Senin, 18 April 2016

Dua Matahari Muncul di Langit Indonesia - Nibiru atau Planet X?


Laporan munculnya Matahari kedua terus bermunculan. Laporan terakhir adanya Matahari kedua berasal dari lantai 6 Gedung Silver Radar Tarakan, Kalimantan pada hari Jumat, 4 Desember 2015, antara pukul 17:49:28 sampai 17:50:46.


Peristiwa seperti ini juga pernah terjadi sebelumnya di Kanada pada tanggal 2 November 2015.


Juga terjadi di China pada tahun 2012:


Fenomena langka ini terlihat hanya beberapa menit sampai itu tertutupi awan. Dalam dunia ilmu pengetahuan, fenomena seperti ini biasa disebut Sun Dog, fenomena atmosferik yang terdiri dari sepasang bintik terang di kanan dan kiri Matahari.

Fenomena ini dapat terjadi di mana pun dan kapan pun. Namun, itu akan lebih mudah terlihat ketika matahari pada posisi yang lebih rendah di horizon (saat terbit atau terbenam). (Sun Dog bisa dilihat pada artikel: 20 Fenomena Alam untuk Disaksikan Sebelum Mati)

Banyak yang percaya ini adalah Nibiru atau Planet X dan kemunculan Matahari kedua di langit adalah tanda atau pembawa kabar bahwa Nibiru sedang mendekati Bumi. Salah satu tokoh yang percaya keberadaan Nibiru adalah Sasha Alex Lessin, Ph.D. (Anthropology, U.C.L.A.)

Sasha Alex Lessin menulis artikel menarik tentang Nibiru. Berikut ini beberapa kutipan dari artikelnya mengenai asal-usul Nibiru, di mana itu berada, kapan Nibiru akan datang dan bagaimana itu akan mempengaruhi Bumi kita.
10.900 SM Uranus tergeser menjauhi Matahari dan mempercepat Nibiru menuju Bumi, lebih cepat dari 3.600 tahun. Mulai 10.000 SM dan seterusnya, Uranus mempercepat orbit Nibiru menjadi 3.450 tahun Bumi (sebelumnya 3.600 tahun). Nibiru memiliki orbit yang menyerupai simbol infinity (angka 8). Tiap kali Nibiru melewati sisi ini (lihat gambar), Nibiru akan menyebabkan gempa bumi, banjir, letusan gunung berapi dan kemungkinan pole shift (Bumi dijungkirbalikkan).

Jika informasi dari tablet (prasasti pada lempengan batu, logam atau tanah liat) Ilat-Litum yang ditemukan ekspedisi Nazi Jerman itu benar, banyak orang akan mati karena hal ini. Pada tahun 1939, sebuah ekspedisi Nazi Jerman menemukan lempengan tablet Ilat-Litum di Antartika. Tablet ini pecah menjadi dua bagian dan itu disembunyikan hingga tahun 1941 ketika akhirnya diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman oleh biksu-biksu Tibet di Argentina. Argentina merupakan wilayah persinggahan bagi proyek Komando Tinggi Jerman di Antartika.

Tablet Ilat-Litum menjelaskan orbit Nibiru yang menyamping (bentuk 8), sekaligus: "titik persimpangan terletak pada satu tingkat, namun bukan pada titik yang sama di angkasa. Pada satu saat perjumpaan di area zodiak Aquarius akan menyebabkan orbit Bumi bergeser, namun pada kesempatan lain itu mengorbit sabuk asteroid tanpa mengganggu Bumi.

Apakah Nibiru atau Planet X itu Alkitabiah?

Untuk melihat benar tidaknya fenomena Nibiru atau Planet X, kita harus merujuk kepada apa yang ada tertulis di dalam Kitab Suci. Dan saya kira jawabannya iya, Planet X itu Alkitabiah. Patut diduga, Banjir Besar pada zaman Nuh adalah akibat kedatangan benda angkasa ini. Kemudian terulang lagi pada peristiwa Eksodus bangsa Israel dari tanah Mesir. Catatan-catatan kuno tentang terjadinya malapetaka global di seluruh Bumi pada saat yang bersamaan dengan Eksodus bangsa Israel mengindikasikan kedatangan benda angkasa ini. Hal ini digambarkan dengan sangat bagus oleh Immanuel Velikovsky dalam bukunya The World in Collision. (Baca juga catatan Eksodus bangsa Israel di Kitab Yashar, mulai pasal 79).

