Selasa, 15 Maret 2016

HANCURNYA OTAK, JIWA DAN FISIK AKITAB NONTON PORNO DAN ONANI/MASTURBASI



HANCURNYA OTAK, JIWA DAN FISIK AKITAB NONTON PORNO DAN ONANI/MASTURBASI      


LIHAT VIDEONYA DI SINI:



https://www.youtube.com/watch?v=G5J8Hm9Z1Tw


“Percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kami, orang Amerika kesulitan menghadapinya. Negara kami dapat mempersiapkan perang, senjata, dan tentara. Negara kami juga mampu menemukan obat-obatan mutakhir untuk menyembuhkan berbagai penyakit modern. Tapi untuk pornografi…believe me…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya. Kami bingung!” (Dr. Randall F. Hyde, Ph.D )

BERBEDA dengan 20-an tahun yang lalu, mengakses pornografi sekarang ini mudah sekali. Sama mudahnya dengan mengakses facebook dan twitter. Ya, lewat HP sudah bisa.

Kebiasaan seseorang menonton film porno tak ubahnya seperti seseorang perempuan pergi belanja atau nyalon. Ibaratnya, akan dilakukan kapan pun ada waktu senggang. Dan seperti kita tahu bahwa pornografi mempunyai efek yang membahayakan otak, jiwa, dan fisik kita. Bahaya apa saja?


1. Pornografi Merusak Jiwa

Kerusakan yang dapat ditimbulkan pornografi bagi pecandunya dari sisi kejiwaan tidak terlepas dari bekerjanya 4 jenis hormon tubuh, yaitu dopamin, neuroepinefrin, serotonin, dan oksitosin.


a. Dopamin

Dopamin bekerja untuk menimbulkan sensasi puas, senang, lega, gembira dalam dada. Namun, dopamine juga bekerja menuntut peningkatan level kenikmatan.

Contoh dalam kasus pornografi, misal seorang remaja pertama kali merasa senang bisa melihat gambar syur, berikutnya dopamin akan menuntut peningkatan kepuasan. Remaja tadi menjadi rasa ingin mengulang dan menambah, ganti gambar dan suara, terus gambar suara dan gerak, lagi…lagi…dan lagi. Seperti orang bermain game, ia akan merasa puas jika berhasil naik ke level permainan berikutny.


b. Hormon Neuroepinefrin

Hormon epinefrin sebenarnya bekerja untuk memantik ide-ide kreatif. Misal seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan.

Melihat sebuah kejadian, ia akan berpikir tentang peluang usaha yang bisa dijadikan ladang uang atau sumber bisnis baru. Instingnya dalam hal bisnis tajam!

Sayangnya, jika hormon ini sudah dikendalikan oleh pornografi yang bersifat merusak, otak pecandu pornografi juga akan selalu dipenuhi dengan yang namanya pornografi dan seksualitas.

Apabila ia melihat gambar yang merangsang sedikit saja, otak akan berpikir “kreatif” untuk berlaku menyimpang.

Kalau ada perempuan yang memakai baju terbuka, mungkin orang normal hanya akan berkata ” Wanita itu sungguh menggoda” . Namun bagi orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berpikir, “Bagaimana ya rasanya berzina dengan dia…”

Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Jiwa dan pikirannya mulai rusak!

Akibatnya, para pecandu pornografi tidak bisa berpikir jernih, malas menuntut ilmu/ belajar, dan malas berpikir kreatif. Hal itu karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak yang selalu bersambungan dengan yang namanya seks.

Inilah kerja hormon neuroepinefrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.


c. Hormon Serotonin

Hormon serotonin bekerja untuk memunculkan rasa nyaman dan tenang. Misal seseorang yang senang melihat pemandangan, ketika hatinya gundah ia akan pergi keluar untuk melihat pemandangan alam supaya hatinya tenang.

Itulah efek kerja dari hormon serotonin, yaitu membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar.

Ketika seseorang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar. Efeknya, setiap pecandu pornografi itu orang itu jengah, sedih, tertekan, atau stress, dia akan lari ke pornografi ! Karena itu yang membuatnya tentram.


d. Hormon Oksitosin

Oksitosin sering dikenal sebagai “hormon cinta” karena hormon ini berhubungan erat dengan hubungan cinta suami istri, kesuburan, kontraksi selama persalinan dan kelahiran, dan pelepasan ASI saat menyusui. Hormon ini pula yang membantu kita merasa baik, dan itu memicu perasaan & perilaku untuk memelihara.


EFEK SERING NONTON FILM PORNO
https://youtu.be/L4h3IeVb1Yg


<iframe width="854" height="480" src="https://www.youtube.com/embed/L4h3IeVb1Yg" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>


10 Ciri-Ciri Pecandu Pornografi


https://youtu.be/8B1_AwuraeI


<iframe width="854" height="480" src="https://www.youtube.com/embed/8B1_AwuraeI" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>



****************************************************************

Kerusakan Otak Akibat Pornografi Mirip Mobil Ringsek Akibat Benturan Keras


Anak-anak yang jiwanya selalu merasa sendiri, booring, stress, dan lelah akan sangat gampang dimasuki oleh industri pornografi





LIHAT VIDEONYA DI SINI:

https://www.youtube.com/watch?v=G5J8Hm9Z1Tw





Kerusakan otak akibat pengaruh pornografi di mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI), hasilnya sama dengan kerusakan pada mobil saat tabrakan keras. Demikian penjelasan r Elly Risman, psikolog dari Yayasan Kita dan Buah hati Jakarta.

Menurut Elly Risman, Pree Frontal Cortex (PFC) akan rusak ketika anak melihat pornografi. Padahal PFC adalah pusat nilai, moral, tempat di mana merencanakan masa depan, tempat mengatur manajemen diri. Bagian otak alis kanan atas inilah yang menentukan jadi apa seorang anak nantinya. Karena itulah PFC juga disebut direktur yang mengarahkan kita.

“Nah pada saat anak kecil dan melihat pornografi si direkturnya belum bisa melarangnya karena belum matang, maka orangtuanya lah yang harus menjadi direktur bagi si anak, tapi mengapa sekarang orangtua malah memberikan anak gadget, HP, dan akses internet secara bebas?”ucap Elly Risman dalam acara seminar parenting bertema “Tantangan Mendidik Anak di Era Digital” yang diselenggarakan SD Integal Luqman Al Hakim Surabaya belum lama ini.

“Setelah melihat pornografi, maka gambar visual pornografi itu akan dikirim ke otak bagian belakang, disebut juga respondent. Karena respondent ini belum berfungsi maka anak akan kaget,” ujar Elly.

Jika respondent tersenggol maka dia akan mengeluarkan hormon yang namanya dopamin. Dopamin itu akan mengeluarkan zat yang akan membuat anak merasa senang, nikmat,bahagia, dan membuat anak kecanduan, ungkapkanya.

Karena itu, menurutnya candu pornografi itu membuat orang menjadi dissensitifisasi. Gambar porno yang sudah dilihat tidak akan dilihat ulang karena sudah tidak berpengaruh lagi, yang ingin dilihat lagi adalah gambar porno yang lebih dari gambar sebelumnya, karena rasa senstifnya hilang.

Oleh karena itu para pencandu pornografi akan selalu meningkat candunya seperti menaiki tangga, ia ingin lebih, lebih dan lebih lagi.

“Ketika anak melihat satu kali pornografi maka dia ingin dua, tiga, empat kali lagi,” ujar Elly Risman. Ketika gambar pornografi sering melewati PFC, maka bagian yang menyimpan moral dan nilai, membuat perencanaan hidup ini, akan menciut, mengecil dan akibatnya dorongan seks akan tidak terkendali , karena mata tidak bisa ditahan, otak menjadi rusak dan ketagihan seks.

“Proses melihat pornografi dengan bersetubuh sama, jadi anak yang melihat pornografi mereka bersetubuh dengan gambar –gambar,” ujar Ibu yang pernah mengikuti pelatihan parenting di USA ini.

Menurutnya selain hormon dopamin yang berproduksi hormon norepinephrine juga akan keluar. Hormon norepinephrine berfungsi sebagai pembeku memori kenangan yang detail.

Seperti seorang istri dengan bagian-bagian-bagian tertentu suaminya, begitu pun sebaliknya. Hormon norepinephrine biasanya keluar setelah bersetubuh. Selain norepinephrine, otak juga akan mengeluarkan hormon oksitoksin. Ini adalah adalah hormon mawadah wa rahmah. Hormon yang mengikat antara suami dan istri.

Tapi jika anak yang bersetubuh dengan gambar maka hormon ini akan mengikat anak tersebut dengan gambar porno yang telah dilihatnya. Makan anak dan orang dewasa yang sudah candu pornografi maka susah menyapihnya.

”Nah setelah mencapai klimaks, maka akan keluar hormon serotonin, hormon ini yang membuat relax dari ujung rambut sampai ujung kaki,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pada orangtua menjaga anak-anak agar otak mereka tidak rusak sebelum kesiapan peran seksual yang telah diciptakan Allah Subhanahu Wata’ala untuk mereka telah siap dan halal.

Menurutnya, begitulah jahatnya bisnis pornografi menjadikan anak sebagai sasaran tembak empuk, karena mereka ingin anak itu rusak dan menjadi pelanggan pornografi seumur hidup.


Aktivitas Pacaran

Selain pornografi yang mengaktifkan hormon seksual, termasuk di dalamnya adalah aktivitas pacaran. Karena itu, ia sangat menyayangkan film-film remaja saat ini begitu vulgar mengajak anak untuk berpacaran dan berhubungan seks secara bebas. Karena itu, kewaspadaan orangtua terhadap serangan pornografi sangat di harapkan.

”Jangan hanya mengaharap kepada sekolah yang mengajari nilai-nilai agama pada anak, namun orangtua harus berperan aktif membangun moral agama pada diri anaknya sendiri, ” ucapnya.

Kembalikan peran Ibu dan Ayah pada tempatnya. Dan para orangtua harus lebih dulu hadir dalam kehidupan anaknya, bukan mereka yang punya kepentingan bisnis pornografi yang hadir dalam kehidupan anak-anaknya. Sebab anak-anak yang jiwanya selalu merasa sendiri, booring, stress, dan lelah akan sangat gampang dimasuki oleh industri pornografi.*/Samsul Bahri


****************************************************************


Akibat Film Porno Bagi Kinerja Hormon dalam Tubuh


Akibat Porno - Sebelumnya kami telah membuat postingan terkait dengan film porno. Anda dapat membaca artikel kami yang berjudul "Fakta di balik Industri Pornografi". Dalam postingan tersebut Anda dapat membaca dengan sangat jelas fakta-fakta tentang industri porno yang selama ini ditutup-tutupi. Anda dapat pula mengetahui bagaimana rahasia di balik industri porno. dalam artikel tersebut kami mengungkapnya.

Selain itu, kami juga telah membuat postingan yang terkait puladengan film porno ini. Judul postingan yangkami buat adalah "Wanita dan Film Porno". Dalam artikel tersebut Anda dapat mengetahui dengan jelas bahwa korban terbesar dalam dunia film porno adalah wanita. Ya, walaupun juga akan berakibat pada lawan jenis Anda.

Pada kesempatan ini, kami akan menjelaskan bagaimana pengaruh Film Porno terhadap kinerja hormon dalam tubuh Anda. Anda harus mengetahui ternyata ada efek lebih buruk pada kinerja hormon dalam tubuh Anda jika Anda telah atau sedang kecanduan menonton film porno ini.

dari penjelasan kami nantinya, semoga ini pula dapat menjelaskan pada Anda kenapa Anda sangat susah untuk bertobat ataudengan kata lain berhenti untuk tidak menonton film porno. Ok, mari Anda simak dan lanjutkan membaca artikel ini.

Bagi Anda pria, menonton film porno dapat meningkatkan kadar hormon testosteron Anda. Dilaporkan pria yang menonton tayangan porno, testosteronnya meningkat 35 persen dalam kurun waktu 60-90 menit setelah melihat yang porno-porno tersebut. Tidak mengherankan, para pria menyukai tontonan semacam itu. Demikian penelitian yang dilakukan The Archives of Sexual Behavior dan dikutip Foxnews.


Apa akibatnya jika hormon ini meningkat ?

Jika hormon ini meningkat dalam tubuh Anda baik karena dipicu dengan menonton film porno maka Anda akan melakukan hal-hal gila. Mungkin akan terlihat seperti lebih percaya diri. Namun, sekali lagi ini seperti candu buat Anda sehingga level kepercayaan diri Anda sedang rendah maka Anda akan menonton film porno lagi untuk meningkatkan kadar testosteron Anda.

