
AVAILABLE IN: INDONESIAN & ENGLISH LANGGUAGE
ABRAHAM GEORGE - KESAKSIAN NDE, ROHNYA DI BAWA KE SURGA DAN NERAKA / TESTIMONY OF ABRAHAM GOERGE - TAKEN TO HEAVEN AND HELL
Pada tahun 2005, Abraham Iply George, seorang Yup'ik Dibawa ke Surga dan Neraka
Dari eskimo Manokotak, Alaska, abraham iply goerge telah terluka parah dalam kecelakaan mobil salju yang mengerikan dan meninggal sementara dalam perjalanan penerbangan ke rumah sakit Anchorage Paramedis berusaha menghidupkan dia kembali, tapi abraham iply goerge sudah meninggalkan tubuhnya. Tuhan Yesus menemuinya dan membawa dia ke surga untuk melihat orang-orang yang telah melayani-Nya dengan setia. Lalu Tuhan Yesus membawanya ke neraka, di mana ia melihat siksaan bagi orang-orang yang belum diselamatkan. Berikut adalah kesaksiannya...
In 2005, Abraham Iply George, a Yup’ik TAKEN TO HEAVEN AND HELL
Eskimo, of Manokotak, Alaska, was mortally injured in a terrible snowmobile accident and died on a life flight while enroute to an Anchorage hospital. Paramedics revived him, but Iply had already left his body. The Lord Jesus met and took him to Heaven to see people who had served Him faithfully. Then Jesus took him to hell, where he saw the torment of the unsaved. Here is the testimony …
Manokotak, Alaska - 29 November 2005
Aku bangun pagi itu dengan segelas kopi seperti hari biasa tidak tampak ada yang luar biasa. Setelah makan siang, aku punya mobil salju dan kereta luncur siap untuk berangkat. aku juga memiliki kereta luncur khusus pengangkut kayu yang ku buat sendiri. Sementara dalam perjalanan, aku bertemu dua bersaudara dari desa yang mengatakan mereka juga akan pergi mengangkut kayu. Namun sebelum kami melanjutkan perjalanan ke hutan kayu, kami pertama-tama merokok marijuana/ganja dan mendapati diri kami agak teler. Setelah sampai ke tempat itu, kami mulai menebang pepohonan, dan segera kami kumpulkan semuanya untuk di muat ke kereta. Aku bertanya kepada yang lebih muda dari dua bersaudara apakah ia akan pergi ke Dillingham karena itu dekat untuk membelikanku sebotol alkohol. Dia setuju dan aku memberinya uang.
I woke up that morning and had coffee. It seemed to be a normal day nothing seemed out of the ordinary. After lunch, I got my snowmobile and sled ready and took off. I have a special wood-hauling sled that I made. While on my way, I met two brothers from the village who said they were also going wood-hauling. But before we went on our way to the wood forest, we smoked marijuana first and got high. After getting to our area, we began cutting trees, and soon we were gathering them to load them up. I asked the younger of the two brothers if he would make a run into Dillingham for it was close by to buy me a bottle of alcohol. He agreed and I gave him money.
Kami mengikuti jejak pulang dan melewati salah satu anak sungai. Aku menuju ke tanggul anak sungai itu. Dalam perjalanan ke bawah, mobil saljuku tiba-tiba berhenti. Ski kanan meluncur ke bawah terbalik, Cabang berbentuk u yang cukup kuat untuk menghentikan mobil salju tiba-tiba aku segera melihat ke belakangku. Aku bisa melihat salah satu saudara tepat di belakangku memukul rem pada mobil salju, mencoba menghindari menabrak kereta luncurku yang penuh kayu yang datang ke arahku! Aku ingat tertabrak kereta luncur. Aku mencoba untuk melompat dari mobil saljuku tapi kereta luncur itu sangat berat dengan muatan kayu Menabrak punggungku dengan kuat dan keras sehingga menghantamku. Aku terjepit tanpa daya terhimpit mobil saljuku. Aku tidak dapat bergerak dan mulai merasa sakit di tubuhku.
We followed the trail home and came to one of the creeks. I headed down the embankment of that creek. On my way down, my snowmobile abruptly stopped. The right ski had slid under an upside down, u-shaped branch that was strong enough to stop the snowmobile suddenly. I quickly looked behind me. I could see one of the brothers right behind me hitting the brakes on his snowmobile, trying to avoid hitting my sled full of logs which was coming at me! I remember getting hit by the sled. I tried to jump off my snowmobile but the sled extremely heavy with logs slammed into my back with such force and violence that it crushed me. I was pinned helplessly against my snowmobile. I could not move and began to feel pain in my body.
