Siapakah allah-allah lain yang dimaksud oleh Tuhan Allah ini?

![]() | ![]() |
Dari 5 artikel sebelumnya, kita mencoba menyelidiki Hari-hari Terakhir dalam konteks apa yang terjadi di masa lalu, dengan fokus utama kepada karakter "Nimrod", sang Anti-Kristus pertama di dunia dan apa peranannya di masa yang akan datang. "Nimrod" adalah representasi "dewa" kuno yang selalu dan akan menjadi musuh nomer satu Allah pada Hari-hari Terakhir (Manusia Dengan Banyak Nama). Lucifer memang adalah musuh yang sesungguhnya dari Peperangan Kosmos ini, namun sama seperti TUHAN Allah diwakili dalam pribadi Yesus Kristus di bumi ini, Iblis juga memilih "seseorang" untuk mewakili dia di bumi. Dialah "binatang yang telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi" (Wahyu 17:8). Tapi ada juga mereka yang lain…

Seluruh jalannya sejarah menjadi saksi Peperangan Besar antara Allah Yang Benar di Surga dengan allah-allah palsu dunia ini. Dalam pertempuran akhir antara Baik dan Jahat, masing-masing pihak memperebutkan jiwa-jiwa manusia. Sekaligus, ini peperangan yang benar-benar dianggap serius oleh Allah. Lihat Perintah Pertama Hukum Allah:
"Jangan ada allah-allah lain di hadapan-Ku."
Jika memang hanya ada satu Allah, siapakah allah-allah lain yang dikatakan oleh Tuhan ini? Ingat, dalam Matius 24:37 Tuhan Yesus berkata, "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." Saya kira tidak banyak orang yang benar-benar meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang benar-benar terjadi didalam "zaman Nuh." Jadi mari kita menyelidiki lebih dalam dan mempelajari para allah – atau dewa-dewa – bagaimana mereka bisa ada di bumi, siapakah mereka, dan apa yang mereka kerjakan.
Segera setelah Kejatuhan Manusia, dalam Kejadian 3 Allah memberikan nubuat pertama yang menyatakan benih keturunan Hawa akan meremukkan kepala Iblis.
Kemudian, YAHWEH, Elohim, berfirman kepada wanita itu, “Apakah yang telah engkau lakukan ini?” Dan wanita itu menjawab, “Ular itulah yang memperdaya aku, dan aku memakannya.” Lalu YAHWEH, Elohim, berfirman kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, maka terkutuklah engkau lebih daripada segala binatang ternak dan lebih daripada setiap binatang buas di padang. Dan engkau akan menjalar dengan perutmu dan engkau akan makan debu seumur hidupmu. Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dengan wanita ini, dan antara keturunanmu dengan keturunannya. Dia akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Kejadian 3:13-15 (ILT)

Iblis mungkin berkata begini dalam hatinya, "O ya? Kalau begitu aku akan merusakkan benih keturunan perempuan itu!" Maka terjadilahEksperiman Kejadian 6.
Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." Pada waktu itu orang-orang raksasa [nephilim] ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
Kejadian 6:1-4
Menurut Kitab Henokh, ada sejumlah 200 Malaikat Lucifer yang Jatuh (dari golongan The Watchers – Malaikat Pengawas), turun di puncakgunung Hermon pada zaman Jared:
Dan terjadilah, setelah anak-anak manusia bertambah banyak pada hari-hari itu, anak-anak perempuan yang cantik dan rupawan telah lahir bagi mereka. Dan para malaikat, anak-anak surgawi, memandangi dan bernafsu kepada mereka, dan berkata satu sama lain, “Lihatlah, kita akan memilih bagi diri kita sendiri istri dari antara anak-anak manusia, dan akan melahirkan anak-anak bagi kita.” Dan Semjâzâ, pemimpin mereka, berkata kepada mereka, “Aku takut bahwa mungkin kamu tidak bersedia melakukan perbuatan ini, dan aku sendiri akan menderita karena dosa besar ini.” Kemudian semua menjawab dia dan berkata, “Kita semua akan bersumpah, dan mengikatkan diri bersama-sama dengan kutukan, bahwa kita tidak akan membatalkan rencana ini, tapi akan menjalankan rencana ini.” Kemudian mereka semua bersumpah bersama-sama, dan mengikatkan diri satu sama lain dengan kutukan; mereka semuanya ada dua ratus malaikat. Dan mereka turun di Ardîs, yaitu puncak Gunung Hermon; dan mereka menyebutnya Gunung Hermon, karena mereka telah bersumpah di atasnya dan mengikatkan diri bersama-sama dengan kutukan.
Henokh 6:1-6
Peristiwa ini terjadi sekitar Yobel ke-9, atau sekitar 450-500 tahun setelah Tuhan menciptakan segala sesuatu. Jadi jika kita mengambil ayat yang menyebutkan "di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari" (2 Petrus 3:8), kita lihatBagan Garis Waktu Sejarah Manusia menurut Alkitab (1 kolom abu-abu itu mewakili Yobel – 1 periode selama 50 tahun). Karena Kitab Kejadian menyatakan Allah menciptakan segala sesuatu dalam 6 hari dan beristirahat pada hari ke-7, kita asumsikan semuanya ada 6000 tahun (atau 6 hari Tuhan) masa kehidupan manusia, yang dilanjutkan dengan seribu tahun yang ke-7, yang dikenal sebagai masa "Pemerintahan Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun." Kita lihat 2 Hari pertama dalam sejarah manusia.

Nephilim telah sepenuhnya menghancurkan secara total semua ciptaan Allah yang "sangat baik" pada zaman Nuh. Dan melihat diagram di atas kita bisa tahu berapa lama mereka melakukannya. Sekitar 1200 tahun! Selama lebih dari 1 millenum, makhluk raksasa yang amat sangat cerdas kawin-mengawin dengan benih keturunan manusia, merusakkan mereka, bahkan semua binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Pada hari-hari itu, para raksasa [Ibrani: nephilim] ada di bumi, dan juga sesudahnya, ketika anak-anak Elohim menghampiri anak-anak perempuan manusia dan mereka telah melahirkan anak-anak bagi mereka; mereka adalah orang-orang perkasa yang ada sejak zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. Dan YAHWEH melihat bahwa kejahatan manusia demikian besar di bumi, dan setiap angan-angan pikiran hatinya semata-mata jahat sepanjang hari, dan YAHWEH menyesal bahwa Dia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu sangat memilukan hati-Nya. Dan YAHWEH berfirman, “Aku akan melenyapkan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, dari manusia sampai hewan, sampai yang merayap dan sampai burung-burung di langit, karena Aku menyesal bahwa Aku telah menjadikan mereka.”
Namun, Nuh mendapat kasih karunia di mata YAHWEH. Inilah silsilah Nuh. Nuh adalah seorang yang benar, ia tidak bercela di antara orang-orang sezamannya. Nuh hidup bergaul dengan Elohim. Nuh memperanakkan tiga orang anak laki-laki: Sem, Ham, dan Yafet. Adapun bumi telah rusak di hadapan Elohim, bahkan bumi itu dipenuhi dengan kekerasan. Maka Elohim memandang bumi, dan lihatlah, itu telah rusak, karena setiap manusia telah rusak jalan hidupnya di bumi. Lalu Elohim berfirman kepada Nuh, “Kesudahan semua makhluk telah tiba di hadapan-Ku, karena bumi telah dipenuhi kekerasan melalui mereka. Dan lihatlah, Aku menghancurkan mereka bersama-sama bumi.
Kejadian 6:4-13 (ILT)
Kitab Kejadian mengatakan bahwa manusia itu jahat dan bahwa setiap imajinasi hati mereka hanyalah kejahatan. Ini nampaknya menggambarkan bahwa manusia itu mengimajinasikan untuk merusak bumi dan segala yang hidup di dalamnya – mereka sepertinya melakukan apa yang diimajinasikan. Perhatikan juga ayat 11 dan 12 mengatakan, bumi itu rusak dan semua makhluk telah rusak jalannya. Perbuatan manusia itu adalah hasil dari pengaruh Malaikat yang Jatuh dan Nephilim. Perhatikan apa yang dikatakan Kitab Yasher mengenai ini:
Semua anak-anak manusia meninggalkan jalan-jalan Tuhan pada hari-hari itu seiring mereka bertambah banyak di muka bumi dengan anak-anak laki-laki dan perempuan, dan mereka mengajar satu sama lain perbuatan-perbuatan mereka yang jahat dan mereka terus berdosa terhadap Tuhan. Setiap orang membuat bagi dirinya sendiri dewa, dan mereka merampok dan menjarah setiap orang sesamanya dan saudaranya, dan mereka merusakkan bumi, dan bumi penuh dengan kekerasan. Dan para hakim dan penguasa [Malaikat Pengawas] mereka pergi kepada anak-anak perempuan manusia dan mengambil istri-istri mereka dengan paksa dari suami mereka sesuai dengan pilihan mereka, dan anak-anak manusia pada hari-hari itu mengambil kawanan ternak di bumi, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan mengajarkan mencampur hewan dari satu jenis dengan jenis yang lain, dengan maksud untuk membangkitkan amarah Tuhan; Allah melihat seluruh bumi dan semuanya rusak, karena semua makhluk telah rusak jalan hidupnya di bumi, semua manusia maupun semua binatang. Tuhan berfirman, Aku akan menghapuskan manusia yang Aku ciptakan dari muka bumi, ya, mulai dari manusia sampai kepada burung-burung di udara, bersama-sama ternak dan binatang-binatang yang ada di padang karena Aku menyesal telah menjadikan mereka. Semua orang yang berjalan di jalan-jalan Tuhan, mati pada hari-hari itu, sebelum Tuhan mendatangkan kebinasaan atas manusia seperti yang telah Dia nyatakan, karena ini adalah dari Tuhan, supaya mereka tidak melihat kebinasaan yang telah difirmankan Tuhan mengenai anak-anak manusia itu. Nuh mendapatkan kasih karunia di pemandangan Tuhan, dan Tuhan memilih dia dan anak-anaknya untuk membangkitkan benih dari mereka di atas muka seluruh bumi.
Yasher 4:16-21
Dan dalam Kitab Henokh:
Dan mereka mengambil bagi diri mereka sendiri istri, dan masing-masing memilih untuk dirinya sendiri seseorang, dan mereka mulai mendekati perempuan-perempuan itu, dan bersetubuh dengan mereka, dan mengajari mereka mantera dan ilmu sihir, dan memperkenalkan mereka cara pemotongan akar-akaran dan kayu-kayuan. Dan mereka mengandung dan melahirkan raksasa besar yang tingginya tiga ribu ells. Mereka ini melahap semua hasil jerih payah manusia sampai-sampai manusia tidak dapat bertahan lagi. Kemudian para raksasa berbalik menyerang manusia untuk memakan mereka. Dan mereka mulai berbuat dosa kepada burung-burung dan binatang-binatang, kepada binatang-binatang yang merayap, dan ikan-ikan, dan saling memakan daging mereka sendiri, dan meminum darahnya. Dan bumi mengeluh karena kejahatan mereka.
Henokh 7:1-6
Wahyu 12 berulangkali menyebutkan Lucifer sebagai "si ular" dan "naga" – atau istilahnya reptil. Malaikat Jatuh yang mengikutinya mungkin punya sebutan yang sama. Entahkah ini benar atau tidak, kita lihat banyak tulisan kuno yang menyebutkan Malaikat Pengawas "berbuat dosa" kepada manusia, binatang dan bumi itu sendiri. Hasil akhirnya adalah munculnya keturunan raksasa dan pembantaian yang mengerikan. Jika ini benar, melalui tulisan-tulisan kuno inilah kita telah menemukan sumber atau penyebab dari banyaknya peninggalan fosil – seperti dinosaurus – juga mitologi – seperti makhluk hybrid aneh yang pernah kita baca atau lihat dalam gambar atau di film-film.
Kita bicarakan reptil dulu. Tidak ada yang menyangkal bahwa dinosaurus itu ada. Banyak tulang-belulang mereka ditemukan. Tapi teori Evolusi mengatakan mereka itu ada jutaan tahun sebelum manusia ada. Namun, Kitab Suci mengatakan Penciptaan terjadi sekitar 6000 tahun yang lalu. Jadi, bagaimana kita menyatukan ini? Apakah dinosaurus itu bagian dari Penciptaan mula-mula? Kalau kita lihat gambar dibawah ini sepertinya sulit untuk dipahami bahwa Allah menciptakan makhluk ini bersama-sama Adam dan Hawa, dan menyebutnya "sangat baik." Kalau ini benar, dan Allah tidak menciptakan makhluk itu, lalu siapa yang menciptakannya? Saya pikir teks di atas menyebutkan siapa yang menciptakannya. Para Malaikat yang Jatuh dan keturunan mereka.
Mereka tidak bisa menciptakan kehidupan dari sesuatu yang tidak ada – hanya Allah yang dapat melakukannya. Tapi mereka punya kemampuan memanipulasi dan memodifikasi makhluk hidup. Dan ini sepertinya yang mereka lakukan. Saya percaya mereka bermain-main dengan DNA reptil yang ada dan menciptakan makhluk lain yang jauh lebih buas dan merusak dari apa yang telah diciptakan Allah sebelumnya. Tapi tunggu dulu, ini artinya bahwa Allah menciptakan setidaknya beberapa dari antara mereka. Banyak penganut paham Penciptaan percaya bahwa pada mulanya, ada kanopi air yang mengelilingi bumi. Mereka mendapatkan pemikiran ini dari Alkitab:
Dan Allah berfirman, “Jadilah cakrawala diantara segala air, untuk memisahkan air di langit dari air di bumi.” Maka jadilah. Allah membuatcakrawala untuk memisahkan air yang ada di bumi dengan air yang ada di langit. Allah menyebut cakrawala itu langit. Dan jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
Kejadian 1:6-8 (NLT)
Mereka sengaja melupakan bahwa Allah menciptkan langit dengan perintah firman-Nya, dan Dia menciptakan bumi dari air dan mengelilinginya dengan air.
2 Petrus 3:5 (NLT)

Ini akan menciptakan efek ruang hiperbarik. Sebuah lingkungan yang bertekanan oksigen jenuh. Kita tahu kadal bisa hidup sesuai dengan kondisi lingkungan mereka (sampai mereka mati). Jadi bayangkan sekarang, kadal hidup dalam lingkungan penuh oksigen bertekanan tinggi selama ratusan tahun (manusia saja bisa hidup sampai hampir 1.000 tahun). Binatang seperti ini bisa jadi amat sangat, sangat besar. Dan inilah yang kita temukan dari sisa-sisa fosil. Faktanya, hampir SEMUA fosil yang kita temukan ukurannya besar – dari tumbuhan sampai serangga, dari mamalia sampai reptil. Lingkungan hiperbarik menjelaskan secara tepat kenapa semua ini bisa terjadi.

Mengenai apa yang diciptakan Allah, saya percaya Dia menciptakan binatang yang walaupun besar, tapi jinak, makhluk yang memakan tumbuhan seperti Apatosaurus, dan Alkitab menunjukkan semua ini benar. Tapi perlu diingat bahwa kata "dinosaurus" tidak ditemukan sampai tahun 1800-an, jadi Anda tidak akan menemukannya dalam Alkitab. Tapi Anda dapat menemukan deskripsi lain yang sepertinya cocok:

Sekarang lihatlah Behemoth yang Aku ciptakan bersama-sama denganmu, ia memakan rumput seperti lembu. Lihatlah sekarang, kekuatannya berada pada pinggangnya, dan tenaganya ada pada otot-otot perutnya. Ekornya berayun seperti pohon aras, otot-otot pahanya terjalin bersama-sama, tulang-tulangnya seperti pipa perunggu, tulang-tulangnya seperti batang-batang besi. Dia adalah yang pertama dari ciptaan Elohim, namun penciptanya dapat mendekatinya dengan pedang-Nya.
Ayub 40:15-19 (NIV)
Beberapa terjemahan Alkitab mengganti "Behemoth" menjadi "kuda nil" atau memberi keterangan bahwa mungkin inilah yang dimaksudkan. Tapi terjemahan ini benar-benar konyol. "Kuda nil"? Pernah memperhatikan ekor kuda nil?

Kuda nil memang binatang yang mengagumkan, tapi ekornya sama sekali tidak seperti pohon aras. Ini tidak cocok dengan deskripsi Ayub 40, seperti gajah atau binatang lain yang kita kenal. Tapi Ayub 40:15-19 benar-benar cocok dengan deskripsi dinosaurus leher panjang. Tapi perhatikan, dia ini makan rumput dan tanaman. Mereka bukan pemakan daging seperti T-Rex. Saya menduga, dinosaurus sejenis T-Rex adalah hasil manipulasi genetika oleh para Malaikat Jatuh dan Nephilim dengan menggunakan binatang kadal yang ada.
Karenanya, hanya "dinosaurus" yang Allah ciptakan yang diselamatkan dalam bahtera Nuh. Jadi, apakah ada bukti bahwa dinosaurus hidup bersama-sama manusia? Ya! Tapi bukan jenis T-Rex. Contohnya relief "Stegosaurus" yang ditemukan di kuil Angkor Wat Kamboja.

Juga ukiran kuno di bebatuan di White River Canyon, Utah.

Gambar ini dilukis oleh orang Indian Anasazi yang hidup disana sekitar tahun 150 SM – 1.200 M. Perhatikan ada manusia di kiri atas dan seekor dinosaurus leher panjang di kanan bawah. Ini contoh bukti bahwa manusia hidup bersama-sama dengan dinosaurus. Juga ukiran yang ditemukan pada silinder Mesopotamia yang berasal dari masa 3300 SM menggambarkan dinosaurus leher panjang dengan leher mereka saling bertautan.
Juli 1944, Waldemar Julsrud, membuat penemuan besar di Acambaro, Mexico. Dia menemukan berbagai patung yang berasal dari masa sekitar 2500 SM, yang mewakili dinosaurus, reptil, bersamaan dengan berbagai benda-benda dalam kehidupan sehari-hari (seruling, instrumen musik, dsb.). Bagaimana orang-orang pada zaman itu mengetahui tentang dinosaurus? Ini hanya mungkin terjadi bila memang manusia hidup berdampingan dengan dinosaurus.

Lihat disini untuk penggambaran kuno dari dinosaurus. Lihat juga:
Bahkan sampai hari ini, kisah mengenai makhluk-makhluk tersebut yang tinggal di daerah terpencil di dunia selalu muncul dari waktu ke waktu. Ada "Monster Loch Ness" dan makhluk lain yang sesekali muncul dalam jepretan kamera. Jadi saya percaya dan ada bukti bahwa setidaknya beberapa jenis dinosaurus diciptakan Allah dan dibawa-Nya ke dalam bahtera Nuh, yang memungkinkannya selamat, mungkin beberapa diantaranya masih hidup sampai hari ini, tapi setidaknya ada dalam sejarah umat manusia.
Tapi bagaimana dengan makhluk-makhluk aneh lain yang berasal dari manipulasi genetika? Mitologi Yunani secara lahiriah penuh dengan hybrid manusia-binatang seperti Centaur, Minotaur, Satyr, dan sebagainya. Dan makhluk seperti Pegasus, Griffin dan Unicorn juga ditemukan dalam berbagai mitologi kebudayaan kuno. Orang Ibrani sepertinya melihat beberapa makhluk seperti ini juga. Bahkan faktanya, Kitab Yasher mencatat suatu kejadian dimana seorang manusia sedang mencari lembu sapinya dan dia bertemu makhluk setengah manusia setengah binatang, makhluk yang kita kenal sebagai Satyr:
Suatu hari Zepho kehilangan seekor sapi muda, dan dia pergi mencarinya, dan dia mendengar suara melenguh di sekitar gunung. Zepho pergi dan dia memandang dan lihatlah, ada sebuah gua besar di kaki gunung, dan ada sebuah batu besar di mulut pintu gua. Zepho memecahkan batu itu dan dia masuk ke dalam gua dan dia memperhatikan dan lihatlah, seekor binatang besar sedang memangsa lembu itu. Dari tengah ke atas badannya menyerupai manusia, dan dari tengah ke bawah badannya menyerupai binatang. Zepho bangkit melawan binatang itu dan membunuhnya dengan pedang.
Yahser 61:14-15

Centaur

Pegasus
Jadi, apakah makhluk-makhluk ini benar-benar ada? Saya percaya iya. Teks ini ditulis dengan sangat "sebenarnya" – artinya tidak perlu ditafsirkan lain. Itulah yang dilihat mereka. Selanjutnya, apakah ada bukti-bukti Kitab Suci mengenai makhluk hybrid seperti ini? Ya! Faktanya,Satyr muncul 2 kali dalam Kitab Suci:
Namun binatang liar dari gurun akan berbaring di sana, dan rumah-rumah mereka akan dipenuhi dengan binatang-binatang yang melolong, dan burung-burung hantu akan berdiam di sana dan satyr [Ibrani: śâ‛ir] akan melompat-lompat di sana.
Yesaya 13:21 (KJV)

Dan binatang liar di gurun akan berjumpa dengan binatang liar di pulau, dan satyr akan berteriak memanggil kawannya. Burung hantu akan bertengger disana, dan menemukan tempat peristirahatan baginya.
Yesaya 34:14 (KJV)
Kitab Suci juga menyebutkan Unicorn di berbagai ayat:
Bilangan 23:22 (KJV)
Elohim membawa mereka keluar dari Mesir, Dia seperti kekuatan seekor unicorn baginya.
Bilangan 24:8 (KJV)
Elohim yang telah membawa mereka keluar dari Mesir. Dia baginya seperti kekuatan seekor unicorn. Dia akan melahap bangsa-bangsa musuhnya, dan dia akan meremukkan tulang-tulang mereka, dan panahnya akan menembusi mereka.
Uangan 33:17 (KJV)
Kehormatannya bagaikan anak sulung lembunya, dan tanduk-tanduknya bagaikan tanduk unicorn; dengannya ia menanduk bangsa-bangsa sampai ke ujung bumi; dan mereka adalah puluhan ribu orang Efraim dan ribuan orang Manashe.”

Ayub 39:9 (KJV)
Dapatkah unicorn bersedia menjadi pelayanmu, atau menghabiskan malam dekat palunganmu?
Ayub 39:10 (KJV)
Dapatkah engkau mengikat unicorn dengan talinya? Atau dapatkah dia menggaruk-garuk lembah bagimu?
Mazmur 22:21 (KJV)
Selamatkanlah aku dari mulut singa dan dari tanduk unicorn Engkau telah menjawab aku.
Mazmur 29:6 (KJV)
Dia membuat mereka berlompatan bagaikan anak lembu; Libanon dan Sirion bagaikan seekor unicorn muda.
Mazmur 92:10 (KJV)
Namun Engkau akan meninggikan tandukku seperti seekor unicorn; dan aku akan diurapi dengan minyak yang segar.
Yesaya 34:7 (KJV)
Dan unicorn-unicorn akan rebah bersamanya, dan lembu-lembu jantan muda bersama yang kuat; dan negeri mereka dibasahi dengan darah, dan tanah kering mereka dibuat subur dengan lemak.
Naga bahkan tercantum juga dalam Alkitab.
Dan onak akan tumbuh di istananya, putri malu dan semak duri tumbuh dalam benteng-bentengnya, dan dia akan menjadi tempat tinggal para naga, dan tempat bagi burung-burung hantu.
Yesaya 34:13 (KJV)
Yang menarik mengenai ayat-ayat diatas yang diambil dari Yesaya mengenai Satyr dan Naga, adalah hubungan keduanya dengan Babylon dan "Hari Tuhan" yang mewakili Hari-hari Terakhir. Jadi, apakah kita akan melihat makhluk-makhluk seperti ini lagi? Ingat kembali perkataan Tuhan Yesus di Matius 24:37:
"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia."

Nuh hidup 950 tahun – 600 tahun sebelum Banjir dan sampai 350 tahun sesudah Banjir. Jadi dari apa yang kita perhatikan mengenai hari-hari "Zaman Nuh," itu dipenuhi dengan makhluk-makhluk hybrid aneh dan mengerikan. Pada zaman itu, Ciptaan Allah yang "sangat baik" dirusakkan oleh Malaikat yang Jatuh (the Watchers), Nephilim dan manusia.
Video ini menjelaskan mengapa ditemukan sisa-sisa fosil binatang raksasa. Proses hybridisasi dapat mematikan hormon penghambat pertumbuhan, dan menyebabkan binatang itu terus bertumbuh besar dan tidak bisa berhenti bertumbuh.
Hari-hari ini, teknologi modern sedang mengulangi hal yang sama. Manipulasi, distorsi dan merusak Ciptaan Allah yang "sangat baik. Para ilmuwan memulai dengan menciptakan makanan yang dimodifikasi DNA-nya, seperti kedelai, jagung, kentang, bit, buah-buahan, padi, gandum, susu sapi, dsb. Ada laporan yang menyatakan mengkonsumsi makanan hasil modifikasi genetika dapat menyebabkan dampak yang tidak diinginkan pada tubuh manusia, seperti kemandulan, alzheimer, kerusakan organ, menghambat hormon, alergi, autisme, meruntuhkan sistem kekebalan tubuh, dsb. Kasus kanker dan diabetes meningkat 200% dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Dan sekarang mereka sedang mengerjakan pemisahan genetika binatang, manusia dan tumbuhan. Manusia sekarang ini telah berhasil memiliki:
Ini hanya sejumlah kecil saja yang dilaporkan. Dampak daripada ilmu pengetahuan ini sangat mengerikan. Binatang dengan genetika yang dimodifikasi diternakkan untuk tujuan produksi obat-obatan bagi penyakit manusia, kloning babi dengan organ manusia yang bisa ditransplantasikan ke dalam tubuh manusia, modifikasi DNA sapi sehingga menghasilkan susu sapi dengan komposisi yang sama dengan ASI, kucing yang bisa berpendar dalam kegelapan, menggabungkan DNA laba-laba dengan DNA kambing.

Hal semacam ini sudah terjadi cukup lama. Contohnya, kita mendapati tikus dengan telinga manusia tumbuh di punggungnya. Saya pikir ini sangat menolong korban luka bakar atau seseorang yang kehilangan daun telinga. Dan kita juga tahu katup jantung manusia yang rusak seringkali diganti dengan katup jantung sapi atau babi. Tapi operasi semacam ini mengubahkan penerimanya menjadi chimera manusia-binatang. Banyak kasus dilaporkan, orang-orang yang menerima transplantasi jantung dari manusia lain, mendapati kepribadian pemilik jantung lama itu berpindah kepada pasien penerima jantung baru itu.
Hybrid telah ada diantara kita dan hal-hal semacam ini secara luas sudah diterima. Jadi apakah makhluk sejenis ini mewakili sesuatu yang akan kita anggap wajar di waktu dekat? Bayangkan besarnya godaan bagi pihak militer untuk menciptakan Pasukan Super. Manusia yang bisa berlari seperti kuda, berburu seperti harimau, melihat seperti elang, mendengar seperti anjing, memiliki radar seperti kelelawar, sonar seperti lumba-lumba, bernafas dalam air seperti ikan. Apakah ini cuma lelucon? Pikirkan lagi.
DARPA (Defense Advance Research Project Agency) berencana membangun Pejuang Perang dengan Performa Extra (Extended Performance War Fighter). Ya memang seperti film sains fiksi – Universal Soldier dsb. Tapi jangan keliru. Transhumanisme itu ada dan sedang berjalan. Perhatikan kata-kata Nick Bolstrom (Director of the Future Humanity Institute, Oxford University):
Para Transhumanis memandang keberadaan manusia itu sesuatu yang sedang-berkembang, adonan setengah matang yang dapat kita pelajari untuk dibentuk sesuai yang diinginkan. Manusia sekarang ini bukan titik akhir evolusi. Para Transhumanis berharap dengan penggunaan ilmu pengetahuan, teknologi dan cara rasional lainnya, kita dapat menjadi posthuman, makhluk dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari yang dimiliki manusia saat ini.
Baca lebih lanjut disini, langsung dari lulusan Oxford yang menggerakkan kemajuan Transhumanisme.
Hal ini bukan sesuatu yang dengan gampang kita abaikan. Garis batasnya dengan cepat akan semakin memudar. Sebentar lagi "manusia normal" akan digantikan dengan "manusia super" yang jauh lebih maju sehingga bisa dianggap sebagai "allah." Melalui Transhumanisme, kita telah dan sedang menciptakan hybrid manusia-binatang, sama seperti yang dilakukan Para Malaikat dan Nephilim pada zaman Nuh! Tetapi Allah berfirman, bahwa segala makhluk harus berkembang biak sesuai jenisnya.
Lalu Elohim berfirman, “Hendaklah daratan menumbuhkan rerumputan, tanaman biji-bijian dan berbagai jenis pohon buah-buahan yang bijinya ada di dalamnya, yang menghasilkan buah sesuai jenisnya, di muka bumi.” Dan jadilah demikian. Dan daratan itu menumbuhkan rerumputan dan berbagai jenis tanaman biji-bijian serta berbagai jenis pohon buah-buahan yang berbiji, yang menghasilkan buah sesuai jenisnya. Dan Elohim melihat semuanya itu baik. Dan jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
Dan Elohim berfirman, “Biarlah yang berkeriapan, yang bernyawa, yang hidup, mengeriap di dalam air, dan biarlah burung-burung beterbangan di atas bumi, di atas permukaan cakrawala, di langit.” Lalu Elohim menciptakan binatang-binatang laut yang besar, dan segala yang bernyawa, yang hidup, yang merayap, yang berkeriapan dalam air, menurut jenisnya; dan segala burung yang bersayap, menurut jenisnya. Dan Elohim melihat bahwa itu baik. Dan Elohim memberkati semuanya itu sambil berfirman, “Berkembangbiaklah dan berlipatgandalah dan penuhilah air di lautan, dan biarlah burung-burung di bumi berlipat ganda.” Dan jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
Dan Elohim berfirman, “Hendaklah bumi mengeluarkan makhluk-makhluk hidup menurut jenisnya: hewan, binatang merayap, dan binatang liar menurut jenisnya.” Dan jadilah demikian. Dan Elohim menjadikan binatang liar di bumi menurut jenisnya, dan hewan menurut jenisnya, dan segala yang merayap di tanah menurut jenisnya. Dan Elohim melihat bahwa semuanya itu baik. Dan Elohim berfirman, “Marilah Kita membuat manusia dalam citra Kita, menurut rupa Kita, dan biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, dan atas burung-burung di langit, dan atas ternak, dan atas seluruh bumi, dan atas segala yang melata yang merayap di muka bumi.” Lalu Elohim mencipta manusia menurut citra-Nya. Dalam citra Elohim, Dia telah menciptakannya; laki-laki dan perempuan Dia telah menciptakan mereka. Dan Elohim memberkati mereka, dan Elohim berfirman kepada mereka, “Beranakcuculah dan berlipatgandalah, dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, dan berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan atas burung-burung di langit dan atas segala yang hidup yang merayap di muka bumi.” Lalu Elohim berfirman, “Lihatlah, Aku telah memberikan kepadamu segala macam tanaman biji-bijian yang ada di seluruh muka bumi, dan segala macam pohon yang padanya ada buah pohon yang berbiji, semuanya itu untuk menjadi makanan bagimu. Namun untuk semua binatang buas di bumi, dan untuk segala burung di langit, dan untuk segala yang merayap di bumi yang di dalamnya ada napas hidup, segala tumbuhan hijau sebagai makanannya.” Dan jadilah demikian. Dan Elohim melihat segala sesuatu yang telah Dia buat, dan tampak sangat baik. Dan jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
Kejadian 1:11-13 dan 1:20-31
Allah menciptakan segala sesuatu dan memerintahkannya berkembang biak sesuai jenisnya. Kita lihat ini di alam. Pohon apel tidak menghasilkan buah selain apel. Anjing tidak melahirkan kucing dan ikan tidak kawin dengan burung. Semua punya tempat dan tujuan sendiri, dan mereka harus ada dan hidup sesuai rencana awal dari Allah bagi mereka. Ini yang Dia sebut "sangat baik." Masalah timbul saat kita keluar dari rencana itu.
Teori Evolusi
Sedikit mengenai teori Evolusi. Perlu diingat, bahwa ini cuma teori. Belum ada bukti bahwa ini benar. Faktanya, semakin berkembang ilmu pengetahuan, semakin sulit bagi teori ini untuk dibuktikan. Jika manusia berasal dari kera, mengapa sampai sekarang masih ada kera? Tetapi yang mengherankan adalah orang-orang yang sangat pintar mempercayai hal ini.
Mereka percaya bermilyar-milyar tahun yang lalu, suatu titik yang amat sangat kecil dan amat sangat padat yang disebut "singularitas" meledak dan segala sesuatu tercipta seperti sekarang ini (Big Bang Theory).

Lalu siapa yang menciptakan titik itu? Dan sejak kapan suatu ledakan bisa menghasilkan sesuatu yang sangat teratur dan kompleks seperti alam semesta yang menakjubkan ini – atau bahkan 1 rantai DNA?
DNA? Oh itu terjadi ketika petir menyambar lendir di lautan purba dan membentuk asam amino bergabung bersama. Jadi jika bumi ini adalah gumpalan cair plasma yang mulai dingin, dari mana air itu berasal? Panas yang seperti itu pasti menghalangi kelembaban seperti apa pun membentuk lautan. Semua pasti menguap. Dan darimana asam amino yang dikatakan sebagai dasar kehidupan itu berasal?
Darimana kita mendapatkan kehidupan dari material yang tidak hidup? Apakah listrik seperti Frankenstein? Jadi DNA yang memiliki "informasi" – kode genetik – yang membuat kehidupan berkembang sesuai bentuknya, setelah petir mengubah asam menjadi DNA, bahwa 1 rangkaian harus memiliki cetak biru untuk SELURUH kehidupan – tumbuhan, ikan, reptil, burung, binatang, manusia, dsb.? Informasi DNA itu pasti harus berasal dari sesuatu tempat. Dan karena seluruh kehidupan harusnya berevolusi dari "kecelakaan" ini, informasi tersebut harusnya ada padamolekul DNA yang pertama kali. Tapi ini benar-benar "mujizat besar" namanya.

Suatu teori harusnya dapat dibuktikan. Jadi Anda bisa coba membeli asam amino kompleks di toko bahan makanan atau toko kimia dan mulai menghajarnya dengan aliran listrik. Lihat apa yang terjadi. Bahkan jika secara ajaib Anda bisa menciptakan 1 rangkaian rantai DNA dari eksperimen Anda, ingatlah bahwa Anda pergi ke toko untuk membeli asam amino, "bahan dasar" itu sendiri. Anda tidak bisa menghilangkan "Faktor Allah" dari semuanya ini.
Menurut teori Evolusi, petir mengaktifkan lendir amino menjadi DNA dan mengubahnya menjadi organisme sel tunggal. Organisme tunggal itu berenang-renang di dasar lautan purba. Apa yang dia makan? Saya tidak tahu, tapi sepertinya dia muak di situ terus sehingga dia meloncat ke atas dan berevolusi menjadi ikan. Lalu apa yang dimakan ikan? Benar-benar suatu "keajaiban" bahwa petir bisa menciptakan kehidupan dari material yang tidak hidup. Jadi apakah petirnya akan menyambar lagi sehingga terbentuk kehidupan yang lain? Tapi itu akan habis begitu dimakan ikan tadi.
Lalu ikan ini harus berenang selama jutaan tahun. Bagaimana dia bisa hidup begitu lama? Oh rupanya tidak. Dia kawin dan menghasilkan keturunan. Kawin dengan siapa? Ini butuh "keajaiban" lainnya. Suatu hari ikan ingin melihat seperti apa rupa daratan. Jadi apakah ikan berpikir seperti demikian? Lalu dia berevolusi mengubah siripnya menjadi kaki dan mulai berjalan di darat. Lalu bagaimana dia bernafas? Oh insangnya secara "ajaib" menghilang dan ikan itu berubah dari bernafas di air menjadi bernafas di udara.
Setelah hidup di darat, melalui jutaan tahun ikan itu berubah menjadi kadal kecil yang berevolusi menjadi T-Rex raksasa. Lalu sebagai akibat terjadinya perubahan iklim dan melintasnya komet-komet, T-Rex berevolusi menjadi seekor burung. Ya, seekor burung.