Selain di atas, ada pula setidaknya 4 macam hormon yang bisa bereaksi dalam tubuh Anda ketika Anda menonton film atau video porno. Hormon itu adalah hormon dopamin, neuroepinefrin, serotonin, dan oksitosin.


Apa pengaruh buruk dari film porno terhadap ke empat hormon ini dalam tubuh Anda ?

a. Dopamin

Dopamin bekerja untuk menimbulkan sensasi puas, senang, lega, gembira dalam dada. Namun, dopamine juga bekerja menuntut peningkatan level kenikmatan.

Dopamin pada awalnya memang membuat Anda nyaman, namun Yang harus Anda garis bawahi bahwa dengan memicu dopamin berekasi, hormon dopamin akan menuntut Anda untuk meningkatkan level pemuasan, kenikmatan yang Anda rasakan.

Hal ini yang menjelaskan mengapa banyak kasus perzinaan, pemerkosaan, penyimpangan seksual banyak terjadi dikarenakan pada mulanya hormon dopamin keluar dengan cara di rangsang dengan film porno. Sehingga jika si penderita, pada awalnya hanya menco-coba melihat film porno maka level selanjutnya dia akan menjadi pencandu. dari level pencandu maka akan meningkat lagi ke level mempraktikkan adegan dalm film porno. Hal inilah yang sangat berbahaya, bukan hanya buat Anda pribadi. Namun, hal ini dapat pula berakibat pada orang yang ada di sekeliling Anda.


b. Hormon Neuroepinefrin

Hormon epinefrin sebenarnya bekerja untuk memantik ide-ide kreatif. Namun, apabila hormon di picu dan ditimbulkan karena rangsangan film porno maka akibatnya akan fatal. Bagaimana fatalnya?

Hormon ini mempengaruhi kerja kreatif, tetapi kaena efek pornografi maka efek kreatif ini akan berubah ke hal-hal yang negatif seperti. Si pecandu, akan mencari-cari cara "kreatif" dalam menyalurkan hasrat seksualnya.

Maka tidak heran, bermunculan perilaku menyimpang seksual yang dapat Anda saksikan, misalnya orang yang bersetubuh dengan bianatang.


c. Hormon Serotonin

Hormon serotonin bekerja untuk memunculkan rasa nyaman dan tenang. Misal seseorang yang senang melihat pemandangan, ketika hatinya gundah ia akan pergi keluar untuk melihat pemandangan alam supaya hatinya tenang.

Itulah efek kerja dari hormon serotonin, yaitu membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar.


Apa akibatnya buat Anda ?

Tentu jika Anda sudah kecanduan film porno, ponografi maka ketika Anda sedang stress, atau dalam tekanan jiwa maka Anda akan melarikan permasalahan Anda dengan menonton film porno untuk menenangkan diri Anda. Sehingga dengan ini, film porno seperti candu buat Anda yang kapan pun dapat membuat Anda nyaman.


d. Hormon Oksitosin

Oksitosin sering dikenal sebagai “hormon cinta” karena hormon ini berhubungan erat dengan hubungan cinta suami istri, kesuburan, kontraksi selama persalinan dan kelahiran, dan pelepasan ASI saat menyusui. Hormon ini pula yang membantu kita merasa baik, dan itu memicu perasaan & perilaku untuk memelihara.

Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi. Akibatnya, pecandu tersebut menjadi terikat secara batin dengan pornografi.

Dari paparan di atas, Anda dapat mengerti bahwa ternyata film porno, pornografi, materi pornografi lainnya dapat merusak diri Anda terutama kinerja kimiawi atau hormonaldalam tubuh Anda. Olweh karena itu, Anda harus berusaha menghentikannya segera karena ini tentu akan merusak diri Anda


****************************************************************

Menurut dr. Donald Hilton Jr 

seorang ahli bedah saraf Methodist Speciality and transplant Hospital San Antonio, mengatakan bahwa kerusakan otak akibat ketagihan pornografi lebih sulit disembuhkan dibandingkan kecanduan makan (kegemukan) dan obat-obatan.

Pada umumnya, otak para pecandu pornografi akan memproduksi dopamine dan endorphin yang merupakan bahan kimia otak yang menciptakan rasa senang dan perasaan lebih baik. Bila kebiasaan pornografi ini berlebihan, maka otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan yang berlebihan) sehingga mempengaruhi kinerja neurotransmitter atau zat kimia otak yang mengirim pesan.

Membiarkan terlalu lama menikmati kebiasaan ini akan berakibat fatal yaitu terjadinya penyusutan jaringan otak sebab terus menerus bekerja dan lambat laun otak akan mengalami pengecilan dan rusak permanen.

Ditambahkan sang dokter, kecanduan pornografi lebih parah dari pada kecanduan narkoba, meskipun pada akhirnya kerusakan otak permanen ini dapat disembuhkan dengan berbagai bentuk seperti terapi psikologi, spiritual dan dukungan lingkungan.

Ini berlaku bagi wanita dan pria. Bila seseorang sudah kecanduan pornografi, maka akan tampak terjadi penurunan interaksi sosial dengan lingkungan dan sulit berkonsentrasi. Sementara bagi yang telah memiliki pasangan akan tampak dengan menurunnya rangsangan seksual terhadap lawan jenis.

Pornografi merupakan racun yang menimbulkan kecanduan serupa seperti narkoba, rasa senang yang didapatkan akan memicu untuk melakukan hal yang sama hingga pada akhirnya terikat dan sulit untuk terlepas. Maka dari itu, sedini mungkin sadarilah bahwa pornografi sangat berbahaya bagi kesehatan.

Menurut pakar neuroscience dari Metodist Speciality and Transplant Hospital San Antonio itu, sejatinya semua kecanduan (adiktif) berpengaruh terhadap kerusakan otak. Misalnya, kecanduan makanan (obesitas), judi, narkoba, maupun pornografi.

Hanya, tingkat kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dinilai paling tinggi. Jika dibiarkan, hal itu bisa mengakibatkan penyusutan (pengecilan) otak. Ujung-ujungnya, terjadi kerusakan otak. Permanen dan tidaknya kerusakan tersebut bergantung intervensi medis yang dilakukan.

Hilton menyatakan, penyusutan otak bisa berangsur-angsur kembali Normal asalkan dilakukan pengobatan secara intens, Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Sebab, pada dasarnya, otak terus mengalami regenerasi jaringan. ’Dengan demikian, otak yang mengecil itu bisa kembali lagi. Namun, cepat atau lambatnya pemulihan tersebut bergantung kasus kecanduan yang diderita,’’ ujarnya.

Kerusakan otak akibat kecanduan makanan (obesitas) maupun drugs cenderung lebih mudah diatasi ketimbang pornografi.

Menurut dia, ada perbedaan antara otak yang sudah kecanduan terhadap sesuatu dan yang tidak. Otak yang telanjur kecanduan memiliki mekanisme kontrol yang kecil terhadap rangsangan. Sebaliknya, otak yang belum kecanduan masih memiliki kontrol yang besar untuk mencegah perintah agar tidak kecanduan. ’’Sehingga, masih bisa distop,’’ cetusnya.

Berdasar hasil penelitian yang dilakukan Hilton bersama istri-nya, di antara semua kasus kecanduan, pornografi merupakan salah satu yang tersulit. Bahkan melebihi kecanduan obat. Menurut dia, mayoritas anak maupun remaja mengonsumsi tayangan pornografi dari internet.

Lantaran masukan itu hanya datang satu arah atau tanpa melalui diskusi maupun saringan dari orang tua, anak cenderung menerima informasi tersebut secara mentah. Di AS, 10 persen anak muda mengakses situs pornografi.

Menurut Menurut Elly Risman / Psikolog nih gan
Kerusakan otak akibat pengaruh pornografi di mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI), hasilnya sama dengan kerusakan pada mobil saat tabrakan keras. 

Pre Frontal Cortex (PFC) akan rusak ketika anak melihat pornografi. Padahal PFC adalah pusat nilai, moral, tempat di mana merencanakan masa depan, tempat mengatur manajemen diri. Bagian otak alis kanan atas inilah yang menentukan jadi apa seorang anak nantinya. Karena itulah PFC juga disebut direktur yang mengarahkan kita.

“Nah pada saat anak kecil dan melihat pornografi si direkturnya belum bisa melarangnya karena belum matang, maka orangtuanya lah yang harus menjadi direktur bagi si anak, tapi mengapa sekarang orangtua malah memberikan anak gadget, HP, dan akses internet secara bebas?”ucap Elly Risman dalam acara seminar parenting bertema “Tantangan Mendidik Anak di Era Digital” yang diselenggarakan SD Integal Luqman Al Hakim Surabaya belum lama ini.

“Setelah melihat pornografi, maka gambar visual pornografi itu akan dikirim ke otak bagian belakang, disebut juga respondent. 

Jika respondent tersenggol maka dia akan mengeluarkan hormon dopamin. Dopamin itu akan mengeluarkan zat yang akan membuat anak merasa senang, nikmat,bahagia, dan membuat anak kecanduan, ungkapkanya.

Karena itu, menurutnya candu pornografi itu membuat orang menjadi dissensitifisasi. Gambar porno yang sudah dilihat tidak akan dilihat ulang karena sudah tidak berpengaruh lagi, yang ingin dilihat lagi adalah gambar porno yang lebih dari gambar sebelumnya, karena rasa senstifnya hilang.

Oleh karena itu para pencandu pornografi akan selalu meningkat candunya seperti menaiki tangga, ia ingin lebih, lebih dan lebih lagi.

“Ketika melihat satu kali pornografi maka dia ingin dua, tiga, empat kali lagi,” ujar Elly Risman. Ketika gambar pornografi sering melewati PFC, maka bagian yang menyimpan moral dan nilai, membuat perencanaan hidup ini, akan menciut, mengecil dan akibatnya dorongan seks akan tidak terkendali , karena mata tidak bisa ditahan, otak menjadi rusak dan ketagihan seks.

“Proses melihat pornografi dengan bersetubuh sama, jadi anak yang melihat pornografi mereka bersetubuh dengan gambar –gambar.

Menurutnya selain hormon dopamin yang berproduksi hormon norepinephrine juga akan keluar. Hormon norepinephrine berfungsi sebagai pembeku memori kenangan yang detail.

Seperti seorang istri dengan bagian-bagian-bagian tertentu suaminya, begitu pun sebaliknya. Hormon norepinephrine biasanya keluar setelah bersetubuh. Selain norepinephrine, otak juga akan mengeluarkan hormon oksitosin. Ini adalah adalah Hormon yang mengikat antara suami dan istri.

”Nah setelah mencapai klimaks, maka akan keluar hormon serotonin, hormon ini yang membuat relax dari ujung rambut sampai ujung kaki,” ujarnya.

Karena itu, harapan pada orangtua menjaga anak-anak agar otak mereka tidak rusak sebelum kesiapan peran seksual yang telah diciptakan Allah Subhanahu Wata’ala untuk mereka telah siap dan halal.

Menurutnya, begitulah jahatnya bisnis pornografi menjadikan anak sebagai sasaran tembak empuk, karena mereka ingin anak itu rusak dan menjadi pelanggan pornografi seumur hidup.


Aktivitas Pacaran

Selain pornografi yang mengaktifkan hormon seksual, termasuk di dalamnya adalah aktivitas pacaran. Karena itu, ia sangat menyayangkan film-film remaja saat ini begitu vulgar mengajak anak untuk berpacaran dan berhubungan seks secara bebas. Karena itu, kewaspadaan orangtua terhadap serangan pornografi sangat di harapkan.

”Jangan hanya mengaharap kepada sekolah yang mengajari nilai-nilai agama pada anak, namun orangtua harus berperan aktif membangun moral agama pada diri anaknya sendiri, ” ucapnya.