Saudara laki-laki tersebut melompat keluar dari mobil salju mereka dan langsung segera membantuku. Untuk mendapatkan kereta luncur, mereka harus melepaskan muatan kayu sampai mereka bisa mengangkatnya. Sementara itu, aku pingsan mulai mengalami ketidaksadaran. Aku juga mulai muntah banyak darah. Akhirnya aku dibawa ke bandara dan aku di bawa ke rumah sakit Dillingham. Para dokter di sana melakukan pemeriksaan x-ray/penyinaran kepadaku dan aku bisa mendengar mereka berbicara". Dia akan mati dari cederanya sebelum tiba di medevac" kata mereka, Menurut sinar x-ray mereka, aku memiliki tiga tulang rusuk yang hancur. panggulku patah di empat tempat. empat tulang belakangku hancur. tulang belakangku membungkuk dan patah. hati dan limpaku robek oleh tulang rusuk patah, dan paru-paru tertusuk oleh tulang rusuk yang patah. singkat kata, aku mengalami pendarahan dalam.
The brothers jumped out of their snowmobiles and rushed to my aid almost immediately. In order to get the sled off, they had to off-load the logs until they were able to lift it. In the meantime, I began to experience blackouts, going in and out of consciousness. I also begin to vomit lots of blood. Finally I was brought to the airport & I made it to the Dillingham hospital. The doctors there x-rayed me and I could hear them speaking. they said, “He’s gonna die from his injuries before the medevac arrives.”According to their x-rays, I had three shattered ribs. My pelvis was broken in four places. I had four crushed vertebrae. My spine was bent and severed. My liver and spleen were torn by a broken rib, and a lung was punctured by a broken rib. Needless to say, I was bleeding internally.
Akhirnya aku di bawa ke Rumah Sakit Kanakanak, seorang pria Rusia datang dan mendoakanku. Dia berkata, "Tuhan, jika itu kehendak-Mu perpanjanglah hidupnya." Hal berikutnya yang aku tahu, aku berada di medevac Anchorage pada Learjet. Ada (empat) paramedis atau EMT di pesawat, dan mereka memantauku. tekanan darah ku terus menurun. Akhirnya, jantungku berhenti. Aku kena serangan jantung dan aku pingsan. Rasanya seperti aku tertidur. Entah bagaimana, aku bangun dan melihat tubuhku terbaring di tandu dan paramedis memantauku. Aku mengalami pengalaman roh ku di luar tubuh. Namun, aku masih bisa melihat, mendengar, mencium, dan merasakan. Aku memiliki semua indraku meskipun aku bisa melihat tubuhku terbaring di tandu.
While at Kanakanak Hospital, a Russian man came and prayed for me. He said, “Lord, if it be your will, EXTEND HIS LIFE.” The next thing I knew, I was on the medevac to Anchorage on a Learjet. There were (four) paramedics or EMTs on the plane, and they were monitoring me. My blood pressure continued dropping. Finally, my heart stopped. I had a cardiac arrest and I passed out. It felt like I fell asleep. Somehow, I got up and saw my body lying on the stretcher and the paramedics working on me. I was having an out-of-body experience. Yet, I could still see, hear, smell, taste and feel. I had all my senses even though I could see my body lying on the stretcher.
Aku bisa melihat mereka menggunakan apa yang aku pikir adalah kabel baterai jumper padaku, dan aku bisa melihat tubuhku dan dadaku melonjak naik ketika mereka menggunakannya padaku. Tapi layar monitor jantung hanya menunjukkan garis. defibrillatornya datar tidak bekerja, aku tidak merespon. Lalu aku mendengar seorang EMT lainnya berkata, "Mari kita coba sekali lagi." Dan mereka menggunakan kabel baterai padaku lagi, dan dadaku melonjak sekali lagi. Kali ini berhasil dan jantungku mulai berdetak lagi.
I could see them using what I thought were battery-jumper cables on me, and I could see my body and chest rise when they used it on me. But the heart monitor screen only showed a flat line. The defibrillator did not work. I did not respond. Then I heard another EMT say, “Put down the time when he died.” After they wrote it down, an EMT said, “Let’s try it one more time.” And they used the battery cables on me again, and my body jumped once more. This time it appeared to work – my heart started again.
