animasi-bergerak-bunga-mawar-0017animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0152animasi-bergerak-bunga-mawar-0149animasi-bergerak-bunga-mawar-0017

Sabtu, 19 Maret 2016

BEGINILAH NABI - NABI PL MENUBUATKAN YESUS



Pendahuluan

Seandainya nubuatan yang autentik berusia seribu tahun ditemukan yang memuat rincian pribadi dari seorang Presiden Amerika yang tersohor. Coba bayangkan berita tentang penemuan tersebut berbunyi seperti berikut: Yayasan Smithsonian mengumumkan bahwa gulungan kuno telah ditemukan disalah satu gua di New Hampshire dekat daerah bekas penghunian Viking.
Gulungan tersebut tertutup rapat dalam sebuah kendi yang terbuat dari batu da terawat baik sekali. Setelah diteliti secara ilmiah ternyata para arkeologi Smithsonian sependapat bahwa gulungan yang ditemukan itu berasal dari zaman Viking dan membuat suatu nubuatan yang autentik mengenai kehidupan dan pekerjaan Abraham Lincoln.

Alangkah cepatnya berita seperti itu bergema di seluruh dunia ini! Pelantikannya, tabiatnya, keberhasilannya, popularitasnya, pertentangan yang akan dihadapinya, penghianatan yang dialaminya, pembunuhannya, dan sebagainya semuanya dirinci dalam gulungan itu dengan tepat sekali sampai pada tahun yang tepat, bulan hari dan jam kematian presiden itu! Dan semua ramalan ini ditukiskan seribu tahun sebelum terjadi! Berita seperti itu adalah fiksi tetapi yang satu ini adalah fakta: KEBENARAN YESUS KRISTUS DIDUKUNG OLEH RAMALAN YANG BENAR SEPERTI YANG SUDAH DIJELASKAN!

Tulisan-tulisan perjanjian lama yang disiapkan ratusan tahun menjelang kelahiran Kristus terdiri dari tiga ratus lebih nubuatan mengenai Yesus Kristus. Semua memberi rincian tentang biografi orang Nazaret— telah ditulis beberapa abad sebelum terjadi. Kesaksian nubuatan tersebut digolongkan sebagai kumpulan Nubuatan Perjanjian lama. Seperti sebuah kendaraan yang sedang dirakit satu persatu sementara bergerak diatas ban berjalan, demikian lah bayangan sang pembebas yang dijanjikan atau Mesias itu terbentuk dalam lembaran-lembaran perjanjian lama.

Seperti dijelaskan oleh seorang cendikiawan seperti fenomena nubuatan Alkitab, perpaduan kesaksian nubuatan ini telah memberikan kiasa yang tidak ada duanya kepada Yesus Kristus. Tidak ada seorang pemimpin agama dan tidak ada kepribadian seperti Dia yang pernah dihasilkan dengan latar belakang yang luar biasa seperti Yesus. Dari ratusan nubuatan perjanjian lama yang rumit yang memfokuskan pada Yesus Kristus, kita munculkan contoh penting yang berikut ini:


1. NUBUATAN YANG DIFIRMANKAN

Kej 3:15 ► perjanjian “benih perempuan” yang akan “meremukkan kepala Ular itu”
Kej 49:10 ► kedatangan “Silo” Yaitu “poembawa damai”
Bil 24:17 ► kedatangan bintang dari Yakub
Ul 18:18,19 ► kedatangan Nabi seperti Musa
Mi 5:2 ► Betlehem dinyatakan sebagai tempat lahir-Nya
Yes 7:14 ► lahir dari seorang perempuan muda. Akan dinamai “Imanuel” artinya Allhah beserta kita.
Yes 9:6,7 ► Raja damai Allah yang perkasa
Yes 61:1-3 ► Pelayanan penyembuhan dan Khotbah Kristus.
Yes 53:4-9 ► Penderitaan dan kematian Kristus

CATATAN TENTANG MIKHA 5:2 ketetapan yang ajaib dari nubuatan ini bisa saja tidak dimengerti karena ada DUA “Betlehem” di Palestina purba datu diutara yang dikenal dengan nama Betlehem di Zebulon atau Betlehem di Galilea (lihat Yos 19:15) dan satu lagi diselatan yang dikenal dengan nama Betlehem di Yehuda: atau Betlehem Efrata (lih Hakim 17:7). Kita harus membedakan ini dari Betlehem di Utara. Fakta bahwa Betlehem disebelah selatan dengan jelas disinggung dalam Mikha 5:2 memberi keterangan tambahan mengenai nunuatan yang penting ini.


2. NUBUATAN YANG DILAKUKAN

Kej 3:21 ► pakaian yang dibuat dari kulit di Eden. Jubah yang dibuat Allah sendiri dan yang bahannya diambil dari kulit hewan yang di sembelih membayangkan kematian Kristus dan melambangkan jubah kebenaran-Nya. (bandingkan dengan Why 3:5,18
Kej 28:12 ► Tangga Yakub yang ajaib (band Yoh 1:51)
Kel 12:3,4 ► Domba paskah (Band Yoh 3:14,15).
Bil 20:8-11 ► Bukit batu yang dipukul oleh Musa–Bukit batu itu adalah Kristus. (Ban 1 Kor 10:4).
Im 1-4 ► semua upacara persembahan korban pada bait suci Yahudi purba adalah nubuatan yang didramatisasi mengenai kematian Kristus sebagai korban dan keimamatan-Nya di surga (band Yoh 1:28; Ibrani 3:1; 4:14-16,; 8:1,2).


3. NUBUATAN MANUSIA

Riwayat hidup dari beberapa tokoh perjanjian lama membuat banyak persamaan antara manusia dan Juruselamat sehingga kita haris menganggapnya sebagai tokoh yang melambangkan dalam menunggu kegenapan nubuatan siapoa yang membayangkan Kristus dalam beberapa aspek tabiat dan pekerjaan-Nya sebagai Mesias. Setiap toko buku perjanjian Lama tersebutdiatas adalah sama dengan poster nubuatan yang menunjukkan pada seorang tokoh uang lebih agung, yang lebih kaya, yang akan datang.

(1) ABRAHAM. Dipanggil untuk mengorbankan Putranya di Gunung Moria (Kej 22:2-12)

(2) MELCHISEDEK. Memadukan fungsi seorang raja dan imam (kej 4:18).

(3) YUSUF. Cerita yang paralel antara Yusuf dan Yesus sangat mengagumkan. Orang yang dikasihi oleh ayahnya, Yusuf adalah seorang yang ganteng dan bertabiat baik dan benar. Ia dikaruniakan dengan penglihatan atas nubuatan. Namun ia ditolak, di hina, dikhianati oleh saudaranya sendiri dan kemudian dijual sebagai seorang yang didak berharga. Dalam penggodaan, ia tidak berdosa.

Dituduh tanpa alasan dan ia dipenjarakan dan di kutuk.. dari lembah yang memalukan ini dan dari kedukaannya yang amat dalam ia diangkat secara dramatis sampai pada pouncak kekuasaan. Ia diutus ketengah-tengah bangsanya untuk menyelamatkan negeri Mesir. Kepadanya semua haris bertekuk lutut termasuk orang yang pernah menyiksanya dan yang mengkhianatinya, dan orang yang mendapat keampunan dari padanya. (Kej 37-50)

(4) MUSA. Diancam dengan hukuman mati pada waktu masih bayi, namun nyawanya diselamatkan dengan cara ajaib, ia menjadi alat untuk melepaskan umatnya dari perbudakan Mesir, menjadi nabi, pemimpin, dan poembuat peraturan bagi umatnya. Rela mengorbankan diri untuk keselamatan umatnya(Kel 32:21,32).

(5) BOAZ. Penebus kaumnya (Rut 5:9.11)

(6) YUNUS. Dikorbankan demi keselamatan awak kakpal; tiga hari lamanya ia dibawa ke dasar lautan yang sangat dalam lalu dilemparkan kemudian kedaratan. Suatu bayangan dari kematian, penguburan dan kebangkitan Yunus pasal 1 dan 2 bandingkan dengan Mat 12:39,40 dan i Kor 15:3,4.


4. NUBUATAN WAKTU

Kej 49:10; “Mesias” yang dijanjikan itu juga disebut “SILO” artinya “Pembawa damai” akan datang sebelum tongkat kerajaan itu terangkat dari tangan suku Yehuda untuk selama-lamnya. Sejarah membuktikan bahwa pada waktu Yesus berumur dua belas tahun, Arkhelaus, Raja Yehuda telah dicopot kekuasaannya oleh pemerintahan Romawi dan digantikan oleh Koponius, yaitu seorang penguasa. Oleh kerena itu, kerajaan Yehuda yang terakhhir sebagai lambang kebesaran bangsa Israel telah diciutkan menjadi suatu provinsi dari Siria. Tetapi Kristus sudah lahir di Betlehem; “SILO” sudah datang pada waktu tongkat kerajaan itu masih ditangan Yehuda, karena itu, nubuatan telah memenuhi kegenapannya.

Mal 3:1. Mesias yang disebut “Malaikat perjanjian itu akan datang pada waktu Bait suci di Yerusalem masih berdiri dalam kemegahannya. Kristus menggenapi ramalan ini juga. Tetapi empat puluh tahun setelah kematian-Nya, tentara Romawi dibawah pimpinan Titus memusnahkan bait suci yang megah itu dan tidak meninggalkan satu batu pun berdiri di atas yang lainnya (lih Mat 24:1,2)
Dan 9:24-27: nubuatan yang paling menonjol dan paling menkjubkan dari semua nubuatan perjanjian lama adalah nubuatan mengenai “Nubuatan 70 minggu” yang melambangkan 490 tahun harafiah yang mencakup dari mulainya pembangunan bangsa Yahudi (457 S.M.) oleh kerajaan Persia sampai pada munculnya da matinya “Mesias, Raja Salam”. Jika kita pelajari nubuatan ini dihubungkan dengan upacara pesta paskah setiap tahun, maka kita akan dapat melihat bahwa TAHUN, BULAN, HARI,SERTA JAM kematian Kristus sudah dinubuatkan ratusan tahun sebelum terjadi. Nubuatan “Tujuh puluh minggu” adalah kunci dari nubuatan mengenai Mesias. Kristus sendiri menggunakan ramalan ini sebagai pergumulan dari pelayanan-Nya di bumi ini (mark 1:15)


Kesimpulan
Bayangkanlah sebuah rumah dengan tigaratus pintu dan tigaratus anak kunci yang berlainan. Kunci-kunci itu sangat agung dan sagat rumit sehingga tidak ada seorang pun tukang kunci yang dapat membuat anak kunci diseluruh nrgeri itu yang bisa membuka pintu-pintu itu. Kemudian coba bayangkan seorang datang dengan kunci induk yang bisa membuka semua kunci pintu itu yang berjumlah tigaratus pintu. Apakah anda masih bimbang bahwa orang tersebut sebenarnya adalah pemilik anak kunci induk itu?

Seperti kita sudah lihat dalam penuntun pelajaran ini bahwa nubuatan-nubuatan buku Perjanjian Lama adalah ibarat satu seri kunci yang membingungkan, dan kita sedang menunggu kedatangn seorang “Manusia” dengan anak kunci induk ditangan-Nya. Hanya ada seorang Manusia—Cuma satu—dalam sejarah dunia ini yanf memenuhi ramalan-ramalan itu, dan Manusia itu ialah Yesus dari Nazaret.

Beberapa nubuatan Alkitab Perjanjian Lama secara terang difokuskan dan amat tepat sampai kepada rincian yang kecil sekalipun. Ada beberapa yang ditak difokuskan terlalu jelas, dan hanya sekadar keterangan atau penunjuk jalan. Ada juga beberapa yang sperti tersembunyi. Ada yang berdiri sendiri dan menimbulkan bahan perbincangan. Tetapi kesaksian yang diberikan oleh nubuatan itu adalah hal yang harus diterima. Sama seperti jari-jari pada suatu roda, semua menunjuk pada satu Tokoh sejarah da bukti-bukti yang terkumpul menjadi penunjang pada pernyataan nubauatan itu sendiri “Tentang Dia semua nabi bersaksi” (Kis 10 :43)

Lalu Ia menjelaskan kepada mereka yang tertulis tentang Dia dalam seluruh kitab suci, mulai dari kitab-kitab Musa dalam kitab Taurat dan segala kitab nabi-nabi (luk 24:27). Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret. (Yoh 1:45).


*********************************************************************************

7.1 Nubuat tentang Yesus di Perjanjian Lama

Pada pelajaran 3 dijelaskan bagaimana rencana keselamatan Allah untuk manusia berpusat pada Yesus Kristus. Janji-janji yang Allah berikan kepada Hawa, Abraham, dan Daud, semuanya berbicara tentang Yesus, yang berasal dari garis keturunan mereka. Karena itu, secara keseluruhan Perjanjian Lama merupakan gambaran ke depan tentang Yesus, dan juga menubuatkan tentang dia. Hukum Musa, yang harus ditaati oleh Israel sebelum kedatangan Kristus; adalah gambaran ke depan tentang Yesus: ”Hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang” (Gal. 3:24). Karena itu, pada waktu perayaan Paskah, seekor anak domba yang tidak bercela harus dibunuh (Kel. 12:3-6); yang merupakan gambaran dari pengorbanan Yesus, ”Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29; I Kor. 5:7). Kondisi yang tidak bercela, yang diwajibkan bagi seluruh binatang yang akan dikorbankan, merupakan gambaran tentang karakter Yesus yang sempurna (Kel. 12:5 bandingkan I Ptr. 1:19).
Di dalam Mazmur dan kitab nabi-nabi Perjanjian Lama, terdapat nubuat yang berkelanjutan tentang Mesias. Terutama mengenai keterangan-keterangan bagaimana ia akan mati Penolakan Yudaisme atas gagasan tentang kematian Mesias, diebabkan kurangnya pemahaman mereka atas nubuat-nubuat ini, beberapa diantaranya adalah;

Nubuat Perjanjian Lama
Penggenapan oleh Kristus
”Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (Mzm. 22:1)Inilah kata-kata yang Yesus ucapkan di kayu salib (Mat. 27:46)
”Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: ”Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang melepaskannya; biarlah Dia yang meluputlkannya” (Mzm. 22:6-8)Orang-orang Israel menghina Yesus dan mengolok-oloknya (Luk. 23:35; 8:53); mereka menggelengkan kepala mereka (Mat. 27:39), dan mengatakan hal ini ketika Yesus disalib (Mat. 27:43)
”Lidahku melihat pada langit-langit mulutku…mereka menusuk tangan dan kakiku” (Mzm. 22:16,17)Ayat ini digenapi ketika Yesus merasa haus (Yoh. 19:28). Penusukan tangan dan kaki adalah cara yang digunakan untuk penyaliban
“Mereka membagi-bagikan pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku” (Mzm. 22:19)Penggenapan ayat ini terdapat di Matius 27:35
Catat, Mazmur 22:22 dikutip khusus kepada Yesus, di Ibrani 2:12
“Aku telah menjadi orang-orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumahMu menghanguskan aku” (Mzm. 69:9,10)Ayat ini menjelaskan perasaan Yesus ketika ia diasingkan oleh saudaranya sesama Yahudi dan keluarganya sendiri (Yoh. 7:3-5; Mat. 12:47-49). Ayat ini juga dikutip di Yohanes 2:17
“mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam” (Mzm. 69:22)Hal ini terjadi ketika Yesus disalib (Mat. 27:34)
Seluruh ayat di Yesaya 53 adalah nubuat tentang kematian dan kebangkitan Kristus; dari setiap ayat, tidak ada yang tidakdigenapi. Berikut ini ada dua ayat dari antaranya;
“dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian ke pembantaian” (Yes. 53:7)Kristus, anak domba Allah, tetap bungkam selama penderitaannya (Mat. 27:12,14)
”Orang-orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat” (Yes. 53:9)Yesus disalib bersama penjahat (Mat. 27:38), tetapi dikubur di pekuburan orang-orang kaya (Mat. 27:57-60)
Suatu hal yang menakjubkan, Perjanjian Baru mengingatkan kita tentang ”hukum taurat dan kitab nabi-nabi” di Perjanjian Lama sebagai dasar pemahaman kita akan Kristus (Kis. 26:22; 28:23; Rm.1:2,3; 16:25,26). Yesus sendiri memperingatkan, jika kita tidak memahami dengan benar tentang ”kitab-kitab Musa dan nabi-nabi”, maka kita tidak dapat memahami Yesus (Luk. 16:31; Yoh. 5:46,47).
Hukum Musa memberikan gambaran ke depan tentang Yesus, dan nabi-nabi menubuatkan tentang dia. Hal ini cukup untuk membuktikan bahwa Yesus tidak hadir di bumi secara fisik sebelum kelahirannya. Doktrin palsu tentang ”keberadaan” Yesus secara fisik sebelum ia lahir, akan membuat janji-janji yang diulangi tentang dia, yang akan menjadi keturunan dari Hawa, Abraham, dan Daud, menjadi tidak ada artinya. Jika ia sebelumnya sudah berada di surga pada waktu janji-janji itu diberikan, maka Allah telah salah memberikan janji-janji kepada orang-orang ini sehubungan dengan keturunan mereka yang akan menjadi Mesias. Silsilah Yesus yang dicatat di Matius 1 dan Lukas 3 menunjukkan bahwa asal-usul Yesus berasal dari orang-orang yang kepada mereka Allah memberikan janji-janji itu.
Janji-janji yang diberikan kepada Daud sehubungan dengan Kristus, menyangkal keberadaan Yesus secara fisik pada waktu janji-janji itu diberikan: ”Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu...Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anakKu” (II Sam. 7:12,14). Perhatikan bentuk kalimatnya, yang menjelaskan hal yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Dengan memperhatikan bahwa Allah akan menjadi Bapa bagi Kristus, adalah suatu hal yang mustahil jika Anak Allah sudah ada sebelumnya, sewaktu janji itu diberikan. Dikatakan bahwa keturunan itu adalah ”anak kandung” Daud, yang menunjukkan bahwa ia secara fisik adalah keturunan Daud. ”Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud...Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu” (Mzm. 132:11).
Salomo menggenapi beberapa dari janji-janji itu, tetapi ia sudah hidup pada waktu janji itu diberikan (II Sam. 5:14), penggenapan secara keseluruhan dari janji-janji itu, yaitu tentang keturunan Daud yang akan menjadi Anak Allah, digenapi oleh Yesus (Luk. 1:31-33), ”Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud” (Yer. 23:5), yaitu Mesias.
Penggunaan bentuk kalimat yang sama juga digunakan pada nubuat-nubuat yang lain tentang Kristus. ”Seorang nabi akan kubangkitkan bagi mereka (Israel)” (Ul. 18:18) dikutip di Kis. 3:22,23, yang menjelaskan bahwa ”nabi” itu adalah Yesus. ”Seorang perempuan muda (Maria) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan dia Imanuel” (Yes. 7:14). Yang digenapi melalui kelahiran Kristus (Mat. 1:23).


*********************************************************************************

Yesus Kristus—Mesias yang Dijanjikan


UNTUK membantu kita menentukan siapa sang Mesias, Allah Yehuwa mengilhami banyak nabi Alkitab untuk memberikan perincian tentang kelahiran, pelayanan, dan kematian Pembebas yang dijanjikan ini. Semua nubuat Alkitab itu digenapi dalam diriYesus Kristus. Nubuat-nubuat itu luar biasa saksama dan terperinci. Sebagai gambaran, mari kita bahas beberapa nubuat tentang kejadian-kejadian yang akan berkaitan dengan kelahiran dan masa kanak-kanak sang Mesias.

Nabi Yesaya menubuatkan bahwa sang Mesias adalah salah satu keturunan Raja Daud. (Yesaya 9:7) Yesus memang lahir dalam garis keturunan Daud.—Matius 1:1, 6-17.

Mikha, nabi Allah lainnya, menubuatkan bahwa anak itu akhirnya akan menjadi penguasa dan bahwa ia akan lahir di ”Betlehem Efrata”. (Mikha 5:2 [ayat 1, Terjemahan Baru]) Pada masa kelahiran Yesus, ada dua kota di Israel yang bernama Betlehem. Satu terletak dekat Nazaret di wilayah utara negeri itu, dan yang lain, dekat Yerusalem di Yehuda. Betlehem yang berada dekat Yerusalem semula disebut Efrata. Yesus lahir di kota itu, tepat seperti yang telah dinubuatkan!—Matius 2:1.

Nubuat lain dalam Alkitab menyatakan bahwa Putra Allah akan dipanggil ”dari Mesir”. Sewaktu kanak-kanak, Yesus dibawa ke Mesir. Setelah Herodes mati, ia dibawa pulang, sehingga menggenapi nubuat itu.—Hosea 11:1; Matius 2:15.

Pada tabel di halaman 200, ayat-ayat di bawah judul ”Nubuat” berisi perincian tentang Mesias. Silakan bandingkan dengan ayat-ayat di bawah judul ”Penggenapan”. Dengan melakukan hal itu, iman Anda kepada kebenaran Firman Allah akan lebih dikuatkan.

Seraya Anda memeriksa ayat-ayat itu, ingatlah bahwa ayat yang berisi nubuat ditulis ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus. Yesus mengatakan, ”Semua yang tertulis dalam hukum Musa dan dalam Kitab Para Nabi dan Mazmur tentang aku harus digenapi.” (Lukas 24:44) Seperti yang dapat Anda buktikan dalam Alkitab Anda sendiri, semuanya benar-benar tergenap—setiap perinciannya!


NUBUAT TENTANG MESIAS

PERISTIWA

NUBUAT

PENGGENAPAN

Lahir dari suku Yehuda


Lahir dari perawan



Keturunan Raja Daud



Diakui Yehuwa sebagai Putra



Tidak dipercaya



Masuk Yerusalem naik keledai



Dikhianati teman dekat



Dikhianati untuk 30 uang perak



Membisu di depan penuduhnya



Pakaiannya diundi



Dicerca di tiang



Tulangnya tidak dipatahkan



Dikubur bersama orang kaya



Dibangkitkan sebelum binasa



Ditinggikan ke kanan Allah



*********************************************************************************


Yesus, Tuhan yang Dinubuatkan Para Nabi


Nubuat di dalam Perjanjian Lama adalah salah satu dari alasan “motive of credibility” (motive yang dapat dipercaya), mengapa kita percaya akan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Nubuat ini begitu penting, karena ini membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan, sehingga manusia dapat mengenali dan menantikan kedatangan-Nya.

Kalau nubuat ini dibuat hanya satu kali, atau beberapa kali namun bertentangan satu sama lain, maka kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun nubuat tentang kedatangan Yesus diberitakan lebih dari 20 abad sebelum kedatangannya dan dilakukan secara terus-menerus. Kalau para nabi yang menubuatkan kurang dapat dipercaya, misalkan dapat disuap, atau tidak mempunyai karakter yang baik, kita mungkin masih dapat mempertanyakan kebenarannya. Namun, kita melihat bahwa para nabi yang memberitakan kedatangan Yesus adalah orang-orang yang dipakai oleh Tuhan sendiri, yang mempunyai prinsip yang teguh sampai pada titik mau mengorbankan nyawanya dalam mempertahankan kebenaran yang diwahyukan oleh Tuhan.

Kalau berita yang disampaikan oleh para nabi saling bertentangan, kita akan mempertanyakan kebenarannya. Namun yang terjadi adalah ratusan nubuat yang dibuat oleh para nabi dalam rentang waktu lebih dari 20 generasi memberikan gambaran yang tidak bertentangan, namun saling melengkapi sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang siapa itu Mesias.

Kalau nubuat ini dibuat oleh Gereja Katolik, mungkin orang akan berkata bahwa itu semua adalah karangan Gereja untuk mendukung ajarannya. Namun Kitab Perjanjian Lama adalah kitab yang dipercaya dan dipegang teguh oleh ajaran Yahudi, yang sebenarnya mereka juga tidak mempercayai Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Dengan ini, sebenarnya nubuat ini lebih dapat dipercaya lagi, karena bebas dari usaha pembenaran diri.

Saya mencoba untuk memikirkan apa lagi alasan yang dapat diberikan untuk menyanggah kebenaran ini. Mungkin ada yang mengatakan bahwa semua nubuat itu hanya karangan belaka. Namun kalau kita renungkan, kalau semua itu hanya merupakan suatu fantasi dan karangan belaka, sungguh mustahil untuk mempertahankan suatu karangan dalam kurun waktu 2000 tahun, dan juga nubuat tersebut tidaklah statik, namun terus berkembang, saling melengkapi dan tidak bertentangan. Lebih lagi, pemenuhan kebenaran bahwa akan kedatangan Yesus juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam, yang mengatakan: Yesus lahir dari perawan Maria, Yesus melakukan banyak mukjijat, dll. Jadi pemenuhan kebenaran ini bukan saja dicatat oleh Kitab Suci umat Nasrani, namun juga dalam Kitab Suci kaum Muslim.

Semua pemikiran di atas membuat orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, yang menjadi pemenuhan janji Allah. Apakah mungkin untuk percaya kepada nubuat tersebut, namun tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan? Hal ini tidaklah mungkin, karena ada banyak dari nubuat-nubuat tersebut yang hanya mungkin terjadi, kalau pemenuhannya hanya pada diri Allah. Mari kita teliti akan nubuat yang telah diberikan oleh Tuhan melalui para nabi, yang pemenuhan dari semua nubuat itu hanya ada pada Yesus Kristus, Putera Allah yang menjadi manusia.
Waktu, tempat, dan cara kedatangan Mesias

Kedatangannya telah diberitakan secara terus-menerus dari asal mula dunia ini. Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, dan Yakub[1], dan akhirnya Dia akan datang dari Isai, dari keturunan Daud.[2] Dimana Mesias akan lahir? Nabi Mikha telah memberikan lokasi yang begitu tepat akan kedatangan Mesias, yaitu di salah satu desa yang terkecil di daerah Yudea, Betlehem Ephrathah.[3]

Untuk meyakinkan manusia agar tidak sampai salah mengenali kedatangan Mesias, maka Tuhan telah memberitakan waktu dan tempat kedatangan-Nya. Karena Sang Mesias diberitakan datang dari suku Yehuda dan dari keturunan Daud, maka dapat kita simpulkan bahwa Mesias akan datang sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap.[4] Sejarah mencatat bahwa suku keturunan Yehuda dan keturunan Daud lenyap setelah uskup ke dua dari Yerusalem, pengganti Yakobus, yang kemungkinan menjadi uskup sampai kira-kira akhir abad pertama. Akhirnya, melalui nabi Daniel, Tuhan memberitahukan bahwa Mesias akan datang 70 minggu tahun (490 tahun) dari waktu pembangunan kembali Yerusalem (kira-kira tahun 458 BC)[5], dimana kalau dihitung akan membawa kita ke sekitar tahun 30 AD, waktu penyaliban Kristus. Dan, agar manusia tahu secara persis kedatangan Sang Mesias, Tuhan memberikan tanda yang lain, dimana dikatakan bahwa Mesias akan dilahirkan dari seorang perawan.[6] Tanda ini adalah suatu tanda supernatural (di luar hukum alam) yang sungguh tepat, karena Sang Mesias adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Kita dapat menyimpulkan disini, bahwa garis keturunan, lokasi kedatangan-Nya, waktu, bagaimana Dia akan datang ke dunia ini, hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, yang datang dari garis keturunan Daud, yang lahir dari Bunda Maria di Bethlehem, pada waktu sebelum suku Yehuda dan keturunan Daud lenyap.

Tuhan juga memberikan karakter-karakter spesifik seorang Mesias. Nabi Mikha mengatakan bahwa Sang Mesias sudah datang dari jaman purbakala, namun Mesias akan datang dan lahir di Bethlehem.[7] Keallahan dari Anak Manusia dan Anak Allah telah dinubuatkan oleh nabi Daniel, dimana dia melihat bahwa Anak Manusia diberikan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja dan segala suku bangsa akan mengabdi kepada-Nya.[8] Roh Tuhan[9] juga akan ada pada-Nya, seperti Roh Hikmat dan Pengertian, Roh Nasihat dan keperkasaan, Roh Pengenalan dan Takut akan Tuhan.[10] Memang, Mesias datang ke dunia ini adalah Tuhan, dan lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya, sehingga nabi Yesaya mengatakan bahwa Sang Mesias akan diberikan gelar: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.[11] Roh Kebijaksanaan dan Gelar ke-Ilahian Mesias sebagai Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu pribadi dari Kebijaksanaan Allah yang digambarkan dalam buku Amsal.[12] Akhirnya, Nabi Yesaya dan Zakariah menggambarkan Sang Mesias sebagai sosok dengan Roh kelemahlembutan dan penuh belas kasih.[13] Dan kalau kita perhatikan, itu hanya dapat dipenuhi dalam diri Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia, lahir di Betlehem. Dia adalah penggenapan yang penuh dari Roh Allah, sehingga gelar-gelar Ilahi diberikan kepada Yesus, seperti yang diberitakan oleh Nabi Yesaya. Memang Yesus adalah Tuhan. Walaupun segala kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan diberikan kepada Kristus, Dia datang ke dunia dengan Roh yang lemah lembut dan penuh belas kasih. Hal ini terpenuhi dalam diri Kristus yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan pendosa, bukan dengan senjata di tangan, namun dengan hati yang penuh kasih, yang tidak mengendarai kuda perang, namun datang ke Yerusalem dengan keledai.[14]
Mesias dinubuatkan akan menjalankan tiga misi, sebagai Raja, Nabi, dan Imam.

Nubuat yang lain, yang diberikan di dalam Perjanjian Lama adalah tiga misi Kristus, yaitu sebagai Raja, Nabi, dan Imam. Yakub memberikan berkat kepada Yehuda dan mengatakan bahwa dari keturunan tonggak kerajaannya Mesias akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya, dimana semua bangsa akan tunduk kepada-Nya.[15] Dia akan seperti bintang, dimana semua kekuasaan diberikan kepada-Nya dan pemerintahan ada di pundak-Nya.[16] Dan memang dalam kenyataannya, Yesus memenuhi misi-Nya sebagai raja di dunia ini dengan mengatur semua orang dan semua bangsa. Dia sendiri meminta kepada para murid-Nya dan orang-orang untuk mengikuti Dia, dan juga mengikuti segala perintah-Nya, karena Dia adalah Raja yang sesungguhnya.

Mesias juga adalah Nabi, seperti yang dikatakan oleh nabi Musa bahwa Tuhan akan memberikan seorang nabi seperti nabi Musa.[17] Tidak ada gunanya Tuhan memberikan nabi yang baru dengan hukum dan peraturan yang sama. Namun, Tuhan memberikan Nabi yang baru, dimana Dia akan memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada Musa.[18] Kita dapat melihat hukum yang diberikan oleh Yesus pada saat Dia mulai pemberitaan Kerajaan Surga, yaitu dengan memberikan Delapan Sabda Bahagia.[19] Hukum ini bukan seperti hukum yang diberikan oleh nabi-nabi sebelum kedatangan Kristus, atau bukan hukum yang dikenal oleh dunia dan manusia, karena Kristus adalah Tuhan.

Mesias juga menjadi Imam, yang berlaku untuk selama-lamanya menurut Melkizedek, dimana dipenuhi Yesus pada saat dia merayakan Perjamuan Terakhir.[20] Dan persembahan ini mencapai kesempurnaannya dengan persembahan diri-Nya sendiri dengan kematian-Nya di kayu salib. Yesus, menjadi satu-satunya pengantara antara manusia dan Tuhan, yang memeteraikan perjanjian yang baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Dengan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Perjanjian Lama memberikan nubuat yang begitu akurat akan tiga misi Kristus sebagai Raja, Nabi, dan Imam.
Nubuat akan kehidupan, kematian, kebangkitan, dan Kemenangan Mesias

Setelah memberikan gambaran akan tiga misi Kristus, Tuhan, melalui nabi-nabi menubuatkan akan kehidupan, kematian kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias. Kehidupan-Nya akan diisi dengan perbuatan-perbuatan dan mukjijat-mukjijat yang ajaib, seperti: yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu akan bernyanyi.[21]

Meskipun orang melihat kuasa dan mukjijat yang dilakukan, orang-orang akan menolak-Nya dan Dia akan menderita dengan cara yang begitu kejam, dimana Yakub menggambarkannya bahwa Dia akan melumuri jubahnya dengan darah. Daniel memperkuat nubuat ini dengan mengatakan bahwa Mesias akan disingkirkan, walaupun Dia tidak melakukan kesalahan apapun.[22] Dan nabi Yesaya menggambarkan-Nya sebagai Hamba yang menderita (the Suffering Servant).[23] Kemudian, nabi Yesaya melanjutkannya dengan memberikan gambaran yang begitu jelas tentang bagaimana Mesias menderita. Dinubuatkan juga bahwa Mesias harus menderita untuk menebus dosa manusia sehingga manusia akan menerima keselamatan.[24] Kemudian, Daud di dalam Mazmur dan Kitab Kebijaksanaan memberikan drama penyaliban Mesias.[25] Namun, Daud juga menceritakan kebangkitan Mesias, ketika Daud mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menyerahkan-Nya ke dunia orang mati.[26] Walapun Mesias mengalami semua penderitaan yang begitu berat, Tuhan telah memberitakan kepada Adam dan Hawa, dan juga kepada ular, bahwa Mesias akan memenangkan pertempuran dengan meremukkan kepala Setan melalui penderitaan Kristus, yang dilambangkan dengan meremukkan tumit-Nya.[27] Semua nubuat ini dipenuhi oleh Kristus dalam kehidupan-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya.
Gereja Katolik dinubuatkan sebagai sakramen keselamatan untuk seluruh dunia.

Memang sesungguhnya, melalui penderitaan Mesias, Tuhan telah mengatakannya dari semula bahwa Mesias akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa.[28] Lebih lanjut, Daniel 9 menekankan bahwa kedatangan Mesias adalah untuk menghancurkan dosa dan membawa keadilan sejati. Dengan cara ini, maka Kerajaan Allah dapat terjadi di dunia ini dengan Kristus sendiri menjadi raja, batu penjuru, dimana Tuhan sendiri memberikan-Nya segala kekuasaan dan kemuliaan, dan kerajaan, sehingga semua orang dari segala penjuru dan bangsa dapat memuji dan menyembah-Nya.[29] Dan Gereja menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.[30]
Sang Mesias memberikan Perjanjian Baru

Efek yang lain dari kedatangan Mesias ke dunia adalah Dia akan menetapkan Perjanjian Baru. Dan Perjanjian yang baru ini tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di setiap hati manusia.[31] Dan ini mencapai pemenuhannya melalui pelayanan yang diberikan melalui Gereja dengan memberikan rahmat kekudusan dan berkat Roh Kudus yang diterimakan di dalam Sakramen Permandian dan Penguatan.
Kesimpulan

Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa begitu banyak nubuat tentang Mesias yang diberitakan oleh para nabi dalam kurun waktu lebih dari 20 generasi. Tuhan sendiri telah mempersiapkan kedatangan-Nya secara perlahan-lahan dan terus menerus dari awal mula, sehingga manusia akan dapat mengenali dan mempersiapkan kedatangan-Nya dengan pertobatan hati seperti yang diberitakan oleh Yohanes Pemandi.

Dengan mempelajari semua nubuat tersebut di atas secara jujur, sungguh sangat sulit untuk sampai tidak mengenali bahwa semua nubut tersebut hanya bermuara ke satu titik, lebih tepatnya satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia dan membawa keselamatan bagi seluruh bangsa. Kedatangan Yesus yang telah diberitakan sebelumnya ini membedakan Yesus dengan para pemimpin agama yang lain. Semua nubuat kedatangan Yesus ini menjadi salah satu “motives of credibility“, motif yang dapat dipercaya bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias, Anak Allah, yang dijanjikan.

Ringkasan dari nubuat tentang Mesias dalam kurun waktu 2000 tahun lebih, yang dipenuhi dalam diri Yesus:

A. Kedatangan Mesias

1. Dia akan datang dari keturunan Adam, Abraham, Iskak, Yakub, dan Daud.
Pada waktu manusia pertama jatuh ke dalam dosa, Tuhan telah menjanjikan seorang penyelamat (Kej 3:15)
Mesias akan datang dari keturunan Abraham, Iskak, Yakub (Kej 2:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
Mesias akan datang dari tunggul Isai (Yes 11:1-2). Isai adalah bapa dari Daud (1 Sam 16:19).
Seorang nabi dari Moab, Bileam, bernubuat tentang kedatangan Mesias yang akan datang dari keturunan Yakub (Bil 24-17-19).
Mesias akan datang dari keturunan Daud dari suku Yudah, dan Tuhan menjanjikan bahwa tahta-Nya akan berlangsung untuk selamanya (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37).
Pemenuhan janji ini adalah dalam diri Kristus, seperti yang ditunjukkan dalam garis keturunan yang diberikan oleh Matius dan Lukas (Mat 1:1-17; Luk 3:23-38). Perbedaan garis keturunan yang dikemukakan antara Matius dan Lukas, dikarenakan Matius membuat garis keturunan St. Yosef dan Lukas melihatnya dari Bunda Maria. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai bagaimana sebenarnya garis keturunan ini tidak bertentangan, silakan klik disini (dalam bahasa Inggris).
Untuk menyimpulkan bahwa kerajaan yang dijanjikan oleh Tuhan adalah kerajaan Daud atau Salomo adalah tidak mungkin, karena kerajaan mereka telah runtuh. Pemenuhan janji ini hanya ada pada diri Kristus, dimana kerajaan-Nya akan terus ada sampai akhir jaman. Dan kerajaan-Nya di dunia ini adalah Gereja Katolik, dimana Yesus sendiri menjanjikan akan melindungi Gereja-Nya sampai akhir jaman (Mat 16:16-20).


2. Dia akan datang di Bethlehem.

Betlehem Efrata, di daerah Yudea adalah lokasi yang sangat spesifik untuk kelahiran Mesias, seperti yang diberitakan oleh nabi Mikah (Mic 5:2).
Yesus adalah pemenuhan janji ini, karena Yesus lahir di Betlehem di daerah Yudea (Mat 2:6; Yoh 7:42; Luk 2:4). Hal ini menjadi begitu penting, karena dengan mengatakan Mesias lahir di Betlehem, sama saja kalau di Indonesia mengatakan bahwa Mesias akan lahir di Mojokerto di daerah Jawa Timur. Jadi Tuhan memilih tempat yang begitu kecil, yang secara manusia tidak mungkin terjadi, namun semua ini terpenuhi dalam diri Yesus.


3. Dia akan datang pada waktunya, yaitu sebelum kehancuran Yerusalem.

Sang Mesias akan datang sebelum suku Yehuda benar-benar lenyap (Kej 49:8-11; Bil 24:17-19).
Karena dinubuatkan bahwa Mesias akan datang dari keturunan Daud, suku Yehuda, maka Mesias akan datang sebelum keturunan Daud lenyap (2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Maz 89:35-37). Kita tahu bahwa pada tahun 70AD, Yerusalem mengalami kerusakan total karena kepungan tentara Roma dibawah jendral Titus, dimana kehancuran ini telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri (Mat 24:3-21).
Malaikat Gabriel mengatakan kepada nabi Daniel bahwa Mesias akan datang dalam waktu 70 minggu tahun dari saat pembangunan kembali Yerusalem (Dan 9:1-27).
70 minggu tahun (490 tahun) dari saat pembangunan kembali Yerusalem (sekitar tahun 458 BC), membawa kita kepada sekitar tahun 32 AD, tahun dimana Yesus disalibkan.
Semua nubuat di atas dipenuhi oleh Yesus Kristus, keturunan Daud, yang berkarya sampai tahun 33 AD. Jadi Mesias datang sebelum kehancuran total Yerusalem tahun 70 AD.