Jadi, seekor ikan capek hidup di air dan naik ke darat kemudian berkembang menjadi seekor dinosaurus. Lalu reptil darat raksasa ini muak dengan daratan dan kemudian mengeluarkan sisik-sisiknya menjadi bulu-bulu, meloncat ke udara dan mulai terbang, mengubah dirinya menjadi burung yang kecil. Apakah ini ilmu pengetahuan?

Bagaimana pun Anda melihatnya, sangat konyol semuanya ini dianggap serius. Tapi ini "ilmuwan-ilmuwan berpendidikan di perguruan tinggi" yang mengatakannya. Dan parahnya, orang-orang membayar jutaan rupiah untuk mendapatkan ijazah supaya bisa meneruskan dongeng ini kepada generasi berikutnya.
Orang-orang percaya hal ini, karena intinya, ini benar-benar suatu keyakinan. Dan allah dari kepercayaan ini disebut "ilmu pengetahuan." Jadi, kita menemukan lagi allah yang berperang dengan Allah yang benar. Ini teori Kekacauan dan Kemungkinan vs Desain Ilahi. Dan karena ada banyak bukti mengenai Desain Ilahi, banyak penganut Teori Evolusi mengadopsi ide mengenai Panspermia:
Teori yang mengatakan kehidupan di bumi itu hasil "pembuahan" dari kehidupan yang berasal dari planet lain. Dari luar angkasa. Alien, dewa-dewa langit turun ke bumi dan menciptakan manusia Adam. Ini dipercaya oleh bangsa Sumeria. Adam adalah ciptaan dari Dewa Sumeria – Annunaki – melalui rekayasa genetika antara sejenis monyet dengan DNA mereka.
Bagi saya, seluruh ide Evolusi itu benar-benar konyol. Bagi mereka, teori Penciptaan dan penjelasan Alkitab sama-sama konyolnya. Jadi, selagi kita semua berspekulasi dan menjadi konyol, kita lanjutkan teori mengenai T-Rex dan dino berjalan lainnya seperti dia. Allah menciptakan dinosaurus besar pemakan tumbuhan. Lalu apa yang dilakukan Iblis? Dari bentuknya, bisa diduga dia menciptakan – atau dengan kata lain, rekayasa genetika – pemalsuan. Seekor T-Rex, Raja Dinosaurus – raja yang ganas dari seluruh reptil.

Jika Anda perhatikan kerajaan binatang, apa yang Anda lihat? Dengan beberapa pengecualian, kita melihat makhluk-makhluk ini berjalan dengan 4 kaki. Bahkan primata tidak sepenuhnya bipedal (walaupun mereka bisa berjalan dengan 2 kaki). Burung itu bipedal, 2 kaki, tapi itu bukan cara bergerak utama mereka. Burung unta dan kanguru itu bipedal, tapi selain itu, hampir mayoritas binatang darat berjalan dengan 4 kaki. Apakah ini juga berlaku bagi dinosaurus? Apakah benar dinosaurus yang diciptakan Allah itu berjalan dengan 4 kaki dan vegetarian?
Dinosaurus kaki 4 nampaknya satu-satunya yang muncul dalam sejarah dan yang dilihat manusia. Jadi mungkinkah dinosaurus karnivora pemakan manusia yang berjalan dengan 2 kaki itu bukan ciptaan Allah – dan tidak diselamatkan di dalam bahtera Nuh? Ini cuma pemikiran saja.
Bagaimana jika dinosaurus buas berkaki 2 itu ciptaan Nephilim melalui rekayasa genetika?
Jika kita mempercayai rekayasa genetika dapat mengkombinasikan satu spesies dengan spesies lainnya, kemunculan Minotaur itu sangat mungkin. Mencampur antara kerbau dengan manusia sehingga hasilnya seperti ini.

Lalu bagaimana jika kita mencoba mengkombinasikan raksasa Nephilim berotot, dengan dinosaurus dan seekor elang? Apa hasilnya makhluk seperti T-Rex? Saya tidak tahu, tapi yang kita temukan sepertinya mirip. Makhluk berotot, reptil yang berjalan dengan 2 kaki dengan karakteristik burung. Ini cuman spekulasi saja, sebagai alternatif cara pandang tradisional bagaimana melihat sisa-sisa fosil. Dan jika para ilmuwan dengan gelar yang panjang secara mentah-mentah menerima bahwa T-Rex adalah hasil evolusi dari lendir purba yang disambar petir menghasilkan organisme sel tunggal yang berubah menjadi ikan yang berjalan keluar dari air, bertumbuh menjadi T-Rex ganas yang sangat besar dan kemudian berevolusi menjadi seekor merpati kecil, tinggal dipilih saja mana penjelasan diatas yang lebih bisa diterima.
Model Standar Evolusi
- Segala sesuatu berasal dari singularitas titik padat yang meledak
- Segala sesuatu yang teratur ini berasal dari kekacauan
- Lendir menghasilkan organisme sel tunggal
- Organisme sel tunggal berevolusi menjadi ikan
- Ikan meninggalkan air dan menjadi reptil dinosaurus
- Reptil dinosaurus berubah menjadi burung
- Cabang lainnya:
- Mamalia selamat dari bencana komet
- Mamalia kecil berevolusi menjadi kera
- Kera berevolusi menjadi manusia
- Manusia menjadi makhluk paling cerdas di bumi
Model Penciptaan
- Allah menciptakan segala sesuatu, secara unik dan spesial
- Segala sesuatu yang teratur berubah menjadi kekacauan
- Manusia menggunakan 100% kapasitas otaknya, tapi menurun hingga hanya menjadi 7-12%
- Malaikat kawin dengan manusia menghasilkan manusia super
- Manusia super memanipulasi ciptaan Allah untuk menciptakan makhluk hybrid:
- Manusia + Kambing = Satyr
- Manusia + Kuda = Centaur
- Manusia + Kerbau = Minotaur
- Burung + Kuda = Pegasus
- Burung + Harimau = Griffin
- Burung + Dinosaurus + Nephilim = T-Rex

Griffin
Segila apa pun, kita lihat "Teori Penciptaan" lebih masuk akal. Tapi itu pendapat saya. Namun kita tidak bisa mengabaikan apa yang sedang terjadi dalam laboratorium-laboratorium sains hari-hari ini. Faktanya, para ilmuwan mencampur berbagai spesies. Ini yang terjadi di permukaan, yang dipublikasikan. Bagaimana dengan eksperimen yang mereka lakukan di bawah bumi secara tersembunyi, di dalam laboratorium-laboratorium bawah tanah, yang tidak dipublikasikan? Bahkan para "whistleblower" yang mengungkapkan fakta dan bukti tentang ini hampir semuanya mati atau diburu untuk dimatikan. Sejarah kuno mencatat, melanggar batas antar spesies dapat membawa tidak lain dari berita buruk.
Satu kali hal ini diperkenalkan kepada publik, apa yang akan terjadi ketika mereka mulai bercampur dengan "manusia" normal? Dalam waktu singkat, manusia akan berhenti menjadi manusia dan akan menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda. Suatu makhluk yang baru, hybrid, seorang allah. Lalu apa gunanya allah memiliki Allah?
Para Malaikat Penjaga, Nephilim dan manusia pada zaman Nuh melanggar perintah bahwa segala sesuatu harus berkembang biak sesuai jenisnya, dan lihat apa yang terjadi. Para ilmuwan zaman ini melakukan hal yang sama. Jadi, apa konsekuensi yang seharusnya akan terjadi?
Jika mereka dapat melakukan transplantasi kepala pada tahun 1940-an dan 1960-an, bayangkan apa yang dapat mereka lakukan hari ini.
Nampaknya kita sedang melihat penggenapan nubuat Yesus mengenai Hari-hari Terakhir. Jika kita telah melihat bukti bahwa makhluk-makhluk seperti yang ada dalam mitologi itu akan kembali – atau mungkin mereka sudah ada di sini – tidakkah itu berarti Nephilim (keturunan Malaikat yang Jatuh) akan segera kembali juga?
Kejadian 6:4 mengatakan raksasa (Nephilim) adalah "para pahlawan yang gagah perkasa zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan." Jika kita menerima itu secara lahiriah dan membandingkannya dengan Kitab Henokh, sangat masuk akal untuk mengasumsikan apa yang diciptakan ini adalah apa yang disebut oleh orang-orang Yunani sebagai "Titan" – ras dewa-dewa raksasa (yang akhirnya dikalahkan oleh Zeus dan kelompok Olympian-nya). Tapi apakah ada bukti bahwa mereka ini benar-benar berjalan-jalan di atas bumi? Ya. Saya percaya ada banyak bukti.

History Channel menyiarkan enam musim episode yang berjudul Ancient Aliens. Dalam tayangan-tayangan itu, mereka mengeksplorasi banyak bangunan peninggalan-peninggalan raksasa di seluruh bumi yang mematahkan setiap usaha dari manusia modern untuk menirunya atau menjelaskan bagaimana bangunan itu dibangun. Mereka berbicara mengenai Nazca Lines di Peru. Puncak gunung itu seluruhnya dibuat mendatar – benar-benar datar – dan apa yang kelihatannya sistem landasan dan desain-desain lain yang dibuat di permukannya – yang hanya dapat dilihat dari udara!

Mereka mendiskusikan puing-puing di Puma Punku, Tiwanaku, Machu Picchu, Ollantaytambo, Sacsayhuaman, piramid Maya dan Giza Mesir,Mohenjo Daro, Angkor Wat, Easter Island, Ellora Caves.
Puma Punku
Tiwanaku
Machu Picchu
Sacsayhuaman
Ollantaytambo
Dan segala jenis bangunan menakjubkan lainnya di seluruh dunia. Bahkan monumen-monumen raksasa ini dibangun dalam satu garis lurus melingkari bumi, dengan jarak tertentu yang disebut "golden number." Diperkirakan, garis ini merupakan garis khatulistiwa purba. Kesimpulan mereka? Alien zaman Purba yang melakukannya. Tapi adakah penjelasan lainnya?
Kita mengira manusia zaman ini sudah sangat maju dengan segala teknologi yang kita miliki, tapi pengetahuan manusia benar-benar "kerdil" dibandingkan dengan dunia peradaban yang ada sebelum Banjir Besar. Jika Adam adalah manusia sempurna, diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah, maka manusia benar-benar sangat cerdas dan sanggup mencapai hal-hal yang luar biasa dari dirinya. Menurut Alkitab, manusia mula-mula juga hidup hampir seribu tahun. Bayangkan berapa banyak pengetahuan yang dapat dibangun diatas pengetahuan dalam kurun waktu itu. Bayangkan semua jenius dalam sejarah manusia, Socrates, Plato, Newton, Galileo, Copernicus, Einstein, Hawkings dan semua pemikir lainnya hidup bersama-sama dalam satu waktu, membagi teori dan mengerjakan ilmu yang kompleks bersama-sama. Apa yang dapat dihasilkan? Dan gabungkan semuanya itu dengan "pengetahuan Para Malaikat", kekuatan fisik dan supra natural yang mereka miliki dan kita cuma bisa membayangkan apa yang dapat mereka lakukan pada masa dunia Pra-Banjir.
Salah satu bangunan tertua di dunia, Monumen Yonagumi di Jepang, piramida yang tenggelam di dasar laut.
Dengan asumsi makhluk hybrid malaikat-manusia itu SANGAT maju, sangat pintar, sangat besar, sangat kuat dan memiliki kemampuan supra natural, tidak sulit membayangkan bagaimana legenda mengenai peradaban super maju seperti Atlantis dapat ada. Tidak sulit untuk menebak siapa yang membangun monumen-monumen raksasa dan bangunan-bangunan kolosal di seluruh dunia – struktur yang bahkan kita tidak bisa mencari tahu bagaimana cara membangunnya sampai hari ini.

Hanya melalui teori cacat Evolusilah kita dapat melihat ke zaman dahulu dan hanya sampai kepada kesimpulan bahwa para Alien yang mendirikan bangunan-bangunan raksasa tersebut. Ingat, menurut teori Evolusi, manusia berasal dari salah satu cabang yang dihasilkan dari lendir purba (terpisah dari para dinosaurus) yang sepertinya mencapai puncak peradabannya berevolusi menjadi Homo Sapiens Abad-21 – makhluk yang sangat cerdas sehingga menghancurkan kesehatannya sendiri, makanan, air, udara dan berpikir bahwa dia berasal dari kera. Kita harus mengubah pola pikir mengenai manusia jika ingin memahami peradaban tinggi di masa lalu. Jika kita bisa menangkap bahwa manusia dahulunya sempurna – makhluk yang diciptakan serupa gambar Allah, menggunakan 100% kapasitas otaknya, maka semuanya akan berubah ketika kita melihat peradaban purba.
Piramid Giza Mesir
Kuil Ellora India, keseluruhan kuil dipahat dan diukir di dalam satu blok gunung batu.
Orang Kristen percaya kepada kepercayaannya karena mereka memiliki bukti Yesus Kristus berjalan diatas bumi dan apa yang Dia lakukan. Orang muslim percaya agamanya dengan alasan yang sama mengenai Muhammad. Orang Yahudi percaya agamanya karena kesaksian para nabi dan para rabbi yang berasal dari Abraham, Ishak, Yakub dan Musa. Orang Buddha dapat mempelajari kepercayaan mereka ke belakang sampai kepada Gautama (Shakyamuni), sang Buddha yang berjalan di atas bumi sekitar tahun 2500 SM. Tapi semua bukti mengenai Buddha, Patriarch Ibrani, Muhammad, dan Yesus Kristus yang kita miliki hanyalah dokumen "tulisan" yang ditulis orang-orang besar ini sendiri, atau yang ditulis oleh orang lain mengenai mereka. Dan orang-orang seluruh dunia sangat percaya kepada agama ini karena dokumen sakral ini.
Namun, jika berbicara mengenai dewa-dewa Yunani, kita mendapati kuil-kuil RAKSASA dan patung-patung di seluruh dunia yang berdiri sebagai monumen batu dari keberadaan mereka sekaligus sekumpulan dokumen tertulis namun kita benar-benar menganggap semua kepercayaan itu hanyalah mitos dan dongeng sebelum tidur.

Faktanya, pada satu saat di masa lampau, bukti bahwa raksasa, manusia-super, berjalan-jalan diatas bumi dan mendirikan bangunan-bangunan super benar-benar tidak terbantahkan. Karenanya, dari banyaknya bukti, para allah benar-benar hidup diantara manusia pada masa lampau. Jadi, siapakah mereka?
Untuk ilustrasi, kita akan gunakan pohon silsilah dewa-dewa Yunani, namun jika Anda menyelidiki mitos kebudayaan kuno lainnya mengenai dewa-dewa, Anda akan melihat pola yang sama. Mereka masing-masing memiliki "kelas dewa-dewa" yang dimulai dengan apa yang disebut Golongan Ultimate Source Tier, kemudian ada Golongan Top Tier, diikuti Golongan Middle Tier dari dewa-dewa yang memerintah dan kawin-mengawin dengan manusia untuk menciptakan golongan lain yang disebut Golongan Final Tier dan atau Golongan Demigod – Manusia Setengah Dewa. Golongan yang terakhir ini biasanya dewa-manusia (pahlawan zaman purbakala) yang adalah hybrid generasi akhir.
Catatan: Saya akan menganggap Golongan Final Tier dan Golongan Demigod itu satu "level" walaupun bila kita pelajari lebih lanjut, mereka ini adalah anak-anak dari Golongan diatas mereka – yang satu dianggap immortal (hidup selamanya), yang satunya mortal (bisa mati). Contohnya,Apollo (immortal) dan Hercules (mortal), keduanya adalah anak-anak Dewa Zeus (Golongan Middle Tier).
Pohon silsilah dewa-dewa Yunani, kita bagi sebagai berikut:

Dari contoh ini kita lihat dewa-dewa Golongan Ultimate Source Tier adalah Gaia dan Uranus. Mereka memperanakkan dewa-dewa GolonganTop Tier yang dikenal sebagai Titan, yang memperanakkan dewa-dewa Golongan Middle Tier yang dikenal sebagai Olympian. Dewa-dewa Golongan Middle Tier memberontak melawan Golongan Top Tier dan Zeus mengalahkan para Titan dan kemudian menjadi penguasa para dewa sejak saat itu. Zeus sangat dikenal karena gairah birahinya, petualangan seksual baik dengan saudari kandungnya, para dewi, juga dengan para wanita manusia, dan memperanakkan dewa-dewa Golongan Final Tier seperti Apollo dan Artemis, demikian juga GolonganDemigod hybrid (mortal) seperti Hercules dan Perseus.
Apa yang kita lihat disini adalah penggabungan suatu kebenaran dengan kisah cerita yang menarik dari orang-orang seperti Hesiod danHomer yang hidup pada masa yang sama (atau segera sesudah) Raja Salomo (sekitar 950-907 SM). Para penulis kuno ini melakukan yang terbaik untuk menggambarkan asal-usul dan sejarah dewa-dewa Yunani dan orang-orang yang menyembah dan takut kepada mereka. Para penulis ini mencoba menuliskan dari perspektif Yunani, sama seperti yang tercatat dalam perspektif Ibrani di dalam Torah, Tanakh, Kitab Henokh, dan Kitab Yasher.
Melihat daftar silsilah diatas dari perspektif Ibrani, kita dapat menyimpulkan:
- Golongan Ultimate Source Tier = Allah (seperti Tritunggal) yang menciptakan Surga dan Bumi
- Golongan Top Tier (Titan) = kemungkinan Malaikat Pengawas sebagai bapak dari generasi pertama, dewa-dewa Nephilim Pra-Banjir
- Menurut Henokh, mereka dihukum Allah dan ditimbun dibawah bukit bumi sampai waktu yang ditetapkan di masa yang akan datang ketika mereka akan dilepaskan kembali (setelah 70 generasi).
- Dalam mitologi Yunani, mereka dibuang oleh Zeus kedalam penjara Hades dibawah bumi yang dikenal dengan sebutan Tartarus.
- Dalam 2 kasus ini, kita dapat menggunakan istilah "dipenjarakan didalam belenggu abadi di dalam dunia kegelapan."
- Golongan Middle Tier (Olympian) = dewa-dewa Nephilim yang muncul baik Pra maupun Pasca-Banjir (Kejadian 6:1-4)
- Dalam kasus Nephilim Pra-Banjir, tubuh lahiriah mereka binasa karena air bah. Namun karena mereka tidak berasal dari Surga sebagai roh malaikat, dan mereka adalah roh campuran malaikat-manusia yang rusak (tidak dikehendaki Allah untuk ada), mereka inilah yang menjadiRaphaim – roh tanpa tubuh dari para Nephilim yang ditulis oleh Henokh sebagai "roh-roh najis" atau "roh-roh jahat" yang dikenal didalam Alkitab (dan hari-hari ini).
- Mereka inilah yang selalu mencari tubuh lahiriah untuk didiami (atau "dirasuk").
- Sedangkan Nephilim Pasca-Banjir yang ditulis Kejadian 6:4 sebagai "juga sesudahnya", ingat artikel Keturunan Para Malaikat, kita mempelajari bahwa cucu Ham, Kaftor adalah anak Mizraim (Mesir) dan bapak dari (raksasa) Filistin (Lihat Kejadian 10:14, Yeremia 47:4, Amos 9:7). Dia juga yang tinggal di Pulau Kreta – tempat asal seluruh mitologi Yunani. Dewa-Dewa Olympian Yunani sesuai dengan kategori dewa-dewa Nephilim ini. Mereka ada bukan karena interaksi langsung dengan para Malaikat Jatuh, tapi melalui garis keturunan Ham, anak Nuh.
- Zeus mungkin suatu pengecualian disini karena sepertinya dia ini adalah Satan – atau setidaknya manifestasi fisiknya.
- Golongan Final Tier/Demigod = orang-orang seperti Nimrod, yang dalam hal ini diwakili, baik oleh Dionysus dan Apollo (yang bersaing mewakili dua sisi ke-allah-an, diekspresikan sebagai dua) dan hybrid Nephilim/Gibborim (raksasa) seperti Og raja Basan, keturunan Enak,Goliath dan saudara-saudaranya.
Sekarang kita akan memandang Alkitab dari perspektif dunia mitologi kuno. Perlu kita pahami bahwa Kitab Suci ditulis oleh orang Ibrani, pada mulanya hanya bagi orang Ibrani dalam konteks Ibrani. Allah memilih sekelompok orang untuk mewakili keberadaan-Nya di bumi. Namun kelompok kecil orang-orang ini, yang kemudian disebut Yahudi, berdiri sendirian di dunia yang didominasi oleh ratusan kelompok manusia yang lain, yang masing-masing memiliki allah-allah yang mereka sembah.
Tiga kelompok ideologi dominan yang harus dihadapi orang Ibrani adalah Sumeria (yang kemudian menjadi Asyur dan Babel), Mesir danYunani/Romawi. Yunani dan Romawi kita jadikan satu karena banyak dewa-dewa mereka yang sama (hanya berbeda nama – Zeus = Jupiter, Hermes = Mercury, dsb.). Ya, memang ada yang lainnya, namun dalam hal "peperangan para allah", mereka inilah yang terbesar yang dihadapi orang Yahudi.

![]() | ![]() |
Peperangan Besar antara "Allah vs allah", YAHWEH Elohim yang benar dengan para dewa, yang kesemuanya itu bisa dilacak kembali kepada peristiwa yang terjadi di dalam Kejadian pasal 6 (Baca Eksperimen Kejadian 6) dan hari-hari zaman Nuh (Baca: Keturunan Malaikat yang Jatuh)… hari-hari yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus akan terjadi lagi pada hari-hari dimana kita hidup sekarang ini. Peperangan Besar ini akan berlanjut hingga saat yang terakhir, ketika Anti-Kristus berperang (kembali) melawan TUHAN dan Yang Diurapi-Nya.
Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia.
Lukas 17:26
Perhatikan apa yang dikatakan Salomo ribuan tahun yang lalu:
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
Pengkhotbah 1:9
Baik Salomo maupun Tuhan Yesus Kristus sendiri, keduanya mengatakan supaya kita bersiap untuk melihat sejarah berulang kembali. Apa yang pernah ada, akan ada lagi. Karenanya, kita perlu tahu apa yang telah terjadi pada masa lampau supaya kita tahu apa yang akan datang (dan yang mungkin sudah terjadi). Jadi, mari kita lihat lagi 2 Hari pertama dari Diagram Kronologi Alkitab dari Sejarah Manusia:

Dalam artikel sebelumnya (Hari-hari Zaman Nuh), kita sudah membahas apa yang terjadi sebelum dan segera sesudah Banjir, dan hubungannya dengan dewa-dewa kuno, apa yang mereka lakukan sehingga membuat TUHAN Allah di Surga harus menghancurkan dunia yang telah menjadi sepenuhnya rusak dan tercemar. Dunia Pra-Banjir adalah tempat yang mengagumkan dan mengerikan penuh dengan hybrid. Dunia kita sekarang sedang berubah menjadi seperti itu hari-hari ini. Tuhan Yesus telah memperingatkan kita:
Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup (Yunani: sarx – daging, semua makhluk) tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.
Matius 24:21-22
TUHAN Allah HARUS turun tangan saat hari-hari zaman Nuh supaya dapat menyelamatkan, mempertahankan, memelihara keberlangsungan umat manusia, binatang, tumbuhan dan bahkan planet ini dari kerusakan yang dilakukan para dewa. Bayangkan betapa buruknya hari-hari sebelum Banjir Besar, kemudian renungkan baik-baik apa yang Yesus katakan tentang hari-hari di masa depan ini.
Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Lukas 21:25-27
Dalam artikel sebelumnya (Hari-hari Zaman Nuh), kita sudah mempelajari silsilah keluarga dewa-dewa Yunani. Sekarang kita akan melihat keluarga dewa-dewa Sumeria (yang akan menjadi Asyur dan Babel).

Bangsa Sumeria memberikan peninggalan tulisan-tulisan kuno yang termasuk paling tua di dunia. Dari tulisan inilah kita belajar tentang "dewa-dewa langit" yang namanya Anunnaki. Begitu banyak yang bisa diceritakan mengenai mereka di masa lampau, tapi kita akan fokus membahas apa yang akan terjadi (dengan mereka) di masa yang akan datang ini. Seri artikel "Allah vs allah" ini akan membawa kita ke sana. Jika Anda sudah pernah nonton film Prometheus, itu alur kisahnya dari dewa Anunnaki ini. Dikatakan bahwa merekalah "The Engineer" - Perancang kehidupan di bumi.
Sekarang ini, kita akan sedikit mengintip apa yang terjadi di masa lampau.
Menurut Wikipedia, kepercayaan Sumeria berhubungan dengan mitologi, pantheon (keluarga dewa-dewa), ritual, dan kosmologi dariperadaban Sumeria. Dikatakan:
Kepercayaan Sumeria mempengaruhi mitologi Mesopotamia secara keseluruhan, dan diteruskan dalam mitologi dan kepercayaan orangHurrian, Akkadia, Babel, Asyur, dan kelompok kebudayaan lainnya.
Jadi, kepercayaan Sumeria, Asyur, Babel sering dikelompokkan kepada "Mesopotamia" karena mereka berpusat disekitar wilayah yang sama di dunia. Mengenai agama Mesopotamia, Wikipedia mengatakan:
Beberapa sejarawan seperti Jean Bottero, mengklaim bahwa agama Mesopotamia adalah kepercayaan tertua di dunia, meskipun ada beberapa klaim lain mengenai itu. Walaupun pengetahuan "tulis-menulis" diciptakan di Mesopotamia, sudah pasti inilah kepercayaan tertua yang tertulis dalam sejarah. Apa yang kita ketahui mengenai kepercayaan Mesopotamia berasal dari bukti arkeologi yang disingkapkan dari wilayah ini, khususnya sumber literatur, yang biasanya tertulis dalam huruf paku (cuneiform) di lembaran tanah liat (tablet) yang menceritakan mitologi dan praktek pemujaan. Artefak lain juga bisa digunakan karena keseluruhan keberadaan Mesopotamia dipenuhi dengan kepercayaan mereka, dan seluruh peninggalan mereka dapat kita gunakan sebagai sumber pengetahuan mengenai kepercayaan mereka.
Walaupun hampir punah sekitar 1600-1700 tahun yang lalu, kepercayaan Mesopotamia masih memiliki pengaruh pada dunia modern, terutama karena banyak mitologi Alkitab yang ditemukan dalam agama Yudaisme, Kristen, Islam dan Mandean memiliki kesamaan yang konsisten dengan mitos Mesopotamia, khususnya mitos Penciptaan, Taman Eden, Banjir Besar, Menara Babel, dan karakter mitos Alkitab seperti Nimrod dan Lilith (Asyrian Lilitu). Kisah asal-usul Musa punya kesamaan yang mencolok dengan Sargon dari Akkad, dan Sepuluh Perintah Allah mirip-mirip dan mencerminkan hukum Asyria-Babylonia yang lebih tua. Juga menginspirasi berbagai kelompok Neopagan lainnya untuk juga menyembah dewa-dewa Mesopotamia, meskipun dengan cara yang berbeda dengan orang-orang Mesopotamia.
Ini pernyataan yang sangat berani. Tulisan-tulisan Sumeria memang benar mendahului yang ada di Alkitab. Sehingga banyak klaim yang mengatakan tulisan-tulisan Alkitab sebenarnya adalah salinan dari tulisan-tulisan Mesopotamia tentang berbagai peristiwa. Tapi apakah benar demikian? Pertama, kita lihat lagi Diagram Kronologi Alkitab mengenai Sejarah Manusia.

Para arkeolog tahu, untuk menentukan waktu segala sesuatu yang terjadi sebelum 3000 SM seringkali bermasalah sehingga tidak bisa dianggap mutlak.
Estimasi penentuan waktu secara mutlak dapat dilakukan untuk paruh kedua dari milenium ke-3 SM. Tapi untuk paruh pertama dari milenium ke-3 SM, yang mungkin dilakukan hanyalah penanggalan arkeologi dengan kesesuaian kronologi yang sangat kasar dari catatan tertulis yang ada.
Yang menjadikannya sulit adalah Banjir Besar, yang kemungkinan terjadi sekitar 2.350 SM. Peristiwa global ini secara dramatis mengacaukan kondisi geologi bumi dan memusnahkan secara massal semua peradaban yang mungkin masih ada. Jadi, paling bagus, yang kita miliki adalah kisah dan artefak yang dianggap berasal dari periode sebelum (dan segera sesudah) Banjir Besar. Kisah-kisah kejadian sebelum Banjir Besar mungkin memiliki beberapa dasar kebenaran, tetapi seringkali dibesar-besarkan, saling tidak sesuai dan aneh, cerita yang tidak nyata sebagai akibat dari penuturan dari mulut ke mulut dari banyak orang sebelumnya akhirnya dituliskan. Hampir setiap kebudayaan memiliki kisah tradisional mengenai Banjir Besar yang melanda seluruh Bumi. Ada puluhan - bahkan mungkin ratusan - kisah Banjir Besar dari berbagai suku-suku dan bangsa-bangsa di seluruh dunia, yang bisa Anda baca disini.
Saya berpendapat, para Malaikat yang Jatuh dan Nephilim serta keturunan mereka mengarahkan penuturan kisah peristiwa Pra-Banjir kepada berbagai kelompok orang yang tercerai-berainya akibat peristiwa kekacauan bahasa di Menara Babel. Lalu TUHAN Allah pada akhirnya mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya kepada Musa di Gunung Sinai, beberapa waktu kemudian, untuk meluruskan semua catatan peristiwa yang telah ada. Namun mari kita lihat bagaimana kisah ini tertulis dalam kasus bangsa Sumeria.
Perhatikan apa kata Wikipedia tentang sejarah Mesopotamia:
Bangsa Mesopotamia awalnya terdiri dari dua kelompok orang, Akkadia Semitik (akhirnya dikenal sebagai Asyur dan Babel) dan Sumeria. Orang-orang ini awalnya bukan satu bangsa, tetapi kelompok dari berbagai negara-kota yang berbeda. Dalam milenium ke-4 SM, ketika bukti pertama kepercayaan Mesopotamia dapat diungkap dari penemuan tulis-menulis di Mesopotamia sekitar tahun 3500 SM, bangsa Sumeria muncul, meskipun tidak diketahui apakah mereka bermigrasi ke daerah itu dalam masa prasejarah ataukah mereka adalah penduduk asli. Mereka menetap di selatan Mesopotamia, yang kemudian dikenal sebagai Sumeria, dan memiliki pengaruh besar atas bangsa Akkadia Semitik dan budaya mereka. Orang Sumeria sangat maju, seperti menciptakan Tulisan, mereka juga menciptakan Matematika, Kendaraan beroda, Astronomi, Astrologi, Kalender dan menciptakan Negara-Kota/bangsa-bangsa seperti Uruk, Ur, Lagash, Isin, Umma dan Larsa. Di utara, di daerah yang dikenal sebagai Akkad, sebuah peradaban yang dikenal sebagai Akkadia muncul, yang berbicara dalam bahasa Semit yang berbeda dari orang Sumeria yang berbicara dalam bahasa isolat (tidak memiliki kerabat bahasa lain).