AKSES KE SURGA / THE ASCENT INTO HEAVEN

Tetapi kemudian, cahaya yang paling terang dan cemerlang itu muncul sosok seorang pria sedang berdiri di sampingku! DIA dipenuhi cinta, kegembiraan dan damai. DIA berbicara kepadaku dengan cara yang lembut yang mengisi diriku dengan kasih. DIA bertanya kepadaku apakah aku ingin pergi ke tempat di mana jiwa-jiwa yang diselamatkan pergi. Tempat DIA membawaku dipenuhi dengan kemuliaan Allah. Aku melihat jalan emas di bawah kakiku. Bahkan jalanan itu penuh cahaya dan tidak ada bayangan. Ketika Dia membawaku. Aku mencari matahari atau cahaya tapi tidak ada cahaya tersebut. Aku bertanya-tanya di mana cahaya itu berasal. Dia, Yesus, mengatakan, "AKULAH TERANG DUNIA!"
But then, the brightest, brilliant LIGHT, a figure of a Man was standing by me on the right side! He was FILLED with LOVE, JOY and PEACE. He spoke in Yup’ik and he talked to me in a gentle way that filled me with a gentle, tingling feeling.He asked me if I wanted to go to the place where the saved souls go. The place that he brought me to was filled with God’s glory. I saw gold streets below my feet. Even the ground was Full of LIGHT and there was no Shadow. When He brought me up, I looked for a sun or a light but there was no such light. I wondered where the light was coming from. He, Jesus, said, “I AM THE LIGHT OF THE WORLD!”
Aku melihat banyak jiwa diselamatkan dari berbagai kebangsaan yang berbeda - beda dengan CAHAYA cemerlang ini, jiwa yang di selamatkan memiliki pakaian putih bahkan para malaikat memiliki pakaian putih. Dan hanya ada orang-orang muda. Tidak ada orang tua. Aku mengenali banyak jiwa yang di selamatkan. Aku melihat orang-orang dari Akiachak dan Manokotak. Aku melihat orang-orang dari keluargaku: kakek saya, Nenek, bibi, paman, saudara - saudara dari istriku yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Aku bertanya-tanya dalam pikiranku, "Siapa mereka ?" Yesus tahu setiap isi pikiranku dan mengatakan kepadaku nama-nama mereka. "Ini adalah Evon John, dan (nama-nama bapak & ibu Minesta), dan Andrewski Gloko," dan seterusnya. Aku menyadari bahwa mereka tampak begitu muda dengan terang cemerlang dan kulit halus, dan mereka mengenakan jubah putih. jubah mereka memiliki bentuk terang, cemerlang dan kabut paling murni, yang bergerak di jubah mereka.
I saw a lot of saved souls from all different nationalities with this brilliant LIGHT. The saved souls had white garments even the angels had white garments. And there were only young people. There were no old people. I recognised lots of saved souls. I saw people from Akiachak and Manokotak. I saw those from my family: My Uppa, Grandma, aunts, uncles, my wife’s relatives and ones that I never met before. I’d wondered in my thoughts, “Who’s that?” Jesus knew my every thought and told me their names. “This is Evon John, and (the names of a Mr. & Mrs. Minesta), and Andrewski Gloko,” and so on. I realized that they look so young with brilliant bright and smooth skins, and they were dressed in white robes. Their robes had a form with the brightest, brilliant and purest “fog” that moved on their robes.
Aku melihat orang-orang yang meninggal karena usia tua, tetapi di sini mereka semua terlihat muda, berusia sekitar 33 tahun. Aku bahkan melihat seorang wanita yang meninggal karena usia tua, tapi di sini di surga dia terlihat sebagai seorang wanita muda. Aku melihat wanita lain yang meninggal sebagai seorang wanita tua, tetapi di sini di surga dia juga terlihat sebagai seorang wanita muda! Aku bertanya, "Kenapa mereka begitu muda?" Yesus menjawab, "Ketika mereka masih muda, mereka menerima AKU. AKUlah Jalan, Kebenaran dan Hidup."
I saw the ones who died of old age, but here they were all young, about 33 years old. I even saw a woman who died of an old age, but here in heaven she was a young woman. I saw another woman who died as an old woman, but here in heaven she was also a young woman! I asked, “How come are they so young?” Jesus replied, “When they were young, they accepted me. I am the Way, the Truth and the Life.”
Pria dan wanita memiliki rambut hitam dan penuh rambut. Perempuan memiliki rambut panjang bergelombang dan angin lembut tampaknya meniup rambut mereka. Beberapa memiliki sayap dan beberapa tidak mengenakan jubah terang cemerlang putih murni seperti terbuat dari kabut. Mereka mengatakan di surga kita tidak lagi akan pernah menikah, tapi hidup sebagai saudara laki dan perempuan.
Men and women had black hair and full sets of hair. Women had long, wavy hair and a gentle wind seemed to be blowing on their hair. Some had wings and some not wearing the brightest, brilliant, and purest white robe made of fog. They said in heaven we would no longer be married, but live as brother and sister.
