Berikut merupakan kesaksian dari mantan seorang Saksi Yehuwa yang saya peroleh di Pengakuan Mantan Saksi Jehovah*. Dari pengakuan mantan Saksi Yehuwa ini, kita dapat belajar banyak akan inside information di dalam organisasi Allah ini. Berikut kesaksian beliau tanpa saya edit sedikitpun.
— Awal Pengakuan —
* TS BUKAN PENGIKUT DAN HANYA PENGAMAT
* DI AMBIL DARI THREAD DAN MASUKAN KASKUSER
* LAST REVISED 30/5/10
Diutarakan dari 3 Perspektif
1.pandangan anggota yayasan
2.pandangan bekas anggota
3.pandangan orang luar
1.PANDANGAN ANGGOTA YAYASAN (copas dari thread) :
Fakta ini dari member-nya:
Saksi2 Yehuwa hanya menyembah Allah Yehuwa
Yesus Kristus bukan Allah yg disembah.
Saksi2 Yehuwa tidak mencari anggota.
Menjadi SSY adalah murni keputusan pribadi - bukan karena dipaksa
SSY melakukan pekerjaan penginjilan dibayar.
SSY memiliki pekerjaan/usaha sendiri utk cari nafkah.
SSY tidak menerima transfusi darah
SSY memiliki badan hukum resmi
SSY tetap netral scr politik dan menolak utk ikut berperang.
*********
2.PANDANGAN BEKAS ANGGOTA MEREKA (BUKAN PENGALAMAN TS!)
Mungkin poin-poin di atas terlihat bagus.
Tapi bg bbrp orang termasuk saya, kehidupan jauh di dalamnya sangat kaku. Hidup di bawah bayangan anjuran dari organisasi Watchtower.
Mengapa saya bs berkata begini:
Selalu, Menara Pengawal dan Sedarlah dari tahun ke tahun mencela tindakan agama Kristen/Katolik. Bila artikel ini terus terbit dan dibaca oleh semua Saksi maka yang ada adl BUKAN KASIH, Saksi akan ditanamkan mental untuk "membenci" semua praktek Kristen/Katolik sbg Babel Besar.
Hal ini akan terus terlihat dlm kehidupan sehari2 bgmn para Saksi tanpa sadar akan mencela kehidupan Kristen/Katolik. Bila tulisan saya terlihat memfitnah, silakan ambil majalah2 Menara Pengawal dan Sedarlah dari tahun ke tahun. Atau cobalah hidup dan bergaul dg Saksi Yehuwa dlm waktu lama, bukan pd saat mereka menjaga image karena mengetahui kita bukan seorang Saksi.
Di Saksi Yehuwa ada tindakan pengucilan, ini dilakukan bila ada Saksi pelanggar hukum yg berat atau kecil tp tidak mau berhenti (merokok, alkohol dll). Tujuan tindakan pengucilan ini adl spy si pelanggar merasa dihindari, merasa dihukum, dg dalih semua ini dilakukan demi kebaikan si pelanggar sendiri spy kembali ke jalan yg benar.
Dlm praktik ini, bahkan bila ada satu anggota keluarga yg dikucilkan, maka semua anggota keluarga dianjurkan jg melakukan pengucilan, mengabaikan mereka seolah2 mereka tidak ada sampai si penatua bilang cukup (bila terlihat tindakan tobat).
Watchtower suatu agama yg sangat terorganisasi, demi keteraturan dan kerapihan, semua peraturan harus dijalankan dg kaku. Semua dilakukan dg dalih demi kebaikan kawanan domba agar tidak tersesat. Sekali lagi bila ada yg pernah ikut Saksi Yehuwa, maka mereka akan mengerti bahwa anjuran bisa diartikan perintah.
Menurut pandangan saya, saya tidak percaya kebahagiaan bs datang melalui Saksi Yehuwa dg model kehidupan yg kaku tersebut.
Bila ada anggota Saksi Yehuwa yg keluar dari organisasi, mgkn mereka akan paham ketika saya bilang: "Suatu kelegaan bisa keluar dari organisasi, dimana semua beban rasanya hilang. Semua konflik batin terlepas. Seolah2 kebenaran dari Saksi bukan memerdekaan melainkan menambah beban di kuk"
Maaf, saya tidak bermaksud memfitnah. Beberapa pernyataan di atas adl pengalaman pribadi. Thanks.
Awalnya nyaman tenteram di dan orangnya ramah-ramah, trus lama-lama mulailah di hadepin sama kenyataan yang tidak UMUM ada di kepercayaan lain :
HAL BERIKUT INI BERAKIBAT PADA PENGUCILAN,DI USIR DARI KELOMPOK:
1.DILARANG TRANSFUSI DARAH DAN DIANJURKAN MENGGUNAKAN PENGGANTI DARAH
2.MENIKAH DENGAN ORANG DILUAR SAKSI YEHOVAH BUKAN DGN CARA ALIRAN, DI KELUARKAN DARI ALIRAN.
3.DILARANG MEROKOK
4.DILARANG KE DISKOTIK
5.DILARANG KERAS MENGGUNAKAN BAHASA KOTOR [revisi oleh : mbahsurip_lover]
6.MINIMAL HARUS SETOR WAKTU NGINJIL DOOR TO DOOR 10-20 JAM SEBULAN
7.DATANG KE PERTEMUAN GEREJANYA 3-4HARI@2-3JAM PER MINGGU
8.MEMBACA DAN MENGERTI APA YANG AKAN DIBAHAS KARENA ADA SESI TANYA JAWAB
10.DILARANG KERAS KERJA DI PERUSAHAAN ROKOK,DISKOTIK,BAR
11.MERAYAKAN HARI RAYA AGAMA KRISTEN INTERNATIONAL MAUPUN HARI INTERNATIONAL YANG LAIN, TERMASUK TAHUN BARU DIKENAKAN SANGSI HUKUMAN/DISIPLIN
12.DILARANG KERAS MERAYAKAN ULANG TAHUN
13.DILARANG KERAS MENGGUNAKAN SALIB IKON DAN GAMBAR SANTO SUCI
14.BIAYA BULANAN DIBACAKAN TIAP BULAN UNTUK KELANGSUNGAN ALIRAN
15.JIKA SAUDARA SEDARAH TETANGGA ORGANISASI SEKULER MAUPUN PEKERJAAN MENGGANGGU ALIRAN, ALIRAN HRS DI DAHULUKAN
16.MEMILIH SATU PARTAI POLITIK MENJADI ANGGOTA POLITIK BERPARTISIPASI,PILIHAN PRIBADI TAPI DI CAP TIDAK ROHANI
17.IKUT ORGANISASI MILITER MAUPUN BERBAU MILITER HORMAT BENDERA, TIDAK DILARANG TAPI AKAN DI TEGUR DAN DICAP TIDAK ROHANI
18.AJARAN DI BUKU YANG DITAFSIR DAN DITULIS OLEH PENDETANYA LEBIH KUAT DARI TAURAT, hal ini menimbulkan perdebatan di struktur kepemimpinan watchtower, salah satu pendirinya Raymond Franz di pecat krn mempertanyakan hal tsb http://id.wikipedia.org/wiki/Raymond_Franz BAHASA INDONESIA
*****
3.PANDANGAN ORANG LUAR (Narsum)
Aliran ini kontroversial karena praktek penyebarannya dilakukan dengan melakukan kunjungan-kunjungan pada rumah-rumah masyarakat yang sudah beragama.
**************************************
FAKTA JUJUR SEJARAH TENTANG SAKSI JEHOVAH YANG TIDAK TERBANTAH :
1. president saksi jehovah pertama adalah william conley seorang PENGIKUT ADVENT, di masa depan ajaran advent ini selalu muncul dlm bentuk nya sendiri.
When the Watch Tower Society was founded in 1881, William Conley donated $3500 (70%) of the $5000 original capital. Joseph Russell donated $1000 (20%), with Charles Taze Russell donating only $500 (10%). tp akhirnya menolak ajaran russel krn gagal memprediksi pd tahun 1874,1878 and 1881. sejak thn 1894 william conley di coret dari Wathtower krn menolak percaya organisasi.
2. 1914 di dapat ct russel dari jml anak tangga piramid, ketika tidak terjadi 80% pendeta dan jemaat meninggalkan saksi, tetap ct russel bersikeras bhw dia benar dan mengubah kata2nya menjari "Yesus datang tp tak kelihatan", 2 tahun setelah itu ct russel meninggal pd thn 1916. belakangan cara mendapat angka 1914 diubah oleh rutherford.
3. jelas dalam artiker wathtower thn 1878,1914, 1918 1975 saksi jehovah JELAS-JELAS meramal kiamat(silahkan cari artikel nya dan BACA!) jelas ada di artikel watchtower terbitan lama dan di "hilangkan" pada edisi baru.
4. pergeseran rutherford dari ct russel yg meninggal thn 1916 menimbulkan perpecahan besar, 4 fraksi meninggalkan, termasuk ADVENT. di advent kopi dilarang, tp disaksi rokok dilarang.. mirip? jelas saja krn, George Stetson, George Storrs, Nelson Barbour dan John H. Paton adalah para PENDETA ADVENT pendiri awal WATCHTOWER. nama mereka ada di WATCHTOWER edisi lama.
5. Rutherford mengecam CT russel dan mengatakan ajaran piramida berasal dari iblis, sisa pendukung Russel terutama pengikut Nelson Barbour di ganti dari Kepemimpinan WATCHTOWER. makam ct russel hampir dibongkar tp pendukung russel banyak yg keberatan
6. 1925 rutherford menyatakan akan bangkit 11 nabi termasuk abraham isak dll, sampai thn 1929 tidak terjadi Millions Now Living Will Never Die, pp. 89-90 yakin dng itu pd thn 1929 rutherford membangun rumah khusus utk mereka yang dibangkitkan ketika armagedon tiba, yang bernama Beth Sarim -Millions Now Living Will Never Die, pp. 89-90 "ketika nabi2 bangkit beberapa dari mereka akan mendiami beth sarim" Salvation, J.F. Rutherford, p. 311 rutherford meninggal di beth sarim thn 1942, thn 1948 rumah itu dijual. di buku tahunan thn 1975 saksi menyanggahnya dng mengatakan bhw rumah itu utk rutherford (1975 Yearbook of Jehovah's Witnesses, p. 194) tp bertentangan dgn kata2 ruherford sendiri yg mengatakan bwh rmh itu utk 11 nabi di Millions Now Living Will Never Die, pp. 89-90 bohong??
7. jumlah orang yang "DIANJURKAN TUTUP MULUT" terhadap pelanggaran didalamnya sangat banyak, dalam hal pelecehan seksual, kasus pelecehan thd anak laki2, penipuan, kekerasan, mereka diharapkan tidak berbicara pada siapapun demi nama organisasi dan yhwh. kasus terkenal : Rick McLean penatua saksi jehovah yang melecehkan anak-anak 30, sisa dari 30 anak "dianjurkan" oleh watchtower menandatangani surat pengakuan bhw berita itu bohong, 6 anak saksi tetap maju ke sidang. penatua Rick McLean di jatuhkan bersalah atas pelecehan seksual thd anak kecil. yg menjadi masalah bukan nya penjahatnya, tp WATCHTOWER meminta agar anak2 itu menandatangani surat pernyataan "anjuran" tidak membesar2kan, diliput oleh CNN, CBS, ABC, NBC, FOX, BBC, CBC, New York, kasus suap sejumlah uang oleh watchtower di ungkap disitu.
berbeda dgn agama lain, hanya di saksi jehovah kasus hukum TIDAK DIANJURKAN untuk dilaporkan.
8. banyak ditemukan kasus "sakit mental" yg krn aturan yg tidak manusiawi dan harapan yang diluar hal yg logis, termasuk rutinitas yg keras dan konstan, kegagalan ketika harapan tidak kunjung datang dan realitas tidak sesuai dgn yg dijanjikan, membuat mereka ditemukan 4 kali lebih rentan depresi dibanding dgn agama lain, hal ini terutama pada mrk yg giat. korelasi antara ajaran saksi jehovah dan penyakit mental oleh, Dr Jerry Bergman psikolog yg menangani saksi jehovah yg "sakit mental" di rumah sakit,
http://www.youtube.com/watch?v=cO-b6...eature=related (link ini sudah tidak ada lagi, Admin)
— Akhir Pengakuan —
===========================================
1. Apakah saksi Jehovah itu ?
Saksi Jehova tidak percaya dengan Trinitas.
Saksi Yehova juga menerjemahkan kitab sendiri dan dinamakan New World Translation (NWT). Terjemahan kitab ini dianggap oleh semua pelajar yang bukan Saksi Yehova sebagai terjemahan yang banyak salahnya.
Saksi Yehova juga menganggap bahwa Yesus itu bukan Tuhan tapi adalah Santo Mikhael sang Malaikat Agung (St Mikhael adalah malaikat yang meminpin malaikat baik lain untuk berperang dengan Lucifer dan pengikutnya).
Saksi Jehova suka meramal kiamat. Di link Stumpers for Jehovah Witnesshttp://www.catholic.com/library/More_Stu... bisa lihat dilink tersebut, bisa lihat berbagai macam ramalan hari kiamat yang dikeluarkan oleh Saksi Yehova. Dan tentu saja semua ramalan itu tidak kesampaian.
Q. 2. Apa saja perbedaannya dengan Katolik Roma ?
Saksi Jahova, menterjemahkan Kitab Suci sendiri, dimana Gereja Katolik Roma yang mengkanon Alkitab itu, dan dengan sendirinya
Mat 16:18-19 dan Mat 18:17 yang bicara tentang otoritas Gereja Katolik. Untuk Mat 16:18-19 menekankan akan kedudukan Petrus sebagai 'batu karang tempat didirikannya Gereja' dan bahwa alam maut tidak mengalahkan Gereja', singkatnya Gereja tidak bisa sesat.
Dan Mat 18:17 untuk menegaskan bahwa mereka yang melawan Jemaat (Gereja) adalah tidak mengenal Allah, dan Jemaat (Gereja) dimaksud adalah Gereja Katolik.
Q. 3. Kapankah bermulanya sekte ini dan apa yang melatarbelakanginya ? 4. Siapakah pendirinya ?
Saksi Yahova didirikan oleh Charles Tase Russel yang semula adalah anggota gereja Presbyterian kemudian terpengaruh Adventisme soal ajaran Akhir Zaman dan kemudian terpengaruh ajaran Christadelphian yang pada umumnya mempercayai ajaran yang sangat berbeda dengan ajaran Kristen yang umum.
Setelah Russel meninggal (1916) ia digantikan oleh Joseph Franklin Rutherford, dan pada tahun 1942 digantikan oleh Nathan Homer Knorr, menyusul tahun 1977 oleh Frederick W. Franz. Setelah kematian Franz (1992) ia digantikan oleh Milton G. Henzel sampai kini.
Tambahan..
Kegagalan mereka meramal akhir zaman dll. Yang jelas tingkah laku pendiri dan pemimpin SY ini sangat memalukan dan jauh dari kesan Suci.
Dan pengikut SY yang sekarang ini gak pernah tau atau sadar apa yang mereka ikuti sekarang ini. Termasuk cara para pemimpin tsb meramalkan akhir zaman, Dan yang jelas SY sangat tunduk sama pemimpinnya.
SY percaya, pada saat kedatangan Yesus akan terjadi perang Armagedon yang merupakan perang terakhir antara Allah dan Iblis dan organisasi-organisasinya termasuk agama, gereja dan negara.
