KIM JONG UN EJEK TRUMP LEWAT FOTO INI
Siapa tak kenal Kim Jong Un? Penguasa Korea Utara ini terkenal karena ketegasannya yang melampaui batas dalam memimpin negaranya. Dia juga terkenal karena sangat getol dalam upayanya membangun pertahanan negara berbasis nuklir yang membuat salah satu negara adidaya dunia, yaitu Amerika Serikat.
Berulangkali Amerika Serikat meminta kepada Korea Utara untuk menghentikan proyeknya tersebut namun tak pernah digubris oleh Kim Jong Un dan malah balik mengancam akan mengirimkan Rudal ke Amerika.
Nah, baru-baru ini Amrekia Serikat telah menyelenggarakan Pemilu Presiden dan hasilnya memenangkan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru. Donald Trump resmi dilantik pada 20 Januari 2017 yang lalu.
Lalu apa hubungannya dengan Kim? Ternyata Kim Jong Un tak ketinggalan berita tersebut dan malah bereaksi terhadap upacara inagurasi Presiden baru Amerika Serikat tersebut. Dalam laman facebooknya, Kim Jong Un membandingkan jumlah partisipan yang menghadiri upacara inagurasi Presiden baru. Dia membandingkan jumlah masyarakat yang hadir pada pelantikan Trump, Obama, dan dirinya.
Postingan Kim Jong Un
Dalam foto nampak Trump mendapatkan jumlah atensi masyarakat yang paling sedikit diantara ketiganya. Hmmm, apakah Trump akan tersinggung dengan cara Kim Jong Un tersebut dan akan membalasnya? Kita tunggu ya !
http://tz.ucweb.com/1_1Mw5Z
************************
KOREA UTARA: JONG UN, JIKA TERANCAM AKAN NUKLIR LOS ANGELES

Pemimpin Korut Kim Jong-un akan menghancurkan Los Angeles dengan nuklir jika merasa pemerintahannya terancam
SEOUL - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un akan meluncurkan nuklir ke Los Angeles jika pemerintahannya terancam. Demikian dikatakan seorang bekas diplomat senior Korut yang telah membelot.
"Diktator akan menekan tombol untuk menghancurkan kota California meskipun menimbulkan konsekuensi yang tak terelakkan," kata Thae Yong-ho, mantan Wakil Dubes Korut di London.
Dalam acara Victoria Derbyshire Show yang ditayangkan di BBC, Yong-ho mengatakan Jong-un akan menekan tombol pada senjata-senjata berbahaya ketika ia berpikir bahwa pemerintahan dan dinastinya terancam seperti dikutip dari Independent, Rabu (25/1/2017).
Ketika ditanya apakah Jong-un akan tetap bertindak meski mengetahui serangan nuklir di daratan AS akan berarti kehancuran, Yong-ho menjawab: "Ya."
Yong-ho sebelumnya mengatakan rezim Jong-un bertujuan untuk menyelesaikan pembangunan senjata nuklir pada akhir 2017. Pyongyang tidak akan berhenti bahkan jika ditawarkan triliunan dolar untuk melakukannya.
Pyongyang telah menegaskan akan melakukan uji coba rudal nuklir berikutnya kapan saja dan di mana saja.
"Kim Jong-un tahu cukup baik bahwa senjata nuklir adalah satu-satunya jaminan untuk pemerintahannya. Jika ia kehilangan kekuasaan maka itu adalah hari terakhirnya. Dia mungkin akan melakukan apapun," katanya.
Tetapi Thae Yong-ho yakin rezim Kim Jong-un satu hari akan runtuh oleh pemberontakan rakyat.
http://international.sindonews.com/read/1174226/40/jika-terancam-jong-un-akan-nuklir-los-angeles-1485353895
************
Pembelot Korut: Kim Jong-un Ingin Bertemu Trump

Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump
SEOUL - Seorang diplomat senior Korea Utara (Korut) yang membelot mengungkapkan pendapat terhadap bekas negaranya. Thae Yong-ho mengatakan satu-satunya cara untuk mengubah nasib Korut adalah mengubah pemimpinnya.
"Selama Kim Jong-un berkuasa, tidak akan ada kesempatan bagi dunia untuk mengangkat isu HAM atau membatalkan program nuklir," kata diplomat senior yang membelot dalam hampir 20 tahun terakhir disitat dari CNN, Rabu (25/1/2017).
Yong-ho mengatakan kemenangan mengejutkan Presiden Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat (AS), dilihat Jong-un sebagai kesempatan baik baginya untuk membuka semacam kompromi dengan pemerintahan baru AS.
Tapi ia menegaskan Jong-un hanya akan berbicara pada istilah yang merujuk pada pidato Tahun Baru. "Tingkatan pidato Tahun Baru ini adalah sebuah pemerasan yang blak-blakan," katanya.
Dalam pidatonya saat itu, Jong-un menegaskan jika AS meneruskan kebijakan melawan Korut ia akan terus menambah senjata nuklir untuk kemampuan militer negaranya. "Ia menyebutnya kemampuan serangan pre emptive. Itu adalah rudal balistik antar benua (ICBM)," ungkap Yong-ho.
Selama kampanyenya, Trump mengatakan ia akan terbuka untuk bertemu Jong-un. Yong-ho pun membuat permohonan kepada Trump untuk mempertimbangkan kembali. Menurutnya, pertemuan itu sama saja dengan memberikan legitimasi kepada pemimpin Korut tersebut yang saat ini tidak dimiliki di negerinya sendiri.