Yesus akan berkata, "Lihatlah." Setiap kali aku melihat, mataku terbuka. Aku bahkan melihat banyak anak-anak kecil, dan malaikat - malaikat dengan sayap sedang terbang di sekitar mereka, tetapi beberapa malaikat ada juga yang tidak punya sayap. sentuhan bulu para malaikat itu lembut dan yang paling terang dari cahaya yang ada di sebelah kananku memberitahu bahwa bayi - bayi ini adalah orang - orang yang mengalami keguguran, di aborsi dan lahir mati. tetapi orang tua mereka, ibunya yang di selamatkan yang akan kembali ke surga akan mengenali bayi-bayi mereka dan bayi-bayi mereka juga akan mengenali orang tuanya dan ibu mereka. tempat itu begitu indah. Yesus membuat tempat itu bagi jiwa-jiwa yang di selamatkan.
Jesus would say, “Look.” Each time I looked, my eyes opened. I even saw many little children, and angels with wings flying around them but some had none. The feather touch of the angels was gentle and the Brightest of the LIGHT on my right told me these babies were the ones from miscarriages, abortions & stillborns. But their parents, mothers who are saved, will recognize them and the babies will recognize their parents and moms, I was told. That place is so wonderful. Jesus made that place for the saved souls.
TURUN KE NERAKA / THE DESCENT INTO HELL
Kemudian CAHAYA terang itu bertanya, "Apakah kamu mau melihat di mana jiwa-jiwa yang belum diselamatkan di tempatkan ?" Tapi aku tidak punya kuasa atau kontrol atas roh dan jiwaku; apa pun yang Tuhan katakan, seluruh keberadaanku mendengarkan suara-Nya! Lalu Yesus dan aku berbalik dari jiwa-jiwa yang di selamatkan, dan pergi ke tempat yang berbeda. Tapi kami tidak berjalan bukan, kami mulai meluncur ke bawah. Segera setelah kami mulai turun ke dalam kegelapan, aku mulai mencium bau mengerikan dan aku terengah-engah. udara tampaknya beracun!
Then the Brightest LIGHT asked, “Do you want to see where the unsaved souls live?” But I had no authority or control over my spirit and soul; whatever the Lord spoke, my whole being obeyed His voice! Then Jesus and I turned around from the saved souls, and went to a different place. But we did not walk rather, we began to glide downwards. As soon as we began descending into darkness, I began to smell an awful smell and I gasped for air. It seemed toxic!
Kami datang ke tempat total gelap gulita tapi aku bisa mendengar teriakan dan kertakkan gigi. Aku bisa mendengar jutaan orang bahkan sebelum kami mencapai jurang maut dan kegelapan yang paling gelap. Aku mendengar orang-orang yang tak terhitung jumlahnya dalam bahasa asing yang berbeda, tapi aku juga bisa mendengar suara-suara di Yup'ik juga. Ada banyak orang mengkertakkan gigi mereka dan meratap dan menjerit dalam siksaan. Ada juga banyak orang-orang Kristen yang tidak taat kepada Tuhan dan menjadi hamba yang tidak berguna yang dilemparkan ke dalam kegelapan yang paling dalam (Matius 22:13; 25:30). Mereka dan orang-orang yang meninggal dalam dosa-dosa mereka menangis, "Beri aku kesempatan lagi!"
We came to a complete darkness but I could hear shouting and gnashing of teeth. I could hear millions upon millions of people even before we reached the bottomless pit and outer darkness. I heard countless people in different foreign languages, but I could also hear voices in Yup’ik, too. There were people gnashing their teeth and wailing and screaming in torment. There were also Christians who disobeyed the Lord and became as the UNPROFITABLE SERVANT who is thrown into the OUTER DARKNESS (Matthew 22:13; 25:30). They and the people who died in their sins were crying, “Give me another chance!”
Ada berbagai tingkatan neraka, dan yang terburuk dari orang-orang berdosa di siksa dengan cara yang terburuk. Isiah 66:24: ". Cacing - cacing tidak akan mati, dan api tidak akan pernah padam"
There are different levels of Hell, and the worst of the sinners are tormented in the worst way. Isiah 66:24: “Their worms will not die, nor will their fire be quenched.”
3 PRIA DI NERAKA / THE 3 MEN IN HELL

Tuhan menunjukkanku tiga orang Yup'ik berbicara yang berbeda!
The Lord showed me three different Yup’ik speaking men!