Kembalikan peran Ibu dan Ayah pada tempatnya. Dan para orangtua harus lebih dulu hadir dalam kehidupan anaknya, bukan mereka yang punya kepentingan bisnis pornografi yang hadir dalam kehidupan anak-anaknya. Sebab anak-anak yang jiwanya selalu merasa sendiri, booring, stress, dan lelah akan sangat gampang dimasuki oleh industri pornografi.Dampak Pornografi menurut ane sendiri /dr.nimbuz87


Apakah dampak yang ditimbulkan oleh orang yang kecanduan pornografi?

karena letaknya di korteks prefrontal otak yang lokasinya di belakang kening kita maka :


1. penataan emosi ga stabil : alias labil sering emosi yang tidak terkontrol, yang lama kelamaan tidak bisa di terima/ dijauhin komunitasnya, dia merasa tenang hanya dengan pornografi itu sendiri

2. Perubahan sikap/prilaku yang tadinya aktif jadi cenderung menyendiri malas melakukan segala sesuatu, indikator nya : Nilai orang tsb di sekolah/kampus/ prestasi kerja menurun

3.cenderung bersifat agresif, bila pendapatnya ditolak cenderung melawan yang menolak pendapatnya tersebut 

4.Timbulnya rasa takut/kecemasan terhadap diri sendiri dan masa depan, yang tidak lazim kalo dah sampai tahap ini nih untuk memulai sesuatu akan sulit bagi dirinya sendiri

5.Ini yang paling penting gangguan terhadap pengambilan keputusan oleh orang yang kecanduan Pornografi akan terhambat, pengambilan keputusan akan berlangsung lambat/tidak konsisten dengan apa yang diputuskan yang pada akhirnya menghilangkan kepercayaan orang terhadap dirinya masa depannya bisa dibilang suram 

semua yang sebutkan diatas akan tambah memperberat kerusakan otak regio prefrontalis bila penawarnya untuk membuat pecandu ini rileks/ nyaman/tenang adalah konten pornografi itu sendiri.


efek lainnya :

1. cepat capek/mudah lelah
2.gangguan istirahat
3.depresi 
4.gangguan konsentrasi


****************************************************************


Media Porno Merusak Struktur dan Fungsi Otak


jurnal jam psychiatri mempublikasikan hasi penelitian simone khun dan jurgen gallinat, peneliti dari Max Planck Institute for Human Development, Center for Lifespan Psychology, Berlin, Jerman, yang menunjukkan bahwa struktur dan fungsi Striatum otak dari subjek yang mengkomsumsi konten pornografi secara teratur mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan dengan subjek yang berlawanan. Striatum merupakan bagian otak yang diantaranya berperan dalam motivasi, interaksi sosial dan daya ingat. Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang memperlihatkan pengaruh konten pornografi terhadap perubahan fisik otak. Biokimia Otak Seksual, Media Porno dan Narkoba Pada saat melakukan aktivitas seksual otak melepaskan beberapa zat kimia (hormon) yaitu Dopamin berfungsi dalam hal hasrat (craving) dan fokus (learning). Neropinefrin berfungsi dalam hal kewaspadaan (alertness). Oksitosin dan Vasopresin, yang berfungsi sebagai 'pengikat' memori pada objek yang memberikan kenikmatan. Endorfin, zat kimia yang menimbulkan sensasi kenikmatan. Setelah aktivitas seksual selesai, otak melepaskan Serotonin ke dalam peredaran darah, zat kimia yang menimbulkan rasa tenang atau santai. Sistem kimiawi ini akan bekerja dengan seimbang jika aktivitas seksual tersebut dilakukan oleh pasangan tetap atau sah, meningkatkan hubungan emosional diantara keduanya. Kecanduan, kebiasaan atau hobi seseorang pada media porno akan merusak keseimbangan kimia seksual tersebut, khususnya jumlah Dopamin yang menjadi tidak stabil. Area otak yang dipengaruhi secara negatif oleh kecanduan media porno sama dengan area yang dipengaruhi oleh kecanduan narkoba. Bahkan menurut Gordon S. Bruin, Pendiri dan Presiden Inner Gold Counseling Services, peneliti yang berasal dari John F. Kennedy University America, kecanduan media porno bisa lebih berbahaya daripada kecanduan narkoba, karena otak lebih cepat merespon informasi yang berasal dari mata dibandingkan dengan sumber lain, seperti indra penciuman dan pencernaan. Ciri-ciri Umum Kecanduan Media Porno Adapun ciri-ciri seseorang yang kecanduan porno diantaranya adalah Aktivitas sosial yang menurun drastis. Terganggunya hubungan dengan pasangan. Melakukan aktivitas seksual yang abnormal seperti pemerkosaan, pedofil dan masokis. Membutuhkan media porno sebelum melakukan aktivitas seksual dengan pasangan. Mengalami kegelisahan jika tidak mengakses media porno dalam periode waktu tertentu, misalnya dalam harian Solusi Mengatasi Kebiasaan Melihat Media Porno 'Untungnya' kerusakan otak yang diakibatkan oleh kebiasaan melihat media porno tidak bersifat permanen karena sifat 'plastisitas' otak. Namun bagaimanapun, tingkat perbaikan dan waktu yang dibutuhkan untuk mengatasi kecanduan tersebut bergantung kepada tingkat kecanduannya. Aktivitas ibadah adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk mengatasi masalah ini. Selain itu dengan cara konsultasi dengan psikiater atau bisa juga mengikuti program 90 hari yang didesain oleh Sam Black, konsultan Internet Safety di Covenant Eyes. Informasi selengkapnya dalam bentuk file PDF mengenai kecanduan porno dan solusi 90 hari Sam Black, bisa didownload secara gratis di link ini: Covenant Eyes Semoga bermanfaat. Terima Kasih dan Salam Hangat


****************************************************************


Ini Dampak Bahaya Nonton Porno pada Otak


Membicarakan pornografi di Indonesia, pasti akan berbenturan dengan nilai budaya dan agama yang dipercaya oleh seluruh masyarakat. Namun, selain berdampak pada aspek moral dan sosial, pornografi juga memiliki dampak buruk pada kesehatan tubuh Anda.

Sebuah penelitian membuktikan adanya efek samping menyaksikan film porno pada kesehatan otak.

"Menonton film porno bagi orang dewasa, bisa meningkatkan libido. Namun, sebagai efek samping menyaksikan film porno bisa memberikan beberapa dampak pada otak Anda," ujar salah satu peneliti.

Dilansir dari Daily Mail, Minggu 16 Agustus 2015, efek samping dari menyaksikan film porno, dapat memberikan efek ketagihan.

"Pada dasarnya menyaksikan film porno dan bercinta, sama-sama melepas hormon dopamin, yang menimbulkan rasa nyaman, yang lama kelamaan bisa membuat Anda ketagihan. Hal ini menjadi masalah, karena saat ini banyak sekali remaja yang mulai gemar menyaksikan film tersebut," ujarnya.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Psychology Todaypada tahun 2011.

Selain itu, dampak lebih jauh dari menyaksikan film porno, ternyata dapat menyusutkan volume otak pada bagian tertentu. Sayangnya, bagian yang menyusut adalah bagian yang merespons motivasi dan penghargaan.

"Dengan menyusutnya bagian otak tersebut, kami menemukan adanya kaitan dari menyaksikan film porno, dengan tingginya kekerasan fisik pada penikmatnya," ujar salah satu peneliti yang berasal dari Jerman ini.

Selain itu, beberapa peneliti lain juga mengaitkan kebiasaan menyaksikan film porno, dengan kecanduan narkoba. Hal ini tentunya sangat membahayakan, khususnya bagi para remaja penikmat film porno, yang terancam memiliki masa depan yang tidak produktif, bahkan membahayakan kesehatan tubuh.

Inilah yang membuat peran orangtua sangat penting, untuk menghindari tercemarnya generasi muda dengan hal yang membahayakan jiwanya. (one)


****************************************************************


Bahaya Menonton Film Porno Bagi otak



LIHAT VIDEONYA DI SINI:

https://www.youtube.com/watch?v=G5J8Hm9Z1Tw




Jangan dikira nonton film porno tidak ada pengaruhnya terhadap kesehatan anda. Ternyata keseringan nonton film porno bisa merusak bagian otak. Bahayanya, bahkan lebih ganas dari pada kita mengkonsumsi narkoba yang hanya merusak tiga bagian otak anda saja, sementara jika menonton film porno akan ada lima bagian otak yang terserang. Hal tersebut dikemukakan pakar psikologi dari yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risma. Dalam konfrensi pers di Sekretariat Komnas Perlindungan Anak, Jakarta Timur, Sabtu (12/6/2010). Elly menjelaskan secara ditail mengenai efek film porno bagi anak-anak atau siapa pun yang senang menontonnya. "Fornograpi dapat merusak lima bagian otak kita, sedangkan narkoba yang rusaknya hanya tiga,"tutupnya. Menurut Elly, bahaya akibat seringnya nonton filmporno akan mengkerdilkan otak kita. "Fornografi adalah perusak otak, lebih dari methapetamin. Bagian otak prefrontal conteks kita akan hancur. Bagian tersebut merupakan bagian otak yang mengontrol moral dan nilai, pengontrolan diri, dan pengambilan keputusan," jelasnya. Rusaknya otak prefrontal conteks, akan membuat perasaan kita selalu kacau, makanya kita akan selalu ketergantungan untuk melihat film porno. "Saat melihat film porno, sistim limbik kita akan bekerja, sehingga keluarlah dopamin atau hormon kenikmatan,"ungkapnya. Ia mencontohkan, ketika seorang anak menyukai satu gelas ice cream maka hormon kenikmatan tersebut hanya akan keluar untuk satu gelas ice cream. Bila ditambah lagi satu gelas ice cream maka hormon tersebut tidak akan keluar. "Sama seperti orang nge- seks atau nonton film porno, hormon terserbut akan keluar sampai batas kenikmatan puncak," terangnnya.


Bagian Otak yang Diserang


1. Obesity merusak bagian otak Orbitofrontral Mid frontal dan nucieus accumbens

2. Methapetamin merusak bagian otak Orbitofrontral Midfrontal, Insula Hippocampus Tempral, dan Patumencingalute.

3. Cocain merusak bagian otak Orbitofrontral Midfrontal, Insula Hippocampus Tempral, dan nucieus accumbens

Film Porno merusak lima bagian otak yaitu Orbitofrontral Midfrontal, Insula Hippocampus Tempral, nucieus accumbens, Patumencingalute, dan


Cerebelum

Di sisi lain Dr. Randall F. Hyde,Ph.D adalah seorang psikolog senior di negara Amerika sana berkata : “Percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kita sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran.” “Negara kita dapat mempersiapkan perang,

dengan senjata dan tentara. Negara kita bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – 0bat dengan penelitian ilmuwan kami.”

“Tapi untuk pornografi… percayalah…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya.”

merebaknya pornografi di Amerika pada saat sekarang, sudah jauh berkurang dibandingkan 20 tahun silam. Ya ! anak – anak di Amerika sana serta remaja -remaja disana dilanda pornografi 20 tahun lalu.

Waktu lagi parah – parahnya banget. Sekarang bisa dikatakan sudah sembuh untuk ukuran penyakit satu negara. Kalau negera kita Indonesia, sekarang inilah yang lagi merebak – rebaknya!

lebih lanjut ia mengatakan di tubuh kita banyak hormon yang bekerja. Ada 4 hormon yang yang dirusak cara kerjanya. Hormon ini jika bekerja secara normal. Akan menguntungkan kita. Nah pornografi membuat ke – 4 hormon ini keluar secara berlebihan dan terus menerus. * Dopamine * Kalau anda sedang kesusahan mengerjakan suatu soal matematika saat ujian, datang telat, belom makan, eh pas datang ternyata soalnya susah banget… anda pasrah…. lunglai…. merasa bakal jeblok nilanya…. gara-gara tidak ada satupun soal yang bisa anda kerjakan… Lagi frustasi frustasinya, tiba -tiba ketemu cara ngerjain soalnya,….. YES !!!!!! I Got IT !!!!! Alhamdullillah ! Bagaimana perasaanya ???? Senang yang bukan main bukan ???!!!! Serasa puas campur bahagia ! Sepertu itulah efek hormon dopamine kalau lagi bekerja. Menimbulkan SENSASI Puas, senang , bahagia di dalam dada. Eits… tunggu dulu…, Efek dopamine ternyata menimbulkan peningkatan kebutuhan level. Maksudnya gini… kalau kemaren anda puas dan loncat loncat kegirangan gara – gara mengerjakan soal anak TK, apakah saat besoknya anda mengerjakan soal yang sama anda merasa puas dan loncat loncat yang sama dengan yang anda lakukan kemaren ??? Tentu tidak ! Anda pasti butuh untuk bisa mengerjakan soal anak SD, baru loncat – loncat kegirangan lagi. Betul gak ??? Seperti itulah efek dari bekerjanya si dopamine. NAHHHHH ! pornografi itu membuat si dopamine bekerja terus menerus ! sayangnya penyebab dia bekerja adalah karena pornografi !