Mereka yang menolak ajaran Saksi Yehuwa akan dimusnakan bersama Iblis dan kerajaan dunianya, dan mereka yang menerima akan memperoleh hak sebagai bagian 144.000 umat pilihan dalam Firdaus yang kekal dan sisanya akan menempati kerajaan teokratis di bumi.
Ketika tahun 1914 Yesus tidak datang maka diramalkan kembali tahun-tahun 1918, 1921, 1925, 1941, 1975 dan 1992, tetapi semuanya merupakan nubuatan kosong. (Pokok masalah perhitungan mereka adalah dipaksakannya tahun 606 SM sebagai tahun pembuangan umat Israel, tahun yang tidak ada dasar historisnya, seharusnya 587 SM).
================================================
inti utama saksi Jehovah adalah sama seperti agama Yahudi yang menyembah Jehovah , TUHAN Abraham , TUHAN Ishak dan TUHAN Yakub.
tapi mereka tidak percaya Jeshua adalah Jehovah Shua (Jehovah Yang Menyelamatkan).
mereka tidak mempercayai Yesus adalah Firman Jehovah yang menjadi manusia dan turun kedunia untuk menyelamatkan manusia dengan menanggung dan menebus dosa manusia.
dan mereka tidak percaya Roh Kudus adalah Roh Jehovah yang adalah Jehovah sendiri.
mereka mengatakan Roh Kudus adalah sesuatu "kekuatan" dari Jehovah yang bisa diberikan kepada manusia.
itu perbedaannya dengan agama Kristen Katholik.
dan Katholik menganggap sebagai sekte yang menyimpang dari Injil Kristus.
Exodus
6:1 Then the LORD said unto Moses, Now shalt thou see what I will do to Pharaoh: for with a strong hand shall he let them go, and with a strong hand shall he drive them out of his land.
6:2 And God spake unto Moses, and said unto him, I am the LORD:
6:3 And I appeared unto Abraham, unto Isaac, and unto Jacob, by the name of God Almighty, but by my name JEHOVAH was I not known to them.
=======================================================================
Memahami dan Mengenali Aliran Saksi Jehovah
Saksi Yehuwa (SY, Jehovah Witnesses) adalah aliran agama yang sering secara terbuka mengaku sebagai ‘Siswa-Siswa Alkitab’ namun juga sering mengaku sebagai Kristen (namun ajarannya bersifat antitesa terhadap kekristenan) dan cenderung berpraktek melalui kunjungan dari rumah-ke-rumah, dan sekalipun SY menyiarkan keyakinan mereka juga pada penganut agama lain, misi mereka memang diutamakan mendatangi umat Kristen yang sudah bergereja. Karena perilaku mereka yang cukup rajin mendatangi orang-orang di rumah mereka dan telah menimbulkan keresahan di kalangan umat beragama umumnya karena praktek kunjungan-kunjungan ke rumah-rumah masyrakat yang sudah beragama dan juga melakukan antitesa terhadap beberapa aspek pemerintahan, pada tahun 1976 melalui SK Jaksa Agung R.I., kegiatan SY dilarang. Melalui SK Jaksa Agung RI pula, pada tanggal 1 Juni 2001, SK tahun 1976 itu dicabut.
Prakteknya, SY sekalipun secara resmi dilarang kala itu, kegiatan mereka berjalan terus apalagi kegiatannya kurang kelihatan sebagai organisasi yang memiliki ‘gedung pertemuan’ dan SY lebih aktip dalam siar agamanya melalui pendekatan pribadi dengan kunjungan kerumah-rumah, apalagi di era reformasi dan keterbukaan sekarang, dapat dimaklumi kalau larangan demikian menjadi kurang efektif. Faktanya, mereka terus aktif mengadakan pertemuan-pertemuan di gedung-gedung pertemuan umum bahkan menurut ‘Buku Kegiatan 1997′ (hal.29-30) yang mereka terbitkan, disebutkan bahwa pada tanggal 19 Juli 1996 telah dibuka cabang Indonesia berupa gedung yang dipergunakan bukan saja sebagai tempat pertemuan dan kantor pusat kegiatan tetapi juga percetakan.
Memang dalam era reformasi dengan demokrasinya, dan bebasnya informasi melalui internet, sudah bukan masanya kalau umat Kristen menolak kehadiran mereka secara resmi karena itu melanggar HAM tentunya, tetapi umat Kristen dengan institusinya tentu tepat bila menolak mereka sebagai bagian agama Kristen karena mereka menolak Yesus sebagai Tuhan dan Kristus yang bangkit dan menolak Alkitab Kristen sebagai firman Allah, jadi berbeda dengan kekristenan secara umum.
PENDIRI SAKSI YEHUWA
SY didirikan oleh Charles Tase Russel (1852-1916) yang semula adalah anggota gereja Presbyterian kemudian terpengaruh Adventisme soal ajaran Akhir Zaman dan ajaran Christadelphian yang berbeda dengan ajaran Kristen yang umum, pada tahun 1870 merasa memperoleh wahyu untuk menyingkapkan rahasia-rahasia Alkitab dan pada tahun 1872 membentuk kelompok pemahaman Alkitab. Setelah Russel meninggal (1916) ia digantikan oleh Joseph Franklin Rutherford, dan pada tahun 1942 digantikan oleh Nathan Homer Knorr, menyusul tahun 1977 oleh Frederick W. Franz. Setelah kematian Franz (1992) Milton G. Henzel memerintah sampai sekarang. Tokoh-tokoh pemimpin ini dianggap sebagai nabi.
Ajaran SY bukanlah merupakan exegese dari Alkitab tetapi lebih merupakan ajaran para tokohnya. Buku utama mereka bukan Alkitab tetapi buku karya Russel berjudul ‘Studies in the Scripture’ (Penyelidikan Alkitab) yang dinilai lebih berotoritas dari Alkitab sendiri. Saksi Yehuwa merupakan organisasi teokratis yang menekankan keterlibatan semua anggotanya dalam siar agama, sedang nama Saksi Yehuwa adalah nama yang baru di kemudian hari ditahun 1931 dipakai, 52 tahun setelah SY berdiri, yang diambil dari ayat-ayat Yesaya 43:10-12
SY sangat aktif dalam siaran radio disamping kunjungan-kunjungan ke rumah-rumah, dan terutama propaganda literatur sangat tekankan. Banyak buku-buku propaganda telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dicetak dengan harga murah tetapi dengan kualitas yang baik dan berwarna. Buletin SY berjudul ‘Menara Pengawal’ dan ‘Sedarlah’ sangat menarik karena dikemas begitu indah dan berisi masalah-masalah yang hangat dihadapi manusia modern. Disamping itu traktat-traktat berwarna banyak dicetak dan disebar luaskan.
Biasanya tema promosi literatur SY berkisar soal penderitaan di bumi dan bahwa baik pemerintah maupun agama-agama tidak berhasil mengatasinya, dan hanya para Saksi Yehuwalah yang bisa menawarkan jalan keluar menuju firdaus yang kekal. Literatur SY bersifat menyalahkan pemerintah-pemerintah maupun agama-agama secara umum terutama agama Katolik, dan dengan penjelasan para penyiar agama yang meyakinkan tentu saja banyak orang menjadi tertarik, apalagi bila yang bersangkutan sedang mengalami masalah dengan gereja yang diikutinya.
SOAL ALKITAB
Bagi SY Alkitab terjemahan Kristen dan lebih-lebih Katolik semuanya salah dan hanya terjemahan SY yang diberi nama ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (DB/New World Translation/NW) lah yang benar. Terjemahan NW mengikuti terjemahan ‘Empathic Diaglot’ yang diterjemahkan oleh Benyamin Wilson, seorang tokoh Christadelphian (1864), yaitu dengan cara menterjemahkan tiap kata Ibrani (PL) dan Yunani (PB) (bahasa asli Alkitab) dibawahnya dan menafsirkannya.
“Untuk menyingkirkan sesuatu yang rupa-rupanya menjadi pertentangan di sini marilah kita kutip salinan bahasa Gerika kata-demi-kata seperti diperlihatkannya diantara garis-garis bacaan dalam The Emphatic Diaglott.” (Karena Allah Itu Benar Adanya, 1960, hlm.110. Disesuaikan dengan ejaan baru).
Tentu saja tafsiran harfiah kata-per-kata dengan urutan demikian yang tidak mengikuti prinsip-prinsip penerjemahan dan tatabahasa, jelas menghasilkan teks yang bisa diartikan berbeda dengan penafsrian umumnya di kalangan Kristen & Katolik. Apalagi dengan adanya asumsi dogmatis bahwa semua terjemahan Kristen & Katolik adalah salah dan terjemahan SY-lah yang benar, tentu sulit untuk membandingkan mana terjemahan yang benar, apalagi sudah menjadi kenyataan, bahwa para penulis ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ bukanlah ahli-ahli yang menguasai bahasa Ibrani dan Yunani secara akademis karena mereka menolak belajar teologi formal. Faktanya Alkitab NW bukanlah terjemahan tetapi lebih merupakan tafsiran (paraphrase) untuk mendukung keyakinan Saksi Yehuwa.
Dalam literatur SY dikemukakan alasan bahwa terjemahan mereka bertitik tolak pada upaya meninjau kembali ayat demi ayat dan kata-kata di dalam ayat itu yang berpeluang dijadikan tafsiran sepihak oleh pendukung doktrin pengutip dari sumber yang asal-usulnya diragukan, dan ayat-ayat dan kata-kata itu diluruskan sesuai sumber a.l. dewan alkitabiah internasional, penemuan dari cambridge university dan dari kalangan anthropologi international yang mapan dan diakui. Posisi demikian kelihatannya meyakinkan namun bila diselidiki ternyata sumber-sumber itu umumnya adalah kalangan SY sendiri sebab mereka mengatakan bahwa Alkitab terbitan Katolik (Lembaga Biblika Sedunia) dan Protestan (Lembaga Alkitab Sedunia) dianggap salah terjemahannya. Mengenai bagaimana SY biasa menafsirkan secara tekstual dan harfiah untuk mendukung ajaran mereka dapat dibaca dalam artikel sambungan ini.
AJARAN TENTANG ALLAH
Bagi SY, Dunia diperintah Allah yang bernama Yehuwa yang kekal dan esa dan memerintah secara teokratis dan di bumi diwakili oleh pemerintahan ‘Saksi-Saksi Yehuwa.’ Yesus bukanlah Allah melainkan titisan malaikat Mikhael yang adalah ciptaan yang sulung dan kemudian disetarakan dengan Allah (a god). Dengan pimpinan Yesus, Lucifer dengan kerajaan dunianya akandibinasakan dan Yesus mendirikan kerajaan teokratis di bumi. Yesus diramalkan datang tahun 1914 dan disusul kerajaan 1000 tahun. Dibawah Rutherford yang keluar dari penjaran tahun 1919, dalam pertemuan SY disebutkan bahwa “pemerintah-pemerintah dunia maupun organisasi gereja adalah alat iblis.”
Pada saat kedatangan Yesus akan terjadi perang Armagedon yang merupakan perang terakhir antara Allah dan Iblis dan organisasi-organisasinya termasuk agama, gereja dan negara. Mereka yang menolak ajaran Saksi Yehuwa akan dimusnakan bersama Iblis dan kerajaan dunianya, dan mereka yang menerima akan memperoleh hak sebagai bagian 144.000 umat pilihan dalam Firdaus yang kekal dan sisanya akan menempati kerajaan teokratis di bumi. Ketika tahun 1914 Yesus tidak datang maka diramalkan kembali tahun-tahun 1918, 1921, 1925, 1941, 1975 dan 1992, tetapi semuanya merupakan nubuatan kosong. (Pokok masalah perhitungan mereka adalah dipaksakannya tahun 606/7SM sebagai tahun pembuangan umat Israel, tahun yang tidak ada dasar historisnya, faktanya sejarah adalah tahun 587SM).
Roh Kudus hanya dianggap ‘kekuatan/daya Allah saja’ jadi bukan pribadi, dan sekalipun rumus pembaptisan Amanat Agung (Matius 28:19) menyebut tiga nama, namun ditulis dengan nama ‘Bapak dan Putra dan rohkudus’ (roh dengan huruf kecil). Jadi karena Putra (Yesus) adalah mahluk ciptaan yang sulung (Mikhael) dan rohkudus hanya kekuatan saja maka hanya ada satu Allah tunggal yaitu yang bernama Yehuwa.
SY sangat alergi dengan pengajaran soal ‘Allah Tritunggal’ yang dianggapnya berasal dari kepercayaan bangsa-bangsa Babil dan Mesir dan bangsa-bangsa lain yang mempercayai dewa-dewa pada zaman dahulu kala, dan bahwa pencipta pengajaran tritunggal itu adalah Setan (Karena Allah itu Benar Adanya’, hlm.105). Untuk menunjang hal ini maka ayat-ayat mengenai ‘Yesus yang adalah Tuhan’ ditafsirkan bahwa Yesus hanyalah suatu Ilah seperti ayat Yohanes 1:1. (Uraian ayat ini akan dibahas pada sambungan artikel ini).
HIDUP MANUSIA & KESELAMATAN
Bagi SY, manusia adalah jiwa sebagai gabungan debu tanah dan nafas Allah dan hakekatnya sama dengan binatang pada umumnya. Bila manusia mati, maka jiwa itu mati bersamanya, jadi tidak dipercayai adanya kehidupan yang kekal, kecuali para penganut SY yang dipilih menjadi bagian Firdaus maupun kerajaan teokratis di bumi. Kematian di dunia adalah dimasukinya status ‘tidur rohani’ yang menunggu hari penghakiman.
Penebusan Yesus Kristus di kayu salib ditolak oleh SY. Yesus mati di tiang siksaan dan kemudian mati dan dibangkitkan dalam roh saja. Penebusan darah Yesus ditolak dan manusia untuk menyelamatkan diri harus dicapai dengan amal baik dan dengan menjadi SY yang menyiarkan ajaran SY untuk memperoleh status hidup kekal dalam kerajaan teokratis atau akan dimusnahkan. Ajaran tentang dosa, pertobatan, pengampunan, kasih, dan darah Kristus dalam penebusan dosa diabaikan. Hakekat neraka tidak dipercayai apalagi sebagai siksaan yang kekal. Hanya ada dua pilihan di akhirat, hidup kekal dalam kerajaan teokratis bersama Yehuwa atau dimusnahkan habis.
PERJUMPAAN DENGAN SAKSI-SAKSI YEHUWA
Dalam konteks Indonesia yang memasuki alam reformasi dan keterbukaan dan dengan adanya kemajuan media internet, maka interaksi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tidak lagi terhindarkan. Pelarangan secara resmi tidak menjamin hilangnya para penganut SY dan usaha mereka dalam menyiarkan agama itu apalagi setelah sekarang diizinkan kembali beroperasi secara resmi. Karena itu, yang diperlukan bagi umat Kristen adalah kesiapan mereka dalam bersenjatakan senjata-senjata rohani dan mengetahui bagaimana cara-cara para SY dalam mendekati seseorang.
Biasanya dalam menyiarkan agama mereka di kalangan Kristen, mereka meminta izin masuk ke rumah dan berkenalan dengan pemilik rumah. Kemudian mereka mengajak berdiskusi mengenai masalah dunia dan ajaran Kristen. Awalnya memang mereka mengajak agar dibukakan Alkitab terjemahan Kristen (LAI), kemudian menafsirkan beberapa ayat-ayat tertentu di luar konteks dan yang ditafsirkan menurut terjemahan dan ajaran mereka yaitu ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.’
