Kesaksian oleh : Ferdy Tallo
Awal aku belajar sebagai pemimpin pujian digereja aku bersama jemaat merasakan kehadiran Tuhan sangat dasyat meskipun baru pertama belajar namun jemaat bilang bahwa aku seperti orang yang sudah biasa tampil sehinga aku diberi lagi pelayanan.
Setiap hari aku selalu latihan bernyanyi meskipun diangkot, dikamar mandi atau sedang masakpun aku hafalin lagu yang akan aku bawakan diibadah nanti. Ketika aku naik kepanggung memimpin pujian lagi, aku merasakan sesuatu yang nggak beres dari saya, pujian & penyembahan yang naik sepertinya sangat berat bahkan aku ngelantur saat berkata-kata, hal ini membuat aku merasa nggak ada kehadiran Tuhan di ibadah ini. Selesai ibadah, aku pulang dengan begitu lemas, aku malu, aku menyesal, aku merasa bersalah bersalah.
Aku mulai mengeluh sama Tuhan karena bagiku pelayanan ini begitu berantakan. Dalam rasa bersalah & penyesalan aku nggak henti-henti minta ampun sama Tuhan bahkan aku bilang sama Tuhan. aku malu Tuhan tapi aku bukan malu karena melayani Engkau, melainkan aku malu karena aku sebagai anak nggak memberikan yang terbaik buat Engkau sebagai Bapa ku.
Aku mulai disadarkan Tuhan akan kesalahan ku sehinga semua bisa jadi seperti itu. Aku bertelut dikaki Tuhan sambil menangis lalu Tuhan berkata kepada ku.
" Nak...Aku berkenan atas semua pelayanan mu.''
Meski Tuhan mengatakan bahwa DIA berkenan akan pelayanan hari ini namun aku masih merasa bersalah & terus menyesal. Lalu Tuhan berkata lagi kepada ku,
''Nak...sebuah pelayanan yang rapi kalau tanpa perkenanan Ku maka semua sia-sia".
Perkataan Tuhan ini begitu menguatkan ku. Aku seketika tersungkur dihadapan Tuhan, aku bilang sama Tuhan.
''Bapa bawa aku dalam hadirat Mu. Aku mau menyembah Engkau dihadapan Takta Mu.”
Saat itupun aku dibawa Tuhan hingga TaktaNya. aku menyembah Tuhan beberpa saat lamanya lalu Tuhan membawaku turun kebagian awal kerajaan surga yaitu pangkuan Abraham atau Firdaus. Aku melihat sebuah tempat penampungan besar disana, dan menikmati keindahan Firdaus sambil melihat jiwa-jiwa yang ada disana.
Aku tanya sama Tuhan,
"Tuhan… mereka disini bosan nggak..?”
Tuhan bilang sama aku, "mereka rindu keatas.''
Setelah Tuhan mengatakan demikian, kami naik kesurga tingkat ke dua, aku diperlihatkan banyak rumah yang megah disana, rumah yang sudah pasti adalah milik orang-orang yang selesai melakukan pelayanan yang Tuhan percayakan sedang ada rumah yang belum jadi karena pemilik rumah itu belum menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan dibumi.
Ada pohon-pohon yang buahnya unik & sangat lezat, ada taman-taman yang begitu indah, dalam sebuah perjalan aku besama Tuhan disurga tingkat dua, aku bertanya sama Tuhan, “Tuhan dimana rumah ku..?''
Lalu jawab Tuhan kepada ku,
"Nak...Aku tidak memberi mu rumah"
Lalu kata ku lagi kepada Tuhan,
"aku melayani Tuhan tapi tidak diberikan rumah lalu aku tinggal dimana..?”
Jawab Tuhan kepada ku,
"Nak... dimana Aku berada disitu engkau berada bukankah engkau telah Ku berikan kehendak untuk memilih & engkau memilih didekat Ku.”
Saat itu aku baru ingat ketika aku di Ruang Maha Kudus Tuhan, aku disuruh untuk memilih tempat yang aku kehendaki lalu aku memilih tempat didekat Tuhan. Aku & Tuhan kembali ke Ruang Maha Kudus Tuhan lalu aku mulai menyembah lagi dengan puji-pujian roh yang ditaruh Tuhan dalam mulut ku untuk beberapa saat lamanya, lalu Tuhan berkata lagi kepada ku.
"Bangun lah… Aku mau memperlihatkan lagi sesuatu.”
Saat itu aku langsung dibawa lagi ke alam maut, aku melihat seorang di ikat kaki & tangan lalu digantung sepeti daging sapi yang digantung –seperti dipasar– sebab orang ini merupakan seorang saudagar, ia tidak bertobat, ia lebih mencintai pekerjaannya & nggak peduli dengan apapun sehinga saat meningal ia dipelakukan seperti binatang yang dikupas kulitnya.
Aku melihat lagi seorang bayi kecil yang ari-arinya masih melilit ditubuh kecilnya, bayi ini ada dalam sebuah ruang yang sangat gelap, keberadaan bayi ini disana disebabkan hubungan gelap hingga nggak bertanggung jawab & dibuang ibunya. Dia nggak tau apa-apa namun karena dosa orang tuanya merupakan kutuk yang sifat dosa itu diwariskan makanya anak ini menderita disana, lalu aku melihat malaikat mau membawa seorang langsung diseret kedalam sebuah ruangan yang sangat gelap saat orang ini masuk dalam ruangan itu, api langsung menyambarnya membuat ku gemetar saat melihatnya saat itu tiba-tiba aku ingat dengan keluarga ku yang belum bertobat, aku minta Tuhan, aku mau pulang.
Lewat kesaksian-kesaksian ku, aku berdoa agar siapan pun yang membaca, ia lebih sungguh-sungguh didalam Tuhan agar tidak masuk ke neraka yang mengerikan itu.
Tuhan Yesus Memberkati.
Sumber : aquila faith's story

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.