Ilustrasi :

1. Pertama kali si Nyoman akan berteriak ” oh my god gambar apa sih tuh ! ” ( sambil tutup mata tapi agak direnggangin jarinya buat ngintip )

2. eh kemaren gambar apa sih … ? mengunjungi lagi situs yang menampilkan gambar perempuan memakai bikini tersebut. Dilihat terus….,

3. Besok – besoknya si Nyoman harus melihat perempuan bertelanjang dada agar bisa merasakan sensasi yang ” wuooowwww “ 4. Besoknya tentu harus melihat yang lebih parah dari melihat perempuan bertelanjang dada. Bisa yang cuma pakai kancut doank atau langsung bugil. Begitu seterusnya… dari melihat cewe bugil, melakukan seks, ….. lebih parah…, terus dan terus…, Harus lebih parah atau minimalnya beda gambar, agar merasakan sensasi ” wuooowwww “. Bisa dibayangkan kan , setelah puas melihat gambar – gambar yang terparah sekalipun…apa yang harus dilakukan agar merasakan sensasi ” wuooowwww ” ??? Nonton videonya beneran donk ! Lalu seterus dan seterusnya ? Melakukan seks beneran donk ! Bener banget ! Waktu melakukan seks juga begitu…. karena dari awalnya dilandaskan si dopamine tadi, maka akan beda dengan seks yang dilakukan orang normal yang biasa. Dia selalu butuh teknik seks yang baru, baru dan baru, kalau perlu yang gak normal dan aneh. Makanya kalau para pelaku seks yang melakukan seks gara – gara pertamanya dia terpincut pornografi, akan butuh gaya yang baru dan menuju ke arah penyimpangan seksual. Sampai jadi nyoba incest ( berhubungan dengan saudara sendiri ), berhubungan seks dengan binatang, pemerkosaan, penyiksaan dalam seks. Hanya karena butuh utuk merasakan sensasi ” wuooowwww ” tersebut. Mereka tahu itu salah, tapi tetap melakukannya. Mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa melawannya. Itulah parahnya hormon dopamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi ! * Neuropiniphrin * Kalau seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan. Ngeliat usaha yang bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik. Instingnya ke bisniiiiis mulu ! Nah inilah yang terjadi juga terhadap para pecandu pornografi. Otaknya selalu berputar – putar dengan yang namanya pornografi. Ngeliat yang ngerangsang dikit, otak udah ngebayanginnya yang lain lain. Kalau ada perempuan yang memakai baju seksi, mungkin orang normal hanya kan berkata ” perempuan itu seksi” . Tetapi kalau orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir, gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia…, ( sambil ngiler diem diem bego gitu ) Lagi berdiri disamping perempuan. langsung otaknya ngeres dah ! padahal perempuannya biasa aja. gak ngedance, ngeliuk-liukin badan, apalagi striptise. Sama sekali enggak ! Tapi otaknya sudah yang gimanaaaa gitu. Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Ngerusak otak ! Nah inilah yang sering digembor-gemborkan orang bahwa pornografi itu ngerusak otak. inilah yang diamaksudkan. Serign terbayang selalu. Akibatnya tidak bisa berfikir jernih, males belajar, males mikir, males kretif. Karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia sambung- sambungin dengan yang namanya seks. Kerjaannya siapa ? kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi. * Serotonin * Saat seorang perokok lagi stress, dia akan merokok. Kenapa begitu ??? karena rokok adalah sesuatu yang bisa membuatnya senang… tentram…, damai. Itulah efek kerja dari hormon serotonin. Membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar. Nah saat orang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar. Fly…… lihat porno, gw fly gw tenang, gw oke…. piss man….. Efeknya ????!!!! setiap orang itu kesel… orang itu frustasi… orang itu sedih… orang itu kesepian… orang itu mengalamai hal yang menyulitkan dirinya…. dia akan lari ke pornografi ! Karena itu yang membuatnya tentram. Sedih ya ??? yaiyalah… Kalo orang stress, pelariannya ke ibadah.. mantep ! Kalo pelariannya ke bermiditasi..keren ! Kalau pelariannya ke hang out bersama teman- teman atau kalau yang perempuan shooping ? Masih okelah. Lah kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi misalkan langsung ke warnet dan langsung searching xxx ??? yalkkk ! * Oksitosin * Anda tahu kenapa seorang ibu dengan anak – anaknya ada ikatan batin ? Karena hormon oksitosinlah jawabannya. Saat seorang ibu melahirkan, hormon oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya. Nah efeknya adalah, dia mencintai sesuatu yang

membuat orang tersebut mengeluarkan hormon oksitosin itu ! Karena si ibu itu jadi keluar hormon oksitosinnya, gara – gara anak yang dilahirkannya tersebut !

Maka dia akan jadi punya ikatan batin dengan anak tersebut ! Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin. Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi.


****************************************************************


Otak Pecandu Porno Sama dengan Pengguna Narkoba




Untuk apa orang menonton konten porno? Menonton film dewasa bisa dilakukan siapa saja, baik pria atau perempuan demi mengeksplorasi keinginan erotis mereka. Selain itu, menonton film porno bisa meningkatkan libido serta membuat hubungan lebih baik. Tapi, apa sebenarnya yang terjadi pada otak pada orang yang menyaksikan film porno?

Satu dari tiga wanita di Amerika Serikat (AS) secara teratur menonton porno dan 70 persen pria berusia 18 sampai 24 tahun setidaknya berkunjung sebulan sekali ke situs porno. Pendukung Antiporno seperti YourBrainOnPorn meyakini melihat konten porno merupakan masalah kesehatan masyarakat karena dampaknya pada otak.

Beberapa studi telah menunjukkan konsumsi porno dapat memengaruhi otak, mengubah struktur dan fungsi, dan menyebabkan munculnya perilaku adiktif. Tapi benarkah?

Situs medicaldaily menjelaskan proses yang terjadi di otak seseorang yang menyaksikan film porno, Kamis (13/8/2015).


1. Kimia di otak penonton porno

Dopamin

Berhubungan seks dan menonton film porno menyebabkan pelepasan dopamin di bagian otak yang bertanggung jawab terhadap emosi dan belajar.

"Perubahan utama adalah banjir dopamin. Menonton pornografi menghasilkan respons dopaminergik," kata Joe Schrank, spesialis kecanduan, dan pendiri TheFix.com dan Loft 107, sebuah fasilitas hidup di Brooklyn, NY.

Inilah neurotransmitter yang memberikan keinginan untuk kesenangan diri. Namun, menonton film porno berulang kali membuat perubahan di otak.

Pada penelitian 2014 yang diterbitkan di JAMA Psychiatry menghasilkan scan otak pertama kalinya tentang menonton porno. Para peneliti di Jerman menemukan, tingkat perubahan dalam otak berkorelasi dengan seberapa banyak seseorang menonton porno.

Semakin sering menyaksikan, semakin rendah aktivitas itu di pusat-pusat reward otak setelah munculnya gambar seksual di layar.

Kondisi tersebut menyebabkan otak membutuhkan lebih banyak dopamin untuk setiap kali berikutnya agar merasakan efek yang sama. Akibatnya, inilah yang menjadi alasan seseorang jadi lebih sering menonton porno.

Menurut Gary Wilson, seorang guru fisiologi, terkadang otak akan "usang" dan menghentikan produksi dopamin, yang membuat orang tersebut menginginkan kepuasan yang lebih tapi tak bisa mencapainya. Hal itulah yang memprovokasi penonton untuk lebih intens mencari konten porno agar bisa mencapai kesenangan yang tinggi.

"Otak menanggapi perubahan kimia. Ketika dopamin dilepaskan dan ada rasa kesenangan, otak primitif mengirimkan pesan untuk mengulangi perilaku, "kata Schrank.

Ia meyakini alasan itu yang membuat orang yang kecanduan porno sulit berhenti. Dalam pikiran seorang pecandu, selalu ada kebutuhan konstan untuk merasakan stimulasi yang kuat.


Oksitosin dan Vasopresin

Kimia otak lainnya yang dilepaskan selama berhubungan seks atau porno adalah oksitosin dan vasopressin. Hormon-hormon ini yang membantu orang mengingat kenangan jangka panjang. Hormon bekerja dengan membentuk hubungan antara memori dan objek yang memberinya kesenangan seksual.

Biasanya, seks menyebabkan pelepasan kadar serotonin, yang pada gilirannya menyebabkan perasaan ketenangan dan relaksasi. Namun, jika otak menghubungkan perasaan ini dengan pengalaman porno, maka kemudian akan mengarahkan seseorang kembali ke porno setiap kali hasrat seksual muncul dibandingkan pengalaman seksual yang sebenarnya. 


2. Pikiran Porno vs Kecanduan

Otak penonton film porno sering dibandingkan dengan pecandu narkoba atau alkohol. Sebuah studi 2014 Cambridge University yang diterbitkan dalam Jurnal PLoS ONEmenemukan striatum ventral, struktur otak yang berperan dalam pusat reward otak alias jalur kesenangan, hidup ketika orang beralkohol melihat foto minuman. Hal yang sama juga ditemukan pada pecandu porno, meskipun mereka menginginkan lebih sering porno.

Para peneliti juga menemukan tiga daerah di otak yang lebih aktif pada orang dengan perilaku seksual kompulsif, termasuk striatum ventral, dorsal anterior cingulate cortex (bertanggung jawab untuk mengantisipasi imbalan), dan amigdala (yang terlibat dalam pengolahan signifikansi peristiwa dan emosi ). Daerah ini juga akan diaktifkan pada pecandu narkoba ketika diperlihatkan pilihan obat kepada mereka.

Umur juga tampaknya mempengaruhi tingkat aktivitas otak di striatum ventral saat melihat porno. Semakin muda pasien, semakin tinggi tingkat aktivitas di striatum ventral mereka yang membuat individu berperilaku seksual kompulsif.

Temuan ini sangat penting, karena daerah kontrol frontal otak terus berkembang pada usia pertengahan 20-an. Ketidakseimbangan di wilayah ini dapat meningkatkan perilaku impulsif dan berisiko pada pasien yang lebih muda. 


3. Otak pecandu porno menciut

Sering menonton film porno bisa mengubah ukuran otak. Dalam penelitian di Jerman, peneliti menemukan volume materi abu-abu di kanan striatum lebih kecil pada orang yang sering menonton porno.

Selain itu, aktivitas juga berkurang di daerah lain dari striatum, yang dikenal sebagai putamen kiri, yang menyala bila terkena rangsangan seksual.

Perubahan otak ini mirip dengan pecandu kokain, yang mengembangkan kelainan di area seperti nucleus accumbens dan striatum, yang bertanggung jawab untuk belajar, memori, kesenangan, dan reward.

Namun temuan ini, tidak jelas menunjukkan menonton film porno yang menyebabkan perubahan otak atau hanya orang-orang dengan tipe otak tertentu yang sering menonton porno. 


3. Otak sesudah melihat materi porno

Film porno bisa berguna pada pasangan yang ingin menjelajahi dan belajar tentang keinginan seksual. Namun, di balik kegunaannya ada konsekuensi yang terjadi pada otak orang yang terlalu sering menonton porno. Untuk alasan ini, kunci yang harus diingat adalah memoderasi. "Otak membutuhkan keragaman aktivitas juga," kata Schrank. (Melly F)


****************************************************************


KERUSAKAN OTAK AKIBAT PORNOGRAFI

KORTEKS PREFRONTAL 



LIHAT VIDEONYA DI SINI:


https://www.youtube.com/watch?v=G5J8Hm9Z1Tw


Pornografi Merusak Otak 2X Lebih Parah Ketimbang Narkoba!

Awalnya hanya iseng, membuka situs porno, lama-kelamaan intensitas kunjungan ke situs porno semakin rutin. Awalnya hanya penasaran, mengklik tautan pornografi di dunia maya, lama kelamaan tingkat curious nya makin tinggi. Awalnya hanya karena terbawa teman, takut dibilang kuper, mengakses pornografi, lama kelamaan sudah berani berselancar sendiri. Awalnya hanya keisengan, rasa penasaran atau pengaruh teman yang menceburkan seseorang pada dunia pornografi.

Materi pornografi dapat diperoleh dari komik, majalah, game, situs dan film. Kebiasaan menyaksikan, membaca, atau memainkan materi ini dapat menyebabkan dampak berikut: 
Kerusakan Otak 

Ahli Bedah Otak dari AS, Dr. Donald Hilton Jr, mengatakan bahwa pornografi sesungguhnya merupakan penyakit, karena mengubah struktur dan fungsi otak, atau dengan kata lain merusak otak. Terjadi perubahan fisiologis ketika seseorang memasukkan gambar-gambar pornografi lewat mata ke otaknya. Kerusakan yang dihasilkan sangat dahsyat! Bila kecanduan narkoba mampu merusak tiga bagian otak, maka penggunaan materi pornografi yang berketerusan (kecanduan) mampu merusak lima bagian otak. Kerusakan dahsyat! Dr. Mark Kastelmen penulis buku “The Drugs of The Millenium” memberi nama pornografi sebagai visual crack cocain atau narkoba lewat mata. Bagian otak yang paling dirusak adalah pre frontal cortex (PFC) yang membuat seseorang sulit membuat perencanaan, mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls.

