ISIS barusan merilis dua video baru yang menakutkan, yang satu menggambarkan visi apokaliptik Akhir Dunia dan satunya menyatakan serangkaian ancaman terhadap kota-kota Negara Barat.
Video apokaliptik itu berjudul, "Perjumpaan di Dabiq," yang merujuk kepada sebuah kota Syria dimana Islam Sunni percaya peperangan terakhir akan terjadi antara tentara "Crusader" Barat dan tentara "Pengikut" Islam.
Video itu juga menunjukkan "kendaraan lapis baja" ISIS bergerak maju menuju Colosseum yang menyerupai "tentara Romawi."
Dalam salah satu adegan, seorang prajurit yang mati ditayangkan sedang dicium oleh rekan-rekannya. Adegan lainnya, seorang tentara jihad di atas kudanya digambarkan seperti tentara penakluk yang melintasi padang pasir. Para tentara jihad ditayangkan sedang berkendara di atas tank dan kendaraan personel lapis baja, yang nampaknya perlengkapan berat milik Amerika yang dikendarai oleh tentara teroris.
Itu juga menayangkan adegan yang menunjukkan para militan berusaha tampak gagah di atas kuda, dan klip video para tentara jihad saling berpelukan sementara mereka berangkat untuk misi bunuh diri.
Film itu juga menunjukkan sebuah peta dengan bendera ISIS di atas Algeria, Libya, Mesir, Yemen, Syria dan Iraq, lalu tayangan grafis yang menunjukkan bendera-bendera 60 negara yang memutuskan berperang melawan ISIS dan yang akhirnya ditaklukkan.
Di antara 60 bendera yang ditunjukkan itu ada Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Australia, dan sebagainya.
Video terakhir menyusul video lain yang dirilis minggu lalu yang menunjukkan dua pejuang ISIS sedang duduk di bangku dan memberikan ancaman serangan teror terhadap Paris, New York, Washington dan Moscow.
Salah satu pejuang, berbicara dalam bahasa Inggris yang patah-patah, mengatakan "pembalasan sudah dimulai" dan "darah akan mengalir."
"Perancis hanyalah permulaan," katanya. "Besok Washington. Lalu New York dan Moscow."
Sebelas tahun lalu, Joel Richardson menulis "Anti-Kristus Islam," buku yang menggambarkan dengan detail visi apokaliptik Islam yang berhubungan dengan nubuatan Alkitab.
Pada waktu itu, Richardson berkata dia mengungkapkan topik tentang mimpi Islam untuk mendirikan kembali kekhalifahan dan ramalan yang mereka miliki tentang pasukan yang berbaris di belakang bendera hitam Islam untuk menaklukkan.
Skenario ini bukan lagi spekulasi atau teori mengenai "nubuatan" Alkitab.
"Hari ini, hal-hal ini sudah menjadi kenyataan," kata Richardson.
Dia mengatakan, baginya ramalan tentang Islam itu tidak ada nilainya. Tetapi para pemimpin Barat akan tidak siap menghadapi ancaman kelompok seperti ISIS jika mereka tidak memahami theologia dan ajaran akhir zaman mereka.
"Mereka sudah pasti tidak diinspirasi oleh nubuatan – setidaknya tidak diinspirasi oleh Elohim Yahweh," kata Richardson. "Namun Satan, adalah penipu hati, dan dia jelas-jelas tahu apa yang dikatakan nubuatan dalam Kitab Suci. Bahkan tentang janji-janji Alkitab bahwa harinya akan tiba ketika Yesus Kristus akan datang kembali untuk memulihkan tahta Daud dan kerajaan Israel, Satan sekarang sedang sibuk melakukan segala sesuatu dalam kekuasaannya untuk menghalangi janji-janji ini menjadi kenyataan."
Bagi mereka yang memiliki kepekaan rohani, mungkinkah mendengar bisikan Satan dalam ramalan yang dikatakan dari Muhammad? Richardson berpikir demikian.
Dia berkata beberapa ramalan Islam nampaknya dipinjam dan berasal dari Yahudi, Gnostik dan tradisi Kristen di luar Alkitab.
"Namun mereka nampak jelas telah dimanipulasi oleh 'yang jahat' untuk memperdayakan wadah-wadah yang bersedia," katanya.
Inilah keberadaan dunia yang sesungguhnya hari-hari ini.
"Sekarang ini saya tidak percaya Khalifah ISIS akan bertahan, namun untuk saat ini, Satan sedang menunjukkan tangannya," kata Richardson. "Dia menggunakan ramalan Islam yang dimanipulasi secara satanik untuk merekrut secara nyata puluhan ribu Muslim dari seluruh dunia untuk bergabung dalam pasukannya."
Video baru ISIS ini menunjukkan betapa terobsesinya kelompok teror ini dengan ramalan akhir zaman Islam.
