Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang rajin mencermati aksi terorisme , mensinyalir pendukung ISIS di Asia Tenggara makin intens bekerja sama.
Wilayah Filipina selatan kini menjadi basis ISIS Asia Tenggara yang makin agresif menjalin hubungan dengan sel-sel ISIS di Indonesia dan Malaysia demi meningkatkan prekrutan calon anggota ISIS yang lebih muda dan militan, menurut laporan IPAC . IPAC adalah organisasi yang dipimpin oleh analis terorisme asal Australia, Sidney Jones.
Ratusan orang Asia Tenggara sudah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Mereka membentuk unit pasukan ISIS Nusantara yang diyakini kerap melakukan kontak teratur dengan militan sel-sel ISIS di negara asalnya.
Sementara ISIS di di Irak dan Suriah kini dikepung pasukan dua negara itu yang berkolaborasi dengan pasukan internasional pimpinan AS (dan Rusia).
Inilah yang menjadi alasan ISIS di Asia Tenggara melakukan gerakan dan serangan “balas dendam” di Indonesia dan Filipina.
Ledakan bom di Jalan Thamrin Jakarta, serangan kantor Polres Tangerang, Jawa Barat, pada Oktober ini dilakukan oleh anggota sel-sel ISIS lokal.
IPAC menganalisis ada empat kelompok ISIS di wilayah Mindanao, salah satunya sel berrjuluik Maute, melakukan aksi pemboman di Davao pada September lalu yang menewaskan 15 orang. Sel Maute ini beranggotakan militan terdidik, cerdas dan canggih.
Duta besar Amerika Serikat untuk Filipina, Philip Goldberg, menyatakan bahwa AS tetap terlibat memadamkan aksi aksi militan berkedok agama Islam di Filipina Selatan, setelah Presiden Filipina Duterte mengancam akan mengusir pasukan AS dari Filipina.
Ketua PB Nahdlatulama KH Said Aqil Siradj mengatakan bahwa aksi kekerasan yang dilakukan ISIS atau Al Qaeda jelas tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Siapapun yang melakukan kekerasan berkedok agama adalah orang yang paling zalim. Tambah KH Said Aqil Siradj.
Kiai NU ini juga menengerai gerakan Islam Timur Tengah yang ingin merobohkan aliran Islam moderat dan damai di Nusantara tercinta. NU melarang kadernya turun dalam demo menentang Gubernur Jakarta Ahok, 4 November mendatang. inilah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.