
Amsal 27:17 (TB) Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Sebagai orang percaya, Tuhan tidak ingin kita duduk diam dan tampil dalam zona nyaman kita, tetapi Tuhan ingin kehidupan rohani kita semakin bertumbuh dan dewasa. Untuk itu Tuhan menggunakan pengalaman hidup kita dan termasuk pengalaman hidup kita bersama orang lain. Tuhan menggunakan "gesekan" dengan orang lain dalam hidup kita agar hidup kita sesuai dengan kehendakNya dan semakin serupa dengan Dia. Seperti yang difirmankan Tuhan, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya".
Hal inilah yang terjadi pada Daud. Meski dia sudah diurapi Samuel dan mengalahkan Goliat, Daud tidak langsung menjadi pemimpin tertinggi di Israel dan memiliki kehidupan yang nyaman. Saul yang merasa posisinya terancam, berusaha menghancurkan Daud dengan berbagai cara. Bahkan Saul memburu Daud kemanapun Daud pergi. Namun demikian Daud tidak memberontak melainkan tetap setia dan menyerahkan masalahnya kepada Allah. Tekanan demi tekanan yang dialami Daud tidak membuat iman Daud kepada Tuhan menjadi luntur. Namun sebaliknya, iman dan karakter Daud semakin bertumbuh sesuai dengan kehendak Tuhan. Oleh sebab itu, Tuhan berkenan kepada Daud dan akhirnya mengangkat Daud menjadi Raja Israel yang kedua setelah Saul meninggal.
Seperti Daud, kita pun akan selalu merasakan penempaan Tuhan melalui berbagai masalah dengan orang-orang sekitar kita, baik itu pasangan hidup, keluarga, teman, rekan kerja, masyarakat tempat tinggal atau saudara kita seiman. Sabar dan responilah setiap keadaan dengan sikap positif. Ingat, bahwa melalui berbagai masalah itulah kita belajar untuk taat, setia, tulus, rendah hati, dan memiliki jiwa yang besar untuk mengampuni kesalahan orang lain. Ibarat besi yang sedang ditajamkan, karakter kita pun dibentuk Allah sehingga ketika waktuNya tiba, kita siap dipakai menjadi alat kemuliaan namaNya.
Tuhan Yesus memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.