighter from Mentone, California, was killed cutting down a tree while working on the Lolo Peak Fire.
map of US wildfires
Popular Science built this map using Incident Information Web data and it's accurate as of August 4th. You can click here to find an interactive version.
Despite urgent conditions, funding for the nation’s six Regional Climate Centers (RCCs) which provide data that we use to help control and prevent wildfires is on the chopping block. The President’s proposed budget would slash the Centers' budgets by 82%, from $3.65 million to $650,000.
The Centers were originally developed in the 1980s with bipartisan support because of the service and expertise they provide as data collectors, analyzers and subject matter experts. If they’re eliminated, “We would lose a lot of fundamental climate services,” Tim Brown, Research Professor Climatology Director Western Regional Climate Center told Popular Science. “That includes information for decision makers for drought, fires and floods, and impacts, on transportation and human health, water supplies, energy and disaster management planning, all of these areas the regional climate center program supports.”
On a more concrete level this includes banal information, such as yesterday’s temperature high and low—that’s Regional Climate Center Data. More critically, if we’re talking fires, this also means the loss of Western Based US Drought Monitoring Author which adds to the weekly drought map that government uses to allocate drought relief as well as an early drought warning system—i.e. the conditions which can precede wildfires.
Canada
Across the border from the United States, fires are also currently scorching Canada’s British Columbia. This is the province’s second worst fire season on record and NASA satellites have identified the conflagration from space. It’s unsurprising that the smoke is billowing over the border into nearby Seattle in Washington state which for much of last week was also under a heat advisory. On Thursday, the city hit a record breaking 94 degrees at the Seattle Tacoma airport. The regular high for the region at this time of year is 77 degrees. Between the heat and the fact that the region has been, according to US Drought Monitor is unnaturally dry that wildfires are knocking on their door is unsurprising.
Maps of Canada on fire
These are the maps currently burning based on information pulled from Natural Resources Canada. For the most up to date information, you can click click on their interactive map
Natural Resources Canada
Fires over British Columbia as seen from space
Fires over British Columbia as captured by NASA's MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) satellite.
Europe
On the other side of the globe, if you load up the European Commission’s fire map, it looks like the end of the world, especially in Italy and Romania. So far, an area just slightly smaller than the state of Rhode Island has burned. The total is already roughly three times the normal amount of summer wildfires. Back in June, 60 people died over the course of one weekend in Portugal due to wildfires. Thirty people were killed when the fires reached roads on evacuation routes. And as the map makes clear, those fires don’t seem to be abating, in part because of the hotter, drier temperatures.
Europeans have dubbed the heatwave "Lucifer"—a nod to the devil whose hell is supposed to be a high temperature inferno. The name seems to suggest that they may already be living through hell.
According to European news reports, researchers are saying that climate change is to blame, as warmer temperatures have extended the regions fire season, potentially making weather like this increasingly the region’s new normal.
Earlier this spring, Ireland, an island perhaps most synonymous with dampness battled fires primed, in part, by 75-percent less rainfall.
European Union, current situation wildfires. You can [click here](http://effis.jrc.ec.europa.eu/…/effis_cur…/public/index.html) to use the interactive version.
European Union, current situation wildfires. You can click here to use the interactive version.
European Union
Worldwide Infernos
Wildfires are also plaguing Siberia in Russia, an image NASA has managed to capture on satellite footage, along with large swathes of Brazil. Back in June, South Africa was ablaze, and in New Zealand in February (during their summer) the city of Christchurch called a state of emergency after a wildfire sent thousands running from their homes and destroyed homes, and killed a pilot. In January, Chile, for whom like New Zealand January is summer, battled a similar unusual number of wildfires due to a combination of drought and high temperatures.
An increased number of wildfires is one of the scenarios predicted under climate change. Warmer temperatures lead to more evaporation and drier soils—perfect conditions for wildfires. Especially out West, warmer temperatures mean that snow melt happens earlier (if it builds up at all) which means soils are drier for longer—extending fire season. At the same time, an indirect climate change threat in the form of an increase in tree killing insects have left behind a lot of dead plant matter for fires to feed on. So now when a fire breaks out, say, after a lightning strike, the conditions are such that it can burn hotter and spread further. Similarly, the introduction of invasive species in the United States, most notably cheat grass, has also given actual fuel to the fire. Cheat grass seeds in the fall, grows through the winter, and by June it's lifecycle is more or less done, leaving behind a dry woody plant that is perfect forest fire fodder. Perhaps most critically, the plant doesn't mind fire, so after fires sweep through a region it is one of the first to reseed itself, leaving behind a landscape that is even more likely to burn.
While forest management practices in the past, especially those which called for immediately suppressing any fire are now seen as part of the problem, this still doesn't explain the rise in wildfires in places where forests were not directly managed.
In the United States, some of the fires will continue to blaze until at least October, based on data in the Incident Information System.
Note: This story was originally published on August 5th but has been updated to include some ongoing images and to provide additional context.
Sumber:
*****************************************
Catatan: Princess Mandy
TANDA2 AKHIR Jaman
sekarang ini kita hidup dalam akhir jaman materai yang ke 6 banyak sekali tanda2 yg Tuhan berikan berkenaan bencana2, kebakaran di seluruh dunia, perang, dll ini adalah gambaran murka Allah telah turun ke dunia semacam kiamat kecil mengenai akhir jaman semakin bertambah meningkat menjelang sebelum kedatangan Yesus yg ke 2 kalinya. Seperti yang telah Tuhan Yesus nyatakan di dalam matius 24: 3-14 kita sedang memasuki awal pintu jaman baru yaitu tribulasi dan antikristus berkuasa di dunia setelah pengangkatan. namun tuhan Yesus menyarankan kita harus berawas awas jangan kamu gelisah sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
Bukan menakut nakuti tapi lewat bencana ini semua Tuhan mau menegur agar kita bertobat dan di persiapkan untuk pengangkatan menyambut kedatangan Tuhan Yesus di awan awan. Kita memang tidak akan pernah tahu kapan Tuhan Yesus datang karena hanya bapak yg di surga yg tahu tapi sebaiknya kita Bertobatlah dan berjaga2lah, hiduplah kudus supaya kamu tidak tertinggal di pengangkatan.
Wahyu 6:12 (TB)
Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
Yoel 3:15
Dan Aku akan memberikan tanda-tanda di langit dan di bumi: darah dan api serta gumpalan-gumpalan asap.
Matahari akan berubah menjadi gelap, dan bulan menjadi darah, sebelum datangnya hari Tuhan, yang dahsyat dan menakjubkan.
Yakub” (30:7),
dan ini disebut “tribulasi” atau “kesukaran” atau “kesusahan” dalam Injil (Matius 24; Markus 13), dan Kitab Wahyu menyebutnya “kesukaran besar” (7:14).
Matius 24:3-14 (TB)
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
Sumber:
http://www.antarasumbar.com/…/ribuan-orang-diungsikan-akiba…
https://international.sindonews.com/…/gelombang-panas-lucif…
Posted by: Princess Mandy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.