Saya mengenal seseorang yang dikenal pintar pada masa sekolahnya SD, SMP, SMA, namun gagal di kuliahnya akibat ulah pornografi. Padahal ia diterima test di beberapa sekolah kedinasan dan memilih masuk ke jurusan favorit di suatu PTN. Namun akibat jauh dari control orang tua, di kost-kostan terpapar pornografi bahkan sampai melakukannya. Hanya 3 semester bertahan, akhirnya Drop Out! Sungguh tragis nasibnya. Masa depan rusak akibat pornografi.


2. Merusak keseimbangan hormon

Pelaku yang pernah mengakses pornografi dan mengulanginya lagi terancam keseimbangan hormonnya akan terganggu. Karena ada hormon-hormon dalam tubuh yang secara fisiolgis dibuat bekerja terus menerus oleh pronografi. Hormon yang terganggu adalah dopamin, neuropiniphrin, serotonin, oksitosin. Hormon memaksa seseorang untuk mengakses pornografi, meskipun ia mengetahui bahwa perbuatannya itu tidak benar. Ia pun melakukannya pada saat kesendirian karena ia sadar perilaku itu salah. Namun ia tetap melakukannya dan tidak dapat melawannya. Gangguan hormonal ini menyebabkan seseorang tidak dapat berfikir jernih, malas berfikir, dan tidak dapat berfikir kreatif. Para pecandu pornografi jadi seperti terikat lahir batin dengan pornografi. Jika tidak melihat pornografi beberapa hari, ia akan merasa kangen. Hormon di dalam tubuhnya membuat seseorang jadi terikat pada pornografi.


3. Perpustakaan Porno di otak

Orang yang sering mengakses pornografi akan memiliki perpustakaan pornografi di otaknya. Kemudian ada semacam dorongan untuk terus menambah koleksinya. Di awal seseorang melihat pornografi ia akan puas dengan gambar yang ringan saja. Lama kelamaan ia akan terdorong untuk melihat yang lebih parah. Mencari kepuasan yang lebih besar. Untuk mendapatkan sensasi berikutnya, tak cuma melihat namun juga terdorong untuk melakukannya. Lama kelamaan ia bisa mengalami penyimpangan seksual.

Seratus persen orang yang melakukan kekerasan seksual diawali dari mengakses pornografi. Karena teko hanya mengeluarkan apa isi yang didalamnya. Semakin sering ia terpapar pornografi maka semakin sulit ia melepaskan pikiran tersebut. Parahnya bukan hanya ia yang jadi korbannya tapi orang lain menjadi korban kejahatan seksualnya.


4. Bahaya bagi yang belum menikah

Bagi orang yang belum menikah ketika terpapar pornografi ia akan tergoda melakukan aktifitas seksual yang mereka lihat. Hal tersebut dapat dilakukan kepada orang dekatnya, menjajal dunia prostitusi atau bahkan melakukan kekerasan seksual kepada orang di sekitarnya yang lebih lemah. Ia merusak dirinya dan merusak orang lain.


5. Bagi yang sudah menikah, Hubungan dengan pasangan bisa rusak

Semakin sering seseorang melihat pornografi, semakin rendah kepuasan yang mereka dapatkan terhadap tindakan seksual yang ringan. Apalagi jika tindakan ini berat sebelah, hanya dilakukan oleh salah satu pasangan saja. Tentunya terjadi ketimpangan ketika melakukan hubungan seksual karena perbedaan ‘ilmu’. Bisa jadi salah satunya akan merasa tidak puas dan terdorong untuk melakukan dengan bukan pasangannya untuk mencari kepuasan yang lebih besar. Ujung-ujungnya perselingkuhan dan perceraian. Bahtera rumah tangga porak poranda!


6. Dampak terhadap keturunan, vibrasi pornografi

Jika orang tua melakukan akses pornografi untuk alasan apapun itu dan mengulanginya lagi, lagi dan lagi, akan terjadi dampak pada anak. Apa yang dirasa, dipikir oleh orang tua dapat dirasakan vibrasinya oleh anak. Semacam ada efek resonansi. Misalnya orang tua yang sedang memiliki emosi negatif berlebihan, vibrasinya bisa berdampak pada anak jatuh sakit. Konten pornografi yang menjalar pikiran dan perasaan orang tua akan tertangkap vibrasinya oleh anak. Secara psikologis vibrasi negatif ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Ketika anak tak sengaja terpapar pornografi efek vibrasi ini bekerja. Anak terancam mengalami adiksi pornografi sejak dini. Tanpa sadar hal itu terjadi karena ulah orang tuanya sendiri.

Saya juga pernah mengenal orang tua yang dulunya gemar membaca media porngrafi ketika anaknya kecil. Ternyata di masa tuanya ia meninggal dunia sakit jantung karena tekanan batin oleh ulah anaknya sendiri yang kecanduan pornografi. Ada juga pasangan suami istri yang kena pornografi sampai terjerat perseingkuhan, anaknya mangalami adiksi pornografi lebih parah. Rumah tangga hancur. Aduh, sedihnya!

Hati-hati kepada yang belum terpapar pornografi. Sekali mencoba, rusaklah otak anda dengan pornografi. Jagalah anak dan keluarga dari pornografi. Karena jika sudah adiksi akan sulit menyembuhkan bagian otak yang rusak. Adiksi pornografi hanya dapat disembuhkan oleh terapis. Sayangnya terkadang keluarga bahkan tidak mengetahui jika salah satu anggota keluarganya terkena adiksi pornografi sehingga tidak dapat menolongnya. Waspadalah, waspadalah!

Tulisan ini bersumber dari serakan catatan saya mengkuti seminar bertemakan “Bahaya Pornografi” yang diisi oleh Ibu Elly Risman dan Ibu Erry Sokresno pada kesempatan yang berbeda. Saya tulis lagi dan share untuk mengingatkan diri pribadi dan orang-orang yang saya kasihi agar tehindar dari pornografi. Juga dilandasi rasa miris dengan berita merebaknya aksi kejahatan seksual orang dewasa pada anak-anak.


BAHAYA PORNOGRAFI BAGI REMAJA

“Misi utama kita adalah bukan menjadikan muslim pindah kepada agama kristen, tapi mengeluarkan seorang muslim dari ikatan akhlak islami. Tujuan kita adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari islam; generasi muslim yang perilakunya sesuai kehendak kaum penjajah, generasi yang pemalas dan hanya mementingkan kepuasan hawa nafsunya.”(statmen dikeluarkan oleh Samuel Sweimer, Direktur Organisasi dan Misi pada Konferensi Missionaris dikota Quds pada tahun 1935). 


A. REMAJA DAN PORNOGRAFI 

Masa remaja adalah masa dimana organ-organ reproduksi sudah mulai bekerja dan nafsu seksual sudah tumbuh. Hal inilah yang menjadikan psikologi remaja suka ingin tahu tetek bengek segala hal yang berbau seksual. Sayangnya, sejauh ini banyak pihak yang belum peduli untuk memberi informasi yang sehat tentang seks kepada remaja.

Orangtua sendiri tak sedikit yang masih menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu, sehingga mereka tak pernah memberikan informasi yang sehat tentang seks kepada anaknya(remaja). Atau karena mereka sendiri miskin informasi tentang seks dan tak tau bagaimana mengkomunikasikan seks yang baik kepda anak. Karenanya, untuk memenuhi keingintahuannya yang besar tentang seks, seringkali remaja mencari alternatif dengan menikmati pornografi secara sembunyi-sembunyi, baik sendirian maupun dengan teman-teman mereka.


SURVEY REMAJA

Hasil survei Komisi Perlindungan Anak (KPA) terhadap 4.500 remaja mengungkap, 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi dan 93 persen pernah berciuman bibir.

Survei yang dilakukan di 12 kota besar belum lama ini, juga menunjukkan 62,7 persen responden pernah berhubungan badan dan 21 persen di antaranya telah melakukan aborsi. Hasil survei di atas dikuatkan dengan fakta, puluhan siswa SMP di Bandung, Jawa Barat, telah berprofesi menjadi pekerja seks komersial (PSK). Yang lebih mencengangkan, data yang dihimpun program Save The Children Jawa Barat ini, menunjukkan di antara para PSK remaja tersebut cukup dibayar dengan pulsa telepon selular.

Fenomena ini cukup menjadi alasan kuat semua pihak untuk mencemaskan masa depan generasi penerus bangsa. Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menyatakan, fenomena ini menunjukkan remaja mengetahui proses reproduksi hanya sebatas hubungan badan.

“Mereka tidak paham betul apa itu kesehatan reproduksi. Jadi melakukannya pun hanya untuk bersenang-senang,” jelas Giri kepada okezone.

Data diatas memberi gambaran kepada kita, bahwa sudah sejak lama pornografi akrab dengan dunia remaja.

“Seksual aktif di kalangan remaja adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri. Tingginya remaja yang melakukan seks pranikah di rumah karena orangtua merasa aman kalau membiarkan anaknya ada di rumah sendiri, sehingga tidak terlalu diawasi. Padahal, remaja paling banyak melakukannya di rumah,” ujar Dr Sudibyo Alimoeso, MA, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, dalam acara temu media di Gedung BKKBN Pusat, Jakarta.

Menurut Dr Sudibyo, kebanyakan remaja awalnya melakukan hubungan seks pranikah hanya karena coba-coba dan penasaran. Ini terjadi karena kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksual yang dimiliki remaja.Selain itu, kurangnya pengawasan orangtua di rumah juga seringkali membuat remaja merasa nyaman dan aman untuk melakukan hubungan seks pranikah.

“Ini juga karena pengetahuan orangtua yang tidak cukup untuk berkomunikasi tentang seksualitas dengan anak. Anak seharusnya mendapatkan informasi yang tepat dari orangtua agar dia tidak mendapatkan informasi yang salah dari luar, karena menurut survei kebanyakan remaja dapat informasi tentang seks dari temannya,” jelas Dr Sudibyo. 


B. BAHAYA PORNOGRAFI BAGI REMAJA 

Pornografi adalah barang haram. Setiap yang haram pasti memiliki keburukan dan bahaya. Allah SWT berfirman: “Yaitu mereka yang mengikuti rasul, dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari yang munkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, serta melepaskan berbagai beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS Al-Araf: 157)

Layaknya kecanduan bahan kimia, pecandu pornografi cenderung menggantikan sesuatu hal yang penting dengan seks atau bentuk lain dari pornografi. Orang yang kecanduan pornografi biasanya menggunakan media seperti majalah, video porno atau yang paling sering adalah internet.

Pornografi memiliki bahaya yang sangat besar, terutama para remaja. Psikologi remaja yang masih labil dan adanya pertumbuhan hormon-hormon seksual pada diri remaja,menjadikan pornografi memiliki bahaya(dampak negatif) yang sangat besar terhadap remaja. Diantara bahaya dan dampak negatif pornografi itu adalah: 


1. Terjerumus Dalam Kemaksiatan Seksual (Onani) 

Pornografi yang mengeksploitasi seks secara vulgar akan menjadi perangsang nafsu seks remaja yang memang sudah berkobar-kobar. Bila diibaratkan, nafsu seks dimasa remaja itu seperti rumput kering yang tersiram bensin. Sedikit ada percikan api, maka rumput akan segera terbakar. Begitu halnya pula dengan nafsu seks remaja, sedikit ada perangsang, maka nafsu itu akan berkobar-kobar dan akan mencari pelampiasannya. Pelampiasan itu seringkali dengan cara melakukan: ONANI

Onani atau di kalangan ulama disebut istimna’, adalah mengeluarkan air mani (sperma) dengan tangannya untuk memenuhi hasrat seksual. Psikolog Kensey seperti dikutip Abu Al-Ghifari (2002:74) berpendapat, onani merupakan suatu bentuk rangsangan yang dilakukan dengan sengaja pada diri sendiri untuk memperoleh kepuasan erotik. Rangsangan tidak hanya bersifat taktik(berkaitan dengan sentuhan atau rabaan), melainkan juga berkaitan dengan psikis. Burt menambahkan, objek utama rangsangan perempuan pada klitoris, sedangkan pada pria adalah penis.

Onani sering juga disebut masturbasi. Masturbasi berasal dari bahasa latin, mastur yang berarti “tangan”, dan batio yang berarti “menodai”. Masturbasi dilihat dari asal usul katanya berarti “menodai diri sendiri dengan tangan”. Dari sini diperoleh pengertian, masturbasi adalah” pemuasan kebutuhan seksual terhadap diri sendiri dengan menggunakan tangan”.

