Senin, 18 April 2016

1000 Kuil Baal-Nimrod akan Didirikan di Amerika Serikat dan Seluruh Dunia


1Raja 18:21 Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata, “Sampai kapan kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Jika YAHWEH itu Elohim, ikutilah Dia! Dan jika Baal, ikutilah dia!” Tetapi rakyat itu tidak menjawab sepatah kata pun. (ILT)

Judul di atas ini sepertinya tidak masuk akal bagi kita yang hidup di zaman modern ini, namun inilah apa yang akan benar-benar terjadi.

Kuil Baal, yang juga dikenal sebagai Kuil Bel, merupakan bangunan penting terkenal yang berlokasi di Palmyra, Syria. Pada bulan Agustus 2015, kuil ini dihancurkan oleh ISIS, dan sebagian besar dunia terkejut atas kehilangan "situs peninggalan budaya" ini. ISIS telah menghancurkan banyak situs-situs kuno dan situs-situs Alkitab sejak pendudukannya di Iraq dan Syria: Biara St. Elia, makam Nabi Yunus, kota kuno Niniveh. Sementara dunia meratapi kehilangan situs-situs yang tidak tergantikan ini, namun hanya satu yang akan didirikan kembali: gerbang Kuil Palmyra, atau yang lebih dikenal sebagai Kuil Baal. Nama Baal itu artinya Tuan atau Tuhan.

Penyembahan Baal merupakan agama mayoritas yang melawan Yudaisme monoteisme. Nama Baal disebutkan lebih dari 90 kali di Kitab Suci, dan menjadi pola dasar penyembahan terhadap Iblis.

Dalam usaha untuk "melindungi sejarah", dua replika asli dari gerbang 15 meter yang berdiri di pintu masuk kuil Baal itu akan didirikan di Time Square di kota New York dan Trafalgar Square di London. Tidak perlu dikatakan, banyak orang yang merasa terganggu dengan hal ini. Pada zaman kuno dahulu, pengorbanan bayi dan pesta seks biseksual merupakan praktek yang dilakukan secara umum di pelataran mezbah Baal, dan sekarang orang-orang mendirikan kembali monumen penyembahan dewa ini di jantung kota paling penting di Amerika Serikat dan Inggris.

Ini bukanlah sekedar rumor internet, ini dilaporkan oleh New York Times.
Bulan depan, Kuil Baal akan datang ke Times Square. Reproduksi dari gerbang setinggi 15 meter yang membentuk pintu masuk kuil akan didirikan di New York dan London, sebuah penghormatan kepada bangunan kuno berusia 2000 tahun yang dihancurkan Islamic State tahun lalu di kota Palmyra, Syria. Kelompok ini menghancurkan Palmyra, sebuah kota yang mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-2 dan ke-3 M, membuat marah seluruh dunia, mendorong para ilmuwan dan para pelindung bangunan bersejarah untuk bertindak. Sejumlah organisasi non pemerintah sekarang telah membuat katalog dan memetakan situs-situs warisan budaya yang hancur di wilayah itu.

Tentu saja, sebagian besar orang yang tidak religius tidak tahu siapa itu Baal, dan mereka juga tidak perduli.

Namun kebenarannya adalah banyak hal mendasar yang berhubungan dengan penyembahan kuno Baal masih dipraktekkan di dalam budaya masyarakat modern ini. Berikut ini ringkasan dari artikel Matt Barber:
Ritual penyembahan Baal, secara umum seperti demikian: Orang-orang dewasa akan berkumpul di sekeliling mezbah Baal. Bayi-bayi kemudian akan dibakar hidup-hidup sebagai korban persembahan kepada dewa ini. Di tengah-tengah teriakan mengerikan dan bau amis daging manusia, jemaah – baik laki-laki maupun perempuan – akan melakukan pesta seks biseksual. Ritual sukaria ini dimaksudkan untuk menghasilkan kemakmuran ekonomi dengan mendesak Baal untuk menurunkan hujan untuk kesuburan "ibu bumi."

Konsekuensi alami dari kelakuan seperti itu – kehamilan dan kelahiran – dan beban keuangan yang berhubungan dengan lahirnya bayi-bayi yang tidak diinginkan dapat dengan mudah disingkirkan. Seseorang dapat memilih untuk menjalankan praktek homoseksual atau – dengan pengorbanan bayi sesuai permintaan – dapat dengan mudah ambil bagian dalam upacara kesuburan lainnya untuk membinasakan bayi-bayi yang tidak diinginkan.

