SIAPAKAH PENGGANTINYA
Paus gereja Katolik Roma, Benediktus XVI mulai mengemban tugas sejak tgl 19 April 2005. Kemudian pada tanggal 28 Februari 2013, setelah 8 tahun bertugas, beliau menyatakan pengunduran dirinya. Sekarang, ada pertanyaan yang perlu direnungkan. Yaitu, siapakah yang akan terpilih sebagai Paus berikutnya ?
Yang boleh dipilih dan bisa memilih hanyalah para Kardinal, yang pada saat pemilihan usianya belum genap 80 tahun. Yang tidak diperkenankan adalah memilih dirinya sendiri.
Ada terdapat 119 Kardinal saat ini, namun pada saat diadakan pemilihan, ada 2 orang Kardinal yang genap berusia 80 tahun tahun. Sehingga akhirnya yang berhak memilih (119 – 2) adalah 117 orang (Kardinal).
Berdasarkan wilayah geografis atau negara asal, sbb :
Eropa : 61 orang
Amerika Latin : 19 orang
Amerika Utara / Kanada : 14 orang
Asia : 11 orang
Afrika : 11 orang
Oseania : 01 orang +
Jumlah 117 orang
KOLEGIUM KARDINAL
Paus Nicolas II (th. 1058 – 1061) mempromulgasikan Bulla in Nomine Domini, yaitu tentang hak eksklusif para Kardinal dalam memilih (dan dipilih sebagai) Paus yang baru, disaat tahta kepausan lowong (Sede Vacante).
Penggantinya, Paus Alexander II (th. 1061 – 1073) mempertegas keputusan pendahulunya itu. Hingga akhirnya, abad XI menjadi tonggak sejarah terbentuknyaKolegium Kardinal, atau Dewan Kardinal. Anggota Kolegium Kardinal baru dipilih berdasarkan pencalonan dari Paus, yang dibahas dalam Sidang Tertutup dari para Kardinal yang sudah menjabat. Namun Paus juga berhak memilih Kardinal baru, walau tanpa persetujuan dari Dewan Kardinal.
KONLAF
Pemilihan Paus yang baru disebut Konklaf. Namun dapat juga berarti nama tempat persidangan diadakan. Istilah Konklaf (Conclave) berasal dari 2 kata Latin, yaitu cum (bersama / dengan) dan clavis (kunci atau engsel). Istilah ini pertama kali dipakai dimasa Paus Gregorius X, Juli 1274.
Pemilihan Paus baru akan digelar sejak tanggal 10 – 15 Maret 2013. Targetnya, sebelum Paskah (akhir Maret 2013), Paus baru sudah harus terpilih.
Paus baru dapat sah (terpilih) kalau mendapat 2/3 (dua pertiga) suara.
Diawal, diadakan misa di Basilika Santo Petrus. Setelah itu seluruh Kardinal yang berhak memilih pindah ke Kapel Sistine (Sistina). Sidang dilaksanakan secara tertutup. Jika memang belum ada yang mencapai 2/3 suara (= 78 suara), sidang pemilihan dapat diulangi sampai 7 kali. Namun jika tetap gagal, upaya terakhir adalah, yang menang / terpilih cukup hanya dengan mendapatkan suara 50% + 1 (60 suara).
ASAP YANG MENGEPUL
Jika cerobong Kapel Sistine mengeluarkan asap berwarna hitam, itu tandanya belum terjadi kesepakatan. Namun jika asap yang mengepul berwarna putih, hal itu berarti bahwa Paus baru telah terpilih !
Biasanya hal itu disambut dengan tepuk tangan ribuan umat Katolik !
Angelo Scola
Secara keseluruhan, dari 117 orang Kardinal yang ada, muncul 15 nama yang masuk jadi nominator. Mereka itu adalah, 5 orang dari Eropa (3 Italia, 1 Austria dan 1 Hongaria). Lalu dari benua Amerika, 1 dari Kanada, 2 dari Brasil, 1 dari Argentina dan 1 dari New York USA. Sedang dari Afrika 1, Peter Turkson (64 tahun) dan dari benua As
Peter Turkson
ia 1 dari Filipina, Uskup Agung Luis Tagle, yang termuda dari seluruh kadidat ( 55 th).
Khusus bagi Peter Turkson, Kepala Dewan Vatican untuk Keadilan dan Perdamaian, Ghana, tercatat ada masalah rumit / serius. Hingga dipertanyakan, mungkinkah beliau terpilih ?
Entalah siapa yang akan terpilih untuk menggantikan Paus Benediktus XVI. Namun, nubuat (ramalan ?) Santo Malakhi, yang akan terpilih adalah berkebangsaan Italia. Kalau benarpenerawangan Santo
Angelo Bagnasco
Malakhi, mungkinkah yang akan terpilih adalah beliau yang saat ini menjabat Uskup Agung di Milan, Angelo Scola (71 th) Benarkah beliau yang akan terpilih ? Atau Gianfranco Ravasi (70 th) dan juga Angelo Bagnasco (70 th), Uskup Agung Genoa, karena keduanya juga dari Italia. Atau Mart Oulelet dari Kanada ?
Gianfranco
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.