Bila seseorang tertarik, mereka diajak untuk mengikuti ‘Persekutuan Wilayah’ dan bila makin teruji kesetiannya, mereka diajak bergabung dalam ‘Balai Kerajaan’. Disini dengan pertemuan-pertemuan marathon beberapa kali seminggu, mereka dipersiapkan sebagai Saksi-Saksi Yehuwa yang dewasa dan siap untuk mendidik orang lain pula. Mereka juga dilatih untuk mengajarkan ajaran SY kepada orang lain. Dapat dimaklumi mengapa para SY bersikap militan yaitu karena diberi peran yang besar sesuai dengan harga diri masing-masing. Bila dalam Balai Kerajaan mereka sudah teruji kesetiaannya barulah mereka dibaptis dengan cara diselam dan pada taraf ini mereka sudah tidak lagi bisa diubah pandangan imannya. Perjamuan Suci tidak diberlakukan sebagai sakramen persekutuan iman tetapi dirayakan setahun sekali sekedar sebagai peringatan kematian Yesus. Kebangkitan Yesus dalam daging tidak dipercaya mereka.
Para SY yang datang kerumah-rumah adalah mereka yang terdidik secara disiplin dan dibekali kemampuan berdebat yang luar biasa, karena itu biasanya umat Kristen (apalagi yang awam) akan sangat sukar melayani, dan bila mereka tidak mampu melayani perdebatan itu kemungkinan terbuka akan tertarik ajaran tersebut. Karena SY dilatih begitu intensip maka dalam berdiskusi mereka sudah biasa menghadapi pertanyaan dan menguasai materi pembicaraan, karena itu umat Kristen harus berhati-hati untuk masuk dalam percakapan dengan mereka, apalagi bila anggota SY yang datang kalah dalam berdiskusi, biasanya anggota yang lain yang lebih matang dan senior akan datang sampai lawan bicaranya kalah.
Cara yang terbaik yang dapat dilakukan oleh umat Kristen adalah membekali diri dengan senjata-senjata rohani yang diperlukan (Efs.6:10-20) seperti Iman, Firman yang adalah pedang Roh, kebenaran, keadilan, doa & berjaga-jaga, dan kesediaan memberitakan Injil. Sekalipun demikian bila belum benar-benar menguasai firman Tuhan ada baiknya menghindari perdebatan dengan SY. Justru karena menghadapi serangan yang gencar seharusnya umat Kristen terus dengar-dengaran akan firman Tuhan dan belajar untuk mengerti firman Tuhan dengan mendalam sehingga ia dapat menangkis panah-panah api yang diarahkan kepadanya.
ALIRAN KULTUS (CULT)
Saksi Yehuwa hanyalah salah satu aliran ‘kultus’ (cult) yang bekerja di sekitar kekristenan, tetapi kita harus sadar bahwa dalam era reformasi dan keterbukaaan yang didukung oleh kebebasan internet, maka umat Kristen akan berhadapan dengan begitu banyak aliran kultus yang baru yang ada yang ringan tetapi ada juga yang berat bahkan membius. Karena itu tidak ada cara lain dari umat Kristen yang harus ditempuh kecuali hidup sebagai anak Tuhan yang taat akan firman Tuhan, rajin berbakti dan bersekutu, dan rajin berdoa sambil berjaga, dengan sikap demikian diharapkan ajaran-ajaran kultus tidak sampai mempengaruhi iman kita yang mula-mula.
Aliran-aliran kultus diawal abad ke-XXI ini sangat bervariasi, ada yang ringan yang ingin memurnikan ajaran Kristen dan makin mendekati kekristenan Alkitabiah (Advent), ada yang fanatik (Mormon & Saksi Yehuwa), dan bahkan ada yang rela mati bersama-sama mengikuti pimpinan mereka (Jim Jones & Kenisah Matahari), berani berperang (David Koresj), bahkan berani membunuh orang-orang secara massal demi keyakinan mereka akan Armagedon (Aum Shrinkiyo). Beberapa ciri aliran kultus (cult) yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:
(1) Aliran kultus berkisar pada ajaran tokoh-tokoh yang dikultuskan yang dianggap sebagai nabi atau messias, dan biasanya ucapan dan perilakunya diikuti oleh para pengikutnya dengan fanatik tanpa reserve menggantikan peran Yesus Kristus. (SY mengkultuskan Charles Tase Russel dan tulisannya ‘Studies in Scriptures);
(2) Aliran kultus biasanya bersikap eksklusif, bahwa merekalah umat pilihan yang benar dan semua agama terutama Kristen adalah sesat. Karena itu mereka mengecam gereja-gereja yang resmi yang disebut ‘Susunan Kristen.’ Dalam hal SY merekalah yang dianggap termasuk kerajaan Theokratis;
(3) Adanya semangat akan Akhir Zaman yang luar biasa, dan seperti SY sekalipun jelas ramalan-ramalan para tokohnya selalu terbukti keliru, fanatisme itu tetap eksis;
(4) Biasanya aliran kultus memiliki ‘Kitab’ suci ucapan dan tulisan para tokohnya yang dianggap lebih berotoritas daripada Alkitab Kristen. SY memiliki ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ dan ‘buku karya Charles Tase Russel (Setelah Russel meninggal diselesaikan Rutheford) berjudul ‘Studies in Scriptures.’;
(5) Jalan Keselamatan dalam Kristus di tolak dan biasanya ditambah-tambahi dengan ‘taurat baru’ apakah itu dalam bentuk memelihara hari Sabat, vegetarian, hukum Taurat, amal baik, atau dalam kasus SY menjadi penyiar agama SY;
(6) Tetapi, ada satu hal menarik yang tidak bersifat prinsip tetapi efektif adalah ‘peran kaum awam yang aktif’ dalam ikut serta menyiarkan keyakinan mereka. SY melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk;
(7) Dan, tidak dapat disangkal bahwa aliran-aliran kultus sangat menekankan pelayanan melalui literatur, yaitu traktat-traktat, buku, majalah maupun brosur-brosur dan disamping itu mereka gencar melakukan siar agama melalui internet. SY paling menonjol dalam hal ini.
Dikeluarkannya SK pencabutan larangan akan beroperasinya aliran Saksi Yehuwa tentu tidak perlu dikuatirkan oleh umat Kristen karena itu sejalan dengan demokrasi yang dijalankan pemerintahan Gus Dur, namun pencabutan SK itu jelas akan berdampak makin bebasnya mereka mengunjungi rumah-rumah semua orang dari agama apapun karena memang misi mereka demikian, namun dibalik itu masyarakat Indonesia menjadi tahu secara terbuka bahwa kalau selama ini mereka yang sering keluar-masuk rumah penduduk dijadikan stigma sebagai ‘misi penginjilan Kristen’ sekarang dengan terang masyarakat akan tahu bahwa itu adalah para ‘Saksi-Saksi Yehuwa’, yang juga mendatangi rumah umat Kristen sekalipun mereka mengaku sebagai ‘Kristen’ juga. Dalam buku doktrin mereka disebutkan:
“Sekarang ini mereka gemar akan melakukan kewajiban yang diletakkan di atas pundak tiap-tiap orang Kristen sejati, yaitu menyiarkan kabar kesukaan mengenai kerajaan Allah. Dengan segala suka hati mereka pergi, dari rumah ke rumah, di jalan-jalan besar, dan di tempat-tempat pertemuan umum memberitakan jalan Allah menuju ke arah hidup kepada umat Katolik, Protestan, Yahudi dan orang-orang penganut kepercayaan agama lain, atau yang tak beragama sama sekali” (Karena Allah Itu Benar Adanya, hlm.257-258).
Semoga beberapa catatan ini bisa dijadikan bekal dalam perjumpaan kita dengan aliran-aliran kultus yang akhir-akhir ini dengan rajin menyiarkan keyakinan mereka kepada masyarakat umum khususnya umat Kristen di Indonesia. Mereka yang ingin informasi lebih lengkap bacalah ‘SAKSI-SAKSI YEHUWA, siapa dan bagaimana mereka?’ (Yayasan Kalam Hidup, 1999, cetakan ke-4).
PANDANGAN TENTANG ALKITAB
Saksi-Saksi Yehuwa (SY) menganggap bahwa Alkitab dari umat Kristen (terjemahan Indonesia diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia / LAI) salah terjemahannya, lebih-lebih terjemahan Katolik Roma ‘Douay’ yang diterjemahkan dari Vulgata sangat ditentang (dalam bahasa Indonesia diterbitkan oleh Lembaga Biblika Indonesia / LBI), karena itu SY merasa bertanggung jawab untuk menerjemahkannya menurut versi mereka sendiri.
SY mendasari Kitab Sucinya dari terjemahan Empathic Diaglott yang ditulis oleh Benyamin Wilson (1864) seorang tokoh Christadelphian. Diaglott artinya dua bahasa, cara kerjanya adalah dengan menulis terjemahan di bawah setiap kata bahasa asli Alkitab. Versi SY kemudian disebut sebagai ‘The New World Translation’ (NW). Terjemahan Perjanjian Baru diselesaikan pada tahun 1950 dan Perjanjian Lama pada tahun 1960, dan setelah direvisi, maka pada tahun 1961 diterbitkan secara lengkap. Edisi ini direvisi ulang pada tahun 1970 dan 1971 dan kemudian pada tahun 1984. Pada kata pengantar bahasa Inggeris edisi 1961 disebutkan:
“Secara jujur kami terdorong untuk menyebut bahwa, selagi masing-masing terjemahan lain itu mempunyai manfaatnya, mereka telah jatuh menjadi mangsa kuasa tradisi dalam berbagai tingkatan, konsekwesninya, tradisi agama, menjadi tua karena waktu, telah diterima sepenuhnya tanpa tersaingi dan tidak terselidiki. Hal-hal ini telah terjalin ke dalam terjemahan yang mewarnai pemikirannya. Untuk menunjang ajaran agama, hal-hal yang tidak konsisten dan tidak masuk akal telah dimasukkan dalam ajaran buku-buku yang diwahyukan. Anak Allah mengajar bahwa tradisi buatan manusia telah membuat hukum dan ajaran Allah tidak mempunyai kuasa dan pengaruh. Usaha dari panitia New World Bible Translation dimaksudkan untuk menghindarkan jerat tradisi agama.” (terjemahan dari kata Pengantar ‘The New Bible Translation of the Greek Scripture, 1961).
Edisi bahasa Indonesia kitab Perjanjian Baru disebut ‘Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru’ (DB-PB) terbit pada tahun 1994 dan edisi lengkap termasuk Perjanjian Lama diterbitkan pada tahun 1999 dengan nama ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (DB). SY mengemukakan bahwa terjemahan mereka bertitik tolak pada upaya meninjau kembali ayat demi ayat dan kata-kata di dalam ayat itu yang berpeluang dijadikan tafsiran sepihak oleh pendukung doktrin pengutip dari sumber yang asal-usulnya diragukan, dan ayat-ayat dan kata-kata itu diluruskan sesuai sumber a.l. dewan alkitabiah internasional, penemuan dari cambridge university dan dari kalangan anthropologi international yang mapan dan diakui.
Promosi di atas kelihatannya meyakinkan namun bila diselidiki ternyata sumber-sumber itu umumnya adalah dari kalangan SY sendiri atau dari sumber sepaham, sebab mereka mengatakan bahwa para ahli Alkitab dibalik terbitan Katolik (Lembaga Biblika Sedunia) dan Protestan (Lembaga Alkitab Sedunia) dianggap salah terjemahannya. Mengenai bagaimana SY biasa menafsirkan sejara textual dan harfiah untuk menerjemahkan dan menafsirkan Kitab Suci dan mendukung ajaran mereka dapat dilihat pada dua contoh berikut:
NAMA YEHUWA
Sekalipun mereka semula menyebut diri mereka sebagai ‘Siswa-siswa Alkitab’ dan penggunaan nama ‘Saksi-Saksi Yehuwa’ baru diresmikan pada tahun 1931, nama Yehuwa kemudian dianggap sebagai nama Tuhan satu-satunya dan digunakan dalam terjemahan DB dalam Perjanjian Lama (LAI menerjemahkan sebagai TUHAN), kemudian menerjemahkan 237 kata-kata ‘Kurios’ (Yunani) dalam Perjanjian Baru dengan nama Yehuwa pula (Apendiks 1, DB, hlm.2024-2025). Nama Yehuwa adalah nama Tuhan satu-satunya dari Tuhan yang esa karena itu tidak boleh diterjemahkan.
Sebenarnya pendapat SY yang mengatakan bahwa nama Yehuwa adalah nama pribadi Allah satu-satunya dan pertama kali muncul di Kejadian 2:4 tidak sesuai fakta sejarah, sebab hal itu didasarkan versi kanon Ibrani Massoret pada abad-1 yang sekarang umum dipakai yang sudah mengalami evolusi redaksional, padahal menurut penelitian sejarah, nama Allah semula adalah ‘El’ (yang menjadi Allah dalam bahasa Arab). Nama Yehuwa (tepatnya YHWH = tetragramaton) baru diperkenalkan kepada Musa di padang gurun (Keluaran 6:1-2), dan sekalipun nama YHWH sudah diperkenalkanpun dalam kitab para Nabi seperti Yesaya dan pada masa Pembuangan ke Babel, nama ‘El’ masih sering dipakai sebagai sinonim bahkan pengganti YHWH. Bandingkanlah ungkapan ‘Yahweh Elohe Yisrael’ (Keluaran 32:27;Yosua 8:30) dengan ‘El Elohe Yisrael’ (Kejadian 33:20;46:3) yang artinya ‘Allahnya Israel adalah Yahweh/El.
Fanatisme nama YHWH bisa dilihat dalam klaim SY yang menganggap bahwa nama Yehuwa dalam Septuaginta (LXX, terjemahan PL Ibrani ke bahasa Yunani) juga tetap digunakan dan tidak ikut diterjemahkan. Sebagai argumentasi disebutkan bahwa telah ditemukan 18 fragmen naskah Septuaginta dari kitab Ulangan dimana nama YHWH masih tertulis (12 diantaranya dimuat gambarnya dalam ‘Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru, Apendiks 1, 1994, h.410-411). Juga dianggap bahwa dalam PB pun nama Yahweh tetap dipakai, itulah sebabnya dalam ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ disebutkan 237 nama Yehuwa pula dalam Perjanjian Baru.
Teori yang menyebutkan bahwa Septuaginta (bahasa Yunani) itu mengandung nama YHWH (bahasa Ibrani) berdasarkan 18 fragmen kitab Ulangan Septuaginta itu lemah sekali, soalnya fragmen itu sendiri mengungkapkan adanya rekayasa. Bila kita melihat dengan mata awam pun, gambar-gambar naskah itu jelas menunjukkan bahwa huruf-huruf YHWH diselipkan diatas bekas nama lama yang dihapus. Indikasinya: (1) Ada bekas huruf-huruf yang dihapus; (2) Jarak hapusan itu panjangnya sama dengan kata KURIOS (terjemahan YHWH dalam bahasa Yunani); (3) Kata YHWH yang ada disitu memiliki jarak spasi dengan huruf-huruf sebelum dan sesudahnya, padahal tulisan Yunani kuno tidak ada jarak antar katanya; (4) kepekatan tinta kata YHWH lebih tajam dari kata-kata kalimat menunjukkan penambahan lebih baru; (5) Huruf-huruf YHWH yang diselipkan itu memiliki font (bentuk dan ukuran) yang berbeda dan lebih kecil dari huruf-huruf Yunani dalam kalimat; (6) Perlu disadari bahwa kata Yunani ditulis dari kiri ke kanan sedangkan Ibrani dari kanan ke kiri; (7) dan kata YHWH yang diselipkan menyiratkan sudah ada tanda bacanya, sesuatu yang baru ada jauh sesudah masa penulisan Septuaginta. Kesimpulannya, nama ‘Kurios’ dalam naskah Ulangan itu diganti dengan tulisan YHWH oleh pengikut aliran Yahwisme (yang sangat meninggikan nama YHWH seperti SY).