Onani sering dilakukan remaja. Kartini Kartono dalam bukunya Psikologi Wanita menyatakan, bahwa hampir 90% remaja pernah/sering melakukan onani.

Lalu, apa pendorong terbesar mereka melakukan onani? Terbukti film porno/video porno menduduki peringkat pertama yang menjadi pendorong mereka melakukan onani. Paling tidak itulah hasil dari polling majalah Hai yang menyebutkan, pendorong terbesar untuk melakukan onani adalah karena menonton film bokep (blue film) yaitu 95 suara. Selebihnya karena melihat cewek berdandan seksi dan karena dorongan nafsu alias horny. 


a. Hukum Onani 

Onani adalah bentuk kemaksiatan seksual. Kebanyakan ulama mengharamkan perilaku ini. Madzhab Maliki, madzhab Syafii, Madzhab Hanafi, satu riwayat dari imam ahmad, syekh islam Ibnu Taimiyyah, Ibnu Baz dan lain sebagainya juga menyatakan haram melakukan onani. Orang yang mengelurkan sperma dengan tangannya berarti telah mencari penyaluran nafsu syahwatnya dengan ‘mencari dibalik itu’, maka hukumnya haram. Ada hadis shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dimana Rasulullah bersabda:

“Bagian manusia dari zina ditulis. Ia mengetahui hal itu dan tanpa mustahil. Zina kedua mata adalah telanjang, kedua telinga dengan pendengaran, lidah berzina dengan perkataan, tangan dengan menyentuh, kaki dengan melangkah. Hati berhasrat dan berkeinginan dan hal itu dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan.” (HR. Bukhari dan Muslim) 
b. Bahaya Onani 

Onani atau masturbasi adalah suatu kemaksiatan. Karenanya ia termasuk perbuatan dosa. Dan setiap kemaksiatan atau perbuatan dosa, akan dapat mendatangkan malapetaka atau musibah bagi pelakunya.

Ibnu Qayyim berkata: “Setiap musibah, bencana, nasib sial, dan kekurangan, baik didunia maupun diakhirat, penyebabnya adalah perbuatan dosa dan tidak melaksanakan perintah Allah.”


Bila diklasifikasi, bahaya onani ada 3:


1) Bahaya Terhadap Rohani.

Orang yang terperangkap dalam belenggu aktivitas onani sulit sekali untuk menjadi pribadi yang istiqomah. Ia akan menjadi pribadi yang lemah, dan tidak mampu membebaskan dirinya dari belenggu nafsu. Hidupnya akan dirantai nafsu birahi. Karenanya ia akan mudah meremehkan amal-amal ibadah.


2) Bahaya Terhadap Kesehatan

Secara medis, onani disebut juga sebagai melakukan tindakan mekanis terhadap penis. Tindakan ini bisa membuka kulit penis jadi rusak dan menjadi awal masuknya bibit penyakit. Dalam taraf yang lebih parah, menurut Dr.Rainy Hadi Umbas, Ph.D,SpU (2004), lecet bisa menjadi borok! Ini dinamakan penyakit ulkus banal.

Kalaupun tidak menjadi lecet, onani akan menjadikan kulit penis menebal. Penebalan kulit penis yang biasa disebut fibrosis yang terjadi akibat gerakan mekanis yang terus menerus akan membuat struktur kulit lama-lama jadi berubah. Keadaan ini berpeluang menjadikan kepekaan saraf-saraf disekitar penis berkurang. Sehingga sensitivitas penis terhadap rangsangan pun akan berkurang. Kondisi ini akan menyikasa, karena kelak alat kelamin akan mudah melemah saat melakukan hubungan seks suami istri.

Tidak itu saja, sebagaimana dikemukakan Shaleh Tamimi (2003:26), onani juga bisa menyebabkan kelenjar otak menjadi lemah, sehingga daya pikir menjadi semakin berkurang, daya paham menurun dan daya ingat juga melemah. Selain itu, penglihatan juga semakin berkurang ketajamannya karena mata tidak lagi normal seperti semula.


3) Bahaya Terhadap Kejiwaan (Psikologis)

Secara psikis, onani membuat pelakunya merasa bersalah. Menurut polling, paling tidak 69 suara mengaku merasa bersalah setelah melakukan onani. Perasaan bersalah ini akan semakin hebat bila ia tumbuh dilingkungan keluarga atau masyarakat yang memegang teguh norma-norma agama.

Onani juga berefek pada pikiran. Misalnya tidak bisa konsentrasi, atau pikiran jadi mudah terbawa pada apa yang disebut “piktor” alias pikiran kotor. Onani yang berlebihan juga menyebabkan urat saraf tidak stabil, kepercayaan diri akan sirna, menjadi pribadi pemalu dsb.


4) Terperangkap Dalam Penjara Ketagihan yang Merusak 

Bukan hanya narkoba yang mengandung zat adiksi, pornografi juga membuat penikmatnya ketagihan/kecanduan. Bagi remaja, kecanduan situs porno (cybersex) akan membuat ritme belajar menjadi kacau. Secara umum, kecanduan situs porno akan berdampak negatif terhadap karakter seseorang. Berdasarkan penelitian Bingham dan Piotrowski dalam Psychological Report berjudulOn-line Sexual Addiction menyebutkan, karakter orang yang kecanduan cybersex adalah: 


Keterampilan sosial tidak memadai 

Lebih memilih bergelut dengan fantasi yang bersifat seksual 
Asyik berkomunikasi dengan figur-figur ciptaan hasil imajinasinya sendiri, 
Tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak mengakses situs porno dan lupa waktu. 

Bahaya atau dampak negatif bagi remaja, kecanduan cybersex akan menjadikan remaja yang tidak gaul (kurang bersosialisasi) dan kuper, remaja yang hidupnya selalu dirantai birahi, suka mengkhayal/berfantasi seksual, serta waktu dalam hidupnya akan terbuang percuma untuk sesuatu yang tidak produktif, bahkan dapat bersifat destruktif alias dapat merusak diri dan masa depannya.


5) Terhempas Dalam Lembah Pergaulan Bebas (Freesex)

Adapun tanda-tanda anak/remaja yang kecanduan pornografi Setidaknya ada delapan tanda seorang anak atau remaja yang keranjingan gambar, film atau materi berbau pornografi:

1. Suka menyendiri
2. Bicara tidak melihat mata lawan bicara
3. Prestasi di sekolah menurun
4. Suka berbicara jorok
5. Berperilaku jorok (menarik tali bra, menyenggol dengan sengaja bagian-bagian tubuh tertentu, dll)
6. Suka berkhayal tentang pornografi
7. Banyak minum dan banyak pipis
8. Suka menonton, bila dihentikan akan mengamuk (tantrum).


C. SELAMATKAN GENERASI DARI BAHAYA PORNOGRAFI! 

Bahaya Pornografi Internet

Yang lebih memprihatinkan adalah bila seorang anak ketagihan pornografi di Internet. Dalam seminggu ada lebih dari 4000 situs porno dibuat! Benar-benar angka yang memprihatinkan. Ini tidak hanya melanda anak-anak, kerena banyak orang dewasa yang juga ketagihan pornografi di Internet karena dengan mudah dan tanpa malu, seseorang dapat mengakses dan melihat gambar-gambar porno bahkan melalui telepon genggam.

Awalnya, mungkin seorang anak tidak berniat untuk melihat pornografi dan akan memanfaatkan Internet untuk tujuan yang baik. Tetapi situs porno ini dapat muncul secara tiba-tiba saat seorang anak mencari bahan informasi untuk tugas sekolahnya atau untuk keperluan lainnya. Seorang anak yang masih lugu belum dapat menilai baik atau buruknya suatu hal, maka seorang anak usia 8-12 tahun sering menjadi sasaran.

Pada usia ini, otak depan seorang anak belum berkembang dengan baik. Sedangkan otak depan adalah pusat untuk melakukan penilaian, perencanaan dan menjadi eksekutif yang akan memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu. Pada otak belakang merupakan pendukung dari otak depan. Di sini juga dihasilkan dopamin, yaitu hormon yang menghasilkan perasaan nyaman, rileks atau fly pada seseorang.

Seorang anak yang kecanduan akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu, gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.

Teknologi adalah salah satu media yang dapat membantu manusia untuk dapat hidup lebih baik, namun jika teknologi tersebut disalahgunakan maka dapat menghancurkan penggunanya. Internet yang adalah salah satu bagian dari teknologi yang dianggap sangat penting dalam mengakses informasi dan sarana untuk berkomunikasi, tetapi sekaligus dapat menjadi senjata makan tuan jika tidak dimanfaatkan secara bijaksana. Berdasarkan hasil survey, Indonesia berada pada urutan ke tujuh (7) pengunduh film porno terbesar di dunia. Pengunduh situs porno di Indonesia, didominasi oleh pemuda, remaja bahkan anak dibawah umur. Kebanyakan situs porno di unduh melalui warnet (warung internet), karena mereka takut ketahuan oleh orang tua jika mereka melakukannya di rumah.

Tidak heran jika kejahatan seksual yang dilakukan oleh remaja dan anak dibawah umur semakin marak terjadi belakangan ini. Berbagai dampak buruk dari kegiatan menonton film porno bagi anak dibawah umur adalah rusaknya mental dan moral yang berimbas pada kejahatan-kejahatan seksual seperti maraknya pemerkosaan, hamil di luar nikah, penyakit kelamin, dan berbagai dampak buruk lainnya. Dari kebiasaan menonton, kemudian ingin coba-coba, kecanduan bahkan tidak sedikit dari mereka yang mencoba membuat video cabul sendiri demi mengabadikan aktifitas seks bersama pasangan.

Banyaknya kasus video mesum yang melibatkan remaja dan anak dibawah umur yang beredar di internet belakangan ini, adalah salah satu contoh konkrit dari kerusakan moral yang diakibatkan oleh kegiatan menonton film porno. Karena terinspirasi oleh film yang mereka tonton, maka kegiatan seks bebas mulai mereka lakoni. Tercatat 70 ribu situs porno dan 32 situs porno baru setiap harinya, dan diperkirakan sekitar 2 video porno diproduksi di Indonesia. Konon sudah lebih dari 500 judul film porno lokal beredar di Indonesia, dengan peredaran uang yang sedikitnya mencapai Rp 19,6 miliar. Indutri pornografi makin marak tentunya karena bisnis ini sangat menggiurkan. Dari 500 file film porno lokal yang tersebar di internet, berikut adalah jenis tipe tayangannya:

1. Pasangan anak muda yang sedang berpacaran Video cabul yang melibatkan sepasang anak muda yang sedang memadu cinta adalah rekaman terbanyak yang dijumpai di Internet. Sekitar 300 file yang sempat diteliti menampilkan adegan sex antar pasangan-pasangan muda SMA hingga mahasiswa.

2. Pasangan selingkuh Pasangan ini sebenarnya sulit dideteksi, namun analisa dari sound, dialog dan tehnik perekaman gambar dapat memberikan kita keterangan bahwa pasangan yang sedang terekam adegannya adalah pasangan-pasangan selingkuh.

3. Sex party Jenis tayangan ini hanya sekitar 10% dari total file yang berhasil dianalisa. Biasanya melibatkan wanita tuna susila dan para hidung belang yang gemar melakukan sex party bersama-sama.

4. Crime dan perkosaan Video jenis ini lebih sedikit, pelakunya dipastikan laki-laki yang tega mengabadikan adegan perkosaan terhadap korban lawan jenisnya.

5. Homo sexual dan lesbian Hanya ada 3 jenis tayangan homo dan lesbian Indonesia yang tersebar di Internet. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah dalam kuantitas yang mengagetkan.


Cara Menghindari Bahaya Internet

Internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Melarang anak berinternet seperti melarang anak memakai energi listrik dan kembali ke zaman batu. Hendaknya jawaban tidak berorientasi kembali ke masa lalu atau anti-modernisasi. Lalu pertanyaan yang perlu dijawab juga, Bagaimana melindungi anak dari pornografi internet?

Berbagai bahaya di Internet dan masalah kecanduan Internet bukan tidak dapat diatasi. Dengan mengetahui dampak negatif dari Internet, sebagai orang-tua Anda dapat melindungi buah hati Anda dengan melakukan hal-hal berikut: 
Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang Internet 

Jangan mengganggap diri terlalu tua atau terlalu bodoh untuk mempelajari Internet. Istilah lainnya, jangan gaptek (gagap teknologi). Seorang anak dapat saja dengan sengaja membiarkan atau membuat orang tua tidak memahami teknologi sehingga orang tua berpikir tidak ada dampak negatif dari Internet. 
Letakkan komputer di tempat yang mudah dilihat 

Kadang orang tua merasa bangga dengan dapat meletakkan dalam kamar anak mereka sebuah komputer yang terhubung Internet. Hal ini sebenarnya akan membahayakan anak Anda karena mereka dapat leluasa mengakses situs-situs yang tidak baik tanpa diketahui orang tua. Sebaliknya, dengan meletakkan di tempat terbuka, misalnya di ruang keluarga, Anda dapat memantau situs apa saja yang dibuka anak. 