Perbandingan dari Kitab Yashar:
Yahweh mengirim hujan batu yang sangat dahsyat, yang menghantam tanaman-tanaman anggur mereka dan menghancurkan pohon buah-buahan mereka dan mengeringkannya hingga tumbang.
Juga setiap tumbuhan hijau mengering dan binasa, karena campuran api turun bersamaan di tengah-tengah hujan batu, sehingga hujan batu dan api menghabiskan segala sesuatu.
Juga manusia dan binatang yang ditemui di padang binasa oleh nyala api dan oleh hujan batu, dan semua singa-singa muda kelelahan.
Yashar 80:30-32

Perbandingan dari Alkitab:
Dan turunlah hujan es (Ibrani: bârâd; hujan (batu)) dan api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es, sangat dahsyat, yang seperti itu belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir sejak mereka menjadi suatu bangsa.
Dan hujan es membinasakan segala sesuatu yang ada di padang di seluruh tanah Mesir, dari manusia bahkan sampai ternak. Dan hujan juga melanda setiap tanaman di padang dan memorak-porandakan setiap pohon di padang.
Keluaran 9:24-25
(Catatan: kata bârâd dalam Alkitab Bahasa Indonesia diterjemahkan hujan es. Arti sebenarnya adalah hujan (batu, asteroid, meteor)).

Perbandingan dari Kitab Kolbrin, catatan sekuler Mesir Kuno:
Bumi terjungkir balik, seperti tanah liat diputar di atas roda tukang periuk. Seluruh daratan dipenuhi gemuruh dari gelegar Sang Penghancur…
Pada malam besar murka Sang Penghancur… turunlah hujan batu-batu…
Daratan menggeliat-geliat dibawah murka Sang Penghancur dan mengerang dengan penderitaan Mesir. Itu berguncang sendiri…
Manuscript 6:16,19,21

Perbandingan dari Papyrus Ipuwer, Mesir:
Ipuwer 9:23 Api menjalar di seluruh dataran. Ada hujan batu, dan api bercampur dengan hujan batu-batu.
Ipuwer 2:10 Sungguh, pintu-pintu gerbang, pilar-pilar, dan dinding-dinding terbakar dengan api.
Ipuwer 6:1 Tidak ada buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan dapat ditemukan.
Oh, sekiranya bumi berhenti dari suara gaduh, dan suara hingar-bingar tidak ada lagi.
Ipuwer 4:14 Pohon-pohon hancur dan dahan-dahannya patah.

Jika kita perhatikan baik-baik, tulah-tulah yang terjadi di Mesir pada waktu peristiwa Eksodus itu memiliki kesamaan dengan tulah-tulah yang tertulis di Kitab Wahyu. Bisa jadi, benda asing luar angkasa yang sama yang muncul di Mesir pada peristiwa Eksodus itu sekarang telah kembali lagi ke Bumi, yang akan memicu datangnya tulah-tulah yang terjadi di Kitab Wahyu: 7 meterai, 7 sangkakala, dan 7 cawan murka Allah.

Carlos Muñoz Ferrada tentang Hercolubus


Salah seorang ilmuwan terkemuka yang mengungkapkan keberadaan Nibiru atau Planet X adalah Carlos Muñoz Ferrada. Dia menyebutnya dengan nama Hercolubus, salah satu nama lain dari Planet X, yang juga disebut Wormwood, Apsintus, The Destroyer, Phaeton, Typhoon, Fiery Red Dragon of Old, Naga Merah Padam,…


Berikut transkrip wawancara antara Reporter (R) dengan Carlos Muñoz Ferrada (CMF):

Carlos Muñoz Ferrada, astronomer, ilmuwan dan ahli gempa bumi. Selama lebih dari setengah abad telah mencengangkan dunia dengan prediksi astronomi dan geofisikanya. Salah satu prediksinya yang paling mengagumkan dipublikasikan dalam surat kabar "El Sur" dari Concepcion, pada hari Kamis, 19 Januari 1939. Pada hari itu, dia memprediksi bahwa tanggal 24 Januari tahun itu, pada jam 19.10, sebuah gempa bumi akan menghancurkan Chili, namun tidak ada orang yang percaya.