Liberalisme modern hanya bergeser sedikit dari pendahulu masa lalunya. Sementara ritual mengerikan itu dibersihkan dengan istilah-istilah seni yang berbunga-bunga dan diperhalus, prinsip dasar dan praktek-prakteknya tetaplah sama.

Jadi, dengan mempertimbangkan pengorbanan bayi dan imoralitas seksual yang sedang dijalankan masyarakat modern hari-hari ini, kemungkinan adalah hal yang lumrah bagi manusia untuk kembali mendirikan Kuil Baal di Times Square dan Trafalgar Square, di dua kota besar pusat budaya dunia.

Di dunia kuno, nama Baal dan Bel seringkali saling bertukar, dan keduanya dapat diselidiki asal-usulnya kepada sumbernya, dewa Marduk di Babylon kuno. Berikut ini penjelasan Wikipedia:
Bel secara khusus digunakan untuk dewa Marduk di Babylonia dan saat ditemukan pada nama-nama pribadi di Assyria dan neo-Babylonia atau disebutkan di dalam inskripsi-inskripsi dalam konteks Mesopotamia , itu biasanya dapat dipakai sebagai rujukan kepada Marduk dan bukan dewa lainnya. Demikian juga Belit, tanpa diragukan kebanyakan merujuk kepada pasangan Bel Marduk, Sarpanit. Namun, ibu Marduk, dewi-dewi Sumeria yang dinamai Ninhursag, Damkina, Ninmah dan nama-nama Sumeria lain, seringkali dikenal sebagai Belit-ili, yang dalam bahasa Akkadia artinya 'Nyonya/Putri Dewa-dewa.'

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Bruce W. Warren dan John A. TvedtnesMarduk adalah "seorang dewa pemburu" yang dipercayai adalah pendiri Babylon kuno, menurut tradisi Babylon kuno…
Nama Akkadia, Marduk, berasal dari bahasa Sumeria MAR.UTU, seorang dewa pemburu. Dia ini dikatakan telah memimpin suatu pemberontakan dewa-dewa melawan orang tuanya, dan sesudah itu dia dinobatkan sebagai raja dewa-dewa. Dalam tradisi Babylonia, dialah pendiri Babylon (Babilu, "pintu gerbang elohim"). Kuilnya di Babylon menyandang nama E.SAGILA, "rumah yang mengangkat kepala," dan menara yang berhubungan dengan itu dinamai, di dalam bahasa Sumeria Etemenanki, "rumah fondasi surga dan bumi." Kesamaan dengan Menara Babel adalah buktinya.

Jika kita membaca Kitab Kejadian, ini akan mengingatkan akan Kejadian 10:9 dimana dikatakan bahwa Nimrod adalah "seorang pemburu yang perkasa di hadapan Yahweh." Dan tradisi Yahudi kuno (Torah, Kitab Yashar) secara khusus menyebutkan Nimrod sebagai orang yang mendirikan Menara Babel. Selain Marduk, nama-nama lain dari dunia purbakala yang berhubungan dengan Nimrod antara lain Ninurta, Gilgamesh, Osiris, Dionysus, Apollo, Narmer dan Enmerkar. Ini mungkin agak membingungkan. Dalam ringkasan berikut, Peter Goodgamemenjelaskan kepada kita dengan menghubungkan poin-poin ini…
Dalam Bab Delapan dari pelajaran ini, kita memeriksa bukti bahwa Nimrod dikenal di Mesir sebagai Raja Narmer, yang akhirnya didewakan sebagai dewa Osiris, Penguasa Dunia Orang Mati/Dunia Bawah Tanah. Dalam Bab Lima, kita melihat bukti bahwa Nimrod dikenal oleh bangsa Sumeria kuno sebagai Raja Enmerkar yang besar, yang berusaha mendirikan sebuah menara raksasa kepada dewa-dewa di kota kuno Eridu – sebuah kota yang dianggap sebagai "Babylon" asli oleh sejarawan Berossos. Secara tradisional, peristiwa Menara Babel berhubungan dengan Nimrod, dan penjelasan-penjelasan Yahudi seperti halnya sejarawan Yahudi, Josephus, keduanya nampak sangat tegas akan hal ini.