Lalu adakah kata YHWH dalam PB? Kecuali terselip dalam kata ‘Haleluya’ (Yah dari YHWH, Wahyu 19:1,4), jelas tidak ada, karena PB ditulis sepenuhnya dalam bahasa Yunani dengan perkecualian beberapa kata Aram dan pada waktu penulisan PB, bahasa Ibrani adalah bahasa mati yang tidak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Ribuan naskah awal salinan PB ditemukan dan tidak ada yang dalam bahasa Ibrani. Memang dalam penjelasan gambar fragmen-fragmen di atas disebutkan pula bahwa Jerome (h.412) menulis bahwa Matius pernah menulis Injil dalam bahasa Ibrani, namun kita harus sadar bahwa dalam tulisan Jerome (misalnya juga ‘Perang Yahudi’ yang terkenal itu) yang dimaksudkan dengan ‘bahasa Ibrani’ adalah ‘bahasa Aram’ yang disebutnya ‘lidahnya orang Ibrani’, demikian juga terjemahan ‘bahasa Ibrani’ (biasa ditulis hebraisti atau hebraik dialekto) dalam Perjanjian Baru menunjuk pada ‘bahasa Aram’ yang kala itu dipakai oleh orang Yahudi Palestina.
“Bahasa ibu orang Yahudi Palestina di waktu itu adalah Aram. Sekalipun para Rabi dan Ahli-Kitab masih menggunakan bahasa Ibrani klasik Perjanjian Lama, untuk mayoritas umat, ini adalah bahasa mati. … Barangkali karena rasa bangga yang keliru, dan kemungkinan besar karena tidak dapat membedakan ketepatan ilmiah, bahasa Aram secara populer disebut sebagai bahasa “Ibrani”. … Bahasa percakapan umum semitik orang Yahudi palestina pada waktu Yesus adalah Aram.” (Bruce M. Metzger, The Language of the New Testament, dalam The Interpreters Bible, Vol.7, hlm.43).
Dari uraian Nama Yehuwa ini dapatlah kita melihat salah satu contoh bahwa apa yang terjadi dengan Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru bukanlah penderjemahan bahasa yang dimengerti secara benar (exegese), namun lebih banyak dilakukan dengan memasukkan suatu doktrin yang dipercayai ke dalam terjemahan itu (eisegese). Karena itu, adalah suatu hal yang berlebihan kalau terjemahan suatu kelompok sempalan mengganggap salah (dan mereka sendiri yang benar) terjemahan yang dihasilkan begitu banyak tim ahli dibalik penerjemahan yang dihasilkan Lembaga Alkitab Sedunia dan Lembaga Biblika Sedunia.
ALLAH ATAU SUATU ALLAH?
Salah satu penafsiran Saksi Yehuwa (SY) yang perlu diuji adalah soal penafsiran ayat Yohanes 1:1, dimana hasil terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia Terjemahan Baru (LAI-TB) berbeda dengan terjemahan SY ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (DB), yaitu di situ disebutkan:
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (LAI-TB)
“Pada mulanya Firman itu ada, dan Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah suatu allah.” (DB)
Apakah memang terjemahan SY (DB) yang benar dan terjemahan Kristen (LAI) salah? Kita perlu menyadari bahwa terjemahan Kristen dalam bahasa apapun bunyinya begitu. Ataukah hal ini sekali lagi menunjukkan bagaimana SY memanipulasi terjemahan dan memasukkan ajaran SY yaitu ‘anti-Tritunggal’ ke dalam proses penerjemahan itu? Marilah kita simak!
Dari sumber-sumber Saksi Yehuwa sendiri, dalam uraiannya pada ayat Yohanes 1:1 dikemukakan argumentasi seperti dalam sumber buku dogmatika SY berikut:
“Ayat yang terakhir untuk dipertimbangkan dan dipergunakan membenarkan tritunggal ialah Yohanes 1:1: “Maka pada awal pertama adalah Kalam, dan Kalam itu bersama-sama dengan Allah, dan Kalam itulah Allah.” Untuk menyingkirkan sesuatu yang rupa-rupanya menjadi pertentangan di sini marilah kita kutip salinan bahasa Gerika kata-demi-kata seperti diperlihatkannya diantara garis-garis bacaan dalam The Emphatic Diaglott. Bunyinya begini: “Sejak semula adalah Kalam itu, dan Kalam itu berada dengan Allah itu, dan suatu allahlah Kalam itu.” Dalam hal ini “Allah” ditulis dengan kata “itu” dibelakangnya, sedangkan dalam kalimat pendek berikutnya, yaitu suatu allahlah Kalam itu,” pembaca melihat bahwa “allah” ditulis dengan kata penunjuk yang tak tertentu “suatu” dihadapannya. Hal itu membuktikan, bahwa pembicaraan itu mengenai dua oknum yang bersama-sama, dan bukan dua oknum menjadi satu serta Allah yang sama.” (Karena Allah Itu Benar Adanya, 1960, hlm.110-111. Disesuaikan dengan ejaan baru).
Hal yang lebih jelas juga disebutkan sebagai Apendiks dalam ‘Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru’ (DP-PB, 1994) sebagai berikut:
“Allah yang pada mulanya bersama-sama dengan Firman atau Logos, di sini dinyatakan dengan kata Yunani ‘ho theos’, yakni, theos namun didahului oleh kata sandang tertentu ho. Ini merupakan theos yang tertentu. … Dalam teks Yunani terdapat banyak predikat berupa kata sandang tunggal tanpa kata sandang yang mendahului kata kerja. Sebagai contoh, lihat Markus 6:49;11:32;Yohanes 4:19;6:70; 8:44,48;9:17;10:1,13,33;12:6;18:37. Di tempat-tempat ini para penerjemah memasukkan kata sandang tidak tertentu “suatu atau seorang” [bahasa Inggeris "a"] sebelum kata benda yang merupakan predikat agar membuat jelas ciri atau sifat dari subyek yang bersangkutan. Karena dalam ayat-ayat demikian kata sandang tidak tertentu dimasukkan sebelum kata benda yang merupakan predikat, dengan alasan yang sama yang dapat dibenarkan, kata sandang tidak tertentu “suatu” dimasukkan sebelum theos tanpa kata sandang di dalam predikat dari Yohanes 1:1 sehingga tertulis “suatu allah”. Kitab Suci mendukung kebenaran dari penerjemahan demikian.” (DB-PB, 1994, hlm.414-415. Di sini juga dikutip beberapa kutipan terjemahan yang sama yang umumnya dari lingkungan SY sendiri).
Orang awam dengan membaca uraian demikian kelihatannya mudah terpengaruh pernyataan di atas yaitu bahwa bila didahului kata sandang tertentu (definitif, dhi ‘ho’ dalam bahasa Yunani) maka kata itu diterjemahkan tanpa kata ‘sesuatu atau seseorang’ dan menunjukkan identitas atau kepribadian, namun bila tidak didahului kata sandang ‘ho’ (seperti 12 ayat yang dicontohkan dalam kutipan kedua) maka harus diterjemahkan dengan tambahan ‘sesuatu atau seseorang’ sehingga dengan contoh yang sama maka ‘theos’ tanpa kata sandang ‘ho’ dalam Yohanes 1:1 harus diterjemahkan sebagai ‘suatu allah.’ Benarkah argumentasi demikian?
Sebenarnya argumentasi ini menunjukkan kembali suatu rekayasa untuk menurunkan derajat Yesus agar bukan sebagai Allah namun hanya sekedar ‘suatu allah’. Bila kita membaca bahasa Yunani sebagai teks asli ayat-ayat tersebut, kata sandang tertentu (definitif) yang digunakan dalam ayat itu bukanlah ‘ho’ (nominatif) namun ‘ton’ (akusatif), atau lengkapnya Yohanes 1:1 dalam bahasa aslinya Yunani dieja: “en arche en ho logos en pros ton theon kai theos en ho logos.” Theos kedua memang tidak diberi kata sandang ‘ton’ (akusatif) seperti theos yang pertama, namun apakah itu berarti bahwa semua kata benda yang tidak diberi kata sandang tertentu (definite article) harus diterjemahkan dengan tambahan ‘suatu atau seorang’?
Kalau argumentasi ini kita ikuti maka dalam 18 ayat pertama dari teks Yohanes 1 saja kita dapat menemukan adanya 6 kata ‘theos’ yang juga tidak didahului kata sandang definitif ‘ton’ (akusatif) yaitu ayat-ayat Yohanes 1:1,6,12,13, dan dua kali dalam ayat 18. Ayat 1 menunjuk pada Yesus dan 5 ayat lainnya menunjuk pada ‘theos’ Yehuwa. Maka bila argumentasi SY kita ikuti maka terjemahan ke-6 ayat itu bisa berbunyi:
“Pada mulanya Firman itu ada, dan Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah SUATU Allah.” (ayat 1, DB, 1999).
“Datanglah seorang yang diutus SUATU Allah, namanya Yohanes.” (ayat 6).
“Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak SUATU Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya.” (ayat 12).
“orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari SUATU Allah.” (ayat 13).
“Tidak seorangpun yang pernah melihat SUATU Allah; tetapi Anak Tunggal SUATU Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya.” (ayat 18).
Beginilah jadinya terjemahannya (dengan menambahkan kata SUATU) bila kita mengikuti argumentasi SY. Allah hanya SUATU dan Yehuwa hanya SUATU Allah dan bukannya pribadi dan identitas yang jelas! Pandangan SY sendiri dengan demikian tidak sesuai dengan konsep kemahatunggalan Allah yang dipercayainya, sebab bila dalam seluruh Alkitab disebutkan bahwa ‘Hanya ada satu Tuhan’ (Yesaya 43:11;Yohanes 17:3;1-Korintus 8:4-6) dan tidak ada Tuhan lain, maka dengan menganggap Yesus adalah ‘SUATU Allah,’ berarti SY mempercayai politheisme (banyak allah), ini bahkan bertentangan dengan hukum utama “Jangan ada allah lain” (Keluaran 20:3) yang sangat dibela SY.
Pembahasan ini kembali menunjukkan bagaimana Saksi Yehuwa memanipulasi penerjemahan Alkitab dengan argumentasi yang direkayasa dan tidak konsisten, agar terjadilah HASIL terjemahan yang mendukung keyakinan mereka bahwa tidak ada pengajaran ‘Tritunggal,’ bahkan dirasa perlu penafsiran Yohanes 1:1 dicetak sebagai Apendiks dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen Terjemahan Dunia Baru.
Kita dapat melihat bahwa sekalipun buku-buku SY penuh dengan data-data acuan dan Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru edisi 1999 penuh dengan ayat-ayat referensi (di kolom tengah), kenyataannya umumnya penafsiran mereka didasarkan pada ayat-ayat tertentu yang dimengerti secara tekstual dan harfiah (yang terjemahannya meragukan) yang bila dimengerti secara kontekstual bisa berarti lain. Karena itu, mereka yang benar-benar mencari kebenaran perlu mendalami Alkitab dengan benar secara hermeneutis dan kontekstual.
================================================================
Dusta Organisasi Yehuwa

Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa 2013
RASUL PAULUS menulis 2 Korintus 11:13-14 untuk mengingatkan kita agar mewaspadai orang-orang yang sebenarnya adalah “rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus”. Dan hal ini tidak usah mengherankan karena “Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” Apakah artinya?
Tuhan Yesus berkata bahwa Iblis adalah Bapa Pendusta (Yoh. 8:44). Dan Iblis ini menggunakan orang-orang tertentu untuk menyesatkan umat pilihan Allah dengan cara seolah-olah mereka melakukan perkara-perkara yang besar bagi Allah (2 Kor. 11:15), mengabar yang kelihatannya seperti “Injil” tetapi sebenarnya adalah “injil palsu” (2 Kor 11:4), dan kelihatan luarnya benar tetapi pada kenyataannya mereka menolak ibadah dan mengingkari kekuatannya (2Tim 3:5). Jadi sebenarnya mereka meniru sebagai pelayan Kristus yang sejati dan menyinggung setiap “bentuk ibadah” yang ada dalam ajaran mereka (2Tim 3:5). Bisa jadi mereka itu kelihatan luarnya memiliki perhatian dan kasih yang tulus dan sejati, kejujuran, damai sejahtera, kepuasan hidup, penampilan yang baik, keramahan-tamahan dan banyak hal lain yang berguna yang kelihatannya berdasarkan Alkirab, tetapi mereka sebenarnya hidup di bawah pengaruh Iblis.
Demikian juga dengan organisasi Saksi Yehuwa yang mengklaim dirinya sebagai perwakilan Allah sendiri yaitu sebagai organisasi Allah di bumi yang “katanya” beroleh pemilihan oleh Kristus sendiri pada tahun 1918/1919. Jika kita mengamati uraian peringatan Paulus untuk mewaspadai orang-orang yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus maka organisasi Saksi Yehuwa - tentunya tidak mengaku rasul - yang dikendalikan oleh badan pimpinan maka peringatan Paulus itu cocok sebagai “rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus”. Bagaimana saya dapat simpulkan demikian?
Sangat sederhana jawabannya salah satunya adalah perilaku organisasi Saksi Yehuwa bertentangan dengan sifat-sifat Allah yang diwakilinya, yaitu Allah adalah kebenaran, kudus dan tidak dapat berdusta (Bil. 23:19) sehingga tidak mungkin menggunakan sebuah organisasi yang gemar melakukan dusta dan penipuan untuk menunjang dan membenarkan doktrinnya. Berikut bukti propaganda-propaganda dusta organisasi Saksi Yehuwa untuk menyesatkan manusia:
Apakah Yesus Kristus Mati Disalib atau Dipantek Pada Sebuah Tiang?, artikel ini menyingkap bagaimana organisasi Saksi Yehuwa memanipulasi The Imperial Bible-Dictionary sebagai sebuah pembenaran untuk membuktikan keabsahan argumentasinya bahwa benar Yesus mati di atas sebuah tiang. Padahal jika kita membaca dictionary tersebut secara lengkap dan utuh mengatakan sebaliknya, yaitu Kristus mati disalib pada kayu berbentuk salib (huruf T)
Budak Setia Bijaksana MURTAD, KEBANGKITAN Dan PENIPUAN. Artikel menarik yang membongkar fakta bahwa berdasarkan ajaran Menara Pengawal saat ini, Charles Russell sebagai pendiri organisasi adalah seorang murtad. Dan juga membongkar dusta dan penipuan organisasi Yehuwa yang mengklaim beroleh pemilihan oleh Yesus Kristus pada tahun 1914/1919 didasarkan pada fakta sejarah organisasi Menara Pengawal sendiri.
SAKSI YEHUWA: YOHANES 1:1 & PENIPUAN. Artikel yang sangat menarik membahas tentang dusta organisasi Saksi Yehuwa akan keterlibatannya dengan seorang penganut spiritisme, Johannes Greber, dalam menerjemahkan Yoh. 1:1 yaitu Firman itu suatu allah.
Bukti Klaim Palsu Saksi Yehuwa: Pemilihan Ilahi.
