Teshuvah
Teshuvah – Moment untuk Berbalik kepada Tuhan
Jika anda pernah mendengar kata berjaga-jaga, mungkin yang paling benar untuk kita lakukan ialah Teshuvah. Selama ini kita “berjaga-jaga” dengan abstrak, tanpa mengetahui bagaimana harus berjaga-jaga dengan benar.
“Teshuvah” atau “Berbalik” memiliki dua aspek. Yang pertama: “Berhenti Melakukan”. Berhenti Melakukan apa? Berhenti melakukan Kecemaran dan dosa!
Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (1 Kor 6:9-10)
Saudara yang terkasih, berikut adalah sebuah video yang patut kita saksikan sebagai bahan untuk instrokpeksi diri apakah kita benar-benar sudah layak untuk diangkat. Pastor John Mulinde dari Uganda adalah hamba Tuhan berkarunia rasul dan menjadi sosok utama dibalik kebangunan rohani yang besar di Afrika Selatan. Beliau dipakai secara luar biasa untuk melakukan mujizat dan membawa banyak jiwa kepada Tuhan. Tetapi dalam sebuah penglihatan, Yesus mengatakan bahwa saat Ia kembali menjemput gerejaNya, Pastor John Mulinde tidak akan diangkat!
Saat itu Pastor John Mulinde ditelanjangi habis-habisan oleh Tuhan. Tuhan menyingkapkan dosa-dosanya yang tersembunyi mulai dari pikiran cemar, kesombongan, kebencian, pembenaran diri sendiri, dan lain-lain.
Yesus berpesan bahwa akan banyak anak-anakNya yang tidak akan diangkat seperti Pastor John Mulinde jika tidak segera berbalik!
Tuhan mengatakan kepadanya, “banyak dari hamba-hamba-Ku … telah menjual jiwa mereka untuk hal-hal duniawi.” Tuhan mengatakan kepada Pastor Mulinde, bahwa Hari Tuhan sudah dekat, dan semua pikiran yang tersembunyi dan hati manusia akan terungkap pada hari itu.
Pastor Mulinde mengatakan, “Saudara kekasih, waktunya singkat, Dia yang akan datang akan datang segera. Ia memanggil kita berbalik kepada diri-Nya. Saya ingat Dia berkata kepada saya, Hari itu bukan hari bahagia bagi diri-Nya. Tuhan Yesus mengatakan, ‘hati-Ku hancur ketika memikirkan umat-Ku yang akan dijauhkan pada hari itu. Itulah mengapa Aku berseru sambil menangis, ‘Berbaliklah kepada-Ku!’ “
Biar lewat kesaksian beliau ini, kita makin bisa menilai apakah hidup kita sudah layak untuk diangkat atau tidak. Apa yang akhir-akhir ini mengikat hati kita sehingga kita lupa dan menjauh dari Tuhan? Entahkah itu harta, pelayanan, tugas, ambisi pribadi, atau mungkin kita lebih banyak menggunakan waktu dengan Handphone kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.