Kenyataannya bukti-bukti yang diajukan menunjukkan bahwa orang tua mereka sadar sepenuhnya bahwa anak-anak mereka menghadiri sekolah minggu bersama-sama dengan teman-teman Kristen mereka. Tanpa melihat pertimbangan itu, tetap saja pengadilan menganggap ketiga guru sekolah minggu ini bersalah dan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara.
3 Guru Sekolah Minggu dipenjara dituduh memurtadkan anak-anak Muslim. Shalom, begini kisahnya :
Tiga guru sekolah minggu yaitu Rebekka, Ratna, dan Eti dipenjara dikarenakan waktu itu pada bulan mei 2005 dituduh memurtadkan anak-anak Muslim menjadi Kristen.
CBN mengunjungi ketiga wanita itu didalam suatu penjara di Indramayu, Indonesia dan melihat mereka masih mengabarkan iman mereka dibalik besi penjara.
Ketiganya tetap dalam posisi iman yang berkobar meskipun harus menghabiskan waktu mereka selama dua tahun dipenjara disebabkan kejahatan yang menurut banyak orang tidak mereka lakukan.
Pada tahun 2005, ketiga guru sekolah minggu ini disidangkan setelah sebuah kelompok muslim radikal memasuki desa mereka dan menuduh ketiga guru sekolah minggu itu memurtadkan anak-anak Mulsim [mengajak masuk Kristen].
Kenyataannya bukti-bukti yang diajukan menunjukkan bahwa orang tua mereka sadar sepenuhnya bahwa anak-anak mereka menghadiri sekolah minggu bersama-sama dengan teman-teman Kristen mereka.
Tanpa melihat pertimbangan itu, tetap saja pengadilan menganggap ketiga guru sekolah minggu ini bersalah dan menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara.
“I call this prison ‘a school of trust in God,'” jelas Rebekka, salah seorang guru sekolah minggu itu. “Saya pikir tidak mudah menjadi seorang tahanan, akan tetapi segalanya mudah dijalani dikarenakan Roh Kudus.”
Rebekka meneruskan, “Kehidupanku membuktikan bahwa Yesus itu
setia kepadaku selama aku dipenjara, dikarenakan Dia menyediakan makanan kami, dan tidak pernah meninggalkan kami. Mereka bertanya kepada saya, ‘Kenapa kamu tidak pernah terlihat sedih di penjara ?’ Saya katakan kepada mereka bahwa sukacita dan damai didalam hatiku ini dikarenakan Yesus.”

untuk mereka sendiri. Mereka juga membagikan iman itu kepada teman-teman didalam penjara.
Edi Koswara adalah salah satu teman mereka. Dia dipenjara dikarenakan mencuri sepeda motor dan mengatakan bahwa keramahan Rebekkalah yang membawa dia kepada Yesus.
“Saya melihat keramahan Yesus di wajahnya. Saya tahu setiap anak Tuhan mempunyai sukacita yang tergambar di wajahnya. Saya ingin mempunyai dan mengetahui hal ini.” kata Edi yang kemudian pindah keyakinan ikut Yesus.
Rebekka mengatakan, ‘Saya tahu bahwa Yesus telah mati bagiku dan mengampuni dosa-dosaku, Ketika aku meninggal, saya tahu bahwa saya akan bersama-sama Yesus di Sorga.’
Karena diinspirasi oleh Firman Tuhan, Edi membuat beberapa lukisan yang Rebekka gunakan didalam pelajaran pendalam Alkitab.
Rebekka mengatakan dia percaya bahwa semua hal-hal yang baik yang terjadi didalam diri mereka didalam penjara adalah jawaban dari doa-doa orang Kristen dari seluruh dunia.
Dan jawaban dari doa-doa mereka untuk dilepaskan dari penjara lebih awal telah dijawab. Eti, Ratna and Rebekkaa kemungkinan akan dibebaskan pada bulan Juni.
Akan tetapi apakah ketiga guru sekolah minggu ini akan berhenti mengajar kepada anak-anak ?
“Tentu saja tidak !,” kata Rebekka. “Akan tetapi kita berusaha bertindak bijaksana dikarenakan mereka akan mengawasi kita.”
Akan tetapi Bapa kami yang berada di Sorga akan menjaga mereka bertiga, Eti, Ratna and Rebekkaa mengatakan bahwa mereka yakin bahwa masa depan mereka akan aman.
Gary Lane CBN News
Ini adalah salah satu kesaksian persidangan mereka :
Gw mau bagi kesaksianyang gw dapat dari teman gw via e mail di bandung
Dukung DOA dan bagi kesaksian.


