RENUNGAN - Aneh Ya

Aneh ya, mudah sekali manusia membuang Tuhannya bagai sampah, tetapi kemudian bertanya mengapa dunia menjadi begitu menakutkan tak terkendali.
Aneh ya, kita mudah sekali percaya apa yang ditulis koran, tetapi kita selalu meragukan apa yang tertulis dalam Alkitab.
Aneh ya, semua orang ingin masuk surga, Tapi mereka tidak mempercayai, tidak memikirkan, mewartakan ataupun melaksanakan apa yang dikatakan oleh Alkitab. Apakah dunia ini sudah separah itu?
Aneh ya, kita dengan mudah mengatakan : Aku percaya kepada Allah, tetapi kita tetap mengikuti setan, yang nota bene juga percaya kepada Tuhan.
Aneh ya, kita dengan gampang sekali mengirim & mem-forward lelucon-lelucon & gosip-gosip melalui email/sms, sehingga dalam sekejap tersebar luas bagai api, tetapi jika mengenai Tuhan, kita berpikir beratus kali sebelum menekan tombol 'send'?
Aneh ya, pembicaraan-pembicaraan mengenai hal-hal yang vulgar, kasar, keras, jorok, begitu mudah tersebar terbuka di mana-mana, tetapi diskusi mengenai Yesus sangat dibatasi, bahkan di sekolah maupun di tempat kerja ?
Aneh ya, kita bisa begitu bersemangat & berapi-api memuliakan Tuhan pada hari Minggu, tetapi pada hari-hari kerja kita menjadi pengikut Kristus yang tersembunyi.
Aneh ya, ketika hendak memforward cerita inipun, kita akan menyeleksi lagi, karena takut & tidak yakin akan reaksi teman-teman kita.
Aneh ya, kita hanya sibuk memikirkan apa nanti reaksi orang-orang, tapi kita lupa memikirkan apa yang Tuhan pikirkan tentang kita.
Dari berbagai sumber.
=================================================
RENUNGAN - Apakah Kita Tahan Uji ?
Roma 5:3-5
3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Banyak teman-teman kami yang dengan cepat meninggalkan jalan Tuhan ... saat kesengsaraan datang, saat diuji perekonomiannya, keluarganya, teman-temannya, gerejanya dll.
Dalam ministry, kami diuji dalam segala hal, ... diantaranya adalahperpecahan, dianggap sesat, tidak dipercaya, diremehkan, dihina, dll.
1 Korintus 11:19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.
Tetapi saat ini kami tetap ada, karena dipelihara oleh Tuhan dan kasih karunia serta anugrah Tuhan ... bahkan kami berkembang lebih banyak dan lebih bersemangat dari yang dulu pernah ada.
Apakah kita mencari pujian dari Tuhan atau dari manusia ?
2 Korintus 10:18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.
Upah orang yang tahan uji !
Yakobus 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
========================================================================
RENUNGAN - Amanat Agung
Markus 16:15-16
15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Matius 28:18-20
18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
2 Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Siap sedialah, artinya siap 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 hari dalam setahun.
Baik atau tidak baik waktunya, artinya tidak pakai alasan, seperti sedang capai lah, suasana hati tidak enak lah, sedang hujan lah, jauh lah ... dan 1001 macam alasan lainnya.
Sudahkah Anda siap ?
========================================================================
RENUNGAN - Siapakah Idolamu ?
Ketika kita mengidolakan seseorang, maka secara sadar atau tidak sadar .... kita mengikuti apa yang di pakai, gerak gerik, warna yang disukai, makanan yang disukai .... dan lain sebagainya, yang dilakukan oleh para idola kita.
Saat kita melihat semuanya, maka kebaikan maupun keburukan idola kita akan terlihat. Celakanya, kita pun cenderung ikut melakukan hal yang sama dengan yang kita idolakan.
Oleh karena itu idolakan Tuhan Yesus Kristus dalam hidupmu, maka kita akan meniru karakter Yesus dalam hidup kita, dan di dalam Dia hanya ada kebenaran. Amin
Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenarandan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
========================================================================
RENUNGAN - Titik Hitam
Bertahun-tahun yang lalu hingga sekitar beberapa bulan yang lalu, terus terang saya menjadi seorang yang merasa kehidupan dunia ini datar-datar saja, tidak ada yang istimewa dan layak disyukuri. Bagi saya saat tidurlah suatu kebahagiaan terindah. Entahlah, saya begitu menyesal atas apa yang saya miliki, istri, pekerjaan, kehidupan, kemampuan serta fisik yang saya miliki sepertinya tidak sesuai harapan. Saya selalu merasa menjadi orang yang KEKURANGAN di dunia ini. Semakin kuat saya berusaha untuk merubah keadaan, yang saya terima adalah semakin banyak kekecewaan. Saya tidak tahu harus memulai dari mana, hingga suatu saat seorang sahabat memberikan suatu nasehat yang sungguh luar biasa dan memberikan suatu gambaran utuh tentang sebuah arti syukur dalam kehidupan. Di suatu tempat aku dan sahabatku berbincang-bincang :
Ya...aku mengerti apa yang kau alami, tidak hanya kamu akupun sendiri pernah mengalami dan mungkin banyak orang lainnya, sekarang aku akan ambil satu kertas putih kosong dan aku tunjukkan padamu, apa yang kamu lihat ?, ucap sahabatku.