Upaya Menutupi Pengultusan Charles Russell. Tidak ada satupun organisasi atau orang yang mau mengakui bahwa dirinya mengultuskan seseorang. Demikian juga dengan organisasi Saksi Yehuwa berupaya menutupi pengultusan (memuja) kepada Charles Russell.
MENGENALI GURU DAN NABI PALSU: BUAHNYA (Mat. 7:15-16). Organisasi Saksi Yehuwa adalah sebuah gerakan anti-trinitarian. Untuk mendiskreditkan doktrin Tritunggal, organisasi Saksi Yehuwa menghalalkan segala cara untuk membenarkan doktrinnya yaitu mengutip di luar konteks apa yang para ahli nyatakan. Artikel ini membahas bagaimana organisasi Allah mengutip secara keliru pernyataan-pernyataan para ahli untuk mendukung doktrinnya yaitu anti-Trinitarian.
MEMBEDAKAN AGAMA KRISTEN PALSU Dengan SEJATI? Sebuah artikel yang sangat menarik karena membahas bagaimana organisasi Saksi Yehuwa merekayasa dusta akan sejarahnya sendiri dalam upaya pembenaran diri. Artikel ini juga membahas bagaimana mustahilnya organisasi ini beroleh pemilihan ilahi tahun 1918/1919 ketika dibahas dalam aspek sejarah organisasi Saksi Yehuwa.
Kebohongan Lembaga Alkitab Dan Risalah Menara Pengawal. Sebuah artikel yang mengungkapkan bagaimana organisasi Saksi Yehuwa mengutip ahli tata bahasa Yunani, Julius Mantey dengan sengaja salahuntuk mendukung doktrin terjemahan Alkitab milik Saksi Yehuwa yaituTerjemahan Dunia Baru, Yohanes 1:1: Firman itu adalah suatu allah (TDB). Julius Mantey menulis surat protes akan hal ini.
Organisasi Allah juga mengutip secara keliru Phillip B. Harner's di Journal of Biblical Literature untuk mendukung terjemahan Yoh. 1:1: Firman itu adalah suatu allah (TDB).
KEHADIRAN Yesus 1914 & Keruntuhan Yerusalem 607 SM. Sebuah artikel yang membahas bagaimana organisasi membuat pernyataan-pernyataan seolah-olah para arkeolog setuju dengan doktrin Saksi Yehuwa yang mengajarkan tentang keruntuhan Yerusalem tahun 607 SM. Padahal para arkeolog percaya bahwa keruntuhan Yerusalem adalah tahun 586 atau 587 SM.
Artikel Propaganda Dusta: Pemilihan Budak Setia Dan Bijaksana.Artikel yang membahas bagaimana mustahilnya Allah Bapa dan Yesus Kristus telah memilih “kaum terurap” sebagai saluran komunikasi Allah di bumi pada tahun 1914-1919 jika kita bandingkan dan kaji dengan sejarah Saksi Yehuwa pada waktu antara 1914 sampai dengan 1919.
Jika organisasi Saksi Yehuwa bukanlah sebuah organisasi Allah seperti apa yang diklaimnya, lalu organisasi apakah? Organisasi kultus yang berkedok agama Kristen! Kita perhatikan apa kata Steve Hassan, seorang pakar kultus:
Sebuah grup tidak dapat dipertimbangkan sebuah “kultus” hanya karena keyakinannya yang tidak ortodoks atau praktek-prakteknya. Sebaliknya, destruktif kultus dicirikan dengan penggunaan penipuan . . .
A group should not be considered a “cult” merely because of its unorthodox beliefs or practices. Instead, destructive cults are distinguished by their use of deception . . . [1]Himbauan Bagi Umat Kristen
Saya percaya bahwa setiap Saksi Yehuwa yang Saudara jumpai saat mereka berkunjung ke rumah-rumah adalah orang yang tulus berpikir bahwa mereka sedang melayani Allah Yehuwa. Setiap Saksi Yehuwa mengira mereka sedang mengabarkan “injil” keselamatan yang diajarkan oleh organisasi Saksi Yehuwa. Sayangnya, mereka sebenarnya adalah penyembah-penyembah modern yaitu penyembah organisasi Saksi Yehuwa, bukan Allah Yehuwa. Menurut Saudara, meskipun Saksi-Saksi Yehuwa yang Saudara jumpai adalah orang-orang yang tulus dalam melayani Allah, kira-kira kemanakah akhir hidup dari para Saksi Yehuwa yang mengikuti nabi dan Kristus palsu? Saya tahu pasti ke mana para Saksi akan menjalani hidup kekekalan mereka. Oleh karena itu, inilah alasan utama saya menulis blog ini yaitu mengingatkan Saudara seiman saya yaitu pengikut-pengikut Kristus agar mewaspadai ajaran bidat Saksi Yehuwa agar tidak terjerat dan tertipu. Dan saya juga berharap agar Saudara juga memiliki kepedulian yang sama. Caranya?
Sangat mudah. Referensikan blog ini kepada teman, kerabat keluarga dan saudara seiman di gereja. Jika Saudara memiliki akun sosial, silahkan klik simbolfacebook ataupun tweeter di atas bagian kanan. Kebanyakan seseorang terjerat dan tertipu ajaran Saksi Yehuwa karena ketidak-tahuannya; baik sejarah ataupun doktrin yang diajarkan Saksi Yehuwa. Sebaliknya, menurut pengalaman saya, jika seseorang sudah cukup terinformasi dengan baik akan siapa dan apa Saksi Yehuwa, maka ia tidak akan mudah tertipu. Ya, seseorang dengan mudah tertipu karena ketidak-tahuannya.
Sebaliknya, jika seseorang sudah terjerat dengan ajaran Saksi Yehuwa (apalagi sudah terbaptis) karena pengaruh psikologi mind control, maka ia sulit keluar. Ketika ia dipresentasikan akan ajaran bidat dan kultus organisasi Saksi Yehuwaberdasarkan fakta; misalnya penipuan yang dibuatnya dan kerap bernubuat kiamat, ia akan menolak untuk mempercayainya dengan merasionalisasikan masalah yang sebenarnya untuk pembenaran diri. Pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit” sangat tepat. Lebih baik dan mudah menginformasikan akan ajaran bidat dan kultus Saksi Yehuwa yang sebenarnyasebelum seseorang terjerat ajaran Saksi Yehuwa daripada setelah ia terjerat diupayakan agar ia sadar.Sebenarnya, Alkitab memperingatkan kita agar tidak menelan mentah-mentah apa yang orang lain ajarkan. "Orang yang kurang pengalaman percaya pada setiap perkataan," kata seorang penulis Alkitab, "tetapi orang yang cerdik mempertimbangkan langkah-langkahnya." (Amsal 14:15) Alkitab menganjurkan orang Kristen untuk menggunakan 'daya nalar' dan membuat kesimpulan sendiri tentang hal-hal yang diajarkan kepada mereka. - Roma 12:1,2.
Salam Kasih Tuhan Yesus
==============================
Perkenalkan, saya bekas anggota aliran saksi jehovah - THANK GOD!!
Perkenalkan, saya bekas anggota aliran saksi jehovah sudah 8 tahun ini saya memilih mengasingkan diri dengan rutinitas yang biasa saya lakukan karena saya tidak menemukan kebahagiaan dan arti hidup di organisasi ini.
Mungkin indah dipandangan Bapak Satria Dharma, tapi kami sebenarnya di paksa untuk melakukan itu, dipaksa dengan cara halus, di jauhi jika kami tidak menyiarkan,dan disindir terus dalam khotbah,termasuk didatangi oleh orang dari kantor pusat tiap 6 bulan dan bertanya apa kendala nya sehingga jam dinas kami sedikit sekali, dan kadang seperti pesakitan kami ditemani oleh senior yg datang kerumah dan mau gak mau kami harus jalan.
Kami harus membuat laporan tertulis brp jam sudah kami habiskan untuk menyiar,peta daerah yang kami cetak dari peta jakarta sudah dibagikan per bagian dan per daerah mana penugasan kami ada ditas kami ketika syiar dan ada tanda masjid atau gereja yang km harus hidari takut memicu debat,kami pun harus melaporkan situasi kondusif atau tidaknya suatu daerah, termasuk laporan berapa banyak buku atau sedarlah sudah kami bagikan.
Kami diajar untuk membenci semua agama lain dan agama lain adalah pengikut IBLIS atau bahasa kami susunan besar, baik itu katolik islam budha hindu protestan advent atau agama apapun adalah pengikut IBLIS, orang yang tidak mau mendengar syiar kami adalah pengikut IBLIS dan layak BINASA.
Kami makan daging babi dan anjing, juga minum sesuai kebutuhan tidak sampai mabuk itu tidak dilarang, yang haram adalah rokok darah sirih ulang tahun hormat bendera, banyak rekan2 saya dulu yang mati karena tidak boleh transfusi darah di rumah sakit, kasihan melihat keluarga mereka terlantar karena ditinggal oleh anggotanya, menurut saksi yehuwa transfusi = makan darah.
Kehidupan didalamnya tidak seindah yang Bapak Satria Dharma lihat, bahkan jauh dari bahagia, yang ada adalah beban dan pola pikir yg dikejar2 hari armagedon dan menjadi budak dari watchtower.
Banyak dari kami yang sejujurnya sangat tertekan dengan pengaturan yang dibuat, beban saya lepas seketika ketika saya menjauhi rutin saksi yehuwa.
Rutin itu adalah, wajib membayar iuran walau tidak dipaksa, tapi khotbahnya sangat menyindir jika tidak membayar,wajib melapor syiar tiap bulan jika dibawah 11 jam anda terhitung sakit rohani, apalagi kadang2 melapor anda terhitung sakit rohani sekali, alias rohani anda tidak bagus, yah benar, walau anda tidak melakukan kesalahan apapun anda dinilai tidak rohani dan salah jika tidak ada laporan syiar.
Rutinitas tiap minggu : hari minggu berkumpul utk ibadah 3-4 jam sore hari berkumpul untuk syiar, hari senin persiapan utk berkumpul hari selasa, hari selasa malam berkumpul untuk ibadah 2-3 jam, hari rabu pagi berkumpul untuk syiar hari malamnya persiapan utk ibadah kamis, hari kamis malam berkumpul ibadah 2-3 jam, hari jumat persiapan ibadah untuk sabtu, hari sabtu berkumpul utk syiar dari pagi sampai siang malamnya persiapan utk ibadah minggu.
Rutinitas yang kaku dan keras seperti itu terus begitu di kehidupan saya, bertahun-tahun. sangat melelahkan hidup tak jelas arahnya antara menjadi orang yang rohani tapi juga harus makan, kami diajar menjadi seorang pendeta tetapi sekaligus harus hidup duniawi, berbeda dengan Kristen lain yang memang menjadi pendeta bisa fokus menjadi pendeta tidak disimpangkan.
Definisi hidup saksi yehuwa adalah bahagia menjadi “budak” watchtower benar benar dalam arti BUDAK.
Sungguh bahagia saya sudah tidak lagi bergabung lepas sudah semua beban dan tekanan saya, pekerjaan saya menjadi lebih terarah dan jelas, pendamping hidup pun juga saya sudah dapat dan saya sangat bahagia sekarang.
SHALOM JESUS BLESS US ALL
======================================
Dear all.
Ini tulisan saya setahun yang lalu. You might want to enjoy it.
Salam
Satria
SAKSI JEHOVAH DI RUANG TAMU SAYA
Hari ini saya dapat dua orang tamu istimewa. Istimewa karena mereka adalah misionaris dan lebih istimewa lagi karena mereka masih begitu muda. Salah satunya bernama Kolin masih remaja, atau baru beranjak dewasa dan satunya, yang bernama Andre, bahkan baru berusia 12 tahun.
Baru berusia 12 tahun dan dia sudah dilatih untuk menjadi seorang ‘da;i’! Bukti bahwa kaderisasi da’i di agama Nasrani memang tidak main-main. Mereka berdua adalah ‘witness’, sebutan bagi misionaris dari Saksi Jehovah. Bagi Anda yang awam, Saksi Jehovah adalah pecahan atau aliran dalam agama Nasrani yang berbeda dengan Protestan, Katolik,Advent, Mormon, dan aliran lainnya. Saksi Jehovah sangatlah gigih dalam mewartakan kebenaran ajaran mereka bahkan pada sesama Nasrani. Mereka
telah melatih kader-kader mereka sejak begitu kecil untuk menjadi ‘witnes’, alias ‘saksi’ kebenaran ajaran mereka. Andre yang baru berusia 12 tahun pun telah diminta untuk mencari pengalaman langsung di lapangan. Dan pagi itu mereka datang ke rumah saya.
Dengan sopan mereka membuka pembicaraan dengan mengatakan bahwa mereka bukan ‘sales’ yang hendak menawarkan barang. Dengan mudah saya menebak bahwa mereka tentulah ‘misionaris’ Nasrani, meskipun belum tahu dari aliran apa. Mereka punya ciri khas, penampilannya sopan, kata-katanya halus dan pakaiannya rapi dan bersetrika licin. Saya bahkan bisa mengetahuinya sejak mereka masuk. Itu sudah menjadi ‘brand image’ mereka (bandingkan dengan ‘brand image’ yang melekat pada ‘misionaris’ Islam).
Ketika saya persilakan untuk masuk dan duduk mereka langsung menyodorkan buletin tipis “Sedarlah” dan berkata bahwa mereka ingin berbagai informasi tentang masalah-masalah umum. Saya langsung tahu bahwa mereka dari Saksi Jehovah. Majalah “Sedarlah” adalah versi bahasa Indonesia dari buletin “Awake” terbitan Brooklyn, Newyork dan telah terbit bahkan sebelum saya lahir. Saya tidak tahu sejak kapan buletin tersebut dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia.
Bertemu dengan misionaris yang datang ke rumah sebenarnya suatu kesenangan bagi saya karena saya menikmati berdiskusi dengan mereka. Ahmed Deedat almarhum (semoga Allah merahmatinya) telah mengajarkan bagaimana menghadapi mereka. Sayang sekali saya jarang mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mereka. Jadi ini suatu kesempatan yang istimewa bagi saya.
Setelah menerimanya saya langsung bertanya pada mereka apakah mereka tahu bahwa buletin yang mereka tawarkan tersebut aslinya bernama “Awake”? Mereka ternyata tahu karena memang ada penjelasannya di buletin tersebut. Saya kemudian menyampaikan bahwa saya pernah membaca
artikel di buletin “Awake” terbitan tahun 1957. Mereka tentu heran.
Mereka kemudian menjelaskan bahwa buletin “Awake” itu terbitan New York yang saya jawab ‘Ya, di daerah Broolyn.” Mereka menjadi lebih heran.
Saya kemudian masuk ke kamar dan mengambil buku berjudul “The Choice” yang merupakan kumpulan tulisan Ahmed Deedat dan menunjukkan kopi artikel “Awake” pada tanggal 8 September 1957. Judul artikel tersebutadalah “50.000 Errors in Bible” Saya kemudian menjelaskan bahwa pada artikel “Awake” tersebut Saksi Jehovah menyatakan bahwa ada 50.000 kesalahan dalam Alkitab mereka sehingga perlu direvisi. Revisi itu dilakukan pada tahun 1971 oleh lima puluhan sarjana dan ahli AlKitab paling top pada masa itu sehingga muncullah Revised Standard Version 1971 yang merupakan revisi dari RSV 1952. Tapi untuk versi Indonesianya baru diterjemahkan pada tahun 1974
menjadi ALKITAB yang diterima dan diakui oleh Konperensi Waligereja Indonesia. Saya memiliki sebuah AlKitab hadiah dari seorang teman.