Jadi, bukti awal adanya peradaban tampaknya menunjuk ke waktu 3.500 SM. Wikipedia mengatakan bangsa Sumeria "sangat maju" dan mereka menciptakan tulisan, matematika dan segala macam ilmu pengetahuan dan inovasi lainnya. Nah, lihat apa yang terjadi sekitar 3500 SM (pada grafik di atas). Menurut Kitab Henokh, itulah waktu ketika para Malaikat Pengawas turun ke bumi! Henokh juga mencatat bahwa Malaikat Jatuh itu mengajar manusia semua hal-hal yang disebutkan di atas (dan banyak hal lainnya – Henokh pasal 69)!
Jadi, saya menduga Anunnaki – ras dewa-dewa yang dinamakan demikian karena mereka adalah "Pangeran dari Benih Kerajaan" (atau beberapa menterjemahkan sebagai "Mereka yang dari Surga datang ke bumi") – adalah "anak-anak Allah" atau dewa Sumeria yang sama dengan dewa Titan Yunani, para Malaikat Penjaga dalam Kitab Suci Ibrani dan Nephilim Pra-Banjir – yaitu ras super maju generasi pertama dan keturunan hybrid yang berjalan-jalan di atas muka bumi.
Menurut sejarah Sumeria, Anunnaki datang ke bumi dari planet yang dinamakan Nibiru (atau Planet X). Ini adalah topik yang dibicarakan banyak orang akhir-akhir ini – khususnya semakin kita mendekati kesudahan zaman.
Nibiru – Planet X
Apakah Nibiru pernah melintas dekat bumi sebelumnya? Apakah Nibiru akan datang kembali? Apakah ini benar-benar planet yang sesungguhnya? Saya percaya jawaban semuanya adalah IYA. Bahkan Kitab Suci memberikan gambaran yang jelas mengenai hal ini. Ada beberapa ayat Alkitab yang perlu Anda perhatikan baik-baik.
Lihatlah, YAHWEH menjadikan bumi kosong (Ibrani: bâqaq, depopulasi), dan menjadikannya musnah (Ibrani: bâlaq, memusnahkan), danmenjungkirbalikkannya, dan menyerakkan penghuninya.
Yesaya 24:1
Bumi hancur lebur, bumi terbelah-belah, bumi berguncang hebat. Bumi bergulung kesana kemari seperti orang mabuk, dan berguncang-guncang seperti gubuk; dan pelanggarannya berat atasnya, dan dia akan jatuh, dan tidak akan bangkit lagi.
Yesaya 24:19-20
Mereka datang dari negeri yang jauh, dari ujung langit, YAHWEH dan senjata kegeraman-Nya, untuk menghancurkan seluruh bumi.
Yesaya 13:5
Oleh karena itu Aku akan mengguncangkan langit, dan bumi berguncang keluar dari tempatnya, dalam amarah YAHWEH Tsebaot (the LORD of hosts), dan pada hari (Ibrani: yôm – hari) murka-Nya yang menyala-nyala.
Yesaya 13:13
“Aku akan memusnahkan segala sesuatu dari atas muka bumi,” firman YAHWEH. “Aku akan memusnahkan manusia dan binatang. Aku akan memusnahkan burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan membuat orang-orang fasik tersandung jatuh dan Aku akan melenyapkan manusia dari atas bumi,” firman YAHWEH. Sudah dekat hari YAHWEH yang besar itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Suara hari YAHWEH adalah pahit, orang perkasa pun akan menangis dengan suara keras. Hari itu adalah hari kemurkaan, yaitu hari kesukaran yang penuh bahaya dan penderitaan yang berat, suatu hari keruntuhan dan penghancuran, suatu hari kegelapan dan kesuraman, hari mendung dan berkabut. Hari sangkakala dan pekik perang terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara-menara yang tinggi.
Zefanya 1:1-2,14-16
Dan bintang-bintang langit berjatuhan ke bumi seperti pohon ara menggugurkan buah mentahnya karena diguncang oleh angin kencang. Danlangit terkoyak (Yunani: apochōrizō - rend apart, terkoyak) seperti gulungan kitab yang digulung (Yunani: heilissō - digulung), dan semua gunung dan pulau bergeser dari tempatnya.
Wahyu 6:13-14
Dan terjadilah gemuruh dan guntur dan kilat, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat sebagaimana yang belum pernah terjadi sejak manusia ada di muka bumi, suatu gempa bumi yang sangat hebat dan dahsyat. Dan setiap pulau hilang lenyap, dan gunung-gunung tidak ada lagi.
Wahyu 16:18,20
Ayat-ayat diatas ini menggambarkan apa yang dinamakan dengan Pole Shift (bumi dijungkirbalikkan). Peristiwa ini sudah pernah terjadisebelumnya. Diperkirakan terjadi pada saat bumi mengalami Banjir Besar pada zaman Nuh, dan ketika Tuhan membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Catatan-catatan kuno dari berbagai bangsa dan kebudayaan memberikan gambaran yang jelas tentang peristiwa-peristiwa ini. Dan peristiwa ini akan terjadi lagi sebelum bumi memasuki zaman Kerajaan Seribu Tahun Kristus. Kitab Suci dengan jelas menyebut peristiwa ini sebagai Hari Tuhan (Yom YAHWEH).
Penjelasan sederhananya sebagai berikut:
Matahari mempunyai saudara kembar yang disebut Nemesis atau Brown Dwarf Star (atau Bintang gagal). Disebut Brown Dwarf Star karena bintang ini tidak cukup besar massanya sehingga tidak memancarkan cahaya. Sama seperti Matahari yang dikelilingi oleh 9 planet, Nemesis ini juga dikelilingi oleh planet-planet. Salah satu planetnya bernama Nibiru (atau Planet X). Matahari dan Nemesis memiliki orbit yang sangat elips, dan setiap sekitar 3.600 tahun sekali, keduanya akan saling mengorbit. Setiap kali mereka mengorbit, bumi dan tata surya ini akan mengalami kekacauan yang luar biasa. Menurut tulisan Sumeria, sabuk asteroid yang ada diantara Mars dan Yupiter adalah sisa-sisa tabrakan antara Nibirudan Planet Tiamat pada masa yang sangat lampau.
Menurut Carlos Munoz Ferrada, ahli astronomi Chili, Nibiru adalah planet komet raksasa dengan diameter 4x bumi, yang sarat dengan energi kosmis. Sedangkan Nemesis diameternya 56x bumi.
Nemesis dan Nibiru akan datang kembali dengan membawa serpihan-serpihan asteroid yang kelihatan seperti ekornya. Saat Matahari dan Nemesis saling mengorbit, diperkirakan Nibiru akan berada pada jarak yang cukup dekat dengan bumi. Serpihan asteroid yang ada pada ekor Nemesis/Nibiru akan jatuh berguguran ke bumi bila bumi berada pada garis lintasannya. Nemesis/Nibiru akan seperti bola magnet yang sangat raksasa, dan gravitasinya akan menyebabkan bumi keluar dari orbitnya, rotasi bumi berhenti, kutub selatan bumi akan ditarik kutub utara Nibiru, matahari tidak akan terbit dari tempatnya, dan puncaknya akan terjadi Pole Shift, bumi akan dijungkirbalikkan – berputar seperti bola, dan akan terbentuk kutub utara dan selatan yang baru. Pada saat ini terjadi, lempeng-lempeng kerak bumi akan bergeser dari tempatnya, pulau-pulau akan hilang lenyap, langit akan tergulung seperti gulungan kitab, terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat, tsunami akan menyapu pantai-pantai di seluruh dunia, gunung-gunung berapi akan meletus dan tidak akan ditemukan lagi. Menurut para ahli (dan Kitab Suci), diperkirakan 90% populasi manusia akan musnah pada waktu itu.
Video Pole Shift menurut Zeta:
Mengenai Nibiru atau Planet X, baca:
Kembali lagi kepada peradaban Sumeria...
Perhatikan, bagaimana para ahli berkata bahwa banyak kisah di Perjanjian Lama mewakili "versi pendek" atau "salinan" dari tulisan Sumeria kuno. Kita juga membaca hal yang sama dalam paragraf Wikipedia diatas. Dalam Kronologi Singkat peradaban kuno, pada bagian yang paling awal dari catatan itu muncul raja pertama di wilayah Mesopotamia, namanya Sargon.
Sargon dari Akkad, juga dikenal sebagai Sargon yang Agung "Raja Besar" (Akkadia Šarru-Kinu, yang berarti "raja sejati" atau "raja yang sah"), adalah seorang penguasa Akkadia yang terkenal karena penaklukan negara-kota Sumeria abad 23 - 22 SM. Sebagai pendiri Dinasti Akkad, Sargon memerintah dari tahun 2.270 - 2.215 SM (kronologi singkat). Dia menjadi pangeran terkemuka dari kerajaan Kish, membunuh raja dan merebut tahtanya sebelum memulai upaya untuk menaklukkan Mesopotamia. Dia awalnya disebut sebagai Sargon I sampai ditemukan catatan tentang raja Asyur lain yang juga bernama Sargon (sekarang biasa disebut Sargon I).
Banyak yang menghubungkan "Kish" dengan "Kush" (ayah Nimrod) dalam Alkitab. Jadi, apakah menurut tulisan ini Nimrod membunuh ayahnya? Sepertinya demikian. Kutipan Wikipedia diatas juga menghubungkan bahwa Sargon mungkin adalah Nimrod.
Kisah kekuasaan Sargon dan kerajaannya mungkin telah mempengaruhi mitos yang kemudian dimasukkan ke dalam Alkitab. Sejumlah ahli berspekulasi bahwa Sargon mungkin menjadi inspirasi bagi tokoh Alkitab yaitu Nimrod, yang tercatat dalam Kitab Kejadian serta dalam literatur Talmud dan midrash. Alkitab menyebutkan Akkad sebagai salah satu negara-kota pertama dari kerajaan Nimrod, tapi tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa ia yang membangunnya.
Penulis Wikipedia menyatakan bahwa karakter Sargon ini adalah "inspirasi dari sosok Nimrod dalam Alkitab" menyiratkan bahwa Alkitab hanya meminjam cerita dari tempat lain. Tetapi saya percaya bahwa Alkitab hanya mengkonfirmasikan cerita – dari perspektif Ibrani (seperti didiktekan Allah kepada Musa). Nimrod itu bukan nama. Itu adalah gelar, yang berarti "pemberontak" (Baca: Manusia Dengan Banyak Nama). Dan yang sesuai dengan uraian di atas mengenai Sargon. Perhatikan juga patung Sargon ini. Matanya hilang sebelah! Ingatlah hal ini selagi kita terus mempelajarinya.

Para ahli menyebutkan masa pemerintahannya antara 2.270 - 2.215 SM. Keyakinan para ahi ini sesuai dengan jangka waktu yang digambarkan dalam Diagram Kronologi Alkitab mengenai Sejarah Manusia, tepat sesaat sebelum Menara Babel (yang dibangun oleh Nimrod)!

Disebutkan dalam video di atas , para peneliti percaya bangsa Sumeria menganggap Anunnaki adalah pencipta kehidupan – lebih tepatnya manusia – di bumi ini.
Zecharia Sitchin, salah seorang arkeolog dan peneliti yang mendedikasikan hidupnya untuk menyelidiki peradaban Sumeria menjelaskan, menurut mitologi Sumeria, pada waktu bumi belum dihuni manusia, sekelompok Anunnaki datang ke bumi dipimpin Ea/Enki (artinya "Rumahnya adalah air"), melakukan perjalanan dari planet mereka, Nibiru dan mencapai bumi. Awalnya mereka datang untuk mendapatkan emas yang mereka butuhkan untuk kelangsungan hidup planet mereka yang mengalami kerusakan atmosfernya. Operasi penambangan besar dimulai di Afrika Selatan, yang kemudian membutuhkan budak hybrid manusia.
Planet mereka lalu bergerak kembali menjauhi bumi ke kegelapan luar angkasa, begitu banyak kesengsaraan terjadi waktu itu. Orbit planet Nibiru melintasi tata surya setiap 3.600 tahun. Dan ketika akhirnya Nibiru datang kembali mendekati matahari, Anunnaki berkunjung lagi ke bumi dan menginterferensi alam dan siklus di bumi. Mereka melakukan rekayasa genetika dengan cara mengambil spesies manusia kera Homo Erectus dan mencampurnya dengan DNA mereka untuk menciptakan hybrid manusia modern (Homo Sapiens), yang dipekerjakan sebagai budak untuk bekerja di tambang emas, pertanian dan pekerjaan lainnya di Sumeria.
Harap ini diingat baik-baik. Peristiwa "penciptaan" ini ditulis setelah kejadian yang sesungguhnya. Tapi perhatikan, bahkan dalam tulisan mereka, bangsa Sumeria percaya dewa-dewa Anunnaki datang ke bumi untuk kawin dengan perempuan manusia. Kedengarannya tidak asing bukan? (Baca: Eksperimen Kejadian pasal 6 dan Keturunan Malaikat yang Jatuh). Sekali lagi, timing peristiwa itu benar-benar sesuai dengan timing kejadian di Alkitab yang sudah kita bahas dalam seluruh serial ini, bukan?
Disini kita melihat bukti bahwa Iblis secara strategis sudah menyiapkan rencana Penyesatan Besar Akhir Zaman sejak ribuan tahun yang lalu.Anunnaki disebutkan telah mendarat dan mendirikan markas ditempat yang disebut dalam Alkitab sebagai tanah Sinear – atau Iraq kuno (Babel). Sekarang kita lihat silsilah keluarga dewa-dewa Sumeria.

Wikipedia memperjelasnya bagi kita.
Mayoritas dewa Sumeria masuk dalam klasifikasi yang disebut Anunna ("keturunan An"), dimana 7 dewa, termasuk Enlil dan Inanna, termasuk dalam kelompok "hakim bawah bumi" yang dikenal sebagai Anunnaki ("keturunan An" + Ki). Dalam Dinasti Ketiga Ur, keseluruhan Pantheon Sumeria terdiri dari enam puluh kali enam puluh (3.600) dewa.
Dewa utama Sumeria adalah sebagai berikut:
- An: Dewa surga/langit.
- Enlil: Dewa udara (Lil=udara); dewa pelindung Nippur.
- Enki: Dewa sumber air, kesuburan pria, dan pengetahuan; dewa pelindung Eridu.
- Inanna: Dewi cinta seksual, kesuburan wanita dan peperangan; dewi pelindung Uruk.
- Ki: Dewi bumi.
- Nanna: Dewa bulan; salah satu dewa pelindung Ur.
- Ningal: Istri Nanna.
- Ninlil: Dewi udara dan istri Enlil; salah satu dewi pelindung Nippur. Dipercaya dia tinggal dalam kuil yang sama dengan Enlil.
- Ninurta: Dewa perang, pertanian, salah satu dewa angin Sumeria; dewa pelindung Girsu dan salah satu dewa pelindung Lagash.
- Utu: Dewa matahari di kuil E'barbara di Sippa.
Berikut ini diagram pohon silsilah dewa Sumeria yang disederhanakan untuk memudahkan pemahaman.

Dalam diagram sederhana ini, ada Tiamat dan Apsu (juga Anshar dan Kishar) dalam kelompok Ultimate Source Tier (dewa yang paling utama), diikuti oleh Antu, Anu dan Ki sebagai dewa Top Tier yang memperanakkan Enki, Nin-khursag dan Enlil sebagai dewa Middle Tier. Dan padaFinal/Demigod Tier, kita lihat Marduk, Ninurta dan Gilgamesh (yang semuanya mewakili Nimrod dalam berbagai bentuk). Dalam hal ini, Marduk adalah versi Babylon dari Nimrod, yang bangkit memberontak dewa-dewa lainnya untuk menjadi dewa yang terutama.
Perhatikan apa yang dikatakan Jewish Encyclopedia mengenai hal ini:
Dua teori terkemuka yang sekarang digunakan mengenai identitas Nimrod: pertama, dipakai oleh G. Smith dan Jeremias, bahwa Nimrod diidentifikasi sebagai pahlawan Babel Izdubar atau Gishdubar (Gilgamesh); kedua, dipakai Sayce, Pinches, dan lainnya, mengidentifikasi Nimrod sebagai Marduk, versi Babilonia dari dewa Mercury. Identifikasi pertama didasarkan pada fakta bahwa Izdubar diwakili dalam epik Babylonsebagai pemburu perkasa, selalu disertai dengan empat ekor anjing, dan sebagai pendiri kerajaan besar pertama di Asia.
Lebih lanjut, selain "Izdubar" – cara baca yang benar belum ditentukan – Jeremias melihat kemungkinan dibaca "Namra Udu" (cahaya bersinar), pembacaan yang akan memastikan identifikasi Nimrod. Namun, mereka yang mengidentifikasi Nimrod dengan Marduk, keberatan bahwa nama Izdubar harus dibaca seperti yang sekarang ini diakui, "Gilgamesh," dan tanda-tanda yang menunjukkan nama Marduk, juga diwakilisebagai seorang pemburu, dibaca secara fonetik dengan "Amar Ud"; yang secara ideografi dapat dibaca "Namr Ud" – dalam bahasa Ibrani "Nimrod." Kesulitan menyatukan antara Nimrod dalam Alkitab, anak Kush, dengan Marduk, anak Ea, dapat diatasi dengan menafsirkan kata-kata Alkitab dengan arti bahwa Nimrod adalah keturunan dari Kush.
Dua teori lain menyebutkan: pertama, Nimrod mewakili konstelasi rasi Orion; yang kedua, Nimrod merupakan suatu suku, bukan individu (bandingkan Lagarde, "Armenische Studien," dalam "Abhandlungen der Göttinger Gesellschaft der Wissenschaften," xxii. 77; Nöldeke, in "Z. D. M. G." xxviii. 279).
Jadi, sekali lagi kita temukan bahwa Nimrod ini mewakili pantheon lain dari dewa-dewa kuno. Penelitian kita tidak bisa lepas dari orang ini.
Ada dua lainnya dalam pantheon Sumeria yang amat sangat menarik: Enlil dan Enki. Mereka punya ayah yang sama (Anu), tapi berbeda ibu. Dan bisa ditebak, kedua saudara tiri ini tidak akur. Menurut teks Sumeria (yang dijelaskan dalam Genesis of the Grail Kings), Anu membuat keputusan:
"Para dewa telah menggenggam tangan mereka bersama-sama,
Telah membuang undi dan telah membagi.
Anu kemudian naik ke surga.
Kepada Enlil Bumi diserahkan.
Lautan, tertutup seperti putaran,
Mereka telah diberikan kepada Enki, Pangeran Bumi."
Laurence Gardner menjelaskan:
"Enki tidak senang dengan promosi jabatan saudaranya karena, meskipun Enlil adalah yang sulung, ibunya (Ki) adalah adik bungsu Anu, sedangkan ibu Enki (Antu) adalah kakak sulung. Raja yang benar, menurut Enki, berasal dari garis keturunan perempuan, dan berdasarkan hak keturunan ini Enki berkeyakinan bahwa dialah anak sulung pewaris kerajaan."
"Akulah saudara sulung para dewa.
Akulah yang telah lahir sebagai putra pertama dari dewa Anu."
Demikian dengan kesombongan dan iri hati, Enki tidak puas dan berusaha untuk menjadi "yang terutama." Dalam mitos ini, kita melihat kemiripan antara TUHAN Allah yang dipersonifikasikan sebagai karakter Enlil dan Lucifer sebagai Enki. Dan banyak informasi menarik yang menggambarkan apa yang dilakukan mereka kepada orang-orang bumi. Tapi yang paling menarik adalah fakta bahwa Enki digambarkan sebagai "dewa baik" – yang menciptakan manusia serta memberikan kebijaksanaan dan pengetahuan.

Dalam bukunya, The Gods of Eden, William Bramley mencatat,
"Kami menemukan bahwa Ea [Enki] sebagai pribadi jahat yang mencoba untuk mengajar manusia pertama (Adam) jalan menuju kemerdekaan spiritual. Hal ini menunjukkan bahwa Ea menghendaki ciptaannya, Homo sapiens, supaya cocok untuk bekerja di Bumi, tetapi di satu titik dia berubah pikiran tentang menggunakan perbudakan spiritual sebagai tujuan."
Sementara Enki disebutkan telah menciptakan Adam dan Hawa, Enlil digambarkan sebagai dewa yang menciptakan Eden. Dan dari perspektif Alkitab, Enki adalah ular di Taman Eden yang menawarkan pencerahan spiritual dengan menawarkan buah Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat. Ketika mereka makan "buah terlarang," adalah Enlil yang mengusir mereka keluar dari Taman Eden. Enki kemudian datang menolong mereka dan memberikan pakaian kepada mereka. Dalam keseluruhan teks Sumeria, Enlil selalu digambarkan sebagai pihak yang menyebabkan umatnya menderita. Dia adalah yang menyebabkan semua masalah. Enki digambarkan sebagai dewa baik, juru selamat, malaikat terang.Wikipedia menjelaskan tentang Enki:
Enki dianggap sebagai dewa kehidupan yang mencukupi dan menambah-nambahkan, dan sering digambarkan dengan dua aliran air yang terpancar dari bahunya, satunya Tigris, yang lain Efrat. Di sampingnya adalah pohon yang melambangkan sifat alami wanita dan pria, masing-masing memegang aspek wanita dan pria dari 'Esensi Hidup', sedangkan dia, sebagai ahli kimia para dewa, dengan keahliannya mencampur (genetika), untuk menciptakan beberapa makhluk yang akan hidup di muka bumi.
Karakter Enki bukan seorang pelawak atau dewa penipu, ia tidak pernah menipu, dan meskipun dia dibodohi, dia tidak bodoh. Enkimenggunakan sihirnya untuk kebaikan orang lain ketika dipanggil untuk membantu baik dewa maupun manusia. Enki selalu benar dalam esensinya sebagai pengasuh maskulin. Dia pada dasarnya adalah dewa yang pandai menyelesaikan masalah, dan lebih suka menghindari atau menenangkan pihak yang membawa konflik dan kematian kepada dunia. Dia adalah mediator yang berbelaskasih dan rasa humornya mematahkan dan menenangkan murka saudara tirinya yang keras, Enlil, raja para dewa.
Sedangkan bagi orang Sumeria, Enlil adalah dewa yang membantu menciptakan manusia, tetapi kemudian bosan dengan keributan mereka dan berusaha membinasakan manusia dengan mengirimkan Banjir Besar.
Jadi, saya menduga bahwa pandangan tentang Tuhan yang Benar akan dominan pada waktu Anunnaki datang kembali – Enki (Lucifer) akan muncul sebagai "Allah pencipta yang baik," Allah yang mengasihi kita dan ingin melindungi manusia dari "Allah yang jahat" Enlil (personifikasi TUHAN Allah). Saya mengatakan ini sebagai peringatan karena, seperti dalam pembukaan serial kuno Battlestar Galactica sering dikatakan:
"Ada orang-orang yang percaya bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa sana, jauh melintasi alam semesta, berasal dari suku-suku manusia yang telah menjadi nenek moyang orang Mesir, atau Toltec, atau Maya. [Mereka mungkin adalah arsitek dari Piramida Besar di Mesir, atau peradaban yang hilang dari Lemuria atau Atlantis.]* Beberapa percaya bahwa ada saudara-saudara manusia yang sekarang ini sedang berjuang untuk hidup di suatu tempat diatas angkasa."
*Dari extended theatrical version

Serial Ancient Alien di History Channel dan banyak film lainnya (seperti Prometheus, dan sebagainya) secara serius menekankan pemahaman ini. Ini bukan karya fiksi ilmiah lagi. Ini sudah menjadi pemahaman umum. Mereka mencuci otak kita untuk percaya bahwa Anunnaki adalah pencipta manusia dan sahabat manusia.
Karenanya, artikel ini dibuat supaya ketika Planet X yang mungkin sedang dalam perjalanan kembali ke bumi, dan penduduk Nibiru mungkin mampir ke bumi dan berkata, "Hai" – sambil memperingatkan manusia tentang kiamat yang segera datang (yang sebenarnya adalah tanda-tanda kedatangan Anak Manusia, Yesus Kristus), kita tidak tertipu untuk mempercayai dusta.
Seluruh bumi akan mengalami kemusnahan. Dan para Anunnaki ini akan datang untuk "menolong umat manusia" selamat dari semua bencana ini.
Chariots of the Gods? (Kereta-kereta para Allah?)
Tahun 1969, Erich von Däniken menerbitkan buku berjudul, "Chariots of the Gods," yang menunjukkan artefak-artefak kuno yang memberikan bukti mutlak tentang kunjungan alien zaman purba ke bumi yang masih primitif. Buku ini menjadi best-seller internasional. Buku Von Daniken terjual lebih dari 65 juta eksemplar, menjadikan dia salah satu penulis paling laris sepanjang masa.

Dia menyatakan banyak kejadian dalam Alkitab seperti terbelahnya Laut Merah, penghancuran Sodom dan Gomora, penglihatan Yehezkiel "roda di dalam roda" dan banyak kejadian lainnya adalah "keajaiban" UFO/alien (Anunnaki) dengan teknologi yang canggih. Selama bertahun-tahun telah banyak buku lain diterbitkan baik yang mendukung maupun menyanggah buku ini.
Buku-buku dan teori-teorinya mendapatkan dukungan publik – terutama sekarang ini, dengan penayangan serial Ancient Alien di History Channel, yang sebagian besar didasarkan pada karyanya, yang jelas-jelas menampilkan dirinya sebagai salah satu peneliti utama yang diwawancarai untuk serial ini. Dan setelah lebih dari 40 tahun beredar, bukunya masih sering dibaca, apalagi sejak penayangan serial Ancient Alien di History Channel.
Von Däniken telah menggunakan kekayaannya dan momentum yang dihasilkan History Channel dan media lainnya yang terobsesi dengan "semua hal tentang alien" untuk membangun kompleks museum ET di Interlaken, Switzerland.

Ini salah satu indikator lain dari ketertarikan seluruh dunia akan fenomena UFO. Namun sayangnya, sebagian besar Gereja masa bodoh dan benar-benar diam tentang masalah ini. Dengan demikian, semakin banyak orang yang mulai percaya kebohongan. Mereka tidak memiliki tempat untuk pergi dan mendapatkan kebenaran. Ini adalah alasan utama mengapa saya menulis artikel ini dan mengupas hal ini dari sudut pandang Alkitab.
Menurut Creation.com, dalam artikel berjudul Aliens in your bedroom? sebuah survey menunjukkan:
- Ada 150 laporan penampakan UFO diseluruh dunia setiap hari [Catatan: jumlah ini terus bertambah tiap hari]
- 90-95% dari semua penampakan UFO selalu dijelaskan "dengan jawaban paten" seperti fenomena alam atau benda buatan manusia, seperti planet Venus atau satelit [Catatan: Jika Anda melihat "jawaban paten" yang diberikan, biasanya cukup konyol – terutama kepada orang yang tahu apa yang mereka lihat].
- UFO telah terpantau dalam layar radar militer maupun komersial – bahkan oleh President Jimmy Carter tahun 1969.
- Mereka bisa berubah bentuk dan bergabung antara satu dengan yang lainnya.
- Mereka tidak dibatasi hukum-hukum fisika, bergerak dengan kecepatan ribuan kilometer/jam, berubah haluan tanpa mengurangi kecepatan, dan keluar atau masuk portal dimensi.
- Beberapa polling menyatakan 20 juta orang Amerika pernah melihat UFO dan 4 juta orang mengaku pernah diculik oleh alien.
- Film sains fiksi adalah hiburan paling populer saat ini, sekitar 70% dari semua film box office. [Film-film yang berhubungan dengan superhero, dewa-dewa, portal dimensi dari dunia lain].
- Pengalaman UFO biasanya diturunkan, dari beberapa generasi dalam sebuah keluarga.
- Sekte UFO adalah salah satu pergerakan religius yang berkembang pesat di seluruh dunia (contohnya Raelians).
Dalam artikel lain, "Prepare ye the way – the aliens are coming! Popular fantasy becomes cultural 'fact'," (Persiapkan jalan – Alien akan datang! Fantasi populer telah menjadi budaya nyata) penulis Gary Bates dari Creation.com menuliskan:
Astronomer Vatican hendak membaptis ET
Akhir 2009, Vatican mengadakan konferensi mendiskusikan bagaimana theologi Katholik akan terdampak karena keberadaan extraterrestrial(ET: makhluk luar angkasa). Perlu diperhatikan, tidak seorang pun menanyakan apakah ET benar-benar ada atau tidak. Faktanya tampak sudah disimpulkan dulu, ini waktu saya diwawancarai Washington Post mengenai pendapat saya tentang konferensi tersebut. Lalu kantor berita internasional CNN mengulangi pernyataan saya dalam interview tersebut. Astronomer Vatican, Dr. Guy Consolmagno, yang telah kami beritakan sebelumnya, mengatakan dia akan sangat senang untuk membaptiskan alien, tapi "Hanya jika mereka memintanya". Dilaporkan bahwa "sebagai fans fiksi ilmiah, dia "senang" dengan kehidupan alien."
Vatican dan Teleskop LUCIFER
L.U.C.I.F.E.R, singkatan dari "Large Binocular Telescope Near-infrared Utility with Camera and Integral Field Unit for Extragalactic Research," adalah instrumen khusus yang dipasang pada sebuah teleskop di Arizona.
"Dan ya, itu nama Iblis, yang artinya "bintang timur" dan [dan yang] kebetulan tepat berada di sebelah Observatorium Vatican di Gunung Graham di Tucson."
Rebecca Boyle, Popular Science Magazine

Teleskop Binokular Lebar, sebuah teleskop optikal untuk astronomi dan merupakan salah satu sistem yang paling canggih di dunia.
Guy Consolmagno – astronomer terkemuka yang sering menjadi juru bicara bagi Vatican, yang bekerja di NASA dan mengajar di Universitas Harvard dan MIT, beberapa tahun terakhir, dia memfokuskan banyak waktu dan usahanya untuk menyatukan ilmu pengetahuan dengan iman dalam forum publik khususnya dalam hubungannya dengan hal kehidupan luar angkasa dan dampak potensialnya terhadap iman di masa depan. Dia mengakui, komunitas kontemporer akan segera "memandang Alien sebagai Juruselamat umat manusia."
Dia menggunakan ayat dari Yohanes 10:16, yang mengatakan:
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
… Consolmagno menuliskan:
"Mungkin tidak terlalu terlalu mengada-ada untuk memandang Pribadi Kedua dari Trinitas, yaitu Firman, yang ada "Pada mulanya" (Yohanes 1:1), yang datang untuk menyerahkan hidup-Nya dan mengambilnya kembali (Yohanes 10: 18) tidak hanya sebagai Anak Manusia tetapi juga sebagai Anak dari ras alien lain?"
Apakah ilmuwan Vatican benar-benar percaya Yesus mungkin Anak-Langit dari ras alien? Apakah Consolmagno dan/atau kelompok Jesuit lainnya secara tersembunyi memandang "kelahiran dari perawan Maria" sebenarnya adalah penculikan alien dimana Maria dihamili oleh ET, dan melahirkan makhluk hybrid Yesus?
Dr. Christopher Corbally, Wakil Direktur Kelompok Peneliti Observatorium Vatican di Gunung Graham, Arizona, percaya bahwa gambar Allah harus diubah jika keberadaan alien segera diungkapkan oleh para ilmuwan (termasuk perubahan konsep Allah sebagai sumber kehidupan hanya bagi manusia, menjadi bagi keberadaan mahluk lain yang lebih luas).
Direktur Observatorium Vatican, Father Josè Funes menyatakan alien bukan hanya ada di alam semesta, tapi juga "saudara kita" dan akan, ketika mereka menyatakan diri, meneguhkan iman Kristen yang "benar" dan dominasi gereja Roma Katholik. "Bagaimana kita bisa mengesampingkan bahwa kehidupan lain mungkin telah berkembang di planet lain? Sama seperti kita menganggap manusia di bumi sebagai 'saudara', dan 'saudari,' mengapa kita tidak berbicara tentang 'saudara dari luar angkasa'? Mereka juga bagian dari ciptaan dan percaya akan keberadaan mereka tidak bertentangan dengan ajaran Katholik."
Pernyataan-pernyataan tersebut semakin meneguhkan bahwa pernyataan resmi akan segera dilakukan dalam waktu dekat mengenai alien, termasuk makhluk cerdas luar bumi, dan berhubungan dengan mereka tidak bertentangan dengan otoritas Gereja Roma Katholik.
Dari tahun 70 sampai 90-an, Monsignor Corrado Balducci – seorang pengusir setan, theolog dan anggota Vatican Curia (badan pemerintahan di Roma) dan kawan Paus – berulang kali muncul di televisi Italia dan menyatakan bahwa ET bukan hanya sudah berinteraksi dengan Bumi, namun para pimpinan Vatican juga sudah mengetahui semuanya itu.
Lebih lanjut, berbicara mengenai demonologi (ajaran mengenai Iblis), dia berkata tentang interaksi dengan makhluk luar bumi, "mereka bukan Iblis, mereka juga bukan gangguan psikologis, dan bukan kasus diikuti oleh makhluk lain, namun interaksi ini memerlukan penelitian yang hati-hati."
Dia bahkan mengungkapkan bagaimana Vatican sendiri secara cermat mengikuti fenomena ini dan diam-diam mengumpulkan barang bukti dari semua perwakilan kedutaan Vatican di seluruh dunia mengenai makhluk luar angkasa dan misi mereka.
Dalam penelitian ini akan diungkapkan file alien rahasia Vatican yang telah dikumpulkan sejak tahun 1950-an, dan apa rencana mereka untuk masa depan.
Yang paling menarik perhatian adalah theolog Katholik, Father Malachi Martin yang mengatakan, "Karena mentalitas… diantara mereka… yang berada pada level tertinggi administrasi dan geopolitik Vatican, mengetahui… apa yang terjadi di luar angkasa, dan apa yang sedang mendekati bumi kita, dapat menjadi sesuatu yang sangat besar dalam lima, sepuluh tahun mendatang."
Malachi mempercayai "tanda misterius di langit" akan datang dari arah utara.
Walaupun ini mungkin referensi akhir zaman, mengenai nubuatan Komet Besar (Apsintus/Wormwood/Nibiru), banyak orang yang kenal Malachi percaya dia mungkin mengacu kepada kedatangan Alien dalam waktu dekat.
Dalam salah satu wawancara dengan juru bicara Vatican mengenai makhluk luar bumi dan keselamatan, L’Osservatore Romano menanyaiFather Funes apakah makhluk luar angkasa juga membutuhkan penebusan?
"Allah telah menjadi manusia di dalam diri Yesus untuk menyelamatkan kita," katanya. "Jika makhluk cerdas lainnya ada, tidak dikatakan mereka butuh penebusan. Mereka mungkin punya hubungan khusus dengan Penciptanya." Hubungan khusus dimaksudkan Funes bagaimana para theolog di Vatican percaya kemungkinan bahwa spesies luar bumi memiliki moral yang jauh lebih superior dibanding manusia – lebih dekat dengan Allah dibanding kita manusia yang jatuh dalam dosa – dan konsekuensinya, mereka mungkin datang ke bumi untuk menginjili kita."
Consolmagno menyatakan, "Setiap alien yang kita jumpai akan mempelajari dan berubah karena hubungan dengan kita, seperti kita juga akan belajar dan berubah karena hubungan dengan mereka. Itu tidak bisa dihindari. Dan mereka akan menginjili kita juga.
Father Giuseppe Tanzella-Nitti menjelaskan bagaimana kita bisa diinjili selama kontak dengan "alien spiritual", sama seperti setiap orang yang percaya kepada Allah. Menyambut peradaban luar bumi sebagai pengalaman luar biasa dan akan mencondongkan hormat kepada alien dan mengenali asal usul dari perbedaan spesies yang berasal dari Pencipta yang sama.
Menurut Giuseppe, interaksi dengan kecerdasan luar bumi ini akan memberikan kemungkinan baru "pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara Allah dengan seluruh ciptaan." Giuseppe menyatakan ini tidak serta merta mewajibkan orang Kristen "untuk meninggalkan imannya kepada Allah hanya berdasarkan menerima informasi baru yang tidak terduga dari makhluk religius yang berasal dari peradaban luar angkasa," namun meninggalkan iman kepada Allah bisa segera terjadi ketika "kepercayaan yang baru" yang berasal dari luar angkasa sudah diteguhkan sebagai hal yang masuk akal dan kredibel.
"Ketika kepercayaan dari informasi ini sudah diverifikasi", orang percaya harus "menerima informasi baru dengan kebenaran yang telah dia ketahui dan percayai berdasarkan pernyataan dari Allah Yang Tunggal dan Tritunggal, dan melakukan pembacaan kembali Injil dengan pemahaman yang baru…"
Christopher Corbally, mantan Wakil Direktur Observatorium Vatican meringkas aspek penting ketika dia menyimpulkan bahwa Yesus mungkin bukan satu-satunya Firman Keselamatan, "Saya mungkin mencoba mempelajari alien dengan membiarkan mereka sebagaimana adanya, tanpa buru-buru mengklasifikasikannya, tanpa berasumsi mengenai jenis kelamin." "Yesus adalah Firman yang Awal dan Akhir yang diucapkan kepada umat manusia, namun Dia mungkin bukan satu-satunya Firman yang diucapkan kepada seluruh alam semesta… Karena Firman yang diucapkan bagi kita tidak sepertinya mengecualikan "Firman" yang diucapkan kepada alien.
Apapun peristiwa yang dapat terjadi, itu tidak harus mengulangi kematian dan kebangkitan Yesus, jika kita mengijinkan Allah dengan lebih berimajinasi daripada yang dimiliki para pemikir religius. Karena Allah, yang maha kuasa, tidak dibatasi hanya satu bentuk bahasa, yakni manusia.
Juru bicara tinggi bagi Vatican ini dalam beberapa tahun terakhir semakin menggunakan bahasa seperti mengakui adanya kecerdasan luar bumi dan peran dramatis pengenalan ET kepada peradaban manusia dapat memainkan peran untuk mengubah keyakinan akan ilmu kemanusiaan, filosofi, agama, dan penebusan, sebagai konsekuensi dari masa depan.
Dalam website Observatorium Vatican, LUCIFER digambarkan:
"Teleskop Inframerah NASA dan Vatican yang dinamakan LUCIFER – buatan Jerman. NASA dan Vatican memiliki dan mendanai Teleskop Inframerah… untuk melihat kepada Nibiru/Nemesis."
Kenapa website Observatorium Vatican membiarkan tulisan ini tetap terpampang disana?
Nibiru dan Nemesis adalah sistem tata surya mini yang secara hipotesis kembali ke orbit dekat bumi setelah menempuh perjalanan waktu yang amat sangat panjang. Mereka dihubungkan dengan mitos modern "Planet X" dan kisah kelam kehancuran planet bumi yang dipercayai terjadi ketika peperangan besar antara Allah dan Lucifer, ketika malaikat yang sangat berkuasa ini dilemparkan keluar dari surga.
Dalam Kitab Ayub ketika dia menjelaskan bagaimana Allah menghancurkan tempat kediaman para malaikat yang melakukan pemberontakan melawan Dia.
Tiang-tiang langit berguncang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya. Ia telah membelah(Ibrani: râga‛ - toss violently, memukul) laut dengan kuasa-Nya dan meremukkan Rahab (Ibrani: rahab – kesombongan, keangkuhan, kekuatan) dengan kebijaksanaan-Nya. Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang tangkas (Ibrani: bârı̂yach – pelarian, meliuk, menusuk, bangsawan).
Ayub 26:11-13
Itu secara spesifik menyebutkan kehancuran Rahab, seperti sebuah benda planet yang juga dikenal sebagai "kesombongan", yang diusir Allah menjadi "ular yang lari cepat." (Baca: Sejarah Rahasia Satan, Peradaban Sebelum Adam, dan Monumen Mars)
Apakah Gereja Roma dan pemerintah dunia lainnya menggunakan perangkat LUCIFER untuk mengamati sesuatu yang sebagian besar dari kita tidak bisa melihatnya – sesuatu yang mereka percayai mewakili peperangan purba (atau lebih buruk, mengawasi alat transportasi malaikat akhir zaman/UFO, sesuatu yang diisyaratkan Father Malachi Martin)? Teori ini sangat menarik karena nama Iblis diberikan Vatican kepadaTeleskop LUCIFER ini. Menurut mitologi Sumeria, planet Nibiru adalah planet para Anunnaki. Nemesis dan Nibiru akan kembali ke bumi setiap 3.600 tahun.
Teleskop inframerah dapat mendeteksi benda yang sangat dingin dan jauh ataupun terlalu pudar untuk diamati dalam rentang spektrum cahaya yang dapat dilihat, seperti planet yang sangat jauh, beberapa nebula dan Brown Dwarf Star.
Benda-benda dan wilayah yang tidak tampak pada spektrum cahaya yang terlihat, termasuk pusat dari galaksi Bima Sakti, dapat dilihat oleh teknologi inframerah LUCIFER. Nemesis termasuk Brown Dwarf Star, yang tidak memancarkan cahaya, dan tidak bisa dilihat menggunakan teleskop optikal, sehingga perlu perangkat inframerah untuk bisa mendeteksi keberadaannya.
Peneliti UFO sangat senang dengan teknologi inframerah karena itu dapat digunakan untuk mendeteksi dan melacak UFO di langit yang tidak bisa dilihat dengan teleskop optikal maupun mata telanjang. Bahkan, beberapa film yang sangat menarik dari UFO, tertangkap kamera yang menggunakan inframerah.
Seorang peneliti lain, LA Marzulli sering mengatakan "UFO itu benar-benar nyata, akan semakin banyak dan tidak akan pergi! Dan dia sangat benar. Hal ini tidak akan hilang lenyap. Faktanya, kita akan semakin banyak melihat fenomena aneh di langit dan saya percaya kita akan mengalami suatu "kunjungan" satu hari nanti. Melalui semua bentuk media, kita telah dikondisikan untuk dapat menerima mereka. Bahkan 20 tahun yang lalu (1995) sebuah video mengatakan "Insinyur Disney telah mendesain cara mempersiapkan umat manusia untuk kunjungan alien yang tidak bisa dielakkan."
Ingat kembali kata-kata Tuhan Yesus:
Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.
Matius 24:21-22
Juga yang dikatakan Salomo:
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
Pengkhotbah 1:9
Jika Anda pernah menonton film The Fourth Kind, itu dikatakan berdasarkan kisah nyata – bahkan hingga dibesar-besarkan bahwa sebagian besar rekaman video itu adalah wawancara, peristiwa dan pengalaman yang sebenarnya. Film yang sangat meyakinkan – dan tidak mengenakkan, walaupun bualan yang terlalu dibesar-besarkan itu sepertinya sudah disanggah kebenarannya.