Biasanya pada saat setiap sidang ada lebih dari 8 truk massa jihad yang datang untuk orasi dan mengitimidasi, mereka menyuap jaksa untuk menghadirkan para saksi yang semua kesaksiannya bohong and diputar balikkan. Massa tsb sebelum sidang orasi terlebih dahulu yang isinya menekan, mengejek, dan mengitimidasi, teriak untuk menghukum Ibu Rebeka CS yang seberat beratnya 10 thn penjara kalau tidak mereka akan buat hukum sendiri untuk mengadili mereka (surat dari Gus Dur untuk MUI setempat supaya mencabut tuntutan tidak digubris), mereka akan mencabut tuntukan kalau 3 ibu diatas masuk muslim.



Juga doakan karena sudah ada 60 gereja dari berbagai dominasi disekitar Jawa barat dan pantura yang ditutup, mereka datang lebih dari satu truk untuk menutup gereja tersebut dalam 3 bulan terakhir ini. Kabar yang baru teman aku dengar mereka membuat program untuk 2006 untuk mensyariat islamkan jawa barat, dan programnya dalam setiap minggu min 5 gereja ditutup. Ini waktunya gereja ngak mikirin internnya lagi tapi melakukan PI selagi waktu masih ada. Ini waktunya kita nyiapkan diri, karena tekanan untuk orang nasrani semakin kuat. So berdoa yang untuk Kedar dan Nabayot, mungkin masa kesesakan udah tiba, sebelum transformasi besar2 terjadi.
Semoga kesaksian 3 ibu diatas membangkitkan kita ya. GBU ALL
Ini adalah laporan pembebasan mereka :
Kesaksian dari Luar Tembok Penjara
Dr. Rebekka Zakaria, Eti Pangesti, dan Ratna Bangun akhirnya dibebaskan dari penjara Indramayu, Jawa Barat, pada tanggal 8 Juni 2007 pukul enam pagi, tiga jam lebih cepat dari jadwal awal untuk menghindari demonstrasi dari kelompok-kelompok radikal.
Kelompok-kelompok ini berencana untuk menunggu di luar penjara dan mengantar ketiga ibu ini keluar dari kota Indramayu dan memastikan mereka tidak kembali lagi dan tidak lagi melayani di Indramayu.
Setelah pembebasan, ketiganya langsung pergi ke Cirebon untuk beberapa hal administrasi. Mengendarai bis yang disediakan Open Doors, tujuh mobil yang berisikan keluarga, kerabat, media, dan aparat menemani mereka.
Dr. Rebekka yang telah dicabut izin praktiknya karena pemenjaraan mengatakan, “Saya akan mengejar impian masa kecil untuk menjadi dokter misionaris.”
Sumber :
Indonesian Christians Jailed for Preaching Gospel to Muslims
Uploaded on May 31, 2007
Latest update by julia1 on 30 August 2005 14:11:15
Ibu Ratna berencana untuk segera bertemu dengan anak-anaknya yang tinggal di Pekanbaru. “Ayah saya meninggal dunia dua bulan lalu. Saya sangat kehilangan karena kami sangat dekat. Jika saja ia masih hidup, pasti kata-kata ini yang akan disampaikannya saat bertemu saya setelah bebas, `Saya sangat bangga padamu, anakku, karena kau menderita bagi Kristus,`” demikian dikatakan Ibu Ratna.
Sementara Ibu Eti belum mempunyai rencana setelah pembebasan dirinya. Sebuah acara ucapan syukur telah disiapkan di rumahnya, “Keluarga saya berjumlah dua puluh orang akan hadir. Beberapa dari mereka bahkan cuti dari kantor untuk menyambut saya,” ujarnya.
Pembebasan ketiga ibu ini adalah jawaban doa. Namun, tantangan tetap ada, “Kami tetap memerlukan doa saudara-saudara seiman di Indonesia dan di seluruh dunia. Kami masih mencari tempat untuk beribadah. Kemungkinan kami tetap akan beribadah di Haurgeulis jika Tuhan menghendaki. Tolong doakan kami dan keluarga agar tetap setia dan tetap teguh mengikut Tuhan apa pun yang terjadi,” Ibu Rebekka berkata mewakili kedua ibu lainnya.
—– Demikian kisah ketegaran ketiga guru sekolah minggu : Pdt. Rebekka Lionita, Ratna M Bangan, dan Eti Pangesti …
Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.” (Markus 13:13).
Matius 7:16 – (16) Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? (17) Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Salam kompak dan semangat selalu. Tetap mengasihi sesama manusia apapun keyakinannya. Tuhan Yesus memberkati.
Amen.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.