4. Dia akan dilahirkan oleh seorang perawan.

Mesias akan lahir dari seorang perawan, seperti yang diberitakan kepada raja Ahab oleh nabi Yesaya (Yes 7:13-14).
Pemenuhan janji ini adalah Yesus Kristus, yang lahir dari perawan Maria. (Luk 1:26-38). Hal ini juga dicatat dalam Kitab Suci agama Islam.

B. Karakter dari Mesias yang dijanjikan


1. Dia adalah abadi

Nabi Mikah menubuatkan tentang Mesias, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala, namun Dia akan lahir di Betlehem (Mik 5:2; Ams 8:22-31).
Ini adalah dua hal yang mempunyai sifat yang berbeda. Di satu sisi, Dia ada sejak asal mula, namun di satu sisi dia masuk dalam sejarah manusia, yang bermula di Betlehem. Disinilah pemenuhan janji Allah pada diri Yesus, yang mempunyai dua kodrat, Tuhan dan Manusia (one person with two nature).


2. Dia adalah Anak Manusia dan Anak Allah

Nabi Daniel mengalami suatu penglihatan, dimana datang Anak Manusia dan kepada-Nya diberikan segala kuasa, kemuliaan, dan kerajaan (Dan 7:13-14; Maz 2:7-8; 2 Sam 7:14).
Orang Yahudi mengerti bahwa Anak Manusia berarti “Manusia itu” atau Anak Allah berarti “Allah”.
Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Manusia (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).


3. Dia mempunyai Roh Allah dan diberi gelar Ilahi

Roh Allah akan ada pada diri Mesias: roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan (Yes 11:2).
Mesias akan diberi gelar-gelar Ilahi, seperti: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yes 9:6).
Semua gelar di atas adalah hanya untuk Tuhan, yang terpenuhi dalam diri Kristus, karena memang Yesus datang ke dunia dan Dia telah menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan.
Gelar Penasehat Ajaib mengingatkan kita akan suatu figur kebijaksaan (Am 8:22-31). Dan Roh Tuhan ini adalah Tuhan sendiri, seperti yang kita lihat dalam penciptaan dunia (Kej 1:2).


4. Mesias akan mempunyai Roh Kelemahlembutan dan Belas Kasihan

Seluruh ajaran dan pengadilan dari Mesias akan ditandai dengan Roh kelemahlembutan dan belas kasihan, dimana nabi Zakaria mengatakan bahwa Raja yang rendah hati akan naik keledai (Yes 42:3; Zak 9:9).
Hal ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang mengajarkan ajaran cinta kasih, seperti yang tercermin dalam kotbah di bukit (Mat 5:1-12).
Yesus juga memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai (Mat 21:5-7)
C. Mesias mempunyai 3 misi utama: menjadi Raja, Nabi, dan Imam.


1. Mesias adalah Raja

Mesias digambarkan sebagai Raja, pada waktu Yakob memberkati Yehuda, dimana Yakob mengatakan bahwa tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda sampai Dia datang yang berhak atasnya, dan kepada-Nya akan takluk bangsa-bangsa. (Kej 49:8-10).
Sampai Dia yang berhak atasnya merujuk kepada Mesias, dimana Dia datang untuk mendirikan kerajaan-Nya yang memang menjadi hak-Nya, sebelum suku Yehuda benar-benar musna. Jadi nubuat ini merujuk kepada Kristus, yang juga memprediksikan kehancuran Yerusalem.
Bileam, bernubuat tentang Mesias, yang akan menjadi bintang, dan mempunyai kekuasaan seluruh bangsa (Bil 24:17-19).
Bintang dari Yakub terpenuhi dari diri Yesus, dimana kelahiran-Nya ditandai dengan bintang yang diikuti oleh orang-orang magus. Bintang Israel bukanlah raja dari dunia ini, namun Dia adalah Raja Surgawi yang bertahta dalam hati setiap orang.
Yesaya mengatakan bahwa seorang anak akan lahir dan pemerintahan akan ada pada pundak-Nya (Yes 9:6).
Zakaria mengatakan bahwa seorang Raja yang rendah hati akan menaiki keledai (Zak 9:9).


2. Mesias adalah Nabi

Musa berkata bahwa Tuhan akan memberikan nabi yang baru seperti dia diantara kaum Israel (Ul 18:15-19).
Rasul Petrus dan diakon Stefanus mengatakan bahwa Yesus adalah pemenuhan dari Nabi yang Baru seperti yang telah dijanjikan oleh Musa karena Dia memberikan hukum yang baru, yang lebih sempurna daripada hukum Musa (Kis 3:22-23; Kis 7:37).
Yesus adalah Musa yang baru, seorang Nabi, perantara antara manusia dan Tuhan, yang memateraikan perjanjian baru dengan darah-Nya sendiri di kayu salib. Perjanjian Baru ini lebih sempurna daripada Perjanjian Lama yang diadakan di gunung Sinai.


3. Mesias adalah Imam

Mesias akan menjadi imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek (Maz 110:4).
Yesus adalah Imam Agung menurut Melkisedek dimana Dia menggenapi nubuat ini dengan kurban imamat pada saat perjamuan terakhir (Ibr 5:1-10; 6:20).
D. Kehidupan, penderitaan, kematian, kebangkitan, dan kemenangan Sang Mesias.


1. Dia akan melakukan banyak mukjijat

Nabi Yesaya menubuatkan bahwa Mesias akan melakukan banyak mukjijat, seperti: orang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu bersorak-sorai (Yes 29:18, 35:5-6, 61:1).
Yesus menjadi pemenuhan nubuat ini, seperti yang dikutip-Nya pada waktu Dia menjawab utusan Yohanes Pemandi (Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30).
Kita juga melihat dalam seluruh Injil, Yesus melakukan banyak sekali mukjijat.
Bahwa Yesus melakukan banyak sekali mukjijat, juka di akui oleh kaum Muslim.


2. Dia akan dianiaya, mengalami penderitaan dan mati di kayu salib Sang Mesias digambarkan mengalami penderitaan

Yakob menggambarkan bahwa Mesias akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur (Kej 49:11).
Daniel 9 memberikan gambaran akan Mesias yang menderita, dimana dia akan disingkirkan, walaupun tidak mempunyai kesalahan apapun (Dan 9: 26).
Gambaran akan penderitaan Mesias:
Nabi Yesaya memberikan gambaran yang begitu jelas akan penderitaan Sang Mesias (Yes 42; 49; 50; 53).
Mesias harus menderita untuk menanggung dosa dunia; oleh bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan (Yes 53:5).
Mesias juga akan ditolak oleh orang-orang (Maz 118:22).
Yesus ditolak bukan hanya oleh orang-orang, namun terutama adalah para ahli farisi, imam agung. Namun penolakan ini melahirkan Kerajaan Allah, dengan Yesus sendiri sebagai batu penjuru (Mat 21:42).
Daud berbicara tentang penderitaan Kristus di kayu salib, seperti: tangan dan kakinya akan ditusuk, segala tulangnya terlihat, membagi pakaiannya, menderita kehausan yang sangat (Maz 22). Dan lebih lanjut nabi Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan memberikan punggungnya bagi orang-orang yang memukulnya, dan memberikan pipinya bagi yang mencabut janggutnya. Dia dinodai dan diludahi, namun dia tidak menyembunyikan mukanya (Yes 50:6). Lebih lanjut buku Kebijaksanaan Salomo menceritakan tentang penganiayaan dan penolakan Kristus (Keb 2:12-20).
Drama yang begitu kejam ini terpenuhi dalam diri Kristus yang mengalami penderitaan begitu hebat sesuai dengan yang dinubuatkan nabi Daud dan Yesaya (Mat 27:39-42).


3. Dia akan bangkit

Daud berbicara tentang kebangkitan Mesias ketika dia berkata bahwa Tuhan tidak akan memberikan Dia kepada dunia orang mati (Maz 49:15).
Yesus adalah pemenuhan nubuat ini, karena Yesus telah bangkit dari mati dengan begitu banyak saksi yang masih hidup pada waktu Injil dan Surat Rasul Paulus ditulis (Mat 28:7).
Yesus juga mengatakan bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup dan barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan hidup walaupun dia sudah mati (John 11:25).


4. Dia akan menjadi pemenang

Namun Sang Mesias telah dinubuatkan akan menjadi pemenang, seperti yang dikatakan oleh Tuhan sendiri, ketika Tuhan berbicara di hadapan Adam, Hawa, dan ular, dan mengatakan ” Aku akan mengadakan permusuhan antara engkaudan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akanmeremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej 3:15).
Wanita ini dapat diinterpretasikan sebagai Maria, yang melahirkan Yesus.
Jadi Yesus, anak dari Maria, adalah pemenuhan dari nubuat ini, yang telah meremukkan kepala setan, namun dengan mengalami keremukan tumit, atau penderitaan yang berat, yang mencapai puncaknya pada penderitaan Kristus di kayu salib.

E. Mesias akan menghapus dosa manusia dengan Perjanjian yang baru, yang akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa dan dicapai melalui Gereja-Nya.


1. Mesias akan menghapuskan dosa dan membawa keadilan yang sejati
Daniel 9 mengatakan bahwa Mesias akan melenyapkan kefasikan, mengakhiri dosa, menghapuskan kesalahan, mendatangkan keadilan yang kekal (Dan 9:24).
Nubuat ini terpenuhi dalam diri Yesus, yang kedatanga-Nya memberikan kesempatan kepada manusia untuk bersatu kembali dengan Tuhan.


2. Mesias akan membuat Perjanjian yang Baru.

Nabi Yeremiah dan Ezekiel mengatakan bahwa Mesias akan memberikan perintah yang baru, Perjanjian yang Baru, dimana tidak ditulis di atas batu, namun ditulis di dalam hati setiap orang (Yer 31:31-33; Ez 36:24-27).
Dan semua ini dipenuhi oleh pelayanan Gereja dalam memberikan rahmat kekudusan dan karunia Roh Kudus melalui Sakramen Permandian dan Sakramen Penguatan.


3. Dia akan menjadi berkat bagi seluruh bangsa

Berkat bagi seluruh bangsa telah dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham, Iskak, Yakob (Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15).
Berkat untuk seluruh bangsa mengalir dari Yesus, melalui Gereja-Nya, sehingga Gereja Katolik menjadi sakramen keselamatan bagi seluruh bangsa.


4. Mesias akan mendirikan Kerajaan Allah

Daniel menafsirkan mimpi dari raja tentang patung yang terdiri dari empat elemen, dimana akhirnya dihancurkan oleh tangan Ilahi, yang dilambangkan dengan batu yang bukan dari tangan manusia (Dan 2:32-45).
Empat kerajaan melambangkan: Babilonia, Persia & Media, Aleksandria, Roma.
Batu melambangkan sesuatu yang lebih besar dari kerajaan Roma dan terbuat dari tangan Ilahi. Batu ini melambangkan Mesias.
Batu itu kemudian tumbuh menjadi gunung yang besar dan memenuhi bumi, yang melambangkan Gereja Katolik yang menjadi sakramen Keselamatan bagi seluruh bangsa.
Daniel melihat Anak Manusia, yang diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja, dan semua orang dari segala penjuru, bangsa, dan bahasa akan melayani Dia dan kekuasaan ini tidak akan berakhir (Dan 7:13-14; Maz 72:4-17).
Dan semua dipenuhi dalam diri Yesus, dimana dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Allah (Mat 8:20, 18:11,12:8, 12:38-42, 13:37,41-42; Lk 9:58, 6:5, 11:29-32, 18:31-34, 20:17-19, 16:27-28, 9:26-27; Mk 2:27-28, 8:11-13, 8:38-9:1, 10:32-34).
Kedatangan Yesus yang kedua digambarkan seperti Anak Manusia yang datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan (Dan 7:13-14).


5. Gereja Katolik adalah Kerajaan Allah yang didirikan oleh Mesias

Yesaya menubuatkan bahwa rumah Allah akan didirikan dan dimuliakan, dimana seluruh orang dan bangsa akan datang kepadanya (Yes 2:2-3). Lebih lanjut, Yesaya berkata bahwa Mesias adalah terang bagi bangsa-bangsa, di mana keselamatan akan mencapai seluruh dunia. (Yes 49:5-12).
Semua ini dipenuhi dalam Gereja Katolik yang didirikan oleh Kristus, dimana segala macam suku dan bahasa datang dan bergabung menjadi anggota Gereja.CATATAN KAKI:
Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:1315; Bil 24:17-19. []
Lih. 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37; Yes 11:1-2. []
Lih. Mik 5:2. []
Lih. Kej 49:8-11; Bil 24:17-19; 2 Sam 7:12-16; Yer 23:5; Mzm 89:35-37. []
Lih. Dan 9:1-27. []
Lih. Yes 7:13-14. []
Lih. Mik 5:2; Pro 8:22-31. []
Lih. Dan 7:13-14; Mzm 2:7-8; 2 Sam 7:14. [
Roh Tuhan adalah Allah sendiri yang disebutkan di dalam kitab Kejadian (Kej 1:2).
Lih. Yes 11:2. []
Lih. Is 9:6. []
Lih. Ams 8:22-31. []
Lih. Is 42:3; Zech 9:9. []
Lih. Zak 9:9. []
Lih. Kej 49:8-10. []
Lih. Yes 9:6. []
Lih. Ul 18:15-19. []
Lih. Kis 3:22-23; Kis 7:37.
Lih. Mat 5:1-12.
Lih. Mzm 110:5; Heb 5:1-10, 6:20. [
Lih. Yes 29:18, 35:5-6, 61:1; Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30. []
Dan 9:26
Lih. Yes 42, 49, 50, 53. []
Lih. Yes 42; 49; 50; 53. []
Lih. Mzm 22; WYes 2:12-20.
Lih. Mzm 16:11.
Lih. Kej 3:15. [
Lih. Kej 12:3; 18:8; 22:18; Kej 26:4; Kej 28:13-15.
Lih. Dan 7:13-14. []
Lih. Yes. 49:5-12, 60:1-13. []
Lih Yer 31:31-33; Ez 36:24-27. [


*********************************************************************************


Nubuatan Tentang Mesias

Setelah Yesus selesai mengajar di Bait Allah, Yesus pergi ke luar dan duduk di atas bukit Zaitun, lalu murid-murid-Nya menemui Dia dan menanyakan beberapa pertanyaan yang telah dibicarakan oleh Yesus tentang hari runtuhnya Bait Allah. Yesus begitu banyak memberi informasi kepada murid-murid-Nya termasuk kedatangan mesias-mesias palsu pada akhir zaman (Matius 24:1-24). Begitu pentingkah hal ini sehingga Tuhan kita Yesus Kristus yaitu Mesias membicarakannya dengan murid-murid-Nya? Tentu saja sangat penting, karena tidak satupun kata atau informasi yang keluar dari mulut Yesus akan berlalu dengan sia-sia (Matius 24:35). Untuk membuktikan betapa pentingnya informasi yang diberikan Yesus itu, kita harus terlebih dahulu menyimak apa sebenarnya arti kata Mesias itu.

Mesias atau Al-masih berasal dari bahasa Ibrani yaitu Masyakh yang artinya, “yang diurapi oleh Tuhan?1 Menurut Kamus Webster’s Encyclopedia Deluxe Edition, Mesias adalah seorang pemimpin dan penyelamat orang Yahudi yang kedatangan-Nya telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.2

Menurut kamus Alkitab bahasa Inggris, Mesias berasal dari bahasa Ibrani Mashiah yang artinya yang diurapi.3

Dari ketiga kamus di atas yang mendukung subyek kata ini adalah kamus Webster yang membicarakan bahwa Mesias itu telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Hal inilah yang harus diketahui oleh semua orang khususnya orang Kristen agar tidak terbawa arus ajaran sesat bahwa Mesias yang benar adalah Mesias yang menggenapi nubuatan-nubuatan dalam Perjanjian Lama sebab Mesias sendiri yaitu Yesus telah mengatakan dalam Matius 24:24, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” Untuk mengetahui Mesias yang asli kita harus melihat kepada nubuatan-nubuatan berikut ini.

A. MESIAS ITU DISEBUT ANAK DAUD (2 SAMUEL 7:12; MATIUS 1:1)


Kita mengetahui bahwa dalam 2 Samuel 7:12 ini ada dua nubuatan yang sering kita sebut sebagai “nubuatan ganda.” Nubuatan pertama ditujukan kepada Salomo yang akan naik tahta menggantikan Daud. Dan nubuatan kedua adalah Mesias yang menjadi raja selama-lamanya. Bagaimanakah nubatan ini cocok dengan Mesias atau Yesus? Hal inilah yang perlu kita simak. Dalam bahasa Alkitab kalau Yesus atau Mesias disebut Anak Daud bukan berarti Mesias itu anak kandung Daud seperti: Amnon dari Ahinoam Kileab dari Abigael, Absalom dari Maakha, Adonia dari Hagit, Sifaca dari Abital, Yitream dari Egla. Ada enam anak kandung Daud yang lahir di Hebron (2 Samuel 3:2-5). Selain itu ada lagi anak-anak Daud yang lahir di Yerusalem yaitu: Simea, Sebab, Natan dan Salomo, Yibhar, Elisama, Elyada, Elifelet. Jadi ada 14 anak-anak Daud yang dilahirkan oleh para istrinya belum terhitung dari gundik-gundiknya (1 Tawarikh 3:1-4). Tetapi Mesias disebut Anak Daud karena Mesias itu lahir dari keturunan Daud. Hal ini dapat kita fahami kalau kita melihat silsilah Yesus dalam kitab Matius 1:1-17.Di sanalah terdapat garis keturunan Daud sampai kepada Mesias melalui Yusuf. Dan kitab Lukas pasal 3:23-38 garis keturunan Daud sampai kepada Mesias melalui Maria. Jadi baik melalui garis keturunan Yusuf maupun melalui garis keturunan Maria, kedua garis keturunan ini berpusat pada Daud melalui Salomo dalam kitab Matius dan Natan dalam kitab Lukas. Perhatikanlah diagram.

Dari silsilah di atas kita dapat memahami bahwa Yesus (Mesias) benar-benar keturunan Daud baik dari Yusuf maupun dari Maria sehingga Mesias disebut anak Daud dalam Matius 1:1. Jadi kalau ada orang yang mengaku dirinya mesias atau yang diurapi bukan dari keturunan Daud berarti Ia adalah mesias palsu (Matius 24:24) karena tidak sesuai dengan nubuatan di atas sebagai Anak Daud.


B. LAHIR DI BETLEHEM (MIKHA 5:1)

Kalau kita melihat Mikha 5:1 dengan jelas sekali nabi Mikha yang diilhami oleh Allah menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem tempat kelahiran Daud (1 Samuel 16:1-13). Lebih kurang 700 tahun sebelum Mesias lahir di Betlehem telah dinubuatkan oleh Mikha bahwa Raja yang diurapi itu akan lahir di kota yang kecil itu. Meskipun kota Betlehem begitu kecil tetapi pengharapan seluruh bangsa Israel bahkan seluruh dunia adalah Betlehem, yang lama tidak diperhitungkan orang namun Allah akan meninggikan Betlehem sama dengan meninggikan bukit Zion dan Yerusalem (Mikha 4:8), karena Mesias akan lahir di Betlehem. Nubuatan mereka tentang kelahiran Mesias dari Betlehem mengingatkan kita kepada 1 Samuel 17:12, yang menceritakan keperkasaan Daud melawan pahlawan orang Filistin yaitu Goliat. Namun Daud dengan nama Allah dapat menghancurkan kesombongan dan keangkuhan Goliat. Daud yang dari Betlehem Efrata telah menghancurkan kesombongan dan keangkuhan Goliat. Mesias yang lahir di Betlehem Efrata telah menghancurkan kuasa setan. Jadi setiap orang yang mengaku dirinya mesias kalau ia tidak lahir di Betlehem Efrata maka ia adalah mesias palsu (Matius 24:24) karena tidak sesuai dengan nubuatan Mikha 5:1.


C. LAHIR DARI SEORANG PERAWAN (YESAYA 7:14)

Kelahiran Yesus dari seorang perawan telah dinubuatkan oleh Yesaya ± 700 tahun sebelum Yesus lahir. Dan proses bagaimana Maria seorang perawan mengandung dari Rohkudus dapat kita lihat dalam Matius 1:18-25 dan Lukas 2:1-7. Memang secara akal sehat kita tidak dapat menerima peristiwa ini. Namun kita harus yakin bahwa yang bekerja di sini bukan manusia tetapi Tuhan. Untuk memahami peristiwa ini, kita membutuhkan iman yang teguh dan iman yang murni. Memang dalam terjemahan Alkitab terjemahan baru, kata perawan (anak dara) tidak terdapat dalam Yesaya 7:14. Tetapi yang anehnya dalam terjemahan yang sama yaitu di kitab Matius 1:23 terdapat kata anak dara, padahal Matius 1:23 ini dikutip dari Yesaya 7:14. Jadi untuk mempelajari peristiwa ini kita harus mempergunakan Alkitab terjemahan lama khusus untuk Yesaya 7:14.

Ada banyak orang yang tidak mau menerima peristiwa ini karena ini tidak masuk akal namun mereka lupa bahwa di ayat itu sendiri Tuhan telah berbicara melalui hambanya Yesaya bahwa Tuhan akan memberitakan suatu tanda, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang anak dara mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14 a).

Kalau kita mau membuka mata hati kita untuk menerima informasi yang datang dari firman Tuhan, kita tidak akan memiliki masalah tentang peristiwa kelahiran Mesias dari seorang perawan, tetapi jika kita tidak memiliki motif yang benar apa pun yang dikatakan firman Tuhan, kita tetap menolaknya meskipun hal itu begitu sederhana sama seperti Firaun mengeraskan hatinya untuk firman Allah yang disampaikan oleh Musa (Keluaran 7:13).

Mesias telah lahir dari seorang perawan sesuai nubuatan Yesaya 7:14 dan kegenapannya Matius 1:23. Jadi jika ada orang yang mengatakan dirinya mesias tetapi ia tidak lahir dari seorang perawan, berarti ia adalah mesias palsu (Matius 24:24).


D. DIPANGGIL KELUAR DARI MESIR (HOSEA 11:1)

Untuk memahami nubuatan ini kita harus terlebih dahulu melihat kembali ke kitab Matius bagaimana proses kelahiran Mesias (Yesus). Setelah bayi Yesus lahir di Betlehem dari seorang perawan sesuai dengan nubuatan nabi Mikha dan nabi Yesaya, orang Majus dari Timur (kemungkinan besar dari Persia) datang melihat Mesias yang baru lahir itu karena mereka melihat petunjuk Tuhan melalui bintang sampai kepada Herodes. Dan akhirnya melalui para ahli Taurat yang dikumpulkan oleh Herodes, Mesias akan lahir di Betlehem, maka orang Majus itu pergi ke Betlehem menemui Yesus untuk menyembah Raja yang baru lahir itu. Namun Herodes tidak pernah menemukan bayi Yesus karena para orang Majus tidak memberitahukannya kepada Herodes karena Tuhan telah memperingatkan mereka melalui mimpi (Matius 2:1-12). Lalu untuk menyelamatkan bayi Yesus dari tindakan kebrutalan Herodes, Allah menyuruh Yusuf membawa Maria dan Bayinya menyingkir ke Mesir, sehingga ketika Herodes membunuh semua bayi laki-laki yang berumur 2 tahun ke bawah, bayi Yesus terluput karena sudah diselamatkan Tuhan terlebih dahulu ke Mesir. Inilah yang merupakan latar belakang agar kita dapat memahami nubuatan ini.

Setelah Herodes mati, kembali malaikat Tuhan memperingatkan Yusuf dalam mimpi agar membawa pulang Yesus ke tanah Israel. Dan malaikat Tuhan melalui mimpi tetap memberi informasi kepada Yusuf agar Yusuf membawa Yesus ke Galilea, dan tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret untuk menggenapi nubuatan bahwa Mesias disebut orang Nazaret (Matius 2:19-23; Matius 26:71).

Nubuatan Hosea 11:1 telah digenapi dalam Matius 2:20. Allah telah memanggil Anak-Nya yaitu Mesias dari Mesir. Mesias yang lahir di Betlehem Efrata yang keturunan Daud dan lahir dari seorang perawan harus dipanggil dari Mesir. Maka jika ada orang yang mengaku dirinya mesias tetapi ia tidak pernah dipanggil Allah dari Mesir berarti ia adalah mesias palsu (Matius 24:24).


E. DIJUAL 30 KEPING PERAK (ZAKARIA 11:12)

Di dalam kitab Matius 27:9-10, kita dapat melihat kegenapan dari nubuatan Zakharia 11:12, bahwa Yudas Iskariot mengkhianati Tuhannya dengan harga seorang budak, 30 keping perak (Keluaran 21:32). Dapatkah kita bayangkan bagaimana Yudas Iskariot begitu meremehkan Yesus tetapi perbuatan Yudas Iskariot itu telah dipergunakan Tuhan untuk meneruskan rencana keselamatan umat manusia, tanpa disadari oleh Yudas Iskariot. Jadi nubuatan ini kita dapat mengetahui bahwa Yesus Kristus adalah sungguh-sungguh Mesias, karena itu jika seorang mengaku dirinya Mesias berarti ia pembohong karena hanya Yesus menggenapi nubuatan Zakharia 11:12.


F. SESEORANG YANG DITINGGALKAN ALLAH (MAZMUR 22:2)

Allah tidak meninggalkan siapa pun hamba-Nya yang taat kepada-Nya. Tetapi Daud menubuat-kan bahwa ada saatnya dimana Allah akan meninggalkan Mesias. Hal ini dapat kita lihat ketika Yesus tergantung di atas kayu salib dan semua dosa manusia tertimpa atas diri-Nya. Pada saat itulah Allah meninggalkan Dia sehingga Yesus berseru, ”Eli, Eli, lama sabakhtani?” Yang artinya: “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46), itulah peristiwa yang kedua terakhir sebelum Ia menyerahkan diri-Nya kepada Allah. Perlu kita ketahui bahwa Allah adalah kudus (1 Petrus 1:16), sehingga tidak boleh dicemarkan oleh dosa. Itulah sebabnya Allah harus meninggal- kan Yesus ketika Yesus memikul dosa semua manusia. Inilah wujud kasih Allah kepada manusia sampai mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk mati di kayu salib dan berpisah dengan Allah Bapa (Yohanes 3:16). Yesus berpisah dengan Allah hanyalah sementara waktu tetapi setelah Yesus membasuh/menyucikan dosa manusia dengan darah-Nya (Wahyu 1:5) Ia kembali bersama dengan Allah untuk selama-lamanya sehingga maut dikalahkan dan Kristus bangkit dari kuasa maut (1 Korintus 15:54-57).

Setiap orang yang hidup dalam dosa ia terpisah dari Allah (Yesaya 59:1, 2) tetapi orang yang berjalan dalam terang akan tetap bersekutu dengan Allah (1 Yohanes 1:7). Jadi Mesias yang asli adalah Mesias yang telah menggenapi nubuatan Daud dalam Mazmur 22:2. Dan hanya Yesus Kristuslah yang menggenapi nubuatan ini.


G. DIBANGKITKAN (MAZMUR 16:10)

Kalau Anda mambaca Alkitab, pernahkah Anda menemukan seseorang yang telah mati namun bangkit kembali dan tidak pernah mati lagi? Saya kira Anda setuju dengan saya bahwa hanya satu orang dalam Alkitab yang telah mati dan bangkit kembali lalu hidup selama-lamanya yaitu Mesias yang telah dijanjikan Allah kepada Hawa, Abraham, Daud dan kepada bangsa Israel (Kejadian 3:15; Kejadian 12:3; 2 Samuel 7:12 dan Ulangan 18:15).

Memang ada banyak orang-orang telah dihidupkan Allah dari mati tetapi mereka mati kembali, seperti anak seorang janda di Sarfat (1 Raja-raja 17:7-24), anak kepala rumah ibadah, Yairus (Matius 9:18-26), anak muda di Naim (Yohanes 7:11-17), Lazarus (Yohanes 11:1-44), Dorkas (Kisah Rasul 32:43) dan Euthikus (Kisah Rasul 20:9-10). Namun untuk orang yang telah mati dan dibangkitkan kembali lalu hidup selama-lamanya itu ditujukan hanya kepada Mesias yaitu Yesus Kristus. Kebangkitan Yesus Kristus telah nyata bagi orang-orang yang hidup pada abad pertama khususnya para rasul Kristus dan orang-orang yang percaya kepada-Nya. Disamping para saksi tersebut, Rohkudus juga mengatakan kepada kita melalui karya-Nya itu, firman Tuhan (Matius 28:1-10; Markus 16:1-8; Lukas 24:1-12; Yohanes 20:1-10; Kisah Rasul 2:29-36 dan 1 Korintus 5:1-4).

Jadi Mesias yang asli adalah Mesias yang telah pernah mati kemudian bangkit lalu hidup selama-lamanya yaitu Yesus Kristus karena hanya Dialah yang menggenapi nubuatan Mazmur 16:10 di dalam kitab Matius 28; Markus 16; Lukas 24 dan 20, juga di kitab-kitab yang lain.


KESIMPULAN

Mesias adalah Anugerah Ilahi yang Agung yang tidak ada taranya, karena itu Allah tidak tanggung-tanggung dalam merencanakan kedatangan Mesias selama ± 4000 tahun. Disamping itu Allah juga memberi nubuatan tentang Mesias itu agar orang-orang yang percaya kepada Tuhan tidak tertipu atau tersesat oleh mesias-mesias palsu yang telah dinubuatkan oleh Mesias itu sendiri dalam Matius 24:24, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” Seseorang mengatakan bahwa ada 333 nubuatan dalam Perjanjian Lama yang ditujukan kepada Yesus/Mesias, oleh sebab itu yang telah kita bahas ada 7 dan masih ada ratusan nubuatan lain yang berbicara mengenai Mesias. Karena itu jika ada yang mengaku dirinya sebagai mesias dan tidak mengikuti nubuatan-nubuatan tersebut di atas, jangan percaya! Karena Mesias yang benar/asli adalah Mesias yang menggenapi semua nubuatan tentang diri-Nya, itulah Yesus Kristus orang Nazaret yang telah lahir sebagai manusia dan bekerja untuk manusia dan mati untuk dosa manusia dan bangkit sebagai yang sulung bagi manusia dan yang hidup selama-lamanya sebagai contoh kepada manusia.

Karena itu marilah kita menyelidiki firman Tuhan dengan seksama seperti yang dilakukan oleh orang Berea (Kisah Rasul 17:11) agar kita tidak diombang-ambingkan oleh pengajaran mesias-mesias yang palsu. “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Matius 24:24).


Nubuat-nubuat tentang Yesus dan penggenapannya di dalam Perjanjian Baru membuktikan bahwa Alkitab itu diilhami oleh Allah.

*********************************************************************************

Nubuatan-nubuatan Dalam Alkitab


Hanya satu ungkapan yang tepat bagi nubuat dalam Alkitab, “Menakjubkan!” Nubuatan-nubuatan yang dicatat dalam Alkitab tidak ada yang tidak digenapi atau akan digenapi. Pada pelajaran ini, saya berpikir sangat penting bagi kita untuk mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:


1. ALKITAB MENCATAT BEBERAPA NUBUATAN & SEKALIGUS KEGENAPANNYA

Kita dapat menemukan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama, yang juga digenapi pada zaman Bapa-bapa dan zaman Musa, sedangkan beberapa lagi tergenapi pada zaman Kekristenan dan itu tercatat dalam Perjanjian Baru. Beberapa nubuat dalam Perjanjian Baru pun ada yang yang telah tergenapi. Nubuat dan kegenapannya adalah salah satu bukti bahwa Alkitab adalah Firman Allah.


2. ALKITAB MENCATAT BEBERAPA NUBUATAN, NAMUN KEGENAPANNYA DICATAT DALAM SEJARAH DUNIA, ATAU CATATAN TRADISI GEREJA

Baik nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, ada yang tidak tercatat kegenapannya dalam Alkitab itu sendiri, tetapi tercatat dalam sejarah dunia ataupun dalam catatan tradisi gereja. Perlu dipahami bahwa meskipun catatan sejarah dunia ataupun catatan tradisi gereja tidak diilhami oleh Allah penulisannya, namun fakta penting yang perlu kita pertimbangkan adalah bahwa peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalamnya telah menggenapi apa yang telah dinubuatkan dalam Alkitab. Catatan sejarah yang ada kaitannya dengan Alkitab merupakan salah satu fakta yang meneguhkan Alkitab adalah Firman Allah.


3. ALKITAB MENCATAT BEBERAPA NUBUATAN YANG BELUM TERGENAPI

Tidak semua nubuat dalam Alkitab telah digenapi. Ada beberapa di antaranya belum tergenapi, tetapi pasti akan digenapi. Contoh di antara beberapa nubuat yang belum digenapi adalah tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, hari kiamat, dll.

Dua dari tiga hal di atas (point nomor 1 dan 2) akan menjadi bagian terpenting dan banyak dibicarakan dalam pelajaran ini. Belajar mengenai nubuat dan kegenapannya tidak kalah penting dari topik-topik lainnya dalam Alkitab. Menurut hemat saya, sangat sedikit di antara kita, orang Kristen yang mempelajari topik ini. Tetapi yang jelas belum terlambat bagi kita untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk menyimak dengan seksama topik bahasan ini.

Sebelumnya, penting bagi kita untuk mengetahui pengertian kata NABI dan NUBUAT. Istilah nabi dan nubuat merupakan dua hal yang tidak terpisahkan satu sama lain. Tetapi apakah ‘nabi’ dan’nubuat’ itu? Jawaban untuk pertanyaan ini akan menolong kita mengenal mana catatan dalam Alkitab yang dimaksud dengan nubuat dan apa saja yang termasuk dalam nubuat.

Kata ‘nabi’ yang dalam bahasa Ibrani juga adalah ‘nabi,’ secara harfiah berarti ‘pembicara’ dan ‘pelihat.’ Kedua arti kata nabi ini sering digunakan silih berganti (1 Samuel 9:9; 2 Raja 17:13; Yesaya 29:10; 30:10; Mikha 3:6-7). Seorang nabi disebut sebagai ‘pembicara’ karena ia bertugas untuk mengumandangkan firman Allah kepada pendengar yang dimaksud. Dalam penyampaiannya, seorang nabi sering kali mengatakan, “Dengarlah ... sebab Tuhan berfirman ...” (Yesaya 1:2), ”...demikianlah firman Tuhan, ...” (Yeremia 4:1), dll. Seorang nabi disebut juga ‘pelihat’ karena kadang-kadang mereka menerima pengetahuan akan kehendak Allah melalui mimpi, penglihatan (bdg. Yehezkiel 1:4-28; Zakharia 1-6).[1]

Kata “nabi” menunjuk pada seorang yang telah ditetapkan Allah untuk menyampaikan firmanNya. Seorang yang berbicara untuk Tuhan, seorang pembicara yang dipilih Allah untuk menerima dan menyatakan sabda Allah, meskipun berita itu kadang-kadang menyakitkan pendengarnya.[2]

Seorang nabi bukan hanya menyampaikan firman Allah kepada orang lain, tetapi juga kadang-kadang firman Tuhan untuk dirinya sendiri (Keluaran 3:10,12,14; Yeremia 1:4,7,9, dll). Jadi dapat dikatakan bahwa nabi adalah seorang juru bicara Allah, atau penyambung mulut Allah untuk mengatakan kehendak-Nya kepada manusia. Tetapi perlu diketahui juga bahwa Alkitab membedakan nabi dalam dua kelompok, yaitu nabi Allah atau nabi yang benar dan nabi palsu (1 Raja 18:22; Matius 24:24; 1 Yohanes 4:1; dll).

Bagaimanakah mengenali mana nabi Tuhan dan nabi palsu? Dalam Ulangan18: 19-22, Allah melalui Musa memberikan ciri-cirinya. Nabi yang benar: (1) Tuhan yang menaruh perkataan (firman) dalam mulutnya; (2) Hanya mengatakan yang diperintahkan Tuhan kepadanya; (3) Dia berbicara demi nama Tuhan; (4) Apa yang dikatakannya benar-benar terjadi (bdg. Yesaya 28:9). Nabi Palsu: (1) Terlalu berani berbicara demi nama Tuhan; (2) Dia mengucapkan perkataan yang tidak difirmankan Tuhan; (3) Berbicara demi nama allah lain; (4) Perkataannya tidak terjadi.

Dalam mendefinisikan kata ‘nubuat’ tentu saja tidak akan sulit lagi bagi kita sebab kita sudah mengetahui dengan jelas apa arti ‘nabi,’ yang masih berhubungan dengan kata nubuat. Kata ‘nubuat’ menunjuk pada berita apa pun yang diberikan oleh Allah untuk disampaikan kepada manusia oleh seorang nabi sebagai wakil Allah. Berita (firman) ini datang melalui pewahyuan, penglihatan dan langsung dari mulut Allah. Berita yang disampaikan nabi itu berhubungan dengan peristiwa masa lampau, masa sekarang dan juga masa yang akan datang.[3] Yesaya 42:9 mengatakan, “Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Ku-beritahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.”

Perlu saya tambahkan disini bahwa ada perbedaan antara istilah ‘nubuat’ dan ‘ramalan.’ Nubuat adalah berita yang pasti akan terjadi, sedangkan ramalan belum pasti terjadi. Istilah ramalan biasanya digunakan untuk memperkirakan keadaan cuaca atau nasib orang lain. Tidak pernah istilah nubuat dipergunakan untuk kedua hal itu. Istilah nubuat hanya dipakai untuk hal rohani.

Jadi kesimpulannya “nabi” adalah “jabatan” yang diberikan oleh Allah kepada seseorang yang dipercaya untuk melakukan kehendak Allah, dan “nubuat” adalah “tugas” yang dipercayakan kepada seorang nabi untuk dilakukan sepenuhnya.

Nubuat-nubuat dalam Alkitab yang akan kita bicarakan dan menjadi fokus utama kita adalah nubuat tentang bangsa, nubuat tentang kota, nubuat tentang orang, dan nubuat Yesus Kristus.


I. NUBUATAN TENTANG BANGSA

Allah berseru, “Marilah mendekat, hai bangsa-bangsa, dengarlah, dan perhatikanlah, hai suku-suku bangsa! Baiklah bumi serta segala isinya mendengar, dunia dan segala yang terpancar dari padanya” ( Yesaya 34:1; bdg. 41:1; 43:9). Ini menunjukkan bahwa Allah memperhatikan semua bangsa di muka bumi ini dan menghendaki mendengarkan firman-Nya tentang mereka. Sehubungan dengan itu, kita akan melihat beberapa nubuatan mengenai bangsa-bangsa dan juga kegenapannya mengenai mereka, baik yang tercatat di dalam Alkitab maupun yang tercatat di dalam sejarah dunia.


A. Israel

Bangsa Israel adalah keturunan Abraham melalui anaknya, Ishak dan cucunya, Yakub. Ketika Abraham masih berada di kampung halamannya, Ur-Kasdim, Allah berfirman supaya Abraham meninggalkan negerinya itu menuju negeri (bangsa Kanaan) yang telah dipilih oleh Allah untuk menjadi miliknya (dan milik keturunannya) (Kejadian 15:7, 8, 18-21). Dan Allah berjanji bahwa Abraham akan menjadi sebuah bangsa besar (Kejadian 12:1-3). Kemudian Allah mengulangi janji-Nya itu kepada Abraham (Kejadian 15:5). Kemudian Allah bernubuat bahwa keturunannya (bangsa Israel) akan menjadi orang asing, diperbudak, dan dianiaya selama 400 tahun oleh Mesir (Kejadian 15:13), tetapi ketika mereka berhasil keluar dari Mesir, bangsa Israel akan membawa serta banyak harta Mesir (Kejadian 15:14).