Bantu agar anak dapat membuat keputusan sendiri 

Karena Anda tidak dapat mengawasi anak Anda 24 jam, biasakan anak Anda untuk mengambil keputusan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, memutuskan untuk menggunakan pakaian yang mana atau tanyakan pendapat dan sudut pandang anak. Sehingga saat Anda tidak ada atau saat muncul situs porno mereka dapat mengambil tindakan yang tepat. Tanamkan pula rasa takut akan Tuhan, sehingga walau Anda tidak ada, tetapi dia tahu bahwa Tuhan memperhatikan dan melihat apa yang dilakukannya. 
Batasi penggunaan Internet 

Jangan biarkan anak-anak terlalu asyik di dunia maya. Tetapkan berapa lama Internet boleh digunakan dan situs apa saja yang boleh diakses. Jelaskan juga mengapa Anda melakukan hal ini dan bantu anak untuk memahami keputusan ini. 


Jaga komunikasi yang baik dengan anak 

Luangkan waktu untuk bercanda dengan anak dan berkomunikasi dengan terbuka. Komunikasi yang baik dan keakraban dengan anak akan memudahkan Anda untuk menanamkan nilai-nilai moral. Anda dapat menjelaskan kepada anak Anda apa saja bahaya dari penggunaan Internet agar mereka tidak mudah terkecoh. 


Memasang software filter pornografi 

Untuk mencegah anak-anak mengakses situs porno, orang tua dapat memasang software filter pornografi, yaitu K9 web protection untuk menyaring situs-situs porno. 


Cegah penyalahgunaan ponsel 

Semakin canggihnya teknologi ponsel semakin mempermudah anak untuk mengakses berbagai informasi di Internet. Namun, tak jarang ponsel disalahgunakan untuk mengakses atau menyimpan hal-hal negative, seperti foto dan video porno. Jangan berikan ponsel mahal dan canggih kepada anak, berikan ponsel yang tidak berkamera dengan harga 300 ribuan, dengan fungsi utama untuk telepon dan SMS. Karena ponsel dengan fitur-fitur canggih akan membuat anak-anak lebih leluasa mengakses situs-situs negatif.

Semua orang tua tentu menyayangi anak mereka dan berusaha memberikan yang terbaik. Tetapi pengaruh dari luar, salah satunya bahaya Internet dapat merusak kecerdasan dan nilai moral anak sehingga Anda perlu melindungi anak Anda dari bahaya penggunaan Internet seperti pornografi dan para pemangsa atau predator seksual.


Situs Porno dan Kesehatan Mental
Oleh : Johanes Papu
Kamis, 20 September 2001

Dari sekitar 1,8 juta warga Indonesia yang sudah mengenal dan mengakses internet, 50% diantaranya ternyata tidak bisa menahan diri untuk tidak membuka situs porno. Demikian yang diungkapkan oleh Richard Kartawijaya, Wakil Presiden Asosiasi Piranti Lunak dan Telematika Indonesia, dalam paparannya pada seminar dies natalis ke-46 Fisipol UGM di Gedung UC, Yogyakarta, Rabu 19/9/2001. Selain mengakses situs porno, menurut Richard, pada 2 - 3 bulan pertama internet lebih banyak digunakan untuk bermain games.

Penggunaan internet untuk mengakses situs-situs porno memang sangat sulit untuk dihindari, mengingat bahwa situs-situs semacam itu tersedia sangat banyak dalam dunia maya tersebut. Menurut hasil penelitian Alvin Cooper (1998) dari San Jose Marital and Sexual Centre, yang tertuang dalam bukunya Sexuality and the Internet: Surfing into the new millennium, seks (baca: situs porno) merupakan topik nomor satu yang dicari para pengguna internet di Amerika. Kenyataan yang ada di Indonesia saat ini tampaknya tidak jauh berbeda. Hal itu terlihat dari masuknya situs-situs porno di search engine sebagai Top 10 Website yang paling banyak dikunjungi. 

Dengan melihat jumlah pengakses situs-situs porno di internet yang cenderung meningkat dari hari ke hari, maka perlu diwaspadai dampak penggunaan teknologi tersebut terhadap kesehatan mental dan hubungan interpersonal si user/netter. Para psikolog dan ahli ilmu-ilmu sosial lainnya telah lama menaruh perhatian pada dampak yang ditimbulkan oleh situs-situs porno atau sering disebut juga sebagai "CYBERSEX". Ada dua pandangan yang muncul sehubungan dengan hal tersebut. Pertama, pandangan yang menganggap situs porno mendorong terjadinya hal-hal yang bersifat patologis bagi user. Pandangan ini cenderung berfokus pada perilaku addictive dancompulsive. Kedua, pandangan yang menganggap bahwa situs porno hanya merupakan sarana untuk mengekplorasi dan mencari informasi mengenai masalah-masalah seksual. Dengan kata lain mengakses situs porno merupakan suatu ekspresi seksual.


Patologis

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa situs porno mendorong terjadinya tindak kriminal dan perilaku seks menyimpang. Menurut penelitian, situs porno memungkinkan user/netter untuk melakukan berbagai komunikasi erotik melalui komputer mulai dari tingkatan yang bersifat godaan atau lelucon porno, pencarian dan tukar-menukar informasi mengenai pelayanan seksual sampai pada diskusi terbuka tentang perilaku seks menyimpang. Selain itu komunikasi melalui internet seringkali digunakan untuk mengeksploitasi pornography yang melibatkan anak-anak dan remaja serta alat yang dipakai untuk menyamarkan identitas seksual seseorang dengan tujuan tertentu. 

Penelitian pertama yang menyelidiki kecanduan mengakses situs porno dilakukan Bingham dan Piotrowski (1996). Hasil penelitian mereka yang tertuang dalam Psychological Report berjudul On-line sexual addiction: A contemporary enigma mengungkapkan 4 (empat) karakteristik yang terdapat pada individu pecandu situs porno (addicted to cybersex). Keempat karakteristik tersebut adalah: 

Ketrampilan sosial yang tidak memadai 
Bergelut dengan fantasi-fantasi yang bersifat seksual 
Berkomunikasi dengan figur-figur ciptaan hasil imaginasinya sendiri 
Tidak mampu mengendalikan diri untuk tidak mengakses situs porno 

Sementara itu penelitian terhadap perilaku kompulsif dalam mengakses situs porno terungkap bahwa perilaku tersebut didorong oleh faktor-faktor seperti kesepian (loneliness), kurang percaya diri (lack of self-esteem), dan kurangnya pengendalian diri terhadap masalah seksual (lack of sexual self-control). 


Ekspresi Seksual

Berbeda dengan pandangan yang menganggap bahwa situs porno mendorong terjadinya masalah yang bersifat patologis, beberapa penulis justru melihat situs porno sebagai tempat yang menyediakan berbagai informasi "supercepat" mengenai masalah-masalah seksual dan sekaligus menawarkan cara-cara yang baru dan tersembunyi (paling tidak user merasa tidak ada orang lain yang tahu) untuk memuaskan keingintahuan seseorang dalam melakukan explorasi seksual. Keberadaan situs porno dinilai dapat membantu pasangan yang mengalami masalah dalam hubungan seksual karena menyediakna berbagai informasi yang terkadang "enggan" untuk dibicarakan secara langsung oleh pasangan tersebut. 

Menurut Leiblum (1997) dalam Journal of Sex Education and Therapy berjudul Sex and the net: Clinical implications, situs porno merupakan sarana ekspresi seksual yang memiliki rentangan secara kontinum dari sekedar rasa ingin tahu sampai pada perilaku obsesif. Bagi individu yang memerlukan terapi seksual, media seksual on-line seringkali dianggap dapat mengakomodasi hal-hal yang berhubungan dengan isolasi sosial dan ketidakbahagiaan dalam hidup. Lieblum membedakan 3 (tiga) karakter klinis dari para pengakses situs porno. Ketiga profil tersebut adalah: 
Loners, dimana seseorang (user) menganggap bahwa situs porno dapat menjadi alat untuk mengakomodasi masalah-masalah atau hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup. 

Partners, dimana situs porno dianggap sebagai bagian dari pasangan hidup si user. Ketika user mengalami masalah dia dapat mencari solusi melalui situs porno 

Paraphilics, dimana seseorang tergantung pada situs porno untuk memberikan stimulasi dan kepuasan seksual. 

Berdasarkan pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika seseorang hanya menganggap bahwa situs porno sebagai alat untuk mengakomodasikan masalah-masalah seksual saja maka ia tidak bisa digolongkan sebagai seseorang yang memiliki masalah kejiwaan. Pada tahapan berikut di mana pengguna menganggap situs porno sebagai partner yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya, sebenarnya individu sudah memasuki titik yang rawan untuk menuju ke tahapan berikutnya (Paraphilics), jika ia tidak mampu mengendalikan diri dan tidak segera menyelesaikan masalah yang ada dengan pasangannya. Sama halnya dengan beberapa perilaku adiksi yang lain (misalnya perjudian, alkoholik), maka jika individu sampai masuk ke tahapan ketiga maka dapat dipastikan bahwa ia memiliki masalah kejiwaan yang menyangkut perilaku adiksi. 

Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa pengguna internet memiliki berbagai tujuan dan alasan dalam mengakses situs porno. Apakah Anda akan menggunakan situs tersebut untuk tujuan-tujuan yang positif demi kebahagiaan hidup Anda dan pasangan Anda atau sebaliknya, semua terserah Anda. Berasumsi bahwa semua pengakses internet memiliki masalah-masalah patologis tentu sangat tidak adil. Namun demikian hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai situs porno merupakan "menu harian" dalam mengakses internet. Selain itu bagi Anda yang sudah memiliki pasangan hidup jika mengalami masalah-masalah seksual hendaklah membicarakannya dengan pasangan Anda terlebih dahulu. 

Mengingat bahwa di Indonesia sampai saat ini belum ada aturan atau tata cara yang mengatur penggunaan teknologi internet ini, maka kendali sepenuhnya ada ditangan Anda. Situs porno yang sudah demikian marak dalam dunia maya tersebut tidak mungkin lagi dapat diblokir atau dihindari seperti yang pernah dilakukan oleh Departemen Penerangan beberapa tahun yang lalu.


* DOPAMINE *

Kalau anda sedang kesusahan mengerjakan suatu soal matematika saat ujian, dateng telat, belom makan, eh pas datang ternyata soalnya susah banget… anda pasrah…. lunglai…. merasa bakal jeblok nilanya…. gara-gara tidak ada satupun soal yang bisa anda kerjakan…

Lagi frustasi frustasinya, tiba -tiba ketemu cara ngerjain soalnya,….. YES !!!!!! I Got IT !!!!!
Bagaimana perasa
anya ???? Senang yang bukan main bukan ???!!!! Serasa puas campur bahagia !

Seperti itulah efek hormon dopamine kalau lagi bekerja. Menimbulkan SENSASI Puas, senang , bahagia di dalam dada.

Eits… tunggu dulu…,


Efek dopamine ternyata menimbulkan peningkatan kebutuhan level.

Maksudnya gini… kalau kemaren anda puas dan loncat loncat kegirangan gara – gara mengerjakan soal anak TK, apakah saat besoknya anda mengerjakan soal yang sama anda merasa puas dan loncat loncat yang sama dengan yang anda lakukan kemaren ???

Tentu tidak ! Anda pasti butuh untuk bisa mengerjakan soal anak SD, baru loncat – loncat kegirangan lagi. Betul gak ??? Seperti itulah efek dari bekerjanya si dopamine.

NAHHHHH ! pornografi itu membuat si dopamine bekerja terus menerus ! sayangnya penyebab dia bekerja adalah karena pornografi !

Ilustrasi : 
Pertama kali si Nyoman akan berteriak ” oh my god gambar apa sih tuh ! ” ( sambil tutup mata tapi agak direnggangin jarinya buat ngintip ) 
eh kemaren gambar apa sih … ? mengunjungi lagi situs yang menampilkan gambar perempuan memakai bikini tersebut. Dilihat terus…., 
Besok – besoknya si Nyoman harus melihat perempuan bertelanjang dada agar bisa merasakan sensasi yang ” wuooowwww “ 
Besoknya tentu harus melihat yang lebih parah dari melihat perempuan bertelanjang dada. Bisa yang cuma pakai kancut doank atau langsung bugil. 