Mengenai nama Sumeria Enmer-kar, akhiran "kar" artinya "pemburu," jadi "Enmer-kar" sebenarnya adalah "Enmer sang Pemburu," sama seperti Nimrod yang disebut "Pemburu Perkasa" dalam Kejadian 10. Lebih jauh, Enmerkar disebutkan di dalam daftar Raja Sumeria sebagai "dia yang mendirikan Uruk," sama seperti Nimrod yang dijelaskan oleh Kejadian 10:10, memiliki sebuah kerajaan yang dimulai di "Babel (Eridu) dan Erekh (Uruk)… di tanah Shinar." Sesudah kematian Enmerkar, dia akhirnya dihormati di dalam mitologi Sumeria sebagai pahlawan setengah dewa Ninurta, dan dengan cepat sekte ini berubah menjadi sekte besar dari Marduk, yang menjadi agama negara Babylon sesudah penaklukan-penaklukan dan inovasi-inovasi religius dari Hammurabi.

Menurut beberapa tradisi, Freemason asli adalah Nimrod. Dia mendirikan "New World Order" - Pemerintahan Dunia yang pertama dalam dunia Pasca-Banjir Besar, dan bisa disebutkan bahwa semua dewa-dewa utama dari Babylon kuno, Yunani dan Romawi asal-usul awalnya bermuara kepada dia atau tradisi-tradisi yang ada di sekelilingnya.

Namun bagi banyak okultis modern, kisah Nimrod masih belum selesai. Banyak perkumpulan-perkumpulan rahasia dan kelompok-kelompok okultis memiliki tradisi yang menyebutkan bahwa Nimrod/Marduk/Osiris/Apollo/Baal pada suatu hari akan dibangkitkan kembali dan satu kali lagi akan memerintah seluruh dunia.

Pada Akhir Zaman, Apollyon (atau Apollo, salah satu nama lain Baal-Nimrod), akan bangkit dan keluar dari jurang abyssos (dunia orang mati):
Wahyu 9:11 Dan mereka mempunyai raja atas mereka, yaitu malaikat Abyssos, nama Ibrani baginya Abaddon, dan dalam bahasa Yunani dia mempunyai nama Apollyon. (ILT)

Nama Apollyon, artinya Sang Penghancur. Istilah yang sama dengan Anak Kebinasaan atau Anak Penghancuran (Yunani: uihos apoleia) yang disebutkan oleh Rasul Paulus, yang akan muncul pada Akhir Zaman ini:
2Tesalonika 2:3 Biarlah tidak seorang pun menyesatkan kamu dengan cara apa pun, kecuali bahwa pertama-tama kemurtadan itu datang dan manusia pendosa, yaitu Anak Kebinasaan (Yunani: uihos apoleia; Anak Kebinasaan atau Anak Penghancuran) itu disingkapkan, yakni dia yang menentang dan meninggikan dirinya atas segala sesuatu yang disebut ilah atau sesuatu yang disembah, sehingga dia duduk sebagai ilah di tempat kudus Elohim sambil memamerkan dirinya bahwa dia adalah Elohim. (ILT)

1000 Kuil Baal-Nimrod akan Didirikan di Seluruh Dunia

Replika gerbang setinggi 15 meter yang ada di Kuil Baal di Palmyra, Syria, akan didirikan di kota New York dan London bulan April 2016 ini dan merupakan yang pertama dari banyak lagi lainnya yang juga akan dibangun. Seperti yang akan Anda lihat di bawah, ternyata ada rencana untuk mendirikan gerbang Kuil Baal di ratusan kota di seluruh dunia. Organisasi yang ada di belakangnya adalah Institute of Digital Archaeology, yang merupakan kerjasama antara Universitas Harvard, Universitas Oxford dan Dubai's Museum of the Future. Gerbang pertama Kuil Baal yang akan didirikan di New York dan London merupakan bagian dari acara Minggu Warisan Dunia UNESCO pada bulan April yang dimaksudkan sebagai "sebuah sikap perlawanan," namun tujuan utamanya adalah membagikan "warisan budaya" ini kepada sebanyak mungkin kota di bumi ini.


Jika Anda pergi ke Times Square di New York atau Trafalgar Square di London bulan April ini, Anda tidak akan terlewatkan melihat gerbang raksasa ini. Menurut New York Post, tingginya 15 meter dan lebarnya 7 meter…
Model asli bangunan berumur 2000 tahun, yang dikenal sebagai Gerbang Kuil Bel, akan berdiri dengan tinggi kira-kira 15 meter dan lebar 7 meter.

"Ini akan menjadi salah satu dari dua yang dibangun di China untuk pameran seperti di Times Square dan Trafalgar Square London sebagai bagian dari acara Minggu Warisan Dunia bulan April 2016," kata Roger Michel, direktur eksekutif Institute for Digital Archaeology.

Artikel yang sama dari New York Post itu mengatakan bahwa Institute for Digital Archaeology menargetkan meletakkan kurang lebih 1000 gerbang Kuil Baal ini di kota-kota di seluruh dunia…
Institute berencana mendirikan kira-kira 1000 gerbang seperti itu di kota-kota seluruh dunia.