Kisah Yusuf merupakan awal dari kegenapan nubuat Tuhan ini (Kejadian 37, 39-45), kemudian diikuti oleh pindahnya Yakub dan seluruh kaum keluarganya yang berjumlah 70 jiwa ke Mesir sebagai orang asing (Kejadian 46-50; bdg. Keluaran 1:1-5).

Setelah kematian Yakub, juga Yusuf dan saudara-saudaranya, orang Israel masih tetap tinggal di Mesir dan jumlah mereka bertambah banyak, dan bahkan berlipat ganda sehingga memenuhi negeri Mesir (Keluaran 1:6,7).

Suasana kehidupan tenteram dan damai yang dinikmati bangsa Israel di tengah-tengah orang-orang Mesir pada zaman Yusuf berubah 180 derajat. Hal ini disebabkan oleh masalah politik di Mesir (bdg. Keluaran 1:8).

Menurut sejarah, Firaun yang memerintah pada zaman Yusuf adalah dinasti Hyksos yang berasal dari suku Amori (salah satu suku Kanaan). Pada umumnya para Firaun dari dinasti Hyksos ini berlaku baik pada rakyatnya, bahkan bisa memberikan sebuah jabatan kepada orang-orang tertentu dari antara rakyat. Itu terbukti saat Yusuf diangkat menjadi salah seorang petinggi kerajaan Mesir yang tersohor di seluruh dunia pada zamannya. Kepemimpinan dinasti ini tidak diterima seratus persen oleh penduduk Mesir asli. Mengapa? Disamping dinasti ini adalah orang asing (Amori), juga karena mengadopsi banyak budaya Mesir dan kemudian menganggapnya sebagai budayanya, salah satu di antaranya adalah gelar Firaun bagi raja. Di mata orang Mesir, hal ini adalah pelecehan budaya. Dengan alasan inilah muncul semangat patriotisme orang-orang Mesir untuk menjatuhkan dinasti Hyksos. Akhirnya, kepemimpinan dinasti Hyksos berhasil direbut oleh penduduk Mesir asli.[4] Hal ini dikuatkan oleh Keluaran 1:8, “Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf.”

Kebencian bercampur sifat angkuh orang-orang Mesir terhadap dinasti Hyksos sebagai orang asing yang telah melecehkan budaya mereka, berimbas pula kepada orang Israel yang saat itu berada di Mesir sebagai orang asing juga. Karena sikap prejudis yang dimiliki oleh Mesir, perkembangan orang Israel secara kuantitas dianggap sebagai ancaman serius bagi kekokohan kerajaan Mesir yang baru dipimpin oleh penduduk asli (Keluaran 1:9,10). Akhirnya, bangsa Israel, sebagai korban akibat tindakan politik Hyksos yang ditentang oleh orang Mesir, harus menerima pil pahit penderitaan, penganiayaan, dan perbudakan sesuai nubuat Tuhan (Keluaran 1:11-22; Kejadian 15:13). Setelah genap masa perbudakan selama 400 tahun, maka bangsa Israel keluar dari Mesir dengan kuasa tangan Tuhan. Mereka bukan saja berhasil keluar, namun mereka juga membawa banyak harta dari Mesir (Kejadian 11:2,3; Kejadian 15:14).

Setelah bangsa Israel beralih dari kerajaan Teokrasi menjadi kerajaan Monarki, dengan tiga raja pertama yang memerintah Israel Bersatu, Saul, Daud dan Salomo, khususnya di akhir pemerintahan Salomo, kembali nabi Tuhan, Ahia bernubuat tentang terpecahnya kerajaan Israel menjadi dua kerajaan yang independen: 10 suku akan dipimpin oleh Yerobeam dan 2 suku akan tetap dipimpin oleh keturunan Daud (1 Raja 11:29-39). Nubuat ini pun tergenapi tidak lama kemudian dalam 1 Raja 12:1-20). Yerobeam berhasil menjadi raja pertama atas Israel Utara (Israel), sedangkan Rehabeam hanya menjadi raja atas Israel Selatan (Yehuda).

Setelah dari bangsa Israel terbentuk dua kerajaan independen, Alkitab masih terus mencatat nubuat-nubuat tentang keduanya. Berikut ini kita akan melihat secara khusus, baik nubuat tentang Israel Utara maupun Yehuda.


B. Israel Utara

Alkitab mencatat sejarah perjalanan kerajaan Israel Utara (untuk membedakannya dengan kerajaan Israel yang pernah dipimpin oleh 3 raja pertama, Saul, Daud dan Salomo) yang dari segi rohani terlihat bobrok di hadapan Allah. Dari 20 raja (terdiri dari 9 dinasti (garis keturunan) yang berbeda) yang pernah memerintah atas Israel Utara, tidak satu pun yang benar kelakuannya di hadapan Allah. Dua hal yang disoroti keras oleh Allah adalah penyelewengan sistem penyembahan yang benar dan juga keimmoralan hidup baik pemimpin maupun rakyatnya. Sejak Yerobeam menjadi raja pertama atas Israel Utara, dia membuat gebrakan baru di bidang keagamaan. Yerobeam membentuk sebuah sistem penyembahan yang baru alias palsu, yang ciri adalah : (1) Obyek penyembahan: Patung anak lembu jantan dari emas (1 Raja 12:28), (2) Tempat penyembahan: Betel dan Dan Utara, karena di dua tempat inilah dua patung anak lembu jantan itu ditempatkan (1 Raja 12:29,30), (3) Imam-imam yang melayani:Dari kalangan rakyat biasa, bukan orang Lewi (1 Raja 12:31), (4) Tanggal Hari Raya: Sama dengan tanggal hari raya di Yerusalem, hari kelima belas bulan kedelapan (1 Raja 12:32), (5) Korban persembahan: Sama dengan korban yang dipersembahkan di Yerusalem ( 1 Raja 12:32-33). Bahkan Yerobeam juga mendirikan kuil-kuil dan bukit-bukit pengorbanan kepada dewa-dewa asing (1 Raja 12:31). Pola penyembahan yang telah dibentuk oleh Yerobeam tetap dipertahankan oleh raja-raja Israel berikutnya. Itu terlihat jelas dari pernyataan “menurut tingkah laku Yerobeam” (1 Raja 15:34; 16:7; dll). Ini berlangsung di sepanjang perjalanan sejarah Israel Utara. Kitab Hosea menggambarkan dengan jelas perbuatan-perbuatan jahat Israel Utara, yang berzinah secara rohaniah.

Tindakan bangsa Israel Utara ini sangat menyakitkan hati Allah dan tidak bisa ditolerir lagi oleh Allah, sehingga melalui nabiNya, Ia menyatakan kehancuran Israel Utara. Nabi Hosea menubuatkan bahwa bangsa Israel Utara akan dibawa tertawan ke Asyur (Hosea 7:11; 11:5). Demikian juga Amos menubuatkan kebinasaan Israel (Amos 3: 9-11; 7:17). Hal ini benar-benar tergenapi pada masa pemerintahan raja terakhir Israel Utara, Hosea, di bawah pimpinan raja Salmaneser, Asyur maju menyerang Samaria, ibukota Israel Utara dan menawan orang-orang Israel ke pembuangan di Asyur (2 Raja 17:1-6).


C. Yehuda

Yehuda menjadi kerajaan independen setelah terpecahnya kerajaan Israel Bersatu. Sejarah perjalanan bangsa Yehuda merupakan yang paling banyak tercatat di dalam Alkitab dibandingkan dengan bangsa Israel Utara. Tentu saja demikian karena bangsa Yehuda masih bertahan selama kira-kira 116 tahun setelah kehancuran Israel Utara pada tahun 722 atau 721 SM.

Bangsa Yehuda dipimpin oleh 20 raja, yang semua dari keturunan Daud. Di antara raja-raja Yehuda ini ada beberapa yang baik, mengikuti perintah-perintah Allah dan ini juga mempengaruhi rakyat Yehuda untuk mengikutinya, sedangkan sebagian lagi sama jahatnya seperti raja-raja di Israel Utara, bahkan ada yang lebih jahat, di antaranya: Ahas, Manasye dan mungkin juga Amon, yang mempersembahkan anak-anak mereka sebagai korban bakaran kepada dewa-dewa (2 Tawarikh 28:3; 33:6; bdg. Yeremia 7:30-32). Raja-raja Yehuda yang terkenal baik adalah Asa, Yosafat, Hizkia, dan Yosia. Meskipun Allah tidak mengabaikan perbuatan-perbuatan baik bangsa Yehuda, namun Ia tidak bisa menahan murka-Nya atas kejahatan-kejahatan mereka. Melalui nabi Yeremia, Allah menubuatkan tentang kehancuran Yehuda. Yehuda akan diserang oleh Babilonia di bawah pimpinan raja Nebukadnesar (Yeremia 25:9), negeri Yehuda akan menjadi puing-puing reruntuhan dan menjadi tempat yang tandus (Yeremia 25:11), Rakyat Yehuda akan ditawan ke Babilonia dan akan diperhamba selama 70 tahun di sana (Yeremia 25:11). Hizkia pernah melakukan kesalahan fatal, yaitu dia menunjukkan segala kekayaan yang dimiliki Yehuda, termasuk perkakas-perkakas suci di Bait Allah. Atas tindakan ceroboh Hizkia ini, nabi Yesaya menegurnya sekaligus menubuatkan bahwa apa yang telah diperlihatkannya kepada utusan Babel itu akan dibawa ke Babilonia (Yesaya 38:1-38:8; bdg. 2 Tawarikh 32:24-32).

Nubuat ini tergenapi ketika raja Nebukadnesar dari Babilonia menyerang dan menghancurkan Yehuda, membawa seluruh perkakas rumah Tuhan dan harta benda istana serta menawan orang-orang Yehuda dalam tiga tahap, yakni tahun 606 atau 605 tahap I (2 Raja 23:36-24:7; 2 Tawarikh 36:5-8; Daniel 1:1-2); tahun 598 atau 597 tahap II (2 Raja 24:8-17; 2 Tawarikh 36:9-10) dan tahun 588 atau 586 SM tahap III (2 Raja 24:18-20; 25: 8-21; 2 Tawarikh 36:11-21; Yeremia 39:8-10; 52:1-30). Peristiwa penawanan ini sekaligus mengakhiri kisah perjalanan sejarah bangsa Yehuda.


D. Mesir

Mesir adalah salah satu bangsa terkaya pada zaman purbakala. Sungai Nil merupakan kunci kemajuan Mesir di bidang pertanian. Kemajuan Mesir lainnya adalah di bidang ilmu pengetahuan yang melampaui bangsa-bangsa sezamannya. Kemajuannya antara lain, di bidang perbintangan, matematika, seni ukir, arsitektur.[5] Sejarah kemajuan Mesir di bidang pertanian mulai tercatat di dalam Alkitab ketika Abraham pergi ke Mesir untuk keperluan pangan, karena di Kanaan terjadi kelaparan hebat (Kejadian 12:10). Kemudian puncaknya pada zaman Yusuf, Mesir adalah satu-satunya kerajaan sebagai sumber pangan bagi seluruh dunia (Kejadian 41:37-57).

Sehubungan dengan perbudakan yang akan terjadi atas bangsa Israel oleh Mesir, maka Allah menubuatkan kepada Abraham bahwa Mesir akan mengalami malapetaka besar (Kejadian 15:14). Dan hal itu tergenapi dalam kitab Keluaran 7-12, Mesir menderita 10 tulah. Dengan peristiwa ini, Mesir belum runtuh. Mesir masih tetap eksis sebagai kerajaan yang kokoh dan makmur. Di tengah-tengah kemuliaan Mesir, nabi Allah, Yehezkiel menubuatkan bahwa bangsa Mesir akan diserahkan di antara bangsa-bangsa (Yehezkiel 29:12), meskipun Mesir akan pulih kembali sebagai kerajaan namun tidak akan memerintah atas bangsa-bangsa lain, bahkan Mesir akan menjadi kerajaan yang paling lemah (Yehezkiel 29:13-15). Tidak akan ada lagi pemimpin di Mesir (Yehezkiel 30:13). Pada saat Yehezkiel dan juga Yesaya bernubuat, Mesir adalah bangsa yang memang kuat secara ekonomi (Yehzkiel 30:12; Yesaya 19:5-8; 20).

Kegenapan dari nubuat ini terbukti setelah penawanan orang Israel ke Babilonia, dimana Mesir tidak lagi dipimpin oleh pemimpin yang berasal dari Mesir, melainkan berdasarkan catatan sejarah, dipimpin oleh Persia, Yunani, Romawi, Arab, Turki, Prancis dan Inggris.[6]
E. Babilonia

Menurut penulis kitab Kejadian, Nimrod, “seorang pemburu yang gagah perkasa” yang mendirikan Babel sebagai sebuah kerajaan (Kejadian 10:9,10). Kerajaan Babilonia didirikan oleh pemimpin-pemimpinnya yang ambisius. Pembangunan menara Babel menunjukkan sikap memberontak untuk memuaskan diri sendiri dari manusia melawan Allah (Kejadian 11:9). Di bawah pemerintahan raja Hamurabi (mungkin sama dengan “Amrafel” dalam Kejadian 14:1), seorang Amori, Babilonia mencapai kejayaan pertamanya sebagai penguasa dunia. Kemajuan di bidang perbintangan, philology, lexicography, matematika, dan ilmu sihir merupakan bukti kemasyuran Babilonia pada periode ini.[7] Kemudian setelah beberapa abad berikutnya muncul seorang raja baru bernama Nebukadnezar, yang membawa kembali Babilonia mencapai puncak kejayaannya. Nebukadnezar membangun kembali Babilonia menjadi sebuah kerajaan yang kuat dan makmur.

Berdasarkan hasil penemuan para ahli purbakala, Babilonia memiliki tembok kota yang tingginya mencapai 300 kaki dengan tebal kira-kira 8 kaki dan membentang dari sejauh 40 sampai 50 mil mengelilingi kota itu. Keindahan arsitektur tembok kota Babilonia dilengkapi oleh pintu gerbang Ishtar yang elok. Disamping itu juga, jalan-jalannya terdiri dari trotoar yang terbuat dari batu. Taman tergantung yang dimiliki Babilonia menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.[8]

Pada saat Yesaya bernubuat, Babilonia hanya sebuah bangsa yang masih lemah di antara sejumlah bangsa yang berkuasa. Yesaya menubuatkan bahwa Media akan datang melawan Babilonia (Yesaya 13:17), Babilonia akan ditunggangbalikkan (Yesaya 13:19), tidak akan dihuni lagi (Yesaya 13:20-23), akan dijatuhkan ke bumi (Yesaya 14:2; bdg. 14:4-28). Selanjutnya pada saat Yeremia bernubuat, Babilonia telah mencapai puncak kejayaannya sebagai kerajaan adi kuasa. Yeremia bernubuat bahwa Babilonia akan menjadi tempat yang tandus selamanya (Yeremia 51:26), tidak akan ada orang yang akan tinggal di sana (Yeremia 51:43; bdg. 25:12-14; 50).

Apa yang dinubuatkan oleh Yesaya dan Yeremia tentang kehancuran Babilonia tergenapi ketika kerajaan Medo-Persia menjadi penguasa dunia. Hal ini juga sekaligus menggenapi nubuat Daniel yang mengartikan mimpi Nebukadnezar mengenai kerajaan yang akan berkuasa setelah Babilonia (Daniel 2:32,38,39). Kerajaan Babilonia ditaklukkan oleh Medo-Persia dan itulah akhir dari kekuasaan kerajaan Babilonia (Daniel 9-11).


F. Edom

Edom adalah nama yang diberikan kepada Esau yang arti “merah.” Kemudian Edom dipertahankan oleh keturunan Esau untuk menjadi nama bangsa mereka. Esau dan keturunannya menduduki daerah pegunungan Seir (Kejadian 32:3; 36:8) setelah merebutnya dari orang Hori yang lebih dahulu menduduki pegunungan itu. Seir sama artinya dengan Esau, “berbulu” (Kejadian 25:25). Kemungkinan besar Seir ditujukan pada Esau yang terkenal dengan tubuhnya yang berbulu. Alkitab sering menggunakan Edom dan Seir silih berganti untuk menggambarkan wilayah pegunungan yang diduduki oleh keturunan Esau ini. Daerah pegunungan yang diduduki bangsa Edom tingginya mencapai 2000 kaki di atas permukaan laut dengan tebing yang terjal dan jurang yang dalam. Keadaan ini sangat menguntungkan bangsa Edom untuk mempertahankan daerah mereka dari serangan musuh-musuh. Bozra yang merupakan kota metropolis Utara juga sebagai ibukota bangsa Edom. Bozra terkenal dengan industri tenunan dan juga pakaian celup yang biasanya diekspor. Disamping itu, kekayaan lain yang dimiliki Edom di Bozra adalah bangunan-bangunan puri yang indah (Amos1:12). Edom juga terkenal dengan perkebunan sayurnya yang menjadikannya makmur.[9]

Edom meskipun berhubungan darah dengan bangsa Israel, namun keduanya tidak pernah akur satu sama lain. Ketidakharmonisan ini sudah terjadi sejak adanya konflik pribadi antara Esau dan Yakub sebagai nenek moyang kedua bangsa ini. Ketika bangsa Israel keluar dari tanah perhambaan, Mesir dan meminta untuk melewati daerah bangsa Edom, tetapi menolaknya. Kemudian pada zaman pemerintahan Saul dan Daud atas Israel juga terjadi peperangan antar kedua bangsa ini.

Melalui kitab Obaja kita dapat melihat dengan jelas bagaimana sikap bangsa Edom yang arogan dan mementingkan diri sendiri. Alasan sikap Edom ini sangat murah, yakni hanya karena mengandalkan keberadaannya yang strategis di atas pegunungan (Obaja 1:3,4). Selanjutnya, ketika bangsa Yehuda, saudaranya dalam bahaya serangan musuh, Edom hanya menjadi penonton dan bersukacita atas kehancuran Yerusalem, dan bahkan menghadang orang-orang Yehuda yang luput dari kejaran musuh (Obaja 1:11-14). Menurut sejarah pada saat Nebukadnesar melakukan invasi (penyerangan) ke Palestina selatan, Edom ikut membantu Babilonia melawan Yehuda dan Yerusalem.[10] Oleh karena itulah Obaja bernubuat bahwa Edom akan dibuat menjadi bangsa kecil di antara bangsa-bangsa (Obaja: 2), akan diperangi (Obaja 1:1), orang-orang bijaksana dan para pahlawannya akan dilenyapkan (Obaja 1:8,9), Harta bendanya akan diambil semuanya (Obaja 1:5-7), akan dilenyapkan untuk selamanya (Obaja 1:10).

Kegenapan nubuat Obaja ini terlihat ketika pada tahun 300 SM kerajaan Nabatean Arab merebut wilayah Edom atau dikenal dengan Idumea pada zaman Hellenis. Menjadikan Petra (Sela) sebagai ibukota kerajaan Nabatean. Dan pada zaman Makkabe, orang-orang Idumea yang masih tersisa dipaksa oleh orang-orang Yahudi untuk bergabung ke dalam kelompok Makkabe dan juga harus menganut Yudaisme. Keluarga Herodes yang pernah menjadi pemimpin di Palestina di bawah mandat pemerintah Romawi adalah keturunan Edom. Setelah kehancuran Yerusalem pada tahun 70 SM, Edom lenyap identitas nasionalnya.[11]


G. Asyur

Asyur adalah sebuah negeri yang berbatasan dengan pegunungan Ararat di Armenia (utara), daratan tinggi Media (timur), sungai Zab bawah (selatan), dan melalui Tigris sampai ke Laut Tengah (barat). Sejarah Asyur berawal pada milenium ketiga SM. Ibukota kerajaan Asyur yang sangat terkenal adalah Niniwe (bdg. Kejadian 10:11). Asyur mencapai puncak perluasan wilayah kekuasaan mulai dari Teluk Persia sampai ke Laut Tengah pada tahun 700 SM atau pada zaman pelayanan nabi Yesaya. Masuknya Asyur dalam kancah percaturan politik dunia, ditandai dengan menyusulnya kemunduran kerajaan Babel di bawah kekuasaan dinasti Hammurabi pada abad 16 SM. Raja-raja Asyur seperti Tiglat-Pileser I, Ashurbanipal II, Salmaneser III, Tiglat- Pileser III, Salmaneser IV, Sargon II, Sanherib, Esarhaddon, dan Ashurbanipal sangat berperan penting dalam membawa Asyur menjadi penguasa dunia. Salah satu sistem politik yang diterapkan oleh Asyur adalah menempatkan para gubernur di wilayah yang mereka telah taklukkan. Israel Utara takluk kepada Asyur di bawah pemerintahan raja Salmaneser IV dan Sargon II pada tahun 722 SM. Kemudian Sanherib ingin juga merebut wilayah Yehuda, namun dihentikan oleh Tuhan (2 Raja 19:35-36).[12]

Tuhan melalui nabi Yesaya menubuatkan bahwa Asyur akan dihancurkan karena perlakuan kejamnya atas umat-Nya (Yesaya 14:24-27) dan Nahum menubuatkan lebih spesifik tentang kehancuran Niniwe, ibukota Asyur yang akan kita bahas secara terpisah berikutnya (Nahum 1-3).

Di bawah pemerintahan Ashurbanipal gejala kejatuhan Asyur sudah terlihat dari pemberontakan Mesir. Setelah kematiannya, Asyur semakin mendekati ujung tanduk di bawah pimpinan raja Assuretililani, dan pada pemerintahan Sinsariskun kerajaan Asyur jatuh oleh serangan yang dilancarkan duo-kekuatan bersatu dari pasukan gubenur Babilonia, Nabopolasar dan pasukan Kyaxeres dari Media.

II. NUBUATAN TENTANG KOTA

A. Tirus


Tirus adalah sebuah kota pantai sejak dari zaman purba, yang tertata luar biasa rapi. Di samping itu juga ada sebuah pulau berkubu kira-kira 3/4 mil jauhnya dari pantai kota Tirus.

Dalam Yehezkiel pasal 26 dinubuatkan tetang kehancuran kota Tirus. Setidaknya ada 6 hal sehubungan dengan itu: (1) Banyak bangsa yang akan melawan Tirus (ayat 3); (2) Tirus akan diratakan dengan tanah dan akan menjadi gunung batu (ayat 4, 8-12); (3) Akan menjadi tempat para nelayan membersihkan pukat (ayat 5a); (4) Akan dijarah oleh bangsa-bangsa (ayat 5b, 12a); (5) Penduduknya akan ditewaskan dengan pedang (ayat 6); (6) Bangsa Babilonia yang akan menghancurkan kota Tirus (ayat 7,8); (7) Tembok-tembok kotanya akan dirobohkan (ayat 12); (8) Batu, kayu dan tanahnya akan dibuangkan ke dalam air (ayat 13); (9) Tirus tidak akan pernah dibangun kembali (ayat 14).

Nubuat ini tergenapi beberapa tahun kemudian. Pada tahun 586 SM, raja Nebukadnezar dari Babilonia menyerang dan memerangi kota Tirus. Nebukadnezar menghancurkan kota utama Tirus, kecuali pulau berkubu yang terletak 3/4 mil dari pantai. Setelah perang selama 13 tahun, akhirnya pada tahun 573 SM Nebukadnezar berhasil menaklukkan kota Tirus.[13] Alasannya, pulau itu terjaga dengan kokoh, sebab banyak penduduk kota Tirus yang telah pindah ke pulau ini sebelum serangan Babilonia. Pulau berkubu ini tetap kokoh dan tidak berubah selama kira-kira 241 tahun.[14] Tetapi kemudian datang serangan berikutnya dari Alexander Agung, raja Kerajaan Makedonia (Yunani) yang menggenapi sepenuhnya nubuat yang diucapkan oleh nabi Yehezkiel itu. Pada tahun 332 SM, Alexander Agung menyerang kota berkubu ini dengan membangun sebuah jalan penyeberangan dari kota Tirus ke pulau ini, menggunakan batu-batu dan sisa-sisa reruntuhan kota Tirus.[15]


B. Niniwe

Niniwe adalah sebuah kota metropolis dunia purba yang didirikan oleh Nimrod (Kejadian 10:11,12). Niniwe terletak di pinggir sungai Tigris dan menjadi ibukota kerajaan Asyur. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa Niniwe memiliki tembok yang panjangnya kira-kira 60 mil mengelilingi kota itu dan populasi penduduknya yang mencapai 600.000 jiwa. Dalam kota ini terdapat bangunan-bangunan kerajaan yang indah dan besar dan perpustakaan terbesar dunia kuno.[16]

Nubuat tentang kehancuran kota Niniwe dikumandangkan oleh nabi Nahum dan Zefanya. Niniwe akan rusak (Nahum 3:7), dan akan menjadi tempat sunyi sepi, kering seperti padang gurun (Zefanya 2:13). Kegenapan nubuat ini terjadi pada tahun 612 SM, ketika Babilonia menghancurkan Niniwe.


C. Yerusalem

Kota Yerusalem, disamping menarik, menyimpan segudang sejarah yang menakjubkan dalam Alkitab dan juga dalam catatan sejarah dunia. Sejarah pendudukan Yerusalem dimulai pada tahun 2.500 SM.[17] Penduduk awal kota ini adalah orang Salem, dengan rajanya Melkisedek (Kejadian 14:18), yang berasosiasi baik dengan Abraham (Kejadian 14:17-21). Kemudian diambil alih oleh salah satu suku Kanaan, Yebus (Yosua 9:1; 10:1). Selanjutnya ditaklukkan oleh Daud dan menjadikan kota ini sebagai ibukota kerajaannya (2 Samuel 5:6-10) dan juga raja-raja Yehuda, setelah kerajaan Israel Bersatu terpecah dua. Disamping itu juga Yerusalem menjadi pusat keagamaan bagi bangsa Israel sejak dari zaman Salomo (1 Raja 8:1; 2 Tawarikh 5:2), terus sampai pada zaman kehancuran kota ini oleh serangan Babilonia (2 Tawarikh 36:7-21). Kemudian setelah lewat 70 tahun masa pembuangan bangsa Yehuda, Yerusalem kembali dijadikan sebagai pusat keagamaan oleh penganut Yudaisme sampai zaman Kristus. Yerusalem bagi orang Yahudi adalah kota suci.

Nubuat yang paling mengagumkan tentang Yerusalem oleh Yesaya dan Mikha adalah gereja Tuhan akan berdiri di sana (Yesaya 2:2-3; Mikha 4:1-2). Kegenapannya dapat kita baca dalam Kisah Para Rasul 2.


D. Betlehem

Kota Betlehem pertama kali disebut menyusul kematian Rahel setelah melahirkan Benyamin (Kejadian 35:19). Betlehem artinya “rumah roti.” Betlehem adalah kampung halaman Daud dan juga dia diurapi sebagai raja Israel oleh Samuel di sini (1 Samuel 16:1-13,18; 17:12). Betlehem adalah padang penggembala tradisional (bdg. 1 Samuel 17:15; Lukas 2). Dengan membaca cerita dalam 2 Samuel 23:14-17, kita akan melihat bagaimana Daud sangat mencintai Betlehem, kampung halamannya itu.[18]

Nabi Mikha menubuatkan bahwa Betlehem akan menjadi tempat lahirnya Sang Juruselamat dunia, Yesus Kristus (Mikha 5:1). Dan itu tergenapi dengan lahirnya Yesus di Betlehem yang tercatat dalam Matius 2:1-6).


III. NUBUATAN TENTANG ORANG

A. Yesus

Orang pertama yang dinubuatkan dalam Alkitab adalah Yesus. Oleh penulis kitab Kejadian Ia disebut sebagai “keturunan perempuan” (Kejadian 3:15). Kepada orang Israel, Musa menyebut-Nya “Nabi” yang akan dibangkitkan dari tengah-tengah orang Israel (Ulangan 18:15). Kepada Daud, Tuhan menyebut-Nya “Raja” yang akan memerintah selamanya (2 Samuel 7:13,14). Yesaya menyebut-Nya seorang anak laki-laki, nama-Nya Imanuel yang akan lahir dari seorang anak darah (Yesaya 7:14). Yesaya juga melanjutkan nubuat tentang Yesus yang disebutnya “Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai” (Yesaya 9:5), dan masih banyak lagi nubuat lain yang ditujukan pada Yesus. Ada kira-kira 300 nubuat tentang Yesus dalam Alkitab.

Setelah kira-kira 4000 sampai 700 tahun SM baru digenapi nubuat-nubuat tentang Yesus ini. Kitab Matius mencatat bahwa Maria melahirkan bayi Yesus yang dikandungnya oleh kuasa Rohkudus, bukan sebagai hasil hubungan badani antara Maria dan Yusuf, suaminya (Matius 1:18-25). Dalam kitab Yohanes, orang-orang mengakui-Nya sebagai seorang Nabi (Yohanes 6:14) dan sebagai Raja (Yohanes 18:36; 19:14,15, 19-22). Yohanes dan juga Paulus menyatakan bahwa Yesus adalah Allah (Yohanes 1:1-3; Filipi 2:5-8). Melalui ajaran-ajaran-Nya yang menakjubkan, maka Ia telah menggenapi sebutan-Nya sebagai Penasehat Ajaib. Ia memerintah sebagai Raja dalam gereja-Nya yang penuh dengan kedamaian.


B. Yosia

Yosia adalah salah satu raja terbaik yang pernah memerintah kerajaan Yehuda. Seorang abdi Allah bernubuat kepada Yerobeam I, raja pertama Israel Utara tentang seorang anak yang akan lahir dari keluarga Daud, namanya Yosia, yang akan melakukan restorasi (pemulihan) atas seluruh tanah Israel (1 Raja 13:1-2). Setelah 300 tahun kemudian nubuat abdi Allah ini tergenapi, dengan lahirnya Yosia, anak Amon raja Yehuda dari dinasti Daud dan melakukan restorasi total atas seluruh Israel (2 Raja 22:1-23:25; 2 Tawarikh 34:1-7; 35:1-19).


C. Zedekia

Zedekia adalah raja Yehuda saat runtuhnya kerajaan itu. Nabi Yehezkiel sementara berada di pembuangan di Babel, bernubuat tentang raja Zedekia akan dibawa tertawan ke Babilonia, tetapi dia tidak akan melihat tanah itu (Yehezkiel 12:13). Bagaimana bisa terjadi, Zedekia akan dibawa tertawan tetapi dia tidak akan melihat Babilonia, apakah dia akan mati di Babilonia, sedangkan dia tidak melihat Babilonia? [19]

Dengan membaca Yeremia 39:4-7 kita akan mengetahui jawaban maksud dari nubuat Yehezkiel di atas. Setelah Zedekia berhasil ditangkap oleh tentara Babilonia di Yerikho, dia kemudian dibawa ke Ribla di tanah Hamat kepada raja Nebukadnesar. Kemudian setelah menyaksikan penyembelihan anak-anaknya, mata Zedekia pun dibutakan dan dibawa dalam keadaan buta ke Babilonia, sehingga dia tidak dapat melihat negeri Babilonia dengan matanya.


D. Koresh

Koresh adalah raja pertama Persia. Namanya telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya pada tahun 739 SM sebelum kelahirannya tahun 691 SM(Yesaya 44:28; 45:13).[20] Koresh-lah yang akan menjadi alat Tuhan untuk memulihkan kembali orang Yahudi ke kampung halaman mereka setelah genap masa 70 tahun dalam pembuangan di Babel (Yeremia 25:11; 29:10).

Kegenapan nubuat Yesaya terbukti ketika pada tahun 536 SM Persia berhasil menjadi penguasa dunia dan yang menjadi rajanya adalah Koresh. Kitab 2 Tawarikh 36: 22-23; Ezra 1:1-4 menceritakan fakta tindakan Koresh yang mengizinkan orang Yahudi pulang untuk membangun kembali Bait Allah sebagai wujud pemulihan kembali orang Yahudi seperti yang telah dinubuatkan.


E. Orang Yahudi

Yeremia bernubuat bahwa setelah genap 70 tahun umat Tuhan dalam pembuangan, mereka akan dikembalikan ke Yehuda (Yeremia 25:11; 29:10). Nubuat ini tergenapi pada zaman kekuasaan Persia. Atas dekrit yang dikeluarkan raja Persia mereka akhirnya pulang ke kampung halaman dalam tiga tahap kepulangan: Tahap I (536 SM) di bawah pimpinan Zerubabel dan imam Yesua (Ezra 1-6); tahap II (458 SM) di bawah pimpinan Ezra (Ezra 7-10); dan tahap III (445 SM) di bawah pimpinan Nehemia (Nehemia 1-13).


IV. NUBUATAN YESUS

Yesus pun menyebutkan beberapa nubuat selama pelayanan-Nya di bumi, baik tentang diri-Nya sendiri, orang lain, peristiwa tertentu, dll. Di antara nubuat-nubuat-Nya, ada yang belum digenapi, dan kita hanya menantikannya dengan sabar sampai itu digenapi. Berikut ini nubuat-nubuat Yesus yang telah digenapi.


A. Penderitaan, Kematian & KebangkitanNya

Berbeda dengan nabi-nabi lain, Yesus menubuatkan tentang diri-Nya sendiri. Unik! Yesus akan menderita, diserahkan ke tangan manusia berdosa, ditolak, dibunuh oleh orang-orang Yahudi (Matius 16:21; 17:22-23; Markus 8:31; 9: 30-31; Lukas 9:22,44). Nubuat-nubuat tentang Yesus dan kegenapannya adalah yang paling menakjubkan dalam Alkitab. Empat kitab Injil mencatat secara rinci bagaimana penderitaan yang mengerikan karena siksaan, kematian yang tidak wajar dialami oleh Yesus, dan sekaligus fakta kebangkitan Yesus yang menggemparkan seluruh dunia (Matius 26-28; Markus 14-16; Lukas 22-24: Yohanes 18-21).


B. GerejaNya

Pada awal pelayanan-Nya, Yesus menubuatkan Kerajaan Surga sudah dekat (Matius 4:17; Markus 1:15). Kerajaan Surga yang dimaksud Yesus tak lain adalah gereja-Nya yang akan didirikan-Nya (Matius 16:18), yang akan datang dengan kuasa (Markus 9:1). Kegenapan nubuat Yesus ini digenapi dalam Kisah Para Rasul 2. Gereja Kristus berdiri dengan kuasa Rohkudus.


C. Kematian Yakobus dan Yohanes

Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus ini tidak mengerti sifat Kerajaan Kristus yang rohaniah, bukan kerajaan fisik seperti yang mereka pikirkan. Akibatnya mereka berambisi untuk menduduki tempat terhormat dalam kerajaan itu. Yesus mendirikan kerajaan-Nya dengan biaya yang tak ternilai mahalnya, yaitu dengan darah-Nya sendiri (Kisah Rasul 20:28). Itulah sebabnya Yesus mengatakan (bernubuat) bahwa mereka akan meminum cawan-Nya ( simbol dari penderitaan) yang mereka tanggapi positif, meskipun masih dalam pikiran yang keliru (Matius 20:20-23; Markus 10:35-40). Nubuat Yesus ini digenapi dalam Kisah Para Rasul 12:1-2, Yakobus mati dibunuh dengan pedang atas perintah Herodes Agripa I. Pada masa pemerintahan Kaisar Romawi, Domitian, Yohanes dibuang ke pulau Patmos, tempat dia menulis kitab Wahyu (Wahyu 1:9). Yahya adalah rasul Kristus yang terakhir mati mencapai usia tua (bdg. Yohanes 21:20-23).


D. Kematian Petrus

Setelah Yesus memastikan bahwa Petrus akan menjadi penggembala pengikut Kristus, Ia menubuatkan bahwa Petrus akan mengalami kematian dengan cara yang tidak wajar (Yohanes 21:15-19). Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Origen, seorang bapa gereja bahwa Petrus mati disalib dengan posisi kepala di bawah.[21]


E. Kehancuran Bait Allah & Yerusalem

Seperti sudah kita bicarakan sebelumnya, bahwa Yerusalem adalah pusat keagamaan orang Israel sejak zaman Salomo sampai zaman Kristus. Bukti menonjol Yerusalem sebagai pusat keagamaan adalah Bait Allah. Sepanjang sejarah, keberadaan Bait Allah di Yerusalem telah mengalami tiga kali pembangunan kembali sampai pada masa pelayanan Yesus. Bait Allah pertama dibangun oleh Raja Salomo; Bait Allah kedua dibangun oleh Zerubabel dan Ezra; dan yang ketiga dibangun oleh Herodes Agung.

Pada suatu kali Yesus mengunjungi Yerusalem dan pergi ke Bait Allah yang dibangun oleh Herodes Agung ini, Ia menubuatkan bahwa Bait Allah ini akan hancur, menyusul hancurnya Yerusalem (Matius 24:1-2; Markus 13:1-2; Lukas 21:5-6). Nubuat Yesus ini digenapi ketika pasukan Romawi di bawah pimpinan jendral Titus membumi-hanguskan dan meratakan dengan tanah Yerusalem dan Bait Allah pada tahun 70 SM. Secara rohani kehancuran Bait Allah adalah simbol berakhirnya masa berlaku Hukum Taurat dan Yudaisme.


F. Munculnya mesias-mesias & nabi-nabi palsu

Yesus mengetahui ancaman besar yang akan dihadapi umat-Nya di masa akan datang apabila Ia telah meninggalkan dunia. Oleh sebab itu, Ia perlu memberi peringatan sekaligus nubuat yang berhubungan dengan ancaman itu. Dalam nubuat-Nya, Yesus mengatakan bahwa mesias-mesias dan nabi-nabi palsu, yang semuanya ditujukan pada guru-guru palsu dengan perbuatan-perbuatan yang menakjubkan akan muncul (Matius 24:24-26; Markus 13:22-23).

Kegenapan dari nubuat ini terjadi tidak lama setelah gereja berdiri. Yudaisme dihidupkan kembali, sebagai syarat mutlak mendapatkan keselamatan (Kisah Rasul 15:1; bdg. Galatia 5:1-6). Yohanes menuliskan dalam surat kirimannya yang pertama bahwa guru-gugu palsu telah tersebar ke seluruh dunia (1 Yohanes 4:1).

Pada masa pelayanannya, Yohanes menghadapi bidat yang disebutnya “antikristus.” Bidat ini terdiri dari tiga kelompok: Gnostik, Doketisme dan Cerinthiarisme.[22] Demikian juga dengan Paulus menyatakan fakta munculnya rasul-rasul palsu kepada orang Kristen di Korintus (2 Korintus 11:12-15), dan masih banyak fakta lain dalam Alkitab guru-guru palsu.


G. Petrus menyangkal Yesus

Mendekati penangkapan Yesus, Yesus mengatakan bahwa iman murid-murid-Nya akan goyah. Petrus secara emosionil menanggapi perkataan Yesus ini dengan mengatakan bahwa imannya tidak akan goyah seperti murid-murid lain. Tetapi Yesus tahu bahwa Petrus tidak seperti yang dia katakan itu sehingga bernubuat bahwa ayam berkokok dua kali, Petrus telah menyangkali Yesus, meskipun dia berkeras tidak akan melakukan hal itu (Matius 26:30-35; Markus 14:26-31; Lukas 22:31-34; Yohanes 13:36-38). Nubuat Yesus ini terbukti ketika Yesus dibawa ke hadapan Mahkamah Agama Yahudi, Petrus yang juga ikut menyaksikan pengadilan itu menyangkali Yesus (Matius 26: 69-75; Markus 14:66-72; Lukas 22:56-62; Yohanes 18:15-18, 25-27).