Mengesampingkan metode artistik editing film ini (untuk menakut-nakuti penonton), satu hal penting yang sangat mengusik adalah menunjukkan hubungan kepada orang Sumeria yang berbicara mengenai Anunnaki. Satu hal yang baik dari film ini yang jelas-jelas menunjukkan mereka itu sebagai "yang jahat", yang saya kira sangat tepat. Mereka ini bukan "alien", mereka adalah Iblis. Mereka adalah roh-roh tanpa tubuh dari Nephilim yang telah mati, yang mencari tubuh lahiriah untuk dirasuk.
Fenomena penculikan Alien adalah bentuk lain aktivitas seperti dalam Kejadian pasal 6. Bahkan lebih jauh ini adalah penggenapan dari nubuat Daniel mengenai jari-jari kaki patung besar dalam mimpi Raja Nebukadnezar:
Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur dengan benih manusia, tetapi tidak akan menjadi satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.
Daniel 2:42-43
Anda mungkin tidak percaya dengan semua ini dan memandangnya konyol. Tapi ingat apa yang dikatakan Tuhan Yesus Kristus:
Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia.
Lukas 17:26
Ada banyak peperangan dan kabar-kabar tentang perang, kelaparan, wabah, gempa bumi dan segala macam "tanda-tanda" lainnya selama dua ribu tahun terakhir. Hal-hal ini semuanya bukanlah sesuatu yang tidak biasa. Mengapa Yeshua secara khusus menyamakan waktu kedatangan-Nya dengan hari-hari zaman Nuh? Apa yang begitu berbeda dalam hari-hari Nuh dibandingkan waktu lainnya dalam sejarah? Itulah hal-hal yang ditulis dalam rangkaian artikel ini. Mengenai aktivitas Malaikat yang Jatuh, para Malaikat Pengawas, Nephilim dan keturunan mereka. Itulah realitas mengenai keberadaan Anunnaki yang membedakan zaman itu dengan hari-hari lainnya dalam sejarah umat manusia. Dan kita harus secara bijaksana memahami tentang mereka sehingga kita bisa membedakan waktu dimana kita hidup dan bersiap untuk apa yang akan datang.
Satu lagi hal penting yang akan kita bahas mengenai Mesopotamia – Kode Hammurabi, yang sepertinya adalah pendahulu dari Sepuluh Perintah Allah. Apakah Musa dengan sengaja mengambil hukum kebudayaan lain dan mengklaimnya sebagai milik orang Ibrani? Apa Musa seorang plagiator?
Kode Hammurabi ditulis oleh seorang Sumeria yang bernama Hammurabi sekitar tahun 1786 SM.

Hammurabi terkenal karena mengeluarkan kode hukum Babylon yang baru: Kode Hammurabi.
Hukum ini ditulis sebelum Hukum Musa dan merupakan satu dari hukum tertulis pertama di dunia. Kode Hammurabi tertulis pada prasasti, monumen batu besar, dan ditempatkan di tempat umum supaya semua orang dapat melihatnya.
Pendahuluan Kode itu menyatakan:
Ketika Anu Yang Maha Mulia, Raja Anunnaki, dan Bel, penguasa Surga dan bumi, memutuskan nasib negeri ini, diberikan kepada Marduk, anak penguasa dari Ea, Dewa kebenaran, berkuasa atas manusia dunia, dan menjadikan dia besar diantara Igigi, mereka menyebutkan Babylon dengan namanya, menjadikannya besar di bumi, dan mendirikan kerajaan kekal diatasnya, yang dasarnya diletakkan kokoh seperti langit dan bumi; maka Anu dan Bel memanggil namaku, Hammurabi, pangeran agung, yang takut akan Dewa, untuk membawa hukum kebenaran di negeri, untuk menghancurkan orang fasik dan pelaku kejahatan; supaya yang kuat tidak merugikan yang lemah; supaya aku memerintah atas orang kulit hitam seperti Shamash, dan mencerahkan seluruh negeri, untuk kelanjutan kesejahteraan umat manusia.
Dilanjutkan…
Ketika Marduk mengirim aku untuk memerintah atas manusia, untuk memberikan perlindungan hukum di negeri, aku melakukan yang benar dan kebenaran dalam…, dan membawa kesejahteraan bagi yang tertindas.
Seperti kita tahu, Marduk adalah nama lain dari Nimrod. Jadi, siapa Hammurabi ini? Kita tahu dia melayani dibawah Raja Marduk dan dia tampak seperti "orang benar." Menurut Wikipedia, nama Hammurabi adalah seorang Akkadia dari Amori dan memiliki arti Ammurāpi, artinya "kerabatnya seorang penyembuh," dari Ammu, artinya "kerabat ayah," dan Rāpi, "penyembuh". Jadi, nama Amorinya berarti "penyembuh kerabat ayah." Jika Hammurabi hidup di sekitar akhir tahun 1700 SM, mari kita lihat Hari ke-2 dan 3 dari Diagram Kronologi Sejarah Manusia dalam Alkitab:

Menempatkan Hammurabi di akhir tahun 1700 SM, artinya dia hidup segera sesudah waktu Bapa Leluhur, Abraham. Dan sebenarnya, melihat diagram diatas, jika Kode Hammurabi ditulis 1.786 SM, itu artinya mungkin ditulis segera setelah kematian Nimrod (Marduk).
Karena Anu dan Bel yang menugaskan Hammurabi menuliskan hukum-hukum ini dalam rangka "untuk menghancurkan orang jahat: supaya yang kuat tidak merugikan yang lemah," mungkinkah pembunuhan Marduk adalah alasan untuk menerbitkan hukum ini? Sekarang Nimrod-Marduk, si "pemberontak" dan "manusa durhaka" telah mati, mungkin itu waktunya untuk menjalankan beberapa hukum. Apakah ada prioritas untuk membuat undang-undang yang mungkin mirip dengan yang kemudian datang dalam bentuk Sepuluh Perintah Allah?
Pertimbangkan janji Allah kepada anak Abraham, Ishak:
Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku."
Kejadian 26:4-5
Perintah, ketetapan dan hukum apa yang dipelihara oleh Abram? Musa belum ada waktu itu, jadi ayat ini tidak berbicara mengenai Sepuluh Perintah Allah. Jadi, hukum mana yang dimaksud Allah?
Abram meninggalkan Ur yang berada di tanah Sinear (Babylon) sekitar 1.947 SM. Tapi sebelum itu, Allah memakai Abram untuk mengajar seluruh rakyat Nimrod-Marduk mengenai jalan-jalan Allah. Kita tahu hal ini dari kisah menarik yang ditulis dalam Kitab Yasher. Ada peristiwa yang terjadi ketika Abram berumur 50 tahun. Allah menyelamatkan nyawanya. Raja (Nimrod) menyelidiki bagaimana dia bisa selamat. Abram berkata kepada Nimrod, bahwa Tuhan Allah yang Benar di Surga yang menyelamatkan dia. Ini yang tertulis di Kitab Yasher:
Abram pergi dari hadapan raja dengan damai, dan banyak hamba-hamba raja mengikuti dia, kira-kira tiga ratus orang bergabung dengannya. Abram kembali hari itu dan pergi ke rumah ayahnya, dia dan orang-orang yang mengikutinya. Abram melayani Tuhan Allahnya sepanjang hidupnya, dan dia berjalan didalam jalan-jalan-Nya dan mengikuti hukum-Nya. Sejak hari itu Abram mencondongkan hati anak-anak manusia untuk melayani Tuhan.
Yasher 12:41-43
Jadi sampai waktu itu, Abram benar-benar seorang yang memiliki kepercayaan "hanya kepada satu Allah". Dia meninggalkan semua dewa-dewa kuno yang disembah ayahnya dan kerajaan Nimrod. Namun, dari deskripsi pembukaan Kode Hammurabi, jelas terlihat Hammi masih percaya kepada banyak dewa. Dia merujuk kepada "Anu yang Maha Mulia, Raja Anunnaki, dan Bel, penguasa Surga dan bumi" – yang semuanya tidak mewakili Allah Abram. Hammurabi justru menyebutkan banyak lagi dewa-dewa lain dari pantheon Sumeria setelah itu. Jadi, jika Sepuluh Perintah Allah adalah tiruan Kode Hammurabi, jelas-jelas tidak mungkin Perintah Pertama yang diberikan kepada Musa adalah:
Jangan ada padamu allah-allah lain di hadapan-Ku.
Kemungkinan Kode Hammurabi adalah salinan dari dokumen lain atau hukum lisan yang dikenal oleh Abram (seperti tertulis di Kejadian 26) dan sekaligus diajarkan kepada orang-orang di negeri dimana Hammurabi datang. Karenanya, bertentangan dengan dugaan bahwa Musa meniru Hammurabi, justru kelihatannya Hammurabi meniru hukum atau prinsip yang diikuti Abram. Ada banyak ahli-ahli sekuler yang suka mencoba dan mencari cara mendiskreditkan Alkitab. Ini salah satunya. Dari yang kita pelajari, jika dikatakan bahwa orang Ibrani meniru Sumeria, Babylonia dan yang lainnya, itu benar-benar tuduhan yang tidak jelas. Mengenai argumentasi Hammurabi vs Musa, seorang Rabbi menjelaskan:
Hanya dengan menekankan kesamaan, kedua kode hukum ini terlihat mirip. Dengan secara seksama menganalisis perbedaan, kami menemukan bahwa dua kode hukum ini didasarkan pada prinsip-prinsip yang sangat berbeda.
Profesor Greenberg menambahkan,
Perbedaan utama antara kedua sistem hukum dapat ditemukan pada pembukaan dan komentar-komentar tambahan dari kode tersebut. Hammurabi berulang kali mengacu kodenya dengan "kata-kataku yang aku tulis di prasastiku." Itu semua kata-katanya. Dalam theologi Babylon, raja diangkat oleh para dewa untuk menjalankan keadilan. Raja adalah sumber hukum. Dalam Alkitab, hal ini tidak terjadi. Allah adalah sumber hukum. Semuanya disebut sebagai "Firman Allah" dan tidak pernah kata-kata manusia. Jadi, pelanggaran hukum dipandang sebagai dosa.
Tetapi orang yang berbuat sesuatu dengan sengaja [melawan hukum], baik orang Israel asli, baik orang asing, orang itu menjadi penista TUHAN, ia harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya,
Bilangan 15:30
Apa yang kita lihat disini adalah fakta bahwa sejarah purbakala dapat dijelaskan dengan kisah dalam Alkitab dengan berbagai jalan. Alkitab adalah benar dan dapat dipercaya. Setiap kisah ada sangkut-pautnya. Dan memandang Alkitab dengan sudut pandang mitologi dunia kuno membuktikan sebagai cara yang bernilai untuk menjelaskan kisah-kisah itu. Metode ini juga mengungkap hal-hal yang tidak akan terlihat jika tidak dikupas dari material sejarah kuno dunia lain.
Semakin jauh kita melangkah untuk mendalami hal ini, kita akan menemukan penjelasan-penjelasan nubuat Alkitab dalam dimensi yang benar-benar baru… dan sepertinya berbeda dengan kesimpulan yang biasanya diajarkan di Gereja. Jika perkataan Yesus dalam Matius 24:37 itu benar, maka saya percaya peristiwa-peristiwa dalam Kejadian pasal 6 menjadi fondasi dasar untuk memahami masa depan (baca artikel Eksperimen Kejadian 6). Dan inilah tujuan artikel ini – untuk menjelajahi apa yang terjadi pada "hari-hari zaman Nuh" supaya kita benar-benar paham waktu dimana kita hidup sekarang ini dan hari-hari yang akan datang.
Jika Anda mengikuti perkembangan berita di seluruh dunia mengenai kejadian-kejadian yang sekarang ini sedang terjadi setiap hari:
HAARP, Chemtrail, CERN, gempa bumi, gunung meletus, kematian massal binatang, banjir, cuaca ekstrem, badai salju, tornado, angin topan, perubahan pola cuaca global yang terjadi di seluruh dunia, hujan meteor, penampakan dan penculikan UFO. Semuanya meningkat secara signifikan. Hampir tiap hari rekor-rekor cuaca ekstrem terpecahkan. Rekor hujan salju paling tebal, rekor ukuran hujan salju yang jatuh, rekor debit curah hujan paling tinggi, rekor banjir paling besar, rekor jumlah gempa bumi dan gunung meletus, rekor jumlah meteor yang masuk ke atmosfer bumi, rekor jumlah tornado, rekor jumlah badai, dan sebagainya. Data kematian massal binatang. Sepertinya tidak sulit untuk memahami bahwa sesuatu sedang terjadi.

Semakin meningkatnya jumlah gempa yang signifikan

Rekor hujan es di China dan Italia

Rekor kekeringan di California, terparah dalam 1000 tahun

Ilmuwan menyebutnya Godzilla El-nino: Tahun 2015 ini terjadi El-nino terbesar yang pernah dialami bumi, lebih besar dari yang terparah tahun 1997. Suhu air laut meningkat secara drastis.
Beberapa ahli (dan tulisan sejarah kuno) mengatakan, ini merupakan tanda-tanda kedatangan Planet X atau Nibiru. Kitab Henokh dan Kitab Yasher menuliskan apa yang terjadi sebelum Banjir Besar itu datang.
Dan pada hari-hari itu Nuh melihat bahwa bumi bergeser menjadi miring, dan bahwa kehancurannya sudah dekat. Dan dia segera angkat kaki dari sana, dan pergi ke ujung bumi, dan memanggil kakeknya Henokh; dan Nuh berseru dengan suara getir, “Dengarkan aku! Dengarkan aku! Dengarkan aku!” tiga kali. Dan dia berkata kepadanya, “Katakan kepadaku apa yang terjadi pada bumi, mengapa bumi ini begitu menderita dan terguncang? Mungkin aku akan binasa bersamanya!” Dan setelah itu ada keguncangan besar di bumi, dan terdengar suara dari surga, dan aku jatuh tersungkur.
Henokh 65:1-4
Pada hari itu, Tuhan membuat seluruh bumi berguncang, dan matahari tidak bersinar, dasar-dasar bumi mengamuk, dan seluruh bumi berguncang dahsyat, dan kilat menyambar-nyambar, dan guntur bergemuruh, dan seluruh mata air di bumi pecah, seperti demikian ini tidak pernah dialami penduduk bumi sebelumnya. Allah melakukan perbuatan perkasa, untuk menggentarkan anak-anak manusia, supaya tidak ada lagi kejahatan di bumi.
Yasher 6:11
Jika nubuat dan ramalan yang disampaikan para ahli menyebutkan bahwa peristiwa-peristiwa ini sebagai "sakit bersalin" yang menjadi "pembawa kabar" kedatangan Yesus Kristus, perlu Anda perhatikan juga, bahwa sepertinya kedatangan Yesus akan didahului oleh kedatangan "yang lainnya" terlebih dahulu – Anunnaki. Jika sejarah mengindikasikan apa yang akan terjadi, secara jelas itu menunjukkan bahwa Iblis adalah Ahli Memalsukan. Jadi, kita mungkin akan melihat sebuah "rapture palsu" yang (jika benar) akan membuat banyak hamba Tuhan pusing untuk menjelaskan kenapa "mereka tertinggal". Lebih dari segala sesuatu, kita perlu berdoa meminta hikmat dan pengertian untuk membedakan – dan meluruskan hidup kita dengan Tuhan Yesus, supaya kita tidak percaya dan jatuh kepada Penipuan Besar yang akan terjadi.
Ingatlah apa yang dikatakan Kitab Suci:
Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
Matius 24:4
Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad (Yunani: apostasia - kejatuhan besar, meninggalkan iman) dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
2 Tesalonika 2:1-4
Orang percaya akan berada pada masa pengujian. Iblis memulai rencana besarnya melalui orang Sumeria di tanah Sinear segera sesudah Banjir Besar, ribuan tahun yang lalu. Bagaimana dia meletakkan dasar untuk segala sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Setelah dia menjalankan rencananya di Sumeria, dia mengarahkan pandangan matanya ke Mesir. Disini dia menyempurnakan rencananya, dan menjalankannya dengan ketepatan.
![]() | ![]() |
Dalam artikel Bangkitnya Babel – Manusia Dengan Banyak Nama dan Yang Pertama Akan Menjadi Yang Terakhir, kita telah mempelajari Nimrod yang "berubah menjadi seorang [raksasa] perkasa [Ibrani: gibbor]" melalui semacam proses mencemarkan dirinya sendiri. Dari berbagai konteks penjelasan mengenai orang ini, kata "gibbor" dalam kasus ini artinya lebih dari sekedar "orang perkasa" – lebih tepatnya Nimrod berubah menjadi seorang raksasa. Entah bagaimana, dia sepertinya mengaktifkan gen Nephilim yang nampaknya mengalir di dalam tubuhnya melalui nenek moyangnya. Sekaligus, dia menjadi bagian dari kelompok Demi-god (manusia setengah dewa) Pasca-Banjir – seorang keturunan Nephilim.
Dia mendirikan Menara Babel dengan maksud untuk membunuh Tuhan dan mengambil alih tahta-Nya – suatu rencana yang sama dengan yang dilakukan oleh Zeus, dewa Olympus yang hendak menghancurkan dewa-dewa Titan yang memerintah sebelum dia. Rencana Nimrod digagalkan Tuhan dan kemudian orang-orang di bumi yang mengikuti Nimrod dibagi-bagi menjadi 70 bahasa/bangsa. Setiap kelompok bangsa kemudian berpencar dan membicarakan orang yang sama, Raja Nimrod, namun sekarang dia punya banyak nama yang berbeda-beda. Nama paling dominan yang dikenal dari dia adalah Osiris, dewa Mesir. Mari kita lihat mitos ini lebih dalam dan bagaimana tokoh ini memainkan peranan dalam peristiwa-peristiwa dan kisah Alkitab Ibrani.

Berikut ini diagram silsilah keluarga dewa Mesir. Kita lihat Atum sebagai dewa paling utama – Ultimate Source Tier. Shu dan Tefnut adalah dewa-dewa Top Tier, dilanjutkan dengan Geb dan Nut sebagai Middle Tier, dan Osiris ada di Final Tier (pada tingkatan yang sama kita temui dewa Dionysus, Apollo, Marduk, Ninurta dan Gilgamesh – yang kesemuanya adalah nama lain dari Nimrod – Baca Manusia Dengan Banyak Nama). Sama seperti Marduk dalam silsilah keluarga dewa Sumeria (baca Nibiru dan Anunnaki), Osiris bangkit dari Final Tier menjadi penguasa tertinggi yang paling utama dalam mitologi dewa Mesir.
Dengan pemahaman ini, kita lihat lagi Diagram Alkitab tentang Sejarah Manusia. Perhatikan "hari" kedua dan ketiga, yang meliputi masa dari Banjir Besar sampai kepada zaman Raja Salomo. Ini adalah periode yang benar-benar menjadi dasar untuk memahami Alkitab dari sudut pandang mitologi dunia purba.

Seperti dapat Anda lihat, ada banyak hal yang terjadi dalam kurun waktu itu. Tapi kita akan fokus memperhatikan bagian tengah kebawah dari diagram ini.
Perhatikan, Nimrod/Marduk/Osiris/Apollo dilahirkan atau muncul di kisaran tiga ratus tahun setelah Banjir Nuh. Dia mendirikan Menara Babel disekitar waktu itu, kurang lebih 350 tahun setelah Banjir. Kitab Yashar menuliskan bahwa Nimrod menjadi raja dunia yang pertama. (Baca:Kitab Yashar: Bukankah itu tertulis dalam Kitab Orang Jujur?)

Nimrod tinggal di Sinear, dan dia memerintah dengan aman. Dia bertempur dengan musuh-musuhnya dan menaklukkan mereka, dan dia berhasil dalam semua peperangannya, dan kerajaannya menjadi sangat besar. Seluruh bangsa dan bahasa mendengar ketenarannya, dan mereka menggabungkan diri kepadanya, dan sujud dengan wajahnya sampai ke tanah. Mereka membawa persembahan kepadanya, dan dia menjadi tuan dan raja mereka. Mereka semua tinggal bersamanya di sebuah kota di Sinear, dan Nimrod memerintah di bumi atas semua anak-anak Nuh. Mereka semuanya ada dibawah kekuasaannya dan nasihatnya. Seluruh bumi itu satu bahasanya dan kata-katanya satu kesatuan, tapi Nimrod tidak berjalan didalam jalan-jalan Tuhan, dan dia lebih jahat dari semua orang yang ada sebelum dia, sejak Banjir Besar sampai kepada hari-hari itu.
Yashar 7:44-46
Kitab Kejadian juga menyatakan hal ini dengan mengatakan seluruh bumi ada dibelakang ide besar Nimrod untuk membangun suatu kota dan sebuah menara besar di tanah Sinear.
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah yang mereka pakai sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. Juga kata mereka, "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke surga, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
Kejadian 11:1-4
Foto berikut ini menggambarkan bentuk sebenarnya dari Menara Babel – yaitu zigurat besar. Selain ukurannya yang raksasa, dan juga tinggi, yang perlu dipahami tentang bangunan ini bukanlah tingginya dalam pengertian jarak dari puncak sampai ke tanah, tetapi bahwa dengan bangunan ini dapat "mencapai Surga."


Ziggurat Nana di Ur
Bagaimanapun bentuk Menara Babel itu, sepertinya tujuan dan fungsinya – untuk "mencapai Surga" – setidaknya itu memungkinkan untuk dilakukan. Sebab jika tidak mungkin, Tuhan tidak akan merespon dengan melakukan tindakan yang telah Dia lakukan. Tuhan menghentikan apapun yang terjadi disana dan membagi-bagi semua manusia menjadi 70 kelompok bahasa berbeda. Masing-masing akan menjadi suatu bangsa dan membicarakan peristiwa tersebut mengenai raja mereka. Hanya saja, sekarang mereka membicarakan raja mereka dalam 70 bahasa/nama yang berbeda! Walaupun orang-orang itu terbagi-bagi dalam berbagai bahasa mereka, namun mereka tidaklah terpecah-belah dalam hal kesetiaan mereka kepada manusia-dewa-raja yang selama ini mereka ikuti – Nimrod. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bukti bagaimana manusia-dewa-raja ini disebut dalam tulisan-tulisan kuno.
Pertimbangkan bagaimana bangsa Sumeria yang baru terbentuk itu berbicara mengenai Marduk dan Gilgamesh, atau bagaimana bangsa Yunani berbicara mengenai Apollo dan bagaimana bangsa Mesir berbicara mengenai Osiris. Kemasyhurannya tidaklah memudar. Tetapi sebagai akibat terjadinya gangguan bahasa mereka yang mula-mula, kisah-kisah ini didalam perjalanan waktu menjadi dibesar-besarkan, menyimpang, termodifikasi dan berubah. Hal ini menjelaskan perbedaan-perbedaan dalam memahami bagaimana Nimrod "pemburu perkasa" ini berasal, siapakah orang tuanya, dan sebagainya. Ada banyak ciri kesamaan umum yang ada dalam penuturan yang menceritakan kembali kisah-kisah dari manusia-dewa-raja pertama di dunia, dan detail-detail itu membuat kita meyakini bahwa ini berbicara mengenai individu yang sama – dia yang disebut Alkitab dengan nama Nimrod.
Sekarang ada satu hal lagi yang perlu kita perhatikan sebelum melanjutkan. Coba ingat-ingat berapa kali Anda pernah mendengar khotbah tentang Eksodus, berapa kali guru agama atau pendeta mengajarkan tentang berapa lama orang-orang Israel menjadi budak di Mesir?
Jika Anda menjawab "empat ratus tahun," maka itulah khotbah yang sama yang selama bertahun-tahun telah kita dengar. Namun, walaupun tanpa melihat diagram di atas, Anda akan "dipaksa" untuk menemukan fakta ini dalam Alkitab. Ya, memang ada ayat yang menjelaskan periode jangka waktu ini, tetapi rupanya penerjemah Alkitab melakukan kekeliruan, atau pemahaman kita tentang perikop itu yang keliru. Alkitab sendiri membuktikan bahwa periode perbudakan selama 400 tahun di Mesir itu "mustahil."

Perhatikan apa yang ditulis Paulus dalam suratnya kepada Galatia:
Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang, "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus. Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah [dengan Abraham], tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat [Musa], yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya. Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.
Galatia 3:16-18
Paulus menetapkan batas untuk mengerti rencana Tuhan bagi Abraham sampai Musa (dan puncaknya sampai kepada Mesias). Paulus mengatakan sejak diberikan Perjanjian (kepada Abraham) sampai kepada diberikannya Hukum Taurat (kepada Musa) adalah 430 tahun. Sekarang kembali ke Kejadian, carilah jika Anda bisa menemukan dimana ayatnya yang menyebutkan bahwa orang-orang Israel ada di Mesir selama 400 tahun, sejak zaman Abraham sampai Musa. Anda tidak akan menemukannya!
Tidak ada seorangpun tinggal di Mesir selama periode waktu itu hingga pada saat Yusuf dijual sebagai budak sekitar 200 tahun setelah Abraham. Kemudian, Yakub dan seluruh keluarganya meninggalkan Kanaan, pergi ke Mesir dan dipelihara oleh Yusuf setelah beberapa waktu. Setelah itu, seluruh keluarga Yakub "hidup mewah" di tanah Gosyen sampai seorang Firaun lain bangkit, seorang yang tidak kenal Yusuf.

Periode waktu perbudakan Israel di Mesir (termasuk Musa sampai berumur 80 tahun pada waktu memimpin Israel eksodus dari Mesir) adalah sekitar 140-150 tahun maksimal – jadi tidak mungkin 400 tahun. Jadi, darimana angka 400 tahun ini muncul?
Firman TUHAN kepada Abram, "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.
Kejadian 15:13
Perhatikan, tidak ada disebutkan kata Mesir di ayat itu. Ide bahwa itu adalah Mesir hanyalah asumsi yang dibuat oleh para guru, pendeta dan ahli Alkitab. Ayat itu sendiri tidak pernah menyebutkan tentang Mesir. Hanya dikatakan "suatu negeri yang bukan kepunyaan mereka."
Perhatikan juga apa yang dikatakan Stefanus ketika dia ada di depan pengadilan dalam Kisah Para Rasul:
Maka keluarlah ia [Abram] dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang [Israel – dulunya dinamakan Kanaan] dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanahpun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak. Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya. Tetapi bangsa yang akan memperbudak mereka itu akan Kuhukum, firman Allah, dan sesudah itu mereka akan keluar dari situ dan beribadah kepada-Ku di tempat ini.
Kisah Para Rasul 7:4-7

Jadi, bahkan Stefanus pun tidak menyebutkan bangsa Mesir. Dia berkata Tuhan membawa Abram keluar dari negeri Kasdim dan membawanya ke Kanaan. Tapi Tuhan tidak memberikan negeri itu kepadanya. Ini artinya (Kanaan – Israel) masih menjadi "negeri milik kepunyaan orang lain." Lanjut, Stefanus lalu mengatakan versinya tentang Kejadian 15, dimana dia menyatakan keturunan Abram akan menjadi orang asing di negeri orang lain dan bahwa mereka (orang-orang negeri itu – Kanaan) akan memperbudak dan menganiaya mereka 400 tahun lamanya.
Ada hal lain yang juga terjadi kesalahpahaman umum, yang secara keliru diajarkan di gereja – mengenai peristiwa Yusuf dijual sebagai budak. Banyak orang berpikir saudara-saudaranyalah yang menjual dia sebagai budak. Tapi bukan seperti itu yang dikatakan Alkitab.
Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair. Kemudian duduklah mereka untuk makan.
Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu, "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.
Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya, dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya, "Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?" Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya. Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan, "Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?" Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata, "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam." Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu. Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya, "Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!" Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.
Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.
Kejadian 37:23-36
Anda lihat? Saudara Yusuf melemparkan dia ke dalam sumur. Mereka meninggalkan dia disana dan pergi ke tempat lain untuk makan. Dari tempat mereka berada, mereka mengangkat mukanya dan melihat segerombolan saudagar Ismael. Dari situlah muncul ide dari Yehuda untuk menjual Yusuf kepada saudara sepupu mereka (anak-anak Ismael). Saudara-saudaranya yang lain berpikir itu ide bagus, jadi Ruben kembali ke sumur untuk mengambil Yusuf, tetapi dia menemukan Yusuf sudah tidak ada! Kemana dia pergi?
Yusuf ternyata sudah diambil orang Midian! Dan kemudian kita lihat bahwa orang Midianlah yang menjual Yusuf kepada orang Ismael, dan belakangan Yusuf dijual lagi ke tangan Potifar di Mesir.
Hubungan antara orang Midian dan Ismael disini kurang jelas. Nampaknya orang Midian menjual Yusuf kepada orang Ismael, dan kemudian menjualnya (lagi) kepada Potifar orang Mesir. Jadi mungkin orang Ismael menyadari kalau Yusuf itu saudara sepupu mereka dan menjualnya kembali. Atau mungkin orang Ismael menjual dia kepada orang Midian lainnya yang kemudian menjual Yusuf kepada Potifar? Tidak jelas, tapi yang pasti kedua rombongan ini sama-sama pergi ke Mesir.
Yang perlu digarisbawahi adalah: bahwa orang-orang yang ada di negeri yang tidak dimiliki Abramlah yang memulai "memperbudak dan menganiaya" orang Ibrani. Ini terjadi sekitar 200 tahun setelah Tuhan membuat perjanjian dengan Abram. Perhatikan juga bahwa periode 430 tahun muncul dan disebutkan beberapa kali dalam Kitab Suci:
- Kejadian 11:17 Eber masih hidup empat ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Peleg, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
- Keluaran 12:40 Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.
- Keluaran 12:41 Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.
- Galatia 3:17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.
Lalu, apa yang sebetulnya terjadi di sini? Saya kira jawabannya ada didepan mata. Lihat kembali diagram dan mundur beberapa waktu. Lihat Kejadian 11:17 lagi. Dikatakan Eber masih hidup 430 tahun lagi setelah dia memperanakkan Peleg. Jadi? Lihat Kejadian 10:25:
Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg [dibagi-bagi], sebab dalam zamannya [penduduk] bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan.
Lihat, Alkitab memberikan petunjuk penting apa yang sedang terjadi disini. Eber adalah seseorang yang dari namanya kita mendapatkan sebutan "Ibrani." Eber punya anak namanya Peleg – dinamai seperti itu karena pada zamannya bumi dibagi-bagi (di Menara Babel). Setelah Eber memperanakkan Peleg, dia masih hidup 430 tahun lagi. Apa yang terjadi dalam 430 tahun itu? Nimrod memerintah sebagai raja seluruh dunia! Di Mesir dia dikenal sebagai Osiris. Seperti telah kita pelajari sebelumnya, Osiris dikenal sebagai Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan! (Baca Yang Pertama Akan Menjadi Yang Terakhir). Jadi, yang kita lihat disini adalah seorang raja yang memerintah seluruh dunia, yang sepertinya meninggalkan ibukota pertamanya (di Babel) dan mendirikan markas barunya di Mesir! Jadi, pada intinya, apa yang kita baca dalam ayat-ayat mengenai Eksodus bangsa Israel adalah pernyataan yang akurat pada saat Tuhan berfirman kepada Abram.
Ada satu hal yang menarik terjadi disini, seperti yang ditulis oleh LA Marzulli dalam bukunya The Cosmic Chess Match, yang berbicara mengenai langkah dan langkah tandingan antara Tuhan dan Lucifer. Jika kita perhatikan apa yang terjadi dalam sejarah, peristiwa-peristiwa yang terjadi dan nubuatan, Anda bisa melihat pergerakan "bidak catur kehidupan" sedang dimainkan. Langkah dan langkah tandingan ini dimainkan dengan begitu jelas sejak Adam jatuh kedalam dosa. Kemudian dilanjutkan pada saat permulaan baru yang dimulai segera setelah Banjir Besar Nuh.

Permainan babak pertama dimainkan dengan cepat.
Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya dan mereka memiliki persekutuan yang sangat indah. Lucifer iri hati dan berusaha menghancurkan persekutuan ini. Karena itu, Tuhan mengumumkan nubuat penghukuman masa depan, bahwa benih Hawa akan menghancurkan kepala ular. Lucifer kemudian berusaha merusak benih keturunan Hawa untuk menggagalkan penghakiman ini. Dia hampir berhasil, tetapi Tuhan menemukan SATU keluarga yang masih murni untuk mempertahankan Benih yang dijanjikan – Nuh. Tuhan menyelamatkan Nuh dan keluarganya dan memusnahkan seluruh dunia dan semua keturunan Iblis didalam Banjir Besar. Permainan selesai.