Ini sebuah perkembangan besar yang sangat memprihatinkan. Penyembahan Baal bukanlah sesuatu yang harus dirayakan di dalam masyarakat. Ada alasan-alasan kuat mengapa Elohim memandangnya sangat menjijikkan. Berikut ini Scott Brown memberikan gambaran mengenai apa yang dipraktekkan selama penyembahan Baal…
Kita tahu bahwa biasanya ada sangat banyak orang-orang berkumpul, biasanya di bukit yang tinggi (seperti stadion atau teater) untuk tontonan seks umum, sama seperti kita menonton film-film dan televisi dan di internet (Bilangan 22:41, 1Raja 12:25-33). Kita berpikir bahwa kita menonton hal-hal seperti itu berbeda dengan penyembahan berhala kuno, namun itu tidaklah demikian.

Seluruh masyarakat datang dan semua ide-ide penyembahan berhala terbaik untuk keberhasilan panenan dan kesuburan dipromosikan, sama seperti seminar bisnis yang mempromosikan ide-ide tidak Alkitabiah yang membenarkan prinsip-prinsip asli keduniawian.

Orang-orang fasik (para promotor dan pemain) dihormati dan diberikan panggung (seperti bintang musik rock dan artis-artis Hollywood). Beberapa dari mereka adalah penari-penari terbaik (seperti Britney Spears dan Madonna) sementara lain-lainnya adalah musisi-musisi hebat (seperti Mick Jagger dan Paul McCartney) (1Raja 15:12-14). Dalam zaman ini, orang-orang yang pergi ke gereja meniru para selebritis, dimana seharusnya mereka melakukan yang sebaliknya.
Mazmur 101:1,3 berkata, "Aku mau menyanyikan kasih setia dan keadilan, ya YAHWEH… Aku tidak mau menempatkan perkara dursila di depan mataku… (ILT)

Orang-orang menari-nari di sekeliling tiang Ashera, yang tidak lain adalah simbol alat kelamin laki-laki. Sangat mungkin bahwa tiang-tiang ini berfungsi seperti tiang-tiang yang ada di klub penari telanjang. Orang-orang juga bertingkah laku birahi, tidak bermoral, atraksi-atraksi mesum untuk dinikmati semua yang hadir (Yesaya 57:5-8; Ulangan 23:17). Mereka punya semua jenis atraksi seksual yang dipertontonkan termasuk laki-laki dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki dan semua kombinasi itu yang sekarang ini populer di dalam komedi situasi, film-film dan siaran-siaran berita. Lebih jauh dari itu, mereka mengundang penonton untuk berpartisipasi (1Raja 14:24).

Sebagai tambahan dari semuanya itu, persembahan korban bayi-bayi merupakan hal utama di dalam penyembahan Baal.

Yeremia 19:4-6 Sebab mereka telah meninggalkan Aku, dan telah mencemari tempat ini serta membakar dupa bagi ilah-ilah lain yang mereka dan leluhurnya dan raja-raja Yehuda tidak kenal; dan mereka telah memenuhi tempat ini dengan darah orang-orang yang tidak bersalah.
Mereka juga telah membangun tempat-tempat pemujaan bagi Baal, untuk membakar anak laki-laki mereka dengan api sebagai persembahan bakaran bagi Baal, yang tidak pernah Aku perintahkan maupun ucapkan, bahkan tidak pernah timbul di hati-Ku.
Oleh karena itu, lihatlah, hari-hari itu akan tiba, firman YAHWEH, bahwa tempat ini tidak akan lagi disebut Tofet atau lembah Ben-Hinom, tetapi lembah Pembantaian. (ILT)

Kita sering berpikir bahwa kita jauh lebih maju dari orang-orang kuno di zaman lampau itu, namun benarkah demikian?

Sama seperti penyembahan Baal kuno, masyarakat sekarang ini kecanduan menonton orang-orang lain yang melakukan hubungan seks. Bahkan, dalam suatu survei diperkirakan 68% pria Kristen menonton pornografi secara teratur.

Dan seperti penyembahan Baal kuno, masyarakat sekarang ini menjalankan praktek pengorbanan bayi-bayi. Secara etika medis bahasanya diperhalus menjadi "aborsi", tetapi motifnya tetaplah sama. Jika kehamilan yang tidak direncanakan dan tidak diinginkan terjadi, kita punya mekanisme untuk menyingkirkan semuanya itu, seperti yang dilakukan masyarakat kuno saat itu.