Kemuliaan Tuhan menunjukkanku Pria pertama yang berbahasa Yup'ik. Kemuliaan Tuhan menunjukkanku jiwa yang hilang, dan cacing keluar dari matanya, hidung, mulut, dan telinga. Pria itu mengatakan "Ini bukan tempat untukku; aku lelah menjadi haus. Aku menderita dan lelah tersiksa. Kenapa aku berada disini? Beri aku kesempatan lagi! "ia mengatakan ini tiga kali. Tuhan menjawab dia setelah ketiga kalinya. "Ketika kamu masih berada di bumi. AKU memberimu banyak kesempatan. AKU memiliki tangan terbuka lebar untuk menerimamu. AKU memanggil namamu, tapi kamu tidak mendengarkan KATA-KATA dan SUARA-KU. kamu memilih untuk menikmati kesenangan dari dosa-dosa, obat-obatan, alkohol dan kesenangan duniawi. kamu memilih untuk tidak pergi ke gereja dan bertobat dan hidup untuk-KU. kamu akan berada di sini untuk waktu yang lama sampai hari kiamat tiba: Kemudian kamu akan dihakimi menurut perbuatanmu dan dilemparkan ke dalam lautan api, di mana setan-setan akan menyiksamu selamanya "
The Glory of the Lord showed me the first Yup’ik-speaking man. The Glory of the Lord showed me the lost soul, and worms were coming out of his eyes, nose, mouth, and ears. The man said in Yup’ik, “This is no place for me; I am tired of being thirsty. I am suffering and tired of being tormented. Why am I here? Give me another chance!” He said this three times. The Lord answered him after the third time. “When you were on Earth I gave you many chances. I had my arms wide open to receive you. I called you by NAME, but you didn’t listen to my WORDS and my VOICE. You chose to enjoy the pleasures of sins, drugs, alcohol and earthly pleasures. You chose not to go to church and repent and live for me. You will be here for a long time until the Judgment Day: Then you will be judged according to your works and thrown into the lake of fire, where the demons will torment you forever!”
Tuhan kemudian menunjukkan pria Yup'ik kedua yang berbahasa lain. Kemuliaan Tuhan menunjukkan kepadaku jiwa yang hilang, dan cacing keluar dari matanya, hidung, mulut dan kuping. lelaki itu berkata, "Jangan lihat aku, jangan datang dekatku. Aku malu dengan diriku sendiri ! Ini bukan tempat untukku. Aku letih menjadi haus; aku menderita, lelah tersiksa. Kenapa aku berada disini? Berikan aku kesempatan lagi! "ia berkata ini tiga kali. Tuhan menjawab dia setelah ketiga kalinya. "Ketika kamu masih hidup di Bumi, kamu minum alkohol. Sebelum waktumu tiba, dan sebelum kamu bertobat dan datang kepadaku untuk menjadi hambaku, kamu mengakhiri hidupmu dan bunuh diri ! kamu mengakhiri hidupmu yang bukan milikmu; kamu menipu AKU dengan mengakhiri hidupmu sendiri. Di sini kamu akan selamanya sampai Hari Penghakiman tiba, dan kemudian kamu akan dilemparkan ke lautan Api dimana setan akan menyiksamu selamanya! "
The Lord then showed me another Yup’ik-speaking man. The Glory of the Lord showed me the lost soul, and worms were coming out of his eyes, nose, mouth and ears. The man said, “Don’t look at me, don’t come near me. I am ashamed of myself! This is no place for me. I am tired of being thirsty; I am suffering, tired of being tormented. Why am I here? Give me another chance!” He said this three times. The Lord answered him after the third time. “When you were on Earth, you drank alcohol. Before your time came, and before you repented and came to me to be my servant, you took your own life and committed suicide! You took your life that does not belong to you; you cheated me by taking your own life. Here you will be forever until the Judgment Day, and then you will be thrown into the Lake of Fire where the demons will torment you forever!”
Ada banyak orang di neraka, banyak jiwa-jiwa: Mereka semua terlambat dan tanpa Yesus. Tuhan menunjukkan seorang pria Yup'ik yang ketiga, ia seorang pengkhotbah. Kemuliaan Tuhan menunjukkanku jiwa yang hilang, dan cacing keluar dari matanya, hidung, mulut dan telinga. Orang itu berkata, "Ini bukan tempat untukku, aku letih kehausan; aku menderita, lelah tersiksa. Kenapa aku berada disini? Beri aku kesempatan lagi! Aku telah melayani Tuhan dan melayani sebagai pengkhotbah sepanjang hidupku. Mengapa aku berada disini? "Dia mengatakan hal ini tiga kali. Tuhan menjawab setelah ketiga kalinya. "kamu benar ketika kamu mengatakan telah melayani-KU sepanjang hidupmu di Bumi, tetapi kamu membenci seseorang dan ketika kamu membenci seseorang, kamu membenci AKU. Di tempat ini kamu akan selamanya sampai hari penghakiman tiba, dan setelah itu kamu akan dilemparkan ke dalam lautan api dan setan akan menyiksamu selamanya! "
There were many people in hell, many souls: They were all too late and without Jesus. The Lord showed me a third Yup’ik man, who was a preacher. The Glory of the Lord showed me the lost soul, and worms were coming out of his eyes, nose, mouth and ears. The man said, “This is no place for me, I am tired of being thirsty; I am suffering, tired of being tormented. Why am I here? Give me another chance! I have been serving the Lord and ministering as a preacher all my life. Why am I here?” He said this three times. The Lord answered after the third time. “You are right when you said you served me all your life on Earth, but you hated one person and when you hated that one person, you hated me. Here you will be forever until the Judgment Day, and then you will be thrown into the lake of fire and the demons will torment you forever!”