Namun benar, hanya berselang beberapa jam, prediksinya menjadi kenyataan. Pada pukul 23.29, selama 18 detik Chili diguncang. Gempa bumi besar menghancurkan lima provinsi di selatan Chili, menewaskan 40.000 jiwa. Orang-orang ketakutan dan segala sesuatunya hancur. Di dalam pikiran mereka yang selamat ada ingatan dari seseorang yang telah mengumumkan hal tersebut beberapa hari sebelumnya.

Prediksi-prediksi Muñoz Ferrada, terus terbukti sepanjang waktu. Serangkaian gempa bumi antara 21-25 May 1960, tsunami dahsyat yang mencapai Alaska, gempa bumi besar 1965 di Ligua dan gempa bumi di tahun 1985, di Valaparaiso, Chili, adalah beberapa prediksinya yang tepat sehingga ilmuwan modern belum bisa menjelaskannya.

Dengan ilmu buminya yang segudang, ilmuwan jenius ini melampaui semua dalil astronomi modern. Melalui perhitungannya, tidak hanya memprediksi berbagai gempa bumi, ledakan geothermal dan perubahan iklim di seluruh bagian dunia. Dia juga menemukan komet-komet dan planet-planet baru, memprakirakan trayektori mereka, massa, terang, warna, koordinat nyata dan lintasan orbitnya dengan ketepatan yang luar biasa, sebelum itu terlihat oleh teleskop besar di bumi. Ini menimbulkan kekaguman di dunia, dan membuat Royal Astronomical Society di London mengubah kebijakan mereka, menyatakan bahwa "karena hal yang tidak biasa pada Tn. Muñoz Ferrada, semua komet baru akan mendapatkan nama dari orang yang pertama kali memperhitungkannya dan bukan dari orang yang menemukannya secara kebetulan dengan teleskop."

Muñoz Ferrada juga adalah orang pertama yang memberikan kalkulasi mengenai trayektori dan gangguan pada Komet Halley yang terkenal yang bergerak melintasi jalurnya melewati tata surya. Dia mengindikasikan bahwa pada detik terakhir, komet itu akan berubah kecepatannya dan bergerak lebih dekat ke Matahari. Dan benar, pada 12 Februari 1996, itu benar-benar terjadi. Komet terang itu bergerak 36 jam di orbitnya dan melewatkan waktu lebih banyak di dekat Matahari hingga 85 juta kilometer.

Setelah riset selama 59 tahun, ilmuwan besar ini mengguncangkan lagi fondasi astronomi modern, dan dalam usianya yang ke-90, dia memecahkan kebisuannya dan mengungkapkan trayektori dan konsekuensi mengerikan yang akan terjadi dengan segera, dari Hercolubus, planet komet, sebagaimana dia menyebutnya, akan berdampak kepada dunia kita.

Wawancara:
R: Reporter
CMF: Carlos Muñoz Ferrada

R: Sangat menarik bahwa Anda melakukan studi dan melacak semuanya dengan perhitungan orbit dari planet komet ini... Yang Anda katakan sebagai planet komet, karena pergerakannya yang tidak wajar.
CMF: Tidak wajar.
R: Itu punya kecepatan yang berbeda.
CMF: Itu planet komet karena dia punya orbit yang sangat elips seperti komet. Dan karena dia punya massa yang besar seperti sebuah planet. Dan itu sebabnya saya menyebutnya planet komet. Dan itu planet dengan ekor.

Muñoz Ferrada menjelaskan bahwa bintang besar ini bergerak mendekat, penuh dengan energi kosmis, tidak bergerak menurut hukum-hukum mekanika fisika dari benda luar angkasa. Ia bergerak dengan orbit yang elips dan melintas antara Matahari kita dan sebuah Bintang Hitam berjarak 32 milyar kilometer jauhnya.