Diagram umur para patriarkh Pasca-Banjir
Babak baru, permainan baru.
Lucifer tidak membuang-buang waktu. Dalam kurun waktu dua ratus delapan puluh tahun setelah Banjir Besar, dia menyiapkan pemain kunci yang dimainkannya di papan catur – Nimrod. Tuhan membiarkan dia menang sesaat. Pada saat kelihatannya strategi Lucifer sudah tersusun dengan sangat bagus di Menara Babel, Tuhan melakukan tindakan brilian dengan mengacau-balaukan bahasa. Nimrod runtuh, tetapi dia belum kalah. Lucifer masih memegang pemain kunci di tangannya. Tuhan mengijinkan dia menempatkan pemainnya ke posisi berikutnya.
Lalu, langkah berikutnya Tuhan memperkenalkan pemain kunci-Nya – Abram. Pada saat Abram dilahirkan, Nimrod masih ada di tanah Sinear. Bahkan, ini adalah alasan besar kenapa Tuhan pertama-tama memanggil Abram keluar dari Ur di Kasdim (yang ada di selatan Babel). Dan disinilah "permainan" menjadi sangat menarik.

Kitab Yashar menuliskannya dengan sangat bagus. Pasal 12 dimulai dengan kisah yang sangat persis dengan yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego, ketiga budak Ibrani – yang berada pada tempat yang sama, Babel – yang dilemparkan oleh Raja Nebukadnezar ke dalam perapian yang menyala-nyala beberapa ratus tahun kemudian (setelah Abram).
Dalam kisah ini, sang raja adalah Nimrod dan adalah Abram yang ditemukan bersalah. Abram dijatuhi hukuman oleh Raja Nimrod dan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, namun diselamatkan oleh Tuhan. Untuk menyingkat waktu, kita akan langsung meloncat pada peristiwa setelah Abram dilemparkan hidup-hidup ke dalam perapian yang menyala-nyala itu (untuk cerita lengkap bisa Anda baca langsung di Kitab Yashar Terjemahan Indonesia. Kisah Abram dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala ini rupanya juga tertulis di dalam Al Quran. Saya bertanya-tanya, mungkinkah Quran juga mengadopsi kisah ini dari Kitab Yashar?). (Baca: Kitab Yashar: Bukankah itu tertulis dalam Kitab Orang Jujur?)
Disini akan dicantumkan cukup banyak kutipan dari Kitab Yashar, karena disitu penuh dengan banyak informasi! Peristiwa inilah yang telah kita singgung dalam artikel sebelumnya pada bagian akhir (baca Nibiru dan Anunnaki) – mengenai apa yang terjadi kepada Abram ketika dia berumur 50 tahun.
Maka raja [Nimrod] berkata kepada Abram, "Bagaimana bisa engkau tidak terbakar di dalam api?" Abram berkata kepada raja, "Allah surga dan bumi yang kepada-Nya aku percayai yang memiliki segalanya didalam kuasa-Nya, Dia melepaskan aku dari perapian yang ke dalamnya engkau telah mencampakkan aku."
Haran, saudara Abram telah terbakar menjadi abu. Mereka mencari mayatnya dan mereka menemukannya terbakar. Haran berumur delapan puluh dua tahun ketika dia mati di dalam perapian di Kasdim. Dan raja, para pangeran, dan seluruh penduduk negeri, melihat bahwa Abram dilepaskan dari dalam api, mereka datang dan bersujud kepada Abram. Maka Abram berkata kepada mereka, "Jangan bersujud kepadaku, tapi bersujudlah kepada Allah seluruh bumi yang menciptakan kalian, dan layanilah Dia, dan hiduplah dalam jalan-jalan-Nya. Karena Dialah yang melepaskan aku keluar dari dalam api, dan Dialah yang menciptakan jiwa dan roh semua manusia, dan membentuk manusia didalam rahim ibunya, dan membawanya keluar kedalam dunia. Dialah yang melepaskan mereka yang percaya kepada-Nya dari semua penderitaan." Hal ini dipandang sangat ajaib dimata raja dan para pangeran, bahwa Abram diselamatkan dari api, tetapi Haran yang telah terbakar. Raja memberikan Abram banyak hadiah dan dia memberikan dua orang kepala pelayannya dari istana raja, yang seorang bernama Oni dan nama yang lainnya adalah Eliezer. Semua raja-raja, para pangeran dan hamba-hamba memberikan Abram banyak pemberian perak dan emas dan mutiara, dan raja dan para pangerannya melepaskannya, dan dia pergi dalam damai.
Abram pergi dari hadapan raja dengan damai, dan banyak hamba-hamba raja mengikuti dia, kira-kira tiga ratus orang bergabung dengannya. Abram kembali hari itu dan pergi ke rumah ayahnya, dia dan orang-orang yang mengikutinya. Abram melayani Tuhan Allahnya sepanjang hidupnya, dan dia berjalan didalam jalan-jalan-Nya dan mengikuti hukum-Nya. Sejak hari itu Abram mencondongkan hati anak-anak manusia untuk melayani Tuhan.
Pada waktu itu Nahor dan Abram mengambil istri bagi diri mereka, anak-anak perempuan Haran saudara mereka. Istri Nahor adalah Milka dan nama istri Abram adalah Sarai. Sarai, istri Abram, mandul, dia tidak mempunyai anak pada hari-hari itu.
Dua tahun berlalu sejak Abram keluar dari perapian, itu adalah tahun kelima puluh dua dari hidupnya, lihatlah, raja Nimrod duduk di atas tahtanya di Babel, dan raja tertidur dan bermimpi: dia sedang berdiri bersama para prajurit dan rakyatnya di suatu lembah di seberang perapian raja. Dia mengangkat wajahnya dan melihat seorang manusia yang seperti Abram keluar dari perapian. Dia datang dan berdiri di hadapan raja dengan pedang terhunus dan dia melompat kepada raja dengan pedangnya. Raja melarikan diri dari orang itu, karena dia takut. Dan selagi dia berlari, orang itu melemparkan sebutir telur ke atas kepala raja, dan telur itu berubah menjadi suatu sungai yang besar. Raja bermimpi seluruh pasukannya tenggelam ke dalam sungai itu dan mati. Maka raja lari dengan tiga orang yang ada di hadapannya dan dia meloloskan diri. Raja melihat orang-orang ini dan mereka mengenakan pakaian bangsawan seperti pakaian raja, dan memiliki penampilan dan kemegahan raja. Selagi mereka berlari, sungai itu berubah lagi menjadi sebutir telur di hadapan raja. Dari telur itu menetas seekor burung muda yang mendatangi raja, dan terbang di atas kepalanya dan mencungkil keluar mata raja. Raja sangat berdukacita karena penglihatan itu, dan dia bangun dari tidurnya, hatinya gelisah dan dia merasakan ketakutan yang sangat.

Pada pagi harinya raja bangkit dari tempat tidurnya dalam ketakutan, dan dia memerintahkan semua orang bijaksana dan para penyihir untuk datang di hadapannya, ketika raja menceritakan mimpinya kepada mereka. Salah seorang hamba raja yang bijaksana, yang bernama Anuki, menjawab raja, katanya, "Ini tidak lain adalah Abram yang jahat dan keturunannya yang akan muncul melawan tuanku raja pada hari-hari yang terkemudian." Lihatlah, harinya akan datang ketika Abram dan keturunannya dan anak-anak keluarganya akan berperang melawan raja, dan mereka akan membunuh semua pasukan raja dan tentaranya. Lalu tentang apa yang engkau katakan mengenai tiga orang yang engkau lihat sama seperti engkau, yang melarikan diri, ini artinya hanya engkau dan tiga orang raja dari para raja di bumi yang akan ada bersamamu di dalam peperangan. Lalu mengenai apa yang engkau lihat sebuah sungai yang berubah menjadi sebutir telur seperti sebelumnya, dan burung muda yang mencungkil matamu, ini berarti tidak lain dari keturunan Abram yang akan membunuh raja pada hari-hari yang terkemudian.
Inilah mimpi raja, dan inilah tafsirnya, dan mimpi ini benar, dan tafsirnya yang hambamu berikan ini benar. Oleh sebab itu ya raja, tentulah engkau mengetahui sekarang ini telah lima puluh dua tahun sejak para orang bijaksana melihat hal ini pada saat kelahiran Abram. Dan jika raja membiarkan Abram untuk hidup di bumi, itu akan menghancurkan tuanku raja, karena sepanjang hari-hari kehidupan Abram, baik raja maupun kerajaan tuanku tidak akan berdiri, karena hal ini sudah diketahui sejak semula pada saat kelahirannya. Mengapakah tuanku raja tidak membunuh dia, supaya kejahatannya dijauhkan dari padamu pada hari-hari yang terkemudian?"
Nimrod mendengarkan perkataan Anuki, dan dia mengirimkan beberapa orang hambanya secara rahasia untuk pergi dan menangkap Abram, dan membawanya ke hadapan raja untuk dibunuh. Eliezer, hamba Abram yang diberikan raja kepadanya, ada di hadapan raja pada saat itu, dan dia mendengar apa nasihat Anuki kepada raja, dan apa yang dikatakan raja untuk membunuh Abram.
Maka Eliezer berkata kepada Abram, "Lekas, bangkitlah dan selamatkan jiwamu, supaya engkau tidak mati di tangan raja, karena demikianlah dia melihat didalam mimpi mengenai engkau, dan demikianlah Anuki menafsirkannya, dan demikianlah juga Anuki menasihati raja mengenai engkau.
Abram mendengarkan perkataan Eliezer, dan dia bergegas dan berlari menyelamatkan diri ke rumah Nuh dan Sem anaknya. Dia menyembunyikan diri di sana dan mendapatkan suatu tempat yang aman. Maka hamba-hamba raja datang ke rumah Abram untuk mencari dia, namun mereka tidak dapat menemukannya. Mereka mencari di seluruh negeri tetapi dia tidak dapat ditemukan. Mereka pergi dan mencari ke segala penjuru namun dia tidak dapat ditemukan. Dan ketika hamba-hamba raja tidak dapat menemukan Abram, mereka kembali kepada raja. Amarah raja kepada Abram terhenti, karena mereka tidak bisa menemukan dia, dan raja mengalihkan pikirannya dari hal Abram ini.
Abram menyembunyikan diri di rumah Nuh selama satu bulan, hingga raja melupakan hal ini, namun Abram masih takut kepada raja. Terah datang menemui Abram anaknya secara sembunyi-sembunyi di rumah Nuh. Terah adalah orang yang sangat terpandang di mata raja. Abram berkata kepada ayahnya, "Tidakkah engkau tahu apa yang dipikirkan raja untuk membunuh aku, dan menghapuskan namaku dari bumi karena saran dari penasihatnya yang jahat? Sekarang, siapakah yang engkau miliki disini dan apakah yang engkau punyai di negeri ini? Bangunlah, marilah kita pergi bersama-sama ke tanah Kanaan, supaya kita terlepas dari tangannya, supaya jangan engkau binasa juga karena dia pada hari-hari yang terkemudian. Tidakkah engkau tahu dan tidakkah engkau dengar, bahwa bukanlah karena kasih maka Nimrod memberikan kepadamu semua kehormatan ini, namun hanya demi keuntungannya dia melimpahkan semua kebaikan ini kepadamu. Dan jika dia melakukan kepadamu kebaikan yang lebih besar lagi dari ini, tentulah itu hanya kesia-siaan duniawi, karena kekayaan dan harta benda tidak dapat menyelamatkan pada hari murka dan amarah. Oleh karena itu dengarkanlah perkataanku, dan marilah kita bangkit dan pergi ke tanah Kanaan, diluar jangkauan tangan Nimrod. Layanilah Tuhan yang menciptakan engkau di bumi dan semuanya akan menjadi baik bagimu, dan buanglah segala hal sia-sia yang engkau kejar."
Abram berhenti berkata-kata, ketika Nuh dan Sem anaknya menjawab Terah, katanya, "Benar apa yang dikatakan Abram kepadamu." Terah mendengarkan perkataan Abram anaknya, dan Terah melakukan semua yang dikatakan Abram, karena hal ini berasal dari Tuhan, supaya raja tidak dapat membunuh Abram.
Kitab Yashar 12:36-42
Satu pasal itu saja sudah penuh dengan banyak informasi. Itu menceritakan bagaimana Haran mati mendahului Terah ayahnya. Dan ini dikonfirmasikan oleh Alkitab.
Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran di negeri kelahirannya, di Ur-Kasdim.
Kejadian 11:28
Bahkan itu benar-benar menguraikan Kejadian 11:28-32, memberikan kita banyak detail mengenai latar belakang peristiwa-peristiwa mengapa Abram "dipanggil keluar dari Ur di Kasdim" pada mulanya.
Abram dan Nahor kedua-duanya kawin; nama isteri Abram ialah Sarai, dan nama isteri Nahor ialah Milka, anak Haran ayah Milka dan Yiska. Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak. Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran.
Kejadian 11:29-32
Kisah ini juga menjelaskan mengenai mitos Osiris yang berhubungan dengan Nimrod.
All Seeing Eye
Anda mungkin sudah mengenal "All Seeing Eye" – Mata Melihat Segalanya. Simbol ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan hingga sampai kepada hari ini, simbol ini muncul dimana-mana – mata uang dollar Amerika Serikat, "The Great Seal" Negara Amerika Serikat, simbol gerakan Illuminati, Satanisme dan khususnya film-film Hollywood, musik-musik MTV dan bahkan sebagian sudah masuk ke dalam kalangan gereja Kristen, umumnya dipakai oleh selebriti-selebriti internasional sebagai simbol penyembahan kepada Lucifer.
Tetapi hanya sedikit orang yang paham darimana semua hal ini berasal. Dalam satu waktu, entah sebelum atau sesudah Nimrod mati, nampaknya dia kehilangan satu mata. Anuki, hamba Nimrod yang menafsirkan mimpi Nimrod (mungkinkah dia ini pengarang dari mitologi mengenai Anunnaki?), berkata bahwa mimpi itu artinya "tidak lain bahwa benih Abram akan membunuh raja di hari-hari yang terkemudian." [Kitab Yashar pasal 27 menceritakan bagaimana Esau – cucu Abraham – menggenapi nubuat ini.] Jadi, disini kita melihat tafsiran Anuki menggambarkan 2 hal:
- Kematian Nimrod yang pertama dalam hari-hari yang akan datang (pada waktu itu).
- Kematian Nimrod yang kedua dalam hari-hari yang terkemudian – yang kita sebut Akhir Zaman.

All Seeing Eye dalam uang Dollar Amerika Serikat. Novus Orde Seclorum artinya Order Dunia Baru. Annuit cœptis artinya : [dia - The Eye of Providence] menyetujui upaya kita. Piramida terpancung bertingkat 13.

All Seeing Eye - Eye of Horus

All Seeing Eye di Piramida Hitam. Artefak ini ditemukan di hutan pegunungan La Maná, Ecuador pada tahun 1980. Piramida ini bertingkat 13 [sama seperti The Great Seal di uang Dollar Amerika Serikat] dan ada ukiran simbol All Seeing Eye di bagian atas. Bila terkena sinar ultraviolet, batu piramid ini akan berpendar dan mata tersebut akan menyala. Bagian mata tersebut bersifat magnetik. Di bagian bawahnya ada ukiran emas berbentuk simbol rasi bintang Orion (rasi Pemburu Besar - simbol dari Nimrod), dan ada tulisan Pre-Sanskrit. Jadi bisa dipastikan artefak ini usianya sudah ribuan tahun. Menurut Profesor Kurt Schildmann, Presiden Asosiasi Linguistik Jerman, tulisan dibawah itu diterjemahkan "anak sang Pencipta berasal dari sini" [maksudnya Orion]. (Baca Manusia Dengan Banyak Nama dan Yang Pertama Akan Menjadi Yang Terakhir)
Perhatikan juga yang dikatakan Alkitab:
Celakalah gembala kesia-siaan [Ibrani: 'ĕlı̂yl, idol – berhala, sia-sia, tidak berguna] yang mengabaikan kawanan domba! Sebilah pedang akan menimpa lengannya dan menimpa mata kanannya! Lengannya akan benar-benar menjadi kering dan mata kanannya akan benar-benar menjadi buta!”
Zakharia 11:17
Ingat apa yang telah kita bahas mengenai Sargon dari artikel sebelumnya (Baca Nibiru dan Anunnaki)? Telah saya katakan supaya Anda mengingat patung Sargon itu baik-baik, karena ini sesuai dengan mimpi Nimrod: dia kehilangan satu mata! Jadi, jika kehilangan satu mata melambangkan kematiannya, kita sekarang dapat "melihat" dengan jelas hubungan simbolis lainnya disini.

Melalui sekte Osiris, "All Seeing Eye" – "Mata [sisanya] Melihat Segalanya" sepertinya menunjukkan tanda-tanda sebuah kebangkitan atau kemunculan kembali. Ini dikonfirmasi dengan berbagai kisah dan simbolisme yang berhubungan dengan Osiris – seperti Ankh dan burung Phoenix [Bennu] – yang keduanya melambangkan kebangkitan kembali. Anuki mengatakan ini akan terjadi, "… pada hari-hari yang terkemudian." Dua mata, dua kematian! Jadi ini sepertinya meneguhkan apa yang telah kita bahas mengenai Anti-Kristus Akhir Zaman. Dia yang "telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi" – yang pertama dari 7 kepala Binatang yang digambarkan Yohanes di Kitab Wahyu 17 (Baca Yang Pertama Akan Menjadi Yang Terakhir).
Kita sudah cukup banyak membahas Nimrod sejauh ini, sekarang kita perhatikan apa yang dilakukan Tuhan pada saat yang sama. Perhatikan diagram lagi. Abram muncul pada Yobel Allah ke-40. Satu hal yang penting, kita kembali ke Kitab Yashar pasal 12, dikatakan mimpi Nimrod terjadi 2 tahun setelah Abram dilepaskan dari perapian yang menyala-nyala – pada saat dia berumur 52 tahun. Dalam terminologi numerik, 5+2=7, yang adalah angka Tuhan, angka kesempurnaan, lengkap dan istirahat. Abram menerima kata-kata dari hambanya Eliezer mengenai apa yang dikatakan Anuki kepada raja tentang mimpi profetik, dan Abram melarikan diri ke rumah Nuh dan Sem. Dia tinggal disana dalam keamanan dan beristirahat sesaat lamanya selagi orang-orang Nimrod mencarinya. Kata-kata yang digunakan disini, "marilah kita pergi ke tanah Kanaan…" sepertinya menunjukkan bahwa Nuh dan Sem juga tinggal di suatu tempat di daerah Sinear pada saat ini (yang juga memperjelas pemahaman bahwa seluruh dunia datang ke Sinear seperti yang telah dijelaskan di bagian atas). Dan ketika Nimrod semakin berkuasa, nampaknya, Nuh dan Sem memutuskan untuk "menyembunyikan diri di Sinear" juga.
Satu tahun kemudian, ketika Abram berumur 53 tahun (5+3=8 – permulaan baru), Tuhan berfirman kepadanya bahwa dia akan punya banyak keturunan. Ini adalah permulaan janji! Ini terjadi tahun 1947 SM. Pada tahun 1947 Masehi, Perserikatan Bangsa-Bangsa menandatangani dekrit yang berujung terbentuknya Israel sebagai suatu bangsa dalam tahun berikutnya. Kebetulan?
Pada permulaannya, mungkin kita melihat kisah di Kitab Yashar bertentangan dengan Kejadian 12:4, yang mengatakan Abram berumur 75 tahun pada waktu dia meninggalkan Haran. Ini bukan kontradiksi. Kitab Yashar hanya mengisi dan memberikan detail dari apa yang diceritakan oleh Kitab Kejadian. Kejadian 11 mengatakan Abram meninggalkan Ur, sepertinya dengan tujuan pergi ke Kanaan, tetapi mereka akhirnya berkemah di Haran.
Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran.
Kejadian 11:31-32
Ayat 32 sepertinya menunjukkan bahwa mereka tinggal di Haran sampai Terah ayah Abram mati. Tetapi itu bukanlah apa yang dikatakan ayat tersebut. Itu hanya mengatakan mereka tinggal di Haran dan itu menerangkan berapa lama Terah hidup. Kejadian 12 dimulai dengan kisah mereka meninggalkan Haran dengan tujuan mendiami tanah Kanaan, dan mengungkapkan bahwa umur Abram saat itu 75 tahun. Kitab Yasharmemberikan tambahan penjelasan bagi kisah ini.
Nampaknya, peristiwa perapian yang menyala-nyala terjadi ketika Abram berumur 50 tahun. Mimpi Nimrod terjadi 2 tahun kemudian. Abram menyembunyikan diri pada umur 52 tahun, dan mendiskusikan dengan ayahnya tentang kepergian mereka. Mereka pergi ke Kanaan, tetapi malahan berhenti dan tinggal di Haran selama 3 tahun. Itulah waktu ketika Tuhan berfirman kepada Abram bahwa Dia akan memberkatinya jika dia memegang perintah-perintah-Nya. Ini terjadi ketika Abram berumur 53 tahun, pada tahun 1947 SM. Pada umur 55 tahun (setelah 3 tahun tinggal di Haran), Tuhan berfirman kepada Abram untuk pergi ke Kanaan. Abram taat. Lalu dari pasal 13 (Yashar), kita mengetahui kematian Nuh dan itu terjadi pada saat Abram berumur 58 tahun.
Pada waktu itu, setelah tiga tahun Abram tinggal di tanah Kanaan, pada tahun itulah Nuh mati, yaitu dalam tahun kelima puluh delapan dalam hidup Abram. Seluruh hari-hari kehidupan Nuh adalah sembilan ratus lima puluh tahun dan dia mati. Abram tinggal di tanah Kanaan, dia, istrinya, dan semua milik kepunyaannya, dan semua yang ada bersamanya, bersama dengan mereka yang bergabung kepadanya dari antara orang-orang di negeri itu. Tetapi Nahor, saudara Abram, dan Terah ayahnya, dan Lot anak Haran dan semua milik kepunyaan mereka tinggal di Haran.
Yashar 13:9-10
Jadi… Abram dan Sarai tinggal di Kanaan, tetapi Nahor, Terah dan Lot tinggal di Haran. Nampaknya, setelah sekian tahun, peperangan dan kondisi lainnya menyebabkan Abram kembali ke Haran untuk melihat keluarganya. Namun Tuhan menampakkan diri lagi kepadanya dan mengatakan kepadanya supaya kembali lagi ke tanah Kanaan.
Pada hari-hari itu Tuhan menampakkan diri kepada Abram di Haran, dan Dia berfirman kepadanya, "Lihat, Aku telah berfirman kepadamu dua puluh tahun yang lalu, 'Pergilah dari negerimu, dari tempat kelahiranmu dan dari rumah ayahmu, ke negeri yang telah Aku tunjukkan kepadamu untuk memberikannya kepadamu dan kepada anak cucumu, karena di negeri itu Aku akan memberkati engkau, dan menjadikan engkau suatu bangsa yang besar, dan membuat namamu besar, dan melalui engkau bangsa-bangsa di bumi akan diberkati.' Karena itubangkitlah, pergilah dari tempat ini, engkau, istrimu, dan semua milik kepunyaanmu, juga setiap orang yang lahir di rumahmu dan semua orang yang engkau peroleh di Haran, dan bawalah mereka keluar bersamamu dari sini, dan bangkit untuk kembali ke tanah Kanaan."
Maka Abram bangkit dan membawa istrinya Sarai dan semua milik kepunyaannya dan semua yang lahir baginya di dalam rumahnya dan semua orang yang dia peroleh di Haran, dan mereka pergi ke tanah Kanaan.
Abram pergi dan kembali ke tanah Kanaan, menurut Firman Tuhan. Lot anak saudaranya Haran, ikut pergi bersamanya, dan Abram berumur tujuh puluh lima tahun ketika dia pergi dari Haran untuk kembali ke tanah Kanaan.
Yashar 13:22-26

Jadi, penjelasan Kitab Yashar itu menghubungkan apa yang dicatat dalam Kejadian. Saya mencantumkan semuanya ini untuk menunjukkan bahwa buku seperti Kitab Yashar itu punya nilai yang sangat besar (Baca: Kitab Yashar: Bukankah itu Tertulis dalam Kitab Orang Jujur?). Kita tidak akan menggantungkan doktrin apa pun dari padanya, tetapi Kitab Yashar ini sangat berguna untuk membantu kita menjelaskan "celah historis" guna mendapatkan pembahaman yang lebih besar tentang beberapa kejadian, peristiwa dan tokoh-tokoh di dalam Alkitab.
Sementara itu, selama dua puluh tahun atau lebih, ketika Abram datang dan pergi antara Haran dan Kanaan, Nimrod juga melakukan perjalanannya sendiri. Meskipun Nimrod masih memerintah dari wilayah Babel, dia secara periodik melakukan perjalanan ke bagian-bagian lain kerajaannya. Nampaknya, salah satu tempat yang paling dia sukai adalah Mesir – negeri yang pada akhirnya menguasai seluruh dunia kuno – bahkan setelah kematiannya.

Osiris
Pasal 14 dari Kitab Yashar memperkenalkan sosok yang sangat menarik bernama Rikayon, seorang yang pada akhirnya menjadi Firaun yang pertama – seorang gubernur penguasa dibawah Osiris (dalam Kitab Yashar disebut Oswiris). Bagaimana orang ini mendapatkan posisi itu sangat menarik. Pada intinya, dia menarik pajak dari orang-orang sebelum mengijinkan mereka menguburkan anggota keluarganya yang telah mati. Orang-orang menjadi sangat takut. Kemudian, pada waktu yang ditentukan, ketika raja (Nimrod – yang dikenal oleh orang-orang Mesir sebagai Oswiris) datang ke negeri itu, orang-orang menyampaikan keluh-kesah mereka kepadanya mengenai hal ini. Tetapi Rikayon yang telah mendapatkan sangat banyak uang datang kepada raja dengan pemberian-pemberian yang sangat banyak, dan menjadikan raja Oswiris berkenan kepadanya.
Raja menjawab dan berkata kepada Rikayon, "Namamu tidak akan lagi disebut Rikayon, tetapi Firaun akan menjadi namamu, karena engkau menarik pajak dari orang mati." Dan dia menyebut namanya Firaun. Raja dan rakyatnya mencintai Rikayon karena hikmatnya. Mereka merundingkan dengan seluruh penduduk Mesir untuk menjadikan dia seorang penguasa dibawah raja. Maka seluruh penduduk Mesir dan orang-orang bijaksananya berbuat demikian, dan itu dijadikan hukum di Mesir. Mereka menjadikan Firaun Rikayon penguasa dibawah Oswiris raja Mesir, dan Firaun Rikayon memerintah atas Mesir, mengelola keadilan di seluruh kota. Namun raja Oswiris akan menghakimi rakyat negeri itu satu hari di dalam setahun, ketika dia datang untuk tampil.
Firaun Rikayon dengan licik merebut pemerintahan Mesir, dan dia menarik pajak dari seluruh penduduk Mesir. Seluruh penduduk Mesir sangat mencintai Firaun Rikayon, dan mereka membuat surat keputusan untuk menyebut setiap raja yang memerintah atas mereka dan keturunannya di Mesir dengan nama Firaun. Karena itu semua raja yang memerintah di Mesir mulai dari saat itu dinamai Firaun sampai hari ini.
Yashar 14:27-33
Sangat menarik bahwa Nimrod begitu terpesona dengan kemampuan Rikayon menarik "pajak kematian" sehingga dia mengangkatnya menjadi penguasa dan mengubah namanya menjadi Firaun! Ini memberikan kita informasi bagaimana Firaun memerintah dan melihat beberapa hal penting dari sini. Namun ini juga menunjukkan hubungan langsung antara Raja Nimrod dengan Firaun.
Sekarang kita kembali menyinggung soal 400 tahun yang sudah disebutkan dalam Kejadian 15. Kita semua tahu Romawi itu ada di Italia. Namun, kekasiaran Romawi mencakup wilayah yang sangat luas di bumi (termasuk tanah Sinear di Babel).

Jika Anda tinggal di negeri yang dicaplok kekaisaran ini, itu artinya Anda tinggal di Romawi! Anda adalah "budak Romawi." Anda harus melakukan apa yang dilakukan orang Romawi. Anda harus mentaati hukum mereka, menerima bahasa mereka dan kebiasaan mereka, menyembah dewa-dewa mereka, atau jika tidak, Anda akan menanggung akibatnya. Jadi, ini adalah kondisi yang sama ketika Tuhan berfirman kepada Abram dalam Kejadian 15 (mengenai Mesir – dan kerajaan Nimrod).
Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.
Kejadian 15:13
Seluruh dunia adalah "budak Mesir" dalam pengertian bahwa mereka semuanya ada dibawah kekuasaan Osiris-Nimrod dan segera kita akan melihat bagaimana semuanya ini berlanjut… dengan para Firaunnya. Sebetulnya ada kejadian interaksi antara Abram dengan Firaun di Mesir dan peperangan yang melibatkan Nimrod, namun untuk meringkas cerita, kita langsung loncat ke depan – ke masa Yusuf. Ini untuk menjelaskan kesalahpahaman yang sering terjadi mengenai perbudakan Israel di Mesir. Semoga ini memberikan pemahaman yang lebih baik.
Jadi, Mesir mulai menjadi sangat makmur dan Nimrod-Osiris menjadi sangat terkesan dengan ide Firaun baru ini. Namun dia punya kerajaan yang sangat luas untuk dijalankan. Maka, dia melanjutkan semua urusannya. Namun sepertinya, waktunya tiba ketika mimpi profetik Nimrod akan menjadi kenyataan.
Pada waktu ini, nama Abram sudah berganti. Dia telah memiliki anak yang dijanjikan, Ishak. Ishak punya dua anak, Esau dan Yakub. Esau menjadi seorang ahli berburu. Sekarang permainan menjadi semakin cepat.
Suatu hari, Nimrod memutuskan untuk memasuki wilayah Esau. Nimrod melihat "pemburu lain" yang mulai naik daun dan menjadikannya cemburu – mungkin karena kejadian masa mudanya. Kita mungkin perlu menyadari, saat ini Nimrod mungkin sudah menjadi tua dan tidak lagi gesit. Dan Esau seorang muda yang masih sangat prima.
Dan Esau pada waktu itu, setelah kematian Abraham, sering pergi ke padang untuk berburu. Dan Nimrod raja Babel, yang juga bernama Amraphel, sering pergi bersama-sama orang-orang perkasanya untuk berburu di padang, dan berjalan bersama mereka pada waktu hari sejuk. Dan Nimrod mengawasi Esau sepanjang hari-hari, karena rasa cemburu ada didalam hati Nimrod terhadap Esau sepanjang waktu.
Dan pada suatu hari Esau pergi ke padang untuk berburu, dan dia mendapati Nimrod berjalan di padang belantara bersama dua orangnya. Dan semua orang-orang perkasa dan rakyatnya ada bersamanya di padang belantara, tetapi mereka mengambil jarak dengan dia, dan mereka pergi berlawanan arah dengan dia untuk berburu, dan Esau menyembunyikan dirinya dari Nimrod, dan dia mengintai dia di padang belantara. Nimrod dan orang-orangnya yang bersamanya tidak tahu akan dia, dan Nimrod dan orang-orangnya sering berjalan-jalan di padang pada waktu hari sejuk, untuk mengetahui dimana orang-orangnya berburu di padang.
Nimrod dan dua orang yang bersamanya sampai ke suatu tempat, ketika Esau dengan tiba-tiba dari tempat persembunyiannya, menghunus pedangnya, dan bersegera berlari kepada Nimrod dan memenggal kepalanya. Dan Esau berjuang mati-matian melawan dua orang yang ada bersama Nimrod, dan ketika mereka berteriak kepadanya, Esau berpaling kepada mereka dan memukul mereka sampai mati dengan pedang.
Dan semua orang-orang perkasa Nimrod, yang meninggalkannya di padang belantara, mendengar teriakan dari jauh, dan mereka mengenal suara teriakan dari dua orang itu, dan mereka berlari untuk mencari tahu apa sebabnya, saat mereka menemukan raja mereka dan dua orang yang ada bersamanya tergeletak mati di padang belantara.
Dan ketika Esau melihat orang-orang perkasa Nimrod datang di kejauhan, dia melarikan diri, sehingga lolos; Esau mengambil pakaian-pakaian berharga Nimrod, yang telah diwariskan ayah Nimrod kepadanya, yang menjadikan Nimrod berhasil menguasai seluruh negeri, dan dia lari dan menyembunyikannya di dalam rumahnya. Esau mengambil pakaian-pakaian itu dan berlari ke kota karena orang-orang Nimrod, dan dia datang ke rumah ayahnya, lelah dan kehabisan tenaga karena pertarungan, dan ia siap untuk mati karena dukacita ketika ia mendekati saudaranya, Yakub, dan duduk di depannya.
Yashar 27:1-11
Sekali lagi, ada banyak hal terjadi disini. Jika membaca artikel ini merupakan perkenalan pertama Anda dengan Kitab Yashar, kisah ini akan mengisi "celah Alkitab" yang kita baca dalam Kejadian 25 dan akan menjadikannya lebih jelas.
Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub. Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." Sahut Esau: "Lihat, aku ini akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.
Kejadian 25:27-34
Dalam konteks Kitab Yashar, kisah ini menjadi sangat masuk akal bukan? Tanpa Kitab Yashar, kisah dalam Kejadian 25 sepertinya tidak masuk akal. Ayat 27 dikatakan Esau adalah seorang pemburu yang ahli. Ishak mengasihi Esau yang pintar berburu dan membawa hasil buruannya kepada ayahnya. Jadi, bagaimana bisa seorang pemburu yang ahli ini pulang ke rumah pada suatu hari setelah berburu, berkata akan segera mati, dan menjual hak kesulungannya hanya untuk semangkuk kacang merah?? Tapi setelah membaca Kitab Yashar, Anda jadi punya pemahaman lengkap apa yang sedang terjadi dan apa penyebabnya: Esau baru saja membunuh raja seluruh dunia!

Sebagai tambahan, "pakaian berharga" yang dimiliki Nimrod yang "menjadikan Nimrod berhasil menguasai seluruh negeri" adalah pakaian [kulit binatang] asli yang dibuat oleh Tuhan untuk Adam dan Hawa ketika di Taman Eden. Ini juga merupakan kisah lain yang (sangat) menarik [dari Kitab Yashar]. Jadi disini, Esau memenggal kepala Nimrod dan mencuri "pakaian ajaibnya." Orang-orang perkasa Nimrod – yang adalah para raksasa [Ibrani: gibborim] – sekarang mengejar Esau. Esau pulang ke rumah dengan sangat lapar setelah pertempuran sengit. Jadi ketika Yakub berkata dia mengingini hak kesulungannya, Esau mungkin berkata seperti ini, "Lihat, aku nggak perduli dengan hak kesulungan! Aku baru saja membunuh Raja Nimrod! Aku sekarang buronan! Pasukannya sekarang mungkin sedang mengejar aku saat ini. Berikan saja padaku sesuatu untuk aku makan!" Esau sangat lemah dan terpojok saat itu dan Yakub benar-benar memanfaatkan situasi itu untuk keuntungan pribadinya.
Osiris dan Isis
Sekarang kita lihat diagram lagi. Perhatikan tulisan "Osiris Cult Begins" – dan gambar Osiris. Ini terjadi di Mesir. Kita tinggalkan dulu drama Kejadian tentang Esau, Yakub dan Ishak di Kanaan untuk sementara.