Begitu seterusnya… dari melihat cewe bugil, melakukan seks, ….. lebih parah…, terus dan terus…, Harus lebih parah atau minimalnya beda gambar, agar merasakan sensasi ” wuooowwww “.

Bisa dibayangkan kan , setelah puas melihat gambar – gambar yang terparah sekalipun…apa yang harus dilakukan agar merasakan sensasi ” wuooowwww ” ??? Nonton videonya beneran donk ! Lalu seterus dan seterusnya ? Melakukan seks beneran donk ! Bener banget !

Waktu melakukan seks juga begitu…. karena dari awalnya dilandaskan si dopamine tadi, maka akan beda dengan seks yang dilakukan orang normal yang biasa. Dia selalu butuh teknik seks yang baru, baru dan baru, kalau perlu yang gak normal dan aneh. Makanya kalau para pelaku seks yang melakukan seks gara – gara pertamanya dia terpincut pornografi, akan butuh gaya yang baru dan menuju ke arah penyimpangan seksual. Sampai jadi nyoba incest ( berhubungan dengan saudara sendiri ), berhubungan seks dengan binatang, pemerkosaan, penyiksaan dalam seks. Hanya karena butuh utuk merasakan sensasi ” wuooowwww ” tersebut.

Mereka tahu itu salah, tapi tetap melakukannya.
Mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa melawannya.

Itulah parahnya hormon dopamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi !


* NEUROPINIPHRIN *

Kalau seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan. Ngeliat usaha yang bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik. Instingnya ke bisniiiiis mulu !

Nah inilah yang terjadi juga terhadap para pecandu pornografi. Otaknya selalu berputar – putar dengan yang namanya pornografi. Ngeliat yang ngerangsang dikit, otak udah ngebayanginnya yang lain lain.

Kalau ada perempuan yang memakai baju seksi, mungkin orang normal hanya kan berkata ” perempuan itu seksi” . Tetapi kalau orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir, gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia…, ( sambil ngiler diem diem bego gitu )

Lagi berdiri disamping perempuan. langsung otaknya ngeres dah ! padahal perempuannya biasa aja. gak ngedance, ngeliuk-liukin badan, apalagi striptise. Sama sekali enggak ! Tapi otaknya sudah yang gimanaaaa gitu.

Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Ngerusak otak !

Nah inilah yang sering digembor-gemborkan orang bahwa pornografi itu ngerusak otak. inilah yang diamaksudkan. Sering terbayang selalu.

Akibatnya tidak bisa berfikir jernih, males belajar, males mikir, males kretif. Karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia sambung-sambungin dengan yang namanya seks.

Kerjaannya siapa ? kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.


* SEROTONIN *

Saat seorang perokok lagi stress, dia akan merokok. Kenapa begitu ??? karena rokok adalah sesuatu yang bisa membuatnya senang… tentram…, damai,….. piss,…. ( itulah betapa shittnya rokok ! )

Itulah efek kerja dari hormon serotonin. Membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar. Nah saat orang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar.

Fly…… lihat porno, gw fly gw tenang, gw oke…. piss man….. Efeknya ????!!!!

Setiap orang itu kesel… orang itu frustasi… orang itu sedih… orang itu kesepian… orang itu mengalamai hal yang menyulitkan dirinya…. dia akan lari ke pornografi ! Karena itu yang membuatnya tentram.

Sedih ya ??? yaiyalah…

Kalo orang stress, pelariannya ke ibadah.. mantep ! Kalo pelariannya ke bermiditasi..keren !

Kalau pelariannya ke hang out bersama teman- teman atau kalau yang perempuan shooping ? Masih okelah. Lah kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi misalkan langsung ke warnet dan langsung searching pretty ukrainian girl ??? yalkkk!


* OKSITOSIN*

Anda tahu kenapa seorang ibu dengan anak – anaknya ada ikatan batin ? Karena hormon oksitosinlah jawabannya.

Saat seorang ibu melahirkan, hormon oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya. Nah efeknya adalah, dia mencintai sesuatu yang membuat orang tersebut mengeluarkan hormon oksitosin itu ! Karena si ibu itu jadi keluar hormon oksitosinnya, gara – gara anak yang dilahirkannya tersebut ! Maka dia akan jadi punya ikatan batin dengan anak tersebut ! Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin.

Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi. Sudah tahu kan akibatnya jadi seperti apa ? Dia menjadi terikat secara batin dengan pornografi tersebut. Makanya yang kecanduan pornografi itu, ada rasa kangen, jika tidak melihat pornografi selama beberapa hari. Jyaaaalllk cuih ! terikat batin dengan pornografi !

Apa yang bisa dibanggakan dengan terikatnya seseorang dengan pornografi ???

Itulah penjabaran saya tentang bahaya pornografi yang saya dapat dari Dr. Randall F. Hyde.

Semoga jelas…. semoga nancep. Semoga makin sadar kalau pornografi itu menyebabkan kerusakan otak secara permanen tapi perlahan. yaiyalah ! yang diserang otak !

Bagi yang baca ini setelah ingin memulai terjun di bidang pornografi, yah sebaiknya berhenti ya. Bagi yang sudah kecanduan dan merasa artikel ini ” kok kayaknya gw banget “, silahkan sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa pornografi itu gak bagus frend!

Kecanduan pornografi sebenarnya sama dengan kecanduan narkoba. Kalau kencauan narkoba jelas keliatan parahnya. Kalau kecanduan pornografi tidak kelihatan secara fisik.

Tahu – tahu sudah bego aja tuh otak. Dan serasa tidak berguna yang namanya hidup.


Dampak Pornografi Melebihi Bahaya Narkoba

Banyak orang belum menyadari bahwa anak dan remaja kita telah terpapar pada pornografi. Dampak pornografi berpotensi menimbulkan kerusakan otak melebihi bahaya narkoba. Adiksi narkoba dapat merusak tiga bagian otak sementara adiksi pornografi merusak lima bagian otak (bagian lobus Frontal, gyrus Insula, Nucleus Accumbens Putamen, Cingulated dan Cerebellum) yang berperan di dalam kontrol perilaku yang menimbulkan perbuatan berulang – ulang terhadap pemuasan seksual (Dr Donald Hilton Jr, dokter ahli bedah syaraf AS).

Dampak pornografi yang melebihi bahaya narkoba ini terungkap dalam seminar dan workshop internasional bertema “Membangun Kesadaran Betapa Dahsyatnya Kerusakan Kesehatan Otak Akibat Perilaku Adiksi Pornografi” di Hotel Grand Kemang Jakarta, Senin (27/9). 

Seminar satu hari ini merupakan kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan, dan Yayasan Kita dan Buah hati. Seminar ini juga digagas Forum Bersama Anti Pornografi untuk menyelamatkan otak anak bangsa dan moral serta etika yang menjadi fitrah kembali kembali ke karakter bangsa Indonesia yang asli, santun, cerdas dan berkualitas. 

Hadir sebagai pembicara dalam seminar yang dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai instansi pemerintah, LSM, tenaga professional rumah sakit dan Kowani (Kongres Wanita Indonesia) ini adalah Mark B Kastleman, Randall F Hyde, keduanya Pakar Adiksi Pornografi dari AS dan Prof Malik B Badri, Pakar Psikologi Islami dari Malaysia.

Menurut Elly Risman Psi, Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati, dalam pengantarnya mengatakan, maraknya kekerasan, adiksi game online, penyimpangan seksual, kecanduan pornografi, kecanduan narkoba dan obat terlarang pada anak dan remaja sebagai bukti adanya kerusakan – kerusakan sel otak. Selain itu, kerusakan otak juga berimbas dengan menurunnya potensi kecerdasan pada anak – anak sebagai agen perubahan transformasi sosial.

Adiksi Pornografi adalah perilaku berulang untuk melihat hal – hal yang merangsang nafsu seksual sehingga dapat merusak kesehatan otak seseorang karena tidak sanggup menghentikannya. Adiksi pornografi merupakan tren baru masalah kesehatan masyarakat yang berdampak luas dan dalam waktu singkat dapat merusakan tatanan psikososial masyarakat. 

Gangguan pola pikir yang menyebabkan perubahan perilaku untuk memberikan kepuasan seksual yang tidak dikontrol akan memberikan masalah kriminalitas seksual yang berdampak luas bagi kelompok masyarakat di mana saja dan kapan saja terutama pada kelompok – kelompok yang lemah seperti anak – anak di bawah umur, anak – anak remaja, kelompok – kelompok di lembaga pendidikan, pembantu rumah tangga, wanita pekerja malam dan prostitusi baru. 

Lebih lanjut Elly Risman mengatakan, kerusakan otak akibat pornografi sulit untuk dideteksi dengan cara – cara konvensional. Oleh karena itu dibutuhkan alat – alat yang canggih untuk dapat menegakkan kembali kerusakan struktural otak di lima tempat vital. Bila tidak ditangani maka dapat mengakibatkan perilaku yang menimbulkan perbuatan berulang – ulang terhadap pemuasan seksual. “Kerusakan otak diawali dengan produksi berlebihan zat penghantar syaraf (dopamine) yang menyebabkan ketagihan dan suatu ketika otak tempat produksi zat tersebut akan mengecil,” jelasnya.

Paparan pornografi yang dialami anak – anak, sambung Elly, didapat dari game online, internet, tayangan televise, alat – alat teknoligi canggih sehingga adiksi pornografi berdampak sangat luas. Biasanya paparan pornografi dimulai di dalam keluarga sehingga sulit terkontrol. Paparan pornografi tidak hanya dilakukan oleh tayangan – tayangan dari luar justru tayangan – tayangan local yang diproduksi dari Indonesia juga banyak berisi dan bersifat pornografi. 

“Karena itu peran keluarga merupakan factor terpenting dalam penanggulangan dan mencegah terjadinya paparan pornografi dan addict pornografi,” ujarnya. 

Keluarga, lanjut Elly, harus sadar untuk melarang anak – anaknya menonton pornografi yang makin marak di media internet, game online, komik serta handphone berkamera. Larangan tersebut tentu akan mempersempit untuk melihat atau membuat video yang asusila. 

Karena dapat merusak lima bagian otak terutama Lobus Frontal yang tepat berada di belakang dahi. Kerusakan fungsi otak tersebut mengakibatkan penurunan kemampuan belajar dan pengambilan keputusan yang menjadi keunggulan manusia sebagai agen perubahan transformasi social.

Sementara itu menurut Mark Kastleman, pornografi adalah narkoba lewat mata. Karena gambar – gambar porno akan membuat anak – anak tidak bisa membuat perencanaan, mengambil keputusan dan mengendalikan hawa nafsu serta emosi. Padahal otak adalah sebagai pengendali impuls. 

“Kerusakan ini juga memungkinkan anak dan remaja melakukan incest,” jelasnya.

Sedangkan Randy Hyde, PhD dalam paparannya mengatakan, orang tua, keluarga dan lingkungan adalah terapis terbaik untuk belajar, tumbuh dan meraih potensi tertinggi seseorang. Karena karakter yang baik akan menghasilkan perilaku yang baik dan sebaliknya karakter yang buruk akan menghasilkan perilaku yang buruk. 

“Setiap orang bertanggung jawab atas perilakunya. Perilaku seseorang mengungkapkan karakter atau kekurangan seseorang,” paparnya.

Kecanduan adalah kondisi yang mana secara fisik dan kimia otak memaksa seseorang melakukan suatu perilaku tertentu tanpa adanya keterlibatan pikiran atau hati nurani. Tapi karena kekuatan dari sistem limbik otak (salah satu sistem pada struktur otak) dan kapasitas untuk menaungi bagian moral dan rasional dari otak, banyak orang yang mengklaim bahwa pornografi adalah perilaku yang normal atau sebagai hiburan semata. 

Pada dasarnya, satu-satunya perbedaan antara kecanduan narkoba, seperti heroin atau kokain dengan pornografi adalah cara memasuki sistem. Otak merespons informasi yang diterima melalui mata lebih cepat ketimbang dari sumber lain. Informasi visual diproses di sistem limbik dalam waktu nanodetik (sepuluh pangkat minus sembilan detik). Inilah sebabnya mengapa kecanduan pornografi menjadi masalah besar. 

Informasi visual diproses lebih cepat daripada informasi indera yang lain, bahkan respons heroin atau kokain sekalipun jauh lebih lambat. Selain visual, hormon oksitosin juga berperan pada kecanduan pornografi. Oksitosin dapat menciptakan rasa bersatu dan kebersamaan selama berhubungan seksual.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.