Mereka memeriksa Alkitab mereka dan membenarkan.
Kami kemudian ngobrol dan saya lebih banyak mendengar. Saya ingin tahu apa sebenarnya yang hendak disampaikan. Seperti yang saya duga, mereka sangat halus dan tidak main tembak langsung. Mereka hanya ingin menyampaikan buletin dan brosur, hanya itu. Mereka tidak menjawab pertanyaan-pertanya an saya yang bakal menimbulkan adu argumentasi.
Mereka bahkan tidak tertarik ketika saya tunjukkan beberapa kaset video dan buku tentang diskusi antara Islam dan Saksi Jehovah. Nampaknya mereka sudah dilatih untuk tidak meladeni diskusi ataupun pembicaraan yang lebih jauh mengenai kepercayaan mereka.
Tapi mereka akhirnya bercerita banyak tentang kepercayaan mereka dan bedanya dengan aliran lain seperti Protestan dan Katolik. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan hanya Nabi, yang artinya sama dengan Islam. Mereka juga tidak minum minuman keras dan makan daging babi, yang sekali lagi sama dengan kepercayaan dalam Islam.
Mereka juga menganggap bahwa 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus dan Natal sebenarnya pada bulan Oktober. Mereka bahkan dengan lancar menjelaskan sejarah tentang terjadinya kekeliruan penetapan Natal tersebut yang merujuk ke tradisi pagan kerajaan Romawi yang menyembah dewa matahari pada waktu itu.
Si Andre yang masih anak-anak tersebut lantas bercerita tentang beberapa anekdot tentang perlawanan dan tentangan terhadap apa yang mereka lakukan tapi kemudian menjadi berbalik menjadi simpati karena mereka mampu meyakinkan orang-orang tersebut. Seorang anak berumur 12
tahun bercerita pada saya tentang nilai-nilai yang diyakini dan perjuangannya! Amazing! Sementara itu anak saya yang berusia sama dengannya sedang bertengkar dengan adiknya karena berebut main game di komputer.
Tidak ada yang baru bagi saya dari apa yang mereka sampaikan dan bagikan karena saya memang pernah membaca tentang kepercayaan mereka.
Tapi saya dengan gembira mendengarkan mereka karena beberapa hal.
Pertama, pagi itu saya kebetulan tidak sibuk dan jarang ada misionaris datang kerumah saya. Kedua, saya salut dan hormat pada mereka yang mampu membuat dua remaja ini bersedia untuk berkeliling menyampaikan ‘dakwah’ mereka. Ketiga, saya juga kagum pada kehalusan dan kesopanan mereka dalam menyampaikan ‘dakwah’ mereka. ‘Da’i’ canggih seperti initentunya tidak mudah dan butuh pelatihan yang hebat untuk mencetaknya.
Militansi seperti ini membuat saya iri. Seandainya saja kita bisa mencetak kader-kader “Saksi Islam” yang bukan hanya berdedikasi tinggi tapi juga memiliki kehalusan, kesopanan, dan kecanggihan dalam menyampaikan pesan dan berdiskusi semacam ini pada usia yang begitu muda. Kita punya ‘produk’ yang jauh lebih baik ( dan kita anggap sempurna) dan universal tapi ‘marketer’ dan ‘human relation staff’ yang payah. Mereka, para ‘marketer’ Islam tersebut kalau boleh disebut begitu, bukannya menjelaskan ‘produk’ mereka, tapi justru meminta-minta sumbangan ‘in the name of Islam’. Jadi sebenarnya kita tidak punya ‘marketer’ seperti mereka yang ‘memasarkan’ ke luar. Da’i kita sibuk
meladeni ‘orang dalam’ dan tidak ada yang bertugas untuk ‘memasarkannya’ ke luar seperti yang dilakukan oleh para misionaris.
Padahal sebenarnya ‘Balighu anni walau ayah’, Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat’ demikian anjuran Rasulullah. Kita terlalu yakin dengan kehebatan ‘produk’ kita sehingga merasa tidak perlu untuk ‘memasarkannya’ . The product speaks for itself, alasan kita.
Apakah kita tidak bisa mencetak kader yang militan? Tentu saja bisa. Islam terkenal dengan militansi kadernya. Sayang sekali bahwa militansi tersebut belum diikuti dengan kecanggihan dalam menjelaskan produk. Sebaliknya justru banyak sekali umat Islam yang mendatangi rumah-rumah
orang Nasrani, bukannya untuk menjelaskan tentang kebenaran Islam tapi justru untuk minta sumbangan! Sebuah ironi. Bisa dibayangkan ‘brand image’ yang muncul dari ‘campaign’ macam begitu.
Saya juga lantas teringat betapa kita menghancurkan sesama Islam karena perbedaan keyakinan seperti yang terjadi pada orang-orang Ahmadiyah. Benarkah Islam mengajarkan hal ini? Bukankah Rasul sendiri pernah menyatakan bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 bagian dan hanya 1
bagian yang benar, yaitu yang menegakkan AlQur’an dan hadist. Hanya itu. Tidak ada anjuran ataupun perintah Rasul agar mereka yang merasa sebagai bagian yang benar itu menghantam, menghakimi dan menghabisi 72 golongan lainnya yang salah dan tersesat.
Kepada umat beragama lain kita tidak kurang kerasnya. Semakin hari semakin banyak kita dengar keluhan dari umat lain yang kesulitan untuk mendirikan rumah ibadah maupun yang gerejanya dibongkar karena tidak ada ijinnya. Sebagian dari kita merasa bahwa menghalang-halangi umat
lain untuk beribadah sesuai dengan agamanya adalah suatu kebajikan.
Toleransi seolah bukan ruh atau spirit Islam.
Ironi yang paling menyesakkan dada adalah digunakannya nama Islam oleh para teroris untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Bagaimana mungkin kita bisa bilang pada umat lain bahwa Islam adalah agama yang membawa kebenaran dan keselamatan jika ternyata ada umatnya yang justru melakukan terorisme dan pembunuhan massal pada orang-orang yang tidak bersalah dan menganggapnya sebagai ‘ajaran suci’ agama Islam dan merasa berhak untuk masuk surga dan bertemu dengan para bidadari! Ini bukan hanya ‘bad campaign’ tapi sudah masuk dalam kategori pengkhianatan perjuangan Islam dan pelakunya patut dipancung kepalanya. Bayangkan seandainya pada jaman Rasulullah ada oknum yang mengaku beragama Islam dan membunuhi anak-anak, perempuan, dan orang tua di rumah-rumah mereka bukan pada saat perang dan dengan bangganya mengatakan,”Ya Rasulullah, lihatlah pedangku yang berlumuran darah ini.Saya telah membunuhi mereka yang bukan Islam pada saat mereka lengah di rumah-rumah mereka. Kuhabisi mereka dengan cepat bahkan tanpa mereka sadari. Saya merasa layak untuk masuk ke surga dan patut mendapat pelayanan beberapa bidadari untuk ganjaran perbuatan saya tersebut.” Saya bisa bayangkan betapa marahnya Rasulullah pada oknum yang mencemarkan ajaran Islam seperti ini. Hukum qisas pasti akan dijatuhkan padanya.
Seandainya kita bisa belajar dari ini semua.
Balikpapan, 4 Desember 2005
Satria Dharma
=====================================================================
Saya yakin saat Saudara memutuskan bergabung dengan organisasi Allah ini, Saudara belum sungguh-sungguh memeriksa sejarahnya dengan saksama. Waktunya belum terlambat bagi Saudara untuk memeriksa sejarah dan apa itu organisasi Saksi Yehuwa yang sebenarnya. Harapan saya adalah Saudara tidak menelan mentah-mentah seluruh tulisan Menara Pengawal sampai hari ini karena jika demikian, Saudara telah mengabaikan peringatan Alkitab seperti yang ditulis Menara Pengawal di dalam brosurnya 'Asal Mula Kehidupan', hlm. 3 yang berbunyi:
Seluruh kutipan yang saya gunakan bersumber dari publikasi Menara Pengawal sendiri sehingga Saudara tidak memiliki keraguan untuk mempercayainya. Saya hanyalah suatu alat yang kebetulan lewat dalam sejarah untuk memberikan peringatan kepada Saudara. Semuanya kembali kepada diri Saudara untuk memutuskan.
Berdasarkan pembelajaran saya selama beberapa tahun, banyak hal yang saya temukan tentang organisasi ini yang tidak sesuai dengan apa yang diklaimnya. Ketidak-sesuaian ini menggugah saya untuk menulis blog ini agar setiap orang tahu akan 'jati diri asli' organisasi Saksi Yehuwa, Lembaga Menara Pengawal. Harapan saya tentunya, adalah orang Kristen sejati yang juga membaca blog ini tidak disesatkan oleh ajaran Saksi Yehuwa.
Saya tidaklah membenci atau tidak suka dengan Saksi Yehuwa sebagai seorang individu yang — saya tahu pasti — tulus dalam mencari dan memberitakan kebenaran. Sebaliknya, saya mengasihi setiap Saksi. Karena kasih itu pula yang mendorong saya menulis blog ini.
Sebagai orang Kristen yang baik, saya juga berkewajiban untuk menelanganiperbuatan fasik seperti yang rasul Paulus tulis di Efesus 5:11.
Akhir Kata
Salam Kasih Tuhan Yesus
SILAHKAN KLIK artikel-artikel bersambung di bawah ini yang membuktikan sebuah Fakta yang mengejutkan bahwa organisasi Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal sebenarnya adalah suatu organisasi atau grup kultus berdasarkan ciri-ciri kultus yang dibuat berdasarkan majalah Menara Pengawal 15 Feb. 1994
ARTIKAL THREAD di bawah ini membahas tentang keahlian Organisasi Saksi Yehuwa dalam berpropaganda informasi untuk mempengaruhi pikiran, perilaku dan emosi para anggotanya, Saksi-Saksi Yehuwa berdasarkan majalah Sedarlah! edisi 22/6/2000, hlm. 3-11
=====================================================================
Saksi Yehuwa Klik Ini
Selamat datang dan Terima kasih Anda telah berkunjung ke saksi-saksi-yehuwa.blogspot.com
Jika Anda seorang Saksi Yehuwa, silahkan tinggalkan blog ini secepatnya sebelummembaca lebih jauh mengenai FAKTA yang sebenarnya dari organisasi Saksi-Saksi Yehuwa dengan badan hukum resminya, Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal.
Namun, bagi Saksi-Saksi Yehuwa yang memiliki iman sebesar biji sesawi saja,tulus mencari kebenaran sejati, dan memiliki pikiran terbuka; silahkanmenguji dan memeriksa dengan saksama blog ini seperti yang rasul Paulus sarankan di 1 Tes. 5:21 yaitu menguji segala sesuatu, yaitu apakah 'kebenaran' yang Saudara miliki sesuai dengan 'Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan' atau buatan manusia.
Memeriksa kepercayaan kita pribadi disarankan oleh organisasi di bukunya "Kebenaran Yang Membimbing Kepada Hidup Yang Kekal" hlm. 13, yaitu:
Memeriksa kepercayaan kita pribadi disarankan oleh organisasi di bukunya "Kebenaran Yang Membimbing Kepada Hidup Yang Kekal" hlm. 13, yaitu:
Kita perlu memeriksa, bukan saja kepercayaan pribadi kita, tetapi juga apa yang diajarkan oleh organisasi agama yang kita masuki.... Jika kita mencintai kebenaran, kita tidak usah takut mengadakan pemeriksaan demikian.
Tentunya Anda bertanya-tanya mengapa saya menulis blog ini? Apakah motivasi saya? Apakah saya mantan Saksi Yehuwa? Apakah saya adalah seseorang yang tidak suka dengan Saksi Yehuwa?
Menjawab pertanyaan tersebut, saya teringat akan artikel majalah Menara Pengawal 15 Juli 2011 dengan judul 'MAUKAH SAUDARA MENGIKUTIBIMBINGAN YEHUWA?', halaman 10 sebagai berikut:
BAYANGKAN ini: Saudara harus pergi ke suatu tempat. Saudara meminta petunjuk dari seorang teman. Ia dapat dipercaya dan tahu jalan menuju ke sana. Sewaktu memberi petunjuk, ia mengatakan, ”Hati-hati di belokan berikutnya. Tandanya tidak jelas. Banyak orang mengikuti tanda itu dan akhirnya tersesat.” Apakah Saudara menghargai dan mendengarkan peringatan itu? Yehuwa mirip teman itu. Ia memberi kita petunjuk agar kita dapat tiba di tujuan, yakni kehidupan abadi, tetapi Ia juga memperingatkan kita terhadap hal-hal berbahaya yang bisa membuat kita tersesat.—Ul. 5:32; Yes. 30:21.
Nah, Saudara mengunjungi blog ini bukanlah suatu kebetulan belaka. Tidak ada yang namanya suatu 'kebetulan'. Yehuwa mengasihi Saudara dan Yehuwa ingin memberikan suatu peringatan kepada Saudara tentang organisasi di mana Saudara bergabung.
Saya yakin saat Saudara memutuskan bergabung dengan organisasi Allah ini, Saudara belum sungguh-sungguh memeriksa sejarahnya dengan saksama. Waktunya belum terlambat bagi Saudara untuk memeriksa sejarah dan apa itu organisasi Saksi Yehuwa yang sebenarnya. Harapan saya adalah Saudara tidak menelan mentah-mentah seluruh tulisan Menara Pengawal sampai hari ini karena jika demikian, Saudara telah mengabaikan peringatan Alkitab seperti yang ditulis Menara Pengawal di dalam brosurnya 'Asal Mula Kehidupan', hlm. 3 yang berbunyi:
Sebenarnya, Alkitab memperingatkan kita agar tidak menelan mentah-mentah apa yang orang lain ajarkan. "Orang yang kurang pengalaman percaya pada setiap perkataan," kata seorang penulis Alkitab, "tetapi orang yang cerdik mempertimbangkan langkah-langkahnya." (Amsal 14:15) Alkitab menganjurkan orang Kristen untuk menggunakan 'daya nalar' dan membuat kesimpulan sendiri tentang hal-hal yang diajarkan kepada mereka. - Roma 12:1,2.Ya, saya setuju agar kita tidak menelan mentah-mentah apa yang orang lain ajarkan - tentunya termasuk ajaran dan klaim sepihak organisasi Saksi Yehuwa - dan kita harus menggunakan 'daya nalar' untuk membuat kesimpulan yang masuk akal bagi kehidupan kita sendiri.
Seluruh kutipan yang saya gunakan bersumber dari publikasi Menara Pengawal sendiri sehingga Saudara tidak memiliki keraguan untuk mempercayainya. Saya hanyalah suatu alat yang kebetulan lewat dalam sejarah untuk memberikan peringatan kepada Saudara. Semuanya kembali kepada diri Saudara untuk memutuskan.
Berdasarkan pembelajaran saya selama beberapa tahun, banyak hal yang saya temukan tentang organisasi ini yang tidak sesuai dengan apa yang diklaimnya. Ketidak-sesuaian ini menggugah saya untuk menulis blog ini agar setiap orang tahu akan 'jati diri asli' organisasi Saksi Yehuwa, Lembaga Menara Pengawal. Harapan saya tentunya, adalah orang Kristen sejati yang juga membaca blog ini tidak disesatkan oleh ajaran Saksi Yehuwa.