- Matius 6: 14-15 mengatakan, "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di Surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu! "
- Matius 23:13 juga mengatakan, "Lalu raja mengatakan kepada petugas, 'Ikat dia tangan dan kaki, dan melemparkan dia ke luar ke dalam kegelapan luar, di mana akan ada tangisan dan kertak gigi.'"
- Matthew 6:14-15 says, “For if you forgive men their trespasses, your Heavenly Father will also forgive you. But if you do not forgive men their trespasses, neither will your Father forgive your trespasses!”
- Matthew 23:13 also says, “Then the king told the attendants, ‘Tie him hand and foot, and throw him outside into the outer darkness, where there will be weeping and gnashing of teeth.’”
Kemudian, sementara kami berada di neraka, Tuhan menunjukkan jiwa-jiwa yang jatuh. Orang-orang ini tidak memiliki Yesus. Mereka yang mati (tertidur) tanpa Yesus akan terbangun di neraka. Bahkan sekarang, saat kita berbicara, orang-orang jatuh ke neraka! Cacing-cacing itu di Neraka tidak akan pernah mati. Cacing-cacing itu ada di neraka sekarang dan atas jiwa-jiwa yang malang itu!
Then, while we were in Hell, the Lord showed me falling souls. These people did not have Jesus. Those who die (fall asleep) without Jesus will wake up in hell. Even right now, as we speak, people are falling into Hell! Those worms in Hell will never die. The worms are there right now and upon those poor souls!
Setelah beberapa saat, dalam pikiranku, aku berkata aku tidak ingin tetap berada di neraka lagi. Aku ketakutan dan terkejut. Aku berpikir, "Apakah aku juga akan berada di sini? Apakah aku akan terjebak di sini, juga? Apakah aku akan menghabiskan kekekalan di sini? "
After a while, in my mind I said I didn’t want to remain in Hell anymore. I was scared and frightened. I thought, “Am I going to be here, too? Am I going to be stuck here, too? Am I going to spend eternity here?”
Dan suara, CAHAYA yang bersinar berkata kepadaku, seolah-olah ia membaca pikiranku, "Aku akan membawamu kembali!"
And the Voice, the Brightest LIGHT told me, as if he read my mind, “I am going to take you back!”
KEMBALI KE SURGA DAN BUMI / THE RETURN TO HEAVEN AND EARTH
Yesus membawaku kembali ke tempat di mana jiwa-jiwa diselamatkan pergi. Dia membawaku kembali ke surga, sampai ke tempat terang di mana aku bertemu dengan keluargaku lagi. Tuhan berdiri di samping ayahku, yang mengatakan, "Ini bukan waktumu, kamu harus kembali" Setelah menghabiskan beberapa waktu di surga, Tuhan mengatakan kepadaku Dia akan membawaku kembali. Dan ketika Yesus dan aku akan turun, Dia berkata kepadaku, "Katakan kepada anak-anak-KU, AKU mencintai mereka. Katakan kepada mereka bahwa ada surga dan neraka. beritahu mereka Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. beritahu mereka tidak ada yang datang kepada Bapa kecuali melalui Aku. beritahu anak-anak-KU, Aku datang segera. "Dia mengatakan hal ini kepadaku tiga kali.
Jesus brought me back to the place where the saved souls go. He brought me back to heaven, up to the brightest place where I met with my relatives again. The Lord stood me next to my Dad, who said, “It is not your time, you have to go back.” After spending some time in heaven, the Lord told me He was bringing me back. And when Jesus and I were going down, He said to me, “Tell my children, I love them. Tell them there is a Heaven and Hell. Tell them I am the Way, the Truth, and the Life. Tell them no one comes to the Father except through me. Tell my children I am coming soon.” He said this to me three times.