Mungkin bisa dibayangkan orang-orang Mesir meratap, "Sang Raja dunia telah dibunuh! Benar-benar tragedi! Dibunuh oleh seorang anak Kanaan? Benar-benar memalukan! Kita akan membuat cerita yang lebih terhormat." Masuk ke Mitologi Osiris. Ada banyak mitologi Mesir kuno, ada banyak versi mengenai kisah ini, tetapi secara mendasar kisahnya seperti ini:

- Anak Geb dan Nut, yaitu Osiris, adalah penguasa dunia, yang sangat terkenal diantara rakyatnya.
- Dia menikah dengan saudarinya, Isis.
- Saudaranya, Set, iri hati dengan popularitasnya dan berencana membunuh dia.
- Set merencanakan untuk menyingkirkan saudaranya, mula-mula pada saat dia mendapatkan ukuran tubuh kakaknya dan membuat peti mati mengagumkan yang dibuat sangat pas untuk ukuran tubuh kakanya. Peti mati ini berbentuk tubuh manusia (asal usul peti mati Firaun yang berbentuk tubuh manusia mungkin dari kisah ini).
- Set menyelenggarakan suatu perayaan besar dan mengundang Osiris dan sejumlah orang (biasanya berjumlah 72). Pada puncak perayaan, Set membawa peti itu dan mengumumkan itu akan diberikan kepada siapa peti itu ukurannya pas. Semua tamu mencoba ukuran peti itu dengan masuk ke dalamnya, tapi tidak seorang pun yang pas, hingga akhirnya Osiris masuk ke dalamnya. Set secara tiba-tiba membanting tutup peti itu sampai tertutup dan menyegel peti itu supaya tetap tertutup (dengan timbal cair). Peti yang disegel ini lalu dibuang ke Sungai Nil dan Osiris tenggelam.

- Isis sangat hancur hati karena kehilangan suaminya dan mencari peti ini di seluruh Mesir dan kemudian ke lautan. Dia akhirnya menemukannya (di Byblos), tempat dimana akhirnya peti ini terdampar. Sebuah pohon besar tumbuh di atasnya.
- Akhirnya, Isis membawa pulang mayat Osiris ke Mesir untuk dimakamkan secara layak. Untuk mengamankannya, dia menyembunyikan peti itu di rawa-rawa di pinggir Sungai Nil.
- Set menemukan peti itu dan mayat kakaknya ketika sedang berburu dan dia sangat murka sehingga memotong-motong tubuh kakaknya menjadi banyak bagian, dan menyebarkan tiap-tiap bagian tubuh itu ke seluruh negeri Mesir (mungkin ini bagian yang sepertinya berdasarkan kejadian nyata perjalanan "berburu" Esau).
- Isis yang malang akhirnya harus mencari lagi anggota-anggota tubuh suaminya. Akhirnya dia berhasil menemukan semua anggota tubuh suaminya kecuali (maaf) penisnya – yang sepertinya telah ditelan entah oleh buaya atau ikan lele. Isis menyatukan bagian-bagian tubuh suaminya kembali – menyusun Osiris (seperti Frankenstein) dan membungkusnya dengan kain pembalut – menjadi mummi yang pertama.
- Isis mengganti penis Osiris dengan tiruannya – sebuah obelisk – dan entah bagaimana dia dihamili oleh mayat Osiris dan kemudian melahirkan Horus. (Dari sinilah munculnya tiang-tiang obelisk di seluruh Mesir dan seluruh dunia – yang melambangkan penis Osiris – bahkan hingga saat ini obelisk-obelisk tersebut ada di Washington DC Amerika Serikat, dan bahkan di halaman gereja Santo Petrus di Vatican).

Tiang Obelisk di Karnak, Mesir

Tiang Obelisk di Washington DC Amerika Serikat. Monumen Washington ini tingginya 6666 inchi dan lebar bagian bawahnya 666 inchi.

Obelisk di halaman Gereja Santo Petrus di Vatican, Roma.
- Dalam beberapa kisah, Isis mendatangkan kembali roh Osiris ke dalam tubuhnya dan itulah saat dimana akhirnya Horus dikandung – yang mungkin lebih dari peristiwa ajaib, karena dia belum menemukan salah satu anggota tubuh Osiris terakhir yang masih hilang.
- Horus yang masih muda pergi berperang melawan pamannya, Set, untuk membalaskan kematian ayahnya. Setelah serangkaian pertempuran yang dijelaskan dalam "The Contending of Horus and Set" tidak satu pun dewa ini yang dapat memperoleh kemenangan sepenuhnya.

Pertempuran antara Horus dan Set
- Akhirnya Osiris dinyatakan sebagai Raja Dunia Orang Mati, Horus menjadi raja orang-orang hidup, dan Set sebagai penguasa padang pasir sebagai dewa kekacauan dan kejahatan.
Ini kisah dasar dari mitologi Mesir. Untuk lebih lanjut bisa dipelajari di:
Kisah yang menarik, bahkan mungkin sangat menghibur, tetapi dimanakah yang benar dari semuanya ini? Sepertinya kisah Yashar adalah yang paling mendekati kebenaran. Namun terserah Anda juga untuk menilai manakah yang paling benar dari mitologi ini. Sekarang kita lihat lagi silsilah keluarga dewa-dewa Mesir:

Wikipedia menyatakan seperti ini mengenai mitologi Mesir:
Mitologi Mesir terdiri dari beberapa kelompok dewa, yang dinamakan Pesedjets. Teks Piramid dari dinasti ke-5 dan ke-6 menyebutkan ada Pesedjet Besar, Pesedjet Kecil, dan Dual Pesedjet, Pesedjet plural, dan bahkan Tujuh Pesedjet. Ada juga yang disebut Ennead. Ini adalah istilah Yunani yang menunjukkan sebuah kelompok sembilan (termasuk semua dewa kecuali Horus dan Anubis).
Kisah penciptaan Heliopolis berhubungan dengan lautan purba yang diwakili oleh Nun, muncul sebuah gundukan tanah yang diatasnya dewa yang lahir dari dirinya sendiri, Atum, duduk. Bosan dan sendirian, Atum meludah, atau menurut kisah lainnya, bermasturbasi menghasilkan Shu, yang mewakili udara dan Tefnut, mewakili kelembaban. Beberapa versi menyebutkan Atum – yang diidentifikasi sebagai Ra – ayah Shu dan Tefnut dengan Iusaaset, yang kadang digambarkan sebagai sebuah "bayangan" dalam pesedjet ini.
Sebaliknya, Shu dan Tefnut (udara dan kelembaban) kawin dan menghasilkan Geb, yang mewakili bumi, dan Nut, yang mewakili langit diwaktu malam. Karena kedekatan awal mereka, Geb dan Nut terus-menerus berhubungan intim sampai Shu memisahkan mereka, mengangkat Nut ke tempatnya di langit. Anak-anak Geb dan Nut adalah putra-putra Osiris dan Set dan putri-putri Isis dan Nephthy, yang kemudian membentuk pasangan.
Tidak seperti pohon silsilah dewa-dewa Yunani yang telah kita bahas dalam bagian I (Baca Hari-hari Zaman Nuh), disini kita mendapati konsep yang digambarkan dengan sangat aneh dan terus terang konyol. Dewa apa pun sampai ke tingkat Osiris dan Isis mewakili semacam sifat-sifat fisik dan personifikasi dari atmosfer dan daratan dari langit dan bumi. Seperti yang kita lihat dalam bagian sebelumnya (Baca Nibiru dan Anunnaki), hal yang sama digambarkan untuk pantheon Sumeria, yang diadopsi oleh orang-orang Babylon. Dalam hal ini, kita tidak memiliki dewa-dewa yang benar-benar menggambarkan individu sampai ke tingkatan Enlil, Enki dan Marduk (yang telah kita bahas sebagai penggambaran dari Nimrod). Dalam versi ini, Enlil muncul sebagai ekuivalen dari YHWH dan Enki muncul sebagai ekuivalen dari Lucifer. Meskipun dalam kedua kasus ini dengan mudah kita tulis sebagai "mitologi" dan cerita fantastis yang ditulis oleh kebudayaan-kebudayaan kuno, saya pikir tidaklah bijaksana untuk mengabaikan semuanya itu sama sekali. Bagi orang-orang kuno, kisah-kisah ini mewakili suatu bentuk kenyataan yang sesungguhnya.
Alkitab memegang kebenaran tertinggi untuk segala hal. Kitab-kitab didalam Alkitab diinspirasi oleh Tuhan. Sangat penting untuk memandang apa yang dilihat Tuhan mengenai dewa-dewa lain ini. Peperangan melawan dewa-dewa ini dimulai di Mesir, namun semakin kita perhatikan, ternyata itu jauh melampaui hanya orang-orang Mesir saja.

Mundur ke belakang ke Menara Babel, kita tahu Tuhan mengacau-balaukan bahasa, yang memisah-memisahkan umat manusia. Namun setiap kelompok manusia nampaknya mendapatkan seorang Malaikat (yang jatuh) sebagai dewa.
Ketika Yang Mahatinggi membagi bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misahkan anak-anak manusia, Ia menetapkan batas wilayah bangsa-bangsa menurut jumlah malaikat Allah.
Ulangan 32:8
Banyak terjemahan Alkitab yang menterjemahkan kalimat terakhir itu dengan kata-kata "menurut jumlah anak-anak Israel," tetapi manuskrip Gulungan Kitab Suci Laut Mati menuliskan "menurut jumlah anak-anak Allah," dan Alkitab versi Yunani Septuaginta menterjemahkan "menurut jumlah malaikat-malaikat Allah."
Saya kira itu interpretasi teks yang paling tepat, dan membuat ayat ini menjadi sangat penting. Disebutkan bahwa Tuhan mengkhususkan satu kelompok bagi diri-Nya sendiri.
Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
Ulangan 32:9-10
Saya mengutip kembali dari apa yang sudah tertulis di artikel Manusia Dengan Banyak Nama:
Ketika Yang Mahatinggi membagi bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misahkan anak-anak manusia, Ia menetapkan batas wilayah bangsa-bangsa menurut jumlah malaikat Allah.
Ulangan 32:8
Dalam Barne's Note on the Bible, ditulis,"Beberapa teks versi Yunani menyebutkan "menurut jumlah Malaikat Allah;" hal ini tampaknya tidak berbeda, tetapi menurut pemahaman Yahudi, jumlah bangsa-bangsa di bumi ada tujuh puluh jumlahnya (bandingkan catatan Kejadian 10:1), dan masing-masing bangsa memiliki malaikat pelindung sendiri (bandingkan Sirakh 17:17)."
Bagi tiap-tiap bangsa diangkat-Nya penguasa, tetapi Israel menjadi bagian Tuhan.
Sirakh 17:17
King Wells, penulis buku Ancient Myths and the Bible memperkuat pemahaman ini pada halaman 12 dan 13 dari bukunya:
Ingat, kita harus membuktikan suatu tesis dengan lebih dari satu sumber, jadi mari kita lihat Ulangan 4:19:
Dan supaya engkau jangan mengangkat matamu memandang ke langit, dan ketika kamu melihat matahari, dan bulan, dan bintang-bintang, bahkan semua tentara langit, hanya menjadi terdorong untuk menyembah mereka, dan melayani mereka, yang oleh TUHAN, Allahmu telah dibagi-bagi kepada semua bangsa di bawah kolong langit.
Sekali lagi, kita melihat bahwa Allah membagi bangsa-bangsa sesuai dengan tentara langit, dan dalam keseluruhan Kitab Suci, tentara langit mengacu kepada malaikat-malaikat...
Kitab Yashar menegaskan gagasan ini juga. Dalam pasal 48:43, menggambarkan tahta Firaun sebagai berikut.
Dan tahta yang diduduki raja ditutupi dengan emas dan perak dan batu onyx, dan ada tujuh puluh anak tangga.
Cerita itu berlanjut dengan menggambarkan alasan mengapa ada tujuh puluh tingkat, yang menyatakan bahwa itu mewakili 70 bahasa manusia. Perhatikan ayat 45b-47:
Juga setiap orang yang mengerti untuk berbicara dalam seluruh tujuh puluh bahasa, ia naik tujuh puluh langkah, dan naik dan berbicara sampai dia mencapai raja. Dan setiap orang yang tidak bisa menyelesaikan tujuh puluh, ia naik sebanyak langkah sebagaimana jumlah bahasa yang ia kuasai untuk berbicara. Itu adalah kebiasaan sehari-hari di Mesir supaya tidak ada yang dapat memerintah atas mereka, kecuali orang yang mengerti untuk berbicara dalam tujuh puluh bahasa.
Dalam bab berikutnya (Yashar), kita lihat tentang Yusuf yang dijadikan penguasa kedua di Mesir, ketika para perwira Firaun memprotes gagasan bahwa seseorang yang berkuasa atas mereka tidak mengetahui keseluruhan 70 bahasa. Ini akan menjadi masalah bagi Yusuf jika bukan karena malaikat Tuhan datang kepadanya malam hari itu dan mengajarinya seluruh 70 bahasa (Yashar 49:9-18).
Dalam artikel Manusia Dengan Banyak Nama, kita telah menyusun kepingan-kepingan puzzle yang berhubungan dengan Nimrod. Tapi sekarang kita akan melihat gambaran yang lebih besar. Nimrod mencari cara untuk "mencapai Surga", karena dia membayangkan dirinya dan pasukannya benar-benar dapat menyerang Tuhan dan para malaikat-Nya, kemudian mengambil alih tahta Surga. [note1]
Pembangunan menara ini bagi mereka merupakan suatu pelanggaran dan dosa, dan mereka mulai mendirikannya. Sementara mereka mendirikannya untuk melawan Tuhan Allah di Surga, mereka membayangkan dalam hatinya untuk berperang melawan Dia dan untuk naik ke Surga. Semua orang ini dan kaum keluarga mereka terbagi dalam tiga kelompok. Yang pertama berkata, "Kita akan naik ke surga dan berperang melawan Dia," yang kedua berkata, "Kita akan naik ke surga dan menempatkan dewa-dewa kita disana dan melayaninya," dan kelompok ketiga berkata, "Kita akan naik ke surga dan memukul Dia dengan panah dan tombak." Dan Allah tahu segala pekerjaan mereka dan segala pikiran jahat mereka, dan Dia melihat kota dan menara yang mereka bangun.
Yashar 9:25-26
Apa yang selanjutnya terjadi, menjelaskan jumlah bahasa yang dihubungkan dengan malaikat:
Allah berfirman kepada tujuh puluh malaikat yang berdiri didekat-Nya, kepada mereka yang ada di dekat-Nya, firman-Nya, "Mari Kita turun dan mengacaukan bahasa mereka, supaya orang yang satu tidak dapat mengerti bahasa temannya, dan Mereka melakukannya.
Yashar 9:32
Apa yang terjadi kemudian benar-benar menakjubkan dan sangat jelas menggambarkan kelompok dewa lain yang belum pernah kita sebutkan.
Maka Tuhan memukul tiga kelompok yang ada disana, dan Dia menghukum mereka sesuai perbuatan dan rencana mereka. Mereka yang berkata, "Kita akan naik ke surga dan melayani dewa-dewa kita," berubah menjadi seperti kera dan gajah. Mereka yang berkata, "Kita akan memukul surga dengan anak panah," Tuhan membunuh mereka, masing-masing orang melalui tangan temannya. Dan kelompok ketiga yang berkata, "Kita akan naik ke surga dan berperang melawan Dia," Tuhan mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi.
Yashar 9:35
Tuhan menghukum tiap-tiap kelompok sesuai rencana yang hendak mereka lakukan kepada Dia. Tuhan membunuh mereka yang berencana untuk membunuh Dia dan mencerai-beraikan kelompok ketiga ke seluruh bumi (dengan mengacaukan bahasa mereka). Tapi perhatikan apa yang Tuhan lakukan kepada kelompok kedua yang hendak melayani dewa-dewa mereka di Surga. Tuhan membuat mereka menjadi seperti kera dan gajah! Saya menduga ini menjelaskan adanya jutaan dewa dalam kepercayaan Hindu, khususnya dua dewa yang digambarkan sebagai manusia dengan kepala binatang – yang satunya kera, yang satunya gajah!

Menurut Wikipedia:
Ganesha banyak dihormati sebagai Penghilang Hambatan dan secara umum sebagai Dewa Permulaan dan Dewa Hambatan, pelindung kesenian dan ilmu pengetahuan, dan Dewa Kecerdasan dan Hikmat. Dia dihormati pada saat permulaan ritual dan upacara dan dimintai permohonan sebagai Pelindung Sastra selama proses penulisan. Beberapa teks menyajikan cerita mitologi yang jenaka tentang kelahirannya dan perbuatannya dan menjelaskan cirinya yang sangat berbeda.
Ganesha muncul sebagai dewa yang berbeda dalam bentuk yang dapat dikenali dengan jelas pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi, selama Periode Gupta, meskipun dia mewarisi sifat-sifat dari pendahulu Veda dan pra-Veda. Popularitasnya meningkat pesat, dan dia termasuk diantara lima dewa utama dari Smartisme (kelompok denominasi Hindu) pada abad ke-9. Sebuah sekte pemujaan bernama Ganapatya, yang menempatkan Ganesha sebagai dewa utama, muncul selama periode ini. Kitab-kitab suci utama yang ditujukan kepada Ganesha adalah Ganesha Purana, Mudgala Purana dan Ganapati Atharvashirsa. Untuk puji-pujian, dinyanyikan Ganesha Chalisa.
Sedangkan untuk "manusia dewa-kera" Hanuman, kera perkasa yang membantu Pangeran Rama dalam perjalanannya melawan pasukan jahat, adalah salah satu dewa paling populer dalam Pantheon Hindu. Hanuman dipercaya sebagai simbol dari Dewa Shiva, Hanuman disembah sebagai simbol kekuatan fisik, ketekunan dan pengabdian.

Kisah Hanuman dalam epik Ramayana – dimana dia diberikan tugas tanggung jawab untuk menemukan istri Rama, Sita yang diculik Ravana, raja Iblis dari Lanka – dikenal karena kemampuannya yang luar biasa untuk menginspirasi dan memperlengkapi sang pemimpin dengan semua hal yang dibutuhkan untuk menghadapi cobaan dan menaklukkan halangan di jalan dunia.
Jadi, kita lihat ada begitu banyak hal yang terjadi di Menara Babel. Kembali ke Ulangan 32, kita juga melihat bagaimana permainan ini diatur. Nampaknya seperti Tuhan sedang berkata kepada Lucifer, "OK. Begini aturannya. Engkau mendapatkan 70 bangsa untuk dikuasai. Aku hanya mengambil 1 bangsa. Jadi kemungkinannya besar, 70 banding 1 untuk keuntunganmu. Lakukan yang terbaik!
Semua jenis dewa-dewa dan mitologi berkembang di berbagai bangsa di dunia mulai dari saat itu. Dan dalam setiap dan pantheon dewa-dewa yang berkembang di seluruh dunia, kita bisa melihat berbagai komponen dari strategi Iblis. Kita bisa melihat dimana dia melakukan uji coba dan beberapa ide bisa berjalan dan beberapa diantaranya tidak. Yang bisa berjalan dia kembangkan. Yang tidak bisa berjalan, dia simpan, tetapi tidak digunakan – setidaknya dalam "permainan" yang melibatkan orang Israel.

Sebab ketika berhadapan dengan Yesus Kristus – Dia Yang Dipilih Allah – Lucifer sepertinya lebih memilih untuk menggunakan mitologi dewa-dewa Sumeria, Mesir dan Yunani sebagai senjata utamanya. Dan selagi kita berpikir dia akan menggunakan setiap kelompok dewa-dewa ini berturut-turut, nampaknya dia menggerakan Mesir untuk tampil di depan, sementara membangun rencana besar dengan bangsa Sumeria yang sudah dimulai pada zaman purbakala, tetapi mempunyai peranan besar di masa depan. Sementara itu, dia tampil juga didalam pantheon Yunani untuk menarik penyembahan langsung kepada dirinya sendiri.
Kita lihat peranan Mesir menjadi sangat kuat dan aktif tidak lama setelah kematian Osiris-Nimrod. Sekte penyembahan Osiris berkembang pesat. Namun selagi semuanya itu berkembang, Tuhan mengambil "bidak catur kecil" yang tidak signifikan dari antara para pemain-Nya, dan menempatkannya ditengah-tengah permainan. Seorang pemuda Ibrani sederhana bernama Yusuf dijual sebagai budak di Mesir. Tetapi di dalam tahanan, Tuhan punya suatu rencana. Pada waktunya, Yusuf bangkit ke suatu posisi yang sangat berkuasa di Kerajaan Mesir. Lalu terjadilah kelaparan di tanah Kanaan. Dan terjadilah kisah penyelamatan yang sangat indah dan mengharukan. Tetapi perhatikanlah jumlah keluarga Yakub yang datang ke Mesir.

Anak-anak Yusuf yang lahir baginya di Mesir ada dua orang. Jadi keluarga Yakub [termasuk Yusuf dan Yakub sendiri] yang tiba di Mesir, seluruhnya berjumlah tujuh puluh jiwa.
Kejadian 46:27
Menarik bukan? Dari Menara Babel, Iblis memulai dengan 70 bangsa. Tuhan memilih 1 orang (Abram) untuk menjadi perwakilan-Nya di bumi. Lalu di pertengahan dari rencana 430 tahun, pada puncak perkembangan kerajaan global dunia, Tuhan membawa 70 orang pilihannya ke Mesir[note2]. Kisah ini berlanjut dengan peristiwa yang sangat ajaib dan indah tentang reuni Yusuf dengan ayahnya, Yakub. Yusuf mengampuni kesalahan saudara-saudaranya – suatu model dari Yesus Kristus yang menjadi panutan bagi kita. Namun rupanya masih ada banyak hal lagi.
Seperti disebutkan di atas, tidak ada seorang pun budak Ibrani di Mesir selama 400 tahun. Akhirnya Yakub mati, lalu Yusuf mati (umur 110 tahun) dan akhirnya semua saudara-saudara Yusuf juga mati. Sekarang ini sudah lewat dari pertengahan dari garis 430 tahun yang digambarkan oleh Paulus mulai dari Abraham sampai kepada Musa, ketika bangkit seorang Firaun yang "tidak kenal kepada Yusuf." Tetapi Firaun yang ini benar-benar berbeda. Firaun yang ini benar-benar berpikir dirinya adalah Tuhan! Bagaimana ini bisa terjadi?
Perlu diingat, sekte baru penyembahan Osiris secara diam-diam berkembang pesat di belakang layar, selagi drama orang-orang Ibrani sedang dimainkan di panggung utama – dengan Yusuf sebagai pemain utama. Setelah Yusuf dan saudara-saudaranya mati, tiba-tiba situasi berbalik! Iblis menggerakkan bidak caturnya – manusia-dewa Firaun ke tengah-tengah permainan. Dan mulailah terjadi penindasan – situasi menjadi panas – dan umat Tuhan mengalami penderitaan.
Namun kemudian, Tuhan membangkitkan pemain kunci-Nya yang akan menjadi pemenang – Musa! Mungkin dengan sedikit menyindir Iblis, Tuhan sengaja menempatkan bayi Musa di dalam keranjang alang-alang yang dihanyutkan oleh Sungai Nil, namun menjaga keselamatan nyawanya (tidak seperti Osiris – yang menurut mitologi baru yang sedang populer di Mesir saat itu – juga dihanyutkan didalam peti oleh Sungai Nil tetapi akhirnya mati tenggelam).

Dari titik inilah, Tuhan akan menjalankan peperangan besar-besaran kepada dewa-dewa penguasa dunia saat itu. Kisah Eksodus – keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir…
Bersambung : Mitologi & Penyesatan Besar Akhir Zaman – Bab 4 – Membangun Bangsa Yang Murni
[note1]
Bahkan menurut Josephus, sejarawan Yahudi, Nimrod mengatakan, "Dia akan membalaskan dendam kepada Allah, jika Dia punya pikiran untuk menenggelamkan dunia lagi. Karena itu dia membangun menara yang begitu tinggi sehingga air bah tidak bisa mencapainya. Dan dia sendiri akan membalas dendam kepada Allah karena menghancurkan nenek moyangnya (para Nephilim dan Malaikat yang Jatuh).
Antiquities of the Jews, Book 1 Chapter 4 [back]
[note2]
Fakta ini menunjukkan sudut pandang berbeda dari Ulangan 32:8.
Ketika Yang Mahatinggi membagi bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misahkan anak-anak manusia, Ia menetapkan batas wilayah bangsa-bangsa menurut jumlah malaikat Allah.
Dalam artikel Manusia Dengan Banyak Nama, sudah saya tunjukkan bahwa beberapa terjemahan Alkitab menterjemahkan bagian yang terakhir itu dengan kata-kata "menurut jumlah anak-anak Israel." Yang sangat menarik tentang terjemahan ini adalah bahwa ada 70 bangsa (dan malaikat penguasa yang memerintah atas mereka). Kejadian 46:27 menyatakan bahwa semua anak-anak Yakub (Israel) yang pergi ke Mesir berjumlah 70 orang. Dan yang kita lihat dalam Keluaran, 70 orang ini bertumbuh-kembang menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk menjungkirbalikkan 70 penguasa/dewa-dewa dunia! Dengan kata lain, akan tiba waktunya ketika seluruh bangsa-bangsa di dunia ini akan diperintah oleh anak-anak Israel (yang sekarang, melalui Yesus Kristus, termasuk dengan orang-orang-Nya yang percaya), memerintah dari Yerusalem didalam Kerajaan Seribu Tahun Mesias.
Artikel ini adalah Bab ke-4 dari Seri Mitologi & Penyesatan Besar Akhir Zaman (Allah vs ilah-ilah).
Bab-bab sebelumnya dapat Anda baca di sini:
Bab 1 – Hari-hari Zaman Nuh
Bab 2 – Nibiru dan Anunnaki
Bab 3 – Mesir dan Firaun
Bab 4 – Membangun Bangsa yang Murni, Israel
Pada waktu Musa mulai masuk ke panggung, Iblis sudah memiliki belasan bangsa-bangsa yang ada di bawah kekuasaannya. Sekarang, Allah menginginkan suatu bangsa juga. Suatu bangsa yang bisa Dia sebut sebagai milik kepunyaan-Nya sendiri – hanya satu saja yang Dia butuhkan. Bangsa itu akan dikenal di seluruh dunia sebagai Israel. Tapi bagaimana pertama kalinya Israel menjadi suatu bangsa?
Setiap orang tahu bahwa Abraham memperanakkan Ishak dan Ishak memperanakkan Yakub dan Yakub bergulat dengan Malaikat Tuhan di tepi Sungai Yaboq dan Tuhan mengubah namanya menjadi Israel. Dan Yakub alias Israel mempunyai dua belas anak laki-laki. Namun pada saat itu, semua yang dimiliki Allah hanyalah dua belas orang saja. Sama sekali tidak dapat disebut sebagai suatu bangsa. Jadi, bagaimana dari dua belas orang ini bisa menjadi sebuah bangsa kecil sejumlah dua juta jiwa? Kebanyakan orang akan berkata itu terjadi sebagai akibat dari Eksodus.
Pada bab terdahulu (Mesir dan Firaun), kita sudah membahas banyak kesalahpahaman mengenai hal perbudakan Yahudi di Mesir. Yusuf dijual sebagai budak bukan oleh saudara-saudaranya, tapi orang Midianlah yang menjualnya. Kita juga telah membahas bahwa tidak satu pun anak-anak Abraham menjadi budak di Mesir selama waktu 400 tahun. Padahal sebenarnya, mereka menjadi budak tidak sampai selama itu.
Kitab Yashar mencatat:
Persinggahan bani Yisrael, selama tinggal di tanah Mesir dalam pekerjaan yang berat, adalah dua ratus sepuluh tahun.Pada akhir tahun kedua ratus sepuluh, Yahweh membawa bani Yisrael keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat.Yashar 81:3,4
Karena itu, tidak heran ada lebih banyak kisah Eksodus lainnya daripada yang sudah kita pelajari di sekolah minggu. Dan memang benar. Misalnya, alasan kenapa orang Israel perlu pergi ke Mesir pada mulanya?
Paulus menyebutkan adanya batasan 430 tahun:
Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbitempat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.Galatia 3:16-18 (TB)
Melewati paruh kedua batasan 430 dari Paulus, kita lihat bahwa Yusuf sudah diangkat menjadi "Pangeran Mesir", sebagai orang kedua di bawah Firaun. Dan kita ingat bahwa Yakub dan anak-anaknya turun ke Mesir karena kelaparan yang melanda seluruh tanah Kanaan. Tapi ada alasan yang lebih besar bagi mereka untuk turun ke Mesir daripada sekedar karena kelaparan. Dan inilah kisahnya…
Sebelumnya kita telah mempelajari bahwa di Menara Babel, pembagian bahasa menyebabkan umat manusia terbagi-bagi menjadi 70 kelompok manusia atau bangsa. Ini berdasarkan tradisi Rabbinic yang kuat, namun Kitab Suci juga mendukung hal ini. Israel dikenali di antara 70 bangsa ini sebagai keturunan Eber, bapa leluhur orang-orang Ibrani. Menurut Midrash, kepada setiap bangsa ditugaskan seorang malaikat penjaga (bandingkan Daniel 10:13-20), yang nampaknya menjadi dasar untuk adanya tujuh puluh anggota Sanhedrin. Dengan kata lain, dipercayai bahwa malaikat-malaikat bangsa-bangsa ini dianggap sebagai semacam "Sanhedrin surgawi" atau oleh sebagian orang disebut "Sidang Ilahi" (Torah Club Volume V, halaman 32, First Fruits of Zion).
Yang Maha Kudus, diberkatilah Dia, berpaling kepada tujuh puluh malaikat yang mengelilingi tahta kemuliaan-Nya dan berfirman, "Marilah kita turun dan mengacaukan tujuh puluh bangsa dan tujuh puluh bahasa." Kemudian mereka membuang undi mengenai berbagai bangsa. Setiap malaikat menerima suatu bangsa, namun bagian Israel jatuh ke tangan Allah, seperti ada tertulis:Karena bagian YAHWEH ialah umat-Nya, Yakub ialah bagian dari milik pusaka-Nya.Ulangan 32:9Pirkei d'Rabbi Eliezer mengutip dari Kitab Ulangan
Hal ini juga diperkuat oleh Kitab Yashar:
Dan Elohim berfirman kepada tujuh puluh malaikat yang berdiri di hadapan-Nya, kepada mereka yang dekat kepada-Nya, firman-Nya, "Marilah kita turun dan mengacaukan lidah mereka, supaya orang yang satu tidak dapat mengerti bahasa temannya." Dan itu diperbuat-Nya kepada mereka.Yashar 9:32
Ada berbagai perdebatan mengenai bagaimana menghitung daftar 70 bangsa dari silsilah orang-orang yang dituliskan dalam Kejadian 10, yang sering disebut sebagai "Tabel Bangsa-bangsa."
Salah satu perdebatan adalah tentang Filistin. Jika mereka dihitung, jumlahnya jadi 71. Filistin berasal dari Kaftor (Caphtorim). Tidak dikatakan bahwa mereka sudah ada pada waktu itu. Jadi dengan menghilangkan Filistin, jumlah totalnya 70 – yang berasal dari anak-anak Nuh. Perdebatan lainnya adalah jika kita menambahkan Nuh dan ketiga anaknya, hasil akhirnya 74. Tapi ini dapat diatasi dengan menganggap bahwa Nuh, Shem, Eber dan Peleg dihitung sebagai mereka yang dikenal sebagai bangsa Ibrani, yang berasal dari Peleg melalui Eber, keturunan Shem, anak Nuh. Inilah garis keturunan yang menurunkan Messiah dan dianggap sebagai satu bangsa/bahasa/kelompok orang. Tabel berikut menggambarkan bagaimana "Tabel Bangsa-bangsa" terbagi-bagi menurut keturunan Nuh dan kaum keluarganya seperti dijelaskan dalam Kejadian 10.