Video terakhir meninggalkan kesan bahwa itu diambil secara langsung dari halaman-halaman buku Richardson.
"Tentara ISIS nampak membawa bendera hitam yang saya tulis sekitar sepuluh tahun lalu. Tujuan saya bukan mengambil posisi nabi, karena saya bukan nabi," katanya. "Namun bagi siapa pun yang memberi perhatian kepada firman yang disampaikan nabi-nabi di Alkitab bersamaan dengan apa yang sedang terjadi di dunia Islam akan dapat melihat semuanya ini akan terjadi."
Jadi, apakah Richardson berharap hasil akhirnya baik?
"Sebanyak harapan saya untuk terjadi yang baik, namun semuanya ini akan menjadi semakin buruk," katanya. "Pertumpahan darah dan kesulitan baru saja dimulai. Kitab Suci menyatakan ini dengan jelas."
"Tapi seperti juga dikatakan bahwa sesaat sebelum kedatangan Yesus, sebagian besar, jika bukan seluruhnya, gereja akan tertidur," tambahnya.
"Ingatlah perumpamaan Yesus tentang gadis-gadis yang bodoh dan bijaksana. Itu juga sedang digenapi saat ini."
Richardson merujuk polling terakhir yang dilakukan Pew Research yang menunjukkan bahwa hanya 5% orang Kristen yang percaya Yesus akan datang dalam masa hidup mereka. Polling yang sama menunjukkan orang Muslim percaya kita sedang berada di akhir zaman, lima kali lipat lebih banyak dibanding orang Kristen. Di beberapa negara, itu setinggi 80%.
"Tidak heran gereja-gereja kita menyusut dan jumlah pemuda-pemuda yang mengorbankan segalanya untuk bergabung dengan ISIS sangat meroket," katanya. "Gereja modern berpusat bagaimana menyampaikan pesan supaya lebih menarik bagi dunia yang semakin tidak bertuhan, kita mempermudah pesan itu supaya lebih gampang diterima, namun kita kehilangan generasi muda kita."
Sementara, ISIS memanggil para pemuda untuk menyerahkan nyawa mereka, mempertaruhkan segalanya dan mati.
Di dalam dunia yang kosong pengabdian rohani dan para pemimpin Kristen yang lemah, pesan dari Islam menggema. Pew Research baru-baru ini mengeluarkan penyelidikan baru yang menunjukkan bahwa itu adalah agama dengan pertumbuhan paling cepat.
"Jumlah pengikut ISIS meluas dengan cepat, sehingga pemerintah-pemerintah dunia mencari cara untuk menghentikan pesan ini," kata Richardson. "Saya berpendapat inilah waktunya bagi gereja modern untuk berhenti bermain-main dan mulai mempersiapkan domba-domba untuk menghadapi apa yang akan terjadi. Sebelum kedatangan Yesus, Kitab Suci mengatakan Amanat Agung akan digenapi."
Dan injil kerajaan ini akan diberitakan ke seluruh dunia sebagai kesaksian bagi semua bangsa, dan kemudian akan datang kesudahannya.”
“Oleh karena itu, bilamana kamu melihat pembinasa keji (Yunani: bdelugma eremosis, abomination of desolation: kejijikan yang membinasakan) -yang dibicarakan oleh Nabi Daniel- tengah berdiri di tempat yang kudus -siapa yang membaca biarlah dia memahaminya-
Matius 24:14,15
"Ini termasuk di seluruh dunia Islam. Saya percaya ini bukan kebetulan bahwa Kitab Suci juga mengatakan sebelum Dia datang, sejumlah besar orang Kristen akan mati sebagai martir karena Injil."
Dan kepada mereka masing-masing diberikan jubah panjang putih. Dan kepada mereka dikatakan agar mereka dapat beristirahat sedikit waktu lagi sampai akan terpenuhinya jumlah mereka, sesama hamba-hamba dan saudara-saudara mereka, yang akan segera dibunuh seperti mereka juga.
Wahyu 6:11
Dalam harapan untuk membangkitkan orang Kristen, Richardson baru saja merilis sebuah film baru bekerjasama dengan Frontier Alliance International tentang penganiayaan gereja di Timur Tengah. Judulnya "Domba di Tengah-tengah Serigala."
"Jika kamu ingin bangkit, tontonlah film ini," katanya. "Tontonlah itu bersama kelompok belajar Alkitabmu. Tontonlah itu di gereja-gereja. Sekarang adalah waktunya bagi gereja untuk bangkit dan menghadapi tantangan hari-hari ini. Dunia Islam sudah bangkit secara luas. Inilah waktunya bagi kita untuk bangkit dan memenuhi segala yang ditentukan Tuhan bagi kita."
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.