Aku tidak ingin kembali. Aku ingin tinggal di tempat yang nyaman itu. Tuhan berkata, "Jika kamu tidak memberitahu anak-anak dan orang-orang-KU, AKU akan melemparkanmu ke dalam kegelapan luar, di mana akan ada tangisan dan kertak gigi, dan di sana kamu akan menderita selama-lamanya dan apinya tidak akan pernah padam! Beritahu orang-orang dan anak-anak-KU bahwa SURGA DAN NERAKA ADALAH NYATA !! "
I didn’t want to go back. I wanted to stay in the comfortable place. The Lord said, “If you don’t tell my children and my people, I will throw you into the outer darkness, where there will be weeping and gnashing of teeth, and there you will suffer for eternity and the fire is not quenched! Tell my people and children that HEAVEN AND HELL ARE SO REAL !!”
Ketika DIA mengatakan hal itu, aku ketakutan dan menggigil! Ketika ia membawaku kembali, aku katakan aku tidak tahu bagaimana berbicara di depan orang. Yesus berkata, "Aku akan membawamu ke tempat-tempat yang tidak pernah kamu datangi. AKU akan membantumu ketika kamu berbicara tentang surga dan neraka. Mereka yang di penuhi oleh roh akan menjadi temanmu. beritahu anak-anak-KU, AKU mencintai mereka. beritahu mereka ada surga dan neraka. beritahu mereka AKUlah Jalan, Kebenaran dan Hidup. beritahu mereka tidak ada jalan lain kepada BAPA kecuali melalui YESUS. "
When HE said that, I got scared and it gave me the chills! When he was bringing me back, I said I didn’t know how to speak in front of people. Jesus said, “I will take you to places you never went. I will help you when you speak about heaven and hell. Those who are spirit-filled will be your friends. Tell my children I love them. Tell them there’s a heaven and hell. Tell them I am the Way, the Truth and the Life. Tell them there’s no way to the Father except through Jesus.”
Saat Tuhan membawaku lebih dekat ke tubuhku, aku dapat melihat para dokter mencabut kabel pendukung kehidupan dari tubuhku. Lalu aku mendengar banyak suara malaikat menyanyikan sebuah lagu Natal. Mereka menyanyikan "malam kudus, sunyi senyap" dengan cara terindah yang pernah aku dengar. Saat aku menyentuh tubuhku, aku kembali, Aku tidak bisa mendengar nyanyian itu lagi. Tiba-tiba aku merasakan sakitnya luka-lukaku. Aku bisa merasakan tabung di mulut dan hidungku. Aku hendak mengatakan kepada Sinar Terang yang berada di sebelah kananku tetapi Dia telah pergi. Saya ingin tinggal di tempat di mana cinta, kegembiraan dan kedamaian, sinar kemuliaan berada dan ingin tinggal di sana.
As Lord was bringing me closer to my body, I could see the doctors unplugging the cords of the life support from my body. Then I heard many voices of angels singing a Christmas song. They were singing “Silent Night, Holy Night” in the most beautiful way I have ever heard. When I touched my body, I came to. I could not hear the singing any longer. I suddenly felt the pain of my injuries. I could feel the tubes in my mouth and nose. I was going to tell the Brightest, Brilliant LIGHT on my right to bring me back to heaven, but He was gone. I wanted to stay where LOVE, JOY and the Peaceful, Brightest Brilliant LIGHT was and stay there!
Itu adalah hari Natal tahun 2005, dan dokter di Alaska Native Medical Center yang mencabut sistem pendukung kehidupanku. Mereka mengatakan, "Dia tidak akan bertahan." aku telah menderita pneumonia di paru-paruku. paru-paru yang lainnya robek dan tidak berfungsi dari kerusakan selama kecelakaan dan itu mengakhiri hidupku. Mereka membiarkan keluargaku untuk melihatku terakhir kalinya.
It was Christmas Day in 2005, and doctors at the Alaska Native Medical Center were unplugging my life support system. They said, “He will not survive.” I had developed pneumonia in my good lung – the other lung was torn and useless from being damaged during the accident and it was ending my life. They let my family in to see me for the last time.
Aku diberi pelayanan terakhir. Aku menelepon nama pendeta dan ia kembali. Dia senang melihat aku hidup. Kemudian asap mulai berputar-putar di sekitarku, dan itu berputar-putar di kamarku selama tiga hari. Roh Tuhan, sebagai kabut terang dan aroma yang paling indah, berputar-putar di atas tempat tidur. Aku bertanya kepada dokter dan perawat yang merawatku, "Mengapa ada asap?" aku bertanya adakah api? Mereka mengatakan tidak ada asap atau api. Aku kira hanya aku yang melihat asap itu. Setiap kali aku menghirup asap itu, aku bisa merasakan kesembuhan yang terjadi di tubuhku. Aku merasakan kesemutan yang dimulai di atas kepalaku, dan seiring waktu berlalu, kesemutan itu mulai menyusuri ke bawah tubuhku. Aku dapat merasakan tulangku bergerak di tubuhku! Aku bisa mendengar suara-suara seperti tulang sedang diletakkan kembali pada tempatnya!