R: Jadi di peta ini Anda menunjukkan bahwa di sisi sini ada Bumi, Bumi kita mengorbit di sekeliling Matahari.
CMF: Ya benar.
R: Dan ia (Hercolubus) memasuki orbit di sebelah sini, melintas sangat dekat dengan Bumi kita. 14 juta kilometer jaraknya.
CMF: 14 juta kilometer.
R: Jadi di sini, di peta Anda, Anda menunjukkan Bintang Mati, Matahari Hitam...
CMF: Di sini.
R: Dan di sekeliling Bintang Mati, ia berotasi.
CMF: Di sini, kecepatannya 92 km/detik.
R: Jadi, selain 92 km/detik ini, ia punya kecepatan lain yang sangat menakutkan, bukan?
CMF: Ia punya 3 kecepatan!

Muñoz Ferrada menegaskan planet ini bergerak dengan 3 kecepatan:
Pertama, di sekeliling Bintang Mati ia bergerak 92 km/detik.
Lainnya, di dekat Matahari kita, ia bergerak 76 km/detik.
Dan ketiga, pada kecepatan penuh. Kecepatan penuh, itu terjadi selama separuh orbitnya, pada 300 km/detik.

CMF: Yaitu, 1/1000 kecepatan cahaya.
R: Itu sangat cepat.

Segera, suatu peristiwa akan terjadi yang memungkinkan Hercolubus dapat dilihat dengan mata telanjang.

CMF: Benda angkasa ini tidak akan terlewatkan, semua orang akan melihatnya.
R: Akan terjadi banyak kebingungan?
CMF: Lebih dari kebingungan.
R: Mereka akan mengartikan macam-macam tentang itu?

Para astronom akan berkata bahwa apa yang kita lihat adalah Mars atau planet lainnya. Tapi faktanya, itu Hercolubus.

R: Apa dampaknya bagi planet kita?
CMF: Semua yang paling mengerikan. Dan kemudian... semuanya akan menggenggam apa yang dapat mereka peroleh.

Muñoz Ferrada memprediksi 3 lokasi gempa bumi terpenting.

CMF: Saya menghitung 3 titik triangulasi yang akan mengalami gejolak kegempaan tinggi: pantai utara Mediterania, antara Perancis dan Spanyol. Pantai Pasifik Selatan, mulai Valparaiso sampai Arequipa. Lalu Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Tiga titik. Titik-titik ini secara mendasar akan mengalami kegempaan vulkanik.

Hercolubus akan menyebabkan gempa bumi yang menghancurkan dan perubahan yang besar.

CMF: Medan gaya gravitasi yang dibawa oleh bintang baru ini, pernah mempengaruhi Bumi sejak 13.000 tahun lalu. Pada 13.000 tahun lalu, waktu ketika Atlantis tenggelam, telah menggemakan kembali refleksi dampak dan kelemahan... akan menyebabkan perubahan yang besar.
R: Perubahan besar ini... Sudah sejak 1940, bukan? Sejak Anda mempelajari bintang ini? Ada dokumentasi selama 59 tahun... dan perubahan besar ini: apakah ini perubahan manusia? Dan selain itu, Bumi... karena itu mengindikasikan sebuah "Pole Shift"?
CMF: Itu (terjadi secara) geofisika dan (pada) manusia.
R: Dikatakan akan terjadi perubahan pada kutub magnet Bumi.
CMF: Ada banyak hal, yang sangat disayangkan... umat manusia tidak siap. Perubahan itu datang. Kehancuran datang. Dan di atas segala sesuatunya, itu akan mempengaruhi keberadaan umat manusia, dalam produksinya dan dalam kelangsungan hidupnya.

Kesedihan tergambar jelas di raut wajah Carlos Muñoz Ferrada ketika dia membicarakan hal ini. Beberapa kali dia terdiam ketika menjawab pertanyaan Wartawan tersebut.

Untuk memahami apa yang akan terjadi di masa depan, kita perlu melihat apa yang sudah pernah terjadi di zaman lampau. Tulisan-tulisan kuno tentang kehancuran Bumi oleh Nibiru atau Planet X bisa Anda baca pada artikel:

Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.