Hal pertama yang menjadi amat sangat jelas adalah bahwa anak-anak Ham benar-benar mengerti dan menjalankan dengan serius perintah "beranakcuculah dan berkembangbiaklah!" Dalam bahasa Ibrani, jika suatu kata memiliki akhiran "-im" seperti "Kaftorim", itu artinya jamak, banyak. Sedangkan akhiran "i" artinya keturunan yang berasal dari. Misalnya "Hamati" artinya kelompok orang yang berasal dari seseorang yang bernama Hamat. Karena itu, Anda bisa melihat begitu banyak anak-anak yang dihasilkan dari garis keturunan Ham.
Mengapa Ham dan keturunannya diberikan perhatian khusus dalam Kejadian 10?
Bagi Anda yang belum tahu: sebab dari keturunan Ham banyak dihasilkan para raksasa (Nephilim)!
Ingat apa yang sudah kita bahas dalam artikel Eksperimen Kejadian 6.
Keturunan Kanaan mendiami negeri yang diberi nama yang sama seperti namanya bapa leluhur mereka, Tanah Kanaan. Dan kita tahu dari Kitab Suci bahwa Kanaan penuh dengan raksasa. Setelah Eksodus, mata-mata Israel pergi ke negeri itu dan melihat diri mereka seperti belalang jika dibandingkan (Bilangan 13:33). Yosua dan pasukannya harus membersihkan negeri ini dari para raksasa dan mereka berhasil melakukannya (walaupun tidak tuntas)! Inilah bangsa-bangsa ras raksasa yang dihapuskan orang Yahudi di dalam Perjanjian Lama (seperti Het, Yebus, Amori, dsb.)Para raksasa ini benar-benar besar. Orang Israel bahkan membual tentang ukuran salah satunya – seorang yang bernama Og dari Bashan. Menurut Patrick Heron, dalam bukunya The Nephilim and the Pyramid of the Apocalypse, dengan menganggap 1 hasta Yahudi = 25,025 inchi, dia menyimpulkan bahwa tempat tidur orang ini panjangnya mencapai 18 kaki (5,49 m), menandakan bahwa orang ini sendiri tingginya hampir segitu. Jadi, kita lihat bahwa Kanaan jelas-jelas punya gen Nephilim yang sangat kuat.
Bagaimana raksasa-raksasa ini bisa muncul di sana? Banyak sarjana, guru, peneliti, yang berbicara mengenai "serangan gelombang kedua" dari aktivitas Malaikat yang Jatuh yang dilakukan Pasca-Banjir Besar – atau bisa dibilang "Eksperimen Kejadian 6" tahap dua. Mereka menggambarkan peristiwa ini lebih kecil lingkupnya daripada yang pertama, namun tetap bahwa para malaikat turun lagi (dari surga) dan kawin dengan para perempuan. Namun tampaknya, setidaknya menurut Kitab Suci, para malaikat ini hanya menyukai perempuan dari garis keturunan Ham (untuk alasan yang sangat aneh dan benar-benar tidak dapat dijelaskan).
Dasar pemikiran itu sepenuhnya bergantung kepada satu ayat ini saja:
Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.Kejadian 6:4
Lalu biasanya dengan cepat argumen itu dilanjutkan dengan ayat pendukung ini:
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.Pengkhotbah 1:9
Mereka menggunakan ayat Kejadian 6:4 sebagai dasar untuk menjelaskan kemunculan "kembali" para raksasa di bumi sesudah Banjir Besar. Tapi perhatikan bagaimana kalimat ini ditulis. Kebanyakan orang membaca kalimat ini sebagai berikut:
Pada waktu itu orang-orang raksasa (Nephilim) ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika (Ibrani: asher) anak-anak Allah (para malaikat) menghampiri (terus-menerus) anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka…
Namun, berdasarkan banyak arti dan penggunaan dari kata Ibrani "asher", Kejadian 6:4 juga dapat dipahami sebagai berikut:
"KARENA (Ibrani: asher) anak-anak Allah (para malaikat) menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka, orang-orang raksasa (Nephilim) ada di bumi pada waktu itu, dan juga pada waktu sesudahnya…"
Dengan kata lain, tidak harus terjadi "Serangan Bertubi-tubi" untuk menghasilkan raksasa Nephilim Pasca-Banjir Besar. Sangat mungkin raksasa yang muncul setelah Banjir Besar adalah dampak – atau hasil – dari "serangan" mula-mula yang terjadi pada peristiwa Kejadian 6.
Jika Anda tertarik dengan topik ini, mungkin Anda pernah membaca atau mendengar orang-orang berbicara mengenai para raksasa Nephilim Pasca Banjir Besar, berdasarkan interpretasi umum dari ayat di atas – dengan pemahaman bahwa para malaikat turun dari Surga dan kawin lagi (secara terus-menerus) dengan perempuan setelah Banjir Besar. Itu disebut dengan teori "Serangan Bertubi-tubi." Walaupun itu adalah pandangan umum yang dominan, kita akan melihat sudut pandang lain untuk dipertimbangkan.
Satu ayat (Kejadian 6:4) ini menimbulkan perdebatan di dua kubu, masing-masing memberikan asumsi untuk menjelaskan fakta keberadaan para raksasa di Bumi baik sebelum Banjir Besar, maupun sesudah Banjir Besar. Jadi pertanyaannya adalah, mana di antara kedua teori ini yang benar, masuk akal, diteguhkan oleh Kitab Suci, dengan mempertimbangkan semua bukti-bukti yang tersedia bagi kita.
Ada alasan-alasan khusus yang menjadikan teori "Serangan Bertubi-tubi" tidak mungkin terjadi. Dan itu sudah kita bahas panjang lebar dalam artikel Kembalinya Nephilim – Serangan Bertubi-tubi dan Kembalinya Nephilim - Sebelum Banjir Besar. Namun untuk memperjelas topik yang sedang kita bahas, berikut ini ringkasannya:
1. Kitab Henokh dan Kitab Yobel menjelaskan secara detail, bahwa pada hari-hari zaman Yared, ayah Henokh, 200 Malaikat Pengawas turun dari Surga ke puncak Gunung Hermon. Mereka mengambil istri-istri dari antara anak-anak perempuan manusia, dan menyetubuhi mereka. Perempuan-perempuan itu melahirkan bagi para Malaikat Pengawas itu raksasa-raksasa besar. Mereka ini menghancurkan seluruh Bumi. Dan Tuhan akhirnya menghukum raksasa-raksasa ini dan para ayah mereka (Malaikat Pengawas).
Penghakiman yang dijatuhkan kepada 200 Malaikat Pengawas yang melakukan Eksperimen Kejadian 6 benar-benar amat sangat berat dan sepertinya para Malaikat yang Jatuh lainnya tidak akan mengambil resiko itu. Menurut Kitab Suci, malaikat-malaikat ini ditahan atau dipenjara di dalam Tartarus, dirantai dengan rantai kegelapan yang kekal.
Juga para malaikat, mereka yang tidak menjaga asal-usul mereka sendiri, malah telah meninggalkan kediamannya sendiri, Dia telah menahan mereka dengan belenggu abadi di bawah kekelaman, sampai pada penghakiman pada hari yang besar.Yudas 1:6 (ILT)Sebab, jika Allah tidak berbelaskasihan atas malaikat-malaikat yang telah berdosa, sebaliknya, Dia malah menyerahkan ke dalam belenggu kegelapan dengan melemparkannya ke dalam tartarus untuk ditahan sampai penghakiman;2 Petrus 2:4 (ILT)
Karena itu, malaikat mana yang mau mempertaruhkan kehilangan sedikit "kemerdekaan yang tersisa" sebelum tiba "waktu" Penghakiman Akhir? Jika Anda tahu Anda memiliki 5000 tahun kebebasan yang akan diakhiri dengan Penghakiman yang mengerikan, tidakkah Anda akan mempergunakan sebaik-baiknya 5000 tahun itu? Tentu saja Anda tidak dapat melakukan hal itu jika Anda diikat dengan belenggu rantai di dalam kegelapan penjara jurang maut yang dahsyat yang disebut Tartarus! Malaikat Pengawas yang ada di sana tidak hanya akan dihakimi pada Penghakiman Akhir, namun mereka juga harus kehilangan 5000 tahun "kemerdekaan" yang bisa mereka peroleh sebelum akhirnya dihakimi. Melihat hal itu, rasanya tidak ada malaikat lain yang bersedia secara sukarela untuk melakukan Eksperimen Kejadian 6 lagi. Itu tidak masuk di akal.
2. Allah adalah adil. Karena itu, konsekuensi yang sama akan menimpa malaikat mana pun yang berpikir hendak melakukan apa yang telah diperbuat Malaikat Pengawas pada peristiwa Kejadian 6:1-4. Sebagai tambahan, Lucifer tahu dia sudah kalah 2:1. Karena itu, sebagai ahli strategi yang telah mendedikasikan dirinya untuk menentang segala sesuatu yang baik, dia tidak akan mempertaruhkan kehilangan lebih banyak pasukan jahatnya di dalam jurang maut. Itu adalah strategi militer yang buruk di dalam standar dunia mana pun. Pemimpin militer mana pun yang telah memutuskan untuk berperang melawan musuh yang lebih superior sementara sudah kalah 2:1 akan mencari cara yang lebih efektif untuk memperbesar peluang kemenangannya, dan bukannya melakukan strategi yang akan mengurangi peluang kemenangannya. Dan karena Lucifer lebih cerdik dari manusia, yang tidak akan mengambil resiko kehilangan pasukan berharganya dalam situasi seperti itu, rasanya dia tidak akan berbuat itu. Ahli strategi yang cerdik akan mempergunakan pasukannya yang ada dengan sebaik-baiknya dan mencari cara lain untuk mendapatkan keuntungan apa pun yang dapat dia capai dengan sumber daya yang tersedia baginya. Kehilangan pasukan sementara sudah kalah jumlah bukanlah keuntungan.
3. Jika kita percaya Alkitab selalu meneguhkan dan menjelaskan dirinya sendiri, maka harus dicatat bahwa tidak ada satu ayat pun yang menyatakan bahwa ada malaikat yang kawin LAGI dengan kaum perempuan manusia. Tidak satu pun. Kita bahkan tidak menemukan bukti perbuatan semacam itu terjadi lagi di dalam teks-teks Ibrani di luar Kitab Suci – setidaknya tidak di Kitab Yashar, Kitab Yobel maupun Kitab Henokh. Tiga kitab yang telah memberikan kepada kita detail yang sangat melimpah mengenai aktivitas Malaikat yang Jatuh. Bahkan sejarawan Yahudi, Josephus, juga tidak mendukung ide terjadinya "Serangan Bertubi-tubi" dalam semua tulisan-tulisannya mengenai sejarah Yahudi. Fakta sederhananya adalah, orang-orang Ibrani awal tidak mencatat apa pun tentang aktivitas malaikat yang kawin LAGI dengan kaum perempuan SESUDAH terjadinya Banjir Besar di zaman Nuh.
Namun, dalam seri artikel Kembalinya Nephilim, kita melihat banyak ayat yang mengkonfirmasi ide bahwa "semua" raksasa yang ada Pasca Banjir Besar adalah keturunan dari para raksasa sebelumnya – sebagian besar berasal dari garis keturunan Ham, anak Nuh. Banyaknya ayat Alkitab (ditambah tulisan-tulisan Ibrani di luar Alkitab: Kitab Yashar, Kitab Yobel, Kitab Henokh) menegaskan kebenaran teori "Penyebab Pertama dengan Dampak Genetik yang Berlanjut" dan menolak teori "Serangan Malaikat secara Bertubi-tubi."
4. Kitab-kitab kuno menyatakan bahwa raksasa Sebelum Banjir Besar itu benar-benar sangat raksasa! Menurut Kitab Henokh, generasi pertama Nephilim (yang dikenal oleh orang Yunani sebagai Titan) tingginya mencapai 450 kaki (135 meter)!
Dan mereka (istri-istri Malaikat Pengawas) mengandung dan melahirkan raksasa besar yang tingginya tiga ribu ells.Henokh 7:2
Jika ini adalah hasilnya jika malaikat kawin dengan perempuan, kenapa kita tidak melihat raksasa-raksasa sebesar ini lagi Sesudah Banjir Besar, jika memang benar terjadi lagi "serbuan" berikutnya? Raksasa Pasca-Banjir terbesar yang bisa kita jumpai dalam Alkitab tingginya sekitar 100-150 kaki (45 meter), digambarkan di Kitab Amos sebagai orang Amori yang tingginya seperti pohon cedar atau aras.
Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah.Amos 2:9 (TB)

Pohon aras Libanon tumbuh sampai 100-150 kaki (45 meter). Raksasa sebesar 45 meter itu pun, hanya seperempat dari raksasa Pra-Banjir Besar yang disebutkan oleh Henokh! Dan generasi-generasi berikutnya semakin kecil lagi dari itu! Og raja Bashan hanya 15-18 kaki (5,4 meter) tingginya dan si "kecil" Goliath itu hanya 9-12 kaki (3,6 meter) tingginya. Dari 450 kaki (135 meter) sampai hanya menjadi 12 kaki (3,6 meter)? Apa yang terjadi? Jika para malaikat kawin lagi dengan perempuan setelah Banjir Besar, kenapa terjadi penyusutan tinggi badan yang demikian drastis?

Cedrus Libani, aras Libanon
5. Generasi pertama Nephilim Pra-Banjir Besar hanya hidup selama 500 tahun (Henokh 10:10). Tapi nampaknya ada generasi kedua, ketiga, dan seterusnya yang ada di Bumi dengan total durasi kira-kira 1200 tahun. Di sepanjang masa itu, Kitab Kejadian menyatakan kepada kita bahwa mereka sanggup secara menyeluruh merusak/mencemari seluruh makhluk hidup (Kejadian 6:12). Itu begitu rusaknya sehingga satu-satunya yang dapat diperbuat Allah hanyalah menghapuskan segala makhluk hidup dan memulainya kembali dari awal!
Dari Kitab Suci, Kitab Henokh, Kitab Yobel dan Kitab Yashar kita bisa membaca apa yang terjadi pada waktu itu:
Adapun bumi telah rusak di hadapan Elohim, bahkan bumi itu dipenuhi dengan kekerasan.
Maka Elohim menilik bumi, dan lihatlah, dia telah rusak, karena setiap manusia telah merusak jalan hidupnya di bumi.
Kejadian 6:11,12Mereka ini (raksasa) melahap semua hasil jerih payah manusia sampai-sampai manusia tidak dapat bertahan lagi. Kemudian para raksasa berbalik menyerang manusia untuk memakan mereka. Dan mereka mulai berbuat dosa kepadaburung-burung dan binatang-binatang, kepada binatang-binatang yang merayap, dan ikan-ikan, dan saling memakan daging mereka sendiri, dan meminum darahnya. Dan bumi mengeluh karena kejahatan mereka.Henokh 7:3-6Karena tiga hal inilah datang air bah di atas bumi, yaitu, karena percabulan dimana para Malaikat Pengawas bertentangan dengan ketetapan bagi mereka pergi melacurkan diri dengan anak-anak perempuan manusia, dan mengambil bagi mereka istri-istri dari semua yang mereka pilih, dan mereka mengawali permulaan kenajisan.Mereka melahirkan anak-anak lelaki, Naphidim, dan mereka semuanya tidak sama, dan mereka saling melahap satu sama lain: para raksasa membunuh Naphil, dan Naphil membunuh Eljo, dan Eljo [membunuh] manusia, dan manusia seorang akan yang lain.Dan setiap orang menjual dirinya untuk melakukan kejahatan dan untuk menumpahkan banyak darah, dan bumi penuh dengan kejahatan.Yobel 7:21-23Dan para hakim dan penguasa mereka pergi kepada anak-anak perempuan manusia dan mengambil istri-istri mereka dengan kekerasan dari suami mereka sesuai pilihan mereka. Anak-anak manusia pada waktu itu mengambil kawanan ternak di bumi, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan mengajarkan mencampur hewan antara satu jenis dengan jenis lainnya, dengan maksud untuk memancing murka Yahweh. Elohim melihat seluruh bumi dan semuanya rusak, karena semua makhluk telah rusak jalan hidupnya di bumi, semua manusia maupun semua hewan.Yashar 4:18
Baca:
Jika kita melihat ini dari sudut pandang strategi, kita harus berkata bahwa ini benar-benar strategi militer yang sangat efektif yang dilancarkan oleh para Malaikat yang Jatuh! Jika tujuan Lucifer adalah menghapuskan Benih Ilahi, dia benar-benar melakukan pekerjaan yang mengagumkan hanya dengan 200 Malaikat dalam kurun waktu 1200 tahun! Nah, sekarang dia punya waktu 5 kali lipat untuk mengulanginya lagi (sesudah Banjir Besar) dengan jumlah malaikat yang jauh lebih banyak, lalu kenapa kita sekarang ini masih ada? Jika dia bisa melakukan lagi apa yang pernah dia lakukan pada mulanya, kenapa dia tidak dapat melakukannya lagi dengan kurun waktu lebih panjang dan jumlah malaikat lebih banyak? Dunia ini seharusnya sudah benar-benar rusak 5 kali lipat sejak zaman Nuh jika "serbuan para malaikat secara bertubi-tubi" itu benar-benar terjadi.
6. Pendapat yang menyatakan bahwa Allah mendatangkan Banjir Besar karena perbuatan Malaikat Pengawas dalam Eksperimen Kejadian 6membuat kita percaya bahwa Tuhan Allah tidak mengijinkan hal itu terjadi lagi. Tetapi rupanya Dia mengijinkan kode genetik mikroskopik Nephilim untuk ikut naik ke atas bahtera Nuh, dengan tujuan bahwa suatu hari, umat pilihan-Nya akan menghapuskan sama sekali benih Nephilim itu. Dengan melakukan ini, bangsa-bangsa di dunia akan takut kepada-Nya dan umat pilihan-Nya.
Roh Jahat dan Alien Grey
Henokh 15:6-12 menyatakan kepada kita bahwa roh-roh yang keluar dari tubuh Nephilim yang telah mati itu menjadi roh-roh jahat (sering juga disebut "iblis" atau "setan").
Dan sekarang para raksasa, yang telah diperanakkan dari roh dan daging, akan disebut roh-roh jahat di bumi, dan tempat tinggal mereka akan ada di atas bumi. Roh-roh jahat akan keluar dari tubuh mereka; karena mereka diciptakan dari atas, awal mula mereka berasal dari malaikat penjaga kudus, mereka akan menjadi roh-roh jahat di atas bumi, dan akan disebutroh-roh jahat.Henokh 15:8,9
Menurut para peneliti seperti LA Marzulli, Tom Horn, Steve Quayle, Chuck Missler, Gary Stearman, Rob Skiba dan banyak lainnya, apa yang disebut "Alien Grey" itu tidak lebih dari tubuh biologis – atau tubuh lahiriah – yang dapat didiami oleh roh-roh Nephilim yang telah mati (alias roh jahat atau iblis).

Alien Grey
Sejak zaman Yesus Kristus, mereka ini ditundukkan kepada kekuasaan-Nya dan orang-orang percaya. Kita dapat mengusir mereka keluar dari tubuh, dengan nama Yesus. Jadi karena itu, mereka menciptakan tubuh mereka sendiri dari material genetika dan menggunakannya sebagai tubuh lahiriah yang dengan itu mereka dapat berinteraksi dengan dunia fisik, dunia material. Namun banyak orang telah salah memahami dan menganggap bahwa "Alien Grey" dan sejenisnya itu adalah makhluk cerdas, spesies ciptaan Tuhan lainnya yang berasal dari luar angkasa, dari bintang-bintang atau planet-planet lain di alam semesta. Bukan, mereka adalah iblis, dan memiliki kemampuan paranormal satanik, seperti telepati.

Salah satu kejadian terkenal jatuhnya pesawat Alien adalah di Roswell, New Mexico pada tanggal 7 Juli 1947 (777). Peristiwa ini ditutup-tutupi sepenuhnya oleh pihak Pemerintah Amerika Serikat.

Peristiwa yang dicatat dalam Kejadian 6 adalah tindakan langsung sebagai respon terhadap nubuat di Kejadian 3:15.
Dan Aku (Yahweh) akan mengadakan permusuhan antara engkau (ular, Ibrani: nâchâsh) dengan wanita ini (Hawa), dan antara keturunanmu (Ibrani: zera‛; benih) dengan keturunannya (Ibrani: zera‛; benih). Dia akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
Sejak saat itu, Lucifer berusaha mencemari atau merusak benih perempuan itu. Dia gagal, dan akhirnya Messiah dilahirkan dan menyelesaikan misi-Nya di dunia. Jadi rencana itu gagal, dan para malaikat yang memberontak itu tidak dapat diampuni. Mereka tahu Penghakiman Akhir yang menanti mereka. Jadi, mungkinkah roh-roh jahat dari Nephilim ini berusaha mendapatkan penebusan dengan jalan menjadi manusia? Kita tidak tahu. Namun, jelas-jelas sedang terjadi apa yang disebut program hybridisasi dan pembiakan manusia. Ahli yang meneliti kasus ini secara khusus adalah Dr. David Jacobs, yang menyelidiki puluhan ribu kasus penculikan manusia oleh Alien dan UFO. Dia adalah seorang atheis yang skeptis. Namun dari puluhan ribu kasus kesaksian para korban "penculikan Alien," membuatnya berubah pikiran, karena dia mendapatkan data-data yang melimpah bahwa tujuan mereka (Alien) adalah menciptakan hybrid, makhluk campuran antara manusia dan Alien yang memiliki bentuk fisik yang sama seperti manusia.
7. Hampir seluruh kasus "penculikan Alien" yang tercatat di zaman modern ini berhubungan dengan pengambilan sel sperma, sel telur dan bahan-bahan genetika lainnya, dan dilanjutkan dengan penanaman embrio di dalam rahim, dan pengambilan janin dari rahim "korban penculikan Alien" melalui serangkaian eksperimen ilmiah. Bahkan di zaman kuno, dalam tulisan-tulisan Sumeria, dewa-dewa mereka, Anunnaki secara genetika memodifikasi makhluk hidup yang ada dengan tujuan menghasilkan keturunan hybrid (campuran). Dalam kedua kasus ini, kita berbicara mengenai laboratorium ilmiah dan penggunaan teknologi.
Sekiranya yang harus dilakukan para malaikat hanyalah berhubungan seks, tentu di dunia sekarang ini tidak perlu ada fenomena kemunculan fenomena "Alien Grey" dan manipulasi ilmiah material genetika. Kenapa tidak berhubungan seks saja? Tentu itu jauh lebih mudah dilakukan oleh para malaikat itu. Iblis memilih jalan eksperimen genetika ini karena dia harus melakukannya – dengan tujuan untuk melakukan apa yang pernah dia lakukan sebelumnya dalam Eksperimen Kejadian 6.
Tidak adanya catatan kuno tentang aktivitas malaikat Pasca-Banjir di dalam seluruh kisah keberadaan raksasa di Bumi, ditambah lagi dengan hal-hal yang sudah disebutkan di atas, membawa kita kepada kesimpulan logis bahwa teori "Serangan Malaikat secara Bertubi-tubi" itu tidak terjadi lagi. Sekaligus kesimpulannya, raksasa yang muncul kembali Pasca-Banjir Besar itu datang dengan jalan lain. Dan itu nampaknya sebagian besar berpusat pada garis keturunan Ham, anak Nuh.
Mempelajari garis keturunan Ham sangat penting untuk memahami semuanya ini, demikian juga memahami Perjanjian Lama. Bahkan Musa nampaknya berusaha menarik perhatian kita kepada Ham dan keturunannya:
Dan anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Shem, Ham, dan Yafet. Dan Ham adalah ayah Kanaan.Kejadian 9:18 (ILT mod)
Kenapa Musa menyebutkan secara khusus tentang Ham dan Kanaan? Seperti disebutkan di atas, kita bisa menduga bahwa Kanaan adalah anak pertama yang dilahirkan sesudah Banjir Besar (bahkan mungkin dia dilahirkan dalam tahun ketika mereka masih ada di dalam bahtera). Dan segera sesudah peristiwa Banjir Besar, kita menemukan kisah insiden aneh:
Dan anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Shem, Ham, dan Yafet. Dan Ham adalah ayah Kanaan.Inilah ketiga anak Nuh, dan dari mereka ini menyebarlah penduduk seluruh bumi.Dan Nuh mulai menjadi seorang penggarap tanah, dan dia membuka kebun anggur.Dan setelah dia minum dari anggur itu, maka mabuklah dia, dan dia tidak berpakaian di dalam kemahnya.Lalu Ham, ayah Kanaan itu, melihat ketelanjangan ayahnya, lalu diceritakanlah kepada kedua saudaranya di luar.Lalu Shem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi ketelanjangan ayahnya dan muka mereka berpaling, sehingga mereka tidak melihat ketelanjangan ayahnya.Dan setelah Nuh sadar dari mabuknya, dan mengetahui apa yang telah anaknya yang lebih muda perbuat kepadanya, maka berkatalah dia, “Terkutuklah Kanaan, dia akan menjadi budak dari para budak bagi saudara-saudaranya.”Dan dia berkata, “Diberkatilah YAHWEH, Elohim Shem, dan biarlah Kanaan menjadi budak baginya.Biarlah Elohim meluaskan tempat kediaman bagi Yafet, dan biarlah dia tinggal di dalam kemah-kemah Shem, tetapi biarlah Kanaan menjadi budak baginya.”Kejadian 9:18-27 (ILT mod)
Jika kita baca kisah di atas, yang bersalah adalah Ham, tetapi kenapa kok Nuh mengutuk Kanaan, anak Ham yang adalah cucunya sendiri? Kenapa bukannya mengutuk Ham?
Ada dua hal yang mungkin terjadi, yang menyebabkan Nuh mengutuk cucunya:
1. Hal ini murni spekulasi, mungkin Kanaan memiliki semacam manifestasi genetika dari benih Nephilim. Dalam Eksperimen Kejadian 6, kita sudah menyinggung bahwa ada kemungkinan Kanaan memiliki jari tangan dan jari kaki masing-masing berjumlah 6. Kenapa bisa begitu? Karena entah bagaimana, sifat genetika ini diturunkan kepada keturunannya yang kemudian, contohnya Goliath dan saudara-saudaranya:
Dan sesudah itu terjadilah perang lagi dengan orang Filistin di Gob daerah Filistin. Dan Sibekhai, orang Husa memukul kalah Saf, yang ada di antara keturunan raksasa.Dan kembali pertempuran terjadi lagi di Gob dengan orang-orang Filistin, dan Elhana, anak Yare-Oregim, orang Betlehem itu menewaskan Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun.Dan perang terjadi lagi di Gat, dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang jari-jari tangannya ada enam dan jari-jari kakinya ada enam, jadi berjumlah dua puluh empat. Dan dia pun termasuk keturunan raksasa.Dan dia mengutuki Israel; Dan Yonatan anak Simea, saudara Daud memukulnya kalah.Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat. Dan mereka jatuh di tangan Daud, bersama dengan hamba-hambanya.2 Samuel 21:18-22 (ILT)
DNA kita PENUH dengan informasi. Tidak sulit untuk melihat bagaimana "kode genetik Nephilim" diturunkan melalui istri Ham.

Apakah Nephilim memiliki DNA triple helix? Mungkinkah itu yang diturunkan kepada Kanaan? (Note: manusia normal memiliki DNA double helix.)
Sepertinya begitu. Mungkin tidak semua raksasa punya jari-jari berjumlah 24. Tapi ada banyak bukti yang menunjukkan sebagian besar dari mereka begitu, demikian juga gigi-gigi dua jajar, tengkorak memanjang dan sifat-sifat abnormal lainnya.

Tengkorak Paracas
Jika tertarik mempelajari raksasa zaman dahulu dan zaman sekarang ini, coba baca buku Steve Quayle berjudul "Genesis 6 Giants."
Baca juga: 100 Bukti Raksasa Nephilim Ada di Bumi
Karena begitu banyak perhatian diberikan kepada Kanaan, kita mungkin berpikir bahwa dia adalah manusia pertama yang berubah "menjadi" raksasa Nephilim (seperti Nimrod, entah melalui prosedur operasi atau retro-virus atau metode penajisan tubuh lainnya), kita tentu akan melihat bukti-buktinya. Tapi kita tidak menemukan bukti-bukti itu – setidaknya dalam Kitab Suci kanonik. Ada kemungkinan "menarik" lainnya yang dicatat dalam Kitab Yobel:
Dalam Yobel kedua puluh sembilan, dalam minggu pertama, [1373 A.M.] pada mulanya Arpachshad mengambil bagi dirinya seorang istri yang bernama Rasu'eja, anak perempuan Susan, anak perempuan Elam, dan dia melahirkan baginya seorang anak laki-laki pada tahun ketiga dalam minggu ini, [1375 A.M.] dan dia menyebut namanya Kainam.Anak itu bertumbuh besar, dan ayahnya mengajar dia tulis-menulis, dan dia pergi untuk mencari baginya suatu tempat dimana dia dapat mendirikan sendiri sebuah kota.Dan dia menemukan tulisan-tulisan yang diukir oleh [generasi-generasi] sebelumnya di batu, dan dia membaca apa yang ada di atasnya. Maka dia menyalinnya dan berdosa karena hal itu. Karena itu mengandung ajaran para Malaikat Pengawasyang dengannya mereka biasa mengamati tanda-tanda Matahari dan Bulan dan bintang-bintang dalam semua tanda-tanda langit.Dan dia menyalinnya dan tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu, karena dia takut berbicara kepada Nuh mengenai itu, kalau-kalau dia akan marah kepadanya karena hal tersebut.Yobel 8:1-4
(Note: Yobel adalah tahun ke-50. Dalam 1 Yobel dibagi menjadi 7 minggu (atau 7x7 tahun). A.M.: Anno Mundi, bahasa Latin artinya "dalam tahun dunia," atau dalam bahasa Ibrani artinya "sejak penciptaan dunia.")
Namun kemungkinan yang paling besar adalah Kanaan dilahirkan dengan sifat-sifat genetika Nephilim yang diturunkan kepadanya. Bagaimana itu bisa terjadi? Mungkin melalui garis keturunan ibunya.
Kita mengutip kembali artikel Eksperimen Kejadian 6:
Menurut Kitab Yashar, Nuh kawin dengan salah seorang anak perempuan Henokh (Yashar 5:15). Dalam Kejadian 5:24, Alkitab menyebutkan bahwa Henokh begitu benar di mata Allah sehingga Dia membawa Henokh ke Surga tanpa harus mengalami kematian. Jadi, masuk akal untuk beranggapan bahwa anak perempuannya tentu mengenal kebenaran dan adalah calon yang sangat tepat bagi Nuh untuk dijadikan istri. Dengan asumsi bahwa Nuh dan istrinya secara fisik (genetika) murni, ketiga anak laki-laki mereka, Yafet, Shem dan Ham pasti juga murni secara genetika. Tapi ini bukan jaminan bahwa istri-istri mereka juga murni secara genetika.Kitab Yashar menyebutkan bahwa Metusalah punya seorang anak laki-laki bernama Eliakim, yang memiliki tiga anak perempuan. Nuh mengambil ketiganya sebagai istri bagi ketiga anaknya (Yashar 5:35). Dituliskan juga bahwa semua orang (kecuali Nuh, keluarganya dan Metusalah), telah meninggalkan Allah (termasuk Lamekh, ayah Nuh - Yashar 5:19). Jika kasusnya seperti ini, adalah masuk akal untuk berasumsi bahwa Eliakim termasuk di antara mereka yang jatuh ke dalam jalan-jalan yang berdosa (karena dia tidak termasuk yang ikut naik di dalam bahtera), yang artinya anak-anak perempuannya "mungkin" telah rusak karena Eksperimen Kejadian 6. Ini akan menjelaskan bagaimana raksasa muncul kembali "sesudah itu" (artinya Pasca-Banjir Besar).
Tentu saja, pemikiran ini nampaknya akan berdampak bahwa SELURUH garis keturunan Ham memiliki benih Nephilim. Kita tidak bisa mengatakan bahwa seperti itulah kejadiannya, karena kita tidak punya bukti-bukti keberadaan raksasa dalam garis keturunan Put atau Kush (kecuali Nimrod). Jadi, kita tidak menemukan dasar Alkitab untuk mengatakan bahwa SELURUH garis keturunan Ham membawa genetika Nephilim. Hanya Kanaan dan mungkin beberapa dari Mizraim (seperti Kaftor).
Kita juga tidak tahu (andaikata teori ini benar) seberapa "kuat" gen Nephilim yang dibawa oleh istri Ham. Sepasang suami istri yang keduanya bermata biru bisa melahirkan anak yang bermata coklat, jadi meneruskan sifat genetika yang tidak dimiliki kedua orang tuanya, tapi mungkin berasal dari nenek moyang mereka. Demikian juga warna rambut dan sifat-sifat genetik lainnya. Itu semua bergantung kepada kombinasi dominan dari gen yang diturunkan. Karena itu, adalah mungkin dan masuk akal untuk berasumsi bahwa genetika Ham yang murni mungkin mendominasi ketidakmurnian genetika istrinya dan sekaligus menghasilkan anak yang bersih dari genetika Nephilim.
Kemungkinan lainnya (walaupun tidak tercatat dalam tulisan kuno mana pun) adalah Ham punya istri-istri lain Pasca-Banjir Besar. Kaum perempuan seringkali meninggal ketika melahirkan, dan laki-laki seringkali punya lebih dari seorang istri. Jadi, ada beberapa faktor yang memungkinkan anak-anak Ham lainnya murni dan bersih dari genetika Nephilim. Anak-anak Ham yang tercatat dalam Kejadian 10:6 adalah Kush, Mizraim, Put dan Kanaan, tetapi keturunan pertama yang berasal dari anak-anak Nuh, yang pertama kali disebutkan dalam Kitab Suci adalah Kanaan. Jadi, sepertinya itu bukan daftar urutan kelahiran. Karena itu, melihat bahwa kita mendapati adanya raksasa setidaknya pada dua anak laki-lakinya (Kanaan dan Mizraim), mungkinkah berasumsi bahwa Ham memperanakkan Put dan Kush dari istri lainnya? Bisa jadi.
Teori ini perlu diperjelas bahwa ini tidak berlaku untuk SEMUA keturunan Ham – karena biasanya diasumsikan (secara salah) bahwa orang-orang kulit berwarna (hitam) – adalah keturunan Nephilim. Ini perlu dipertegas supaya jangan ada yang berpikir bahwa orang-orang kulit hitam (mereka yang biasanya dianggap berasal dari garis keturunan Ham) adalah berasal dari benih Nephilim.
Ini juga menjadi jelas bila kita melihat Peta Tabel Bangsa-bangsa lain, bahwa dari ketiga anak Nuh, Ham dan keturunannya nampaknya sulit untuk menetap di daerah mereka sendiri. Terlihat bahwa keturunan Ham tersebar ke mana-mana, menetap di Timur Tengah dan di bagian Eropa Selatan dan juga di seluruh Afrika Utara dan Timur. Ini sekali lagi membuktikan bahwa tidak semua keturunan Ham berkulit hitam.
Dalam teori ini, kita melihat bahwa dari keempat anak Ham, Kanaan dan keturunannya nampaknya menurunkan BANYAK sifat genetika Nephilim sesuai bukti-bukti dari Kitab Suci. Namun akan kita lihat dalam artikel Eksodus dan Tanah Perjanjian, Allah punya solusi bagi semua masalah itu. Dan pada akhirnya, pada zaman Raja Daud, hampir semua sisa-sisa keturunan (genetika) Nephilim dihapuskan – setidaknya di Tanah Perjanjian.
2. Kitab Yashar mencatat hal lain yang menarik, yang sepertinya menjelaskan apa yang dilakukan Ham di kemah ayahnya:
Kush anak Ham, anak Nuh, mengambil seorang istri pada waktu itu pada masa tuanya, dan dia melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka menyebut namanya Nimrod, katanya, "Pada waktu itu anak-anak manusia mulai kembali memberontak dan berdosa melawan Allah," dan anak ini bertumbuh besar, dan ayahnya sangat menyayanginya, karena dia anak laki-laki pada masa tuanya.Dan pakaian-pakaian kulit yang Elohim buat bagi Adam dan istrinya, ketika mereka keluar dari taman, diberikan kepada Kush.Yashar 7:23-24
Siapa yang memberikan pakaian kulit itu kepada Kush? Apakah Kanaan memilikinya terlebih dulu? Mungkinkah pakaian itu dicuri oleh Ham ketika Nuh sedang tidur? Dengan asumsi Nuh mengenakan pakaian-pakaian itu ketika di dalam bahtera (ada beberapa yang mengatakan Nuh menggunakan pakaian kulit ini untuk membuat binatang-binatang itu menurut), mungkinkah akhirnya Nuh menjadi "telanjang" karena kehilangan pakaian ini? Kita tidak tahu bagaimana itu diturunkan, tapi kita tahu pakaian-pakaian itu diturunkan dari Nuh kepada Ham dan akhirnya kepada Nimrod.
Legenda Yahudi menunjukkan bahwa pakaian-pakaian kulit itu memiliki sejenis kuasa "spiritual." Mungkinkah kisah ini memunculkan asal-usul mitos Yunani tentang "Golden Fleece" (kain bulu domba emas)?

Anda mungkin pernah nonton film Percy Jackson and The Sea Monster. Di situ dikisahkan tentang Luke anak Hermes yang ingin membangkitkan nenek moyangnya kembali, Chronos yang dulunya adalah dewa yang paling berkuasa di gunung Olympus.