H. Mendahului murid-muridNya ke Galilea

Yesus mengatakan (nubuat) kepada murid-murid-Nya bahwa setelah kenbangkitan-Nya, Ia akan mendahului mereka ke Galilea (Matius 26:32; Markus 14:28). Nubuat ini pun digenapi dalam Matius 28:7-10, 16-17; Markus 16:7).


I. Kedatangan Rohkudus

Setelah Yesus naik ke surga, maka Rohkudus yang akan melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi melalui Rasul-rasul-Nya. Sebelum kedatangan Rohkudus, Yesus telah menubuatkan kepada murid-murid-Nya tentang hal itu. Rohkudus yang akan membimbing rasul-rasul dalam pelayanan, terutama pada pendirian gereja yang telah dinubuatkan Yesus (Matius 16:18; Markus 9:1), menghibur dalam penderitaan mereka. Rohkudus yang dijanjikan Bapa akan turun di Yerusalem, oleh sebab itu mereka harus menantikan-Nya di sana (Yohanes 16:13; 14:26; 15:26; Lukas 24:49; Kisah Rasul 1:4,5,7,8). Nubuat ini juga digenapi dalam Kisah Para Rasul 2, Rohkudus turun ke atas mereka di Yerusalem (Kisah 2:1-5; bdg.1:12).

Nubuat-nubuat dalam Alkitab merupakan metode Allah untuk menyampaikan kehendak-Nya kepada umat manusia di muka bumi ini. Nubuat telah memberikan kesempatan bagi manusia untuk bersiap menyambut masa depan. Ada nubuat, ada kegenapannya. Dengan kata lain nubuat selalu akan berakhir dengan kegenapannya. MENAKJUBKAN!


*********************************************************************************

Artikel Penuntun - KRISTUS DALAM PERJANJIAN LAMA


Nas : 2Raj 5:14

Ayat: "Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir."

Salah satu ajaran asasi dalam PB ialah bahwa Yesus Kristus (sang Mesias) adalah penggenapan PL. Penulis Surat Ibrani mengemukakan bahwa Yesus adalah pewaris dari semua yang telah dikatakan Allah melalui para nabi (Ibr 1:1-2). Yesus sendiri menandaskan bahwa Ia datang untuk menggenapi Taurat dan kitab nabi-nabi (Mat 5:17). Setelah kebangkitan-Nya yang penuh kemuliaan, Ia menunjukkan kepada para pengikut-Nya dari Taurat Musa, kitab nabi-nabi, dan kitab Mazmur (yaitu, ketiga bagian utama PL Ibrani) bahwa Allah sudah sejak lama menubuatkan segala sesuatu yang terjadi pada diri-Nya (Luk 24:25-27,44-46). Untuk memahami dengan lebih jelas nubuat-nubuat PL tentang Yesus Kristus, kita harus membahas tipologi.


PRINSIP-PRINSIP TIPOLOGI.

Suatu penelaahan PL yang cermat menyatakan unsur-unsur (disebut tipe atau lambang dari bah. Yun. _tupos_) yang digenapi di dalam kedatangan Mesias (yang merupakan antitipe); dengan kata lain, terdapat persesuaian di antara berbagai oknum, peristiwa, atau hal dalam PL dan Yesus Kristus dalam PB. Perhatikan dua prinsip dasar berhubungan dengan pola nubuat dan penggenapan ini. 
1) Dalam melihat bagaimana sebuah nas PL menunjuk ke depan kepada Kristus, kita harus selalu mulai dengan melihat nas itu sebagai mengungkapkan suatu peristiwa dalam sejarah penebusan Allah, yaitu kita harus mempelajari dahulu nas PL sebagai peristiwa sejarah dan baru kemudian melihat bagaimana nas tersebut menunjuk kepada kedatangan Yesus Kristus sebagai Mesias yang dijanjikan. 
2) Kita harus menyadari bahwa penggenapan Mesianis dari suatu nas PL sering kali terjadi pada tingkatan rohani yang lebih tinggi daripada peristiwa PL-nya. Sebenarnya, orang PL yang terlibat dalam kisah itu mungkin tidak melihat bahwa apa yang mereka alami itu menubuatkan kedatangan Anak Allah. Misalnya, Daud mungkin tidak sadar ketika menggubahMazmur 22 (Mazm 22:1-31) bahwa penderitaannya menubuatkan penderitaan Kristus di salib. Demikian pula, orang- orang buangan yang meratap ketika melewati kuburan Rahel di Rama (Yer 31:15) tidak mengetahui bahwa satu hari air mata mereka akan digenapi di dalam kematian semua bayi laki-laki seumur dua tahun ke bawah di Betlehem (Mat 2:18). Sering kali kita hanya dapat melihat sebuah nas PL sebagai nubuat tentang Tuhan kita bila dipandang dari sudut penyataan PB. 


GOLONGAN-GOLONGAN TIPE NUBUAT.

Kita dapat menemukan setidak-tidaknya empat pola berbeda yang dengannya PL menunjuk ke depan dan menubuatkan kedatangan Kristus dalam PB. 

1) Nas-nas PL khusus yang dikutip dalam PB. Beberapa nas PL jelas menubuatkan Kristus karena dikutip demikian dalam PB; misalnya, Matius mengutip Yes 7:14 untuk membuktikan bahwa PL menubuatkan kelahiran Kristus dari seorang perawan (Mat 1:23), dan Mi 5:1 untuk membuktikan bahwa Yesus akan lahir di Betlehem (Mat 2:6). Markus mengingatkan para pembacanya (Mr 1:2-3) bahwa kedatangan Yohanes Pembaptis sebagai pendahulu Kristus sudah dinubuatkan oleh Yesaya (Yes 40:3) dan Maleakhi (Mal 3:1). Zakharia menubuatkan peristiwa Yesus dielu-elukan di Yerusalem (Za 9:9; bd. Mat 21:1-5; Yoh 12:14-15). Pengalaman Daud sebagaimana terungkap dalam Mazm 22:19 menubuatkan para tentara di salib yang membagi-bagi pakaian Yesus (Yoh 19:23- 24), dan pernyataannya dalam Mazm 16:8-11 ditafsirkan sebagai sebuah nubuat yang jelas tentang kebangkitan Yesus (Kis 2:25-32; 13:35-37). Penulis surat Ibrani menyatakan bahwa Melkisedek (bd. Kej 14:18-20; Mazm 110:4) melambangkan Kristus, imam besar kekal kita. Masih banyak lagi contoh yang bisa disebutkan. 

2) Nas-nas PL yang disinggung penulis PB. Pola lainnya yang dengannya Kristus dapat dijumpai dalam PL adalah nas-nas PB yang tanpa mengutip nas PL tertentu, mengacu kepada oknum, peristiwa, atau benda PL sebagai nubuat tentang Kristus. Misalnya, dalam ayat nubuat pertama dalam Alkitab (Kej 3:15), Allah berjanji akan mengutus keturunan wanita untuk membinasakan keturunan ular. Pasti nas inilah yang di pikirkan Paulus ketika mengatakan bahwa Kristus dilahirkan dari seorang perempuan untuk menebus mereka yang berada di bawah hukum Taurat (Gal 4:4-5; bd. Rom 16:20), sebagaimana halnya Yohanes ketika mengatakan bahwa Anak Allah datang untuk "membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu" (1Yoh 3:8). Acuan Yohanes Pembaptis kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29,36) mengacu ke belakang ke Im 16:1-34 dan Yes 53:7, dan Yesus yang disebut "anak domba Paskah kita" oleh Paulus (1Kor 5:7) menunjukkan bahwa pembunuhan anak domba Paskah menubuatkan kematian Kristus bagi kita (Kel 12:1-14). Yesus sendiri mengatakan bahwa hal Musa meninggikan ular tembaga di padang gurun (Bil 21:4-9) menubuatkan diri-Nya tergantung di salib. Dan ketika Yohanes mengatakan bahwa Yesus, Firman Allah itu, ikut dalam penciptaan segala sesuatu (Yoh 1:1-3) mau tidak mau kita berpikir tentang Mazm 33:6, "Oleh Firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas mulut-Nya segala tentaranya" (bd. Ibr 1:3,10-12). Ini hanyalah sebagian dari banyak nas PB yang menyinggung nas PL yang berhubungan dengan Kristus. 

3) Oknum, peristiwa, atau benda PL yang berfokus pada tema penebusan. Keluaran Israel dari Mesir, yang sepanjang PL dipandang sebagai peristiwa penebusan terbesar di bawah perjanjian yang lama, melambangkan Kristus dan penebusan yang dibawa-Nya di bawah perjanjian yang baru. Beberapa tipe dalam kitab Keluaran melambangkan Kristus dan penebusan-Nya adalah Musa, Paskah, penyeberangan Laut Merah, manna, air dari batu karang, Kemah Suci dan perabotan-perabotannya, dan imam besar. 

4) Pola-pola dalam peristiwa PL yang melambangkan cara Allah menghadapi kita di dalam Kristus. Banyak kisah dalam PL menyatakan suatu pola tentang urusan Allah dengan umat-Nya yang digenapi di dalam Yesus Kristus. Perhatikan contoh-contoh berikut: 

(a) Abraham harus menunggu dengan sabar hampir 25 tahun sebelum Allah membuka kandungan Sara dan memberi mereka Ishak. Tidak satu pun usaha Abraham dapat mempercepat lahirnya putra yang dijanjikan Allah. Pola ini digenapi dalam PB, ketika Allah mengutus Anak-Nya sebagai Juruselamat dunia ketika sudah genap waktunya (Gal 4:4); tidak ada usaha manusia yang dapat mempercepat kedatangan Kristus. Keselamatan kita adalah karena inisiatif Allah (bd. Yoh 3:16) bukan usaha manusia. 
(b) Sebelum bangsa Israel keluar dari Mesir dengan kuasa Allah yang bermurah hati, mereka harus berseru dalam keadaan putus asa kepada Allah agar dibebaskan dari musuh mereka (Kel 2:23-24; 3:7). Peristiwa ini menubuatkan rencana penebusan Allah di dalam Kristus untuk kita. Sebelum kita dapat mengharapkan pembebasan oleh kasih karunia Allah dari dosa-dosa dan musuh-musuh rohani kita, kita harus berseru kepada-Nya dan memohon kasih karunia-Nya yang menyelamatkan (bd. Kis 2:37-38; 16:29-33; 17:30-31). Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. 
(c) Ketika Naaman, orang Aram, mencari kesembuhan penyakitnya dari Allah Israel, ia diperintahkan untuk mencuci dirinya tujuh kali di dalam Sungai Yordan. Sekalipun pada mulanya Naaman marah, ia harus merendahkan diri dan harus tunduk serta memandikan diri di Sungai Yordan agar sembuh (2Raj 5:1-14). Nas ini melambangkan Yesus dan perjanjian baru -- bahwa kasih karunia Allah yang menyelamatkan itu menjangkau sampai di luar bangsa Israel (bd. Luk 4:27; Kis 22:21; Rom 15:8-12), dan bahwa untuk menerima keselamatan itu, kita harus meninggalkan kesombongan kita dan merendahkan diri di hadapan Allah (bd. Yak 4:10; 1Pet 5:6), dan mencari pembasuhan di dalam darah Yesus, persediaan Allah untuk pembersihan kita (bd. Kis 22:16; 1Kor 6:11; Tit 3:5; 1Yoh 1:7,9; Wahy 1:5). 

Secara ringkas, sekalipun PL menceritakan kisah-kisah tentang orang-orang saleh pada masa lampau yang menjadi teladan bagi kita (bd. 1Kor 10:1-13; Ibr 11:1-40; Yak 5:16-18), sebenarnya ia berbuat lebih dari itu, karena PL "adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman" (Gal 3:24). 


*********************************************************************************

4 Tokoh Alkitab Yang Bernubuat Tentang Yesus


Ada beberapa tokoh di dalam Alkitab khususnya Perjanjian Lama yang pernah menubuatkan tentang kedatangan Yesus ke dalam dunia, yang dikenal juga dengan perayaan Natal. Mereka menubuatkan tentang kedatangan seorang Juru Selamat ke dalam dunia. Tokoh-tokoh yang pernah menubuatkan atau yang melihat Yesus akan datang bahkan sebelum itu terjadi adalah :


Yesaya

Di pasal ke-9, Yesaya menulis bahwa tidak selamanya ada kesuraman di negeri yang terimpit itu. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar. Bahkan dikatakan dengan jelas, "Seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang : Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Selengkapnya coba bacaYesaya 9:1-6


Daniel

Malaikat Gabriel datang kepada Daniel, sebagai orang yang sangat dikasihi Tuhan dan dia mengatakan bahwa akan ada tujuh puluh kali tujuh masa dimana Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja Daniel 9:25-26


Mikha

Mikha menunjukkan kepada kita dimana Yesus akan lahir, yaitu Betlehem Efrata. Hal ini tertuang dalam Mikha 5:1-4. Di kitab ini juga disebutkan bahwa dia menjadi damai sejahtera, meskipun nama "Yesus" sama sekali tidak disebutkan. Mikha pun menyebutkan bahwa Dia akan menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan lihatlah nubuatan itu pun telah digenapi.


Zakharia

Mungkin kitab inilah yang paling banyak berbicara tentang kedatangan Mesias yaitu diZakharia 9-14. Di dalam kitab ini jugalah dikatakan Mesias akan datang dengan mengendarai seekor keledai muda, Mesias pun akan memberikan damai kepada bangsa-bangsa dan wilayah kekuasaannya terbentang sampai ke ujung bumi.

Nubuatan nabi-nabi dari berbeda jaman ini sudah tergenapi ketika Yesus lahir. Dia lahir dan mati bagi kita. Kehidupan-Nya bahkan kematian-Nya memberi dampak yang besar, tapi kebangkitan-Nya dan kemenangan-Nya atas kematian memberikan kepastian yang lebih besar lagi, bahwa dosa kita sudah ditebus. Karena itu, pergunakanlah apa yang ada pada kita untuk kemuliaan-Nya.


*********************************************************************************


"YESUS ATAU MOHAMMAD YANG DINUBUATKAN" (Ki Bagus Heruyono)


“Tidak ada yang dapat menyamai keunikan kedatangan Yesus,
yang jauh sebelumnya telah dinubuatkan.”

Kekristenan hadir dengan latar belakang agama Yahudi, tidak saja dikarenakan ikatan geografi dan historis, melainkan secara teologis memiliki ikatan yang kuat. Dimana Yesus dilahirkan dalam garis keturunan dari nenek moyang yang diposisikan penting dalam agama Yahudi. Demikian pula Alkitab dengan salah satu bagiannya disebut Perjanjian Baru, selain hendak menunjukkan kesatuan dengan Perjanjian Lama, juga Perjanjian Baru sebagai penggenapan dari Perjanjian Lama.

Sebelum Yesus hadir di dunia menjadi manusia, telah dibicarakan dalam Perjanjian Lama dalam bentuk nubuatan. Nubuatan menghubungkan masa lalu ke masa kini untuk melihat ke masa depan dengan apa yang Tuhan telah rencanakan. Nubuat-nubuat yang sudah dipenuhi ialah berhubungan dengan kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Harus diakui tidak ada nubuatan tentang Yesus Kristus yang tidak digenapi.[1] Para sarjana dan sejarahwan selama ini telah terjebak dalam perdebatan ayam-telur yang berlarut-larut soal apakah Yesus memang didorong oleh nas-nas Alkitab, ataukah nas-nas itu justru dikenakan kepada diri Yesus setelah semuanya terjadi demi membuktikan bahwa Ia adalah penggenapan dari Kitab Suci.[2] Dari manapun memulainya tetap saja kehadiran Yesus tidak dapat disamakan dengan manusia manapun. Kalaupun nas-nas itu justru dikenakan kepada diri Yesus setelah semuanya terjadi, tetap saja hanya pribadi Yesus tidak ada manusia lain yang dapat dibuat seperti itu, dan itu bagian dari pembuktian apa yang terjadi dengan Yesus telah dirancang jauh sebelumnya. Yesus sendiri menegaskan bahwa Kitab Suci berbicara tentang diri-Nya, yang dimaksudkan-Nya tidak lain kitab Perjanjian Lama (Yoh. 5:39,40; Luk. 24:27,44). Penegasan Yesus hendak menunjukkan bahwa kedatangan-Nya kedalam dunia secara akurat telah dinubuatkan oleh Perjanjian Lama. Yohanes Pembaptis bin Zakharia yang dikenal sebagai nabi ditempatkan selaku pembuka jalan kedatangan Yesus telah dinubuatkan Kitab Taurat, sudah sewajarnya jika Yesus dinubuatkan oleh Kitab Taurat juga (Mat. 17:10-13 band. Mal. 4:5).

Kedatangan Yesus ke dunia sudah dipersiapkan jauh sebelumnya, hal itu bisa dilihat pada waktu manusia jatuh kedalam dosa, yang dapat diketahui melalui pernyataan Allah terhadap Hawa dan kepada ular. Tidak ada yang dapat menyamai keunikan kedatangan Yesus yang jauh sebelumnya telah dinubuatkan. Ada nubuatan yang dapat diketahui maksudnya, namun ada yang tidak langsung dapat diketahui maknanya. Arti nubuatan baru dapat diketahui setelah mencocokkan kekhususan dari apa yang terjadi dengan apa yang telah dinubuatkan. Nubuatan itu sendiri berisikan spesifikasi peristiwa yang akan terjadi dimasa mendatang, yang disampaikan dalam wibawa kenabian pada kurun waktu tertentu. Umumnya nubuatan diterima dalam perspektif pada waktu itu dalam kepentingan konteks jamannya, meskipun tidak jarang nubuatan yang didengar sulit dipahami. Sulitnya memahami nubuatan tersebut adanya kesenjangan dalam berpikir dari orang-orang yang menerima nubuatan dengan jaman saat nubuatan digenapi.

Nubuatan akan bermanfaat bagi orang yang mengalami peristiwa sebagai penggenapan nubuatan. Sehingga peristiwa yang terjadi akan dipandang memiliki nilai lebih, sebab apa yang terjadi telah dinubuatkan jauh sebelumnya. Dalam hal ini menjadikan kehadiran Yesus di dunia, tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang kebetulan. Yesus tidak terjebak dalam suatu eksiden yang dipicu emosi sekelompok orang yang menyiksa dan menyalibkan-Nya. Dengan mengacu pada nubuatan akan menimbulkan keyakinan, bahwa setiap orang dan setiap kejadian digunakan sebagai sarana penggenapan misi Yesus, yang telah dirancang Allah jauh sebelumnya.

Keakuratan nubuatan terhadap Yesus tidak memiliki arti apa-apa bagi orang Islam, yang berkeyakinan Alkitab Perjanjian Lama tidak asli lagi dan hanya merupakan imajinasi belaka.[3] Sedangkan Alkitab Perjanjian Baru dipandang sebagai hasil dari rekayasa para murid yang mengatasnamakan Yesus selaku yang mengatakannya.[4] Ketidakaslian Alkitab dimunculkan supaya umat Islam tidak mengikuti apa yang dikatakan Al-Quran seperti berikut[5]:

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada ’Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus…” (Al Baqarah 87).

“Dan menurunkan Al Kitab (Al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.” (Ali ‘Imran 3).

“Katakanlah: Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim. Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.” (Ali ‘Imran 84).

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”…” (Al Maa Idah 68).

Ayat tersebut apabila diikuti oleh umat Islam dianggap akan menguntungkan pihak Kristen, cara yang terbaik untuk menghindarinya dengan membuat cerita Taurat dan Injil yang dimaksudkan Al-Quran bukanlah yang dimiliki orang Kristen sekarang. Karena Kitab Suci yang dimiliki orang Kristen sudah tidak asli alias sudah dipalsukan untuk kepentingan misi tertentu. Sedangkan pihak Islam sendiri selain tidak dapat menunjukkan Kitab Suci yang asli, tidak juga dapat membuktikan Al-Quran yang asli yang ditulis oleh Mohammad. Karena saat penulisan Al-Quran tulisan Arab masih dalam tarap pembentukan, huruf-huruf ditulis tanpa tanda dan mirip satu dengan yang lainnya.[6] Sementara itu peralatan yang dipakai untuk menulis sangat bersahaja yang menghasilkan ayat-ayat yang terpisah-pisah, dan orang-orang yang ikut menuliskannya pun terpencar-pencar.[7] Lebih jauh Abdul Samad Kamba menulis:

“Meski benar bahwa Rasulullah menghafal semua ayat yang telah diterimanya, demikian pula orang-orang yang selalu mendampinginya, namun teks-teks yang telah tercatat tetap memungkinkan untuk hilang dan terhapus. Dalam situasi demikian, jaminan akan keakuratan naskah Alqur’an tetap mengandalkan pemeliharaan Allah.”[8]

Pernyataan di atas merupakan pernyataan yang sama dalam bibliologi sebagai salah satu cabang sistematika teologia Kristen, dimana Alkitab yang dimiliki oleh orang Kristen dewasa ini hasil pemeliharaan Allah.[9] Karena Alkitab dalam bahasa asli sesuai dengan yang dimaksudkan penulis dari jaman ke jaman, ada upaya dari orang atau penguasa yang anti Kristen berusaha untuk memusnahkannya. Padahal Al-Quran ditulis sekitar abad keenam sudah tidak memiliki naskah asli, atau benda-benda yang dipakai untuk menulis ayat-ayat suci yang diterima Mohammad. Sedangkan tulisan mengenai perbuatan dan apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus manuskripnya masih terpelihara sejak abad pertama, sampai sekarang dengan jumlah sekitar 5000 manuskrip dalam bahasa asli masih tetap terpelihara dengan baik.[10]

Hanya saja Alkitab yang dikatakan palsu, hasil imajinasi, dan merupakan rekayasa para murid Yesus, diakui keabsahannya saat kenabian Mohammad membutuhkan dukungan dari kitab terdahulu (baca: Perjanjian lama dan Perjanjian Baru), yang dapat dianggap telah menubuatkan dalam rangka melegitimasi kenabiannya. Kalau tidak tentu tidak akan terbit sebuah buku yang berjudul Muhammad in The Bible yang ditulis oleh Abdul Ahad Dawud mantan pastor dan teolog Katolik.[11] Hal itu masuk akal mengingat pentingnya nubuatan berhubungan dengan bobot orang yang dinubuatkan. Hanya saja upaya tersebut sangat dipaksakan yang menghasilkan penafsiran yang kasar dan sewenang-wenang. Sebagai contoh mengenai Parakletos yang telah dikatakan oleh Yesus akan datang (Yoh. 14:15-31 dan 16:4-15), dihubungkan dengan kata Ahmad yang diyakini menunjuk kepada kedatangan Mohammad.[12] Penafsiran otak-atik gatuk tersebut akan menemui masalah saat sifat dan pekerjaan yang dilakukan Mohammad tidak sesuai dengan yang dimiliki Roh Kudus.

Satu lagi saja dari sekian bukti tafsiran otak atik gatuk untuk membuktikan kesewenangan dalam menafsirkan Alkitab, yang jika itu dilakukan oleh pihak Kristen terhadap Al-Quran pihak Islam akan bereaksi negatip. Kejadian 49:10 Syiloh yang dimaksudkan dalam Taurat menunjuk pada Mohammad,[13] sedangkan secara literal ayat tersebut menyatakan Syilohdatang dari keturunan Yahuzda (Yehuda). Padahal secara historis Mohammad tidak ada hubungannya dengan suku Yehuda anak Yakub. Coba bandingkan dengan surat Al-Quran dalam Al ‘Imran 84 di atas, Al-Quran sangat tertib dalam menyusun urutan Ishaq, Yakub, dan anak-anaknya, sementara Ismail tanpa tambahan apapun. Bagaimana mungkin mengenai keturunan Yehuda dapat begitu saja diabaikan?

Perlu dipahami apapun hasil uraian dalam buku Mohammad in The Bible, yang mengherankan Mohammad tidak pernah menyatakan bahwa kitab sebelum Al-Quran telah menubuatkan dirinya. Berbeda dengan Yesus yang mengatakan kitab terdahulu telah menulis tentang diri-Nya (Yoh. 5:46), yang artinya Yesus hendak menegaskan kehadiran-Nya telah dinubuatkan jauh sebelumnya. Pentingnya Nubuat untuk hadirnya seorang penting dari Allah dalam tradisi Perjanjian Lama, telah membuat penulis Islam memaksakan kehendak secara kasar, dengan cara mencarikan ayat dari kitab terdahulu untuk menguatkan pengakuan kenabian Mohammad.


TAURAT

Lima kitab Musa yang disebut Taurat terdiri dari Kejadian, Keluaran Imamat, Bilangan, Ulangan, selain berisi sejarah penciptaan, perkembangan manusia, sejarah bangsa Israel, hukum ritus keimamatan, didalamnya terdapat nubuatan. Nubuatan untuk perorangan, suku atau bangsa maupun kejadian yang akan terjadi di masa mendatang. Nubuatan hendak menunjukkan eksistensi Allah dalam kemahakuasaan-Nya, yang menentukan dan mengatur medan sejarah manusia. Kemahatahuan, Allah telah mengetauhi apa yang akan terjadi jauh sebelum peristiwanya benar-benar terjadi. Memiliki otoritas, menetapkan siapa saja yang dikehendaki untuk melaksanakan rencana dimasa yang akan datang. Allah tidak lepas kendali terhadap apa yang terjadi di dunia, semua dalam kontrol dan kebijakan Allah selaku pencipta.


Protoevangelium

Sewaktu manusia pertama jatuh kedalam dosa, Allah berfirman yang berhubungan dengan perseteruan antara keturunan perempuan dan keturunan ular. Allah berfirman kepada ular "Aku akan rnengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."(Kej. 3:15), yang dimaksudkan permusuhan diantara keturunan perempuan dan ular berbicara ke masa yang akan datang. “Meremukkan tumitnya” dalam ayat tersebut maksudnya bukan benih perempuan secara kolektip, melainkan menunjuk pada perorangan yaitu Kristus.[14] Tidak ada satu kejadianpun sesudahnya yang dapat dihubungkan dengan nubuatan tersebut kecuali peristiwa penyaliban Yesus. Ayat tersebut menunjuk kepada kenyataan kemenangan terhadap Iblis melalui kematian dan kebangkitan Kristus (Rm. 3:24, 25).[15] Ular personifikasi untuk Iblis yang dikalahkan oleh Yesus (band. Why. 20:2), meskipun sempat meremukkan tumit dimana artinya ada darah yang tertumpah melalui peristiwa salib di Golgota. Para ahli teologia menyebut nubuatan tentang meremukkan kepala ular dan meremukkan tumit dengan protoevangelium. Pertama kalinya berita sukacita yang memberikan pengharapan kepada manusia tentang remuknya kepala ular (baca: Iblis) dikumandangkan di taman Eden sesaat setelah kejatuhan manusia dalam dosa.

Saat Adam dan Hawa menyadari dirinya telanjang, mereka menguntai daun ara sebagai pakaian untuk menutup ketelanjangannya. Tetapi Tuhan membuatkan pakaian mereka dari kulit binatang, untuk menggantikan daun ara yang mudah layu dan rontok (Kej. 3:7,21). Padahal dedaunan bisa saja digunakan sebagai pakaian, bahkan suku primitiv yang masih ada sekarang inipun memakai pakaian yang bahannya diambil dari pepohonan. Peristiwa tersebut tidak semata-mata hendak membuktikan Allah memiliki kemampuan mendesain pakaian dari kulit. Melainkan secara tidak langsung Allah sedang menunjukkan suatu pola korban pengganti melalui darah binatang yang harus ditumpahkan. Sebab untuk mendapatkan lembaran kulit sebagai bahan pakaian Adam dan Hawa, tidak ada cara lain kecuali melalui penumpahan darah dengan adanya binatang yang dikorbankan. Hal itu nampak dipertegas dalam kisah Kain dan Habil saat mereka mempersembahkan korban, persembahan Habil berupa domba yang diterima oleh Allah (Kej. 4:1-7).


Korban Pengganti

Pada suatu kesempatan Allah memerintahkan kepada Abraham, agar membawa anaknya kesalah satu gunung di tanah Muria, untuk disembelih sebagai korban bakaran kepada Allah (Kej. 22:1,2). Suatu perintah yang menentukan keimanan Abraham kepada Allah, dengan pembuktian ketaatan secara mutlak terhadap perintah agar mengorbankan putranya. Melaksanakan perintah tanpa mempertanyakan alasannya kepada Allah, atau mempertentangkan dengan janji Allah mengenai rencana-Nya melalui anak tersebut, akan memberkati dengan menjadikan keturunan Abraham sebanyak bintang di langit atau pasir di pantai. Walaupun melalui peristiwa tersebut Abraham tidak jadi mempersembahkan anaknya, disebabkan ada domba sebagai korban pengganti. Penggantian yang Allah sediakan untuk Abraham dilambangkan, bahwa Anak Allah sendiri akan memikul kutuk sebagai pengganti (Rm. 8:32).[16]

Abraham memiliki lebih dari satu anak yang menyebabkan Yahudi dan Kristen pertentangan dengan Islam, mengenai siapa dari kedua anak Abraham Ishak dan Ismail yang dijadikan korban. Yahudi dan Kristen berkeyakinan yang dikorbankan adalah Ishak, sementara Islam bersikukuh Ismail yang dikorbankan. Tetapi yang pasti keduanya tidak disembelih untuk dijadikan korban, melainkan seekor domba yang telah disediakan Allah untuk dikorbankan. Sama halnya seperti kisah Adam dan Hawa sewaktu Allah membuat pakaian dari kulit, untuk mengganti pakaian yang terbuat dari daun ara harus ada binatang yang disembelih untuk mendapatkan kulitnya.

Yesus oleh Yohanes Pembaptis disebut sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, dengan cara di salibkan untuk menggantikan hukuman maut yang harus diterima manusia (Yoh. 1:29,36; Rm. 6:23 band. Why. 5:6-12). Yohanes Pembaptis sebagai orang Yahudi memahami benar anak Abraham tidak jadi dikorbankan disebabkan ada domba pengganti yang disediakan Allah untuk dijadikan korban. Yesus telah disiapkan menjadi korban pengganti penebusan dosa, agar manusia terbebas dari murka Allah yang menempatkannya pada kematian kekal (Rm. 3:23). Itu artinya saat Allah menggantikan pakaian dari daun ara dengan kulit, atau menggantikan anak Abraham yang dikorbankan dengan anak domba, semuanya hendak menunjukkan inisiatip Allah terhadap ketidakmampuan manusia.

Amal dan kesalehan yang diyakini bisa dipakai untuk menjumpai Allah, itu sama halnya daun ara yang tidak mungkin dapat menutupi keberdosaan di hadapan Allah. Keyakinan yang demikian menempatkan manusia sebagai pusat penyelamatan terhadap diri sendiri, dengan begitu merasa mampu menghampiri Allah yang tidak mungkin dihampiri. Jikalau dosa dapat diselesaikan melalui perbuatan amal dan kesalehan, pertanyaannya bagaimana mungkin manusia berdosa dapat menghampiri Allah yang Maha Kudus untuk memperhadapkan amal dan kesalehannya. Ketidakmampuan manusia dikarenakan dosa telah membuat jarak, yang menjadikan apa saja yang dibuat manusia lahir dari keberdosaan. Dosa telah membuat apa saja yang dilakukan manusia terkontaminasi kenajisan, yang tidak memungkinkan akan sampai kepada Allah.

Dalam kemahakuasaan Allah melalui Firman-Nya telah datang menjadi manusia dalam Yesus, untuk menebus dosa tanpa harus dihalangi cara yang dilakukan-Nya dapat diterima akal atau tidak. Kemanusiaan Yesus yang menempatkan diri-Nya layak menebus dosa manusia yang membuatnya pasrah serta merelakan diri untuk disalibkan. Setelah menusia menerima penebusan dari semua dosanya, barulah memliki dasar untuk dapat memberikan amal dan kesalehan yang berkenan kepada Allah.


Kesamaan Yesus dengan Musa

Musa sebagai orang Ibrani dalam melaksanakan tugas kenabian, menyatakan telah menerima firman Allah, tentang akan datangnya seorang nabi yang memiliki spesifikasi seperti dirinya. Selengkapnya firman Allah tersebut berbunyi "Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” (Ul. 18:18). Umat Tuhan pada waktu itu saat mendengarkan nubuatan tersebut tidak dapat memahami maknanya, dan lagi sesudah Musa mati tidak dijumpai orang yang memiliki kesamaan dengan Musa seperti yang dikatakan dalam nubuatan Musa. Dijaman kemudian adanya kepentingan seorang pemimpin untuk membebaskan diri dari cengkeraman penjajah, nubuatan tentang nabi yang akan datang ditunggu kehadirannya dengan dimaknai politis. Barulah setelah tampilnya Yesus dalam melaksanakan misi-Nya, apa yang dikatakan Musa menjadi kenyataan dan dapat dipahami.


1. Dari antara bani Yakub

Memahami apa yang dikatakan Musa tentang nabi yang akan datang jika tidak ditempatkan dalam konteks seperti yang dibicarakan Musa, dapat menghasilkan penafsiran yang melenceng dari maksud nubuatan yang disampaikan Musa. Sewaktu Musa menegaskan firman Allah yang menyatakan nabi yang akan datang seperti dirinya, dan "dari antara saudara mereka, seperti engkau ini" sementara berhadapan dengan bani Yakub yang terdiri dari 12 suku, berarti nabi yang dimaksud keturunan dari salah satu suku bani Yakub, dan bukan dari luar ke 12 suku tersebut. Sebab penunjukkan dari antara saudara mereka, dengan batasan seperti Musa yang lahir dari salah satu suku bani Yakub yaitu suku Lewi. Dan Lewi anak Yakub memiliki saudara yaitu Yehuda yang menurunkan raja Daud, yang kemudian Yesus Kristus disebut sebagai keturunan Daud (Mat. 1:1).[17]

Yesus dilahirkan oleh Maria yang dalam silsilah keturunan Daud dari suku Yehuda. Suku Lewi dan Yehuda merupakan 2 dari 12 suku keturunan Yakub cucu dari Abraham. Apa yang dikatakan Musa seirama dengan firman Allah kepada Abraham, hanya melalui Ishak Allah akan mengadakan perjanjian yang kekal (Kej. 17:15-21). Dari Ishak lahir Yakub yang menjadi sumber lahirnya ke 12 suku Israel, dimana didalamnya perjanjian Allah yang kekal digenapi dengan datangnya Yesus. Yesus terlahir dalam satu garis dengan nabi dan para tokoh besar untuk menggenapi nubuatan. Sebagai bukti apa yang terjadi dalam hidup Yesus bukan merupakan korban sejarah, semua yang dilakukan-Nya telah direncanakan jauh sebelumnya.


2. Kesamaan yang khusus

Penyebutan "Seperti engkau" tidak saja hendak menunjuk secara khusus soal asal-usul nabi yang akan datang, melainkan keunikan nabi tersebut sama dengan Musa. Kekhususan yang dimiliki keduanya menunjukkan keakuratan penggenapan nubuatan yang diucapkan Musa, kekhususan yang secara unik tidak dimiliki manusia pada umumnya. Bukan kesamaan secara umum dimana Musa menikah Mohammad menikah (Yesus tidak), Musa punya anak Mohammad pun demikian (Yesus tidak punya anak), dst. Sebab ada banyak orang yang punya isteri dan juga anak tidak menjadikannya merasa seperti Musa. Sangat mudah untuk menjadi seperti Musa hanya seseorang memiliki isteri dan anak tanpa tanda-tanda keajaiban yang dimiliki Musa. Sehingga siapapun yang mencoba untuk menyatakan nubuatan yang pernah dikatakan oleh Musa ditujukan kepada seseorang, maka orang tersebut wajib memenuhi syarat memiliki kekhususan yang sama dengan Musa. Berikut ini kekhususan merupakan kesamaan yang dimiliki antara Musa dan Yesus.


MUSA
Kelahirannya diancam akan dibunuh oleh raja Firaun
Semasih bayi tinggal di Mesir
Meninggalkan Mesir
Membuat banyak mujijat
Air dan gelombang laut taat pada perintahnya
Menyembuhkan Miryam yang sakit kusta
Memberi minum orang banyak yang haus melalui mujijat air keluar dari batu hanya dalam sekejap
Berpuasa 40 hari/malam tidak makan dan minum


YESUS KRISTUS
Kelahiran-Nya diancam akan dibunuh oleh raja Herodes Agung
Yesus diungsikan ke Mesir
Meninggalkan Mesir
Banyak mujijat yang ditampilkan
Gelombang laut taat pada perintah Yesus
Menyembuhkan 10 orang sakit kusta.
Memberi minum orang banyak dengan mengubah air dalam sekejap jadi air anggur
Berpuasa 40 hari/malam tidak makan dan minum

Kesamaan dalam kekhususan antara Musa dan Yesus seperti tersebut di atas, tidak didapatkan pada manusia manapun meski dengan status nabi sekalipun. Delapan kesamaan di atas merupakan kehendak Allah, sama halnya segala sesuatu yang berada di alam semesta ini tidak ada yang diluar kehendak Allah. Hanya saja kehadiran Yesus Kristus di dunia, merupakan kehendak Allah yang secara khusus telah dinubuatkan. Peristiwa besar telah dirancang Allah untuk menunjukkan bahwa dosa sesuatu yang serius, yang hanya dapat diselesaikan secara tuntas melalui darah kudus Yesus Kristus.


3. Apa yang Yesus katakan terjadi

Kriteria nabi yang akan datang selain ia seperti Musa, juga ditentukan perkataannya memiliki kuasa, sehingga firman yang diucapkannya benar-benar terjadi (Ul. 18:21,22). Disinilah keabsahan dan kebesaran peran nabi yang memiliki otoritas luar biasa, tidak hanya menyampaikan pesan moral atau membicarakan soal sorga dan neraka. Sepanjang sejarah umat manusia dalam hal ini, hanya Yesus yang memenuhi kualifikasi yang dimaksudkan oleh firrnan Allah yang disampaikan Musa. Dikatakan dalam mulut-Nya “Aku akan menaruh firman-Ku” yang menjadikan apa yang dikatakan pasti terjadi. Ketiga Injil sinoptik mencatat kesadaran diri Yesus terhadap apa yang dikatakan-Nya memiliki kuasa dan kepastian akan terjadi (Mat. 24:35; Mrk. 13:31; Luk. 21:33). Injil Yohanes mencatat pernyataan Yesus mengenai apa yang dikatakan suatu kebenaran yang pasti terjadi (Yoh. 14:29; 16:4). Yesus menegaskan apa yang dikatakan-Nya oleh sebab Bapa menaruh firman didalam mulut-Nya (Yoh. 12:49,50). Berikut ini beberapa contoh perkataan Yesus yang dikatakan dan benar-benar terjadi.