I was given last ministries. I called the preacher’s name and he came back. He was glad to see me alive. Then smoke began to swirl around me, and it swirled in my room for three days. The Spirit of the Lord, as a bright fog and the most beautiful smell, was circling above my bed. I asked the doctors and nurses tending me, “Why is there smoke?” I asked if there was a fire. They said there was no smoke or fire. I guess only I was seeing it. Each time I breathed in that smoke, I could feel healing taking place in my body. I felt a tingling that started on top of my head, and as time passed, that tingling began traveling down my body. I could feel bones moving in my body! I could hear noises as bones were being put back in place!
Aku mulai pulih Pada hari kedua, para dokter membawa x-ray portabel (dapat di pindahkan/di bawa kemanapun) ke kamarku dan aku di periksa ulang. Mereka melihat tulang sembuh dan tidak bisa menemukan cedera. Mereka mencari luka di hatiku dan tidak dapat menemukannya. Para dokter dengan lantang mengatakan ketidakpercayaan mereka dengan mengatakan, "ini tidak mungkin terjadi!" Kemudian mereka membawa aku ke terapi fisik dan mereka membiarkan aku berjalan; Aku berjalan sendiri dan memuji Tuhan! Pada hari ketiga dari kebangkitanku, semua rasa sakit itu hilang dari tubuhku. Itu tanggal 27 Desember 2005. Para dokter membolehkan aku pulang saat itu, karena tidak ada yang salah denganku lagi: TUHAN YESUS KRISTUS MENYEMBUHKAN SEMUA CEDERAKU ! Aku mengatakan kepada dokter dan perawat tentang apa yang aku alami dan mereka berkata, "Ini adalah nyata. Sudah waktunya untuk mengubah hidup kita".
I began recovering On the second day, the doctors brought a portable x-ray in my room and re-examined me. They saw the bones healed and could not find the injuries. They looked for the gash in my liver and could not find it. The doctors loudly exclaimed their unbelief saying, “THIS CAN’T BE!” Then they brought me to physical therapy and they let me walk; I walked on my own and praised God! On the third day of my awakening, all the pain was gone from my body. It was Dec. 27, 2005. The doctors discharged me then, for there was nothing wrong with me any more: THE LORD JESUS CHRIST HEALED ALL OF MY INJURIES! I told the doctors and nurses about what I experienced and they said, “This is real. It’s time to change our lives.”
MINISTRY / PELAYANAN
Sejak kesembuhannya, Abraham George telah bepergian ke banyak tempat bersaksi bagi Tuhan Yesus Kristus dan mujizat kesembuhan Allah telah dianugerahkan kepadanya. Selama kesaksiannya, tanda-tanda dan keajaiban menyertai Abraham, sebagaimana tanda-tanda dan keajaiban mengikuti murid-murid Yesus dan orang lain yang memberikan hidup mereka kepada Yesus dan menyaksikan tentang dia. Abraham mengatakan, "Dunia ini tidak akan menjadi lebih baik. Bahkan cuaca dari hari-hari akhir. Semua pesan yang Yesus berikan kepadaku adalah Alkitabiah. Ketika aku membaca Alkitab, aku melihat apa yang Tuhan katakan kepadaku. "
Since his recovery, Abraham George has been traveling to many places witnessing for the Lord Jesus Christ and the wonderful miracle of healing God has bestowed upon him. During his witnessing, signs and wonders followed Abraham, just as signs and wonders followed Jesus’ apostles and others who gave their lives to Jesus and witnessed about him. Abraham says, “The world is not getting better. Even the weather is of the last days. All the messages that Jesus gave me are Biblical. When I read the bible, I see what the Lord was saying to me.”
Bersikaplah benar di hadapan Tuhan. Jadikanlah Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamatmu, angkat salibmu dan ikuti DIA. Ada Surga untuk dimenangkan dan Neraka untuk dihindari.
Get right with God. Make Jesus Christ your Lord and Saviour, pick up your cross and follow Him. There is a Heaven to be won and Hell to shun.
Sumber dari:
https://christiscoming777.com/2016/05/27/taken-to-heaven-hell-testimony-of-abraham-george/
Di terjemahkan oleh: heavenly princess mandy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.