Chronos (yang adalah seorang raksasa Titan kanibal) kemudian digulingkan oleh anak-anaknya, Zeus, Poseidon, dan Hades. Chronos akhirnya dilemparkan ke dalam penjara Tartarus. Untuk membangkitkan Chronos diperlukan "Golden Fleece" yang dijaga oleh raksasa Cyclops, Polyphemus. Film lain yang bercerita tentang "Golden Fleece" ini adalah Jason and The Argonauts (1963).
Ayat berikut dari Kitab Yashar sepertinya mendukung ide tentang ini:
Dan ketika Esau melihat orang-orang gagah perkasa Nimrod datang di kejauhan, dia melarikan diri, sehingga lolos. Esau mengambil pakaian-pakaian berharga Nimrod, yang telah diwariskan ayah Nimrod kepadanya, yang dengannya menjadikan Nimrod berhasil menguasai seluruh negeri, dan dia lari dan menyembunyikannya di dalam rumahnya.Esau mengambil pakaian-pakaian itu dan berlari ke kota karena orang-orang Nimrod, dan dia datang ke rumah ayahnya, lelah dan kehabisan tenaga karena pertarungan, dan ia siap untuk mati karena kesusahan ketika ia mendekati saudaranya Yaqob dan duduk di depannya.Yasher 27:10,11
Mungkinkah Ham mencuri pakaian-pakaian itu dan menggunakannya untuk membungkus bayi Kanaan? Siapa yang tahu? Tapi sesuatu membuat Nuh sangat marah sehingga mengucapkan kutukan kepada cucunya, bukan kepada puteranya Ham, yang menurut kisah Kitab Kejadian seharusnya dialah yang mestinya dihukum untuk dosa apa pun yang dia perbuat terhadap Nuh.
Apa pun yang terjadi di kemah Nuh, cukup untuk mengatakan bahwa Kanaan bermasalah! Dugaan paling kuat, hal ini berkenaan dengan faktor genetika yang diturunkan kepadanya, yang amat sangat mungkin berasal dari ibunya. Kita punya dua kesaksikan dari Musa dan Amos, demikian juga bukti-bukti peristiwa yang merujuk kepada dia (istri Ham), bahwa melalui dia, para raksasa muncul kembali Pasca-Banjir Besar. Dan sepertinya bukti visual pertama ini terlihat pada cucu Nuh, Kanaan – orang yang menjadi ayah dari sejumlah besar raksasa, bangsa-bangsa Kanaan, yang harus dimusnahkan oleh orang Yahudi pada akhirnya.
Ini menjawab pertanyaan, "Kenapa Allah harus repot-repot menyapu bersih seluruh Bumi, lalu mengijinkan benih Nephilim ikut serta di dalam bahtera?"
Jawaban pertama, supaya Allah dapat dipermuliakan melalui umat-Nya. Ini sama seperti "Prinsip Sepertiga," yang artinya Allah mengijinkan sepertiga pasukan Malaikat yang Jatuh mengikuti Lucifer.
Kita mungkin bisa berasumsi bahwa Allah mengijinkan salah satu anak Nuh membawa benih Nephilim itu. Allah melakukan sesuatu untuk suatu alasan. Tapi alasan-alasan itu selalu membawa kemuliaan bagi Dia pada akhirnya.
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"Jawab Yesus, "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.Yohanes 9:1-3 (TB)
Bagi Allah, tiga lawan satu bukanlah masalah. Tujuh puluh (bangsa) lawan satu (bangsa) pun bukan masalah. Apa pun yang terjadi, Allah dan umat-Nya yang setia selalu menang terhadap yang lebih kuat dan lebih banyak. Tuhan seringkali memilih yang paling kecil, atau yang paling lemah, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang besar.
Coba perhatikan beberapa ayat di bawah ini:
Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.Lukas 12:32 (TB)Bukan karena kamu (Israel) lebih banyak daripada bangsa-bangsa lain maka YAHWEH telah menaruh kasih-Nya kepadamu dan menjatuhkan pilihan atas kamu, karena kamu adalah yang terkecil dari segala bangsa.Ulangan 7:7 (ILT)Dan Saul menjawab serta berkata, “Bukankah aku seorang suku Benyamin, yang terkecil dari antara suku-suku Israel? Dan keluargaku adalah yang paling tidak terpandang dari antara seluruh keluarga dalam suku Benyamin. Dan mengapa engkau telah berkata kepadaku seperti perkataan itu?”1 Samuel 9:21 (ILT)Namun dia (Gideon) menjawab kepada-Nya, “Ya, Tuanku, dengan apakah aku akan menyelamatkan Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling lemah di antara suku Manashe dan aku pun yang paling muda di dalam rumah ayahku.”Hakim 6:15 (ILT)
Catatan: Untuk menghapuskan Pencemaran Pertama yang dilakukan Malaikat Pengawas, dibutuhkan Banjir Besar atas seluruh Bumi. Allah mengalahkan Lucifer dan Malaikat Pengawasnya dan mendapatkan kemuliaan dari semuanya itu. Tapi sesudah Banjir Besar, Allah memakai orang tua berumur 80 tahun dan seorang anak gembala dengan umban dan batu, untuk menyapu sisa-sisa benih Nephilim. Dalam kedua peristiwa itu, Allah dipermuliakan.

Daud dan Goliath
Jawaban kedua: Allah mengijinkan gen Nephilim ikut masuk ke bahtera karena Allah mengijinkan konsekuensi dari dosa manusia. Jika manusia berdosa, mereka akan dihakimi, jika mereka tidak mengikuti perintah-perintah Allah.
Ada referensi yang menarik dari Kitab Yobel:
Dan pada minggu ketiga dari Yobel ini, setan-setan yang najis mulai menyesatkan anak-anak keturunan Nuh, dan menjadikan mereka berbuat salah dan menghancurkan mereka.Dan anak-anak Nuh datang kepada Nuh ayah mereka, dan mereka mengatakan kepadanya mengenai setan-setan yang menyesatkan dan membutakan dan membunuh anak-anak cucunya.Maka dia berdoa di hadapan Tuhan Allahnya, dan berkata, "Allah segala roh dari semua makhluk, yang telah menyatakan belas kasihannya kepadaku dan telah menyelamatkan aku dan anak-anakku dari air bah, dan yang tidak membiarkan aku binasa seperti yang Engkau perbuat kepada anak-anak kebinasaan.Karena anugerah-Mu besar bagiku, dan besar belas kasihan-Mu kepada jiwaku.Biarlah anugerah-Mu terangkat atas anak-anakku, dan jangan biarkan roh-roh jahat memerintah atas mereka, supaya jangan mereka [roh jahat] menghancurkan mereka dari Bumi.Namun Engkau benar-benar memberkati aku dan anak-anakku, sehingga kami bisa bertambah-tambah dan berlipat ganda dan memenuhi Bumi.Dan Engkau tahu bagaimana Malaikat Pengawas-Mu, para ayah dari roh-roh ini, bertindak dalam zamanku. Dan sebagaimana roh-roh ini hidup, penjarakanlah mereka dan tahanlah mereka kuat-kuat di tempat penghukuman, dan jangan biarkan mereka membawa kehancuran kepada anak-anak hamba-Mu, ya Allah. Karena mereka ini sangat jahat, dandiciptakan untuk tujuan menghancurkan.Dan jangan biarkan mereka memerintah atas roh-roh dari yang hidup, karena hanya Engkau sendiri yang dapat menjalankan kekuasaan atas mereka. Dan jangan biarkan mereka memiliki kuasa atas anak-anak kebenaran mulai sekarang sampai selamanya."Maka Tuhan Allah kami memerintahkan kami [malaikat] untuk mengikat mereka semuanya.Maka pemimpin roh-roh itu, Mastema, datang dan berkata, "Tuhan, Pencipta, biarkan sebagian dari mereka tetap ada di hadapanku, dan ijinkan mereka mendengarkan perkataanku, dan melakukan semua yang aku katakan kepada mereka.Karena jika sebagian dari mereka tidak disisakan bagiku, aku tidak akan dapat menjalankan kekuasaan kehendakku atas anak-anak manusia. Karena mereka ini untuk merusak dan menyesatkan sebelum penghakimanku, karena kefasikan anak-anak manusia itu besar."Dan Dia berfirman, "Biarkan sepersepuluh bagian dari mereka tersisa di hadapannya, dan biarlah sembilan per sepuluh bagian turun ke dalam tempat penghukuman."Dan kepada salah seorang dari kami [malaikat] Dia perintahkan supaya kami mengajar Nuh segala macam obat-obatan mereka, karena Dia tahu bahwa mereka tidak akan berjalan di dalam kejujuran, ataupun berjuang di dalam kebenaran.Yobel 10:1-10
Di dalam mitologi Yahudi, Mastema (Ibrani: Mastemah; artinya kebencian, permusuhan) adalah malaikat yang menjalankan kejahatan. Dia menjalankan penghukuman dari Allah. Dia juga mencobai manusia dan menguji iman mereka. Di dalam fragmen Zadokite dan gulungan kitab Laut Mati, dia adalah malaikat kehancuran, bapa segala kejahatan. Menurut Kitab Yobel, Mastema adalah pemimpin roh-roh jahat yang diperanakkan oleh Malaikat Pengawas/Malaikat yang Jatuh yang kawin dengan anak-anak perempuan manusia. Perbuatan dan namanya mengindikasikan dia adalah Satan (Ibrani: Satan; musuh, penentang). Kepada Mastema diberikan sepersepuluh bagian dari seluruh roh-roh jahat, untuk tujuan merusak dan menyesatkan anak-anak manusia, sebelum tiba masa Penghakiman Akhir bagi mereka. Sedangkan sembilan per sepuluh roh-roh jahat lainnya, telah dipenjarakan di tempat penghukuman.
Bangsa-bangsa keturunan Nephilim yang masih tersisa, yang belum dihabiskan oleh Yosua, seringkali dipakai oleh Allah untuk menghukum bangsa Israel karena ketidaktaatan mereka, dan sekaligus juga dipakai Allah untuk melatih bangsa Israel berperang.
Dan inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan YAHWEH tinggal untuk menguji orang Israel dengan perantaraan mereka, yaitu semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan.Maksudnya supaya keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah itu, dilatih berperang oleh YAHWEH;Hakim 3:1,2
Ketika orang Yahudi meninggalkan Mesir dan akhirnya tiba di Tanah Perjanjian, mereka harus berhadapan dengan raksasa-raksasa Nephilim.
Kita semua tahu tentang Musa. Dia adalah orang yang menulis semua kisah ini pada mulanya. Kita harus ingat bahwa dia menjalani waktu sendirian yang lama dengan Allah di puncak Gunung Sinai. Allah secara pribadi mengatakan kepadanya bagaimana semuanya itu terjadi. Maka sekarang, kita memiliki Kitab Suci yang menunjukkan kepada kita kebenaran. Namun supaya Musa bisa berjumpa dengan Allah, dia pertama-tama harus membebaskan bangsa Ibrani dari perbudakan di Mesir. Dan ini membawa kita kepada pertanyaan, kenapa orang Ibrani harus pergi ke Mesir pada awalnya?
Guru-guru sekolah minggu mengajarkan, karena terjadi kelaparan di negeri itu. Tapi sebenarnya ada alasan yang lebih besar dari itu. Perhatikan Tabel Bangsa-bangsa:

Ingatlah, kepada Ham telah dikatakan bahwa Kanaan akan menjadi hamba bagi kedua saudara tuanya, Yafet dan Shem. Intinya, anak-anak Ham akan melayani keturunan Yafet dan Shem. Ini mungkin bisa dianggap sebagai keharusan karena Yafet dan Shem adalah kakak-kakak Ham. Tapi Musa mencatat bahwa itu adalah kutukan.
Setelah Banjir Besar, anak-anak Nuh mulai memenuhi dunia. Sebagian besar sarjana Alkitab percaya bahwa Yafet menjadi bapa bangsa-bangsa Eropa. Shem menjadi bapa bangsa-bangsa Semit Timur Tengah, dan Ham adalah bapa bangsa-bangsa Afrika. Ini secara umum mungkin benar, namun itu bukanlah sesuatu yang secara kaku bisa dipegang, karena secara jelas keturunan ketiga anak Nuh ini saling bercampur di dalam wilayah masing-masing.
Sejarawan Yahudi, Josephus, mencatat wilayah-wilayah keturunan Yafet dalam bukunya Antiquities of the Jews, Buku 1, Bab 6, Bagian 1. Kitab Yobel 9:24-30 juga menjelaskan negeri yang didiami oleh Yafet, mencatat bahwa negeri itu "dingin, dan negeri yang didiami oleh Ham itu panas, dan negeri yang didiami oleh Shem itu tidak panas maupun dingin, namun campuran antara dingin dan panas." Josephus mencatat wilayah-wilayah Shem dalam Antiquities of the Jews, Buku 1, Bab 6, Bagian 4. Kitab Yobel juga mencatatnya dalam Yobel 8:12-17.
Josephus mengulas cukup banyak hal mengenai keturunan Ham dalam Antiquities of the Jews, Buku 1, Bab 6, Bagian 2. Dalam buku Ancient Post Flood History, Ken Johnson, Th.D. menulis pada halaman 56:
"Negeri Ham digambarkan sebagai benua Afrika. Namun perlu dicatat bahwa keturunan Ham menduduki dan mendiami wilayah Shem, mulai dari Laut Mediterania hingga ke Sungai Efrat."
Lebih jauh, Dr. Johnson mencatat keturunan Ham mendiami 5 pulau: Balearic, Sisilia, Sardinia, Kreta dan Siprus – yang juga didiami oleh keturunan Yafet. Jadi, adalah keliru jika mengasumsikan bahwa seluruh keturunan Ham itu berkulit hitam dan semua orang Afrika itu keturunan Ham.

Laut Mediterania

Beberapa orang berusaha menggunakan Kejadian 9:18-27 untuk menjelaskan tentang perbudakan bangsa Afrika. Ini tidak ada hubungannya dengan kulit merah, kuning, hitam, atau putih. Ini semua urusannya dengan benih Nephilim. Nuh mengutuk keturunan Nephilim supaya tetap ada di bawah kuasa manusia. Dia berkata bahwa keturunan Ham (Kanaan) akan melayani semua yang lainnya. Melihat warna-warna di peta atas, kita bisa melihat apa yang dirasakan anak-anak Ham.

Setiap orang nampaknya pergi ke tempat-tempat terpisah di dunia. Sesudah itu, muncullah Nimrod. Nimrod adalah anak laki-laki Kush, yang adalah salah satu anak Ham lainnya. Kush berdiam di negeri Ethiopia. Tapi lihat apa yang dilakukan anaknya yang "pemberontak" itu! Dia melakukan perjalanan ke timur – dan rupanya semua orang mengikuti dia – untuk pergi dan berdiam di tengah-tengah wilayah Shem! Tidak hanya itu, sesudah mereka semuanya pindah, Nimrod menjadikan dirinya sebagai raja dunia! Ini bertentangan dengan yang dinubuatkan Nuh bahwa anak-anak keturunan Ham akan menjadi hamba-hamba Yafet dan Shem.
Perhatikan juga, pada saat ini seluruh ras Yafet, Shem, dan Ham ada bersama-sama dalam suatu wilayah. Ini jelas menunjukkan bahwa kita tidak bisa sekedar membuat pernyataan bahwa SELURUH keturunan Yafet adalah orang Eropa kulit putih, SELURUH keturunan Shem adalah orang Asia atau Timur Tengah dan SELURUH keturunan Ham adalah orang Afrika kulit hitam. Tidak demikian. Ingatlah juga bahwa beberapa keturunan Ham (Kaftor) pergi ke Kittim dan belakangan berekspansi ke Eropa. Dan melihat peta di atas, nampaknya salah satu keturunan Shem (Ofir) bermukim di benua Afrika dan keturunan lainnya (Lud) bermukim di wilayah Yafet. Beberapa keturunan Ham bermukim di Timur Tengah. Kita juga tahu bahwa belakangan, orang Yahudi juga bermukim di Ethiopia dan bagian-bagian Afrika lainnya juga. Orang-orang pergi ke mana-mana dan kita tidak bisa mengelompokkan mereka secara sederhana menjadi 3 kelompok. Dunia ini sudah tercampur-baur dan semuanya merupakan keturunan dari 3 saudara tua yang berasal dari sepasang suami-istri, Nuh dan istrinya. Dan mereka adalah keturunan dari SATU orang, yaitu Adam, yang diciptakan menurut gambar dan keserupaan dengan Allah.
Warna kulit
Dengan asumsi Nuh dan istrinya memiliki warna kulit yang sama, sangat beralasan untuk mengatakan bahwa ketiga anak mereka akan memiliki warna kulit yang sama juga.

Warna kulit ditentukan oleh jumlah melanin yang terkandung di dalam kulit seseorang. Ini sebagian besar ditentukan dari banyaknya paparan sinar matahari untuk waktu yang lama. Melanin melindungi tubuh dengan menyerap radiasi sinar matahari. Radiasi matahari secara berlebihan menyebabkan kerusakan DNA baik langsung maupun tidak langsung terhadap kulit dan secara alami tubuh akan menyesuaikan diri dan berusaha memperbaiki kerusakan dengan melindungi kulit dengan cara membentuk dan melepaskan sejumlah melanin ke dalam sel-sel kulit. Dengan semakin bertambahnya melanin, warna kulit akan semakin gelap.

Faktanya adalah, bahwa sebelum Banjir Besar, ada kanopi pelindung yang mengitari seluruh Bumi. Karena itu, hanya sedikit atau bahkan tidak ada radiasi yang dapat masuk. Juga tidak dibutuhkan produksi melanin secara berlebihan untuk melindungi manusia Pra-Banjir. Setelah Banjir Besar, kondisi Bumi berubah. Tergantung di mana manusia itu hidup, akhirnya akan terbentuk kulit yang lebih terang atau lebih gelap bergantung dari intensitas paparan sinar matahari di wilayah tersebut.
Keturunan Shem juga bermukin di Ethiopia. Dan cobalah tebak apa yang terjadi? Ada orang-orang Yahudi kulit hitam sampai hari ini. Beberapa keturunan Ham bermukim di Timur Tengah, Afrika Utara dan Eropa Selatan. Ada yang berkulit putih dan berkulit coklat sampai hari ini.
Semua ras manusia tinggal bersama-sama di Tanah Sinear pada suatu waktu. Keturunan Yafet, Shem, dan Ham tinggal bersama-sama di satu lokasi sampai tercerai-berai karena kekacauan bahasa, membentuk bangsa-bangsa dan keompok-kelompok manusia. Pada saat itu, dari 3 kelompok, berubah menjadi 70 kelompok. Jadi pada intinya, terjadi pencampuran di antara mereka – dengan perkecualian satu bangsa yang dipilih Allah bagi diri-Nya sendiri untuk menjadi BANGSA yang MURNI, yang melaluinya Dia dapat mendatangkan Benih Penebus yang dijanjikan-Nya.
Kebersamaan keluarga Nuh yang terjadi di dataran Sinear berlangsung singkat, hingga Abram (salah satu keturunan Shem) dipanggil keluar dari Kerajaan Nimrod untuk pergi ke Tanah Kanaan. Pernahkah Anda berpikir, dari seluruh tempat di seluruh Bumi yang dapat dipilih Allah, kenapa Dia memerintahkan Abram untuk pergi ke Kanaan? Kita tahu bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama, tanah Kanaan dipenuhi dengan benih keturunan Nephilim dari Kanaan. Bangsa-bangsa Nephilim ada di situ. Dan ke sanalah Allah memerintahkan Abram untuk pergi.
Yehuda dan Tamar
Segera sesudah Yusuf dijual sebagai budak, Musa menyela kisah tersebut dan menghadirkan kisah kecil lain tentang Yehuda. Lalu, Musa kembali lagi menceritakan kelanjutan kisah Yusuf. Tapi penting untuk diperhatikan, bahwa interupsi yang dilakukan Musa dalam Kejadian 38memberikan kita pemahaman kunci dari apa yang diperbuat Allah. Pada pasal itu, kita mempelajari bahwa Yehuda mengawini seorang perempuan Kanaan, dan dia memperanakkan tiga anak laki-laki: Er, Onan dan Shelah. Ada satu masalah BESAR di sini. Yehuda adalah orang yang melaluinya Messiah akan berasal. Ingat, Yeshua adalah "Singa dari suku Yehuda." Namun, sudah kita singgung di atas bahwa keturunan Kanaan itu semuanya tercemar, dengan benih Nephilim. Mungkinkah Messiah mewarisi darah Nephilim? Tidak mungkin.
Yehuda mencari seorang istri bagi anak sulungnya, namanya Tamar. Ada perdebatan apakah Tamar juga termasuk perempuan Kanaan atau bukan. Kitab Suci mencatat dengan jelas bahwa Yehuda kawin dengan perempuan Kanaan, namun ketika berbicara tentang Tamar, sama sekali tidak menjelaskan asal-usulnya.
Dalam buku Torah Club, dijelaskan sebagai berikut:
Menurut tradisi Yahudi yang sudah lama ada (setidaknya sama tuanya dengan Targum), Tamar bukanlah anak perempuan Kanaan. Dia orang Semit (keturunan Shem). Torah tetap membisu mengenai kebangsaan Tamar, tapi patut diperhatikan bahwa meskipun Torah maupun Tawarikh merasa perlu untuk menunjuk bahwa Bat-Shua (istri Yehuda) adalah orang Kanaan, kitab itu tidak mengungkap bahwa Tamar juga adalah orang Kanaan.Buku Torah Club Volume Satu beranggapan bahwa Tamar juga orang Kanaan. Karena bagaimana pun juga, rumah ayahnya berada di Timnah, dan Timnah jelas-jelas adalah kota Kanaan. Namun tidak dapat dibayangkan bahwa Kitab Suci begitu saja menerima Tamar sebagai orang Kanaan, ketika kita membaca bahwa Ishak sangat menghinakan (membenci) pilihan Esau yang mengawini perempuan Kanaan, dan sangat takut kalau-kalau Yakub juga berbuat yang sama dengan mengambil istri dari orang Kanaan.Torah Club, Volume 5: Rejoicing of the Torah - Vayeshev, halaman 173
Bahkan, orang-orang pilihan tidak boleh bercampur-baur dengan benih orang Kanaan!
Maka Abraham berkata kepada hambanya yang paling tua di dalam rumahnya, yang mengelola atas segala kepunyaannya, “Ayo, letakkanlah tanganmu di bawah pangkal pahaku, maka aku akan membuatmu bersumpah demi YAHWEH, Elohim langit dan Elohim bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil seorang istri untuk anak laki-lakiku dari anak-anak perempuan Kanaan yang di antara mereka aku menetap.Namun engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku, dan engkau harus mengambil seorang istri untuk Ishak, anak laki-lakiku.”Kejadian 24:2-4 (ILT mod)
Lihat juga:
Kemudian Ishak memanggil Yakub, dan memberkatinya, dan memerintahnya, serta berkata kepadanya, “Janganlah engkau mengambil istri dari anak-anak perempuan Kanaan!"Kejadian 28:1 (ILT)
Sejak Abraham hingga Yakub, tidak seorang pun memilih istri dari orang Kanaan. Lalu, Yakub memiliki dua belas anak laki-laki. Sepertinya sulit untuk mengendalikan semuanya. Salah satu akhirnya terpikat dan mengawini perempuan Kanaan. Dan tahukah Anda, yang melakukan kesalahan ini adalah Yehuda! Orang yang melalui keturunannya Allah berencana memperanakkan Putera-Nya, Yeshua. Apakah Anda berpikir Iblis sedang berusaha merusakkan rencana Allah ini? Sepertinya demikian.
Semuanya ini tentang Benih Keturunan!
Bahkan, semuanya ini adalah tujuan dari penyunatan. Suatu perjanjian selalu dimeteraikan dengan darah. Sunat adalah perjanjian darah, yang dilakukan pada "saluran yang mengeluarkan benih" sebagai ingatan permanen untuk tetap hidup dalam kemurnian.
Abram dinamai Abraham
Ketika Abram berusia sembilan puluh sembilan tahun, YAHWEH menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya, “Akulah El-Shadday, hiduplah di hadapan-Ku dan jadilah sempurna.Dan Aku akan membuat perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat keturunanmu sangat banyak.”Maka Abram tersungkur dengan mukanya, dan Elohim berfirman kepadanya, sambil berkata, “Sesungguhnya Aku, perjanjian-Ku dengan engkau, engkau akan menjadi bapak banyak bangsa.Dan namamu tidak lagi disebut Abram, tetapi namamu akan menjadi Abraham karena Aku telah menjadikan engkau bapak banyak bangsa.Dan Aku telah membuat engkau bertambah sangat banyak dan Aku akan membuat engkau menjadi bangsa-bangsa, dan raja-raja akan berasal dari padamu.Dan Aku telah mendirikan perjanjian-Ku, antara Aku dan engkau dan keturunanmu sesudah engkau, kepada keturunan-keturunan mereka, untuk suatu perjanjian kekal, untuk menjadi Elohim bagimu dan bagi keturunanmu sesudah engkau.Dan Aku telah memberikan kepadamu dan kepada keturunanmu sesudah engkau, tanah tempat kediamanmu, yakni seluruh tanah Kanaan, sebagai milik yang kekal, Aku akan menjadi Elohim mereka.”
Tanda Perjanjian
Dan Elohim berfirman kepada Abraham, “Dan engkau harus memelihara perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu sesudah engkau, sampai keturunan-keturunan mereka.Inilah perjanjian-Ku yang harus engkau pelihara antara Aku dan engkau dan keturunanmu sesudah engkau: Setiap laki-laki dari antara kamu harus disunat; dan kamu harus disunat kulit khatanmu, dan hal itu telah menjadi suatu tanda dari perjanjian antara Aku dan kamu.Dan seorang anak laki-laki berumur delapan hari haruslah disunat olehmu, yaitu setiap laki-laki dalam generasimu yang lahir di rumah, atau yang dibeli dengan uang dari semua bani lain, yang ia bukan dari benihmu.Ia yang lahir di rumahmu dan dia yang dibeli dengan uang harus disunat. Dan perjanjian-Ku akan ada di dalam dagingmu sebagai perjanjian yang kekal.Dan seorang laki-laki yang tidak bersunat, yang kulit khatannya tidak dipotong, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang sebangsanya, dia telah mengingkari perjanjian-Ku.”Kejadian 17:1-14 (ILT)
Meskipun Yehuda itu sudah pasti disunat, dia melanggar arti perjanjian itu ketika dia mengawini seorang perempuan Kanaan. Namun jangan khawatir, Allah tetap setia dan menebus kesalahan ini.
Masih terjadi perdebatan, apakah Tamar itu orang Kanaan atau bukan. Sekarang kita akan melihat kata Ibrani asli dari nama Tamar, dalam bukuKonkordansi Strong, Tamar artinya "pohon palem" – juga memiliki konotasi "tegak, lurus" atau "jujur, tulus."

Jadi, Tamar artinya 'lurus'. Sekarang mari kita lihat Kitab Yashar (Kitab Orang Jujur), dan sekali lagi kita mendapati Kitab ini sangat berarti, karena mengisi "celah" yang ada di Kitab Suci.
Pada waktu itu Yehudah pergi ke rumah Shem dan mengambil Tamar bath Elam ben Shem, sebagai istri bagi anak sulungnya Er.Yashar 45:23
Tamar bath Elam ben Shem: Tamar anak perempuan Elam, anak laki-laki Shem. Tamar adalah cucu Shem.
Itulah jawabannya: Yehuda memilih Tamar yang berasal dari garis keturunan Shem (yang hidup di Yerusalem dan dikenal sebagai Melkisedek), sebagai istri dari anak sulungnya, Er. Namun Er tidak mau memperanakkan anak-anak dari Tamar dan karena dia jahat di mata Yahweh, maka Yahweh membunuhnya.
Er menghampiri istrinya Tamar, dan dia menjadi istrinya. Dan ketika dia menghampirinya, dia menghancurkan benihnya di luar. Perbuatannya jahat di mata Yahweh, dan Yahweh membunuh dia.Yashar 45:24
Lalu, apa yang diperbuat Yehuda kepada Tamar? Dia mengikuti tradisi perkawinan ipar (yang akhirnya menjadi hukum):
"Apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan seorang dari pada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar.Maka anak sulung yang nanti dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati itu, supaya nama itu jangan terhapus dari antara orang Israel.Ulangan 25:5,6
Yehuda menyuruh anak keduanya, Onan untuk mengawini Tamar dengan tujuan menghasilkan keturunan bagi saudaranya. Tapi Onan tidak mau memperanakkan keturunan bagi saudaranya, jadi meskipun dia berhubungan badan dengan Tamar, dia selalu membuang benihnya ke tanah. Jadi, dosa "sebenarnya" dari Onan bukanlah onani, kontrasepsi, pengendalian kehamilan, atau yang lainnya. Dosa sebenarnya adalah karena dia melanggar hukum dan mempermalukan atau tidak menghormati keluarganya, dengan tidak mau membangkitkan keturunan bagi saudaranya.
Tetapi jika orang itu tidak suka mengambil isteri saudaranya, maka haruslah isteri saudaranya itu pergi ke pintu gerbang menghadap para tua-tua serta berkata: Iparku menolak menegakkan nama saudaranya di antara orang Israel, ia tidak mau melakukan kewajiban perkawinan ipar dengan aku.Kemudian para tua-tua kotanya haruslah memanggil orang itu dan berbicara dengan dia. Jika ia tetap berpendirian dengan mengatakan: Aku tidak suka mengambil dia sebagai isteri-- maka haruslah isteri saudaranya itu datang kepadanya di hadapan para tua-tua, menanggalkan kasut orang itu dari kakinya, meludahi mukanya sambil menyatakan: Beginilah harus dilakukan kepada orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya.Dan di antara orang Israel namanya haruslah disebut: Kaum yang kasutnya ditanggalkan orang."Ulangan 25:7-10
Onan mengambil Tamar sebagai istri menurut tradisi levirat (perkawinan ipar), tapi dia tidak mau menghamilinya. Malahan dia hanya mempergunakan Tamar untuk bersenang-senang saja. Dan Allah membunuh dia karena hal ini.
Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan, “Hampirilah istri kakakmu itu dan kawinlah dengan dia serta bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu!”Namun Onan mengetahui bahwa keturunan itu bukan miliknya, sehingga terjadilah pada saat ia menghampiri istri kakaknya, maka dia selalu membuang air maninya ke tanah sehingga tidak memberi keturunan kepada kakaknya.Kejadian 38:8,9 (ILT)Setelah kematian Er, anak sulung Yehudah, berkatalah Yehudah kepada Onan, "Pergilah kepada istri kakakmu dan kawinilah dia sebagai kerabat terdekat, dan bangkitkan keturunan bagi saudaramu."Onan mengambil Tamar sebagai istri dan dia menghampirinya. Onan juga melakukan seperti yang diperbuat kakaknya. Dan perbuatannya jahat di mata Yahweh, dan Dia membunuhnya juga.Yashar 45:25,26
Yehuda sekarang telah kehilangan dua orang putranya. Anak bungsunya, Shelah, masih terlalu kecil untuk kawin pada saat itu, sehingga Yehuda menyuruh Tamar kembali ke rumah ayahnya dan menunggu sampai Shelah menjadi dewasa. Tamar yang malang telah di-"pakai" dua kali. Dia tidak akan mendapatkan suami lagi. Harapan satu-satunya hanyalah Shelah. Jadi, dia menunggunya menjadi dewasa.
Namun karena apa yang terjadi kepada kedua orang putranya, Yehuda mulai berubah pikiran. Mungkinkah Tamar terkutuk? Yehuda tidak ingin mengambil resiko kehilangan anaknya yang bungsu. Jadi dia memutuskan tidak memanggil Tamar ketika Shelah telah menjadi dewasa. Menyadari hal ini, Tamar merasa ditipu dan menginginkan apa yang menjadi haknya.
Ketika dia mendengar Yehuda sedang datang ke kota terdekat, dia menyingkirkan pakaian kejandaannya dan menutup wajahnya dengan cadar, dan mengerudungi dirinya, lalu duduk di pintu masuk Enaim yang menuju jalan ke Timna. Ketika Yehuda melihatnya, maka dia menduganya sebagai seorang pelacur, karena dia menutupi wajahnya. Yehuda terpikat kepadanya dan menawarkan seekor kambing sebagai pembayaran untuk "servisnya." Mengetahui bahwa Yehuda bukanlah orang yang bisa dipegang kata-katanya, Tamar meminta jaminan bahwa dia akan membayarnya. Tamar meminta cincin meterai, kalung dan tongkatnya. Yehuda setuju dan berhubungan intim dengan dia. Lalu Tamar kembali ke rumah.

Kemudian Yehuda mengirim temannya (Hirah) membawa kambing yang dijanjikan, mencari pelacur itu (mungkin karena Yehuda tidak ingin perbuatannya ketahuan). Orang-orang Shem berkata, "Kami tidak memiliki pelacur!" Maka, ketika Hirah kembali, dia mengatakan kepada Yehuda bahwa dia tidak dapat menemukan perempuan itu dan Yehuda berkata, "Kalau begitu, biarlah perempuan itu menyimpan barang-barang jaminan itu." Lagian, Yehuda tidak melanjutkan pencariannya, karena mengejar itu lebih jauh hanya akan mempermalukan dirinya sendiri di muka umum.
Tiga bulan berlalu, sebuah berita datang kepada Yehuda bahwa menantunya hamil karena hubungan di luar nikah. Tanpa menyelidiki lebih lanjut, Yehuda marah dan menjadi sangat munafik. Dia berteriak, "Bawa dia keluar, dan bakarlah!" Selagi mereka membawanya keluar untuk membunuhnya, Tamar mengeluarkan cincin meterai, kalung dan tongkat Yehuda lalu berkata, "Orang yang memiliki barang-barang ini yang menghamili aku!" Perbuatan Yehuda terbongkar dan dia mengakui bahwa Tamar lebih benar dari dirinya, dan menyadari dia telah menyalahi Tamar. Yehuda tidak pernah menyetubuhi perempuan itu lagi. Namun ini adalah bagian yang menakjubkan… Er, Onan dan Shelah, kemungkinan membawa genetika Nephilim di dalam darah mereka, yang berasal dari ibu mereka yang adalah orang Kanaan. Namun Allah membelokkan semua kejadian ini dan menjadikannya baik dengan tujuan supaya janji itu digenapi: Messiah akan datang melalui "benih keturunan yang tidak tercemar" dari Yehuda!
Tamar melahirkan anak kembar. Yang satu mulai keluar, dan oleh bidan diikatkan benang merah di pergelangan tangannya. Tapi kemudian, bayi ini masuk kembali ke dalam dan Perez keluar duluan! Perez menjadi bapa leluhur Yesus. Namanya dalam bahwa Ibrani berarti:
Perez: "menerobos" berasal dari akar kata "perets" (artinya: terobosan).
Ini alasan kenapa Allah menyingkirkan umatnya, anak-anak Israel, dari Kanaan dan membawa mereka ke Mesir. Yehuda telah tersesat dan mencampurkan benih yang murni dengan benih yang tercemar. Kecenderungan ini sepertinya berlanjut dan bayi-bayi bangsa Ibrani akan menjadi seperti bangsa-bangsa lainnya. Allah menghendaki bangsa yang murni, terpisah dari pengaruh budaya-budaya di sekeliling mereka dan tidak tercemar dengan genetika Nephilim. Dan Yusuf mengetahui hal ini.
Dan Elohim menyuruh aku mendahului kamu untuk memelihara keturunan bagimu di negeri ini dan untuk menyediakan penghidupan bagimu melalui penyelamatan besar.Kejadian 45:7 (ILT)
Fakta ini ditegaskan lagi ketika Allah meyakinkan Yakub bahwa adalah kehendak-Nya supaya mereka turun ke Mesir:
Kemudian berangkatlah Israel dan segala miliknya. Dan dia tiba di Bersheba, dan dia mempersembahkan kurban kepada Elohim ayahnya, Ishak.Dan berfirmanlah Elohim kepada Israel dalam penglihatan malam, dan Dia berfirman, “Yakub, Yakub!” Dan dia menjawab, “Inilah aku.”Lalu Dia berfirman, “Akulah Elohim, Elohim ayahmu. Janganlah takut pergi ke Mesir, karena Aku akan menjadikan engkau sebagai bangsa yang besar di sana.Kejadian 46:1-3
Sekarang, setelah mereka di Mesir, ancaman pencampuran antara benih Mizraim (Mesir) juga ada pada saat itu. Namun kenyataan bahwa keluarga Yakub seluruhnya ada di Goshen, membatasi hubungan mereka dengan penduduk asli. Dan ketika mereka dijadikan koloni budak, mereka semakin terbatas. Jadi pada kenyataannya, perbudakan memaksa mereka hanya kawin-mengawin di antara mereka sendiri saja. Mereka berkembang biak dengan luar biasa, menghasilkan suatu bangsa yang terdiri dari kira-kira 2 juta orang Israel.
Bahkan seperti yang disebutkan Yusuf, manusia mereka-rekakan yang jahat, namun Allah mereka-rekakannya untuk kebaikan. Dan satu kali Allah telah membentuk umat milik-Nya sendiri, maka tibalah waktunya untuk membebaskan mereka kembali ke negeri yang telah Dia janjikan… untuk mengusir orang Kanaan, dan mulai membersihkan negeri itu. Itu juga adalah masa peperangan. Perang besar antara Allah melawan dewa-dewa yang mencapai puncaknya di Mesir.
Bersambung:
Eksodus dan Tanah Perjanjian




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.