Aku tidak melihat apa-apa semuanya putih, jawabku lirih.
Sambil mengambil spidol hitam dan membuat satu titik ditengah kertasnya, sahabatku berkata "Nah..sekarang aku telah beri sebuah titik hitam diatas kertas itu, sekarang gambar apa yang kamu lihat?".
"Aku melihat satu titik hitam",jawabku cepat.
"Pastikan lagi !", timpal sahabatku.
"titik hitam",jawabku dengan yakin.
"Sekarang aku tahu penyebab masalahmu. Kenapa engkau hanya melihat satu titik hitam saja dari kertas tadi? cobalah rubah sudut pandangmu, menurutku yang kulihat bukan titik hitam tapi tetap sebuah kertas putih meski ada satu noda didalamnya, aku melihat lebih banyak warna putih dari kertas tersebut sedangkan kenapa engkau hanya melihat hitamnya saja dan itu pun hanya setitik ?". Jawab Sahabatku dengan lantang,
"Sekarang mengertikah kamu ?, Dalam hidup, bahagia atau tidaknya hidupmu tergantung dari sudut pandangmu memandang hidup itu sendiri, jika engkau selalu melihat titik hitam tadi yang bisa diartikan kekecewaan, kekurangan dan keburukan dalam hidup maka hal-hal itulah yang akan selalu hinggap dan menemani dalam hidupmu".
"Cobalah fahami, bukankah disekelilingmu penuh dengan warna putih, yang artinya begitu banyak anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kamu, kamu masih bisa melihat, mendengar, membaca, berjalan, fisik yang utuh dan sehat, anak yang lucu-lucu dan begitu banyak kebaikan dari istrimu daripada kekurangannya, berapa banyak suami-suami yang kehilangan istrinya ?, Juga begitu banyak kebaikan dari pekerjaanmu dilain sisi banyak orang yang antri dan menderita karena mencari pekerjaan. Begitu banyak orang yang lebih miskin bahkan lebih kekurangan daripada kamu, kamu masih memiliki rumah untuk berteduh, aset sebagai simpananmu di hari tua, tabungan , asuransi dan teman-teman yang baik yang selalu mendukungmu. Kenapa engkau selalu melihat sebuah titik hitam saja dalam hidupmu ?" dan juga........ ......... .
Itulah kamu, betapa mudahnya melihat keburukan orang lain, padahal begitu banyak hal baik yang telah diberikan orang lain kepada kamu.
Itulah kamu, betapa mudahnya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan kamu lupa kelemahan dan kekurangan diri kamu..
Itulah kamu, betapa mudahnya kamu menyalahkan dan mengingkari- Nya atas kesusahan hidupmu, padahal begitu besar anugerah dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya dalam hidupmu.
Itulah kamu betapa mudahnya menyesali hidup kamu padahal banyak kebahagiaan telah diciptakan untuk kamu dan menanti kamu
"Mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas ini? PADAHAL SEBAGIAN KERTAS INI BERWARNA PUTIH ?,sekarang mengetikah engkau?", ucap sahabatku sambil pergi (entah kemana).
"Ya aku mengerti", ucapku lirih.
Kertas itu aku ambil, aku buatkan satu pigora indah dan aku gantung di dinding rumahku. Bukan untuk SESEMBAHAN bagiku tapi sebagai PENGINGAT dikala lupa,..lupa. ..bahwa begitu banyak warna putih di hidupku daripada sebuah titik hitam. Sejak itu aku mencintai HIDUP ini. Bisa Hidup adalah suatu anugerah yang paling besar yang diberikan kepada kita oleh Perekayasa Agung... Aku tidak akan menyia-nyiakannya.
Pak Mariopun juga pernah berpesan kepadaku :
Kadang-kadang Tuhan menaruh kita pada tempat yang sulit supaya kita tahu dan menyadari bahwa tidak ada yang sulit bagi Tuhan
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi
berkah bagimu ...
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...
AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI oleh karena itu AKU SELALU
MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.............
1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
========================================================================
RENUNGAN - Andalkan Tuhan !
Yeremia 17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Tetapi Tuhan memberkati orang yang mengandalkan Dia.
Yeremia 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Yeremia 17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Apakah Saudara ingin diberkati ?





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.