Dari literatur Yahudi kuno, Kitab Henokh, kita mendapatkan informasi bahwa asal-usul dan ajaran praktek aborsi berasal dari malaikat yang jatuh (Iblis), yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu kala, sebelum penghukuman Banjir Besar di zaman Nuh:
Dan [malaikat] yang kelima bernama Kasdejâ; dia telah mengajarkan anak-anak manusia semua pukulan jahat oleh roh dan setan-setan, pukulan terhadap janin di dalam rahim, sehingga keguguran, dan pukulan untuk menyerang jiwa, gigitan ular, dan pukulan yang dilakukan pada siang hari, dan anak ular yang namanya Tabâ’t.
Kitab Henokh 69:12

Di Amerika, sejak Mahkamah Agung melegalkan aborsi pada tahun 1973, lebih dari 58 juta bayi orang Amerika telah dimusnahkan, dan organ-organ tubuh bayi-bayi ini diperjualbelikan. Para penyembah Baal kuno mungkin tidak sampai sebanyak ini melumuri tangannya dengan darah.

Banyak orang yang menganggap Amerika Serikat adalah Babylon modern, pelacur besar yang akan dihakimi Elohim. Dan sekarang ini mereka sedang mendirikan monumen yang akan menghubungkan Amerika dengan Babylon kuno, tepat di jantung kota yang paling penting.

Tahun 1928, seorang visioner okultis, Manly P. Hall menulis:
"Tidak sekedar banyak dari antara para pendiri pemerintah Amerika Serikat adalah Mason, namun mereka menerima pertolongan dari lembaga rahasia dan mulia, yang berada di Eropa yang membantu mereka mendirikan negara ini untuk suatu TUJUAN ISTIMEWA DAN KHUSUS yang hanya diketahui oleh sedikit anggota." Manly P. Hall, The Secret Teachings of All Ages (Ajaran Rahasia Segala Abad), hal. XC and XCI

"Ada di dunia sekarang ini, dan yang sudah ada selama ribuan tahun, sekelompok manusia yang dicerahkan yang bersatu di dalam apa yang disebut, Order of the Quest. Itu terdiri dari mereka yang persepsi intelektual dan spiritualnya telah menyatakan kepada mereka bahwa peradaban ini memiliki tujuan rahasia…

"Mistis Eropa tidaklah mati ketika Amerika Serikat didirikan. Tangan misteri yang dikendalikan dalam pendirian pemerintahan baru sebagai tanda tangan misteri masih dapat dilihat pada Great Seal (simbol) negara Amerika Serikat. Analisa secara teliti terhadap simbol itu mengungkapkan simbol utama okultis dan Masonic di antaranya, yang disebut American Eagle (elang Amerika)… American Eagle di atas Great Seal itu tidak lain adalah Phoenix…" Manly P. Hall, The Secret Destiny of America (Tujuan Rahasia Amerika)

Menurut elite Illuminati, sama seperti Messias pertama yang datang untuk mendirikan Kerajaan Surga, messias Illuminati kedua akan mendirikan sebuah New World Order – Pemerintahan Dunia Baru – di bawah kekuasaannya. Mengenai messias ini, Manly P. Hall, menuliskan:
"Hasil akhir dari 'tujuan rahasia' ini adalah sebuah Pemerintahan Dunia yang dikuasai seorang Raja dengan kekuasaan supernatural. Raja ini adalah keturunan ras Ilahi; yaitu, dia milik Ordo Illuminati bagi mereka yang sampai kepada suatu tingkat kebijaksanaan, maka menjadi milik keluarga manusia-dewa yang disempurnakan…" The Secret Destiny of America(Tujuan Rahasia Amerika), hal. 26.

Banyak ahli-ahli Alkitab percaya bahwa Anti-Kristus yang akan datang adalah Nimrod yang dibangkitkan kembali atau "seseorang" yang mempunyai hubungan dengan dia.

Dengan semua itu dalam pemikiran, mungkinkah bahwa mereka sebenarnya sedang mendirikan kuil untuk Anti-Kristus di kota New York bulan April 2016 ini?

Jika Anda bukan orang yang religius, ini semua kedengarannya sangat aneh bukan. Tapi di luar sana banyak okultis yang mempercayai hal ini dengan segenap kehidupan mereka, dan tidak ada peristiwa sebesar ini yang dapat dilaksanakan di Times Square ataupun di Trafalgar Square secara kebetulan.

Ada orang-orang yang sangat kuat di luar sana yang membuat semuanya ini terjadi…

Persiapan kedatangan kembali Anti-Kristus?

Lebih dalam mengenai topik ini, baca juga:

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.