"Bahkan Presiden China Xi Jinping dan bahkan Presiden Rusia Putin, mereka bahkan belum bertemu Kim Jong-un," katanya.
Yong-ho mengklaim meskipun para loyalisnya merasa takut, Jong-un masih berjuang untuk mengamankan legitimasi yang dinikmati dari ayahnya Kim Jong Il dan kakeknya Kim Il Sung, pendiri Korea Utara.
"Setelah 5 tahun berkuasa, ia bahkan tidak bisa memberitahu orang-orang Korut tentang tanggal lahirnya, setelah ia lahir, tentang ibunya, hubungannya dengan kakeknya," katanya.
http://international.sindonews.com/read/1174153/40/pembelot-korut-kim-jong-un-ingin-bertemu-trump-1485341836
*******************
KOREA UTARA SALAHKAN AS ATAS KRISIS NUKLIR DI ASIA TIMUR
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Luar Biasa Korea Utara untuk Indonesia An Kwan Il menuding bahwa penempatan ribuan pasukan dan pengerahan sistem pertahanan antirudal mutakhir buatan Amerika Serikat di Korea Selatan sebagai alasan utama atas krisis nuklir di Asia Timur.
An menilai bahwa kebijakan agresif AS yang menempatkan pasukan militernya di kawasan Asia Timur menimbulkan ketidakseimbangan kekuatan di kawasan. An menegaskan bahwa hal ini memicu Korut untuk meningkatkan pula pertahanan militernya di kawasan.
"Kalau selama ini isu nuklir Korut menjadi ancaman bagi keamanan regional bahkan global, AS dan kebijakannya di kawasan lah yang jelas-jelas menjadi pemicu panasnya situasi di Asia Timur khususnya Semenanjung Korea," ungkap An dalam sebuah seminar dihadapan mahasiswa FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada Senin (19/12).
"Kebijakan 'bermusuhan' AS terhadap Korut serta ambisi mereka untuk mendominasi kawasan Asia Pasifik jadi pemicu utama kenapa kita harus mempertahankan diri dengan membangun senjata nuklir. [Nuklir] untuk mempertahankan negara kita," kata An menambahkan.
Menurut An, AS telah lama menjalankan kebijakan yang agresif kepada Korut sejak awal negara itu berdiri, dalam semua bidang termasuk politik, ekonomi, dan militer. Dalam hal politik, hingga saat ini Amerika dianggap masih tidak mengakui kedaulatan Korut.
Sementara di bidang ekonomi, Washington dinilai telah menjatuhkan berbagai sanksi kepada Pyongyang guna menghalangi kemajuan dan menggulingkan sistem politik Korut.
"Semua itu dilakukan AS dengan alasan perbedaan sistem politik di Korut yang tidak sesuai dengan keinginan AS," kata An.
Sementara itu, An menilai kebijakan AS membentuk aliansi politik dan militer dengan Korea Selatan dan Jepang sebagai upaya AS memperkuat instrumen militer dan strateginya di kawasan. Peningkatan militer AS dapat mempermudah negara itu memasukkan agendanya di kawasan.
Menurut An, AS sengaja memanfaatkan situasi rumit di Asia Timur khususnya di Semenanjung Korea untuk bisa terus mendekati Korea Selatan, salah satu negara sekutu AS di kawasan. Krisis keamanan di Semenanjung Korea membuat Korsel akan terus menggantungan keamanannya pada AS, sehingga militer AS bisa tetap menempatkan pangkalan militernya di negara itu.
Korut juga mengklaim AS telah menyiagakan senjata nuklir di Korsel untuk menyerang Pyongyang.
Menurut An, pemerintah Korsel sendiri tak memiliki keberanian untuk menghadapi Korut. Korut menilai Korsel selalu bergantung dengan kekuatan negara lain, seperti AS. Di sisi lain, AS memanfaatkan hal ini untuk menguasai Asia.
"China dan Rusia telah dipersenjatai nuklir. Sementara Jepang dan Korsel berada di bawah payung nuklir AS. Untuk itu, satu-satunya pilihan bagi kami mengamankan kepentingan dan keamanan negara adalah dengan membangun senjata nuklir," kata An.
Dalam kesempatan itu, An menegaskan bawha satu-satunya jalan untuk menyelesaikan krisis nuklir di Asia Timur adalah dengan menghentikan dominasi AS di kawasan. Jika Washington ingin Korut menghentikan pengembangan senjata nuklirnya, maka AS harus menyetop ekspansi militer dan politiknya di kawasan.
Korut secara rutin menuduh AS dan Korea Selatan tengah mempersiapkan perang, salah satunya dengan mengadakan latihan militer gabungan tahunan skala besar. AS juga menempatkan sistem pertahanan antirudal mutakhir, Terminal High Altitude Area Defence (THAAD), di Korsel untuk mengantisipasi ancaman serangan nuklir dan rudal dari Korut.
Di sisi lain, Korut sudah meluncurkan dua uji coba nuklir sepanjang tahun ini disertai dengan sejumlah peluncuran rudal. Korut juga tengah mengembangkan hulu ledak nuklir yang dapat diluncurkan hingga ke daratan AS.
Atas serangkaian provokasi Korut tersebut, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi yang terberat untuk Korut pada awal bulan ini, yakni dengan pembatasan ekspor batu bara tahunan Korut, salah satu sumber pendapatan eksternal negara yang terisolasi itu.
Pilihan Redaksi
http://www.cnnindonesia.com/internasional/20161219163721-113-180768/korut-salahkan-as-atas-krisis-nuklir-di-asia-timur/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.