Rabu, 10 Agustus 2016

APAKAH ISIS MENGUKIR SALIB BERDARAH ATAS EROPA DENGAN TARGET SERANGANNYA ?



Sebuah PETA yang melacak target ISIS di Eropa nampaknya menggambarkan bentuk Salib raksasa di jantung benua ini – bersamaan dengan usaha kelompok ISIS untuk mendatangkan Anti-Kristus.




Apakah ini Tanda: Sebuah salib tampak tergambar di peta target-target ISIS di Eropa

Peta ini dibuat oleh para ahli perang, dan mengungkap di mana serangan pembunuhan maniak ini terjadi – dan juga di mana serangan mematikan mereka digagalkan.

Namun dapatkan ISIS menggambar Salib berdarah di jantung Eropa sebagai simbol mematikan dari perang suci mereka?

Dan apakah kelompok teror ini, seperti diklaim beberapa orang, berharap untuk membawa mimpi buruk datangnya Anti-Kristus?

Baik Alkitab maupun Alquran merujuk pada kemunculan "Pembinasa" pada Akhir Dunia – yang oleh ISIS dipercayai akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Institute for the Study of War (ISW), yang memunculkan peta serangan ini, ISIS sepertinya menjalankan perangnya di Eropa – termasuk Inggris.

Apa yang lebih mengerikan adalah bahwa pemimpin kelompok teror yang kejam dan psikotik ini sepertinya bertekad mendatangkan Akhir Dunia dalam sebuah peperangan terakhir di Roma dan Kota Suci Vatican.

ISIS, yang juga dikenal sebagai Daesh, memimpikan akhir yang brutal dan berdarah dalam peperangan yang melibatkan pasukan jihad melawan pasukan "kafir" di jantung Eropa.

Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok ini telah merilis beberapa video propaganda dengan sasaran akhir Roma sebagai lokasi peperangan akhir melawan "tentara salib." Dan tebaklah, Islam, atau mungkin ISIS, yang menang.

Dalam video terakhir, yang paling menakutkan selama ini, tank-tank yang dikuasai kelompok teroris terlihat bergerak maju di reruntuhan Colosseum.

Adegan mengerikan berjudul "Meeting at Dabiq" (Perjumpaan di Dabiq) ini mengungkap visi apokaliptik mengerikan dari hari-hari terakhir di Bumi.



Pusat Kekristenan: Kota Suci Vatican tampak dalam video teroris ini

Tayangan ngeri itu menunjukkan Basilika Santo Petrus, daerah kekuasan Paus di dalam Kota Suci Vatican, dimandikan dalam cahaya oranye diiringi musik yang menakutkan.

Pengisi suara di video lalu sepertinya mengklaim ISIS akan mengambil alih Roma, menghancurkan salib dan menawan kaum perempuan Kristen sebagai budak.

Pada zaman Abad Pertengahan, Paus mengirim ratusan ribu "tentara salib" Kristen untuk merebut tanah suci di Timur Tengah dari pendudukan Muslim.

Waktu itu Vatican menginginkan wilayah itu kembali karena itu tempat dimana Yesus dilahirkan dan akhirnya disalibkan di kayu salib.



Penaklukkan: Video ISIS menayangkan mimpi kekhalifahan ISIS

Ketakutan semakin besar atas keselamatan Paus.

Diungkapkan bahwa rencananya dia akan memberikan khotbah Natal tahun ini dengan memakai rompi anti peluru, namun dia menolaknya.

Di samping video-video ancaman itu, ISIS juga menulis artikel ancaman dalam majalah propagandanya, Dabiq. Yang terbaru menampakkan foto Lapangan Santo Petrus di Kota Vatican pada halaman depan – dengan bendera ISIS berkibar di atas Basilika Santo Petrus.

Artikel itu mendorong umat Muslim untuk membunuh "sebanyak mungkin tentara salib… di mana pun mereka dijumpai".

"Pada saat ini dimana perang salib sedang dilancarkan terhadap Negara Islam, adalah sangat penting bahwa serangan dilakukan di setiap negera yang bergabung dalam aliansi untuk melawan Negara Islam, khususnya Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Australia dan Jerman," demikian bunyi artikel tersebut.

"Setiap Muslim harus keluar dari rumahnya, mencari tentara salib dan membunuhnya… Dan Negara Islam akan tetap berdiri sampai panji-panjinya berkibar di atas Roma."

Profesor Richard Landes dari Universitas Boston, yang mempelajari ISIS sebagai sekte apokaliptik, mengatakan, "Kenapa mereka tidak mentargetkannya [Roma]?"

"Mereka tahu Roma memiliki simbol kekuasaan, bahkan mereka masih hidup di Abad Pertengahan, ketika Roma telah memiliki simbol kekuasaan yang sangat besar."

"Sebagian dari kesuksesan mereka terjadi karena ketidakmampuan kita untuk memahami apa yang kita hadapi."

Profesor Landes mengatakan dia tidak percaya ISIS sedang menggambar salib dengan pola-pola target serangannya. Namun jika hendak mengambar sebuah simbol di Eropa, dia percaya itu akan berbentuk bulan sabit di benua itu.

Dia berkata, "Mereka ingin merusak masyarakat Eropa. Mereka punya kesempatan lebih baik di Eropa, sebagian karena Eropa tidak siap untuk sebuah konfrontasi."




Ancaman: Sampul depan majalah menunjukkan bendera ISIS berkibar di atas Obelisk Lapangan Santo Petrus Vatican

Pada bulan September, juru bicara ISIS Abu Mohammed al-Adnani berkata, "Kami akan menaklukkan kamu Roma, mematahkan salib-salibmu, dan memperbudak kaum perempuanmu."

Rencana suci atas Eropa juga diungkapkan dalam manifesto ISIS, yang diberi nama 'Bendera Hitam dari Roma', yang dipublikasikan tahun 2015 ini.

Sebuah ramalan Islam memprediksi Roma akan ditaklukkan kaum Muslim sebelum kemunculan Anti-Kristus Islam, Dajjal, yang akan menyatakan diri.

Namun pihak musuh, Kristen yang mendominasi Barat juga punya versi sendiri tentang Harmageddon yang bagi ISIS tidak menyenangkan.

Dalam buku terbarunya, The ISIS Apocalypse, ahli terorisme William McCants berkata, "Ada satu ramalan tentang Anti-Kristus yang oleh Negara Islam dan para pendukungnya dengan sangat hati-hati dihindari."

"Meskipun itu di dalam kumpulan ramalan yang mereka hormati: Anti-Kristus akan muncul di daerah kosong antara Sham [Syria] dan Iran."

"Itu, tentu saja, tepat berada di mana Negara Islam berlokasi."




Tanda Salib: Peta menunjukkan target-target ISIS


Referensi:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.