YESUS MENGATAKAN APA YANG AKAN TERJADI

APA YANG DIKATAKAN YESUS BENAR-BENAR TERJADI
Pohon ara dikatakan kering dan tidak akan berbuah (Mrk. 11:12-14)
Pohon ara menjadi kering (Mrk. 11:20,21)
Bait Allah akan diruntuhkan (Mat. 24:1,2)
Bait Allah dihancurkan oleh tentara Romawi pada tahun 70
Petrus diminta memancing ikan dan mengambil uang di mulutnya (Mat. 17:27)
Petrus mendapatkan uang dalam mulut ikan seperti yang dikatakan Yesus
Yesus menyuruh para murid mengambil keledai yang tertambat disuatu tempat yang akan dikendarai-Nya (Luk. 19:30,31)
Para murid menjumpai keledai yang kondisinya persis seperti apa yang dikatakan Yesus (Luk. 19:33.34)
Dua orang murid disuruh menemui seseorang yang telah menyiapkan tempat untuk mengadakan perjamuan Paskah (Mrk. 14:12-15)
Kedua murid menjumpai persis seperti apa yang dikatakan Yesus (Mrk. 14:16,17)
Mengatakan kepada orang sakit kamu disembuhkan (Luk. 13:12,13)
Seketika itu juga yang sakit sembuh (Luk. 13:13)
Yesus memerintahkan orang mati bangkit (Mrk. 5:35-41; Yoh. 11:43)
Orang yang mati hidup kembali (Mrk. 5:42; Yoh. 11:44)
Petrus akan menyangkal 3 kali (Mat. 26:33,34)
Saat Yesus ditangkap Petrus menyangkal 3 kali (Mat. 27:69-75)
Yudas akan mengkhianati (Mat. 26: 21-25)
Yudas mengkhianati Yesus dengan bayaran 30 keping uang perak (Mat. 26:14­16).
Tiga kali membicarakan penyaliban diri-Nya (Mat. 16:21; 17:22,23; 20:17-19)
Yesus terbukti dianiaya dan di salibkan (Mat. 27:27-56)
Tentang akhir jaman (Mat. 24:3-28)
Dapat dibuktikan dengan fakta yang terjadi

Apa yang diinfentarisir di atas belum secara keseluruhan dari yang dikatakan Yesus, namun itupun dirasa cukup sebagai bukti Yesuslah yang pantas ditempatkan sebagai penggenapan dari nubuatan yang dikatakan Musa. Jika ada nabi tidak memiliki kekhususan seperti tersebut di atas, tidak layak diakui kedatangannya sudah dinubuatkan oleh Musa.


MAZMUR
Kitab Mazmur atau disebut juga Zabur yang sebagian besar ditulis oleh raja Daud di dalamnya ada menubuatkan tentang Yesus. Penulis keempat Injil mencatat pernyataan Yesus mengenai penderitaan yang akan dialami telah dicatat (baca: dinubuatkan) sebelumnya. Pernyataan Yesus tersebut berhubungan dengan pengkhianatan Yudas Iskariot yang telah ditulis dalam Mazmur 41:10, dimana pengkhianatan dilakukan oleh orang yang duduk sehidangan makan roti dengan yang akan dikhianati (Mat. 26:23; Mrk. 14:20; Luk, 22:21; Yoh. 13:18). Sementara posisi Yudas dalam tim yang dipimpin Yesus selaku bendahara (Yoh. 12:6).

Ada anggapan yang menempatkan Yudas sebagai pahlawan, dikarenakan keberaniannya menjual Yesus kepada para imam seharga 30 keping perak. Anggapan yang demikian sama saja meyakini seharusnya Belandalah yang pantas menjadi pahlawan dan bukan Soekarno, Hata, Diponegoro, Sultan Hassanudin, dan seterusnya, yang telah mendapat tanda jasa selaku pahlawan nasional. Tanpa keberanian Belanda berlayar meninggalkan Eropa masuk ke Nusantara, tentu nama-nama tersebut tidak akan berbuat apapun untuk negerinya yang berhubungan dengan kepahlawanan. Sementara Yudas menjual Yesus karena didorong ketamakannya terhadap uang, dan ambisius pribadinya.

Mazmur 22 merupakan tulisan Daud, yang mengungkapkan kerinduan seorang manusia kepada Allah ditengah-tengah kehidupan yang syarat dengan kejahatan. Pernyataan Daud dalam Mazmur yang ditulisnya jauh melampaui penderitaan yang dialami Daud sendiri. Tidak ada peristiwa dalam kehidupan Daud yang benar-benar sesuai dengan apa yang dinyatakan Daud dalam mazmurnya.[18] Daud sendiri tidak menyadari apa yang ditulisnya merupakan nubuatan, yang berhubungan dengan Mesias yang harus menderita dengan cara dianiaya karena kejahatan manusia. Diantaranya ayat 2 mencatat persis apa yang Yesus teriakkan sebelum Ia menyerahkan roh-Nya. Ejekan dan olokkan yang dilontarkan kepada Yesus seperti yang tertulis dalam ayat 8 dan 9. Dalam ayat 19 membicarakan perihal membagi-bagi pakaian dan mengundi jubah persis dengan yang dialami Yesus sewaktu disalib. Sebelum ayat 19 ayat 17 dan 18 memberikan gambaran situasi dan kondisi saat Yesus menjalani proses penyaliban. Daud sendiri memahami nubuatan tersebut sesuai kebutuhan konteksnya pada waktu itu, walaupun tidak mengalami apa yang ditulisnya saat penggenapan nubuatan dimasa mendatang.

Deedat menyatakan, "Orang Romawi tidak mematahkan tulang Yesus bukan karena ramalan (maksudnya Mazmur 34:21, pen). Alasan mereka adalah "...Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya" (Injil – Yohanes 19:33).[19] Deedat tidak dapat membedakan antara apa yang disampaikan dalam nubuatan dengan teknis penggenapan nubuatan. Pemazmur hanya menyatakan "...tidak satupun yang patah", saat penggenapan nubuatan, soal teknisnya mengapa atau bagaimana yang menjadikan tulang tidak dipatahkan, pemazmur tidak membicarakannya, Nubuatan hanya menunjukkan hasil akhir, bahwa tulang-Nya tidak dipatahkan dan ternyata benar terjadi. Deedat bersikukuh tidak dipatahkannya kaki Yesus bertalian erat dengan kepentingan Yesus yang masih hidup. Selengkapnya pernyataannya sebagai berikut,

“Jika tulang-tulang korban harus dijaga, maka akan sangat menguntungkan jika orang itu hidup. Bagi seseorang yang sudah mati, tulang-tulang yang lengkap tidak herarti apa-apa meskipun terpotong-potong atau terpecah-pecah. Tidak akan ada perbedaannya bagi kebangkitan tubuh, jiwa ataupun roh. Tetapi bagi orang yang tetap hidup sewaktu disalib (seperti dua orang yang disalibkan bersama Yesus), kaki yang patah membuat semuanya berbeda antara hidup dan mati”[20]

Pernyataan demikian hasil pikiran Deedat dan bukan pikiran tentara Romawi yang memiliki prosedur tetap saat melaksanakan penyaliban. Prosedurnya orang yang disalib dalam batas waktu tertentu, dan masih tetap hidup dipercepat kematiannya dengan mematahkan kaki. Karena Yesus telah mati tidak dilakukan pematahan kaki, namun untuk meyakinkan kematian Yesus tentara Romawi menombak lambung Yesus. Untuk apa dipatahkan lagi tulang kaki jika memang sudah mati ? Bukan soal berarti atau tidak apabila tulang dipatahkan bagi orang mati, melainkan justru berarti untuk mempercepat yang hidup supaya cepat mati.

Saat Yesus meregang nyawa dalam penderitaan-Nya disalib, merasakan kehausan serta meminta minum, oleh tentara Roma diberikan anggur asam. Pemberian anggur asam kepada Yesus ditengah meregang nyawa, sebagai penggenapan nubuatan dalam Mazmur 69:28-30 (Yoh. 19:28-30). Para Rasul mengakui ketokohan dari Daud dan wibawa kitab Mazmur, yang memiliki tempat tersendiri dalam agama Yahudi, yang menjadi keyakinan mereka sebelumnya. Sebagai kitab didalamnya ditulis bukan karena kehendak penulis, melainkan oleh dorongan Roh Kudus yang menjadikan nubuatan digenapi secara akurat (2 Pet. 1:21). Daud dipakai Allah untuk menuliskan apa yang akan terjadi jauh kemasa depan yang tidak akan dia pernah saksikan. Karakter nubuatan salah satunya disampaikan secara parsial untuk melihat keterkaitan (baca: benang merah), antara para tokoh yang menyampaikan nubuatan dan Tuhan sebagai pribadi pemberi nubuatan. Para pelaku sejarah menyaksikan peristiwa sebagai penggenapan, sementara yang menyampaikan nubuatan tidak menyaksikannya. Dengan demikian secara tidak langsung hendak menunjukkan Tuhanlah yang menguasai medan sejarah, Ia tetap sama, dan Esa.


KITAB PARA NABI

Pelayanan para nabi Perjanjian Lama bertanggung jawab menjaga moralitas umat Allah, dan juga ibadah yang dilakukan agar tidak menyimpang kepada kepercayaan kafir. Nabi tidak jarang ikut terlibat menentukan kebijakan dalam pemerintahan dikerajaan dimana nabi berada, atau dalam mengatur strategi perang saat kerajaan terancam oleh ekspansi kerajaan lain. Ditengah tanggung jawab yang demikian itu, nabi juga menyampaikan nubuatan mengenai peristiwa yang akan terjadi.

Nubuatan yang disampaikan para nabi memiliki otoritas yang harus ditanggapi oleh umat Allah sebagai wujud rasa hormat dan ketaatan kepada Allah. Nubuatan diyakini berasal dari Tuhan, yang menjadikan nabi mendapat sebutan sebagai “pelihat”, “penjaga”, atau “menyuarakan pesan Allah”. Oleh karena itu nubuatan yang memerlukan tanggapan berhubungan kejadian yang sudah berlalu atau apa saja yang harus dilakukan, jika tidak ada tanggapan dianggap membelakangi Tuhan atau sebagai sikap pemberontakkan. Nabi hanya menuliskan nubuatan mengenai peristiwa yang akan terjadi jauh dimasa depan, dan tidak jarang tanpa disertai pengertian apa maksud dari yang ditulisnya. Sebagian dari mereka menulis dengan keyakinan pesan Allah tersebut ditujukan bagi generasi berikutnya.

Kitab para nabi dibagi menjadi dua bagian besar yaitu Kitab Nabi-nabi Besar dan Kitab Nabi-nabi Kecil. Dalam tulisan ini akan diambil beberapa kitab saja yang dianggap dapat mewakili, dan didalamnya yang menunjukkan adanya nubuatan mengenai Yesus Kristus. Nabi Yesaya dalam menulis nubuatan memiliki identifikasi dan spesifikasi yang jelas mengenai Yesus Kristus. Padahal nabi Yesaya hidup memiliki tenggang waktu sekitar 700 tahun dengan Yesus, dan nubuatan yang ditulisnya banyak yang berhubungan dengan kedatangan Yesus.

Pada waktu malaikat Gabriel menjumpai Yusuf tunangan Maria untuk menjelaskan kelahiran Yesus dengan menyatakan apa yang terjadi dengan Maria, sebagai penggenapan nubuatan yang ditulis dalam Yesaya 7:14 (Mat. 1:18-25). Dikatakan dalam ayat tersebut, seorang perempuan muda (anak dara) akan melahirkan seorang anak laki-laki dan diberi nama Imanuel. Ada yang berpendapat hal itu berkenaan dengan situasi dimana seorang perempuan muda yang masih perawan, yang akan segera menikah dan melahirkan seorang anak, menggenapi nubuatan. Pandangan yang lain menyatakan nubuatan itu khusus tentang Mesias, dan merujuk pada kenyataan bahwa Maria yang masih gadis, akan menjadi ibu Kristus sesuai dengan Matius 1:21-23, merupakan penggenapan nubuat Yesaya. Yang lain lagi memandang nubuat itu merujuk pada kedua pandangan terdahulu, yaitu sebuah rujukan kontemporer pada seorang anak yang kelahirannya disebutkan dalam Yesaya 8, yang pada akhirnya menubuatkan tentang kelahiran Kristus.[21] Beberapa pendapat tersebut dari sisi manapun melihatnya, tetap saja semuanya sepakat Yesaya 7:14-17 membicarakan tentang Yesus Kristus yang akan datang.

Kewibawaan berita yang diterima Yusuf, tidak saja dikarenakan yang menyampaikan malaikat, melainkan apa yang dialami Maria telah dinubuatkan dalam kitab Nabi. Kewibawaan nubuatan yang menjadikannya memiliki keberanian untuk menerima konsekuensi jika harus menerima sangsi sesuai hukum Taurat. Sebab para pemuka agama Yahudi tidak begitu saja akan percaya, mendengar cerita Yusuf mengenai kehamilan Maria, terjadi seperti yang dikatakan malaikat dan telah dinubuatkan dalam kitab nabi. Yusuf tetap mendampingi Maria sampai proses persalinan, dan menyertai dalam perjalanan ke Mesir sebagai tempat pengungsian untuk tinggal beberapa waktu.

Dalam Yesaya 61:1,2 bahkan dijelaskan misi yang akan dilakukan Yesus saat berada di dunia, nubuatan tersebut diakui penggenapannya oleh Yesus sendiri (Luk. 4:18,19). Dan Ia mengasosiasikan peran-Nya dengan penggenapan Yesaya 61, sebuah nas yang jelas-jelas bernada mesianis.[22] Pengakuan Yesus tersebut memang terbukti dalam pelayanan yang dilakukan-Nya seperti berikut ini.

Nubuatan Dalam Yesaya 61:1,2
Roh Tuhan Allah ada padaku
Menyampaikan kabar baik
Merawat yang remuk hati
Membebaskan yang tertawan
Menyembuhkan orang buta
Memberitakan tahun rahmat Tuhan
Memberitakan hari pembalasan
Menghibur yang berkabung

Nubuatan Digenapi Dalam Yesus
Roh Kudus turun ke atas Yesus (Mat. 3:16)
Yesus menyampaikan berita Injil (Mat. 4:23)
Yesus memberikan ketenangan jiwa (Mat. 11:29)
Melepaskan yang dibelenggu Setan (Mrk. 5:1-20)
Orang buta dapat melihat (Yoh. 9:1-41)
Menyampaikan berita keselamatan (Luk. 19:1-10)
Menyampaikan penghakiman di akhir jaman (Mat. 25:31-46)
Membangkitkan orang mati (Luk. 7:11-17)

Pengertian nubuatan di atas, bisa memiliki pengertian secara harfiah ataupun rohani, seperti penyembuhan terhadap mata yang buta dapat dalam pengertian secara phisik, atau kebutaan yang berhubungan dengan mata hati. Kalaupun nubuatan memiliki dua pengertian, keduanya telah dilakukan oleh Yesus. Yesus tidak saja membuka mata orang buta supaya dapat melihat, Ia juga membuka mata hati orang agar dapat mengerti kebenaran. Ia memberi makan dengan menghidangkan roti kepada yang lapar, makanan rohani disajikan juga dengan memberikan firman melalui khotbah dan mengajar.

Kitab Yehezkhiel dan Zakharia menyampaikan nubuatan, yang diakui oleh Yesus penggenapannya melalui diri-Nya (Yeh. 47:1; Za. 14:8). Yesus mengajar kepada siapa saja yang mempercayai diri-Nya, seperti mempercayai nubuatan dalam kedua kitab tersebut, dijanjikan dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yoh. 7:37,38). Kedua ayat tersebut membicarakan kejadian yang akan datang, tentang aliran air kehidupan dari Yerusalem secara khusus dari Bait Allah. Dalam hal ini, Yesus menegaskan yang dimaksudkan dengan air hidup dan Bait Allah menunjuk kepada diri-Nya (Yoh. 4:10; 2:19-21). Kedua pernyataan Yesus tersebut telah menegaskan, nubuatan dalam kitab nabi Yehezkhiel dan Zakharia telah digenapi dalam diri-Nya.

Masih ada banyak lagi ayat yang berhubungan dengan nubuatan, yang membicarakan tentang kedatangan dan pekerjaan Yesus selain ayat-ayat tersebut di atas. Meskipun demikian itu saja sudah dapat dianggap cukup menjadi dasar memahami Yesus dalam kemanusiaan dan keilahian-Nya. Melalui nubuatan yang disampaikan mengenai Yesus, ada beberapa makna yang didapatkan diantaranya adalah :

1. Apa yang dilakukan Yesus bukan peristiwa yang terpisah dari rangkaian perjalanan sejarah kehidupan manusia.

2. Mengukuhkan ketaatan Yesus yang bukan sekedar manusia biasa, dan pelayanan-­Nya telah dirancang jauh sebelumnya.

3. Penggenapan nubuatan hendak membuktikan apa yang dinubuatkan, tentang akhir jaman mengenai Yesus pasti akan digenapi.

4. Suatu peristiwa yang terjadi memiliki bobot nilai lebih, bagi yang melihat penggenapan nubuatan untuk dapat diyakini, karena sebelumnya telah dinubuatkan.

5. Para penerima nubuatan dibawa menatap ke masa depan, sedangkan bagi yang melihat penggenapan nubuatan diyakinkan bahwa peristiwa yang terjadi datang dari Allah.

Kehadiran Yesus ke dunia menjadi sangat penting sehingga dibicarakan oleh kitab terdahulu seperti Taurat dan kitab para nabi dalam bentuk nubuatan. Melalui nubuatan dapat diketahui Tuhan sebagai pribadi tidak saja merancangkan dan menentukan atas sejarah, Ia juga berada didalam medan sejarah manusia. Nubuatan menunjukkan kemahakuasaan Allah yang kehadiran-Nya ke dalam dunia dapat terjadi hanya dengan cara pengosongan diri menjadi manusia (Flp. 2:6-8).

Kebesaran Yesus Kristus tidak saja disebabkan oleh bagaimana Ia hidup dan apa yang telah dilakukan-Nya, tidak kalah pentingnya karena para nabi yang berpengaruh dalam kitab Taurat dan kitab yang lainnya, telah menubuatkan kedatangan dan apa yang akan dialami Yesus. Memang segala sesuatu telah dirancang Allah dalam kemahakuasaan dan kemahatahuan-Nya. Untuk menunjukkan sebenarnya semua yang dilakukan Yesus, bukan karena desakan situasi yang terjadi atau menjadi korban keadaan diluar kendali diri-Nya. Yesus telah membuat sejarah dengan cara mengalahkan kejahatan, bukan dengan kekerasan melainkan dengan kasih. Yesus tahu untuk apa Dia datang, dan tahu dengan cara bagaimana, dan untuk apa Dia mati, Dia pun tahu akan bangkit dari kematian, dan naik ke sorga untuk datang kembali ke bumi diakhir jaman.

[1] Chris Marantika, Kristologi, Iman Press, Yogjakarta, 2008, hal. 47.

[2] James D. Tabor, Dinasti Yesus, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2007, hal. 197.

[3] Abdul Ahad Dawud, Muhammad in The Bible, Malmahira, Jakarta, 2009, hal. xiii.

[4] Ibid, hal. xviii-xix.

[5] Al Quran Dan Terjemahannya, Departemen Agama R.I., Surya cipta Akasar, Surabaya, 1993.

[6] Sahiron Syamsuddin, dkk., Hermeneutika Alqur’an Mazhab Yogya, Islamika, 2003, hal. 46.

[7] Ibid, hal. 46.

[8] Ibid, hal. 46.

[9] William W. Menzies & Stanley M. Horton, Doktrin Alkitab, Gandum Mas, Malang, 2003, hal. 40.

[10] Bambang Noorsena, “The Messiah” & turunnya Isa pada akhir zaman, Institut For Syriac ChristianStudies, Malang, 2009, hal. 40.

[11] Abdul Ahad Dawud, Op. Cit., hal. viii-x.

[12] Ibid, hal. 5.

[13] Ibid, hal. 33

[14] Meredith G. Kline, Tafsir Alkitab Masa Kini 1, (Kejadian), Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, Jakarta, 2000, hal. 86.

[15] John F. Walvoord, Pedoman Lengkap Nubuatan Alkitab, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2003, hal. 22.

[16] Meredith G. Kline, Op. Cit., hal. 112.

[17] Bambang Noorsena, Op. Cit., hal. 15.

[18] John F. Walvoord, Op. Cit., hal. 106.

[19] Ahrnad Deedat, The Choise Dialog islam dan Kristen, pustaka At-Kautsar, Penerbit Buku Islam Utama, Jakarta, 1999, hat 453.

[20] Ibid. hat 453

[21] John F. Walvoord, Op. Cit., hal. 119.

[22] James D. Tabor, Op. Cit., hal. 235.


****************************************************************

Di bagian manakah Perjanjian Lama mencantumkan Kristus?


Pertanyaan: Di bagian manakah Perjanjian Lama mencantumkan Kristus? 

Jawaban: Ada banyak nubuat Perjanjian Lama mengenai Yesus Kristus. Beberapa penafsir menempatkan jumlah nubuat Mesianis pada angka ratusan. Berikut ini adalah nubuat-nubuat yang dianggap paling jelas dan penting. 


Mengenai kelahiran Yesus: 

Yesaya 7:14, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” 

Yesaya 9:6, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” 

Mikha 5:2, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.”


Mengenai pelayanan dan kematian Yesus: 

Zakharia 9:9, “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” 

Mazmur 22:16-18, “Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku. Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.”

Kemungkinan nubuat yang paling jelas mengenai Yesus, dan sudah pasti yang paling panjang, adalah keseluruhan pasal ke 53 dari kitab Yesaya. 

Yesaya 53:3-7 berkata, “ Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. 

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.”

Nubuat “tujuh puluh tujuh” dalam Daniel pasal 9 menubuatkan tanggal yang persis di mana Yesus, sang Mesias akan “disingkirkan.” 

Yesaya 50:6 dengan akurat menggambarkan siksaan yang dialami oleh Yesus. 

Zakharia 12:!0 menubuatkan “ditikamnya” Mesias, yang terjadi setelah Yesus mati di atas kayu salib. 

Masih banyak contoh yang dapat disajikan, namun apa yang barusan disebutkan sudah cukup memadai. Perjanjian Lama sangat jelas menubuatkan kedatangan Yesus sebagai Mesias.


*********************************************************************************

Nubuat Perjanjian Lama Tentang Yesus


"Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama- Nya." (Kisah Para Rasul 10:43)

Ayat tersebut adalah perkataan Rasul Petrus ketika berkhotbah di hadapan sekelompok orang. Dia mengingatkan mereka akan semua yang telah dikatakan para nabi tentang Yesus dan bagaimana keselamatan (menjadi benar di hadapan Allah) dapat diterima lewat iman dalam Yesus. Artinya, semua hal yang berhubungan dengan diri-Nya telah diberitahukan (dinubuatkan) jauh sebelum ia lahir ke dalam dunia ini.


Inilah nubuatan perjanjian lama tentang Yesus


1. Tempat Kelahiran-Nya Telah Dinubuatkan Sebelumnya (Mikha 5:1)

“ Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil diantara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak Purbakala, sejak dahulu kala”

Mikha menyampaikan kata-kata ini lebih dari tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan. Memang mustahil bagi manusia bisa mempunyai pengetahuan seperti itu. Hanya oleh Roh Kudus yang bisa memberitahukannya. Melalui Matius 2:1-6 kita tahu bahwa Yesus adalah orang yang menggenapi nubuat dalam Perjanjian Lama ini.


2. Perawan yang akan Melahirkan Telah Dinubuatkan (Yesaya 7:14)

“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”

Ketika Yesaya berbicara tentang seorang perawan yang akan melahirkan Yesus, ia sama sekali tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Ini juga merupakan sesuatu yang mustahil bahwa seorang perawan dapat melahirkan, jika bukan karena kuasa dari Allah yang menyebabkan perkara itu bisa terjadi. Tetapi dari Lukas 1:26-35, kita tahu bagaimana Maria, seorang perawan (dia belum menikah), menjadi ibu Yesus. Meskipun Yusuf diketahui sebagai ayah Yesus, firman Allah mengajarkan dengan jelas kepada kita bahwa Yusuf dan Maria tidak hidup bersama sebagai suami istri sampai Yesus lahir. Kita mempelajari hal ini dalam Matius 1:18-25. Semuanya terjadi tepat seperti yang Allah firmankan Allah lewat Nabi Yesaya.


3. Yesus Mempunyai Roh Kudus yang telah Dinubuatkan (Yesaya 42:1)

“Lihat, itu hamba-Ku yang Ku-pegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa”

Ketika membaca Perjanjian Baru, kita menemukan janji yang telah diucapkan oleh Yesaya ini benar-benar digenapi. Yesus dipenuhi Roh Allah, yang disebut Roh Kudus dalam Perjanjian Baru. Bacalah dengan teliti Yohanes 1:32-34. "Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada- Nya" (Yohanes 3:34-35). 


4. Penolakan Manusia akan Yesus telah Dinubuatkan (Yesaya 53:3)

“Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan”

Sudah bertahun-tahun orang Israel menantikan seorang Juru Selamat sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi. Tetapi mereka tidak tahu seperti apa Juru Selamat yang akan diutus Allah kepada mereka. Mereka mengharapkan seorang Juru Selamat yang bisa menyelamatkan mereka dari musuh-musuh Israel dan memberikan kekayaan dan kuasa yang besar. Tapi Allah mengutus Yesus bukan untuk melakukan keinginan manusia tapi untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Karena itu Yesus datang memberitahukan tentang dosa manusia dan kebutuhan untuk berpaling dari dosa-dosa mereka. Manusia menjadi menolak Yesus. Nubuat ini telah disampaikan lama sebelum terjadi dan dari kitab Perjanjian Baru, kita membaca bagaimana pemerintah dan pemimpin agama membenci Yesus dan akhirnya memakukan-Nya di atas kayu salib. Bacalah penolakan akan Yesus di dalam Matius 27:22-23, "Kata Pilatus kepada mereka, 'Jika begitu apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?' Mereka semua berseru. 'Ia harus disalibkan!' Katanya, Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?'Namun mereka makin keras berteriak, 'Ia harus disalibkan!'"


5. Yesus Masuk ke Yerusalem Telah Dinubuatkan (Zakharia 9:9)

“Bersorak-soraklah dengan nyanyian, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda”

Nubuat ini menerangkan dengan jelas bagaimana Yesus masuk ke Yerusalem dengan kemenangan-Nya, seperti manusia yang rendah hati mengendarai seekor keledai. Sekarang bacalah Matius 21:1-9. Peristiwa ini juga terjadi dalam hidup Yesus tepat seperti yang telah dijanjikan Nabi Zakharia jauh sebelumnya.


6. Pengkhianatan akan Yesus Telah Dinubuatkan (Mazmur 41:10)

“Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku”

Ayat ini menceritakan kepada kita bahwa pengkhianatan terhadap Yesus dilakukan oleh seorang sahabat karib-Nya. Sahabat yang dimaksud ialah Yudas Iskariot. Dia hidup bersama Yesus selama 3 tahun sebagai salah seorang murid-Nya. Dia ikut melayani, tapi hatinya tidak benar dihadapan Allah. Dalam Yohanes 12:6 dikatakan bahwa hal itu dikatakannya bukan karena ia memerhatikan nasib orang- orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Karena cintanya akan uang, dia setuju mengkhianati Yesus dan ini merupakan penggenapan dari nubuatan dari Mazmur 41:10, "Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku." Bacalah bagaimana nubuat tersebut telah digenapi dalam Matius 26:14-16. 


7. Kematian Yesus telah Dinubuatkan (Mazmur 22:2)

Dalam Pernjanjian Lama, banyak nubuat yang menceritakan kematian Yesus, yang tidak bisa dipelajari semuanya dalam pembahasan singkat ini. Kita akan memerhatikan beberapa dari nubuatan-nubuatan itu. Pertama, bacalah kematian Yesus di atas kayu salib dalam Matius 27:27-50.


Sekarang, mari kita lihat beberapa ayat dalam Perjanjian Lama yang menubuatkan peristiwa-peristiwa yang benar terjadi dari kematian Yesus itu.


a.Yesus berseru kepada Allah.

"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong." (Mazmur 22:2).

Digenapi dalam Matius 27:46, "Kira-Kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli lama sabakhtani?' Artinya: AllahKu AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"


b.Manusia mengolok-olok dan membenci Dia.

Perhatikan, "Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. Semua yang melihat aku mengolok- olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya. 'Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?'"

(Mazmur 22:7-9). Bacalah Matius 27:39-43 sebagai penggenapannya.


c.Paku-paku dipakukan ke dalam tangan dan kaki-Nya.

"Sebab anjing- anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku" (Mazmur 22:17).

Bacalah Yohanes 20:25, "Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, 'Kami telah melihat Tuhan!' Tetapi Tomas berkata kepada mereka, 'Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya sekali-kali aku tidak akan percaya.'


d.Mereka bertaruh untuk pakaian Yesus.

"Mereka mambagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku" (Mazmur 22:19).

Bandingkan dengan Matius 27:35, "Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagikan pakaian-Nya dengan membuang undi."


e.Kematian-Nya di atas kayu salib adalah karena dosa-dosa kita.


"Tetapi dia tertikam oleh Karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita: ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti ombak, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian" (Yesaya 53:5-6).

Baca dalam 2Korintus 5:21, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."


f.Dia tetap diam dalam pengadilan.

"Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian" (Yesaya 53:7b).

Digenapi dalam Matius 27:12-14, "Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia Ia tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: 'Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?' Tetapi Ia tidak menjawab satu kata pun sehingga wali negeri itu sangat heran."


G.Dia dipandang sebagai seorang berdosa.

"Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak- pemberontak" (Yesaya 53:12).

Bacalah Markus 15:27, "Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya."


8. Kebangkitan Yesus telah Dinubuatkan (Mazmur 16:10)

“Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan Orang kudus-Mu melihat kebinasaan”

Sekarang, bacalah Kisah Para Rasul 2:22-27. Ketika Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta, dia menggunakan ayat-ayat dari Mazmur 16:10 sebagai bukti bahwa Allah telah menubuatkan kebangkitan Yesus. Ketika Petrus selesai menyampaikan pesannya, banyak orang insaf bahwa Yesus telah memenuhi nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama.Mereka kemudian percaya bahwa Yesus pasti Juru Selamat yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Hari itu, sekitar tiga ribu orang berpaling dari dosa- dosa mereka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Ketika mereka melakukan hal ini, mereka menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal.


9. Firman Allah adalah Yesus telah Dinubuatkan (Ulangan 18:18)

“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh Firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya”

Nubuat ini jelas tertulis pada Yohanes 1 : 1 “pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”

disini jelas sekali siapa Yesus.

Jika seandainya Yesus adalah Nabi dari sisi manusia maka ini pertanyaan saya,


1. Tidak ada satupun sumber kitab yang menuliskan dosa yang diperbuat oleh Yesus karena jika seandainya Dia manusia maka Dia kena dosa Adam akan daging dari kejatuhan manusia kedalam dosa. Nabi-nabi lainnyapun terkena Dosa bisa dilihat pada Kejadian 3 : 1 – 6, Kejadian 20 : 9, Kejadian 27 : 35, Bilangan 20 : 12, 1 Raja-Raja 11 : 5-6, 1 Samuel 18 : 10, 2 Samuel 12 : 9


2. Jika seandainya Yesus adalah Malaikat seperti yang dituduhkan oleh Kristen Tauhid maka nubuat perjanjian lamapun dengan sendirinya tidak berguna ? Menurut saya teori jungkir balik pun terjadi disini, disatu sisi Alkitab dipakai sebagai bahan referensi namun disatu sisi tidak dipakai. Di Alkitab tidak satupun ayat yang mengatakan Yesus adalah Malaikat. Karena Malaikatpun bisa terkena dosa. Yesaya 14 : 12 – 15, 2 Samuel 14 : 19 – 20, 2 Petrus 2 : 4, 1 Timotius 5 : 21 Malaikat justru memuliakan Yesus Lukas 1 : 35, Filipi 2 : 9 -11 dan Ibrani 1 : 6. Justru Malaikat tidak disembah Kolose 2 : 18 dan Wahyu 19 : 10, Wahyu 22 : 9. Yesus bukan Malaikat dan juga bukan Nabi, jika bukan keduanya, siapakah Dia ? hanya satu nama yang belum disebutkan yaitu Allah, ya Yesus sendiri adalah Allah.


*********************************************************************************


YESUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUAT PERJANJIAN LAMA 



A. YESUS ADALAH ANAK DOMBA ALLAH YANG DINUBUATKAN

Dari kitab PL kita dapat mempelajari bahwa Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah. Pada masa itu, domba digunakan sebagai korban penghapus dosa (korban yang dibunuh dan diletakkan di atas mezbah) yang sifatnya tidak kekal (karena harus dilakukan setiap tahun). Tetapi Yesus yang adalah Allah sendiri turun ke dalam dunia menjadi Anak Domba untuk dikorbankan sebagai penghapus dosa yang sifatnya kekal, karena dilakukan satu kali untuk selamanya. Di samping itu, kita juga dapat mempelajari bagaimana kitab PL telah berbicara mengenai prosesi kedatangan Anak Domba Allah ke dalam dunia dan bagaimana kitab Perjanjian Baru (PB) menunjukkan bahwa nubuat-nubuat ini digenapi dalam diri Yesus Kristus. Kita perlu ingat bahwa para nabi PL hidup dan berbicara ratusan tahun sebelum Yesus lahir. Mereka berbicara sebagaimana Tuhan mengajar mereka melalui Roh Kudus. Dan hal-hal yang mereka katakan itu benar-benar terjadi.

"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29)

Yohanes Pembaptis mengatakan secara langsung bahwa Yesus adalah "Anak Domba Allah". Kata-kata tersebut mempunyai arti yang besar bagi para pendengarnya karena seekor domba mempunyai fungsi sebagai korban penghapus dosa mulai dari zaman PL hingga saat Yohanes mengeluarkan perkataan itu. Jika Anda ingin mengerti dengan benar gambaran yang diberikan kepada Yesus ini dan apa yang sudah Dia perbuat untuk umat manusia, maka kita harus belajar tentang korban anak-anak domba dalam PL.


1.Perlunya SeEkor Domba Dalam PL

ada banyak perintah yang diberikan Allah kepada umat-Nya. Ada hal-hal tertentu yang tidak boleh mereka lakukan. Ada juga hal- hal yang harus mereka lakukan. Bila seseorang mengetahui kehendak Allah dan menolak untuk menaatinya, orang tersebut berdosa terhadap Allah. Dosa adalah penolakan untuk melakukan kehendak Allah karena kita memilih melakukan kehendak kita sendiri.

Sebagai contoh, bayangkanlah seandainya ada seorang laki-laki yang hidup pada masa PL. Laki-laki ini telah berdosa terhadap Allah. Sesudah berdosa, dia sangat menyesal dan mulai berpikir, "Apa yang harus saya perbuat?"
Lalu dia pergi kepada Imam dan berkata, "Saya telah berdosa melawan Allah. Apa yang harus saya perbuat?"

Imam itu akan menjelaskan kepadanya bahwa dosa adalah suatu hal yang sangat serius bagi Allah. Orang itu harus dihukum atau harus ada orang lain yang menggantikan hukuman bagi dosa-dosanya. Yang jelas, dosa membawa akibat, yaitu hukuman. Selanjutnya, imam akan memberitahukan kepadanya bahwa Allah telah memberikan suatu rencana sehingga seekor domba dapat dikorbankan untuk menghapus dosanya. Artinya, domba itu harus menderita
hukuman sebagai pengganti orang berdosa tersebut. Dengan demikian dosa-dosanya dapat diampuni. Bacalah Imamat 4:32-35.

Andai kata orang tadi memohon, "Biarkanlah saya mengakui dosa saya padamu dan barangkali Allah akan mengampuninya." Maka imam itu akan menjawab, "Tidak! Sesuai ketetapan Allah, di mana ada dosa, di situ juga harus ada kematian untuk membayar hukuman atas dosa tersebut."

Ia mungkin berkata, "Saya berjanji bahwa saya tidak akan melakukan dosa lagi. Dapatkah dosa ini diampuni tanpa mengorbankan seekor domba?" Imam akan menjawab, "Tidak, sesuai dengan ketetapan Allah, jika seseorang ingin agar dosa-dosanya diampuni, maka harus ada darah yang tertumpah" (Ibrani 9:22). Akhirnya, setiap manusia perlu meyadari bahwa jika dia benar-benar menghendaki agar dosa-dosanya dapat diampuni, ia harus mengikuti ketetapan Allah, yaitu mengorbankan seekor anak domba sebagai pengganti. 


2.Jenis Domba yang Dibutuhkan

Allah telah menguraikan secara jelas dalam Alkitab bahwa jenis anak domba yang dikorbankan harus yang terbaik atau tanpa cacat; tidak sakit, terluka, atau yang tidak sempurna. Oleh sebab itu, ketika seseorang membawa seekor anak domba kepada Imam, dia akan memeriksanya dengan sangat cermat untuk meyakinkan bahwa anak domba
tersebut benar-benar telah memenuhi semua kriteria (memiliki semua kualitas) yang ditetapkan dalam PL.

Allah sendiri telah menyampaikan pernyataan mengenai Yesus demikian, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Matius 3:17). Yesus adalah satu-satunya pribadi yang memenuhi semua kualifikasi seperti anak domba dalam PL. Dia adalah pribadi yang sempurna dan tanpa dosa. Dengan demikian, Dia dapat menjadi korban "Anak Domba" untuk menggantikan hukuman atas dosa-dosa kita. 


3.Kematian Anak Domba adalah untuk Orang Berdosa

Jika domba yang dibawa telah dipandang baik oleh imam, ada dua hal akan terjadi. Pertama, si pembawa korban akan meletakkan tangan mereka di atas kepala anak domba tadi dan mengakui dosanya. Ini adalah suatu gambaran bahwa dosa yang telah diakui orang itu telah dipindahkan dan diletakkan di atas anak domba tersebut. 

Kedua, domba yang memikul dosa dan kesalahan orang tadi harus mati. Imam membawa domba tersebut dan dikorbankan menurut petunjuk yang diberikan oleh Allah. Anak domba yang tak bersalah itu telah mati untuk manusia yang bersalah.

Inilah yang terjadi ketika Yesus mati di atas kayu salib. Sebagai Anak Domba Allah, Dia menanggung dosa-dosa kita pada diri-Nya sendiri. Dia menderita dan mati oleh karena dosa-dosa kita. Hal ini terjadi supaya kita memperoleh pengampunan dosa dan kehidupan kekal selama-lamanya. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2Korintus 5:21). 


4.Jalan Pengampunan Dosa

Kita perlu memahami beberapa hal secara jelas. Ini benar dalam masa PL dan juga masa kini, jika seseorang mencari pengampunan atas dosa-dosanya, hal-hal berikut inilah yang harus terjadi.

a.Dia harus menyadari bahwa dia telah berdosa terhadap Allah. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23). 

b.Dia harus sungguh-sungguh menyesal atas dosa-dosa-nya. Dia harus mau meninggalkan semua dosa-dosanya. Allah tidak akan menerima suatu korban tanpa ada penyesalan yang dalam (Amos 5:21-24). 

c.Dia harus menerima rencana pengampunan Allah. Hanya ada satu cara untuk pengampunan, yaitu melalui Yesus Kristus Anak Domba Allah.
Dengan mengerti hal-hal di atas dan tentang korban domba, Kita dapat lebih mengerti akan apa yang dimaksud Yohanes Pembaptis ketika dia memanggil Yesus dengan sebutan "Anak Domba Allah". Yang dia maksudkan ialah bahwa Yesus adalah Juru Selamat tanpa dosa yang telah Allah utus ke dalam dunia untuk mati menanggung dosa-dosa kita. 


B. KEHIDUPAN YESUS DI DUNIA TELAH DINUBUATKAN

Kita akan mempelajari beberapa kebenaran agung yang berhubungan dengan Tuhan kita, Yesus Kristus, sebagaimana diajarkan dalam firman Tuhan, yaitu Alkitab. Ratusan tahun sebelum Yesus lahir, para nabi dari Perjanjian Lama (PL) telah banyak berbicara tentang pesan Allah kepada manusia. Pesan itu adalah bahwa Allah akan mengirimkan seorang Juru Selamat (seseorang yang akan membebaskan manusia dari dosa dan menjadikannya benar di hadapan Allah) ke dalam dunia. Mereka tidak hanya membicarakan prosesi kedatangan-Nya, tetapi juga hal-hal tertentu yang akan terjadi dalam kehidupan-Nya.

"Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama- Nya." (Kisah Para Rasul 10:43)

Ayat tersebut adalah perkataan Rasul Petrus ketika berkhotbah di hadapan sekelompok orang. Dia mengingatkan mereka akan semua yang telah dikatakan para nabi tentang Yesus dan bagaimana keselamatan (menjadi benar di hadapan Allah) dapat diterima lewat iman dalam Yesus. Artinya, semua hal yang berhubungan dengan diri-Nya telah diberitahukan (dinubuatkan) jauh sebelum ia lahir ke dalam dunia ini.


1. Tempat Kelahiran-Nya Telah Dinubuatkan Sebelumnya (Mikha 5:1)

Mikha menyampaikan kata-kata ini lebih dari tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan. Memang mustahil bagi manusia bisa mempunyai pengetahuan seperti itu. Hanya oleh Roh Kudus yang bisa memberitahukannya. MelaluiMatius 2:1-6 kita tahu bahwa Yesus adalah orang yang menggenapi nubuat dalam PL ini. 


2. Perawan yang akan Melahirkan Telah Dinubuatkan (Yesaya 7:14)

Ketika Yesaya berbicara tentang seorang perawan yang akan melahirkan Yesus, ia sama sekali tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Ini juga merupakan sesuatu yang mustahil bahwa seorang perawan dapat melahirkan, jika bukan karena kuasa dari Allah yang menyebabkan perkara itu bisa terjadi. Tetapi dari Lukas 1:26-35, kita tahu bagaimana Maria, seorang perawan (dia belum menikah), menjadi ibu Yesus. Meskipun Yusuf diketahui sebagai ayah Yesus, firman Allah mengajarkan dengan jelas kepada kita bahwa Yusuf dan Maria tidak hidup bersama sebagai suami istri sampai Yesus lahir. Kita mempelajari hal ini dalam Matius 1:18-25. Semuanya terjadi tepat seperti yang Allah firmankan Allah lewat Nabi Yesaya. 


3. Yesus Mempunyai Roh Kudus yang telah Dinubuatkan (Yesaya 42:1)

Ketika membaca PB, kita menemukan janji yang telah diucapkan oleh Yesaya ini benar-benar digenapi. Yesus dipenuhi Roh Allah, yang disebut Roh Kudus dalam PB. Bacalah dengan teliti Yohanes 1:32-34. "Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada- Nya" (Yohanes 3:34-35). 


4. Penolakan Manusia akan Yesus telah Dinubuatkan (Yesaya 53:3)

Sudah bertahun-tahun orang Israel menantikan seorang Juru Selamat sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi.
Tetapi mereka tidak tahu seperti apa Juru Selamat yang akan diutus Allah kepada mereka. Mereka mengharapkan seorang Juru Selamat yang bisa menyelamatkan mereka dari musuh-musuh Israel dan memberikan kekayaan dan kuasa yang besar. Tapi Allah mengutus Yesus bukan untuk melakukan keinginan manusia tapi untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Karena itu Yesus datang memberitahukan tentang dosa manusia dan kebutuhan untuk berpaling dari dosa-dosa mereka. Manusia menjadi menolak Yesus. Nubuat ini telah disampaikan lama sebelum terjadi dan dari kitab PB kita membaca bagaimana pemerintah dan pemimpin agama membenci Yesus dan akhirnya memakukan-Nya di atas kayu salib. Bacalah penolakan akan Yesus di dalam Matius 27:22-23, "Kata Pilatus kepada mereka, 'Jika begitu apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?' Mereka semua berseru. 'Ia harus disalibkan!' Katanya, 'Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?'
Namun mereka makin keras berteriak, 'Ia harus disalibkan!'" 


5. Yesus Masuk ke Yerusalem Telah Dinubuatkan (Zakharia 9:9)

Nubuat ini menerangkan dengan jelas bagaimana Yesus masuk ke Yerusalem dengan kemenangan-Nya, seperti manusia yang rendah hati mengendarai seekor keledai. Sekarang bacalah Matius 21:1-9. Peristiwa ini juga terjadi dalam hidup Yesus tepat seperti yang telah dijanjikan Nabi Zakharia jauh sebelumnya. 


6. Pengkhianatan akan Yesus Telah Dinubuatkan (Mazmur 41:10)

Ayat ini menceritakan kepada kita bahwa pengkhianatan terhadap Yesus dilakukan oleh seorang sahabat karib-Nya.
Sahabat yang dimaksud ialah Yudas Iskariot. Dia hidup bersama Yesus selama 3 tahun sebagai salah seorang murid-Nya. Dia ikut melayani, tapi hatinya tidak benar dihadapan Allah. Dalam Yohanes 12:6 dikatakan bahwa hal itu dikatakannya bukan karena ia memerhatikan nasib orang- orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Karena cintanya akan uang, dia setuju mengkhianati Yesus dan ini merupakan penggenapan dari nubuatan dari Mazmur 41:10, "Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku." Bacalah bagaimana nubuat tersebut telah digenapi dalam Matius 26:14-16. 


7. Kematian Yesus telah DinubuatkanDalam PL, banyak nubuat yang menceritakan kematian Yesus, yang tidak bisa dipelajari semuanya dalam pembahasan singkat ini. Kita akan memerhatikan beberapa dari nubuatan-nubuatan itu. Pertama, bacalah kematian Yesus di atas kayu salib dalam Matius 27:27-50. Sekarang, mari kita lihat beberapa ayat dalam PL yang menubuatkan peristiwa-peristiwa yang benar terjadi dari kematian Yesus itu. 

a.Yesus berseru kepada Allah, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong." (Mazmur 22:2). Digenapi dalam Matius 27:46, "Kira-Kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli lama sabakhtani?' Artinya: AllahKu AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" 

b.Manusia mengolok-olok dan membenci Dia. Perhatikan, "Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. Semua yang melihat aku mengolok- olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya. 'Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?'" (Mazmur 22:7-9). Bacalah Matius 27:39-43 sebagai penggenapannya. 

c.Paku-paku dipakukan ke dalam tangan dan kaki-Nya. "Sebab anjing- anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku" (Mazmur 22:17). Bacalah Yohanes 20:25, "Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, 'Kami telah melihat Tuhan!' Tetapi Tomas berkata kepada mereka, 'Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya sekali-kali aku tidak akan percaya.' 

d.Mereka bertaruh untuk pakaian Yesus. "Mereka mambagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku" (Mazmur 22:19). Bandingkan dengan Matius 27:35, "Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagikan pakaian-Nya dengan membuang undi." 

e.Kematian-Nya di atas kayu salib adalah karena dosa-dosa kita. "Tetapi dia tertikam oleh Karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita: ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti ombak, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian" (Yesaya 53:5-6).Baca dalam 2Korintus 5:21, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." 

f.Dia tetap diam dalam pengadilan. "Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian" (Yesaya 53:7b). Digenapi dalam Matius 27:12-14, "Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia Ia tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: 'Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?' Tetapi Ia tidak menjawab satu kata pun sehingga wali negeri itu sangat heran." 

g.Dia dipandang sebagai seorang berdosa. "Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak- pemberontak" (Yesaya 53:12).
Bacalah Markus 15:27, "Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya." 


8. Kebangkitan Yesus telah Dinubuatkan (Mazmur 16:10)

Sekarang, bacalah Kisah Para Rasul 2:22-27. Ketika Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta, dia menggunakan ayat-ayat dari Mazmur 16:10 sebagai bukti bahwa Allah telah menubuatkan kebangkitan Yesus. Ketika Petrus selesai menyampaikan pesannya, banyak orang insaf bahwa Yesus telah memenuhi nubuat-nubuat dalam PL.

Mereka kemudian percaya bahwa Yesus pasti Juru Selamat yang dijanjikan dalam PL. Hari itu, sekitar tiga ribu orang berpaling dari dosa- dosa mereka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Ketika mereka melakukan hal ini, mereka menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal. 


*********************************************************************************

1A. YESUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUATAN PERJANJIAN LAMA



KARYA PENGORBANAN KRISTUS

Karya keimaman Kristus ada dua hal menurut Alkitab. Tugas-Nya yang terbesar adalah, mempersembahkan korban yang cukup bagi dosa seisi dunia. Tugas ini adalah milik dari jabatan seorang imam bahwa ia harus mempersembahkan korban dan persembahan atas dosa.


PENGERTIAN TENTANG KORBAN DALAM ALKITAB

Pengertian tentang korban menempati kedudukan penting dalam Alkitab. Berbagai teori telah dikemukakan mengenai perkembangan pengertian ini, beberapa yang disebutkan berikut adalah yang terpenting:a.Teori pemberian, yang berpendapat bahwa korban pada mulanya dipersembahkan kepada dewa, diberikan untuk menetapkan hubungan baik dan menjaga agar dewa itu tetap senang. Pendapat ini didasarkan atas konsep yang rendah tentang Allah, dan merupakan pendapat yang sepenuhnya tidak sesuai dengan Alkitab dan apa yang dikatakan Alkitab tentang Allah. Lebih jauh lagi teori seperti ini tidak dapat menerangkan mengapa persembahan itu harus berupa seekor binatang yang telah disembelih. Alkitab memang berbicara tentang korban persembahan kepada Tuhan (Ibr 5:1), tetapi hanya sebagai pernyataan rasa terima kasih dan bukan bertujuan agar Tuhan senang. 

b.Teori sakramen persekutuan, yang didasarkan pada pengertian totemistik yang menghormati hewan yang dianggap mempunyai natur ilahi. Pada saat-saat tertentu hewan itu disembelih untuk dijadikan makanan bagi manusia, yang diartikan bahwa manusia itu memakan allah-nya dan dengan demikian mengalami asimilasi kualitas ilahi. Akan tetapi dalam kitab Kejadian sama sekali tidak ada pandangan yang tidak spiritual dan bodoh seperti ini. Teori ini juga tidak sesuai dengan ajaran Alkitab secara keseluruhan. Tentu saja hal ini tidak berarti bahwa beberapa bangsa kafir tidak mempunyai pandangan seperti ini kemudian, tetapi yang dimaksudkan di sini adalah bahwa pandangan seperti ini sepenuhnya tidak dapat diterima sebagai asal mula pandangan tentang korban dalam Alkitab. 

c.Teori pernyataan rasa hormat, menurut teori ini korban pada mulanya adalah pernyataan rasa hormat dan ketergantungan. Manusia harus mencari persekutuan yang lebih dekat dengan Allah, bukan karena kesalahan, tetapi oleh karena rasa ketergantungan dan keinginan untuk mengungkapkan rasa hormat pada Tuhan. Teori ini tidak adil terhadap kenyataan atas korban-korban awal yang dinyatakan Nuh dan Ayub; juga teori ini tidak menerangkan mengapa rasa hormat ini harus dinyatakan dalam bentuk hewan yang telah disembelih. 

d.Teori lambang, yang menganggap persembahan sebagai lambang-lambang dari persekutuan yang telah diperbaharui dengan Tuhan. Penyembelihan hewan korban terjadi hanya untuk memastikan adanya darah, yang menjadi lambang kehidupan yang dibawa ke atas mezbah, memberi arti penting persekutuan hidup dengan Allah (Keil). Teori ini sesungguhnya tidak sesuai dengan kenyataan pada korban-korban Nuh dan Ayub, juga dalam hal Abraham, ketika ia menempatkan Ishak di atas mezbah. Juga teori ini tidak menerangkan mengapa pada masa berikutnya ada begitu banyak arti penting terkandung dalam penyembelihan hewan korban itu. 

e.Teori piacular, yang menganggap korban sepenuhnya bersifat mendamaikan. Pengertian dasar atas teori ini dalam hal penyembelihan hewan korban adalah pendamaian pengganti bagi dosa-dosa orang yang mempersembahkan korban tersebut. Dalam terang Alkitab teori ini tentu lebih dapat diterima. Pengertian bahwa tindakan penyembelihan korban ini adalah ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan, apa pun elemen lain yang mungkin ada dalam pelaksanaannya, atau untuk sebuah persekutuan dengan-Nya, elemen piacular juga ada di sana dan bahkan merupakan elemen paling menonjol. 


Pengertian ini ditunjang oleh beberapa pemikiran berikut:

a. Akibat yang dicatat dalam persembahan korban bakaran yang diberikan oleh Nuh bersifat penggantian, Kej 8:21. 

b. Ayub mempersembahkan korban tebusan bagi dosa anak-anaknya, Ayb 1:5. 

c.Teori ini menjelaskan tentang kenyataan bahwa korban secara teratur dipersembahkan dalam bentuk hewan sembelihan, mengeluarkan darah, yang menunjukkan penderitaan dan kematian dari korban itu. 

d.Teori ini selaras benar dengan kenyataan bahwa korban yang dilakukan oleh para bangsa kafir, juga bersifat sebagai pengganti. 

e.Lebih lanjut lagi, teori ini juga sesuai dengan adanya sejumlah janji tentang kedatangan Sang Penebus yang diungkapkan pada jaman sebelum Musa. Hal ini harus senantiasa diingat oleh mereka yang menganggap bahwa pengertian piacular tentang korban sudah terlalu tinggi untuk masa itu. 

f.Akhirnya, teori ini juga sesuai dengan ritual persembahan korban yang dinyatakan kepada Musa, di mana elemen penebusan sangat menonjol, ritual persembahan korban itu bukan merupakan sesuatu yang sama sekali baru. 

Di antara mereka yang percaya bahwa elemen penebusan sudah ada bahkan dalam korban-korban persembahan pada jaman sebelum Musa, ada beberapa perbedaan pendapat mengenai asal mula dari tipe-tipe persembahan itu. Sebagian orang berpendapat bahwa Allah menetapkan cara-cara persembahan korban itu melalui suatu perintah Ilahi langsung, sedangkan kelompok lain berpendapat bahwa korban itu dipersembahkan berdasarkan ketaatan kepada gerakan-gerakan dalam hati yang timbul secara alamiah dalam diri manusia, yang diiringi dengan suatu refleksi. Alkitab tidak memberikan catatan tentang pernyataan secara khusus bahwa Allah memerintahkan manusia untuk melayani Dia dengan korban-korban persembahan pada masa-masa awal itu. Bukannya mustahil bahwa manusia menyatakan rasa syukur serta penyembahannya dalam bentuk korban, bahkan juga sebelum manusia jatuh dalam dosa, dan ini semua dipimpin oleh suatu dorongan di dalam hati manusia sendiri. Akan tetapi tampaknya korban penggantian sesudah manusia jatuh dalam dosa hanya mungkin berasal dari pimpinan Ilahi. Ada suatu dorongan yang sangat kuat dalam argumen Dr. A. A. Hodge yang mengatakan:

"(1) Tak dapat dipahami bahwa baik sikap yang benar atau kegunaan yang mungkin dalam memberikan pemberian material pada Allah yang tak kelihatan, dan terutama dalam usaha untuk meredakan murka Allah melalui penyembelihan makhluk yang tidak dapat berpikir, dapat hadir dalam pikiran manusia sebagai suatu dorongan yang spontan. Mulanya, setiap perasaan instinktif dan dorongan pemikiran muncul untuk menyingkirkan pemikiran seperti itu. 

(2) Berdasarkan hipotesis bahwa Allah akan menyelamatkan manusia, tidaklah masuk akal apabila Ia harus meninggalkan manusia tanpa instruksi tentang suatu hal yang sedemikian penting yang berkenaan dengan alat-alat yang mungkin dapat dipakai untuk mendekati-Nya dan memperoleh kebaikan dari-Nya. 

(3) Merupakan ciri khas dari wahyu diri Allah, bahwa Allah cemburu terhadap segala sesuatu yang dilakukan manusia yang tidak diperkenankan-Nya dalam hal beribadah atau melakukan penyembahan. Allah menekankan tentang hak kedaulatan-Nya dalam memberikan peraturan ibadah dan pelayanan, agar dapat diterima. 

(4) Kenyataannya, bukti pertama tentang ibadah yang diterima dalam keluarga Adam menunjukkan adanya korban yang mencurahkan darah, dan dimeteraikan dengan penerimaan dari Tuhan. Semua itu terlihat dalam tindakan mula-mula tentang ibadah, Kej 4:3, 4. Ibadah itu diterima oleh Allah segera setelah dipersembahkan."' Korbankorban pada jaman Musa jelas ditunjuk oleh Allah. 


KARYA PENGORBANAN KRISTUS DILAMBANGKAN

Karya pengorbanan Kristus dilambangkan dengan peraturan-peraturan tentang korban yang diberikan kepada Musa. Berkaitan dengan korban- korban ini beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

a.Natur penggantian dan pengantaraan. Berbagai penafsiran telah diberikan pada korban-korban Perjanjian Lama: 

(1) Bahwa korban-korban itu adalah pemberian untuk menyenangkan Allah, menyatakan rasa syukur kepada-Nya, atau untuk meredakan murka-Nya; 

(2) bahwa korban-korban itu adalah makanan persembahan yang melambangkan persekutuan
antara manusia dan Allah; 

(3) bahwa korban-korban itu adalah sarana yang ditunjuk oleh Tuhan agar manusia mengaku dosa yang sangat dibenci oleh-Nya; atau 

(4) bahwa, dalam hal yang menyangkut pengertian tentang penggantian, korban itu sekedar merupakan lambang yang menyatakan bahwa Allah menerima orang berdosa, berdasarkan ketaatan mereka, dalam korban yang dipersembahkan bahwa mereka merindukan keselamatan. Akan tetapi Alkitab menyaksikan bahwa semua hewan persembahan di antara bangsa Israel bersifat penggantian, walau pun hal ini tidaklah selalu jelas di sana.

Pengertian tentang penggantian ini makin jelas dalam hal persembahan bagi dosa dan pelanggaran, tidak begitu menonjol dalam korban bakaran, dan paling tidak nampak dalam korban pendamaian. Adanya elemen tersebut dalam korban persembahan muncul:

(1) dari pernyataan yang jelas dalam Im 1:4; 4:29, 31, 35; 5:10; 16:7; 17:11; 

(2) dari penumpangan tangan yang melambangkan pemindahan dosa dan kesalahan (walaupun Cave menekankan hal yang berlawanan), Im 1:4; 16:21,22; 

(3) dari percikan darah di atas mezbah dan atas tutup pendamaian sebagai penghapusan dosa, Im 16:27; dan 

(4) dari akibat yang berulang kali dicatat tentang korban-korban itu, yaitu pengampunan dosa dari orang yang mempersembahkannya, Im 4:26, 31,35. Bukti-bukti Perjanjian Baru dengan mudah dapat ditambahkan, tetapi apa yang dibicarakan sudah cukup. 

b.Natur tipiko profetis korban tersebut. Korban-korban menurut peraturan Musa bukan hanya bersifat seremonial maupun simbolis, tetapi juga spiritual dan tipikal. Bersifat kenabian, dan mewakili Injil dalam hukum. Korban-korban itu juga melambangkan penderitaan Kristus yang menggantikan dan juga kematian-Nya yang mendamaikan. Kaitan antara korban korban itu dengan Kristus telah dinyatakan dalam Perjanjian Lama. Dalam Mzm 40:7-9 Mesias diperkenalkan dengan perkataan: "Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku;
korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata: `Sungguh aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."' Dalam perkataan ini, Mesias sendiri menggantikan korban agung diri-Nya bagi mereka yang hidup dalam Perjanjian Lama.

Bayang-bayang ini akhirnya menjadi pudar pada saat realita yang mereka bayangkan itu tiba, Ibr 10:5-9. Dalam Perjanjian Baru ada sejumlah indikasi akan kenyataan bahwa korban-korban Musa merupakan tipe dari korban yang jauh lebih mulia dalam diri Yesus Kristus. Ada indikasi-indikasi yang jelas dan bahkan juga pernyataan yang diungkapkan, bahwa korban-korban Perjanjian Lama menggambarkan Kristus dan karya-Nya, Kol 2:17, di mana sang rasul sungguh mempunyai gambaran yang jelas tentang korban-korban menurut hukum Musa; Ibr 9:23, 24; 10:1; 13:11,12. Sejumlah ayat mengajarkan bahwa Kristus menggenapi bagi orang berdosa lebih tinggi dari korban-korban Perjanjian Lama yang dibawa, dan bahwa Ia menggenapinya dengan cara yang sama, 2 Kor 5:21; Gal 3:13; 1 Yoh 1:7. Ia disebut sebagai Anak Domba
Allah, Yoh 1:29, yang merupakan gambaran yang jelas dari Yes 53 dan anak domba Paskah, "seekor domba yang tidak bercacat dan tidak bercela", I Ptr 1:19, dan bahkan sebagai "Anak domba Paskah yang telah disembelih", I Kor 5:7. Dan karena korban menurut hukum Musa bersifat tipikal, maka korban itu memberikan sinar pada natur dari korban pendamaian yang agung dari Yesus Kristus. Banyak sekali sarjana di bawah pengaruh allran Graf-Wellhausen menyangkal sifat penggantian dan pembayaran upah dosa dari korban Perjanjian Lama walaupun sebagian dari mereka mau menerima bahwa sifat ini disebutkan dalam masa Perjanjian Lama, walaupun pada masa yang lebih belakangan dan tanpa dukungan yang cukup.

c.Tujuan korban ini. Berkaitan dengan bagian sebelumnya, dapat dikatakan bahwa korban-korban Perjanjian Lama mempunyai dua tujuan. Sejauh teokratik, perjanjian dan relasi terkait, korban itu adalah sarana yang ditunjuk di mana orang yang telah berdosa dapat diperbaharui dan mendapatkan hak-haknya, dapat menikmati keadaannya sebagai anggota teokrasi, yang semula telah dihilangkannya karena pelanggaran yang telah mereka perbuat. Mereka kemudian menggenapi tujuannya tanpa memandang semangat dan maksud di mana korban itu dibawa. Akan tetapi korban itu sendiri tidak bermaksud menggantikan moral dari pelanggaran itu. Korban itu bukanlah korban sesungguhnya yang dapat mendamaikan kesalahan moral dan menyingkirkan kecemaran moral, akan tetapi hanya lah merupakan bayang-bayang dari kenyataan yang akan datang. Dalam membicarakan Kemah Suci, penulis surat Ibrani mengatakan: "Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka" (Ibr 9:9). Dalam bagian berikutnya ia menyebutkan bahwa korban tersebut tidak dapat menyempumakan mereka yang memberi korban tersebut, 10:1, dan tidak dapat menghapuskan dosa, 10:4. Dari sudut pandang spiritual korban itu merupakan tipikal penderitaan Kristus yang menggantikan orang berdosa, sampai pada kematian-Nya, dan dengan demikian memberikan pengampunan kepada mereka dan mereka dapat diterima di hadapan Allah sebagaimana mereka mengakui dosa mereka, dan dengan iman pada cara Tuhan dalam memberikan keselamatan. Korban itu mempunyai arti penting menyelamatkan hanya sejauh bangsa Israel memusatkan perhatian pada Sang Penebus yang akan datang dan penebusan yang dijanjikan. 


BUKTI-BUKTI ALKITAB TENTANG KARYA PENGORBANAN KRISTUS

Hal yang mengejutkan dalam berita Alkitab tentang karya keimaman Kristus adalah bahwa Kristus tampil baik sebagai Imam Besar dan sekaligus sebagai korban. Hal ini sesungguhnya selaras dengan apa yang kita lihat dalam diri Kristus. Dalam Perjanjian Lama imam dan korban adalah dua hal yang terpisah, dan sejauh itu tipe korban Perjanjian Lama tidaklah sempurna.

Karya keimaman Kristus paling jelas disebutkan dalam surat Ibrani, di mana Sang Pengantara disebutkan sebagai satu- satunya Imam besar yang sesungguhnya, yang sempurna, yang kekal dan ditunjuk oleh Allah sendiri, yang mengambil tempat orang berdosa, dan oleh pengorbanan-Nya sendiri Ia memperoleh penebusan yang sesungguhnya dan yang sempuma, Ibr 5:1-10;

7:1-28; 9:11-15,24,28; 10:11-14; 19:22; 12:24, dan teristimewa ayat-ayat berikut, 5:5; 7:26; 9:14. Surat Ibrani adalah satu-satunya kitab yang menyebut Kristus sebagai Imam Besar, akan tetapi karya keimaman Kristus juga disebutkan dalam suratsurat Paulus, Rm 3:24, 25; 5:6-8; 1 Kor 5:7; 15:3; Ef 5:2. Penjelasan yang serupa juga dapat kita temukan dalam tulisan Yohanes, Yoh 1:29; 3:14,15; 1 Yoh 2:2; 4:10. Lambang ular tembaga sangat penting artinya. Ular tembaga itu sendiri tidak berbisa, akan tetapi melambangkan ikatan dosa, demikian juga Kristus, Ia yang tidak berdosa, dijadikan berdosa karena kita. Sebagaimana ular tembaga yang dinaikkan di atas tiang melambangkan pengusiran atas tulah, demikian juga Kristus yang digantung di atas tiang kayu salib membawa penghapusan dosa. Dan sebagaimana orang yang mau percaya dan memandang kepada ular tembaga itu disembuhkan, maka iman kepada Kristus menyembuhkan dan menyelamatkan jiwa. Penjelasan Petrus dalam 1 Ptr 2:24; 3:18 dan penjelasan Kristus sendiri dalam Mrk 10:45 selaras dengan penjelasan sebelumnya. Tuhan dengan jelas menyatakan kepada kita bahwa penderitaan-Nya bertujuan menggantikan kita.


1B.YESUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUATAN PERJANJIAN LAMA

JENIS-JENIS UTAMA DARI NUBUATAN TENTANG MESIAS 

Dalam Perjanjian Lama ditemukan dua jenis utama dari nubuatan tentang Mesias. Pertama, nubuatan tentang Mesias secara umum. Yaitu nubuatan yang diungkapkan dalam bahasa yang hanya dapat digenapkan oleh Mesias sendiri. Satu contoh tentang nubuatan semacam ini terdapat dalam 1 Samuel 2:35, "Aku akan mengangkat bagi-Ku seorang imam kepercayaan, yang berlaku sesuai dengan hati-Ku dan jiwa-Ku, dan Aku akan membangunkan baginya keturunan yang teguh setia, sehingga ia selalu hidup di hadapan orang yang Kuurapi." Walaupun penggenapan segera dari nubuat ini barangkali dipenuhi oleh Samuel, namun mempunyai penggenapan lain di luar Samuel dan menunjuk kepada penggenapan akhir di dalam Kristus. Baik keimaman Samuel maupun garis keturunannya telah berakhir, tetapi keimaman kekal yang diramalkan dalam nubuatan ini akan sepenuhnya digenapi di dalam Kristus. 

Kedua, nubuatan tentang Mesias secara pribadi. Ini sering ditemukan dalam Perjanjian Lama dan dapat diketahui dari istilah-istilah khusus. Dalam Yesaya 7:14 umpamanya, Mesias diketahui dari istilah yang tak biasa dipakai "Imanuel" yang artinya "Allah menyertai kita." Bagian itu secara istimewa membicarakan tentang Mesias yang akan datang. 


SIFAT-SIFAT UMUM DARI NUBUATAN TENTANG MESIAS 

Banyak nubuatan tentang Yesus Kristus cukup jelas, khususnya bila dipandang dari pernyataan Perjanjian Baru di mana penggenapannya membantu memberikan keterangan tentang isi nubuatan di dalam Perjanjian Lama itu. Bagaimanapun juga nubuatan tentang Mesias ini memiliki masalah-masalah tertentu : 

1.Bahasa dari nubuatan tentang Mesias sering samar-samar. Maksud Allah dalam kesamaran ini ialah untuk menjadikan nubuatan itu dapat dimengerti hanya oleh orang-orang percaya sejati yang diajar oleh Roh Kudus dan oleh karena itu dapat membedakan mana bagian-bagian yang merupakan nubuatan tentang Mesias. Banyak di antara bagian-bagian itu tidak dapat ditafsirkan kecuali diterangi oleh seluruh isi Firman Allah. 

2.Bahasa dari nubuatan Mesias sering bersifat kiasan. Arti kiasan itu tidak perlu tak berketentuan, karena sering kiasan itu memberikan maksud yang sangat jelas bahkan walaupun bagian tersebut barangkali perlu ditafsirkan. Misalnya, ketika Kitab Suci mengucapkan nubuatan berikut, "Suatu tunas akan keluar Bari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah" (Yesaya 11:1), jelas ayat ini menunjuk kepada Mesias sebagai Seorang yang akan diturunkan dari Isai. Di sini meskipun memakai bahasa kiasan, namun kehenaran yang dikandungnya sungguh jelas. 

3.Dalam nubuatan tentang Mesias masa depan sering dianygap sebagai masa lalu atau masa sekarang. Bahasa lbrani sering mempergunakan pengertian "sudah" dalam menulis nubuatan. Nubuat-nubuat agung dari Yesaya 53 umpamanya, ditulis seakan-akan sudah terjadi. A.B.Davidson mengemukakan, "Penggunaan ini sangat biasa dalam bahasa yang muluk- muluk dari pada nabi, yang iman dan imajinasi-nya demikian jelas memproyeksikan di depan mereka segala peristiwa atau kejadian yang mereka nubuatkan seperti tampaknya sudah terjadi. Ini bagian dari maksud Allah, dan oleh karena itu bagi nabi-nabi yang dapat memandangnya denyan jelas ini, peristiwa-peristiwa tersebut sama seperti sudah terjadi. 

Gaya bahasa seperti ini menunjukkan bahwa peristiwa yang diramalkan dalam Perjanjian Lama itu pasti digenapi bahkan walaupun akan terjadi di masa depan dan bukan di masa lalu. 

4.Seperti bentuk-bentuk nubuatan yang lain, nubuatan tentang Mesias sering dilihat secara horisontal dan bukan vertikal. 

Dengan perkataan lain, walaupun urutan peristiwa dalam nubuatan itu pada umumnya dinyatakan dalam Kitab Suci, tetapi nubuatan tidak selalu memberikan jarak waktu yang mestinya ada di antara dua peristiwa besar yang disebutnya. 

Sebagaimana biasa dinyatakan, puncak-puncak gunung nubuatan dinyatakan begitu saja tanpa menyebutkan adanya lembah-lembah yang terdapat di antaranya. Oleh karena itu, nubuatan Perjanjian Lama bisa saja melompat dari peristiwa penderitaan Kristus langsung kepada kemuliaan-Nya tanpa menyebutkan jangka waktu yang terbukti dari sejarah memisahkan kedua peristiwa besar itu. 

Fakta bahwa nubuatan tentang Mesias tidak selalu menyebutkan jangka waktu di antara beberapa peristiwa, digambarkan dalam kutipan Kristus dari Yesaya 61:1-2 di dalam Lukas 4:18-19. Ayat-ayat di Yesaya menghubungkan kedatangan pertama dan kedua dari Kristus tanpa sesuatu petunjuk bahwa di antara keduanya terdapat jangka waktu yang lebar. Tetapi sejarah telah menunjukkan bahwa keduanya dipisahkan oleh jangka waktu paling sedikit lebih dari 1900 tahun. Kristus dalam kutipan-Nya menyebutkan aspek-aspek kedatangan pertama-Nya. Tetapi secara tiba- tiba berhenti tanpa menyebutkan ayat selanjutnya mengenai "hari pembalasan Allah" yang menunjuk kepada hukuman di saat kedatangan kedua kali-Nya. Apabila dimengerti benar-benar, masalah dalam menafsirkan nubuatan tentang Mesias ini tidak begitu sulit. Tetapi si penafsir harus juga hati-hati untuk mengambil kesimpulan. Kalau ada nubuatan yang kurang lengkap, perlu memeriksa dengan teliti apa yang dimaksudkan oleh penulis. 


GARIS KETURUNAN MESIAS : SILSILAH-NYA 

Sebuah garis keturunan mengenai kedatangan Juruselamat sudah diramalkan dalam Perjanjian Lama. Garis itu dimulai dari Adam dan Hawa, dan berjalan terus melalui fokus yang makin menyempit sampai semua faktor penting dinyatakan. Juruselamat yang akan datang itu adalah keturunan perempuan (Kejadian 3:15); di dalam garis keturunan Set (Kejadian 4:25); melalui Nuh (Kejadian 6-9); keturunan Abraham (Kejadian 12:1-3); lalu diteruskan melalui Ishak (Kejadian 17:19); Yakub (Kejadian 28:14); Yehuda (Kejadian 49:10); melalui Boaz, Obed, Isai dan Daud (2 Samuel 7:12-13) Dari sini dan selanjutnya kita perlu melihat garis silsilah di Perjanjian Baru (Matius 1:2-16; Lukas 3:23- 38). 

Kisah garis keturunan Juruselamat yang akan datang ini pada satu pihak merupakan suatu demonstrasi tentang maksud dan ketetapan Allah yang berdautat dalam melaksanakan kehendak-Nya. Sebaliknya, di sepanjang sejarah garis keturunan Kristus ini terlihat pula pekerjaan yang hendak merusaknya. lblis mulai merusak umat yang baru diciptakan dengan membawa Adam dan Hawa ke dalam pencobaan dan kejatuhan (Kejadian 3:6). Kepada Adam dan Hawa yang jatuh itu Allah merberikan "protevangelium" yaitu petunjuk pertama tentang rencana Allah untuk memberikan Anak-Nya sebagai Juruselamat. Keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular tersebut (Kejadian 3:15). Pekerjaan iblis selanjutnya dinyatakan dalam pembunuhan terhadap Habel dan perusakan oleh perbuatan Kain (Kejadian 4:8). Allah menerbitkan keturunan yang baru dalam kelahiran Set (Kejadian 4:25). 

Garis keturunan Mesias di Perjanjian Lama harus diambil keseluruhannya. Nubuatan yang sangat luas bahwa "keturunan perempuan itu" akan meremukkan kepala ular adalah tidak jelas kecuali ditafsirkan oleh nubuatan selanjutnya. J.Barton Payne berkata, "Walaupun pribadi Mesias belum jelas dinyatakan, tetapi juga tidak dikesampingkan. Pernyataan-pernyataan selanjutnya tidak menghapuskan atau memperbaiki pernyataan-pernyataan sebelumnya seolah-olah yang sebelumnya itu kurang diwahyukan; melainkan justru untuk menjelaskannya. Ayat dalarn Kejadian 3:15 direncanakan oleh Roh Kudus sendiri. Ayat itu sederhana, tetapi benar, dan selaras dengan penggenapannya di kemudian hari di dalam satu pribadi yaitu Kristus." 

Kerusakan umat manusia berlangsung terus sampai zaman Nuh, dan juga garis keturunan Mesias. Di sini melalui pembinaan total -- kecuali keluarga Nuh. Allah menyucikan umat manusia dan memelihara keturunan yang saleh (Kejadian 6-9). Kemudian umat manusia itu rusak lagi, dan Allah mulai kembali dengan memilih Abraham (Kejadian 12:1-3) melalui siapa maksud-Nya mengenai Mesias itu diteruskan. Kitab Kejadian mencatat garis sempit tentang keturunan Abraham: Ishak (Kejadian 17:19), Yakub (Kejadian 28:14); dan Yehuda (Kejadian 49:10). Perlawanan iblis terhadap rencana Allah ini nyata di dalam terlambatnya kelahiran Ishak, tersisihkannya Esau dan terpilihnya Yakub, dan di dalam perkara yang menodai Yehuda. Di dalam anugerah kedaulatan-Nya, sekalipun demikian Allah tetap menyatakan, "tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda" (Kejadian 49:10). Nubuatan Yakub, walaupun bahasanya agak kabur, jelas maksudnya bahwa Mesias akan datang melalui Yehuda. 

Hengstenberg memulai karya klasiknya mengenai Kristologi dengan pernyataan, "dalam nubuatan-nubuatan tentang Mesias yanq ada di dalam kitab Kejadian kita dapat melihat bahwa nubuatan-nubuatan itu makin lama makin jelas dan nyata. Ramalan tentang Mesias yang pertama, yang diucapkan segera sesudah kejatuhan Adam, adalah juga yang paling tak jelas." Apa yang kabur pada pertama kali dijadikan makin terang sebagaimana dibukakan dalam Perjanjian Lama itu sendiri. 

Kisah Rut dan Boaz merupakan contoh lain dari rencana ilahi yang berdaulat di dalam garis keturunan Mesias. Dengan persiapan yang jelas dari Allah sendiri, garis keturunan raja Daud dihubungkan dengan Yehuda. Di dalam Alkitab, hanya sedikit kitab-kitab yang mengajarkan dengan contoh yang jelas tentang kedaulatan dan pengambilan tindakan dari Allah secara lebih limpah dari pada yang ditulis di kitab Rut. 

Lukisan Perjanjian Lama tentang garis keturunan dari Daud sampai kepada Kristus tidak Iengkap. Tetapi kekurangan ini lebih dari cukup dilengkapi oleh Perjanjian Baru. Yang khusus menarik perhatian adalah adanya dua garis keturunan dari Yusuf dan Maria yang keduanya berhubungan dengan Daud. Garis-garis keturunan itu dapat dijelaskan secara paling memuaskan dengan menyatakan bahwa yang ditulis oleh Matius adalah garis keturunan Yusuf, sedangkan Lukas menulis garis keturunan Maria. Dari penafsiran ini, tampaklah bahwa Yusuf merupakan keturunan Daud melalui Salomo, dan garis keturunan raja-raja Yehuda. Maria merupakan keturunan Daud melalui anak laki-laki Daud, Natan. Seluk beluk ini adalah suatu penggenapan yang menyolok dari nubuat Perjanjian Lama. Kepada Daud Allah telah berjanji bahwa baik keturunannya maupun takhtanya akan sampai selama-lamanya (2 Samuel 7:12-16). Kepada Salomo, anak Daud, Allah menjanjikan bahwa takhta dan kerajaannya akan berlangsung selama-lamanya, tetapi sama sekali tidak menubuatkan keturunan Salomo. Ini dapat diterangkan di dalam kemurtadan raja-raja Yehuda. Yoyakim, raja Yehuda, dikutuk dengan keras karena dosanya dan Kitab Suci menyatakan : "Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam. Aku akan menghukum dia, keturunannya dan hamba-hambanya karena kesalahan mereka..." (Yeremia 36:30-31). Konya, anak laki-laki Yoyakim, ditawan ketika Yerusalem jatuh dan garis keturunan raja-raja Yehuda berakhir di sana (bd. Yeremia 22:30). Persoalannya segera timbul: Bagaimana Allah dapat menggenapkan janji-Nya kepada Daud apabila garis keturunan ini terputus? Jawabannya ialah bahwasanya garis keturunan Mesias diteruskan dan dijaga kelanjutannya melalui Natan, bukan melalui Salomo dan keturunannya. Dari ini, hak sah atas takhta Daud disalurkan melalui Salomo dan Yoyakim kepada Yusuf, dan kepada "anak laki-laki" Yusuf yaitu Kristus. Tetapi secara badaniah keturunan itu disalurkan melalui Natan dan Maria kepada Kristus. Jadi janji-janji Allah baik kepada Daud maupun kepada Salomo benar-benar digenapkan menurut apa yang tertulis di dalam dan melalui Kristus. Hal ini sekaligus merupakan contoh jelas dari ketepatan nubuatan itu, di mana Allah mengetahui sebelumnya tentang dosa-dosa raja-raja Yehuda dan kutuk yang akan menimpa mereka, dan pada saat yang sama ditentukan bahwa Kristus akan dilahirkan dari seorang dara. Apabila Yesus adalah anak kandung Yusuf secara jasmani, maka ia harus disisihkan karena kutuk yang telah menimpa Yoyakim. 

Catatan-catatan Kitab Suci memberikan catatan yang tepat dan terpercaya tentang kualifikasi Kristus sebagai Pewaris atas janjijanji kepada Daud. Sarjana-sarjana konservatif setuju bahwa Kristus menggenapkan semua nubuatan ini, dan bahkan orang-orang Yahudi yang tak percaya mengharapkan bahwa Mesias yang akan datang itu akan menggenapkan nubuatan-nubuatan itu. Silsilah orang-orang Yahudi tentu saja telah di musnahkan ketika Yerusalem dihancurkan oleh orang-orang Romawi di tahun 70 M. 

