Oleh : Dr Pdt Erastus Sabdono
8 February 2017
Banyak orang Kristen yang sebenarnya sesat, tetapi mereka tidak menyadarinya sama sekali. Mereka merasa dan percaya bahwa kelahiran Tuhan Yesus otomatis menyelesaikan masalah dosa, sehingga mereka semua merasa sudah selamat.
Itulah sebabnya kelahiran-Nya dirayakan dengan sangat luar biasa. Padahal tidak sama sekali. Kelahiran Yesus barulah awal perjuangan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia. Ia harus menghadapi bujukan kuasa kegelapan untuk memilih antara taat dan menghormati Bapa atau tidak. Kalau tidak ada salib, yaitu kesediaan-Nya taat sampai mati di kayu salib, maka peristiwa Bethlehem yang dirayakan setiap tahun tidak ada artinya sama sekali.
Demi masa depan manusia, Tuhan Yesus mempertaruhkan segenap diri-Nya, Ia meninggalkan kemuliaan surga dan menjadi manusia yang menderita sampai mati di kayu salib. Perjuangan yang dilakukan-Nya adalah perjuangan yang benar-benar berat. Bukan sandiwara yang dikarang dalam skenario dan setiap adegan dalam skriptnya telah ditentukan alurnya. Tuhan Yesus harus memilih, salib yang berarti penderitaan atau kemuliaan duniawi yang ditawarkan kuasa kegelapan untuk menikmati dunia ini.
Tetapi demi masa depan atau hari esok manusia yang dicintai Bapa dan yang dicintai-Nya, maka Ia rela berbuat apa pun untuk mempersiapkan masa depan umat-Nya.
Bukan masa depan di bumi, tetapi masa depan di Kerajaan-Nya. Masa depan di bumi hanya sarana untuk efektif bagi Kerajaan Allah.
Sangat menyedihkan dan malang, kalau ternyata banyak orang Kristen yang tidak memikirkan masa depannya di dunia yang akan datang. Mereka tidak peduli sama sekali adanya Kerajaan Tuhan Yesus yang akan ditegakkan.
Mereka hanya hidup untuk kesenangan hari ini, seakan-akan tidak ada dunia atau kehidupan lain yang akan mereka jalani dan nikmati selain dunia hari ini.
Mereka berpikir bahwa Tuhan dan segala berkat-Nya diadakan hanya untuk kehidupan hari ini.
Pada dasarnya ini adalah gaya hidup seperti hewan, makhluk yang hidup hanya untuk hari ini: Mari kita makan dan minum sebab besok kita mati
(1Kor. 15:32).
Kuasa kegelapan berusaha menyuntikkan filosofi ini #melalui_para_pembicara#Kristen_yang_mengajarkan #bahwa_jemaat_sudah #selamat_bahwa_hidup_hari#ini_untuk_menikmati #kemenangan_Tuhan_yaitu #dapat_menikmati_dunia#oleh_pertolongan_Tuhan. Dalam hal ini Tuhan dijadikan alat untuk menikmati dunia dengan segala keindahannya.
Mereka hidup dalam kewajaran anak dunia, dan tidak tahu atau tidak mau tahu bagaimana mengikut Tuhan Yesus. Mereka menganggap bahwa cara atau gaya hidup mereka sudah wajar, dan tidak menyalahi kehendak Allah.
#Padahal_kehidupan_orang #percaya_harus_seperti_Tuhan #Yesus, bersedia tidak menikmati kesenangan dunia bahkan meninggalkan kemuliaan bersama dengan Bapa. Firman Tuhan mengatakan barang siapa tidak meninggalkan segala sesuatu yang dimilikinya maka ia tidak layak untuk Kerajaan Allah
(Luk. 14:33).
Ini adalah bagian tersulit yang sering kurang atau #tidak #diajarkan_dengan_benar kepada umat dewasa ini.
#memberi_persembahan. #Jemaat_hanya_diajar_untuk#menjadi_orang_baik_memiliki #keluarga_bahagia, #mendapatkan_menantu_yang #baik_dan_cucu_yang_sehat#dan_sukses_tubuh_sehat
#bisnis_maju_dan_terhormat_di #mata_manusia. #Mereka#memiliki_ukuran_kebahagiaan #yang_sama_dengan_anak #dunia.
Pola pikir tersebut adalah pola pikir anak-anak dunia yang tidak mengenal kebenaran Injil yang murni. Mereka adalah orang-orang yang masih membangun kerajaannya di muka bumi ini.
Sebenarnya mereka tidak menginginkan dengan sungguh-sungguh Kerajaan Surga. Kehidupan mereka di bumi sudah menjadi kerajaan yang nyaman dan membahagiakan.
Padahal yang terpenting dan utama ialah umat harus diajar untuk memiliki kehidupan seperti Tuhan Yesus dan mengenakannya dalam hidup ini agar layak menjadi anggota keluarga Kerajaan Surga.
Bagi kita yang mau mengikut Tuhan Yesus harus bersedia melakukan hal yang sama seperti yang Dia lakukan. Kita harus bersedia meninggalkan kesenangan dunia.
Meninggalkan kesenangan dunia dapat dibagi dalam dua bagian:
#1
Pertama, meninggalkan kepuasan daging yang tidak sesuai dengan kesucian Tuhan yaitu makan minum dan seks yang tidak benar, serta kebencian atau sikap tidak mengasihi.
#2
Kedua, dosa dalam jiwa, yaitu hasrat memiliki harta dunia untuk memperoleh kesenangan, kebanggaan yang melahirkan keangkuhan hidup.
Hal ini diringkas dalam surat Yohanes (1Yoh. 2:15-17), sebagai keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Firman Tuhan mengatakan bahwa orang seperti ini tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Surga. Kasih akan Bapa tidak ada pada orang itu. Mereka tidak mungkin dapat mengasihi Bapa. Mereka tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Surga. Tidak layak menjadi anak-anak Allah.
Peringatan bersama
Tuhan Yesus memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.