Saya tidaklah membenci atau tidak suka dengan Saksi Yehuwa sebagai seorang individu yang — saya tahu pasti — tulus dalam mencari dan memberitakan kebenaran. Sebaliknya, saya mengasihi setiap Saksi. Karena kasih itu pula yang mendorong saya menulis blog ini.
Sebagai orang Kristen yang baik, saya juga berkewajiban untuk menelanganiperbuatan fasik seperti yang rasul Paulus tulis di Efesus 5:11.
Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. (LAI, TB)
Jadi blog ini dibuat dengan motivasi membongkar perbuatan-perbuatan fasik organisasi Menara Pengawal atau Saksi Yehuwa sebagai wadah dari Saksi Yehuwa bernaung, bukan kepada pribadi Saksi Yehuwa sebagai seorang individu.
Sebagai umat Kristen yang baik, tentunya Saudara dapat memberikan komentar atau kritik dengan bahasa yang sopan. Oleh karena itu, komentar yang tidak sopan, tidak akan ditayangkan. Sebaliknya, jika komentar Anda sopan, pasti ditayangkan.
Namun begitu, sebelum Saudara memberikan komentarnya, pikirkan 7 hal dulu,pertama, 'Apakah Saudara menghargai dan mendengarkan peringatan ini?'
Ke-2, perhatikan pepatah di samping yang mengatakan:
Think before you speak because your reputation is linked to your word
Berpikirlah sebelum Anda bicara karena reputasi Anda berhubungan dengan kata-kata Anda.
Saya sangat menghargai komentar-komentar Saudara, tetapi tolong berikan komentar yang bermutu dan masuk akal karena komentar yang asal bunyi akan merusak reputasi Saudara sebagai seorang Saksi Yehuwa yang baik. Tentunya Saudara tidak ingin pembaca blog ini berpikir hal yang tidak sepatutnya tentang Saksi Yehuwa, bukan?
Ke-3, komentar yang tidak berhubungan dengan thread artikel postingan akan saya masukkan ke “kotak sampah”. Buatlah komentar yang singkat, padat dan to the point. Komentar yang berbelat-belit dan bertele-tele sehingga menimbulkan polemik debat kusir — apalagi meng-copy-paste publikasi Menara Pengawal berlebihan — tidak akan dibaca. Menyertakan kutipan organisasi Menara Pengawal dalam bahasa Inggris wajib menyertakan terjemahannya dalam bahasa Indonesia agar pembaca blog ini dapat mengerti pula.
Ke-4, perhatikan format blog ini dengan baik. Blog ini di rancang sedemikian rupa sehingga meminimalkan diskusi tentang ayat-ayat Alkitab terlalu dalam dan intens, meskipun kadang-kadang tidak dapat dihindarkan. Mengapa? Karena saya memiliki pemahaman bahwa diskusi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tentang ayat-ayat Alkitabbukanlah hal yang utama dan bahkan sebuah usaha yang sia-sia. Masalah dengan Saksi-Saksi Yehuwa adalah melampaui ayat-ayat Alkitab. Problemnya adalah psikologi, bukan teologi. Silahkan Saudara klik artikel Memahami Lebih Dekat Tentang Kultus, Keselamatan dan Kesetiaan Saksi Yehuwa dan Saksi Yehuwa: Percaya Yesus, Allah, Alkitab? untuk memahami maksud saya. Oleh sebab itu, dalam banyak kasus saya tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Saudara yang berhubungan dengan ayat-ayat Alkitab sebelum Saudara bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati?
Ke-5, jika Saudara mengajukan sebuah referensi link maka link itu bukanlahmenjadi bahasan yang akan saya kaji melainkan sebagai bahan referensi saja.
Ke-6, saya seorang diri mengelola blog ini. Dan mengingat waktu yang saya miliki sangat terbatas, komentar yang hanya menimbulkan debat kusir dan membuang waktu percuma akan di masukkan ke dalam Kotak Sampah Saksi Yehuwa. Dan jika Anda berkomentar di thread lainnya di blog ini juga akan saya masukkan keKotak Sampah Saksi Yehuwa.
Ke-7, saya sangat mengutamakan kejujuran, tetapi kerapkali komentator blog ini menggunakan dusta sebagai pembenaran diri. Oleh karena itu, jika ada dusta ditemukan maka diskusi akan terhenti dan semua komentar “pendusta” akan saya masukkan ke dalam “Kotak Sampah”
Ke-3, komentar yang tidak berhubungan dengan thread artikel postingan akan saya masukkan ke “kotak sampah”. Buatlah komentar yang singkat, padat dan to the point. Komentar yang berbelat-belit dan bertele-tele sehingga menimbulkan polemik debat kusir — apalagi meng-copy-paste publikasi Menara Pengawal berlebihan — tidak akan dibaca. Menyertakan kutipan organisasi Menara Pengawal dalam bahasa Inggris wajib menyertakan terjemahannya dalam bahasa Indonesia agar pembaca blog ini dapat mengerti pula.
Ke-4, perhatikan format blog ini dengan baik. Blog ini di rancang sedemikian rupa sehingga meminimalkan diskusi tentang ayat-ayat Alkitab terlalu dalam dan intens, meskipun kadang-kadang tidak dapat dihindarkan. Mengapa? Karena saya memiliki pemahaman bahwa diskusi dengan Saksi-Saksi Yehuwa tentang ayat-ayat Alkitabbukanlah hal yang utama dan bahkan sebuah usaha yang sia-sia. Masalah dengan Saksi-Saksi Yehuwa adalah melampaui ayat-ayat Alkitab. Problemnya adalah psikologi, bukan teologi. Silahkan Saudara klik artikel Memahami Lebih Dekat Tentang Kultus, Keselamatan dan Kesetiaan Saksi Yehuwa dan Saksi Yehuwa: Percaya Yesus, Allah, Alkitab? untuk memahami maksud saya. Oleh sebab itu, dalam banyak kasus saya tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Saudara yang berhubungan dengan ayat-ayat Alkitab sebelum Saudara bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati?
Ke-5, jika Saudara mengajukan sebuah referensi link maka link itu bukanlahmenjadi bahasan yang akan saya kaji melainkan sebagai bahan referensi saja.
Ke-6, saya seorang diri mengelola blog ini. Dan mengingat waktu yang saya miliki sangat terbatas, komentar yang hanya menimbulkan debat kusir dan membuang waktu percuma akan di masukkan ke dalam Kotak Sampah Saksi Yehuwa. Dan jika Anda berkomentar di thread lainnya di blog ini juga akan saya masukkan keKotak Sampah Saksi Yehuwa.
Ke-7, saya sangat mengutamakan kejujuran, tetapi kerapkali komentator blog ini menggunakan dusta sebagai pembenaran diri. Oleh karena itu, jika ada dusta ditemukan maka diskusi akan terhenti dan semua komentar “pendusta” akan saya masukkan ke dalam “Kotak Sampah”
Jika Saudara Menemukan Kekeliruan Di Dalam Artikel Blog Ini
Saya hanyalah manusia biasa yang tidak terlepas dari kekeliruan dalam memahamiajaran maupun sejarah Menara Pengawal maupun keterbatasan pengetahuan akan Alkitab. Oleh sebab itu, jika ada tulisan tentang ajaran Saksi Yehuwa atau Menara Pengawal di blog ini yang Saudara anggap keliru, tolong beri masukkan secara sah dengan memberikan bukti-buktinya. Saya akan memperbaikinya.
Amsal 27:17 menulis: 'Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya'. Demikian juga dalam berdiskusi ayat-ayat Alkitab dengan Saudara. Dalam proses pembelajaran, sangat mungkin saya dapat keliru. Tetapi dari berdiskusi dengan akal sehat dan berdasarkan Alkitab, saya akan dapat belajar lebih banyak lagi akan Alkitab dari Saudara sehingga pengetahuan saya bertambah. Saya dengan rendah hati bersiap sedia pula mengoreksinya.
Akhir Kata
Dalam kesempatan ini, izinkan saya memperkenal diri saya. Saya bukanlah mantanSaksi Yehuwa. Saya mempelajari ajaran Saksi Yehuwa karena saudara/i Saksi Yehuwa berkunjung ke rumah saya, bahkan karena akrabnya, kerapkali, saya lah yang berkunjung ke rumah mereka.
Dan saya tidak membela ajaran denominasi gereja manapun, praktek-praktek yang dilakukan oleh gereja-gereja ataupun perilaku orang Kristen pada umumnya. Bahkan saat ini saya tidak tergabung dengan sebuah gereja manapun.
Salam Kasih Tuhan Yesus
=============================
Fakta Saksi Yehuwa: Kultus Dan Nabi PALSU
![]() |
| Kultus Atau Rohaniwan Allah? |
- Saksi Yehuwa, Suatu Kultus atau Rohaniwan Allah?
- Saksi Yehuwa, Kultus: Doktrin Baru
- Ciri Kultus: Pandangan Radikal & Perilaku Yang Aneh
- Ciri Kultus: Melaksanakan Kegiatan Religius Secara Rahasia
- Ciri Kultus: Mengasingkan Diri Dalam Suatu Komunitas
- Ciri Kultus: Pengabdian Tanpa Syarat & Eksklusif
![]() |
| Berhati-hati Dengan Nabi Palsu |
Thread artikel di bawah ini membahas dan membuktikan bahwa organisasi Saksi Yehuwa yang diarahkan oleh badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa adalah nabi palsu berdasarkan pembahasan dari publikasi yang diterbitkan oleh Lembaga Menara Pengawal:
- Juru Bicara Palsu Yehuwa, Pengilhaman Roh Kudus Dan Nubuatan. Artikel yang membahas pengakuan Saksi Yehuwa sebagai juru bicara dan nabi Yehuwa.
- Bernubuat Palsu: Nama YEHUWA Dan Generasi Tak Akan Berlalu. Bukti berdasarkan majalah Sedarlah! terbitan Lembaga Menara Pengawal bernubuat palsu atas nama Yehuwa.
- Fakta Nubuatan Kiamat Charles Russell. Bukti pendiri Lembaga Menara Pengawal bernubuat kiamat tahun 1914.
- Prediksi Palsu Rutherford: Jutaan Orang Hidup Tidak Akan Mati. Pembahasan presiden ke-2 Lembaga Menara Pengawal yang bernubuat palsu bahwa tahun 1925 akan ada kebangkitan nabi-nabi Perjanjian Lama di bumi.
- Nubuatan Kiamat 1975: Akhir Sejarah Manusia. Lagi-lagi badan pimpinan organisasi Yehuwa berikutnya bernubuat palsu tahun 1975 akan berakhirnya sejarah manusia.
Bukti para Saksi Yehuwa yang tergabung dalam organisasi Saksi Yehuwa, Lembaga Menara Pengawal adalah penyembah berhala modern. Silahkan klik artikelSaksi Yehuwa Penyembah Berhala Modern: Organisasi Dan Manusia untuk buktinya yang dibahas berdasarkan publikasi Menara Pengawal.
ARTIKAL THREAD di bawah ini membahas tentang keahlian Organisasi Saksi Yehuwa dalam berpropaganda informasi untuk mempengaruhi pikiran, perilaku dan emosi para anggotanya, Saksi-Saksi Yehuwa berdasarkan majalah Sedarlah! edisi 22/6/2000, hlm. 3-11
- Ciri Kultus: Menggunakan Propaganda Informasi
- Taktik Propaganda Informasi: Dusta, Dusta!
- Propaganda Dusta: Pemilihan Budak Setia Dan Bijaksana
- Taktik Propaganda Ke-2: Melakukan Generalisasi
- Taktik Propaganda Ke-3: Memberi julukan (name calling)
- Taktik Propaganda Ke-4: Memanipulasi Emosi
- Taktik Propaganda Ke-5: Memanfaatkan Slogan Dan Lambang
- Jangan Jadi Korban Propaganda Organisasi Yehuwa
Himbauan Bagi Umat Kristen
Pepatah mengatakan lebih baik “mencegah daripada pengobati penyakit” merupakan pepatah yang benar dan bijaksana. Pengaruh mind control (kontrol pikiran) yang digunakan oleh grup kultus seperti organisasi Saksi Yehuwa sangatlah kuat dalam mempengaruhi pikiran, perilaku dan emosi para anggotanya, Saksi-Saksi Yehuwa.
Teknik mind control yang digunakan oleh organisasi Saksi Yehuwa merupakan suatu teknik persuasi yang bekerja di dalam pikiran, perasaan dan perilaku para Saksi Yehuwa tanpa disadari oleh Saksi Yehuwa. Setiap Saksi Yehuwa berpikir dan mengirabahwa mereka mengabdikan dirinya kepada Yehuwa. Tetapi faktanya mereka dimanipulasi sedemikian rupa untuk merekrut anggota baru agar dapat dijadikancaptive market bisnis organisasi yaitu percetakan dan menyumbangkan uangnya untuk organisasi.
Sekarang ini Saksi-Saksi Yehuwa berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyesatkan umat Kristen dan dijadikan budak organisasi Saksi Yehuwa. Cara menghindari penyesatan ini sangatlah mudah yaitu mereferensikan blog ini kepada Saudara seiman di gereja ataupun keluarga agar mereka terhindar. Sebaliknya, jika Saudara seiman dan keluarga kita telah terjerat oleh teknik mind control, maka sulit bagi mereka untuk keluar dari jeratan sebuah organisasi kultus berkedok agama Kristen.
Teknik mind control yang digunakan oleh organisasi Saksi Yehuwa merupakan suatu teknik persuasi yang bekerja di dalam pikiran, perasaan dan perilaku para Saksi Yehuwa tanpa disadari oleh Saksi Yehuwa. Setiap Saksi Yehuwa berpikir dan mengirabahwa mereka mengabdikan dirinya kepada Yehuwa. Tetapi faktanya mereka dimanipulasi sedemikian rupa untuk merekrut anggota baru agar dapat dijadikancaptive market bisnis organisasi yaitu percetakan dan menyumbangkan uangnya untuk organisasi.
Sekarang ini Saksi-Saksi Yehuwa berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyesatkan umat Kristen dan dijadikan budak organisasi Saksi Yehuwa. Cara menghindari penyesatan ini sangatlah mudah yaitu mereferensikan blog ini kepada Saudara seiman di gereja ataupun keluarga agar mereka terhindar. Sebaliknya, jika Saudara seiman dan keluarga kita telah terjerat oleh teknik mind control, maka sulit bagi mereka untuk keluar dari jeratan sebuah organisasi kultus berkedok agama Kristen.
============================
Kisah Kesaksian Mantan Penatua Saksi Yehuwa
BERIKUT MERUPAKAN kesaksian dari seorang mantan penatua Saksi-Saksi Yehuwa di Inggris yang saya peroleh dari sebuah situs Eks Saksi Yehuwa*. Kisahnya agar dapat menjadi sebuah bahan pertimbangan dan pembelajaran bagi kita; akibat dan pengaruhnya menjadi seorang Saksi Yehuwa dalam sebuah kehidupan.
Saya lahir London, Inggris pada 1947. Ibu dan ayah saya keduanya terluka parah selama Perang Dunia II dan membesarkan kami di pos Perang Inggris. Saya memiliki adik laki-laki dan perempuan dan masih bisa mengingat kehidupan awal kami yang hangat dan mencintai sebagaimana ibu kami sebagai wanita yang mengagumkan – meski dia harus kehilangan kakinya di akhir perang.
Selama awal tahun 1950-an kehidupan kami berubah tiba-tiba ketika dua orang Saksi-saksi Yehuwa mengetuk pintu kami dan mengatakan pada ayah saya kenapa dunia sudah begitu hancur. Mereka menjelaskan bahwa bukanlah Tuhan yang menyebabkan perang – tapi Setan si Iblis. Mereka memulai Pengajaran Alkitab dengan orang tua saya dan selama 6 bulan, orang tua saya pun dibaptis.