Perjanjian Baru adalah satu-satunya catatan yang memberikan silsilah sah bagi Mesias. 


NUBUAT-NUBUAT TENTANG KELAHIRAN KRISTUS 

Nubuat-nubuat mengenai kelahiran Kristus merupakan nubuat- nubuat yang cukup jelas di Perjanjian Lama. Nubuatan mengenai garis keturunan Juruselamat yang diramalkan itu sendiri memberitahukan tentang kelahiran-Nya. Tempat kelahirannya jelas dinyatakan dalam Mikha 5:1 dan ayat itu begitu terang sehinnga kebanyakan orang tahu bahwa Bethlehem akan menjadi tempat kelahiran Mesias. Ahli Taurat dan imam-imam segera dapat memberitahukan Herodes tentang hal ini ketika orang-orang Majus datang menanyakan tempat kelahiran Raja Orang Yahudi. 

Aspek-aspek lain dari kelahiran Kristus juga dinyatakan di dalam Perjanjian Lama. Yesaya meramalkan bahwa kelahiran-Nya akan merupakan suatu tanda : "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu tanda : Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel" (Yesaya 7:14). Di sini, baik aspek kemanusiaan dari inkarnasi itu, kehamilan dan kelahiran-Nya, dan aspek keilahiannya terangterangan dinyatakan -- "Imanuel" yaitu "Allah menyertai kita." 

Waktu kelahiran Mesias yang akan datang itu agaknya juga dinyatakan dalam batas-batas tertentu. Menurut Kejadian 49:10, Mesias harus datang (dilahirkan) sebelum pemerintahan Yahudi dihancurkan. Ini seperti ditunjukkan oleh penghancuran Yerusalem di tahun 70 M, yang mengakhiri seluruh pemerintahan Yahudi di Palestina selama berabad- abad. Nubuatan dari Daniel 9:25 -- bahwa enam puluh sembilan kali tujuh masa akan berlalu sebelum Mesias disingkirkan -- telah ditunjukkan sampai tuntas pada kematian Kristus. Walaupun tafsiran tentang nubuatan Daniel ini menyebabkan banyak perdebatan, namun disetujui oleh kebanyakan sarjana bahwa suatu tafsiran menurut apa yang tertulis akan menunjukkan kira-kira waktu dari umur hidup Yesus Kristus. Meskipun pernyataan ini tidak dimengerti sebelumnya; pada waktu itu sudah terdapat harapan yang meluas bahwa Mesias akan segera datang. 

Jadi kita dapat melihat bahwa nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama, memberikan garis besar yang teliti tentang unsur-unsur utama yang berkenaan dengan kelahiran Mesias: tempatnya, waktunya, garis keturunannya, dan sifat kehamilan serta kelahiran-Nya yang ajaib. 


NUBUAT-NUBUAT TENTANG PRIBADI KRISTUS 

Kita dapat menarik kesimpulan-kesimpulan tertentu dari nubuatan - nubuatan Perjanjian Lama mengenai pribadi Kristus. Dalam satu kalimat, di sana terdapat kesaksian yang cukup lengkap tentang kemanusiaan maupun keilahian-Nya. Pernyataannya sudah tentu tidak seterang atau sekuat pernyataan dalam Perjanjian Baru, tetapi sekalipun demikian unsur unsur utamanya jelas. 

Kemanusiaan Juruselamat yang akan datang itu secara praktis ada di dalam semua ayat mengenai Mesias. Dari Kejadian 3:15, di mana Mesias diuraikan sebagai keturunan perempuan, sampai kepada nubuatan-nubuatan para nabi Perjanjian Lama di kemudian hari, Mesias dinyatakan sebagai manusia. Pernyataan mengenai garis keturunan-Nya, hubungan-Nya dengan Israel, kelahiran-Nya di Bethlehem dan gelar-Nya sebagai Anak memberikan kepastian bahwa maksud nubuatan-nubuatan itu hendak menyatakan kemanusiaan-Nya. Semua orang Yahudi memang mempunyai harapan bahwa Pelepas yang akan datang itu adalah Manusia, dilahirkan dari seorang ibu Yahudi. 

Aspek yang menarik perhatian dari nubuatan-nubuatan itu ialah adanya kesaksian yang berulang-ulang tentang keilahian-Nya. 

Menurut - Yesaya 7:14, la harus dilahirkan oleh seorang perempuan muda (perawan). Walaupun banyak kritikan terhadap nubuatan ini, tetapi kritikan yang melawan ayat ini mau tidak mau harus juga menganggap bahwa catatan di dalam Injil Matius dan Lukas salah, apabila mereka mau "memasukakalkan" Yesaya 7:14. 

Payne, sesudah membicarakan penafsiran Yesaya 7:14, mengihtisarkan suatu tafsiran yang layak tentang ayat itu, "Kelahiran Imanuel dinyatakan sebagai tanda ajaib (7:14); dan dengan mujizat ini tidak ada peristiwa masa itu yang diketahui terjadi sama. Selanjutnya, raja Ahas bersalah dalam kesalehan yang munafik dan melelahkan Allah; maka tanda yang ditunjukkan dimaksudkan sebagai ancaman, bukan sebagai janji. Ancaman ini tidak semata-mata ditujukan kepada Ahas saja, melainkan terhadap seluruh keluarga Daud (ay. 13). Yaitu, bila Mesias harus lahir, Ia akan makan "dadih dan madu," yang merupakan suatu tanda negeri yang kena malapetaka (malapetaka itu di sini disebabkan oleh orang-orang Romawi, sebagaimana ternyata kemudian), dan oleh karena itu berarti bahwa keluarga Daud akan kehilangan kekuatannya. Maka tanda itu kemudian akan menggantikan sekali buat selama-lamanya raja-raja keluarga Ahas yang cuma manusia Yahudi biasa, yaitu Mesias sendiri." 

Maksud ayat ini terang sekali. Yaitu hendak menyatakan bahwa Ia akan dikandung secara ajaib tanpa melalui seorang ayah manusia. Nubuat ini ajaib karena anak laki-laki,yang akan dilahirkan itu bukan dikandung oleh seorang wanita menurut cara yang wajar, melainkan oleh seorang perawan sejati ! 

Mesias dinyatakan dalam Yesaya 7:14 sebagai layak mendapat gelar Imanuel -- Allah menyertai kita. Dalam Yesaya 9:5-G, Anak yang lahir, Putera yang diberikan, diuraikan sebagai "Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai." Nubuatan tentang kelahiran-Nya dalam Mikha 5:1, menguraikan Anak yang akan lahrr itu sebagai Seorang "yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." Pernyataan ini merupakan pernyataan terkuat yang mungkin ada tentang keberadaan-Nya yang kekal sebelum la "dilahirkan" ke uunia. Gabungan kesaksian di atas ini dengan kesaksian-kesaksian lainnya memastikan hanya bila Ia datang, Mesias itu adalah Allah dan Manusia di dalam satu Pribadi. 


NUBUAT-NUBUAT TENTANG KEHIDUPAN KRISTUS 

Pernyataan yang menarik tentang kehidupan Kristus terdapat di dalam banyak nubuatan mcngenai Mesias yang menggambarkan sifat kehidupan- Nya. Pelayanan ununnNya harus didahului oleh seorang utusan, "Lihat, Aku nunyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku. Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam" (Maleakhi 3:1). Sebelumnya Yesaya telah berbicara tentang "suara yang berseru-sero : persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN" (Yesaya 40:3). Tidak diragukan lagi bahwa kedua ayat ini ditujukan kepada Yohanes Pembaptis (bd. Matius 3:3; 11:10; Markus 1:2; Lukas 7:27), dan keempat catatan Injil menulis penggenapan nubuatan ini. 

Mesias yang akan datang itu dalam kehidupan-Nya harus menggenapi jabatan sebagai Nabi, Imam, dan Raja. Musa telah meramalkan kedatangan Nabi semacam itu (Ulangan 18:15-18), dan Perjanjian Baru secara khusus menunjuk kepada penggenapannya di dalam Kristus (Yohanes 1:21; 4:29; 5:46; 6:14; 8:28; 14:24; Kisah Para Rasul 3:20-23). Keimaman Kristus diramalkan dalam seluruh sistem imamat yang diberikan oleh wahyu, pertama di zaman kepala keluarga sebagai imam dan kemudian rnenurut aturan Lewi. Nubuat yang diberikan dalam 1 Samuel 2:35 dapat digenapkan seluruhnya hanya oleh Kristus, bahkan meskipun sebagian digenapkan oleh Samuel sendiri. Nubuatan dari Mazmur 110:4 yang dikutip oleh lbrani 6:6, dan dibicarakan panjang lebar dalam kitab lbrani, jelas digenapkan dalam Kristus. Zakharia menggabungkan jabatan keimaman dan rajani dalam nubuatannya, "Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk rnemerintah di atas takhtanya" (Zakharia 6:13). Konteks ayat ini menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah Kristus. 

Jahatan rajani Kristus ini adalah yang mula-mula disebut dalam nubuatan dan yang paling menonjol dalam ramalan Perjanjian Lama. Mulai di zaman Abraham, Allah telah menyatakan bahwa raja-raja akan herada di antara keturunan Abraham. Kemudian garis keturunan raja-raja tu diperscmpit di dalam keturunan Yehuda (Kejadian 49:10). Petunjuk tentang seorang Raja yang istimewa dalam Kejadian 49:10 dibuat lebih I)asti di dalam kitab Bilangan 24:17. Suatu pernyataan penting ditemukan dalam ramalan yang diberika•,; kepada Daud pada ayat-ayat terkenal di 2 Samuel 7:12-16. Di sini dinyatakan bahwa keluarga Daud akan ditetapkan dalam kedatangan Mesias yang takhta-Nya dan kerajaan-Nya akan sampai selama-lamanya. Sarjana-sarjana konservatif setuju bahwa penggenapan nubuatan-nubuatan ini hanya didapatkan di dalam Kristus saja. Tafsiran ini tentu saja dikuatkan oleh Perjanjian Baru (Lukas 1:31-33), dan pokok pikirannya diteruskan di sepanjang sisa Perjanjian Lama juga. 

Dalam Mazmur 2, Yehovah menyatakan bahwa la akan mendudukkan Anak-Nya ch atas takhta Sion. Kekuasaan dan pemerintahan Raja itu diheritahukan lebih dahulu dalam Mazmur 110. Nubuatan mengenai penun- intahan-Nya di bumi adalah lengkap dalam ramalan tentang Mesias (Yesaya 2:1-4; 4:1-6; 49:7; 52:15). Dalam Yesaya 9:5-6 ditegaskan. 

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan nama-Nya disebutkan orang : Penasihat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaan-Nya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaan-Nya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya." 

Ayat-ayat ini mengumpulkan dalam satu pernyataan ramalan-ramalan tentang inkarnasi itu, tentang keilahian dan kekekalan Mesias, pemerintahan damai sejahtera-Nya yang akan datang di bumi, kebenaran dan keadilan kerajaan-Nya, dan fakta bahwa kerajaan itu akan menggenapkan janji-janji terhadap Daud. Janji-janji terhadap Daud dan ramalan tentang kerajaan duniawi dari Mesias adalah satu dan sama. Seluruh pasal 11 dari kitab nabi Yesaya adalah sebuah gambar dari pemerintahan raja itu. 

Yeremia mengulangi aspek-aspek utama yang sama tentang Mesias yang rajani ini 

"Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. la akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepada-Nya : TUHAN-keadilan kita." (Yeremia 23:5-6). 

Nubuat ini mempunyai akibat istimewa ke atas Israel. Zakharia berbicara tentang Raja yang datang sebagai Juruselamat dan Pelepas bagi umat-Nya, "Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersoraksorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. la lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda" (Zakharia 9:9). Di sini kita melihat Kristus dalam karakternya sebagai Raja pada kedatangan pertama kali-Nya, bertentangan dengan ayat-ayat sebelu nnya yang menunjuk kepada kerajaan itu sesudah kedatangan kedua kali-Nya. Ayat di atas ini digenapi dalam Perjanjian Baru (Matius 21 :4-9; Markus 11 :9-10; Lukas 19:37-38). Ramalan Perjanjian Lama mengenai Kristus sebagai Raja termasuk kedatanyan pertama kali-Nya dan kerajaan sesudah kedatangan kedua kali-Nya. 

Bahwa Mesias itu akan menjadi Juruselamat dan Pelepas telah lama diramalkan dalam banyak bagian Perjanjian Lama dimulai dengan protevangelium dalam Kejadian 3:15. Bahkan Ayub, yang barangkali hidup sebelum zaman Kitab Suci ditulis, mengenal pengharapan akan datangnya seorang Penebus (Ayub 19:25). Hampir semua ayat yang berkenaan dengan Mesias membicarakannya. Bagian terkenal yang meramalkan pekerjaan penyelamatan Kristus tentu saja adalah Yesaya 53. 

Salah satu garis penting dari nubuatan mengenai Mesias yang akan datang itu tercakup dalam gambar dari Kristus sebagai batu penjuru dan alas. Bagian utama dari Perjanjian Lama tentang hal ini ialah Yesaya 28:14-18. Banyak ayat-ayat lain mendukung pernyataan tersebut (Kejadian 49:24; 1 Raja-Raja 7:10-11; Mazmur 118:22; Yesaya 8:14; Zakharia 4:7. Bandingkan dengan ayat-ayat di Perjanjian Baru, Kisah Para Rasul 4:11; Roma 9:33; 11:11; Efesus 2:20; 1 Petrus 2:6-8). Pokok pikiran dalam ayat-ayat ini ialah bahwasanya Kristus akan membawa keamanan bagi Israel. 

Perjanjian Lama memberikan perhatian banyak terhadap Mesias sebagai Hamba Yehovah. Ayat-ayat penting berkenaan dengan kebenaran ini, lihat Yesaya 42:1-7; 49:1-7; 52:13 -- 53:12. Perjanjian Baru sering menunjuk nubuat-nubuat ini (Matius 8:17; 12:17-21; Lukas 22:37` Yohanes 12:38; Kisah Para Rasul 3:13,26; 4:27; 4:30; 8:32; Roma 10:13; 15:21; 1 Petrus 2:22-24). 

Istitah "Hamba Yehovah" sebagaimana didapatkan di dalam Perjanjian Lama kadang-kadang menunjuk kepada Israel, kadang-kadang kepada sisa orang Israel yang masih setia kepada Tuhan, kadang-kadang secara khusus kepada Mesias, dan di dalam Yesaya 37:35 istilah ini menunjuk kepada Daud. Pokok pikiran utama dalam ramalan-ramalan ini ialah bahwa Kristus sebagai Hamba yang taat, melalui penderitaan dan ker;ratian-Nya la menebus umat-Nya. 

Dalam hubungan dengan nubuatan-nubuatan tentang kerajaan Mesias di masa depan, dinyatakan bahwa Mesias akan melakukan banyak mujizat besar. Kesaksian tentang ini tidak selalu dihubungkan khusus dengan Mesias, melainkan diberikan uraian mengenai keadaan waktu itu. Misalnya dalam Yesaya 35:5-6 tertulis, "Pada waktu itu mata orangorang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak sorai; sebab mata air memancar di padang gurun . . ." Konteks langsung dari ayat-ayat ini berhubungan dengan kerajaan Mesias, tetapi sekaligus menguraikan apa yang dilakukan oleh Mesias itu sendiri. Kristus meminta perhatian terhadap 

kepentingan pekerjaan - pekerjaan-Nya yang ajaib sebagai suatu kesaksian mengenai diri-Nya (Yohanes 5:36). 

Secara keseluruhan, Perjanjian Lama memberikan gambaran yang rnenarik tentang Mesias yang akan datang. la harus didahului oleh seorang utusan, menjadi Juruselamat dan Pelepas, enjalankan jabatan Nabi, Imam dan Raja, menjadi batu penjuru dan alas, menggenapkan pengharapan akan datangnya seorang Hamba Yehovah yang akan menebus umat-Nya, dan melakukan banyak pekerjaan mujizat dan pekerjaan baik. Pekerjaan dan pengajaran-Nya adalah untuk menyatakan kuasa dari Roh TUHAN (Yesaya 11 :2-3). 


NUBUAT-NUBUAT TENTANG KEMATIAN KRISTUS 

Bagian Perjanjian Lama yang memberitahukan tentang kematian Kristus terutama Mazmur 22 Jan Yesaya 53, walaupun banyak ayat lain mendukung ajaran ini. Yesaya 53 menuuguhkan penderitaan Hamba Yehovah, menyatakan sebagian besar dari seluk beluk penting tentang kematian Kristus. la akan dipukuli dengan kejam, "tertikam oleh karena pemberontakan kita" dan "diremukkan oleh karena kejahatan kits" (Yesaya 53:5). Penderitaan-Nya memberikan keselamatan dan kesembuhan (Yesaya 53:5). la membisu di hadapan para penganiaya-Nya laksana seekor domba dibawa ke pembantaian. nyawa-Nya sebagai korban dosa (Yesaya 53:10). Ia akan mati di antara penjahat-penjahat, dan kuburnya di antara orang kaya (Yesaya 53:9). 

Penderitaan-Nya bukan disebabkan oleh dosa-Nya sendiri, karena "ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya" (Yesaya 53:9b). Pendeknya, Yesaya memberikan catatan yang teliti mengenai seluk beluk penderitaan dan kematian Kristus lengkap dengan sebab-musabab theologis bagi kematian-Nya -- la mati karena dosa-dosa manusia, untuk memuaskan tuntutan Allah . Bahkan pemeriksaan sepintas lalu terhadap catatan Perjanjian Baru me nunjukkan bahwa semua seluk beluk nubuatan ini sudah digenapi. 

Tatkala berada di kayu salib, Kristus sendiri mengutip dari Mazmur 22, dan ini menujukan perhatian kita kepada nubuatan-nubuatan yang ada dalam mazmur tersebut. Mesias akan ditinggalkan oleh Allah (Mazmur 22:2), dihina dan diejek (Mazmur 22:7-9), menanggung penderitaan yang tak terkatakan (Mazmur 12:15-17), segala tulang-Nya terlepas dari sendinya (Mazmur 22:15), Ia menderita kehausan (Mazmur 22:16), tangan dan kakinya ditusuk -- suatu petunjuk tentang penyaliban (Mazmur 22:17), pakaian-Nya dibagi-bagi dan jubah-Nya diundi (Mazmur 22:10), Ia harus mati (Mazmur 22:16). Mazmur ini secara teratur memberikan gambaran jelas tentang penderitaan Kristus di kayu salib, yang digenapi setiap bagian sampai sekecil-kecilnya dalam peristiwa penyaliban yang dicatat oleh keempat Injil. 

Banyak ayat-ayat lain yang bertebaran dalam Perjanjian Lama menunjuk kepada kematian Kristus dan melengkapi gambaran nubuat ini. Ia akan dikhianati oleh sahabat-Nya (Mazmur 41:10), difitnah (Mazmur 35:11) dan diludahi (Yesaya 50:6), tulang-tulang-Nya tidak akan dipatahkan (Mazmur 34:21). 

Tidak hanya Perjanjian Baru mencatat penggenapan nubuatan itu, tetapi Kristus sendiri melengkapkan gambaran nubuatan tentang kematian-Nya. Berkali-kali Ia meramalkan penyaliban-Nya (Matius 12:38-42; 16:21; 17:22-23; 20:18-19; 26:31; Markus 8:31; 9:31; 10: 32-34; Lukas 9:22,44; 18:31-33; Yohanes 12:32-33). Hanya sedikit kejadian lain yang diberi gambaran begitu lengkap dan terperinci sebelum terjadi. Maka kita dapat mengatakan bahwa seluruh nubuatan mempunyai titik pusat pada penderitaan dan kematian Kristus. 


NUBUAT-NUBUAT TENTANG KEBANGKITAN KRISTUS 

Walaupun banyak ayat dalam Perjanjian Lama yang memberitahukan lebih dahulu tentang kebangkitan Kristus, tetapi hanya sedikit yang ditulis khusus. Di antaranya yang penting ialah Mazmur 16:10, "Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan." Memang sudah biasa beberapa gelintir sarjana berusaha mengecilkan, dan kalau mungkin meniadakan unsur tentang Mesias dari nubuatan Perjanjian Lama. Oehler, misalnya, mengatakan bahwa ia tidak melihat petunjuk tentang adanya Mesias dalam Mazmur 16:10) A.B.Davidson tidak membicarakannya dalam tulisannya tentang nubuatan Perjanjian Lama. Bagaimanapun juga Perjanjian Baru menjadikannya jelas, kepada semua orang yang menerima bahwa Kitab Suci tak pernah salah, bahwa Mazmur 16:10 terutama ditujukan kepada Kristus. Petrus, sesudah mengutip ayat ini dalam khotbahnya pada hari Pentakosta, menyatakan dengan terus terang bahwa ayat ini bukan untuk Daud melainkan ditujukan kepada Kristus (Kisah Para Rasul 2:25-31). Paulus dalam khotbahnya di Antiokhia Pisidia menyatakan bahwa ayat ...ini untuk Kristus juga (Kisah Para Rasul 13:34-37). Maka di sini kita melihat suatu tafsiran dengan penyaksian ganda dari ajaran Petrus dan Paulus yang menerima ilham ilahi. Apabila Daud mati dan tubuhnya menjadi debu, maka Kristus mati dan hidup kembali dari antara orang mati. 

Selain dari pada itu kebangkitan Kristus dinuhuatkan dalam setiap ayat yang menggambarkan.Kristus sebagai pemenang atas dosa dan kuasa jahat. Beberapa ayat menyatakan kebangkitanNya.' Mazmur 22:23 meramalkan tentang Kristus, "Aku akan memasyhurkan namaMu kepada saudara- saudaraKu dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah." Ayat ini dikutil) dalam lbrani 2:12. Konteks dari Mazmur 22:23 dan Ibrani 2:12 adalah tentang kemenangan atas maut. Mazmur 118:22-24 menulis tentang "batu yang rlibuang oleh tukang-tukang bangunan telah men jadi batu penjuru." Juga ayat ini melukiskan kebangkitan sesudah penolakan. Yesaya 53:10 agaknya juga mengisyaratkan tentang kebangkitanNya. Sesudah menyebutkan kernatian Hamba Yehovah, ayat itu meneruskan, "umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya." Sulit melihat bagaimana ayat ini dapat digenapkan secara hurufiah sesudah kematian Kristus kecuali melalui kebangkitan. 

Kesaksian Perjanjian Lama -- kecuali Mazmur 16:10 -- tentang kehangkitan Kristus ayak kurang langsung. Namun Perjanjian Baru berdang-dang meramalkan kebangkitarn Knstus secara langsung. Ayat- ayat berikut yang diucapkan oleh Kristus sendiri menunjukkan lengkapnya nubuatan kebangkitan itu : Matius 12:38-40; 16:21; 17:9,23; 20:19; 26:32; 27:63; Markus 8:31; 9:9; 9:31; 10:33-34; 14:58; Lukas 9:22; 18:33; Yohanes 2:19-21. Kebangkitan Kristus -- sama seperti ke rnatianNya – merupakan penggenapan rencana Allah yang sudah ditentutukan sebelumnya. 


NUBUAT-NUBUAT TENTANG KEMULIAAN-NYA 

Perjanjian Lama penuh dengan ayat-ayat tentang kemuliaan Allah. Banyak di antara ayat-ayat ini dikenakan kepada Allah Tritunggal, tetapi ada juga yang merupakan nubuatan mengenai Mesias. Nubuatan-nubuatan besar dari Perjanjian Lama mengenai kerajaan mulia yang akan datang itu sendiri sebenarnya merupakan kesaksian terhadap kemuliaan Sang Raja. Salah satu maksud inti dari kerajaan seribu tahun ialah untuk menyatakan kemuliaan Allah dan kemuliaan Anak Allah. Misalnya Mazmur 24, meramalkan datangnya Raja kemuliaan, dan konteksnya menunjukkan bahwa hal itu terutama menunjuk kepada Anak Allah. Mazmur 72 yang berisi pemandangan umum tentang kerajaan yang akan datang itu, menutup dengan berkat, "Dan terpujilah kiranya namaNya yang mulia selamalamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi." Yesaya meramalkan, "Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan." (Yesaya 4:2a). 

"Tunas" di sini agaknya menunjuk kepada Kristus. Yesaya bertanya, "Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?" (Yesaya 63:1). Jelas dengan melihat konteksnya, ayat ini ditujukan kepada Mesias. Daniel memberikan suatu gambaran yang luas, "Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah" (Daniel 7:14). 

Karena begitu banyak ayat-ayat tentang kemuliaan Mesias, yang sangat kontras dengan penderitaan-Nya, maka rasul Petrus menyebutkan persoalan ini, "Kesetamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabinabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu" (1 Petrus 1:10-11). Dengan perkataan lain, nabi-nabi Perjanjian Lama sendiri, yang menyadari adanya dua macam nubuat yaitu tentang penderitaan dan kemuliaan Kristus, tidak dapat menyelaraskan kontradiksi ini. 

Perjanjian Baru menguatkan kemuliaan yang akan datang ini, yang akan terjadi sesudah penderitaan. Kristus pada saat kenaikan-Nya ke sorga kembali ke kemuliaan. Kitab Suci sering menyebutkan saat' kemuliaan- Nya sekarang di sorga (Markus 16:19; Lukas 24:51; lbrani 4:14; 9:24; 1 Petrus 3:22). Dari keadaan kemuliaan ini la akan kembali untuk menjemput Gereja-Nya(Yohanes 14:1-3; 1 Korintus 15:51-52; 1 Tesalonika 4:13-18). Sesudah gereja diangkat ke dalam kemuliaan , gereja akan diadili oleh Kristus (1 Korintus 3:12-15; 9:16-27; 2 Korintus 5:8-10; Wahyu 3:11). Lalu Kristus akan kembali keduakalinya ke bumi dengan segala kemuliaan (Matius 26:64; Lukas 21:27; Kisah Para Rasul 1: 11). Sesudah memerintah di bumi dimulailah pemerintahan yang kekal (1 Korintus 15:24-28). Bagaimanapun juga, dari saat kenaikan- Nya, Kristus berada dalam keadaan mulia-Nya dan segala pekerjaan serta penampakkan diri-Nya sesuai dengan kemuliaan-Nya. Perjanjian Baru menambahkan banyak seluk beluk terhadap garis besar nubuatan ini, tetapi fakta tentang kemuliaan-Nya juga dikuatkan oleh Perjanjian Lama. 


1C.YESUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUAT PERJANJIAN LAMA

BUKTI NUBUAT SANG MESIAS

Terdapat 322 nubuat mengenai sang Mesias dalam Perjanjian Lama. Berikut ini adalah deskripsi sang Mesias hanya dart nubuat Perjanjian Lama.

Sang Mesias akan diturunkan dari Sem (Kejadian 9,10), Abraham (Kejadian 22:18), Ishak (Kejadian 26:2-4), Yakub (Kejadian 28:14), Yehuda (Kejadian 49:10), Isai (Yesaya 11:1-5), dan Raja Daud (Samuel 7:11-16). Sebuah bintang cemerlang (Bilangan 24:17) akan muncul ketika Ia dilahirkan di kota Betlehem di tanah Efrata (Mikha 5:2). Itu akan merupakan kelahiran mukjizat oleh seorang perawan. (Yesaya 7:14)

Sang Mesias unik, Ia sudah ada sebelum kelahiran-Nya. (Mikha 5:2) Ia akan mengadakan banyak mukjizat: meneduhkan laut (Mazmur 107:29), dan membuat yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu berbicara.

(Yesaya 35:4-6) Ia akan dirujuk dengan banyak cara termasuk: Allah menyertai kita, penasihat ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal dan raja damai. (Yesaya 9:6) Suatu hari Ia akan memerintah atas segalanya-semua bangsa akan sujud bertelut kepada-Nya. (Yesaya 45:23; Mazmur 22)

Sang Mesias, bagaimanapun juga, akan datang untuk menyelamatkan umat manusia. (Yesaya 53) Ia akan menjadi korban dosa manusia (Yesaya 53) dan memberikan diri-Nya kepada Yerusalem sebagai raja yang diurapi sekaligus anak domba Paskah.

(Yesaya 53) Ini akan terjadi tepat 173.880 hari setelah dekrit yang dikeluarkan oleh Artahsasta untuk membangun kembali baik Yerusalem maupun Bait Suci. (Daneil 9:20-27) Jadi, empat hari sebelum paskah, sang Mesias akan menghadirkan diri-Nya kepada Yerusalem yang bersukaria dengan menunggang seekor keledai. (Zakharia 9:9) Namun kemudian Ia akan sangat menderita. (Yesaya 53) Ia akan ditolak oleh banyak orang termasuk sahabat- sahabat-Nya. (Yesaya 53) Ia akan dikhianati oleh seorang sahabat (Mazmur 41:9) untuk 30 uang perak. (Zakharia 11:12,13) Belakangan uang itu akan dilemparkan ke lantai bait suci (Zakharia 11:12,13) dan akhirnya akan diberikan kepada penuang logam.18 Ketika diadili Ia tidak akan mem (Yesaya 53) bela diri. Ia tidak akan mengatakan apa-apa kecuali yang diharuskan oleh hukum. Israel akan menolak Dia. (Yesaya 8:14)

Sang Mesias akan dibawa ke sebuah puncak bukit yang diidentifikasi Abraham sebagai "Tuhan menyediakan." (Kejadian 22) Di sana Ia akan disalibkan dengan tangan dan kaki tertusuk. (Mazmur 22) Musuh-musuh- Nya akan mengelilingi Dia, (Mazmur 22) mengolok-olok Dia, dan akan membuang undi untuk pakaian-Nya. (Mazmur 22) Ia akan berseru kepada Tuhan bertanya

mengapa Ia "ditinggalkan." (Mazmur 22) Ia akan diberi cuka dan anggur. (Mazmur 69:20-22) Ia akan mati bersama para pencuri.

(Yesaya 53) Namun tidak seperti pencuri-pencuri itu, tak satu pun tulang-Nya akan dipatahkan. (Mazmur 22) Jantung-Nya akan gagal (Mazmur 22)... seperti yang diindikasikan oleh darah dan air yang memancar ke luar (Mazmur 22) ketika Ia ditikam dengan sebatang tomak. (Zakharia 12:10) Ia akan dikuburkan di kuburan seorang kaya. (Yesaya 53) Dalam tiga hari Ia akan bangkit dari kematian. (Yesaya 53; Mazmur 22)


Referensi diambil dari:

Judul Buku : Bukti Nubuat Sang Mesias
Pengarang : Ralph O. Muncaster
Penerbit : Gosperl Press, Batam, 2002
Halaman : 55 – 57

Sumber dari : http://www.pesta.org/


*********************************************************************************


Muhammad – Adakah Nubuat Baginya di Alkitab?


‘Nubuat' secara bahasa berhubungan dengan kenabian. Satu ‘nubuatan’ menyatakan informasi atau berita tentang kejadian-kejadian di masa depan.
Kedatangan Isa Al-Masih Dinubuatkan Nabi Besar

Al-Quran mengatakan Isa Al-Masih adalah “. . . seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . . .” (Qs 3:45). Layaklah bila seorang nabi besar menubuatkan kedatangan Isa Al-Masih, bukan?

Perhatikanlah nubuat yang disampaikan nabi besar Yesaya lima ratus tahun sebelum Isa Al-Masih datang.“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Kitab Nabi Besar Yesaya 7:14). Dalam Injil, oleh malaikat Tuhan, Isa Al-Masih diberi nama “Imanuel”.
Siapa Yang Menubuatkan Kedatangan Muhammad?

Orang Islam percaya Muhammad adalah nabi akhir zaman. Dia juga dikenal sebagai penutup nabi-nabi sebelumnya. Sayangnya, tidak satupun ayat Alkitab yang berbicara tentang hal itu.

Memang pakar Islam ingin meneguhkan iman orang Islam akan kenabian Muhammad. Mereka berusaha untuk mencari ayat-ayat di Alkitab yang dapat diklaim sebagai nubuat kedatangannya. Namun, tidak satupun ayat-ayat tersebut yang mengarah ke sana.
Benarkah Alkitab Bicara Tentang Nabi Umat Islam?

Beberapa ayat Alkitab yang sering digunakan pakar Islam sebagai nubuat kedatangan Muhammad adalah:

Pertama: Taurat, Kitab Ulangan 18:18 “Seorang nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini (Musa); Aku akan menaruh FirmanKu dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya”.

Ayat di atas adalah sabda Allah pada Musa. Allah mengatakan akan ada seorang nabi “dari antara saudaramereka”. Yang dimaksud dengan 'mereka' di sini adalah bangsa Israel. Jelas Muhammad tidak berasal dari bangsa Israel, tetapi dari suku Quraysi.

Kedua: Taurat, Kitab Ulangan 34:10 “Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel”.

Sulit diterima akal mengapa umat Islam mengklaim ayat di atas sebagai nubuat untuk Muhammad. Pada hal jelas-jelas ayat tersebut tidak ada sedikitpun menyinggung tentang Muhammad.

Ketiga: Kitab Nabi Yesaya 29:12 “Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: ‘Baiklah baca ini,’ maka ia akan menjawab: ‘Aku tidak dapat membaca’”.

Menurut kepercayaan orang Islam, Muhammad tidak dapat baca tulis. Itulah alasan mereka mengklaim ayat di atas sebagai nubuat kenabian Muhammad. Benarkah?

Jelas ayat di atas tidak ada hubungannya dengan Muhammad. Sebab bila disimak pada ayat selanjutnya, khususnya ayat 13 dan 14, ayat ini merupakan teguran keras dari Allah atas sikap bangsa Israel yang bebal. Jelas orang Islam tidak menganggap Muhammad bebal seperti bangsa Israel pada masa itu!

Keempat: Injil, Rasul Besar Yohanes 14:16 “.....dan Ia (Allah) akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”.

Siapa yang dimaksudkan sebagai ‘Penolong’? Ayat 17 menekankan bahwa ‘Penolong’ adalah Roh Kebenaran. Bukan manusia! Lebih lanjut dikatakan “dunia tidak dapat melihat Dia”. Memang, sebab ‘Penolong’ adalah Roh adanya.

Sayangnya, orang masih sering menggunakan ayat di atas sebagai nubuat untuk Muhammad. Mereka percaya yang disebut dengan 'Penolong' pada ayat di atas adalah nabi mereka.
Tidak Ada Nubuat Muhammad di Alkitab

Demikianlah beberapa ayat yang sering dikutip pakar Islam sebagai nubuat kedatangan Muhammad. Faktanya, tidak satupun ayat tersebut bicara tentang Muhammad. Hal inilah salah satu alasan mengapa orang Kristen tidak mengakui Muhammad sebagai nabi yang diutus Allah.

Selain itu, juga terdapat beberapa ajaran Muhammad yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan dalam Injil dan Taurat (Seperti: Syahadat, naik haji, dll.).
Pengikut Isa Al-Masih Tidak Butuh Nabi Lain

Tetapi, alasan utama pengikut Isa Al-Masih tidak menerima Muhammad, karena mereka tidak membutuhkan nabi lain! Mengapa? Sebab mereka telah menerima jaminan keselamatan dari Isa Al-Masih. Bagi mereka, tidak ada keragu-raguan tentang Keselamatan dan Hidup Kekal di sorga.

Kiranya renungkanlah janji indah Isa Al-Masih berikut, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:2).

[Staff Isa dan Islam – Rindukah saudara mempunyai kepastian mengenai masuk sorga? Artikel tentangKeselamatan dalam Isa Al-Masih dapat membantu saudara mendapatkannya.]


*********************************************************************************

Nubuat Yesus

Kristen menyatakan, seluruh isi Perjanjian Lama hanya menubuatkan datangnya hanya satu juru selamat (Mesias), yaitu Yesus Kristus. Saya meyakini setiap Nabi telah dinubuatkan oleh Nabi sebelumnya, tidak terkecuali Yesus. Tapi sangat berlebihan jika mengatakan seluruh Perjanjian Lama menubuatkan hanya satu mesias yaitu Yesus. Kita harus ingat, Perjanjian Baru (bukanlah firman Tuhan) yang ditulis sesudah Perjanjian Lama, para penulis Perjanjian Baru adalah orang-orang yang hidup di dalam sebuah zaman yang menuntut mereka untuk mencari pembenaran bagaimanapun caranya tentang kemesiasan Yesus dari Kitab Taurat dan Kitab Nabi-Nabi yang di akui otoritasnya oleh orang-orang Yahudi. Memperhatikan hal tersebut, para penulis Perjanjian Baru sangat mungkin menulis kisah-kisah tentang Yesus yang telah disesuaikan dengan ayat-ayat yang dapat dikaitkan atau disebut-sebut sebagai nubuat di dalam Perjanjian Lama, di tambah ayat-ayat Perjanjian Lama yang banyak menggunakan kalimat-kalimat kiasan sangat mempermudah kerja para penulis Perjanjian Baru atau Gereja untuk menafsirkan atau membuat nubuat Perjanjian Lama hanya merujuk pada satu-satunya mesias, yaitu Yesus Kristus. Beberapa contoh ayat-ayat Perjanjian Lama yang di sebut-sebut sebagai Nubuat akan datangnya Yesus Kristus;

1. Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. (Kejadian 49: 10)

Ayat di atas tidak cocok bila dikatakan sebagai nubuat kedatangan Yesus, karena Yesus tidak pernah mempunyai kerajaan dan tidak pernah menaklukkan bangsa-bangsa, bahkan untuk menaklukkan bangsa Israel sekalipun.

Tapi bagaimana jika seorang Kristen menjawab, bahwa nubuat pada ayat di atas adalah nubuat kedatangan Yesus yang ke dua kalinya?

Jawaban saya; hal itu belum pasti! Apakah anda mau hidup dalam ketidakpastian seumur hidup...?

2. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. (2 Samuel 7: 12-14)

Seseorang yang dinubuatkan dalam ayat di atas adalah anak kandung Daud, memiliki kerajaan, dan mendirikan rumah Tuhan (Bait Allah) tidak sesuai untuk seorang Yesus, karena Yesus bukan anak kandung Daud, tidak memiliki kerajaan, dan tidak pernah mendirikan Bait Allah. Nubuat ayat di atas adalah untuk Salomo yang anak Daud (1 Tawarikh 29: 19), memiliki kerajaan yang besar (1 Tawarikh 29: 25), mendirikan Bait Allah (2 Tawarikh 2:1).

3. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. (Maleakhi 3: 1)

Ayat di atas adalah kiasan bagaimana Tuhan akan masuk ke Bait-Nya, oleh Kristen kalimat “Tuhan” pada ayat di atas ditafsirkan sebagai Yesus, tetapi bila kita membaca ayat selanjutnya maka akan sangat terlihat kemustahilan kalimat “Tuhan” tersebut adalah Yesus...

Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. (Maleakhi 3:2)

Jadi Tuhan yang dimaksud pada ayat 1 di atas adalah Tuhan yang siapapun tidak akan tahan akan kedatangannya dan siapapun tidak akan dapat tetap berdiri apabila ia menampakkan diri. Oleh karena itu Yesus tidak mendapatkan tempat sebagai Tuhan dalam ayat-ayat di atas karena tidak memiliki ciri-ciri sebagaimana yang disebutkan.

Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! (Yesaya 40: 3)

Ayat di atas biasanya dihubungkan dengan Matius 3: 1-3 yang berbunyi; “Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."

Penulis Matius pada ayat di atas sama sekali tidak bermaksud mengatakan Yesaya 40: 3 adalah nubuat untuk Yesus, tetapi bermaksud menyatakan nubuat Yesaya 40: 3 di atas adalah nubuat akan datangnya Kerajaan Sorga, sebagaimana yang di maksud pada Matius 3: 1-3.

4. Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mikha 5: 1)

Ayat di atas juga disebut sebagai nubuat akan kedatangan Yesus, tapi sayangnya...ciri yang di sebut dalam ayat di atas tidak terdapat dalam diri Yesus, karena Yesus tidak pernah memerintah Israel, dan Yesus lahir ke dunia dari rahim seorang wanita sebagaimana manusia lainnya.

5. Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7: 14)

Untuk lebih jelas siapakah yang dimaksud Imanuel dalam ayat di atas, mari kita baca ciri-ciri Imanuel pada ayat selanjutnya dan apakah sama dengan ciri-ciri Yesus?

Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong. (Yesaya 7: 15-16)

Seorang yang dinubuatkan dalam Yesaya 7: 14-16) di atas memiliki ciri; bernama Imanuel dan akan makan dadih dan madu sampai tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik (sampai dewasa). Kedua ciri tersebut tidak ada dalam diri Yesus.

Menjawab Pertanyaan

Namun adakah tercatat bahwa bangsa Arab pernah siap-siap menantikan kedatangan seorang Rasul Agung yang akan membawa kabar gembira seperti yang dimaksudkan Tuhan?

Kedatangan seorang Nabi biasanya dikabarkan oleh Nabi yang lebih dahulu ada sebelum kedatangan Nabi tersebut kepada Umatnya. Bangsa Arab tidak memiliki Nabi sebelum Nabi Muhammad saw, Nabi yang paling dekat dengan diutusnya Nabi Muhammad saw adalah Nabi Isa al-Masih as, yang berasal dari Israel, al-Masih lah yang telah mengabarkan tentang kedatangan Nabi setelah dirinya. Allah tidak pernah membeda-bedakan Arab dengan Israel, atau Nabi Arab dengan Nabi Israel, orang-orang kafir ahli kitab lah yang sering membeda-bedakannya.

Apakah Nabi Muhammad saw. Pernah mengkorfirmasikan bahwa dirinya “Ahmad” yang dinubuatkan Nabi Isa as?

Pernah, yaitu dalam hadist dibawah ini:

Abul Yaman memberitahu kami, syu’aib memberitahu kami, dari Az-Zuhri, ia berkata, Muhammad bin Jubair bin muth’im telah memberitahuku, dari ayahnya, dia menuturkan, aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama. Aku adalah Muhammad, aku juga Ahmad, aku adalah al-Maahi (penghapus) yang dengannya Allah menghapus kekufuran, dan aku adalah al-haasyir (pengumpul), dimana umat manusia akan dikumpulkan dibawah kedua kakiku, dan aku adalah al-‘Aaqib (penutup)” (Sahih Bukhari)

Abu Dawud ath-Thayalisi meriwayatkan dari Abu Musa, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam pernah menyebutkan beberapa Nama untuk dirinya kepada kami, ada sebagian yang kami hafal, Beliau bersabda: “Aku adalah Muhammad, Ahmad, al-Haasyir (pengumpul), al-Muqaffah (penutup para Nabi), Nabiyyurrahmah wat Taubah wal Malhamah (Nabi pembawa Rahmat, Taubat dan peperangan).” (Sahih Muslim)

Mengapa Allah memilih nama Ahmad dan bukan Muhammad?

Nama Ahmad adalah nama pemberian Allah kepada Nabi Saw. Sebelum beliau dilahirkan, sedangkan nama Muhammad adalah nama pemberian manusia terhadap Nabi Saw. Sesudah beliau dilahirkan. Ahmad dan Muhammad memiliki kesamamaan arti, nama Ahmad pula sudah dikonfirmasi oleh Nabi Saw. Sendiri seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Sedangkan nubuat Yesaya yang disebut oleh Matius sebagai nubuat nama Yesus dalam Perjanjian Lama yaitu Imanuel, sama sekali tidak sama dari segi nama maupun arti dan Yesus pun tidak pernah mengkonfirmasi dirinya adalah Imanuel yang pernah disebut oleh Yesaya.

Penutup

Kesalahan Kristen sering terjadi manakala memahami istilah Taurat dan Injil yang disebut dalam Al-Qur’an sama dengan Taurat dan Injil dalam pandangan mereka. Taurat yang disebutkan Al-Qur’an tidak lepas dari kepemilikian kitab ini oleh orang-orang Yahudi di masa Nabi Saw. Hidup. Sedangkan menurut sejarah, umat Yahudi tidak pernah menerima Perjanjian Lama (Taurat) hasil kanon Gereja, umat Yahudi lebih suka menggunakan Perjanjian Lama (Taurat) hasil kanonnya sendiri. Bagaimana mungkin Kristen dengan sangat arogan menyamakan Perjanjian Lama (Taurat) milik Yahudi dengan Perjanjian Lama (Taurat) miliknya sendiri? Sedangkan Injil yang di maksud Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa al-Masih As. Seperti halnya kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As. Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa Putera Maryam, membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Taurat. Dan kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Ma’idah: 46)

Sedangkan kitab Injil (Perjanjian Baru) yang ada sekarang adalah bukanlah firman Tuhan, melainkan tulisan tangan manusia, seperti Matius, Lukas, Markus dan Yohanes yang dikatakan sebagai firman Tuhan. Maka Allah Swt menjanjikan kecelakaan bagi mereka, sebagaimana firman-Nya, “Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 79) 


*********************************************************************************


NUBUATAN TENTANG YESUS

KRISTUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUAT PERJANJIAN LAMA (PL).

A. YESUS ADALAH ANAK DOMBA TUHAN YANG DINUBUATKAN

Dari kitab PL kita dapat mempelajari bahwa Yesus Kristus adalah Anak Domba Tuhan. Pada masa itu, domba digunakan sebagai korban penghapus dosa (korban yang dibunuh dan diletakkan di atas mezbah) yang sifatnya tidak kekal (karena harus dilakukan setiap tahun). Tetapi Yesus yang adalah Tuhan sendiri turun ke dalam dunia menjadi Anak Domba untuk dikorbankan sebagai penghapus dosa yang sifatnya kekal, karena dilakukan satu kali untuk selamanya. Di samping itu, kita juga dapat mempelajari bagaimana kitab PL telah berbicara mengenai prosesi kedatangan Anak Domba Tuhan ke dalam dunia dan bagaimana kitab Perjanjian Baru (PB) menunjukkan bahwa nubuat-nubuat ini digenapi dalam diri Yesus Kristus. Kita perlu ingat bahwa para nabi PL hidup dan berbicara ratusan tahun sebelum Yesus lahir. Mereka berbicara sebagaimana Tuhan mengajar mereka melalui Roh Kudus. Dan hal-hal yang mereka katakan itu benar-benar terjadi.

“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak Domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia.” (Yohanes 1:29)

Yohanes Pembaptis mengatakan secara langsung bahwa Yesus adalah “Anak Domba Tuhan”. Kata-kata tersebut mempunyai arti yang besar bagi para pendengarnya karena seekor domba mempunyai fungsi sebagai korban penghapus dosa mulai dari zaman PL hingga saat Yohanes mengeluarkan perkataan itu. Jika Anda ingin mengerti dengan benar gambaran yang diberikan kepada Yesus ini dan apa yang sudah Dia perbuat untuk umat manusia, maka kita harus belajar tentang korban anak-anak domba dalam PL.


1. Perlunya Seekor Domba Dalam PL

Perlunya penebus atau domba sebagai pengganti sudah dinubuatkan semenjak zaman Abraham. Ketika Abraham diperintahkan oleh Tuhan untuk mengorbankan anaknya, malaikat Tuhan pun menghentikan Abraham yang taat pada perintah Tuhan dan hendak mengorbankan anaknya. Malaikat Tuhan pun menyediakan seekor domba jantan untuk dikorbankan sebagai ganti anaknya Abraham. Cerita ini terdapat baik dalam Alquran dan Alkitab.

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami TEBUS anak itu dengan seekor (KURBAN) sembelihan yang besar. (Qs 37:106-107)

Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai KORBAN bakaran PENGGANTI anaknya. (Kejadian 22:13)

Ada banyak perintah yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya. Ada hal-hal tertentu yang tidak boleh mereka lakukan. Ada juga hal- hal yang harus mereka lakukan. Bila seseorang mengetahui kehendak Tuhan dan menolak untuk menaatinya, orang tersebut berdosa terhadap Tuhan. Dosa adalah penolakan untuk melakukan kehendak Tuhan karena kita memilih melakukan kehendak kita sendiri.

Sebagai contoh, bayangkanlah seandainya ada seorang laki-laki yang hidup pada masa PL. Laki-laki ini telah berdosa terhadap Tuhan. Sesudah berdosa, dia sangat menyesal dan mulai berpikir, “Apa yang harus saya perbuat?” Lalu dia pergi kepada Imam dan berkata, “Saya telah berdosa melawan Tuhan. Apa yang harus saya perbuat?”

Imam itu akan menjelaskan kepadanya bahwa dosa adalah suatu hal yang sangat serius bagi Tuhan. Orang itu harus dihukum atau harus ada orang lain yang menggantikan hukuman bagi dosa-dosanya. Yang jelas, dosa membawa akibat, yaitu hukuman. Selanjutnya, imam akan memberitahukan kepadanya bahwa Tuhan telah memberikan suatu rencana sehingga seekor domba dapat dikorbankan untuk menghapus dosanya. Artinya, domba itu harus menderita hukuman sebagai pengganti orang berdosa tersebut. Dengan demikian dosa-dosanya dapat diampuni. Bacalah Imamat 4:32-35.

Andai kata orang tadi memohon, “Biarkanlah saya mengakui dosa saya padamu dan barangkali Tuhan akan mengampuninya.” Maka imam itu akan menjawab, “Tidak! Sesuai ketetapan Tuhan, di mana ada dosa, di situ juga harus ada kematian untuk membayar hukuman atas dosa tersebut.”

Ia mungkin berkata, “Saya berjanji bahwa saya tidak akan melakukan dosa lagi. Dapatkah dosa ini diampuni tanpa mengorbankan seekor domba?” Imam akan menjawab, “Tidak, sesuai dengan ketetapan Tuhan, jika seseorang ingin agar dosa-dosanya diampuni, maka harus ada darah yang tertumpah” (Ibrani 9:22). Akhirnya, setiap manusia perlu meyadari bahwa jika dia benar-benar menghendaki agar dosa-dosanya dapat diampuni, ia harus mengikuti ketetapan Tuhan, yaitu mengorbankan seekor anak domba sebagai pengganti.

Sama seperti cerita Abraham, anak domba yang sejati untuk dosa-dosa kita Tuhan sendirilah yang sediakan. Yang perlu kita lakukan hanyalah bertobat dan menerima penebusan itu. Inilah ketetapan Tuhan yang maha adil dan maha pengasih.


2. Jenis Domba yang Dibutuhkan

Tuhan telah menguraikan secara jelas dalam Alkitab bahwa jenis anak domba yang dikorbankan harus yang terbaik atau tanpa cacat; tidak sakit, terluka, atau yang tidak sempurna. Oleh sebab itu, ketika seseorang membawa seekor anak domba kepada Imam, dia akan memeriksanya dengan sangat cermat untuk meyakinkan bahwa anak domba tersebut benar-benar telah memenuhi semua kriteria (memiliki semua kualitas) yang ditetapkan dalam PL.

Tuhan sendiri telah menyampaikan pernyataan mengenai Yesus demikian, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:17). Yesus adalah satu-satunya pribadi yang memenuhi semua kualifikasi seperti anak domba dalam PL. Dia adalah pribadi yang sempurna dan tanpa dosa. Dengan demikian, Dia dapat menjadi korban “Anak Domba” untuk menggantikan hukuman atas dosa-dosa kita.


3. Kematian Anak Domba adalah untuk Orang Berdosa

Jika domba yang dibawa telah dipandang baik oleh imam, ada dua hal akan terjadi. Pertama, si pembawa korban akan meletakkan tangan mereka di atas kepala anak domba tadi dan mengakui dosanya. Ini adalah suatu gambaran bahwa dosa yang telah diakui orang itu telah dipindahkan dan diletakkan di atas anak domba tersebut.

Kedua, domba yang memikul dosa dan kesalahan orang tadi harus mati. Imam membawa domba tersebut dan dikorbankan menurut petunjuk yang diberikan oleh Tuhan. Anak domba yang tak bersalah itu telah mati untuk manusia yang bersalah.

Inilah yang terjadi ketika Yesus mati di atas kayu salib. Sebagai Anak Domba Tuhan, Dia menanggung dosa-dosa kita pada diri-Nya sendiri. Dia menderita dan mati oleh karena dosa-dosa kita. Hal ini terjadi supaya kita memperoleh pengampunan dosa dan kehidupan kekal selama-lamanya. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Tuhan” (2Korintus 5:21).


4. Jalan Pengampunan Dosa

Kita perlu memahami beberapa hal secara jelas. Ini benar dalam masa PL dan juga masa kini, jika seseorang mencari pengampunan atas dosa-dosanya, hal-hal berikut inilah yang harus terjadi.

a. Dia harus menyadari bahwa dia telah berdosa terhadap Tuhan. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan” (Roma 3:23).

b. Dia harus sungguh-sungguh menyesal atas dosa-dosa-nya. Dia harus mau meninggalkan semua dosa-dosanya. Tuhan tidak akan menerima suatu korban tanpa ada penyesalan yang dalam (Amos 5:21-24).

c. Dia harus menerima rencana pengampunan Tuhan. Hanya ada satu cara untuk pengampunan, yaitu melalui Yesus Kristus Anak Domba Tuhan.

Dengan mengerti hal-hal di atas dan tentang korban domba, Kita dapat lebih mengerti akan apa yang dimaksud Yohanes Pembaptis ketika dia memanggil Yesus dengan sebutan “Anak Domba Tuhan”. Yang dia maksudkan ialah bahwa Yesus adalah Juru Selamat tanpa dosa yang telah Tuhan utus ke dalam dunia untuk mati menanggung dosa-dosa kita.


B. KEHIDUPAN YESUS DI DUNIA TELAH DINUBUATKAN

Kita akan mempelajari beberapa kebenaran agung yang berhubungan dengan Tuhan kita, Yesus Kristus, sebagaimana diajarkan dalam firman Tuhan, yaitu Alkitab. Ratusan tahun sebelum Yesus lahir, para nabi dari Perjanjian Lama (PL) telah banyak berbicara tentang pesan Tuhan kepada manusia. Pesan itu adalah bahwa Tuhan akan mengirimkan seorang Juru Selamat (seseorang yang akan membebaskan manusia dari dosa dan menjadikannya benar di hadapan Tuhan) ke dalam dunia. Mereka tidak hanya membicarakan prosesi kedatangan-Nya, tetapi juga hal-hal tertentu yang akan terjadi dalam kehidupan-Nya.

“Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama- Nya.” (Kisah Para Rasul 10:43)

Ayat tersebut adalah perkataan Rasul Petrus ketika berkhotbah di hadapan sekelompok orang. Dia mengingatkan mereka akan semua yang telah dikatakan para nabi tentang Yesus dan bagaimana keselamatan (menjadi benar di hadapan Tuhan) dapat diterima lewat iman dalam Yesus. Artinya, semua hal yang berhubungan dengan diri-Nya telah diberitahukan (dinubuatkan) jauh sebelum ia lahir ke dalam dunia ini.


1. Tempat Kelahiran-Nya Telah Dinubuatkan Sebelumnya (Mikha 5:1)

Mikha menyampaikan kata-kata ini lebih dari tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan. Memang mustahil bagi manusia bisa mempunyai pengetahuan seperti itu. Hanya oleh Roh Kudus yang bisa memberitahukannya. Melalui Matius 2:1-6 kita tahu bahwa Yesus adalah orang yang menggenapi nubuat dalam PL ini.


2. Perawan yang akan Melahirkan Telah Dinubuatkan (Yesaya 7:14)

Ketika Yesaya berbicara tentang seorang perawan yang akan melahirkan Yesus, ia sama sekali tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Ini juga merupakan sesuatu yang mustahil bahwa seorang perawan dapat melahirkan, jika bukan karena kuasa dari Tuhan yang menyebabkan perkara itu bisa terjadi. Tetapi dari Lukas 1:26-35, kita tahu bagaimana Maria, seorang perawan (dia belum menikah), menjadi ibu Yesus. Meskipun Yusuf diketahui sebagai ayah Yesus, firman Tuhan mengajarkan dengan jelas kepada kita bahwa Yusuf dan Maria tidak hidup bersama sebagai suami istri sampai Yesus lahir. Kita mempelajari hal ini dalam Matius 1:18-25. Semuanya terjadi tepat seperti yang Tuhan firmankan Tuhan lewat Nabi Yesaya.


3. Yesus Mempunyai Roh Kudus yang telah Dinubuatkan (Yesaya 42:1)

Ketika membaca PB, kita menemukan janji yang telah diucapkan oleh Yesaya ini benar-benar digenapi. Yesus dipenuhi Roh Tuhan, yang disebut Roh Kudus dalam PB. Bacalah dengan teliti Yohanes 1:32-34. “Sebab siapa yang diutus Tuhan, Dialah yang menyampaikan firman Tuhan, karena Tuhan mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada- Nya” (Yohanes 3:34-35).


4. Penolakan Manusia akan Yesus telah Dinubuatkan (Yesaya 53:3)

Sudah bertahun-tahun orang Israel menantikan seorang Juru Selamat sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi. Tetapi mereka tidak tahu seperti apa Juru Selamat yang akan diutus Tuhan kepada mereka. Mereka mengharapkan seorang Juru Selamat yang bisa menyelamatkan mereka dari musuh-musuh Israel dan memberikan kekayaan dan kuasa yang besar. Tapi Tuhan mengutus Yesus bukan untuk melakukan keinginan manusia tapi untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Karena itu Yesus datang memberitahukan tentang dosa manusia dan kebutuhan untuk berpaling dari dosa-dosa mereka. Manusia menjadi menolak Yesus. Nubuat ini telah disampaikan lama sebelum terjadi dan dari kitab PB kita membaca bagaimana pemerintah dan pemimpin agama membenci Yesus dan akhirnya memakukan-Nya di atas kayu salib. Bacalah penolakan akan Yesus di dalam Matius 27:22-23, “Kata Pilatus kepada mereka, ‘Jika begitu apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?’ Mereka semua berseru. ‘Ia harus disalibkan!’ Katanya, ‘Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?’ Namun mereka makin keras berteriak, ‘Ia harus disalibkan!'”


5. Yesus Masuk ke Yerusalem Telah Dinubuatkan (Zakharia 9:9)

Nubuat ini menerangkan dengan jelas bagaimana Yesus masuk ke Yerusalem dengan kemenangan-Nya, seperti manusia yang rendah hati mengendarai seekor keledai. Sekarang bacalah Matius 21:1-9. Peristiwa ini juga terjadi dalam hidup Yesus tepat seperti yang telah dijanjikan Nabi Zakharia jauh sebelumnya.


6. Pengkhianatan akan Yesus Telah Dinubuatkan (Mazmur 41:10)

Ayat ini menceritakan kepada kita bahwa pengkhianatan terhadap Yesus dilakukan oleh seorang sahabat karib-Nya. Sahabat yang dimaksud ialah Yudas Iskariot. Dia hidup bersama Yesus selama 3 tahun sebagai salah seorang murid-Nya. Dia ikut melayani, tapi hatinya tidak benar dihadapan Tuhan. Dalam Yohanes 12:6 dikatakan bahwa hal itu dikatakannya bukan karena ia memerhatikan nasib orang- orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Karena cintanya akan uang, dia setuju mengkhianati Yesus dan ini merupakan penggenapan dari nubuatan dari Mazmur 41:10, “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.” Bacalah bagaimana nubuat tersebut telah digenapi dalam Matius 26:14-16.


7. Kematian Yesus telah Dinubuatkan

Dalam PL, banyak nubuat yang menceritakan kematian Yesus, yang tidak bisa dipelajari semuanya dalam pembahasan singkat ini. Kita akan memerhatikan beberapa dari nubuatan-nubuatan itu. Pertama, bacalah kematian Yesus di atas kayu salib dalam Matius 27:27-50. Sekarang, mari kita lihat beberapa ayat dalam PL yang menubuatkan peristiwa-peristiwa yang benar terjadi dari kematian Yesus itu.

a. Yesus berseru kepada Tuhan, “Tuhanku, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong.” (Mazmur 22:2). Digenapi dalam Matius 27:46, “Kira-Kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: ‘Eli, Eli lama sabakhtani?’ Artinya: TuhanKu TuhanKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

b. Manusia mengolok-olok dan membenci Dia. Perhatikan, “Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. Semua yang melihat aku mengolok- olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya. ‘Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?'” (Mazmur 22:7-9). Bacalah Matius 27:39-43 sebagai penggenapannya.

c. Paku-paku dipakukan ke dalam tangan dan kaki-Nya. “Sebab anjing- anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku” (Mazmur 22:17). Bacalah Yohanes 20:25, “Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, ‘Kami telah melihat Tuhan!’ Tetapi Tomas berkata kepada mereka, ‘Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya sekali-kali aku tidak akan percaya.’

d. Mereka bertaruh untuk pakaian Yesus. “Mereka mambagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku” (Mazmur 22:19). Bandingkan dengan Matius 27:35, “Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagikan pakaian-Nya dengan membuang undi.”

e. Kematian-Nya di atas kayu salib adalah karena dosa-dosa kita. “Tetapi dia tertikam oleh Karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita: ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti ombak, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:5-6). Baca dalam 2Korintus 5:21, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Tuhan.”

f. Dia tetap diam dalam pengadilan. “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian” (Yesaya 53:7b). Digenapi dalam Matius 27:12-14, “Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia Ia tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: ‘Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ Tetapi Ia tidak menjawab satu kata pun sehingga wali negeri itu sangat heran.”

g. Dia dipandang sebagai seorang berdosa. “Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak- pemberontak” (Yesaya 53:12). Bacalah Markus 15:27, “Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya.”


8. Kebangkitan Yesus telah Dinubuatkan (Mazmur 16:10)

Sekarang, bacalah Kisah Para Rasul 2:22-27. Ketika Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta, dia menggunakan ayat-ayat dari Mazmur 16:10 sebagai bukti bahwa Tuhan telah menubuatkan kebangkitan Yesus. Ketika Petrus selesai menyampaikan pesannya, banyak orang insaf bahwa Yesus telah memenuhi nubuat-nubuat dalam PL.

Mereka kemudian percaya bahwa Yesus pasti Juru Selamat yang dijanjikan dalam PL. Hari itu, sekitar tiga ribu orang berpaling dari dosa- dosa mereka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Ketika mereka melakukan hal ini, mereka menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal.


9. Perjanjian Baru telah dinubuatkan (Yeremiah 31:31)

Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. (Matius 26:28)


10. Kuasa penyembuhan (Yesaya 35:5-6)

Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (Lukas 7:22)


C. NUBUATAN OLEH YESUS KRISTUS SENDIRI

1. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus

“Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” (Matius 20:18-19)


2. Yesus Kristus sebagai penebus dosa manusia

sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28)


3. Yesus Kristus menggenapi kitab para nabi

“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)


4. Nabi-nabi dan kristus-kristus palsu

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (Matius 7:15-16)

Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. (Matius 24:11)

Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya. (Matius 24:23-26)

Yesus Kristus telah mewanti-wanti kita supaya berhati-hati terhadap nabi-nabi palsu dan kristus-kristus palsu. Tidak ada ada nabi lain, selain Yesus Kristus, tidak ada Kristus lain selain Yesus Kristus. Dari sekian banyak nabi-nabi palsu, dua yang cukup terkenal adalah Muhammad dan Joseph E Smith. Mereka berdua mengaku sebagai nabi terakhir dan bahwa keselamatan haruslah melibatkan iman kepada mereka, ini berarti mereka mengangkat diri mereka sebagai kristus-kristus palsu. Ke dua nabi palsu ini juga menghasilkan buah-buah buruk selama hidup mereka, mereka tidak pernah bertobat dari perzinahan, kekerasan, dll. Berhati-hatilah kita telah diperingatkan dengan sangat oleh Tuhan akan tipu daya musuh kita, Syaitan.


Kesimpulan:

Ada kurang lebih 100 nubuatan dari kitab-kitab para nabi yang digenapi oleh Yesus Kristus sementara Muhammad tidak pernah dinubuatkan dan tidak pernah bernubuat. Yesus datang untuk menggenapi kitab para nabi namun Muhammad justru membatalkan semua itu. Mengapa nubuatan itu penting? Karena lewat nubuatan inilah kita mengetahui mana yang dari Tuhan dan mana yang dari Syaitan. Hanya Tuhanlah yang mampu merencanakan segala sesatu dalam rentang waktu ratusan tahun. Ia menjaga Firman-Nya dan menepati janji-Nya. Di dalam Yesus Kristulah, semua janji dan Firman Tuhan digenapi karena Dia adalah Firman Tuhan yang hidup.


*********************************************************************************

Mesias Yang Dinubuatkan Itu Sudah Datang




Oleh: Pdt. Rudy R. Sirait, S.Th, MA.CE 

Konon katanya Ronggo Warsito orang pintardari Jawa Tengah itu bisa meramal tentang tanggal kematiannya secara tepat. Memang ada beberapa manusia yang mampu meramal apa yang akan terjadi dalam kehidupannya. Tetapi belum pernah ada dan tidak akan pernah ada seorang pribadi yang hidupnya sedemikian penuh dengan nubuatan, seperti Yesus Kristus.

Pemahaman kita tentang Pribadi dan karya Yesus Kristus yang diinformasikan oleh Perjanjian Baru tidak akan dapat menjelaskan secara komprehensif bila tidak didukung atau dilandasi oleh Perjanjian Lama. Dalam artian lain, doktrin Kristologi dalam Perjanjian Baru tidak akan utuh (solid) bila tidak melihat latar belakang Perjanjian Lama. Oleh karena itu sangatlah perlu memperhatikan aspek nubuatan Perjanjian Lama tentang Yesus Kristus yang secara akurat digenapi dalam Perjanjian Baru.


1. Nubuatan Tentang Kelahiran Yesus Kristus.

Perjanjian Lama sangat jelas menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang dalam bahasa Ibraninya disebut sebagai Elohim. Dalam nubutan tentang penjelmaan-Nya, Yesus disebut sebagai Elohim (Tuhan) yang perkasa (lihat Yes. 9:5-6). Perjanjian Baru menyatakan bahwa Elohim yang dinubuatkan itu sama dengan Theosdalam Perjanjian Baru (band. Rm. 15:6; Ef. 5:5, 20; 2 Ptr. 1:1).

Zakaria menyebutkan bahwa yang ditikam oleh bangsa Israel adalah Allah yang juga lazim dalam bahasa Ibrani disebut dengan Yahweh (Za. 12:8-10). Rasul Yohanes menguraikan dan menunjukkan bahwa Yesus adalah Yahweh (Why. 1:7). Raja Daud juga menegaskan tentang suatu kenyataan yang akan dialami oleh Yahweh (Mzm. 68:19). Selanjutnya dalam Perjanjian Baru, Paulus menegaskan bahwa kenyataan yang dialami oleh Yahweh itu terjadi pada Yesus Kristus (Ef. 4:8-10).

Nabi Yesaya menubuatkan bahwa yang dijanjikan Allah sebagai pengharapan Mesias dalam Perjanjian Lama dipanggil sebagai Yahweh dan Elohim (Yes. 40:3). Dalam Lukas 3:4-6, dijelaskan secara seksama bahwa umat Allah diperingatkan untuk menyediakan jalan bagi Kurios atau Yahweh dan kelak semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan (Theos).

Adonai adalah sebutan Perjanjian Lama yang dipakai dengan pengertian Tuhan maupun Tuan (Mzm. 110:1). Perjanjian Baru secara eksplisit menyatakan bahwa Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Tuan bagi seluruh manusia dan malaikat ciptaan Allah (band. Mat. 22:44; Mrk. 12:36; Luk. 20:43; Kis. 2:34-35; Ibr. 1:13; 10:1).

Sebutan lainnya untuk Allah dalam Perjanjian Lama adalah Imanuel (Yes. 7:14). Asumsi bahwa Imanuel adalah anak dari Raja Ahas atau anak Nabi Yesaya akan menjadi runtuh dan berbenturan bila melihat dua hal ini, yakni: Pertama, “Imanuel”dilahirkan oleh seorang perawan (Yes. 7:14). Pemakaian kata ganti feminine (of whom)yang dipakai oleh Matius menunjukkan serta menegaskan bahwa kelahiran Yesus hanyadari Maria saja, tidak sama sekali dari Yusuf (band. Mat. 1:16). Kedua, adanya predikat agung yang lazim menjadi sebutan bagi Allah dan tidak mungkin disandang oleh manusia biasa yaitu: Penasihat ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal dan Raja damai (lihat Yes. 9:5-6). Mana mungkin dua hal di atas bisa dihubungkan untuk anak Raja Ahas atau pada manusia lainnya? Dalam Perjanjian Baru, Matius menyatakan secara tegas bahwa Imanuel yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya itu adalah Yesus Kristus (lihat Mat. 1:23).


2. Nubuatan Tentang Kelahiran Yesus Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus pertama kali dinubuatkan setelah manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Musa memberi indikator perihal jenis kelamin-Nya yang adalah seorang laki-laki dan benih-Nya adalah dari Roh Kudus, bukan berasal daribenih sperma manusia yang dilahirkan oleh seorang perawan (Kej. 3:15).

Sekitar tujuh ratus tahun sebelum kelahiran-Nya, nabi Yesaya mengulang nubuatan itu bahwa Yesus akan dilahirkan oleh seorang perawan (Yes. 7:14). Dua ratus tahun kemudian nabi Mikha memastikan bahwa Bethlehem adalah kota tempat kelahiran Sang Mesias (Mi. 5:1). Tampaknya nubuatan tentang kelahiran-Nya menjadi berita dan ajaran yang ramai didiskusikan dan dinantikan oleh umat Allah pada saat itu (Dan. 9:25-27).

Untuk memastikan bahwa yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama itu adalah Yesus Kristus maka Perjanjian Baru mendasari argumentasi dengan mencantumkan silsilah Yesus Kristus. Matius mendata silsilah menurut garis keturunan dari Maria, ibu-Nya Maria (Mat. 1:1-17), sedangkan Lukas mendata silsilah-Nya menurut garis keturunan dari Yusuf (Luk. 3:23-38). Pencatatan silsilah bersifat penting dalam memastikan nubuatan Perjanjian Lama. Silsilah juga sebagai pembuktian bahwa nubuatan Perjanjian Lama sangat jelas dan secara akurat digenapi dalam Kristus Yesus.

Ada beberapa hal lainnya yang dinubatkan oleh Perjanjian Lama tentang kelahiran-Nya dan secara tepat digenapi dalam Perjanjian Baru. Pertama, Perjanjian Baru juga secara tepat menyebutkan Betlehem sebagai tempat kelahiran Yesus yang telah dinubuatkan oleh Perjanjian Lama (Mat. 2:4-6; Luk. 2:4-6 band. Mi. 5:1). Kedua, Perjanjian Baru juga secara tepat menyebutkan tanda kelahiran-Nya melalui perawan atau anak dara. Hal ini memastikan bahwa nubuatan Musa dan Yesaya sangat tepat menunjuk kepada Yesus Kristus (Mat. 1:22 band. Kej. 3:15; Yes. 7:14).

Pemahaman bahwa istilah “anak dara” atau “perawan” menunjuk kepada pengertian kehamilan seorang perempuan yang masih muda belia semata akan berbenturan atau kontradiksi dengan informasi bahwa perawan itu bukan hamil oleh benih sperma manusia tetapi dari benih Roh Kudus (band. Mat. 1:18). Matius memberi penegasan bahwa Maria tetap perawan selama mengandung Yesus karena ia tidak pernah bersetubuh dengan Yusuf suaminya sampai ia melahirkan Yesus Kristus (lihat Mat. 1:25).

Membicarakan perihal “keperawanan” Maria, pastilah beresiko tinggi timbulnya rasa ketidak-puasan mengenai logis dan praktisnya. Menurut hemat saya, itu adalah hal yang wajar dan itulah yang dinamakan misteri. Misteri bukan tidak ada faktanya, tetapi tidak mengetahui faktanya secara seksama; bukan faktor tidak ada, tetapi tidak tahu. Makanya ada pernyataan bijak berkata demikian, “Bila kita membicarakan pribadi dan karya Allah, maka kita bisa kehilangan akal budi, tetapi bila kita mengabaikannya maka kita akan kehilangan hidup kekal.” Dan Alkitab secara tegas menyatakan bahwa Allah bukan untuk dimengerti, melainkan untuk dipercayai.

Hal ketiga, tahun kelahiran Yesus yang dinubuatkan oleh Perjanjian Lama juga digenapi secara pasti dalam Perjanjian Baru. Yesus Kristus dilahirkan sebelum kejatuhan Yerusalem (Kej. 49:10). Sejarah mencatat bahwa kejatuhan Yerusalem terjadi pada tahun 70 Masehi oleh jendral Titus. Daniel bernubuat perihal tujuh puluh kali tujuh masa. Dan enam puluh sembilan kali tujuh masa secara akurat sudah digenapi hingga saat kematian Kristus di kayu salib (Dan. 9:24-27). Masa tribulasi yang kelak terjadi setelah kedatangan Yesus menjemput gereja-Nya di awan-awan permai adalah penggenapan satu kali tujuh masa yang tersisa itu.


3. Nubuatan Tentang Kehidupan Yesus Kristus.

Perjanjian Lama menubuatkan bahwa kedatangan dan pelayanan Yesus Kristus di dunia diawali oleh seorang utusan (Yes. 40:3; Mal. 3:1). Perjanjian Baru menyebutkan bahwa utusan yang mendahului-Nya itu adalah Yohanes Pembaptis (Mat. 3:3; 11:10-11; Mrk. 1:2; Luk. 7:27).

Selama hidup di dunia, Yesus Kristus menggenapi fungsi dan pekerjaan-Nya sebagai Nabi seperti yang dinubuatkan oleh Perjanjian Lama (Ul. 18:15-18), dan semuanya itu secara tepat digenapi dalam Perjanjian Baru (Yoh. 1:21; 4:29; 5:46; 8:28; 14:24; Kis. 3:20-23). Mesias juga disebut sebagai Raja (Kej. 49:10; Bil. 24:17; 2 Sam. 7:12-16) dan digenapi dalam Lukas 1:31-33. Fungsi-Nya sebagai Imam yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama (1 Sam. 2:35; Mzm. 110:4; Za. 6:13) dan nubuatan itu digenapi dalam kitab Ibrani 5:6.

Nabi-nabi Perjanjian Lama juga menubuatkan kehidupan Yesus Kristus akan ditandai banyak mujizat (Yes. 35:5-6 band. Yoh. 5:36). Dan hampir separuh isi Injil mencatat perihal nubuatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Yesus mengajar dengan penuh kuasa (Mat. 7:28; 22:33; Mrk. 11:18; 12:37) persis seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya (Yes. 11:2-3).


4. Nubuatan Tentang Kematian, Kebangkitan Dan Kenaikan Yesus ke Surga.

Nubuatan tentang kematian Yesus Kristus terdapat di dalam banyak nats dalam Perjanjian Lama, khususnya dalam Mazmur 22 dan Yesaya 53. Nabi Yesaya bernubuat bahwa Yesus ditolak oleh umat-Nya (Yes. 53:3). Nabi Zakaria menubuatkan bahwa Yesus dijual seharga tiga puluh keping perak (Za. 11:12).

Ketika dihadapan para penuduh Yesus tetap diam (Yes. 53:7). Dihina dan dihindari (Yes. 53:3). Tangan dan kaki-Nya ditusuk (Mzm. 22:17). Diberi minum anggur masam (Mzm. 69:22). Lambung-Nya ditikam (Za. 12:10). Pakaian-Nya diundi (Mzm. 22:19). Yesus dibuburkan di antara orang mati (Yes. 53:9). Menjadi korban persembahan untuk menanggung dosa manusia (Yes. 53:5-12). Dibangkitkan dari kematian pada hari yang ketiga (Mzm. 16:10) dan naik ke surga serta duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Mzm. 68:19). Dan semua nubuatan-nubuatan Perjanian Lama perihal kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga sudah digenapi dan dicatat secara jelas dalam kitab Perjanjian Baru.

Tidak satupun nubuatan Perjanjian Lama tentang kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus ke surga yang tidak digenapi dalam Perjanjian Baru. Secara komplit, akurat dan tegas mereka menyatakan nubuatan dan memberi informasi tentang penggenapan nubuatan itu tepatnya hanya kepada Yesus Kristus. Hal itulah yang mendorong saya untuk menyimpulkan bahwa secara keseluruhan isi atau tema dari Alkitab adalah Yesus Kristus. Isi atau tema Perjanjian Lama adalah nubuatan Yesus Kristus, sedangkan isi dari Perjanjian Baru adalah penggenapan-Nya. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk meragukan bahwa Mesias yang dijanjikan Allah itu adalah Yesus Kristus. Pemahaman anda akan hal ini mendorong lahirnya sikap, semangat dan kekhusukan dalam menyambut hari kelahiran-Nya di muka bumi ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Artikel ini boleh dipakai, namun sertakan alamat situsnya. Hargailah karya tulis orang lain

The Life Of Jesus Christ Full Movie (English Version)

David and Goliath 1960 Biblical Story Of David Biblical Movies Full Movies

https://www.youtube.com/watch?v=xMWb0Et8Ht8

The Kingdom of Solomon - English Subtitle - full movie

https://www.youtube.com/watch?v=ODb7EO_Mjmk https://www.youtube.com/watch?v=w7Y-UqJD1Zg&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=4

KING SOLOMON - HOLY BIBLE

ESTHER AND THE KING (1960)

https://www.youtube.com/watch?v=0uJbO34xjkM https://www.youtube.com/watch?v=SQ6qYypfmIo

Greatest Heroes of the Bible The Story of Moses

https://www.youtube.com/watch?v=Q1nUIA2uGMI

Sodom & Gomorrah FULL VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=WWpknxvxLpk https://www.youtube.com/watch?v=Uo82q6ki3bk

THE STORY OF RUTH

JUDAS

https://www.youtube.com/watch?v=r5GUbOadJfQ

Thomas

https://www.youtube.com/watch?v=fwPw3r5D1PY

Mary Mother of Jesus

https://www.youtube.com/watch?v=jHOBYnzIfNY

Mary Magdalene

https://www.youtube.com/watch?v=Gpcja7XIZQQ

The Kingdom of God & The New Jerusalem

https://www.youtube.com/watch?v=zO8t2L9TcAU

Moses - The 10 Comadments

https://www.youtube.com/watch?v=dPIkZ0thPvs&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=58

The Book Of Revelation Full Film

https://www.youtube.com/watch?v=Oco6Jiqh4Eo&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=46

Trip to Heaven

Heaven pictures_A Trip to Heaven(Full version (Full version)

ASTEROID JATUH DAN MENGHANGUSKAN 1/3 BUMI TERJADI PADA SAAT PENGANGKATAN DI AKHIR JAMAN

https://www.youtube.com/watch?v=XksXhuvwC84

World WATERS TURN BLOOD Apocalypse - Australia DUST STORM, FIRE; Russia COLD; China 1.19.13

https://www.youtube.com/watch?v=8A34mJKVATE&list=PLKsHsLV9Ub9EozV-JIc6FV7T-2gD42gs-&index=42

PENGLIHATAN YESUS MENGALAHKAN DOSA, MAUT, PENYAKIT, DLL

PENGANGKATAN/ RAPTURE APAKAH ANDA SUDAH SIAP?