
Panyileukan, di waktu malam – Pencegahan bahaya penularan penyakit HIV/Aids gencar dilakukan berbagai elemen dan pemerintah. Fenomena kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) saat ini meningkatkan tingkat kerentanan penularan virus tersebut dengan jumlah yang lebih besar.
“Kematian akibat HIV/Aids meningkat terus angkanya. Itu fenomena gunung es, banyak yang belum ada gejalanya membuat angka sebenarnya jauh lebih banyak dari saat ini,” kata dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dewi Inong Irana dalam Diskusi Kajian LGBT dalam Perspektif Keilmuan di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jumat (27/2/2016).
Dewi menjelaskan, angka HIV/Aids pada ibu rumah tangga paling terlihat mengalami kenaikan begitu juga pada mahasiswa. Penderita laki-laki lebih banyak dari perempuan.
“Dari sisi kesehatan bahwa seseorang yang sudah berhubungan seks laki- laki dan laki-laki itu bisa ketagihan. Dan ini terjadi paling banyak pada usia produktif 20-49 tahun,” katanya.
Dewi menambahkan, meskipun HIV/Aids adalah penyakit kelamin paling banyak yang terjangkit. Namun penyakit kelamin lainnya juga banyak diderita kelompok LGBT. Penggunaan kondom mencegah HIV/Aids, lanjutnya, tidak menjamin 100 persen aman dan efektif.
“Pencegahan paling aman ya jangan berzina. Kondom tak mencegah, itu kan teksturnya tipis apalagi jika terkena gigi dan mulut serta dubur, tentu rentan sobek. Banyak pasien saya datang saat sudah pada stadium dua dan selanjutnya. Mereka merasa aman selama ini dengan antibiotik. Banyak kasus tak bergejala,” tandasnya.
Marieska Harya Virdhani
sumber : http://news.okezone.com/read/2016/02/27/337/1322595/kelompok-lgbt-dibayangi-penyakit-kelamin, akses tgl 28/02/2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.