Sejak saat itu, ayah saya menjadi pengkhotbah fanatik dari pesan Watchtower. Sebelum perang, ayah saya adalah seorang Katolik biasa dan ibu saya adalah seorang Anglikan, jadi saya dibesarkan sebagai kristen di dua gereja dan kemudian dibaptis sebagai Saksi Yehuwa ketika baru berusia tujuh tahun.
Dalam 6 bulan, ayah saya naik kedudukan dengan cepat dan ditunjuk sebagai Pelayan Pengajaran Alkitab (posisi yang sebanding dengan penatua sekarang). Bagaimanapun dia tidak lah bahagia melayani hanya dengan kapasitasnya saat itu dan membutuhkan tantangan baru. Selama pertengahan tahun 50-an, Lembaga Watchtower menerbitkan surat selebaran yang disebut “Pelayanan Kerajaan” (Kingdom Ministry). Selebaran itu berisi artikel tentang “pindah ke tempat yang sangat membutuhkan”. Jadi, kami pindah dan mendirikan sidang jemaat di daerah pedalaman.
Menjual rumah tipe Victoria dengan empat kamar tidur yang besar, kami akhirnya tinggal di Karavan 22 kaki (sekitar 6 meter) tanpa air, listrik dan sanitasi yang memadai. Namun kami memandang hal itu sebagai misi untuk menyelamatkan dunia sebelum Armagedon datang. Dia mengatakan pada kami SEMUA bahwa kami TIDAK AKAN PERNAH MATI dan akan segera ada di firdaus yang menakjubkan.
Setelah beberapa waktu, ayah saya mendirikan Sidang Jemaat Saksi Yehuwa di Clevedon, Avon (Daerah barat Inggris) dimana kami menggunakan sebagian besar waktu bertumbuh kami untuk berurusan dengan masalah yang menyertai selama tinggal di daerah tersebut.
Pada umur 18 tahun, saya bertemu istri saya yang terkasih Christine di Kebaktian di Wembley London. Setelah 2 tahun, kami menikah dan tinggal di Southampton, Bagian Selatan, Inggris. Beberapa tahun kemudian, kami memiliki 2 putri dan saya terus maju dalam organisasi Watchtower, dengan membawa serta putri-putri kami dalam iman. Bagaimanapun, istri saya menderita depresi berat selama pertengahan 1970-an, dan kami menyadari bahwa sedikit sekali kasih yang ditunjukkan kepada sesama beriman yang menderita depresi. Bila ada Saksi Yehuwa yang sakit, mereka diberitahu untuk TIDAK membawa masalah mereka ke dalam Balai Kerajaan, karena hal itu bisa melemahkan yang lain.
Mengabaikan hal ini, saya ingin terus membuat kemajuan dalam sidang; jadi saya bekerja keras dan ditunjuk sebagai Penatua pada 1975 di usia 28. Itu adalah tahun yang aneh karena banyak yang meninggalkan organisasi karena ramalan Watchtower bahwa Armagedon datang di tahun 1975 ternyata tidak terbukti dan akhir jaman tidak terjadi. Saya masih mengingat pertama kali menghadiri pertemuan para Penatua, ketika saya benar-benar kaget mendengar “saudara-saudara” (yang saya respek dan pandang) berteriak dan mengacungkan kepalan tangan satu sama lain. Ketika saya pulang sore itu, Christine tahu ada yang mengganggu saya. Mulai saat itu, kami menyadari bahwa “tidak semua sama sebagaimana yang terlihat” dalam organisasi.
Saya terus bertugas sebagai penatua selama 12 tahun ke depan, dan saya melihat banyak sekali hal menjijikan yang telah dilakukan oleh “saudara-saudari” (sesama Saksi-saksi Yehuwa) dalam sidang – demi menjaga nama sidang tetap “bersih”. Selama awal tahun 1980an, kami mendengar kabar pengenai pemecatan di Bethel Brooklyn itu sendiri, dan kami sangat penasaran untuk mencari tahu alasan kenapa yang “sebenarnya”.
Saya tidak pernah merasakan hal yang sama lagi mengenai organisasi setelah itu. Ketika kami berkunjung ke Bethel Brooklyn di Juni 1981, kami mendapat penyambutan yang dingin dan ketika kami kembali ke Inggris, saya menulis surat ke Jack Barr. Jack baru saja memberikan ceramah di Twickenham dan menyampaikan apa itu yang disebut “kasih” dari Keluarga Bethel. Saya menjelaskan secara detil betapa buruknya cara mereka memperlakukan kami dan bagaimana kami bahkan tidak disuguhi air minum saat hari sangat menyengat. Saya tidak memanfaatkan posisi saya sebagai Penatua untuk mendapatkan “kemudahan” ketika berkunjung ke Bethel, tapi saya menyampaikan kepadanya bahwa jika kami adalah orang yang tertarik mengunjungi Bethel maka hal itu bisa menurunkan moral kami. Dalam lubuk hati terdalam, saya mengetahui ada yang salah dengan apa yang disebut organisasi dari Budak yang Setia dan Bijaksana.
Istri saya manjadi semakin terisolasi dan sama sekali tidak menikmati menghadiri perhimpunan. Namun, dia adalah salah satu dari orang-orang yang paling spiritual yang pernah saya temui. Ketika pertama kali bertemu dengannya, ketika dia adalah Perintis Biasa. Dia pernah mengatakan pada saya bahwa dia sangat ingin pergi dan menemui Jehovah dan Yesus di Surga. Harus saya akui pada waktu itu, bahwa itu merupakan pikiran yang aneh akan keinginannya mengingat dia bukanlah termasuk golongan “yang diurapi”.
Kemudian, kami pindah ke Timur Laut Inggris dan melayani di Jemaat Stockton-On-Tee selama dua tahun. Saat berada di Stockton itulah saya bertemu dengan orang Kristen “terlahir kembali” di lingkungan pekerjaan sehari-hari saya, dan dia sangat baik hati dan penuh perhatian. Pria ini mengatakan pada saya tentang Yesus dan bahwa di adalah Juru Selamat pribadi kita. Kemudian, dia berkata pada saya bahwa dia termasuk dalam “Gereja Rumah” dan mempelajari Alkitab. Kemudian, saya bertemu dua anggota dari “kelompok” mereka dan berpikir “Betapa mengagumkan orang-orang ini”. Bagaimanapun juga, kami terbelenggu dalam organisasi Watchtower, dan orang tua kami adalah Saksi-saksi Yehuwa sebagaimana juga “teman-teman” kami. Ini terlihat sangat aneh bahwa Christine percaya sepenuhnya bahwa organisasi adalah “kebenaran”, namun membenci perhimpunan dan melakukan pekerjaan door-to-door. Sementara saya tidak sepenuhnya percaya hal itu adalah “kebenaran mutlak”, saya bertekun dan setia dalam perhimpunan dan pekerjaan penyiaran.
Setelah beberapa tahun, kami pindah lagi ke Kota Utara yang disebut Hull, dan kami menemui banyak masalah di sana karena “kecemburuan” dan “permusuhan” dalam sidang. Saya ditunjuk sebagai Pengawas Pembelajaran Alkitab dengan cepat, dan tanpa saya ketahui saat itu, terjadi permusuhan dalam sidang. Organisasi menganjurkan kompetisi dengan membuat Perintis dan Saksi Yehuwa yang ditunjuk untuk terlihat lebih senior dari yang lain. Karena saya waktu itu adalah Perintis Biasa Pembantu, saya termasuk dalam pihak yang saya pandang sebagai “pekerja”.
Namun dalam 18 bulan, kehidupan menjadi tidak dapat ditoleransi dalam Sidang. Mengundurkan diri sebagai penatua, kami memutuskan pindah ke Midlands dimana teman-teman Saksi kami tinggal. Selama 6 bulan waktu perpindahan, kami secara kiasan “terpotong” dari mereka yang kami panggil “saudara-saudari” dan memperlakukan kami layaknya penderita kusta. Namun, perlakuan mereka kepada kami tidak dapat dibenarkan sebagaimana tidak ada dari kami yang secara terang-terangan ditegur atau dipecat.
Kami pindah ke Wolverhampton di daerah Midlands dan memulai lagi menghadiri perhimpunan. Kedua orang tua kami juga ikut pindah ke Wolverhampton juga, jadi setidaknya kami merasa memliki teman di sekitar kami. Ayah saya adalah Penatua dan tetap Merintis bersama dengan ibu saya, tapi saudara laki-laki saya meninggal dalam kecelakaan mobil dan saudara perempuan saya “secara mental sakit” skizofrenia. Maka dari itu, kami merasa jauh dari kehidupan “firdaus rohani”, namun lebih mendekati ke “neraka rohani”.
Saya lebih sering “berdebat” dengan ayah saya tentang pengajaran Watchtower Bible and Tract Society, dan lebih sering mengatakan bahwa mereka suatu hari akan mengubah ramalan “generasi” 1914 untuk akhir dunia dan bahwa kami akan MATI sebelum Armageddon datang. Cukup yakin, ayah saya meninggal karena serangan jantung pada Januari 1994 dan saya ditinggalkan sendiri mengurus ibu dan saudara perempuan saya, keduanya cacat. Sidang sama sekali tidak membantu. Selama 1995, Watchtower akhirnya mengubah pengertian mereka tentang 1914 (sebagaimana yang saya perkirakan), dan mereka juga mengubah pengertian tentang domba dan kambing. Perubahan in benar-benar mengena bagi saya. Rutherford pernah mengatakan bahwa “golongan terurapi” telah sepenuhnya terpilih pada pertengahan 1930-an dan pemimpin-pemimpin mereka seharusnya menjadi “kawanan kecil”. Namun sekarang, Watchtower mengatakan bahwa domba dan kambing “BELUM DIPISAHKAN”. Karena definisi mengenai “kawanan kecil” bahwa mereka adalah “domba” dan bukan kambing, saya mulai berpikir jika tak satupun dari kami adalah “domba”, bagaimana bisa “kawanan kecil yang terurapi” telah dipilih?
Secara bertahap, kami semakin kecewa dengan apa yang dinamakan “kebenaran” dan (bertentangan dengan kebijaksanaan organisasi) di tahun 1999, kami pergi ke Malta pada 31 Desember untuk merayakan Milenium Baru. Saat melakukan itu, kami merasakan perasaan fantastis kemerdekaan! Bagaimanapun, kami masih belum bisa meninggalkan – meski saya pernah di Internet dan membaca semua materi-materi “murtad” serta mengetahui sejarah “kultus” ini.
Christine adalah termasuk di antara mereka yang membela organisasi dengan lantang, jadi saya tidak menginginkan terjadi keretakan di antara kami. Sesungguhnya, adik perempuan saya meninggal ketika berumur 49 pada September 2000 dan ibu saya meninggal pada Januari 2001. Melihat semua keluarga meninggal, saya jadi ingat bagaimana organisasi telah mengajar kami bahwa kami akan hidup melalui Armagedon dan tidak akan pernah mati.
Ketika saya belajar mengenai hubungan Watchtower dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, saya benar-benar tidak percaya dan mengajak Christine duduk di depan komputer untuk menunjukkan bukti-bukti mereka yang tersingkap. Kira-kira saat itulah ketika saya pergi ke perhimpunan sendiri, dan Christine tinggal di rumah membaca Alkitabnya. Dia menemukan ayat di Matius 8:11 dimana mengatakan bahwa Abraham, Ishak dan Yakub akan berada di surga duduk bersandar di meja. Kami mencari penjelasan Lembaga dan merasa muak kepada retorika mereka.
Selama waktu-waktu tersebut, saya telah berdoa kepada “Yahweh”, “Yesus” dan “Kesadaran Universal” (siapapun dia). Saya mulai membaca beberapa materi Kristen, namun sebagian besar “spiritual” tanpa ada hubungan dengan golongan agama manapun. Kami bahkan mulai berpikir bahwa mungkin ada “kebenaran” dalam banyak agama dan itu tidak masalah selama kami memberikan penghormatan kepada Tuhan.
Akhirnya, kami meninggalkan cengkeraman Watchtower pada Juni 2001 dan menjadi pengelana spriritual selama sekitar 18 bulan. Kami bahkan bepergian 20 mil setiap Minggu ke hutan untuk berdoa di antara pepohonan berharap menemukan kebenaran sejati. Dalam hal ini, hutan telah menjadi “Rumah Rohani” kami – sampai kami dibimbing ke tempat yang benar. Kemudian, suatu Minggu pagi di November 2002, saya memutuskan pergi ke gereja yang tidak beraliran yang pernah saya dengar. Seorang pria yang saya kenal samar-samar dan pernah belajar bersama Saksi-saksi Yehuwa selama 6 tahun juga pergi ke sana. Saya menemukan bahwa orang-orang ini telah mendoakan saya sejak lama.
Christine dibawa ke rumah sakit karena usus buntu dan semua anggota Gereja mendoakannya. Ketika dia keluar, dia mengumpulkan keberanian untuk pergi ke “rumah kelompok” menemui saya. Dua minggu kemudian, di November 2002, saya diselamatkan. Saya menerima Tuhan Yesus ke dalam hidup saya – meski saya masih tidak mengerti doktrin “Tritunggal” ataupun “Neraka”. Istri saya terkasih Christine juga memberikan hidupnya kepada Tuhan. Apa yang menarik dia adalah fakta bahwa sudah lama, dia menemukan orang Kristen saling mendoakan satu sama lain, saling menyayangi satu sama lain dan menunjukan kasih “sejati” – seperti yang ditunjukkan oleh Yesus. Yang menakjubkan, inilah yang selama ini Christine doakan. Jadi, ketika dia bertemu orang Kristen, dia menyadari bahwa Tuhan telah membimbing kami kepada mereka.
Kami berdua akhirnya dibaptis di Mei 2003. Di Mei 2004, putri kami paling muda dan suaminya mengikuti kami dalam pembaptisan. Puji syukur, kedua putri kami sekarang sudah keluar dari kultus Watchtower dan merasa senang telah terbebaskan. Sejak menemukan Yesus sejati, kami telah ditunjukkan betapa banyak kasih Kristen “sejati” yang kami pelajari sekarang, bukan menghakimi seperti pengajaran Watchtower.
Ketika kami masih Saksi-saksi Yehuwa, kami selalu berjuang dengan konsep bahwa Yahweh akan membunuh setiap orang di planet ini jika mereka bukan pengikut Watchtower. Sekarang kami tahu bahwa KEBENARAN adalah Yesus (bukan organisasi). Dia adalah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP dan tak seorang pun datang kepada bapa kecuali lewat dia (lihat Yohanes 14:6). Tidak ada jalan lain.
Misi kami sekarang adalah untuk membantu sebanyak mungkin Saksi-saksi Yehuwa “berhati jujur” yang mengeluh dan menangis dan yang lain untuk mencari Yesus Kristus sejati dan memberikan hidup mereka kepadaNya sebagai Juru Selamat pribadi mereka. Tak seorang dari kami membutuhkan “perantara” duniawi seperti “budak yang setia dan bijaksana” (organisasi). Kita SEMUA adalah budak-budak yang setia dan bijaksana jika kita mengakui Raja kita dan Imam Agung (Yesus Kristus) sebagai PERANTARA SEJATI SATU-SATUNYA.
Kasih Dalam Nama Yesus,
David





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.